Page 1

1

Karut-marut Basement Pinisi Meski belum diresmikan, namun biro dan perangkat Universitas Negeri Makassar (UNM) lainnya telah menempati ruangan Menara Pinisi hampir di setiap lantainya. Hal ini pun membuat terpakainya juga basement sebagai tempat parkir. Namun sayangnya, tata ruang dan kemanannya tidak terkelola dengan baik. Rabu, 3 Juli, sekitar pukul 10.00, mobil Daihatsu Terios milik Kepala Sub bagian Minat, Penalaran dan Informasi Mahasiswa Biro Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK), Muhammad Nur yang terparkir rapi di basement Menara Pinisi ditabrak. Diduga, pelaku juga mengendarai mobil saat menerobos besi penghalang ban dan menyeruduk mobil itu. Akibatnya, bamper belakangnya mobil bernomor polisi DD 1400 VU itu ringsek. Anehnya, tak satu pun saksi yang melihat kejadian itu. Padahal, pertugas satuan pengamanan (satpam) selalu ditempatkan untuk mengawasi dan mengamankan basement tersebut. Muhammad Nuh menceritakan, awalnya ia tidak percaya karena mobilnya terparkir selurus dengan penghalang ban tapi setelah ia periksa ternyata memang telah ditabrak dan kerusakannya parah. “Pak Bur, Kasubag LPM yang cerita. Dia langsung temui saya bilang rusak bagian belakangnya mobil ta kayaknya sudah ditabrak,” katanya.

IST.

RINGSEK. Mobil milik Kepala Sub bagian Minat, Penalaran dan Informasi Mahasiswa Biro Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK) Muhammad Nur jadi korban tabrak lari di Basement Menara Pinisi, Rabu (3/7).

Kejadian itu sangat disesalkan Muhammad Nur. Ia menyatakan, di basement itu ada satpam yang ditugaskan tapi malah keluar meninggalkan basement. “Ada satpam bertugas tapi keduanya keluar, saya tidak tahu ke mana itu waktu,” ungkapnya. Namun, ia mengaku lebih kecewa dengan pelaku penabrakan itu yang menurutnya tidak bertanggung jawab. “Masa ditabrak baru tidak ada perhatiannya. Setidaknya dia cari yang punya mobil dan meminta maaf. Saya hanya butuh dia minta maaf,” sesalnya. Sementara itu, dikonfirmasi terkait kejadian ini, salah satu satpam Menara Pinisi, Hariadi, mengakui saat itu rekannya memang meninggalkan areal basement. Alasannya, petugas sedang bergantian yang mengharuskannya meninggalkan lokasi perkiran itu. “Tidak selamanya juga kita di basement. Ada waktu-waktu tertentu yang mengharuskan kita meninggalkan tempat seperti kalau kita patroli,” ungkapnya.

Heriadi justru menyoroti kurangnya personil yang ditempatkan untuk gedung 17 lantai itu sehingga tak semua areal bisa diawasi satpam karena. “Jadi tidak bisa sepenuhnya disalahkan satpam karena kita memang keterbatasan personil. Menurutnya, untuk bangunan sebesar Pinisi tidak mungkin bisa dikontrol semua jika hanya dua satpam yang berjaga dalam satu sif. Akibatnya, lokasi basement pun kadang tidak terawasi. Belum lagi pengawasan untuk pos satpam belakang yang tidak ditemapati karena kurangnya anggota sekuriti. Hal itu dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keamanan UNM, Dahlan. “Sangat kurang sekali personilnya untuk bangunan sebesar Pinisi,” akunya. Ia menyatakan telah menyampaikan usulan kepada Pembantu Rektor Bidang Sarana dan Prasarana (PR II), Nurdin Noni dan Kasubag Rumah Tangga. “Saya katakan minimal sekali mi itu 15 personil untuk Pinisi

Bersambung ke halaman 2

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Weekly News Profesi Edisi 1 / Juli 2013


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com Profesi FM - myradiostream.com/profesifm

