Page 1

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

1

Edisi 2 Tahun 2012

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

„

Edisi 2 Tahun 2012

Reses Agustus 2012

Masyarakat Ungkap Kebutuhan Infrastruktur dan Air Bersih

Dapil IV Metro dan Lamtim

Minta Sarana Pendidikan dan Pertanian

Daerah Pemilihan VII Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji

Minta Pemprov, Pemkab, dan Polisi Tekan Tindak Kejahatan


2

Edisi 2 Tahun 2012

„

Reses Agustus 2012

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Masyarakat Ungkap Kebutuhan Infrastruktur dan Air Bersih

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

DITERBITKAN OLEH Sekretariat DPRD Provinsi Lampung

PELINDUNG Pimpinan DPRD Provinsi Lampung Ir. Hi. MARWAN CIK ASAN, MM Hj. NURHASANAH, SH, MH Ir. H. INDRA ISMAIL, MM Ir. H, HANTONI HASAN, M.Si.

PEMBINA Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Hi. SUDARNO EDDI, SH,MH

PENANGGUNGJAWAB Kepala Bagian Perundang-undangan Hi. ZULFIKAR, SH, MH

PENGARAH Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Provinsi Lampung SUYANTO, SPd, MM Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung Drs. Hi. POHAN ALAM, MM Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung TINA MALINDA, S. Sos, MM

PEMIMPIN REDAKSI Kasubbag Dokumentasi, Informasi & Perpustakaan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung CAKRAWALA OEMAR

EDITOR Kasubag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Lampung EDY NEFO IRIANTO, S.Sos, MM

KONTRIBUTOR M. RIZAL NASUTION SUTANTO FITRIYANSA VERRY ARYAN EVI MURLIATI ZULHIJAZ YUNIZAR S.

SEKRETARIS NELI YUNIAR ALAMAT REDAKSI Gedung DPRD Provinsi Lampung Jl. Wolter Monginsidi No. 69 Telukbetung Telp. (0721) 481166 Fax (0721) 482166 Web Site : www.dprd-lampungprov.go.id

AGUSTUS lalu, anggota DPRD Provinsi Lampung menemui kembali konstituen mereka. Di beberapa daerah pemilihan (dapil), masyarakat dan aparat pemerintahan terdepan, lurah dan camat, masih banyak yang mengharapkan pembenahan infrastruktur. Selain itu, terutama di Kota Bandar Lampung, akibat pengalaman musim kemarau lalu, warga berharap pemerintah memikirkan ketersediaan air bersih.

emua harapan tersebut disampaikan masyarakat pada saat reses anggota DPRD Provinsi Lampung dari tanggal 26 sampai dengan 31 Agustus 2012. Para anggota DPRD Provinsi Lampung kembali ke daerah pemilihan mereka masingmasing untuk menyerap langsung aspirasi, sosialisasi program kerja serta keputusankeputusan DPRD Provinsi Lampung kepada masyarakat atau konstituen. Untuk tahun ini, reses untuk kali kedua, dilaksanakan pada saat musim kemarau. Sebelumnya, akhir April 2012, para wakil rakyat melakukan reses pertamanya. Pada waktu reses pertama, Marwan Cik Asan perbaikan jalan mendominasi permintaan masyarakat kepada para anggota DPRD Provinsi Lampung. Banyak jalan yang telah rusak. Kali ini, dari semua daerah yang didatangi para anggota DPRD Provinsi Lampung, masyarakat dan uspika masih banyak yang menitipkan agar wakil rakyat dapat kembali memperjuangkan anggaran perbaikan dan pembuatan jalan. Para anggota legislatif melihat langsung kondisi jalan yang rusak tersebut. Mereka berjanji akan merekomendasi harapan masyarakat kepada pihak eksekutif. “Kami akan memperjuangkan harapan masyarakat, terutama soal ketersedian air bersih,” ujar Ketua DPRD Provinsi lampug Ir. Marwan Cik Asan, M.M di sela-sela kunjungannya kepada Tabloid Aspirasi. Menurut Marwan Cik Asan, masih banyak jalan provinsi, kabupaten, sampai jalan desa yang rusak parah. Di Kota Bandar Lampung, masyarakat dan uspika juga menitipkan perbaikan jalan, katanya. Marwan Cik Asan mengatakan, pada saat reses itulah, DPRD Provinsi Lampung dapat melihat langsung apa yang sangat dibutuhkan masyarakat. Setiap empat bulan, DPRD Provinsi Lampung reses. Selain untuk menjaring aspirasi masyarakat, kegiatan itu juga untuk menyosialisasikan berbagai program, termasuk kebijakan-kebijakan, yang sudah dibuat oleh Pemerintah bersama DPRD Provinsi Lampung. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para wakil rakyat dapat memenuhi kerinduan dan memupuk tali silaturahmi sekaligus mendengarkan kembali harapan konsituennya, masyarakat, para tokoh warga, dan uspika. Tak jarang, di beberapa tempat, warga dan uspika mengekspresikan sambutan mereka terhadap para wakilnya dengan antusias. Sesuai dengan Program Kerja DPRD Provinsi Lampung Tahun 2012 dan Tata Tertib DPRD Provinsi Lampung, para anggota DPRD Provinsi Lampung membagi wilayah kunjungannya sesuai daerah pemilihan mereka masing-masing. Para anggota DPRD Provinsi Lampung yang berasal dari Daerah Pemilihan I berkunjung ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung, wakil rakyat dari DP II mendatangi kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, anggota legislatif dari DP III mengunjungi kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Barat. Sedangkan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan IV berkunjung ke Kabupaten Lampung Timur, dan Kotamadya Metro. Untuk anggota Dewan dari Daerah Pemilihan V, mereka berkunjung ke Lampung Tengah. Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan VI mendatangi Kabupaten Waykanan dan Kabupaten Utara. Anggota legislatif dari Daerah Pemilihan VII mendatangi konstiuen yang ada di Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Kabupaten Mesuji.

S

Dari hasil jaring aspirasi selama masa reses, DPRD Provinsi Lampung merekomendasi banyak hal, terutama perbaikan jalan. Selain itu, ada beberapa daerah yang menginginkan fasilitas air bersih, jebatan, embung, pendidikan, dll. “Pada prinsipnya, kami sangat mengakomodasi apa yang sangat dibutuhkan masyarakat. Mudahmudahan, Pemprov Lampung memprioritaskan apa yang sangat diharapkan masyarakat. Sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah Pasal 45 huruf e bahwa Anggota DPRD mempunyai kewajiban “menyerap, menampung, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat” dan berdasarkan Keputusan Badan Musyawarah DPRD Provinsi Lampung, Nomor : 68/Banmusy/12.01/2012, tanggal 18 Juni 2012 mengenai Pelaksanaan Masa Reses tahap II (kedua). Anggota DPRD Provinsi Lampung wajib mengunjungi dan melaksanakan penyerapan aspirasi masyarakat dari daerah/wilayah asal daerah pemilihanya. Mereka juga diharuskan membuat laporan pelaksanaan kegiatan reses secara tertulis baik perorangan maupun kelompok yang dihimpun dan dilaporkan/disampaikan kepada Pimpinan Dewan dalam Rapat Paripurna. Dari hasil kegiatan reses tersebut, disampaikanlah sederet aspirasi dan sejumlah harapan baikterhadap roda pembangunan, yang masuk selama berlangsungnya Reses, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa diperjuangkan didalam penyusunan RAPBD baik Murni maupun Perubahan. Sebagai salah satu fungsi Anggota Dewan sebagai wakil rakyat (khususnya daerah pemilihannya) adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah dan juga secara tidak langsung bisa sebagai pengawas pembangunan yang sedang berjalan di daerahnya. Pentingnya pelaksanaan reses ini bagi Pimpinan dan Anggota DPRD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat secara berkala untuk bertemu konstituen pada daerah pemilihan masingmasing guna meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerja DPRD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPRD dalam mengembangkan check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah. (tim)

MAKSUD DAN TUJUAN RESES Maksud dari Kegiatan Reses II Anggota DPRD Prov.Lampung TA. 2012, adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan bersilahturahmi dengan masyarakat pada Daerah Pemilihan yang bersangkutan dimana untuk menggalangkan kemitraan Dewan Perwakilan Rakyat Prov. Lampung dan Masyarakat dalam rangka mendukung Pembangunan serta peningkatan kesehjateraan rakyat di Prov. Lampung Tujuan dari Kegiatan Reses II Anggota DPRD Prov. Lampung TA. 2012, adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam Pemerintah

DASAR HUKUM RESES Keputusan DPRD Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Lampung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2012 Rencana Kerja DPRD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2012, Nomor : 31/DPRD/.LPG/12.01/2012 Keputusan Hasil Rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Lampung, Nomor : 68/Banmusy/12.01/2012, tanggal 18 Juni 2012 Surat Perintah Perjalanan Dinas Nomor : 1251.a/SPPD/ DPRD/2012, tanggal 26 Agustus 2012 Surat Perintah Perjalanan Dinas Nomor :1252.a/SPPD/ DPRD/2012, tanggal 26 Agustus 2012 Surat Perintah Perjalanan Dinas Nomor : 1262/SPPD/ SET.DPRD/2012, tanggal 26 Agustus 2012;


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil I

3

Masyarakat Minta Ketersediaan Air Bersih Musim kemarau lalu menyisakan harapan masyarakat. Di beberapa daerah pemilihan (dapil), warga meminta kepada para wakilnya menyampaikan harapan mereka agar pemerintah memikirkan ketersediaan air di tempat mereka. Hal itu disampaikan masyarakat pada saat anggota DPRD Provinsi Lampung r e s e s pada tanggal 26 s/d 31 Agustus 2012.

P

ara wakil rakyat dari Dapil I kembali mengunjungi warga dan uspika kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung pada musim kemarau akhir Agustus lalu. Untuk reses kali kedua ini, sebagian besar warga dan uspika meminta pemerintah menyediakan ketersediaan air bersih di wilayah mereka. Pada reses pertama akhir April lalu, masyarakat banyak yang meminta perbaikan jalan. Ada delapan wakil rakyat yang melakukan kunjungan kepada konstituennya di Bandar Lampung, dari tanggal 26-31 Agustus 2012. Mereka adalah Hi. Ir. Hantoni Hasan, M.Si sebagai coordinator; Ir. Firmansyah YA, M.Si, MBA; Elly Wahyuni, S.E., M.M; Hj. Syafariah Widyanti, S.H., M.H; Hi. Juprius, S.E; Hartarto Lojaya; dan Dra. Srie Lestari, Donny Irawan, S.E. Pada hari pertama, Minggu, 26 Agustus 2012, para wakil rakyat datang ke Kecamatan Panjang. Mereka kemudian berturut-turut menemui masyarakat dan uspika di Telukbetung Barat pada Senin (27/8), Kecamatan Telukbetung Selatan pada Selasa (28/8), Kecamatan Telukbetung Utara pada Rabu (29/8), Kecamatan Kemiling pada Kamis (30/8), Tanjungkarang Pusat dan Tanjungkarang Timur pada Jumat (31/8). Dari hasil kunjungan para wakil rakyat, ada tujuh kecamatan yang warga dan aparat kelurahannya meminta pembuatan sumur bor, yakni Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Timur, Kemiling, Telukbetung Selatan, Sukabumi, Sukarame, dan Kecamatan Rajabasa. Menurut warga, saat musim kemarau lalu, mereka semakin kesulitan memeroleh air bersih. Masyarakat meminta pemerintah membangun sumur bor. Di Kecamatan Tanjungkarang Pusat, ada satu kelurahan yang mengungkapkan harapan ketersediaan air bersih, yakni Kelurahan Pelita. Di Kelurahan Pelita, tepatnya di Jl. Raden Intan, Gang Kenari, masyarakat tak hanya minta sumur bor. Mereka juga meminta pemerintah menganti mesin pompa air mesjid yang sudah rusak. Kecamatan Tanjungkarang Timur, ma-

syarakat, terutama yang tinggal sekitar Jl. Sadewo, Kelurahan Sawah Lama, meminta pula pemerintah membuatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat. Selama ini, terutaAnggota Daerah Pemilihan (DP) I Kota Bandar Lampung Foto bersama dengan anak anak berprestasi yang telah mendapatkan Beasiswa ma saat m u s i m kemarau, mereka kesulitan air bersih. Kecamatan Kemiling, warga dan uspika setempat meminta hal serupa. Mereka berharap pemerintah membuat sumur bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Sumur tersebut mereka berharap dibangun di Jalan Kulit, Gang Damai, Kelurahan Langkapura. Demikian pula warga dan uspika Kecamatan Telukbetung Selatan. Mereka menginginkan penambahan fasilitas air bersih. Saat ini, menurut mereka, fasilitas air bersih tidak lagi mencukupi bagi penduduk kecamatan tersebut. Di daerah mereka, air bersih tak mudah didapatkan karena kondisi wilayah mereka berada di Pesisir Teluk Lampung. Warga kecamatan lainnya yang meminta pembuatan sumur bor adalah warga Perum Griya Abdi Negara Blok B2 No. 16 RT 08 Lk 3 dan di Jl.Rotai, Gg. Soleh, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Sukabumi. Di KecaAnggota Daerah Pemilihan (DP) I Kota Bandar Lampung berdiskusi dengan masyarakat Kecamatan Teluk matan Sukarame, warga meminta pemBetung Barat buatan sumur bor di RT 08 Teratai Bawah, Jl. Pulau Buruh, Gang Teratai Bawah, bor, Tim Dapil I DPRD Provinsi Lampung juga tuhan air bersih sangat terasa pada saat Kecamatan Sukarame. Di Kecamatan Rajamencatat kebutuhan air bersih untuk musim kemarau lalu. “Harus ada upaya basa, masyarakat minta sumur bor untuk masyarakat Panjang, Teluk Betung Selatan, penyiapan ketersediaan sir bersih untuk Masjid Baitul Makmur di Jl. Purnawirawan Teluk Betung barat, Teluk Betung Utara. H. Ir. mengantisipasi kemarau yang akan datang,� VII, Nunyai Rajabasa. Hantoni Hasan, M.Si. mengatakan kebukata Ketua Tim Dapil I itu. Selain permintaan pembuatan sumur

Kondisi pintu penahan air yang rusak di Kali Listrik yang belokasi di Kelurahan Gedung Pakuon Kecamatan Teluk Betung Barat.

