Issuu on Google+

Terbit 8 hal Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Sekda Seluma Divonis Dua Tahun Penjara

Mulkan Tajudin

BENGKULU (METRO) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Mulkan Tajudin, divonis dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider lima bulan penjara dalam kasus korupsi pengadaan pakaian dinas, Selasa. Sidang putusan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Bengkulu itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Mimi Haryani. Putusan hakim Pengadilan Ti n d a k P i d a na Ko r u p s i Bengkulu itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 1,5 tahun penjara. Selain Mulkan, Hakim juga menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa lainnya yakni Faisal Bustaman selaku

ketua panita lelang dan Abdul Wahid selaku PPTK selama 1,5 tahun penjara denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Putusan ini sama dengan tuntutan JPU. Menurut hakim, Mulkan dan kedua rekannya terbukti menyalahi aturan sehingga proyek dengan nilai Rp2,3 miliar itu merugikan negara sebesar Rp750 juta. "Proyek ini tidak sesuai dengan jumlah PNS yang hanya 3.702 orang, sementara jumlah pengadaan untuk 5.000 PNS sehingga terindikasi penggelembungan dana," katanya. "Selain itu dalam prosedur pelelangan juga terjadi penyimpangan karena dilakukan dengan p e nu n ju ka n la ng su ng, " katanya. Setelah membacakan putusan tersebut, hakim mempersilahkan ketiga terpidana melakukan banding setelah tujuh hari ke depan.

Harga Rp 2500/eks, Luar Kota + Ongkos Kirim

UT Hibahkan Rp20 M Untuk Studi Guru

Baca Sekda Seluma Hal 7

Seleksi Administrasi KPU Mukomuko Luluskan 38 Calon

MUKOMUKO (METRO) Setelah melalui proses seleksi administrasi terhdap 54 orang pendaftar sebagai calon anggota KPU Kabupaten Mukomuko, Tim Seleksi (Timsel) KP U Mukomuko, Selasa (23/04) mengumumkan sebanyak 38 orang yang dinyatakan lulus pada seleksi administrasi saat ini, dan 16 orang sisanya dinyatakan tidak lulus. Sekretaris Timsel KP U Mukomuko, Ampera SE, mengatakan, masa pendaftaran sempat molor, semula mulai 11-15 April 2013, sesuai pengumuman Timsel nomor 07/TIMSELKPU/IV/MM/2013 tanggal 14 April 2013 diundur menjadi 11-19 April 2013. Namun walau demikian, kata dia, tetap tidak mengganggu jadwal proses seleksi yang telah ditentukan. Ampera menambahkan, pendaftaran ditutup pada 19 April 2013 jam 17.00 Wib. Dengan penambahan waktu pendaftaran tersebut, kata dia, perserta yang mendaftar dan mengambilan Formulir bertambah menjadi 88 Orang. Namun dan yang

m e n g e m b a l i k a n b e rk a s pendaftaran hanya 54 orang dengan rincian, sebanyak 42 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. “ D a r i s e g i p ro s e n t a s e memang cukup baik, yaitu 61 % lebih dari peminat yang mengambil formulir, apa lagi kalau di bandingkan dengan peminat menjadi Anggota KPU pada 4 tahun lalu, yang hanya 30 orang," kata Ampera saat dijumpai di kantor tim seleksi anggota KPU Mukomuko belum lama ini. Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah itu yang peduli akan kenetralan dan bersihnya proses seleksi anggota KPU Mukomuko periode ini, mengaharapkan timsel dapat bekerja netral anpa terpengaruh dengan pihak lain. "Kita ikut mengawqasi proses ini, kita ingin anggota KPU Mu k o m u k o p e r i o d e i n i benar-benar netral," kata Direktur Ekskutif L S M GARDA, Dodi. Ia membenarkan bahwa m a s y a ra k a t Mu k o m u k o mengingnkan keberadaan Timsel ini benar-benar transparan dan bersih dari kecurangan. Karena, hasil kerja dari timsel ini lah yang akan menentukan kualiltas kepemimpinan di daerah ini pada tahun-tahun mendatang. Baca Seleksi Hal 7

JAKARTA (METRO) - Ini kabar mengembirakan bagi guru yang bertugas di daerash terdepan, terluar dan tertinggal. Pasalnya, pada tahun ini Universitas Terbuka (UT) menghibahkan dana sebesar Rp20 M sebagai beasiswa bagi guru tersebut dalam bentuk beasiswa. Fasilitas ini juga diperuntukkan bagi tenaga pengajar TKI yang bertugas di Korea, Singapura dan Hongkong. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M, Nuh mengatakan, Rp20 Miliar harus dipakai untuk memberikan layanan pada guruguru yang ada di daerah terdepan,

terluar, tertinggal. "ini adalah upaya untuk mendorong guru untuk segera mencapai kualifikasi pendidikan jenjang S1 atau D4," ujar M. Nuh. Mengenai bantuan bagi pengajar TKI di luar negeri, menurutnya untuk mewadahi tingginya minat melanjutkan pendidikan. Terutama di Korea, Singapura dan Hongkong yang ternyata UT memiliki banyak mahasiswa.M.Nuh juga menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak menjadikan universitas terbuka sebagai pilihan alternatif. Ia melihat selama ini, orang menjadikan UT

sebagai alternatif paling akhir jika sudah tidak menemukan universitas lainnya. "UT tidak boleh menjadi pilihan alternatif. Harus terus menerus meningkatkan materi dan metodologi pembelajarannya," ujarnya. Di kesempatan yang sama, R e k t o r U T, T i a n B e l a w a t i menjelaskan sekitar 78% dari 493.000 mahasiswa UT berstatus guru yang belum menamatkan S1. Dengan beasiswa ini, siswa dapat menghemat biaya kuliah sekitar 4,8

Maraknya Kasus Asusila Membuat Gubernur Bengkulu Geram prihatin dengan

BENGKULU (METRO) Maraknya kasus asusila yang terjadi di sejumlah daerah di Provisi Bengkulu belakangkan ini membuat geram Gubernur Junaidi Hamsyah. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Bengkulu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar rapat untuk membahas maraknya kasus ini. S e b a b, s e b a g i a n b e s a r pelaku dan korban dari kasus asusila tersebut adalah pelajar dan anak muda sebagai penerus bangsa. Karena itu, kasus trsebut harus segera diatasi dengan melibatkan semua pihak di daerah ini. Gubernur Bengkulu Junaidi mengatakan, dirinya sangat

kondisi tersebut, karena jika masalah asusila ini tidak segera diatasi akan berdampak terhadap masa depan generasi muda Bengkulu ke depan. Ia berharap seluruh jajaran FKPD, bupati dan wali kota di Bengkulu agar dapat melakukan sosialisasi kepada pelajar agar tidak terjerumus dan terjebak pada perbuaran yang melanggar normanorma agama. Untuk itu, dia mengimbau agar para pelajar melakukan

pengajian rutin di musholah yang ada sekolah masingmasing. Dengan Baca Maraknya Hal 7

juta rupiah pertahunnya. "Dana ini mensubsidi kegiatan operasional tutorial baik untuk tatap muka maupun online," jelas Tian. Dana sebesar Rp20 miliar ini dijanjikan akan cair di hari Rabu (24/4/2013) oleh pihak kementerian keuangan. Pihak UT akan segera mensosialisasikan pada guru pedalaman. Ada juga dalam data basenya kami, guru yang tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan dana. Ini akan kita coba sapa lagi," pungkas Tian. (pol)

Proyek Transmigrasi di Kaur Terkendala Lahan KAUR (METRO) - Proyek Transmigrasi di Muara Sambat, Kabupaten Kaur yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2013 ini, namun kini masih terkendalah masalah lahan. S ebab, masih ba nyak pemilik lahan yang belum mau menyerahkan l a ha n nya u nt u k pembangunan lokasi transmigrasi tersebut, walau sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi. Sekretaris Dinas T r a n s m i g r a s i K a u r, I r. Jarkoni, mengatakan hal itu saat dijumpai Metro Bengkulu di kantornya belum lama ini. Menur utnya, program t ra n s m i g ra s i d i Mu a ra Sambat menurut rencana

untuk 200 Kepala Keluarga (KK) transmigrans, terdiri dari 100 KK transmigran lokal dan 100 KK lagi merupakan trans asal Pulau Jawa, dan kontraktor pelaksananya sudah ada, yakni PT Syukri Balak. "Sebenarnya pihak kontraktor sudah siap untuk memulai kegiatan di lapangan. Tapi belum bisa dilaksanakan karena masih ada persoalan lahan, mudah-mudahan dalam bulan ini mereka sudah bisa memulai pekerjaan," katanya sambil mengaku bahwa sebelumnya sudah dilakukan sosialisai kepada masyarakat. Sedangkan dari pihak kontraktor pelaksana, PT Syukri Balak, melalui salah Baca Project Hal 7


Halaman 2

Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Stok BBM di Bengkulu Cukup Tapi Masih Antrean B E N G KU L U ( M E T R O ) Persedian bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu c u ku p u n t u k m e m e n u h i kebutuhan masyarakat di daerah ini meski antrean pembelian BBM di SPBU masih berlangsung. "Antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Bengkulu bukan karena stok tidak ada, tapi pendistribusian BBM da r i D e p o Pe r t a m i na ke SPBU yang kurang lancar karena mobil tangki kurang," kata Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni seperti dikutif dari antara, Rabu (24/4). Ia mengatakan, untuk mengantisipasi antrean, Pertamina akan memasok BBM ke SPBU pada pagi hari. Distribusi BBM yang dimulai pagi hari sudah dilakukan sejak Senin (22/4) sehingga antrean panjang untuk mendapatkan BBM jenis solar di SPBU tidak berlangsung lama, seperti yang terjadi sekarang. "Solusi ini kami putuskan setelah rapat dengan manajemen Pertamina Bengkulu di Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi," ujarnya. Dijelaskan, penyebab

antrean di sejumlah SPBU bukan karena terbatasnya stok BBM, tetapi lambannya

distribusi pasokan ke sejumlah SPBU. Lambannya pasokan karena Pertamina kekurangan mobil tangki untuk mengangkut BBM. Sedangkan stok BBM tidak kurang," ujarnya. Isme d mengklaim s ejak Senin sore antrean di sejumlah SPBU tidak lagi terjadi, dan seterusnya diharapkan demikian. "Stok BBM kita cukup, tidak terjadi kelangkaan, itu yang penting. Bila pasokan lancar sejak pagi, antrean tidak akan terjadi lagi," ujarnya. Ke p a l a W i r a P e n j u a l a n Pertamina Bengkulu, Misbah Buchori sebelumnya mengatakan persediaan

