__MAIN_TEXT__

Page 4

Dunia Fantasi Untung Wahono Untung Wahono adalah tipe pelukis yang seorang mengeksploitasi garis dan bentuk secara simultan. Maksudnya, nyaris semua garis dan bentuk objeknya menggunakan ukuran yang sama. Garis-garisnya terbentuk oleh olahan kuas yang berukuran sepadan. Adapun perkara bentuk, baik manusia, binatang dan pohon, memiliki kesan stereotipe, apalagi diolah dengan tema-tema yang “menghibur�. Garis dan bentuk objek yang dibuatnya menjadi renyah. Semua mengalir lancar dan terasa tanpa ada beban. Apalagi warna-warna dalam lukisan-lukisannya, memberi kesan yang unik dan khas. Untung Wahono berhasil mengolah persilangan warna biru, kuning, hijau (terkadang merah), secara khusus. Warna-warna yang lahir dalam lukisan-lukisannya rata-rata dibuat hingga 3-4 tingkat lapisan, misalnya dari biru muda hingga biru tua. Warna-warna ini membentuk situasi maupun kesan yang fantastik. Jika dikaitkan dengan gaya lukisannya, warna-warnanya mencerminkan dunia yang riang, selayak permen, manis rasanya. Dunia pikirannya mengembang. Dunia yang diciptakan merupakan dunia fantasi yang sungguh meriah. Warna-warnanya membentuk aroma yang seolah-olah bertubrukan dengan dunia sesungguhnya yang real. Warna-warna dengan dominasi biru dan kuning mengundang sifat-sifat tentang dunia anak-anak yang nyaris tiada masalah. Dunia pastel, demikian lebih kurang yang bisa disematkan pada lukisan-lukisan Untung Wahono. Gaya lukisannya jelas merupakan bagian dari gaya konvensional, yakni dekoratif. Kanvas - kanvasnya padat dengan gambar. Hampir seluruh bidang terisi dengan berbagai objek dan ornamentasi. Objeknya tak tunggal. Objek berupa pepohonan, manusia, hingga binatang mendominasi di hampir seluruh karya-karyanya. Dalam konteks ilmu pengetahuan, gaya semacam ini memiliki kesan yang amat dekat dengan kajian ilmu pengetahuan yang dinamakan horror vacui. Horror vacui atau horror of a vacuum (Inggris) merupakan sebuah istilah yang diartikan sebagai kesan menakutkan dan aroma kebencian, kengerian terhadap ruang atau komposisi kosong. Istilah ini sering dipakai dalam sejarah seni tradisional/ ornamentasi/ seni primitif. Istilah ini digabungkan oleh kritikus Italia dan pelajar Mario Praz, yang menggunakannya untuk menggambarkan atmosfir yang mencekik dan kesemrawutan dari desain interior pada masa Victorian. Pergerakan di Timur, seperti mengisi ruang kosong dengan menyerap seni Islam Arabesque dari zaman lampau sampai sekarang. Jadi jangan berharap ada ruang kosong dalam lukisanlukisan Untung Wahono. Posisi Untung Wahono di tengah perkembangan seni rupa di Indonesia memang masih dalam pencarian. Meskipun demikian, lukisan-lukisannya memungkinkan untuk dikaji lebih lanjut serta dapat dikelola sebagai aset budaya kita. Tema-temanya yang merupakan catatan lingkungan sekitar dan budaya Nusantara, seperti kehidupan urban, tarian, serta keriang - gembiraan adalah catatan yang tetap menarik sepanjang masa. Jangan khawatir, lukisan dengan konsep dunia fantasi semacam ini selalu menawarkan dimensi yang menarik sepanjang waktu. Tinggal kreatornya, harus mampu menerjemahkan konsepsi kebaruan dalam perspektifnya sendiri, tidak mengolah gagasan-gagasannya secara stereotip terus-menerus. Salam MIKKE SUSANTO

4

Dunia Fantasi Untung Wahono

Profile for dickypermana

Dunia Fantasi Untung Wahono  

Pameran Tunggal Untung Wahono 20 - 24 October 2015 11.00 am - 05.00 pm Jakarta

Dunia Fantasi Untung Wahono  

Pameran Tunggal Untung Wahono 20 - 24 October 2015 11.00 am - 05.00 pm Jakarta

Profile for dpermana
Advertisement