Kondisi Kali Listrik (PLTA) yang berada di perbatasan Kecamatan Teluk Betung Selatan dan Teluk Betung Barat yang membutuhkan penambahan tinggi bronjong penahan banjir.


Dapil I

4

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Beronjong Lain lagi dengan masyarakat dan uspika di Kecamatan Telukbetung Barat. Di sela-sela dialog Dapil 1 dengan uspika, lurah dan tokoh masyarakat Kecamatan Telukbetung Barat dan warga setempat, mereka masih menginginkan perbaikan beronjong dan talud Kali PLTA (Kali listrik) di perbatasan antara Kecamatan Telukbetung Barat dengan Telukbetung Selatan. Menurut mereka, apabila pada musim hujan, air kali meluap sampai melewati beronjong yang telah ada. Selain itu, menurut warga dan uspika, pemerintah diharapkan memperbaiki pintu air Kali Listrik yang berada di Kelurahan Gedungpakowon. Masyarakat khawatir air akan mengenangi permukiman mereka ketika musim hujan. Pada reses akhir Maret lalu, warga dan uspika Kecamatan Telukbetung Barat sudah menyapaikan permohonan mereka kepada para wakilnya agar ada perbaikan beronjong dan talud pada Kali Listrik atau Kali PLN. Menurut warga, mereka khawatir pendangkalan dan makin banyaknya debit air, terutama pada musim hujan, dapat mengganggu aktivitas warga. Masyarakat juga mengharapkan wakil rakyat dari daerah pemilihan mereka dapat mengusahakan perbaikan pintu air Kali Listrik Kelurahan Gedungpakuwon. Para anggota legislatif menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana yang diharapkan masyarakat dan uspika untuk diperbaiki demi kenyamanan warga.

Jalan Selain air bersih, masyarakat dan uspika juga masih menitipkan harapan perbaikan jalan di wilayah mereka. Wakil rakyat dari Dapil I masih menyimpulkan bahwa infrastruktur jalan beberapa kecamatan masih memprihatinkan. “Masyarakat meminta kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas PU untuk secepatnya merealisasi perbaikan jalan,”

Anggota Daerah Pemilihan (DP) I Kota Bandar Lampung berkumpul bersama warga di Kecamatan Tanjungkarang Pusat

ujar H. Ir. Hantoni Hasan, M.Si. Pada reses kali ini, warga meminta perbaikan Jl. Nyunyai, Kelurahan Nyunyai, Kecamatan Rajabasa. Titik lokasinya di Gang Nuri ± 20 m2, Gang Kadir ± 30 m2, Gang Mangga ± 60 m2, Gang Pisang ± 40 m2, Gang Kibol ± 60 m2, Gang Belimbing ± 20m2, Gang Durian ± 20 m2. Di Kelurahan Langkapura, warga meminta pemasangan paving yang berada di Jl. Kulit, Gang Damai. Sedangkan warga Kelurahan Durianpayung, Tanjungkarang Pusat, meminta pembuatan menara Masjid Nurul Iman yang berada di Jl. Jati Bari I, Kelurahan Durianpayung.

Sumur Bor No

Titik Sumur Bor

Kecamatan

1. Gang Kenari, Kelurahan Pelita

Tanjungkarang Pusat

2. Perum Griya Abdi Negara, Blok B2 No. 16 RT 08 Lk 3

Sukabumi

3. Jl. Kulit, Gang Damai, Kelurahan Langkapura.

Kecamatan Kemiling

4. Jl. Pulau Buruh, RT 08, Gang Teratai Bawah

Sukarame

5. Jl. Sadewo Atas, Kelurahan Sawah Lama

Tanjungkarang Timur

6. Masjid Baitul Makmur, Jl. Purnawirawan VII, Nunyai Rajabasa

Rajabasa

7. Jl. Rotai, Gg. Soleh, Kelurahan Jagabaya 3.

Sukabumi

Anggota Daerah Pemilihan (DP) I Kota Bandar Lampung memberikan beras kepada warga di Kecamatan Teluk Betung Barat

Kesimpulan 1.

2.

3.

Infrastruktur jalan beberapa kecamatan memprihatinkan sekali. Masyarakat meminta kepada pemerintah agar secepatnya merealisasi usulan perbaikan jalan. Masyarakat membutuhkan air bersih, terutama di Kecamatan Kemiling, Panjang, Telukbetung Selatan, Telukbetung Barat, Telukbetung Utara, Tanjungkarang Pusat, dan Kecamatan Tanjungkarang Timur. Masyarakat Telukbetung Barat membutuhkan perbaikan segera talud dan beronjong yang berada di Kecamatan Telukbetung Barat dan Kecamatan Telukbetung Selatan. Mereka khawatir banjir saat musim hujan seperti saat ini.

Rekomendasi 1.

Kondisi beronjong sangat membutuhkan perbaikan secepatnya di Kali Listrik, Kelurahan Gedung Pakuon yang sangat membutuhkan perbaikan secepatnya

Perbaikan jalan selebar tiga meter dan panjang sekitar 200 meter di Jl. Kulit, Gang Damai, persisnya di Gang Family, Kecamatan Kemiling. 2. Perbaikan talud dan beronjong yang berlokasi di perbatasan antara Kecamatan Telukbetung Selatan dan Kecamatan Telukbetung Barat untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan. 3A. Penyediaan air bersih (sumur bor) dengan titik lokasi : a. Gg Kenari, Jl. Raden Intan, Kelurahan Pelita, Kecamatan Tanjungkarang Pusat dan perbaikan mesin air yang berada masjid di lokasi tersebut. b. Perum Griya Abdi Negara Blok B2 No. 16 RT 08 Lk 3 Kecamatan Sukabumi Bandar lampung.

c. RT 08 Teratai Bawah, Jl. Pulau Buruh, Gg Teratai Bawah, Kecamatan Sukarame. d. Jl. Sadewo Atas, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur. e. Masjid Baitul Makmur di Jl. Purnawirawan VII, Nunyai Rajabasa. f. Jl.Rotai, Gg. Soleh, Kelurahan Jagabaya 3, Kecamatan Sukabumi. 3B. Selain sumur bor, Tim Dapil 1 merekomendasikan : a. Pembuatan menara Masjid Nurul Iman di Jl. Jati Bari I, Kelurahan Durianpayung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. b. Perbaikan Jl. Nyunyai, Kelurahan Nyunyai, Kecamatan Rajabasa yang titik lokasinya berada di Gang Nuri ± 20 m2, Gang Kadir ± 30 m2, Gang Mangga ± 60 m2, Gang Pisang ± 40 m2, Gang Kibol ± 60 m2, Gang Belimbing ± 20m2, Gang Durian ± 20 m2. c. Pemasangan paving yang berada di Jl. Kulit, Gang, Kelurahan Langkapura. Setiap daerah kunjungan, para wakil rakyat memeroleh masukan langsung dari masyarakat, tokoh, dan uspika tentang kebutuhan mereka, mulai dari sarana dan prasarana jalan, sarana air bersih, sampai dengan fasilitas lainnya. “Kami mendengar, melihat dan merasakan langsung apa yang mereka harapkan,” kata H. Ir. Hantoni Hasan, M.Si. Oleh karena itu, koordinator Dapil I berharap, apa yang masyarakat langsung harapkan dapat segera direalisasikan pemerintah. (tim)


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil III

5

Dapil III Mengharapkan Bantuan APBD Provinsi Lampung PEMERINTAH Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat mengharapkan Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengharapkan kucuran dana dari APBD Provinsi Lampung untuk mempercepat pembangunan di wilayah mereka. Ketiga kabupaten mengatakan masih terkendala oleh keterbatasan dana yang mereka miliki untuk percepatan pembangunan di daerah mereka.

H

al itu disimpulkan anggota DPRD Provinsi Lampung asal Daerah Pemilihan (Dapil III) setelah mengunjungi ketiga kabupaten dari tanggal 26 sampai dengan 31 Agustus 2012. Mereka adalah H. Abdullah Fedri Auli, S.H.; H. Darwin Ruslinur (wakil koordinator); Ir. Nenden Tresnanursari, M.Ap (sekretaris ), Ir. H. Indra S. Ismail, M.M. (wakil ketua DPRD Provinsi Lampung ) dan anggota : Sri Dahliawaty, S.H., M.Kn; H. Yudi Carlo, S.H.; H. Firman Yani, S.H.; Palgunadi, STP; Yusuf Wibisono; Harry Ananda; Hj. Wardiyati; Nurzaini, dan H. Misri Jayalatif, S.E. Menurut Abdullah Fedri Auli, sebagai upaya peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, maka pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu, Tanggamus maupun Lampung Barat sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan anggaran APBD Provinsi Lampung untuk pembangunan di tiga kabupaten tersebut, terutama untuk program-program pemerintah yang memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, kondisi saat ini, pemerintah kabupaten tidak mampu membiayai karena

keterbatasan anggaran yang ada, terlebih lagi khusus nya untuk DOB Kabupaten Pringsewu yang baru saja melaksanakan Pilkada. Pelaksana reses adalah anggota DPRD Provinsi Lampung yang tergabung dalam Forum Kominikasi Kerja 3.13 ( FOKJA 3.13 ) yaitu yang berasal dari daerah pemilihan III dan berjumlah 13 orang dilakukan secara bersama-sama pada saat pertemuan dengan unsur pemerintah Kabupaten setempat. Setelah itu, masing-masing anggota dewan melakukan agenda reses secara pribadi untuk bertemu dengan tokoh dan anggota masyarakat agar lebih fokus dan lebih efektif dalam mendapatkan data-data aspirasi masyarakat. Reses kali ini juga didampingi oleh dua staf sekretariat DPRD Provinsi Lampung yaitu Adi Cahyadi, S.H., M.M. dan Ristiawan

Pringsewu Dari hasil kunjungan, para wakil rakyat memeroleh masukan dari masyarakat maupun aparatur pemerintah tentang halhal yang mereka butuhkan. Anggota Dapil II

KEBUTUHAN KABUPATEN PRINGSEWU 1.

Persoalan kekeringan diakibatkan terjadinya kemarau yang diharapkan masyarakat setempat mendapatkan solusi atau penyelesaian dari pemerintah sehingga kekeringan yang terjadi disaat kemaru dapat terselesaikan.

2.

Persoalan Reaward bagi sekolah berprestasi atau yang mendapatkan SBI diharapkan dapat mengarah pada sekolah-sekolah yang ada plosok-plosok desa / pekon.

3.

Perhatian pemerintah provinsi pada program pembangunan sarana dan prasarana dibidang pendidikan, kesehatan, pertanian,perkebunan, kebudayaan dan pariwisata, irigasi, infrtastruktur.

4.

Pembangunan jalan lingkungan dan RKB.

5.

Perbaikan ruas-ruas jalan provinsi yang kondisinya rusak yang diharapkan masyarakat dapat menikmatinya sehingga akses jalan yang diperbaiki dapat menunjang pembangunan di pringsewu dengan baik.

6

Persoalan pembangunan jalan bagi sekolah-sekolahterpencil sehingga akses masuk ke sekolah-sekolah terpencil di kabupaten pringsewu dapat terwujud dan mendapatkan kemudahan akses jalan.

7.

Pemerintah kabupaten pringsewu mengharapkan bantuan dari pemerinyah provinsi dalam pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah kabupaten pringsewu baik itu dari APBD maupun dari DAK.

