Page 23

SIAK EKSPRES

Dumai Pos Kamis, 2 Juli 2009

15

20.491 Warga Terkena ISPA Selama Januari-Mei 2009 Laporan RPG, Siak

F: DOK.DUPOS

KABUT ASAP: Kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan baik di Kabupaten Siak maupun Riau telah menyebabkan, 20.491 warga terserang inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA) selama Januari-Mei 2009.

„ Kota Istana PASAR BUAH

Ganggu Lalulintas SIAK—Keberadaan pasar buah rada di Jalan Bahagia, tepatnya di seputar halaman SMPN 1 Siak lama, kini terlihat semrawut. Selain mengganggu lalu lintas, keberadaan pasar tersebut atap-atap yang dipasang oleh para pedagang sudah menjorok di badan jalan. Sehingga, kondisi ini sangat mengganggu terhadap proses dan aktifitas ketertiban masyarakat untuk berlalu lintas di sepanjang jalan tersebut. Untuk itu, diminta kepada dinas yang berwenang dapat menegur dan mengatur terhadap persoalaan ini. Demikian disampaikan Camat Siak Juarman SSos MSi saat menyampaikan tanggapannya pada rapat kerja (Rakor) pejabat yang meliputi camat, lurah, Kades, BPD se-Kabupaten Siak yang berlangsung di Gedung T Mahratu, beberapa hari lalu. Menurutnya, ruwet dan semrawutnya keberadaan pasar buah tersebut, dia meminta kepada dinas terkait, untuk segera melakukan relokasi terhadap pasar buah ini ke tempat yang sudah ditentukan, jika tidak dampaknya akan lebih sembrawut lagi dan mereka bisa membuang sampah di sembarang tempat. ‘’Ini harus mendapat perhatian, agar ketertiban pasar buah tersebut dapat tertata dan tercipta dengan baik. Dan sampah yang dibuang diseputar halaman belakang SMPN 1 lama itu dapat dibersihkan serta tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan ditengah-tengah masyarakat,’’ cerca camat. Sementara itu, menurut Sekdakab Siak Drs H Adli Malik, bahwa kawasan pasar buah yang digunakan oleh para pedagang itu, dahulunya merupakan kawasan tempat sekolah SMPN 1 lama. ‘’Itu merupakan tempat dan kenangan nostagia saya sewaktu menempa dan menimba ilmu di situ. Tapi yang janjinya digunakan untuk tempat pasar buah bersifat sementara, namun saat ini terus berlangsung dan tempat jualan pasar itu sudah beralih fungsi. Karena tempat itu bukan lagi tempat jual buah, tapi sudah menjadi pasar gado-gado mulai dari tempat pangkas, emas, CD, sepatu ada di sana,’’ kata Sekda. (kin/end)

Polres Siak Polsek Sungai Apit Polsek Minas Polsek Perawang Koramil Sungai Apit Koramil Minas Koramil Perawang Rumah Sakit Siak TVRI Siak Radio Pemerintah Daerah (RPD) Televisi Siak Telkom Siak Perusahaan Sarana Pembangunan Siak Pemadam Kebakaran BRI Siak Bank Siak Kantor Pos dan Giro Informasi

0764-20110 0766-51050 0761-993444 0761-91448 0766-51061 0761-598033 0761-92919 0764-20011 0764-20120 0764-20181 0764-322077 0764-20000 0764-20468 0764-322113 0764-20017 0764-20462 0764-20347 0764-20108

MUSIM kemarau panjang yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kabupaten Siak khususnya, sempat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Karena terhitung sejak Januari-Mei 2009, sedikitnya 20.491 orang warga Kabupaten Siak terkena inpeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 491 orang diantaranya mengalami feumonia berat atau penyakit ISPA berat. Tapi untuk menanggulangi dampak itu Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Siak sudah melakukan berbagai langkah salah satunya dengan cara membagi-bagikan masker dan juga pelayanan pengobatan di sejumlah Puskesmas. ‘’Sampai saat ini jumlah warga yang terkena ISPA cukup banak dan 491 orang diantaranya terkena ISPA berat, selebihnya hanya ISPA ringan dan umumnya penderita ISPA ini adalah anak-anak dibawah umur,’’ tegas Kepala Diskes Kabupaten Siak H Budiman Shafari kepada RPG, Rabu (1/7) di ruang kerjanya. Budiman mengatakan, pekan lalu pihaknya sudah membagikan 2500 lembat masker kepada masyarakat di Kecamatan Tualang dan Siak, khususnya terhadap warga yang melintas dipersimpangan jalan raya yang pada saat itu sedang dipadati asap tebal. Makanya untuk sekarang, stok masker masih kosong dan pihaknya sedang menunggu pesanan dari Diskes Riau dan

