Issuu on Google+

HUBUNGAN HUKUM BANK DENGAN NASABAH 

Hubungan hukum antara bank dengan nasabah adalah berdasarkan perjanjian, yang intinya kesepakatan para pihak. Bentuk perjanjian tertulis dan merupakan perjanjian timbal-balik, artinya masing-masing ada hak dan kewajiban. Hubungan hukum antara bank dg nasabah penyimpan dana dituangkan dlm bentuk peraturan bank ybs yg berisi ketentuan-2 dan syarat-2 umum yg harus disetujui oleh nasabah penyimpan dana. Hubungan hukum antara bank dg nasabah debitur (peminjam) dituangkan dlm perjanjian kredit bank, yg dlm praktik umumnya berbentuk perjanjian baku.


Hubungan antara Bank dengan Nasabah ini terdapat 2 (dua) jenis, yaitu: 1. Nasabah penyimpan dana (kreditur) atau Deposan: a. Deposito terdiri: simpanan deposito, sertifikat deposito dan simpanan deposito on call; b. Simpanan tabungan. 2. Nasabah peminjam dana (debitur).


Hubungan Bank dg Deposan

1. 2. 3. 4. 5.

Pada saat hubungan antara bank dengan penyimpan dana, intinya bank sebagai pihak yang berhutang (debitur) dan nasabah bersatus sebagai pihak yang berpiutang (kreditur), sehingga bank mengeluarkan surat “pengakuan hutang�, yang berbentuk sertifikat deposito ataupun buku tabungan. Simpanan dana pada bank terdiri: Simpanan Giro atau Rekening Koran; Simpanan Deposito; Simpanan Sertifikat Deposito; Simpanan Deposito on call; Simpanan Tabungan.


1. Simpanan Giro atau Rekening Koran • Rekening giro atau rekening koran adalah rekening bank yang menata-usahakan dana yang sewaktuwaktu dapat ditarik/diambil atau disetor oleh nasabah. • Giro (demand deposit atau checking accaunt) adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dg menggunakan Cek, Bilyet Giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan. • Simpanan giro sebenarnya bukanlah suatu simpanan unt mendapatkan hasil bunga, ttp semata-mata hanya dimanfaatkan sebagai sarana memperlancar transaksi bisnis. Oleh krn itu pemilik rekening giro umumnya adalah pengusaha atau pihak yg sering melakukan pembayaran dg cara mengeluarkan cek atau bilyet giro.


2. Simpanan Deposito •

•

Deposito adalah simpanan yg penarikannya hanya dpt dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank pada saat pembukaan deposito yang bersangkutan. Deposito merupakan dana dari masyarakat yg dipercayakan kpd bank dg karakteristik: 1. Surat berharga yg diterbitkan oleh bank berdasarkan atas nama, shg tdk dpt diperjual belikan; 2. Jangka waktu penarikan telah ditentukan sesuai perjanjian; 3. Bunga dibayar setiap bulan atau sekaligus saat jatuh tempo; 4. Dapat dijadikan jaminan kredit; 5. Penyerahan hak cukup dengan cara cessie.


3. Simpanan Sertifikat Deposito • •

Simpanan sertifikat deposito adalah simpanan dlm bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dpt dipindah tangankan. Karakteristik simpanan sertifikat deposito: 1. Surat berharga yg diterbitkan atas unjuk/pembawa shg dpt diperjual-belikan dg mudah; 2. Merupakan instrumen pasar uang; 3. Bunga dpt dibayar di muka (diskonto) atau dpt dibayar di belakang saat jatuh tempo; 4. Jangka waktu dpt dipilih sesuai dg kebutuhan; 5. Dapat dijadikan jaminan kredit bank; 6. Jangka waktunya minimal 1 (satu) bulan dan maksimal 24 bulan; 7. Nilai nominal minimal Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah)


4. Simpanan Deposito On Call •

•

Deposito on call merupakan deposito jangka pendek antara 7 hari dan paling lama kurang dari 1 (satu) bulan. Ia dpt diterbitkan atas nama dan biasanya dlm jumlah besar, misalnya Rp. 50.000.000,- dan minimalnya tergantung atas kebijakan bank masingmasing. Sebelum pencairan deposan memberi tahu kpd bank. Karakteristiknya: a. Merupakan surat berharga yg dikeluarkan bank dg atas nama, shg tdk dpt dijual-belikan; b. Jangka waktu tlh ditentukan dan berjangka pendek; c. Bunga dibayar umumnya saat jatuh tempo; d. Dapat dijadikan jaminan kredit; e. Penyerahan hak cukup dengan cara cessie.


