Page 1

1

Lagi, Mahasiswa Bentrok Tawuran antar mahasiswa kembali pecah di kampus UNM Parangtambung, Senin (18/11) siang. Bentrok yang diwarnai dengan aksi saling lempar batu itu diduga melibatkan kedua kubu yang berasal dari Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Aksi yang juga diwarnai suara letusan tak pelak membuat civitas akademika yang sedang melangsungkan perkuliahan lari keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Batu-batu yang dilemparkan oleh kedua kubu juga sempat menyasar ke sejumlah ruangan di FBS. Alhasil, kaca-kaca jendela sejumlah ruangan pecah oleh lemparan batu dan benda-benda keras lainnya. Selang beberapa menit kemudian, polisi dibantu oleh pihak keamanan kampus berusaha melerai bentrok yang telah merangsek ke dalam kampus FBS tersebut. Kedua kubu baru benar-benar menghentikan aksi saling serangnya ketika Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan (PR III) Heri Tahir tiba di lokasi kejadian dan turun tangan untuk mengamankan pertikaian yang terjadi. Beberapa polisi nampak baru berdatangan

usai ketegangan bisa dikendalikan PR III. Meskipun demikian, aksi saling serang sempat berlanjut di depan kampus. Imbasnya, lalu-lintas Jalan Mallengkeri yang menjadi akses utama kampus sempat macet dan terganggu. Kejadian yang tidak berlangsung lama tersebut kembali bisa dilerai oleh pihak keamanan yang berjaga di sekeliling kampus. Menurut Heri, aksi saling serang itu dipicu oleh dendam mahasiswa FT yang mengaku beberapa hari sebelumnya sempat dipukuli oleh mahasiswa FBS. “Kemungkinan ini adalah serangan susulan dari kejadian Kamis kemarin,” tukasnya. Ia yang saat itu juga sempat turun tangan meredam aksi pemukulan, mengira kejadian tersebut sudah diselesaikan pemimpin fakultas masing-masing. Akan

tetapi, pada kenyataannya masih berlanjut hingga berujung pada aksi saling serang seperti ini. Heri Tahir mengungkapkan kekecewaannya kepada mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan masalah layaknya seorang akademisi. Selama ini, menurutnya, kampus seharusnya telah mengajarkan bagaimana caranya menjadi orang yang terdidik. Tindakan mahasiswa kali ini, lagi-lagi merusak citra kampus di mata publik. “Saya kecewa dan malu terhadap mahasiswa yang melakukan bentrokan seperti ini. Hanya merusak citra universitas saja dan tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya. Dekan FBS, Kisman Salija yang juga sempat berbincang dengan PR III sangat menyayangkan bentrok yang telah merusak beberapa fasilitas kampus yang dipimpinnya itu. Beberapa bangunan yang masih belum rampung karena masih dalam tahap pengerjaan turut dirusak. “Pemulihan bangunan yang sempat dirusak setahun lalu ini belum rampung, • Bersambung ke halaman 4

Arifuddin Terancam Tak Diakui T E R P I L I H N YA kembali Arifuddin Usman sebagai dekan terpilih Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), 11 Nobember lalu, tidak lantas memuluskan jalannya untuk menggapai proses pelantikannya. Perolehan 11 suara dari total 16 suara belum membuatnya diakui oleh beberapa pihak. Pasalnya, Arifuddin dianggap tidak memenuhi kriteria ideal bagi calon orang nomor satu di FIK. Strata akademik Arifuddin yang Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

hanya mentok pada Magister dianggap tidak akan mampu memimpin FIK ke depannya. Apalagi ketika wacana ke depannya pengelolaan prodi pada Program Pascasarjana (PPs) akan diasuh oleh fakultas yang linear. Ketua Majelis Guru Besar UNM, Amin Rasyid mengungkapkan kekhawatirannya jika saja beberapa program studi PPs benar-benar dikelola oleh FIK sementara dekan yang menjabat belum capable di tataran doctoral atau S3. Ia selaku pimpinan majelis guru besar berulang kali telah menyampaikan pengusulan terkait prodi pada PPs dimakzulkan ke fakultas yang dianggap linear