UKT Bingungkan Pendaftar UANG Kuliah Tunggal (UKT) merupakan kebijakan yang ditelurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jika dulunya mahasiswa dikenakan pembiayaan kuliah seragam di setiap semesternya, maka dengan UKT yang diberlakukan mulai 2013 ini, mahasiswa akan menenteng pembayaran sesuai dengan golongan yang telah disediakan oleh pihak universitas. Namun, masih banyak calon mahasiswa yang belum mengenali UKT itu. Sebut saja Ardi, alumnus salah satu SMA di Kota Makassar ini tidak mengerti keterangan brosur yang tersebar di area UNM terkait pendaftaran jalur mandiri, begitu pun di situs resmi UNM. “Itu UKT sebenarnya pembayaran apa?” tanyanya kepada

wartawan Profesi yang dijumpainya setelah pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa (9/7) lalu. Ardi mengakui, tak ada keterangan yang begitu jelas di brosur maupun di situs UNM terhadap sistem baru yang akan diterapkan ini. Padahal, ia berminat untuk kembali mengadu nasib dengan mendaftar di Jalur Mandiri. “Saya mau sekali masuk disini (UNM, red). Tapi saya masih ragu karena melihat brosur yang tertulis itu pembayaran, apakah dibayar per semester atau itu uang pangkal kalau mau masuk,” terangnya. Setelah dikonfirmasi, Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Sofyan Salam menjelaskan, UKT merupakan sistem pembayaran yang berbasis

kemampuan ekonomi pendapatan orang tua mahasiswa. Jadi, mahasiswa yang telah dinyatakan lulus di UNM dengan pembayaran yang telah ditentukan akan membayar sebanyak itu setiap semesternya. “Tidak ada uang pangkal, atau uang awal. Yang jelasnya, kalau telah ditetapkan misalnya 2 juta pembayaran, maka itu yang akan dibayar di awal serta itu juga yang akan dibayar per semesternya,” tegasnya. Lanjut Guru Besar Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini, dengan sistem pembayaran seperti itu, mahasiswa tidak lagi dikenakan pungutan-pungutan lain saat semester berjalan. Tak ada lagi pembayaran tambahan, KKN, PPL, wisuda, dan lain-lain. “Jadi mahasiswa cukup membayar per semester sampai selesai. Tidak ada lagi pembayaran lain, karena itu sudah diintegrasikan di UKT,” beber Sofyan. Perlu diketahui, UKT ini merupakan akumulasi komponen pembayaran yang telah dirancang setiap program studi sebelum disosorkan ke mahasiswa. (tri)

sambungan dari halaman 1

Karut-marut Basement Pinisi tapi Pak PR II malah mau lebih, dia bilang 30 orang. Itu lebih bagus lagi menurut saya,” ungkapnya. Sekadar diketahui, jumlah personil satpam yang saat ini ditempatkan mengamankan menara pusat pelayanan akademik kampus eks Istitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ujung Pandang (IKIP UP) ini memang hanya berjumlah enam orang. Tiap sifnya hanya ditugaskan dua satpam saja. CCTV Hanya Pajangan Menara Pinisi UNM memang dilengkapi Closed Circuit Television (CCTV). Tapi asal tahu saja, CCTV yang terpasang disisi dan pojok gedung dan ruangan di menara itu hanya sekadar pajangan semata. Pasalnya, hanya beberapa titik saja yang berfungsi. Ini diakui, satpam Me­ nara Pinisi, Heriadi. Ia me­

ngungkapkan CCTV untuk bagian dalam basement memang belum terkoneksi di pusat monitor CCTV. “Itu masih ditangani Waskita karena pengerjaannya juga yang belum selesai. Kabelkabelnya nanti akan disatukan sampai di pusat CCTV di lantai atas,” terangnya. Pantas saja, Petugas CCTV ketika dimintai untuk memperlihatkan hasil rekaman kejadian itu kebingungan. “Saya mau lihat hasil rekamannya tapi itu petugasnya CCTV pura-pura tidak tahu. Masa dia telepon lagi temannya bertannya apa lagi yang ditindis,” ungkap Muhammad Nur. Ia menceritakan pihak CCTV menyuruh untuk melaporkan pada PR II namun ia diminta kembali ke operator CCTV untuk diperlihatkan hasil rekamannya. “Di CCTV malah minta lagi bukti laporan dari PR II. Saya jengkel jadi saya