DPRD Provinsi Lampung mencatan ada tujuh kebutuhan Kabupaten Pringsewu. Mereka mengharapkan ketujuh hal tersebut mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung, antara lain kebutuhan air, peningkatan kualitas sekolah, sarana dan prasarana sosial, dan perbaikan dan pembangunan jalan. Akibat musim kemarau lalu, masyarakat sangat membutuhkan ketersedian air, baik air bersih untuk konsumsi maupun air untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian. Pemkab Pringsewu berharap suatu saat kelak lahan pertanian masih dapat produktif saat musim kemarau. Hal itu membutuhkan sistem irigasi yang baik. Sekarang, saat musim kemarau, petani tak bisa memanfaatkan secara optimal lahan pertanian mereka. Sebagian besar penduduk Kabupaten Pringsewu masih mengandalkan

sektor pertanian. Untuk sektor pendidikan, masyarakat dan pemerintahan setempat mengharapkan ada reaward bagi sekolah berprestasi atau yang mendapatkan SBI. Program ini juga diharapkan dapat mengarah pada sekolahsekolah yang ada plosok-plosok desa/ pekon. Selain bidang pendidikan, Pemkab Pringsewu juga menyatakan masih membutuhkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk pembangunan bidang kesehatan, kebudayaan dan pariwisata, dan infrtastruktur lainnya. Masih banyak kebutuhan kabupaten ini yang dicatat para anggota Dapil III DPRD Provinsi Lampung, seperti perbaikan jalan provinsi yang kondisinya rusak, pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah kabupaten pringsewu baik itu dari APBD maupun dari DAK.


6

Dapil III

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Lampung Barat Untuk Kabupaten Lampung Barat, Tim Dapil II DPRD Provinsi Lampung mencatat ada 15 poin yang dibutuhkan masyarakat dan aparatur pemerintah di tingkat bawah, mulai dari listrik hingga air bersih. Masih ada daerah di kabupaten ini yang belum tersentuh aliran listrik, seperti di Desa Sukamarga, Kecamatan Bengkunat Belimbing. Di beberapa pekon, banyak pula yang masih kesulitan air bersih. Persoalan lain yang muncul dari kabupaten paling ujung ini adalah masih tingginya angka rumah tangga miskin , pengangguran , pekon tertinggal, kondisi infrastruktur yang belum memadai, fluktuasi harga komoditas daerah, lambatnya pertumbuhan UMKM dan sektor perdagangan, tingginya kerawanan bencana daerah seperti tanah longsor, pengadaan meubelair sekolah yang juga sudah sangat memperihatinkan, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. Selain itu, seperti halnya kabupaten lain, daerah ini juga masih membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya dalam rangka untuk mnjaga dan mengendalikan banjir pada daerah tangkapan dan badanbadan sungai, serta peningkatan kebudayaan dan pariwisata. Ada enam prioritas pembangunan kabupaten Kabupaten Lampung Barat tahun 2013 yang sudah menjadi program pemerintah kabupaten setempat sebagai berikut:

1. 2. 3.

4. 5.

6.

Pemantapan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkuwalitas dan terjangkau . Peningkatan daya dukung infrastruktur umum dan infrastruktur wilayah. Pembangunan ketahanan pangan dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta penanganan bencana dan kerawanan pangan. Pengelolaan pariwisata dan budaya daerah. Penguatan perekonomiaan daerah melalui : Ă˜ Pemberdayaan masyarakat pedesaan Ă˜ Pengelolaan sumberdaya pertanian, perikanan dan kehutanan Ă˜ Pengelolaan sumberdaya alam dan energi Pemantapan tata kelola pemerintahan sebagai wujud pelaksanaan birokrasi, penegakan hukum, dan peningkatan rasa aman dan damai di masyarakat.

KEBUTUHAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT 1.

Masih diperlukannya listrik masuk desa seperti contohnya di desa sukamarga kecamatan bengkunat belimbing serta akses jalan lingkungan yang rusak sehingga sulitnya jangkauan untuk memasuki pekon tersebut.

2.

Masih kurang ketersediaan air bersih bagi pekon-pekon didaerah terpencil.

3.

Persoalan sampah pada pantai sehingga para wisatawan dapat masuk dan menikmati keindahan dan bersihnya pantai contohnya pantai tanjung setia juga akses jalan menuju pantai agar dapat diperbaiki.

4.

Masih tingginya angka rumah tangga miskin meskipun telah mengalami penurunan.

5.

Tingginya pengangguran meskipun sudah menurun.

6.

Masih banyaknya pekon tertinggal.

7.

Kondisi infrastruktur yang belum memadai.

8.

Fluktuasi harga komoditas daerah.

9.

Lambatnya pertumbuhan UMKM dan seKtor perdagangan.

10. Tingginya kerawanan bencana daerah seperti tanah longsor. 11. Pengadaan meubelair sekolah yang juga sudah sangat memperihatinkan. 12. Peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. 13. Pembangunan jalan dan jembatan. 14. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya dalam rangka untuk mnjaga dan mengendalikan banjir pada daerah tangkapan dan badan-badan sungai. 15. Peningkatan kebudayaan dan pariwisata di kabupaten Lampung Barat.

Tanggamus Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus masih sangat membutuhkan fasilutas infrastruktur seperti jalan untuk mengungkit roda perekonomian kawasan tersebut. Kabupaten yang topografinya berbukit dan pegunungan ini didominasi oleh hasil perkebunan dan pertanian yang sangat membutuhkan jalan. Masyarakat mengharapkan pemerintah Provinsi Lampung untuk dapat menganggarkan dan memprioritaskan perbaikan ruas-ruas jalan yang kondisinya perlu dilakukan perbaikan. Selain ruas jalan, masyarakat juga mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk sekolahsekolah, puskesmas. Selain itu masyarakat juga membutuhkan instalasi air bersih di Pekon Way Nipah, Kecamatan Semaka serta prioritas jalan lingkungan yang juga sebagai akses masyarakat dalam meningkatkan perekonomian di daerah tersebut seperti didaerah campang I kecamatan Gisting kabupaten tanggamus.

3.

Rekomendasi Dari hasil reses ke tiga kabupaten, Tim Dapil III DPRD Provinsi Lampung merekomendasi empat hal : 1. Diharapkan kepada pimpinan dewan, agar hasil dari kunjungan reses anggota DPRD provinsi lampung untuk daerah pemilihan III kabupaten pringsewu, tanggamus dan lampung barat ini dapat ditindaklanjuti dan dapat dijadikan acuan bagi pihak eksekutif terutama yang menyangkut hal-hal yang mendesak / prioritas. 2. Anggota DPRD asal dapil III, mendukung rencana keseriusan pemerintah daerah provinsi lampung dalam mengalo-

4.

kasikan prioritas anggaran untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi dan instalasi air bersih, pendidikan dan kesehatan serta di sector budaya pada APBD perubahan pemerintah provinsi Lampung yang akan dating dengan memperhatikan dan mengakomodasi hasil reses anggota DPRD dari masingmasing dapil. Kepada dinas pendidikan provinsi lampung, agar memperhatikan kondisi realita dilapangan, bahwa : Kebutuhan dunia pendidikan terhadap program pembangunan baik RKB dan hasil kunjungan kami reses di tiga kabupaten tersebut bahwa masih banyaknya kebutuhan rehab berat maupun ringan disetiap kabupaten. Kepada dinas PU provinsi lampung agar dapat memperhatikan jalan lingkungan dipekon / desa dikabupaten 3 daerah pemilihan dapil III, dan juga diharapkan dalam menentukan kegiatan / pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan hendaknya TIM lapangan dapat mengecek secara obyektif dalam pembangunannya sehingga dapat terealisasi sampai ke pelosok-pelosok, dengan demikian akses masyarakat dapat mudah dan terjangkau sehingga dapat membantu masyarakat untuk melakukan aktifitas-aktifitas kelangsungan. (tim)


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil IV

7

Dapil IV Metro dan Lamtim

Minta Sarana Pendidikan dan Pertanian PENINGKATAN fasilitas pendidikan dan pertanian menjadi harapan terbanyak masyarakat Kota Metro dan Lampung Timur. Masyarakat dan dewan guru mengharapkan Pemkot Kota Metro yang memproklamirkan kotanya sebagai “Kota Pendidikan” terus membantu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Sedangkan masyarakat Lampung Ti m u r m e m o h o n d u k u n g a n pemerintah akan peningkatan produksi pertanian dan fasilitas jalan.

Anggota reses DP IV wilayah Kota Metro dan Kab. Lampung Timur foto bersama bersama masyarakat setempat dalam memberikan bantuan sunatan masal di Kec. Batang Hari

pa yang menjadi harapan masyarakat tersebut terungkap selama para wakil rakyat dari Dapil IV DPRD Provinsi Lampung berkunjung ke Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur pekan terakhir Agustus lalu. Mereka adalah Hj. Nurhasanah, S.H., M.H (coordinator); Hj. Mega Putri Tarmizi, S.E, M.M (sekretaris); Ir. Yandri Nazir; H. Bambang Iman Santoso; Ketut Erawan, S.H; H. M. Ari Wibowo, L; Dra. Hj. Yulia Hasimah; Drs. H. Erpani, S.Jaya; Ir. Hj. Nurhasanah; Hi. Abdul Hakim Rasyid, ST; Drs. Hi. Abdul Haris. Para wakil rakyat selama sepekan berkunjung ke Kelurahan Rejo Agung, Kecamatan Metro, Senin (26/8); Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro, Selasa (27/8); Kelurahan Marga Tiga, Kecamatan Sekampung Udik, Rabu (28/8); Kecamatan Sribawono dan Kecamatan Purbilinggo, Kamis (29/8); Kecamatan Waway Karya, Jumat (30/8). Selain fasilitas pendidikan dan pertanian, masyarakat kedua daerah menginginkan pemerintah terus melanjutkan perbaikan jalan dan jembatan di wilayah mereka. Selain itu, ada dua kecamatan yang meminta pemerintah turun tangan memikirkan ketesediaan listrik PLN, air bersih, dan fasilitas kesehatan.

A

Sarana Pendidikan

Anggota reses DP IV Kota Metro dan Lampung Timur bertatap muka bersama masyarakat

Masyarakat yang meminta peningkatan sarana pendidikan adalah warga Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat dan Desa Raman Sari, Kecamatan Probolinggo, Lampung Timur. Menurut mereka, apa yang mereka harapkan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, dalam upaya mengokohkan obsesi Kota Metro sebagai “Kota Pendidikan”. Sedangkan warga dan Dewan Guru SMPN 1 Probolinggo meminta penambahan ruang kelas baru. Di sekolah tersebut, setiap tahun, ada penambahan jumlah murid. “Semakin banyak warga yang ingin menyekolahkan anaknya di sini,” ujar salah seorang guru. Sedangkan untuk kelas yang lama, mereka mengharapkan peremajaan mebeler. Meja dan kursi yang lama sudah banyak yang rusak.

Jalan dan Jembatan Untuk jalan, masyarakat dan aparat kelurahan dan kecamatan menitipkan pesan kepada para wakil rakyat agar memperbaiki jalan dan jembatan gantung. Mereka minta pemerintah, baik Kabupaten Lampung Timur maupun Pemerintah Provinsi Lampung dapat mewujudkan jembatan gantung di Kecamatan Waway Karya Guna dan Kecamatan Way Bungur. Jembatan gantung tersebut menghubungkan Kecamatan Pungur dengan Kecamatan Kali Pasir. Selain jembatan, masyarakat juga mengharapkan perbaikan jalan provinsi. Ruas jalan provinsi yang sudah rusak parah tersebut menghubungkan Kota Metro dengan Probolinggo sampai Bumi Jawa.

