Issuu on Google+

1 Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Ikuti poling di :

www.new7wonder.com

RESMIKAN: Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya memukul gong meresmikan beroperasinya kantor PPTSP NTT di Kupang, Pekan Lalu. Lebu Raya didampingi Wakil Ketua DPRD, Ansel Tallo,SE dan Purek I Undana, Prof. Dr. I.Bagus Arjana, MS

Segera Terbit !!!

CET ISTI A K A N MEW A

Buku Profil Anggota DPR RI, DPD RI (asal NTT), DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Se- Nusa Tenggara Timur Periode 2009-2014 Bagi masyarakat yang ingin mengoleksi buku profil dimaksud dapat menghubungi :

Stanis Akoit HP : 085239308377

CMYK

K

EHADIRAN Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) di propinsi NTT memberikan spirit baru bagi berkembangnya iklim investasi. Bentuk pelayanan perizinan satu atap kedua di wilayah Indonesia Timur ini perlu diikuti dengan kualitas pelayanan dan SDM birokrasi yang prima serta berjiwa entepreneursip. Karena diakui para investor, selama ini pelayanan perizinan sangat brokratis, berbelit-belit dan membuka peluang korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk itu, diperlukan komitmen birokrasi guna memperbaiki mekanisme pelayanan, memberikan informasi potensi daerah secara memadai, menggairahkan komunikasi dan dialog dengan para pelaku bisnis sehinggga investor mudah menanamkan modalnya. ( berita selengkapnya baca hal. 5)

2

Editorial Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Catatan Redaksi MEMASUKI awal 2010, patut kami menyampaikan syalam hangat untuk seluruh pembaca dan klien Fortuna dimana pun berada, Selamat Natal 25 Desember 2009 dan Damai Selalu di Tahun Baru 2010. Sebagai bentuk komitmen konkrit, kami selalu memberikan impian agar Fortuna selalu tampil prima. Ibarat tubuh yang sehat, kami memberi tambahan gizi, vitamin dan suplamen tenaga agar dalam rutinitas selalu memberikan yang terbaik. Mulai edisi 2010, Fortuna

Berbenah Untuk Kemajuan

tampil dengan perubahan management. Memisahkan tugas-tugas keredaksian dan perusahaan agar Fortuna selalu hadir dengan informasi hangat, up to date dari aspek pemberitaan dan ketepatan waktu kehadirannya di tangan pembaca. Pembenahan dilakukan sebagai bagian dari refleksi kami, baik yang diperoleh dari pembaca dan klien maupun penjajakan diantara crew. Sehingga di tahun 2010, akan selalu tampil elegan dalam rangka membangun gagasan, ide dan solusi bagi kemajuan daerah ini. Sebagai bagian dari tuntut-

an profesionalisme, di penghujung 2009, kami melakukan evaluasi perusahaan dan keredaksian, alhasilnya gagasan perbaikan disatu-padukan sebagai semangat baru, cara pandang baru dan tindakan baru di tahun 2010. Masukan yang cukup berarti serta pembalajaran positif yang sangat brilian dari para pihak, diolah sebagaimana wadah spirit "Sehati Sesuara Membangun NTT Baru". Tentunya, NTT Baru yang penuh dengan cita-cita perubahan, pembangunan di segala aspek, dengan memadukan kekuatan bersama berlayar ke seberang tepian kese-

Ende, Sejuta Pesona Catatan Sipri Gharu

Ende memiliki dinamika perkembangan spesifik dibandingkan dengan kotakota lainnya di NTT. Kota ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat aktivitas pendidikan dan dikenal sebagai kota sejarah. Tak heran jika Ende menjadi tempat pertemuan antara kepentingan, suku dan antar etnik karena letaknya yang strategis ditengah pulau Flores. Ende juga menjajakan beragam potensi wisata siap memanjakan pengunjung menikmati masa liburannya.

Pemimpin Umum/: Fidelis N.Nogor Pemred: Yunus Takandewa Redaktur: Marianus Timotheus; Elas Jawamara; Bung Langsinus; Vincent Sakunab Sekretaris Redaksi: Theresia Tanger; Ela Dewan Redaksi: Elas Jawamara; Marianus Timotheus; Yoanita Wake; John Jone; Roby Fahik; Stanis Akoit; Vincent Sakunab, Fidelis N.Nogor, Yunus Takandewa Penasehat: Dr. Feliks Tans, MEd; Ferdy Elim.; Cyprianus Aoer. Daerah : Elas Jawamara (Kota Kupang); Vincent Sakunab (Kab. Kupang); Agus Bahan (TTS); Yoseph Tab (TTU); Roby Fahik; Pongky Seran (Belu); Elkan (RoteNdao); Stef Sumandi (Maumere); Sipri Gharu (Ende); Albert Blikololong (Lembata); Karolus Permata (Nagekeo); Pius Mai Dhei (Ngada); Tonny Ranggu (Ruteng/Borong); Robertus Tunti (Mabar); Andreas Mbuka (Waingapu); David; Diana (Sumteng,Sumbar); Berto; Mayang (Alor). Grafis/ Layouter: Yarid Saudila/Vico S. Patty Percetakan: CV Karya Guna Kupang Alamat Redaksi: Jl. El Tari II RSS Oesapa Blok A/No.14 Telp. 0380-881606 Mobile: 081339358252, Email: fortuna_media@yahoo.co.id Rekening: BNI Capem UNDANA Kupang, 158450109 a/n. Lembaga Peduli Pemuda Mandiri WARTAWAN TABLOID FORTUNA SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL

Iklan & Promosi Hubungi: 0380-881606 081339458252

Kaya dengan berbagai potensi pariwisata, Ende merupakan prospek pertumbuhan ekonomi dan bisnis sangat menjanjikan. Investasi sektor pariwisata saat ini telah menggeliatkan usaha perhotelan, bungalows, dan beberapa vila-vila menawan. Menjadi sangat menarik manakala potensi wisata budaya seperti rumah adat, dan perkampungan tua memaksa pengunjung berada di zona tradisionalis, zona perawan terhadap arus globalisasi. Lagi-lagi pengunjung pasti terpana pada situs sejarah, berwisata bahari dan bermanja ria di alam bebas menjadikan Ende tak kalah kesohornya. Meskipun diakui masih banyak potensi pariwisata yang belum dipromosikan, namun Ende sangat siap menanti tambatan hati, bagi mereka yang gundah gulana, dibelai sepoi-sepoi angin beraroma natur. Sementara Obyek Wisata Pantai Mbu'u (Mbuu'u Beach) merupakan salah satu tempat rekreasi bahari layak untuk beranjangsana menikmati keindahan panaroma laut jauh memandang hingga batas samudra, atau Gua Mbawe (Mbawe Cave) gua alam yang terdapat di pesisir pantai, juga suasana di taman wisata bahari Pantai Ende (Ende Beach) pengunjung dapat berjemur diri sembari menyaksikan sunset tenggelam ke perut bumi. Tugu atau monumen sebagai bukti sejarah kota Ende pernah menjadi Ibu Kota daerah Flores menanti dalam diam. Beberapa tempat penjualan souvenir hasil kerajinan tenun ikat tradisional Ende siap melengkapi ziarah pelancongan kelak pulang se-

jahteraan. Kami pun menyadari bahwa kehadiran Fortuna hanyalah sebagai medium, alat untuk memfasilitasi sebagian kecil citacita itu, agar kita tetap konsisten bahwa rakyatlah yang utama dari perjuangan dan dharma bhakti kita. Sadar akan hal itu, kami selalu hadir dengan promosi wisata. Karena pariwisata kelak memberikan sumbangan perubahan ekonomi, pengertian antar bangsa, perdamaian, kesejahteraan, patuh terhadap nilai-nilai universal, perlindungan terhadap identitas sosial budaya, serta menye-

laraskan keseimbangan ekonomi dan ekologi lingkungan hidup seperti halnya telah diakui dunia melalui KTT Bumi di Rio de Jenairo, 1992. Demikian halnya dengan informasi bisnis dan investasi disuguhkan, pentingnya dilakukan promosi potensi daerah yang memadai, informasi pasar, serta pelayanan publik yang tidak berbelitbelit alias tidak birokratis. Seperti halnya kami gandrung akan perubahan, mari semua berbenah untuk kesejahteraan rakyat, untuk kemajuan daerah kita tercinta. Semoga !

dunia ini terstruktur dalam bentuk danau tiga warna (Kelimutu with its there carachter lakes) tak akan lagi pernah dijumpai di belahan benua manapun. Danau tiga warna ini adalah bekas gunung berapi yang sudah meletus, menurut kepercayaan orang Ende Lio bahwa tempat ini adalah tempat bersemayam arwah para leluhurnya. Jarak yang

tempat tinggal Bung Karno tahun 1934 - 1938. Di museum ini masih tersimpan benda-benda peninggalan sang Proklamator, Penggali Pancasila. Pengunjung juga dapat melihat dari dekat Kubur Ine Amsi martua Bung Karno yang meninggal di Ende, dan pohon sukun tempat Bung Karno mendapatkan inspirasi lahirnya Pancasila. Saat ini, pohon

bagai tanda mata tak terlupakan. Obyek menawan lainya adalah perkampungan adat Wolotopo 5 Km dari Kota Ende yang masih tersimpan keasliannya baik peralatan dan disaign rumah adat yang berdiri kokoh sejak dahulu kala, dan perkampungan adat Wologai Kecamatan Detusoko sebagai obyek wisata yang terkenal dengan budaya supranatural semakin memberi nuansa magis. Sungguh sangat mengguncang hati, perkampungan ini menggambarkan pesona yang alamiah dengan keindahan alam dan sejuknya udara pedesaan mengingatkan kita keluhuran budi dengan ramahnya masyarakat Wologai. Air terjun Murundao (Murundao Waterfall) di Moni yang letaknya Denau Kelimutu, salah satu obyek wisata kebanggaan masyarakat Ende di bawah lembah dengan panorama keindahan persawahan, lambaian tanaman di tempuh dari Moni ke Kelimu- sukun tersebut bercabang lima perkebunan memadu suasana hi- tu 12 Km, daerah sekitar Kelimu- melambangkan jumlah sila-sila jau, gemercik air terjun setinggi 35 tu tersebut termasuk Kawasan Pancasila. Di sinilah sering menm membasuh penat badan. Ada Taman Nasional dan dikelilingi jadi incaran kelompok awan juga Sumber Air Panas oleh hutan dan semak belukar. hingga para pejabat maupun (Hotspring) di Detusoko yang Banyak wisatawan yang berkun- politisi papan atas. Ende mendamata airnya keluar dari dua buah jung ke Kelimutu biasanya tem- pat tempat para pemburu ilmu batu besar dengan debit airnya pat peristirahatan adalah Bunga- sebagai kota pendidikan, dimacukup lumayan menjadi tempat low Sao Ria Wisata, Moni siap na terdapat SMU Suryadikara yang cocok hangatkan badan. menjamah pengunjung dengan menjadi primadona dan telah terSaat ini Hotspring Detusoko keasrian alam suasana pegunun- bukti banyak mencetak para generasi muda siap bersaing. Ini tersudah dibangun tata keindahan gan. Sebagai kota sejarah, Ende bukti dari output kelulusan yang astitekturnya oleh Dinas Pariwista Ende karena telah banyak sangat dekat dengan nama Men- sangat memuaskan. Menjadi menyedot kunjungan wisatawan diang Bung Karno, presiden RI lengkap ketika Universitas Flores pertama yang menjalani masa didirikan menjadi universitas domestik maupun asing. Jangan pernah berkata per- pembuangan kala penjajahan populer di pulau Flores. Ende nah ke Ende, apabila tak sempat masih menerkam bangsa ini. penuh aura, sumber inspirasi mengunjungi Kelimutu. Sebab Para pelancong sering membu- ilmu sambil memetik cinta, kasih tempat dengan skala keajaiban ru Museum Bung Karno, bekas sayang alam.

