Page 1

±

±

CMYK

± Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

minggu, 7 juli 2013

T E R U J I T E PERC AYA

www.lampost.co

24 Hal.

No. 12842

i TAHUN XXXVIII

Rp3.000

±

± Wawancara dengan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy tentang kenaikan BBM. Hlm. 9

Ridho Ficardo Ketua DPD Partai Demokrat Lampung n Lampung Post.DOK

Herman H.N. Wali Kota Bandar Lampung

n Lampung Post.DOK

n Lampung Post.DOK

TRAGEDI LABUHAN JUKUNG

Sebelum Hilang, Korban Berubah Jadi Penurut

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

BISNIS MASSA. Ratusan orang berdemo di lapangan Korpri, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Saat jalur musyawarah tak laku, adu kuat pengaruh melalui pengerahan massa menjadi pilihan. Saat itu bisnis massa pun laris manis.

Mudahnya Bisnis Massa di Lampung

±

INI zaman demokrasi, Bung. Maka, saat jalur musyawarah tak laku, adu kuat pengaruh melalui pengerahan massa menjadi pilihan. “Bisnis” massa pun laris manis. Selarik pesan singkat itu sampai ke ponsel cerdas Irwan—bukan nama sebenarnya. Isi pesannya tak banyak, hanya berupa angka: 50. Tapi, Irwan sudah paham benar maksud dari pesan yang dikirim oleh “ketuanya” itu. Maksud pesan itu bagi Irwan sudah sangat jelas. Ia diminta menyiapkan massa sebanyak 50 orang. Orang-orang itu akan dimobilisasi untuk menggelar aksi demonstrasi di depan salah satu kantor satuan kerja dua hari yang akan datang. Perintah ini langsung diterus­ kan kembali kepada salah se­ orang rekannya. Sedikit berbin­ cang melalui ponselnya, urus­ an pun selesai. Untuk urusan menyiap­kan massa, Irwan tak butuh waktu lama. Tak lebih dari satu jam saja. Ia cukup me­ nemui salah seorang koordinator

pengojek di pangkalan ojek tak jauh dari rumahnya di bilangan Telukbetung, sedikit negosiasi harga, kemudian deal. Setelah itu, keduanya pun bersalaman. Sebagai salah seorang aktivis sebuah LSM, Irwan memang kerap bersentuhan dengan pengerahan massa. Urusan massa memang bukanlah hal yang sulit buatnya. Sebab, sebagai yang aktif ber­ hubungan dengan segala orang dengan latar belakang beragam, jaringannya sudah lumayan luas. Ia bahkan tak harus mengeluar­ kan uang hingga puluhan juta rupiah untuk menggerakkan puluhan massa. Cukup dengan uang tak lebih dari Rp2 juta, ia bisa mengangkut atau menggerakkan massa yang jumlahnya tak kurang dari 50 orang. Jumlah yang sudah cukup ramai jika dipandu juru sorak untuk berteriak-teriak.

Namun, dari modal Rp2 juta itu, ia dan kroni-kroninya bisa me­ nangguk untung hingga puluhan juta rupiah. Ia cukup membayar Rp30 ribu-Rp50 ribu per orang untuk sekali demo hingga tengah hari, setelah itu urusan selesai. “Uang yang dikasih untuk para tukang ojek atau massa itu memang enggak banyak. Dan yang pesan massa juga enggak bisa nuntut kami dengan bilang bahwa yang dikasih ke orangorang itu kok enggak sesuai sama yang kami terima. Jadi, ini bukan soal uangnya, melainkan siapa yang bisa menggerakkan massa. Itu yang mahal, Bang,” kata dia.

Ongkos Rekayasa Demokrasi Aksi demonstrasi yang terus bergelora di Indonesia adalah iringan era demokrasi yang pecah bersama reformasi. Kekuatan massa saat ini men­ jadi indikator arah kebijakan akan diambil. Massa yang masif juga menjadi legitimasi setiap kebijakan yang diambil. Suara

rakyat, suara Tuhan. Era ini menyuburkan praktik menyimpang dari demokrasi. Para pemilik modal turun ke gelanggang politik, lalu mem­ perlakukan tatanan menjadi pasar transaksional. Tak heran, bisnis massa atau demontran menjadi sangat subur. Catatan Lampung Post, kan­ tor Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi langganan para pen­ gunjuk rasa yang kerap ter­ indikasi dilakukan oleh massa bayaran atau kepentingan se­ mentara orang. Gerakan massa yang tidak terlalu banyak kerap berkerumun di kantor ini. Bisnis massa semakin luas dengan semakin bergairahnya kontestasi dunia politik. Selain menggarap lahan sebagai pene­ kan pada kasus-kasus korupsi, para demonstran laris juga di­ pakai oleh partai politik atau calon presiden, calon gubernur, bupati/wali kota. (TIM/M1)

FOKUS... Hlm. 14

± TINJU

Daud Yordan Juara Dunia Kelas Ringan IBO

n ANTARA/ANDIKA WAHYU

JUARA DUNIA. Petinju Indonesia, Daud Yordan, dengan sabuk juara dunia kelas ringan IBO di pinggang melambaikan tangan kepada para pendukungnya, usai menang angka atas petinju Argentina, Daniel Eduardo “Tatu” Brizuela, di Metro City, Perth, Australia, Sabtu (6-7).

±

CMYK

PERTH (Lampost): Petinju Indonesia, Daud “Cino” Yordan, memenuhi janji untuk merebut sabuk juara dunia kelas ringan versi IBO yang lowong. Dalam pertarungan di Metro City, Perth, Aus­ tralia, Sabtu (6-7) malam, Daud menang angka atas Daniel Eduardo Brizuela dalam pertarungan 12 ronde. Petinju dari Sasana Kayong Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, itu mendapat perlawanan sengit dari Bri­ zuela, petinju asal Argentina. Bahkan, pelipis kanan Daud sempat sobek di ronde tujuh. Namun, semangat tinggi membuat Daud Yordan tampil lebih berani. Setelah melewati 12 ronde, tiga hakim memberikan kemenangan angka bagi Daud dengan poin 117-111, 115-113, dan 116-112. Pertarungan melawan Brizuela menjadi pertarungan pertama Daud

±

KRUI (Lampost): Pasca­ hanyut­n ya dua remaja, Dika Rinaldi dan Bima, di pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Jumat (5-7) sore, warga dan petugas terus melakukan pencarian di lokasi tersebut hingga Sabtu (6-7) malam. Keluarga kedua korban mengaku tidak ada firasat apa-apa sebelum musibah itu terjadi. “Keluarga tidak ada fira­ sat apa-apa, hanya sekitar tiga hari terakhir Dika yang biasanya tidak mau kerja disuruh apa-apa dan sering iseng sama adik-adiknya, berubah menjadi rajin dan nurut sama orang tua,” kata Juwarni, bibi Dika Rinaldi, kepada Lampung Post saat ditemui di pantai Labuhan Jukung, Sabtu (6-7). Bahkan, perangai remaja yang baru lulus dari SMPN 3 Serdang dan telah diterima sebagai siswa baru di SMAN 1 Liwa tersebut berubah drastis. Sebelumnya korban yang kerap tidak menu­ ruti perintah orang tuanya berubah menjadi anak yang penurut dan patuh. “Dia (Dika Rinaldi, red), mau ke Krui dan pamitan sama ibunya. Katanya mau rame-rame sama temantemannya. Dika memang baru pertama kali ke Krui,” kata Juwarni. Bahkan, menurut nenek

korban, Daliyem, untuk biaya berlibur ke pantai Krui, Dika rela menjadi upahan manol atau mengangkut kopi dari kebun warga selama bebera­ pa hari. “Anak itu menjadi penurut, padahal tadinya bandel. Dia berubah jadi patuh dan sopan sama ke­ luarga dan lingkungannya. Kami tidak ada kecurigaan apa-apa atau firasat akan terjadi seperti ini.” Daliyem menuturkan be­ berapa hari belakangan korban rajin bekerja. Sa­ king penginnya main ke Krui, Dika rela manol kopi. “Tiga hari sebelum kepergi­ annya ke Krui, dia berubah jadi manut. Saat bapaknya mau pergi ke Suoh, Dika ngingatin agar hati-hati, biasanya enggak pernah pamitan salaman sama teman-temannya. Namun, sewaktu mau ke Krui dia pamit sama seluruh teman­ nya dan menyalaminya.” Menurut Daliyem, selain keluarga besarnya yang da­ tang ke Labuhan Jukung, para tetangga mereka pun ikut datang untuk mengeta­ hui kondisi dan hasil pencari­ an petugas serta nelayan yang kini terus dilakukan. “Kami akan terus berdoa dan melakukan yasinan semoga mereka berdua selamat,” kata Daliyem, yang mengaku baru tiba di Labuhan Jukung kemarin pagi. (CK3/D3)

±

DIKA DAN BIMA… Hlm. 3

OAS IS

Pengusaha dan Doa SEORANG pengusaha kecil cenderung lebih rajin ber­ doa dibandingkan yang lain. Demiki­ an kesim­pulan pengamatan peneliti Universitas Baylor, Texas, mengenai hubungan doa dan profesi seseorang di Amerika Serikat (AS). Sang peneliti, Mitchell Neubert, me­ nemukan lebih dari setengah pengu­ saha yang disurvei menyatakan berdoa terus setiap hari dan hanya sepertiga mengatakan berdoa beberapa kali sehari. Sementara itu nonpengusaha lebih dari setengahnya mengaku berdoa atau ibadah hanya satu atau beberapa kali dalam seminggu. “Doa mungkin sebuah permintaan atas petunjuk mele­ wati ketidakpastian, perdamian, dan penyelesaian,” tulis Neubert dalam jurnal The Scientific Study of Religion. “Atau bisa juga suatu permintaan kepada Tuhan untuk mem­ berkati.” Di samping itu, peneliti juga menemukan para pengu­saha itu cenderung berdoa dan beribadah di antara komunitas agama probisnis yang mendorong mereka un­ tuk memulai bisnis. (MI/R5)

Yordan di kelas ringan (61 kilogram). Pasalnya, dia bertarung di kelas yang lebih ringan, yakni kelas bulu (57,1 kilogram) sebelumnya. Daud Yordan sempat memegang ge­ lar juara dunia kelas bulu IBO setelah menang KO ronde kedua melawan petinju Filipina, Lorenzo Villanueva, di Singapura, 5 Mei 2012. Namun, saat mempertahankan gelar melawan pe­ tinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, di Jakarta, 14 April 2013, petinju berusia 26 tahun itu kalah TKO di ronde 12 sehingga harus kehilangan gelar juara dunianya. Kemenangan itu menambah rekor Daud menjadi 31 kali menang, ter­ masuk 23 kali menang KO, serta tiga kali kalah. Sedangkan Tatu, julukan Brizuela, kini rekor bertarungnya men­ jadi 25 kali menang (8 kali dengan KO), 2 kali kalah, dan 2 kali seri. (MTVN/O1)

±

±


CMYK

±

BANDAR

MINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

±

±

K

Alzier D. Thabranie “Hanya ada satu suara, yakni amankan, laksanakan, perjuangkan, dan menangkan. Apabila ada kader yang tidak melaksanakan kebijakan tersebut, DPP Partai Golkar tidak segan-segan memberi sanksi dalam upaya menegakkan disiplin partai,” kata Idrus Marham pada pengukuhan Pengurus Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) dan Pemantapan Pemenangan Pilgub 2013, Pemilu Legislatif, dan Pilpres 2014 di Pantai Bensor, Sabtu (6-7).

BURAS ‘Encapsulated Authoritarian’! “ISTILAH encapsulated autho­ ritarian dipetik dari tulisan Max Fisher di Worldviews (The Washington Post, 3-6), urai­annya atas foto bidik­an fotografer Reuters Osman Arsal saat pembubaran de­ mons­t ran di Taman Taksin Gezi, Istanbul, dengan gas air mata dan air lada!” ujar Umar. “Massa pekan itu menggelar aksi duduk me­n olak kebijakan meng­ ubah taman publik itu jadi sen­tra bisnis! Kepala Osman Arsal terluka kena lemparan ta­bung gas air mata, darah mengucur ke wajahnya!” “Apa kaitan foto itu dengan

en­capsulated authoritarian?” kejar Umar. “Respons amat keras peme­ rintah Turki terhadap aksi mem­p ertahankan taman pu­blik itu dinilai keterlaluan, sam­p ai ia sebut Orwellian cruelty—kebrutalan gaya Orwell yang kejam dalam hi­k ayat Inggris—karena Perda­na Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan terpilih lewat pe­m ilu yang demokratis!” je­las Umar. “Jadi itu kapsul atau kepompong otoriter pa­d a kekuasaan Erdogan yang muncul belakangan! Ke­pompong yang membalut penguasa jadi terlalu asyik

H. Bambang Eka Wijaya dengan kepentingan sendiri, sukar menerima apalagi mengakomodasi kepentingan pu­blik dan pihak-pihak lain di luar kapsulnya!” “Khusus untuk Erdogan dijuluki Orwellian cruelty mungkin karena bukan cuma tak peduli dan mengesamping­ kan kepentingan publik dan pihak lain sesama pemilik ne­g eri, tapi malah dengan ke­kerasan menggilas pihak

di luar kapsulnya di depan kamera jurnalis sedunia!” tukas Amir. “Lain lagi Presiden Mursi, ia buat sendiri kap­sul dengan amendemen konstitusi menjadi hanya mengakomodasi kepenting­an kelompok mayoritas berkuasa! Protes kalangan minoritas ia kesampingkan, akhir­ nya menjadi alasan militer mengambil alih kekuasaan!” “Tak kalah ironis kepompong yang dibuat para politisi dan penguasa di Indonesia dalam fase UU Ormas!” timpal Umar. “Elite yang naik ke pang­gung kekuasaan berkat

CMYK

±

Follow on: @buraslampost

ORGANISASI

PKPU Bantu Kaum Marginal

Menangkan Golkar Selain pilgub, Idrus juga meminta ribuan kader di Lampung merapatkan barisan dan bekerja keras untuk memenangkan Golkar pada seluruh agenda pemilihan 2014 mendatang, yakni pilpres dan pemilihan anggota legislatif. Menurutnya, untuk memenangkan pertarungan politik tidak bisa hanya diam saja, tetapi harus turun langsung ke bawah. Selain itu, kunci kemenang­ an Golkar adalah kolektivitas kader. Tidak ada kemenangan yang dihasilkan oleh kerja sendiri. Kerja tim dibutuhkan karena Golkar bisa disebut menang ketika bisa menempatkan kadernya pada posisiposisi penting di Tanah Air. Sementara itu, calon gubernur Lampung, Alzier Dianis Thabranie, mengaku optimistis dalam pertarungannya kali ini. Sosialisasi juga bakal berjalan lancar karena kader Golkar tersebar dalam jumlah besar di seluruh kabupaten/kota. Ketua DPD Partai Golkar Lampung itu juga meminta seluruh ca­leg DPR yang akan bertarung di daerah pemilihan Lampung agar berkoordinasi dengan peng­urus DPD dan rajin mendekatkan diri ke masyarakat. “Jangan sampai nanti tidak terpilih lalu menya­ lahkan kami. Kita harus samasama bekerja keras dan satu langkah dalam memenangkan Partai Golkar pada seluruh agenda politik ini,” kata dia. (CR11/K3)

reformasi yang menggelar era civil society, menutup diri dalam kepompong kekuasaannya dari kepentingan ormas-ormas—civil society u t a m a n e g e r i ny a — y a n g terkait langsung dengan UU tersebut! Ini jadi gambaran yang sempurna encapsu­ lated authoritarian, kekuasaan terlalu asyik dengan kepentingan sendiri dalam kepompongnya, menutup mata-telinga mengesamping­ kan kepentingan publik dan pihak yang justru paling berkepentingan dengan UU buatannya!” ***

Add on: facebook.com/buraslampost

Pada acara itu, hadir ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar dari 14 kabupaten/kota se-Lampung.

±

±

“Apabila ada kader yang tidak melaksanakan kebijakan tersebut, DPP Partai Golkar tidak segan-segan memberi sanksi dalam upaya menegakkan disiplin partai.”

2

BANDAR LAMPUNG (Lampost): DPP Partai Golkar mengancam akan memberikan sanksi kepada kader mbalelo atau kader yang tidak menjalankan keputusan partai untuk mengusung Alzier Dianis ThabranieLukman Hakim pada Pilgub 2013.

ita harus sama-sama bekerja keras dan satu langkah dalam memenangkan Partai Golkar pada seluruh agenda politik ini.

±

Idrus Marham (Sekjen DPP Partai Golkar)

LAMPUNG

DPP Golkar Sanksi Kader ‘Mbalelo’ Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham me­ nga­takan kader Golkar boleh ber­b eda pendapat sebelum ada keputusan partai siapa yang akan diusung. Kader juga boleh mengajukan calon, bahkan mencalonkan diri. Namun, saat keputusan sudah diambil, seluruh kader harus mendukung dan memenangkan calon yang ditetapkan, yakni Alzier.

CMYK

±

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

DIRESMIKAN BESOK. Beberapa pekerja sedang menyelesaikan pekerjaan di jembatan layang (flyover) di Jalan Sultan Agung—Jalan Ryacudu, Bandar Lampung, Sabtu (6-7). Pengoperasian flyover ini rencananya bakal diresmikan Pemkot pada Senin (8-7).

KRIMINALITAS

Penumpang Pergoki Copet di Angkot K E D AT O N ( L a m p o s t ) : Penum­pang angkutan kota (ang­kot) jurusan Rajabasa— Tanjungkarang memergoki Iyar (28), warga Kemiling, saat berusaha mencopet tas

milik Nur (22), salah satu penumpang, Kamis (4-7). Kapolsek Kedaton AKP Yohanes Agustiandaru menjelaskan tersangka pencopet yang juga berprofesi sebagai sopir travel gelap ju­rusan Bandar Lampung— Lubuk Linggau itu berusaha mengambil dompet di tas korban. Beruntung aksinya ini diketahui rekan korban yang langsung berteriak copet. Penumpang lain de­ ngan sigap memegangi tersangka agar tidak melarikan diri. “Tersangka langsung

±

diserahkan ke polisi lalu lintas yang kebetulan sedang berjaga di Jalan Z.A. Pa­garalam, depan pul bus Gu­marang Jaya,” kata Yohanes kemarin. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti satu tas punggung motif kotak-kotak dan dompet merah jambu berisi uang Rp25 ribu. Menurut Yohanes, tersangka sudah beberapa kali melancarkan aksi mencopet tas dan barang berharga penumpang angkot dan bus di sekitar Rajabasa. “Bahkan dia pernah mencopet uang

Rp200 ribu milik ibu-ibu penumpang BRT Trans-Bandar Lampung,” ujarnya. Tersangka mengaku nekat mencopet karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga­nya. “Ya saya kalau ada ke­sempatan baru nyopet ju­ga. Kebetulan aja dompet mbak itu kelihatan, jadi saya berusaha mengambilnya,” kata Iyar. Akibat perbuatannya itu, ter­sangka kini mendekam di tahanan Polsek Kedaton dan bakal dijerat Pasal 363 KUHP jo Pasal 53 dengan ancaman 7 tahun penjara. (CR1/K3)

BANDAR LAMPUNG (Lampost) : Lem­baga Kemanusiaan Pos Ke­adilan Peduli Umat (PKPU) akan membuka kantor cabang di Bandar Lampung. Lembaga ini akan berusaha membantu kaum marginal agar dapat hidup sejahtera dan meningkatkan perekonomiannya. “Masih banyak warga miskin dan kamu marginal lainnya yang belum tersentuh pemba­ ngunan. Kami berupaya membantu mereka, misalnya dengan pengembangan ekonomi kreatif dan program lainnya yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil,” kata GM Nasional PKPU Romdlon Hidayat saat berkunjung ke redaksi Lampung Post, Sabtu (6-7). Menurut Romdlon, selain bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi, lembaganya juga siap menjadi lembaga kemanusiaan penyalur zakat, kurban, dan infak di Lampung. Apalagi melihat potensi ekonomi Lampung yang cukup besar, ujar dia, menunjukkan potensi zakat yang cukup besar juga. “Semakin banyak zakat yang terhimpun artinya semakin banyak juga kaum duafa yang bisa kita bantu.” Pada Ramadan tahun ini, PKPU juga berencana akan membantu kaum duafa, salah satunya dengan menggelar program belanja anak yatim. Pada program ini, anak yatim akan dibawa ke pusat perbelanjaan dan dipersilakan membeli kebutuhan mereka. Selain itu, PKPU juga akan memberi hadiah pada ma­ syarakat berpenghasilan rendah, seperti penjaga kuburan, penjaga pintu air, penyapu ja­lanan, dan penjaga rel kereta api. (CR7/K3)

CMYK

±

±

±


CMYK

±

LAMPUNG POST

±

Kherlani (Pj. Bupati Pesisir Barat)

DAERAH MINGGU, 7 juli 2013

CMYK

±

“Kalau memang pencarian korban sudah maksimal dan belum juga ada hasil, kami serahkan kepada keluarga. Tetapi sebelum itu kami tidak boleh menyerah, mudah-mudahan korban selamat.”

3

LINTAS

±

±

Rumah Warga Ludes Terbakar WAY TENONG—Rumah milik Sumarno di lingkungan Pasar Kamis Pekon Sukananti, Way Tenong, Lampung Barat, ludes terbakar, Sabtu (6-7), sekitar pukul 14.00. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, korban diperkirakan menderita kerugian sekitar Rp100 juta. Api diperkirakan berasal dari lilin dan baru dapat dijinakkan setelah petugas pemadam tiba di lokasi. “Setelah mendapat informasi, petugas pemadam langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPP) Lampung Barat Okmal kemarin. Rencananya hari ini tim BDPP menyambangi rumah korban untuk memberikan bantuan kepedulian. (ELI/D3)

Mapolres Mesuji di Simpangpematang MESUJI—Kantor Polres definitif Mesuji direncanakan ditempat­ kan di Kecamatan Simpangpematang. Kini kepolisian tengah mencari lahan seluas 5 ha untuk lokasi kantor. Hal itu diungkapkan Kapolres Mesuji AKBP Trisna saat berdialog dengan masyarakat Kecamatan Simpangpematang di aula Desa Simpangpematang, Sabtu (6-7). “Polres akan ditempatkan di Ke­ camatan Simpangpematang dan Polri sudah menyiapkan dana Rp15 miliar hanya untuk bangunan, bukan tanahnya. Kini saya mencari lokasi di Simpangpematang. Lahan yang dibutuhkan sekitar 5 hektare,” kata Kapolres. Terkait kesiapan Polres mendatang, Trisna meminta dukungan masyarakat dan berharap bisa membawa kedamaian di Mesuji. “Semakin banyak dukungan masyarakat, maka makin cepat dan baik kami menjalankan operasional. Semoga kami bisa diterima di sini sebagai keluarga, kami ingin kedatangan kami membawa kedamaian di Mesuji, keamanan adalah kebutuhan pokok,” ujarnya. (CK6/D3)

n LAMPUNG POST/CK5

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Way Kanan menggelar seminar kewirausahaan dengan tema Optimalisasi pengolahan sumber daya hayati di kabupaten tertinggal selama tiga hari mulai Sabtu (6-7) di SKB Blambangan Umpu. Kegiatan yang dibuka Ketua LPPNU Provinsi Lampung Agus Arugusman itu diikuti puluhan warga NU kabupaten setempat.

Pringsewu Berpotensi di Bidang Wirausaha PRINGSEWU (Lampost): Kabupaten Pringsewu merupakan daerah yang potensial dikembangkan sebagai sentra kewirausahaan. Pasalnya, potensi daerah ini sangat layak dan minat penduduknya berwirausaha cukup tinggi.

n LAMPUNG POST/GUNTUR TARUNA

JALAN BERLUMPUR. Hampir setiap hari kemacetan terjadi di jalan poros Rawajitu Selatan, Tulangbawang, akibat badan jalan dipenuhi lubang dan lumpur. Dalam lima hari terakhir daerah Rawajitu diguyur hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir di mana-mana karena saluran air tersumbat sampah. Foto dibidik Jumat (5-7).

±

PENIMBUNAN BBM

Polisi Bidik Tersangka Baru

±

LABUHANMARINGGAI (Lam­ post): Direktur Polair Polda Lam­pung Kombes Pol. Edion terus mengembangkan penye­ lidikan kasus penimbunan 4.000 liter bahan bakar min­ yak (BBM) jenis solar di Desa Mua­ragading Mas, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, yang terungkap pada 26 Juni lalu. Dia mengatakan pada saat itu anggotanya telah menyita solar bersubsidi sebanyak 4.000 liter dan belasan drum, tangki berkapasitas 1.000 liter, beserta mobil jenis Colt Diesel L300 milik Bandu, warga Desa Maringgai, Keca­ matan Labuhanmaringgai, Lampung Timur. “Selain barang bukti, kami juga masih menahan tersang­ ka penimbun BBM tersebut,” ujarnya, Sabtu (6-7). Dirpolair Polda Lampung itu memastikan selain Bandu yang men­jadi tersangka penimbun

±

dan penyalahgunaan BBM, pihaknya juga sedang mem­ bidik tersangka lain, yakni orang yang menyuplai BBM bersubsidi tersebut. “Kami belum bisa memberikan iden­ titas penyuplai solar terhadap Bandu karena masih dalam penyelidikan,” kata Edion. Menurut dia, solar ribuan liter itu dibeli tersangka sebelum pemerintah menge­ luarkan kebijakan menaikkan harga solar dari Rp4.500/liter menjadi Rp5.500/liter. Tujuan­ nya, saat pemerintah resmi menaikkan harga BBM baru, para penimbun solar tersebut akan meraih keuntungan yang cukup banyak. Apalagi, ujar Edion, solar tim­ bunan itu akan dijual kepada nelayan di Muaragading Mas dan Kualapenet, Kecamatan Labuhanmaringgai. Dipasti­ kan dalam waktu singkat solar timbunan itu akan cepat habis diborong nelayan. (GUS/D3)

CMYK

Hal itu dibuktikan dengan ba­nyaknya perusahaan skala rumah tangga di kabupaten pemekaran Tanggamus ini. De­mikian benang merah dari Seminar Kewirausahaan yang diadakan The New You Train­ ing di kampus STIE Muham­ madiyah Pringsewu. Pembicara Zulfikar Alimud­ din dalam seminar itu menga­ takan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha, seti­ ap orang wajib mengetahui potensi terbesarnya. Dengan demikian, setiap calon wirau­ sahawan bisa memplot bisnis yang akan dijalankan. Tanpa itu, sulit buat calon pengusaha menjalankan bisnisnya. Sebagian besar manusia, kata Zulfikar, lebih sering memperhatikan potensi orang lain ketimbang poten­

si dirinya. Hal itu kontra­pro­ duktif dengan cita-cita men­ jadi entrepreneur. Dia men­ egaskan dengan mengeta­hui potensi diri, setiap orang akan lebih mudah men­ jalankan bisnis. “Passion-nya akan ketemu karena menjalankan usaha sesuai dengan minat dan potensi terbesarnya. Ini akan lebih baik ketimbang memak­ sakan menjalankan bisnis tanpa mengetahui potensi dan minat pribadinya,” kata dia, Sabtu (6-7). Untuk bisa menjadi peng­ usaha tangguh, setiap orang tidak boleh mudah putus asa. Kegagalan mesti dijadi­ kan evaluasi agar langkah ke depan lebih baik. Dengan begitu, kegagalan menjadi alat ukur sebelum melakukan

tahapan usaha selanjutnya. “Jika mudah menyerah, sulit buat calon pengusaha untuk maju. Belum apa-apa, sudah menyerah. Tegasnya, dibutuh­ kan mental baja agar mampu menjadi pengusaha yang sukses,” kata dia. Sekretaris The New You Training Rusma Melinda me­ nambahkan seminar ini ditaja agar setiap peserta bisa berse­ mangat membuka usaha. Se­ lain itu, peserta bisa berdialog dan berkonsultasi dengan pe­ materi yang notabene pelaku usaha dan motivator. Rusman mengatakan selain seminar dan pelatihan, lem­ baganya juga menyiapkan desa binaan di Pringsewu dan sekitarnya. Ini bertujuan membantu masyarakat yang punya minat besar dalam dunia wirausaha. “Program kami di desa bi­ naan akan konkret, yakni membantu warga yang bermi­ nat berwirausaha. Selain ad­ vis kepada warga, kami juga membantu dalam hal pen­

BUDAYA TRADISIONAL

Anyaman Bambu Mulai Dilupakan KATIBUNG (Lampost): Kerajin­an anyaman bambu di lingkung­an masyarakat Ogan perantauan di Kabupaten Lampung Selatan mulai hilang. Kini tidak ada lagi generasi muda yang dapat mem­ buat anyaman tersebut. Padahal, menurut beberapa sesepuh orang Ogan di daerah itu, saat mereka hijrah dari kam­ pung halaman puluhan ta­hun silam, mereka juga membawa juga keterampil­an membuat takung (tikar), nikhu (tampah),

tangguk (alat menangguk ikan), keruntung, dan bakul. “Pada waktu nyusuk (pindah ke desa) di sini dulu kami mem­ buat sendiri semua alat-alat rumah tangga tersebut karena tidak ada yang menjualnya,” ujar Rukiyah, salah seorang sesepuh. Dia mengatakan bahan un­ tuk membuat alat-alat rumah tangga tersebut tidak bisa meng­ gunakan sembarangan bambu. Dalam bahasa me­re­ka bambu

±

(buluh) yang biasa digunakan adalah buluh se­lepah dan buluh telang. “Tapi bambu lain juga bisa digunakan walau kualitas­ nya ku­rang bagus,” ujarnya. Namun, memasuki era 1970-an sebagian dari pen­ datang tersebut sudah tiada dan ternyata alih generasi ke­teram­pilan membuat anya­ man bambu tidak berjalan. Kerajinan ini pun makin hilang dari lingkungan masyarakat Ogan perantau. (USD/D3)

emuan inti bisnis yang akan dilakukan,” kata Rusma.

