Page 1

C Y M K

Metr Bengkulu Jangan Takut Bicara Benar

Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Laporkan Kasus Korupsi, Berjalan Kaki ke Jakarta BENGKULU (METRO)- Sebanyak enam masyarakat Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Lebong (Pamal) berjalan kaki ke Jakarta untuk menemui KPK, Mabes Polri dan Komisi III DPR-RI untuk melaporkan indikasi korupsi yang terjadi di daerah itu. Salah satu dari enam anggota yang terjadi di Kabupaten Lebong, Pamal, Azwan Fauzi kepada dilaporkan ke aparat penegak wartawan, di Bengkulu, Kamis hukum di Bengkulu, tidak ada (6/6) mengatakan, aksi jalan kaki respon sama sekali. Karena itu, kami mewakil menuju Jakarta itu, mereka lakukan dari Kabupaten Lebong dan akan masyarakat Lebong terpaksa berangkat ke Jakarta untuk berakhir di Tugu Monas, Jakarta. Sampai di Jakarta mereka akan mendatangi lembaga penegak mendatangi gedung KPK, Mabes hukum dan KPK guna melaporkan Polri, anggota Komisi III DPR-RI, dugaan korupsi yang terjadi di dan Gedung Bundar Kejagung Kabupaten Lebong selama. "Kami berharap dengan ke untuk menyampaikan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi datangan ke KPK, Komisi III DPR-RI, Kejagung dan Mabes di Kabupaten Lebong. Hal ini mereka lakukan karena Polri, kasus dugaan korupsi yang beberapa kali kasus dugaan korupsi terjadi di Lebong dapat diusut

tuntas sesuai harapan masyarakat," ujarnya. Azwan mengatakan, dalam perjalanan mereka dari Lebong ke Jakarta diperkirakan satu bulan. "Kita berjalan kaki dari Lebong menuju Jakarta dilakukan siang dan malam. Jika meresa capek dan ngantuk setelah itu, perjalanan di lanjutkan lagi," ujarnya. Terkait pendanaan mereka berangkat ke Jakarta, ia tidak bisa mengomenterari hal tersebut. "Yang jelas, sejauh ini soal pendanaan belum ada pihak manapun yang membiayai kecuali ada beberapa simpatisan yang kebetulan ber papasan di jalan dengan kami, mereka memberikan bantuan sekedarnya. Sebagai bukti kami benar-benar berjalan kaki dari Lebong ke

JALAN KAKI: Dua dari enam anggota Persatuan Masyarakat Lebong (Pamal) membawa spanduk ketika mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu pekan lalu, sebelum melanjutkan perjalanan berjalan kaki menuju Jakata.Rombongan ini ke Jakarta untuk menyampaikan laporan tentang korupsi di Kabupaten Lebong. (Metro/Juliyanti)

Baca Laporkan Hal 8...

Mufran Dilantik dengan Pengawalan Ketat Polisi SELUMA (METRO) – Jauh hari sebelumnya, beredar rumor akan ada demo besar-besaran dari kelompok penentang pelantikan Wakil Bupati (Wabup) Seluma, Mufran Imron SE. Ternyata rumor itu tidak terbukti, pelantikan Wabup Seluma pada Rabu (5/6) kemarin justeru bejalan lancar, aman dan tertib. Namun demikian, pegamanan tetap saja ketat, petugas kepolisian dalam jumlah besar tetap disiagakan untuk mengawal acara tersebut. Dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Seluma yang dihadiri seluruh anggota dewan dan sejumlah pejabat kabupaten dan Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, atas nama Menteri Dalam Negeri, melantik Mufran Imron menjadi Wabup Seluma untuk sisa masa jabatan periode 2010-2015. Mufran Imron, sebelumnya anggota DPRD Seluma dari partai pengusung pasangan Murman Effendi-Bundra Jaya pada Pilkada

Seluma 2010 lalu. Karena Murman Effendi diberhentikan setelah tersandung kasus korupsi, wakilnya Bundra Jaya dilantik menjadi bupati. Dan Mufran Imron terpilih menjadi Wabup Seluma mendampingi Bundra Jaya hingga 2015 mendatang. "Alhamdulillah, pelantikan Wabup Seluma MUfran Imron ini berjalan lancar, aman, tertib. Ini semua berkat dukungan semua elemen masyarakat di Kabupaten Seluma," kata Gubernur, Junaidi Hamsyah usai pelantikan. Junaidi mengatakan bahwa, Mufran Imron dilantik berdasarkan Surat Keputusan Mendagri nomor 132 tahun 2013. Dalam sambutannya, Gubernur meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Seluma agar dapat melanjutkan proses percepatan pembangunan di daerah ini. Dan ia menyatakan keyakinannya bahwa pasangan Bundra Jaya-Mufran Imron mampu membawa Seluma menjadi lebih baik dan maju.

Harga Rp 2500/eks, Luar Kota + Ongkos Kirim

Pemprov Bengkulu Tambah Modal Bank Bengkulu Rp 100 Miliar BENGKULU (METRO) Kalangan DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui penambahan modal Bank Bengkulu sebesar Rp 100 miliar melalui APBD 2013 setempat. Penambahan modal ini untuk menjadikan Bank Bengkulu semakin maju dan berkembang ke depan. "Penambahan penyertaan modal Pemprov Bengkulu di Bank Bengkulu sebesar Rp 100 miliar, akan direalisasikan secara bertahap selama empat tahun anggaran atau sebesar Rp 25 miliar per tahun. Penambahan penyertaan modal pemprov di Bank Bengkulu dipayungi melalui peraturan daerah (perda)," kata juru bicara Badan Legislasi DPRD Provinsi Bengkulu, Muharamin di Bengkulu, Sabtu (8/6). Ia mengatakan hal ini ketika membahas Raperda penyertaan modal pemprov di Bank Bengkulu. Raperda yang akan ditingkatkan menjadi perda ini diperlukan sebagai dasar hukum hukum penambahan penyertaan modal daerah di bank kembanggaan masyarakat Bengkulu itu. Sebelumnya pada pada 2011, DPRD Provinsi Bengkulu telah menyetujui penambahan penyertaan modal di Bank Bengkulu sebesar Rp 25 miliar. "Sedangkan sisanya sebesar Rp75 miliar lagi akan digelontorkan pada tahun anggaran 2013, tahun 2014 dan tahun 2015," ujarnya. Ia mengatakan, penyusunan

Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Bank Bengkulu merupakan inisiatif Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu. Tujuan kebijakan daerah itu, tidak lain untuk penguatan permodalan Bank Bengkulu dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah. "Sesuai dengan maksud dan tujuan didirikannya Bank Bengkulu yaitu untuk membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah di segala bidang," ujarnya. Sementara penyertaan modal kepada Bank Bengkulu wajib dipayungi dengan Perda, seperti yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam pasal 75 disebutkan bahwa "Penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal berkenaan". "Pada tahun anggaran 2013 juga telah disetujui penambahan penyertaan modal kepada PT Bank Bengkulu sebesar Rp25 miliar pada pos anggaran pengeluaran pembiayaan," katanya.(rga)

Pilwagub Provinsi Bengkulu dijadwalkan Pertengahan Juni 2013

PELANTIKAN MUFRAN "Memang tidak mungkin semua masyarakat Seluma senang dengan pasangan Bundra Jaya-Mufran

Imron menjadi Bupati dan Wakil Bupati di daerah ini. Tapi, pemimpin wajib mencintai dan

DPRD Minta Daya Listrik PLN di Mukomuko Ditambah M U K O M U K O (METRO) - Kalangan anggota DPRD Kabupaten Mukomuko meminta PLN melakukan penambahan daya listrik di daerah ini sebelum melakukan penambahan sambungan baru, sehingga kondisi listrik tetap stabil. "PLN, kalau memang energi listrik yang tersedia tidak sanggup menerangi kabupaten ini tidak usah dipaksakan menambah sambungan baru," kata Ketua DPRD Mukomuko, Arnadi Pelam, kepada Antara, di Mukomuko, Sabtu (8/6). Hal tersebut diungkapkan Arnadi Pelam menanggapi keluhan dari warga masyarakat Kabupaten Mukomuko sering padamnya aliran listrik PLN di daerah ini pada malam hari. Ia memaklumi kondisi PLN daerah itu, saat ini masih keterbatasan daya untuk memaksimalkan pelayanan kepada para pelanggannya di daerah ini. Namun, DPRD berharap kepada PLN setelah ada tambahan daya baru melayani pemasangan baru. Dengan demikian, ketersedian daya listrik di Kabupaten

Terbit 8 hal

mengayomi seluruh masyarakatnya," kata Gubernur Junaidi mengingatkan. Baca Mufran Hal 8...

BENGKULU (METRO) Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, dijadwalkan DPRD setempat pada pertengahan Juni mendatang. "Sesuai jadwal yang disusun panitia pemilihan menetapkan rapat paripurna pemilihan wakil gubernur akan digelar pada 14 Juni 2013," kata anggota panitia pilwagub Bengkulu, Edi Ismawan di Bengkulu, Sabtu (8/6) seperti dilasir Antara. Ia mengatakan, jadwal pemilihan tersebut, sudah

diserahkan kepada Badan Musyawarah DPRD Provinsi Bengkulu. Jadwal pemilihan wakil gubernur, mulai dari tahapan verifikasi hingga paripurna pemilihan kata dia akan disampaikan dalam rapat paripurna pada Senin (10/6). "Pada paripurna Badan Musyawarah akan menyampaikan jadwal pemilihan dan ditawarkan kepada seluruh anggota DPRD," ujarnya. Sebanyak 45 orang anggota DPRD Provinsi Bengkulu akan menggunakan haknya untuk Baca Pilwagub Hal 8...

Mukomuko tetap stabil, sehingga kasus pemadaman listrik pada lama hari di daerah ini dapat diminimalisir. "Maksimalkan dahulu daya listrik yang ada di Kabupaten Mukomuko, kemudian baru melayani tambahan pemasangan baru. Kalau daya listrik masih kurang dan sambungan baru terus dilayani, maka daya yang ada tidak mampu mengatasi kebutuhan listrik di daerah ini. Akibatnya, listrik sering padam," ujarnya. Sebab, kalau PLN menambah sambungan baru terus menerus, sedangkan daya tidak ditambah justru menjadikan kondisi pelayanan PLN di Kabupaten Mukomuko semakin jelek dari sebelumnya. Salah seorang warga di Kecamatan Teramang Jaya, Dedi mengeluhkan, seringnya padamnya aliran listrik di daerah ini. Akibatnya, berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung dengan listri kemjadi terhambat. "Saya tidak tahu kenapa penyebabkan sejak Mukomuko jadi kabupaten aliran listrik semakin sering padam, terutama pada malam hari. Padahal, sebelumnya di kecamatan kami jarang sekali lampu mati," ujarnya. Keluhan yang sama juga disampaikan warga di Kecamatan Ipuh, Liza yang merasa perbedaan sejak wilayahnya masih kecamatan dan sekarang telah menjadi kabupaten. "Kami juga heran kenapa baru sekarang listrik sering padam, padahal waktu daerah ini belum kabupaten, listrik menyala 24 jam," ujarnya.(ys/rga)

C Y M K


Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Halaman 2

Diklat Siap Sukseskan Bengkulu Embarkasi Haji Antara BENGKULU (METRO) - Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemprov Bengkulu, siap menyukseskan Bengkulu sebagai embarkasi haji antara pada musim haji 2013. "Kita siap menyukseskan Bengkulu Embarkasi Haji pada musim haji 2013 ini. Seluruh ruangan yang ada di Diklat Bengkulu, akan difungsikan sebagai tempat penginapan para calon haji (Calhaj) daerah ini," kata Kepala Diklat Provinsi Bengkulu, Heris Taufani kepada Metro, di Bengkulu, Selasa (4/6). Ia mengatakan, jumlah kuota haji Bengkulu pada tahun 2013 tercatat sebanyak 1.614 orang. Calhaj sebanyak ini berasal dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kuota haji terbanyak berasal dari Kota Bengkulu sebanyak 350 lebih. Para calhaj dari masingmasing kabupaten dan kota di Bengkulu, sebelum bertolak ke Tanah Suci Almukaromah, akan diinapkan satu malam di asrama haji Bengkulu. Karena itu, seluruh ruang yang ada di Balai Diklat Bengkulu, akan dikosongkan untuk menampung para calhaj dari kabupaten dan kota sebelum mereka diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebab, kalau Bengkulu disetujui menjadi embarkasi antara, maka para calhaj dari kabupaten dan kota di Bengkulu, tidak lagi