Bersambungan ke hal 10

Anggota reses DP IV Kota Metro dan Lampung Timur berdialog dengan Uspika, Lurah dan tokoh masyarakat Kec. Dodomulyo


Dapil II

8

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Daerah Pemilihan II Lampung Selatan dan Pesawaran

Banyak Masalah Mendesak Perlu Segera Ditindaklanjuti Anggota DPRD Provinsi Lampung asal daerah pemilihan II yang meliputi Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran menyarankan Bappeda Provinsi untuk selalu melakukan koordinasi dengan Bappeda di dua kabupaten itu dalam hal perbaikan sistem informasi agar tidak terjadi tabrakan dalam perencanaan program dan kegiatan.

angan sampai terjadi lagi perencanaan program yang sama di satu tempat. Program yang sudah dianggarkan dalam APBD Pemprov ternyata muncul juga di APBD Kabupaten. Karena itu, perlu koordinasi agar program pembangunan bisa lebih merata,” kata Koordinator Reses Anggota DPRD Lampung dari DP II, Tulus Purnomo. Menurutnya, dalam kunjungan ke sejumlah kecamatan dan desa di Lampung Selatan dan Pesawaran pada masa reses II tahun 2012 yang dilaksanakan pada 26 sampai dengan 31 Agustus 2012, anggota DPRD Provinsi banyak menemukan berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan, termasuk yang utama dalam hal perbaikan dan pembangunan infrastruktur pertanian, pendidikan, kesehatan, yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

J

Menurut Anggota Dewan dari PDI Perjuangan Watoni Nurdin, untuk mengantisipasi agar pada musim kemarau warga tidak kekurangan air bersih dan petani masih bisa berbudidaya tanaman, petani di sejumlah desa juga minta Pemprov menganggarkan untuk membuat sumur-sumur bor. “Selain untuk keperluan MCK, air dari sumur bor tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman,” katanya. “Berbagai permasalahan tersebut sudah kami rangkum dalam laporan hasil reses. Kami berharap Pimpinan Dewan dapat menindaklanjuti dengan membuat rekomendasi kepada pihak Eksekutif, terutama yang menyangkut hal-hal mendesak seperti

Tulus Purnomo

H. Dendi Ramadhona Kaligis, S.T.

kesehatan, air bersih, penerangan, pembangunan jalan, dan sarana pendidikan,” tegas Tulus. Kegiatan jaring aspirasi masyarakat selama masa reses II dilaksanakan dengan mengunjungi kecamatan dan desa yang belum dijangkau pada masa reses I. Sebanyak 13 anggota Dewan dari DP II, turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan pejabat pemerintah setempat dan para tokoh masyarakat. Secara umum, masyarakat mengharapkan adanya percepatan pembangunan dalam berbagai bidang, terutama yang menyangkut perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. “Salah satu yang menjadi sorotan adalah jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Gedungtataan dengan Kecamatan Waylima dan Kedondong,” ujar Sekretaris Koordinator Reses II Anggota DPRD Lampung dari DP II Dendi Ramadhona. Kondisi jalan provinsi tersebut pada saat ini banyak yang rusak, berlubang di sana-sini, sebagian besar aspalnya mengelupas, sehingga menjadi seperti kubangan pada saat musim hujan dan berdebu pada saat kemarau. “Selain itu, masyarakat juga sangat berharap Pemerintah Provinsi melalui APBD dapat menganggarkan untuk perbaikan jalanjalan desa yang rusak,” katanya. Memang untuk itu diperlukan pendataan secara akurat. Karena itulah pentingnya Bappeda Provinsi berkoordinasi dengan Bappeda Kabupaten agar semua perencanaan proyek-proyek tersebut bisa merata dan pelaksnaannya tepat

H. Sumadi, S.Sos.

sasaran. “Mana yang menjadi tugas provinsi dan mana yang menjadi kewajiban kabupaten hendaknya tidak tumpang tindih,” kata Tony Eka Chandra, anggota Dewan dari Partai Golkar. Kemudian di bidang kesehatan, diperlukan perhatian Pemprov dan Pemkab dalam hal mengefektifkan pelayanan puskesmas-puskesmas, karena sebagian besar masyarakat masih merasakan adanya pelayanan yang belum optimal. “Sebagian besar wilayah Lampung Selatan dan Pesawaran jauh dari perkotaan dan rumah sakit, jadi puskesmas harus bisa memberikan pelayanan secara optimal,” kata Tony lagi. Bahkan, diperlukan peningkatan status puskesmas menjadi puskesmas plus rawat inap, sehingga bisa melayani pasien yang membutuhkan perawatan secara lebih intensif. “Puskesmas yang melayani rawat inap setidaknya tersedia di setiap kecamatan, sehingga warga bisa cepat memperoleh pertolongan ketika jatuh sakit,” katanya. Menurut Anggota Dewan dari PDI Perjuangan Watoni Nurdin, untuk mengantisipasi agar pada musim kemarau warga tidak kekurangan air bersih dan petani masih bisa berbudidaya tanaman, petani di sejumlah desa juga minta Pemprov menganggarkan untuk membuat sumur-sumur bor. “Selain untuk keperluan MCK, air dari sumur bor tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman,” katanya.


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil II

HASIL KUNJUNGAN KERJA

H. Zeldayatie

H. Tony Eka Chandra

1.

Minggu, 26 Agustus 2012, kunjungan ke Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Setelah meninjau sejumlah lokasi dan menggelar dialog dengan pejabat kecamatan, aparat desa, dan tokoh masyarakat, aspirasi yang berkembang antara lain: a) Di beberapa titik masih terdapat warga yang kesulitan air bersih. Diperlukan bantuan untuk pembuatan sumur bor umum guna keperluan MCK warga. b) Untuk membantu warga yang rumahnya dalam kondisi tidak layak huni, diharapkan agar Pemprov menggulirkan bantuan perumahan, baik versi “bedah rumah” maupun bantuan perumahan rakyat. Untuk warga miskin yang rumahnya tidak memenuhi standar kelayakan agar ada bantuan khusus untuk perbaikan sehingga memenuhi standar kesehatan. c) Mohon bantuan untuk petani berupa pupuk murah dengan tujuan intensifikasi hasil perhatian sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga petani.

2.

Senin, 27 Agustus 2012, mengadakan kunjungan dan berdialog dengan semua unsur elemen masyarakat di Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Aspirasi yang menonjol antara lain: a) Perbaikan ruas Ir. Sutami (Tanjungbintang) yang saat ini kondisinya rusak berat, berlubanglubang yang cukup parah. b) Desa Margorejo, Margoagung, Banjaragung, dan Desa Sumberjaya Kecamatan Jatiagung memerlukan bantuan alat-alat pertanian, prasarana irigasi, air bersih, dan perbaikan jalan. c) Warga meminta perbaikan jalan dengan onderlaag di Dusun Sidodadi, Desa Berantiraya, sepanjang 2,5 kilometer, yang kini kondisinya berupa jalan tanah. Juga membutuhkan bantuan alat-alat pertanian dan alat-alat untuk pelayanan Posyandu. d) Pemagaran tempat pemakaman umum Dusun Tanjungrejo I Desa Natar. e) Pembangunan jalan lingkungan dan pembangunan PAUD di Dusun IV Desa Sukanegara Kecamatan Tanjungbintang dan jalan lingkungan Dusun Tanjungbaru dan Tanjungraya Desa Karangsari, Jatiagung, Lampung Selatan.

3.

Selasa, 28 Agustus 2012, berkunjung ke Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Setelah berdialog dengan masyarakat, aspirasi yang mengemuka antara lain: a) Warga sangat mendambakan pembangunan dan perbaikan jalan Dusun Muaratiga sampai Kalimati, Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo, sepanjang 2,5 kilometer. b) Perbaikan jalan provinsi ruas Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo sampai dengan Kecamatan Candipuro yang kini kondisinya rusak parah (berlubang-lubang). c) Perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi yang menghubungkan TanjungbintangMerbaumataram-Panjang yang kini berlubang-lubang. Begitu juga jalan yang menghubungkan Jatiagung dengan Ketapang; dan jalan lingkungan Perumahan Ragom Mufakat Kalianda. d) Pengerukan Bendungan Batuliman Candipuro yang kini mengalami pendangkalan; dan pembuatan embung-embung dan jalan lingkungan di Dusun Sidoarjo Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan. e) Perlu bantuan sumur bor di Desa Babatan, Kecamatan Tarahan; di Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji; di Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo; Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo; Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan; Desa Wayurang, Kecamatan Kalianda; dan di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang. f) Perlu penerangan listrik PLN di Dusun Kalimati, Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo; Desa Merakbelatung, Kecamatan Kalianda; dan di Desa Purwodadi, Kecamatan Katibung. g) Di sektor pendidikan, masyarakat mengharapkan tambahan lokal untuk SDN Dusun Malaga, Desa Bandardalam, Kecamatan Sidmulyo, dari tiga lokal menjadi 6 lokal. h) Pembangunan ruang kelas baru dan mebeler untuk 3 lokal di MTs Al Khoiriyah di Waymuli, Kecamatan Rajabasa dan RKB 3 lokal untuk MTs Syamsul Arif di Pematangpasir, Kecamatan Ketapang. i) Bantuan untuk pembangunan kantor STIE dan STIH di Kalianda. j) Bantuan dana untuk pembangunan balai desa di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang; dan rehabilitasi balai desa di 4 desa di Kecamatan Waypanji.

4.

Rabu, 29 Agustus 2012, bertemu dan berdialog dengan para tokoh masyarakat di Kecamatan Negrikaton, Waylima, dan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Aspirasi yang dipandang sebagai prioritas untuk mendapatkan perhatian antara lain: a) Bantuan untuk pembangunan gedung PAUD di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negrikaton. b) Perbaikan jalan provinsi ruas Gedungtataan-Waylima dan Kedondong yang kini kondisinya rusak berat. c) Perbaikan jalan provinsi dari Tegineneng sampai dengan Trimulyo; pembangunan talud Way Talang di Desa Gedunggumanti, Kecamatan Tegineneng; pengadaan sumur bor di Desa Margomulyo, Tegineneng; pembangunan balai dusun Talangbesar; dan rehabilitasi balai desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng.

5.

Kamis, 30 Agustus 2012, berkunjung dan berdialog dengan masyarakat di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Adapun aspirasi yang menonjol dan membutuhkan perhatian secepatnya antara lain: a) Perbaikan jalan yang menghubungkan Palas dengan Ketapang; perbaikan jalan alternatif di Kecamatan Palas; dan rehab balai desa Palaspasemah. b) Bantuan anggaran untuk membangun ruang kelas baru dan mebeler sebanyak 3 lokal di MTs Maarif, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas. c) Pembangunan jembatan gantung di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas.

6)

Jumat, 31 Agustus 2012, berkunjung dan berdialog dengan masyarakat Kecamatan Waylima, Kedondong, dan Padangcermin. Aspirasi yang perlu mendapatkan tindak lanjut secepatnya antara lain: a) Pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Waylima dan Kedodong. b) Bantuan ternak sapi, kambing, domba untuk kelompok tani di Desa Kutodalom, Kecamatan Waylima. c) Rehabilitasi masjid di Desa Gunungrejo; bantuan sumur bor di Desa Gunungrejo; bantuan dana untuk membuat pagar SDN I Kotadalam; dan bantuan untuk masjid di Kotadalam. d) Perbaikan jalan di Desa Sukajaya darat, Lempasing; rehabilitasi bendungan Way Is di Dusun Lebaksari, Desa Gunungrejo yang selama ini berguna untuk pengairan sawah; dan rehabilitasi gedung SDN 2 Hurun dan pagar keliling. e) Pembuatan beronjong guna mencegah longsor di Sungai Lempasing; pembuatan sumur bor di Desa Madajaya, Kecamatan Padangcermin; perbaikan irigasi di Desa Wayurang; dan pembangunan masjid Desa Tambangan, Padangcermin. (*)

Watiah

Watoni Nurdin, S.H.

Kemudian di bidang pendidikan, masyarakat juga mengharapkan agar dana bantuan operasional sekolah (BOS) benar-benar disalurkan dan terserap secara merata di semua sekolah. “Semua pihak harus mengawasi penyalurannya, terutama kepada distributor barang hasil belanja dari dana BOS tersebut,” dia menambahkan. Anggota DPRD Lampung dari DP II pun menyarankan agar Pemprov dan Pemkab memprioritaskan perbaikan dan pembangunan jalan yang sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu, tapi sampai sekarang belum terealisasi. “Kami berharap semua aspirasi warga tersebut bisa ditindaklajuti secara bertahap oleh Pemprov dan Pemkab,” kata Watiah, anggota DPRD dari Partai Gerindra. (tim)

9


10

Dapil IV

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Demikian pula dengan masyarakat Kelurahan Rejoagung, Kecamatan Metro Timur. Mereka minta ketersediaan pupuk saat musim tanam. Selama ini, menurut mereka, distribusi pupuk masih kurang dibandingkan kebutuhan petani di wilayah merek Sedangkan masyarakat Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Timur memohon bantuan sapi. Air juga sudah menjadi masalah tersendiri bagi para petani di Desa Pasir

Sambungan dari hal 7

Jaya, Kecamatan Sekampung. Kepada para wakil rakyat, para tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah membangun pompa air untuk mengairi sawah mereka. Di daerah tersebut, ada sekitar 100 Ha sawah. Sedangkan para petani coklat di Kecamatan Sekampung Udik mengaku sangat membutuhkan bimbingan dari pemerintah untuk peningkatan jumlah dan kualitas hasil panen coklat mereka.

Aspirasi Masyarakat No.

Aspirasi

1.

a.

b. Anggota reses DP IV wilayah Kota Metro dan Kab. Lampung Timur memberikan sambutan dalam acara bantuan sunatan masal di Kec. Batang Hari

Kondisi jalan provinsi yang rusak parah lainnya terdapat di Kecamatan Melinting dan Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur. Di Kecamatan Jabung, warga mengharapkan pemerintah memperbaiki 14 km lebih jalan tak beraspal yang sudah rusak parah dari Pematang Tahalo sampai Desa Jabung. Warga setempat juga mengharapkan pemerintah menyediakan sarana air bersih dan program listrik masuk desa. Warga mengaku sudah lama mengusulkan kedua hal tersebut.

