Issuu on Google+

1

Jas Almamater Maba

Belum Terbagi

Prosesi Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) telah digelar lima bulan lalu. Namun, hingga kini janji pembagian jas alamamater di beberapa fakultas belum juga terealisasi. Tak ayal sejumlah Mahasiswa Baru (Maba) mulai mempertanyakan ihwal ini. Anti, salah satu mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengumbar kekecewaannya lantaran tak mendapatkan kejelasan pembagian jas almamater dari para pengurus Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara). Pasalnya, menurut Anti pengurus himpunanlah yang bertanggungjawab atas pengurusan jas almamater. “Saya telah beberapa kali menanyakan penyebab keterlambatan pembagian jas almamater kepada pengurus himpunan, namun tidak pernah ada jawaban yang pasti dari mereka,” tuturnya. Mahasiswa administrasi negara itu mengatakan, mungkin jas almamater hanyalah sebagai simbol dari kampus UNM. Namun baginya, memiliki jas almamater UNM menjadi kepuasan batin tersendiri sebagai bagian integral dari civitas kampus UNM. Olehnya, Anti tak menampik jika dirinya sangat membutuhkan jas almamater kampus orange tersebut karena bisa saja sewaktu-waktu ada momen yang mengharuskannya untuk mengenakannya. Sementara itu, saat dikonfirmasi Profesi, ketua Himagara FIS, Herlin juga tak dapat memberikan keterangan lebih jauh. Menurutnya, untuk urusan jas almamater diambil alih oleh pengurus Federasi Mahasiswa (FEMA) FIS. Herlin mengungkapkan, pihaknya juga pernah mempertanyakan hal ini ke pihak FEMA FIS. Namun, kata Herlin jawaban yang diberikan sangat tak memuaskan. “Saya pernah coba tanyakan kenapa pembagian jas almamater untuk maba belum ter-

bagi, katanya belum selesai proses penjahitannya, makanya sampai sekarang saya tidak pernah lagi menanyakannya,” ujarnya. Herlin menambahkan, jika seandainya proses penjahitan sudah rampung, sebaiknya Himaprodi diberi wewenang untuk menyampaikannya langsung ke pihak Maba.

Hanya Peserta LDKM

Sementara itu Presiden Federasi Mahasiswa (FEMA) FIS, Darmin menyatakan, keterlambatan pembagian jas almamater Maba disebabkan karena beberapa faktor. Diantaranya, karena pihak universitas yang terlambat menyuplai dana untuk pengadaan jas almamater. Tak hanya itu, lanjut Darwin pada saat FEMA mengadakan acara Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) pihak konveksi hingga saat itu juga belum merampungkan keseluruhan jumlah jas almamater yang dipesan. Padahal, bertepatan dengan acara tersebut rencananya akan dirangkaikan dengan prosesi pembagian jas almamater kepada Maba. Untuk diketahui, acara LDKM FIS hanya dihadiri 160 Maba dari total 434 Maba. Meski begitu, sejumlah Maba yang hadir saat itu juga belum semuanya bisa mendapatkan almamater. Mahasiswa jurusan Sejarah ini berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini. “Masalah almamater ini akan kami rampungkan segera karena birokrasi kampus juga telah memberikan kuasa kepada kami untuk mengurus hal ini,” janjinya. Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan Bidang kemahasiswaan FIS, Jumadi mengaku

tidak tahu menahu atas keterlambatan pembagian jas alamamater. Menurutnya, urusan jas almamater tersebut sudah diserahkan sepenuhnya ke FEMA FIS. “Kami kira jas tersebut sudah sampai ke tangan Maba, karena tidak ada laporan kendala apa-apa juga dari mereka,” terangnya. Namun, setelah dikonfirmasi ulang, Darmin akhirnya buka mulut. Saat ini, kata Darwin, jas almamater untuk Maba sebenarnya telah rampung, Namun, untuk proses pembagiannya masih akan dibicarakan di pihak internal pengurus FEMA FIS. Pasalnya, pihak FEMA FIS ingin memberikan konsekuensi kepada Maba yang tak ikut LDKM. “Para anggota FEMA masih memikirkan konsep apa yang paling tepat untuk hal ini,” tuturnya. Lebih jauh Darmin mengatakan, hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan pada Maba yang sebelumnya ikut acara tersebut. Namun, mahasiswa eksponen ‘07 itu menjamin konsekuensi tersebut tidak akan merugikan Maba. Bahkan, akan lebih mendidik. Salah satu opsinya adalah dengan mengadakan acara susulan dengan tema yang sama. Darwin berharap agar tidak adanya intervensi dari pihak birokrasi kampus.