untuk dikelola sebagaimana mestinya. Sama halnya dengan perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia. “Alangkah tidak lucunya kalau yang memimpin sidang promosi Doktoral itu bukan S3,” kelakarnya. Olehnya itu, menurutnya, sebaiknya orang-orang yang menduduki posisi dekan di tiap fakultas itu harus doktor. Kalaupun merujuk pada aturan lama, saya rasa aturan (Statuta UNM tahun 2002, red) itu perlu direvisi,” himbau guru besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini. Jika merujuk pada Statuta UNM yang ditetapkan tahun 2002 pasal 48 ayat • Bersambung ke halaman 4

Weekly News Profesi Edisi 7 / November 2013


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

Dulang C, Psikologi “Pulang” Saja FAKULTAS Psikologi (FPsi) nampaknya perlu harap-harap cemas. Setelah dua kali mendapat akreditasi C dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Tim Assessor lembaga tersebut kembali melakukan penilaian di fakultas pecahan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) pecahan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) itu, Selasa (12/11). Akreditasi kali ini pun dituntut mesti naik peringkat B. Jika tidak, fakultas yang hanya memiliki satu program studi (Prodi) itu bakal menerima keputusan pahit kembali ke FIP. Hal itu sesuai ancaman pihak universitas yang akan mengembalikan FPsi ke fakultas asalnya jika masih mendapat akreditasi C ketiga kalinya. Ultimatum ini membuat FPsi satu tahun terakhir ini banyak berbenah dengan berbagai upaya peningkatan sarana dan prasarananya. Termasuk melang-

sungkan workshop akreditasi untuk dosen (25/10) lalu. Hal itu diungkapkan Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD1) FPsi, Eva Meizara Puspita Dewi. Ia pun me menyatakan optimis FPsi kali ini akan mendapat Akreditasi C. “Kami sih optimis kalau akreditasi Psikologi nantinya akan meningkat. Di awal 2013 ini kami sudah siap dengan borangnya karena alumni kita banyak yang tidak diterima, bukan karena kemampuannya tetapi justru kondisi institusi. Insya Allah di akhir bulan ini, saya akan pergi ke jakarta lagi untuk melaporkan apa yang telah saya lakukan,” jelasnya. Respon yang baik pun datang dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPsi UNM, Irfan. Ia berujar sejauh ini BEM mendukung upaya yang dilakukan pihak institusi. “Kita dukung penuh akan hal itu, karena bagaimanapun dampaknya akan ke mahasiswa sendiri,” ujarnya. (pr08)

E-Robot Jadi Tak Berbobot MAHASISWA Jurusan Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam team e-robot harus puas diposisi kedelapan setelah mengikuti Lomba Robot Nasional yang diselenggarakan Politeknik Negeri Ujungpandang, Rabu sampai Jumat (6-8/11) lalu, pasalnya mereka terkendala biaya perawatan sehingga robot yang diikutkan dalam lomba tidak maksimal. Hal ini diungkapkan oleh Zainuddin ketua komunitas e-robot. Ia mengatakan, jika robot yang diikutsertakan dalam lomba sama sekali masih jauh dari kesempurnaan karena terkandala di biaya perawatan. Sementara itu, harapan mendapat bantuan harus pupus karena pihak Fakultas hanya bisa membantu dalam hal pebiayaan pendaftaran saja. Menanggapi hal itu, Pembantu Dekan III Bagian Kemahasiswaan, Bakharani Rauf beralasan, pihak fakultas tidak mampu membantu biaya perawatan robot dikarenakan biaya