Kesehatan Untuk bidang kesehatan, masyarakat dan aparat Desa Jabung, Lampung Timur,

meminta adanya sarana kesehatan di desa mereka, baik itu puskesmas, puskesdes, maupun puskesman rawat inap. Menurut warga, mereka membutuhkan fasilitas kesehatan di daerag mereka mengingat pertambahan penduduk dan jarak yang lumayan jauh menuju fasilitas kesehatan yang ada saat ini.

2.

3.

4.

Pertanian

5.

Kecamatan Metro Barat

Pemerintah Kota Metro mengharapkan Kecamatan Metro Kibang masuk menjadi kembali ke wilayah Kota Metro.

Kota Metro

a.

a. b.

c.

6.

a.

b. 7.

Salah satu acara tatap muka anggota DP IV dalam menyerap aspirasi rakyat dengan masyarakat Kota Metro dan Kabupaten Lampug Timur

Anggota reses DP IV wilayah Kota Metro dan Kab. Lampung Timur memberikan sambutan dalam bantuan sunatan masal di Kab. Lampung Timur

TEMPAT

ACARA

Kelurahan Rejo Agung Kec. Metro

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Selasa, 27-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Kel. Ganjar Agung Kec. Metro

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Rabu, 28-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Kel. Kel. Marga Tiga Kec. Sekampung Udik

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Kamis, 29-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Kecamatan Sribawono dan Kec. Purbilinggo

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Pertemuan dengan masyarakat setempat

Tatap muka

Jum’at, 30-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Kec.Waway Karya

Sabtu, 31-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Kec. Jabung

Warga Kelurahan Sidodadi meminta kelancaran distribusi pupuk. Pembangunan rumah ibadah, pembayaran insentif guru ngaji, dan pembangunan madrasah / sarana pendidikan. Tokoh masyarakat Pasir Jaya mengusulkan bantuan pompa air untuk mengairi lahan pertanian /sawah yang luasnya kurang lebih 100 Ha. Masyarakat mengusulkan mengenai ruas jalan kiranya mendapat prioritas perbaikan karena rusak berat, jalan dari Pematang Tahalo ke Desa Jabung sepanjang kurang lebih 14 km yang belum diaspal dan ruas jalan provinsi lainnya Pengadaan air bersih dan listrik masuk Desa / Dusun belum terpenuhi;

8.

Perbaikan jalan Provinsi di Desa Dodo Mulyo menghubungkan ke Desa Catur Swarko;

9.

a.

KET.

Senin, 26-8-2012 10.00 WIB s/d selesai

Masyarakat dan uspika meminta bantuan rehab Balai Desa Pugung Raharjo. Mereka telah mengusulkan hal tersebut sejak tahun 2010. Perbaikan 31 km ruas jalan provinsi yang kini rusak parah dari Desa Pugung Sampai ke Marga Tiga.C. Peningkatan pembinaan kepada petani coklat.

Dewan Guru SMP I Probolinggo mengusulkan peningkatan /penambahan gedung ruang kelas baru pada SMP I di Desa Taman Sari dan mebeler yang sudah tidak layak lagi.

Jadwal Pelaksanaan HARI/ TANGGAL /JAM

Kecamatan Metro Timur,

Masyarakat Kelurahan Ganjar Agung memohon bantuan sarana dan prasarana pendidikan .

b.

Warga Desa Negara Saka menyoal kelangkaan pupuk di wilayah mereka. Setiap musim tanam, menurut mereka, pupuk sering sulit didapatkan alias langka. Mereka minta pemerintah dapat mengatasi kelangkaan distribusi pupuk pada saat musim tanam.

Warga Kelurahan Rejoagung memohon ketersediaan pupuk saat musim tanam. Mereka mengatakan pendistribusian pupuk kerap tak sesuai dengan kebutuhan. Warga Kelurahan Mulyojati, minta bantuan bibit sapi.

Daerah

b.

Dari Kecamatan Waway Karya Guna minta agar pemerintah baik kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Lampung dapat merealisasi adanya jembatan gantung di wilayah tersebut. Kecamatan Way Bungur minta bantuan jembatan yang dapat menghubungkan dari Way Bungur ke daerah Kecamatan Kali Pasir, keadaan jembatan Kali Pasir dan Ruas Jalan Prov Metro ke Probolinggo sampai Bumi Jawa yang rusak berat.

10.

Kecamatan Sribawono, Kecamatan Melinting dan Kecamatan Batang hari Nuban mengusulkan perbaikan jalan provinsi karena kondisinya rusak parah.

11.

Warga Desa Negara Saka mengeluhkan sering terjadi kelangkaan pupuk pada musim tanam. Mereka mengharapkan pendistribusian pupuk dapat ditingkatkan, pupuk susah didapat walaupun permintaan melalui RDKK.

Kecamatan Sekampung Udik

Kecamatan Sekampung

Kecamatan Jabung

Kecamatan Probolinggo

Desa Dodo Mulyo

-

Kecamatan Waway Karya guna

-

Kecamatan Way Bungur

-

Kecamatan Sribawono, Kecamatan Melinting Kecamatan Batang Hari Nuban

-

Desa Negara Saka


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil V

11

Lampung Tengah Butuh Penyelesaian Jalan Lingkar Barat PEMBANGUNAN infrastruktur menjadi kebutuhan masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah. Hampir sebagian besar infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Te n g a h kondisinya rusak berat. Hal itu terungkap dari hasil reses anggota DPRD Provinsi Lampung yang masuk Tim Dapil V pada tanggal 26 sampai dengan 31 Agustus 2012.

Anak Tuha. Keamanan Untuk ditingkatkan keamanan daerah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya Kecamatan Padang Ratu menuju Kecamatan Selagai Lingga, dari sepanjang jalan tersebut banyak pungutan-pungutan liar oleh pemuda setempat, baik itu kendaraan roda empat, truk dan motor dipungut retribusi yang tidak jelas keperuntukannya. Untuk itu aparat terkait baik itu kepolisian maupun dinas perhubungan dapat menghentikan pungutan dimaksud. Karena menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi dan enggannya para investor masuk kedaerah tersebut karena tidak terjaminnya faktor keamanan.

Rekomendasi

M

ereka yang turun ke lapangan adalah Ir. H. Sugiharto Atmowijoyo; I Komang Koheri, S.E.; Drs. H. Achmad Nyerupa, S.H.; H. Suyatno SW, S.E.; H.Nuraslim; Yasmine Asyik, S.H.; H. Toto Herwantoko; Sahzan Syafri, S.H., M.H.; H. Riza Mirhadi, S.H; Drs. Musa Zainuddin; I. Gede Jelantik. Di daerah pemelihan mereka, para wakil rakyat menyerap kebutuhan masyarakat dan pemerintah setempat. Dari hasil reses, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung memprioritaskan perbaikan jalan pada anggaran perubahan APBD 2012. Mereka juga minta agar dalam pelaksanaan perbaikan infrastruktur jalan pemerintah melibatkan tokoh masyarakat, LSM dalam pengawasannya. Seperti ruas jalan Wates menuju Kecamatan Bekri(perkebunan sawit) sampai dengan Kecamatan Anak Tuha belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten maupun provinsi Tim Dapil V membagi lima bidang yang dibutuhkan masyarakat Lampung tengah, infrastruktur jalan, pendidikan, pertanian, sarana irigasi, keamanan. Infrastruktur Hampir sebagian besar infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Tengah kondisinya rusak berat. Tim V mendesak Pemkab Lamteng dan Pempov Lampung memprioritaskan perbaikan jalan pada anggaran perubahan APBD 2012. Mereka juga minta agar dalam pelaksanaan perbaikan infrastruktur jalan pemerintah melibatkan tokoh masyarakat, LSM dalam pengawasannya. Seperti ruas jalan Wates menuju Kecamatan Bekri (perkebunan sawit) sampai dengan Kecamatan Anak Tuha belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan perbaikan dan perawatan yakni di daerah sekitar Perkebunan Bekri, ruas jalan menuju KecamatanAnak Ratu Aji dari Simpang Prapau menuju Kecamatan Anak Ratu Aji sekitar 5-6 Km yang mendapatkan perawatan dan 15 sampai 20 Km jalan tersebut rusak berat. Ruas jalan menuju Kecamatan Bumi Nabung dari Kecamatan kota Gajah menuju jalan Kecamatan Seputih Matarm sapai

dengan Seputih Banyak transortasi sudah membaik dan lancer, khususnya untuk enuju Kecamatan bumi Nabungbdari arah Lintas Timur menuju Kecamatan Rumbia. Jembatan Jalan menuju Kecamatan Anak Ratu Aji, tepatnya di Desa Gedung Sari, terdapat lubang besar dan kerusakan pada ruas jembatan yang sangat vital, sehingga untuk melintas jalan tersebut diperlukan kehatihatian, agar jembatan tersebut mendapat prioritas khusus. Pendidikan Selain mengkritisi kondisi jalan, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil V Lampung Tengah juga mempertanyakan keberadaan pembangunan SMUN di Kecamatan Anak Tuha dan Kecamatan Pubian. Pasalnya, kedua bangunan sekolah milik Provinsi Lampung tersebut yang sudah selesai pembangunan nya itu, sampai kini belum juga bisa digunakan. Para wakil rakyat menyesalkan, meski dua bangunan SMA di Anak Tuha dan Pubian sudah selesai dalam pembangunannya, tapi belum ada tanda-tanda digunakan. Mereka minta kedua sekolah ini bisa segera dimanfaatkan, sehingga anak-anak dari kedua kecamatan tidak perlu sekolah jauh untuk meneruskan pendidikannya. Pertanian Pertanian di Lampung Tengah, khususnya sawah tadah hujan, sebagian mengalami gagal panen ( puso ) yang disebabkan kemarau panjang. Untuk itu, Lampung Tengah sebagai lumbung pangan di Provinsi Lampung, kiranya dinas / instansi, pihak terkait dapat membangun, ataupun memperbaiki daerah aliran sungai yang rusak, dan mendapat prioritas utama untuk diperbaiki, sehingga lampung dapat dipertahankan sebagai lumbing pangan. Sarana irigasi Sarana irigasi di Lampung Tengah, khususnya di Dapil V, hasil dari kunjungan reses yang lalu, banyak ditemukan sarana irigasi yang kiranya banyak tidak terawat dan harus membutuhkan perawatan serius, selain dari perawatan, juga pembagian masalah air yang tidak merata, kiranya PPL dapat di perdayakan sebagai fungsinya dilapangan. Terutama didaerah Kecamatan

Dari hasil temuan di lapangan, para wakil rakyat merekomendasi agar segera diselesaikan jalan lingkar barat. Hal itu menurut Tim Dapil V, salam rangka untuk mengurangi arus kemacetan, khususnya di Bandarjaya dan sesuai dengan rencana program pemerintah Kabupaten Lampung tengah tentang pembuatan jalan lingkar barat, mengingat jalan tersebut adalah jalan provinsi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Lampung beserta pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Lampung Tengah kiranya dapat mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan program jalan lingkar barat, mengingat jalan tersebut adalah jalan provinsi. Untuk jalan lintas tengah, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah serta dinas / instansi terkait bersama untuk membahas jalan lintas tersebut agar diprogramkan dan diprioritaskan dalam pembahasan perubahan APBD Tahun 2012. Selain jalan lingkar barat, wakil rakyat juga menyoal rusaknya jalan menuju Kecamatan Bumi Nabung, dari Lintas Timur menuju Kecamatan Rumbia, sudah sangat memprihatinkan, dalam pembahasan perubahan APBD Tahun 2012 baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten lampung tengah kiranya dapat diprioritaskan perbaikan jalan tersebut. Mengingat

jalan tersebut sebagai urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Jalan Kecamatan Anak Tuha menuju Kecamatan Padang Ratu, jalan tersebut agar mendapatkan prioritas utama untuk diperbaiki segera, mengingat jalan tersebut sudah rusak berat dan lalulintas untuk menganggut hasil pertanian. Jalan yang menuju Kecamatan Anak Ratu Aji terdapat jembatan yang rusak berat ( pada ruas jembatan ) sehingga kendaraan yang melintas diperlukan kehati-hatian, untuk itu segera diprioritaskan dalam perbaikannya, mengingat jembatan tersebut sangat fital bagi masyarakat sekitarnya. Berkenaan dengan SMUN di Kecamatan Anak Tuha dan Kecamatan Pubian, sekolah milik pemerintah daerah Provinsi Lampung yang sudah selesai pembangunannya itu, hingga sampai dengan saat kini belum juga bias digunakan secara maksimal yang disebabkan kekurangan siswa, kiranya dinas pendidikan kabupaten lampung tengah dan dinas provinsi lampung, untuk mensosialisasikan siswanya dari sekolah tingkat SMP dan sederajat agar diarahkan masuk disekolah SMUN di kecamatan sekitarnya.