Bidang Perikanan Dari Blambangan Umpu, se­ lain di bidang pertanian, Ka­ bupaten Way Kanan memiliki potensi di bidang perikanan yang belum banyak digali. Dengan struktur tanah ratarata lembut dan berpasir, bila mengandalkan bidang perta­ nian hanya cocok buat lahan perkebunan. Jenis tanaman pertanian yang kini menjanji­ kan pun hanyalah singkong. Hal itu terungkap dalam Seminar Optimalisasi Pengo­ lahan Sumber Daya Hayati di Kabupaten Tertinggal yang digelar Lembaga Pengem­ bangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Way Kanan selama tiga hari mulai Sabtu (6-7). Acara dibuka Ketua LP­ PNU Provinsi Lampung Agus Arugusman, didampingi Sek­ retaris PCNU Way Kanan M. Komaruddin, dan dihadiri Sekretaris Dinsosnakertrans

Kabupaten Way Kanan M. Yazid Zakaria. Menurut Agus, dengan ban­ yaknya warga NU di negeri ini dapat dijadikan titik tolak menuju kesuksesan. Caranya dengan membangun kelom­ pok-kelompok petani yang kini digalakkan pemerintah, seperti gapoktan atau organ­ isasi petani lainnya. Kini posisi warga NU di masyarakat pada umum­ nya berada di tingkat pa­ ling bawah. Hingga posisi ta­w arnya rendah, padahal jumlahnya terbilang besar. “Petani saat ini jangan hanya melihat usaha orang berhasil, tanpa melihat secara keseluruhan prosesnya. Se­ harusnya masyarakat perde­ saan harus memperhatikan masalah penghitungan biaya. Melihat warga dari wilayah lain dekat perkotaan sukses membuka usaha konveksi, warga lainnya berupaya me­ nyamai, padahal tidak dihi­ tung masalah cost-nya,” kata Agus. (ASP/CK5/CK4/D3)

±

TRAGEDI LABUHAN JUKUNG

Dika dan Bima Belum Ditemukan KRUI (Lampost): Hingga Sabtu (6-7), pukul 22.00, dua remaja, Dika Rinaldi dan Bi­ma, yang hanyut di laut pantai Labuhan Jukung, Ke­ camatan Pesisir Tengah, Pesi­ sir Barat, belum ditemukan. Penjabat Bupati Kabupaten Pesisir Barat Kherlani, Kepala Dinas Koperasi UKM Per­ industrian dan Perdagang­ an Marzuki, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Edy Mukthar, beserta warga dan nela­yan melakukan koor­ dinasi de­ngan Badan Search and Res­cue Nasional (Basar­ nas) membahas langkah yang akan diambil dalam pencari­ an dua remaja asal Liwa, Lampung Barat, itu. “Kami sekarang membahas apa saja yang bisa dilakukan, ren­canakan dengan baik su­ paya hasilnya betul-betul mak­ simal. Kalau memang sudah maksimal dan belum ju­ga ada hasil, kami serahkan kepada keluarga, tetapi se­belum itu kami tidak boleh me­nyerah, mudah-mudahan kor­ban se­ lamat. Kalaupun tidak, paling tidak jasadnya bisa ditemu­ kan,” kata Kherlani. Sementara perwakilan Ba­ sarnas, Andi, mengatakan keterbatasan peralatan dan

pengalaman petugas Basar­ nas menyebabkan mere­ka tidak bisa menyelam ke dasar laut untuk mencari korban. “Kami hanya membawa pera­ hu karet dan petugas yang be­lum mengetahui kondisi medan di sini,” ujarnya. Berdasar pada standar ope­rasional prosedur Basar­ nas, pihaknya berencana akan melaksanakan pencari­ an korban selama tiga hari dan pada malam hari tidak dilakukan pencarian. “Kami tidak punya jam malam, pencarian hanya bisa di­lakukan pagi sampai sore hari, kalau korban belum ditemukan, kami tambah waktunya menjadi tujuh hari, tetapi dari pengalaman kami pa­ling lama enam hari pen­ carian korban. Seperti hanyut­ nya turis asing di laut pesisir beberapa waktu lalu, Daniel Bobis, yang memakan waktu enam hari,” kata Andi. Menurut Indra Gunawan, nelayan setempat, dari kon­ disi cuaca diperkirakan besok sekitar siang hari mayat su­ dah mengambang. Sedang­kan melihat arah angin, pencarian korban sebaiknya di­arahkan ke bagian selatan laut Labu­ han Jukung. (CK3/D3)

CMYK

±

±


PARIWARA

MINGGU, 7 JUli 2013

20

LAMPUNG POST

PARIWARA AC AJ Armina Jaya spesialis AC, rental AC floorstanding AC Comfortable,service AC, steam ac, perawatan ac. Hb. 082184488809 Service AC..AC.. AC.. perbaikan penjualan, service rental segala jenis. Hub. Anugrah Tehnik Mandiri 7199155, 087899310100. Dens Tehnik service AC suci/steam ac, bongkar pasang dll bergarsni. Hub. 082180464777, 0721-9796798 RIAN teknik, specialis service AC, bongkar pasang, cuci, tmbg preon, TT, dll hub.085381225214 Mustika Teknik jual beli/tukar tambah AC baru/bekas segala merk, service cuci,bongkar pasang baru. Hub. Toko Jl.Ratu Dibalau No.28 T.Senang 7317516, 71111047, 085382091065 Agen AC RESMI PABRIK LANGSUNG. TERMURAH !!! Jika lebih mahal diganti selisihnya. Panasonic, LG, Sharp. Terima cuci, repair(Agen resmi) TIMMY ELECTRINDO Tlp 242222, 7444470

AIRLINES TIKET Tiket murah garuda, sriwijaya, merpati, lion, air asia, sky aviation tiket diantar hub.GEMA TNT (0721) 486100, 7467967 SMS booking 081274777959

ahli gigi Rama Dental ahli bikin gigi, psng behel gigi Jl P. Antasari 18/dpn bioskop Sinar Bdl. JL. Urip Sumoharjo Simpang Tiga Pejajaran hub.087899516746

BENGKEL LAS Bengkel las Podomoro Welding, spesialis kanopi,teralis,pagar,railing,t angga besi,tower,minimalis & stailess. Hb. 081379896280, 0721-7518048

BIRO JASA KURSUS STIR MOBIL Belajar mobil ADILA diantar jemput 360rb/paket, drop bandar 95rb. Hub. 072193969661, 081379640519

ELEKTRONIK DIGITAL PARABOLA Digital parabola system distribusi sales dan service sedia indovision, top TV, dll. Hub. 475331, 0811722855

kehilangan

foto copy LAMPUNG FC, jilid hard cover/skripsi, spiral kawat, Jl. Wr. Monginsidi 23 B Tanjung Karang, Bandar Lampung telp.0721-256053, 08127272602, email: lampung_fotocopy@yahoo.co.id

FURNITURE Minimalis Produksi, interior + furnitur,spesialis furnitur minimalis modern, Jl.Flamboyan Raya No.14 Tjg Seneng 0721-9085166

indekost Kosan mwh AC,KM dlm,ukr bsr 1,5 Jt/bln, standar 450 rb/bln Lok. Jl.P. Kemerdekaan Tj Gading Hp: 087899569592 R.Kost 600rb/bln+AC 1Jt/bln, Fas lgkp Jl Jati baru 1 No.6 Durian pyg (dpn TK II Kartini) utmkn putri 087899801841 R.Kost 600rb/bln+AC 1Jt/bln, Fas lgkp Jl Jati baru 1 No.6 Durian pyg (dpn TK II Kartini) utmkn putri 087899801841 Trima Kost Mggn, Blnn, Jl Griya Fantasi 2C/8 WHP Hub. 702498, 0812.727.7590 PONDOK INDAH KOST (PIK) putri/krywti, blnn/mggn/hrian, new, KM pribadi, fasilitas +, JL.Teratai No.11 A – Rawa Laut, 082128888882, 085840579933 Wisma Rahmayani trm kost di kampung baru unila & rmh kontrakan di Way Halim & Way Halim Permai hub. 0852.7963.4666, 0812.7204.966, 0896.3680.0800 Trima Kost Mggn, Blnn, Jl Griya Fantasi 2C/8 WHP Hub. 702498, 0812.727.7590

Interior Nadia Interior, Mendesain/ Membuat kitchen set, kmr set, lemari pajangan, counter, bar, counter bank, meja kantor, r. karaoke. Phone 0811792863 Safira interior mbt kitchen, kmr set, lmr pjgn, bar, partisi, meja ktr, vntr bank, hub.7164443, 0813.7933.7474

STNK BE 3640 RF, Noka. MH8BG41CABJ604826, Nosin. G420-ID-664985, An. Nasib Rahayu. STNK BE 5639 YB, Noka. MF3VR10BB8L100913, Nosin. YX150FMG08701299, An. Sahibi BPKB BE 3958 DU, Noka. MH314D003AK729994, Nosin. 14D-728427, No.BPKB 11538604-F, An. Feri Wibowo. STNK BE 4898 EM, Noka. MH344D002CK312715, Nosin. 44D-312925, An. Yatimin. STNK BE 6581 EU, Noka. MH1KC11187K072968, Nosin. KC11E1072814, An. Asrari.

KESEHATAN Vivi urut tradisional, refeleksi dll. Terima panggilan. Hb.085267904681, 081933591789 Terima massage, lulur & rias pengantin, hub. marisa tlp.0823.7908.0004, siap datang ke alamat Naik/turun berat badan dg es krim cair 3 rasa(berry, coklat, vanila) bergaransi dan dibimbing sampai berhasil !! hub.085377513318 BB:26567432 PIJAT TRADISIONAL Iin Massage & lulur siap panggil. Hubungi. 0812.7990.1117, 0853.7726.6697. Nisa massage urat trpi pgbtn, pr wtn, bs dipanggil hb. 082181823301

kolam renang Dunia Kolam Renang: Pembtn, prwtn, perbaikan, ob at-2 an, peralatan Jl. Hayam Wuruk 198 E Kedamaian tlp. 0721- 7444567

MESIN -mesin MESIN CETAK Dua mesin cetak offset toko 910 & computer langsung Lincah Store Jl.Pemuda No.94 Tj Karang seberang Ramayana.

FOTO COPY

KAIN KEBAYA CARI Kain KEBAYA KELUARGA, BELI di Toko Textile SENTAUSA JAYA Batu Sangkar Bambu Kuning telp.263523

PT Buana Citra Abadi copy machie sales/rental mesin foto copy dan prlkpn, jual Toner 57.500/kg.hb. 07217144481, 085269405389

CV. Mitra Abadi jual, sewa, perbaikan, suku cdg, tinta, foto copy, msn Analog & Digital. Hub. 7505050, 0812. 7909898

musik peralatan musik ADI Musik: jl/tkr tmb: i5(4) i4(5) i3(5,5) Pa50(7) Pa80 Pa500, PSR900, KN1400, 2400,2600,X50,CORA,Blazer,Beta 3 ,PV16ch,8ch,CS800,AD3600,Behr. 20 ch, a/esis,DOD, AXL. Ph.268983, 081369139529.

PEMPEK PALEMBANG Hi.M.Rusdan mnrma psanan untuk lebaran prnhan dll cab, sltn agung, dpn polres, kdamaian, R.Basa hub.254626, 082181323516

PENDIDIKAN Kuliah cepat D3, S1, S2, akta IV.resmi & legal, wisuda Agustus-Sept hub. 081272432244 (no sms)

privat Privat Siklus Guru dtg kermh semua pelajaran SD,SMP,SMA Hub:07217481330, 0857-68003557 Privat Sahabat Edukasi : guru dtg kerumah semua pljrn TK, SD, SMP, SMA, Umum & mengaji 5 org gratis 1 hub.0721-7511559, 081279199569 Privat Bintang Education smua pljrn TK, SD, SMP, SMA, umum, mengaji, guru dtg ke rmh, professional & sabar, siap UN, semester. hub. 07213667558, 0813 69 277 269 

PELUANG USAHA Diswkn Gudang di desa Panggungan Jl.Raya Trans Sumatera KM 55,Gunung Sugih LT/LB 15000/3744 M2. Hub: 08129000681 Anda memiliki perusahaan namun belum memiliki website, segera hub. Enggo: 085766755571 kami akan melayani anda dengan baik. C uci gudang !! Ban dalam, filter bensin dan kabel-2 sepeda motor, stok terbatas. Minat hub. 0878.7967.2627.

Anda ingin memiliki sawah pertanian dg sistem bagi hasil ? Hub. PT Mitra Amanah Tani tlp.0721-704585 Cp.085208670101, 081379097117, 089657898415 Bagi yg ingin menjadi RESELLER, kue kering ina cookies & JNC, segera hub: 089607865746/dtg lgsg ke Deandra Butik JL. Sukarno Hatta Ruko Bukit Kencana 3 No 8 By Pass bdl, 0811796247

DANA TUNAI Dicari pengusaha serius,untuk proyek property, pertambangan, perkebunan,maks dana 1 T,jaminan SHM bs nama orang lain,No BI checking,trm agen 085694744402, 081289508321

PENGINAPAN PONDOK PALAPA, HARGA MULAI DARI 85 RBU, DI PUSAT KOTA, FAS : AC, TV, KM PRIBADI, BREAKFAST, PARKIR LUAS, JL. P.E.M NUR 7623158, 7188333, 087899764477, 085380151888 PONDOK INAP ANTASARI/ Penginapan & Homestay & kost: harian / mingguan / bulanan, Fas : AC/TV, KM didlm, parkir luas, aman Hub: 07213651116 & 082183437171 Jl. Antasari 171 Bdl hrg mulai 75 rb/hari

pengobatan GURAH Gurah perut membantu mengeluarkan kolon diusus bsr dll gurah hidung agar nafas longgar. Hb. 082184078429

LOWONGAN ATASI KEBOCORAN MENGATASI KEBOCORAN, Rembes, Retak/Pecah pd bangn Anda, sprti: K.Mandi, Dak, Talang, Karpus, Basement, Terowongan, Bak Limbah, dpt kami atasi dg Grouting/Injeksi Beton, Couting, Waterpro-ning, Renov bangnn. Specialis Pengctn Crant Container/Tower Telkom, Gypsum, Polis Marmer. HELDINA 0813.79918592, 0721-7520154

TOKO JATI Toko Jati 4 Sekawan, menjual aneka meubel jati ukir Jepara, Jl. Cut Nyak Dien No 64 C Palapa. Tlp.0852.74288949, 0813.79530554. Sedot wc Sedot tinja/wc pakai mbl tangki & atasi mampet slrn tnp bkr, dlm & luar kota, bs sewa toilet portable. 07217400060, 085377528233

SANGGAR BUNGA Lidya Florist terima pesan bunga papan sewa/papan lepas u/ pernikahan, duka cita,peresmian dll. Dpn SMU Arjuna Enggal hub.0821.8168.4111, 021-7174870

SERVICE Service panggil AC, kulkas, mesin cuci, water heater hub. 085789973400

RESEP MARTABAK Jual Resep Martabak Bangka, rasa bersaing dan jual resep ES Cappoccino hub. 081279781220

RUPA - RUPA ATASI MAMPET Ahli Atasi Mampet Saluran Air, WC, Westafel dll, tanpa bongkar garansi hub. 082178790789 Petugas WC Mampet, Sal.air, wstfl, krs tower dll, tnp bgkr, grnsi tlp 0721-7905006 Spesialis Atas Mampet Sal. Air, Wastafel, WC dll, tanpa bongkar garansi, bisa kuras sumur. Hub. 082180803233.

PROPERTI ALUMINIUM Maju Makmur jual canopi, besi, stenlis, kusen, folding gate, krey Jl.P.Morotai No.69. Hb. 7471238, 773500 Spesialis kusen, jndla, partisi, pntu almnium, folding gate, rolling door, rak alm dll, mrh ber garansi. Hub. Toko MITRA Jl. Samratulangi 33 A tlp.7477282, 081379200333

bahan bangunan MARMER CV Aneka Marmer Dist marmer & granit lokal import. Trm pasang lantai, dinding, meja, tangga dll. Ruko P. Antasari 153 i dpn Giant. Hb.0812.72224222

PAGAR PANEL BETON CV.SAMPOERNA KARYA (Bentuk Pagar Sistem Join nat/Laki,Perempuan hub.08117216900, 085369958999

RumaH dijual Rmh,strtgs, Lt.104 m2, LB.70 m2, KT.3, KM.2, KT.Pemb.1+km, Tlp, Jetpump, Perum Griya Imam Bonjol Hub.0812.73423.3131

Dijual, 2 unit rmh @ T/B= 128M/80M,SHM,3KT,2KM,parkir 2 mbl,Jl. Aster No. 5 Rawa Laut Enggal 100% baru Hp: 0816403586. Rumah Perum Karunia Indah Blok F3 no.12, KT 3, KM 2, keramik, sertifikat & IMB hub.08127494545 Rmh mewah : LT.1400 mtr, LB.430 mtr, KT 6, KM 7 16:42:11 Granit , rk baja, genteng, keramik, pemanas air, AC, Garasi 4 mbl, pos satpam, hrg 2,7 M, hp.085208451555 Rmh Jl. Khiril Anwar, SHM, 4KT, LT 178 M2, hrg 140 Jt. Hub. 0823.77183311, 0721-9317118. Butik, resto, pemancingan LB.400 m2, SHM, jl.Raya Sidomulyo – Lamsel 800 jt HP. 081541252436 Sidomulyo. dijual cpt 2 rumah,LT/LB 361/108 & LT/LB 213/216, Jl. W. Monginsidi Gg.Murai 26 T.Betung,garasi luas,SHM. Hub:0821-81050309,0721-273348 Dijual rmh Klapa 3 Asri Gd Air type 38/90, 2 KT, 1 KM Nego hub. 0813.1688.3134 Jual rmh LT 1530 m2, LB 425 m2, Jl. St. Badarudin dpn SMPN 7 Gdg Air Bdl, hrg 2 M. Hub. 0812.7202460.

dikontrakkan Bgnan LS 873 m2, ex.kantor di JL.P.Emir M. Noor no.28 pengajaran T.Betung bdl, Fas:Pam,tlp,lstrk,prkir luas 0721.484266,481196, 08127913140, 08127953091 Rumah baru renov di villa citra 2 , 3KT+3AC 1 KP 3KM-Water Heater hub.08154061111 Terima sewa bedeng/rumah. Hubungi. 0821.8502006, 0721-7171006

RUKO dijual Ruko 2,5 lantai di perum Graha Madu Pesona Tanjung Seneng JL.Turi Raya hub. 0812.7275.7777. Dijual segera ruko 1 unit 2 pintu (plong), 2.5 lantai, Jl. Imam Bonjol dkt Jl.darusalam, tnh luas + 1000 m2, lok. 70 mtr dr jln pangeran antasari hub.081318877820 Ruko 3 lt di A.Yani samping Candra Supermarket Pringsewu strategis harga 700 jt, net, bu, siapa cepat siapa dapat hub.082183410909

DIKONTRAKAN Ruko 2 Lantai, brkt rmh, tmpt tggl dblkg JL.Emir M.Noor no.28(B), f a s : l s t k , p a m , t l p h b. ( 0 7 2 1 ) 484266, 481196, 08127953091, 08127913140

TanaH dijual Tnh 750m2,SHM,Jl. Kebersihan (dkt Villa Lamban Gunung) Kel. Kelapa 3 Kaliawi, blkg bts kali 250 rb/m 085367053258. Tnh 4500m;2,1 Ha;2,2 Ha;1,1 Ha, semua tepi Jl. Ry Trans Sumatera Kalianda, cocok u/ SPBU Hub: 085369480372. Tnh Jl. Sisingamangaraja B.Lpg LT 720 m2, lebar muka 22 m, serius hub.Desy 087899161691, Asep 07219350726 Tanah luas 392 M2, Bersertifikat di JL.Nunyai Raja Basa berminat hub. HP.0812.7264.905, 0721.7403700 Tanah 6000 m2, Lok. Jl.Sultan Haji Kota Sepang pagar keliling pgr jln, cck u/ tempat usaha. Hub. 0811.799979 Tnh SHM, LS 599 m (15x40), di Jl. P.Tirtayasa msk 300 m dr jln, sebelum toko surya, nego, hub.0811722018

BU. Dijual cepat tnh kosong Ls.537 m2 Jl. KH. Anwar (Palapa) Bdl, hrg 1 Jt/M, 2 unit Ruko gandeng di Ps. Tugu. Hub. 0878.9980.7218 (tdk sms)

DIJUAL / DIKONTRAKAN Sbdg tnh SHM, brkt bgnan diatasny seluas 388 m2, fas lgkp: lstk,pam,tlp JL.MS.Batubara no.137 (dpn mcn putih) kupang teba bdl hb.(0721) 484266,481196,08127953091,081 27913140

tanah kavling Kavlingan Rmh & pst pertokoan dkt ktr gubernur baru-kota baru LPG, cash/kredit tnpa DP CV.Patokmas hub.082373356888,081379193637

Kebun sawit L.2 Ha, SHM, Sidomulyo. ada phn medang 200 btg, pggr jln, hrg 300 jt, HP.081541252436

Dikontrakan

KEBUN DIJUAL

Ruko

Dijual kebun SHM 2,1 Ha berisi jati 8 th 370 btg, coklat 6th 133 btg, pinang 7th 120 btg, kelapa 10 th 35 btg, ada deposit silika harga 75 rb/m, lokasi dekat kebun PTP Bergen Pal Putih Simpang 2,5 km dari Ir. Sutami.

Jl. Raden Intan 4 x 16, 3 Lt, ex zam-2, fasilitas listrik & air. Hub.0815.4056000

Jual tnh, SHM, 2000M2+bangunan diatasnya 322 m2, lstrk PLN, air pompa, Jl.Lintas Sumatra km 52 G.Royong G.Sugih 08197901059, 081928061029

Hub. 0811.722018

dijual segera Tanah datar sertifikat / SHM, Luas : 318 m2, Depan Pool Damri Raja Basa Gang Masjid Jl = 4 m

hub.0721.265817 Hp. 082181703821

IKUTI PROGRAM NASIONAL s Tinggi Badan s Berat Badan s Tumbuh Kembang Anak s Turun Berat Badan Hubungi :

0819.779.44.772

“CENTRAL SERVICE” kompor gas semua merk,garansi 1 th. Hb.0823.7511.8477 DARMIN Elktrnik trm srvice pnggil TV, VCD, DVD, speakr active, k.angin, strika, Mesin Cuci (bs tukr tmbh). Hub. 082184364724, 087899506812

SUMUR BOR RR Bor. Menerima pembuatan sumur bor mesin, servis pompa air bergaransi. Hub. 0812.71445154, 0813.79383983 Sumber Rezeki Bor spesialis buat sumur bor mesin atau manual service pompa air marsible dll. Hb.081379423655, 081957154620 Saleh Bor pembuatan sumur bor mesin service pompa air sibel. Hub. 0821.85393762 “RIZKY BOR“Menerima Pembuatan Sumur Bor Mesin,Service Pompa air,Gulung Dinamo,Instalasi dll Hub:085367519001, 081379136574

LAMPUNG BARAT HOTEL Hotel Krui, Kab Pess Brt, baru, lks blkg SD Pasar Krui, bersih, syariah, discromb, “menginap sambil beramal” hub.0728-51632, 0813.8009.9255

Dibthkn 2 org karyawati, jurusan Adm & Akuntansi kmpter, brpglman min D1/ SMA diutamakan domisili BDL hub.0721.480307, 485013. M e m b t h a n : S ales , j u j u r, ra j i n , komunikatif,min SMA,pnya mtor sendri,penglmn tdk hrs,tgjwb tinggi loyalitas, Hub: 081927913907 (ibu Debborah) Bth cpt PRT, Baby Sitter, pegawai toko dan restoran u/ Jkt & Batam gj 1 jt s/d 3 jt lsg kerja hub.0812.2508.5900

BTHKN WAREHOUSE p & w MX 25 TH Pdk SMU, Maintenance Pria mx 25 th pdk SMK Listrik/TKJ, Sopir mx 30 th, SIM B1. Lmr lkp dtg lsg Jl. Tembesu 8 Campang Raya Bdl. Butuh karyawan buat Toko Pakaian JL.Sibolga 42-43 Pasar Tengah Tj.Karang B.Lampung Dbthkn staf ADM,wnt,min SMK,jam kerja 11.30-20.30 Hb:Mall Kartini lt dsr blok E 24 telp.07217482006

EXTRA INCOME : part time 3-5 jt/ bln, full time 5-10 jt/bln, terbuka utk MHS/IRT/PTLS, hub.081274114746, 081366860986,081373373453 (tdk layani sms)

Low Wanita di Jkt: B. Sitter/Jompo gj 2-4 Jt, Infal 200-300rb/hr pembntu infal/ serep lbrn 2Jt. 0818810126, 081385875116 resmi & aman, dpt ganti ongkos.