menginap di Padang, Sumbar, tapi mereka hanya transit sebenar untuk mengganti pesawat yang langsung terbang dari Bandara Minang Kabau langsung ke Tanah Suci, Mekkah Almukaromah. Selain itu, Diklat Bengkulu juga akan menyiapkan berbagai fasilitas kebutuhkan para calhaj ketika menginap di asrama haji. "Yang jelas, Diklat Bengkulu siap menyukseskan Bengkulu sebagai embarkasi antara pada musim haji 2013 ini," ujarnya. Pada Senin (3/6) sejumlah calhaj asal Kota Bengkulu melakukan gladi resik di asrama haji untuk persiapan menyambut ke datangan Tim dari Kemenag guna

memastikan Bengkulu resmi menjadi embarkasi haji antara pada 2013. Tim Kemenag yang datang dari Jakarta, antara lain Dirjen Urusan Haji dan Umrah dan beberapa pejabat lainnya untuk meninjau kesiapan Bengkulu sebagai embarkasi haji antara pada tahun 2013. "Mereka ini datang ke Bengkulu untuk memastikan kesiapan daerah ini sebagai embarkasi haji pada musim haji 2013. Kita berharap Bengkulu disetujui menjadi embarkasi antara, sehingga para calhaj kita tidak lagi menginap di embarkasi Padang, tapi cukup transit saja untuk

berganti pesawat sebelum meneruskan perjalanan ke Tanah Suci," ujarnya. Glasi resik persiapan menyambut kedatangan Tim dari Kemenag di asrama haji Bengkulu, diikuti beberapa instansi terkait, di antaranya, Diklat Bengkulu, Kanwil Kemenag, Imigrasi, Bea dan Cukai, Bandara Fatmawati dan Asisten I Pemprov Bengkulu. Dari pantuan di lapangan terlihat berbagai fasilitas di asrama haji sudah mulai dilakukan perbaikan dan peningkatan. Misalnya, ruangan untuk keberangkatan Calhja di Asrama haji ke bandara Fatmawati sekarang dalam pekarjaan perluasan. Selain itu, jalan yang menghubungkan Diklat ke ruang tunggu keberatangkatan Calhaj akan dibangun dalam waktu dekat. Ini untuk mempermudah akses jalan bagi para pengatar calhaj. (rga)

Doc. Metro Bengkulu DEMO LINGKUNGAN - Sejumlah aktivis lingkungan di Kota Bengkulu melakukan aksi demo disimping lima beberapa waktu lalu. Aksi ini mereka lakukan sebagai protes terhadap kerusakan lingkungan di Bengkulu. Mereka berharap kepada apara penegak hukum di Bengkulu agar setiap pelaku perusakb lingkungan diproses secara hukum untuk memberikan efek jerah.(Metro/Juliyanti)

Balai Diklat Bengkulu Studi Banding ke Jabar BENGKULU (METRO) Sebanyak 40 pejabat pegawai Balai Diklat Kepagawaian Pemprov Bengkulu, melakukan orientasi lapangan dan sekaligus studi banding ke Diklat Pemprov Jabar, di Bandung. Kepala Badan Diklat Pemprov Bengkulu, Heris Taufani kepada

Metro, di Bengkulu, Sabtu (8/6) mengatakan, 40 karyawan Diklat Bengkulu yang melakukan orientasi lapangan dan studi banding ke Diklat Jabar itu, terdiri dari pejabat struktural, widya swara, cleaning servis, Satpam dan pejabat fungsional. Orientasi lapangan ke Diklat

Jabar, yang dilaksanakan pada 291 Juni itu, bertujuan mempelajari hal baru yang sudah dilaksanakan Diklat Jabar untuk diterapkan di Balai Diklat Bengkulu. "Semua hal baik yang dilakukan Balai Diklat Jabar akan kita adopsi untuk diterapkan di Balai Diklat Bengkulu, sehingga pelayanan di

Diklat daerah ini semakin baik dari yang telah dicapai selama ini," ujarnya. Sebab, tujuan kita melakukan orientasi lapangan ke Diklat Jabar untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ada di Balai Diklat Bengkulu. "Kita harapan hasil orientasi lapangan yang kita dapatkan dari Diklat

Bandung jika diterapkan dapat menjadikan Diklat Bengkulu semakin maju ke depan," ujarnya. Heris mengatakan, pihaknya akan melakukan pembenahan secara menyeluruh di Balai Diklat Bengkulu, termasuk pelayanan cleaning servis. Sebab, selama ini bidang cleaning servis belum bisa

memberikan pelayanan yang baik kepada para peserta Diklat. Karena itu, anggota cleaning servis Balai Diklat Bengkulu kita bawa ketika melakukan orientasi ke Diklat Bandung, sehingga mereka tahu bagaimana cara memberikan pelayanan baik kepada para peserta diklat. Demikian pula anggota

Satpam juga diajak ke Bandung agar mereka mengetahui bagaimana cara menerima tamu yang baik. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan Balai Diklat Bengkulu menjadi lebih baik lagi ke depan, terutama dalam melayani para peserta diklat, katanya.(rga)

Penerbit : PT Rajawali Putra Bengkulu Tulen Pemimpin Umum/Pen. Jawab :Tomi Jailani Pemimpin Redaksi/Pemp. Perusahaan :M. Sholeh Chalik Redaktur Pelaksana :Usmin, Tim IT :Endang Kusnadi, Sekretaris Redaksi :Eny S Rini , Wartawan/Staf Redaksi :Juliyanti, Baktiar ,Biro Daerah :Mukomuko : Drs. Tusri Yulius. A (Ka. Biro), Mahyudin, Sirim, Kepahiang : T.Muhtadun, Kurniadi, Rejang Lebong :Yurnal Hamidi, Johnny Irawan SH, Bengkulu Utara : Rozi, Bengkulu Selatan : Desmiati Kaur : Lukman, Jhon, Bengkulu Tengah : Yulisman ,Bagian Iklan dan Sirkulasi :Hermawan Kinal, Aryanti, Wilmi Gustina, Keuangan :Lidia Listanti, Litbang :Rolansyah, Percetakan :PT Rajawali Putra Bengkulu Tulen ( Isi Diluar Tanggung jawab Percetakan)


Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Halaman 3

DPRD Bengkulu Berinisiatif Buat Perda Tentang Gizi BENGKULU (METRO) Anggota DPRD Provinsi Bengkulu berinisiatif untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang gizi. Rencana ini mendapat respon positif dari Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah. "Raperda inisiatif DPRD itu perlu didukung karena persoalan gizi masih menjadi salah satu masalah krusial daerah," kata Junaidi, di Bengkulu, seperti dikutif dari antara, Rabu (5/6). Ia mengatakan, berdasarkan data Dirjen Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, triwulan pertama 2013 di Provinsi Bengkulu ditemukan 37 kasus gizi buruk. Meski sudah dapat ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan, menurut Gubernur strategi pencegahan jauh lebih baik. Masalah gangguan kesehatan akibat gizi buruk seperti kekurangan energi, gangguan akibat kekurangan yodium, kekurangan zat gizi mikro dengan gangguan pertumbuhan masih banyak terjadi di daerah itu. Ia mengatakan, persoalan gizi buruk erat kaitannya dengan masalah kemiskinan dan rendahnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Karena itu, harus ada kebijakan yang bisa menjamin setiap anggota masyarakat dapat memperoleh makanan yang cukup bergizi, beragam dan berimbang.

"Kesad aran

Pemprov Tanggung Biaya Transportasi Calhaj Bengkulu- Padang BENGKULU (METRO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar dari APBD setempat untuk mensubsidi biaya transportasi calon jamaah haji dari Bengkulu ke Padang, Sumatra Barat pada musim haji tahun ini. "Semua Calhaj Bengkulu biaya transportasinya ke Embarkasi Padang kita gratiskan. Pemprov Bengkulu telah mengalokasikan dana Rp 3 miliar untuk mengatasi biaya tersebut," kata Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, di Bengkulu, Sabtu (8/7).

mas yara kat tentang pentingnya gizi juga belum memadai s ehingga perlu sosialisasi," katanya. Meski masalah gizi merupakan sindrom kemiskinan, masyarakat tidak harus menunggu sampai ke tingkat perekonomian yang mapan baru memperhatikan masalah gizi keluarga. Namun, Gubernur Junaidi menyarankan, dalam penyusunan Raperda tersebut perlu diatur tentang sasaran perbaikan gizi, upaya perbaikian gizi, dan penangulangan masalah gizi dalam keadaan darurat. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Intan Zoraya mengatakan masalah kekurangan gizi, antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. "Akar masalah gizi adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi sehingga mendasari Komisi IV mengajukan usulan Raperda perbaikan gizi," ujarnya.(rga)

Selama ini, katanya seperti dilansir Antara biaya transportasi dari Bengkulu ke Padang dan sebaliknya dibebankan kepada masing-masing calhaj, tapi tahun ini, semuanya ditanggung Pemprov Bengkulu. Bantuan biaya transportasi domestik para calhaj tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam pelayanan ibadah haji di daerah ini. Apalagi, jika Kementerian Agama menyetujui Bengkulu sebagai embarkasi antara, sehingga para calhaj hanya transit saja di Padang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci. "Kalau embarkasi haji antara sudah disetujui Menteri Agama, maka calon jamaah haji kita menyelesaikan seluruh urusan administrasi cukup di Bengkulu, ke Padang hanya transit sebelum bertolak ke Tanah Suci, sehingga pelayanan haji di Bengkulu semakin baik," ujarnya. Sebab, sejumlah instansi terkait dengan keberangkatan calhaj ke Tanah Suci sudah disiapkan di Bengkulu, seperti asrama haji, bea cukai, keimigrasian dan kelengkapan lainnya, sehingga pelayanan kepada para calhaj semakin baik. Gubernur Junaidi mengatakan, tahapan verifikasi embarkasi haji antara sudah memasuki tahap akhir, dimana Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menyaksikan langsung simulasi embarkasi haji di Asrama Haji Bengkulu pada Selasa (4/6). Hasil simulasi atau verifikasi tahap akhir itu, akan dilaporkan ke Menteri Agama, kemudian akan diputuskan apakah Bengkulu layak menjadi embarkasi haji antara.

"Kita berharap keinginan Bengkulu menjadi embarkasi antara dapat direalisasikan oleh Kemenag," ujarnya. Sementara anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Lukman mengatakan, penggunaan dana tersebut sebaiknya dengan sistem pemesanan khusus pesawat untuk membawa para calon jemaah haji. "Sebaiknya Pemprov Bengkulu mencarter pesawat untuk membawa para calhja menuju Padang, sehingga lebih mudah pertanggungjawaban dananya," ujarnya. Sebab, pemberian dana untuk transportasi kepada para calhaj sulit diawasi sehingga rawan terjadi penyelewengan. Akibatnya, dana yang disiapkan untuk para calhaj dikorupsi.

"Kita tidak mengharapkan ada petugas haji di Bengkulu masuk penjara karena korupsi," ujarnya. Kepala Bidang Urusan Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Zahdi Taher mengatakan, sampai saat ini, sudah 1.400 dari 1.614 orang calhaj Bengkulu, yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) kepada pemerintah. Sedangkan batas akan akhir pelunasan BPIH pada 12 Juni mendatang. Bagi calhaj yang tidak melunasi sampai batas tersebut, maka mereka terpaksa batal berangkat haji pada 2013. Sebab, Kemenag tidak akan memperpanjang bata pelunasan BPIH.(rga)

DPRD Minta Pedagang di Jalur Hijau Ditertibkan BENGKULU (METRO) - Para pedagang di jalur hijau di Kota Bengkulu, harus ditertibkan karena akan merusak keindahan kota, seperti di Jalan S Parman. Sebab, tempat ini bukan lokasi berjualan bagi pedagang. "Secara kasat mata kita sudah bisa lihat daerah hijau seperti di Jalan S Parman itu bukan tempat untuk berdagang. Tempat ini harus bebas dari pedagang karena jika dibiarkan akan membuat keindahan kota jadi rusak," kata Anggota DPRD Kota Bengkulu, Badawi Saluy, seperti dilansir Antara, Rabu (5/6).