Layanan Promosi/Iklan Se-NTT Langsung Hubungi : Elas Jawamara (Kota Kupang), 085253203649, Vinsen Sakunab:081339183459 (Kab.Kupang), Agustinus Bahan: 085239153690,Oktovianus Solle : 081237387102 (TTS).Yosep Tab : 085253083824, Dolfi Kolo:081353845910 (TTU), Pongky Seran : 085253314854,Roby Fahik: 085253368808 (Belu),Yunaedi Panie,Elkan,081353962700 (RoteNdao),Stef Sumandi : 085253327184 (Maumere), Sipri Gharu,081338798579 (Ende), Albert Blikololong:085239092901 (Lembata),Kalistus Amekae: 081328840193,Wily Daga,085239463253 Yonas Djo:081339182307 (Nagekeo),Pius Mai Dhei: 085239146047 (Ngada),Didimus Naka:081353749988 (Ruteng),Heri Egot: 085239764408, Ino :081339226552 (Mabar), Andreas Mbuka (Waingapu), David Diana (Sumteng,Sumbar),Krinius Klaping, 085253011754, Kevin 081353778129, Berto 085253205259 (Alor).

Center Informasi : Telp : 0380-881606, Moblie : 0813399458252

3

Ekbis Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Bank NTT Sumbang PAD 128 Milyar ‰ Aset Meningkat 4,1 Triliun

D

itunjang dengan perkembangan keuangan yang sangat memadai, Bank NTT sebagai bank primadona di daerah ini bersemangat menggerakkan asetnya guna memacu kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). "Kontribusi yang diberikan PT. Bank NTT untuk Pemerintah Daerah se Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa melebihi realisasi PAD dari PT Bank NTT pada tahun 2008 yang mencapai Rp. 128 Miliar," Demikian dikatakan Direktur Bank NTT, Daniel Tagu Dedo dalam press conferencenya di Kantor Pusat Bank NTT, 30/12/ 2009, lalu.

ditunjang oleh perhimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp. 2,3 Triliun dan modal disetor Rp. 369 Miliar serta laba Rp.171 Miliar. Demikian dijelaskan Tagu Dedo dihadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik. Turut hadir sejumlah pejabat teras bank ini, diantaranya Komisaris Utama, Drs. Frans Salem,M.Si, Ko-

Daniel Tagu Dedo

TAGU Dedo juga menguraikan perkembangan aset Bank NTT yang semakin membaik. Total aset Bank NTT meningkat dari Rp. 3,8 Triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp. 4,1 Triliun pada 28 Desember 2009.

Jajaran Direksi Bank NTT, saat konferensi pers Peningkatan aset ini terutama misaris Independen, Prof. Dr. karena meningkatnya penyalu- Fred Benu,MS, Direktur Pemasaran kredit dari sebelumnya sebe- ran, Ibrahim Imam dan Direktur sar Rp. 2,3 Triliun pada akhir Umum, Adrianus Ceme. Banjir Hadiah tahun 2008, naik menjadi Rp. 2,8 dan Produk Layanan Triliun pada 28 Desember 2009. Untuk meningkatkan perPeningkatan penyaluran kredit

himpunan dana masyarakat, awal 2010 Bank NTT akan melaksanakan Program Tabungan Berhadiah untuk seluruh produk tabungan melalui Program Banjir Hadiah. Total hadiah yang akan diluncurkan mencapai 3 Miliar yang akan diundi dalam dua periode yaitu 17 Juli 2010 dan 20 Desember 2010. Target penghimpunan tabungan dari Program Berhadiah ini adalah volume tabungan Bank NTT dapat menembus angka Rp. 1 Triliun pada akhir tahun 2010 dari saat ini sebesar Rp. 600an Miliar, demikian dijelaskan Tagu Dedo. Ia menambahkan, Selain Program Berhadiah, Bank NTT juga memiliki berbagai produk layanan untuk sektor korporat khususnya public service company dan lembaga-lembaga pelayanan publik Goverment Cash Management (KSDA) untuk Pemda, Kartu Pegawai Elektronik

(KPE) kerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), pelayanan pembayaran STNK di Kantor Samsat se-NTT, penyediaan Kasir/Teller pada unit One Stop Service (OSS) di seluruh NTT, penyediaan pelayanan penerimaan pembayaran di seluruh Rumah Sakit Daerah se-NTT selama 24 jam non stop, dan pelayanan penerimaan pembayaran tagihan listrik di seluruh Kantor dan ATM Bank NTT. Sebagai bank yang respek terhadap komiditi lokal, Bank NTT melakukan industrialisasi komoditi unggulan, pemberdayaan kelompok usaha mikro dan meningkatkan kualitas bahan baku industri komoditi NTT. "NTT sangat kaya akan komiditi lokal, industrialisasi diarahkan untuk memacu kesejahteraan rakyat," demikian Tagu Dedo optimis memasuki tahun baru 2010. (fidel/42na)

4

Ekbis Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Mengintip Sanggar Kibo Libok Maumere

Sukses di Nusa Nipa Meroket Hingga Negeri Kanguru Sejenak tertegun ketika menapaki Jalan Kesokuit Kelurahan Wairotang Maumere tatkala rangkaian musik, tari dan suara merdu nan tegas yang terpancar dari dalam dapur Sanggar Kibo Libok asuhan Indah Mandalangi, S.Sn. Alunan musik membahana seolah memberi warna lain Kota Maumere yang kian ramai. 'Kibo Libok' dalam bahasa daerah Sikka Krowe artinya muda remaja. Maksudnya, sanggar ini tergabung dari kumpulan orang-orang yang mempunyai semangat muda untuk lebih kreatif dan peduli terhadap dunia seni, mau berkarya mengembangkan bakat seni menjadi lebih berkualitas. DENGAN meyakini suatu semboyan bahwa "Keindahan dan keluhuran adalah puncak dari cemerlangnya kebenaran". Inilah saat yang paling tepat bagi kaum pencinta seni dan kemanusiaan (budaya) "it's the time for arts and humanities" untuk membangun jiwa dan semangat seni dan menaburnya untuk kehidupan. Nama menunjukkan semangat terurai dalam gerak tari, alunan musik, suara merdu yang semuanya terpadu dalam keindahan dan semangat

untuk maju para pelakon sanggar. Menurut Indah Mandalangi, Sanggar Kibo Libok merupakan komunitas independen yang terhimpun dari para pekerja, dan peminat seni tradisi dan kreasi budaya Sikka Krowe. Untuk sementara, komunitas ini beranggotakan 20 orang seniman aktif yang terdiri atas seniman tari tradisional dan kreasi, seniman musik, teater dan sastra daerah. Terbentuknya sanggar Kibo Libok menurut Indah, berawal dari

adanya even festival seni tradisional di kupang pada tanggal 2125 Juni 2004. Pada even ini, Kabupaten Sikka menyertakan 15 orang seniman yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Sebagaiamana visi utama Sanggar Kibo Libok, terwujudnya masyarakat Sikka yang kreatif, bermartabat, mandiri, kompetitif dan transformatif; juga mengembangkan kreasi dan budaya Sikka dalam meniti jatidiri bangsa serta peradaban masyarakat Flores dan NTT umumnya. Sejalan dengan visi yang dibangun, dari dapur sanggar Kibo Libok mengepul berbagai karya seni yang siap tampil. Diantaranya : Deung Kibo Libok, Kondi Dara Bogar, Hegong Lori Lolo, Wua Ta'a Wa Gete, Soka Papak, Tibu Imung Pera Pasang, Tetok Alu Ler Pare yang kesemuanya merupakan tari garapan

pengembangan tradisi. Selain itu, ada juga karya seni sendratari berjudul Inilah Aku, ada pula drama Pintu Terbuka berdurasi empat babak, dan teater sastra daerah berjudul Tana Kora serta karya musik misalnya Siru Wisu dan Kibo Libok. Lebih lanjut Indah Mandalangi, Putri Bapak Oskar Mandalangi Parera ini menguraikan, prestasi dan pengalaman pentas selain tingkat lokal dan region juga pernah meroket hingga Negeri Kanguru. Prestasi itu antara lain tari Deung Kibo Libok memperoleh juara I dalam festival seni tradisi tingkat Kabupaten tahun 2004 di Maumere. Tari yang sama, pernah meraih juara II pada even festival seni se-propinsi NTT di Kupang tahun 2004. Tari Hegong Ikun Beta pada even apresiasi para pelajar di festival budaya Indonesia tahun 2004 yang berlangsung di Murrie School Adelaide Australia tampil sebagai juara favorit. Sendratari inilah akunya dipentaskan pada kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam Aceh tahun 2005

di Maumere. Tari Kondi Dara Bogar menyabet pringkat IV pada festival seni pertunjukan tradisi tingkat propinsi tahun 2005. Tana Kora teater pernah dipentaskan di halaman gereja desa Wolowofeo. Ibu Indah yang kesehariannya sebagai pegawai pada Dinas Kebudayaan dam Pariwisata Sikka ini menambahkan bahwa rutinitas latihan yang disokong oleh semangat muda para personil menunjukkan kesiapan pentas kapan dan dimanapun. (stef sumandi/ 42NA)

Indah Mandalangi

Dinsos NTT Lepas 70 Orang Wanita Terampil

Drs. Sentis Medi, M.Si

DINAS Sosial Provinsi NTT menoreh sejumlah prestasi diakhir tahun 2009 dengan melepas sedikitnya 70 orang tenaga terampil wanita karya untuk berbakti di masyarakat. Mereka adalah wanita-wanita dari perwakilan semua kabupaten di NTT dengan keterampilan prima dalam berbagai bidang, hasil binaan UPT Panti Sosial Rehabilitasi Karya Wanita

(PSRKW) Naibonat selama tahun 2009. Seremonial pelepasan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs. Sentis Medi, M.Si di Naibonat akhir Desember lalu. Dalama arahannya, Sentis Medi mengatakan perkembangan arus globalisasi sangat besar pengaruhnya terhadap pola pikir dan pola tindak generasi muda kita. Oleh karenanya generasi muda perlu diberikan bekal yang cukup agar mampu bersa-

ing ditengah ketatnya arus globalisasi. Dengan demikian, dia meminta para wanita karya yang telah mendapat bekal keterampilan dan bantuan fasilitas penunjang dapat memanfaatkan peluang untuk pengembangan diri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Kepada puluhan peserta dari masing-masing kabupaten dia berjanji untuk secara bertahap pelatihan serupa akan tetap digelar untuk waktu-waktu yang akan datang.

