Issuu on Google+

PENANGANAN KREDIT BERMASALAH


KREDIT BERMASALAH KONDISI DIMANA DEBITUR MENGINGKARI JANJINYA MEMBAYAR BUNGA DAN / ATAU KREDIT INDUK YANG TELAH JATUH TEMPO, SEHINGGA TERJADI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN ATAU SAMA SEKALI TIDAK ADA PEMBAYARAN


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KREDIT BERMASALAH 1.

2.

3.

FAKTOR INTERN BANK KREDITUR FAKTOR KETIDAKLAYAKAN DEBITUR FAKTOR EKSTERN


FAKTOR INTER BANK 1: RENDAHNYA KEMAMPUAN BANK DALAM MELAKUKAN ANALISIS PERMOHONAN KREDIT    

KREDIT DIBERIKAN TANPA PENDAPAT ATAU SARAN DARI KOMITE KREDIT TAKSASI NILAI JAMINAN LEBIH TINGGI DARI NILAI RIEL KREDIT DIBERIKAN KEPADA PERUSAHAAN YANG BELUM BERPENGALAMAN DAFTAR KEUANGAN DAN DOKUMEN PENDUKUNG YANG DISERAHKAN KEPADA BANK ADALAH HASIL REKAYASA BANK TIDAK MEMPERHATIKAN LAPORAN PIHAK KETIGA YANG KURANG MENDUKUNG PERMOHONAN DEBITUR


FAKTOR INTER BANK 2: LEMAHNYA SISTEM INFORMASI, PENGAWASAN SERTA ADMINISTRASI KREDIT          

PENARIKAN DANA KREDIT SEBELUM DOKUMEN KREDIT SELESAI SURAT TEGURAN ATAS TUNGGAKAN KEPADA DEBITUR TIDAK DISERTAI DENGAN TINDAKAN RIEL BANK JARANG MENGADAKAN ANASILIS CASH-FLOW, STATUS KREDIT BANK TIDAK MENGAWASI PENGGUNAAN KREDIT KOMUNIKASI ANTARA BANK DENGAN DEBITUR KURANG LANCAR TIDAK ADA RENCANA DAN JADWAL YANG TEGAS PEMBAYARAN KEMBALI BANK TIDAK MEMINTA DAN MENERIMA NERACA RUGI/LABA BANK GAGAL MENERAPKAN SISTEM DAN PROSEDUR TERTULIS MEREKA BANK MENGABAIKAN CERUKAN DEBITUR BANK TIDAK BERHASIL MENINJAU KONDISI FASILITAS PRODUKSI DEBITUR


FAKTOR INTER BANK 3: CAMPUR TANGAN YANG BERLEBIHAN DALAM KEPUTUSAN KREDIT  KREDIT

DIBERIKAN ATAS USUL DARI PIHAK PETUGAS BANK YANG BERSAHABAT DENGAN DEBITUR  PIMPINAN PUNCAK BANK TERLALU DOMINAN DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KREDIT


FAKTOR INTER BANK 4: PENGIKATAN JAMINAN KREDIT YANG KURANG SEMPURNA  PENAMBAHAN KREDIT TANPA JAMINAN YANG CUKUP  TIDAK DAPAT MEREALISIR JAMINAN KREDIT KARENA DEBITUR MENGAJUKAN BERBAGAI ARGUMEN YURIDIS  BANK TIDAK BERHASIL MENGUASAI JAMINAN SECEPATNYA, KETIKA TERDAPAT TANDA-TANDA KREDIT YANG DIBERIKAN BERKEMBANG KE ARAH KREDIT BERMASALAH


FAKTOR KETIDAK-LAYAKAN DEBITUR  DEBITUR

PERORANGAN

-

SUMBER: PENGHASILAN - GANGGUAN: KESEHATAN, KEMATIAN, PERCERAIAN  DEBITUR

-

KORPORASI

SALAH URUS / MISMANAGEMENT KURANGNYA PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN PENIPUAN / FRAUD


FAKTOR EKSTERN  MENURUNNYA

KEGIATAN EKONOMI DAN TINGGINYA SUKU BUNGA KREDIT  PEMANFAATAN IKLIM PERSAINGAN DUNIA PERBANKAN YANG TIDAK SEHAT OLEH DEBITUR YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB  MUSIBAH YANG MENIMPA PERUSAHAAN DEBITUR


GEJALA AWAL KREDIT BERMASALAH PENYIMPANGAN DARI KETENTUAN PERJANJIAN KREDIT  PENURUNAN KONDISI KEUANGAN DEBITUR  PENYAJIAN LAPORAN DAN BAHAN MASUKAN LAIN SECARA TIDAK BENAR  MENURUNNYA SIKAP KOOPERATIF DEBITUR  PENURUNAN NILAI JAMINAN YANG DISEDIAKAN  TINGGINYA FREKWENSI PERGANTIAN TENAGA INTI  TIMBULNYA PROBLEM PRIBADI SERIUS 