Ia mengatakan, seharusnya pihak terkait merespon dan menertibkan pedagang agar tercipta Kota Bengkulu yang sesuai dengan visi dan misi pemerintah setempat. "Bagaimana kita bisa menciptakan kota 'Bengkuluku Bersih' kalau jalur hijau itu dipenuhi pedagang dan sampah bertebaran di badan jalan," ujarnya. Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bengkulu, Ali Armada mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pedagang yang berjualan di jalur hijau kota. "Tadi sudah kita berikan peringatan agar mereka tidak berjualan

di sana, tetapi belum menindak, kita coba dengan cara persuasif dulu, tapi kalau tetap masih berjualan akan kita berikan tindakan tegas," ujarnya. Satpol PP Kota Bengkulu, dalam beberapa hari ke depan, akan melakukan sosialisasi dan imbauan agar pedagang tidak berjualan di jalur hijau, seperti di Jalan S Parman dan beberapa lokasi jalur hijau lainya. "Kita tetap imbau dulu, belum langsung kita tertibkan, kita ingatkan bahwa tidak dibenarkan berjualan di sepanjang jalur

hijau, nanti kita juga akan pasang rambu dilarang berjualan di di sana" katanya. Sebab, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan S Parman tersebut, melanggar peraturan daerah (Perda) No 3 Tahun 2008, yang melarang pedagang berjualan di jalur hijau dan trotoar. "Kalau mereka setelah kita ingatkan dan kita berikan sosialisasi tetapi masih berjualan di sana, kita akan mengambil tindakan tegas lewat jalur hukum dengan ancaman kurungan tiga bulan," ujarnya.(rga)


Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Halaman 4

Menyoal Pembangunan Kaur Usulkan Kuota Pasar Lubuk Durian BBM Subsidi Ditambah BENGKULU UTARA - Kegiatan revitalisasi pasar tradisional Lubuk Durian, mendapat sorotan dari banyak pihak. Setidaknya Forum Pemantau Peradilan (Forwara) salah satu yang menyoroti proyek ini. Karena menurut lembaga ini, proyek menyedot dana Rp900 juta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Mereka menyoroti fisik proyek bekerja sesuai RAM dan gambar Koperasi dan UKM Bengkulu yang dinilai hanya dikerjakan asal yang sudah ditentukan. "Kami Utara tidak menandatangani, begitu jadi, seperti pasangan besi tiang, bekerja sesuai dengan RAB dan pula dengan pemeriksa gambar,

pasar di Lubuk Durian ini, agar nantinya program ini dapat tercapai sesuai dengan perencanaan awal, apalagi proyek ini menghabiskan dana APBN dengan nilai cukup pantastis. "Demi untuk penyelamatan

BENGKULU (METRO) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur, Provinsi Bengkulu, mengusulkan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada pemerintah pusat guna mengatasi kebutuhan BBM masyarakat di daerah itu. "Kita mendukung kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM subsidi, tapi Kaur minta agar alokasi BBM subsidi ditingkatkan dari yang diberikan sekarang," kata Wakil Bupati Kaur, Yulis Suti Sutri di Bengkulu, ketika menghadiri rapat pembahasan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi di Pemrov Bengkulu, pekan ini.

Pemkab Kaur, kata Yulis, seperti dilansir Antara mendukung langka pemerintah menaikan harga BBM subsidi. Tapi, sebagai kompensasi kenaikan itu, Kabupaten Kaur minta agar kuota BBM di daerah ini tambah lagi karena jatah yang diberikan pusat tidak cukup. Akibatnya, BBM subsidi di Kaur, sejak lama mengalami kelangkaan. Hal ini menyebabkan harga eceran di Kaur sudah naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000 per liter. Karena itu, kami berharap kepada pusat agar kuota BBM Kuar dapat ditingkatkan dari 16 ton menjadi 36 ton per hari. Kuota BBM yang diberikan pemerintah

pusat ke Kaur sekarang ini sebanyak 16 ton, tidak cukup. Sementara itu, Wira Penjualan Depo Pertamina Bengkulu, Misbach Buchori mengatakan, kuota BBM yang disalurkan ke Kaur sudah sesuai kebutuhan di daerah itu, yakni sebanyak 16 ton hingga 24 ton per hari. "Kami menyalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk seluruh kabupaten, sesuai ketetapan BPH Migas," katanya. Kuota BBM bersubsidi Bengkulu, hanya cukup sampai Oktober 2013, sehingga penyaluran disesuaikan dengan kuota yang ditetapkan.(rga)

Banjir, Jalan di Desa Sambat Berlumpur

sebagai tulangnya hanya menggunakan satu batang besi yang dilipat menjadi dua, sedang seharusnya empat besi. Kedalaman tiang besi yang dibuat dengan sistim cakar ayam itu pun hanya 13-15 centimeter saja, yang seharusnya dikunci dengan empat besi tersebut. Pihak pelaksana dari Koperasi Parikesit mengaku

gambar yang sudah disediakan pihak konsultan," katanya sembari menunjukkan sebuah gambar yang tidak begitu jelas petunjuk dan perencanaannya. Anehnya, selain gambar tersebut tidak begitu jelas, juga tidak ditandatangani oleh semua penanggungjawab bangunan tersebut, seperti Kepala Dinas

tidak menandatangani desain gambar tersebut, kecuali hanya ditandatangani direktur PT Ideal sebagai penanggungjawab design enginering. Ibnu Hajar dari Forwara menilai proyek ini terindikasi akan merugikan keuangan negara. Karena itu pihaknya meminta instansi terkait untuk memantau pembangunan fisik los dan kios

keuangan negara, perlu adanya pengawasan ekstra ketat terhadap proyek ini. Bila perlu dibongkar kembali pasangan yang sudah ada. Sebab, kalau dilanjutkan pekerjaan yang kekuatannya tak sesuai perencanaan ini akan berimbas pada keselamatan pedagang penghuni los pasar itu tersebut," katanya. (rz)