yang dibutuhkan cukup besar. Ia berdalih pihak Universitas yang harus memberikan bantuan terkait kendala tersebut. “Kami tidak mampu membantu biaya perawatan karena dana yang digunakan tidak sedikit, semoga kedepan pihak Universitas dapat membantu,” tandas Pria kelahiran Soppeng ini. Sementara itu untuk mentaktisi kendala yang dihadapi, Zainuddin bekerjasama dengan Ketua Himpunan Elektro berinisiatif mengumpulkan sumbangan sukarela dari mahasiswa dijurusannya, meski dana yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari harapan tapi setidaknya dapat membantu. “Karena tidak mendapat biaya dari fakultas terpaksa saya dan teman-teman harus CK-CK,” terang mahasiswa angkatan 2012 ini. Zainuddin mengharapkan, kedepan pihak fakultas dapat lebih bertanggungjawab dan memperhatikan komunitas e-robot yang dipimpinnya agar dapat lebih maksimal lagi dalam mengikuti lomba. (pr05)

Weekly News Profesi Edisi 7 / November 2013

Koma Science Camp

Mudahkan Belajar Sains SALAH satu lembaga bimbingan belajar bentukan mahasiswa-mahasiswa jurusan Fisika, Koma, menggelar Koma Science Camp (KSC).Kegiatan yang dikhususkan bagi siswa SMA ini diselenggarakan dari Sabtu hingga Ahad (15-16/11) dan berpusat di SMAN 2 Pangkajene, Kabupaten Pangkep Ketua KOMA, Hamzah Patongai mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan guna memudahkan siswa dalam belajar sains, disamping memperkenalkan lembaga bimbingan hasil Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang ditanganinya kepada siswa-siswa sekolah secara luas. “Kegiatan ini hadir dalam bentuk bimbingan belajar dengan menunjukkan kemudahan dan keseruan belajar sains,” tutur Hamzah. Lebih lanjut Hamzah membeberkan, SMAN 2 Pangkajene merupakan tempat yang representatif dalam pelaksanaan KSC melihat begitu besar semangat peserta dalam mengikuti kegitan ini. Ia mengaku, para siswa sangat antusias selama melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan. Mengusung tema Be a Scienceholic, kegiatan yang diikuti sebanyak 38 peserta ini disusun dengan beberapa model pembelajaran lebih matang serta lebih aplikatif dari pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya seperti hiking, kuis who will, foto sains, magic sains dan sains education, serta Science Motivation. Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Uswatun Hasanah mengaku, meskipun kegiatan yang dilaksanakan ini sempat terkendala dalam hal pendanaan, namun panitia mentaktisinya dari kontribusi peserta kegiatan. Uswatun berharap, selanjutnya kegiatan ini bisa dilaksanakan melalui kerjasama dari berbagai pihak terutama jurusan lain yang dapat membantu dalam perumusan disiplin ilmu-ilmu sains. Selain itu, kiranya kegiatan ini juga bisa dilaksanakan dalam skala yang lebih besar. “Ke depan kami usahakan untuk melaksankan kegitan tidak hanya dalam skala sekolah saja, melainkan dalam skala yang lebih besar yakni tingkat Kota/Kabupaten ataupun Provinsi,” tandas Uswatun. (pr05)

