Issuu on Google+

www.profesi-unm.org

1

LK FBS Terhalang Janji Kemelut Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) masih belum juga menemui titik terang. Pasca pembekuan 16 September tahun lalu, sebanyak 24 LK yang dulunya bernaung di Fakultas Ungu itu tepaksa memilih beraktifitas dan bersekretariat diluar sembari menunggu janji yang belum jua ditepati. ALIH-alih mengaktifkan kembali LK para birokrat malah mengubah sekertariat LK menjadi perpustakaan. Belum lagi, gedung yang katanya disiapkan untuk sekertariat belum juga selesai dikerjakan pihak FBS. Padahal, jika merujuk pada rentang waktu yang ada, sudah hampir satu tahun LK FBS “merana” karena ketidakjelasan status. Menilisik janji birokrat FBS, semula pencairan LK dijadwalkan akan dibahas pada bulan februari lalu, namun karena alasan mahasiswa lagi libur semester akhirnya dibatalkan. Tak sampai disitu, pajabat fakultas kembali berjanji akan mengaktifkan LK pada bulan mei lalu. Tapi, akhirnya ditunda lagi. Penyebabnya saat itu, Pembatu Dekan III FBS, Syukur Saud sedang dalam transisi jabatan. Janji terakhir, PD III FBS, Syukur Saud baru akan membahas pencairan LK usai pelantikan Pembantu Rektor UNM. Hanya saja, ketika dikonfirmasi perihal hal tersebut. Syukur Saud masih saja berkelik, menurutnya, untuk pencairan LK mesti melalui rapat senat komisi kemahasiswaan, kemudian hasilnya dibawa ke rapat paripurna senat fakultas, baru bisa diputuskan. Akan tetapi, Dosen Bahasa Jerman ini untuk membahas hal tersebut kemungkinan ditunda lagi. Alasannya, saat ini bulan ramadan sehingga untuk pencairannya menunggu samapi bulan September. . “Inikan bulan puasa, saya juga tidak bisa memaksa untuk rapat senat,” ungkap Pembantu Dekan (PD) III FBS kepada Profesi. Syukur Saud melanjutkan, pihaknya telah mempersiapkan empat rancangan Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

FOTO: RIZKI-PROFESI

MELINTAS. Seorang mahasiswa terlihat melintas di depan perpustakaan FBS yang dulunya menjadi Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan FBS.

yang akan dibawa kerapat senat komisi kemahasiswaan, yakni, rancangan struktur lembaga, rancangan program kerja, kapan pencairan setelah dibekukan, dan yang terakhir pendanaan. “Ada empat agenda itu,” terangnya. Ia menambahkan, pada rapat senat komisi kemahasiswaan tentang pembahasan rancangan yang sudah ada nantinya, pihaknya akan mengkerucutkan 24 lembaga yang telah dibekukan menjadi 11 lembaga saja, dan mahasiswa yang berlembaga adalah mahasiswa semester 4 sampai 6 dan IPK diatas 3,00. Alasannya, pihaknya ingin menghidarkan mahasiswanya dari Drop Out (DO) dan berkonsentrasi belajar,” karena kalau tidak lulus 30 SKS, kena DO dini itu,” jelasnya. Bahkan dosen bahasa Jerman terse-

but mendukung mahasiswanya untuk berorganisasi asalkan jangan melalaikan tujuan akademik. Dan pihaknya pun berjanji akan menyediakan fasilitas yang layak buat mahasiswanya jika nantinya rancangan yang telah disediakan telah diputuskan oleh rapat paripurna senat Fakultas. “Saya akan fasilitasi tempat, minuman, komputer, pokoknya saya fasilitasi disitu,” janjinya. Senada dengan hal itu, Dekan FBS, Kisman Salija, membenarkan bahwa jika ada pembekuan pasti ada pencairan, hanya saja semuanya itu ada aturannya. “Meskipun saya ketua senat(FBS, red), tapi semua itu harus dirapatkan, karena keputusan tertinggi ada dirapat senat,” tambah dosen jurusan bahasa inggris ini. (Har)