KAUR (METRO) - Akibat banjir besar yang melanda sebagian Kecacmatan Maje, Kabupaten Kaur 23 Mei lalu membuat sepanjang jalan menuju Desa Sambat, Maje menjadi berlumpur. Hingga kini kondisi lumpur dan becek setinggi 50 centimeter tersebut masih belum mengering dan tentunya menyulitkan warga setempat melakukan aktifitas mereka. Semua pengemudi kendaraan yang keluar masuk wilayah itu mengeluh, karena kendaraan mereka penuh dengan lumpur. Padahal ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk menuju ke Desa Muara Sambat dan merupakan jalan yang banyak digunakan warga untuk menuju perkebunan dan sekolah-sekolah. Begitu pula warga di sejumlah desa yang ada di wilayah itu, seperti Desa Air Jelatang, Tanjung Ganti, Kedataran dan Desa Tanjung Aur, mengeluh dengan kondisi ini. Mereka mengaku kesulitan dalam

melakukan aktifitas sehari-hari, apalagi untuk pergi dan pulang ke kebun, serta anak-anak mereka kesulitan untuk berpergian ke sekolah. Dilaporkan wartawan Metro Bengkulu dari Kaur, saat banjir yang melanda wilayah itu, banyak rumah warga Desa Muara Sambat terendam. Tidak hanya rumah terendam, wqarga juga menderita kerugian akibat barang mereka seperti padi, pupuk, kopi, hewan ternak dan perabot rumah tangga serta peralatan lain seperti mesin penggiling padi dan kopi ikut rusak. Kepala Desa Kedataran, melalui Sekdesnya, Tahirin mengatakan, peristiwa banjir tersebut berlangsung sekitar lima jam lamanya. Banjir ini, kata dia, merupakan banjir kiriman, karena hujan di wilayah itu tidak terlalu deras, namun dibagian hulu sungai hujannya cukup deras dan lama sehingga mengakibatkan banjir di bagian hilir. Hal yang sama dikatakan Kades Air Jelatang, menurutnya

akibat banjir tersebut banyak sumur warga yang rusak akibat dipenuhi lumpur yang terbawa banjir. Namun masih untung, kata dia, warga dengan sigap menyelamtan harta benda mereka sehingga tidak menimbulkan kerugian yang begitu besar. Musibah ini mendapat perhatian dari Pemkab Kaur, setidaknya pedmerintah setempat telah menurunkan tim dan memberikan bantuan. Kades mengharapkan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kaur bisa turun tangan memabantu membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan di sepanjang jalan menuju Desa Muara Sambat. "Kami berharap Dinas PU bisa membantu membersihkan lumpur di jalan ini, karna setiap turun hujan, lalu lintas warga di jalan tersebut lumpuh akibat lumpur tersebut kembali mencair. Kondisi ini praktis sangat mengganggu bagi anak-anak yang akan bersekolah ke Kota Bintuhan," katanya. (jn/lk)


Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Halaman 5

KUA Sesalkan Penjualan Tanah Kuburan di Ketahun KETAHUN (METRO) – Mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecacmatan Ketahun, Bengkulu Utara (BU), yang kini menjabat sebagai Kepala KUA Napal Putih, Jaja Miharja, menyesalkan tindakan Pemerintah Desa D1 Ketahun menjual tanah kuburan. Dan saat ia menjabat Kepala KUA Ketahun, ia pernah menggugat itu agar tidak dilakukan. “Kami menyesalkan sikap Pemdes D1 Ketahun yang menjual tanah kuburan itu. Hal ini tidak semestinya terjadi, apalagi alasannya tidak jelas. Karena ini menyangkut kepentingan dan hak orang banyak," katanya saat dikonfirmasi terkait sikapnya yang pernah menggugat penjualan kuburan tersebut. Menurut Kepala KUA Napal Putih ini, kalau untuk kepentingan meningkatkan pendapatan desa, tidak harus dengan menjual kuburan, masi banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah desa. Apalagi tanah kuburan itu merupakan tanah wakaf, yang sudah jelas di atur dalam undang-undang perwakapan. "Pihak pemerintah desa setempat tak pernah berkoordinasi dengan kami soal penjualan tanah kuburan tersebut, padahal kami yang bertanggungjawap. Sekarang kita lihat saja sejauh mana mereka menangani masalah ini," ungkap mantan kepala KUA Ketahun itu ketika dihubungi via hendpon beberapa waktu lalu. Ironis memang, bahkan sejumlah warga setempat mengatakan ini sebagai kejadian luar biasa dan tak pernah terjadi di wilayah Kecamatan Ketahun. Tanah kuburan diperjual belikan oleh pemerintah desa setempat kepada sebuah perusahaan pertambangan untuk pembangunan jalan angkutan hasil produksi perusahaan tersebut menuju dermaga. Awalnya, pihak pemerintah Desa D 1 Kecamatan Ketahun melakukan negoisiasi dengan pihak PT Injatama yang mau membuka jalan guna kepentingan angkutan batu bara mereka menuju dermaga. Untuk pembuatan jalan tersebut, perusahaan membutuhkan tanah itu dengan ukuran lebar badan jalan sekitar 8-12 meter dengan ganti rugi

mencapai Rp60 juta. Kepala Desa D1 Ketahun, Suparmin mengaku adanya penjualan tanah kuburan tersebut, namun uangnya diserahkan kepada pengurus koprasi desa. "Memang ada penyerahan tanah kuburan ke PT Injatama, tapi uang ganti ruginya langsung diserahkan kepada pengurus koperasi desa," katanya ketika dihubungi di kediamannya beberapa

belum lama ini. Dia mengatakan bahwa penjualan tanah kuburan tersebut, pada bulan November 2012 lalu pernah digugat oleh Kepala KUA waktu itu, Jaja Miharja. Karena Kepala KUA waktu itu tidak setuju terhdap penjualan tanah kuburan tersebut yang akan dibuka jalan bagi kepentingan angkutan batu bara perusahaan pertambangan PT Injatama.(rz)