minta bantuan ke BOB, Indah Kiat serta Arara Abadi. Untuk penyaluran masker ini, pihaknya meminta perusahaan dapat memberikan langsung kepada masyarakat agar lebih cepat. Karena pencegahan asap dengan menutuphidungmenggunakanmasker masih sangat memungkinkan, sehinggapenyakit-penyakittertentuyangdialami masyarakat bisa terindah, apalagi penderitayangalergidenganudarasaat ini.Apalagipotensikabutasapbagiyang menghirup nya sangat bersar dan berbahanya, khususnya yang sempat mengnidappenyakitTBdanasmaharus menghindariasapdanmengurangiaktifitas di luar rumah dan harus selalu menggunakanpenutupmulut. ‘’Kita minta masyarakat untuk mencegahnya sendnri, jika hidung terasa panas dan mata pedih harus menggunakan kacamata dan penutup hidung, sehingga asap tidak dengan cepat masuk ke tubuh dan membunuh ketahanan tubuh kita dan pada akhirnya kita akan terkena ISPA,’’ harapanya. Menurutnya, ISPA yang akut sangat ditakut dan tentunya penyakit lain dan alergi terhadap asap. Kadang-kadang kesadaran masyarakat malah rendah dan setelah dibagikan masker malah tidak digunakan, padahal masker itu bisa digunakan berulang-ulang. Makanya, saat ini pihaknya masih membutuhkan masker sebanyak dan pihaknya meminta perusahaan yang sudah dimintai bantuan untuk segera merealisasikan. (end)

Empat Titik Api Belum Padam SIAK—Setiap pagi menjelang tengah hari, Kabupaten Siak dikepung oleh kabupaten asap tebal, akibat terbakarnya lahan dan hutan. Apalagi selama, beberapa hari ini kemarau panjang belum menunjukan tanda-tanda akan turun hujan, sehingga empat titik api (hot spot) yang ada di Kabupaten Siak masih sulit dipadamkan. Meksi Tim ManggalaAgni sudah berusaha keras sampai malam hari memadamkan api di lahan gambut yang terbakar. Sedangkan dari pantauan dilapangan sejak tiga hari terakhir ini, kabut asap tebal terlihat pada pagi hari mulai pukul 06.30-10.30 WIB dan jarak pandang rata-rata mencapai 1-3 kilometer. Bahkan untuk jalur perairan sungai Siak jarak pandang pada pagi hari hanya 200-500 meter dan menjelang pukul 10.30 WIB asap mulai hilang. Tapi kabut asap yang timbul akibat terbakarnya lahan dan hutan ini membuat resah masyarakat. ‘’Dari pantauan dilapangan dan titik api, 30 Juni untuk wilayah sumatera terdapat 39 titik, 20 titik diantaranya berada di Riau dan empat titik. Api berada di Kabupaten Siak yang sampai saat ini belum bisa dipadamkan. Karena lokasi kebakaran ini merupakan lahan gambut yang sulit dipadamkan,’’ ujar Kepala Badan Lingkun-

gan Hidup (BLH) Kabupaten Siak Drs H Nuzirwan Aziz kepada RPG, rabu (1/7) di Siak. Menurut Tim Koordinator Karhutla ini, kebakaran lahan dan hutan ini diduga adanya kesengajaan yang dilakukan oleh masyarakat dalam membuka lahan perkebunan. Bahkan yang lebih parah lagi kebakaran di lahan gambut. Meski petugas pemadam kebakaran sudah berusaha keras untuk memadamkan, tapi karena lahan gambut sulit dipadamkan, maka asap terus timbul dan yang bisa diharapkan ada menunggu sampai hujan turun. Sedangkan Kabid Perlindungan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutana dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Siak, Khairul Huda SPi juga menyampaikan, Tim Manggala Agni yang diturunkan ke lapangan sudah satu pekan melakukan pemadaman api yang membakar lahan masyarakat di Km 6, Jalan Raya SiakDayun, di Kecamatan Mempura. Meski api sudah dipadamkan oleh Tim ManggalaAgni, tapi karena lokasi kebakaran adalah lahan gambut, sehingga asap terus muncul. Selain itu, Khairul Huda juga mengatakan, kebakaran lahan masyarakat ini sepertinya disengaja, padahal pihaknya sudah berulang kali mengin-