FMIPA Tersandung Dana

Untuk pembagian jas almamater di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terpaksa harus memutar otaknya guna mendapatkan anggaran tambahan demi berlanjut ke hal. 3...

Weekly News Profesi Edisi 06/November/2011


Kampusiana

2

Maling Tertangkap Basah

Hamka, tersangka pencuri laptop berhasil ditangkap di Masjid Ulil Albab UNM sektor Parangtambung, (18/ 11) usai shalat Ashar. Sebelumnya, tersangka sempat digebuk hingga babak belur. Pria asal Jeneponto yang berdomisili di Limbung kabupaten Gowa ini sebelumnya sempat berkelik. Namun, ia tak bisa membuktikan satupun pengakuannya. Ketika ditangkap, Hamka beralibi salah mengambil tas. Ia juga mengakui, dirinya datang ke Makassar karena ingin menemui kekasihnya. Selain itu, ia juga ingin bertemu dengan seseorang yang ia kenal melalui jejaring facebook. “Saya bukan pencuri kodong, salah ambil taska’. Saya ke sini karena mau ketemu pacar saya dan juga kenalan saya lewat FB,” akunya. Namun, dari pengakuannya tersebut, tidak satupun yang bisa ia buktikan. Zainul, salah satu petugas keamanan

masjid sore itu mengaku, dirinya memperhatikan pelaku memasuki masjid tidak membawa tas. Zainul juga memperhatikan, pelaku hanya shalat tiga rakaat. “Pas selesai shalat, saya lihat dia mengambil salah satu tas di rak buku dan menutupinya dengan jaket,” tuturnya. Lanjut Zainul, kasus pencurian di masjid tersebut memang marak terjadi tiga minggu terakhir. Karena itu, pihaknya berinisiatif untuk mengadakan penjagaan bergiliran di masjid tersebut. Sementara itu, Reski korban pencurian sangat menyesal menyimpan tasnya di rak buku. Padahal ia tahu sendiri bahwa di tempat tersebut sering terjadi kehilangan laptop. Jika pencuri tidak berhasil ditemukan, dirinya bisa stress berat karena tasnya tidak hanya berisi laptop tetapi juga peralatan lab yang senilai dua juta rupiah. “Jika semuanya raib, saya bisa stress berat,” sesalnya. (PR12)

FOTO: JANE - PROFESI

INTEROGASI. Tersangka pencuri laptop, Hamka sedang diinterogasi polisi usai dipukuli massa.

Keluhkan Pembayaran Lab Geografi MAHASISWA Gografi merasa dirugikan dengan pembayaan laboratorium yang dinilai terlalu mahal. Pasalnya, pembayaran tersebut tidak sebanding dengan yang fasilitas maupun pelayanan yang mereka dapatkan. Sekedar diketahui, mahasiswa Geografi dibebankan membayar biaya laboratorium sebesar

lima ratus ribu rupiah pertahun. Pembayaran tersebut dinilai terlalu berlebihan jika dibandingkan dengan pemakaian laboratorium. Edi, salah satu mahasiswa Jurusan Geografi mengatakan, sudah lebih dari satu tahun kuliah namun baru satu kali ia praktek di laboratorium, itu pun baru sebulan terakhir ini. Edi

Dosen FIP Abaikan Mahasiswa Sendratasik Sebanyak lima kelas program studi ( Prodi) seni drama, tari dan musik (Sendratasik) angkatan 2011 kecewa terhadap dosen yang menangani mata kuliah Pengantar Pendidikan. Pasalnya, hingga menjelang ujian semester, dosen bersangkutan belum juga menampakkan batang hidungnya. Salah satu mahasiswa jurusan Sendratasik yang tidak mau dipublikasikan namanya mengaku dirugikan atas tingkah laku dosen yang seolaholah sengaja mengabaikan tanggung jawabnya. “Kami merasa dirugikan karena dosen mata kuliah tersebut

tidak pernah masuk,” ujarnya. Ketua prodi sendratasik Khaeruddin membenarkan ketidakhadiran dosen yang berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIS) tersebut (16/11). “ Memang ada dosen yang tidak pernah hadir semenjak dimulainya perkuliahan sejak September lalu,” terangnya. Ia mengaku, belum mendapat konfirmasi dari FIP mengenai ketidakhadiran dosen tersebut. Sehingga, nama dosen tersebut belum juga diketahui hingga saat ini. Namun, pria berdarah Gowa ini berjanji akan menangani langsung masalah ini. (PR20/ PR21)