Sentis mengatakan, sebelumnya pemerintah provinsi NTT melalui dinas sosial telah menyerahkan paket bantuan bagi 50 panti asuhan se-NTT. Kendati demikian, dia mengakui bahwa pemerintah belum melakukan perubahan yang berarti bagi kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Kepala UPT PSRKW Naibonat, Yonas dalam laporannya mengatakan tujuan

bersambung ke hal. 15

5

Ekbis Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Kehadiran Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) di Propinsi NTT memberikan spirit baru bagi berkembangnya iklim investasi. Pengresmian Kantor bertepatan dengan peringatan HUT NTT ke51 oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya tersebut mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Mereka bahkan berharap kantor pelayanan perizinan kedua di wilayah Indonesia Timur ini perlu diikuti dengan kualitas pelayanan dan SDM pelayan yang prima. Kedepan, status kantor inipun bisa ditingkatkan menjadi sebuah badan sehingga berbagai urusan menyangkut perizinan dan peluang investasi lebih Harapan para pihak sangat beralasan karena investasi merupakan aspek terpenting yang menjadi tolok ukur kemajuan sebuah daerah. Semakin banyak investor yang berkomitmen menanamkan modalnya, maka dipasti-

Pelayanan Satu Pintu Dorong Investasi di NTT ‰ Gubernur Jamin Izin Beres 2 Minggu

kan wilayah itu akan berkembang pesat. Iklim investasi yang kondusif pun menjadi pemicu geliat

Telah hadir di Maumere

perkembangan perekonomian sekaligus menyerap banyak tenaga kerja lokal. Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya mengatakan KPPTSP merupakan bentuk keseriusannya memperbaiki citra pelayanan publik melalui perizinan yang tidak birokratis dan mencegah timbulnya praktek kolusi korupsi dan nepotisme. Bahkan menurut mantan aktivis LSM ini, menjamin pengurusan semua izin harus beres dalam dua minggu. " Diharapkan setelah pengresmian kantor ini perizinan tidak boleh lebih dari dua minggu," tegas Lebu Raya. Melihat perubahan paradig-

FASILITAS & SERVICE : * 72Kamar Superior * 6 Kamar Deluxe * 1 Suite * 1 Meeting Hall Ka. 700 orang * 1 Meeting Hall kap. 200 orang * 5 Ruangan Karaoke Keluarga * 1 Restaurant Kap. 100 orang * 1 Coffee Shop Kap. 50 orang Restaurant/Room Service Air Panas/Dingin 20 Chanel TV Kabel Laundry Business Center (Print, Copy, Fax, Internet) Kolam Renang (in progress) Ball Room, Fungtion Hall Fitness Center

Jl.Gajah Mada No.88 MAUMERE – FLORES – NTT Telp : (0382)21829, email : sylviahhotelmaumere@gmaill.com

ma pemerintah dalam memajukan iklim investasi di NTT, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Drs. Mech Saba memberikan apresiasi bahkan menurutnya KPPTSP ini harus ditingkatkan statusnya menjadi Badan Perizinan. Mech Saba berharap agar para staf dapat berperan profesional dan berjiwa enterpreneurship. "Citra pemerintah dalam melayani kebutuhan investasi di NTT harus berjiwa kewirausahaan." Ungkap Mech Saba kepada wartawan di selasela kegiatan pengresmian. Kepala Kantor KPPTSP, Drs. H. Damra Saleh dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia Pengresmian mengatakan bahwa ha-

dirnya KPPTSP ini bertujuan untuk mewujudkan sistim pelayananan perizinan yang lebih cepat, tepat, transparan, murah dan mendorong peningkatan ekonomi dan investasi di NTT. Tujuan lain, demikian Damra menambahkan menciptakan reformasi birokrasi yang lebih mantap dalam konteks pelayanan publik. "Rencanya ada sekitar 122 jenis izin usaha yang dibawahi kantor ini namun hingga saat ini baru ada sekitar 31 jenis izin usaha yang sudah bisa dilayani", ungkap Damra. Kantor yang diperbantukan 39 orang karyawan ini semakin mantap dengan penampilan kostum yang elegan. Untuk diketahui, pengresmian kantor ini dimentori oleh Pemprop NTT, The Asia Foundation, Lemlit Undana, dan Kadin NTT. Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD NTT, Anselmus Tallo, Prof. Bagus Arjana dari Undana, Unsur Muspida NTT, TNI/Polri, Pimpinan PT. Flobamor Agro Sejahtera (produsen pupuk organik), berbagai organisasi pengusaha dan undangan lainnya. (fidel/42na)

6

Ekbis Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

HUT PU Manggarai, Rotok Akui Kedaulatan Masih Fatamorgana Kedaulatan rakyat hingga akhir tahun 2009 masih fatamorgana. Hingga kini kedaulatan yang katanya ada di tangan rakyat justru hanya ada di tangan parlamen (DPRD Kabupaten, DPRD Privinsi, DPD dan DPR-RI). Rakyat hanya menonton dan menunggu di tempat. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Manggarai, Christian Rotok, pada Hari Ulang Tahun Ke- 64 Dinas Pekerjaan Umum (PU) kepada seluruh pegawai lingkup Dinas Pekerjaan Umum di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, beberapa waktu lalu.

Christian Rotok Menurut Rotok, rakyat sesungguhnya adalah pemegang kedaulatan sehingga para abdi negara harus berinisiatif untuk melaksanakan kedaulatan tersebut demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terkait dengan itu, kata Rotok, para pegawai di lingkup Dinas Pekerjaan Umum

Manggarai mesti melakukan introspeksi diri untuk melihat dan menyadari semua yang telah dilakukan selama ini dari aspek pelayanan publik kemudian melanjutkan yang baik dan membenah yang masih kurang. Rotok juga menegaskan keberhasilan dinas Pekerjaan Umum Manggarai sekarang ini bukan semata karena kerja keras pegawai yang mengabdi tetapi juga warisan pegawai sebelumnya. Karena itu, tambah Rotok PU boleh berbangga dan berterima kasih kepada para pendahulunya itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Ir.Ketut Suastika mengatakan dalam rangka hari Purna Bhakti PU tahun 2009 dinas PU Kabupaten Manggarai sudah melakukan terobosan bersifat swakelola berupa pembangunan jalan raya ke pusatpusat produksi daerah terisolasi dan antar desa di Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu, kata Ketut, ham-

pir berhasil dilaksanakan pada tahun 2009. Menurutnya, pada tahun 2009 PU Manggarai sudah membuka jalan di beberapa tempat di Satar Mese, Rahong Utara dan Reo. Sedangkan di Lelak Mbohang terkendala cadas. Selain membuka jalan baru, PU Manggarai juga sudah membuka pengairan di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini, kata Ketut, dilakukan secara swakelola karena jika dilakukan secara reguler dapat dipastikan tidak akan selesai pengerjaannya. Ketut menambahkan menjelang Hari Purna Bhakti PU 2009, PU Manggarai juga menggelar berbagai kegiatan olahraga seperti pertandingan voly, badminton dan catur. Peserta pertandingan berasal dari lingkup dinas PU Manggarai. Tujuannya agar semua pegawai di lingkup PU Manggarai semakin kompak di hari-hari mendatang. Pada peringatan Hari Purna Bhakti ke-64 PU Bupati Manggarai dan Wakil Bupati Manggarai bertandang ke Dinas PU Manggarai. Di depan semua pegawai PU Manggarai kedua petinggi ini sempat melantumkan beberapa buah lagu sambil mengajak seluruh yang hadir untuk tetap seiring sejalan dan tetap kompak dalam melaksanakan tugas selanjutnya. (toni/42na)

Galeri Wisatawan

Terkesan menawan, wisatawan mancanegara tak kalah bersaing mengenakan pakaian adat NTT

Wisatawan sedang memilih cinderamata kesukaannya. Kenangan ini, NTT kan tak terlupakan

Tidak hanya anak sekolah, mereka juga berusaha sekuat tenaga belajar alat musik tradisional

Geliat kampanye makanan lokal di NTT, mereka pun berpartisipasi "Pangan lokal kenapa tidak!"

7

Pariwisata Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Dorong TN Kelimutu Ke Pentas Dunia ‰ Subiantoro Proyeksikan Renstra 2010 - 2014 KEINDAHAN Taman Nasional Kelimutu (TNK) yang luar biasa dengan fenomena alam yang tidak ada kembarannya dengan ciri khas tiga buah danau kawah yang selalu berubah warna. Keajaiban alam ini dibangun oleh aktivitas geologi gunung Kelimutu (1.690 m dpl). Di Taman Nasional Kelimutu, terdapat juga pemukiman masyarakat dari komunitas adat Lio yang masih sangat kental dengan tata krama adatnya. Ini dicirikan dengan perpaduan sifat agraris, religi, dan magis. Senyum dan keramahtamahan mereka menghiasi raut wajah manakala menyambut siapapun yang datang ke Taman Nasional Kelimutu. Keadaan alam bak memberi inspirasi Kelimutu penuh dengan tanda fenomena geologi, kekayaan flora dan fauna, karakteristik eko-

sistem pegunungan wallacea yang dipadu dengan keaslian adat budaya dan keadaan lingkungannya yang utuh, menjadikannya sebagai warisan dunia belum tertandingi. Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Gatot Subiantoro kepada Fortuna di ruang kerjanya mengatakan di TNK telah banyak dilakukan pembenahan antara lain perbaikan sarana infrastruktur guna mengenjot minat wisatawan berkunjung sehingga berimbas pada peningkatan ekonomi. Kegiatan lainnya adalah mengembangkan SDM dan SDA di sekitar daerah penyangga. Menurutnya rasa kekaguman pengunjung harus direspons dengan perencanaan strategis. Guna mengemas kearifan lokal masyarakat dan chemestry alam yang memikat.