Guru Swasta Ikuti Jambore PTK-PNF SIAK—Sedikitnya 40 orang guru-guru sekolah swasta tingkat PAUD dan TK se abupaten Siak, Selasa malam (30/6) lalu di Hotel Yasmin, Siak, mengikuti Jambore Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Pendidik Non Formal (PTK-PNF). Jambore ini untuk memberikan pemahaman dan pendalam ilmu untuk mendidik anak-anak TK agar lebih baik. Apalagi dari perwakilan guru-guru swasta ini menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Siak, karena selalu tampil

diberbagai iven guru tingkat provinsi maupun nasional. Kadisdik Siak, Drs H Arfan Usman MPd yang membuka kegiatan itu mengatakan, dengan adanya kegiatan ini tentunya pemerintah Kabupaten Siak tidak membeda-bedakan tenaga pendidikan formal maupun non formal. Kegiatan ini untuk menunjang peningkatan pemahaman guru dalam menddikan anak-anak taman kanak-kanak agar lebih baik lagi.(ksm/rpg)

gatkan masyarakat agar tidak membakar lahan pada saat musim kemarau saat ini. Sehingga, jika terjadi kebakaran lahan seperti saat ini maka sangat sulit untuk dipadamkan. Makanya pihak Dishutbun sudah melayangkan surat kepada camat agar memberikan teguran kepada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.(ksm/rpg)

Masyarakat Diberi Pengetahuan Hukum SIAK—Agar hak-hak masyarakat untuk mendapatkan perlindungan hukum tidak dikebiri oleh oknum-oknum tertentu dalam mengambil keuntungan, maka pemerintah dengan berbagai upaya memberikan pengetahuan hukum yang menyangkut persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Sedangkan persoalan masyarakat yang selalu timbul dan berhadapan dengan hukum, seperti masalah sengketa lahan, KDRT, narkoba. Untuk meberikan pemahaman itu Bagian Hukum Sekdakab Siak, Rabu (1/7) di Aula Kantor Camat Siak menggelar koordinasi dengan tokoh masyarakat tentang implikasi pelaksanaan peraturan perundangan-undangan, dengan menghadirikan pembicara dari Pengadilan Negeri Siak, Pengadilan Agama, Badan Pertanahan Nasional, Kepolisian, Badan Narkotika Kabupaten Siak. Dalam pertemuan yang dibuka oleh Camat Siak Juarman Msi dan dihadiri Kabag Hukum Herianto SH, Hakim Pengadilan Nageri Siak A Rico H Sitanggang, BNK Siak Windu Rukmana SH, Kepolisian Brigadir Salnaidi, Sepriati SH Kasi Konflik dan Sengketa Pertanahan BPN Siak dan tokoh masyarakat serta Kepala Desa dan Lurah seKecamatan Siak.(ksm/rpg)

F: DOK.DUPOS

Realisasi kegiatan seperti proyek pembangunan jalan akan terhambat akibat proses pencairan dana yang lamban.

Realisasi Kegiatan Akan Terhambat Proses Pencairan Dana SIAK—Satuan kerja (Satker) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, saat ini merasa kesulitan untuk melaksanakan kegiatan, hal ini disebabkan, proses pencairan dana yang sulit . Sehingga, berbagai kegiatan yang seharusnya sudah terlaksana hingga kini belum bisa direalisasikan. Hal ini disampaikan anggota DPRD Siak yang juga ketua Fraksi Partai Bintang Sejahtera Master Hamzah kepada wartawan, Rabu (1/7). Menurut Hamzah, lambannya dalam proses pencairan dana,akan berdampak pada proses kegiatan yang ada di setiap SKPD, karena semua kegiatan sangat membutuhkan dana. Apakah hal ini disebabkan karena proses administrasi yang rumit atau bagaimana, sehingga hal ini akan menyulitkan bagi proses penyelenggaraan pembanungan. Karena itu, Pemkab Siak diminta segera mengatasi masalah ini agar tidak menyulitkan dalam pelaksanaan kegiatan. Sebab, keterlambatan dalam