LOWONGAN

URGENTLY REQUIRED

Developer Perumahan membutuhkan :

Karyawan Staff Legal dengan kualifikasi : ~ Wanita / Pria, usia max 27 Th ~ D3 Hukum, Ekonomi, Adm Komputer ~ Menguasai Prog. Ms. Office ~ Penampilan Menarik, Cakap, Trampil ~ Memiliki Kendaraan Pribadi Lamaran Via Post Ditunggu selambatnya 5 hari Cap Pos Ke : PT. Amartha Surya Baru Jl. Pangeran Antasari No. 188 Perum Bukit Kencana Ruko A.4 Bandar Lampung 35132

A Shipping company is looking for :

BUSINESS STAFF • • • • •

University Background (D3 – S1) Male, Single, Max. 28 Years Old. Able to speak & write in English. Able to work in a team. Having computer skills, especially Ms Office.

Please submit your application, copy of ID card, CV & recent photograp, within 10 days to :

PT PUTRA ABADI TRANS JL. JEND. GATOT SUBROTO NO.193 BANDAR LAMPUNG 35228


PARIWARA

MINGGU, 7 JUli 2013

21

LAMPUNG POST

otomotif ISTANA MOTOR Istana motor ahli power steering, AC Mobil, semua jenis mobil hub.0721-7512104

mobil DIsewaKAN JONI NIAGA RENT CAR: Inova, Kijang Capsul, Avanza, Xenia, APV, Altis, ALphard. Hub. 7403700, 7692086, 0812.7264905 ****** OONK RENTAL CAR ****** Sewakan Sedan Pengantin, Innova, Avanza, Xenia. Hub: 0721-7471813, 0811.799813 n ALFAN RENT CAR, menyewakan avanza, xenia, inova, sedan, hub.0853.6690.8998.

mobil dijual Ghayyas Motor. Jual beli mobil secon/baru Toyota,Daihatsu,Mitsu bishi,Honda, Nissan,Isuzu, Suzuki dll.Hb.Bang Ferry 082180467613, 081369012003.

DAIHATSU Espass’04, hitam, siap kerja, 34 jt nego hub.abdul 081379766664.

Dijual TAFT GT’91, 4x4 , bisa a/n sendiri, AC, Cat & ban baru hub.0812.7275.7777 PROMO DAIHATSU LEBARAN SALE Xenia 1.0 DP 34 jt ang 2,8 jt/4th Xenia 1.3 DP 38,5 jt ang 3,1 jt/4th Terios TS Ekstra DP 39 jt ang 3,6 jt/4th Terios TX DP 45 jt ang 3,9 jt/4th Gran Max PU 1.3 DP 20 jt ang 2,3 jt/3th Grabd Max 1.5 AC, PS DP 23,8 jt ang 2,6 jt/3th Sirion 1.3 D DP 30 jt ang 2,9 jt/3th

Hub. ERIC Daihatsu, 0823.7262.9000

Xenia’2007 Li Famili, tv, sound komplit tangan pertama hub.0821.8539.1999.

HONDA Honda CRV’04, AT, plat B, abu2 met, pjk panjang, kndsi istimewa, hub.0813.6962.2245, 0812.7401.4112. Honda City IDSI Th’2004 Manual, Gold Met, Plat B, mobil bagus & terawat. Hub. 0812.7221250.

isuzu Isuzu Panther PU’GL, brg bgus sekali,siap kerja, siap pakai, 35 jt nego hub.abdul 081379766664. Dijual Panther Grand Royal th 97, BE Kodya,ACDB,PW,CL,VR, an. Sendri, Nego, Hub : 081369046956

Dijual cepat Panther Total Assy mulus, TH 1993 hub. 0721.708147, 08197951445, 0821.8312.0353

Nissan X-Trail, warna silver, 2004, hrg nego, hub. 0813.7949.2222.

Panther New Hi Grede, wrn hijau’2000, 87 jt, hub. 0852.7980.5927.

Nissan March’2011, hitam, pjk panjang,terawat, pakai sendiri harga nego hub.0811722709

Mitsubishi Mitshubisi Lancer Evo 3 GLXi, wrn hijau’96, over kredit 20 jt, hub. 0852.7980.5927. TRUCK COLD DIESEL CANTER 2008. Dinding plat, lantai kayu, siap kerja, nego. Hub. 08127930001 / O81379895088. Mitshubisi TS Pick Up, wrn biru, 2010, hrg nego, hub. 0813.7949.2222. Mitsubishi Cold TS Pick Up, WRN HITAM, 2001/2005/2001/2012 hrg nego hub. 0823.7923.4447 Mitsubishi L300 PU, wrn hitam, 2010, hrg nego, hub.0811.722.000.

NISSAN NISSAN MARCH ’20011 AT, pjk pjg, terawat sekali, pakai sendiri, harga nego. Hubungi. 0811.722709

SUZUKI Suzuki aminity’92, merah, istimewa luar dalam 35 jt nego hub.abdul 081379766664. Suzuki Jimni th 2002 BE Kodya & Suzuki Siera th 1983 BE Kodya Hub : 0812-72244455

OVER KREDIT Over kredit APV 2012 Pik Up, kembali DP 30 Jt/Ng, BE Tuba,htm, sisa angsrn 40x2,5 Jt/bln, 085222708476

TIMOR Timor Dohc, wrn hijau’97, over kredit 25 jt hub. 0852.7980.5927. TIMOR’98 SOHC, Pribadi, B, AC, CL, RT, remote, PS, Hitam, Rp 37 Jt . Hub. 0821.11469913.

TOYOTA Kijang super’91, biru, siap pakai, orisinil 48 jt nego hub.abdul 081379766664. Lelang terbuka : Toyota Kijang Super minibus’90, coklat metalik, be, pajak hidup, hrg limit 36 jt, penawaran dlm amplop tertutup ke jl. Yos sudarso no 257 teluk betung tlp.082880091136, (0721) 486046 Innova E M/T, bensin ’05, hitam, BE Kodya, pajak baru 125 jt, hubungi (0721) 7542000, 0811722000 Toyota Avanza 1,5 S, th’09 manual, plat B, aqua blue, ACDB, CD, R/T, PW, PS CL, foot step, km rendah mbl bgs & terawat hub. 08127221250

MOTOR Satria FU’10, Merah, Plat BE, pjk hidup, surat-2 lkp, 12,7Jt ng, Minat hub.085377142003, 08976046875 JUPITER Z’03, pajak hidup, BE kodya, VR, 5,5 jt/ng. Hub. 081930102020 Honda Absolut Revo’10, BE Kodya, pjk hdp, srt-2 lkp,7,5Jt ng. Minat hub.085377142003, 08976046875


CMYK

±

±

NASIONAL

minggu, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

INTERNASIONAL

± Irman Gusman (Ketua DPD RI) “Indonesia masih terpaku pada demokrasi prosedural.”

6

Demokrasi Indonesia Jauh dari Harapan

LINTAS

± ‘The Particle’ Jadi Film Terbaik di Moskwa MOSKWA—The Particle, sebuah drama karya sutradara dan penulis Turki, Erdem Tepegoz, memenangkan hadiah film terbaik di Festival Film Internasional Moscow ke-35 yang berakhir Sabtu (6-7). The Ravine Goodbye, film Jepang garapan sutradara Tatsushi Omori, memenangkan Special Jury Prize. The Particle menggambarkan perjuangan seorang wanita kelas pekerja di Istanbul. Aktris Turki, Jale Arikan, yang memainkan peran utama dianugerahi penghargaan aktris terbaik. Sutradara Jepang, Omori, mengatakan setelah menerima penghargaan. “Saya sangat senang. Sekarang aku bisa pulang dengan memegang kepala saya yang tinggi.” Film ini adalah sebuah drama tentang pasangan yang terlibat dalam kasus pemerkosaan. Yoko Maki, pemeran utama wanita dalam film itu, mengatakan kepada wartawan bahwa ia menangis pada saat penghargaan itu diumumkan. “Kami mampu membuat film dengan tim yang sangat baik. Itu membuat saya ingin melanjutkan sebagai aktris seumur hidup, asalkan tim yang indah ada di (industri) film Jepang,” katanya. Juri festival dipimpin pembuat film Iran, Mohsen Makhmalbaf. Aktor Rusia, Alexei Shevchenkov, memenangkan penghargaan aktor terbaik untuk perannya dalam Yudas, disutradarai oleh Andrei Bogatyrev. Sementara sutradara Korea Selatan, Jung Young-heon, memenangkan penghargaan sutradara terbaik untuk Lebanon Emotion. (ANT/U2)

MEDAN (Lampost): Proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia masih jauh dari harapan masyarakat dan cita-cita awal gerakan reformasi.

Hari ini SBY Deklarasikan Konvensi Demokrat

±

JAKARTA—Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mendeklarasikan penyelenggaraan konvensi calon presiden Partai Demokrat, Minggu (7-7), di Jakarta. Deklarasi sekaligus diisi pengumuman syarat dan mekanisme penyelenggaraan konvensi partai bernomor urut tujuh pada Pemilu 2014 tersebut. “Besok direncanakan Ketua Umum (SBY) akan mengumumkan kepada pers apa saja yang perlu diketahui dari proses penyelenggaraan konvensi Partai Demokrat, syarat ikut konvensi, bagaimana tahapannya,” ujar Max di Jakarta kemarin. Selain itu, juga sekaligus akan diumumkan jajaran anggota komite konvensi. Max mengatakan komite akan mengurus proses pendaftaran, penjaringan, hingga penyeleksian calon presiden. Mereka akan bekerja sama dengan lembaga survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas dan media massa untuk menyosialisasikan tahapan konvensi. “Anggota komite ada yang dari internal dan juga eksternal,” kata anggota Komisi Bidang Siaran DPR ini. Max menuturkan dari internal diambil dari Dewan Kehormatan dan pengurus pusat, sementara eksternal merupakan tokoh yang dianggap independen. Max menolak menyebutkan orang-orang yang menjadi anggota komite dengan alasan tidak tahu. (MI/U2)

n MI/SUSANTO

UJI COBA BANDARA KUALA NAMU. Penumpang menggunakan moda transportasi kereta Airport Railink System (ARS) dalam uji coba penggunaan Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (6-7). PT Angkasa Pura II melakukan uji coba bandara tersebut yang terintegrasi dengan kereta api, pembangunannya sudah mencapai 97 persen dan dilakukan pengoperasian penuh pada 25 Juli 2013 untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, Medan.

±

n ANTARA/M. Risyal Hidayat

PERMINTAAN ALQURAN MENINGKAT. Pekerja mengamati hasil cetakan dari Alquran di salah satu industri rumahan percetakan Alquran di kawasan Jalan Panggung, Surabaya, Jatim, Jumat (5-7). Menjelang Ramadan, permintaan Alquran meningkat hingga dua kali lipat, terutama untuk Alquran berukuran kecil, yang didistribusikan ke berbagai kota di Jawa Timur bahkan hingga luar pulau.

GEMPA ACEH

Korban Meninggal Capai 36 Orang ACEH (Lampost): Memasuki hari kelima pascagempa 6,2 skala Ricther di Aceh, Sabtu (6-7), korban meninggal mencapai 36 orang dan 8 orang dinyatakan hilang. Demikian diungkapkan Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (6-7). Dia menguraikan jumlah korban meninggal 36 orang, yaitu sembilan orang di Benermeriah dan 27 orang di Aceh Tengah. Lalu delapan orang dinyatakan hilang di Aceh Tengah. Delapan orang yang hilang diperkirakan tertimbun longsor di Desa Serampah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Saat gempa terjadi longsor sepanjang 500 meter di tepi

sungai dengan kedalaman sekitar 100 meter. Sebanyak 11 rumah dan satu poliklinik hilang tertimbun longsor. “Pencarian dan penyelamat­ an korban terus dilakukan,” katanya. Di Benermeriah, daerah terdampak meliputi 5 kecamatan dari 10 kecamatan. Sebanyak 23 orang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit. Dari jumlah itu empat orang dirujuk ke RS Lhokseumawe dan empat orang ke RS Banda Aceh. Jumlah pengungsi 3.618 orang. Terdapat 533 rumah rusak berat, 252 rumah rusak ringan, dan enam fasilitas umum rusak. Di Aceh Tengah, daerah yang terdampak 12 kecamatan dari 14 kecamatan. Kerusakan di Aceh Tengah lebih berat dibanding-

kan Benermeriah. Sebanyak 40 orang masih dirawat di rumah sakit dan satu orang dirujuk ke RS Banda Aceh. Sutopo mengungkapkan berdasarkan data sementara jumlah pengungsi mencapai 12.505 orang. Lalu sebanyak 5.516 rumah rusak berat, 2.750 rumah rusak sedang, dan 5.596 rumah rusak ringan. Terdapat 557 fasilitas umum rusak, seperti puskesmas, sekolah, masjid, musala, dan kantor pemda. Aliran listrik belum sepenuhnya pulih, baru 80%. Untuk penanganan darurat tersebut dikerahkan 802 personel TNI, 676 personel Polri, dan ratusan personel dari BNPB, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, RAPI, SKPD, dan relawan. (MI/U2)

“Secara kualitas, demokrasi kita masih ‘cacat’,” kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman dalam pertemuan regional Forum Rektor Indonesia se-Sumatera di Medan, Sabtu (6-7). Secara sekilas, kata Irman, memang proses demokrasi di Tanah Air sangat meriah. Dia mengilustrasikan ada­ nya pemberian hak kepada masyarakat untuk memilih pemimpin secara langsung. Demikian juga dengan kebebasan pers Indonesia lebih hebat dari negara yang selama ini disebut champion demokrasi, seperti Amerika Serikat (AS). Tetapi, proses demokrasi yang telah berlangsung sekitar 13 tahun dengan p e m b e r l a k u a n o to n o m i daerah dan penghapusan desentralisasi, kenyataan yang ada justru menegaskan adanya permasalahan yang cukup krusial dalam sistem pemerintahan. “Indonesia masih terpaku pada demokrasi prosedural,” katanya. Karena itu, tidak meng­ heran­kan jika hasil survei salah satu majalah ekonomi ternama, The Economist, pada 2013 menempatkan Indonesia pada peringkat 53 dalam peringkat ranking kualitas demokrasi. Bahkan, kualitas demokrasi di Tanah Air masih di bawah Timor Leste (peringkat 43) yang pernah menjadi bagian dari Indonesia. Rendahnya kualitas demokrasi di Indonesia itu disebabkan pelaksanaan selama ini masih sebatas demokrasi liberal yang memberikan kesempatan luas untuk terlibat dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala

daerah (pilkada). S e d a n g k a n d a l a m ke nyataannya, proses demokrasi yang dilangsungkan tersebut masih jauh dari nilai demokratis, serta banyak praktik kecurangan, manipulasi, dan transaksional. Indikasi banyak praktik tersebut dapat dilihat dari jumlah pengaduan masyarakat ter­ hadap hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut data yang didapatkan dari MK, dari 33 provinsi, 409 kabupaten, dan 93 kota yang menyelenggarakan pilkada sejak 2008 hingga Juni 2013, sebanyak 537 pilkada atau sekitar 90 persen berakhir di MK. Rendahnya kualitas demokrasi tersebut juga terlihat dari banyaknya kepala daerah yang diperiksa karena tersangkut masalah hukum. Menurut data di Kementerian Dalam Negeri, terdapat 21 gubernur, 7 wakil gubernur, 156 bupati, 46 wakil bupati, 41 wali kota, da 20 wakil wali kota yang tersangkut kasus hukum hingga Juni 2013.

Dewan Perwakilan Daerah mendeklarasikan Ketua DPD Irman Gusman sebagai calon wakil presiden pada Pemilih­ an Presiden (Pilpres) 2014. Hal tersebut disampaikan anggota DPD dari perwakil­ an Sumatera Utara (Sumut) di sela-sela Forum Rektor di Universitas Muhammadiyah, Medan, Sumut, Sabtu (6-7). Tiga anggota DPD hadir ketika pendeklarasian tersebut berlangsung, yaitu Parlin­ dungan Purba, Damayanti, dan Rahmad Syah. Pendeklarasian dilakukan dalam acara konferensi pers mengenai acara pertemuan rektor se-Indonesia. (ANT/U2)

PERDAMAIAN

Bentrok di Iskandariyah Tewaskan 12 Orang

Dua Korea Bahas Kawasan Industri Bersama

KAIRO (Lampost): Sebanyak 12 orang tewas dalam bentrokan di KotaIskandariyah (Alexandria), Mesir, Jumat (5-7). Selain itu, sekitar 200 orang terluka yang sebagian besar korban terkena luka tembak. Demikian dikemukakan Amr Nasr, kepala layanan darurat di kota itu.Sebelumnya diberitakan, setidaknya lima orang tewas ketika bentrokan antara lawan dan pendukung presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Mursi, Rabu (3-7). Tembakan pecah di kota resor Mediterania, Iskandariyah, yangpopuler di negara itu, kata saksi. Setidaknya satu orang tewas dan 50 lainnya luka-luka, kata kantor berita negara MENA, mengutip seorang pejabat medis setempat, Kamis (4-7). Empat orang tewas dalam bentrokan di kota utara Marsa Matrouh, kata gubernur negara bagian itu. Gubernur Badr Tantawi

SEOUL (Lampost): Korea Utara dan Korea Selatan menggelar pertemuan langka, Sabtu (6-7). Keduanya membicarakan pembukaan kembali kawasan industri bersama, yang menjadi lambang tersisa dari rujuk lintas perbatasan. Tetapi, pertemuan menunjukkan tanda awal kebuntuan karena kedua pihak terus berkutat soal masalah untuk dibicarakan lebih dulu. Pertemuan yang tertunda hampir dua jam tersebut digelar menyusul gesekan antara kedua Korea yang terjadi selama berbulanbulan. Termasuk ancaman perang dari Pyongyang setelah uji nuklirnya pada Februari menyebabkan PBB memperketat hukuman dan semakin memperburuk perekonomian negara tersebut. Kaesong merupakan korban terparah akibat peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea. Tetapi, kedua pihak tidak secara resmi

­ engatakan melalui telepon m dari KotaMediterania, dekat perbatasan Libya, bahwa ­banyak pendukung Mursi tewas. Sementara itu, lebih dari 200 orang Afghanistan berunjuk rasa diKabul, Jumat (5-7), untuk mendukung Muhammad Mursi yang telah digulingkan oleh kekuatan demonstran dan intervensi militer Mesir. Pengunjuk rasa memadati jalan-jalan di Kabul setelah salat jumat, dengan mene­ riakkan slogan pro-Mursi, mengibarkan bendera Mesir berukuran besar, dan meminta dikembalikannya kekuasaan presiden pada Mursi. “Saya tidak takut untuk Ikhwanul Muslimin di sana dan mendukung Presiden Mursi,” kata Mohammad Nabi Ahmadzai. Sejumlah polisi antihuruhara mengamati aksi unjuk rasa yang berlangsung secara damai. (ANT/U2)

CMYK

±

±

Calon Presiden

KONFLIK MESIR

±

±

menyatakan menutup kompleks industri tersebut dan hanya menyebutnya sebagai penutupan sementara. Kedua negara mengatakan mereka ingin membuka kembali kawasan industri yang dibiayai Seoul dalam wilayah Korut, tetapi kedua belah pihak juga saling menyalahkan atas penutupan sementara tersebut. “Ada banyak isu yang harus dibahas, tapi masalah pencegahan kerusak­an fasilitas itu akibat hujan harus menjadi prioritas,” kata ketua delegasi Korut, Pak Chol-Su, kepada pers saat pembukaan pertemuan. Timbalannya dari Korsel dan pejabat senior Kementerian Unifikasi, Suh Ho, menga­ takan, “Kami ke sini dengan berat hati karena kawasan industri Kaesong telah ditutup. Saya harap kami bisa menga­ tasi masalah dengan saling percaya dan kerja sama,” kata dia. (ANT/U2)

±

±


CMYK CMYK

± ±

minggu, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

± ±

OLAHRAGA 7

VARIA SPORT Hamilton Start Terdepan di GP Jerman

±

CMYK CMYK

± ±

NURBURGRUING—Pembalap Inggris, Lewis Hamilton, meng­ hapus kegagalan di balapan seri sebelumnya di kandang sendiri—Sirkuit Silverstone—dengan tampil sebagai yang tercepat di kualifikasi balap Formula Satu (F1) GP Jerman di Sirkuit Nurburgring, Sabtu (6-7). Pembalap Mercedez itu menempati start terdepan di balap­ an hari ini dengan menorehkan catatan di kualifikasi untuk satu lap (putaran), yakni 1 menit 29,398 detik. Hamilton unggul 0,103 detik atau sepersepuluh detik atas juara dunia tiga kali Sebastian Vettel, pembalap Jerman yang membela tim Red Bull. Start terdepan menjadi yang kedua bagi Hamilton setelah sebelumnya juga menempati pole di Silverstone. Rekan setim Vettel, Mark Webber, akan start di posisi ketiga. Kimi Raikkonen dari Lotus menempati posisi empat, meng­ gungguli rekan setimnya, Romain Grosjean. Daniel Ricciardo (Toro Rosso) ada di posisi enam. Di posisi tujuh dan delapan ada dua pembalap Ferrari, yakni Felipe Massa dan Fernando Alonso. Jenson Button (McLaren) dan Nico Hulkenberg dari Sauber, yang memilih untuk tidak mencatatkan waktu, melengkapi 10 pembalap tercepat di sesi ini. (MTVN/O1)

Fan Lakers Bakar Kaus Howard LOS ANGELES—Dwight Howard mendapat cemoohan dari para fan Los Angeles Lakers menyusul keputusannya tidak memperpanjang kontrak dengan klub tersebut. Kesal, para fan membakar jersey bernomor 12 yang dipakai Howard saat di Lakers. Pembakaran jersey Howard dilakukan para fan Lakers tak lama setelah center berusia 27 tahun itu memutus­ kan tidak memperpanjang kontraknya, untuk kemudian memilih bergabung bersama Houston Rockets pada Jumat (6-7). Foto-foto pembakaran jersey itu kemudian diunggah ke akun Twitter para fan dan kemudian di-mention ke akun Twitter Howard, @DwightHoward. Beberapa fan bahkan dengan sinis mengejek mantan center Orlando Magic tersebut. Kekesalan para fan memuncak setelah Howard mengu­ mumkan bergabung ke Rockets dan tidak memperpanjang kontraknya bersama Lakers melalui akun Twitter-nya. ­Howard menulis kalau Rockets merupakan tempat yang tepat bagi dirinya. “Saya memutuskan menjadi anggota Houston Rockets. Saya merasa Rockets adalah tempat yang tepat dan saya senang bisa bergabung dengan mereka. Saya tak sabar memulai musim baru dengan Rockets,” kata Howard yang langsung mengganti fotonya dengan memakai jersey Rockets. (MTVN/O1)

Bartoli Cetak Sejarah

±

LONDON (Lampost): Turnamen tenis Wimbledon 2013 melahirkan juara baru. Marion Bartoli tampil sebagai juara dengan menundukkan “sang pembunuh” Sabine Lasicki di final dengan skor 6-1 dan 6-4. Keberhasilan petenis Prancis itu mengangkat trofi Wimbledon sangat spesial karena gelar itu merupakan yang pertama di ajang grand slam sepan­j ang kariernya. Sebelumnya, Bartoli juga sempat maju ke final tur­ namen tertua itu pada 2007 tapi takluk dari Venus Williams di laga puncak. Kemenangan tersebut juga sekaligus memupus perjalanan spektakuler La­ sicki. Petenis Jerman itu sebelumnya menundukkan unggulan teratas Sere­ na Williams di babak keempat. Pada final yang berlangsung di Cen­ ter Court All England Club, Sabtu (6-7) malam, Bartoli, petenis peringkat 15 dunia, bermain apik. Dia tak memberi kesempatan Lasicki mengembangkan permainan di set awal dengan menutup pertandingan dengan skor telak 6-1. Bartoli meneruskan permainan agresifnya di set kedua yang mem­ buat Lasicki kewalahan. Bahkan, Bar­ toli sempat memimpin hingga 5-1 dan membuat match point. Namun, Lasicki yang tak mau diper­ malukan begitu saja mampu bangkit dan memberikan perlawanan ketat. Hasilnya pun cukup bagus dengan merebut tiga poin tambahan sehingga menipiskan ketinggalan menjadi 4-5. Di game berikutnya, Bartoli yang memegang servis tak lagi membuang kesempatan untuk merebut gelar. Sebuah ace memastikan petenis ber­

n REUTERS/SUZANNE PLUNKETT

REBUT GELAR. Petenis Prancis, Marion Bartoli, sambil tersenyum memperlihatkan trofi tenis Wimbledon yang baru diraihnya setelah menundukkan Sabine Lasicki dari Jerman pada final di London, Sabtu (6-7) malam. Bartoli menang mudah 6-1 dan 6-4. usia 28 tahun itu merebut titel grand slam pertamanya. Murray Tantang Djokovic Andy Murray masih menjaga kehor­ matan Inggris Raya dengan melaju ke final Wimbledon setelah mengalahkan petenis Polandia, Jerzy Janowicz, Sabtu (6-7) dini hari WIB. Murray akan me­ nantang peringkat satu dunia, Novak Djokovic, di partai puncak. Murray yang berstatus unggulan dua

sempat kehilangan set pertama 6-7 tie break 2-7. Tapi finalis 2012 itu segera memperbaikinya di tiga set berikutnya dengan kemenangan 6-4, 6-4, dan 6-3. Pengembalian Janowicz yang me­ lebar membuat Murray menang dan berpeluang menebus penantian Inggris Raya selama 77 tahun untuk menyabet juara di nomor tunggal putra. Sementara itu, di lapangan utama Wimbledon yang dipadati 15 ribu penonton, unggulan teratas Novak Djo­

kovic berduel dengan unggulan delapan asal Argentina, Juan Martin del Potro. Keduanya harus melewati pertarungan nyaris 5 jam yang berakhir dengan ke­ menangan Djokovic, 7-5, 4-6, 7-6 tie break 7-2, 6-7 tie break 6-8, dan 6-3. Nole—julukan Djokovic—sedang dalam misi membidik gelar major ketujuhnya di turnamen grand slam ke-13 secara beruntun. Partai final akan berlangsung 7 Juli mendatang waktu setempat. (MTVN/O1)

KEJURNAS CATUR

±

±

M. Ihsan Sabet 2 Perunggu BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pecatur Lampung meraih dua perunggu pada Kejurnas Catur 2013 yang berlangsung di As­ rama Haji Pondok Gede, Jakarta, dan berakhir Sabtu (6-7). Kedua gelar disumbangkan pecatur muda terbaik Sai Bumi Ruwa Jurai, M. Ihsan Siregar MP. Pecatur asal Kalianda, Lam­ pung Selatan, itu merebut pe­ runggu di kelas catur standar. Dari sembilan babak yang di­ lakoni, Ihsan mengumpulkan 7 poin solkof 49,5. Sebenarnya poin yang di­ kumpulkan Ihsan sama dengan peringkat dua yang diduduki

pecatur Yogyakarta, Awang Pu­ tra Sembada. Namun, Awang mampu mengumpulkan solkof lebih baik dengan nilai 51,5. Sedangkan juara pertama diraih Arif Abdul Hafiz FM dari Jawa Barat dengan poin 8,5. Selain dari kelas standar, Ihsan juga merebut posisi ke­ tiga di catur cepat. Ihsan kalah bersaing dengan peraih emas Ivan Max Milian MF dari Jabar dan posisi kedua M. Lutfi Ali CM asal Jawa Tengah. Di kategori senior, ­pecatur Lam­pung belum mampu me­ norehkan prestasi terbaiknya. Peringkat tertinggi pecatur Lam­

pung adalah ke-47 atas nama Said Ansori MN dengan poin 7. Di putri, Via Lastiningtyas harus puas duduk di peringkat 5 setelah melewati 11 babak dengan 6,5 poin. Dua keme­ nangan diraih Via di babak 10 dengan menundukkan Hera Apriyanti dari Riau dan di ba­ bak 11 menang atas Wulandari asal Sumatera Selatan. Juara umum pada kejur­ nas kali ini disabet kontingen Jabar dengan mengumpulkan 8 emas, 6 perak, dan 8 perung­ gu. Posisi kedua DKI Jakarta dengan 5 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. (LUG/D3)

n AP/LAURENT REBOURT

JUARA ETAPE Pembalap Slovakia, Peter Sagan (kaus hijau), memenangkan adu sprint dengan John Degenkolb asal Jerman jelang finis etafe 7 Tour de France sejauh 205,5 kilometer dari Montpellier ke Albi, Jumat (5-7) waktu setempat.