Tak Mau Nyumbang, Guru Diminta Buat Pernyataan KEPAHIANG – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kepahiang, Ghajali Adila, M Pd, yang didampingi Sekretarisnya, Junadi M Pd, mengatakan, bagi guru yang tak mau ikut menyumbang untuk pembangunan gedung PGRI setempat tidak dipermasalahkan, namun mereka diminta membuat pernyataan tertulis dan ditujukan kepada PGRI setempat. Ghajali mengatakan hal ini saat ditanya wartawan koran ini terkait keberatan sejumlah guru terhadap rencana PGRI se Provinsi Bengkulu untuk membangun kantor PGRI di setiap kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu. "Kalau ada guru tak mau menyumbang tidak apa-apa, asalkan mereka mau membuat pernyataan tertulis yang ditujukan kepada PGRI," katanya. Sebagaimana diketahui, semua guru di Provinsi Bengkulu akan dikenakan pemotongan atas gaji ke 13 mereka tahun ini, masingmasing guru dikenakan Rp150 ribu, sebagai bentuk sumbangan pembangunan gedung organisasi itu di kabupaten masing-masing. Namun banyak guru di s ejumlah daerah yang menolak pemotongan gaji ke 13 mereka untuk disumbangkan guna pembangunan gedung Korpri tersebut. Begitu pula di Kabupaten Kepahiang, rencana pemotongan gaji ke 13 bagi guru tersebut juga mendapatkan penolakan dari

sejumlah guru di daerah itu. Menurut Ketua Korpri Kepahiang, uang Rp150 ribu dimaksud bukan pemotongan gaji ke 13 bagi guru, melainkan sebagai bentuk sumbangan dari para guru dalam merealisasikan pembangunan gedung PGRI sendiri. "Ini bukan pemotongan, tapi inilah bentuk sumbangan para guru dalam pembangunan gedung PGRI, karena selama ini PGRI di kabupaten/kota belum ada gedung sendiri. Dan kebijakan ini sudah diputuskan dalam Konfrensi PGRI di Bengkulu beberapa waktu lalu, serta sudah disosialisasikan melalui berbagai media massa," katanya. Ditambahkannya, dengan dibangunnya gedung PGRI tersebut, akan menjadi sarana bagi guru, dan menjadi sebuah simbol kehormatan bagi para guru yang ada di Kabupaten Kepahiang, dan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan silahturahmi bagi para guru. Selain itu, kata dia, gedumng tersebut juga menjadi asset bagi PGRI untuk mendapatkan pendapatan. "Seandainya ada kegiatan PGRI, maka tidak perlu lagi menyewa gedung lain dan tentunya setiap tahun pasti ada kegiatan para guru. Namun demikian, bagi para guru yang tak mau menyumbang, kami tidak memaksakan, asalkan mereka membuat pernyataan tertulis dan ditujukan kepada PGRI," katanya menutup pembicaraan. (tm/kur)

Proyek Tranmigrasi Sambat Baru Buat Jalan KAUR (METRO) - Manejer PT Syukri Balak, Iwan, selaku kontraktor pelaksana proyek transmigrasi di Muara Sambat yang menelan dana Rp13 miliar itu, mengatakan, hingga kini pihaknya baru memulai pekerjaan dengan pembuatan jalan sepanjang tiga kilo meter. Dia menambahkan, tingkat kesulitan proyek ini sangat tinggi, terutama medannya sulit untuk memobilisasi alat. "Medannya sangat sulit, untuk memobilisasi

alat kita harus melalui jalan Padsang Kempas yang jarak tempunya mencapai tiga jam, itu pun kalau cuaca panas. Jadi sekaranag kita baru membangun jalan sepanjang tiga kilometer," katanya saat ditanya wartawan koran ini terkait pelaksanaan proyek yang akan menampung 200 KK warga transmigrasi itu. Selain kesulitan tadi, Iwan juga mengaku bahwa cuaca sekarang sangat ekstrim dan tidak bersahabat, curah hujan cukup tinggi membuat

medan menjadi bertambah menyulitkan. Untuk menuju lokasi, kata dia, pihaknya harus memutar jauh. Sedangkan melalui jalan Sambat lebih sulit lagi, jembatan tak kuat dilalui apalagi melalui jembatan gantung tua. Sementara pengelola kayu (tukang gesek kayured), Lukman saat dijumpai di lokasi mengeluhkan terjadinya banjir di Muara Sambat beberapa hari lalau. Pasalnya, kayu yang dipersiapkan untuk pembangunan rumah

teranmigrasi itu banyak yang hanyut terbawa air yang jumlahnya mencapai 30 meter kubik. Apa yang dikeluhkan Lukman tadi dibenarkan oleh Sekdes Kedataran, Tahiri. Menurutnya, apa yang dikeluhkan oleh warga nya itu memang benar adanya. Bahkan ia mengaku prihatin atas musibah tersebut. "Kami juga prihatin melihat kondisi ini, namun kita tetap berharap mudahmudahan tidak mengurangi semangat untuk terus melaksanakan proyek ini, terutama pihak

kontraktor," katanya. (jn/lk)


Halaman 6

Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013


Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Halaman 7


C Y M K

Metr Bengkulu Edisi 31 Senin, 10 Juni 2013

Jangan Takut Bicara Benar

Halaman 12 Harga Rp 2500/eks, Luar Kota + Ongkos Kirim

Mengagumi Kebersihan RSUD Manna Manna ( Metro) Bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manna, Bengkulu Selatan (BS) "Bersih itu Indah dan Sehat" bukan hanya sekedar semboyan belaka. Hal ini dapat dirasakan saat kita melangkahkan kaki memasuki kawasan rumah sakit yang dipimpin seorang dokter perempuan, Dr Rika Purnama Sari, itu. Pagi itu, saat Metro Bengkulu mengunjungi rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu, puluhan petugas bidang kebersihan (Cleaning Service) terlihat sibuk bekerja membersihkan setiap sudut ruangan dan halaman. Walau waktu setempat baru menunjukkan pukul 07.30, semua ruangan dan kamar mandi sudah terlihat bersih dan tertata rapi. Pasien dan keluarganya yang menunggu pun terlihat senang,

senyuman yang terlempar dari bibir semua tenaga medis dan para medis pun membuat semua pengunjung dan pasien bertambah nyaman. "Kondisi ini merupakan keberhasilan program Direktur RSUD Manna, Dr Rika Purnama Sari sejak mengawali tugasnya di RS ini," kata seorang perawat. Wanita muda berseragam serba putih itu menyempatkan untuk menjawab beberapa pertanyaan wartawan Metro Bengkulu. Ia mengaku, sejak RSUD ini dipimpin Dr Rika, ia dan rekanrekannnya merasa lebih nyaman dalam melaksanakan tugasnya sebagai para medis. Begitu pula sejumlah keluarga pasien yang tengah menunggu keluarganya menjalani rawat inap di rumah sakit ini, mereka umumnya mengakui puas dengan pelayanan dan kebersihan di