BBM jenis solar bersubsidi di Provinsi Bengkulu akan habis pada Oktober 2013, karena ribuan kendaraan perusahaan pertambangan batubara dan perusahaan perkebunan di daerah ini tetap membeli solar subsidi. Pa d a h a l , j e l a s jelas mereka dilarang membeli BBM bersubsidi, tapi kenyataan di lapangan Pemprov Bengkulu tidak tegas dan tetap mengizinkan truk angkutan batubara membeli solar subsidi. Akibatnya, antrean truk untuk membeli solar bersubsidi di seluruh SPBU di Bengkulu masih terus terjadi. Semestinya, jika Pemprov Bengkulu tegas maka masalah ini sudah dapat diatasi. Akibat Pemprov Bengkulu pelan pelin dalam memberlakukan Per men E SDM No 1 Tahun 2013, maka masyarakat kecil dan kendaraan angkutan umum yang menjadi korban dari kebijakan tersebut. "Mobil angkutan umum dan nelayan

kecil yang menjadi imbas dari ketidaktegasan dari Pemprov Bengkulu tersebut," ujarnya. Dari pantuan Metro di lapangan, Rabu (24/4), antrean kendaraan truk dan mobil pribadi untuk mengisi solar subsidi di seluruh SPBU yang ada di Kota Bengkulu masih terjadi meski Kepala Bi ro E k o n o m i , P e m p rov Bengkulu mengklain tidak ada antrean lagi. " Siapa b i la ng t i da k a da antrean lagi membeli solar subsidi di S P BU di Kota Bengkulu. Kalau tidak turun ke lapangan jangan asbun mengatakan tidak ada antrean. Jadi pejabat jangan suka asbun," kata seorang warga Bengkulu. Ia mengatakan, untuk mendapatkan solar subsidi di B engkulu s emakin sulit, karena harus ikut malam antre dan besok pagi baru mendapatkan BBM tersebut. "Kalau Pertamina mengatakan keterbatasan stok solar di SPBU karena terbatas armada angkutan ke SPBU hanya alasan klise saja. Pertamina perusahaan besar mana mungkin bisa kekurangan armada pengangkut BBM, " ujarnya.(rga)

25 Caleg Demokrat Mengundurkan Diri BENGKULU (METRO) Sebanyak 25 dari 35 orang bakal calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD Kota Bengkulu dari Partai Demokrat, mengundurkan diri dari pencalonannya di Komisi Pemilihan Umum. Na m u n , a l a s a n m e re k a mengundurkan diri belum diketahui secara pasti. "Surat pengunduran diri dari 25 orang baleg DPRD Kota Bengkulu dari Partai Demokrat, sudah kami sampaikan ke KPU,"kata Ketua Pengurus Anak C a b a n g ( PA C ) Pa r t a i Demokrat Ratu Agung, Rustam Hamzah,usai menyerahkan surat pengunduran diri ke KPU, seperti dikutif dari antara Rabu (24/4). Rustam merupakan salah seorang dari 25 bakal caleg dari Partai Demokrat yang mu n d u r te rs ebu t, t i da k menjelaskan secara pasti alasan mereka pengunduran diri mencaleg dari Demokrat. Namun, menurut Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon, keputusan 25 orang bakal caleg tersebut, sebagai bentuk protes dari perubahan nomor urut bakal caleg. "Saat saya masih menduduki kursi Ketua DPC memang sudah ada nomor urut untuk caleg, tapi setelah

berganti ke pengurus yang baru terjadi perubahan, mereka tidak terima," kata Edison di Sekretariat KPU Kota Bengkulu. Meski surat pengunduran diri yang ditandatangani 25 caleg Demokrat tersebut, sudah masuk ke KPU Kota Bengkulu,Edison mengatakan nama-nama mereka tetap masuk dalam daftar caleg Demokrat. Menurutnya, persoalan tersebut masih dapat diselesaikan di internal p a r t a i d e n g a n memanfaatkan masa verifikasi dari KPU. Sementara Pelaksana Ketua KPU Kota Bengkulu, Sri Martini mengatakan, surat pengunduran diri 25 orang dari 35 caleg Demokrat itu,tidak mempengaruhi proses pemberkasan. "KPU tidak menerima surat atas nama pribadi, karena mereka didaftarkan oleh pengurus partai, jadi segala s e s u a t u u r u s a n berhubungan dengan pengurus partai," ujarnya. Ia mengatakan semua caleg Demokrat itu tetap terdaftar di KPU dan masa verifikasi diharapkan persoalan itu tuntas di internal partai. "Jika ada kekurangan persyaratan setelah verifikasi, KPU akan menyurati partai politik dan parpol punya waktu untuk perbaikan," ujarnya.(rga)

12 Parpol di Bengkulu Serahkan Daftar Caleg BENGKULU (METRO) Sebanyak 12 partai politik peserta pemilu legislatif 2014, telah menyerahkan daftar calon legislatifnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu. Anggota KPU Provisi Bengkulu, Aris Munandar, seperti dikutif dari Antara di Bengkulu, Rabu (24/4) mengatakan, pada Senin (22/1) sebanyak 7 parpol menyerahkan berkas caleg ke KPU setempat. Dengan demikian, seluruh parpol peserta pemilu 2014 di Bengkulu, telah menyerahkan daftar caleg kepada KPU setempat. Ia mengatakan parpol pertama yang mendaftarkan bakal calon anggota legislatif yakni PKS, dilanjutkan PKPI dan Hanura. Selanjutnya pada Senin (22/4) sembilan parpol menyerahkan daftar caleg yakni PAN, PPP, PKB, G o l k a r, G e r i n d r a , P a r t a i Demokrat, Nasional Demokrat, PDI Perjuangan dan Partai Bulan Bintang. Sedangkan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebanyak 23 orang telah

mendaftar dan menyerahkan berkas dukungan KTP sesuai persyaratan minimal dari KPU. Aris mengatakan, untuk partai politik, KPU akan melakukan verifikasi kelengkapan administrasi calon pada 24-30 April 2013. Selanjutnya tahapan perbaikan pada 1-7 Mei, dan verifikasi perbaikan 8-14 Mei 2013, penyusunan dan penetapan DCS anggota DPR dan DPRD provinsi/kabupaten/kota dijadwalkan 12-25 Juni 2013. Dijelaskan, pengumuman DCS anggota DPR dan DPRD 26-30 Juni 2013, kemudian menunggu masukan dan tanggapan masyarakat pada 1-10 Juli 2013, sampai tahapan klarifikasi 11-17 Juli 2013. Penyusunan dan penetapan DCT 30 Juli hingga 3 Agustus, dan pengumuman DCT anggota DPR dan DPRD 4 Agustus 2013 Untuk calon anggota DPD, bakal calon yang bersangkutan mendaftarkan dirinya di KPU provinsi, disertai dokumen syarat dukungan yakni sebanyak 2.000 orang yang

tersebar di 50 persen kabupaten/kota. Untuk calon DPD, katanya s etelah penyerahan berkas dukungan, KPU akan memverifikasi kelengkapan administrasi dan mengambil sampel acak. " Untuk calon anggota DPD, verifikasi faktual terhadap persyaratan dukungan dijadwalkan 30 Mei-12 Juni 2013," ujarnya. Ia menambahkan, khusus bagi calon anggota DPD, satu dukungan KTP yang tidak sah, harus diganti dengan 50 KTP. Penyusunan dan penetapan daftar calon sementara (DCS) anggota DPD dijadwalkan 28-30 Juni 2013. Pengumuman DCS anggotaDPD RI dijadwalkan 1-3 Juli 2013, selanjutnya menunggu masukan dan tanggapan masyarakat pada 4-13 Juli 2013, hingga tahapan k l a r i f i k a s i 1 4 - 2 3 Ju l i 2 0 1 3 . Sedangkan penyusunan dan penetapan daftar calon tetap (DCT) 24-26 Juli, dan pengumuman DCT anggota DPD

Penerbit : PT Rajawali Putra Bengkulu Tulen Pemimpin Umum/Pen. Jawab :Tomi Jailani Pemimpin Redaksi/Pemp. Perusahaan :M. Sholeh Chalik Redaktur Pelaksana :Usmin, Tim IT :Endang Kusnadi, Sekretaris Redaksi :Eny S Rini , Wartawan/Staf Redaksi :Juliyanti, Baktiar ,Biro Daerah :Mukomuko : Drs. Tusri Yulius. A (Ka. Biro), Mahyudin, Sirim, Rejang Lebong : Yurnal , Mulyadi, Ishak , Kepahiang : T.Muhtadun, Kurniadi, Bengkulu Utara : Rozi, Bengkulu Selatan : Desmiati, Yandahri, Kaur : Lukman, Jhon, Bengkulu Tengah : Yulisman ,Bagian Iklan dan Sirkulasi :Hermawan Kinal, Aryanti, Wilmi Gustina, Keuangan :Lidia Listanti, Litbang :Rolansyah, Percetakan :PT Rajawali Putra Bengkulu Tulen ( Isi Diluar Tanggung jawab Percetakan)


Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Polres Tindak Tegas Warga Parkir Kendaraan Sembarangan BENGKULU (METRO)Penertiban kendaraan yang dilakukan Satlantas Polres Bengkulu, sejak sepekan lalu hanya berdampak sementara saja. Hal ini terbukti pada Senin(22/4) para pengguna kendaraan tersebut kembali memparkir kendaraanya di s epanjang Jalan Basuki Rahmat. Padahal, di jalan tersebut telah di pasang ramburambu yang bertuliskan dilarang parkir di sepanjang jalan tersebut. Namun, para pemilik kendaraan tidak mempedulikan imbauan dan peringatan dari Polres setempat. Meski demikian, Polres Bengkulu terus melakukan penertipan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di jalan -jalan utama dalam kota Bengkulu. Sebab, jika kendaraan tetap parkir di sembarang di jalan utama akan membuat kemacetan lalu lintas, seperti yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat. Untuk mengatasi masalah ini, pihak Polres Bengkulu akan bertindak tegas kepada masyarakat yang masih

melakukaqn parkir kendaraan di sembarang tempat, termasuk di Jalan Basuki Rahmat. "Jika perlu ban kendaraan kita kunci, sehingga mereka tidab bisa berjalan. Sikap tegas ini untuk memberikan efek jerah kepada masyarakat yang parkir kendaraanya di sembarang tempat," kata Kasat Lantas Polres Bengkulu, AKP Bayu Catur, di Bengkulu, Senin. Sebab, selama ini belum ada tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar rambu-rambu parkir, tapi ke depannya Satlantas Polres Bengkulu, akan bekerjasama dengan Dishub Kota akan melakukan tindakan penguncian roda kendaraan dan selanjutnya ditilang dari pihak Lantas. Alat untuk mengunci kendaraan yang parkir di sembarang tempat, akan didatangkan dari Jakarta. "Kita harapkan penertiban ini segera dilaksanakan di Bengkulu, sehingga masyarakat tidak lagi sembarang dalam memarkirkan kendaraanya di daerah ini," ujarnya.(btr)

34 Pekerja Ikuti Penyuluhan Calon Ahli K3 BENGKULU (METRO) Sebanyak 34 pekerja dari perwakilan berbagai perusahaan di Bengkulu, mengikuti penyuluhan calon ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tahun 2013, yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bengkulu, Husni Hasanudin dalam sambutan tertulisnya yang d i b a c a k a n Fa u z i k e t i k a membuka kegiatan penyuluhan calon ahli K3 di Dwinka Hotel, Selasa (23/4) mengatakan, calon ahli K3 merupakan perpanjangan tangan daro pegawai pengawas untuk membantu pimpinan perusahaan dalam menerapkan prosedur K3 di tempat kerja. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan produksi dan produktifitas p e r u s a haa n ya ng d ap at mendukung pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemer intah bertekad mendorong para pengusaha melaksanakan program K3 dan menjadikan K3 sebagai budaya masyarakat dan naluri para pekerja. Dijelaksan, ahli K3 dapat membantu pimpinan perusahaan agar program K3 dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan pemerintah melalui wadah panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3). Hal tersebut, jika dicermati

sejalan dengan prinsip dasar K3, yakni mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja, termasuk peledakan kebakaran dan penyakit akibat kerja. Penerapan prosedur K3 harus diimbangi dengan penerapan bimbingan dan penyuluhan sistem manejemen K3 pada perusahaan bersangkutan. "Kami berharap para peserta dapat mengikuti penyuluhan K3 ini dengan serius karena ini adalah merupakan pembinaan awal," ujarnya. Sebab, jika para peserta d i nyat a ka n l u l u s, ma ka berhak mengikuti evaluasi tahap akhir setelah dinyatakan lulus baru diangkat menjadi ahli K3. "Jadi, harus serius dalam mengikuti kegiatan tersebut," ujarnya. S ementara itu, Panitia kegiatan penyuluhan Ahli K3, Disnakertran Bengkulu, Efran mengatakan, awalnya pihaknya mengundang sekitar belasan orang untuk mengikuti penyluuhan tersebut, tapi ternyata peminatnya tinggi mencapai 34 orang. Kegiatan penyuluhan Ahli K3 akan berlangsung selama dua hari, tapi jika mereka lulus dalam kegiatan bisa mengikuti penyuluhan selama 80 jam di Jakarta. "Kita berharap para peserta dapat mengikuti penyuluhan ahli K3 ini dengan baik, sehingga seluruh peserta dapat berhasil dengan baik," ujarnya.(rga)