PENANGANAN KREDIT BERMASALAH PENYELAMATAN KREDIT PENYELESAIAN KREDIT


TINDAKAN PENYELAMATAN KREDIT  RESCHEDULING

MEMPERPANJANG JANGKA WAKTU KREDIT ATAU ANGSURAN SEHINGGA MEMPEROLEH PENYELESAIAN ATAU ANGSURAN LEBIH RINGAN

 RECONDITIONING

MENGUBAH PERSYARATAN, AL KAPITALISASI BUNGA, PENUNDAAN PEMBAYARAN BUNGA, PENURUNAN SUKU BUNGA, PEMBEBASAN BUNGA

 RESTRUCTURING

TINDAKAN MENAMBAH FASILITAS KREDIT BAGI DEBITUR ATAU DENGAN CARA MENAMBAH EQUITY, YAITU DENGAN MENYETOR FRESH MONEY


RESTRUKTURISASI KREDIT BERDASAR SK DIR BI 31/150/KEP/DIR/1998 UPAYA YANG DILAKUKAN BANK DALAM KEGIATAN USAHA PERKREDITAN AGAR DEBITUR DAPAT MEMENUHI KEWAJIBANNYA, ANTARA LAIN MELALUI: PENURUNAN SUKU BUNGA KREDIT, PENGURANGAN TUNGGAKAN BUNGA KREDIT, PENGURANGAN TUNGGAKAN POKOK KREDIT, PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KREDIT, PENAMBAHAN FASILITAS KREDIT, PENGAMBILALIHAN ASET DEBITUR SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU, KONVERSI KREDIT MENJADI PENYERTAAN MODAL SEMENTARA PADA PERUSAHAAN DEBITUR


PENYERTAAN MODAL MENURUT UU PERBANKAN PASAL 10 a UU 10/1998:

BANK UMUM DILARANG MELAKUKAN PENYERTAAN MODAL, KECUALI SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 7 HURUF B DAN HURUF C


PENYERTAAN MODAL SEMENTARA (PASAL 7 c UU 10/1998)

BANK UMUM DAPAT MELAKUKAN KEGIATAN PENYERTAAN SEMENTARA MENGATASI AKIBAT KEGAGALAN KREDIT ATAU KEGAGALAN PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH, DENGAN SYARAT HARUS MENARIK KEMBALI PENYERTAANNYA, DENGAN MEMENUHI KETENTUAN YANG DITETAPKAN OLEH BANK INDONESIA


PENJELASAN PASAL 7 C UU 10/1998 PENYERTAAN MODAL SEMENTARA BERASAL DARI KONVERSI KEGAGALAN KREDIT ATAU PEMBIAYAAN  PENYERTAAN MODAL WAJIB DITARIK KEMBALI APABILA, TELAH MELEBIHI MAKS 5 TAHUN ATAU BILA PERUSAHAAN TELAH MENERIMA LABA  BILA DALAM 5 TAHUN BELUM BERHASIL, MAKA PENYERTAAN TERSEBUT WAJIB DIHAPUSBUKUKAN DARI NERACA BANK  PELAPORAN PENYERTAAN KEPADA BANK INDONESIA 


PENYELESAIAN KREDIT


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DILAKUKANNYA PENYELESAIAN KREDIT TIDAK BERHASILNYA UPAYA PENYELAMATAN KREDIT  ADANYA BUKTI BAHWA DEBITUR TELAH MELAKUKAN PENIPUAN  DEBITUR MELAKUKAN PEMBOROSAN HARTA PERUSAHAAN  DEBITUR BANKRUT/PAILIT –MUSIBAH –SALAH URUS –TIDAK TERCAPAINYA SASARAN USAHA – MEMPAILITKAN DIRI 


TINDAKAN PENYELESAIAN KREDIT  PENAGIHAN

/ PENARIKAN KEMBALI  PENYITAAN JAMINAN  PENGHAPUS-BUKUAN


PENAGIHAN / KEMBALI DAN PENYITAAN JAMINAN PENAGIHAN LANGSUNG  MEMPERGUNAKAN BANTUAN JASA BIRO PENAGIHAN UNTUK DAN ATAS NAMA BANK (PIHAK TERAFILIASI PASAL 1 UUP BAB 16, PASAL 1792-1819 KUHP))  IKLAN SURAT KABAR  PENAGIHAN KEPADA PENJAMIN  BEKERJASAMA DENGAN KREDITUR LAINNYA  PARATE EKSEKUSI  PENARIKAN KREDIT MELALUI PROSES PENGADILAN 


PASAL 12 A (1) UU 10 / 1998 “BANK UMUM DAPAT MEMBELI SEBAGIAN ATAU SELURUH AGUNAN, BAIK MELALUI PELELANGAN MAUPUN DI LUAR PELELANGAN BERDASARKAN PENYERAHAN SECARA SUKARELA OLEH PEMILIK AGUNAN ATAU BERDASARKAN KUASA UNTUK MENJUAL DI LUAR LELANG DARI PEMILIK AGUNAN DALAM HAL NASABAH DEBITUR TIDAK MEMENUHI KEWAJIBANNYA KEPADA BANK, DENGAN KETENTUAN AGUNAN YANG DIBELI TERSEBUT WAJIB DICAIRKAN SECEPATNYA”


PENANGANAN KREDIT BERMASALAH