Issuu on Google+

1

Kebijakan Birokrat Dinilai Pincang Instruksi rektor nomor: 2943/UN36/ KM/2012 tertanggal 24 Oktober 2012, tentang larangan berkegiatan malam di kampus dinilai pincang oleh para pengurus UKM. Bagaimana tidak, para pengurus UKM terdiri dari gabungan mahasiswa dari berbagai jurusan di UNM ini merasa sulit untuk melakukan semua kegiatan pada siang hari, karena mereka mesti kuliah pada siang hari. Terkait larangan aktivitas malam tersebut, pembantu rektor bidang kemahasiswaan, Heri Tahir, malah mengancam akan membekukan dana UKM jika tetap ada UKM yang beraktivitas malam. “Jika ada pengurus UKM yang beraktivitas malam atau menginap di sekretariat, saya akan bekukan dananya,” tegasnya. Menanggapi kebijakan tersebut ketua UKM Pramuka, Asnur, mengaku kecewa dengan aturan tersbut. “Kalau dilarang beraktivitas malam tentu akan sulit untuk merealisasikan program kerja kami, pasalnya kami di UKM, seluruh pengurus berkumpul atau beraktivitas pada malam hari, termasuk latihan, rapat, kerja kepanitiaan maupun diskusi. Kalau siang hari para pengurus dengan latar jurusan yang berbeda-beda ini tidak bisa di kumpulkan pada siang hari, karena mereka kuliah, ungkap pria asal Bone ini. Asnur juga mengungkapkan kekecewaannya pada saat diskusi yang bertemakan “larangan aktivitas malam” itu, UKM pramuka pernah ingin mengadakan kegiatan di Auditorium Ammanagappa, namun tidak diijinkan karena waktu pelaksanaannya malam hari, tapi kalau pesta perkawinan diperbolehkan, pertan-

FORUM UKM. Para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNM terpaksa harus menggelar temu UKM 2012 di depan gerbang Kampus UNM Gunung Sari pada jumat malam, (16/11) akibat instruksi rektor tentang larangan aktivitas malam di dalam kampus.

yaannya kemudian, ada apa ini? ‘masa’ pernikahan diperbolehkan sementara kami (UKM) dilarang,” sesalnya. Lanjut Asnur, aturan tersebut perlu ditinjau ulang. “Sebenarnya PR III itu baik, beliau ingin memperbaiki citra UNM Saya dengar katanya PKM itu mau direnovasi, tapi karena adanya peraturan ini kita susah beraktivitas, saya rasa aturan ini ditinjau kembali karena kami hanyalah imbas dari kejadian selama ini,” tuturnya. Sebanyak 11 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terpaksa harus bertikar aspal di depan gerbang Kampus UNM Gunung Sari pada jumat malam, (16/11). Tak ada tujuan lain selain menolak kebijakan birokrasi yang dinilai telah melumpuhkan roda lembaga kemahasiswaan

terkait aktivitas malam. Sejumlah rentetan acara dilakukan di tempat itu, mulai diskusi tentang kebijakan tersebut, pemilihan koordinator UKM, serta acara musik yang diprakarsai UKM Seni. Tak hanya itu, aksi paling nekat pun dilakukan para pengurus UKM yang kecewa dengan birokrasi ini. Mereka terpaksa bermalam di jalan tempat berlangsungnya kegiatan ini. “Inilah efek dari kebijakan kampus, idealnya kegiatan ini diadakan di tempat yang nyaman, didalam gedung kampus, tapi karena larangan beraktivitas malam, makanya para ketua UKM berinisiatif mengelar acara tahunan ini di depan gerbang kampus, mudah-mudahan birokrasi kampus meninjau ulang larangan aktivitas malam tersebut,” ungkap Basriullah, Bersambung ke halaman 2...