Halaman 3

Pengamen dan Pengemis Mengusik Pengunjung Pantai Panjang BENGKULU (METRO) Kehadiran pengamen dan pengemis di objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, belakangan ini mulai mengusik ketenangan para pengunjung. "Saya sekarang kurang nyaman lagi bersantai bersama keluarga di objek wisata alam Pantai Panjang, Kota Bengkulu, karena banyak pengemis dan pengamen berkeliaran di daerah itu," kata Ahmad (25),salah seorang pengunjung kepada Metro, Senin (22/4). Selain itu, arus lalu lintas kendaraan yang melewati kawasan pantai panjang sering tidak beraturan. Akibatnya, terjadi kemacetan, terutama pada hari-hari libur tertentu. "Macet, pengamen dan pengemis harus ditertibkan pihak terkati, sehingga orang tetap ramai datang ke tempat ini," ujarnya. Ia mengatakan, seharusnya tempat wisata yang ada di Bengkulu, termasuk kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu harus bebas dari para pengamen dan pengemis. Sebab, tujuan masyarakat datang ke lokasi objek wisata untuk bersantai guna menghilangkan rasa

penat, suntuk dan galau. Namun, harapan untuk bersantai di tempat ini tidak bisa karena terusik dengan kehadiran para pengamen dan pengemis yang beroperasi di daerah tersebut. Para pengamen secara bergantian mendatangi pengunjung dengan tujuan menghibur, tapi sebaliknya meresahkan masyarakat.

Aktivis Lingkungan Bersihkan Pantai Jakat Bengkulu BENGKULU (METRO) Sebanyak 150 orang aktivis lingkungan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di Bengkulu, Senin (22/4) menggelar aksi membersihkan Pantai Jakat di Kelurahan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Bumi tahun 2013 di daerah ini. Koordinator aksi, Edi Sanjaya dari Universitas Dehasen Kota Bengkulu, mengatakan aksi tersebut melibatkan pemuda/pemudi di sekitar kelurahan tersebut. "Kami mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam aksi hari ini, karena Pantai Jakat termasuk salah satu spot yang paling kotor, penuh sampah," katanya kepada Antara di selasela aksinya. Sebelum membersihkan kawasan pantai yang penuh sampah plastik dan potonganpotongan kayu, para peserta menggelar orasi dan pembacaan puisi di Simpang Lima, pusat Kota Bengkulu. Dalam pernyataan sikap, para a kt i v i s d a n ma ha s i s w a meminta pemerintah mengontrol pembuangan limbah, ter utama yang mengakibatkan sungai tercemar.

" Ka m i j u g a m e n d e s a k pemerintah agar mengkaji ulang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan menindak tegas izin perusahaan-perusahaan perusak lingkungan," kata aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu, Sony Taurus. Setelah menggelar aksi simpatik di Simpang Lima, para a kt i v i s d a n ma ha s i s w a menggelar "long march" ke Pantai Jakat. Sesampainya di pantai, peserta dibagi menjadi dua kelompok dan mulai mengumpulkan dan membakar sampah-sampah plastik. Edi mengatakan aksi serupa akan dilaksanakan berkelanjutan bekerjasama dengan masyarakat sekitar pantai ters ebut. " Kami b e re n ca na m e n ja d i k a n kegiatan ini rutin, minimal sekali dalam dua bulan hingga kesadaran masyarakat untuk membersihkan lingkungan mereka tumbuh," ujarnya. Apalagi, kawasan Pantai Jakat merupakan salah satu objek wisata dan dapat dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan warga setempat.(rga)

Video "Harlem Shake" Karya Pemuda Curup Diprotes BENGKULU (METRO) Pemuda Muhamadiyah Kota Bengkulu, memprotes video goyang "Harlem Sake" yang dilakukan dan direkam para pemuda di lapangan Setia Negara, Curup Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu karena dinilai melecehkan agama Islam. "Ada beberapa gerakan dalam goyang Harlem Shake itu, yang menirukan gerakan salat dan itu termasuk penistaan agama," kata Sekjen Pemuda Muhammadiyah Kota B e n g k u l u , Ta h j u d i n d i Bengkulu, seperti dikutif dari antara, Rabu (24/4). Ti n d a k a n s e k e l o m p o k pemuda di Curup itu, kata Tahjudin, harus diusut pihak kepolisian karena meresahkan umat Islam. "Perilaku mereka sangat memprihatinkan dan melukai perasaan umat Islam," ujarnya. Ia mengatakan, dalam video yang diunggah ke media "youtube" itu sangat jelas, pelaku menirukan gerakan shalat di tempat yang tidak semestinya dan tidak memakai baju. Dengan goyang harlem yang diiringi musik "Let's Get It" dalam video itu menurutnya merupakan bentuk pelecehan

gerakan shalat. Tahjudin mengatakan akan melaporkan tindakan para pemuda di CUrup itu ke polisi sehingga tidak terulang kejadian serupa. "Sangat miris, penistaan terhadap agama akhir-akhir ini sangat marak dilakukan kalangan muda, ini harus menjadi perhatian pemerintah," katanya. Kasuskasus seperti ini mengindikasikan pendidikan dan penghayatan nilai-nilai agama semakin jauh dari kalangan anak muda. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, yang juga Ke t u a D e w a n P e m b i n a Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa, Herliardo, mengharapkan agar pihak berwajib segera mengusut dugaan penistaan agama tersebut."Kasus ini harus segera direspon pihak berwajib sebelum menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya. Ia mengatakan, agar pelaku d i h u ku m b e ra t d e n g a n Undang-undang nomor 5 tahun 1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama sehingga memberikan efek jera dan tidak terulang lagi. Sementara proses

pengusutan dilakukan, ia mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi dengan video tersebut meski video yang dilakoni sekelompok pemuda Curup itu sangat tidak pantas, apalagi diserbarluaskan ke media "youtube". Video berdurasi 1,26 menit itu d i u n g ga h o l e h s e o ra n g bernama Noberlin Topan pada 23 Maret 2013 dengan judul "Harlem Shake" lesehan SN C u r u p. S N m e r u p a k a n singkatan dari Setia Negara, nama lapangan di Kota Curup. Dalam postingannya, Noberlin menuliskan pesan bahwa video itu "just for fun" alias hanya senang-senang. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pria melakukan joget harlem shake yang merupakan goyangan yang tren dari Harlem, Amerika Serikat. Mereka melakukan goyang tanpa mengenakan busana di Lapangan Setia Negara Curup. Namun, salah seorang peser ta memperagakan gerakan salat. Pe mu da i tu m e la ku ka n gerakan takbir dengan mengangkat kedua tangannya, lalu dilanjutkan dengan ruku lalu dilanjutkan dengan sujud tanpa busana.(rga)

"Seharusnya hal seperti ini segera ditertibkan Pemkot Bengkulu, sehingga ke depan tidak ada lagi pengemis dan pengamen yang berkeliaran di kawasan objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Sebab, jika hal ini terus dibiarkan dan tidak ada inisiatif untuk menertibkan pengunjung akan malas datang ke tempat ini," kata pengunjung

lainnya. Sebab, di beberapa tempat objek wisata yang pernah saya kunjungi jawang ditemukan pengemis dan pengamen. Pasalnya, pengeman biasanya berada di restoran dan rumah makan. Sedangkan pengemis berada di jalan -jalan utama bukan di lokasi objek wisata, seperti yang terjadi di pantai panjang Bengkulu.(btr)

Penyaluran Raskin di Bengkulu Mencapai 1.500 Ton [BENGKULU] Penyaluran beras miskin (raskin) kepada masyarakat kurang mampu di Bengkulu, sampai April 2013 sudah mencapai 1.500 ton dari sasaran sebanyak 18.023 ton. "Sampai April ini, kita sudah menyalurkan raskin kepada masyarakat Bengkulu sebanyak 1.500 ton. Raskin sebanyak ini disalurkan kepada sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu," kata Humas Bulog Bengkulu, Hariswan, di Bengkulu,Rabu (25/4). Ia mengatakan, raskin sebanyak itu, disalurkan kepada warga miskin di Kabuten Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Lebong dan beberapa kabupaten lainnya kecuali Kabupaten Mukomuko. Soalnya, Kabupaten Mu k o mu k o, s u d a h t i ga tahun ini menolak jatah raskin dengan alasan masyarakat setempat meski miskin masih bisa membeli beras sesuai kebutuhan.

"Jadi, penerima raskin di Bengkulu hanya delapan kabupaten dan satu kota. Sedangkan jumlah penerima raskin di daerah ini tercatat sebanyak 121.574 rumah tangga sasaran (RTS)," ujarnya. Penerima raskin sebanyak 121.574 RTS itu, jika dibanding tahun 2012, terjadi penurunan sekitar 36 persen. Penurunan penerima raskin di Bengkulu terjadi karena dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, jumlah masyarakat miksin di daerah ini mengalami penurunan. Dengan demikian, pemerintah pusat mengurangi jumlah penerima raskin di Bengkulu pada 2013 mencapai 36 persen dari tahun 2012. "Bagi kita tidak ada masalah dikurangi atau ditambah karena tugas Bulog hanya m e nya l u rk a n ra s k i n ke masyarakat," ujarnya. Meksi jatah pener ima raksin di Bengkulu

b erkurang s ebanyak 36 persen dari 124.572 pada 2012, tapi jatah raskin yang diterima masyarakat kurang mampu tetap sebanyak 15 kg/bulan dengan harga tembus Rp 1.600 per kg. "Jadi, jatah raskin yang diterima masyarakat Bengkulu tetap sama dengan tahun 2012. Demikian pula harga tebusnya juga sama Rp 1.600/kg. Yang berkurang itu hanya jumlah penerima raskin saja di daerah ini," ujarnya. Terkait rencana pemerintah akan menambah jatah raskin kepada setiap RTS, menyusul rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat, Hariswan mengatakan, belum mendapat informasi tersebut dari Bulog pusat. "Yang jelas, kalau memang benar informasi itu, kita siap melaksanakan di Bengkulu. Sepanjang ada instruksi dari pusat kami di daerah siap melaksanakanya di lapangan," ujarnya.(rga)