±

±

TURNAMEN VOLI

Anter B Bertemu Ivoba di Final SRAGI (Lampost): Wakil tuan rumah Anter B akan berhada­ pan dengan Ivoba Bakauheni, Lampung Selatan, pada final turnamen voli Karang Taru­ na, Dusun Bunut Utara, Desa Bandaragung, Kecamatan Sra­gi, Lampung Selatan. Ke­ dua tim mampu mengalahkan lawan-lawan di semifinal, Jumat (5-7) malam. Ketua pelaksana kegiatan, Opan Supandi, mengatakan Anter B dan Ivoba Bakauheni maju ke final setelah menga­ lahkan Pasopati B Ketapang dan Adiluhur Lampung Timur.

±

CMYK

±

Hingga berita ini diturunkan laga final masih berlangsung. “Kami belum tahu siapa yang akan menjadi juara. Sebab, pertandingan perebutan juara tiga dan empat antara Pasopati B Ketapang melawan Adiluhur Lampung Timur masih berlang­ sung. Jika kondisi cuaca tidak hujan, perebutan juara pertama juga akan dilaksanakan sore ini,” katanya kemarin. Opan menambahkan laga semifinal yang seharusnya digelar Jumat terpaksa ditunda karena hujan deras meng­ guyur sebagian besar Lam­

pung Selatan dan dilanjutkan Sabtu pagi. Ivoba Bakauheni maju ke final setelah mengalahkan Pasopati 2-3 dengan skor 25-23, 20-25, 2522, 18-25 dan 11-15. Sementara tuan rumah Anter B mengalah­ kan Adiluhur 3-1 dengan skor 23-25, 25-20, 25-14, dan 25-18. “Memang sore ini (kemarin, red) merupakan pertandingan perebutan juara satu, dua, tiga, dan empat. Untuk juara satu mendapatkan uang tunai Rp2 juta, kedua Rp1 juta, ketiga Rp750 ribu, dan keempat Rp500 ribu,” katanya. (WAN/O1)

CMYK

±


CMYK

±

MINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

CMYK

±

OLAHRAGA

±

David Moyes “Wayne Rooney tidak akan dijual. Ia adalah pemain MU dan akan tetap akan menjadi pemain MU.”

8

UJI COBA

±

‘Comeback’ Manis Donovan Bersama Timnas SAN DIEGO (Lampost): Ameri­ ka Serikat mencetak hasil mengesankan dalam laga uji coba dengan menenggelamkan Guatemala enam gol tanpa balas. Kemenangan ditandai dua gol dari Landon Donovan yang kembali memperkuat tim berjuluk Yanks. Tambahan dua gol membuat Donovan sudah mencetak 51 gol bagi Timnas AS. Itu menjadikannya sebagai pemain pertama yang menyumbang setidaknya 50 gol bagi timnas. Pada laga persahabatan di Qualcomm Stadium, San Diego, Jumat (5-7) waktu setempat, Donovan tampil oke. Penye­ rang LA Galaxy itu menoreh­ kan sepasang gol di babak ke­dua. Gol pertama pada menit ke-56 berasal dari eksekusi penalti. Sedangkan yang kedua terjadi pada menit ke-72, semenit sebelum ditarik keluar pelatih Juergen Klinsmann. Penampilan pemain berusia 31 tahun merupakan yang pertama setelah absen beberapa

o

TD-

waktu terakhir, termasuk sejumlah laga kualifikasi yang dilakoni AS pada Maret lalu. Donovan nyaris setahun tak memperkuat timnas dengan tampil terakhir kali ketika menghadapi Meksiko pada 15 Agustus 2012 lalu. Bagi dia kemenangan sangat berarti menjelang Piala Emas Concacaf, 7—28 Juli, selain usaha menuju Piala Dunia Brasil 2014 mendatang. “Saya sangat senang bisa kembali ke timnas. Malam ini adalah yang terindah, atmosfer hebat dan menyenangkan bagi kami sebagai persiapan ke Piala Emas,” ujar Donovan di Reuters. “Wondo (Chris Wondolowski) mencetak gol pertamanya dan 50 buatku. Ini benar-benar malam yang indah,” katanya. Empat gol lain AS ke gawang Guatemala di laga ini dicetak Herculez Gomez di menit ke42, Wondolowski (71’), Claren­ ce Goodson (85’), dan Alejandro Be­doya (88’). (O1)

TRANSFER

Muenchen Tak Mau Turunkan Harga Gomez

±

MUNICH (Lampost): Fiorentina me­nerima kabar buruk terkait ketertarikannya mendatangkan striker Bayern Muenchen, Mario Gomez. Die Roten tak mau menurunkan harga sang pemain. Klub peraih treble musim lalu itu diyakini meminta 20 juta euro dari transfer Gomez. Namun, La Viola menilai permintaan raksasa Jerman itu terlalu tinggi dan mereka tak sanggup memenuhinya. Klub kontestan Seri A itu kabarnya hanya bersedia menyetor 15 juta euro. Padahal sang pemain secara personal dikabarkan telah bersepakat dengan Fiorentina, klub yang sangat ingin dia bela. Namun, Gomez harus lebih bersabar untuk hijrah ke Artemio Franchi. “Kalau persyarat a n yan g kami minta tidak dipenuhi, transfer ini tidak terjadi,” ujar Matthias Sammer, direktur olahraga Muenchen, kepada telev i s i Sport1. “Selama perminta­ an kami tidak dipenuhi,

Mario tetap bersama kami. Namun, Mario ingin hijrah ke Fiorentina,” katanya. Kontrak Gomez di FC Hollywood baru berakhir pada Juni 2016. Gomez bersama Mario Gotze dan Jan Kirchhoff didenda ka­ re­na mengenakan baju produk Nike di acara resmi klub. Ketiganya seharusnya tidak mengenakan apparel keluaran Nike karena Die Roten terikat kontrak dengan Adidas. Akan tetapi, tak dijelaskan berapa besaran denda tersebut. Yang jelas, uang denda itu akan didonasikan untuk para korban banjir di Jerman. (O1)

Mario Gomez n AP

±

±

n AP/GREGORY BULL

GOL PEMBUKA. Penyerang AS, Herculez Gomez (kanan), mencetak gol pertama timnya ke gawang Guatemala yang dikawal Ricardo Jerez (1) pada laga persahabatan di Qualcomm Stadium, San Diego, Jumat (5-7) waktu setempat. AS tampil perkasa dengan kemenangan 6-0.

Tur Pramusim MU tanpa 3 Pilar MANCHESTER (Lampost): Manchester United diragukan tampil dengan kekuatan penuh. Trio Ashley Young, Chris Smalling, dan Luis Nani diragukan ikut karena masih bergelut dengan cedera. Manajer David Moyes me­nungkapkan ketiga pemain mulai absen di akhir musim 2012—2013 lalu. Young bermasalah dengan ankle-nya, Smalling harus masuk ruang perawatan akibat cedera kaki, dan Nani mengalami cedera hidung. Ketiganya belum berlatih dan kondisinya bakal ditinjau awal pekan depan sebelum memutuskan apakah mereka bisa ikut tur ke Thailand pada Rabu atau tidak. “Ada beberapa pemain yang diragukan ikut tur pramusim karena cedera dan ada beberapa yang telah pulih. Mereka masih mungkin ikut, tapi kondisinya akan ditinjau di awal pekan depan,” kata Moyes, Jumat (5-7) waktu setempat. Moyes juga membenarkan personel anyar Wilfried Zaha akan mengha­ dap untuk pertama kali pada Senin pekan depan, setelah diberikan tambahan waktu rehat menyusul harus tampil di Kejuaraan Eropa U-21 baru-baru ini. Shinji Kagawa belum akan

bergabung dengan rekanrekannya hingga MU tiba di Jepang pada 21 Juli. Sementara Javier Hernandez bakal absen. Sementara itu, Moyes menegaskan Wayne Rooney tidak akan dijual. Suksesor Sir Alex Ferguson itu mengaku telah mengadakan pertemuan dengan

W

alau tanpa kehadiran ketiga pemain, tak terlalu memengaruhi kekuatan Setan Merah.

Rooney untuk membahas masa depan suami Coleen McLoughlin itu. “Wayne Rooney tidak akan dijual. Ia adalah pemain MU dan akan tetap akan menjadi pemain MU,” ujar Moyes dalam kon­feren­si pers pertama Moyes, Jumat (5-7) waktu setempat. Dalam pertemuan empat mata itu, Rooney menyatakan sempat tidak nyaman berada di Old Trafford, ter­utama saat laga mela-

wan Real Madrid karena hanya duduk di bangku cadangan. Dengan batalnya Rooney hengkang, sejumlah klub seperti Barcelona, Arsenal, dan juga Chelsea harus mengurungkan niat mengambil keuntungan dari situasi sulit yang dialaminya di Setan Merah.

Konsultasi Moyes juga mengakui masih akan terus bertanya kepada Sir Alex Ferguson apabila dia memerlukan bantuan. Dia sudah berbicara dengan Ferguson terkait beberapa hal, dan sosok berusia 71 tahun tersebut telah memberinya kepercayaan diri, meskipun masih merasa kurang ber­ pengalaman dalam beberapa hal. “ S ay a h a ra p Sir Alex Ferguson duduk di boks para direktur,” ujar Moyes. “Dia sangat bagus selama ini. Saya sudah memanggil dia untuk nasihat beberapa kali dalam beberapa hal. Saya bertanya pada pelatih Rene Meulensteen untuk berta­ han, tetapi dia merasa adil untuk membiarkan saya sendirian. Ferguson tidak di sana untuk menekan saya. Keluarga Glazers sa­ ngat baik sejak saya di sini

dan begitu juga CEO baru Edward Woodward,” ujar mantan arsitek Everton itu. “Saya tidak berpengalaman dalam banyak hal dan mereka bisa saja membawa seseorang yang lebih berpengalaman masuk, tetapi keperca­ yaan diri besar yang saya miliki adalah perkataan Sir Alex kepada saya ‘Anda

adalah pelatih Manchester United berikutnya’.” Untuk itu, pelatih berusia 50 tahun tersebut berharap dukungan dari suporter klub. Dia ingin transisi yang mulus karena dia menerima skuat yang seharusnya mampu mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris. “Saya akan baru di depan banyak suporter,” ujar Moyes. “Ini adalah e­ra baru, tetapi Sir Alex Ferguson tidak akan pernah memudar. Dia akan selalu berada di sini, Anda dapat melihat patungnya, Anda dapat melihat tribunenya, dan dia pasti menjadi sosok yang saya tuju. S a y a harap suporter menyadari wakt u nya tel a h usai dan ini adalah waktu untuk seseorang yang lain,” ujarnya. (MTVN/O1)

±

Nani n REUTERS

±

OFFSIDE

Nesta Incar Trofi Terakhir

Tevez Berharap ke Timnas

Jovetic Tampik Minat Napoli

MONTREAL—Alessandro Nesta bertekad merengkuh trofi di musim ter­ akhirnya sebagai pemain profesional. Mantan bintang AC Milan berusia 37 tahun kini memperkuat klub MLS Montreal Impact. Beberapa waktu lalu, dia mengonfirmasi keputusannya untuk pensiun di akhir musim 2013—2014. Namun, sebelum menggantung sepatu, Nesta bertekad meng­angkat trofi untuk terakhir kalinya. “Memenangkan Piala MLS akan menjadi cara yang bagus untuk mengakhiri ka­rier saya,” kata Nesta seperti di­lansir Marca. “Saya sangat menyukai perlakuan organi­sasi yang kekeluargaan ini. Anda merasa seperti di rumah dan semua orang beker­ ja sama untuk (kepenting­an) klub,” ujar pria Italia itu. “Semua berjalan sa­ ngat baik dan saya semakin memahami liga ini. Ketika saya tiba (di MLS), semuanya terasa sangat baru. Bahasa Inggris saya semakin baik dan saya bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan setim, pelatih saya, semua orang.” (O1)

TURIN—Carlos Tevez mengaku akan senang menerima undangan kembali ke Timnas Argentina di Piala Dunia 2014. Striker anyar Juventus itu tak lagi tampil untuk Albiceleste sejak Alejandro Sabella mengambil alih kursi pelatih pada Agustus 2011. Tevez akan senang ikut terlibat dalam timnas di Brasil, tapi dia sadar servisnya untuk saat ini tidak dibutuhkan Argentina, yang sekarang unggul tiga poin di puncak klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan. “Saya pikir Albiceleste melakukannya dengan baik dan itu sama dengan saya,” ujar penyerang berusia 29 tahun. “Saya tak akan mengatakan tidak jika mereka memanggil saya untuk Piala Dunia, tapi s ay a p i k i r i t u (kualifikasi) sudah dipastikan. Mere­k a bermain bagus meski tanpa saya,” kata Tevez. (O1)

FLORENCE—Beredar kabar Stevan Jo- vetic menolak hijrah ke Napoli ka­rena sang bintang Fiorentina itu berkeras ingin ke Juventus. Jovetic disebut-sebut sebagai calon pengganti potensial untuk Edinson Cavani yang santer diberitakan akan dilepas ke Paris SaintGermain, setelah klub asal Prancis bersedia menebus klausul pembelian. Namun, Sky Sport Italia mengklaim Jovetic menolak kesempatan berdiskusi dengan tim yang saat ini dilatih Rafael Benitez. Masih harus dilihat apakah La Viola akan membujuk negosiasi dengan I Partenopei, tapi tampaknya pemain internasional Montenegro itu ingin menunggu kesempatan berseragam I Bianconeri. Situasi menjadi sulit karena La Viola dengan tegas hanya akan melepasnya ke Juve dengan harga 30 juta euro. Jika sulit mendapatkan Jovetic, Napoli akan mengalihkan perhatian ke penyerang tengah Manchester City, Edin Dzeko. (O1)

Alessandro Nesta

Carlos Tevez

Stevan Jovetic

n AP

n AP

n AP

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

refleksi

±

±

DJADJAT SUDRADJAT

Muda

9

BUNG Karno memang selalu punya “sihir” untuk mengge­ rakkan kaum muda. Ia pernah berse­ ru: “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Dan, di depan anak-anak muda, ia teriakkan sebuah pernyataan bertuah: “Satu orang (muda) yang punya prinsip jauh lebih bermanfaat daripada 99 orang yang punya kepentingan.” “Sihir” Bung Karno menghujam dalam. Du n ia terg u ncang d i bawah kaum muda yang ia pimpin, baik da­ lam dunia pergerakan maupun dalam pemerintahan ketika ia kemudian menjadi presiden. Ia mengguncang Hindia Belanda dengan Indonesia Menggugatnya yang amat patriotik ketika ia berusia 26 tahun. Pleidoi ini kemudian menjadi dokumen politik menentang kolonia­ lisme dan imperialisme yang mendunia. Naskah pembelaan ini diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing. Dunia tentara juga digerakkan kaum muda. Jenderal Sudirman dilantik sebagai Panglima Besar TNI (dulu Ten­ tara Keamanan Rakyat) pada usia 29 tahun. Sosok yang berlatar belakang pandu dan guru Muhammadiyah ini menjadi jenderal besar pertama di Indonesia. Ia wafat pada usia 34 tahun, menyerbakkan segala keagungan. Patriot pemberani, pemimpin yang disegani. Jenderal Abdul Haris Nasution, peletak dasar teori perang gerilya, berusia 31 tahun ketika dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Inilah jenderal intelektual, penulis buku Pokok-Pokok Gerilya, yang strateginya ditiru banyak negara. Maria Ulfah meraih gelar Messter in de Rechten dari Uni­ versitas Leiden pada usia 21 tahun. Ia perempuan pertama Indonesia yang lulus sarjana hukum di univeritas terkemuka Belanda. Maria diangkat menjadi Menteri Sosial pada usia 34 tahun. Sutan Syahrir, atasannya, ketika diangkat menjadi perdana menteri berusia 36 tahun. Menteri Penerangan, Mohammad Natsir, berusia 37 tahun. Kala itu kaum muda menjadi lokomotif pergerakan di mana-mana. Bung Karno dan Mohammad Hatta, pemimpin orangorang muda itu, ketika dilantik menjadi presiden-wakil presiden masing-masing berusia 44 dan 43 tahun. Spirit nasionalisme yang bergelora, disiplin diri yang tinggi, pen­ didikan yang menekankan kecerdasan dan kearifan, serta semangat zaman perubahan, kala itu benar-benar mampu melahirkan tokoh-tokoh kelas satu. Kini masa keemasan kaum muda berada di pucuk kepemimpinan nasional telah memudar. Menjelang Pemilu 2009, aktivis Fadjroel Rahman pernah berupaya mengemba­ likan semangat kepemimpinan muda dengan mengucapkan selamat tinggal kepada kaum tua, “sunset generation.” Tapi, alih-alih yang muda muncul menjadi inspirasi, mereka banyak terlibat korupsi. Belum ada tanda-tanda kaum muda muncul sebagai calon pemimpin nasional pada Pemilu 2014. Tapi, di Lampung, di antara lima calon gubernur, muncul anak muda, Muham­ mad Ridho Ficardo, 33 tahun. Kita menyambut keberanian dan tekadnya. Tapi, publik masih banyak yang bertanya, siapa dia selain bapaknya yang juragan gula? “Ia serupa benda yang jatuh dari langit,” demikian ada yang berkata. Tapi, ambisi ini tak boleh dianggap sepi. Lewat fotofotonya yang dominan di kanan kiri jalan, kita menikmati wajahnya yang bersih dan senyumnya yang manis. Dari se­ jumput biodatanya yang tersebar, masih ada yang bertanya, cukup bekalkah ia sebagai calon pemimpin kelas provinsi? Kita perlu tahu pikiran-pikiran anak muda ini tentang Lampung dan Indonesia. Kita perlu ruang terbuka di mana dia bicara, publik menyimak, menganalisis, dan bertanya. Mungkin kita memuji atau memprotesnya. Mungkin juga diam. Prinsipnya sebuah ujian harus diberikan kepada calon pemimpinnya. ***

Member of Media Group

Redaktur: Heru Zulkarnain, Hesma Eryani, Muharam Chandra Lugina, Nova Lidarni, Sri Agustina, Sudarmono, Trihadi Joko, Wiwik Hastuti, Zulkarnain Zubairi. Asisten Redaktur: Aris Susanto, Isnovan Djamaludin, Kristianto, Lukman Hakim, Musta’an Basran, Rinda Mulyani, Rizki Elinda Sary, Sri Wahyuni, Vera Aglisa. Liputan Bandar Lampung: Agus Hermanto, Delima Napitupulu, Iyar Jarkasih, Ricky P Marly, Sony Elwina Asrap. LAMPOST.CO Redaktur: Amirudin Sormin. Asisten Redaktur: Adian Saputra, Sulaiman. Content enrichment Bahasa: Wiji Sukamto (Asisten Redaktur), Chairil, Susilowati. Foto: Hendrivan Gumay (Asisten Redaktur), Ikhsan Dwi Satrio, Zainuddin. Dokumentasi dan Perpustakaan: Syaifulloh (Asisten Redaktur), Nani Hasnia. Desain Grafis redaktur: DP. Raharjo, Dedi Kuspendi. Asisten Redaktur: Sugeng Riyadi, Sumaryono. Biro Wilayah Utara (Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat): Mat Saleh (Kabiro), Aripsah, Buchairi Aidi, Eliyah, Hari Supriyono, Hendri Rosadi, Yudhi Hardiyanto. Biro Wilayah Tengah (Lampung Tengah, Metro, Lampung Timur): Chairuddin (Kabiro), Agus Chandra, Agus Susanto, Andika Suhendra, Djoni Hartawan Jaya, Ikhwanuddin, M. Lutfi, M. Wahyuning Pamungkas, Sudirman, Suprayogi. Biro Wilayah Timur (Tulangbawang, Mesuji, Tulangbawang Barat): Juan Santoso Situmeang (Kabiro), Merwan, M. Guntur Taruna, Rian Pranata.

±

±

wawancara ‘BLSM Rendahkan Martabat Rakyat’

Pemimpin Umum: Bambang Eka Wijaya. Wakil Pemimpin Umum: Djadjat Sudradjat. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Gaudensius Suhardi. Wakil Pemimpin Redaksi: Iskandar Zulkarnain Pemimpin Perusahaan: Prianto A. Suryono. Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Djafar H. Assegaff, Elman Saragih, Laurens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryopratomo, Toeti Adhitama, Usman Kansong. Redaktur Pelaksana: Iskak Susanto. Kepala Divisi Percetakan: Kresna Murti. Sekretaris Redaksi: M. Natsir. Asisten Redaktur Pelaksana: D. Widodo, Umar Bakti

±

CMYK

±

Biro Wilayah Barat (Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran): Sayuti (Kabiro), Abu Umarly, Erlian, Meza Swastika, Mif Sulaiman, Sudiono, Widodo. Biro Wilayah Selatan (Lampung Selatan): Herwansyah (Kabiro), Aan Kridolaksono, Juwantoro, Usdiman Genti. Senior Account Manager Jakarta: Pinta R Damanik. Senior Account Manager Lampung: Syarifudin Account Manager Lampung: Edy Haryanto. Manager Sirkulasi: Indra Sutaryoto. Manager Keuangan & Akunting: Rosmawati Harahap. Harga: Eceran per eksemplar Rp3.000 Langganan per bulan Rp75.000 (luar kota + ongkos kirim). Alamat Redaksi dan Pemasaran: Jl. Soekarno Hatta No.108, Rajabasa, Bandar Lampung, Telp: (0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi). Faks: (0721) 783578 (redaksi), 783598 (usaha). http://www.lampungpost.com e-mail: redaksi@lampungpost.co.id, redaksilampost@yahoo.com. Kantor Pembantu Sirkulasi dan Iklan: Gedung PWI: Jl. A.Yani No.7 Bandar Lampung, Telp: (0721) 255149, 264074. Jakarta: Gedung Media Indonesia, Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp: (021) 5812088 (hunting), 5812107, Faks: (021) 5812113. Kalianda: Jl. Soekarno-Hatta No. 31, Kalianda, Telp/Fax: (0727) 323130. Pringsewu: Jl. Ki Hajar Dewantara No.1093, Telp/Fax: (0729) 22900. Kotaagung: Jl. Ir. H. Juanda, Telp/Fax: (0722) 21708. Metro: Jl. Diponegoro No. 22 Telp/Fax: (0725) 47275. Menggala: Jl. Gunung Sakti No.271 Telp/Fax: (0726) 21305. Kotabumi: Jl. Pemasyarakatan Telp/Fax: (0724) 26290. Liwa: Jl. Raden Intan No. 69. Telp/Fax: (0728) 21281. Penerbit: PT Masa Kini Mandiri. SIUPP: SK Menpen RI No.150/Menpen/ SIUPP/A.7/1986 15 April 1986. Percetakan: PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno - Hatta No. 108, Rajabasa, Bandar Lampung Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, ­WARTAWAN LAMPUNG POST DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU M ­ EMINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN.

