Page 16

12

Dumai Pos Kamis, 2 Juli 2009

MANDAU-PINGGIR

Upika Mandau Tidak Tegas Warung Masih Sediakan PSK dan Miras Laporan SOLEH ALBANTANI, Duri

JEMAAH:Jemaah zikir akbar dari ibu-ibu tampak khusuk mengikuti jalannya zikir yang digelar HMI Cabang Bengkalis beberapa waktu lalu.

„ Lintas Mandau

F: SOLEH

1997 pasal 59 jo 62. Rn Sibarani kepada Dumai tersangkut dalam kasus Pos kemarin judi sebagai Bandar toTerkait penanganan gel. Tiga tersangka penckasus kejahatan yang terurian getah, In, HS dan jadi di wilayah hukum RC serta So tersangka Polsek Pinggir, Kapolsek pencurian sawit. menambahkan bahwa pi‘’Semua tersangka haknya akan senantiasa yang kita kirim telah memproses kasus yang selesai di BAP penyidik. masuk merujuk kepada Pengiriman kita lakukan aturan perundang-unsetelah berkoordinasi James Sibarani dangan yang berlaku. ‘’ dengan pihak jaksa, di Untuk menyelesaikan pemana tersangka yang sudah P.21 mberkasan kasus, penyidik terbisa segera dilimpahkan. Oleh ka- kadang harus kerja lembur hingga rena itu, kini proses hukum selan- tengah malam. Sedapat mungkin pejutnya berada di tangan kejaksaan,” limpahan tersangka dilakukan tepat ujar Kapolsek Pinggir, AKP James waktu,” imbuh Kapolsek lagi.(usa)

UPZ Ibadurrahman dan Klinik Dhuafa tahun ini mengkhitan 100 orang anak dari kaum dhuafa. Khitan dilaksanakan selama 5 hari

Portal Tak Kunjung Difungsikan

KHITAN 100 ANAK

DURI — Portal yang dipasang Dinas Perhubungan di beberapa mulut jalan dalam wilayah Kecamatan Mandau hingga kini tak kunjung berfungsi sebagaimana mestinya. Hal itu disebabkan oleh adanya tarik ulur kepentingan antara sejumlah pihak. Fenomena ini diakui sendiri oleh Kadis Perhubungan Bengkalis Joni Syafrizal di Duri Rabu (1/7) kemarin. “Sebetulnya masalah ini seperti menepuk air di dulang, yang kena muka sendiri,” ujarnya. Walau bagaimanapun, tambah Joni, aturan mesti ditegakkan. Kalau tidak, kewibawaan Dinas Perhubungan sendiri bisa luntur. “Saat operasi Penumbar di Duri belum lama ini, saya sudah perintahkan UPTD Dishub Mandau untuk mengaktifkan kembali portal yang telah di bangun di beberapa

UPZ IbadurrahmanKlinik Dhuafa DURI - Unit pelayanan zakat (UPZ) Ibadurrahman bekerjasama dengan Klinik Dhuafa dan RS Permata Hati, selama lima hari mulai Rabu (1/7) kemarin mengkhitan untuk 100 orang anak yang berasal dari keluarga tak mampu atau kaum dhuafa. Biaya khitan sepenuhnya ditanggung UPZ Ibadurrahman. Bahkan masing-masing anak mendapat uang saku Rp 100 ribu. Pimpinan Klinik Dhuafa, dr Fidel Fuadi kepada Dumai Pos, Rabu kemarin mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial khitanan yang ditaja UPZ Ibadurrahman dan Klinik Dhuafa merupakan wujud kepedulian terhadap keluarga kesulitan ekonomi.‘’Biaya khitan per anak ditempat lainnya bisa mencapai Rp 250 ribu. Dengan digelarnya khitanan gratis ini sedikitnya bisa meringankan biaya para orangtua. Dan uang saku yang kita berikan hendaknya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sekolah, beli buku tulis dan sebagainya,” ujar Fidel. Ditambahkan Fidel, pihaknya juga tidak akan menolak jika ternyata kaum dhuafa yang mendaftar ke khitanan gratis UPZ Ibadurrahman, lebih dari kapasitas 100 anak.”Sehari kita cuma melayani 20 anak saja untuk dikhitan. Tujuan pembatasan ini guna memaksimalkan kerja dokter dan perawat. Dengan lamanya 5 hari, maka target 100 anak bisa terpenuhi. Tenaga perawat yang dilibatkan juga diambil dari rumah sakit Permata Hati,”ungkapnya. Khitanan di masa libur sekolah, kata Fidel adalah masa yang tepat bagi anak menunaikan kewajibannya untuk menuju akil baligh. ‘’ Ke depannya khitan gratis ini akan tetap dipertahankan, diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tak mampu. Dengan banyaknya kegiatan bakti sosial yang digelar seperti khitanan gratis, ini sangat membantu mengurangi kesulitan masyarakat. Apalagi masyarakat kita saat ini banyak yang hidupnya susah,” imbuhnya.(usa)