Weekly News Profesi Edisi 3/Juli/2012


2

Kampusiana

www.profesi-unm.org

Pro Kontra UU PT

Negeri dan Swasta Hanya Beda Nama

DISAHKANNYA Undang-undang Perguruan Tinggi pada awal Juli,banyak menimbulkan komentar dari kalangan akademisi hingga politisi. Banyak yang berasumsi bahwa UU PT hanya akan mengakomodatif bagi para pelanjut pendidikan yang ber-duit, dan mengabaikan para calon mahasiswa yang berekonomi lemah. Tertera pada pasal 49 ayat 1 dan 2, menjelaskan bahwa institusi pendidikan atau universitas memiliki otonomi untuk mengatur rumah tangga sendiri. Hal ini akan membuka peluang kepada pihak pemodal untuk menanamkan modal yang besar sehingga kampus akan dipegang oleh investor. Secara otomatis, yang nantinya akan membedakan perguruan tinggi negeri dan swasta hanya persoalan label. Muhammad Afriansyah selaku staf Departement Perguruan Tingggi dan Kemahasiwaan (PTK) BEM UNM, mengungkapkan disahkannya UU PT (13/7) sama halnya menswastanisasi-kan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada sekarang. “UU PT tak ada beda dengan UU BHP, yang tak lain merupakan alat

untuk menswasta-list kan PTN khususnya UNM sendiri,” ungkapnya. “Kami dari kawan-kawan BEM UNM akan terus mengawal segala kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh birokrasi kampus,” pungkas mahasiswa eksponen 08 ini. Senada, demisioner LK Fema FIS UNM, Sudarmin, mengatakan, UU PT perlu ditinjau kembali,

INT.

sebab akan kontradiksi dengan UUD 1945 yang mengatakan hak bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan terkait soal pendidikan.

“Disahkannya UU PT tentu akan melegitimasi praktek-praktek komersialisasi di dunia pendidikan sehingga rakyat menengah ke bawah akan semakin susah menikmati pendidikan itu sendiri,” ujar mantan Presma Fema FIS ini. Namun, Rektor UNM, Arismunandar menanggapi positif UU PT ini. Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat ia mendukung UU PT ini. Salah satunya adalah UU PT memberikan kepastian hukum terhadap aturan-aturan yang berlaku selama ini. “Ya, dalam aturan UU PT jelas kepastian hukumnya, apalagi untuk mengisi kekosongan-kekosongan hukum yang ada selama ini. Olehnya, setiap putusan itu memiliki landasan yang kuat,” paparnya. Aris juga menambahkan, dalam aturan UU PT ini terdapat jaminan-jaminan sosial dari pemerintah untuk perguruan tinggi. “Kalau ada yang mengatakan komersialisasi, kiranya UU PT ini mengatur juga adanya jaminan sosial yang diperuntukkan kepada perguruan tinggi. Namun, memang mesti diakui, kadang bantuan seperti juga belum mencukupi kebutuhan kita," jelasnya. (Sus)

Lepas Jabatan, Hamsu Bebas Tanpa Hambatan BAK seekor burung lepas dari sangkar. Hamsu Ghani bisa bebas terbang kemana saja, tanpa ada halangan. Apalagi, Tepat sehari sebelum pelepasan jabatannya sebagai pembantu rektor (PR) III bidang kemahasiswaan, Hamsu Abdul Gani dikukuhkan sebagai guru besar bidang teknologi pembelajaran di auditorium Amanagappa pada selasa(17/07). Tak banyak yang mengira, guru besar Fakultas Teknik (FT) ini akan melanglangbuana usai melepas jabatannya. Terutama, persoa-

lan kinerjanya sebagai dosen. Pasalnya, sejak menjabat PR III selama dua periode. Hamsu, memang sering melalaikan kewajibannya mengajar. Bahkan, empat tahun belakangan ini, ia tidak pernah sekalipun melaksanakan tugasnya untuk mendidik mahasiswanya, terkhusus di program Strata Satu (S1). Usut punya usut, beberapa hari terakhir ini Hamsu terbang keliling jawa untuk menjadi penguji skripsi maupun tesis diberbagai universitas. Magister Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini,

Weekly News Profesi Edisi 3/Juli/2012

mengatakan setelah tidak lagi menjabat sebagai PR bidang kemahasiswaan, dirinya merasa betul-betul bebas. “Ya, bebasma kurasa, terkadang itu tiketku sudah jadi, tapi karena rektor bilang jangan pergi. Ya dibatalkan lagi,” curhatnya. Namun, baru-baru ini berdasarkan pengakuannya, ia kembali mendapat tawaran sebagai penguji eksternal di Univeristas Negeri Malang (UM). Tanpa menunggu komando, ia langsung menerima tawaran tersebut. “Ini (gayanya memperlihatkan), ada lagi tawaranku di

