Issuu on Google+

1

Maling Bobol FIP

Rp52,3 Juta Raib

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM disatroni si panjang tangan. Lima puluh dua juta tiga ratus ribu rupiah raib dibawa kabur dari Ruang Sub Bagian Kepegawaian dan Kuangan. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi Selasa subuh (1/11). Diduga, pelaku meringsek masuk melalui pintu belakang gedung fakultas dengan cara merusak gembok dan mencungkil pintu Ruangan menggunakan linggis. Menurut Satuan pengamanan (Satpam) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Imran, kejadian tersebut terjadi sekira subuh dini hari. Saat itu ia beserta rekannya (Aidil) sedang beristrahat.“Pukul 3.00 Wita saya masih berpatroli dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan, gembok pintu belakang juga masih terpasang. Setelah itu kami kembali ke pos untuk beristrahat,”kata Imran. Imran menjelaskan, sekira pukul 5.45 Wita ia kemudian terbangun membuka pintu pagar depan fakultas, saat itu menurutnya cleaning service pertama kali masuk membersihkan beberapa gedung fakultas. Selang beberapa waktu kemudian beberapa cleaning service mulai gaduh. Pasalnya ruangan di lantai dua fakultas kondisinya berantakan dan engsel pintu rusak. Imran menduga pelaku menyusup masuk di area kampus lewat pintu gerbang Rusunawa. Pasalnya, hanya pintu itu saja yang terbuka sampai pagi dan tidak ada pembatas antara kampus dan Rusunawa. Menurutnya, menutup dan membuka pintu pagar Rusunawa bukan wewenangnya. “Satpam di sini terbagi dua, ada satpam kampus ada satpam Rusunawa, yang boleh menutup pintu pagar Rusunawa hanya satpam disana,” jelasnya.

Polwiltabes Makassar belum memberikan hasil indentifikasi sidik jari pelaku. “Penyelidikan sebuah kasus itu dapat berlangsung lama, nanti setelah Polwiltabes memberikan hasilnya baru kami melakukan pemanggilan saksi dan proses penyelidikan,” kuncinya.

Uang Qurban Ikut Raib

IL

US

TR

AS

I:

IM

AM

-P

RO

FE

SI

Orang Dalam Diduga Terlibat Anehnya, menurut Imran dari beberapa ruangan di gedung itu, hanya ruangan Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan saja yang dijamah si panjang tangan. Ia mensinyalir adanya keterlibatan orang dalam pada kasus ini. “Saya curiga ada orang dalam yang terlibat, bukan dia sebagai pelakunya tapi yang memberikan informasi kepada pelaku. Tidak mungkin pencuri tahu seluk beluk bangunan dan uangnya ada dimana kalau tidak ada yang berikan informasi,” ungkapnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rappocini Arifuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari yang tertempel di tempat kejadian perkara (TKP) termasuk sampel sidik jari dari semua staf yang bekerja di ruangan tersebut dan beberapa saksi terkait. Namun sejauh ini Arifuddin menjelaskan pihaknya belum melakukan proses penyelidikan lebih lanjut karena

Tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah dari lima puluh dua juta rupiah yang raib dari laci Nurhayati adalah uang yang rencananya akan digunakan untuk pembelian hewan Qurban. Uang ini dikumpulkan dari potongan gaji 16 pegawai yang ingin berqurban maupun dari pembayaran langsung. Akibatnya, niat suci itu harus kandas gara-gara ulah si panjang tangan. Nurhayati menjelaskan, dia sebelumnya tidak pernah menaruh uang qurban itu dilacinya. Rencananya, senin siang ia ingin memberikan uang itu kepada staf Ruang Keuangan, Hamdi untuk disimpan di berangkas keuangan. Namun, pada hari itu Hamdi tidak hadir. Karena uang tersebut sudah terlanjur dibawa ke kampus, Nurhayati pun terpaksa menyimpan uang itu dilacinya bersama uang yang lain. “saya tidak pernah simpan itu uang di sini, baru saya bawa di kampus itu hari, mau saya kasi pak Hamdi yang punya berangkas disebelah (ruang keuangan, red), tapi kebetulan tidak ada. Jadi saya simpan mi di sini (laci, red). Besoknya saya lihat ini ruangan sudah berantakan, uang di laci sudah hilang, saya lari keluar menangis,” ungkap Staf Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini. Bukan cuma uang qurban saja, terdapat beberapa lagi yang menghimpun lima puluh dua juta rupiah itu. Uang tersebut berlanjut ke hal. 4...