Hal konkrit yang telah dilakukan pihak Taman Nasional Kelimutu adalah melakukan uji coba selama 3 bulan para pengunjung yang datang harus memiliki tanda khusus setelah memasuki Taman Nasional Kelimutu berupa selendang yang memliki ciri khas budaya lokal. Dalam Rencana Strategis (Renstra) Taman Nasional Kelimutu di tahun 2010 - 2014 lebih fokus pada pengembangan SDM, pengembangan paket dan layanan wisata, pengembangan sarana dan prasarana keamanan, perlindungan kawasan dan satwa serta partisipasi masyarakat, pemanfaatan SDA, pengembangan strategi promosi, peningkatan infrastruktur, penelitian, penguatan kelembagaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi produktif. Upaya tersebut bermuara pada

sasaran pengunjung dan masyarakat penikmat Taman Nasional Kelimutu mampu menguasai secara detail potensi kawasan. Dijelaskan Gatot, bahwa maju dan berkembangnya suatu potensi di dukung dengan kerja sama baik pemerintah masyarakat dan pemerhati pariwisata. Lanjut Gatot, dalam memajukan Taman Nasional Kelimutu dengan berbagai potensinya (danau tiga warna, atraksi fauna, wisata pendidikan lingkungan, wisata kebun, wisata budaya) pihaknya akan berupaya mengembalikan keaslian Taman Nasional Ke-

limutu agar dijadikan suatu pesona dunia. Untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan telah dibuat berbagai event, pelatihan dengan bekerjasama dengan lintas sektor. Untuk itu, aksi nyata dilakukan dalam hal pengamanan kawasan, tersedianya wahana pendidikan alam bagi masyarakat, pengelolaan hayati kawasan, mendorong tersediannya sasaran obyek wisata alternatif, pelestarian satwa khas kawasan, serta mendorong majunya desadesa sekitar penyangga. tegas Gatot. (sipri/42na)

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR BESERTA SELURUH JAJARAN PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No : BU.487/ /DKI/2009 Mengucapkan

Drs. Bruno Kupok Kepala Biro

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE -51 PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Kepada Seluruh Masyarakat Nusa Tenggara Timur Dimana Saja Berada “ MARI KITA SEHATI SESUARA DALAM SPIRIT ANGGUR MERAH MEMBANGUN NUSA TENGGARA TIMUR BARU YANG LEBIH MAJU,AMAN,DAMAI,MAKMUR DAN SEJAHTERA” Gubernur Nusa Tenggara Timur

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur

Drs. Frans Lebu Raya

Ir.Esthon L.Foenay,M.Si

Drs. Sentianus Medi Sera,M.S Kepala Dinas

Drs.Pieter Manuk Sekretaris

Pariwisata

8

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Temu Mitra Ajang Penyamaan Persepsi Bangun Pariwisata Manggarai Ir. Pantas Ferdinandus : UU No 10 Tahun 2009 Butuh Sosialisasi Undang-undang tentang Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009 dirasa sangat penting untuk disosialisasikan karena produk lama yakni UndangUndang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan sudah kadaluarsa alias tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan perkembangan kepariwisataan, demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Ir.Pantas Ferdinandus.M.Si saat acara Temu Mitra di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayan Manggarai Selasa (9/12). Lebih lanjut, Pantas mengatakan tujuan kegiatan Temu Mitra ini adalah untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah membangun kepariwisataan Kabupaten Manggarai. Karena itu thema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah "Dengan Temu Mitra Kita Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Industri Pariwisata dan Kebudayaan". Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Valentinus Nurbin Sene kepada peserta mitra menekankan pentingnya pelayanan yang prima dalam rangka menunjang pariwisata dan kebudayaan. Pelayanan yang diberikan, kata Sene, dimulai sejak wisatawan pertama kali datang hingga pulang dari Manggarai. Sene melanjutkan, pelayanan yang

Dua bocah dengan pakaian adat dan alat musik Manggarai prima sangat penting karena dengan demikian para wisatawan akan memberikan citra positif terhadap dunia pariwisata dan budaya di Kabupaten Manggarai. Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya dan Produk Wisata Kabupaten Manggarai, Gabriel P.A Tjangkoeng, SH menekankan perlunya upah, jam kerja dan keselamatan kerja. Menurutnya pemberian upah di Kabupaten Manggarai disesuaikan dengan Edaran Gubernur Nomor : Sos.TKT.460/ BID.6./1/2009 tentang Pelaksanaan Upah Minimum Propinsi (UMP) NTT: yakni sebesar Rp.725.000 perbulan (25 hari kerja) dengan rincian Rp.29.000 untuk satu hari kerja, dan Rp. 4.143 untuk satu jam kerja. Tjangkoeng mengatakan jam kerja yang berlaku secara nasional

adalah tujuh jam kerja dalam satu hari dan enam hari kerja dalam seminggu. Delapan jam kerja dalam satu hari untuk lima hari kerja dalam seminggu. Mengenai keselamatan kerja, Tjangkoeng menjelaskan sebelum pekerja atau buruh bekerja maka harus ada pembinaan, bimbingan, arahan dan pengenalan peralatan-peralatan di suatu perusahaan yang disampaikan oleh pemilik perusahaan, manajer suatu perusahaan atau tenaga kerja ahli perusahaan. Hal itu dilakukan agar pekerja saat menggunakan alat terhindar dari kecelakan kerja. Seperti disaksikan Fortuna, Temu Mitra tersebut dihadiri oleh 40 peserta terdiri dari pengusaha Hotel, Restoran, Warung Makan, Pub dan Trevel yang kini beroperasi di Manggarai. (tony/42na)

NCIPS (NUSA CENDANA INTERNATIONAL PLUS SCHOOL) Operational Permission: 122/3269/PK/2006 ST. PETER’S SCHOOL (NATIONAL PLUS INTERNATIONAL CURRICULUM). Operational Permission: 422/330/PK/2008

Open enrollment for new students (academic year 2010/2011) from January 5 - Feb. 27, 2010. 1. IQ test for Play Group and Kindergarten. 2. Primary IQ test minimum 115, accepted. 3. JHS and SHS NCIPS Report Selection, minimum 8,0 for Maths and Natural Sciences and IQ test minimum 120, accepted. 4. JHS and SHS St. Peter’s School Report Selection minimum 6,5 for Maths and Natural Sciences, and IQ test minimum 115 , accepted.

SERVAS COLLEGE (Legally Registered:421/256/PK/2006 ) Endorsed by California Univ., Cambridge Univ., De Montford Univ., Lischester Univ., Winston Univ., Monash Univ., and Texas University. 1. Open enrollment for “Conversation Class” every month and on Fridays conduct TOEFL test. 2. Available Classes for Primary, JHS (Pre Intermediate), SHS (Intermediate), Pre Advanced, and Advanced. All levels are for Conversation Classes. 3. The learners, by CMC/Servas Mario Method, 30 Times Meeting Guaranteed can speak English well. Kupang, December 2009 Drs. Johanis Manulangga, M. Ed. Education Director/Mentor Campus: Bekas Flobamor Hotel 1, Jl. Kenanga 1, Naikolan, Kupang. Telp.(0380)822990,822993; Fax. (0380) 822990. HP. 081353799988 e-mail: internationalplus_nusacendana@yahoo.com e-mail:servas_college@yahoo.com

Prof. Dr. Pati Servasius, Ph. D. Chairman of Semar Group

Festival Musik Sasando Jadi Program Departemen Budpar RI

Jero Wacik Harapkan Promosi Berdampak Ekonomi SALAH satu program kerja 100 hari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II adalah "Festival Musik Sasando Piala Presiden" bekerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17-20 Desember 2009 di kupang NTT. Inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini sebelumnya merupakan arahan presiden saat berkunjung ke Kupang, Juli Jero Wacik 2009 lalu. Kegiatan yang mengusung thema "Ku Yakin Sampai Disana" merupakan upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kesenian tradisional musik Sasando yang berasal dari Pulau Rote. Seperti diakui Musik Sasando merupakan potensi kesenian Indonesia yang memperkaya kekayaan budaya yang tidak ternilai. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu melestarikan keberadaan dan mempopulerkan kembali musik Sasando dikalangan generasi muda untuk mengimbangi kecendrungan yang semakin akrab dengan musik modern. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir Jero Wacik, SE, seperti dikutip Koordinator Humas Festival Sasando, Ahmad Mahendra S.Sos kepada Fortuna, mengatakan pelaksanaan Festival Sasando disamping untuk mencegah kepunahan juga bertujuan untuk mengangkat musik Sasando ke tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut Wacik mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah penting untuk pelestarian musik tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Dengan festival ini, demikian Wacik, seluruh lapisan masyarakat mengetahui dan mengakui bahwa Sasando merupakan alat musik bangsa Indonesia. diharapkan pula kegiatan ini memberikan nilai tambah berupa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat yang kelak berdampak pada daerah. Menurut Wacik, jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah seminar, lomba, pagelaran dan pemberian penghargaan. Seminar dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2009 di Hotel Kristal Kupang dengan mengangkat topik Sasando dari perspektif musik nusantara, dengan menampilkan pembicara seniman NTT dan masyarakat Rote. Kegiatan lomba dilaksanakan tanggal 18 Desember di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, yang diikuti kurang lebih 300 peserta yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, dengan menampilkan 4 kategori yaitu Sasando Gong Tunggal, Sasando Gong Group, Sasando Biola Tunggal dan Sasando Biola Group. Sedangkan pagelaran Sasando dan pemberian penghargaan kata Wacik, dilaksanakan pada acara puncak Festival Musik Sasando Piala Presiden tanggal 20 Desember 2009 di Aula El Tari Kupang. Pagelaran menampilkan seni Musik Sasando Gong dan pagelaran kolaborasi orkestra musik Sasando dengan Conductor Dwiki Darmawan. sedangkan pemberian penghargaan yaitu kepada juara lomba musik Sasando, dengan memperebutkan Piala Presiden untuk juara I dari setiap kategori juga diberikan penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kepada 3 tokoh musik Sasando. (elas /42na)