CMYK

±

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah beberapa hari lalu terus menuai protes. Inflasi yang melejit membuat sebagian masyarakat menilai kebijakan ini tidak tepat. Di sisi lain, pemerintah meluncurkan ban­ tuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai “imbalan” atas penaikan harga BBM itu. Bagaimana hakikat BLSM yang dipan­ dang upaya memberi “ikan” ketimbang “kail” oleh pemerintah itu? Simak wawancara war­ tawan Lampung Post Adian Saputra dengan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy, Kamis (27-6), di kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela), usai memberikan kuliah umum. Harga BBM baru saja dinaikkan. Lalu, pemerintah memberi BLSM. Apa komentar Anda? Penerima BLSM ini adalah mereka yang dipandang pemerintah layak untuk me­ nerima bantuan uang tunai senilai Rp150 ribu saban bulan. Mereka inilah yang didata pemerintah dan mendapatkan kartu jaminan sosial atau KJS. Yang menjadi masalahnya ialah memberikan uang tunai senilai Rp150 ribu itu pada dasarnya memiskinkan harkat rakyat yang sudah miskin! Sekarang coba kita simak. Angka kemiskinan itu, di Lampung misalnya, adalah mereka yang punya penda­ patan Rp700 ribu setiap bulan. Bahkan, ada yang di kisaran Rp300 ribu. Sekarang, kalau warga memperoleh Rp150 ribu saban bulan, apakah akumulasinya mencapai Rp700 ribu? Itu artinya, pemerintah memandang remeh persoalan ini. Dan satu yang diingat, ini adalah upaya pemerintah membentuk citra bahwa mereka memperhatikan kaum miskin. Padahal, uang yang dipakai untuk membayar BLSM itu tidak dari APBN. Itu adalah duit pinjaman dari Asia Development Bank (ADB) dan World Bank. Jadi, tak ada hubungannya sama sekali dengan APBN. Inilah paradoks yang dilakukan pemerintah. Mengapa ini sampai terjadi? Begini. Bahan bakar itu adalah public goods. Disebut public goods karena ia diperoleh tanpa persaingan dan nonsubsti­ tusi. Artinya, ini memang sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjadikan bahan pokok itu bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Tanpa memandang apakah dia miskin dan tidak. Penyebutan masyarakat miskin dan kaya dalam konteks BBM ini sebetulnya tak dikenal di masa lalu. Sebab, ini public goods. Semua masyarakat berhak mendapatkannya. Karena pemerintahan Yudhoyono ini menggunakan pola pikir kaya-miskin, akhir­ nya inilah yang terjadi. Harga BBM men­ jadi naik, dan dengan alasan itu kemudian pemerintah meluncurkan BLT atau BLSM untuk menutupi kekurangmampuan orang miskin yang berpendapatan rendah. Jangan lupa, pemberian BLSM ini selalu berdekatan dengan pemilu sehingga kami berkeyakinan ini memang skema partai berkuasa untuk kembali mendulang suara di pemilu men­ datang. Coba diingat Pemilu 2004. Memilih anggota DPD saja, masyarakat tidak usah lihat gambar. Mereka hanya ingat satu nomor: 31. Nomor apa itu? Ya, nomor Partai Demokrat. Itulah yang dikenal dengan istilah false vote. Orang memilih itu bukan karena idealisme­ nya, melainkan karena sudah disogok. Ka­ rena disogok begitu, orang atau legislatornya disebut false representative (keterwakilan semu). Dan itu pada muaranya ke false autho­ rity (otoritas semu). Maka wajar kalau rezim sekarang berupaya mendorong BLSM sebagai senjata menuju pemilu berikutnya. Publik hanya mendapatkan false public policy atau kebijakan politik yang semua. BLSM itulah contohnya.

pemerintah tentu saja membuka lapangan kerja yang memungkinkan semua rakyat di negeri ini untuk bekerja, memeras otaknya, mengeluarkan keringatnya. Jadi, tak ada lagi itu BLSM yang malah merendahkan martabat dan harkat rakyat Indonesia. Hakikat BLSM sendiri di mata Anda? BLSM itu penyederhanan masalah yang menyesatkan (misleading simplification). Pe­ merintah punya opini bahwa dengan BLSM itu persoalan kemiskinan itu selesai. Perso­ alan warga yang sulit bekerja akan selesai. Rampung. Dananya juga disiapkan yang besar meski itu hasil pinjaman ke ADB dan Bank Dunia. Dan parahnya, masyarakat kita menerima saja itu dengan gembira. Tadi di kuliah umum Polinela, saya sur­ vei kecil-kecilan. Saya tanya mahasiswa. Intinya, apakah mereka senang kalau ada keluarga menerima BLSM? Sebagian mahasiswa senang. Mereka be­ ralasan, duit sebesar itu sedikit banyak membantu keluarga mencukupi kebutuhan. Saya kemu­ dian tanya lagi, kira-kira mana yang ambil ke­ untungan lebih besar dari BLSM itu, pemerintah atau rakyat miskin? Semua mahasiswa menjawab pemerintah. Inilah anehnya. Di satu sisi kita memahami benar bahwa BLSM itu hanya menguntungkan nama baik pe­ merintah, di sisi lain kita senang menerika duit yang hanya Rp150 ribu itu. Apakah cu­ kup persoalan hidup setiap bulan dengan uang sebesar itu? Dan yang penting dicatat, masyarakat menerima itu dengan tangan menengadah, tidak setara. Mereka hanya menerima tanpa berusaha. Itulah yang saya maksud dengan penyederhanaan masalah yang menyesatkan. Dan di masyarakat sudah terjadi apa yang dalam teori disebut stockholm syndrome. Masyarakat menjadi korban, tapi mereka seolah memaafkan apa yang dilakukan pihak lain kepada mereka sehingga rakyat men­ derita. Sudah tahu bahwa BLSM itu tak bakal mencukupi, tapi kita masih mau menerima seolah itu membantu. Itu kan kamuflase. Dan masyarakat kita sudah masuk jejaring memaafkan kesalahan orang yang membuat kita menderita, stockholm syndrome. Politik ternyata juga punya saham atas karut-marutnya BLSM ini? Benar. Saya tegaskan. BLSM ini diberikan saat iklim politik menjelang pemilu. Semua memahami ini dengan baik. Warga dicuci pikirannya agar merasa diperhatikan oleh pemerintah. Nanti, yang ada dalam pikiran rakyat menjelang memberikan suaranya di bilik TPS ialah partai apa pemerintah ini. Itulah yang kemudian dicoblos oleh rakyat. Pemilih kita memberikan suara tanpa pemahaman dan idealisme yang baik. Yang dibangun adalah konstruksi sederhana. Yang dipilih adalah yang memberikan uang. Ini politik uang. Suap. Karena prosesnya diawali dengan suap, representasi rakyat­ nya menjadi semu. Wakil rakyat yang semu melahirkan otoritas yang juga semu. Apalagi negara memiliki semua entitas yang bisa

BIODATA Nama : Ichsanuddin Noorsy Kelahiran : Jakarta, 9 September 1958 Pendidikan : Akademi Teknik Tekstil UPN (1981) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1987), Pascasarjana FISIP UI (2001) Doktor ekonomi Universitas Airlangga Surabaya (2011) Kursus : FPsi-UI LPT (1980) Institut Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (1987) Summa Excellentia (1990) Pengalaman kerja: Wartawan Prioritas (1982-1989) Anggota DPR/MPR (1997-1999) Managing Director Lembaga Studi Kebijakan Publik (1999-2002) Staf Khusus Jaksa Agung (2000-2001) Komisaris PT Pelindo II (2000-2001) Tim Ahli Pusat Studi Kerakyatan UGM (2005-2010) Penulis

Ada cara lain agar produk serupa BLSM ini memang bisa dirasakan manfaatnya untuk rakyat? Kalau pemerintah selama ini cenderung mengklasifikasi warganya dengan kartu ja­ minan sosial, itu mesti diganti. Dengan apa? Bikinlah kartu jaminan kerja (KJK). Bikin rakyat bekerja semua sehingga mereka punya penghasilan. Bikin rakyat punya usaha agar mereka mencukupi semua kebutuhannya tanpa perlu diberi uang tunai. Cara pandang­ nya sederhana. Mana lebih terhormat antara kita menerima duit tunai dengan tangan te­ ngadah, dengan menerima penghasilan kar­ ena kita kerja dan bersalaman dengan se­tara? Mana yang lebih mulia? Mana yang lebih manusiawi? Maka itu, yang wajib dilakukan

±

Ichsanuddin Noorsy Pengamat Ekonomi Politik

±

melanggengkan kekuasannya. Mereka punya militer, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan agama. Dalam konteks Lampung, selain BLSM ini, apa yang menarik kajian Anda? Jembatan Selat Sunda tentu saja. JSS. Jembatan ini dibangun dengan kemitraan swasta. Dengan demikian, ini akan menjadi pasar uang untuk mereka. Teknologi dan sumber daya sebagian besar akan dilaku­ kan oleh Cina. Buat saya, ini akan menjadi beban sejarah untuk anak cucu kita ka­rena semuanya dimulai dari asing. Padahal, kalau kita mau jujur, JSS ini belum begitu urgen buat masyarakat. Indonesia ini bukan negara berbasis darat, tapi laut. Maka, jalur distribusi terbaik yang mesti dikembangkan dan terus diperbaiki adalah laut. Dalam jangka pendek, benar bahwa nantinya JSS ini akan bermanfaat buat masyarakat. Tapi jika tidak mengalami pemeliharaan dengan baik, nasibnya bisa tragis seperti di Tenggarong, baru beberapa tahun, runtuh, dan memakan korban jiwa. Kalau dalam jangka panjang, negara tidak mampu menjaganya, JSS akan menjadi be­ ban sejarah masa depan. Pemerintah boleh saja mengklaim bahwa Jembatan Sura­ madu sukses. Tapi studi saya menyebutkan, masyarakat Madura sampai sekarang tidak mendapatkan banyak manfaat dari jembatan itu. Kecuali hanya jalur penyeberangan saja. Nah, dalam konteks JSS buat Lampung, pendekatannya jangan pada pendekatan biaya ekonomi. Lampung juga mesti menghi­ tung sosial political cost benefit analysis. Salah satu item, misalnya, dengan meningkatkan infrastruktur pelabuhan dan kapal sehingga persoalan kapal yang semakin terbatas de­ ngan usia tuanya bisa diatasi. Demikian pula soal kesiapan dermaganya, apalagi menje­ lang arus mudik Lebaran. Nah, kalau ini bisa dihitung dalam dalam jangka panjang menguntungkan generasi sesudahnya, oke-oke saja JSS direalisasikan. Tapi kalau sampai sekarang Lampung dan Banten belum menghitung soal keuntungan sosial dan politiknya, JSS belum perlu untuk direalisasikan. Kita jangan menciptakan ketergantungan atas nama globalisasi. Sekarang teknologinya kita pakai, besok tenaga kerjanya juga dari luar, besoknya lagi semua suku cadang JSS juga dari luar. Kita dibikin tergantung oleh globalisasi tanpa kita pernah mampu secara mandiri menciptakan peluang untuk diri sendiri. Ini yang mesti dihitung oleh Lam­ pung dan Banten. Jangan sampai ini malah membuat kita tergantung dengan asing dan membuat beban sejarah buat anak cucu. n

CMYK

±

±


CMYK

±

CMYK

±

±

KELUARGA mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

10

Bagaimana Mengatur Keuangan Saat Ramadan?

±

Pergilah bersama-sama teman dengan menggunakan satu mobil. Dana bahan bakar lebih irit. Populasi kendaraan pun berkurang dan menghindarkan macet. Terakhir, tidak berbelanja pakaian Lebaran mendekati Hari Raya. Belilah baju Lebaran jauh hari sebelum Idulfitri. Biasanya, harga pakaian lebih mahal bila mendekati Lebaran. Tempat belanja pun penuh dan ramai sehingga Anda tak bisa berpikir jernih saat berbelanja. (M2)

SAAT puasa bertujuan melatih umat mengendalikan diri, tanpa sadar, di bulan ini juga nafsu seolah berlomba-lomba membalaskan dendamnya di waktu berbuka. Semua camilan dibeli, berbagai laukpauk menumpuk di meja makan. Kondisi ini tentu saja akan memengaruhi keuangan keluarga Anda. Jangan sampai, bulan suci yang seharusnya dimanfaatkan untuk banyak beribadah, malah membuat Anda pusing memikirkan utang. Bagaimana mengatur keuangan agar tetap sehat selama Ramadan? Perencana keuangan, Prita Ghozie, mengatakan mengatur keuangan saat Ramadan sama saja dengan bulan-bulan lainnya. Perlu diketahui gaji bulanan tetap untuk pengeluaran yang sifatnya bulanan pula. Dana tunjangan hari raya (THR) dikhususkan hanya untuk pengeluaran yang sifatnya musiman atau tahunan. Dana THR tidak boleh dipakai untuk

±

Indikator Keuangan yang Sehat

pengeluaran bulanan. “Pola makan sebenarnya sama saja, hanya bedanya tidak ada makan siang. Jadwal makan digeser pada sahur dan berbuka. Jadi, tidak perlu pula berlebihan saat makan,” ujarnya, seperti dikutip dari metrotvnews.com. Ada kecenderungan, Anda membeli banyak makanan yang ternyata tak disantap. Padahal uang untuk membeli makanan tersebut bisa Anda hemat. Yang penting, alokasikan anggarannya berdasarkan pos-pos pengeluaran. Dengan demikian, keuangan pun sehat. Caranya? Keuangan tetap harus direncanakan atau istilahnya financial planning. Yang perlu dilakukan pertama,

jangan sampai bersifat boros. Misalnya “lapar mata” sehingga belanja jadi banyak. Lalu belanjaan disimpan di kulkas tapi tak dimakan. Justru makanan itu dibuang. Jangan pernah lakukan hal tersebut. Berapa banyak makanan yang dibuang itu adalah yang seharusnya dihemat. Lalu, berpikir dan bertindak cerdas. Misalnya, tak pulang kerja di jam-jam macet. Berbuka puasalah di kantor. Lalu pulang setelah jalan lengang. “Kecerdasan” itu pun membantu Anda menghemat anggaran untuk membeli bahan bakar mobil. Bila ada janjian berbuka puasa bersama, jangan bawa kendaraan sendiri.

Nah, ingin tahu bagaimana kondisi keuangan keluarga Anda saat ini? Prita Ghozie menjelaskan beberapa indikator keuangan keluarga yang sehat. Di antaranya: Cek nilai aset dan utang. Keuangan tak sehat bila utang lebih banyak dari aset. Penghasilan kurang (minus). Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Berapa dana darurat yang dimiliki? Dana darurat dibutuhkan untuk bertahan hidup bila tak ada pemasukan hingga beberapa waktu ke depan. Bila keuangan tak sehat, dana darurat itu tak akan mampu memenuhi kebutuhan. Tabungan. Sisihkan 10 persen penghasilan untuk ditabung. Berapa pun penghasilan Anda setiap bulannya, sisihkan 10 untuk tabungan. Tabungan bukan menunggu uang sisa, melainkan masuk perencanaan keuangan Anda. Utang. Rasio untuk membayar utang maksimal 30 persen dari penghasilan. (M2)

7 Hal Sulit dalam Perkawinan

±

BANYAK orang yang mengatakan segala permasalahan dalam hidup berpasangan akan terselesaikan setelah menikah. Ternyata itu semua tidak selamanya benar, justru ada beberapa permasalahan yang baru akan dihadapi setelah Anda memasuki perkawinan. Mau enggak mau, Anda harus menghadapinya. Berikut ini beberapa masalah yang harus Anda atasi berdua pasangan Anda, seperti yang dikutip dari female.kompas.com: Uang. Bagian yang paling sulit dari pernikahan adalah belajar menyatukan penghasilan di rekening bersama. Nah, Anda harus berkomunikasi satu sama lain dalam pemakaian uang tersebut agar tidak menimbulkan pertengkaran. Bila sebelum menikah Anda bebas menggunakan uang Anda untuk berbelanja, kini Anda harus memberitahu suami jika ingin membelanjakannya. Hal ini akan menjadi masa penyesuaian yang cukup sulit. Kebebasan. Menikah adalah suatu keputusan besar, karena Anda harus merelakan diri untuk berbagi kehidupan dengan seseorang untuk selamanya. Akan ada masa di mana Anda merasa “terganggu” dengan keberadaan pasangan sepanjang waktu. Bagi mereka yang baru menikah, menukar kebebasan yang dimiliki saat masih lajang dengan ikatan perkawinan akan menjadi proses yang sangat berat untuk dijalani. Hiburan. Menemani pasangan menikmati hiburan yang disukainya akan membutuhkan pengorbanan, terutama jika Anda tidak menggemari hiburan tersebut. Anda harus belajar mengalah pada pasangan. Misalnya, saat Anda berdua menonton acara televisi, mungkin Anda ingin sekali mengikuti kelanjutan kisah film seri favorit Anda. Namun, pada saat yang sama ada

±

±

CMYK

±

±

pertandingan bola dari laga yang sudah ditunggu-tunggu oleh suami. Nah, di sini memang diperlukan sikap toleransi untuk mengerti satu sama lain. Agar suami tidak ketinggalan pertandingan penting tersebut, Anda bisa menunggu tayangan ulang dari episode serial kegemaran Anda. Persaingan karier. Sebagian besar pertengkaran dalam sebuah pernikahan disebabkan adanya kesenjangan karier antara Anda berdua. Misalkan, suami hanya berstatus karyawan biasa, sedangkan Anda memiliki kedudukan tinggi di kantor Anda. Awalnya, suami mungkin tidak akan mempermasalahkannya. Namun lamakelamaan, ego pria bisa terusik melihat pasangannya terus berprestasi dan gajinya semakin tinggi. Barang-barang pribadi. Tahun pertama dalam pernikahan, Anda selalu diliputi pertengkaran karena pengaturan barangbarang pribadi. Anda mengharapkan suami memiliki standar yang sama dengan Anda. Pekerjaan rumah tangga. Tidak semua pria terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga, dan hal ini kadang-kadang merupakan kultur yang dibawa dari keluarganya. Contoh, pria yang dibesarkan oleh ibu yang berstatus ibu rumah tangga, atau yang datang dari keluarga dengan kultur pembagian jender yang kuat (anak laki-laki harus ke ladang, dan anak perempuan membantu di dapur), akan menuntut dilayani. Mertua. Hubungan dengan mertua bisa menjadi sulit, dan hal itu bukan disebabkan Anda memiliki masalah dengan mereka. Ini dapat dikarenakan orang tua pasangan Anda bukanlah orang tua kandung yang mengenal Anda dengan baik, begitu pula sebaliknya. (M2)

CMYK

±

±


CMYK

±

MINGGU, 7 JUli 2013

LAMPUNG POST

±

±

pariwara 11

±

±

±

±

±

±

±

CMYK

±

±


CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±

± ±

DUNIA

ANAK

mINGGU, 7 juli 2013

12

LAMPUNG POST

n Cerita Anak

±

±

Flip dan Pensil Ajaib S Oleh Izzah Annisa

EBENTAR lagi, Flip akan menghadapi ujian sekolah. Duh, padahal Flip paling malas belajar. Bagi Flip, belajar itu sangat tidak menyenangkan! Sungguh, Flip selalu mengantuk tiap membaca buku pelajaran. Ah, pasti ada cara agar aku bisa lulus tanpa harus susah payah belajar, pikir Flip. “Pakailah pensil ini. Ini akan membantumu mengerjakan soal-soal ujian,” ujar Nenek Olif. Flip mengamati pensil pemberian neneknya. Sebuah pensil berwarna biru dengan garis-garis hitam memanjang. Flip tidak merasa ada hal yang istimewa. “Apa benar pensil ini bisa membantuku, Nek?” “Tentu saja,” ujar Nenek Olif. “Pensil ini akan membantumu mengerjakan soal-soal ujian dengan lancar.” Wah, hebat sekali pensil ini? Ini pasti pensil ajaib! Batin Flip. Ia memandang pensil itu dengan perasaan takjub. “Tapi ingat Flip, ada hal-hal yang harus kau lakukan dengan pensil ini seminggu sebelum ujian.” “Apa itu, Nek?” kata Flip penasaran. “Setiap hari…” Nenek Olif merendahkan suaranya, “Kau harus menulis kalimat-kalimat penting dalam buku pelajaranmu dengan pensil ini.” Nenek Olif menekan suaranya, menandakan bahwa apa yang ia sampaikan adalah syarat yang sangat penting dan wajib dilakukan. “Hanya itu, Nek?” Flip khawatir Nenek Olif akan memberikan syarat yang berat. “Ada lagi. Kalimat-kalimat penting yang kau tulis itu harus kau baca setiap malam.” Flip menghela napas lega. Syarat yang mudah, batinnya. Hanya menulis dan membaca kalimat-kalimat penting, tentu tidak sebanyak jika harus membaca seluruh isi buku pelajaran, kan? Flip tersenyum senang. “Jangan khawatir, Nek. Aku akan melaksanakan semua syarat yang Nenek katakan.” Nenek Olif

tertawa. “Anak pintar! Aku yakin, Kau pasti lulus ujian!” ujarnya seraya mengedipkan mata. *** Seminggu telah berlalu. Flip melakukan semua syarat yang dikatakan Nenek Olif. Ia menulis kalimat-kalimat penting di dalam buku pelajarannya, dan ia membacanya setiap malam. Kali ini, Flip benar-benar siap menghadapi ujian! Ujian pun dilalui Flip dengan mudah. Bahkan, Flip seolah hanya memindahkan apa yang pernah dibacanya ke lembar jawaban. Ini luar biasa! Flip belum pernah menghadapi ujian yang begitu mudah dan menyenangkan seperti hari itu. Saat hasil ujian dibagikan, Flip tercengang melihat hasil ujiannya. Wow, ia dapat seratus! Flip pun segera pulang. Ia tidak sabar ingin segera mengabari Nenek Olif. “Nek, lihat! Aku dapat nilai seratus, Nek!” dengan bangga, Flip memamerkan hasil ujiannya pada Nenek Olif. Nenek Olif terkekeh. Ia memegang kertas ujian itu sambil menepuk-nepuk pundak Flip. “Anak pintar, anak pintar…” pujinya berulang-ulang. Hidung Flip kembang kempis dibuatnya. “Terima kasih ya, Nek. Berkat pensil ajaib pemberian Nenek, Aku bisa melewati ujian dengan mudah,” ujar Flip. “Hehehe…. Tidak, Flip,” kata Nenek Olif. “Keberhasilanmu adalah berkat usahamu. Bukan pensil. Itu hanya pensil biasa,” kata Nenek Olif sambil tersenyum. Flip mengerutkan keningnya. “Maksud Nenek?” “Ya. Pensil itu hanya pensil biasa. Ia tidak punya kesaktian apa-apa. Nilai ujian yang kaudapatkan adalah hasil usahamu sendiri. Hasil belajarmu setiap malam, sejak seminggu sebelum ujian,”. Flip tercenung mendengar ucapan Nenek Olif. Ternyata, Nenek Olif memberikan pensil itu hanya untuk memotivasinya belajar. Begitu pula syarat

yang diajukan. Menulis hal-hal penting dalam pelajaran, bukankah itu yang dinamakan merangkum? Ah, Flip mengerti sekarang. Sejak saat itu, Flip tak lagi malas belajar. Ia bahkan menjadi anak yang sangat suka membaca. Dan kau tahu? Kata Flip, membaca itu ternyata sangat menyenangkan! Apa kau juga ingin mencobanya? n

±

±

Pintar Membagi Waktu

Jago Bermain Piano

HAi teman, perkenalkan nama saya Abizar Al Gibraltar, saya lahir 20 Desember 2004 di Desa Way Huwi, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Ayah saya bernama Lukman d a n i bu s aya Di a na Ma rd i ahayati. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Oh ya teman, saya suka sekali bermain PlayStation apalagi game Resident Evil, saya

HALO, namaku Safira Kinanti Fortuna Buchari. Aku lahir di Bandar Lampung, pada 6 November 2011. Teman-teman, aku sangat suka sekali bermain piano lo. Saat aku bermain piano, ayahku Merky Defrienc dan ibuku Marlina, selalu bertepuk tangan. Selain suka bermain piano, aku juga jago menyanyi dan menari. Sebentar lagi, aku akan menjadi murid di sekolah dan memiliki banyak teman-teman. Buat temanteman yang ingin berkenalan denganku bisa berkirim surat ke alamat Perum Ramik Ragom Permai Blok I No. 40 Blambangan Umpu, Way Kanan. (KAK MEZA/M2)

bahkan sudah tamat untuk semua serinya. Tapi, meski saya suka sekali bermain PlayStation, saya tidak pernah melupakan waktu belajar. Untuk teman-teman yang ingin berkorespondensi dengan saya, silakan kirim saja surat ke Jalan Airan Raya No. 3, Desa Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan. Ditunggu ya. (KAK MEZA/M2)

n TAHUKAH KAMU

Mainan Balok

Lebih Baik dari Gadget WAH, kalian yang masih sekolah dasar sudah pada pegang smartphone semua nih. Ingat ya! Penggunaan smartphone yang berlebihan pada anak-anak seusia kalian bisa menghambat perkembangan kalian lo! Bahkan, bisa merusak penglihatan dan membuat kalian kecanduan. Nah, Profesor Marjory Ebbeck, peneliti dari Australia, mengajurkan sebaiknya anak-anak mengganti kesenangannya ber ma i n dengan per ma i nan ber te knologi rendah, seperti mainan balokbalok susun. Sebab, permainan seder-

±

± ±

hana ini pada dasarnya membantu anak mengembangkan keterampilan motorik sehingga membentuk anak menjadi lebih mahir pada teknologi. Marjory juga mengingatkan smartphone adalah perangkat untuk orang dewasa, bukan mainan anak-anak. Dia menjelaskan “permainan digital” tidak dapat menggantikan efek dramatis dari permainan yang konkret atau permainan di luar rumah yang menjadi kunci pertumbuhan holistik anak. Misalnya saja berlari dan memanjat dapat memperkuat keterampilan motorik kasar pada anak. Sebab, permainan ini melibatkan penggunaan otot yang lebih besar, seperti pada otot kaki. “Anak-anak mengembangkan kognitifnya melalui permainan imajinatif, seperti bermain peran,” ujarnya. Di samping itu, anak dapat mengeksplorasi, bereksperimen, belajar mengenai penemuan, dan bukannya terhambat oleh gadget. “Anak-anak yang menggunakan gadget seperti tablet dan smartphone harus diawasi ketat,” kata Marjory. Tuh, sudah tahukah dampak buruk gadget. Mulai sekarang batasi penggunaan gadget, bermainlah dan tertawa rianglah bersama teman-temanmu di luar sana. (M2)

CMYK CMYK

±

KETENTUAN: - Masukkan gambar kalian ke sehelai amplop yang sudah ditempeli kupon Mari Mewarnai Lampung Post. - Sertakan juga data diri secara lengkap (nama, alamat, sekolah, tanggal lahir, dan nomor telepon) termasuk foto ukuran 3R terbaru. - Kirim ke bagian promosi Lampung Post Jalan Soekarno-Hatta No. 108 Bandar Lampung paling lambat 4 hari dari tanggal terbit - Disediakan bingkisan untuk tiga p­ emenang berupa : a. Orikids b. Komik Kreative c. Kotak pensil creative d. Oil Pastel Pascola (Standard).

± ±

CMYK CMYK

± ±


CMYK

±

CMYK

±

±

REPORTER

mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

CILIK 13

‘Kotaku, Kota Modern Berwawasan Lingkungan’

±

±

Reporter cilik berlari di jalan Bandara Seray, Krui, Pesisir Barat.

DAERAH kami memang masih baru. Umurnya baru dua bulan. Kalau kata orang, daerah kami ini masih banyak hutannya daripada toko-toko besarnya, hehehe. Tapi, teman-teman, masyarakat di sini sudah punya mimpi lo, untuk menjadikan daerah ini menjadi kota modern yang berwawasan lingkungan.