Weekly News Profesi Edisi 04/November/2011


2

Maba Tagih

Pelaksanaan ESQ Sebanyak 645 mahasiswa baru (maba) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan 800 dari Fakultas Teknik (FT), menanyakan pelaksanaan pelaksanaan Emotional Spiritual Quention (ESQ) yang tak juah kunjung tiba. Padahal, mereka telah membayar biaya ESQ ini sebelum masuk kuliah. Tercatat FT, FMIPA, dan Fakultas Ilmu Olahraga (FIK) yang meminta pembayaran ESQ ini. Namun, saat ini hanya FIK yang baru-baru ini melaksanakannya. Salah satu mahasiswa biologi, Ciko mengaku tidak tahu- menahu mengenai pelaksanaan ESQ ini. Padahal ia telah mengorek kantongnya sebesar Rp.400 ribu hanya untuk membayar kegiatan ini. “Kalau bisa dilaksanakan secepat mungkin supaya kami juga tidak bertanya-tanya sebenarnya dana ESQ itu kemana,” tambahnya. Sementara itu, ketua umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA, Sultan Rustan mengungkapkan, pihaknya belum juga mendapat informasi terkait pelaksanaan ESQ. “Kami belum mendapat informasi mengenai kapan akan diadakannya

ini ESQ,” tuturnya Diakui, BEM hingga saat ini telah berusaha dan berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secepatnya. “Jangan sampai ada mahasiswa baru yang mempertanyakan dana ESQ itu mengalir kemana,” tambahnya. Menanggapi hal ini, Ramli Umar selaku Pembantu Dekan III FMIPA UNM, mengaku keterlambatan pelaksanaan kegiatan ini dikarenakan dana ESQ dari universitas belum juga dicairkan ke fakultas. Selain itu, keterlambatan ESQ ini juga diakibatkan banyaknya kegiatan lain yang mendesak harus diselesaikan. Namun, ia menjanjikan kegiatan ESQ ini akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Insya Allah, akhir November bisa di terlaksana dan kami juga masih tetap mengusahakan pencairan dana ESQ,” tutur Profesor Geografi ini. Lain halnya dengan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FT, Ikdham, menurutnya ESQ ini masih dalam tahap pembicaraan. Ia juga belum bisa memastikan pelaksaanaan kegiatan ini. (PR16/ PR17)

Kampusiana Mahasiswa MEDP Merasa Dipersulit Lia (samaran), salah satu mahasiswa Madrasah Education Development Project (MEDP) Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM) merasa dipersulit. Pasalnya, kebebasan mereka dibatasi untuk memasuki semua lini yang ada UNM. Padahal, jelas nama mereka tercatat sebagai mahasiswa institusi pencetak generasi Oemar Bakrie ini. “Saya merasa diabaikan, mengingat kami bukan mahasiswa reguler. Kalau kami mau masuk perpus juga rasanya sulit karena harus melapor dulu sama ketua prodi,” bebernya. Sementara itu, Ketua program studi (prodi) Pendidikan Matematika, Abdul Rahman mengungkapkan, mahasiswa MEDP memang harus melapor terlebih dahulu sebelum masuk perpustakaan. Alasannya, mereka akan didata baru dilapor ke pihak yang menangani mahasiswa MEDP. Tapi Rahman menepis jika mereka dibeda-bedakan. “Mereka memang harus melapor karena itu ada memang aturan tersendirinya,” ungkapnya. Hal senada diungkapkan ketua jurusan Matematika, Muh. Darwis. Mereka tidak membaur dengan mahasiswa lainnya dan tempat kuliahnya dikhususkan. Ia menambahkan, hal ini dilakukan karena mereka merupakan mahasiswa yang berasal dari nonMatematika yang nantinya bisa stres kalau dipaksa untuk belajar keras, dimana sebagian dari mereka sudah mengajar di Madrasah yang diharapkan menjadi guru profesional. (PR24/25)