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Weekly News Profesi Edisi 10 / November / 2012


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com Profesi FM 107,9 MHz

Juara I Lomba Debat Nasional

Mahasiswa Psikologi Harumkan Nama UNM

Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) menjuarai lomba debat tingkat nasional di Universitas Negeri Malang, pada 8-11 November lalu. Ketiga mahasiswa tersebut yaitu, Akhmad Saputra, Ika Indah Yani, dan Viktor Matanggara. UNM menjadi juara pertama menyisihkan Universitas-universitas terkenal yang ada di Indonesia. Universitas Negeri Malang, selaku tuan rumah, hanya bertengger di posisi dua di bawah UNM. Viktor yang juga rekan setim pada kejuaraan tersebut mengatakan, yang membuat dirinya sangat berambisi untuk menjuarai kejuaraan tersebut, hanyalah ingin memperlihatkan kepada mahasiswa dan masyarakat luar bahwa kampus yang terkenal dengan aksi tawuran ini, juga mampu untuk berkompetisi dalam hal kemampuan intelektual. “Kompetisi ini menjadi ajang untuk kami membuktikan bahwa UNM tidak seburuk apa yang mereka fikirkan. Dan tidak selamanya UNM menggunakan otot tapi juga bisa menggunakan otak,” tuturnya mahasiswa eksponen ’10 ini. Ika Indah Yani, salah satu kontingen, mengungkapkan kegembiraannya lantaran mampu menjadi tim yang

terbaik di dalam perlombaan tersebut. Mereka sempat merasa ciut, karena timnya harus menghadapi salah satu universitas terbaik di Indonesia di babak awal. “Kami sempat down dibabak penyisihan melawan Universitas gadja Mada (UGM), tapi ketika dinyatakan lolos, kami kembali optimis. Melawan UGM saja bisa masa yang lain tidak” ujarnya bangga. Pembantu Dekan III FPsi, Muhammad Ahkan, sangat bangga terhadap prestasi yang diukir oleh para mahasiswa tersebut. Ia juga memberikan apresiasi yang dengan memasang spanduk sebagai bentuk penghargan yang telah diraih para mahasiswa tersebut, juga reward tersendiri buat mereka. Dosen psikologi ini berharap, para mahasiswa yang lain juga mampu untuk memberikan sumbangsih prestasi kepada UNM, juga menghapus citra buruk UNM yang berkembang di masyarakat. Rencananya, Psikologi akan mengadakan lomba debat setingkat fakultas untuk melatih dan mencari kemampuan baru serta persiapan agar peluang UNM kembali berprestasi lebih besar lagi. (Pr12)

Sambungan dari halaman 1...

Kebijakan Birokrat Dinilai Pincang Ketua Sintalaras UNM. Lanjut Basriullah, kebijakan yang diambil birokrat tersebut adalah kebijakan yang kurang tepat bagi UKM. Menurutnya, selama ini UKM masih tetap berjalan sesuai koridornya. “Selama ini kan, kita tidak pernah melakukan hal-hal yang mencoreng nama universitas, kenapa mesti kami yang ikut tertindas, kami bukanlah pelaku tawuran, kami juga bukan pengguna ganja, kami hanya ingin agar terfasilitasi oleh kampus,” terangnya. Sementara itu, ketua UKM Seni, Amat Apandi, juga menilai peraturan tersebut dinilai telah menyusahkan pengurus UKM. Pasalnya, mereka kesulitan untuk berkegiatan karena waktu yang terse-

dia sangat terbatas. “Bagaimana caranya kegiatan, kalau mahasiswa kuliah dari pagi sampai sore dan dilarang beraktivitas malam, kita punya gedung yang mewah tapi kita dilarang menempatinya, kita ini mahasiswa atau gembelkah, yang mesti beraktivitas di jalan,” celotehnya. Senada dengan Basriullah, salah satu anggota UKM Seni mengungkapkan bahwa peraturan ini dinilai sangat menyusahkan bagi anggota UKM pasalnya mereka kesulitan untuk berkegiatan karena waktu yang tersedia sangat sedikit, “bagaimana caranya kegiatan, kalau mahasiswa kuliah dari pagi sampai sore dan dilarang beraktivitas malam, apa lagi kita akan melaksanakan kegiatan akhir periode,” tuturnya. (Tim)