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

Jelajah Budaya di Butta Toa

KMKM Membumi lagi SETELAH vakum hampir dua tahun, akhirnya lembaga Keluarga Mahasiswa Kebumian Makassar (KMKM) aktif kembali (13/11). KMKM merupakan program studi lapang berbasis kegeografian dengan melibatkan tujuh lembaga kemahasiswaan di Makassar yang bertujuan menyatukan berbagai disiplin ilmu. Di antaranya, Geografi, Geologi, Ilmu Tanah, Arkeologi, Biologi, dan Teknik Pertambangan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) KMKM, Muh. Irfan Arifin, mengatakan, vakumnya lembaga ini lantaran terputusnya komunikasi antar pengurus. “Saat itu banyak pengurus yang sibuk di kegiatan lainnya, kan di lembaga ini mengusung sistem kekeluargaan, jadi kalau sebagian besar rata-rata sibuk dengan organisasi lain, maka organisasi ini tidak akan berjalan dengan baik,” terang mahasiswa jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini. Di samping itu, terdapat beberapa perguruan tinggi di Makassar yang tercatat sebagai anggota KMKM. Di antaranya Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI), dan UNM. Sementara itu, Aulia, mahasiswa baru jurusan Geografi ini mengaku sangat tertarik untuk bergabung di lembaga ini. “Saya tertarik ikut kegiatan ini, karena bagus untuk sharing kalau ada yang belum diketahui, juga bisa kenalan dengan mahasiswa dari universitas lain,” ujarnya. Tak hanya itu, kegiatan ini juga didukung Suprapta, dosen jurusan Geografi. Dia mengatakan program studi lapang KMKM ini dapat menjadi penunjang mata kuliah profesi bagi anggota-anggotanya, dan harusnya yang tergabung adalah dari jurusan kebumian,” himbaunya. Rencananya, mahasiswa yang tergabung di KMKM akan melakukan pendakian pada 23 hingga 24 November mendatang. Namun selama proses persiapan, masih akan terus keliling kampus yang ada di Makassar untuk mensosialisasikan lembaga ini. Sasaran utamanya lebih ditekankan pada Mahasiswa Baru. (pr52) Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

3

LEMBAGA Kemahasiswaan (LK) Kesatuan Mahasiswa (Kema) Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan melangsungkan kemah budaya di Kabupaten Bantaeng 21 November mendatang. Dipilihnya tanah Butta Toa sebagai lokasi kegiatan, karena dinilai memiliki rentetan sejarah yang cukup panjang. “Menurut sejarah, Bantaeng memiliki tahapan sejarah yang panjang dari mulai penyerangan Belanda terhadap makassar dan anggapan bahwa tiga kekaisaran china sebagai penanda kelahiran Butta Toa,” ujar Asdar selaku panitia pelaksana kegiatan. Selain bertujuan untuk berbagi pengetahuan kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sedera-

jat, yang paling menarik adalah mereka akan diajak untuk jelajah budaya. “ Kami mengharapkan, siswa di Kabupaten Bantaeng nantinya membuka cakrawala berpikirnya tentang budaya pada umumnya dan terkhusus di daerahnya sendiri (Bantaeng, red), selain itu siswa juga akan menjelajahi daerah sekitar Bantaeng yang selanjutnya akan mempresentasikan hasil penjelajahannya dalam bentuk makalah,” terang Asdar. Sementara itu, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FSD mengungkapkan apresiasi besarnya terhadap ide mahasiswa sendratasik ini. “Semoga apa yang akan dilaksanakan akan berjalan dengan lancar, dan memberikan nilai positif bagi semuanya,” tutupnya. (pr56)

Ahmad dan Nurlinda Pimpin Racana FIP UNM

AHMAD Yulianto dan Nurlinda telah terpilih sebagai Ketua Dewan Putera dan Ketua Dewan Puteri dalam Musyawarah Racana II A.P Pettarani dan Emmy Saelan Gugus Depan 08.08508.086 yang terselenggara di Tanjung Bayang, minggu (10/11). Racana yang berpangkalan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Makassar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini merupakan salah satu dari sekian Racana yang masih dan tetap berkomitmen memberikan kontribusi aktif dibidang Praja Muda Karana (Pramuka) dalam ruang lingkup universitas pada umumnya dan di ruang lingkup Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM pada khususnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Dewan Puteri periode sebelumnya, Martina, berpesan kepada yang pelanjut estafetnya untuk tidak sungkan meminta bantuan kepada para pendahulunya ketika mendapati rintangan nantinya. “Jalin komunikasi yang baik dengan pengurus yang lain, dan juga kepada birokrat,” tambahnya. Sementara itu, Ahmad Yulianto juga berharap jika periode selanjutnya dapat solid dan berjalan maksimal melaksanakan program kerjanya. “Sebenarnya saya merasa dilematis dengan terangkatnya menjadi Ketua Dewan Putera, sebab terpikirkan beban amanah yang diberikan teman-teman untuk melanjutkan kepengurusan selanjutnya,” ujanya. Ahmad juga mengatakan jika dirinya ingin melihat Racana lebih baik dari periode sebelumnya.(pr41)