H

mmm, apa maksudnya ya? Kami menanyakan langsung tentang perkembangan kabupaten baru Pesisir Barat ini kepada Penjabat Bupati Pesisir Barat Bapak Kherlani, Kamis (4-7). Pak Kherlani menjelaskan tentang keunggulan daerah Pesisir Barat yang memiliki garis pantai sepanjang 210 kilometer. Pantai ini sudah menjadi tujuan wisata selancar para turis dari berbagai negara di dunia. Nah, agar para wisatawan baik dalam maupun luar negeri betah di daerah pesisir ini, Pak Kherlani berpesan agar masyarakatnya selalu menjaga keindahan alam dan ekosistem yang ada di pantai. Apa saja itu? Ada terumbu karang, ikanikan hias, air lautnya harus bersih dan

±

Reporter cilik mewawancarai Penjabat Bupati Pesisir Barat Kherlani.

bebas dari sampah, tentu saja keamanan pengunjung juga harus dijaga. Selain itu, kata Pak Kherlani, kota Krui akan tetap dipertahankan menjadi kota tua. Ibu kota kabupaten Pesisir Barat ini akan menjadi kota wisata. Pembangunan gedung pemerintahan juga diupayakan tidak menggusur sawah-sawah, ladang-ladang, dan perkebunan masyarakat. “Insya Allah, ke depan, Pesisir Barat ini akan menjadi kota modern yang berwawasan lingkungan,” kata Pak Kherlani. Agar teman-teman lebih mengenal daerah kami tercinta ini, baca wawancara lengkap kami dengan Pak Kherlani:

±

Sejak kapan Kabupaten Pesisir Barat ini terbentuk? Awalnya Kabupaten Pesisir Barat ini bergabung dengan Lampung Barat. Agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik, beberapa tokoh masyarakat di Pesisir Barat membentuk panitia pemekaran wilayah. Sampai pada 25 Oktober 2012 dikeluarkanlah Undang-Undang Nomor 22 yang menyatakan Pesisir Barat sebagai daerah otonomi baru. Tapi, Menteri Dalam Negeri baru meresmikan kabupaten ini pada April

±

CMYK

2013 dan melantik Bapak sebagai penjabat bupati Pesisir Barat. Sekarang Bapak dipercaya memimpin kabupaten ini. Akan Bapak jadikan seperti apa Pesisir Barat ini? Hehehe, daerah ini tidak bisa dijadikan seperti maunya Bapak sendiri. Tapi, daerah ini harus dibangun dan dikembangkan bersama-sama masyarakat. Semua orang yang berkepentingan harus sepakat. Itu melalui mekanisme musyawarah yang nanti akan ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah. Nah, harapannya Pesisir Barat ini ke depan bisa menjadi kota modern yang berwawasan lingkungan. Kenapa? Karena Pesisir Barat sudah menjadi tujuan wisata berbagai mancanegara. Kalau orang bilang, bule-bule itu sudah tidur di Krui, iya enggak? Hahaha. Data tahun lalu tercatat ada 150 turis mancanegara yang berkunjung, baik dari Eropa, Australia, dan Amerika. Lalu pantai Tanjung Setia akan dikembangkan seperti apa, Pak? Pantai Tanjung Setia itu memang satu titik tujuan wisata di pantai Pesisir Barat, tapi bukan satu-satunya. Di 210 kilometer garis pantai Pesisir Barat ini ada 17 titik wisata. Seperti di Mandiri Sejati dan Labuan Jukung itu sudah ada turisnya juga kan? Cuma yang terkenal keluar itu Pantai Tanjung Setia. Nah, harapan Bapak, masyarakat di situ harus menjaga jangan sampai ekosistem pantai rusak. Kedua, masyarakat harus ramah. Ketiga, masyarakat harus bisa berkomunikasi. Saya punya angan-angan, pantai Tanjung Setia itu ke depan menjadi kampung yang sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris. Jadi, masyarakat bisa berkomunikasi dengan para turis. Apa sih Pak keunggulan pantai kita ini dibandingkan pantai lain di Indonesia? Konon kata Wakil Menteri Pariwisata, tempat kita ini tempat berselancar nomor 3 terbaik di dunia. Nah, kita harus menjaga ini semua. Daerah ini harus tetap asri, sawahsawah tidak boleh berubah fungsi. Kita bangun fasilitas-fasilitas penunjung yang bagus, seperti rumah makannya, penginapannya, fasilitas internetnya, listriknya bagaimana caranya agar tidak byarpet terus seperti sekarang. Itu tugas Adik-adik reporter cilik, kasih tahu kepada para pengusaha untuk berinvestasi ke sini. Bangun jaringan listrik agar tidak byatpet lagi, ya? Baik Pak. Akan kami sampaikan lewat tulisan nanti. Apa harapan Bapak terhadap Pesisir Barat ini ke depan? Kami harapkan nantinya ketika turis mancanegara datang ke Lampung, mereka tahunya Pesisir Barat. Seperti turis datang

±

±

Reporter cilik menikmati kuliner seafood khas Pesisir Barat.

ke Indonesia tahunya Bali. Kenapa begitu? Agar Pesisir Barat bisa menjadi daya ungkit yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Lampung secara keseluruhan. Bangga enggak kita jadi orang pesisir kalau begitu? Bangga dong! Apa pesan-pesan Bapak untuk anak-anak Lampung, terutama anak-anak Pesisir Barat! Begini, daerah ini 10 tahun yang akan datang tentu akan berubah. Semakin banyak turis-turis yang datang. Nah, perubahanperubahan ini jangan sampai membuat budaya lokal tenggelam dan terkikis. Nah, Adik-adik mulai dari kecil ini sudah mesti memperkuat diri supaya nanti tidak ikutikutan budaya luar. Bagaimana caranya? Bagi yang muslim, tingkatkan keimanan dan ketakwaan. Harus belajar agama. Harus rajin mengaji. Ingat lagu Indonesia Raya, kita bangun jiwanya baru raganya. Jiwanya dulu yang dibangun. Sumber daya manusia kita harus terus ditingkatkan kualitasnya. Adik-adik saya harapkan bukan menjadi genersi penerus. Tapi menjadi generasi perubah. Mengubah menuju ke arah yang lebih baik. (M2)

±

Foto: LAMPUNG POST/Ikhsan

Reporter cilik berjalan di garis pantai Labuan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, sambil mewawancarai Penjabat Bupati Kherlani.

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

fokus mINGGU, 7 juli 2013

14

LAMPUNG POST

Membangun Citra hingga Mengolah Kasus MASSA yang bejibun pada suatu acara adalah citra dukungan. Sedangkan pada suatu peristiwa, jumlah orang yang kalap dengan teriakan dan tindakannya adalah simbol legitimasi, bahkan tanda kuatnya perlawanan.

L

elaki berpakaian safari itu terlihat panik dengan telepon genggam selalu menempel di pipi. Nada bicaranya kerap mengeras seiring dengan keringatnya yang terus membanjir. Ia melangkah kolar-kilir seperti mengelilingi halaman parkir GOR Saburai. “Hei, ini gimana? Kok orang-orang kamu belum datang. Udah jam berapa ini? Kamu di mana? Waduh, Pak ... (dia menyebut pejabat) sudah mau dateng, kamu gimana, sih!” kalimat itu seperti peluru yang terus ditembakkan. Dia adalah Sadul, bukan nama sebenarnya, koordinator pengerah massa suatu acara yang digelar bulan lalu. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30, tetapi orang-orang yang akan diberi ceramah orasi politik baru itu baru puluhan. Padahal, target yang ia janjikan lebih dari seribu. Aksi Sadul hari itu memang blingsatan. Meskipun kejadian massa telat sampai ke lokasi adalah hal biasa, jika janji tentang jumlah massa yang dikirim sesuai komitmennya belum ada di lapangan, ia selalu panik. “Ya, maklumlah Bang,” kata dia sambil menenangkan diri. Kata maklum dari Sadul mengindikasikan bahwa ia buka koordinator massa biasa. Ia akan kehilangan kepercayaan dan juga uang jika jumlah orang yang ia janjikan akan dihadirkan tidak datang. Dalam perbincangan dengan Lampung Post, Sadul mengaku berbisnis massa ini enak-enak ngeri. Menurut dia, ada dua jenis aksi yang dia bedakan dari sisi risikonya. “Kalo ngerahin massa untuk acara pejabat pengin ditepuki seperti ini mah enak. Yang penting, ada duit dikit, kasih makan, ada kaus, udah. Pejabat pergi, udah beres. Nah, kalo yang agak ribet dan butuh perhitungan kalau ngerahin massa untuk demo kasus. Ini yang kadang-kadang ngeri. Sebab, risikonya besar. Sering ada kekerasan, dan kadang anak buah kita bisa ditangkap,” kata dia. Mengolah Kasus Untuk demonstrasi yang berbau kasus, yakni untuk menekan pihak pemerintah, terutama kejaksaan, bukan sembarang massa. Iwan, pengerah massa yang punya langganan tukang ojek, mengaku berhitung matang soal risikonya. “Nah, di faktor risiko itu yang bisa kita mainin jadi mendongkrak ongkos,” kata Iwan. Iwan dan teman-temannya para penggerak massa

mengaku punya hubungan baik dengan para pihak yang banyak bersengketa. Selain bisa disewa oleh pihak yang punya kepentingan untuk menekan suatu masalah, mereka juga biasa “mengolah” kasus-kasus besar. Umumnya, kasus-kasus yang mereka olah adalah kasus proyek-proyek bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah yang bermasalah. Ketika mendapat “bahan”, mereka mulai bekerja. Mulai dari menekan si pejabat sampai mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa. “Kalau memang masih tidak tembus juga, kasusnya kami limpahkan ke aparat.” Tetapi, ujar Iwan, memang “bisnis” yang dijalankannya bersama rekan-rekannya yang berkolaborasi dalam satu wadah LSM yang berjargon “antikorupsi” ini biasanya memang selalu mulus. Meski untuk itu mereka harus sedikit keluar “modal” dulu untuk membayar tukang ojek untuk disulap menjadi massa. Saat melakukan unjuk rasa, mereka juga kerap berbenturan dengan massa lain yang kontra dengan mereka, yang biasanya suruhan dari si pejabat yang bermasalah. “Sering juga ditumburin sama preman,” ujarnya. Tapi, ia dan kawan-kawannya tak gentar. Prinsipnya bagaimanapun juga uang harus didapat. Negosiasi kadang berlangsung alot, mulai dari tawar-menawar harga, lamanya turun ke lapangan, hingga aksi apa yang akan dilakukan. Namun, umumnya semua bisa

selesai dengan lancar. Ia mengaku pernah mendapat uang hingga Rp50 juta dari salah satu pejabat di salah satu kabupaten. Ketika itu, negosiasi berlangsung alot. Ia dan para pengojek yang disebutnya sebagai “massa” sudah hendak berunjuk rasa di salah satu kantor aparat, tapi di tengah jalan, si pejabat yang bermasalah itu akhirnya kalah gertak. Niat berunjuk rasa pun akhirnya bubar, massa pun balik badan. Aksi memang menjadi kata yang paling ampuh sebagai kekuatan menekan. Ancaman-ancaman pasaran seperti akan mendatangkan massa yang lebih banyak, akhirnya cuma menjadi janji semata, setelah demo usai, transaksi pun terjadi, kasus pun berhenti. Soal massa, ia tak pernah khawatir akan kekurangan, berapa pun jumlah yang dibutuhkan, asalkan suplai “amunisi” mencukupi semuanya beres. “Seribu juga bisa saya siapin, asal amunisinya sesuai.” Irwan bukan sedang jualan kecap. Semua ucapannya bisa dibuktikan. “Sekarang ini, siapa yang enggak mau uang. Cuma disuruh ngejerit-jerit sebentar dikasih duit lima puluh ribu siapa yang enggak mau. Daripada harus seharian ngetem nunggu yang mau naik ojek belum tentu dapat, mending ikut demo yang jelas duitnya,” kata dia. Ia dan massa bayaran memang sudah seperti simbiosis mutualisme; sama-sama saling membutuhkan, sama-sama saling menguntungkan. “Sama-sama cari duit bos,” katanya terus terang. (TIM/M1)

Demo, ‘Rezeki Macan’ Tukang Ojek BERMODAL satu unit sepeda motor bebek, Wardi (41) memilih profesi sebagai tukang ojek di bilangan Tanjungkarang. Penampilannya tidak rapi, tetapi cukuplah untuk ikut nimbrung di tengah kebanyakan orang. Menurutnya, menjadi pengojek penghasilannya tidak tetap. Jika sedang mujur, dari pagi sampai malam bisa mengantongi sekira Rp75 ribu. Tetapi jika kurang beruntung, kadang Rp25 ribu saja susah banget. “Gimana kalau diajak demo?” “Nah, kalau lagi musim kampanye,

±

CMYK

itu kita bisa enak. Dapet duit, nasi bungkus, dapet kaus, bisa joget dangdut, dan senang-senang. Makanya, kalau diajak demo, kami senang,” kata dia. Antusiasme Wardi tampaknya diamini para pengojek lain. Buat Wardi, menjadi tukang ojek yang biasa mangkal di salah satu terminal ini, memang profesi utamanya. Sebagai sampingannya, Wardi adalah seorang “demonstran” walau ia sendiri tak tahu apa yang sedang di demonya. Setidaknya, sudah empat kali ia ikut demo, upahnya Rp30 ribu ditambah sebungkus nasi telor. Ia juga sudah mulai mahfum jika rekannya sesama pengojek mengajaknya. “Kadang ada yang langsung dibayar sebelum demo waktu kumpul, kadang dibayar belakangan setelah demo,” ujarnya menjelaskan seluk beluk menjadi massa bayaran. Tapi, ia mengaku lebih memilih menjadi massa partai ketimbang massa pengunjuk rasa mengingat risikonya yang besar, seperti bentrok dengan aparat sampai digebuki preman. “Pernah juga sudah demo ternyata cuma dibayar setengah.” Sebaliknya, saat menjadi massa partai

atau saat pilkada, selain mendapat duit, makan, durasi yang tak terlalu lama, ia juga bisa dapat kaus partai gratis. Pada pemilu tahun lalu, ia bahkan “mengkoleksi” puluhan kaus partai atau pasangan calon. “Lumayan bisa dipakai buat harihari.” Saat itu, Wardi dan teman-temannya memang bisa merasakan rezeki yang berlebih. Hampir setiap hari nonsetop berkeliling ke sana-kemari demi uang, nasi, dan kaus. “Daripada ngetem, setengah hari belum tentu dapat penumpang, apalagi sekarang banyakan tukang ojeknya daripada penumpang.” Musim pemilihan seperti sekarang ini memang sudah menjadi sasaran buatnya. Ia hanya butuh membuka telinga lebarlebar, untuk mencari info dari sesama pengojek untuk orderan jadi massa. Ketika salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mendaftarkan diri ke KPU beberapa waktu yang lalu, ia bahkan

±

foto: lampung post/dok.

mendapat upah Rp100 ribu dan sebuah kaus cukup dengan mengiringi pasangan calon itu mendaftar ke KPU. Ia dan rekan-rekannya memang amat saklek dengan urusan upah, harga untuk sekali aksi dipatok Rp30 ribu ditambah satu bungkus nasi, model pembagiannya pun diwanti-wanti dan harus melalui seorang koordinator yang sudah dikenal, ini untuk menjaga agar uang tak dibawa lari. “Biasanya dibagi setengah dulu untuk beli bensin, sisanya setelah selesai,” kata dia. Ia tak tahu akan sampai kapan menjadi “demonstran”, tapi pekerjaannya yang tak terlalu menguras tenaga ini akan terus dilakoninya sampai kapan pun. “Selagi masih ada demo, bayarannya sesuai, saya pasti ikut.” (TIM/M1)

CMYK

±


CMYK

±

MINGGU, 7 JUli 2013

LAMPUNG POST

±

±

PARIWARA 14

±

±

±

±

±

±

±

CMYK

±

±


CMYK

±

CMYK

±

±

lentera mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

±

Penelitian Sarkowi untuk Energi D

±

16

ARI permukaan tanah, ia bisa melihat fluida, yakni volume air tanah yang ada di dalam tanah hingga kedalaman 1.000 meter. Tentu, dengan ilmu dan alat modern berstandar internasional. Dia adalah Muhammad Sarkowi. Itulah yang kemudian menjadi jalan hidup bagi lelaki yang berprofesi sebagai staf pengajar di Fakultas Teknik Universitas Lampung ini. Awam pasti membayangkan dengan mata batin yang keheranan. Bagaimana mungkin orang bisa melihat isi perut bumi yang teruruk tanah dan batuan setebal lebih dari 1 kilometer. Ternyata, itu bukan mustahil, bukan pula menggunakan mata hati yang disekutukan dengan penguasaan alam gaib yang seolah ngerti sak durungi winarah (tahu sebelum terjadi). Dengan ilmu, doktor lulusan geofisika terapan Institut Teknologi Bandung itu terus mengabdikan diri untuk mencari sumber-sumber energi baru untuk bangsa. “Saya melakukan penelitian terhadap potensi panas bumi di Ulubelu, Tanggamus, sejak 1999, dibiayai Kementerian Pendidikan Nasional dan bekerja sama dengan Pertamina. Hasilnya, alhamdulillah, sekarang Pertamina sudah mengeksploitasi menghasilkan listrik yang besar,” kata Pembantu Dekan III FT Unila ini. Menurut Sarkowi, deposit geotermal Ulubelu sangat besar. Dari potensi 330 megawatt, saat ini yang sudah dimanfaatkan sebesar 110

megawatt. Selain panas bumi di Ulubelu, beberapa hasil penelitian Sarkowi menyimpulkan kualitas sumber energi lain, yakni batu bara si Sumatera ini sangat baik dibandingkan dari daerah lain. Gas metan dari batu bara yang terkandung juga sangat besar. “Kandungan gas metan lebih besar tiga kali lipat dibanding gas alam. Di Indonesia belum banyak yang memproduksinya,” kata alumnus Magister Geofisika UGM Yogyakarta ini. Sarkowi terus bekerja keras untuk mencari tahu potensi sumber energi di alam. Sebab, katanya, deposit energi dalam perut bumi jauh lebih baik dan besar ketimbang yang di permukaan. “Kita bisa bayangkan Bendungan Way Besay di Lampung Barat yang luasnya 3.600 hektare hanya menghasilkan listrik 20 megawatt. Itu pun tidak stabil karena bergantung debit air. Bandingkan dengan Ulubelu yang setiap sumurnya cuma menyita luas tanah satu-dua hektare. Setiap sumurnya bisa menghasilkan 40 megawatt,” kata dia. Pengetahuan Sarkowi tentang sumber energi di Indonesia cukup luas. Berbagai penelitian dari Sabang hingga Merauke pernah dia lakoni. Kerja sama dengan pihak swasta, pemerintah, hingga negara lain juga sudah ia lewati. “Bayaran sebagai peneliti swasta, bahkan dari luar negeri lebih menggiurkan, tetapi jadi dosen itu pengabdian,” kata dia. *** Muhammad Sarkowi lahir dari keluarga petani. Lelaki kelahiran Ma-

±

gelang, 10 Desember 1971, ini hidup bersahaja tetapi pekerja keras. “Keluarga bapak saya itu pas-pasan. Adik saya ada tiga. Kami hidup dari bertani di sawah yang cuma seperempat hektare di Magelang. Bahkan, baju Lebaran saja enggak kebeli,” kenang pria yang meluluskan sarjananya di Undip Semarang ini. Dengan kondisi itu, Sarkowi bertekat mengangkat derajat adikadik dan keluarga. Sejak SMA ia mendapat beasiswa dari BRI. Begitu pula pada saat di perguuan tinggi, ia mendapat beasiswa dari PT Pertamina. Penelitian program doktornya yang menghabiskan dana Rp300 juta pun dari beasiswa instansi.  “Saya tak mengeluarkan uang banyak,” kata dia. Selulus dari Undip, tahun 1997 Sarkowi hijrah dari Jawa ke Lampung. Tanpa kerabat atau saudara di tanah seberang, Sarkowi justru merasa lebih bersemangat bekerja dan berkarya sambil terus menuntut ilmu. “Di kampung sendiri saya sering terganggu oleh perasaan ewuh pekewun, enggak enak dengan senior di sana. Jadi, saya ke Lampung tanpa kerabat di Lampung ia memberanikan diri merantau menjadi dosen di Unila sejak tahun 1997.” Kini ia merasa hidupnya berarti ketika hasil karyanya ada manfaat buat masyarakat dan negara. Ia punya prinsip, tiada tahun tanpa penelitian.  Kedepannya ilmu akan semakin banyak yang menggunakan dan ia akan mencoba dengan membuka usaha lain. (DIAN WAHYU/M1)

±

Apresiasi Alamiah untuk Destiani AKHIR tahun pelajaran tiba. Minggu (23-6), sejak pagi, kompleks SMP IT Ar Raihan di bilangan Gedongmeneng, Bandar Lampung, itu lebih ramai ketimbang biasanya. Hari itu, selain siswa, para orang tua murid juga hadir untuk penerimaan laporan hasil studi atau raport anak-anaknya. Masjid Mu’is Rushdi di dalam kompleks sekolah dipakai sebagai tempat berkumpul. Ratusan siswa, orang tua, dan guru duduk lesehan sambil mendengarkan berbagai informasi soal sekolah dan kiprahnya. Momen itu juga dipakai sekolah untuk mengumumkan berbagai prestasi sekolah dan siswa. “Saat diumumkan tiga guru berprestasi, saya kaget luar biasa. Nama saya disebut sebagai guru berprestasi dan mendapat hadiah Rp10 juta. Saya tidak menyangka karena saya menjalankan tugas sebagai guru itu ya alamiah, natural saja. Wallahualam,” kata Destiani, guru SMP IT Ar Raihan ini. Soal prestasi yang kemudian mendapat apresiasi, Destiani mengatakan bukan tujuan. Ia menilai sistem, manajemen guru, kepala sekolah, kurikulum, dan tata usaha akan menempatkan seseorang yang ada pada elemen itu pada posisinya. “Saya hanya menjaga komitmen dengan cara hampir tidak pernah telat datang ke sekolah,” ujar perempuan berhijab yang bertempat tinggal di Jalan Ikan Kiter, Telukbetung Selatan, ini. Menurutnya, setiap tahunnya di sekolah dipilih tiga guru berprestasi. Masing-masing mendapatkan Rp10 juta untuk satu orang dan Rp5 juta untuk lima orang. “Dari hadiah itu, sepuluh persennya

±

saya sumbangkan ke warga sekitar rumah yang kurang mampu,” kata perempuan kelahiran 8 Mei 1988 ini.

Marbut Agak aneh menyebut seorang perempuan atau akhwat dengan atribut pekerjaan sebagai marbut atau penjaga masjid, tetapi itulah yang dilakoni Destiani. Akan tetapi, masjid yang dia urus adalah masjid di kompleks sekolah dan yang khusus untuk beribadah siswa dan guru perempuan. Sejak Maret lalu, Desti ditunjuk oleh kepala sekolah untuk menjadi pengurus masjid putri itu. Tugasnya, datang menuju masjid sebelum salat zuhur dan asar tiba dan mengondisikan siswa-siswi agar tidak ribut di masjid. Kegiatan itu menjadikan Destiani lebih dekat dengan tempat ibadah. Penyuka tulis-menulis yang sejak SMP rajin mengisi majalah dinding sekolah itu ingin menjadi penghafal Alquran. Soal jurnalistik, Desti, panggilan akrabnya, juga sangat intens mengikuti berbagai agenda di Forum Lingkar Pena Lampung. Di forum itu, ia belajar menulis dan mengkaji tulisan-tulisan untuk menjadi referensi. Pada satu acara orientasi kepenulisan bertema Lampung menulis yang diadakan Lingkar Pena Lampung Minggu 30 Juni lalu, Desti juga dipercaya sebagai ketua pelaksana. Meski belum banyak menghasilkan karya tulis, beberapa tulisannya sempat dimuat di media massa. Bahkan, pada 2012 dia meraih juara lomba kisah inspiratif online nonfiksi tema impian dengan judul tulisan Asaku Melangit. (DIAN WAHYU/M1)

±

foto-foto: lampung post/dok.

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

FASHION mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

17

±

±

Ragam Inspirasi Busana Muslim INDONESIA membuktikan diri menjadi acuan mode busana muslim dunia. Untuk mengukuhkan semua ini, para desainer menggelar Jakarta Islamic Fashion Week pada 26—30 Juni di Jakarta Convention Center.

S

elama lima hari berlangsung, ada sekitar 11 fashion show, 14 talkshow, dan dua peluncuran buku. Ada pun desainer yang turut serta dalam pergelaran yang pertama kalinya berkisar antara desainer-desainer senior maupun nama-nama baru dalam dunia busana muslim. Di hari ketiga, barisan desainer wanita ternama menampilkan karya-karyanya. Kamilaa mengusung tema Occident orient. Beberapa unsur etnik dari NTT, Dayak, Manado, dan Manggarai di-printing di atas kain ceruty dan chiffon. Dengan desain berkelas, rancangan indah dan pemilihan bahan yang nyaman membuat busana rancangan Kamilaa ready to wear dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan tema Ramadhan rose, Dian Pelangi menampilkan 12 rancangan dengan motif jumputan colorful dengan aksen mix and match seru berciri khas budaya Indonesia. Koleksinya ini terinspirasi dari lawatan terakhirnya ke Istana Buckenberg, Jerman, yang penuh dengan nuansa bunga.

±

Kali ini, Ria Miranda mempresentasikan 12 desain berbahan motif songket yang bernuansa bohemian dengan aksen drapery dan bernuansa warna elemen tanah dan kayu sehingga tetap tampil sederhana, manis, dan simpel. Show ini terinspirasi dari penafsiran Ria Miranda akan bunga dandelion dan ilalang yang tampil cantik tanpa treatment khusus. Tak kalah inspiratif, Sjully Darsono lewat tema Ethnic emotion menyuguhkan kombinasi bahan-bahan etnik Indonesia. Busana muslim rancangannya tidak menggunakan jilbab, tapi kerudung sehingga cocok menginspirasi para perempuan muslimah yang belum menggunakan jilbab dalam kesehariannya. Terlebih, Sjully Darsono juga memamerkan karya desain aksesorinya dalam pergelaran busana ini. Lulu El Hasbu menginterpretasikan keanggunan balerina lewat rancangan busananya. Sebanyak 12 karya tampil dalam nuansa warna dusty pink, putih, silver, dan maroon. (JAKARTAIS-

±

LAMICFASHIONWEEK/M2)

±

±

FOTO-FOTO: JAKARTAISLAMICFASHIONWEEK

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

kesehatan mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

18

4 Penyakit Langganan Anak

±

MUSIM hujan, beberapa penyakit langganan anakanak mulai menyerang. World Health Organization (WHO) menyebutkan ada empat gangguan kesehatan yang sering menyerang anak, yaitu flu, radang tenggorokan, diare, dan tifus. Semua gangguan kesehatan ini berkaitan dengan daya tahan tubuh.

A

rtinya, kalau daya tahan tubuh lemah, anak lebih berisiko terkena gangguan kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, mewaspadai gangguan-gangguan kesehatan ini akan membantu ayah-ibu untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar. Adapun gangguan-gangguan kesehatan itu adalah, seperti yang dikutip dari female.kompas.com: Flu Sering disebut dengan influenza. Penyebabnya adalah virus influenza. Gejalanya diawali dengan batuk-pilek, demam/panas tinggi, anak menggigil, sakit tenggorokan, otot pegal-pegal, dan mata terasa panas dan merah. Kebanyakan influenza akan sembuh dengan sendirinya (self limited disease) asalkan anak beristirahat yang banyak, mengonsumsi vitamin C, dan diberi minum yang banyak. Jadi, tak perlu buru-buru memberikan obat antibiotik. Cukup diobati sesuai gejalanya. Misalnya, kalau demam, beri penurun panas. Kalau batuk, beri obat batuk. Radang tenggorokan Radang tenggorokan (faringitis) sejatinya adalah infeksi pada tenggorokan. Paling banyak menyerang anak usia batita dan akan menyerang saat daya tahan tubuh kurang baik, misalnya karena kurang beristirahat. Penyakit ini disebabkan virus dan penularannya melalui butiran halus air ludah (droplet) yang mengandung kuman yang ada di udara dan terhirup saat bernapas. Gejalanya, demam, sakit tenggorokan, batuk, linu-linu pada otot, sakit kepala, serta keluar air mata, tapi mata tak berwarna merah. Namun, jika terkena cahaya, mata akan merasa silau. Biasanya anak menjadi kurang aktivitasnya, banyak diam, dan terka-

±

dang rewel. Umumnya radang tenggorokan dapat sembuh sendiri meski tak diobati, cukup dengan banyak istirahat dan makan makanan bergizi. Biasanya pemberian obat berupa obat simptomatik untuk mengatasi gangguan yang terjadi. Bila ringan, radang tenggorokan perlu minimal 3—5 hari untuk penyembuhan. Pemberian antibiotik dilakukan bila dijumpai demam mendadak. Ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher, ada detritus (warna ‘keputihan’ di tenggorokan), dan peningkatan sel darah putih. Pencegahan radang tenggorokan ialah dengan menjauhkan anak dari orang yang terkena radang tenggorokan. Jika tak memungkinkan, anak bisa menggunakan masker. Selain itu, berikan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Diare Anak dikatakan diare bila buang air besar (BAB) lebih dari empat kali dalam kurun waktu 24 jam atau satu kali BAB encer dan menyembur (mencret). Diare merupakan salah satu gejala adanya gangguan atau penyakit infeksi saluran cerna. Biasanya, diare berkaitan dengan tingkat higienis yang rendah. Penyebabnya bisa oleh rotavirus, bakteri, atau bahan yang tidak dibutuhkan tubuh.

Umumnya, akibat rotavirus yang masuk lewat mulut. Penanganannya tidak lantas dengan memberikan obat antidiare. Biarkan tubuh mengeluarkan hal-hal tak perlu dari tubuhnya. Selama diare berlangsung, anak harus selalu mendapat asupan nutrisi dan cairan. Jika masih bayi, beri asupan ASI. Suplai harus lebih banyak ketimbang yang dikeluarkan tubuh. Bantu juga dengan pemberian larutan gulagaram atau oralit, atau oralit khusus anak. Berikan setiap kali anak sehabis diare. Pemberian pada anak di bawah 2 tahun sebanyak 50—100 ml cairan oralit maupun cairan rumah tangga. Anak di bawah 10 tahun beri cairan sebanyak 100—200 ml. Di usia 10 tahun ke atas, berikan cairan sebanyak yang diinginkan. Selama diare, sebaiknya hindari buah-buahan, kecuali pisang. Kandungan zat pektin dalam pisang dipercaya mampu mengeraskan tinja. Cara yang dilakukan ini untuk menghindari anak dari dehidrasi sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Diharapkan tubuh anak akan mampu memusnahkan sendiri penyakitnya. Bila diarenya dalam sehari itu membuat anak tampak lemas, tidak bergairah, BAB selalu cair dan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat, apalagi jika fesesnya berlendir atau berdarah (sekalipun hanya berupa bercak atau vlek).