Ruangan Minim, Mahasiswa FE Menumpuk Keberadaan ruang perkuliahan yang minim dengan rasio mahasiswa yang sangat banyak membuat sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) mulai mengeluh. Beberapa keluhan tersebut mayoritas menuntut agar pihak fakultas segera menambah fasilitas gedung baru. Salah seorang mahasiswa FE, Anti mengungkapkan meski masih baru mengecap pendidikan di fakultas tersebut, dirinya merasa tak mendapat haknya sebagai seorang mahasiswa. “Karena ruangannya terlalu sesak, membuat proses belajar mengajar semakin tidak efektif dan kondusif. Akibatnya kami tidak fokus dalam menerima materi yang diberikan oleh dosen,” keluhnya. Mahasiswa eksponen 2011 ini menyayangkan sikap pimpinan fakultas yang belum mengambil langkah strategis dalam mengatasi masalah krusial ini. “Coba

bayangkan kalau satu kelas mesti dihuni oleh ratusan mahasiswa lain,”sesalnya. Anti berharap, seharusnya untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran ruangan yang melebihi kapasitas harus dibagi menjadi dua bagian agar mahasiswa tidak sesak dan menumpuk. Senada dengan Anti, mahasiswa program studi pendidikan ekonomi koperasi, Rahman juga menyanyangkan tata kelola ruangan perkuliahan yang belum maksimal. Menurutnya, meskipun ruangan minim tapi jika dikelola dengan baik dapat meminimalisir terjadinya penumpukan mahasiswa dalam ruangan. “Ya dienakin aja, yang jadi masalah adalah jika perkuliahan sedang berlangsung ternyata masih ada ruangan kosong yang tidak digunakan oleh kelas lain,”ujar Rahman.

Weekly News Profesi Edisi 04/November/2011

Sementara itu, Pembantu Dekan II FE Suaib Tahiya mengakui jika yang menjadi masalah paling krusial di fakultas tersebut adalah kondisi ruangan yang sangat minim. “Memang yang jadi masalah adalah jumlah gedung dan ruangan yang terbatas. Setiap jurusan menerima dua kelas, belum lagi jumlah Maba yang lumayan banyak kami terima tahun ini. Makanya kami punya inisiatif untuk menggabungkan dua kelas tersebut,”terang Suaib. Lanjutnya, jika seandainya terjadi pemisahan gedung resikonya mahasiswa akan kuliah sampai hari minggu. Ia mengatakan olehnya langkah solutif yang hanya bisa ditempuh pihak FE adalah menunggu selesainya pembangunan gedung FE berlantai 12. “Nanti tahun depan pembangunan gedung FE akan berjalan,” janjinya. (PR22)


Kilas LK

PSM Ngotot Dirikan UKM

Meski tak direstui, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) tampaknya tak akan mengurungkan niatnya untuk benar-benar membentuk satu lagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNM. Mereka tetap optimis UKM ini akan terbentuk. Hal ini mereka buktikan dengan mengadakan perekrutan anggota baru beberapa bulan lalu. Sama halnya dengan UKM yang telah ada, UKM yang rencananya akan diberi nama Phinisi Choire ini nantinya beranggotakan seluruh fakultas yang ada di UNM. Solihin, salah satu Pembina PSM sangat yakin rencana tersebut akan terwujud. “PSM ini sebenarnya adalah milik UNM. Entahlah apa namanya, mau dijadikan sebagai organisasi apa, saya tidak tahu, pokoknya kita bikin paduan suara untuk UNM,” tegasnya. Ketika pihak universitas dikonfirmasi hal ini, Hamsu A.Gani, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan menegaskan, tidak akan ada UKM baru lagi. Pertimbangannya, di UNM sudah ada UKM yang mampu mewadahi PSM, yaitu UKM Seni. “Tidak ada bentukan UKM baru! kalaupun ada rencana begitu, harus