Nama yang tercantum dibawah ini, tidak lagi terdaftar sebagai Magang LPPM Profesi UNM : • • •

Kaharuddin Jumriah Safruddin Jamaluddin

• •

Mabrur Alam Nur Auliyah Musrah

Weekly News Profesi Edisi 7 / November 2013


4 4 Temukan Obatnya

Sambungan

EDITORIAL

L

agi, kampus yang kita cintai menelan lukanya. Lagi, semua mata tertuju pada UNM. Seminggu berselang setelah bentrokan di kampus UNM Gunung sari yang berujung pada pembakaran gedung-gedung sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (LK), kini kita dikejutkan lagi dengan kejadian serupa di kampus Parangtambung. Bentrok antarmahasiswa kembali terjadi. Entah sudah menjadi ritual tahunan atau kebetulan semata, hal-hal semacam itu kembali mencoreng nama kampus orange di mata publik. Kampus kembali dirongrong oleh ketakutan-ketakutan traumatiknya. Kampus seakan-akan dihentak kembali pada kejadian-kejadian serupa yang telah jauh berlalu. Beragamnya aksi tawuran seyogyanya menjadi pelajaran bagi birokrasi kampus untuk memperbaiki diri. Pihak yang berwenang di kampus perlu berpikir, “Apa yang salah dengan kampus kita?” Sekadar mengamankan keributan saja bukan hal solutif untuk kepentingan civitas akademika. Apalagi dengan meliburkan kegiatan akademik hingga beberapa waktu. Bagaimanapun peraturan yang diterapkan, mahasiswa lagi-lagi jadi korban. Pihak kampus sebaiknya menemukan racikan “obat” dengan dosis yang tepat untuk meredam kejadian-kejadian serupa. Ini adalah “penyakit” yang harus disembuhkan. Jika tidak, kelangsungan kampus sebagai pencetak pendidik (yang terdidik) akan terancam punah. Tentunya kita hanya berharap yang terbaik bagi kelangsungan kampus. Oleh karena itu, sembari menanti racikan “obat” dari birokrasi kampus, mari bersama-sama memperbaiki kampus kita tercinta. Meskipun kampus kita “terkutuk”, tak perlu kita turut merutuk di luar sana. Cukup dengan berdoa, semoga UNM baik-baik saja. (*)

Sudut

+ Lagi, Mahasiswa Bentrok - Sudah-sudahi mi itu. + Arifuddin Terancam Tak Diakui - Pulang saja kalau begitu. + Dulang C, Psikologi “Pulang” Saja - Lagi dan lagi.

Sambungan dari halaman 1

Lagi, Mahasiswa Bentrok sekarang malah dirusak kembali oleh mahasiswa,” keluhnya bersedih hati. Akibat lemparan batu dan serangan mahasiswa yang merangsek ke area FBS, satu motor milik mahasiswa hangus terbakar dan beberapa rusak parah. Sekretariat Bengkel Sastra (Bestra) FBS UNM pun rusak arah akibat amukan mahasiswa itu. Diliburkan 4 Hari Imbas bentrokan yang melibatkan mahasiswa FT dan FBS itu, pihak rektorat bergegas mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan perkuliahan di kampus UNM Parangtambung hingga Jumat (22/11). Surat edaran itu ditempelkan di sejumlah titik yang ada di kampus Parangtambung. Rektor UNM Arismunandar melalui surat edarannya itu menghimbau agar aktivitas perkuliahan dihentikan selama rentang 19