2.400 Ha Hutan Lindung di Bengkulu Direhabilitasi BENGKULU (METRO) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, pada 2013 telah memprogramkan akan m e l a ku k a n re h a b i l i t a s i hutan lindung kritis seluas 2.400 hektare. Hutan lindung yang akan dihijaukan ini tersebar di sejumlah kabupaten di Bengkulu. Kepala BKSDA Bengkulu melalui Agung, di Bengkulu, Kamis (17/4) mengatakan, kegiatan rehabilitasi hutan lindung atau hutan luar kawasan ini, akan dilaksanakan atas kerja sama antara BKSDA Bengkulu dengan Korem 041 Gamas setempat. Sebab, perbaikan hutan pada 2012 lalu juga

dilaksanakan atas kerja sama BKSDA dan Korem 041 Gamas Bengkulu, dan hasilnya cukup baik, sehingga kerja sama ini tetap kita lanjutkan pada 2013 ini. Hutan lindung yang akan direhabilitasi seluas 2.400 hektare itu, antara lain b e rl o ka si d i Kabu pate n Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Namun, Agung tidak menjelaskan luas hutan lindung akan yang akan diperbaiki di masingmasing kabupaten tersebut. "Yang jelas, target kita pada 2013, akan merehabilitasi seluas 2.400 hektare hutan lindung kritis di tujuh kabupaten di Bengkulu," ujarnya. Sedangkan jenis bibit kayu yang akan ditanam pada proyek rehabilitasi hutan

lndung kritis itu, antara lain bibit kayu bawang lanang, merawan dan bibit kayu pulai. "Bibit tiga jenis kayu tersebut, sudah kita siapkan sehingga tinggal pelaksnaaan saja di lapangan," ujarnya. Pelaksanaan rehabilitasi hutan lindung kritis di B e n g k u l u , a k a n dilaksanakan pada mulai memasuki musim hujan di daerah ini. Dengan demikian, bibit kayu yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga program perbaikan lahan kritis di sejumlah kabupaten di Bengkulu dapat berjalan baik sesuai harapan, katanya. Unt u k m e re a l i s a s i k a n program perbaikan hutan lindung kritis seluas 2.400 hektare itu, dibutuhkan sebanyak 960.000 batang bibit dengan asumsi kebutuhan sebanyak 400

batang per hektare. "Bibit kayu sebanyak ini, akan disiapkan oleh Balai Pengelolaan Dearah Aliran Sungai (BPDAS) Bengkulu. Tugas BKS DA hanya menetapkan lokasi hutan lindung yang akan ditanami bibit kayu. Sedangkan bibit disiapkan BPDAS setempat," ujarnya. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Risman Sipayung membenarkan pada 2013, ada seluas 2.400 hektare hutan lindung yang akan direhabilitasi oleh BKSDA setempat. "Kita sudah menggelar rapat koordinasi dengan BKSDA Bengkulu, untuk membahas rencana pekerjaan rehabilitasi hutan lindung seluas 2.400 hektare itu. Ini dilakukan agar proyek ini dapat dikerjakan sesuai target pada akhir Desember nanti," ujarnya.(rga)


Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Halaman 4

Bupati Ichwan Yunus Mencintai Keindahan

MUKOMUKO (METRO) - Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus ternyata seorang pencinta keindahan, ia mencintai taman dan tanaman bunga. Hal ini terlihat dalam kesehariannya, saat melakukan rutinitasnya berolahraga dengan menggunakan sepeda, ia masih bisa menyempatkan untuk memeriksa vas bunga yang ada di sepanjang jalan Soekarno-Hatta. Vas atau Pot bunga ini sudah tersusun dengan rapi di sepanjang ruas jalan itu, bahkan mulai dari Jalan Patmawati sampai dengan Jalan Soekarno Hatta, Bandar Ratu. Pagi itu, waktu menunjukkan pukul 0 6 . 4 7 W i b, M e t r o B e n g k u l u berkesempatan membidik kamera saat sang bupati tengah membetulkan posisi bunga di dalam sebuah pot. "Bunga yang sudah ditanam di Pot ini sangat perlu untuk digemborkan tanahnya, agar subur. Saya melihat tanahnya mulai padat dan perlu untuk digemburkan agar pertumbuhan bunganya menjadi baik," kata Bupati Ichwan Yunus

saat dijumpai tengah memelihara bunga di pos tersebut.

Namun dengan kondisi ruas jalan di pusat Kota Mukomuko sudah

URUS BUNGA : Selain suka bersepeda di pagi hari, ternyata Bupati Mukomuko Ichwan Yunus juga menyenangi tanaman bunga. Terlihat saat berolahraga pagi dengan menggunakan sepda, Ichwan Yunus juga menyempatkan mengurus bunga yang ada di pot-pot bunga di sepanjang jalan dalam Kota Mukomuko. (Foto:yus)

Menyaksikan bupati turun tangan sendiri memperbaiki tanaman bunga yang ada di pot, sejumlah pejabat daerah itu yang juga tengah melakukan aktifitas olahraga, begegas menghampiri atasnnya tersebut. Padahal pagi itu sang bupati hanya didampingi ajudannya.

tertata rapi dan dihiasi dengan bunga di dalam pot, warga setempat mengkhawatirkan pemerintah akan membuat pembatas di ruas jalan itu. Seperti dikatakan seorang warga Bandar Ratu kepada Metro Bengkulu, hendaknya seusainya pekan daerah nanti, pot bunga tersebut diserahkan kepada waraga

setempat untuk pemeilaharaannya. Selain itu, salah seorang warga setempat, Tusri Yulius, mengatakan, sebagai warga Bandar Ratu yang juga pelaku ekonomi, menghimbau hendaknya setelah selesai Pekan daerah nanti, Pemda tidak mengganti Pot-pot bunga tersebut dengan Pembatas jalan seperti tembok pemisah jalan. Karena hal ini akan merugikan para pelaku ekonomi, terutama pedagang. Karena, menurut Tusri, dengan adanya Pembatas jalan, para pembeli akan enggan berputar untuk mencari kebutuhannya. Ia mencontohkan seperti di jalan Sudirman Pasar Gedang Mukomuko, sepi. Padahal selama ini menjadi pusat perdagangan di Mukomuko. "Untuk pembatas jalan, kata Tusri, sebaiknya cukup dengan Marka Jalan saja, perlu diingat bahwa jalan mulai dari Koto Jaya sampai dengan Bandar Ratu itu sebenarnya adalah nadi perekonomian Kabupaten Mukomuko," ujarnya. (rim/ ys)

SLPTT BS Dukung PPBN MANNA (METRO) - Dlm rangka mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN)) di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), pada Selasa (23/04) telah dilaksanakan sosialisasi di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Seginim. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir Wika Gatot Subroto mengatakan, untuk mendukung dan mensukseskan program ini,

di lapangan telah dilaksanakan melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Lapangan Terpadu (SLPTT ). Saat dijumpai di kantornya di Manna belum lama ini, Ir Wika Gatot Subroto menambahkan, hingga saat ini luasan SLPTT di daerah itu telah mencapai 7.000 ha untuk padi, Jagung 1.000 ha dan kedelai 500 ha. Dengan melalui SLPTT ini, diharapkan prpogram peningkatan produksi beras nasional di BS akan tercapai sesuai target. (des)

Rumah Makan di Kepahiang Keluhkan Harga Bawang Merah KEPAHIANG (METRO) – Tingginya harga bawang merah akhir-akhir ini membuat sejumlah pengusaha rumah makan di Kabupaten Kepahiang mengeluh. Karena, akibat tingginya harga komoditi ini, mereka harus mengeluarkan modal jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Salah seorang pengusaha rumah makan di Kepahiang, Novi mengaku, sejak hampir dua bulan terakhir, tepatnya sejak kenaikan harga bawang merah, ia harus mengeluarkan modal setiap harinya yang jauh lebih besar dari waktu

sebelumnya.Sebelumnya, kata Novi, untuk membeli 4-5 kg bawang merah setiap harinya, ia cukup mengeluarkan modal Rp80-Rp100 ribu saja. Namun sejak kenaikan harga bawang yang mencapai Rp50-Rp52 ribu per kg sekarang ini, dia terpaksa menambah modal lagi. “Kalau s e b e l u m n y a k a m i c u ku p d e n g a n mengeluarkan modal Rp80 ribu untuk memenuhi kebutuhan bawang merah setiap harinya. Namun kini kami harus menambah modal menjadi Rp200-Rp250 ribu. Sedangkan harga jual menu kami

tetap seperti biasa,” katanya sambil menambahkan harga telur ayam juga sudah mujlai naik.Menurut dia, dalam situasi sekarang tidak mungkin ia menaikkan harga jual, karena akan berdampak besar bagi para konsumen dan akan mempengaruhi tingkat penjualan per harinya. “Kalau kita naikkan harga jual, kami khawatir akan mempengaruhi omset penjualan,” terangnya.Keluhan yang sama juga dirasakan pemilik warung makan di Pasar Atas Curup, Desi. Malah menurut Desi, bukan hanyna harga bawang merah

yang membuat mereka kehilangan hampir s e p a r u h d a r i p e n d a p a t a n sebelumnya. Harga telur ayam ras juga sangat berpengaruh pada pendapatan mereka sehari-hari.Pantauan Metro Bengkulu di Pasar Tradisional Kepahiang dan Pasar Atas Curup, harga telur ayam ras memang juga beranjak naik. Untuk telur berukuran kecil

saja harga per satu karpet berisi 30 butir Rp31 ribu per karpet. Untuk ukuran sedang Rp34 ribu dan untuk telur ukuran besar mencapai Rp36 ribu. (tm)


Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Halaman 5 Harimau Sumatera Terkena Jerkat Menjadi Lumpuh

Bengkulu Selatan Mulai Kembangkan Tanaman Melon MANNA (METRO) Ta n a m a n m e l o n m u l a i dikembangkan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Sebab, tanaman buah-buahan ini sangat cocok dengan ilkim dan kesuburan tanah di daerah tersebut Kepala Badan Pelaksana Pe ny u l u ha n Pe r t a n i a n , Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir Iskandar kepada Metro, di Manna, Rabu (25/4) mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba pengembangan tanaman melon di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Seginim seluas 1,3 hektare atau sebanyak 12 pancang. Ujicoba tanaman melon di Desa Tanjung Agung tersebut, telah menghasilkan dengan tingkat produksi sebanyak 15 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa tanaman melon cocok di kembangkan di Kabupaten Bengkulu Selatan. "Awal kita tidak menyangka kalau tanaman melon yang kita tanam di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Seginim bisa menghasilkan produksi mencapai 15 ton per hektar. Jadi,

tanaman ini jika dikembangkan

sebagian dipasarkan ke

mengherankan buah melon

TANAMAN MELON : Kepala BP4K Bengkulu Selatan, Ir Iskandar sedang memegang buah melon yang siap dipanen. Tanaman ini dikembangkan di di Desa Tanjung Agung Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan sebagai uji coba dan hasil panen cukup bagus mencapai 15 ton per hektare.(Metro/Des)

secara lebih luas lagi diyakini dapat mensejahterakan petani di daerah ini," ujarnya. Dijelaskan, melon hasil panen tanaman ujicoba di Desa Tanjung Agung tersebut,

beberapa wilayah di Bengkulu Selatan, termasuk kota Manna. Namun, jika tanaman ini sudah dikembangkan secara besarbesaran di suluruh Bengkulu Selatan, maka tidak

hasil panen petani di daerah ini dapat dipasarkan ke beberapa kabupaten dan kota di Bengkulu. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan melon asal

Bengkulu Selatan ke depan dapat dipasok ke beberapa kota besar di Sumatera, seperti Pa l e m b a n g , Ja m b i d a n Lampung. Apalagi ke Palembang jaraknya dari Bengkulu Selatan sangat dekat, buah melon dapat dijual di daerah itu. Untuk itu, BP4K Bengkulu Selatantelah memprogramkan akan mengembangkan tanaman melon di seluruh wilayah daerah ini secara bertahap. Alasanya, tanaman melon cocok di kembangkan di Bengkulu Selatan. Buktinya uji coba tanaman ini di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Seginim dapat menghasilkan 15 ton per hektare. Namun, program ini dilakukan secara bertahap karena butuh waktu untuk menjelaskan program ini kepada petani setempat. "Yang jelas, Bengkulu Selatan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi sentra produksi buah melon terbesar di Provinsi Bengkulu. Kami optimistis program ini dapat direalisasikan dengan baik," ujarnya.(des/rga)