Malang, saya mau berangkat sebentar,” ujarnya. Rektor UNM, Arismunandar pada saat pelantikan Hamsu, mengatakan sudah saatnya professor Teknologi Pendidikan ini kembali kepada habitatnya. “ Kita pun akan segera mendorong beliau untuk kembali ke fakultas dan jurusan yang sering diabaikannya dulu,” candanya. Tambah Aris, ia menuturkan rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini kepadanya dalam menjalankan roda universitas. (Mal)

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK PR III Baru Janjikan PKM Baru "JIKA ada yang bisa menjamin tidak akan ada lagi konflik kekerasan semisal tawuran di universitas kita (UNM, red), maka saya dengan senang hati akan mengusahakan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) kembali," janji Heri Tahir selaku Pembantu Rekor Bidang Kemahasiswaa periode 20122016. Seperti itulah petikan kalimat yang dilontarkan oleh Heri Tahir dalam dialog singkat yang digelar Profesi, Jumat (27/7). Di hari kesepuluhnya menjabat sebagai Pembantu Rektor III yang baru, Heri Tahir meluangkan waktu untuk bertandang ke redaksi LPPM Profesi UNM. Ia ternyata memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini sebagai ajang silaturahmi dengan salah satu lembaga kemahasiswaan UNM. Lanjutnya dalam dialog kemarin, Selama ini mahasiswa tidak diizinkan untuk bersekretariat di dalam kampus dikarenakan indikasi-indikasi penyebab tawuran tahun-tahun sebelumnya dianggap berakar dari PKM. Akan tetapi berangsur "digusurnya" mahasiswa keluar kampus, kejadian-kejadian kekerasan di dalam kampus tetap saja terjadi. "PKM memang selalu menjadi pokok permasalahan pelik untuk tugas bidang Kemahasiswaan," ujarnya. Lokasi PKM yang ada di Parangtambung dianggapnya sudah tidak strategis lagi. Ia sendiri merencanakan lokasi PKM yang baru bisa menempati salah satu gedung di sekitar area Phinisi. "Biar kegiatan kemahasiswaan bisa langsung terlihat ketika orang memasuki kampus UNM," ungkap dosen asal Fakultas Ilmu Sosial ini. Dalam kunjungannya kemarin, selain berdiskusi mengenai masalah kemahasiswaan lainnya, mantan Asisten Direktur II Pascasarjana ini juga menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama Pengelola LPPM Profesi sebelum kembali ke kediamannya. (Iam) Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

www.profesi-unm.org

3

Ketua HIMAFI Terancam Dipecat PADA saat baksos yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) terjadi insiden yang melibatkan antara Fajar selaku ketua umum HIMAFI dengan salah seorang anggota Pengawas Organisasi (PO). “Hampir terjadi perkelahian, tapi segera dicegah oleh pengurus yang lain,” terang Sudirman selaku anggota PO yang juga merangkap sebagai ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MAPERWA) tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada saat mengadakan rapat untuk mengevaluasi kinerja-kinerja kepanitiaan, hanya lataran terjadi perbedaan pendapat, Fajar hampir memukul sudirman. Namun peserta rapat segera mencegah terjadinya perkelahian tersebut. Fajar yang ditemui di Sekretariat HIMAFI membantah pernyataan yang mengatakan dirinya hampir memukul salah satu anggota Pengawas Organisasi (PO). Ia mengatakan pada saat kejadian tersebut dia hanya menghampiri salah satu pengawas organisasi agar suaranya lebih jelas didengar oleh pengawas organisasi. “ pada saat itu suasana forum sudah kacau, jadi saya mendekat biar suara saya bisa didengar.”

Ujar mahasiswa eksponen 09 tersebut. Ia juga menambahakan bahwa hubungannya dengan senior maupun pengawas organisasi baik-baik saja. Fajar mengatakan perbedaan pendapat yang terjadi antara dirinya dengan senior HIMAFI hanya terjadi di forum rapat saja. Menanggapi kejadian tersebut, Syamsul Bahri selaku koordinator Pengawas Organisasi mengatakan sifat arogansi yang diperlihatkan oleh Fajar selaku ketua umum HIMAFI dapat mencoreng nama baik lembaga kemahasiswaan yang berada di bawah naungan jurusan Fisika tersebut.” Yang mereka bawa ke sana kan nama lembaga, tidak baik seorang pemimpin memperlihatkan tindakan yang seperti itu.” Ungkap mahasiswa jurusan Fisika ICP tersebut. Syamsul Bahri juga mengatakan akan menggelar Jemput Aspirasi dengan warga Fisika terkait masalah yang terjadi di “tubuh” HIMAFI tersebut. Dari jemput aspirasi tersebut akan ditentukan apakah akan dilakasanakan Musyawarah Luar Biasa (Muslub) atau tidak.” Kalau hasilnya mengatakan Muslub, ya... kita adakan Muslub.” Katanya.(Ugi)