5. Simpanan Tabungan •

•

Simpanan tabungan adalah simpanan yg penarikannya hanya dpt dilakukan menurut syarat tertentu yg disepakati, ttp tidak dpt dilakukan dengan cek, bilyet giro atau yg dipersamakan. Nasabah diberi buku tabungan. Karakteristik Simpanan Tabungan: 1) 2) 3) 4) 5)

Simpanan pihak ketiga; Penarikan berdasarkan syarat-syarat yg disepakati; Penarikan dg datang ke bank atau alat yg disediakan; Penarikan tdk dpt dg cek, bilyet giro (BG) atau sejenisnya; Penarikan tdk boleh melebihi jumlah tertentu, dan masih ada saldo tertentu, kecuali berhenti sbg penabung; 6) Penyetoran dan pengambilan dg mengisi slip tertentu yg ditentukan bank; 7) Penabung diberi bunga sbg imbalan; 8) Penyetoran dpt dilakukan secara tunai atau cara lainnya.


Perjanjian Kredit Bank: Perikatan Hukum Kreditur-Debitur. • Perjanjian Kredit hakikatnya adalah perjanjian pinjammeminjam yg diatur oleh pasal 1754 s/d 1769 KUH Perd. Hanya saja pihak yang memberi pinjaman atau pemberi kredit (kreditur) adalah bank. Juga hrs tunduk Peraturan Perbankan. • Perjanjian Pinjam Meminjam adalah perjanjian dimana pihak yg satu memberikan kpd pihak lain suatu jumlah tertentu berupa barang-barang yg menghabis krn pemakaian, dg syarat pihak terakhir akan mengembalikan sejumlah yg sama dari jenis dan mutu yg sama pula (baik disertai bunga ataupun tidak). • Bedanya: Perjanjian kredit barangnya selalu uang, pemberi pinjaman adalah bank dan selalu disertai dengan bunga, tujuan penggunaan uang harus jelas, dan hampir selalu disertai dengan jaminan (kolateral).


Perjanjian Baku (Standard Contract) dalam Perbankan • Di dlm praktik perbankan, setiap bank telah menyediakan blanko atau formulir perjanjian kredit yg isinya telah disiapkan terlebih dahulu. Formulir/blanko perjanjian ini diserahkan kpd calon debitur unt diisi dan disetujui tanpa memberi kebebasan sama sekali untuk melakukan negosiasi atas syarat-syarat yang disodorkan. Perjanjian demikian dikenal dengan “perjanjian bakuâ€? (standard contract).


Perjanjian baku mengandung beberapa masalah, sebagaimana diungkapkan Atiyah: “By mid twentieth century these standard form contract had become of the major problems of the law of contract”. Masalahnya adalah: 1. Mengenai keabsahan dari perjanjian baku; 2. Pembuatan klausula-klausula atau ketentuanketentuan yang secara tidak wajar sangat memberatkan bagi pihak lain, terutama nasabah debitur.

Ada penulis yg menilai, bahwa perjanjian kredit bank tidak dikategorikan sebagai perjanjian baku, dengan alasan bahwa perumusan klausula perjanjian kredit dapat dinegosiasikan oleh kedua belah pihak.


Perlindungan Hukum Nasabah • Nasabah Deposan, yaitu perlindungan hukum pada simpanan dana nasabah pada bank, terutama pada saat bank mengalami pailit atau dilikuidasi, yg seringkali nasabah sulit memperoleh kembali dana yang disimpan. Penjaminnya adalah BI dan/atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yg antara lain berupa Asuransi Deposito, Skim Dana Bersama • Nasabah Debitur, yaitu perlindungan sebagai konsumen, shg berlaku UU Perlindungan konsumen dan instrumen-intrumen hukumnya.


HUBUNGAN HUKUM BANK