Weekly News Profesi Edisi 1 / Juli 2013

bilang tidak usah,” kesalnya. Di lain sisi Kepala BAAK, Kamaruddin mengaku basement Pinisi sulit dilalui. “Semestinya jalan masuk jangan jadi jalan keluar. Misalnya kita mau parkir mau lagi belok. Itu yang jadi agak menyusahkan. Sehingga kalau masuk ke dalam jangan ada lagi yang ke luar,” jelasnya. Lain halnya dengan Heriadi, ia menganggap porsi luar tempat parkir untuk motor yang sangat sedikit padahal pengguna motor lebih banyak. “Sebenarnya peradaan ruangannya tidak sesuai. Tempat parkir motor kurang,” singaktnya. Ia menambahkan masih banyak pula barang milik kontraktor yang di dalam Basement yang belum dibersihkan. Selaku penanggung jawab, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Syatir Mahmud,

menjanjian minggu depan membicarakan mengenai pembersihan basement pada pihak kontraktror. “Saya janjian nanti minggu depan ketemu dengan pemborongnya,” katanya. Ditanyai terkait kecelakaan mobil di basement tersebut, Syatir menyatakan tidak bisa bisa memberikan keterangan. (Mus)

Sudut + Karut-marut Basement Pinisi - Ini juga perlu dikritik... + UKT Bingungkan Pendaftar - Informasinya jangan bikin karut-marut... + “Bulan dan Kerupuk” Kritik Pemerintah - Ini yang tidak membi­ ngungkan... Dg. Lu’

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK

LPPM Profesi UNM @Profesi_Online

Hima Manajemen dan KKM As-Syammil

Berbuka Bersama Anak Yatim

HIMPUNAN Mahasiswa Manajemen (Hima Manajemen) bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Manajemen (KMM) As-Syammil, biro lembaga kemahasiswaan dalam bidang dakwah jurusan itu, menggelar acara buka bersama dengan 150 anak-anak panti asuhan, di ruang perkuliahan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) gedung BD 104 dan 105, Minggu (14/7) kemarin. Bertemakan “Berbagi Wujudkan Kepedulian Sosial Kepada Insan Yang Lebih Membutuhkan” ketua panitia, Nur Syhukinah mengatakan kegiatan ini sengaja digelar setiap tahunan guna menumbuhkan kesungguhan dalam beramal dan membagi kebahagiaan ramadhan dengan saudara yang kurang beruntung. “Ramadhan penuh berkah, dimana kita harus berbagi dengan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita,” tutur mahasiswa angkatan 2011 ini. Sebelum acara buka bersama

dilaksanakan, panitia terlebih dahulu mengadakan beberapa lomba Islamic, diantaranya lomba kaliqrafi, tadarrus, hafalan bacaan shalat, dan adzan. Lomba ini diikuti sekitar 30 anak panti asuhan. Para peserta tampak antusias mengikuti lomba, berusaha semaksimal menampilkan penampilan terbaik mereka. “Lomba ini sebagai acara hiburan anak-anak panti dan menambah pengetahuan agama mereka”, Tambahnya. Lebih lanjut Nur Syhukinah mengungkapkan, di ujung acara nantinya tepatnya ketika adzan magrib berkumandang, setelah buka puasa bersama akan ada pengumuman dan pembagian hadiah kepada pemenang masingmasing lomba. “Untuk para pemenang kami telah menyediakan hadiah berupa uang tunai, pakaian, dan plakat yang akan di serahkan setelah acara buka puasa”, Jelasnya. (sdr)

“Bulan dan Krupuk” Kritik Pemerintah SEBUAH pementasan teater berjudul “Bulan dan Kerupuk”, Produksi Hitam Putih Manajemen tampil memukau Selasa malam (2/07) di Gedung Kesenian Societiet De Harmoni Sulawesi Selatan. Naskah yang dituliskan oleh Yusef Muldiana kemudian digarap oleh sutradara Prusdianto Jalil ini mengisahkan tentang cerita hidup rakyat Indonesia, kisah mengenai kemiskinan, kesenjangan sosial bahkan menyentuh ranah pemerintah dan kebijakannya salah satunya kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pada pembukaan pementasan, Ahyar Anwar sebagai Produser Hitam Putih Manajemen mengutarakan bahwa pementasan teater “Bulan dan Kerupuk” ini adalah sebagai respon Bersambung ke halaman 4

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

intelektual terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang disuguhkan melalui kesenian. “Saya berharap lewat pertunjukan-pertunjukan seni seperti ini mampu menjadi media untuk menunjukkan kepada pemerintah tentang adanya efek buruk dari kebijakan-kebijakan yang diputuskan,” ungkapnya. Disela-sela penonton yang hadir pada pementasan teater “Bulan dan Kerupuk” turut hadir calon wakil walikota Makassar Syamsu Rizal dari pasangan danny Pomanto - Syamsu dan wakil calon walikota Makassar Saiful Saleh dari pasangan St. Muhyina – Muin. Syaiful Saleh. Pada akhir pertunjukan sang calon wali kota Makassar Syamsu Rizal turut pula menyampaikan tanggapannya bah-