"Mengenai itu, kita tunggu keputusan dalam rapat saja. Langkah apa yang perlu dilakukan berkenaan dengan tuntutan warga KM 5 itu. Kita bertindak dengan berhati-hati dan tidak sekaligus atau bertahap. Bisa saja warung itu nanti harus dibongkar"

memang ada perda kenapa tempat maksiat tersebut tidak dibongkar. Kendati tidak memiliki izin, lalu kenapa tidak ada ketegasan dari Upika Mandau untuk membongkar.‘’ Melihat warung itu, tidak mungkin mereka hanya menjual indomie saja. Tentu harus ada yang plus-plus, kami lah yang lebih tahu kondisi sebenarnya aktifitas seharihari mereka,”tegasnya. Razia rutin dilakukan oleh Sa-

„ BACA UPIKA KE HAL 11

Polsek Pinggir Limpahkan Sembilan Tersangka Operasional Bus Izin Bupati PINGGIR - Sembilan orang tersangka yang telah dinyatakan P-21, Rabu (1/7) kemarin dilimpahkan penyidik Polsek Pinggir ke Kantor Perwakilan Kejaksaan Negeri Bengkalis di Jalan Pipa Air Bersih di Duri, berikut dengan barang bukti kejahatan. Pengiriman tersangka mendapatkan pengawalan ketat petugas kepolisian hingga proses serah terima dengan pihak kejaksaan terlaksana. Tersangka yang dilimpahkan diantaranya, AS terlibat dalam kasus curanmor, Dd tersangka curanmor, Ag penadang curat dan curanmor, Ay tersangka kasus sabu-sabu dikenakan UU RI tahun

F: YUSRIZAL

KEBERADAAN warung remangremang disepanjang KM 5 Jalan Lintas Duri-Dumai selama meresahkan. Meski tuntutan warga agar warung itu ditutup yang ditindaklanjuti dalam rapat Upika Mandau beberapa waktu lalu. Intinya, warung maksiat itu dilarang menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan minuman keras (miras). Kondisi riil nya mereka masih menyediakan PSK dan miras, bahkan dentuman musik masih terdengar hingga subuh. Kesepakatan yang dicapai itu tidak dilaksanakan sepenuh hati. Saat ini warga masih dapat menahan diri dan menunggu kebijakan Upika Mandau menangani persoalan itu. ‘’Semuanya ini kembali terjadi karena Upika Mandau tidak tegas, kami sudah merasa resah keberadaannya warung maksiat tersebut,‘’ kata Marulak Silaban tokoh muda sekitar. Menurutnya larangan, tidak menyediakan PSK dan miras kepada 15 unit warung remangremang itu memberikan celah untuk terus beroperasi setiap malam. Bukan rahasia lagi, karena maksiat dan miras tersebut masih ditemukan setiap malam. Kalau

Kasi Trantib Kantor Camat Mandau, H AMIRUDDIN SH

Kadis Perintahkan UPTD Jalankan Tugas

„ BACA PORTAL KE HAL 11

F:DOK DUPOS

Baur SIM Satlantas Polres Bengkalis Bripka Sardianto didampingi Kanit Dikyasa Briptu Johanda memberikan memberikan pengarahan kepada pemohon SIM A.

Perusahaan Diberi Dispensasi Sebulan DURI- Masalah perizinan di Kabupaten Bengkalis diatur dalam peraturan daerah. Peraturan ini juga mengacu pada UU No 14 tahun 1992 tentang LLAJ dan KM No 35 tahun 2003. Khusus untuk angkutan perusahaan tidak terkecuali bus karyawan harus mengantongi izin bupati. Izin ini akan diberlakukan bulan depan, jika angkutan perusahaan tidak memiliki, maka bus tersebut dilarang beroeprasi dan ditilang. Hal demikian di jelaskan kepala dinas perhubungan Kabupaten bengkalis Jonisyafrizal S.sos menjawab wartawan Rabu (1/ 7) usai pertemuan membahas seputar trayek angkutan kota, desa serta kesembratutan kota Duri, di kantor Camat Mandau. “Terkait dengan bus karyawan, ada aturan main yang jelas yang harus dipatuhi perusahaan yang beroperasi, mereka harus mengurus izin operasi yang disetujui Bupati Bengkalis melalui dinas yang ditunjuk, jika mereka tidak memenuhi ketentuan makan izinnya akan dicabut dan dilarang beroperasi,”ujar Joni syafrizal. Dengan demikian, seluruh mobil perusahaan yang beroperasi saat ini tidak