Kartu Mahasiswa “Tersandung” Foto KARTU Mahasiswa yang semestinya menjadi salah satu identitas mahasiswa, harus terpaksa tertunda dikarenakan foto. Hal ini terjadi pada sebagian mahasiswa angkatan 2011. Lantaran kriteria gambar yang mereka kumpul tidak baik, kartu pegangan tersebut tersumbat pendistribusainnya. Di jurusan fisika salah satunya. Beberapa mahasiswa mengakui belum mendapatkan identitas kampus yang sudah lama mereka idamkan. Agung, mengakui masih banyak teman-teman sekelasnya yang belum mendaptkan kartu mahasiswa mereka. “Sebagian besar sudah ada, namun masih ada sekitar 10 orang yang belum dapat,” tutur Agung. Padahal, ia selaku ketua tingkat mahasiswa fisika sains eksponen 2011, telah meyelesaikan urusan administrasi yang mereka harus penuhi agar dapat memegang kartu mahasiswa tersebut. Lanjut Agung, banyak temannya yang merasa kecewa dengan pelayanan BAAK. Karena, pihak BAAK menjan-

jikan bahwa hanya memerlukan waktu 2 bulan untuk pengurusan kartu mahasiswa. Namun, setelah blangko kartu mahasiswa yang bermasalah disetor kembali sejak 4 bulan lalu, belum juga mendapat konfirmasi hingga saat ini. Menanggapi hal tersebut,pihak BAAK membenarkan adanya keterlambatan kartu mahasiswa tersebut. Baliana selaku kepala bidang kemahasiswaan mengungkapkan bahwa hal ini dikarenakan foto yang dimasukkan mahasiswa terlalu bervariasi dan kualitas foto yang kurang bagus. “Pihak bank hanya menerima foto studio, mereka tidak menerima foto-foto pinngir jalan,” ungakpnya. Selain itu, tambah Baliana, pihak bank juga tidak menerima foto hasil HP dan foto yang bergaya miring. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merampungkan kartu mahasiswa yang dianggap bermasalah. Ini dikarenakan blangko yang baru dimasukkan berada di antrian terakhir setelah semua berkas sebelumnya diproses. (Tar)

Weekly News Profesi Edisi 3/Juli/2012


4

Lintas UNM

www.profesi-unm.org

editorial

FBS yang Antipati JANJI Birokrat Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) untuk mengaktifkan kembali Lembaga Kemahasiswaan mungkin hanyalah sebatas janji. Dan untuk kesekian kalinya, LK FBS dibuatnya menunggu terkatung-katung tak ada arah. Sudah hampir satu tahun LK FBS dibuatnya meradang. Namun, miris birokrat fakultas malah kelihatan senang. Sebuah gambaran kondisi yang menjadi indikator betapa kejamnya para birokrat. Mungkin saja, mereka tidak pernah tahu atau memang tak pernah berlembaga. Sehingga, rasa simpati akan hal ini tak ada secuil pun diberikan kepada para fungsionaris LK tersebut. Mungkin mereka lupa, bahwa selama ini yang telah mengharumkan nama baik universitas terkhusus FBS adalah orang-orang yang aktif di lembaga kemahasiswaan bukan orang-orang yang setiap harinya bergelut dengan tugastugas kuliahnya saja. Namun, tak ada gunanya memberikan protes atas kebijakan sepihak ini. Jika orang yang seharusnya menjadi vioner pengembangan mutu pendidikan tak lagi diberikan ruang untuk mengasah kreatifitas mereka. Semoga saja, tak ada lagi birokrat fakultas lainnya yang memiliki kebijakan yang sama. Sebab, jika hal ini terjadi jangan harap UNM kedepannya bisa maju.Tetap Jaya dalam Tantangan slogan UNM ini semoga saja tidak hanya sebatas kata atau kalimat, namun yang terpenting bagaimana hal ini bisa menjadi motivasi untuk lebih maju. (*)