November hingga 22 November. Heri Tahir membenarkan, perkuliahan diliburkan selama empat hari untuk menghindari terjadinya bentrok susulan. Ia tidak menginginkan kejadian-kejadian serupa terulang lagi dan mengakibatkan kerusakan fatal lainnya. Apalagi dengan melihat kampus UNM yang memiliki track record buruk terkait aksi-aksi kekerasannya, pihak birokrasi merasa perlu untuk menenangkan kembali suasana yang mulai memanas. Kendati demikian, kegiatan-kegiatan kampus lainnya akan berjalan seperti biasanya di sektor yang menaungi empat fakultas tersebut. “Benar, kegiatan perkuliahan diliburkan hingga Jumat, namun kegiatannya lainnya tetap berjalan,” pungkasnya. Hingga kini, beberapa polisi dan satuan keamanan tampak berjaga-jaga di sekitar lingkungan kampus Parangtambung. (tim)

Sambungan dari halaman 1

Arifuddin Terancam Tak Diakui 7, ditetapkan bahwa serendah-rendahnya untuk menduduki posisi dekan harus memiliki kualifikasi pendidikan Magister (S2) dan serendah-rendahnya memiliki jabatan akademik lektor kepala. Akan tetapi, menurut Amin Rasyid, hal tersebut sudah seharusnya direvisi karena usang dan isinya tidak lagi kontekstual dengan kondisi UNM saat ini sembari melihat orientasi beberapa tahun mendatang. “Aturan tersebut dulunya diberlakukan karena melihat kondisi bahwa UNM masih kurang Dosen yang doktor, tapi kan sekarang tidak lagi. Olehnya itu yang menduduki posisi dekan pada semua fakultas yang ada di institusi (UNM, red) ini haruslah S3,” tambahnya. Dibandingkan fakultas-fakultas lainnya yang berada di bawah naungan UNM, Arifuddin menjadi satu-satunya dekan yang menyandang gelar Magister atau S2. Sementara itu, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FIK periode 2010-2014, Ahmad Rum Bismar

membenarkan, sebaiknya yang menjadi dekan di tiap fakultas adalah seseorang yang memiliki kualifikasi pendidikan S3. “Saya rasa kualifikasi S3 untuk dekan memang perlu dipertimbangkan,” tuturnya. Ia pun menekankan untuk membangun suasana kerja yang lebih kondusif sebagai bukti profesionalisme kerja yakni menempatkan seseorang pada posisi kerja sesuai dengan kapasitasnya. Meskipun mendapat intervensi, Dekan FIK terpilih, Arifuddin Usman tak ingin terlalu merisaukan hal itu. Ia mengklaim dirinya masih tetap layak menjabat sebagai dekan walaupun hanya dengan kualifikasi pendidikan magister. “Saya rasa yang paling terpenting adalah kemampuan manajerial, bukan kualifikasi pendidikan. Ada banyak doktor maupun profesor di luar sana tapi tidak memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding para magister,” cetus pria yang bakal menjabat dekan untuk kedua kalinya ini. (asr/pr32)

Dg. Lu’

Weekly News

Pemimpin Umum: Sutrisno Zulkifli, Pemimpin Redaksi: Imam Rahmanto, Sekretaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Kepala Penyiaran: Rizki Army Pratama, Kepala Online: Muh. Yasir, Kepala Litbang: Yeni Febrianti, Pemimpin Perusahaan: Nurlela, Redaktur: Khaerul Mustaan, Susi Amriani Fotografer: Andi Baso Sofyan Layouter/ Desainer Grafis: Kasdar Kasau, Manager Sirkulasi: Syamsul Alam, Manager Iklan: Andi Sadriani Reporter: Rachmat Wajo, Andi Afni Amelia, Asriadi, Ari Maryadi, Eka Santi, Agung Rinaldy Malik, Amri Muhammadong. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.com.

Weekly News Profesi Edisi 7 / November 2013

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Edisi 07