mengantongi izin sama sekali dari Bupati Bengkalis hanya sebatas izin sementara. Untuk itu perusahaan di beri tenggang waktu selama 1 bulan lamanya untuk proses pengurusan perizinan. “Seluruh bus atau mobil perusahaan yang beroperasi sekarang tidak mengantongi izin sama sekali kecuali izin sementara, dan satu bulan ini silahkan mengurus izin serta bulan mendatang kita akan lakukan operasi, jika ternyata mereka tidak mengurus izin maka kita akan cabut kir nya,”kata Joni lagi. Sementara itu, khusus untuk bus bus karyawan perusahaan, dengan peraturan daerah dilarang masuk ke dalam kota. Setiap bus perusahaan hanya boleh menunggu di titik titik yang sudah di sepakati. Dan diharapkan perusahaan bisa memahami aturan ini. Hadir dalam pertemuan Upika Mandau, kepala dinas perhubungan Kabupaten Bengkalis, komandan satpol PP Kabupaten bengkalis H.Rozali Saidun SH, Ka UPTD Dishub Mandau H.Zulham Rokan, organda, erwakilan ojek dan opelt kota Duri serta Ejon Jeronimus dan H.Mayunir dt pengurus DPK APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) DPK Bengkalis. (esi/rpg)

Dugaan Oknum Satpol PP Pesta Sabu-sabu

Jika Terbukti Bersalah, Bisa Dipecat Disaat Pemerintah Kecamatan Pinggir sedang galak-galaknya melakukan penertiban warung remang-remang ternyata, ada oknum pegawai honorer mengambil kesempatan melakukan pesta sabusabu di tempat yang kerap dijadikan maksiat. Saat ini oknum anggota Satpol PP berinsial Zu (34) terancam dipecat apalagi dengan statusnya hanya honorer.

Laporan SOLEH ALBANTANI, Duri PERINGATAN keras itu diberikan sebab terlibat narkoba tidak bisa ditolelir lagi. Apalagi Zu merupakan pegawai honor notabene apabila tidak masuk selama kurun waktu 15 hari maka karirnya terputus ditengah jalan sebelum diangkat menjadi PNS. Komandan Satpol PP Kabupaten Bengkalis, H Rozali Saidun SH menuturkan sanksi bakal

diberikan bagi anggota Satpol PP yang terlibat narkoba. ‘’Jika ada anggota Satpol PP terlibat kasus narkoba aparat polisi kita minta untuk memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sanksi ini memang setimpal akibat perbuatan yang dilakukan itu,‘’ kata mantan Camat Mandau ini. Perbuatan oknum anggota satpol PP itu, bukan saja merusak masa depan dirinya tetapi juga mencemarkan korps. Wajar jika diberikan sanksi hukuman setelah diputuskan dalam sidang di pengadilan. ‘’Sanksi hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian. Sedangkan sanksi dari Pemkab Bengkalis, nanti akan diputuskan oleh Bupati Bengkalis. Seharusnya aparat pemerintah menjadi pengayom, bukan justru pesta narkoba di warung remang-remang yang notabene merupakan warung tak berizin,”tegasnya lagi. Lebih lanjut katanya anggota Satpol PP akhir-akhir ini di-

Kita tetap komit dalam hal ini, jika salah dan melanggar hukum anggota Satpol PP harus diperoses. Setidaknya akan menjadi bahan pelajaran bagi anggota lain. Jangan sekali-kali mendekati narkoba jika tidak mau terancam karirnya. Sebagai abdi negara dan masyarakat harus memberi contoh yang baik pada masyarakat H Rozali Saidun SH, Komandan Satpol PP Kabupaten Bengkalis

giatkan untuk menertibkan tempat maksiat baik di Kecamatan Mandau dan Pinggir. Namun ketika upaya tersebut tengah gencar dilakukan ada oknum yang bertindak salah. Begitu pihaknya mendapat laporan ada anggota Satpol PP Pinggir tertangkap petugas kepolisian Polsek Pinggir saat pesta narkoba langsung ditelusuri kebenarannya.

‘’Kita tetap komit dalam hal ini, jika salah dan melanggar hukum anggota Satpol PP harus diperoses. Setidaknya akan menjadi bahan pelajaran bagi anggota lain. Jangan sekali-kali mendekati narkoba jika tidak mau terancam karirnya. Sebagai abdi negara dan masyarakat harus memberi contoh yang baik pada masyarakat,”ungkapnya.

Seluruh anggota Satpol PP terus diingatkan dalam penegakkan peraturan daerah harus menjaga nama baik korps dan nama baik Pemkab Bengkalis. Bertugas sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Sayangi karir dan keluarga dengan menjauhi perbuatan melanggar hukum. “Sekarang ini peredaran narkoba sangat mengkhawatirkan. Terutama bagi generasi muda, apalagi sampai memakai akan ketergantungan setiap saat jika tidak mendapatkan barang haram itu, ” tuturnya. Rozali menambahkan selama ini, pihaknya sangat ketat menerapkan disiplin. Meski demikian masih ada yang bikin ulah dan melakukan pencemaran nama baik korp. Untuk kedepan, diharapkan tidak ada lagi anggota Satpol PP terlibat narkoba setelah tahu dampak dari tindakan yang dilakukan. Resikonya harus berhenti dan kandas karirnya ditengah jalan.(***)

Dumai Pos 2 Juli 2009  

Semangat Riau Pesisir

Advertisement