Issuu on Google+

DHAMAAN (Tanggungan atau Jaminan) Dyah Ochtorina Susanti

Fakultas Hukum Universitas Jember Jember


PENGERTIAN ď ą Dhamaan = menjamin (menanggung) utk

membayar hutang, menggadaikan barang atau menghadirkan orang pada tempat yang telah ditentukan . --- Jaminan Orang ď ą Dhamaan adl. Pernyataan sepihak

ď ą Dhamaan mengandung 3 (tiga) permasalahan :

1. Jaminan atas hutang seseorang. Si A menjamin hutang si B kepada si C, dng demikian si C boleh menagih piutangnya kepada si A atau kepada si B


2. Jaminan dlm pengadaan barang. Si A menjamin mengembalikan barang yg dipinjam oleh si B dari si C, maka si A wajib mengembalikannya kepada si C. 3. Jaminan dalam menghadirkan seseorang di tempat tertentu. Si A menjamin menghadirkan si B yg sedang dlm perkara ke muka pengadilan pd waktu dan tempat yg telah ditentukan.


DASAR HUKUM DHAMAAN

 QS. Yusuf : 72 --- “Penyeru-penyeru itu

berkata: “Kami kehilangan piala raja, siapa yg dpt mengembalikan, akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta dan aku menjamin terhadapnya.”  Hadits Rasullullah (HR. Abu Daud dan Tirmidzi) --- “Pinjaman hendaklah dikembalikan dan orang yang menanggung hendaklah membayar.”  Ijma’ para ulama : BOLEH dlm mu’amalah


RUKUN DHAMAAN

 Orang yg menjamin --- Cakap  Orang yg berpiutang --- Orang yg   

menerima jaminan diketahui oleh si penjamin Orang yg berhutang Obyek jaminan hutang --- berupa uang, barang / materiil Sighah --- pernyataan yg diucapkan si penjamin


Dhamaan