Weekly News Profesi Edisi 10 / November / 2012

Tak Lapor, HME Undur Pameran Buku Pameran buku yang sedianya di laksanakan pada hari senin (12/11) di undur sampai hari senin ini (18/11). Hal ini disebabkan, pihak birokrasi FT menilai kampus belum kondusif. Apalagi, belum ada surat izin dari Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) sebagai penyelenggara kegiatan. Ketua HME, Aswat, membenarkan itu, ia mengungkapkan diundurnya acara ini sebab belum adanya laporan yang sampai ke pihak fakultas sendiri. “Memang kami belum sempat menyampaikan acara pameran ini ke pihak fakultas” tegasnya. Sementara itu, Ahmad fadly selaku ketua panitia dalam pameran ini, mengaku malu kepada pihak Erlangga sebagai partner kerjanya. “Saya tidak enak dengan pihak erlangga, karena langsung di lakukan penundaan padahal pihak erlangga sendiri sudah dalam perjalanan menuju kampus,” keluhnya. Pameran ini sebenarnya bertujuan untuk menyiapkan buku-buku yang relatif murah untuk mahasiswa FT, terkhusus mahasiswa Jurusan Elektro. Hal ini dibuktikan, pihak Erlangga menjanjikan diskon hingga 70 persen per buku. (Pr06)

Sudut + Kebijakan Birokrat Dinilai Pincang - Jangan ada yang dirugikan... + Mahasiswa Psikologi Harumkan Nama UNM - UKM juga... + RUU Kamnas Itu Ancaman - Kebijakan Birokrat terhadap UKM juga ancaman... Dg. Lu’

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK Penalaran Janji Terbitkan Jurnal Pengurus Lembaga Penelitian Mahasiswa (LMP) Penalaran berjanji akan menerbitkan jurnal tentang pendidikan. Menurut Ketua LMP Penalaran, Soma Salim, hal itu sudah menjadi salah satu program kerja yang akan dilaksanakan nantinya. “Salah satu kelebihan yang akan kami usung adalah penerbitan jurnal baru yang fokus dalam bidang pendidikan, disamping itu kami akan melakukan sayembara hasil riset yang akan diaplikasikan, yang dikenal dengan hasil risetnya, dan bukan hanya sekedar meneliti,” ungkap mahasiswa Jurusan Matematika ini. Tak hanya itu, mahasiswa eksponen 09 ini juga akan melanjutkan beberapa program kerja yang tidak sempat terlaksana oleh pengurus sebelumnya. Seperti, menerbitkan buku Penalaran, buku Panduan Penelitian, serta beberapa buku yang belum sempat diterbitkan periode sebelumnya. Rektor UNM, Arismunandar, saat memberi sambutan di pelantik pengurus baru LMP Penalaran (13/11) lalu menginginkan agar armada baru tersebut mampu mengubah image UNM yang tak hanya bisa tawuran. Tetapi, juga dapat menampilkan prestasi-prestasi yang luar biasa. (Pr01)

LPPM Profesi UNM @Profesi_Online

3

Gravitasi HIMAFI FMIPA

SMA 2 Tinggimoncong Borong Semua Trofi

Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) menobatkan SMA 2 Tinggimoncong sebagai juara umum dalam kegiatan Gebyar Civitas Fisika (Gravitasi) yang adakannya pada tanggal 5 hingga 10 November lalu. Tak tanggungtanggung siswa dari sekolah ini menyabet seluruh piala. Ketua Panitia, Qadar, menyatakan tidak menyangka pemenang juara I, II, dan III tahun ini disabet hanya dari satu sekolah. “Untuk juara-juaranya itu memang telah melalui seleksi, dan empat orang dari SMA 2 Tinggimoncong dinyatakan lolos masuk semi final dan mereka bersaing antar sesama teman sekolahnya sendiri untuk memperebutkan juara pertama.” ungkapnya. Lanjut, Mahasiswa semester V memang memberikan kebebasan untuk tiap sekolah memilih jenis lomba yang akan diikuti dengan batasan 20 siswa tiap sekolah, sehingga kemungkinan itu pun akhirnya terjadi. Bukan cuma penghargaan itu saja yang diberikan kepada siswa Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) itu, mereka juga berhak memboyong pulang piala

bergilir. Piala bergilir kali ini disumbangkan langsung oleh Rektor UNM, Arismunandar. (Tar)

Himaplus Adakan Kegiatan Plus-plus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (Himaplus) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menyelenggarakan PORSENI PLUS (Pekan Olahraga Pendidikan Luar Sekolah) yang akan dirangkaikan dengan PESTA PLUS (Pentas Sejuta Aksi Pendidikan Luar Sekolah ), Senin (12/11). Pekan olahraga yang akan berlangsung selama seminggu ini diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mulai angakatan 2007 yang tergabung dalam dewan senior hingga angkatan 2012. Ketua Panitia, Andi Verian Erlangga mengungkapkan beberapa