Pengumuman Jalur Mandiri

185 Nomor Ganda di FIK

SEJUMLAH calon maba yang mendaf- dipimpinnya. “Tahun ini, ada 127 notar pada jalur mandiri terkhusus Man- mor ganda di penjaskesrek, 44 itu nodiri A dan Mandiri B, mengaku bingung mor ganda kepelatihan, dan 14 nomor dengan hasil pengumuman yang mer- ganda di ilmu keolahrgaan,” terangnya. eka dapatkan. Bagaimana tidak, ada Menurutnya, penyebab masalah ini sejumlah nomor test yang sama namun dikarenakan waktu yang diberikan untuk dengan nama yang berbeda. Bahkan, mengerjakan hak tersebut relatif singkat, ada nama yang sama namun nomor test apalagi saat itu mereka (BAAK) masih yang berbeda. Hal ini malah banyak ter- sementara bekerja tapi langsung dimintai jadi bagi mahasiswa yang mendaftar di data secepatnya sehingga terpaksa nomor Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). lama yang dimasukkan. “Makanya saya Tak pelak, akibatnya sejumlah calon berharap, diberi ruang untuk BAAK untuk maba banyak yang bekerja,” ujar Magismelontarkan protes ter Universitas Negeri terhadap bobroknya Jakarta (UNJ) ini. sistem yang ada di Terkait keputuUNM. Sebut saja, san yang diambilnya Arif calon maba Begini kak, di online itu sama nomor selaku orang noFakultas Ilmu Keotesku cuman yang saya herankan mor satu di FIK, ia lahragaan (FIK) ini kenapa bukan namaku yang muncul mengatakan kasus mengaku kecewa ini yang dinyatakan Arif, Salah satu calon maba lulus yang memiliki karena hal tersebut juga menimpanya. nama yang sama pada “Begini kak, di onpengumuman. “Yang line itu sama nomor tesku cuman yang paling kuat itu adalah nama, makanya saya herankan kenapa bukan namaku yang dinyatakan lulus adalah yang punya yang muncul,” ujarnya. nama pada pengumuman. Meskipun nomr Lain halnya dengan Arif, kasus tesnya sama,” tutupnya. (Mus) yang sama juga menimpa Shinta Irma, calon maba ini malah mengaku noSudut mor tes yang dimilikinya sama dengan nomor tes yang ada dipengumuman. + LK FBS Terhalang Janji Hanya saja, jurusan yang diambil pada - Mahasiswa sudah bosan dibosaat tes berbeda dengan yang ada dipenhongi terus... gumuman. “Nomor tesku sama, cuman saya kan ambil Pendidikan Kepelatihan + PR III Baru Janjikan PKM tapi dipengumuman Penjaskesrek dan Baru bukan atas namaku,” keluhnya. - Jangan kayak birokrat FBS ya...! Menanggapi hal itu, Dekan FIK, Arifuddin menilai kasus seperti ini + Ketua HIMAFI Terancam Dipecat sudah lazim terjadi. Hanya saja, hal - Selesaikan saja secara damai...! yang lebih mencekamkan menurut pengakuan Arifuddin sebanyak 185 Dg. Lu’ terdapat nomor ganda di fakultas yang

Weekly News Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Nurdin Noni, Heri Tahir, Eko Hadi Sujiono, Kamaruddin, Baliana Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Asia Ramli Prapanca, Hazairin Sitepu, Anshari, Akbar Faisal, Mukramal Azis, Uslimin, Ammas D R, Fachrudiin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Fitriani Rachman. Pemimpin Umum: Sahrul Alim, Pemimpin Redaksi: Asri Ismail, Sekretaris: Fajrianto Jalil, Bendahara: Nurjanna Jamaluddin, Redaktur : Sutrisno Zulkifli, Rukmana Mansyur, Muhammad Ilham, Sudarmi, Layouter dan Desainer Grafis: Khaerul Mustaan, Fotografer: Rizki Army Pratama, Reporter: Yeni Febrianti, Syamsul Alam, Azhar Fadhil, Muhammad Yasir, Muhammad Ilham Nur, Fatma Husni, Nur Lela, Sugianto, Hesikumalasari, Susi Amriani, Ary Utary Nur, Fadilah Dwi Octaviani. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.org.

Weekly News Profesi Edisi 3/Juli/2012

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


edisi_03 (21)