Issuu on Google+

JASA & LAYANAN PERBANKAN PENGERTIAN UMUM Bank sebagai lembaga mediator (intermediasi) antara mereka yg mempunyai dana dan mereka yg membutuhkan dana mempunyai fungsi sangat penting di dalam kehidupan masyarakat, terutama kegiatan ekonomi. Oleh karena itu bank harus memberikan jasa-jasa atau layanan-layanan umum. Berdasarkan pasal 6 UU 7/1992, bahwa Bank dapat menjalankan berbagai usaha yang hampir tidak ada batas jenisnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, (yaitu di bidang keuangan). Hanya saja diharapkan kegiatan layanan jasa perbankan dlm koridor “balance sheet” (neraca), meskipun kadang-kadang off balance sheet. Contoh layanan jasa:  Pemberian kredit (pinjaman);  Jasa layanan umum;  Usaha devisa dg membeli valuta asing dan penyimpanan lalu menjual lagi.  Pembayaran ekspor-impor


I.

JASA LAYANAN UMUM

A.

Menerbitkan Surat Pengakuan Hutang. a. b. c. d. e. f.

Menerbitkan sertifikat deposito; Menerbitkan buku tabungan, yg menyatakan besarnya saldo tabungan setiap saat; Mengeluarkan saldo rekening koran; Konfirmasi pinjam-meminjam antar bank; Travellers Cheque (Cek perjalanan/wisata) Kesanggupan bayar oleh bank. (commercial paper).

Semua tersebut intinya adalah suatu Surat Pengakuan Hutang Semua pernyataan yg berkaitan dg posisi pasiva tertentu dan ditujukan kpd individu tertentu dg jumlah tertentu dpt dikategorikan sbg “Pernyataan Hutang�


B.

a. b. c. d. e. f. g.

Perdagangan Surat-surat Berharga Bank dapat membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri unt kepentingan dan atas perintah nasabahnya menerbitkan: Surat-surat wesel (yang diakseptasi bank); Surat pengakuan dan kertas dagang lain; Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah; Sertifikat Bank Indonesia (SBI); Obligasi; Surat-surat Dagang berjangka waktu satu tahun; Instrumen surat berharga lain, yg berjangka waktu sampai dengan satu tahun. Perdagangan surat-surat berharga tsb memang masih dilakukan pada kalangan tertentu. Di beberapa negara sdh bisa dijual pada perorangan secara umum. Di Indonesia kegiatan penjualan saham dan obligasi masih terfokus di bursa efek (pasar modal).


C. 1.

Layanan Aneka Jasa

Transfer Bank dapat memindahkan uang, baik unt kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah. Ini unt jasa transaksi yg memerlukan pemindahan/pengiriman uang secara cepat dan seketika (pasal 6 hrf c UU 7/92) 2. Tempat Penyimpanan (save deposit box) Kegiatan ini ada 2 (dua) makna, yaitu penyimpanan fisik dan penyimpanan surat-surat yg diadministrasikan pada bank. 3. Kegiatan Anjak Piutang Dasarnya pasal 6 Keppres 61/1988 ttg Lembaga Pembiayaan dan SK Menkeu 1251/KMK.013/1988. bahwa bank dpt berusaha di bidang anjak piutang (factoring), mengambil alih tagihan-tagihan, biasanya dg disconto tertentu. Kegiatan ini ada 2 (dua) jenis, yaitu: a. Factoring, kebanyakan berstatus with recourse, sehingga jika terjadi kegagalan dlm penagihan, dpt dikembalikan kepada pemegang piutang terdahulu. Karena tdk terdapat clausula negotiable, tagihan tidak diperdagangkan.


b. Forfeiting, pemegang terdahulu memang berkendak untuk mengalihkan risiko, sehingga dpt diperjual-belikan.

4. Penyertaan Modal Bank juga bisa melakukan kegiatan penyertaan modal kpd antar perusahaan lain di bidang keuangan. Misalnya dg cara: sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan. Model penyertaan modal biasanya dg mengkonversi hutang menjadi saham, yg seringkali menjadi pemegang saham mayoritas, shg menempatkan staf bank pada manajemen perusahaan tersebut.

4. Bertindak sebagai Wali Amanat 1. Sebagai underwriter (penjamin) bagi emiten; 2. Sebagai pialang di pasar modal 3. Sebagai lembaga pelayanan jual-beli efek di pasar modal.


II.

USAHA DEVISA Menurut UU 24/1999:  Devisa adalah aset dan kewajiban finansial yang digunakan dlm transaksi internasional.  Sistem devisa atau pertukaran mata uang ditentukan oleh pemerintah (Bank Indonesia)  BI menetapkan pedoman kebijaksanaan dan prosedur transaksi devisa. Pengertian devisa atau foreign exchange mengandung pengertian sebagai berikut: a. Devisa dpt diartikan sbg kepemilikan mata uang kertas asing secara fisik (disebut juga bank note); disebut pula “devisa tunai” b. Devisa dpt diartikan sbg kepemilikan rekening atau tagihan kepada bank luar negeri dlm mata uang currency asing; baik berupa current account (rekening giro), deposit account, atau saving account. (biasanya unt transaksi dagang); c. Penyebutan kurs devisa selalu dinyatakan dalam dua harga, yakni harga beli (buying rate) dan kurs jual (selling rate)


III.

JUAL BELI VALUTA ASING

• Bank devisa umumnya mempunyai persediaan bank note secukupnya dari beberapa currency yang convertible dan sering dimintai khalayak ramai, shg sering terjadi jual beli bank note tersebut. Bank note asing biasanya dibeli dari turis asing atau dari Bank Indonesia, lalu dibukukan dlm neraca Kas Valuta Asing. • Perbedaan atau gap antara kurs jual dan kurs beli ditentukan oleh kondisi atau harga pasar, sedangkan yg mengumumkan adalah BI atau Bank Devisa. Money Changer biasanya memberikan harga yang lebih baik daripada bank, sebab biasanya custodian bank memang lebih tinggi.


Tetapi ada kelebihan atau keuntungan yg dpt dipetik nasabah dlm transaksi jual beli valuta asing lewat bank: • Dpt dilakukan unt transaksi dlm jumlah besar. Kalau jual-beli bank note tentu saja hanya transaksi kecil, misalnya: touris membeli suvenir, membayar taxi, dan keperlua kecil lainnya. • Terjamin keamanannya dan akurasinya, sbb perbankan mempunyai standar internasional dan diawasi oleh bank sentral. • Efisien dan efektif, karena menggunakan sarana modern. • Bank dapat bertindak sebagai mediator (intermediasi) yang efektif dalam menentukan pilihan penggunaan berbagai currencies yang tepat.


IV. Transaksi Ekspor dan Impor Perusahaan-perusahaan dalam melaksanakan transaksaksi ekspor dan impor hampir selalu menggunakan bank sbg sarana utama unt menyelesaikan transfer of proceeds sbg pelaksanaan pembayaran hasil ekspor tsb. Unt melakukan transaksi kedua belah pihak terikat oleh hukum internasional, yakni Uniform Custom and Practice yg dikeluarkan oleh International Chamber of Commerce Bank. Pihak importir menerbitkan Letter of Credit (L/C) melalui Opening Bank (bank pembuka) dan dikirimkan kepada bank korespondennya (Advising Bank) di tempat eksportir atau beneficiary (pihak penerima pembayaran).


JASA DAN LAYANAN PERBANKAN