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

item kegiatan diantaranya lomba futsal, sepak takraw, bola volley, catur, Playstation, tadarrus, akustik, puisi dan tarik tambang. Porseni ini merupakan rangkaian kegiatan PESTA PLUS yang nanti diadakan dipenghujung semester “penyerahan hadiah porseni ini akan diserahkan saat malam puncak PESTA PLUS” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan Pesta Plus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk menunjukkan bakatnya, yang diharapkan mampu memberikan hiburan. Sementara itu, Andi Ismail se-

laku ketua HIMAPLUS menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk megakrabkan mahasiswa baru dengan senior-seniornya agar dapat terjalin silaturrahmi yang erat antar mahasiswa PLS. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan jurusan mereka. “ jangan sampai ada lagi mahasiswa UNM sendiri yang tidak tahu jurusan kami,” tegasnya. Ia juga berharap agar kegiatan ini bisa menjadi program tahunan untuk mengorbitkan PLS dan menyalurkan hobi atau bakat mahasiswa serta memunculkan kaderkader yang kritis dan inovatif. (Pr19)

Weekly News Profesi Edisi 10 / November / 2012


Lintas UNM

4 editorial

Pil Pahit untuk UKM Unit kegiatan mahasiswa (UKM) adalah lembaga kemahasiswaan yang selalu mengharumkan nama Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh tiap-tiap UKM. Dengan segudang prestasi, mereka mestinya mendapatkan dukungan fasilitas yang mamadai dari kampus. Tapi realitasnya sangat bertolak belakang dengan yang mereka dapatkan. Sekretariat sementara yang disediakan dari tahun 2009 lalu sangat tidak layak untuk beraktivitas. Belum selesai masalah sekretariat yang tidak memadai, kali ini ditambah lagi dengan larangan aktivitas malam yang dikeluarkan oleh rektor yang dinilai sangat merugikan UKM. Puncaknya, temu UKM yang dilaksanakan tiap tahunnya terpaksa tahun ini dilakukan di gerbang kampus karena larangan aktifitas malam tersebut. Rasanya tidak mungkin kegiatan itu dilakukan pada siang hari karena para pengurus UKM juga kuliah. Miris, padahal kita punya kampus yang megah, ‘katanya’. Bukannya mendapat apresiasi, UKM yang telah menempati sekretariat sementara yang tidak layak itu malah mendapat ancaman dari pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Ancaman akan dibekukannya dana bagi yang melanggar aturan aktivitas malam menghantui mereka. Aturan di kampus nampaknya sudah tidak bersahabat lagi dengan UKM. Terus, dimana letak dukungan kampus terhadap presatasi-presatasi para UKM? Nampaknya, birokrat perlu tahu bahwa pengurus UKM bukanlah pelaku tawuran, pengguna ganja, dan pelaku tindakan destruktif lainnya yang terjadi selama ini. Mereka inilah yang mewadahi kreatifitas mahasiswa. (*)

Dialog BEM FIP

RUU Kamnas Itu Ancaman Rancangan UndangUndang (RUU) Keamanan Nasional (Kamnas) yang diajukan pemerintah menimbulkan banyak kontroversi di kalangan kelompok masyarakat dan mahasiswa, tak terkecuali mahasiswa UNM. Hal itulah yang kemudian menjadi dasar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menggelar Dialog Publik Sosial dan Politik di kantin FIP, Rabu (14/11). Dialog yang bertema “Keamanan atau Kecerobohan” ini menghadirkan pemateri Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-Sulsel, Solihin sebagai pemateri. Acara yang berlangsung selama satu jam ini dihadiri seluruh pengurus himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-FIP. Sholihin mengungkapkan RUU yang diajukan

banyak mengandung kewenangan khusus pemerintah yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satu pasal yang melanggar HAM, yakni Pasal 28 tentang Kewenangan Penyadapan yang membolehkan pihak berwajib, tanpa ijin pengadilan, untuk melakukan penyadapan kepada siapa pun yang berpotensi menyebabkan terganggunya keamanan nasional. “Ini sangat bertentangan dengan keadilan dan bertentangan dengan HAM. Kewenangan ini berpotensi menyebabkan kembalinya kediktatoran seperti pada zaman orde baru,” ujar Sholihin. Ketua umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (Himaplus), Andi Ismail yang hadir pada dialog mengungkapkan apresiasinya terhadap BEM FIP