BP4K Bengkulu Selatan Kenalkan Tanam Padi Sebiji MANNA (METRO) - Badan pelaksanaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan (BP4K) Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu mulai menerapkan pola tanam padi sebiji kepada para petani di daerah ini. Sebab, pola tanam padi seperti ini dapat meningkatkan produksi hasil panen secara signifikan. "Sekarang kita mulai memperkenalkan cara menyemai bibit padi sebiji kepada para petani di Bengkulu Selatan. Ini dilakukan agar produktivitas hasil panen padi di Bengkulu Selatatan kepada dapat meningkat dari yang sudah dicapai selama ini," kata Kepala BP4K BengkulU Selatan, Iskadar, di Manna, Rabu (25/4). Ia mengatakan, selama ini petani dalam menyemaikan benih padi tidak teratur, sehingga ketika tumbuh dalam satu rumpun bida tiga batang sampai lima batang, tapi sekarang petani kita sarankan dalam menyemaikan benih padi cukup satu biji saja dengan jarak tanam sekitar 45 centimeter (cm). Program ini mulai diterapkan kepada para petani di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan, dan hasilnya cukup bagus. "Kita

akan terus mensosialisasikan program ini kepada petani di Bengkulu Selatan, sehingga petani dapat menerapkannya di lapangan," ujarnya. Sebab, pola tanam benih padi sebiji ini hasil sudah terbukti ketika panen hasil produksinya meningkat dari sebelumnya. Namun, dia tidak menjelaskan besarnya peningkatan hasil panen dengan menanam padi pola sebiji yang dikenal Sri tersebut. "Yang jelas, pola penyemaian benih padi sebiji ini sudah terbukti mampu menaikan produksi hasil panen," ujarnya. Selain itu, BP4K Bengkulu Selatan juga mulai menganjurkan para petani untuk menggunakan pupuk organik dalam memberikan pupuk terhadap tanaman pertaniannya, khususnya tanaman padi. Sebab, tanaman padi yang diberikan pupuk organik dapat meningkatkan produksi hasil panen mencapai 7-8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Produksi ini meningkat jika dibanding menggunakan pupuk urea dan sebagainya. Iskadar mengatakan, banyak keuntungan yang didapat petani jika menggunakan pupuk organik, di antaranya harganya terjangkau, dapat meningkatkan produksi, tidak mengandung zat

kimima dan bisa di produksi sendiri dari jerami padi dan kotoran sapi petani. "Tidak sulit membuat pupuk organik karena bahan bakunya dari jeramih padi dan kotoran hewan. Kalau petani banyak ternak sapi maka kotoran sapi bisa dijadikan bahan baku pupuk organik atau kompos," ujarnya. S elain itu, para petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk ini di Bengkulu, karena jualan ada di mana-mana dan kalau stoknya langka maka petani bisa membuat sendiri. "Jadi, petani tidak akan terhambat untuk memupuk tanaman padinya dengan baik," ujarnya. Selain itu, pupuk organik bisa juga digunakan untuk tanaman sayur-mayur, seperti bayam, kol, kangkung dan jenis tanaman lainnya. Bahkan, di Kota Bengkulu petani sudah mengembangkan tanaman sayur organik. Sebab, peminat sayur organik di Bengkulu cukup tinggi karena tidak mengandung zat kimia. Sebab, pupuk yang digunakan dari kotoran hewan atau pupuk organik. "Tanaman serupa akan kita kembangkan di Bengkulu Selatan, karena tidak membutuhkan pupuk kimia," ujarnya.(des/rga)

Kawasan Hutan Masyarakat di Benteng Masuk Lahan HGU BEN TENG (METRO) - Kawasan hu t a n d a n l a ha n ma s ya ra k at d i K a b u p a t e n B e n g k u l u Te n g a h (Benteng), Provinsi Bengkulu, sebagian besar masuk dalam izin Hak Guna usaha (GHU) perkebunan besar dan pertambangan di daerah itu. Akibatnya masyarakat sangat sulit untuk mencari lahan untuk membuat kebun karet, sawit dan tanaman keras lainnya. "Kita tidak akan menggeluarkan izin HGU untuk perkebunan besar karena lahan sudah tidak ada lagi di Bengkulu Tengah. Lahan yang ada sudah dikuasi pengusaha pemilik HGU," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Durani Usman kepada Metro dan Antara, Rabu (24/4). Dijelaskan, sampai sekarang sekitar 20.000 dari 27.000 hektare kawasan hutan dan lahan masuk dalam izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan besar dan pertambangan batubara, sedangkan untuk kebutuhan masyarakat sudah tidak ada lagi. Izin HGU perkebunan besar dan pertambangan batubara itu, dikeluarkan sebelum Bengkulu Tengah dimekarkan menjadi kabupaten di Bengkulu. Untuk memenuhi kebutuhan lahan bagi masyarakat

setempat, pihaknya mengajukan usulan ke bupati setempat untuk merevisi ulang luas kawasan perkebunan dan pertambangan di daerah itu. Sekarang ada lima perusahaan perkebunan besar swasta yang lahannya mencapai belasan ribu hektare, dan baru 60 persen ditanami kelapa sawit, sedangkan kawasan masuk HGU juga belum seluruhnya dibuka. Sisa lahan yang belum digarap itu, rencananya akan diberikan kepada masyarakat Bengkulu Tengah, yang tidak memiliki lahan garapan, sehingga m e re k a b i s a b e rk e b u n d i l a ha n tersebut. Soalnya, jika tidak ada solusi dari pemkab setempat, maka masyarakat terpaksa menggarap hutan lindung di daerah itu. S e m e n t a r a i t u , Ke p a l a B i d a n g Pe re n c a naa n , D i na s Ke hu t a na n Provinsi Bengkulu, Tahan Simamora mengatakan, sangat mendukung untuk merevisi lahan di wilayah Bengkulu Tengah tersebut. Kawasan hutan dan lahan masuk dalam izin perkebunan dan pertambangan di wilayah itu, tidak seluruhnya bisa dibuka bahkan ada baru dibuka seperempat dari luas HGU yang ada, katanya.(rga)

BENGKULU (METRO) Harimau Sumatera jenis perempuan yang ditangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, di Desa Talang Sebari, Kecamatan Air Periukan, Seluma kini kondisi kedua kakinya dalam keadaan lumpuh. "Harimau yang masuk kerangkeng di Desa Talangsebaris, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, kedua kakinya lumpuh akibat tali jerat yang diduga dipasang warga untuk menangkap binatang langka tersebut," kata Kepala BKSDA Bengkulu, Anggoro Dwi Sudjatmiko seperti dikutif dari Antara, Rabu (25/4). Dijelaskan, kondisi tubuhnya saat ini sangat sehat dan makannya kuat, tapi sayang kedua kaki belakangnya lumpuh, sehingga tidak bisa berdiri tegak. Sebelumnya, kaki bagian belakangnya mengalami luka parah dan setelah diobati sembuh. Namun, sayang setelah lukanya sembuh, kedua kakinya tidak bisa digerakan

alias lumpuh, sehingga hewan ini hanya bisa duduk dan guling. "Kasihan kita usianya masih muda baru tiga tahun, tapi lumpuh sehingga tidak bisa beraktivitas sengan baik," ujarnya. Untuk itu, BKSDA Bengkulu akan merujuk pengobatan hewan langka ini ke rumah sakit khusus satwa di Pulau Jawa karena kaki satwa itu perlu dirontgen. "Kita sudah menyurati Kementerian Kehutanan tentang perlunya perawatan intensif terhadap harimau betina itu," ujarnya. Ha r i m a u b e t i n a y a n g diperkirakan berusia tiga hingga empat tahun itu diberi nama Tesa, yakni singkatan dari Desa Talangsebaris, lokasi penyelematan satwa tersebut. Berdasarkan pantauan, harimau yang dirawat di Kantor BKSDA Bengkulu itu terlihat kurus dengan bagian kaki yang terluka. " Tiap pagi dan sore menghabiskan lima hingga enam kilogram daging ayam atau daging sapi," kata seorang petugas yang sedang memberi makan harimau itu,

Kabupaten Seluma Butuh Penambahan Jaringan Irigasi Baru BENGKULU (METRO)Pe m e r i n t a h Ka b u p a t e n (Pemkab) Seluma, Provinsi Bengkulu, membutuhkan perluasan jaringan irigasi baru untuk menekan alih fungsi sawah menjadi perkebunan sawit di daerah itu. Kepala Dinas Pertanian Peternak dan Perkebunan Kabupaten Seluma Rusman Effendi, seperti dilansir dari Antara, Rabu (25/4) mengatakan, saat ini alih fungsi sawah di wilayah itu masih bisa dikendalikan, meskipun jaringan irigasi belum maksimal, namun hal itu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Sebab, jika dibiarkan maka luas sawah petani yang alih fungsi di daerah ini akan bertambah. Pasalnya, jaringan irigasi Seluma masih banyak yang rusak akibat gempa tahun 2000 dan 2007, dan sampai sekarang sebagian besar belum diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Bengkulu. Akibatnya, banyak sawah p e t a n i d i S e l u ma t i d a k mendapatkan pasokan air secara normal dari irigasi setempat. Hal ini menyebabkan sawah petani tidak dapat digarap dengan baik. "Hal inilah yang menyebabkan petani m e nga l i h k a n s awa h nya menjadi kebun sawit, tapi kalau air lancar mengalir kami jamin petani tidak akan mengalihkan sawah menjadi kebun sawit atau karet," ujarnya. Karena itu, perlu perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi tehnis baru di wilayah Seluma ke depan, sehingga sawah petani yang tidak dibisa

digarap akan ditanami padi kembali oleh petani setempat. Ia mengatakan, di Seluma ada dua bendungan besar, yakni Air Seluma dan Bendungan Air Alas yang dibangun pada tahun 80-an, sedangkan areal lahan sawah mencapai 20.000 hektare lebih. Dari luas lahan tersebut, yang bisa dijadikan sawah irgasi teknis hanya sekitar 60 persen, sedangkan sisanya menjadi lahan tidur dan dijadikan masyarakat kebun sawit. Ke depan pihaknya, mengharapkan rehabilitasi dan perluasn jaringan irigasi teknis karena tidak hanya lahan sawah berpotensi menjadi irigasi teknis juga sawah tadah hujan juga bisa difungsikan dengan baik. Pihaknya sudah mengimabu masyarakat untuk tidak mengalih fungsikan lahan sawah menjadi kebun atau lahan pekarangan yang ditanami dengan tumbuhan tahunan, ujarnya. Menurut Warman, salah seorang petani di Rimbo Ke d u i , la ha n sawa h nya terpaksa dijadikan kebun sawit karena hingga saat ini tidak pernah mandapat air irigasi. Saluran air irigasi lebih rendah dari lahan sehingga sulit terjangkau air, mestinya saluran irigasi itu lebih tinggi menimal sejajar dengan lahan sawah baru bisa difungsikan. "Kami bersedia lahan kebun sawit itu kembali menjadi sawah dengan catatan air irigasi bisa masuk dan harapan itu sudah lama ditunggu-tunggu," ujarnya (rga)

MTS 2 Kepahiang Targetkan Kelulusan 100 Persen KEPAHIANG (METRO) Madrasah Tsanawiyah ( M Ts ) Ne g e r i 2 K e p a h i a n g menargetkan kelulusan 100 persen siswanya pada Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini. "Untuk mencapai target tersebut, kami telah mempersiapkan siswa/siswi kami secara matang, termasuk mengadakan les di sekolah," kata Kepala MTs Negeri 2 Kepahiang, Mulkan. Ketika dijumpai di s e ko la h nya b e l u m lama ini, Mulkan mengatakan, dengan adanya tambahan jam belajar diluar jam sekolah yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UN itu, mudahmudahan tak ada siswa yang tidak siap. Dia yakni, walaupun

sistim UN tahun ini berbeda

Dengan dipelajari secara baik

dengan tahun sebelumnya. Menjawab pertanyaan, lebih jauh dia mengatakan bahwa materi yang diberikan pada saat siswa mengikuti les, lebih banyak diisi dengan membedah soal soal UN yang kemungkinan akan keluar pada saat UN.