RSUD Manna. Sudut-sudut halaman rumah sakit yang sebelumnya kurang terawat, kini tampak lebih rapi dan ditanami dengan bunga. Pelayanan dibarengi dengan kian meningkatnya kualitas dan kuantitas pelaratan medis yang tersedia saat ini memang sudah baik. Direktur RSUHD BS. Dr Rika Purnama Sari mengaku sudah berupaya maksimal menjaga kondisi rumah sakit agar lebih lebih kondusif. Untuk mencapai semua ini tentu kita butuh dukungan semua pihak termasuk keluarga pasien," katanya. (des ) Proyek Irigasi Air Selebang Di Duga Bermasalah.Kejaksaan Negeri (Kejari ).BS saat ini telah melakukan penyelidikan proyek irigasi Air Selebang Kecamatan Kedurang diduga ada

penyimpangan pengerjaan proyek tersebut.Kepala Kejaksaan Negeri Man'na Bengkulu Selatan,H Raswali Hermawan SH MH

melalui jaksa fungsional Lucky Selvano Marigo SH kepada Metro.mengatakan,dilidiknya proyek irigasi ini lantaran adanya

laporan Masyarakat bahwa proyek tersebut diduga bermasalah,diantaranya ada pekerjaan yang tidak sesuai

Sambungan Hal 1 Pilwagub... memilih Wagub Gubernur Bengkulu, yang akan mendampingi Gubernur Junaidi Hamsyah untuk sisa masa jabatan 2010-2015. Sebelumnya Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah sudah menyerahkan dua nama calon wakil gubernur ke DPRD setempat. Dua nama calon wakil gubernur yang berasal dari Partai

Demokrat tersebut, yakni Dian Syakhroza dan Sultan Najamudin. Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional berkoalisi memenangkan pasangan Agusrin Najamudin dan Junaidi Hamsyah pada Pilkada Bengkulu pada 2010. Kasus korupsi yang membuat Agusrin Najamudin divonis penjara selama empat tahun, membuat Presiden Susilo

B a m b a n g Yu d h o y o n o menghentikannya dari jabatan dan digantikan oleh Junaidi Hamsyah. Menteri Dalam Negeri Gawaman Fauzi pada Desember 2012 melantik Junaidi Hamsyah sebagai gubernur defenitif dan menginstruksikan DPRD agar memproses pemilihan wakil gubernur.( rga)

Sambungan Hal 1 Laporkan... Jakarta, setiap kabupaten yang dilalui akan disinggahi untuk meminta cap stempel dari pemda setempat.

Azwar mengharapkan doa restu dari masyarakat Lebong dan Bengkulu, sehingga mereka sampai di Jakarta dalam keadaan

selamat. "Kami tidak ada tujuan tertentu dari aksi ini kecuali mengharapkan kepada aparat penegak hukum di negeri ini dapat

mengusut kasus dugaan tindakan pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Lebong," ujarnya. (btr/yt)

DIREKTUR RSUHD BENGKULU SELATAN

dengan perencanaan (spek ).pihak Kejari melakukan pengecekan terhadap Fisik proyek tersebut beberapa hari yang lalu (30/4).untuk melihat realisasi pelaksanaan proyek dilapangan .pengecekan dilakukan bersama Kabid Pengairan Dinas PU Propinsi Bengkulu A Jaya Hadi Kusumo ST dan PPTK Yasar Arsa MT.hasil pengecekan itu diketahui jika anggaran untuk pembangunan irigasi sebesar Rp 1,7 M,pada tahun 2012 lalu dan realisasi pembangunan saluran irigasi induk sepanjang 9850 meter dengan lebar 5 meter.Untuk fisik kegiatan sudah kami cek.tetapi kami belum dapat memastikan apakah pelaksanaannya sesuai dengan rencana anggaran biaya( RAB )nya tambahnya.pihak Kejari sudah memanggil Kabid pengairan Dinas PU Propinsi Selasa kemaren (7/5).juga akan memangil kontraktor pelaksanaan kegiatan yakni CV Rembayung.dan BPKP akan meng"auditor/mengecek kegiatan apakah ada kerugian negara.demikian ( Des ).

Sambungan Hal 1 Mufran... Dari pantauan Koran ini, rapat paripurna DPRD Seluma dengan agenda pelantikan Wakil Bupati Seluma yang digelar di gedung DPRD Seluma itu, mendapat penjagaan ketat dari ratusan aparat kepolisian yang dibantu oleh petugas dari TNI. Bupati Seluma, H. Bundra Jaya, SH, MH, berharap dengan terisinya kursi Wakil Bupati Seluma ini, kedepannya ia bisa memiliki partner

kerja yang seimbang dan sejalan. Sehingga dapat bersama-sama dan dapat bekerja maksimal guna meneruskan pembangunan di Kabupaten Seluma menuju kabupaten yang bermartabat dan menjadi kebanggaan masyarakat. “Dengan adanya wakil bupati, saya berharap akan terwujud kerja sama yang baik untuk meneruskan pembangunan di Kabupaten Seluma,� kata Bupati Seluma,

Bundra jaya, kepada wartawan yang meliput acara tersebut di Seluma, Rabu(5/6). Ia menambahkan, dengan adanya wakil bupati, akan membuat dirinya menjadi lebih fokus untuk membangun Kabupaten Seluma. Sebab, selama ini sejumlah pekerjaan hanya ditanganinya sendiri. Namun, setelah adanya Wabup, pekerjaan yang selama ini dirasakan berat, akan menjadi lebih

ringan. Secara terpisah, wakil Bupati Seluma Mufran Imron, SE mengaku siap mendukung dan bekerjasama dengan bupati untuk melanjutkan program-program pembangunan dikabupaten Seluma. “Saya siap mendukung dan menjalankan program yang ada bersama Bupati,� tegas Mufran. (ms)

C Y M K

Edisi 31 senin,tanggal 10 juni 2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you