±

gguan kesehatan ini disebut dengan demam tifoid. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella typhi. Kuman ini hidup di air kotor, makanan tercemar, dan lingkungan kotor lainnya. Masa inkubasi tifus rata-rata 7—14 hari. Gejala umumnya ialah demam dengan suhu 38—39 derajat Celsius, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare atau justru sembelit (sulit buang air besar) selama beberapa hari. Anak tampak lemah dan lesu. Peningkatan suhu bertambah setiap hari dengan teratur, misalnya selalu menjelang malam hari atau selalu siang hari dan malamnya mereda. Setelah seminggu gejala demam tak hilang meski sudah diberi penurun panas, lakukan tes Widal untuk mengetahui kepastian tifus tidaknya. Biasanya pada minggu kedua gejala lebih jelas dengan demam semakin tinggi, lidah kotor, bibir kering, dan perut kembung. Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter, banyak beristirahat di tempat tidur, tak banyak bergerak, serta banyak minum. Waktu penyembuhan bisa makan waktu dua minggu hingga satu bulan. Penderita juga dipantang mengonsumsi makanan berserat tinggi, juga makanan yang berisiko menimbulkan kontraksi pada pencernaan, seperti makanan pedas atau asam. Pasien dianjurkan mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti daging, telur, susu, tahu, tempe, dan lain-lain. Hal ini dapat membantu daya tahan tubuh sehingga waktu penyembuhan pun semakin cepat. Mengingat hampir semua virus atau kuman menular lewat udara ataupun bersin, sebaiknya anak menggunakan masker sehingga virus tidak menular melalui udara maupun percikan ludah. Biasakan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Cucilah tangan minimal 20 detik menggunakan sabun dan bilas dengan air bersih dan mengalir. Perhatikan pula kebersihan dan keamanan makanan anak. (M2)

±

Tifus Dalam istilah kedokterannya, gang-

n MI

Herbal Perkuat Imunitas Tubuh OBAT-OBATAN modern yang diresepkan dokter kini tidak lagi menjadi satusatunya pilihan pasien. Masyarakat memiliki alternatif lain untuk beralih ke obat tradisional yang lebih alami karena diramu dari beragam jenis tanaman. Bukan hanya daun, obat tradisional juga terdiri dari akar, kulit pohon, batang, bunga, hingga buahnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Penggunaan obat tradisional memiliki sejarah panjang. Pengetahuan akan khasiatnya pun biasanya diwariskan secara turun-temurun. Keri Lestari, dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, meyakinkan manfaat obat tradisional ini memiliki khasiat lebih ketimbang obat modern. “Sebenarnya manfaatnya serupa dengan obat konvensional. Kalau tanaman herbal ini antioksidannya tinggi sehingga dia dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang berasal dari polusi, pencemaran, dan lain-lain. Daya tahan tubuh kita pun jadi kuat,” kata perempuan yang baru saja meraih Penghargaan Nasional Hak Kekayaan Intelektual untuk kategori Inventor (Paten) Bidang Farmasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI itu, beberapa waktu lalu. Untuk efek samping, ia menam-

±

±

CMYK

±

bahkan obat herbal hanya memiliki dampak sementara dan cepat hilang. Bahan kimia dalam obat modern

justru menyebabkan efek samping yang bersifat permanen. Keunggulan lainnya, obat herbal juga tidak selalu harus dikonsumsi saat kita menderita penyakit tertentu saja. Obat herbal juga bisa dijadikan sebagai sumber

suplai nutrisi bagi tubuh. Dengan rajin mengonsumsi obat herbal, tubuh tak mudah diserang penyakit. “Kebanyakan, obat herbal meningkatkan daya tahan tubuh. Karena tubuh sudah punya antibodi sendiri, misalnya insulin, dan lain-lain. Kalau keseimbangan tubuh tertata, kesehatannya juga terjaga. Jadi tumbuhan itu sifatnya menyeimbangkan metabolisme tubuh,” kata Keri. Seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah memperoleh obat herbal yang diekstraksi dan dikemas lewat bentuk kapsul atau pil, yang mudah dibawa ke mana-mana. Namun, perlu diingat, proses ekstraksi tanaman tersebut ke bentuk pil, kapsul, cairan, bubuk, dan lain-lain dapat memengaruhi zat-zat yang terkandung di dalamnya. Perbedaan proses pengolahan tanaman obat bahkan dapat berpengaruh dan menimbulkan efek samping. “Baiknya sesuaikan dengan penggunaan tradisional karena filosofinya sudah disesuaikan dengan keamanan dan efektivitas selama bertahun-tahun. Misalnya, disuruh rebus 7 lembar, hasilnya cuma 1 gelas atau 2 gelas. Itu kan berarti fresh, langsung habis, tidak kedaluwarsa. Tapi kalau mau diekstraksi juga tidak apaapa. Asal, perusahaan bisa menjamin kualitasnya,” ujar Keri yang juga pernah menerima Inspiration Award dari sebuah media massa nasional ini. (METROTVNEWS/M2)

CMYK

±

±


CMYK

±

CMYK

±

±

HIJAB mINGGU, 7 juli 2013 LAMPUNG POST

19

Gaya Supersantai

±

±

ala Inez E

DISI hijab minggu ini mahasiswa Fakultas Teknik Kimia Unila, Inez. Ia akan menunjukkan kreasi hijab yang sering dia pakai untuk kegiatan sehari-hari. Inez menyebutnya model hijab supersantai yang syari, yaitu jilbab yang menutup semua bagian aurat wanita. Inez menggunakan jilbab berbahan shawal, sedangkan untuk dalaman ia menggunakan brokat agar tidak licin. Inez mengatakan model hijab yang satu ini sangatlah mudah. Tentunya model ini hanya cocok untuk sehari-hari, kampus dan menyesuaikan. Model ini tidak perlu menggunakan aksesori. Menggunakan baju apa saja cocok, kecuali pakaian sporty. Selamat berkreasi! (Ikhsan Dwi Nur Satrio/M-2)

±

±

FOTO: LAMPUNG POST/IKHSAN

K O M U N I TA S

‘Bersama Kami Peduli Sugar Glider’ HEWAN peliharaan yang satu ini sangat lucu. Ukuran tubuhnya juga tergolong kecil, sedikit lebih besar dari hamster, yaitu sekitar 20—25 cm. Di Indonesia, hewan mungil ini menjadi peliharaan baru yang favorit. Bahkan, di Lampung, sudah berdiri komunitas penyinta hewan marsupial (mamalia berkantong) ini. Mereka menamakan diri Sugar Glider Lampung (SGL). Keunikan hewan sugar glinder, bisa mengenali pemiliknya lewat bau dan aroma tubuh sang majikan. Jadi, tak heran hewan mu n g i l s at u i n i bisa diajak main ke mana pun tanpa khawatir dia akan lari dan menghilang. “Dia enggak mau sama orang lain karena baunya beda,” kata Novriko Dwi Sanjaya, ketua komunitas SGL, dua hari lalu. Sugar glider termasuk satwa

±

±

CMYK

asli Indonesia. Penyebarannya sebag ia n besar d i Papua da n Australia. Di Australia, hewan ini sudah tergolong apendix atau jenis hewan langka yang dilindungi negara. Sedangkan Indonesia, meskipu n belu m menggolongkannya sebagai hewan langka, memberlakukan kuota untuk mengatur penangkapan sugar glider. Sugar glider adalah hewan nocturnal (aktif pada malam hari), dan hewan berkantong i ni mengg unakan kantongnya untuk meletakkan dan membesarkan bayi (joey).  Menurut Novriko, komunitas mereka juga menjual hewan mungil tersebut. Harga satu ekor bayi sugar glinder Rp500 ribu. Novriko menyarankan jika ingin memelihara hewan mirip tupai terbang ini, sebaiknya beli saat masih bayi agar ketika dewasa hewan ini mengenali majikannya dengan baik. Walau baru dibentuk pada 21 Oktober 2012, SGL sudah memiliki 30 anggota pencinta sugar glinder. SGL merupakan cabang dari ISGA (Indonesia Sugar Glider Association). Para anggota rutin berkumpul setiap minggu di PKOR Way

±

Halim. Selain sharing tentang cara dan pengalaman memelihara sugar glinder, mereka juga menyosialisasikan tentang hewan ini kepada masyarakat. “ K a m i s er i n g me n gad a k a n gathering atau sosialisasi dengan tujuan agar masyarakat Lampung mengenal apa itu sugar glider. Dan, kami memiliki slogan together we care, together we share,” kata Novriko. Perawatan hewan ini terbilang muda h. Hewa n i n i mema k a n serangga dan buah-buahan yang man i s sesua i dengan namanya.  Sugar glider juga mau diberi susu dan bubur kemasan yang dijual di pasar.  Bulunya yang lembut cukup dibasuh dengan tisu basah tiap ha r i ny a.  K a ndang bisa menggunakan kand a n g h a m s t e r. Asyik bukan memiliki hewan mungil yang lucu dan menggemaskan? (DIAN WAHYU

±

KUSUMA/M2)

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

apresiasi mINGGU, 7 JUli 2013

20

LAMPUNG POST

Sastra Koruptif

k r o n i ka Warga Antusias Saksikan Final Abang-None Jakarta JAKARTA—Sejumlah warga mengaku senang dan antusias menyaksikan malam final pemilihan Abang & None Jakarta 2013 yang digelar di lapangan sisi timur silang Monumen Nasional (Monas), Rabu (3-7) malam. Salah seorang penonton, Ratna (40), yang malam itu mengajak dua buah hatinya, mengatakan acara seperti itu sangat menghibur. Ia juga mengaku secara khusus datang langsung dari rumahnya di Bekasi, Jawa Barat. (ANT/P2)

Jepang Pererat Budaya dengan Indonesia JAK ARTA—Direktur Informasi dan Pusat Kebudayaan Kedutaan Jepang di Indonesia, Kenichi Takeyama, mengatakan negaranya sedang membuat kebijakan baru untuk lebih mempererat hubungan Indonesia-Jepang, terutama dalam hal pertukaran budaya kedua negara. “Kami sedang membuat kebijakan baru untuk lebih mempererat hubungan Jepang-Indonesia dan Jepang-ASEAN,” kata Kenichi Takeyama usai acara lokakarya kesenian bunraku (wayang golek Jepang) di Institut Kesenian Jakarta, Rabu (3-7). (ANT/P2)

UNESCO Akui Babad Diponegoro dan Nagarakretagama JAKARTA—Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya, UNESCO, mengakui Babad Diponegoro dan Nagarakretagama sebagai ingatan kolektif dunia secara internasional atau International Memory of the World (MOW). “Ini adalah bagian dari sejarah dunia yang membanggakan Indonesia. Karena untuk masuk dan diterima di dunia internasional itu susah sekali,” ujar Kepala Badan Litbang Kominfo Aizirman Djusan di Jakarta, Rabu (3-7). (ANT/P2)

Semarang Sambut Ramadan dengan Dugderan SEMARANG—Pemerintah Kota Semarang tahun ini kembali menyambut Ramadan dengan karnaval budaya Dugderan pada Minggu (7-6) dan Senin (8-7). “Dugderan tahun ini digelar dua hari, yakni Minggu untuk karnaval anak dan peserta umum dilaksanakan Senin,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Nurjanah, di Semarang, Rabu (3-7). (ANT/P2)

Sejajar pembakuan KBBI (1995), korupsi diartikan penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dsb.) untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Plus varian ”korupsi waktu”, yang diartikan penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi. Seakan-akan ihwal korup, korupsi, dan koruptor itu hanya ada dalam konstelasi rezim yang berkuasa yang harus selalu dikontrol oleh oposan politik, dan sosial kontrol oleh pers dan seterusnya di sisi lainnya. Usaha agar penguasa tidak otoriter—Lord Acton bilang, ”kekuasaan cenderung korup.” Sesuatu yang membuat parpol, yang politikusnya duduk di kabinet atau DPR atau DPRD melakukan korupsi, tidak merasa harus ikut bertanggung jawab — cukup dengan bi lang itu oknum. Atau, kepala daerah, dengan back up parpol tertentu, yang APBDnya berasal dana alokasi APBN sesuai ajuan proposal, leluasa tanpa pakewuh mengubah beberapa pos peruntukannya buat kesejahteraan rakyat. Bahkan jadi bukti ia dan parpol pendukungnya punya kebijaksanaan yang berbeda dari pusat—beroposisi tanpa mencari PAD. Seakan alokasi APBN itu jatuh dari langit, bukan kebijaksanaan ekspor, pajak, dana pinjaman, dan seterusnya dari pemerintah—karena itu harus ikut mempertanggungjawabkannya.

Sanksi bagi Koruptor Tapi saya cuma ingin berbicara ihwal korupsi dalam menulis—tak khusus sastra—, dengan merujuk kekuasaan dan kewenangan yang dipakai untuk

galeri Ajaibnya Asmaul Husna Atasi Masalah-Masalah Harianmu

meraih keuntungan pribadi, menyejahterakan teman dan kelompok, atau cuma menghabiskan waktu kerja di kantor dengan menulis puisi atau membaca koran. Jadi bukan sekadar mencairkan alokasi dana untuk kegiatan yang harus dilakukan pada akhir tahun anggaran, dengan hasil acakadut. Hanya merujuk upaya tak sungguh-sungguh dalam mencipta, dengan mengambil kutipan tanpa menyebut sumbernya, dengan membajak sebagian tulisan secara menggelap, dan mengakui tulisan orang lain. Plagiarisme terlarang. Pelakunya dijenggongi, dikaitkan dengan kapasitas moral serta kompetensi dari si penulis—sama direndahkan lewat pengucilan. Sejajar dengan itu ada tindakan korupsi lain, perilaku mencetak dan memperbanyak buku karya orang lain, yang hak produksi eksklusifnya telah dimiliki penerbit lain, lantas mengedarkan serta menjualnya—dengan seluruh keuntungan dikangkangi si pelaku, setelah sebagian merembes pada pengedar dan pengecer. Untuk yang terakhir ini kita menganggapnya sebagai suatu tindakan (delik) pidana, dan negara telah mahfum dengan menyediakan KUHP, polisi, jaksa, hakim, LP, dan ancaman hukuman kurungan dan denda. Untuk yang pertama hanya ada sanksi moral, meskipun institusi PT menganggap skripsi, tesis, atau disertasi yang main comot, bajak, serta copy paste itu sebagai laku amoral, dengan sanksi pembatalan gelar kesarjanaan bagi pembuatnya. Di luar itu kita tak berdaya. Maka merajalelalah laku

n ANTARA/NYOMAN BUDHIANA

KUE TRADISIONAL BALI. Dua pekerja membuat kue tradisional khas Bali di salah satu stan peserta Pesta Kesenian Bali ke-35 di Taman Budaya Denpasar, Jumat (5-7). Festival tahunan bidang seni budaya itu selain untuk melestarikan seni dan budaya, juga menjadi ajang pameran usaha kecil berbasis ekonomi kreatif. korupsi dalam penulisan karya sastra atau karya tulis ilmiah di sekolah, terutama yang dipersiapkan buat lomba tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Ketika ada lomba menulis puisi dan cerpen FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional), guru pembina mengharuskan agar siswanya membuka internet, mengunggah karya tersua, mengolah dan mengakuinya sebagai karya pribadi. Tak malu karena percaya juri tidak mungkin tahu—juga untuk karya tulis ilmiah yang seharusnya dimulai dengan penelitian. Terkadang lelaku korupsi secara tak sadar dilakukan Disdik, dengan tidak menyelenggarakan lomba menulis cerpen atau puisi di tingkat kabupaten/kota, dengan langsung menunjuk siswa dari sekolah unggul—meski mekanisme serta dananya ada. Alasannya, tidak ada waktu. Akibatnya banyak siswa berpotensi tak mendapat kesempatan untuk ujuk gigi. Atau sengaja melakukan lomba tapi

alokasi waktunya—puisi 3 jam dan cerpen 5 jam—dipersempit jadi 2 jam. Bahkan memilih juri tak kompeten hingga naskah lomba tak dipertimbangkan secara serius. Nyaris sejajar dengan redaktur media massa cetak umum mendahulukan teman dengan kebutuhan mendesak sehingga persaingan jujur serta penilaian objektif tidak jalan. Sesuatu yang terasa tapi tak bisa dibuktikan. Tidak heran bila Saut Situmorang berteriak ihwal estetika dominan, redaktur dan media massa cetak besar mendiktekan itu, dan menyebutnya politik sastra. Korupsi yang tak terasa dan tak bisa disimpulkan. Tapi kita bungkam, tidak berkeinginan menghadirkan media massa cetak untuk karya alternatif. Tak berdaya mengikuti kompetensi sesuai gendang dominan, terpinggirkan sebagai yang dilemahkan—tidak bisa menari menikmati jeneng dan jenang. n Beni Setia, pengarang

buku

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Haikal H. Habibillah al-Jabaly Sabil Juni 2013 Hidup dengan segala permasalaha n nya mer upa k a n ujia n ya ng diberikan oleh Allah swt. Barang siapa yang berhasil melewati ujian tersebut, maka ia akan menjadi pemenang, baik di dunia maupun akhirat. Selain bersabar dan menghadapinya dengan hati yang lapang, manusia juga bisa berikhtiar agar terhindar atau mampu mengatasi ujianujian tersebut. Asmaul husna, dalam banyak riwayat, dipercaya dapat menghindarkan bahkan mengatasi beragam masalah hidup yang menimpa seseorang. Mulai dari masalah pribadi, ekonomi, hingga masalah keluarga. Buku ini menyanyikan beragam mukjizat asmaul husna dan tata cara mengamalkannya sehingga Anda mendapatkan power yang luar biasa untuk mengatasi semua permasalahan yang Anda hadapi. Setiap permasalahan yang Anda hadapi sumbernya dari Allah. Memohon pertolongan Allah, dengan mengamalkan nama-nama-Nya yang baik, adalah tindakan paling bijak yang Anda lakukan. n

Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Kamu Selalu Ada Untukku @edi_akhiles Laksana Juni 2013 “Aku kan selalu ada untukmu, Sayang, aku nggak bisa hidup tanpamu...” Gubraakkk...!! Aku terjungkal. Sucikah bisikan itu? Jangan-jangan karena aku tajir, mapan, keren, pintar, atau populer? Apakah engkau masih akan selalu ada untukku andai aku hanya jalan kaki, dengan tubuh tanpa Bvlgari, dan dompet isi seribu? Andai aku jalan kaki, di bawah terik matahari, bermandi keringat, menahan lapar, bertubuh dekil nan buluk, dengan dompet kempis yang tak bisa untuk beli sebuah air kemasan gelas, akankah kau, kau, kau, yang kini selalu tersenyum manis dan mendengarkanku, tetap mau menyapaku, tersenyum padaku, menyentuh lenganku, merangkulku, memelukku, menciumku, dan menganggapku manusia? Bukan hanya soal ketulusan cinta dan pesona berlian, juga tentang rahasia pilihan hidup, makna komitmen, chemistry pasangan hidup, tajamnya mulut, hingga arti kematian, disuguhkan dalam kisah-kisah popcorn yang begitu renyah dan menyentuh hati, berbumbu jenaka tajam, satire, bentakan, dalam bentangan padang savana makna kebajikan yang tak bertepi. Mudah dibaca sekali duduk di mana saja, sebutlah busway, bahkan secara terpisah-pisah, serial popcorn ini menggasak rohani terdalam setiap kita tentang siapa gerangan sesungguhnya aku, engkau, dan dia, dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. n

±

KALAU merunut Oxford Advanced Learner’s Dictionary (1995) korupsi identik dengan ”the act of corrupting or the process of being corrupted”, dengan amat banyak rujukan dari kata korup. Salah satunya ”willing to act dishonestly or illegally in return for money or personal gain”—dengan catatan: ”especially of people with authority or power”. Tidak memungkinkan tukang becak, penyair, atau badut sirkus korupsi.

CMYK

SETENGAH abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri? Mengapa upaya arek-arek Suroboyo masa lampau dapat mengibarkan sang Merah Putih di bumi pahlawan itu, sementara manusia masa kini masih duduk-duduk manis menunggu hidayah yang mendatanginya? Dua pertanyaan tersebut tidak mudah dijawab. Faktanya revolusi bukanlah perkara yang mudah. Setiap warga negara memiliki konteks pemikiran perjuangan sendiri yang menyebabkan revolusi harus melalui tikungan yang terjal dan menakutkan. Tidak terelakkan, faktor struktur perhatian terhadap nilai perjuangan itu harus digoreskan dalam simbol-simbol perjuangan pewaris negeri ini. Buku Jembatan Merah merupakan buku yang tepat untuk menjawab pertanyaan dan kemuskilan di atas. Buku ini merupakan salah satu buku fiksi yang menjadi gambaran perjuangan anak-anak negeri dalam mewujudkan harapannya meniti liku-liku kehidupan yang ditulis oleh 36 penulis cerita pendek yang melambangkan diri mereka. Tidak hanya potret satu sisi saja, tetapi penulis buku juga berusaha mengetengahkan latar historis yang menggambarkan dinamika pertarungan nasib dan petualangan yang mengesankan dari masa kecil hingga dewasa ini. Secara historis, Jembatan Merah ini dikenal sebagai saksi pertempuran arek-arek Suroboyo. Siapa yang bersungguh-sungguh melawan penjajah, maka ia akan menemui buah kemanisan hidup. Sejak penulis yang berhuni dari Sumatera hingga arah timur Indonesia, mereka menjadi perwakilan setiap daerah dengan gaya bercerita yang khas. Buku ini juga menjadi miniaturnya Surabaya era masa kini yang telah mempersatukan semangat dan hubungan harmonis antara etnis dan ras yang tersebar di Indonesia. Karena

itu, buku ini dikenal sebagai simbolis dari salah satu tempat kelahiran peradaban Indonesia di Surabaya.

Sekilas ‘Jembatan Merah’ Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia cabang Surabaya dan sekitarnya mengadakan program penerbitan buku antologi cerpen bertajuk Jembatan Merah. Hal tersebut menjadi proyek penerbitan terbuka untuk anggota FAM Indonesia maupun nonanggota di mana saja berada. Perihal mengapa buku antologi cerpen ini berjudul Jembatan Merah? Jelas saja, sejarah mengatakan bahwa Jembatan Merah merupakan lambang perjuangan. Sebagaimana sudah kita kenal, ia menjadi saksi bisu betapa gigih dan beraninya arek-arek Suroboyo dalam perang 10 November Surabaya melawan tentara sekutu dan NICA-Belanda yang hendak menguasai kembali Surabaya. Di sinilah Brigadir A.W.S Mallaby, pemimpin angkatan bersenjata Inggris yang telah menguasai Gedung Internationale Crediet en Verening Rotterdam atau Internatio, tewas terbunuh di tangan arek-arek Suroboyo. Berangkat dari fakta sejarah yang sangat membanggakan itu, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia cabang Surabaya dan sekitarnya berharap dapat menjadikan Jembatan Merah sebagai sumber inspirasi lahirnya cerita-cerita bertema perjuangan hidup, baik itu perjuangan mempertahankan hak, mencari keadilan, menjaga harga diri, menegakkan nilai-nilai kebenaran, melawan pesimistis dan ketidakmungkinan, juga perjuangan meraih impian. Pada masa modern, kisah hidup setiap pemuda Indonesia beraneka ragam. Bermula dari perjalanan pendidikan masa kampung halaman tercinta hingga memijakkan kaki ke tanah rantau, penulis mengajak pembaca merasakan kehidupan yang berwarna itu. Kisah di dalamnya menjunjung arti sosok generasi muda dengan keluh kesah dan jalan kehidupan menerpa di kanan dan

±

kirinya dengan memainkan peranan penting dalam menekuni cita-cita dan keluarganya. Melalui cerita itu, para penulis mengukuhkan usaha untuk keluar dari keterpurukan nasib diri dan keluarga untuk menyuarakan kebebasan mengekspresikan diri, bertualang di bumi pertiwi mengukir mimpi. Sejak membaca satu per satu cerpen tersebut, pembaca dibuat mampu membangun hubungan yang kuat antara kisah penulis sehingga dapat dirasakan oleh pembaca, khususnya bagi khazanah perjalanan hidup yang penuh hikmah. Alasan inilah yang menyebabkan ketertarikan untuk menyelesaikan pembacaan cerita hingga selesai. Jika cerita mula saja sudah menarik, pembaca tentu berhasrat meneruskan bacaan untuk menjawab rasa penasarannya. Di Jembatan Merah ini, FAM Indonesia berhasil memainkan peran dengan sangat baik dalam menghipnosis khalayak ramai agar kembali merenungkan jejak-jejak penulis yang terangkum dalam antologi lomba cipta cerpen se-Indonesia karena menjadi salah satu kekuatan menghargai karya-karya penulis yang berpartisipasi dalam lomba tersebut. Antologi ini disajikan secara apik tanpa mengurangi esensi dari isi buku yang mengangkat kisah fiksi. Hingga saat ini, Jembatan Merah telah menjadi wadah meluangkan perjalanan-perjalanan itu yang juga merupakan representasi dari kondisi generasi muda bangsa ini yang sedang mencari jati diri. Hal demikian menjelaskan mengapa karya-karya tersebut mampu mengakselerasi semangat berbagi pengalaman hidup. Kemampuan mengapresiasi minat dan bakat dalam mencurahkannya dalam bentuk cerita itu menjadi sebuah keharusan karena memiliki nilai historis tersendiri bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Pada mulanya, penerbitan buku ini diharapkan mampu membawa angin perubahan bagi modernisasi dunia literasi di

Data Buku

Jembatan Merah Rahimah I.B., dkk. FAM Publishing Pertama April 2013 325 hlm.

Indonesia. Namun, tidak cukup hanya dengan bukti ini saja. Harus diakui, hadirnya 36 penulis buku ini patut diapresiasi. Sebab, bukan hanya sekadar ikut-ikutan dalam dokumentasi karya, melainkan itu menjadi wujud nyata dalam menapaki petualangan menjadi penulis besar yang merangkul penulis di nusantara. Sebab, jika tidak diantologikan sebaik ini, niscaya perubahan itu mengalami hambatan dalam memacu adrenalin generasi muda masa kini mengukir prestasi di bidang yang ditekuni. Hadirnya buku ini telah berusaha membukti kan bahwa masi h ada pejuang-pejuang pena, muda, mau dan mampu berkarya bagi nusa dan bangsa. Sementara keputusan terakhir terletak pada seluruh pemuda Indonesia yang mencari semangat juang yang telah lama hilang, hanya dapat diubah dengan tangannya sendiri. Apalagi Allah telah berfirman dalam Q.S. Ar-ra’d Ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.” Dodi Saputra, lahir di Mahakarya, 25 September 1990. Aktif di Forum Lingkar Pena unit STKIP PGRI Sumatera Barat.