soal-soal yang diberikan kepada siswa peserta UN tersebut, diharapkan siswa tidak mengalami kesulitan. Mulkan mengatakan, jumlah siswa MTS 2 Kepahiang , yang akan ikut UN nanti sebanyak 189 orang."Saya optimistis siswa

kami yang ikut UN tahun 2013 ini dapat lulus 100 persen dengan predikat nilai baik," ujarnya meyakinkan. Dia mengakui, walau para siswa sudah diberikan pelajaran tambahan atau les, tapi perlu digenjot lagi belajar di rumah, s e h i ng ga p e r s i ap a n ya ng dilakukan siswa benar-benar baik. Karena pada tahun ini memang dituntut agar para siswa bisa benar-benar jujur saat menghadapi UN. Karena itu, kepada para orang tua siswa diharapkan bisa membantu membimbing dan memberikan perhatian khusus bagi anak-anaknya yang tengah menghadapi UN. Dia juga menambahkan bahwa sebelum pelaksanaan UN, semua kepala sekolah di Kabupaten Kepahiang mengikuti acara fakta integritas dengan tujuan agar dapat lebih memahami tentang pelaksanaan UN tahun ini. (tm)


Berita Hukum dan Kriminal

Halaman 6

MUI: Eyang Subur Sesat J A K A R TA ( M E T R O ) Setelah melakukan investigasi, pengkajian, dan klarifikasi mulai tanggal 8-20 April 2013, akhirnya hari ini pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa Eyang Subur telah melakukan penyimpangan akidah dan syariah Islam. Pihak MUI memberikan dua kesimpulan kepada Eyang yang memiliki banyak pengikut sesuai dengan kewenangan kompetensi. Pertama, ditemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariat oleh saudara Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu bersamaan. Itu dibuktikan dengan pengakuan yang bersangkutan dan kesaksian dari sejumlah orang-orang yang terpercaya. Penyimpangan ters ebut didasarkan pada fatwa MUI tentang beristri lebih dari empat dalam waktu bersamaan. Kedua, ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh saudara Subur yang dibuktikan oleh kesaksian sejumlah orang yang jumlahnya sangat sulit untuk terjadinya kebohongan serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukan adanya praktik dimaksud. "Penyimpangan tersebut didasarkan fatwa MUI no.2/munas VII/mui/2005 tentang perdukunan dan peramalan," terang Ketua MUI, KH. DR. Ma'ruf Amin, saat jumpa pers di kantor MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat,

Senin (22/4). D e nga n a d a nya f at wa tersebut, pihak MUI meminta Eyang Subur untuk segera bertobat. Pihak MUI meminta Eyang Subur melepas lima istrinya dan menghentikan praktik perdukunan. Selain itu, MUI juga akan membimbing Eyang Subur sesuai syariat Islam. "Melepaskan istri kelima dan seterusnya. Menghentikan praktik perdukunan dan peramalan. MUI akan berikan bimbingan keagamaan sepenuhnya untuk kepentingan pertobatan saudara Subur," tegasnya.(oke)

Ahok Batalkan Pinjaman ke Bank Dunia JAKARTA (METRO) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama,kembali menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Jakarta. Hal tersebut terjadi pada program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) warisan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang dihentikan lantaran rumitnya poses peminjaman pada Bank Dunia. Kata Ahok, Pemprov DKI telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU ). Isi surat tersebut menyatakan Pemprov DKI tidak akan meneruskan rencana pinjaman dana dari Bank Dunia untuk mengerjakan program

pengerukan sungai melalui program JEDI. "Jadi, kami sudah bikin surat ke Kementerian PU. Dalam surat itu, kami bilang, pinjaman ke World Bank terlalu susah, jadi kita tidak mau teruskan,” kata Ahok, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (22/4). Namun, jika persetujuan dari Kementerian PU sudah keluar, sambungnya, bukan berarti program JEDI dibatalkan. “Kita akan pakai APBD DKI. Sama saja teknisnya,” ujar mantan Bupati Belitung Timur ini. Seperti diketahui, ada dua klausul yang dinilai memberatkan dalam pelaksanaan proyek JEDI.

Dua klausul perjanjian program JEDI yang dinilai memberatkan Pemprov DKI itu, pertama adalah waktu penyelesaian pengerukan 13 sungai yang ditetapkan selama lima tahun. Klausul lainnya adalah bahwa Pemprov DKI harus menjamin hak-hak warga di bantaran kali yang akan digusur, dengan ganti rugi berupa uang. Untuk mengerjakan proyek JEDI/JUFMP dibutuhkan anggaran total sebesar USD190 juta, Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia sebesar USD139 juta. Sisanya, USD51 juta dibebankan dari APBN dan APBD DKI. (oke)

Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Dakwaan JPU Terhadap Djoko Susilo Cacat Hukum

JAKARTA (METRO) – Tim Kuasa Hukum terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo menilai, dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya, cacat hukum. “Mencermati dakwaan, pertama jelas kami katakan bahwa tuduhan itu tidak benar, karena Pak Djoko dalam pelaksanaan simulator, itu sudah melakukan tugasnya dengan baik,” kata salah seorang kuasa hukum Irjen Djoko, Juniver Girsang. Usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (23/4), Girsang mengatakan, kalaupun ada yang menyimpang dalam pengadaan tersebut, itu bukan tanggung jawab Djoko dan harus dibuktikan siapa yang melakukan kesalahan tersebut. “Tentu kami akan melihat di mana perbuatan yang perlu dicermati dan siapa yang melakukan,” tandasnya. Sedangkan mengenai harta yang dipermasalahkan JPU sesuai sejumlah fakta yang disampaikan, imbuh dia, itu

diperoleh Djoko sebelum tahun 2011. “Dari dakwaan, kami mencermati menggunakan UU tahun 2002 dan 2003, tidak ada kewenangan dari KPK, karena KPK belum terbentuk ditahun 2002 dan 2003 . Apakah memang ada tujuan tertentu, tetapi secara tidak tepat dan tdak profesional menggunakan fakta yang menggunakan kewenangan,” bebernya. Atas dasar itu, kata Junifer, pihaknya akan menyampaikan nota keberatan. “Nanti kami sampaikan dalam nota keberatan.” Hal s enada disampaikan terdakwa Irjen Pol Djoko di persidangan, dia mengaku akan menyampaikan nota keberatannya secara pribadi. Juniver menambahkan, karena JPU KPK mempermasalahkan sejumlah aset sebelum tahun 2011, maka KPK telah melakukan di luar wewenanngnya. “Dengan demikian, dakwaan itu adalah dakwaan yang cacat hukum,” pungkasnya. (bk.net/ms)


Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Halaman 7

Ridwan Saidi: Kalau Punya Moral,Nuh Mundur

J A K A R TA ( M E T R O ) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh diminta mundur. Pasalnya semrawutnya Ujian Nasional di 11 provinsi. Pernyataan tersebut dikatakan Tokoh dan Budayawan Betawi Ridwan Saidi, saat acara dialog disalah satu televisi swasta nasional, Selasa (24/4) malam. "Nuh harus mundur jangan tunggu perintah Presiden," tandasnya. Menurutnya, kesemrawutan UN di 11 provinsi tersebut melebihi kedzoliman pada saat peristiwa kemanusiaan yang terjadi dari peristiwa di Kamp Konsetresi Auschwitz, karena Kamp Konsetresi Nazi itu tidak pernah menyiksa anak di bawah umur. Dijelaskan Ridwan, bahwa yang terjadi di Kamp Konsetresi Auschwitz lebih

tidak manusiawi dampak dari kesemrawutan UN tersebut. " P e r i s t i w a kemanusiaan yang terjadi pada UN di Sumatera Utara dimana siswa bernama Habibah siswi SMA N 3 Medan yang mengalami stroke dini hari menjelang pelaksanaan UN dikarenakan terlalu banyak belajar yang mengakibatkan jadi stres. Akhirnya menjadi stroke, pada Senin (15/4/2013) dini hari, (jam 02:00) di hari pertama UN SMA sederajat. "Ini peristiwa kemanusiaan yang terjadi di UN adalah lebih mengerikan dari peristiwa di Kamp Konsetresi Auschwitz, karena Kamp Konsetresi Nazi itu tidak pernah menyiksa anak di bawah umur," jelas Ridwan. Ditambahkan Ridwan, anak Medan itu (Habibah-red) disiksa, korban yang paling ganas dari kelakuan orangorang Kemendikbud. "Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang kalian lakukan," tegasnya dengan nada tinggi. "Kalau saya lihat apa yang

kalian lakukan dengan 20 paket, ini bukan mau mendidik anak-anak tapi mewaspadai anak-anak, jangan sampai anak mencontek dan itu menggunakan anggaran Rp. 524 M. Polisi juga dikerahkan, kenapa tidak pasukan PBB juga dikerahkan," katanya. D i a m e n y e b u t b a hw a kesemrawutan UN ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan atas nama UN. "Oleh karena itu, bagaimanapun indahnya UN yang tadi dikatakan oleh ahli filsafah yang mantan Wapres (Jusuf Kalla-red), tetapi UN yang sekarang ini adalah sempel yang paling berat di negara sedang kucar-kacir, karena itu malulah Mendikbud jangan lempar tanggung jawab kesana lempar kesini tapi Mendikbud harus punya moralitas," pungkas Ridwan. Sebelumnya moderator mempertanyakan Staf Khusus Kemendikbud yang w e w e na ng nya m e l eb i h i kewenangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, saat Wamendibud Musliar Kasim ingin menjawab, sang moderator mengatakan tidak perlu dijawab?. (pol)

TANAH KUNING : Halaman Sekolah SDN 84 Karang Indah, Kota Bengkulu masih tanah kuning, sehingga jika hujan menjadi becek.Pihak sekolah berharap kepada Pemkot Bengkulu untuk memperhatikan kondisi sekolah tersebut.(Metro/Yanti)

Kacau! UN SMP di Bogor Harus Diundur BOGOR (METRO) Carut marut Ujian Na s i o n a l t e r u s t e r j a d i . Kali ini, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) t i n g k a t S M P d i Kabupaaten Bogor terpaksa ditunda. Semula, jadwal ujian yang akan dimulai pada pukul 07.30 WIB terpaksa harus dimulai pukul 10.00 WIB. Penundaan tersebut dikarenakan sebagain sekolah belum mendapatkan soal ujian. Sungguh ironis, setelah pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA mengalami penundaan jaadwal ujia, kali ini penundaan kembali d i a l a m i s a a a t pelaksanaan Ujian