yang berani mengadakan kegiatan dialog ini. “Kita mahasiswa sebagaiagent of change and social control harus berani menyatakan tolak karena ini tidak sesuai dengan harapan demokrasi bangsa Indonesia” ujarnya berapi-api. Di samping itu, Ketua BEM FIP, Harun Rasyid mengatakan dialog ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa FIP tentang isu yang sedang berkembang saat ini. BEM ingin melakukan pencerdasan massa sebelum mengadakan aksiaksi penolakan sehingga teman-teman diharapkan matang di wilayah konsep. “Kemungkinan kita akan mengadakan pelebaran wacana dan jika memang RUU ini tetap akan disahkan maka kami akan melakukan aksi demonstrasi,” ancamnya. (Pr28)

Tarbiyah Bersama Mahasiswa Baru Satu Muharram yang merupakan tahun baru bagi umat muslim yang jatuh pada Kamis, 15 November, dimanfaatkan beberapa mahasiswa baru untuk mengikuti Tarbiyah bersama. Kegiatan juga bertepatan hari libur nasional ini, dilaksanakan Forum Study Islam Raudatul Ilmi (FSI RI UNM ) yang bertempat di masjid Ulil Albab, kampus UNM Parang Tambung. Tarbiyah yang diikuti sebanyak 200an mahasiswa, terkhusus angkatan 2012 ini bertemakan, “Dengan Cahaya Kemuliaan Ilmi, Up-Grade Ilmu dan Prestasi di Kampus Orang.” Acara ini dihadiri dan diresmikan oleh Pembatu Rektor III

UNM, Heri Tahir. Ia berujar, semoga kegiatan seperti ini mampu mendorong mahasiswa untuk terus melakukan kegiatankegiatan yang bersifat positif. Wardiyanto Simbala, selaku Ketua Umum mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para mahasiswa untuk terus menambah kecerdasan spiritual mereka. “Selain mereka belajar disiplin ilmunya, juga memperdalam ilmu agamanya,” kata mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra ini. Ia juga mengharapkan, dengan kegiatan ini, akan munculnya sosok yang ahli dalam terapan ilmu yang digelutinya, juga menjadi ulama di agamanya. (Pr25)

Weekly News

Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Nurdin Noni, Heri Tahir, Eko Hadi Sujiono, Kamaruddin, Baliana Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Asia Ramli Prapanca, Hazairin Sitepu, Anshari, Akbar Faisal, Mukramal Azis, Uslimin, Ammas D R, Facharuddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Fitriani Rachman. Pemimpin Umum: Sahrul Alim, Pemimpin Redaksi: Asri Ismail, Sekretaris: Fajrianto Jalil, Bendahara: Nurjanna Jamaluddin, Redaktur : Sutrisno Zulkifli, Rukmana Mansyur, Muhammad Ilham, Kepala Online: Imam Rahmanto, Kepala Penyiaran: Andini Ristiyaningrum, Kepala Litbang: Fahrizal Syam, Layouter dan Desainer Grafis: Khaerul Mustaan, Fotografer: Rizki Army Pratama, Reporter: Dian Febriani, Dwi Pratiwi Aslam, Aan Ariska Febriansyah, Irfandi Rahman, Samti Binti Talip, Muhammad Hidayat, Wahyu Tri Prawira, Isnul Ashari, Andi Muhammad Fadlih, Oki Dwi Ramadian, Hasnaini, Indryanti, Asran, Nurhasanah Jusman, Rabiatul Adawiyah, David Casidi, Nur Hijrahyanti Habil, Ahmad, Nurul Hidayah, Tri Arnita, Sulastri Khaer, Dian Indra Sari, Muhammad Ansarullah, Irwan Sukardi, Andi Baso Sofyan, Andi Sri MArdiyanti Syam, Nurlaela, Andri Sadriani, Andi Ajip Rosyidi, Muhammad Hijrah, Nifsi Syahbani, Arifuddin. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.com.

Weekly News Profesi Edisi 10 / November / 2012

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


edisi_10