melalui rektor dan dibahas dalam rapat senat,” tandasnya. Sementara itu, pihak UKM Seni sendiri merasa keberatan dengan kehadiran UKM baru tersebut. Faisal Najamuddin, Ketua Umum UKM Seni menuturkan, rencana tersebut merugikan bagi pihak UKM Seni. Meski sebelumnya, pihaknya dengan senang hati memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan PSM. Tetapi dengan syarat, PSM berada di bawah UKM Seni. Sayangnya, pihak PSM bersikeras. Akhirnya UKM Senipun ogah membantu. “keberatannya kami di sana, masa kami yang wadahi tidak mau dibawah kami. Kami kan lembaga universitas di bidang kesenian, kalau kalian tidak mau bekerja sama, yah kami juga minta maaf,” ujar pria yang akrab disapa Echa. Echa menambahkan, Pertimbangan lainnya, jika PSM membentuk UKM sendiri, itu akan berdampak pada pendanaan, dan pengadaan sekretariat baru. Padahal saat ini UNM sedang dalam tahap pembangunan, yang tentunya memberi imbas pada pendanaan serta ketersediaan gedung di Universitas. (PR03/PR33)

Balitbang Evaluasi Penerima Bidik Misi Monitoring Evaluasi (Monev) untuk penerima beasiswa bidik misi UNM yang dilakukan oleh Pusat Pengkajian Kebijakan dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pada Selasa (1/11) lalu. Mereka berjanji akan mencabut nama yang teridentifikasi tidak memenuhi syarat. Hal ini diungkapkan Andi Fajar Asti, saat melakukan monev di Auditorium Amanagappa. “Jika memang ada penerima beasiswa yang tidak tepat sasaran, akan ada pertimbangan untuk mahasiswa itu selanjutnya. Konsekuensi terparah adalah pencabutan beasiswa,” ucapnya Sementara itu, Aris Palangan selaku staf Balitbang, mengatakan Monev ini dilakukan untuk memastikan

program beasiswa Bidik Misi ini tepat sasaran. “Penerima beasiswa ini betulbetul tidak mampu namun berprestasi,” ungkapnya. Tambahnya, Balitbang akan melakukan pengunjungan ke rumah mahasiswa yang tercantum namanya dalam beasiswa ini. Sebanyak, 35 mahasiswa penerimaa beasiswa bidik misi 2010 di evaluasi. Mereka melakukan pengisian beberapa form yang berisikan tentang latar belakang mahasiswa. Yusri salah satu mahasiswa penerima beasiswa tidak mampu ini, justru memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan balitbang kemdiknas ini. ”wadah untuk memberikan kritik maupun saran terhadap kebijakan program beasiswa bidik misi,” ungkap mahasiswa jurusan Bahasa Jerman ini. (PR18/PR03)