3

Ramadan, LKIMB Bangun Rumah Sedekah MEMANFAATKAN momentum Ramadan sebagai bulan dilipatgandakannya amal dan ibadah kaum muslim, Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) membangun rumah sedekah. Tempat penyaluran sedekah yang berada di Kelurahan Antang ini mulai dibangun Senin (15/7) hari ini dan direncanakan rampung 27 Juli mendatang. Ketua Umum LKIMB, Bai Haqi Zakariah, mengatakan, kegiatan rumah sedekah ini dapat dijadikan semua LK sebagai fasilitator untuk saling berbagi bersama masyarakat kurang mampu. “Kalau ada yang menyumbangkan uang nantinya, saya pikir itu lebih baik”, tambah Ketua Umum LKIMB ini. Mahasiswa Jurusan Kimia ini juga mengharapkan uluran tangan kerja sama dari teman- teman LK lainnya karena banyak hal yang akan disumbangkan seperti pakaian, beras atau makanan. “Jadi kami akan buatkan proposal ke semua LK di UNM supaya dapat bergabung bersama di rumah sedekah nanti,” tuturnya. Lebih jauh, Bai Haqi menyatakan akan menetapkan daftar panti asuhan apa saja yang dapat dibantu melalui rumah sedekah binaan LKIMB itu. “Kami berpikir daerah Antang itu masih banyak saudara- saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita semua, jadi kami akan mengoptimalkan uluran tangan rumah sedekah terlaksana sebaik- bainya” harap mahasiswa eksponen 2009 ini. Terkait program kerja LKIMB ini, Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Muhammad Ilham, menilai kegiatan yang diselenggarakan UKM yang bergelut dalam bidang keislaman itu sangat bermanfaat terlebih lagi di Ramadan ini karena tentunya kaum muslim banyak yang mencari tempat penyaluran sedekah selain di masjid. “Program seperti ini sangat baik apalagi teman-teman di LKIMB berencana untuk mengajak mahasiswa UNM untuk andil. Kalau berjalan baik, ini biasa jadi wadah mahasiswa UNM untuk terus berpartisipasi dalam kegiatankegiatan amal,” ujarnya. (has)

Weekly News Profesi Edisi 1 / Juli 2013


4 EDITORIAL

Benahi Keamanan Pinisi

I

nsiden di parkiran basement Pinisi tanpa terdeteksi oleh pihak satuan pengamanan (satpam) dan Closed Circuit Television (CCTV) membuktikan le­ mahnya pengawalan keamanan di Mena­ ra Pinisi UNM. Padahal, seharusnya ikon kebanggaan sivitas akademika UNM itu mendapat pengamanan ekstra ketat. Kejadian di basement tempo hari han­ yalah sebagai teguran agar tidak meng­ gap remeh-temeh persoalan keamanan­ nya. Patutnya pimpinan memperbaiki sistem pengelolan tata parkir bercermin dari pengelolaan di gedung-gedung yang memiliki basement sebagai tempat parkir semisal hotel. Namun, tetap tanpa me­ mungut tarif pada sivitas. Pengoptimalan penggunaan CCTV yang yang sangat membantu mengung­ kap kasus harus secepat mungkin diop­ erasikan secara keseluruhan yang di­ tunjang dengan ahli IT yang baik pula. Terlebih, gedung yang menelan harga milyaran itu adalah pusat berkumpul­ nya data di UNM. Menilik kasus kriminal, seperti pen­ curian yang kerap terjadi, UNM memang tergolong teledor persoalan keketatan pengawasan dan keamanan. Kasus yang sama sering sekali terjadi malah di tem­ pat yang sama dan dalam rentan yang tidak lama di fakultas-fakultas di UNM. Tapi meski begitu, birokrat tidak saja jera kehilangan. Mungkin saja teguranteguran itu hanya dianggap angin lalu. Ataukah mungkin juga pimpinan yang terlalu irit membentengi aset-aset UNM. Dengan kini berdiri kokohnya Pinisi, sudah saatnya pimpinan berpikir bahwa rekrutmen, kuantitas personil dan opti­ malisasi IT keamananlah yang perlu un­ tuk segera dibenahi. (*)