Saran Para wakil rakyat dari Dapil V menyarankan tiga hal, yakni : 1. Perlu ditambah personel kepolisian di setiap sektor-sektor, khususnya di kecamatan-kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, mengingat daerah tersebut sering terjadi pembegalan kendaraan roda dua serta rawan terhadap tindakan lainnya. Sehingga dapat ditekan tindak kriminalitas. 2. Dalam mengantisipasi musim tanam, sering terjadi kelangkaan pupuk ditingkat petani. Untuk itu perlu diperdayakan dan ditambah petugas penyuluh lapangan ( PPL ) di Lampung Tengah. 3. Untuk saluran irigasi, baik skunder maupun tesier ,yang rusak sehingga menghambat penyaluran air kepesawahan para petani, untuk itu segera diperbaiki, agar tidak menghambat para petani yang memerlukan air mengingat Lampung Tengah adalah lambung pangan bagi Provinsi Lampung. (tim)


12

Dapil VI

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil VI Waykanan dan Lampung Utara

Butuh Pembangunan & Perbaikan Jalan PARA anggota DPRD Provinsi Lampung yang tergabung dalam Dapil VI membagi hasil resesnya dalam tujuh bidang, yakni bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, keagamaan, peternakan dan perkebunan, keamanan dan ketertiban, serta bidang pertanahan. Dari keenam bidang tersebut, bidang pendidikan dan jalan yang paling banyak disampaikan masayarakat.

S

elama sepekan masa reses, 26-31 Agustus 2012, para anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut bertemu dengan masyarakat, tokoh, dan Uspika yang ada di Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Waykanan. Mereka terdiri dari unsur pemerintahan kecamatan, anggota TNI/Polri, pimpinan puskesmas, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan majelis taqlim. Para anggota DPRD Provinsi Lampung yang tergabung dalam Dapil VI, setelah turun ke lapangan, merekomendasikan tujuh hal, yakni (1) hasil reses hendaknya ditindaklanjuti pihak eksekutif, terutama yang sifatnya mendesak; (2) perlu perhatian khusus soal sengketa lahan; (3) mengapresiasi Pemprov Lampung agar memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur jalan; (4) harus ada upaya peningkatan pelayanan kesehatan; Lainnya, (5) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung hendaknya melihat langsung kebutuhan masyarakat agar sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat; (6) Dinas Bina Marga Provinsi Lampung diminta segera menindaklanjuti hasil reses terhadap temuan-temuan serta aspirasi masyarakat, (7) demikian pula kebutuhan-kebutuhan masyarakat lain. Dinas dan instansi terkait hendaknya mengakomodasi harapan masyarakat akan pembangunan/rehab jalan dan jembatan, penyediaan sarana dan fasilitas pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana air bersih, pengadaan dan atau pemasangan listrik/PLN.

WAYKANAN Dari hasil reses di Kabupaten Waykanan, anggota Dapil VI mencatat ada tujuh bidang untuk masukan perencanaan pihak eksekutif, yakni bidang infrastruktur (jalan, sarana pemerintahan); kesehatan; pendidikan; keagamaan; peternakan-pertanianperkebunan, keamanan-ketertiban, bidang pertanahan, dan CSR. Infrastruktur Untuk bidang infrastruktur, masyarakat mengharapkan perbaikan jalan di Jl. Cirebon, Dusun Cirebon, Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu; jalan provinsi di Kecamatan Bahuga sampai Kecamatan Way Tuba; jalan provinsi Bukit Kemuning– Bonglai–Simpang Asam (Banjit); jalan Rebang Tinggi–Suka Jadi–Kedaton–Datar Bencong (Banjit); jalan Rebang Tinggi Way Umpu; jalan kabupaten yang ada di beberapa desa di Kecamatan Kasui; jalan poros desa Datar Bencong, Kecamatan Kasui; jalan Suka Jadi, Kecamatan Kasui, Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui. Selain itu, masyarakat mengharapkan

perbaikan infrastruktur 1,5 km jalan penghubung atau onderlagh antara Dusun 2 Bali Sadhar Tengah Banjit dengan Kecamatan Baradatu, Way Kanan dan Lampung Utara; pelebaran jalan BBC Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit–Kecamatan Baradatu; pelebaran 6 Km jalan di Way Kanan; Kepala Kampung Bali Sadhar Utara meminta Pembangunan 3 Km jalan/Gg Subadra sampai Gg Buldozer Bali Sadhar Utara; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah mengusulkan infrastruktur 3 Km Gg Mawar Lebar; Kepala Kampung Bali Sadhar Utara mengusulkan 3 Km Gg Bangli-Gelgel Lebar; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah mengusulkan infrastuktur 1,5 Km Gg Pure; Kepala Kampung Bali Sadhar Selatan mengusulkan infrastruktur 1,5 Km Gg Asoka; Kepala Kampung Bali Sadhar Selatan mengusulkan infrastruktur 1,5 Km Gg Merpati. Sarana Pemerintahan Untuk sarana pemerintah, masyarakat dan aparat pemerintahan desa mengharapkan pemerintah Pembangunan Balai Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; pemasangan PLN/listrik di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; pembuatan talud irigasi Way Umpu dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit sampai dengan Bali Sadhar Utara; pengadaan sumur bor untuk Masjid Agung Nurul Iman, Alamat di Kampung Negara Harja, Kecamatan Pakuon Ratu. Kesehatan Untuk bidang kesehatan, masyarakat mengharapkan peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap dan pengadaan mobil ambulan untuk daerah terpencil dan memiliki medan yang berat di Kabupaten Way Kanan Pendidikan Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sepertinya sudah sampai pelosok desa. Masyarakat paling banyak mengusulkan pembangunan sektor ini. Ada lima belas sarana dan prasarana yang diminta masyarakat, yakni PAUD Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; SD Bengkulu Rejo, Kecamatan Gunung Labuhan; pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) SD 3 Pisang Baru; pembangunan 4 RKB SMA 2 Buay Bahuga; empat RKB SMP Karya Bhakti, 3 RK) MI Miftahul Ulum Negara Harja, pengadaan satu lokal SDN 2 Donomulyo Kecamatan Banjit. Kepala Kampung Bali Sadhar Utara mengajukan 1 RKB atau empat lokal SDN 2 Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit, SMAN I Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit mengajukan dua RKB dan rehab rangka baja enam lokal; SMK YP Baradatu meminta enam RKB; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah

Infrastruktur Pelebaran Jalan BBC Bali Sadhar Utara Kec.Banjit–Kec. Baradatu, Kab.Way Kanan, Pelebaran 1 (satu) M kiri dan kanan sepanjang 6 (enam) KM

mengajukan dua RKB PAUD Centre I RKB berikut mubelernya; masyarakat Kampung Gisting Jaya Kecamatan Negarabatin meminta pembangunan gedung PAUD Kartini; MTS GUPPI Banjit minta rehab berat dua lokal; SDN 1 Jogo Batu Banjit mengajukan pembangunan tiga lokal yang saat ini masih berdinding bambu dan atapnya terbuat dari daun kelapa. Keagamaan Untuk sarana dan prasarana tempat ibadah, masyarakat Kampung Mulyosari, Kecamatan Pakuon Ratu mengharapkan rehab dan pengadaan Al-Quran untuk Musholla Kampung Mulyosari. Peternakan Pertanian Perkebunan Untuk bidang ini, masyarkat Desa Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit mengharapkan Dinas Peternakan dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung membantu pengembangan peternakan sapi mereka. Mereka juga berharap desanya masuk dalam program Lembaga Distribusi Masyarakat (LDM), Lumbung Pangan – Lokal, pengadaan hand tracktor, handsprayer, pupuk, bibit dan pestisida. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bali Sadhar Utara dan masyarakat Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit memohon kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, agar dapat memberikan mengadakan bibit sawit, karet, pestisida, dan pupuk. Keamanan dan Ketertiban Menurut masyarakat yang ditemui para wakil rakyat, mereka mengharapkan peningkatan keamanan di wilayah mereka. Alasannya, selama ini, sering terjadi pembegalan dengan kekerasaan. Ada korban pembegalan yang sampai meninggal dunia. Pertanahan Di Waykanan, seperti halnya di beberapa kabupaten lainnya, masalah atu sengketa kepemilikan tanah kerap terjadi antarmasyarakat, masyarakat dengan pihak perusahaan, maupun warga dengan pihak pemerintah itu sendiri. Warga mengharapkan BPN mengurai benang kusut kepemilikan lahan.

Pertemuan dengan masyarakat di desa Sukadana Udik, Kec. Bunga Mayang, Kab. Lampung Utara

CSR Untuk CSR, masyarakat dan uspika sebagian besar mengusulkan untuk perbaikan jalan. Banyak jalan rusak akibat dilalui kendaraan-kendaraan berat perusahaan.

LAMPUNG UTARA Seperti halnya hasil dari Kabupaten Waykanan, Tim Dapil VI DPRD Provinsi Lampung membagi tujuh bidang untuk masukan perencanaan pihak eksekutif, yakni bidang infrastruktur (jalan, sarana pemerintahan); kesehatan; pendidikan; keagamaan; peternakan-pertanian-perkebunan, keamanan-ketertiban, bidang pertanahan, dan CSR. Berikut ini hasil kunjungan reses selama sepekan di Kabupaten Lampung Utara baik berupa masukan, saran, usulan, temuan maupun hal-hal yang menjadi prioritas, diantaranya : Infrastruktur Masyarakat mengharapkan perbaikan Jl. Negararatu–Tujok; jalan dari Desa Sukadana Udik–Handuyang Ratu (Bunga Mayang); pengaspalan 1,5 Km jalan lingkungan di Dusun 2 dan 3, Desa Ulak Atat, Kecamatan Tanjungraja, pengaspalan 2600 meter jalan lingkungan Desa Sidomulyo Dusun 1 s/d Dusun 3, Kec Tanjung Raja; pengaspalan 1500 meter jalan lingkungan dua dusun di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Tanjungraja; pengaspalan jalan di Desa Bandar Agung-Tata Karya-Ujung Batu, Kecamatan Abung Surakarta, jembangunan di Desa Tata Karya RK I, Kecamatan Abung Surakarta; pembangunan jalanlLingkungan di Desa Banjar Ratu, Kecamatan Muara Sungkai; perbaikan jalan Desa Gendot, Kecamatan Tanjung Raja. Selain mengakomodasi permintaan masyarakat, Tim Dapil VI menemukan pengerjaan proyek tahun lalu, 2011, yang kini sudah rusak, yakni jalan di Simpang Tujok-Kerta Raharjo. Para wakil rakyat meminta perhatian Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk melihat dan membenahi kerusakan jalan tersebut. Hal serupa mereka temukan pula di Desa Sukadana Ilir–Kota Napal, Kecamatan Sungkai Bunga Mayang; pembangunan jalan lingkungan Perum Kota Alam Permai Kecamatan Kota Bumi Selatan. Untuk jembatan, masyarakat Desa Kota Negara Ilir, Kecamatan Sungkai Utara, memohon kepada pemerintah untuk membangunkan jembatan penghubung antara Dusun Pulo Panggung Kotanegara Ilir yang berpenduduk sekitar 1.000 jiwa dengan Dusun Umbul Metro Desa Kota Napal Kecamatan Sungkai Bunga Mayang yang


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG berpenduduk 3.463 jiwa. Jembatan yang ada saat ini kondisinya darurat sekali. Pada saat reses, para wakil rakyat masih menemukan darah yang belum teraliri listrik. Masyarakat sangat mengharapkan jaringan listrik masuk ke wilayah mereka, yakni di Desa Gendot, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Way Kanan; pengadaan/pemasangan di Desa Banjar Ratu dan Desa Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai. Soal air, masih ada warga yang memohon bantuan pemerintah untuk menyediakan ketersediaan fasilitas instalasi air bersih, yakni berupa pembangunan sumur bor untuk Mushola Al-Amin, sumur bor untuk Musholla Al-Ikhlas, dan sumur bor di Desa Negeri Ujung Karang dan Desa Mekasari, Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai. Kesehatan Kepada para wakil rakyat, penanggungjawab Puskesmas Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, dr. Ari A.S. minta disampaikan permohonan masyarakat akan pengadaan ruang inap dan sarana prasarana kesehatan lainnya demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pendidikan Untuk sarana dan prasarana bidang pendidikan, MTS Yayasan Al-Huda meminta pembangunan tiga RKB; Kepala Sekolah SMP IT Insani Robbani, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Kotabumi, Dudung Haryadi, S.Pd. meminta pembangunan ruang laboratorium komputer berikut seperangkat komputernya; dewan guru SD Desa Karang Rejo, Kecamatan Muara Sungkai mempertanyakan belum teralisasinya gedung baru yang telah mereka usulkan sebelumnya. SMA Negeri 2 Kotabumi memohon bantuan satu RKB atau empat ruangan dan satu ruang laboratorium. Keamanan dan Ketertiban Untuk bidang keamanan dan ketertiban, seperti halnya masyarakat Way-