Weekly News Profesi Edisi 06/November/2011

mengeluhkan, tidak ditransparansikannya pembayaran laboratorium itu kepada mahasiswa. “Kemana uang sebanyak itu, padahal kelengkapan lab begitu-begitu saja, kami juga jarang gunakan,” tanyanya. Ketua Jurusan Geografi, M. Nur Zakaria Leo menanggapi, pembayaran laboratorium itu telah disepakati berdasarkan rapat bersama orang tua mahasiswa. Namun, bukan pihak jurusan yang berwenang atas uang itu tapi fakultas. “Kami pihak jurusan hanya perantara, uang dari mahasiswa itu kami serahkan pada fakultas, fakultaslah yang berwenang atas uang itu,” ungkapnya. Lebih lanjut, Leo mengatakan, pada penggunaannya jurusan hanya diberikan bahan jadinya saja berupa barang bukan dalam bentuk uang. Leo menyayangkan mekanisme dan alokasi penggunaan dana pembayaran mahasiswa yang harus melalui universitas dan fakultas dulu. Ia mengharapkan adanya otonomi jurusan dimana setiap jurusan berhak dan bertanggung jawab sendiri atas pembayaran mahasiswanya. “Saya harap pembayaran mahasiswa ini tidak diberikan kepada fakultas, tapi biarkan jurusan bertanggung jawab sendiri untuk menggunakannya,” harap Ketua Jurusan Geografi ini. (PR15)


Kilas LK @ktivitas TC FPsi Dinilai Ajang Rekreasi Training Center yang diadakan Biro Kehiatan Mahasiswa (BKM) Psysport Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (FPsi UNM) yang diikuti sebanyak 35 mahasiswa dianggap sebagai ajang rekreasi oleh Pembantu Dekan III FPsi M.Ahkam. “Kegiatan ini sebagai ajang rekreasi karena diadakan di luar kelas dan tidak monoton dengan kegiatan perkuliahan,” ungkapnya. Kegiatan ini dihelat di Tanjung Angin Mamiri (17-19/ 11). Dengan mengusung tema We Make People Sporty menjadi salah satu syarat untuk menjadi delegasi FPsi untuk mengikuti berbagai event yang diadakan baik di dalam maupun di luar Makassar. Menanggapi pernyataan PD III FPsi, Christofolus selaku ketua Psysport justru menilai statement tersebut akan dijadikan sebagai motivasi dalam melaksanakan kegiatan ini. “Meskipun dianggap sebagai ajang rekreasi akan tetapi kegiatan ini tidak lari dari inti diadakannya TC ini,” tandasnya. Ummi Kalsum, salah satu peserta sangat mengapresiasi kagiatan tersebut karena dapat menjadi jalan melakukan kegiatan-kegiatan selanjutnya. (PR16)

Siap Kukuhkan Anggota Baru UNIT Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR PMI) UNM kembali menelurkan anggota baru. Menurut Kamaruddin selaku pengurus KSR, ada 25 orang yang akan resmi menjadi angkatan 24 KSR. "Kebanyakan dari mereka dari Fakultas Teknik," ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengukuhan akan dilaksanakan hari Sabtu (26/11) di Tanjung Bayang. Para anggota baru akan dikukuhkan oleh pengurus dan alumni-alumni KSR. "Insya Allah, kalau sudah dikukuhkan langsung jadi anggota mi," tutupnya. (IMR)

3 Bidik Misi Mahasiswa Curang Bakal Dicabut Penerima beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi Dari Keluarga Miskin (Bidik Misi) akan dicabut haknya jika ditemukan curang. Hal ini disampaikan Ramli Umar, Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam acara pertemuan para pimpinan dengan mahasiswa penerima BIDIK MISI. Pertemuan yang dimaksudkan untuk memberikan informasi kebijakan fakultas tersebut dihelat di ruang senat FMIPA, Kamis (17/ 11). Dalam pertemuan tersebut, Ramli menegaskan, penerima beasiswa Bidik Misi haruslah tidak mampu dan berprestasi. Lebih lanjut, pembantu dekan bidang kemahasiswaan ini menegaskan, mahasiswa yang berprestasi yang dimaksud adalah mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal

3,00. Standar inilah yang dijadikan acuan pihak FMIPA bagi penerima beasiswa Bidik Misi. Lebih jauh, dosen Geografi ini mengungkapkan, ia akan memanggil mahasiswa yang memiliki IPK di bawah standar minimal. Ia memperingatkan, jika mahasiswa terindikasi curang seperti memanipulasi nilainya dan ekonominya mampu, maka beasiswanya akan dicabut. “Jika ada yang didapati curang maka beasiswanya langsung dicabut pihak kampus,” tegasnya. Dekan FMIPA, Hamzah Upu mengharapkan, dengan dibagikannya beasiswa bidik misi, kondisi ekonomi penerima beasiswa ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, memiliki prestasi yang lebih bagus daripada yang tidak menerima beasiswa tersebut. (PR13)

sambungan dari hal. 1...

Jas Almamater Maba Belum Terbagi

perwujudan almamater bagi mabanya. Lantaran dana yang mereka dapatkan dari birokrasi kampus sangat minim. Sultan selaku presiden BEM FMIPA menuturkan, dana yang diberikan oleh pihak birokrasi hanya Rp 40.000 per almamater. Akibatnya, mereka harus pontang-panting mencari penjahit yang mau bekerjasama dengan harga seperti itu. Dikarenakan penjahit yang diajak kerjasama tahun sebelumnya sudah tidak mau lagi menerimanya dengan harga yang seperti itu. “Tahun lalu juga segitu tapi kan bahan sekarang sudah naik,” ungkapnya Sultan melanjutkan, pihaknya terdesak untuk mewujudkan almamater Maba tersebut. Pasalnya, sudah banyak mahasiswa angkatan 2011 yang ingin keluar penelitian ataupun kunjungan-kunjungan. Ia terenyuh menyaksikan mabanya yang harus meminjam jas almamater dari senior-senior terlebih dahulu kalau mereka butuh. Dilain pihak, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA, Ramli Umar mengungkapkan, dana yang dikeluarkan oleh universitas telah ditetapkan dan telah menjadi aturan. “Dananya itu lima puluh ribu rupiah tapi dipotong 16%, 11% disetor untuk negara dan katanya 5% untuk rekanan, jika ada fakultas lain

yang mengeluarkan dana lebih dari itu mungkin memakai uang kemahasiswaan atau ada kegiatan lain tidak dilaksanakan dan dananya bisa dipake ke sana,” tutur Ramli menjelaskan. Sementara itu, di jurusan Psikologi yang mengeluarkan jas almamater lebih awal dari jurusan lain mengaku, jas almamater yang mereka pesan seharga Rp65 ribu. Meskipun dana yang diberikan oleh fakultas hanya Rp41 ribu. Untuk tambahan dananya, Presiden Federasi Mahasiswa Fakultas Psikology Muhammad Reza mengatakan akan diambil dari sisa uang PMB yang tersisa. “Kami berani mengambil harga ini karena maba mau pake almamater pembayaran dua semester,”terangnya. (PR26/ PR24)

Sudut + Jas Almamater Maba Belum Terbagi - Kasihan maba... + Maling Tertangkap Basah - Kualat nyolong di masjid. + Bidik Misi Mahasiswa Curang Bakal Dicabut - Harus!!

Weekly News Profesi Edisi 06/November/2011


Lintas UNM

4 EDITORIAL_

Almamater

Untuk Maba TERCATAT 5 September mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Makassar memulai kuliah perdananya. Ironisnya, hingga saat ini masih banyak maba dari berbagai fakultas belum juga mendapat haknya untuk memiliki jas almamater UNM. Padahal, benda itu merupakan salah satu simbolik yang menandakan mereka sebagai mahasiswa kampus yang berlabel Oemar Bakrie ini. Jika menilik dari pengalaman tahun lalu, maba begitu cepatnya memperoleh haknya mendapatkan jas orange. Wajar, jika saat ini maba selalu saja mempertanyakan keberadaan jas yang tak kunjung dibagikan untuk mereka. Atau mungkin saja hal ini merupakan imbas dari polemik PMB yang menuai pro kontra dari birokrasi dan mahasiswa. Sehingga, hanya untuk memenuhi peradaan almamater untuk maba juga sulit lagi dipenuhi oleh birokrasi. Lantas, bagaimana dengan uang maba yang mereka bayar sebelum masuk kuliah. Diantara pembayarannya itu diporsikan untuk jas almamater. Sebegitu sakralnya kah sebuah almamater, sehingga untuk mendapatkannya, maba mesti melewati sejumlah program yang harus diikuti. Entah, kegiatan itu merupakan sebuah konvensional umum yang dibuat oleh lembaga kemahasiswaan ataukah sebuah kultur yang menjadi turun temurun dari beberapa fakultas yang bersangkutan. Berilah hak maba untuk mendapatkan almamater sebagai sebagai salah satu identitas bahwa mereka mahasiswa UNM juga. (*)