Nasional tingkat SMP. “Ujian Nasional yang seharusnya mulai pukul 07.30 WIB terpaksa ditunda jadi pukul 10.00 WIB. Penundaan ujian nasional ini untuk mata ba ha sa i n d o n e sia,� uja r Ga n ja r, sa l a h p e ngawa s u j i a n d i M Ts Ne g e r i Cibinong, S enin (22/4/2013). Penundaan soal ujian ini membuat para peserta di M Ts N e g e r i C i b i n o n g kecewa. Mereka mengaku dengan penundaan ini konsentrasi untuk melaksanakan ujian menjadi terganggu. Penundaan jadwal tersebut dikarenakan belum adanya soal ujian yang dikirim dari percetakan. Hingga

pukul 04.00 WIB dinihari tadi, soal baru tiba di Kabaupaten Bogor dan pihak Disdik harus mengambil s endir i s oal tersebut ke percetakan di k a w a s a n Ta n g e r a n g , Banten. Selain itu, ada juga soal yang tidak sampai tujuan namun malah sampai ke kota atau kabupaten l a i n n y a. S a l a h s a t u n y a, soal dari Kota Bandung. At a s k e ja d i a n t e r s e b u t , maka Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menunda pelaksanaan ujian nasional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Disdik Kabupaten Bogor menyikapi molornya pelaksanaan Ujian

HARAPAN : Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kabuoaten Bengkulu Selatan (BS) ini, salah satu dari sekian banyak sekolah yang mengaharapkan siswa lulusannya bisa masuk dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Favorit. (Istimewa)

SDN 84 Harapkan Perhatian dari Pemkot Bengkulu BENGKULU (METRO) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 84, yang berlokasi di Desa Karang Indah, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, mengharapkan perhatian dari pemerintah setempat, karena fasilitas di sekolah tersebut sangat minim sekali. "Kami berharap Pemkot dan Diknas Kota Bengkulu dapat memperhatikan kekurangan fasilitas di SDN 84. Meski SD kami berada di pelosok tapi perlu fasilitas yang memadai guna memperlancar proses

menegaskan, sebagai Direktur Eksekutif LSM Garda, pihaknya akan mengawal dan selalu memantau Pelaksanaan Seleksi Calon Anggota KPU Kab.Mukomuko ini. Sementara Sekretaris Timsel KPUI Mukomuko, Ampera, menjamin bahwa

YOGYAKARTA (METRO) - Fakultas Peternakan UGM melakukan pendampingan terhadap kelompok tani kambing perah Ngudi Makmur di Desa Kaliurang Timur, Pakem, Kabupaten Sleman. Pendampingan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membentuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Koordinator program pendampingan, Dr. Yr. Rini Widiati, M.S. menuturkan, LKM ini d i b e n t u k u n t u k mempermudah akses petani dalam mendapatkan dana operasional guna menopang aktivitas usaha. Pendampingan juga ditujukan untuk membangun perbaikan kualitas susu yang bersifat mudah rusak dengan menggunakan milking stand.

untuk pelaksanaan seleksi calon anggota KPU priode ini akan dilakukan dengan transparans dan di jamin Bersih dari kecurangan."Kami akan bekerja secara profesional dan kami jamin akan dilakukan secara transparans dan bersih dari kecurangan," tegasnya. (rim/ys)

Sambungan dari hal 1 Sekda Seluma....... Sedangkan status ketiga terpidana yang saat ini merupakan tahanan kota tetap berlanjut hingga adanya keputusan banding atau tidak. Sementara itu, Mulkan Tajudin yang ditemui seusai sidang menolak memberikan komentar. Pe jab at Kabu p at e n S e l u ma i t u menggunakan kemeja merah abu-abu, dan langsung meninggalkan ruang sidang diiringi keluarganya. Kuasa hukum Mulkan, Tito Aksoni mengatakan, terkait putusan hakim kliennya belum bisa memutuskan apakah melakukan banding atau tidak. "Masih pikir-pikir dulu, karena masih diberi waktu tujuh hari kedepan," katanya seperti ditulis antarabengkulu. Tito juga mengaku tidak sependapat dengan putusan hakim khususnya

terkait kerugian negara, khususnya penghitungan harga satuan barang. Dalam hal ini, BPKP masih menggunakan harga satuan pada 2012, padahal pengadaan pakaian dinas ini pada 20117. "Berarti kerugian negara tidak sebesar itu, sebab harga bahan tahun 2007 lalu berbeda jauh dengan harga pada 2012," katanya. Lain halnya dengan dua terdakwa lainnya, yakni Faisal Bustaman dan Abdul Wahid yang akan melakukan banding. Pengacara Faisal, Humisar Tambunan mengatakan, dalam hal ini kliennya merasa keberatan dengan putusan hakim karena Faisal dituduh ikut menandatangani surat pencairan dana. "Faisal hanya sebatas ketua panitia lelang, tugasnya sudah selesai ketika

Listeri juga berharap agar Pemkot Bengkulu dan Diknas setempat dapat memberikan bantuan kepada siswa SDN 84 yang tidak mampu berupa sepatu, pakaian seragam dan tas, serta kebutuhan lainnya. Sebab, sebagian siswa SDN 84 Karang Indah berasal dari keluarga kurang mampu alias ekonomi lemah, sehingga sangat diharapkan bantuan dari Pemkot Bengkulu dan pihak lainnya. Apalagi menghadapi tahun aja ra n b a r u 2 0 1 3 / 2 0 1 4 ,

anak-anak membutuhkan sepatu, tas dan pakaian seragam baru. Sedangkan orang tua mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, kita berharap Pemkot Bengkulu dapat memberikan bantuan peralatan sekolah kepada siswa tidak mampu di SDN 84 Karang Indah. Demikian pula pihak lain juga diharapkan dapat memberikan bantuan peralatan sekolah kepada siswa kami yang kurang beruntung, katanya.(yt)

Fapet UGM Gagas Pembentukan LKM

Sambungan dari hal 1 Seleksi....... Menurut dia, jika anggota KPU yang direkrut oleh timsel sekarang ini kompentensinya diragukan, maka u n t u k p e n y e l e n g g a ra a n P e m i l u Legeslatif dan Pemilu Kada nanti, kualitasnya diragukan dan akan ada kecurangan pula. Maka, kata Dodi

belajar mengajar para siswa," kata Kepala SDN 84 Karang Indah, Listeri kepada Metro, di Bengkulu, Rabu (24/4). Ia mengatakan, halaman sekolah SDN 84 masih tanah kuning, sehingga jika hujan tergenang air dan becek. Akibatnya, aktivitas para siswa menjadi terganggu. "Kami berharap Wali Kota B e n g k u l u d a p a t memperharikan sekolah kami agar sama dengan sekolah yang berada di kota meski SD kami dipinggir kota," ujarnya.

pemenang lelang sudah diputuskan, selanjutnya tanggungjawab PPTK," katanya. Kasus ini terbukti penggelembungan jumlah pakaian dinas yang tak sesuai dengan jumlah P N S yang hanya berjumlah 3.000 orang sementara dalam proyek itu sebanyak 5.000 pakaian. Selain itu penyimpangan juga terjadi pada prosedur pelaksanaan proyek yang dilakukan dengan sistem penunjukan langsung sehingga melanggar Keppres nomor 80 Tahun 2003, tentang metode penunjukan langsung yang hanya dapat dilakukan dengan nilai proyek maksimum Rp 100 juta. Sementara proyek tersebut anggarannya sebesar Rp2,3 miliar yang seharusnya melalui proses tender. (ms)

"Melalui cara tersebut diharapkan semakin mempermudah akses pasar produk yang dihasilkan oleh para kelompok tani. Pemerahan kambing perah dengan milking stand terbukti menjadikan susu tidak bau dan kualitas lebih baik ditinjau dari bau, rasa, kekentalan, berat jenis dan uji rebus melalui uji

laboratorium," paparnya, Selasa (23/04/2013). Rini menuturkan pendampingan dilakukan dengan memberikan pembelajaran tentang a d m i n i st ra s i ke u a nga n . Selain itu, Fakultas Peternakan UGM memberikan bantuan berupa pinjaman modal awal untuk usaha.

Keberadaan LKM ini diharapkan Rini semakin memper mudah anggota kelompok tani kambing perah Ngudi Makmur dalam mengakses dana pinjaman dengan cepat, mudah dan murah. "Dengan demikian nantinya ke l o mp o k t a n i t e r s ebu t mempunyai kekuatan ekonomi yang mandiri dalam wadah LKM dan memperoleh akses pasar produk yang baik sehingga dapat membiayai usaha yang menguntungkan," katanya. Kelembagaan L KM ini, lanjutnya, sebenarnya sudah b e rha s i l d i b e nt u k p a d a kelompok di lokasi erupsi m e rap i o l eh Ti m d o s e n Fakultas Peternakan UGM pada tahun 2007/2008 silam. Hanya saja, adanya erupsi Merapi pada 2010 lalu menjadikan kegiatan LKM terhenti. (pol)

Sambungan dari hal 1 Proyek....... satu staf kordinator lapangan, Bambang mengaku belum terima berita acara dari masyarakat setempat mengenai pelepasan lahan untuk transmigrasi itu. Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Nakertrans Kaur, Edi Suardi mengatakan, pihaknya akan segera turun ke lapangan lagi untuk menjelaskan kepada

masyarakat setempat supaya pelaksanaan ini bisa terlaksana sesuai rencana. "Saya kira masyarakat akan mengerti dan mau melepaskan lahannya, karena program ini untuk kepentingan masyarakat itu sendiri," tutup Edi. Sementara Sekretaris Desa Kedataran, Tahirin, yang dijumpai Sabtu pekan

kemarin mengatakan, sampai saat ini lahan tersebut masih tumpang tindih kepemilikannya. Sebab, kata dia, masih ada sebagian masyarakat pemilik lahan yang tidak mau memberikan lahannya. "Masih ada warga yang tak mau menyerahkan lahannya, walaupun sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi," katanya. (lkm/jn)

Sambungan dari hal 1 Maraknya ....... demikian, para pelajar dapat terhindar dari hal-hal yang negatif. Selain itu, Gubernur Junaidi juga berharap kepada bupati dan wali kota di Bengkulu agar kembali mengaktifkan kembali poskamling di setiap RT, sehingga dapat memberikan batasan waktu kepada warga dalam penerima tamu pada malam

hari. Untuk itu, para Lurah dan Camat dapat mengaktifkan kembali poskamling yang ada di masing-masing RT di wilayah kerjanya. "Kalau poskamling aktif di setiap RT, maka dapat menekan terjadinya kasus asusila di daerah ini," ujarnya. Namun, jika kasus asusila masih tinggi, maka Lurah

dan Camat harus ditindak karena mereka tidak bisa mengawasi warganya dengan baik.Bahkan, jika kasus serupa berulangulang terjadi di wilayah kerja lurah dan camat bersangkutan, maka lurah dan camat harus diganti karena mereka tidak becus menjalankan tugas, katanya.(btr)


Halaman 8 Edisi 23 Kamis, 25 April 2013

Harga Rp 2500/eks, Luar Kota + Ongkos Kirim

Kerusakan Jalan Provinsi di BU Parah B E N G KU LU U TA R A (METRO) – Kondisi jalan provinsi di ruas Tanjung Agung-Lubuk Durian, Bengkulu Utara sejak dua tahun terakhir mengalami kerusakan cukup parah, bahkan tergolong hancur. Untuk melintasi ruas jalan sepanjang 12 kilometer itu, dengan kendaraan roda dua saja harus memakan waktu satu jam bahkan lebih. Warga sekitar mengeluhkan kondisi jalan yang hancur ini, karena sejak jalan itu rusak parah, lalulintas di daerah itu menjadi macet. Bukan arus lalulintas saja yang tersendat, tapi warga sekitar mengalami kesulitan untuk mengangkut ha s i l p e r t a n i a n mereka.“Kalau selama ini ruas jalan sepanjang 12 kilometer itu ditempuh dengan kendaraan roda empat cukup dengan waktu

15-30 menit saja. Tapi kini dengan kendaraan roda dua saja harus memakan waktu satu jam,” kata warga Desa Lubuk Durian.Warga juga mengkhawatirkan kondisi

jalan ini dapat menimbulkan kecelakaan lalulintas, khususnya di Desa Serumbung dan Desa Penyangkak, Kecamatan Kerkap. Karena kondisi di

kawasan ini kerusakan yang paling parah dan lalulintas tergolong padat.Anehnya, kata mereka, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan dilakukan oleh Pemerintah