3 Komunitas Englisher

Komunitas Baru di FBS

Belum jelasnya Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) membuat beberapa mahasiswa jurusan bahasa Inggris berinisiasi untuk membuat komunitas. Komunitas yang dibentuk pada 22/10 ini bernama Komunitas Englisher. Selain untuk merangkul mahasiswa baru, dalam membangun tali silaturrahmi dengan mahasaiswa sebelum mereka, juga untuk mengembalikan iklim berlembaga yang sekarang sedang “mati suri”. “Saya ingin mengembalikan jiwajiwa kelembagaan teman-teman angkatan 2009 dan 2010. Dan terkhusus 2011 untuk meregenerasi lembaga yang ada. Kami tidak ingin lembaga kami hilang hanya karena kesalahan kemarin, walau sebenarnya itu bukan sepenuhnya kesalahan kami,” ungkap Andi Pangerang, salah seorang perintis. Komunitas ini mendapat respon positif dari beberapa mahasiswa yang ada di jurusan bahasa inggis. Buktinya, dalam kegiatan perdana yang mereka lakukan di gedung DH pada 29/10, kegiatan tersebut diikuti oleh 35 mahasiswa termasuk 12 mahasiswa angkatan 2011. “Jumlah peserta yang hadir masih sangat kurang, dan kami akui itu karena kurangnya sosialisasi kami kepada mahasiswa bahasa Inggris, apalagi ini adalah komunitas baru. Jadi kami mengharapkan teman-teman baik maba maupun bukan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.” Ungkap Muhammad Rizal yang juga turut berperan serta dalam pembentukan Komunitas Englisher. Rizal yang juga merupakan fungsionaris LK bahasa inggris ini menambahkan, bahwa komunitas yang mereka bentuk ini tidak memiliki struktur. Hanya merupakan sebuah sarana berkumpul bagi teman-teman mahasiswa yang ingin mengembangkan skill dan kemampuan berbahasa inggrisnya diluar ruang perkuliahan. “Saya berharap ini bermanfaat untuk mencetak peneruspenerus bangsa yang handal khususnya untuk mengharumkan Kampus Ungu diberbagai event bahasa inggris nantinya” tutup mahasiswa eksponen ’09 ini. (PR33)

Weekly News Profesi Edisi 04/November/2011


Lintas UNM

4 EDITORIAL_

Satpam Harus Siaga Satuan pengamanan (satpam) memang mestinya jangan terlalu kebanyakan tidur pulas. Apalagi di malam hari. Pasalnya, kita tidak bisa menerka kapan si panjang tangan melakukan aksinya. Rawannya, mereka akan selalu menyelinap disaat kita sedang lengah. Kejadian yang merugikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) hingga lebih dari lima puluh jutaan (baca, Maling Bobol FIP red), bisa saja teratasi andai kita semua siaga. Namun apa mau dikata lagi, laiknya lagu lama kita dengungkan kembali, nasi sudah menjadi bubur. Penyalahan kepada satpam memang wajar. Menyadari tugas satpam adalah menjaga keamanan. Namun, terlepas dari itu, kita tentunya tidak wajar melimpahkan kesalahan ini sepenuhnya kepada satpam. Kita semua juga mesti lihai memilih tempat yang pas sebagai tempat penyimpanan barang berharga. Selain itu, jangan terlalu terbuka terhadap orang lain. Bukan tanpa asap memang, jika kejadian yang melanda FIP disinyalir adanya keterlibatan orang dalam. Jelas, Nurhayati mengakui, baru pertama kali ia menyimpan uang di meja tersebut. Mengapa langsung raib? Anehnya, hanya ruangan Nurhayati, yang dibobol. Notabenenya, baru untuk pertama kali itu difungsikan sebagai tempat penyimpanan uang. Jika bukan orang dalam yang turut membantu, apakah itu bentuknya pemberian informasi atau hal lain, saya patut memberi jempol kepada si maling. Pasalnya, ia hebat dalam menebak adanya uang yang tersimpan tepat malam itu dan tepat di ruangan itu. Kejadian yang menimpa FIP cukup menjadi cambuk bagi kita semua. Intinya, hati-hati menyimpan barang berharga di tempat yang kurang aman. Jangan terlalu percaya kepada orang lain. (*)

sambungan dari hal. 1...

antara lain adalah uang arisan, donatur masjid, foto muspida, iuran tennis, Dharma Wanita, dan iuran PLB.

Dekan FIP : Satpam Konyol Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ismail Tolla, menyayangkan satuan pengamanan (satpam) yang berjaga disaat malam kejadian. “Yang lucu itu, kan ada satpam, tapi yang dapat itu pagi ada kerusakan dibawah, cleaning service, padahal ada dua satpam disebelah. Kenapa itu satpam, konyol, dia tida k dengar ada orang,” kesalnya.