9

Pariwisata Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Perkuat Promosi Objek Wisata Mancing Wologai Tengah MEMANDANG bidang pariwisata sebagai wahana memperkuat dan menunjang kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ende, Dinas Kebudayan dan Pariwisata bersama Balai Taman Nasional Kelimutu tiada hentihentinya melakukan berbagai upaya promotif dengan memaksimalkan semua sumber daya. Ini dikarenakan Ende memiliki keunggulan obyek dan daya tarik wisata yang menakjubkan. Objek wisata mancing di Wologai Tengah yang baru diresmikan Wabup Drs. Ahmad Mokhdar beberapa waktu lalu merupakan obyek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri, dikarenakan tempat yang sangat strategis dengan pesona alam yang sejuk dikelilingi persawahan memberikan kepuasan sejauh mata memandang. Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Gatot Subiantoro di ruang kerjanya mengatakan obyek wisata mancing di Wologai Tengah merupakan daerah pen-

yangga Taman Nasional Kelimutu. Dengan adanya wisata mancing, wisata budaya di Wologai yang dipadukan sebagai daerah wisata alam dengan obyek-obyek lainnya pengunjung dapat menikmati suasana lain setelah mencapai Kelimutu. Seperti contoh misalnya, setelah mencapai puncak Kelimutu pengunjung dapat berkemah di area kemping ground. Menurut Gatot, dengan adanya wisata mancing tersebut pihaknya akan terus menjual potensi yang ada dan bekerja sama lintas sektor untuk menunjang obyek-obyek tersebut. Pihaknya akan terus memperjuangkan kualitas pelayanan di daerah sekitar penyangga Kelimutu. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende dra. Anna Anny Labina mengakui bahwa Ende sangat kaya akan keunikan pariwisata seperti keragaman budya, wisata bahari, ekowisata serta agrowisata yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Ende. Sehingga membangun kemitraan merupakan keniscayaan. Dikatakan Anna, bahwa

dirinya bersama jajaran staf pada Dinas Pariwisata Kabupaten Ende terus berupaya untuk memaksimalkan segala sumber daya yang ada melalui berbagai langkah strategis termasuk menjajaki berbagai kerjasama serta mengekspose potensi obyek wisata melalui media-media promosi. Anna Juga menegaskan dengan adanya wisata mancing di Wologai Tengah berarti masyarakat Wologai sudah siap dan memberikan kepastian sebagai tempat berkunjung dengan berbagai obyek penunjang lain yang ada di sekitar daerah tersebut. Dikatakannya pemberdayaan masyarakat mencakup juga pemberdayaan ekonomi sesuai potensi desa. "Ini sangat erat kaitannya bagaiman memberi penguatan kepada mereka seperti pertanian, perikanan, perkebunan", ungkap Anna. Menurutnya pembangunan berbasis potensi akan memberi dampak pada kepastian arah pembangunan Desa Wologai Tengah yang memiliki obyek wisata mancing. (Sipri/42na)

Banafanu Minta Anggaran Pariwisata TTU Ditingkatkan ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hironimus Banafanu, SIP meminta pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara untuk lebih serius membangun sektor kepariwisataan. Menurutnya pemerintah harus fokus untuk membangun pariwisata TTU melalui pengalokasian anggaran yang memadai. Karena tanpa anggaran yang signifikan mustahil potensi kepariwisataan bisa mendatangkan dampak secara optimal kepada daerah. "Dari sisi objek wisata, TTU sangat kaya dengan potensi pariwisata yang menyebar di seluruh wilayah baik objek wisata bahari, alam dan objek wisata budaya. Kondisi ideal ini harus dibarengi dengan pembenahan program dari SKPD terkait serta didukung relevansi anggaran untuk pengelolalaanya", ujar Banafanu ketika ditemui Fortuna di gedung DPRD NTT belum lama ini. Menurut politisi PDI Perjuangan daerah pemilihan NTT-IV ini, memang sangat disayangkan ketika TTU memiliki potensi wisata potensial namun tidak diintervensi dengan alokasi anggaran yang memadai. Untuk itu dia meminta kepada pemerintah daerah untuk menaikkan alokasi anggaran pariwisata. Karena pariwisata akan memacu multiplayer efect pada sektor lain misalnya di sektor ekonomi dan bisnis. Harapannya tidak saja dapat men-

ingkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) tetapi di sisi lain juga sebagai lokomotif pemberdayaan ekonomi rakyat. Anggota komisi C ini berpendapat untuk mengembangkan kepariwisataan selain alokasi anggaran yang memadai juga harus diikuti dengan kinerja perencanaan program dari Dinas Pariwisata sebagai lembaga teknis yang berwenang untuk memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak lainnya terutama kalangan swasta dan promosi media. Hal ini menurutnya dilakukan dalam rangka memacu partisipasi pihak lain sehingga programprogram pemerintah bisa terealisir dengan baik. (elas/ 42na)

Ny. Yovita Kumrah Kadju Ketua

Dra.Maria Beatrix Wea Sekretaris

Hironimus Banafanu, SIP

Ahmad Mokdar Wakil Bupati Ende saat peresmian obyek wisata mancing wologai

Drs. Yohanes S.Aoh Drs. Paulus Kadju Bupati Wakil Bupati Drs. John Elpy Parera Sekda

Gaspar Batu Bata,SH Ketua Thomas Toba Owa,S.Ag Stanislaus Paso,SH Wakil Ketua Wakil Ketua

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

10

Pendidikan

Dinas PPO Nagekeo Lakukan Musyawarah Guru dan Bimtek

Hiasintus Ingatkan Pacu Prestasi UN 2010 SEBAGAI upaya meningkatkan prestasi pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2010, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SLTP se Kabupaten Nagekeo bertempat di SMP Negeri 1 Aesesa, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tanggal 14 - 15 Desember 2009, lalu. Menurut Panitia Penyelenggara Gaspar Taka, S,Pd yang juga Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum Dinas PPO Kabupaten Nagekeo bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi dan Evaluasi UAS tahun 2008/2009 yang dilanjutkan dengan BIMTEK KTSP untuk para kepala sekolah dan guru-guru SD di masing-masing kecamatan. Selanjutnya menurut Gaspar, mantan guru Seminari Todabelu Mataloko tahun 1990- 1993 dan pernah menjadi instruktur guru Fisika pada SMAK Negeri II Kupang tahun 2004-2005 ini, bahwa tujuan dari kegiatan MGMP adalah pembedahan standar kompetensi kelulusan (SKL). Sesuai dengan amanat Permendiknas No. 75 tahun 2009 sekaligus menyusun

soal-soal berdasarkan indikatorindikator yang dijabarkan dari kemampuan-kemampuan yang diuji dalam SKL serta meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran dengan sasaran pada dua belas mata pelajaran. Lebih lanjut Gaspar, mantan guru STM Negeri Kupang tahun 1992/2008 yang kini menjadi ketua Tim Pengembangan Kurikulum (TPK) Tingkat Kabupaten Nagekeo ini, bahwa momen ini sekaligus refleksi bersama karena perjuangan menuju sukses pasti banyak tantangannya. Oleh karena itu, prestasi yang diperoleh tahun sebelumnya patut dipertahankan bahkan harus lebih baik lagi pada UN 2010. Untuk itu, baik Kadis maupun Kasie Kurikulum PPO Kabupaten Nagekeo mengharapkan dukungan dan kerja sama yang harmonis serta suasana yang kondusif dari semua stakeholder baik pemerintah, LSM, Komite Sekolah, para orang tua, siswa dan masyarakat pada umunya, sehingga harapan bersama dapat tercapai dengan baik. Kejar prestasi ini dipicu hasil memuaskan pada tahun ajaran 2008-2009 Nagekeo menempati rengking I tingkat Provinsi untuk

SMA, rengking III untuk SMP/MTs dan rengking V untuk SD/MIN. Menghadapi Ujian Nasional (UAN) 2009/2010 Dinas PPO Kabupaten Nagekeo akan melaksanakan try out yang direncanakan dua kali dan satu kali Pra-UN. Try out akan berlangsung pada bulan Januari-Februari 2010 sebagai ajang pemantapan UN yang akan berlangsung pada minggu ketiga Maret 2010 untuk SMA dan minggu keempat untuk SMP/MTs. Peserta yang hadir dalam kegiatan MGMP ini berjumlah 546 orang yang terdiri dari 42 kepala sekolah dan 504 orang guru mata pelajaran. Kegiatan ini di buka oleh Kepala Dinas PPO Kabupaten Nagekeo, Drs. Hiasintus Bogastim, sekaligus memaparkan materi tentang Profil (Kebijakan Umum) Pendidikan Nagekeo dan penjabaran Permendiknas No.75 tahun 2009. Lebih lanjut dalam pemamparan materinya Kadis PPO Kabupaten Nagekeo ini mengajak para kepala sekolah dan para guru agar menciptakan proses pembelajaran yang konstruktif dan partisipatif dengan mengedepankan profesionalisme kerja guru sehingga dapat menghasilkan output yang berkualitas. (karolus /42na).

Drs. Agustinus Kano Umat Kadis

Drs. Andreas Duli Manuk Drs. Andreas Nula Liliweri Bupati Wakil Bupati Drs. Petrus Atawolo,M.Si Sekda

11

Pendidikan

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Diikuti 28 PT, PISMA Medium Pemantapan Kepribadian ‰ Lebu Raya Minta Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri KEGIATAN Pekan Ilmiah, Olahraga Dan Seni Mahasiswa (PISMA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diikuti oleh 28 Perguruan Tingggi (PT). Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Olive diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT. Adapun ke-28 perguruaan tinggi tersebut merupakan perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Manggarai, Belu, Alor, Sikka, Ende, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai, Rote Ndao dan Sumba Timur. Pisma diselenggarakan dalam rangka menciptakan prestasi bagi mahasiswa terutama menumbuhkembangkan kepribadian yang matang, ajang prestasi ilmiah, olahraga dan seni mahasiswa sehingga dapat memadukan pengembangan penala-

ran keilmuan. Diharapkan pengembangan potensi mahasiswa berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di NTT. Kegiatan Pisma juga sebagai ajang komunikasi serta meningkatkan pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan serta pemantapan jati diri intelektual, suportivitas dan artistik dikalangan mahasiswa. Gubernur NTT, Drs Fans Lebu Raya, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Dr. Filemon Da Lopez, MS mengatakan pembangunan sumber daya manusia merupakan hal yang perlu dan terus ditingkatkan sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Peningkatan mutu dan kual-

itas pendidikan merupakan salah satu agenda yang senantiasa diupayakan pembinaannya. Menurut Lebu Raya, pemerintah provinsi NTT pada prinsipnya sangat respek terhadap berbagai kegiatan dan pengembangan bidang pendidikan yang salah satunya adalah melalui Pisma. Lebih lanjut, Lebu Raya menegaskan karena Pisma dipandang memiliki nilai yang sangat penting dan strategis dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia. Lebu Raya meminta mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah harus mampu memainkan perannya dengan mengembangkan potensi diri terutama meningkatkan mutu penalaran keilmuan serta pengembagan keterampilan termasuk pengabdian kepada masyarakat. (elas/42na)

Drs. Gatot Soebiantoro Kepala Balai

ROOM RATES - Superior Bungalow - Superior Bungalow - Superior Couple - Standart

: Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone, Minibar : Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone : Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone : Shower, AC