FMIPA UNM

Bangunan Baru Untuk Prodi Baru

Bangunan baru yang terletak di samping Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM rencananya bakal dibangun tiga lantai. Bangunan tersebut, menurut Pembantu Dekan II FMIPA Hamka, diprioritaskan untuk program studi (prodi) baru jurusan matematika yaitu prodi Statistika. Menurut Hamka, anggaran pembangunan tersebut bersumber dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) semisal SPP dan DPP dari mahasiswa FMIPA. Hamka mengatakan, pihaknya optimis akan menyelesaikan pembangunan gedung tersebut di pertengahan 2012 mendatang. Meski demikian, Hamka mengaku sumber pendanaan tersebut masih belum cukup. Untuk merampungkan pembangunan gedung, pihak FMIPA berencana akan mengajukan proposal yang akan ditujukan ke pusat. “Proposal masih dalam tahap perampungan,” kata Hamka. Selain membangun gedung baru, FMIPA juga bakal membangun gedung berlantai 13 dan laboratorium. Sementara itu, PD I FMIPA Muharram mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan prodi tersebut dapat dibuka pada 2012 mendatang. Menurutnya, pihak FMIPA masih harus merampungkan sejumlah syarat dalam mengambil izin pendirian prodi tersebut. Olehnya, Muharram mengatakan sambil merampungkan sejumlah syarat pendirian prodi, bangunan tersebut untuk sementara waktu dapat dialihfungsikan sebagai ruang kuliah jurusan matematika. Di lain pihak, salah seorang pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA), Imam berharap bangunan tersebut jangan sampai menggeser sek-

FOTO: IYAN - PROFESI

BARU. Bangunan baru FMIPA yang sementara dalam proses pengerjaan

retariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) FMIPA yang letaknya persis berada di belakang gedung. Menurutnya, pihak birokrasi seyogyanya menjadikan LK sebagai mitra dalam membangun iklim positif di FMIPA UNM. “Semoga penambahan gedung jurusan matematika ini tidak mengorbankan sekretariat LK, seperti kasus PKM (Pusat Kegitan Mahasiswa, red) kemarin,” harapnya. (PR09) Nama yang tercantum di bawah ini tidak lagi tercatat sebagai Magang LPPM Profesi UNM. 1. Ilham Anugrah P. 2. Sulaeha Dahlan 3. Rismunadir

Weekly News

Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Andi Ihsan, Hamsu Abd. Gani, Nurdin Noni, Kamaruddin, Yusuf Syam Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Hazaerin Sitepu, Mukramal Aziz, Uslimin Pemimpin Umum: Rahmat Fadhli, Pemimpin Redaksi: Isnaeni Dahlan, Redaktur : Asri Ismail Reporter: Muhammad Darwin HS, Muhammad Yasir, Yeni Febrianti, Zaiful, Syamsul Alam, Soeparman Ismail, Utomo Permana Putra, Rizki Army Pratama, Azhar Fadhil, Wajtahida, Hanifa, Muhammad Ilham Nur, Khaerul Musta'an, Fatma Husni, Nur Lela, Nur Inayah, A. Ayu Lestari, Sugianto, Hesikumalasari, Susi Amriani, A. Angsih Cahyati Bastiar, Ary Utary Nur, Marwah Thalib, Musniah Juhanto, Dzurahmah Ibnu Hasan, A. Fauziah Mustafa, Triady Akbar Yusuf, Fitriani Rumbaru, Muhammad Jumardan, Fadilah Dwi Octaviani, Rosita, A. Ilah Nurul Falah, Muhammad Rusdi Natsir, Arief Maulana. Layouter dan Artistik: Imam Rahmanto. Redaksi LPPM Profesi UNM : Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus UNM Gunung Sari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: lppm_profesiunm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.org. Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Weekly News Profesi Edisi 06/November/2011


Edisi_06