Provinsi Bengkulu. Padahal ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi.Mereka mencontohkan kondisi ruas jalan di depan rumah Kades Penyangkak, kondisinya sudah bagaikan kubangan kerbau. Jika turun hujan, air melimpah dan terkadang sampai ke perumahan penduduk, karena saluran tidak berfungsi lagi.Warga sekitar berharap Pemprov B e n g k u l u b i s a menganggarkan dana untuk perbaikan jalan tersebut sehingga pad tahun mendatang masyarakat dapat menggunakan jalan itu dengan nyaman tanpa ancaman kecelakaan. “Kita harapkan Pemprov segera memperbaiki jalan ini,” kata mereka. (rz)

Warga Tanjung Putus Tagih Janji Politik B E N G K U L U U TA R A (METRO) – Janji politik calon legislatif di tahun 2009 l a mp au t e r nyat a ma s i h membekas di hati warga Tanjung Putus, Kecamatan Kerkap, Bengkulu Utara. Kenapa tidak, saat menjelang Pemilu 2009, banyak caleg menjanjikan untuk memperbaiki tanjakan jalan di desa itu. Kenyataannya janji itun tak pernah teralisasi dan kondisi jalann tersebut tetap seperti semula.Bukan hanya warga yang menelan kekecewaan itu, Kades Desa Tanjung Putus, Sahlul, juga merasakan hal yang sama, bahkan lebih berat lagi. Maklum, warga tentu selalu menanyakan hal itu kepada Kades sebagai pemimpin di desa mereka. Namun sang kades juga tak dapat berbuat banyak, walau sudah beberapa kali menagih janji sang politisi, tapi tak pernah

terjawabkan.“Kapan jalan di

paling sering dilontarkan

Ta n ju n g Pu t u s i n i ju ga

desa kita Tanjung Putus ini akan direhabilitasi, khususnya jalan tanjakan cukup tinggi dan mempersulit lalulintas ini?. Ini lah pertanyaan yang

warga kepada saya,” kata Kades sambil mengaku telah beberapa kali menanyakan kepda pemberi janji, namun tak pernah mendapat jawaban pasti. Kades

menambahkan bahwa di jalan tanjakan tinggi ini sering terjadi kecelakaan serius. Ia mencontohkan kasus sebuah mobil mengalamimpecah tanki

BBM akibat tersandung batu di ruas jalan yang rusak dan tingginya tanjakan tersebut hingga terperosok masuk ke rumah warga.Saat dijumpai di kediamanya belum lama ini, Sahlul menambhakan, dirinya sudah beberapa kali menyampaikan kepada yang berjanji itu di DPRD Bedngkulu Utara. Namun mereka hanya bisa mengatakan tunggu dan tunggu saja. Namun kenyataannya sampai sekarang tanjakan di Desa Tanjung Putus belum ada gambaran untuk di perbaiki.“Kini warga hanya bisa menunggu dan pasrah, tapi warga sudah menyatakan tidak lagi percaya dengan janji politisi. Ja d i p a d a P e m i l u 2 0 1 4 mendatang warga kami tak akan tertipu lagi dengan janji-janji politisi,” kata Kades sdengan nda kecewa. (rz)

Camat Dihimbau Tidak Merekomendasi Pengemis KAUR (METRO) - Kepala Dinas S o s i a l Te n a g a K e r j a d a n Transmigrasi Kabupaten Kaur, Edi Suardi mengatakan, tidak dibenarkan pengemis berkeliaran meminta-minta. Dan Kepada para Kepala Desa dan Camat dihimbau untuk tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi bagi pengemis untuk maminta-minta. Pernyataan Kadis Sosnakertrans Kaur itu disampaikannya kepada Metro Bengkulu di Kaur belum lama ini, terkait adanya para pengemis yang menggunakan rekomendasi camat untuk meminta-minta. Menurut dia, sebenarnya tidak dibenarkan seseorang melakukan aktifitas meminta-minta, walau usianya sudah lanjut (Lansia). "Kades atau Camat tidak boleh mengeluarkan surat izin atau rekomendasi sebagai Surat Keterangan Tidak Mampu yang digunakan untuk meminta-minta guna kepentingan pribadi. Kalau untuk kepentingan pribadi, tidak boleh, tapi kalau untuk kepentingan Umum seperti untuk bantguan masjid dan sejenisnya, boleh-boleh

Petani Gagal Panen Dapat Bantuan BENGKULU (METRO) Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu akan membantu petani di Kabupaten Lebong yang terancam gagal panen akibat sawahnya diserang hama tikus, beberapa pekan terakhir. "Kami sedang mencari alokasi dana untuk membeli bibit padi yang akan diberikan kepada ratusan kepala keluarga petani yang gagal panen dan gagal tanam," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu Edi Nevian, kepda antara Rabu. Ia mengatakan setiap ada laporan gangguan serangan hama bagi tanaman padi petani pihaknya akan mengatasinya dengan memberikan bantuan, terutama bibit padi sehingga petani bisa menanam kebali. Di wilayah Lebong, kata dia, hampir setiap tahun menjadi sasaran serangan hama tikus karena disekitar areal sawah petani itu terdapat semak belukar yang menjadi sarang tikus. Untuk mengantisipasinya pihaknya akan memberikan

racun kepada petani melalui dinas pertanian setempat, disamping bibit padi unggul agar petani bisa kembali menanam padi, ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebong Rudi P a n c a w a r m a n membenarkan sawah petani daerah itu diserang hama t i ku s s e ja k a d u a p e k a n terakhir. Sawah yang diserang hama itu luas seluruhnya mencapai ratusan hektare termasuk tanaman padi siap panen dan baru tanam, ter utama di Ke camatan Piang Belapis daerah itu. Berdasarkan laporan camat setempat, kata dia, daerah diserang hama itu antara lain areal persawahn Ketnong I dan II luasnya sekitar 150 hektare. Para petani di daerah itu sebagian besar terancam gagal panen dan gagal tanam, dengan demikian pihaknya minta bantuan ke dinas Pertanian Provinsi Bengkulu supaya petani bisa kembali menanam padi, ujarnya. (ms)

Banyak Siswa SMP di Mukomuko Tak Ikut UN MUKOMUKO (METRO) Diketahui sedikitnya 28 orang siswa SMP di Kabupaten Mukomuko yang tidak mau mengikuti Ujian Nasional (UN) 2013 pada hari pertama dan kedua pelaksanaan UN. Walau sudah diajak pihak sekolah, mereka tetap menolak untuk mengikuti UN pada berikutnya. Ketua Panitia Ujian Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis dikbud) Kabupaten Mukomuko, Apani, kepada antara di Mukomuko, Selasa mengatakan hal itu terkait u p ay a d a r i i n s t a n s i i t u mengajak sebanyak 28 orang siswa yang tidak ikut UN di daerah itu pada pelaksanaan UN 2013 ini. Dia menambahkan, alasan salah satu siswa SMP yang menolak diajak pada hari berikutnya dan tetap enggan mengikuti UN, karena ada p e r s o a l a n h u ku m y a n g tengah dihadapi oleh keluarganya. Namun, ia tidak merinci persoalan hukum yang membuat siswa itu malu ke sekolah. "Memang ayahnya yang tersandung kasus hukum, sehingga imbasnya terhadap anaknya, namun tidak perlu kita terlalu jauh mengetahui persoalan yang dihadapi oleh oleh keluarga itu," tambahnya sembari melanjutkan bahwa siswa lainnya yang tidak ikut UN juga tidak bersedia diajak untuk mengikuti UN.

Sementara itu, ia menyebutkan, sebanyak 28 orang siswa SMP sederajat di daerah itu yang tidak mengikuti UN hari pertama dan kedua dengan alasan menikah dan mayoritas "Drop Out" atau DO. "Kalau laporan dari unit pelaksana teknis dinas (UPTD) 28 orang siswa tidak ikut ujian nasional (UN) itu karena menikah dan kebanyakan DO," tambahnya sebagaimana dikutif dari antarabengkulu, Rabu. Namun, kata dia, data dari U P T D i t u t i d a k menyebutkan secara rinci sejumlah siswa yang menikah dan DO. Ia menyebutkan, Siswa yang tidak ikut UN itu tersebar di 15 SMP dengan jumlah 19 orang dan sembilan orang siswa di lima MTS. Sedangkan rincian siswa yang tidak ikut UN itu, satu orang di SMP 2, dua orang SMP 5, satu orang di SMP 6, satu di SMP 7, satu di SMP 8, satu di SMP 9, satu di SMP 10, satu di SMP 12, satu di SMP 13, satu di SMP 14, satu di SMP 15, satu di SMP 16, satu di SMP 21, satu di SMP 21, satu SMP 22, dan satu di SMP 25. Kemudian, satu orang di MTS Kecamatan Ipuh, dua orang di MTS Desa Bumi Mulya, tiga orang di MTS Darul Amal, dua orang di MTS Darul Hikmah, satu di M T S Ke c a mat a n Lu b u k Pinang.(ms)

Sepeda Motor Tabrakan Belum Diambil Pemiliknya

saja," katanya. Dia menambahkan, untuk para Lansia itu sudah disiapkan pembinaan atau pun tempat supaya tidak terkeliaran, apalagi memintaminta. Kepadan warga yang ada orang tuanya yang sudah Lansia, dan kondisi ekonominya tidak mampu, sebaiknya mengajukan ke Pemerintah untuk menitipkan kepada panti wheradatama (jompo). Warga di Kaur baru-baru ini sering

didatangi pengemis yang melakukan aktifitas berdasarkan Surat Keterangan dari Kecamatan yang bertujuan untuk memintaminta kepada para Dermawan hanya untuk kepentingan pribadi. Salah satunya, Lansia berumur sekitar 60 tahun, bernama Karma, Perempuan, warga Desa Sulau Wangi. Keberadaan pengemis yang setiap harinya berkeliling mendatangi Rumah Makan, Toko, Kedai dan

r umah-r umah warga, dengan memperlihatkan Surat Keterangan Miskin untuk meminta sumbangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perempuan tua yang mengaku hidup sebatang kara itu berbekal Surat Keterangan dar i Camat Tanjung Kemuning bernomor : 230/SW/TJK/KK/2012. Kepada wartawan Metro Bengkulu di Kaur, Ibu Karma bertutur bahwa dirinya melakukan ini atas dasar kebutuhan hidup sehari-hari.

BENGKULU (METRO) Salah satu sepeda motor ya n g t ab ra k a n d i Ja l a n Pangeran Natadirja persisnya di depan Gedung B a l a i B u n t a r, K o t a Bengkulu, beberapa waktu lalu, sampai sekarang belum diambil oleh pemiliknya dan masih tersimpan di Agung Otomol. Satpam PT Agung Otomol, Rahmat kepada Metro, Selasa (24/4) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pada awalnya pihaknya mengira kendaraan t e r s ebu t, a k a n d i a mb i l

secepatnya oleh keluarga ko r b a n , s e h i ng ga k a m i amankan di kantor. Namun, sampai sekarang sepeda motor j e n i s Ho n d a B e at ya n g dalam keadaan rusak berat itu belum juga diambil oleh pihak keluarga korban. "Kami kira sepeda motor tersebut, akan diambil oleh keluarga korban secepatnya, makanya kami berani mengamankannya di kantor, tapi kenyataanya sampai sekarang tidak juga diambil pemiliknya. Kami tidak tertanggungjawab jika sepeda motor itu hilang," ujarnya.(btr)


Edisi 23