Lintas UNM Mahasiswa KKN Terima “Setoran” SMAN 2 Pangkajene BULAN Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan dilipatgandakannya amal perbuatan. Atas dasar itulah siswa-siswa SMAN 2 Pangkajene memilih mengikuti Pesantren Kilat di sekolahnya. Selain itu, sembari mengisi waktu luang selama libur Ramadhan, para siswa juga bisa memperdalam ilmu agamanya. Mahasiswa KKN Terpadu Angkatan VII Universitas Negeri Makassar (UNM) juga turut andil dalam acara yang akan digelar selama sepuluh hari tersebut. Mahasiswa yang telah dibagi

dalam beberapa jadwal masing-masing akan menguji hafalan surahsurah pendek yang diwajibkan di SMAN 2 Pangkajene. “Istilahnya, kita membantu dalam menerima ‘setoran” surahsurah pendek siswa. Kita menilai, apakah mereka sudah lancar atau belum,” terang Arief Hidayat selaku Koordinator Sekolah KKN-PPL SMAN 2 Pangkajene. Harapnya, melalui bantuan yang diberikan oleh mahasiswa-mahasiswa KKN terpadu ini akan mempermudah tugas guru-guru dalam mengelola Pesantren Kilat di Smada, nama kerennya.

Seperti yang telah dilakukan Arief dan kawan-kawan pagi tadi, Sabtu (13/7). Mereka masing-masing mengawal satu kelas yang telah dijadwalkan untuk diujikan hafalan surah-surah pendeknya. Adapun surah yang diujikan hari ini diantaranya; Al Kafirun, Al Kautsar, Al Maun, dan Quraisy. Pesantren Kilat yang telah dilaksanakan sejak tanggal 11 Juli itu diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan kelas XI SMAN 2 Pangkajene. Rencananya, Pesantren Kilat ini akan berakhir tanggal 20 Juli mendatang. (imr)

sambungan dari halaman 3

“Bulan dan Krupuk” Kritik Pemerintah wa model penyampaian pesan melalui media seni tentang banyaknya penyimpangan-penyimpangan kebijakan dari masyarakat sangatlah bagus sehingga semua pihak mampu merasakan pesan tersebut. “Saya rasa model penyampaian yang digagas oleh mahasiswa ini sangat bagus dan sangat intelektual,” jelasnya. Produksi pertama yang dihadirkan Hitam-Putih Manajemen ini melibatkan langsung Mahasiswa yang memang bergelut di bidang seni di UNM yakni Bestra. Hal ini terlihat dari seluruh pemain yang berperan adalah awak dari Bestra.

Selain Bestra, kegiatan ini juga bekerjasama dengan beberapa lembaga atau komunitas seni lainnya seperti Talas Unismuh, Teater Kita Makassar, Terkam Makassar, dan lain-lain. Di akhir, sang produser, Ahyar Anwar kembali menegaskan bahwa pementasan ini bukan hanya sekadar pementasan kesenian namun sebuah pesan kepada para pemimpin dan calon pemimpin bahwa rakyat berhak mendapatkan bukti janji-janji. “Saya berharap pementasan-pementasan yang seperti ini mendapat perhatian dari pemerintah,” tutupnya. (sul)

Weekly News

Pemimpin Umum: Sutrisno Zulkifli, Pemimpin Redaksi: Imam Rahmanto, Sekretaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Kepala Penyiaran: Rizki Army Pratama, Kepala Online: Muh. Yasir, Kepala Litbang: Yeni Febrianti, Pemimpin Perusahaan: Nurlela, Redaktur: Khaerul Mustaan Reporter: Fadilah Dwi Octaviani, Nurul Hidayah, Sulastri Khaer, Dian Indrasari, Dwi Pratiwi Aslam, Dian Febriani, Hasnaini, Andi Sadriani, Nurlaela Basir, A. Sri Mardiyanti Syam, Asran, Andi Ajip Rosyidi, Samti Binti Talip, Fotografer: Andi Baso Sofyan, Kasdar Kasau, Layouter/ Desainer Grafis: Aan Ariska Febriansyah, Manager Sirkulasi: Syamsul Alam, Manager Iklan: Susi Amriani. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.com.

Weekly News Profesi Edisi 1 / Juli 2013

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Edisi 01  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you