Edisi 2 Tahun 2012

Kabupaten Waykanan

Kabupaten Lampung Utara

kanan, warga Lampung Utara juga banyak mengharapkan intensitas pengawasan keamanan ditingkatkan lagi. Alasan mereka, sering terjadi pembegalan disertai penganiayaan hingga meninggal dunia di wilayah mereka. Untuk itu, mereka berharap perhatian pihak kepolisian setempat maupun Polda Lampung dan aparat-aparat keamanan yang lain untuk lebih menjaga keamanan di Lampung Utara. Pertanahan Lampung Utara juga sering mengalami konflik lahan. Masyarakat banyak yang meminta perhatian khusus dari dinas dan instansi terkait masalah pertanahan di wilayah mereka, khususnya BPN dalam penanganan sengketa tanah baik antara warga dengan warga, warga dengan perusahaan, maupun warga dengan pemerintah daerah setempat. Seperti yang baru-baru ini terjadi antara warga yang berasal dari 10 desa yang ada di Kecamatan Bunga Mayang dan Kecamatan Muara Sungkai terkait batas lahan dan permintaan ukur ulang atas tanah seluas 1800 ha dengan pihak PTPN 7 Bunga Mayang. CSR Terkait mengenai penyaluran CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Kab. Lampung Utara, masyarakat banyak yang mengusulkan sebaiknya digunakan untuk perbaikan jalan, paling tidak jalan yang sering dilalui kendaraan perusahaanperusahaan itu sendiri. (tim)

Perbaikan Jl. Negararatu–Tujok; jalan dari Desa Sukadana Udik– Handuyang Ratu (Bunga Mayang); pengaspalan 1,5 Km jalan lingkungan di Dusun 2 dan 3, Desa Ulak Atat, Kecamatan Tanjungraja, pengaspalan 2600 meter jalan lingkungan Desa Sidomulyo Dusun 1 s/d Dusun 3, Kec Tanjung Raja; pengaspalan 1500 meter jalan lingkungan dua dusun di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Tanjungraja; pengaspalan jalan di Desa Bandar Agung-Tata Karya-Ujung Batu, Kecamatan Abung Surakarta, jembangunan di Desa Tata Karya RK I, Kecamatan Abung Surakarta; pembangunan jalanlLingkungan di Desa Banjar Ratu, Kecamatan Muara Sungkai; perbaikan jalan Desa Gendot, Kecamatan Tanjung Raja. Jembatan untuk masyarakat Desa Kota Negara Ilir, Kecamatan Sungkai Utara.Jaringan listrik masuk ke wilayah mereka, yakni di Desa Gendot, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Way Kanan dan di Desa Banjar Ratu dan Desa Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai. Sumur bor untuk Mushola AlAmin, Musholla Al-Ikhlas, dan sumur bor untuk Desa Negeri Ujung Karang dan Desa Mekasari, Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai. Selain mengakomodasi permintaan masyarakat, Tim Dapil VI menemukan pengerjaan proyek tahun lalu, 2011, yang kini sudah rusak, yakni jalan di Simpang Tujok-Kerta Raharjo. Para wakil rakyat meminta perhatian Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk melihat dan membenahi kerusakan jalan tersebut. Hal serupa mereka temukan pula di Desa Sukadana Ilir–Kota Napal, Kecamatan Sungkai Bunga Mayang; pembangunan jalan lingkungan Perum Kota Alam Permai Kecamatan Kota Bumi Selatan.

Kesehatan

Pendidikan

Puskesmas rawat inap untuk Puskesmas Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah,

Peningkatan keamanan

Pertanahan

Penyelesaian konflik lahan.

CSR

CSR digunakan untuk perbaikan jalan yang sering dilalui kendaraan perusahaan-perusahaan itu sendiri.

Kabupaten Waykanan beribukota Blambangan Umpu dengan jarak dari ibukota provinsi 208,50 Km. Luas wilayah administrasinya ± 392.163 Km 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2010 populasi penduduknya ± 406.123 jiwa dengan kepadatan ratarata ± 103,56 orang per-Km2. Mereka tersebar di 14 kecamatan dengan 210 desa/kelurahan. Kabupaten Lampung Utara beribukota Kotabumi, dengan jarak dari ibukota provinsi 115,00 Km yang luas wilayah derah administrasinya ± 272.563 Km2. Sedangkan populasi penduduknya ± 584.277 jiwa dan rata-rata kepadatan ± 214,36 orang per-Km2 berdasarkan data BPS pada Tahun 2010. Tersebar di 23 Kecamatan dengan 247 Desa/Kelurahan.

Hasil Reses Waykanan

Infrastruktur

Perbaikan jalan di Jl. Cirebon, Dusun Cirebon, Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu; jalan provinsi di Kecamatan Bahuga sampai Kecamatan Way Tuba; jalan provinsi Bukit Kemuning– Bonglai–Simpang Asam (Banjit); jalan Rebang Tinggi–Suka Jadi– Kedaton–Datar Bencong (Banjit); jalan Rebang Tinggi Way Umpu; jalan kabupaten yang ada di beberapa desa di Kecamatan Kasui; jalan poros desa Datar Bencong, Kecamatan Kasui; jalan Suka Jadi, Kecamatan Kasui, Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; perbaikan infrastruktur 1,5 km jalan penghubung atau onderlagh antara Dusun 2 Bali Sadhar Tengah Banjit dengan Kecamatan Baradatu, Way Kanan dan Lampung Utara; pelebaran jalan BBC Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit–Kecamatan Baradatu; pelebaran 6 Km jalan di Way Kanan; Kepala Kampung Bali Sadhar Utara meminta Pembangunan 3 Km jalan/Gg Subadra sampai Gg Buldozer Bali Sadhar Utara; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah mengusulkan infrastruktur 3 Km Gg Mawar Lebar; Kepala Kampung Bali Sadhar Utara mengusulkan 3 Km Gg Bangli-Gelgel Lebar; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah mengusulkan infrastuktur 1,5 Km Gg Pure; Kepala Kampung Bali Sadhar Selatan mengusulkan infrastruktur 1,5 Km Gg Asoka; Kepala Kampung Bali Sadhar Selatan mengusulkan infrastruktur 1,5 Km Gg Merpati.

Sarana Pemerintahan

Pembangunan Balai Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; pemasangan PLN/listrik di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; pembuatan talud irigasi Way Umpu dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit sampai dengan Bali Sadhar Utara; pengadaan sumur bor untuk Masjid Agung Nurul Iman, Alamat di Kampung Negara Harja, Kecamatan Pakuon Ratu.

Kesehatan

Peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap dan pengadaan mobil ambulan untuk daerah terpencil dan memiliki medan yang berat di Kabupaten Way Kanan

Pendidikan

Keagamaan

Peternakan Pertanian Perkebunan

Pembuatan PAUD Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kasui; SD Bengkulu Rejo, Kecamatan Gunung Labuhan; pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) SD 3 Pisang Baru; pembangunan 4 RKB SMA 2 Buay Bahuga; empat RKB SMP Karya Bhakti, 3 RK) MI Miftahul Ulum Negara Harja, pengadaan satu lokal SDN 2 Donomulyo Kecamatan Banjit Kab. Kepala Kampung Bali Sadhar Utara mengajukan 1 RKB atau empat lokal SDN 2 Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit, SMAN I Bali Sadhar Selatan, Kecamatan Banjit mengajukan dua RKB dan rehab rangka baja enam lokal; SMK YP Baradatu meminta enam RKB; Kepala Kampung Bali Sadhar Tengah mengajukan dua RKB PAUD Centre I RKB berikut mubelernya; masyarakat Kampung Gisting Jaya Kecamatan Negarabatin meminta pembangunan gedung PAUD Kartini; MTS GUPPI Banjit minta rehab berat dua lokal; SDN 1 Jogo Batu Banjit mengajukan pembangunan tiga lokal yang saat ini masih berdinding bambu dan atapnya terbuat dari daun kelapa. Rehab dan pengadaan Al-Quran tempat ibadah Kampung Mulyosari, Kecamatan Pakuon Ratu. Masyarkat Desa Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit mengharapkan Dinas Peternakan dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung membantu pengembangan peternakan sapi di . Mereka juga berharap desanya masuk dalam program Lembaga Distribusi Masyarakat (LDM), Lumbung Pangan – Lokal, pengadaan hand tracktor, handsprayer, pupuk, bibit dan pestisida.Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bali Sadhar Utara dan masyarakat Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit memohon kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, agar dapat memberikan mengadakan bibit sawit, karet, pestisida, dan pupuk.

Keamanan dan Ketertiban

Menurut masyarakat yang ditemui para wakil rakyat, mereka mengharapkan peningkatan keamanan di wilayah mereka. Alasannya, selama ini, sering terjadi pembegalan dengan kekerasaan. Ada korban pembegalan yang sampai meninggal dunia.

Pertanahan

Di Waykanan, seperti halnya di beberapa kabupaten lainnya, masalah atu sengketa kepemilikan tanah kerap terjadi antarmasyarakat, masyarakat dengan pihak perusahaan, maupun warga dengan pihak pemerintah itu sendiri. Warga mengharapkan BPN mengurai benang kusut kepemilikan lahan.

CSR

Untuk CSR, masyarakat dan uspika sebagian besar mengusulkan untuk perbaikan jalan. Banyak jalan rusak akibat dilalui kendaraankendaraan berat perusahaan.

Ruang kelas baru (RKB) di MTS Yayasan Al-Huda, laboatorium komputer untuk SMP IT Insani Robbani Kelapa Tujuh, gedung baru SD Desa Karang Rejo, Kecamatan Muara Sungkai.

Keamanan dan Ketertiban

13

Waykanan dan Lampung Utara

Hasil Reses Lampung Utara Bidang Infrastruktur

Dapil VI


Dapil VII

14

Edisi 2 Tahun 2012

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Daerah Pemilihan VII Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji

Minta Pemprov, Pemkab, dan Polisi Tekan Tindak Kejahatan Masyarakat di tiga kabupaten, yaitu Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji minta k e pada Pemerinta h Provinsi agar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian untuk memberantas tindak kejahatan, terutama aksi pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor, yang dirasakan makin merajalela.

H

arapan tersebut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dari sejumlah kecamatan di tiga kabupaten itu ketika berdialog dengan Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Daerah Pemilihan VII (Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji) yang melakukan kunjungan dalam rangka jaring aspirasi masa reses II tahun 2012, yang dilaksanakan pada 26—31 Agustus 2012. Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan juga menerima sejumlah usulan dan masukan dari masyarakat mengenai upaya penanganan sejumlah persoalan sosial kemasyarakatan dan dalam hal penyediaan infrasrtuktur pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. “Yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah perbaikan jalan dan jembatan,” kata H. Sunardi, koordinator Reses Anggota DPRD Lampung dari DP VII. Menurut Sunardi, masalah keamanan juga menjadi aspirasi yang mengemuka di setiap kecamatan. Sebab, banyak warga yang tak bisa beraktivitas dengan tenang dan nyaman akibat masih banyak aksi-aksi kejahatan, terutama aksi begal. “Kita juga sering membaca berita-berita di koran tentang aksi kejahatan yang terjadi di tiga kabupaten itu,” katanya. Dalam setiap pertemuan dengan warga, anggota Dewan juga menyarankan untuk menjaga keamanan secara swadaya dan swakarsa. Jika masyarakat kompak, diharapkan angka tindak kejahatan bisa ditekan atau bahkan hilang sama sekali. Sebab, jika semata-mata mengandalkan aparat kepolisian, saat ini personel polisi masih terbatas, sehingga belum bisa menjangkau semua wilayah secara rutin. Menurut Ahmad Junaidi Aauly, anggota DPRD Lampung dari PKS, pengamanan lingkungan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat setempat. Kuncinya ada kepedulian dan kebersamaan untuk menjaga wilayah agar tertib dan aman. “Kita bisa menggalakkan ronda, saling membantu, dan tentu saja membantu mengamankan wilayah bersama-sama petugas kepolisian,” ujarnya. Selain perlu percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, masyarakat di tiga kabupaten itu juga mengharapkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten juga membantu masyarakat dalam penyediaan prasarana air bersih, penerangan listrik, dan prasarana pendidikan serta kesehatan yang lebih memadai. “Di tiga kabupaten itu masih banyak desa yang belum mempunyai prasarana air

bersih dan belum ada jaringan listrik. Bahkan, di banyak juga bangunan SD dan puskesmas yang perlu segera direhabilitasi demi memberikan pelayanan yang layak dan baik kepada masyarakat,” tambah Dedi Afrizal, anggota Dewan dari PDI Perjuangan, yang juga sekretaris koordinator kegiatan reses II tahun 2012. Kemudian yang tak kalah penting adalah adanya koordinasi antara Bappeda Pemprov dan Kabupaten dalam membuat perencanaan, pelaksanaan pembangunan, dan pengawasannya. Koordinasi diperlukan agar jangan sampai ada kegiatan yang tumpang tindih antara proyek Pemprov dan Kabupaten. Menurut Dedi Afrizal, perkembangan di tiga kabupaten tersebut sangat pesat. Hal itu harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur yang baik dan memadai. “Jika tidak, nantinya tak ada investor yang mau menanamkan modal mereka ke daerah tersebut. Padahal, peran sektor swasta juga sangat penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah,” tegasnya. Sementara anggota Dewan dari Partai Golkar Ismet Roni mengatakan aspirasi yang juga menonjol dan harus menjadi perhatian adalah perlunya program untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan. Kegiatannya bisa melalui PKK, Posyandu, dan kegiatan lainnya. “Namun, perlu di-support anggaran, baik dari provinsi maupun kabupetan,” katanya. Sebagian besar aspirasi masyarakat hasil reses II tahun 2012 tersebut telah dirangkum dalam laporan hasil reses dan sudah diparipurnakan di gedung Dewan. “Kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh Pemprov dan Pemkab, terutama hal-hal yang memang menjadi prioritas untuk ditangani,” tambah Ismet Roni. (tim)


ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Edisi 2 Tahun 2012

Dapil VII

15

HASIL KEGIATAN RESES II 2012 1.