Kuliah Umum FKIP Undana ‰ Felix Tans Harapkan Jurnalis Profesional Dalam rangka membentuk mahasiswa kelak berkarakter wartawan pertelevisian profesional yang handal dan siap bersaing, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana menggelar kuliah umum Jurnalis Pertelevisian bertempat di Aula Perpustakaan Undana Kupang, 22 November 2009, lalu. Kegiatan ini diikuti bukan saja mahasiswa FKIP Undana juga diikuti mahasiswa fakultas lainnya untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang dunia kewartawanan khususnya tentang pertelevisian. Dekan FKIP Undana, Drs. Lukas Bili Bora MS, dalam sambutannya pada kegiatan kuliah umum ini memberikan apresiasinya kepada Kepala Stasiun TVRI Kupang yang telah memberikan informasi tentang profesi menjadi seorang jurnalis. Ia sangat merespons gagasan Prof, Felix Tans, M.ED, sebagai pemrakarsa kegiatan kuliah umum ini. Dan harapannya agar dapat bermanfaat bagi para mahasiswa khususnya bagi mahasiswa Undana yang akan mengembangkan bakat di bidang jurnalis pertelevisian. Sementara itu Prof. Felix Tans, M.Ed, Ph.D yang ditemui Fortuna di sela-sela kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan FKIP Undana dan akan terus ditingkatkan secara rutin. Lanjutnya, materi jurnalis adalah salah satu mata kuliah di FKIP Undana sehingga didesaign atas idenya untuk menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bagi semua kalangan mahasiswa bukan saja mahasiwa FKIP Undana tetapi kedepan dapat diikuti oleh semua fakultas di lingkup civitas akademika Undana. Untuk mendorong minat peserta, penyelenggara memberikan Sertifikat pasca kegiatan. Harapan Frelix, dosen yang baru saja mendapat gelar guru besar ini, setelah kegiatan dapat melahirkan wartawan-wartawan yang profesional

: Rp 350.000,: Rp 300.000 : Rp 250.000 : Rp 200.000

Prof. Felix Tans, M.Ed, Ph.D

khususnya bagi mahasiswa Undana. Kontrol Sosial dan Taat Kode Etik Kepala Stasiun TVRI Kupang Drs. Jani Yosef, M.Si, dalam materi kuliah umum mengatakan bahwa menjadi seorang jurnalis dalam setiap pemberitaannya harus memberikan informasi, pendidikan, hiburan, dan dapat melakukan kontrol sosial. Ia menambahkan menjadi seorang jurnalis harus menjadi pemersatu keberagaman suku, ras, dan agama. Kontrol sosial dan kinerja wartawan yang membela kepentingan semua pihak merupakan ciri khas, karakter wartawan yang penuh idealisme. "Menjadi wartawan merupakan bentuk bhakti idealisme sehingga dalam melakukan pemberitaan harus berimbang, taat kode etik, berdasarkan fakta, jangan plagiat, bohong apalagi fitnah," demikan Jani Yosef mengingatkan. Menyinggung peningkatan pelayanan stasiun TVRI Kupang, Drs. Jani Yosef, M.Si mengatakan pada tahun 2010 TVRI Kupang akan menggunakan satelit yang memadai sehingga jangkauan penyiarannya akan semakin meluas. Bahkan ia menjamin siaran TVRI akan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat NTT sampai ke pelosok-pelosok pedesaan. (Sakunab/42na).

Jl. Don Slipi da Silva Telp/Fax : 0382-23416, 21797 Maumere – Flores – NTT Email : wailitihotel@yahoo.co.id

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

12

Warna-warni

Dianugerahi Satya Lencana Pembangunan

Woda Palle : Jangan Hanya Tanam Tapi Perlu Evaluasi KETUA Masyarakat Adat Sikka, Drs. Daniel Woda Palle mendapat penghargaan Satya Lencana Pembangunan di Istana Wakil Presiden RI, Budiono, 5 November 2009 lalu. Penghargaan diterima politisi senior NTT ini atas jasanya dalam menggerakkan masyarakat melakukan kegiatan penghijauan dengan Lamtoronisasi dan tanaman perkebunan seperti Mete, Coklat, Cengkeh dan lain-lain. Upaya lain yang dirintisnya adalah menjalin kerja sama dengan daerah-daerah di luar NTT untuk pengadaan bibit tanaman unggul yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sikka. Alhasilnya, lahan kritis milik masyarakat yang semula tandus dan rawan longsor kini menjadi daerah yang subur dan mampu meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat Sikka. Dan Palle, dalam konferensi persnya di Aula Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka mengatakan, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan bukan hanya menanam pohon tetapi lebih dari itu harus memperhatikan berbagai komponen penting diantaranya perencanaan, penguatan staf yang akan bekerja, perintah atau ko-

mando yang terarah, dan pentingnya koordinasi. Juga hal terpenting lainnya adalah laporan dari berbagai pihak untuk mengevaluasi keberhasilan sebuah program. Evaluasi program sangat diperlukan untuk menentukan langkah-langkah prioritas dan anggaran yang diintervensi oleh pemerintah. Tanpa evaluasi maka program dan mata anggaran bisa salah arah. "Masyarakat harus melaporkan kepada pemerintah berapa banyak pohon yang hidup dan yang sudah rusak setelah ditanam. Laporan itu harus dibuat pemerintah secara berkala, dalam bentuk laporan mingguan, bulanan maupun tahunan", imbau mantan ketua DPRD NTT ini. Mantan Bupati Sikka yang sangat sukses dalam pembangunan kabupaten Sikka ini menegaskan, "Selama menjadi Bupati Sikka, saya selalu memperhatikan ada tiga unsur penting yang harus diselamatkan yakni, keselamatan manusia, keselamatan harta benda termasuk lingkungan dan keselamatan wilayah", tegasnya sambil menceritakan pengalamannya selama menjadi Bupati Sikka. Selain itu, ia meminta agar masyarakat yang berhasil dalam pelaksan-

Markus Weling selain bersama warga menanam pohon, juga mengajak msyarakat kabupaten Sikka untuk menanam pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka sebagaimana arahan Bupati Sikka. Jenis pohon yang di tanam adalah Mahoni, Jati, Nimba dan lain-lain. Masyarakat Kabupeten Sikka kini tengah memasuki musim tanam tahun 2009. Tidak seperti biasanya pada beberapa tahun sebelumnya, musim ini seharusnya jatuh pada

akhir bulan Oktober namun pergeseran musim yang juga disebabkan oleh pemanasan yang sedang menglobal menyeret curah hujan harus terpaksa jatuh pada bulan Desember tahun 2009 sebagai awal dari musim tanam. Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Komunitas Kampoeng Hijauh Watuliwung yang diketuai oleh Yance Moa dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka. (stef sumandi/42NA).

Drs. Daniel Woda Palle aan program lingkungan harus diberi reward sebagai tanda penghargaan.

Walhi Anggap Layak, Masyarakat Akui Ada Hasil Heribertus Naif Manager Program Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Cabang NTT ketika dimintai komentarn-

Pemanasan Global Mengancam

Bupati Sikka Ajak Warga Tanam Pohon

Sosimus Mitang

ya memberi apresiasi bahwa Dan Palle layak mendapatkan penghargaan berupa Satya Lencana Pembangunan karena telah membangun Sikka dengan sistim terasering sebagai model pertanian ramah lingkungan. Lebih lanjut kata Heri bahwa masyarakat Sikka teristimewa generasi muda mesti mengikuti contoh hidup yang telah ditanamkan oleh pemimpin kebapa-

kan dan rendah hati seperti Daniel Woda Palle. Sementara itu, Hendrikus Sensus seorang petani di kecamatan Waigete Desa Egon kepada Fortuna menguraikan bahwa Pak Dan (sapaan akrab Daniel Woda Palle) telah memberikan kontribusi yang sangat bernilai bagi masyarakat Kabupaten Sikka. Sebab lewat program pertanian yang dicanangkannya telah meningkatkan perekonomian masyarakat Sikka lewat hasil pertanian berupa Cengkeh, Kakao, Jambu Mete dan tanaman perkebunan lainnya. Sensus mengakui bahwa berkat motivasi yang diberikan Pak Dan, setelah menamatkan sekolah pada Lembaga Pendidikan Usaha Tani Waigete (LPUT Waigete), Sensus lalu mengembangkan sistem pertanian yang diprogramkan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka yang waktu itu dinahkodai oleh Daniel Woda Palle. Selain peningkatan perekonomian primer juga di bidang pendidikan, Sensus yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Waigete ini mengaku mampu membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi hanya dengan bertani secara baik dan teratur. (stef sumandi/42NA).

PEMERINTAH Kabupaten Sikka melakukan penanaman pohon di desa Watuliwung Kecamatan Kangae. Bupati Sikka melalui Kabag Humas Setda Sikka, Markus Welung, BA kepada Fortuna mengatakan kegiatan penanaman pohon di desa Watuliwung merupakan tindak lanjut program nasional dan juga program Dinas Kehutanan dan Badan Lingungan Hidup Kabupaten Sikka. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk respons terhadap pemanasan global yang kian mengancam dan menindaklanjuti agenda Pemerintah Pusat mencanangkan Aksi Penanaman Serentak Indonesia (APSI) dan Pekan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional. Pada kesempatan tersebut

13

Profil

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Pemekaran Kota Maumere

Benya Wodon Harapkan Berorientasi Pelayanan Masyarakat

Drs. Banyamin Wodon NIAT pemerintah Kabupaten Sikka memperjuangkan pemekaran Kota Maumere mendapat sambutan baik anggota DPRD NTT, Drs. Banyamin Wodon. Sebab, menurutnya pemekaran wilayah pada intinya berorientasi pada pelayanan masyarakat dan meningkatkan geliat pembangunan yang lebih prima. Untuk itu, substansi otonomi daerah jangan disalah arahkan menjadi motivasi kekuasaan semata.