proses pencairan dana akan berakibat pada aspek pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Siak, juga akan menggangu terhadap proses aktifitas kerja para pegawai. Seperti halnya gaji PNS apalagi tenaga honorer yang seharusnya ini sudah menjadi kewajiban yang harus dikeluarkan kenapa mesti harus lamban dalam pencairanya. Gaji tenaga medis juga demikain,s ementara mereka dituntut untuk menjalankan kewajibannya, namun haknya sulit untuk didapat. Termasuk juga gaji guru baik yang PNS maupun honorer terutama mereka yang bekerja di sub sektor sekolah swasta dan gaji petugas lainya. ‘’Agar hal itu, tidak terulang kembali pemerintah diminta untuk dapat mengatasi masalah, sehingga tidak menghambat lagi terhadap proses baik berkenaan dengan pembangunan maupun hak bagi para tenaga yang bekerja dilingkup Pemkab Siak,’’ kata Master.(kin/end)

PSB di Sekolah Negeri Membludak SIAK—Tingginya minat siswa tamatan SD, SMP/MTs dan SMA/ MA/SMK untuk sekolah di sekolah negeri cukup tinggi. Bahkan sejak dibukanya PSB disejumlah sekolah negeri di Kabupaten Siak ini, jumlah mendaftarnya cukup banyak dan bahkan tidak sebanding dengan kapasitas siswa yang akan diterima disekolah negeri. Sehingga untuk mengatasi persoalan ini Dinas Pendidikan Kabupaten Siak mempercepat pengumuman penerimaan siswa di sekolah negeri. ‘Sampai saat ini, jumlah siswa yang mendaftar disekolah negeri cukup banyak dan sampai mem-

blukdak, seperti yang terjadi di SMPN 3 Tualang yang mencapai 800 orang pendaftar, sedangkan jumlah siswa yang diterima hanya 250 orang siswa. Makanya kita mempercepat pengumuman yang diterima, sehingga yang tidak diterima dapat mendaftar disekolah lain,’’ ujar Kasi Pengajaran Menegah dan Kejuruan Disdik Siak Abdul Razak SPd kepada RPG, Rabu (1/7) di ruang kerjanya. Dikatakan Razak, untuk sekolah-sekolah negeri favorit seperti SMP1 dan SMP3 Tualang setiap tahunnya selalu ramai yang mendaftar. Tapi pihaknya sudah mengantisipasi agar siswa yang sudah mendaftar tidak lulus un-

tuk tetap diterima disekolag lain. Sehingga sekolah lain tidak kekurangan murid, apalagi Dinkas Siak sudah menetapkan sistem rayon dalam PSB, sehingga penerimaan siswa ini disesuaikan dengan jumlah kelas dan kursi yang ada di sekolah. Menurutnya lagi, pada penerimaan siswa baru ini hanya dua kecamatan saja yang mengalami kenaikan pendaftaran siswa yakni Tualang dan Siak, sedangkan dikecamatan lain seperti Sungaiapit, Mempura, Mungaraya, Pusako, Sungai Mandau, Kandis, Minas, Lubukdalam, Kotogasib, Kerinci Kanan dan Dayun masih normal. Sehingga, untuk me-

nampung siswa di sekolah negeri masih sangat memungkinkan. Apalagi untuk sekolah negeri, tegas Razak tidak diperbolehkan menerima siswa melebihi daya tampung sekolah, karena untuk menghidari sekolah-sekolah lain tidak ada murid yang mendaftar disekolah tersebut. Apalagi saat ini untuk siswa yang pindah rayon dari luar Kabupaten Siak, seperti dari Pekanaru, Medan, Jawa yang berjumlah lebih kurang 595 orang siswa dengan alasan ikut keluarga. ‘’Makanya dalam penerimaan siswa baru ini siswa harus bersaing dan tentunya salah satu penentuan diterima atau tidak ad-

alah masalah nilai,’’ ujarnya. Sedangkan untuk daya tampung sekolah negeri saat ini sangat terbatas bila dibandingkan dengan jumlah siswa yang taman SD, SMP dan SMA sederajat. Sedangkan yang yang taman SMP/ MTS tahun ini sebanyak 5.845 siswa, untuk SD sebanyak 6.618 siswan. Daya tampung sekolah negeri untuk SD sebanyak 5 ribuan siswa, untuk SMP/Mts sebanyak 5.100 siswa dan untuk SMA/SMK/MA sebanyak 2.100 siswa. Dari ribuan siswa yang tidak diterima tentunya harus mencari sekolah lain yang bisa menampung siswa untuk tetap bisa belajar. (ksm/rpg)

Dumai Pos 2 Juli 2009  

Semangat Riau Pesisir

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you