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

sastra mINGGU, 7 jUli 2013 LAMPUNG POST

21

Cerpen y u liz a r fa dli

±

May MAY menghidupkan televisi setelah membuatkanku kopi pahit dan meletakkannya di atas meja. Ia mendekat dan mulai menunjukkan karyanya. Kuraih dan mulai membacanya. Kami duduk di sofa hijau toska dengan jarak lima jari orang dewasa. Sesekali kupandangi mata belok yang menghiasi wajah bulat telurnya. Aku juga suka karena malam ini ia mengenakan baju tidur terusan merah muda. “Jul, kau pernah dengar nama Carl Gustav Jung?” “Tidak. Aku tak tahu, May.” “Oke, tak penting. Yang jelas aku bakal meneliti tentang mimpi. Aku akan buat fiksi mikronya.” Menggebu-gebu ia berujar, semenggebu perasaanku padanya. “Ya. Aku mengamini. Tapi aku baca dulu karyamu. Tolong jangan diganggu,” kataku. Aku kembali membaca ceritaceritanya. Ia mengangguk kemudian mengambil buku Popular Culture karangan Dominic Strinati yang ia taruh di meja dekat cangkir kopiku. Kami berdua khusyuk membaca. Dari saluran televisi, komentar Anggun untuk salah satu kontestan X-Factor heboh terdengar. *

±

±

1 Di sepanjang jalan, para pedagang asongan turut meramaikan jalan. Pagi yang indah. Hari yang cerah. * “Awal kalimatnya nggak menarik. Klise.” Aku menyeletuk. “Please deh, baca dulu semua. Oke, ” katanya tanpa menoleh. “Oke.” * Di bawa h mata ha r i ja m del apa n pagi. Seseorang mengayuh sepeda tua di depan kantor wali kota. Ada ransel di punggungnya. Seekor kucing yang sedang mengejar tikus got melintas di depannya. Lelaki itu kaget, begitu juga kucing yang hampir ditabraknya. Dari arah yang berlawanan, pedagang mainan, tukang semir, juga petugas lalu lintas tiba-tiba dikagetkan oleh suara ledakan. Semua orang terhenyak. Ter ma s u k le l a k i pa r u h baya ya n g sedang makan di warung soto babat— sendok nya menga m ba ng d i a nta ra mangkok dan mulutnya. Sepersekian detik jantung orang-orang itu mendadak berhenti. Seolah darah tak mengalir lagi ke wajah mereka. Ledakan itu terdengar tiga kali. Orangorang menutup telinga dan berteriak histeris. Mereka mencari-cari sumber bunyi. Beberapa orang bertukar pandang, kemudian menatap berkeliling ke arah kantor wali kota. Seorang lelaki tergeletak tak jauh dari sepeda. Tak bergerak. Punggungnya penuh luka. Mungkin mati. 2 Di sebuah rumah bedeng, sebrang jembatan, dari dalam kamar mandi, terdengar senandung perempuan. Dari telinga perempuan, yang terhalang bunyi air

kran, terdengar percakapan samar. ”Jangan khawatir, ini aman.” ”Kenapa tidak pakai tabung gas yang besar sih?” ”Dijamin aman. Tenang saja lah?” ”Ya terserah. Yang penting hati-hati.” Selang beberapa menit, ketika senandung perempuan itu berhenti. Terdengar ledakan berkali-kali. Ada teriak kesakitan. Orang berhambur keluar rumah, termasu k perempuan dalam kamar mandi itu.

bernyanyi. Gerimis perlahan jadi hujan. Angin bertiup kencang. Meluruhkan daun-daun dan kembang kertas di sekitar taman. Lelaki itu berhenti menangis. Bau amis menyeruak dan mengubah putih bangku kayu jadi merah.

3 Di putih bangku kayu taman kota, terdengar tawa kecil penjual koran juga kidung bocah pembawa kotak amal. Di sebelah kanan bawah, di balik tanah, ada tangan mungil meraba. Ialah kecambah kacang tanah. Lalu seo r a n g peremp u a n tua me-

ludah. Namun pantaskah disebut ludah, bi la ia ber wana merah. Suatu ketika, bangku kayu itu berbincang dengan salah satu pengunjung, seorang laki-laki bongkok yang terlalu senang membersihkan sampah-sampah di sepanjang jalan, rumah ibadah, pasar, dan sekolah. Bajunya cokelat kusam seperti mukanya yang muram. Ia su k a menyapu ber si h selu r u h sampah tanpa bayaran. Pernah sekali ia naik ke atap rumah milik janda sebatang kara. Membetulkan susunan genting tanpa meminta bayaran. Apa yang ia cari? Tak ada yang tahu. Yang terang ia selalu membawa foto seorang perempuan ke mana pun ia pergi, dan selalu menangis ketika ditanya siapa nama aslinya, ia benar-benar lupa. Malam dan gerimis datang seperti sepasang remaja berpelukan. Lelaki itu rebah di bangku kayu. Ia menangis­ ber sa ma ger i m i s t ipi s - t ipi s. K ata k

5 Seorang lelaki menggembalakan ratusan robot ciptaannya di tengah gedung pencakar langit. Di antara derap langkah ratusan robot, seorang bocah penjaja kepingan CD film kartun terinjak salah satu robotnya. Ususnya terburai dan mati seketika. Si penggembala menggelekek melihatnya. Kemudian melompat dari satu atap gedung ke atap gedung lainnya, mirip pahlawan dengan baju bergambar laba-laba. Di langit, awan berangsur hitam. Tak satu pun hewan langit

n ferial

4 Hujan lebat. Pemulung tua berjalan dengan kantong plastik di kepala. Ia membawa kardus bekas seper ti badannya yang renta. Matanya menatap berkeliling. Sekilas ada bayangan yang melintas, seperti cahaya, tapi kemudian lenyap dan lesap ke langit. Ia mencubitcubit pipi, memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Kemudian menghela napas. Perlahan ia berjalan menuju teritis peribadatan. Menggelar lembaran kardus yang ia pungut dari jalan sebelum hujan. Ia meringkuk. Lelap dan berbantal tangan kanan. Ketika langit malam seolah terus mengutukinya dengan hujan, tubuhnya tiba-tiba terguncang. Ia terpental jauh akibat ledakan besar dari dalam rumah ibadah.

melintas di atas kota. Mungkin takut. Pohon juga tak ada. Mungkin sudah ditebang, mungkin juga tak pernah ditanam. Sampah menggenang di leding besar, tempat semestinya air dialirkan. Di dekat pintu air, di antara tumpukan sampah, mayat perempuan tua terbujur kaku di atasnya. Hanya jalan raya yang sesak dengan kendaraan. Asap-asap kendaraan itu mulai menggantung di atas kota. Mereka, orang-orang dalam kendaraan itu, punya tujuan yang sama; pergi ke laut. Tak ada satu pun petugas lalu lintas yang datang menertibkan jalan. Karena semua orang, tanpa terkecuali, sibuk berkendara dan berdesakan di jalan raya—berbondong untu k kemud ian menceburkan diri ke laut berwarna hi-

tam, yang sehitam aspal. Mereka lebih memilih bunuh diri ketimbang mati di tangan robot-robot itu. Sementara ratusan manusia lainnya, yang tak sempat kabur menuju laut— dibunuh dan ditumpuk seperti sampah dalam liang besar yang digali di tengah kota. Liang itu seperti telaga raksasa. Merah airnya. Ketika darah merah segar mengalir deras dari tubuh mayat-mayat itu, seekor lalat hijau nekat mendekat. Terbang dan hinggap. Dengungnya menjengahkan. Pada saat yang sama, di atas liang, puluhan robot mulai menimbunnya dengan batu, tanah liat, dan bongkahan aspal. Lalat nekat itu terjebak di dalamnya. Mati. Hanya meny isakan seorang lelak i dan ratusan robot di sana. Gedung yang kosong, rumah yang kosong, dan hati yang kosong. Mulut lelaki itu terbuka. Ia tertawa bangga. Tawanya menggema ke seluruh penjuru kota. Beberapa waktu setelah puas tertawa, si penggembala robot teringat sesuatu. Ia kemudian berlari menuju tempat pemujaan, di bawah tanah, untuk menyiapkan ritual. Mulailah ia menyiapkan sesembahan, kemudian memohon kepada sekutunya; raja jin dari Segitiga Bermuda. Ia minta segunung emas dan keabadian. Raja jin mengabulkan permintaannya. Keinginannya segera terwujud. Tapi ia tak pernah tahu bahwa sebaik-sebaik jin adalah sejahat-jahat manusia. Lelaki itu pasti menyesal. Sangat menyesal. Karena seluruh bangunan di kota itu, termasuk dirinya dan ratusan robot gembalaannya, perlahan membatu dan mengeras menjadi emas. Seluruh kota dirubah Raja Jin menjadi emas, tanpa kecuali. Waktu mendadak berhenti di kota itu. Dari langit yang kian hitam, butiran salju turun perlahan-lahan, seperti guguran kapuk randu. * Suara televisi beradu dengan deras hujan di luar. Membuat suara kontestan yang membawakan Save Me Song: Anak Jalanan terdengar samar. Secangkir kopi dan empat batang rokok sudah kutandaskan. Sebetulnya aku sangat ingin pergi sejak tadi, tapi May menahanku. “Gimana pendapatmu. Bagus?” tanyanya antusias. “Bagus. Tapi aku tak yakin ini masuk kategori cerita pendek.” “Memang apa tolok ukurnya. Hmm?” Ia tersenyum. Nakal sekali. Awalnya jarak duduk kami adalah lima jari orang dewasa, tapi setelah aku melontarkan komentar, ia malah mendekat dan membuat jarak kami jadi satu jari. May mendorong tubuhku. Ia menindihku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia jadi liar, aku pun demikian.

±

“May...” “Hmm...” Bandar Lampung, 2011-2013.

sajak-sajak tarpin A. nasri Sepagi ini Sudah Diguyur Hujan

±

Sepagi ini Bumi Centralpertiwi Bahari sudah diguyur hujan Kakinya yang runcing-tajam menimbris-nimbris mengarsir cakrawala Dan tambak udang itu pun masih dipayungi arakan mendung yang kian menipis Jika tidak ingat pada kewajiban kerja dan harus mencari nafkah Tetap di kamar dengan selimut hangat adalah yang kenikmatan yang lezat Sehingga mimpi tebu yang belum tuntas siapa tahu bisa ditamatkan… Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

Sajak Camar yang Berkepak

Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

Sajak Aku Ingin Mencintaimu Aku ingin mencintaimu dengan seluruh kesucian mawar Seperti cinta kumbang yang tak pernah mendustai manisnya madu Tapi masalahnya adalah: aku sudah punya dermaga tanpa kabut dan tanpa badai untuk kasih, sayang dan rinduku Maka bagiku yang tercantik dan terindah adalah cukup mengenalmu Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

Wahai camar yang berkepak di atas hamparan laut biru tanpa awan Tak sanggup aku untuk melupakan dia yang di sana Tapi puisi cinta, sajak kasih, nyanyian sayang dan tarian rinduku Ada yang meminta dengan air matanya untuk tidak dibagi dengan siapa pun Untuk itu: mari kita lakukan yang terbaik untuk hidup kita Bukankah begitu yang terindah dan yang tergurih

±

di antara kita Sehingga tidak ada yang menarikan belati di hati masing-masing, Dinda?

Di Bumi Bratasena Hujan Masih Terus Berguguran Di Bumi Centralpertiwi Bahari sampai lewat tengah hari butit-butir bening yang berguguran belum juga ada tanda-tanda untuk berhenti

CMYK

Karena hari ini adalah hari Sabtu masuk kamar dan tidur adalah pilihan yang terbaik : Semoga engkau hadir dalam tidur siangku dengan sejuta tebu yang anggur Sehingga tidurku kembali berselimut dan bermandikan kemesraanmu, Dinda… Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

Sejuta Tanya Berhamburan Kekasihku, lebih dari sejuta tanya berhamburan dari kepalaku menuju-Mu Ada satu tanya tebu yang menggodaku amat mawar : apakah bidadari-Mu itu memang harus kucintai? Sedangkan kasih, sayang dan rinduku sudah punya pelabuhan yang syah Yang dibangun dengan syahadat, maskawin dan saksi-saksi Kekasihku…kuharap ini adalah murni tarian yang menggoda Dan aku mohon kepada-Mu agar aku bisa membentenginya dengan perisai kehormatan dan dengan tameng kesetiaan yang tidak mudah tunduk dan terkoyak oleh guguran kristal air mata… Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

±

Sajak Mungkinkah Terjadi

±

Kuingin mencintaimu seperti cintanya semut kepada gula Kuingin menyayangimu seperti sayangnya raga kepada jiwa Kuingin mengasihimu seperti kasihnya ombak kepada pantai Kuingin merindukanmu seperti rindunya kemarau kepada hujan Kuingin bersamamu seperti bersamanya kumbang dengan madu Tapi mungkinkah semua ini terjadi, Dinda? Mengingat antara engkau dan aku tidak hanya terhalang status—tapi kita juga berbeda kiblat Bratasena Adiwarna, 2012-Brajaselebah, 2013

Tarpin A. Nasri, lahir di Subang, Jawa Barat, 10 Desember 1967. Kini bekerja di Divis Corporate Communication PT Centralproteina Prima dan ditempatkan di PT Centralpertiwi Bahari, Lampung. Selain gemar menulis sajak, pencandu karya sastra yang kini berdomisili di Brajaselebah, Lampung Timur, juga doyan menulis cerpen, novelet, dan novel. Tulisannya banyak dipublikasikan di berbagai media.

CMYK

±


CMYK

±

CMYK

±

±

ILMU

TEKNOLOGI

mINGGU, 7 juli 2013

22

LAMPUNG POST

Robot Ciptaan Siswa SMK Pelita

±

±

ROBOT yang hanya terdiri dari sepetak motherboard selebar buku tulis dan dua roda itu bergerak lincah dan dinamis mengikuti panel-panel track line (garis lintas) yang ada. Sesekali robot merah ini berhenti sepersekian detik untuk menerjemahkan perintah yang ada dalam memorinya dan kembali bergerak lincah menuju targetnya.

R

obot terus bergerak menuju lilin yang terletak di tengah track line, berhenti sebentar, kemudian alat penjepit di atas motherboard meraih lilin itu. Dengan jepitan yang cukup kuat, robot menuju si pemberi perintah dan meletakkan lilin tegak berdiri di tempatnya yang baru, sempurna. Kontan saja Rizki Cahya, Erdian, dan Adi Nugroho, siswa SMK Pelita Gedongtataan, semringah. Suharto, guru pembimbing mereka, pun puas, proyek robotika ala siswa sekolah menengah kejuruan ini sukses. Tak hanya itu, Ainnurofiq, kepala SMK Pelita, bahkan siap mengikuti kompetisi robotika tingkat SMK, baik di Lampung maupun di Jawa yang sudah lebih maju. “Ya, untuk sekadar tambah-tambah pengalaman,” ujar Ainnurofiq merendah. Percobaan yang berulangulang memang terus dilakukan oleh mereka saat menciptakan

cikal bakal robot fungsional ini. Keterbatasan dana hingga suplai bahan baku yang harus dibeli hingga ke Jakarta tak menjadi alasan buat proyek ini terhenti. “Pertama kami hanya membuat robot sekadar bisa bergerak. Setelah berhasil di proyek pertama, kami penasaran untuk membuat robot yang ada fungsi. Seperti robot transporter ini, yang bisa berfungsi untuk memindahkan dan mengambil sebuah benda,” ujar Suharto. Sederhana memang, tetapi untuk ukuran sebuah sekolah menengah kejuruan swasta dengan dukungan finansial yang jauh dari memadai, karya siswa SMK Pelita ini luar biasa. “Di Lampung, mungkin ada satu atau dua SMK saja termasuk kami yang berhasil menciptakan robot fungsional ini,” ujarnya. Ada dua robot fungsional yang telah diciptakan oleh siswa-siswa SMK Pelita ini: robot transporter dan robot pe-

±

madam api yang bekerja dengan mendeteksi sensor panas melalui suhu di sekitar robot. Bahan-bahannya cukup sederhana, seperti motherboard, sensor gerak, downloader, sampai software pemrograman khusus yang berbasis pada sistem java script. Robot ini bekerja melalui perintah gerak dan mengangkat benda melalui program yang ditanam melalui kabel downloader melalui software Advance Virtual Release (AVR) Studio, software khusus penggerak robot. Melalui downloader, “otak” robot ditanam di motherboard sebagai pembagi fungsi pada masing-masing sensor robot. Sebelumnya, operator akan menciptakan perintah jalan dan perintah gerakan melalui program AVR di komputer. Proses perintah harus dilakukan sedetil mungkin mengingat robot berjalan di track line khusus yang memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama sehingga perintah gerak dan jalan robot bisa berjalan presisi. “Masing-masing panjang track line di tiap lintasan adalah 20 sentimeter, untuk kemudian dipecah kembali menjadi perempatan atau pertigaan. Makanya saat pemrograman perintah kerja robot harus sesuai dengan panjang lintasan agar robot tetap berada di track line,” ujar Rizki Cahya. Setelah perintah dibuat, kemudian ditransfer melalui kabel downloader khusus yang sudah tersambung pada cip robot, dengan durasi waktu penanaman perintah kurang dari 1 menit. Penanaman perintah memang diupayakan tak terlalu berlebihan (overload) agar robot bisa bekerja maksimal. Robot diisi dengan perintah jalan melewati track line yang banyak persimpangan dengan tugas utama mengangkat dan memindahkan benda. Kendala yang kerap dihadapi adalah memori yang sudah ditanamkan ke robot tiba-tiba failure (gagal) atau si robot

±

foto: lampung post/dok.

salah mengartikan perintah seperti berjalan mundur, bergerak tak sesuai track line, termasuk tak tepat saat penjepit objek. (MEZA SWASTIKA/M2)

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±


CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±

± ±

PERJALANAN mINGGU, 7 JUli 2013 LAMPUNG POST

23

Teluk Kiluan Tak Cuma Lumba-lumba

± ±

KILUAN Dolphin Bay. Itu nama yang tertera di Google Maps tentang Teluk Kiluan di Kelumbayan, Tanggamus, Lampung. Memang, lumba-lumba atau dolfin identik dengan Kiluan. Tetapi, pesonanya lebih dari itu.

± ±

Teluk Kiluan adalah sebuah teluk kecil di antara tiga teluk besar, di pesisir selatan Provinsi Lampung. Teluk Kiluan sangat kecil dibandingkan Teluk Lampung, Teluk Ratai, atapun Teluk Semaka. Di mulut Teluk Kiluan terdapat sebuah pu lau. Wa rga menyebut nya P u lau Kelapa. Pulau ini sering juga disebut Pulau Kiluan. Keberadaan Pulau Kelapa membuat Teluk Kiluan terlindung dari ganasnya ombak Samudera Hindia. Pulau Kelapa seakan-akan jadi pemecah ombak yang khusus diciptakan Tuhan untuk melindungi Teluk Kiluan. Walaupun kecil, Teluk Kiluan memiliki keindahan alam luar biasa. Bukit dan gunung yang tampak hijau oleh rimbunnya pepohonan. Air laut yang biru bersih. Pantainya yang berpasir putih dan lembut. Deburan ombak yang memecah batu karang menimbulkan buih putih. Flora dan fauna laut yang bisa dilihat secara kasatmata. Perahu jukung beraneka warna. Karena itu, tak heran beberapa penulis menyebut Teluk Kiluan adalah bagian dari surga yang ada di bumi. Rasa waswas selama perjalanan tiga jam dari Telukbetung sirna begitu kami, rombongan dari Blazer Lampung Club (BLC), menjejakkan kaki di Pekon (Desa) Kiluannegeri, Sabtu (29-6), pukul 13.00. Pesona Teluk Kiluan menyihir kami,

rombongan yang dipimpin Ketua BLC Suba’i Syarief dan terdiri dari 12 mobil yang juga membawa serta keluarga dan anak-anak. Kami menginap di rumah penduduk yang memang telah menyediakannya untuk disewa wisatawan. Sebenarnya, ada juga dua cottage sederhana yang cukup besar. Namun, kami tidak kebagian. Sewa cottage atau sewa rumah penduduk harganya sama: Rp300 ribu per malam, belum termasuk makan. Satu cottage yang terbuat dari papan dan anyaman bambu ini cukup untuk 15—20 orang. Untuk biaya makan Rp20 ribu per orang sekali makan. Selama di Teluk Kiluan, akomodasi kami disiapkan Pak Sholihin, warga setempat yang dulu adalah nelayan tetapi kini menjadi pengelola wisata. Warga Pekon Kiluannegeri hampir seluruhnya sudah sadar wisata. Mereka mengelola Teluk Kiluan sebagai wisata alam (ecotourism).

Wisata Keluarga Hari itu, agenda kami adalah bebas. Cuaca mendung, membuat gelombang laut di Samudera Hindia menjadi besar. Suara deburan ombak yang memecah batu karang terdengar jelas di telinga kami. Meski demikian, di Teluk Kiluan gelombang tidak terlalu besar. Anakanak langsung bermain dan mandi di pantai. Sementara ibu-ibu memilih duduk lesehan santai di dermaga. Beberapa pria dari rombongan kami memilih memancing. Keluarga Oka, memilih untuk snorkeling. Tak lama kemudian, sebuah kapal k ay u merapat . I s i ny a r om bon ga n wisatawan dari Jakarta. Mereka ke Te-

luk Kiluan melalui jalur laut. Menurut para awak kapal, mereka berangkat dari Pelabuhan Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Rombongan wisatawan ini pun menginap di Teluk Kiluan. Selain kami dan rombongan naik kapal, saya mel i hat beberapa rom bongan la i n yang berwisata ke Teluk Kiluan. Ada kelompok yang naik sepeda motor. Ada juga beberapa yang naik mobil pribadi. Teluk Kiluan pada akhir pekan penuh dengan wisatawan.

Pulau Kelapa Semula tujuan kami ke Teluk Kiluan untuk melihat lumba-lumba. Konon, Teluk Kiluan adalah habitat lumba-lumba terbesar di Asia. Ratusan lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris) hidup di kawasan ini. Namun, karena saat itu gelombangnya besar, saya khawatir anak-anak bakal mabuk laut jika naik perahu jukung. Apalagi, satu rombongan pemancing kembali lagi karena tidak tahan dengan gelombang laut yang mencapai 2 meter. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Pulau Kelapa saja. Sebagai

catatan, untuk melihat kawanan lumbalumba, kita menyewa perahu Rp250 ribu. Perahu akan berlayar selama satu jam dengan tiga atau empat penumpang. Kawanan lumba-lumba biasanya muncul pada pagi atau sore hari. Habitat lumba-lumba ini sudah masuk ke kawasan Samudera Hindia. Perjalanan ke Pulau Kelapa ditempuh dalam waktu 10 menit menggunakan perahu jukung. Ongkosnya Rp15 ribu untuk antar-jemput. Untuk keselamatan, kami masing-masing memakai pelampung yang juga kami sewa Rp15 ribu per pelampung. Untuk biaya lain, kami membayar Rp5.000 untuk biaya kebersihan di Pulau Kelapa. Kami tiba di Pulau Kelapa pada Minggu (30-6), pukul 08.00. Pasir putih dan air laut yang bersih membuat anak-anak tidak sabar untuk segera menceburkan diri. Seorang pria datang dan menghampiri kami. “Kalau mandi, di sebelah sini (sambil menunjuk bagian Pulau Kelapa yang mengarah ke Teluk Kiluan). Jangan mandi di sebelah sana (sambil menunjuk bagian yang menghadap Samudera Hindia),” katanya. Waktu empat jam di Pulau Kelapa tidak terasa telah kami habiskan untuk

± ±

mandi, bermain pasir, memotret, memandang alam, mendengarkan suara deburan ombak. Dari Pulau Kelapa kita bisa melihat punggung dan puncak Gunung Tanggang yang bentuknya unik. Gunung setinggi 1.162 meter itu puncaknya menyerupai puting.

Aneka Satwa Perahu yang mengantar kami telah datang untuk menjemput. Kami pun kembali naik perahu. Saat dalam perjalanan pulang, tampak seekor elang bondol (Haliastur indus) tengah berburu ikan. Sayang, kamera saya saat itu terpasang lensa lebar. Mau mengganti lensa tidak memungkinkan karena bisa mengganggu keseimbangan perahu. Momen itu pun hanya bisa saya abadikan dengan lensa lebar. Teluk Kiluan memang terkenal sebagai habitat lumba-lumba. Namun, banyak juga terlihat satwa langka lainnya. Primata berbulu hitam dan bersuara nyaring, siamang (Symphalangus syndactylus), kera, serta kukang (Nytibcebubs coucang) sering tampak bergelayut di pepohonan. Hal itu wajar karena Teluk Kiluan berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Jika beruntung, kita juga bisa menyaksikan penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricate) yang pada waktu tertentu menepi ke pantai. Setibanya di penginapan, kami langsung membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pulang. Makan siang telah tersedia. Kami pun makan siang dengan menu yang telah disiapkan Pak Sholihin dan warga setempat. Setelah selesai semuanya, kami pun ber pa m ita n. “ Ja nga n k apok u nt u k datang lagi,” kata Pak Sholihin. Kami tertawa dengan ucapan Pak Sholihin. Karena jelas kami bakal kembali lagi ke Teluk Kiluan untuk bisa mandi di Laguna yang saat ini belum bisa kami sambangi. Kami juga akan melihat kembali lumba-lumba di laut lepas di Teluk Kiluan. (KRISTIANTO/M1)

± ±

± ±

± ±

foto - foto : Lampung post/KRISTIANTO

± ±

CMYK CMYK

± ±

CMYK CMYK

± ±


CMYK

±

±

CMYK

±

FOTO mINGGU, 7 JUli 2013 LAMPUNG POST

±

24

‘Belangiran’ R

IBUAN warga memenuhi Kali Akar di Kelurahan Sumurputri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Selasa (2-7) siang. Mereka berkumpul untuk mengikuti ritual belangiran, yakni mandi bersuci guna menyambut datangnya Ramadan. Sebenarnya tradisi ini dilakukan juga di beberapa daerah di Indoneisa. Bagi masyarakat di Jawa menyebutnya dengan padusan, orang Minang menyebutnya mandi balimau, atau orang Sumatera Utara menyebut marpangir. Tradisi belangiran ini merupakan trad isi tur un-temur un bag i warga Lampung, untuk menyucikan diri menjelang bulan suci yang masih dibudayakan agar tidak punah. Sudah dua tahun agenda tersebut dilakukan di Kali Akar. Sebelumnya, mereka merayakan di Kolam Renang Pahoman. Tradisi ini merupakan adat Lampung yang bernapaskan Islam. Selain

±

itu, juga dapat menjadi aset Lampung sebagai salah satu trad isi penar i k wisatawan. Menurut Sjachroedin Z.P., gubernur Lampung, yang menyokong tradisi ini ialah makna dari belangiran, yaitu menyucikan diri untuk menyambut Ramadan. Tidak hanya fisik, tetapi juga lebih berorientasi kepada menyucikan hati dari rasa iri, dengki, benci, sombong, dan juga rasa dendam kepada seseorang. Tradisi ini dapat dimaknai beragam, karena mandi secara bersamasama ini merupakan bentuk rasa syukur menyambut kedatangan Ramadan sekaligus dalam rangka melestarikan budaya. Pada acara ini, juga dibagikan sembako, penaburan benih ikan, ayam, dan dimeriahkan pula dengan sekura cakak pesta (sekura atau orang-orang bertopeng naik pohon pinang), sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

Teks dan foto: LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

±

±

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±

Lampungpost edisi 7 juli 2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you