Sesepuh Kecamatan Doreng Kabupaten Sikka ini menambahkan, pemekaran wilayah harus lebih cermat. Sebab saat ini pemerintah pusat telah menargetkan melakukan evaluasi wilayah yang telah dimekarkan karena ditengarai pemekaran wilayah banyak kendala diantaranya lamban dalam memacu pertunbuhan ekonomi, tradisi birokrasi yang bermental proyek sehingga banyak oknum aparat yang menjadikan wilayah pemekaran sebagai lahan KKN baru. "Inilah yang menyebabkan wilayah pemekaran menjadikan rakyat bukannya semakin maju justru memacu beban kemiskinan" ungkap Wodon yang saat ini menjadi Anggota Komisi D DPRD NTT. Wodon menambahkan, pemekaran jangan diorientasikan sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan sebab dapat mengaburkan tujuan utama pemekaran. " Jangan terjebak dengan bagi-bagi kekuasaan akhirnya dapat meng-

Yonas Sanam Kepala

aburkan tujuan utama pemekaran wilayah dan justru akan menjadi beban pembangunan", demikian Wodon mengingatkan. Meski demikian, politisi dan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini juga memberikan dukungan penuh pemekaran Kota Maumere karena dari berbagai aspek telah memenuhi standar baik SDM, SDA, jumlah penduduk, luas wilayah, PDRB serta dukungan politik DPRD setempat dan dukungan dari kabupaten induk. Untuk diketahui, dokumen pemekaran Kota Maumere saat ini dalam tahapan kajian Departemen Dalam Negeri bersama calon Kabupaten Malaka.

paten, Propinsi dan Departemen Perhubungan RI untuk membangun satu bandara alternatif dengan fasilitas terbaik di daratan Flores mesti didukung. Sebab Bandara Surabaya II di Mbay ini dapat melayani akses transportasi udara di 3 kabupaten utama. Namun, gagasan pemerintah perlu dibarengi dengan proporsi anggaran yang memadai. "Membangun Bandara

Surabaya II butuh anggaran yang cukup. Pemerintah diharapkan melakukan upaya serius baik dari sumber APBD maupun APBN, " saran Wodon kepada Fortuna. Anggota Badan Musyawarah DPRD NTT ini juga memberikan harapannya agar pemerintah terus melakukan pembenahan bandara sebab NTT sementara dicitrakan sebagai provinsi kepulauan. (fidel/42na)

Pemandangan bawah laut teluk Kota Maumere

Dukung Bandara Surabaya II di Mbay Menyoroti kondisi bandara di Flores, Benyamin Wodon juga memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Bandara Surabaya II di Mbay, kabupaten Nagekeo. Menurut Wodon, niat Pemerintah Kabu-

Dra. Anna Anny Labina Kadis

DIJUAL CEPAT TANAH DAN BANGUNAN LUAS 3500 m3 COCOK UNTUK TEMPAT USAHA,LOKASI STRATEGIS‌. HUB : 085253143299

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

14

Cerpen

Matahariku Telah Bersinar

HARI itu hujan turun lebat, kabut tebal menyelimuti kota karang, membuat khalayak yang sedang menikmati perjalanan harus berhenti sejenak, mencari tempat berteduh. Sedang angin bertiup setengah kencang terlihat dari perilaku pohonpohon yang bergerak ke sana ke mari bagaikan orang yang mabuk akibat minum sebotol sopi. Tidak ketinggalan gemuruh langit ikut memeriahkan suasana.

Saat itu aku sedang membaca di sebuah perpustakaan terbesar di kota itu. Aku mendapatkan beberapa buku bagus yang akan kujadikan referensi dalam tugas akhirku. Aku begitu serius membuka halaman demi halaman, poin-poin yang kuanggap penting langsung kucatat dalam notes kumalku. Notes yang biasa kupakai setiap hari dalam kuliahku. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, jarum jam tepat menunjukan agka dua belas saatnya demo besar-besaran di kampung tengah akibat terlambat makan. Untungnya aku selalu waspada terhadap kejadian itu sehingga setiap kali ke perpustakaan aku makan terlebih dahulu di kost, maklumlah kostku jauh dari perpustakaan kira-kira satu jam perjalanan angkot. Suasana di ruang perpustakaan yang awalnya hening akhirnya berubah menjadi ramai, bunyi sandal melangkah ditingkahi bunyi suara saling mengajak untuk pulang, mumpung hujan sudah reda dan memang ada banyak mahasiswa yang mengambil kuliah sore sehingga mereka harus pulang lebih awal untuk mempersiapkan diri. Aku masih berdiam diri di tempat, karena buku yang kuambil belum selesai kubaca. Terlihat ruangan mulai kosong suasana menyepi kembali kemudian aku pun mulai asyik membaca. Pegawai perpustakaan berjalan keliling untuk merapikan buku-buku yang berserakan, aktivitas di jalan raya mulai terdengar, sebagai tanda bahwa hari mulai cerah kembali. Saking sibuknya membaca terasa leherku mulai pegal, akhirnya aku mengangkat wajah perlahan sambil badanku bersandar di kursi, aku melihat-lihat sekeliling memperhatikan orang-orang yang sedang serius membaca. Tak sengaja pandanganku berpapasan dengan wajah seorang gadis yang berada di sebelah mejaku. Sekilas kami saling senyum lalu mengalihkan pandangan ke tempat lain. Aku penasaran sepertinya gadis itu pernah kukenal, kucoba mengangkat kembali wajahku secara sembunyi-sembunyi

aku berusaha supaya ia tidak tahu kalau aku sedang menatapnya. Akhirnya kupastikan bahwa gadis itu pernah kukenal. Selang beberapa menit kemudian bunyi alarm bergema mengagetkan semua pembaca yang sedang asyik membaca sekaligus menandakan jam istirahat dimulai. Jadi perpustakaan ditutup sementara untuk satu jam, kemudian akan dibuka kembali. Kesempatan ini tak kubiarkan begitu saja, aku memanfaatkannya untuk berkenalan dengan gadis yang sempat menyita perhatianku. Aku buru-buru membereskan buku-bukuku dan secepat kilat aku sudah mulai melangkah untuk mendekati gadis itu, saking terburu-burunya aku hampir saja menabrak seorang pegawai yang sedang membereskan buku-buku. Aku berhenti sejenak untuk meminta maaf walaupun pegawai itu tetap mengomeliku, akhirnya aku berhasil mendahului semua orang dan sudah berada di loket pengambilan tas serta barang-barang yang dititipkan sebelum memasuki perpustakaan. Aku menyerahkan karcis ke petugas untuk mengambilkan barangku sambil mataku tetap mengawasi pintu keluar. Akhirnya penantianku tiba juga, aku melihatnya muncul di antara kerumunan banyak orang yang berdesak-desakan di pintu keluar. Sambil menunggu ia mengambil tasnya aku menenangkan diri supaya tidak terlihat gugup saat menyapa dia. Ketika ia keluar dari loket pengambilan barang aku langsung mendekati dan menyapanya. "Hai cewek….." kataku dengan kegugupan yang kusembunyikan. Dia mengalihkan pandangannya ke arahku. "Hai….." Ia menyahutku. Aku mengulurkan tangan untuk membalas sapaanya. "Kenalan dong……" Lanjutku dan kami pun berjabatan tangan dan saling berkenalan. "Namaku Samuel biasa dipanggil Sam…." Aku menyebut namaku. "Aku Lidya…."sahutnya. Dalam hati aku berkata, nama yang cantik seperti orangnya. "Sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya… ?" kataku untuk mencairkan suasana. "Akh, yang benar saja…." Jawabnya, kemudian ia menanyakan apakah aku pernah mengikuti seminar di hotel Kamboja. Aku berusaha mengingat dan ternyata memang betul, aku

pernah bertemu dengan dia dalam kegiatan itu. Waktu itu peserta seminar umumnya para mahasiswa dan pegiat LSM. Akhirnya kami tertawa bersamasama sambil melepaskan cerita guyonan mengingat kembali halhal yang terjadi selama kegiatan seminar. Tak terasa suasana keakraban mulai terjalin. Aku memberanikan diri mengajaknya mencari tempat duduk yang bagus untuk melanjutkan cerita. Ternyata ajakanku mendapat respon yang baik. Kebetulan di depan dan samping gedung perpustakaan disiapkan tempat duduk dengan taman yang indah. Acara cerita kami pun terus berlanjut mulai dari kegiatan di hotel Kamboja sampai dengan kegiatan-kegiatan kami sebagai aktivis organisasi mahasiswa. Ternyata kami berasal dari satu perguruan tinggi hanya saja

kami berbeda fakultas. Saat ini kami berada di tahun terakhir kuliah kami dan sedang menyelesaikan skripsi. Pertemuan hari itu membuat kami semakin akrab. Setiap saat kami selalu berkomunikasi baik lewat sms maupun pertemuan di perpustakaan. Kami berbagi cerita tentang kesulitan tugas akhir bahkan masalah keluarga. Aku bercerita bahwa aku berasal dari keluarga sederhana. Orangtuaku selalu mengingatkanku tentang hubunganku dengan teman wanitaku. Mereka selalu mengatakan bahwa saya boleh berpacaran tetapi harus menyelesaikan dulu kuliahku. Maklumlah, orangtuaku adalah petani yang tinggal di desa, satusatunya kebanggaan mereka adalah melihat foto wisuda dan ijasah sarjanaku. Sedangkan Lidya berasal dari keluarga mampu, ayahnya adalah seorang pejabat di salah satu instansi pemerintah. Meskipun demikian, Lidya sangat ramah dan baik hati. Ia tidak menjadi-

kan kedudukan orangtuanya sebagai alasan untuk menyombongkan diri. Ia bergaul dengan siapa saja tanpa membedabedakan. Aku sering ke rumahnya dan melihat orangtuanya pun baik dan ramah. Hari berlalu bulan pun berganti, pertemanan kami semakin akrab. Aku mulai merasakan hal yang aneh dalam diriku. Selama ini aku selalu merasakan Lidya adalah sosok teman yang baik hati dan ramah. Tetapi saat ini, perasaanku mulai berubah, setiap kali aku bertemu dengan dirinya, aku selalu membayangkan dia bagaikan setangkai mawar nan cantik, elok dan harumnya menebarkan pesona. Aku ingin memetik dan memilikinya, semakin larut perasaanku semakin aku mencintai Lidya. Terkadang aku malu dengan diriku dan bertanya dalam hati, apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama seperti diriku ? Apakah dia mencintaiku ? Ataukah aku salah mengartikan kebaikannya dengan cinta ? Perasaan ini berkecamuk dalam hatiku, di satu sisi aku terpesona dengan rasa cintaku kepadanya namun di sisi lain aku merasa malu jangan-jangan cintaku bertepuk sebelah tangan. Situasi ini membuatku menjadi grogi ketika bertemu dengan dirinya. Akhirnya aku putuskan aku harus mengungkapkan perasaanku secara jujur kepada Lidya. Aku mulai merencanakan waktu dan tempat untuk bertemu dengan dia. Kemudian aku pun menghubunginya. Kemauan baikku diterimanya. Lidya mengiyakan ajakanku untuk bertemu dengannya di suatu tempat yang aku rahasiakan. Aku mulai mempersiapkan diri, memikirkan kata-kata yang akan kugunakan untuk mengungkapkan isi hatiku. Tiba waktunya dan aku pun mengajak Lidya ke pantai yang tidak terlalu jauh jaraknya dari kota itu. Kami berdua mengagumi keindahan pantai dengan panorama alam yang cantik. Lidya kelihatannya sangat menikmati situasi ini. Aku pun berusaha untuk menikmati keindahan itu bersamanya. Kemudian….. "Sam, kenapa sih kamu mengajakku ke tempat seperti ini, romantis sekali…..? Ia bertanya dan aku terdiam sejenak. "Ada apa sebenarnya Sam…?" Lidya kembali bertanya. Aku semakin grogi tetapi aku berusaha tetap santai. Sambil duduk di pasir putih yang bersih dan halus, kami memperhatikan betapa indahnya gulungan ombak yang berkejaran bagaikan sepasang kekasih dilanda asma-