2.

Pada 26 Agustus 2012 menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Gedungaji, Kabupaten Tulangbawang. Sejumlah persoalan yang mengemuka, antara lain: a) Perlu dianggarkan honor bagi guru mengaji di mushola/masjid sebagai penghargaan atas jasa mereka dalam membina mental spiritual generasi bangsa b) Perlu bantuan perbaikan kualitas bangunan peribadatan umat c) Perlu penghargaan bagi penyuluh lapangan perikanan dan kesehatan hewan d) Perlu peningkatan sumberdaya manusia untuk tenaga penyuluh melalui pendidikan informal e) Perlu tenaga pelayanan kesehatan dan puskesmas hewan f) Masalah penyebaran tenaga kesehatan yang kurang merata, di mana terjadi kelebihan tenaga di salah satu sarana kesehatan dan kekurangan di tempat lain.

Kurang adanya koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang pendidikan sehingga pengawasan serta pemeliharaan aset kurang terpantau dengan baik, anggaran kabupaten yang terbatas membutuhkan perhatian dan bantuan dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang pendidikan melalui pembangunan USB, penambahan RKB, rehat berat gedung sekolah, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA yang disesuaikan dengan skala prioritas dan anggaran.

3.

Pada 28 Agustus 2012 menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sejumlah persoalan yang mengemuka, antara lain: a) Keterbatasan ekonomi dan daya beli masyarakat yang didukung dengan kurangnya pengetahuan, kesadaran sehingga masih banyak masyarakat yang belum dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraannya. b) Pendangkalan sungai mengakibatkan tumbuh suburnya rumput dan pepohonan di sepanjang sungai tersebut telah menimbulkan permasalahan baru di masyarakat Kampung Talang Buah hingga Kecubung Mulya, di mana perkembangbiakan buaya sudah meresahkan masyarakat bahkan sudah menelan korban beberapa warta di dekat sungai tersebut. Harapan: a. Peningkatan program pembinaan sosial kemasyarakatan dalam rangka mewujudkan kesadaran dan perilaku hidup sehat bagi masyarakat. b. Peningkatan anggaran bantuan rumah sehat bagi masyarakat c. Bimtek dan bantuan jambanisasi d. Diharapkan Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten dapat melakukan pengerukan atas pendangkalan sungai tersebut serta pembersihan tumbuhan liar di sepanjang sungai tersebut agar dapat mengendalikan perkembangbiakan hewan buas tersebut agar tidak menelan korban yang lebih banyak lagi.

5.

V. Masalah Perkebunan: Disarankan untuk segera: Inventarisasi dan pengaturan lebih lanjut yang serius terhadap penduduk baru yang mendiami kawasan Register 45 yang saat ini sudah ditangani oleh tim terpadu yang dibentuk oleh Kementrian Kehutanan bersama Pemerintah Provinsi Lampung. Sebelum permasalahannya makin meluas dan tidak terkendali.

Pada 27 Agustus 2012 menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Sejumlah persoalan yang mengemuka, antara lain: * Belum optimalnya penyelenggaraan kesehatan di masyarakat yang disebabkan beberapa hal, antara lain kurangnya sarana pelayanan, baik kualitas dan kuantitas; jarak tempuh yang cukup jauh bagi masyarakat dan pembiayaan yang masih memberatkan masyarakat. Selain itu, penyelenggaraan jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat masih perlu mendapat perhatian dan evaluasi sehubungan masih banyak keluhan masyarakat yang kurang mampu tidak terdata dalam data base sebagai peserta penerima bantuan jaminan keseholeh pemerintah. Hal ini disebabkan pendataan yang kurang teliti karena waktu dan anggaran yang tidak cukup/ kurang disediakan oleh pemerintah. *

4.

Mesuji yang terkendala/terisolasi dari fasilitas umum (jalan) yang rusak parah, maka untuk kesehatan masyarakat perlu didukung/diprogramkan secara prioritas adanya Rumah Sakit Umum Daerah untuk jangka panjang. Dan dalam jangka pendek perlu didirikan puskesmas maupun posyandu yang menyebar agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga ditambah tenaga dokter umum. 2. Pemukiman penduduk yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan sarana dan sarana kesehatan yang belum memadai dan belum tersebar merata di wilayah Kabupaten Mesuji

Pada 29 Agustus 2012 menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji. Sejumlah persoalan yang mengemuka, antara lain: a) Program pemberangkatan umroh oleh pemprov agar dilanjutkan dan diprioritaskan kepada masyarakat pembina spiritual yang telah berjasa di masyarakat b) Perlunya penganggaran bagi penyuluh lapangan perikanan dan kesehatan hewan c) Pelu peningkatan SDM penyuluh melalui pendidikan formal d) Perlu tenaga pelayanan kesehatan dan puskesmas hewan e) Keluhan masyarakat nelayan air tawar yang kian hari makin sulit mengandalkan matapencaharian sebagai nelayan karena minimnya hasil tangkapan mereka yang disebabkan biota sungai yang hampir habis karena maraknya praktek penyetruman yang belum teratasi dengan baik. Pada 30 Agustus 2012 mengadakan pertemuan dengan Bupatei Mesuji, Kepala Satker se-Kabupaten Mesuji, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, dan kepala kampung se-Kabupaten Mesuji. Beberapa usulan yang diharapkan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung, antara lain: I. Infrastruktur Jalan: 1. Peningkatan Jalan Zainal Abidin Pagar Alam sepanjang 20 km dari simpang Pematang sampai dengan tugu kampung Gedung Ram. 2. Peningkatan jalan sepanjang 10 km dari simpang Asahan sampai dengan Kampung Buso Poso (jalan ini menghubungkan antara Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Way Kanan, di sebelah kiri jalan tersebut merupakan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan di sebelah kanan jalan tersebut adalah Kabupaten Mesuji. II. Infrastruktur Perkantoran: 1. Pembangunan kantor Samsat Kabupaten Mesuji yang lahannya sudah disiapkan. 2. Pembangunan kembali kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mesuji yang dirusak masa beberapa waktu silam. III. 1. 2. 3.

Infrastruktur Pendidikan: Pembangunan unit sekolah baru (USB) dan unit gedung baru (UGB) Pembangunan ruang kelas baru (RKB) Rehabilitasi gedung sekolah yang ada namun kondisinya sudah tidak layak.

IV. Infrastruktur Kesehatan 1. Guna mewujudkan kesehatan masyarakat, apalagi terkait letak Kabupaten

VI. Masalah Pertambangan: Mohon suport dan langkah lebih jauh terhadap potensi adanya kandungan batubara dan gas yang apabila dilakukan eksplorasi dan eksploitasi lebih jauh akan terdapat gas yang bermanfaat. VII. Jaringan Komunikasi dan Listrik: Bagi desa terpencil dan tertinggal pada umumnya masih sulit untuk mendapatkan jaringan baik komunikasi (HP) maupun listrik. Untuk lebih mempercepat perkembangan wilayah tersebut, apalagi memiliki produk unggulan maupun nilai strategis, agar diprioritaskan adanya jaringan komunikasi maupun listrik, baik melalui program listrik masuk desa maupun melalui pengembangan jaringan lisitrik PLN. 6.

Pada 31 Agustus 2012 mengadakan pertemuan dengan Bupati Tulang Bawang Barat, Kepala Satker se-Kabupaten Tulang Bawang Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan kepala kampung se-Kabupaten Tulang Bawang Barat. Beberapa persoalan yang mengemuka, antara lain: I.

Pembangunan Fasilitas Umum Pembangunan fasilitas umum dari provinsi yang dilaksanakan di daerah pada umumnya berkualitas rendah, belum sampai batas umur yang ditentukan, hasil pekerjaan sudah rusak kembali. Penyebabnya antara lain: - Faktor pengawasan oleh daerah terhadap program kegiatan tersebut tidak ada/tidak tahu - Daftar kegiatan pembangunan umumnya tidak terbuka ke daerah sehingga siapa yang mengerjakan, PT mana dan bestek seperti apa tidak diketahui. Harapan: Program pembangunan provinsi yang ada di daerah agar dapat juga daerah diberi tahu, sehingga pengawasan atas pelayanan, kegiatan dapat terpantau kualitasnya. II. Lalu lintas Sehubungan dengan semakin ramainya lalu lintas dari simpang tiga PU ke kantor Bupati, serta adanya jembatan yang sering menimbulkan kecelakaan sedangkan jalan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Harapan: Demi kelancaran para pegawai yang perlu dan datang ke kantor kabupaten, serta lebih amannya para pengguna jalan seiring semakin bertambahnya frekuensi pengguna jalan, maka disarankan untuk: - Jalan dilebarkan - Jembatan selain dilebarkan, juga diatur kembali ketinggiannya - Perlu diprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan yang mengakses antara Kecamatan Gedung Aji dan Kecamatan Pagar Dewa yang sangat diperlukan masyarkat dan merupakan jalan pintas penduduk. III. Kecamatan dan Ketertiban Masyarakat - Akhir-akhir ini banyak kejadian perampokan dan pembegalan atas harta penduduk secara paksa bahkan bila perlu ada korban nyawa, kejadian ini juga sudah melanda ke desa-desa terpencil, jalan-jalan perkebunan maupun di daerah perbatasan antarkecamatan dan antarkabupaten. - Penyebabnya: o Terbatasnya pelayanan PLN ke masyarakat (penerangan jalan) o Jalan fasilitas umum yang rusak o Jumlah personel aparat kepolisian yang ada sudah tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang harus dilindungi/diamankan. - Harapan/Saran: o Disamping diprioritaskan penambahan jaringan dan daya PLN, untuk penerangan jalan-jalan umum/prioritas keduanya juga perlu segera diadakannya organisasi kepolisian (Polres) di Kabupaten Tulang Bawang Barat. IV. Jaminan Kesehatan Penyelenggaraan jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat masih perlu mendapat perhatian dan evaluasi sehubungan masih banyak keluhan masyarkat yang kurang mampu dan tidak terdata dalam data base sebagai peserta penerima bantuan jaminan kesehatan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan karena pendataan yang kurang teliti karena waktu dan anggaran yang tidak/kurang disediakan oleh pemerintah. V. Lain-lain Dalam menghadapi keadaan musim yang tidak menentu seperti saat ini, hal yang sangat diperlukan oleh masyarakat adalah terpenuhinya kebutuhan air bersih. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat dari sisi tercukupinya kebutuhan air bersih, maka sangat diperlukan program-program yang menyangkut atau pengadaan air bersih adalah prioritas. Seperti yang kami rasakan sendiri bahwa air yang kami gunakan untuk berwudhu di rumah dinas bupati, airnya kuning meski dari air bor/sumur, yang belum terproses sebagaimana mestinya. Padahal saat itu musim kemarau yang seharusnya air bening/jernih dibandingkan saat musim hujan. (*)


16

Edisi 2 Tahun 2012

LENSAASPIRASI

ASPIRASI TABLOID DPRD PROVINSI LAMPUNG

Menyerap Aspirasi Masyarakat AGUSTUS lalu, anggota DPRD Provinsi Lampung menemui kembali konstituen mereka. Di beberapa daerah pemilihan (dapil), masyarakat dan aparat pemerintahan terdepan, lurah dan camat, masih banyak yang mengharapkan pembenahan infrastruktur.

Tabloid Aspirasi DPRD Provinsi Lampung | Edisi II  

Tabloid Aspirasi DPRD Provinsi Lampung | Edisi II

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you