Menanggapi pernyataan Ismail, aidil menyikapi, memang wajar kalau satpam disalahkan atas kejadian ini karena bagaimana pun juga satpam yang bertanggung jawab atas keamanan kampus. Namun, dirinya menilai, personil satpam FIP, kurang. Hanya dua satpam yang berjaga dalam satu sift. Menurutnya, personil satpam perlu ditambah saat malam hari. “Sebaiknya ditambah dua lagi yang berjaga saat malam, jadi ada empat satpam, dua di pos depan dan dua lagi di pos belakang,” harap satpam yang juga Mahasiswa di salah satu universitas swasta di Makassar ini. (PR15)

Jurusan Matematika Gelar Kegiatan Skala Nasional Pusat Pengkajian dan Pengembangan Matematika dan Pembelajaran (P3MP) jurusan Matematika untuk pertama kalinya mengadakan Kontes Literasi Matematika (KLM) dan Seminar Lokakarya (Semiloka) Nasional. Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara Institut Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (IPPMRI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dilaksanakan dua tahun sekali se-Indonesia Timur. Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) FMIPA UNM bersama P3MP jurusan Matematika dipercayakan untuk menjadi tuan rumah pelaksana KLM dan Semiloka tersebut. “Kami merasa bangga bisa dipercaya untuk mengadakan kegiatan ini, apalagi kegiatan ini untuk pertama kalinya dan berskala nasional,” jelas Usman Mulbar selaku penanggungjawab kegiatan

tersebut. Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pendidik, calon pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika. Usman menerangkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan serempak di 7 kota besar, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar pada tanggal 19 November 2011. Kegiatannya berupa KLM Nasional perorangan untuk siswa SMP/MTs yg berada di wilayah Sulsel dan Sulbar. “Kalau Semiloka Nasional diperuntukkan untuk guru-guru dan mahasiswa,” ungkap pria yang juga merupakan ketua IPPMRI ini. Sementara itu, Ketua Umum HIMATIKA, Zulfahmi Sofyan mengungkapkan, sebagian besar panitia pelaksana dari kegiatan tersebut adalah anggota HIMATIKA. Hal tersebut menjadi bukti diberdayakannya LK oleh jurusan. (IMR)

Weekly News

Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Andi Ihsan, Hamsu Abd. Gani, Nurdin Noni, Kamaruddin, Yusuf Syam Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Hazaerin Sitepu, Mukramal Aziz, Uslimin Pemimpin Umum: Rahmat Fadhli, Pemimpin Redaksi: Isnaeni Dahlan, Redaktur : Asri Ismail Reporter: Muhammad Darwin HS, Muhammad Yasir, Yeni Febrianti, Zaiful, Syamsul Alam, Soeparman Ismail, Utomo Permana Putra, Rizki Army Pratama, Azhar Fadhil, Wajtahida, Hanifa, Muhammad Ilham Nur, Rismunadir, Sulaeha Dahlan, Khaerul Musta'an, Fatma Husni, Nur Lela, Nur Inayah, A. Ayu Lestari, Sugianto, Hesikumalasari, Susi Amriani, A. Angsih Cahyati Bastiar, Ary Utary Nur, Marwah Thalib, Musniah Juhanto, Dzurahmah Ibnu Hasan, Triady Akbar Yusuf, Ilham Anugrah P, A. Fauziah Mustafa, Fitriani Rumbaru, Muhammad Jumardan, Fadilah Dwi Octaviani, Rosita, A. Ilah Nurul Falah, Muhammad Rusdi Natsir, Arief Maulana. Layouter dan Artistik: Imam Rahmanto. Redaksi LPPM Profesi UNM : Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus UNM Gunung Sari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: lppm_profesiunm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.org.

Weekly News Profesi Edisi 04/November/2011


Edisi_04