ra. Dalam situasi indah tersebut dengan suara setengah gemetar aku berusaha menyapanya. "Lidya…..aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu…" kataku dengan suara tertahan. Lidya membalikkan wajahnya ke arahku. "Sam, kamu koq kelihatan serius….?" Ia bertanya dengan hati-hati. "Aku jatuh cinta kepadamu…!" kataku dengan suara pelan. Lidya kaget bagaikan disengat aliran listrik. Dia menatapku dalam-dalam, kemudian wajahnya tersenyum dengan sangat manis. Aku semakin yakin bahwa ia pastilah menerima cintaku. "Sam, aku senang mendengar engkau mengungkapkan cintamu kepadaku, aku juga sayang kamu, tetapi aku belum bisa mengatakan aku cinta kepadamu hari ini." Ia menjawabku. Hatiku luluh lantak bagaikan kaca yang pecah berkeping-keping. "Sam… maafkan aku, bukannya aku sengaja untuk menyakitimu." Lanjutnya mengagetkan aku "Tidak masalah Lidya, aku baik-baik saja…"sahutku tabah. Setelah acara pertemuan kami di pantai itu, sikapku semakin kaku jika bertemu dengan Lidya. Walaupun kebersamaan kami berjalan seperti biasa, sering ke perpustakaan bersama, masih berkomunikasi via handphone. Aku juga tidak habis pikir, selama pertemananku dengan Lidya, aku belum pernah mendengar ia berbicara tentang laki-laki yang menjadi kekasihnya. Namun aku berusaha melupakan peristiwa yang terjadi di pantai itu. Aku menganggap hal itu tidak pernah terjadi. Tiba-tiba handphoneku bordering, kucoba menjawab panggilan itu yang ternyata dari Lidya. Ia menanyakan persiapan wisudaku karena acara itu akan berlangsung minggu depan. Kesibukanku untuk acara wisuda membuatku semakin melupakan peristiwa di pantai itu. Kemudian hari besar itu pun tiba…… Hari itu sungguh hari yang indah, terdapat sekitar 600 mahasiswa yang akan diwisudakan termasuk aku dan Lidya. Acara wisuda akan dimulai jam 08.00 pagi tetapi jam 06.30 sudah terihat banyak calon wisudawan yang hadir termasuk aku. Para mahasiswa tersebut hadir dengan penampilan terbaik mereka. "Hai, Sam…" Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara yang lembut menyapaku. Aku berbalik mengikuti suara itu, aku seolaholah tidak percaya ternyata suara yang memanggilku adalah milik Lidya. Aku terpesona dengan kecantikan Lidya. Ia bagaikan sekuntum mawar yang mekar di pagi hari ketika matahari bersi-

bersambung ke hal. 15

15

Profil Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD :

Natal Memberi Dengan Hati BERSUMBER dari tradisi biblis bahwa peristiwa Yesus dalam natal merupakan wujud pemberian diri Allah kepada manusia. Yesus adalah tanda momen kehadiran Allah. Puncak kehadiran Allah yang menyertai manusia. Karena itu, "Ibu Theresia dari Kalkuta India mengatakan Allah adalah memberi," kata Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD dalam kothbanya pada misa malam Natal di gereja St. Thomas Morus Maumere. Uskup yang pernah berkarya di Keuskupan Weetebula ini menguraikan, momentum natal yang ditandai dengan saling memberi hadiah berawal dari kebiasaan umat di Eropa dan Amerika yang biasanya saling memberi hadiah pada Hari Raya Natal. Uskup menambahkan kebiasaan ini sudah menyebar hingga ke seluruh dunia, di berbagai instansi, kelompok umat, keluarga saling memberi hadiah sebagai tanda kasih mereka antara satu dengan

yang lainnya. Selanjutnya, dalam misa yang dihadiri pula oleh Bupati sikka, Drs. Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus, MM, Ketua Tim Penggera PKK Firmina Sedo Mitang dan Wakil Ketua Tim Penggera PKK kabupaten Sikka, Reineldis Padji itu, Uskup Maumere ini mengatakan hadiah apapun yang kita berikan kepada siapapun adalah simbol pemberian diri kita kepada sesama dan juga sebagai momentum kesaksian hidup kita tentang Allah yang adalah pemberi itu sendiri. Tetapi setiap momentum pemberian mesti membutuhan pengorbanan. Misa malam natal yang sangat meriah dengan gaung alunan musik dan lagu yang dikumandangkan oleh umat lingkungan sembilam paroki St Thomas Morus Keuskupan Maumere ini dihadiri oleh ribuan umat yang berasal dari

kota Maumere juga dari luar kota Maumere sehingga ruangan gereja tidak dapat menampung keseluruhan umat yang hadir. Pada kesempatan ini, Mgr Gerulfus mengatakan selama ini kita menantikan penyelesaian bangunan gereja dengan cepat tetapi perlu diingat bahwa kenisah Allah di Yerusalem diselesaikan dalam waktu puluhan tahun; Basilica St. Petrus di Roma diselesaikan dalam waktu dua tahun. Meski demikian perlu diingat bahwa bangunan seindah apapun tak akan menyaingi keagungan Allah. Karena itu, dalam proses pembangunan gereja ini saya mengajak kita untuk memberi dari hati kita dalam membangun gereja ini. Uskup juga berterima kasih kepada semua orang yang mengambil bagian dalam pembangunan gereja paroki St. Thomas Morus yang hingga kini belum rangkum.

Drs. Ibrahim Yusuf Kadis

Djata Lambertus,B.A Sekretaris Dinas

(stef sumandi/ 42na)

Dinsos NTT Lepas 70 Orang Wanita...............sambungan dari hal. 4 dari pelayaan rehabilitasi adalah untuk memfasilitasi generasi muda (wanita) melalui berbagai kegiatan positif. Mereka dilatih selama 1 tahun penuh mulai dari Januari hingga Desember 2009. Adapun materi pelatihan yang didapatkan jelas Yonas antara lain, materi dasar jahit, bordir, olahan pangan, tata rias, merangkai bunga, menguasai gizi, pemahaman sosial, keahlian bidang pertanian, peternakan dan lain sebagainya. Tampil sebagai instruktur selama pelatihan adalah pemateri dari Dinsos, UPT dan pemateri teknis lainnya

dari Dinas Kesehatan, Peternakan dan Pertanian. Dijelaskan, selain mendapat bekal keterampilan, peserta juga diberikan bantuan peralatan mesin jahit, dan perlengkapan lain untuk mendukung pengembangan keterampilan di masyarakat. Dia mengakui bangga dengan peserta yang begitu serius mengikuti semua jadwal kegiatan yang direncanakan. Untuk diketahui, sebelum melepas 70 orang wanita karya di Naibonat, Kadis Sosial Sentis Medi juga melepas 6 0rang alumni Hit Bia Kupang untuk kembali

ke daerah asalnya di Rote, Sabu, Atambua,Sumba dan Ende . Sama halnya dengan para wanita karya dari UPT PSRKW Naibonat, keenam penyandang cacat ini juga dibekali dengan berbagai kemampuan yang sangat teruji. Para penyandangan cacat yang telah mendapat bimbingan teknis selama 6-7 tahun ini juga mendapat fasilitas penunjang, sertifikat dan uang tunai Rp 7 juta per orang. Acara pelepasan ini dihadiri, Sekretris Dinas Sosial NTT, Drs, Pieter Manuk, Kabid Bantuan Sosial Dinsos NTT, Drs. Anton Ridwan Santoso,MS.i (tim/42na)

Matahariku Telah Bersinar.....dari hal. 14 nar. Kami pun saling tersenyum. "Sam, aku mau mengatakan sesuatu padamu." Katanya menyadarkan aku. Aku semakin was-was. "Silahkan Cantik, aku siap mendengarkan." Sambil tersenyum aku menimpalinya. Lidya pun secara perlahan mem-

buka suara. "Sam, Aku juga cinta padamu‌.!" Katanya mantap. Bagaikan disambar petir di siang hari, aku terpana dan membisu. Mataku menatap Lidya, dia pun menatapku lembut. "Sam‌..sebenarnya aku ingin mengatakannya saat di pantai itu, tetapi kamu pernah bercerita kepadaku bahwa orangtuamu selalu mengingatkan kamu untuk menyelesaikan kuliah terdahulu baru boleh berpacaran." Dia menjelaskan alasannya dengan bijak. Aku tertegun mendengar semuanya itu, tanpa sadar airmataku jatuh membasahi pipiku, aku meraih tangannya dan menciumnya dengan mata terpejam. Tak ragu aku pun memeluknya erat-erat. Tanpa kami sadari ternyata nama kami dipanggil melalui pengeras suara untuk segera memasuki auditorium karena acara wisuda akan dimulai. Aku menggenggam tangannya dan dengan langkah pasti kami berdua memasuki ruang acara. Hatiku bahagia dan cerah bening secerah sinar mentari pagi itu.

16

Iklan

Edisi 57 - 25 Desember 2009 - 5 Januari/III/2010

MURAH iklannya, GRATIS korannya

Kring ke : 0380-881606

Jl. El Tari RSS Oesapa Blok A.14 Kupang - NTT email : fortuna_media@yahoo.co.id websitte : www.explorentt.com

Gelar Profesor Dalam Bidang Pendidikan Bahasa Inggris (Profesor’s Inaugural Speech) dan Gelar Doctor (Dr - HC) Bidang Pendidikan

Dari MONASH Australian International University Kepada Mentor Kami,

Bpk.Prof.Dr.Pati Servasius,M.BA,Ph.D Pimpinan Nusa Cendana International Plus School (NCIPS) Kupang Pada Hari/tgl : Sabtu, 28 November 2009

Curriculum Vitae Servas Maria Idlefons Patty (Pati Servasius) Pendidikan : SD : SDK Wolowaru, Ende- Flores, 1972 SMP : SMPK Wolowaru, Ende – Flores, 1975 SMA : SMA Taruna Wydia,Ende –Flores, 1978/79 PT : Undana, Kupang,1981 (Diploma II Bahasa Inggris) Akademi : ABA Jakarta,1986 (Diploma III, Bahasa Inggris) S2 : Master Bisnis Administrasi, International Golden State University, California, 2001 S3 S3

Profesor

CMYK

: Doktor (Ph.D) Dalam Bahasa Inggris, International Golden State University, California, 2002 : Honorary Doctor (HC) Bidang Pendidikan, Monash Australia International University,2009

: Bidang Pendidkan Bahasa Inggris, Monash Australia International University,2009

Kiranya Selalu Sukses Dalam Karya,Mengangkat Harkat, Martabat Dalam Membangun Dunia Pendidikan di NTT. Tuhan Berkati !! Seluruh Managemen dan Crew Tabloid FORTUNA – NTT Fidelis N.Nogor Pimpinan Perusahaan

Yunus Takandewa Pemimpin Redaksi


Fortuna Indonesia 5