Issuu on Google+

1 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PROFESI JURNALIS Oleh : Widodo Herianto,ST, MMSi

1.

SEJARAH WEBSITE

Website yang kita kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/ Situs WWW dinyatakan sebagai situs yang bisa digunakan oleh setiap orang alias gratis pada 30 April 1993. Sebuah website ditulis dengan menggunakan format HTML(Hyper Text Markup Language). HTML merupakan suatu kode tag yang menginstruksikan suatu browser untuk menghasilkan sesuai dengan keinginan pembuatnya. Pada Bulan Maret 1989, Berners-Lee, seorang lulusan Oxford University yang berkebangsaan Inggris, mengajukan proposal tentang suatu system berbasis hypertext yang memungkinkan para peneliti fisika bisa berbagi informasi secara efesien dan efektif. Proposal yang diberi judul “Hypertext and CERN”. CERN adalah nama tempat Berners-Lee bekerja pada saat itu. Yaitu kependekan dari Conseil European pour la Recherce Nucleaire, yang merupakan sebuah laboratorium riset bidang Fisika di Jenewa, Swiss. Pada Akhirnya tahun 1990, sebuah bentuk rancangan web berhasil dijalankan di sebuah mesin computer NeXT. Saat itu, web sudah mengandung line-mode user interface yang disebut sebagai www. Yang merupakan cikal bakal kelahiran WWW (World Wide Web). Pada bulan September 1994, ‘Tim” mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) yang merupakan organisasi internasional utama yang mengurus tentang standar dari website yang ada sekarang. Perkembangan website berdasarkan teknologi dan cara penggunaannya menurut pada praktisi informatika adalah sebagai berikut: 1. Web 1.0


2 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Web 1.0 merupakan teknologi awal dari website, dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan pengguna hanya sebagai pembaca (seperti membaca koran lewat computer, aktifitasnya hanya searching saja). Bahasa yang digunakan pada web ini masih berupa HTML saja. 2. Web 2.0 Web 2.0 muncul sekitar tahun 2003 atau 2004, dimana para pengguna website-pun dapat berkomunikasi 2 arah dan memiliki berbagai kelebihan lainnya. Kelebihan dari web ini adalah sebagai berikut (menurut O’Reilly media): The Web as Platform (Pengerjaan suatu aplikasi/tulisan dapat langsung dikerjakan di media internet tanpa harus mengerjakannya terlebih dahulu di windows desktop) •

Harnessing Collective Intelligence (Web 2.0 memiliki kinerja untuk memanfaatkan tulisan orang lain untuk mengisi konten web secara kolektif (tidak hanya webmaster yang mengisi konten sendiri), contohnya seperti youtube) •

Data is the Next Intel Inside (merupakan suatu garansi kepercayaan dari para pemberi data kepada pemilik website bahwa pada era web 2.0 data sangatlah penting dan harus di update setiap waktu) •

End of the Software Release Cycle (pada web 2.0 aplikasi software dapat langsung digunakan lewat internet/internet menjadi platform menjalankan program) •

Lightweight Programming Models (pembuatan web 2.0 menggunakan bahasa yang ringan dan mendukung pengembagan program) •

3. Web 3.0 Web ini diperkirakan akan berkembang pada tahun 2010-2020 dan saat ini masih dalam tahap pengembangan. Menurut PC magazine karakteristik dari web 3.0 adalah : Semantic Web (web dengan kemampuan membaca situs semudah manusia membacanya sehingga informasi dapat disajikan dengan cepat dan tepat) • •

The 3D Web (web dengan kemampuan visual 3D dan interaksi secara realtime)

The Media-Centric Web (Photo, audio, dan video akan menjadi cara lain untuk mencari informasi yang kita inginkan selain keyword) •


3 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

The Pervasive Web (Web yang mudah diakses dengan berbagai cara dan alat berbeda kapan saja dan dimana saja) •

2.

SEJARAH MEDIA CETAK

Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg. Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di eraera inilah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit. Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit:Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia. Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio

Republik

Indonesia sebagai

media

komunikasi.

Menjelang

penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih. Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara. Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.


4 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Kegiatan kewartawanan diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

3. PERANAN PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI Peran profesi teknologi informasi dalam era globalisasi sekarang ini dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebuutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak. Menurut George R Terry dalam Gustina Putri Perdana (2009) peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat dikategori dalam 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan yaitu: 1.

Fungsi Operasional

Fungsi ini akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping dan diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure. 2.

Fungsi Monitoring and Control

Mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait. 3.

Fungsi Planning and Decision


5 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya

sebagai enabler dari

rencana

bisnis

perusahaan

dan

merupakan

sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas. 4.

Fungsi Communication

Secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi. 5.

Fungsi Interorganisational

Merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi. Peranan teknologi informasi dalam suatu perusahaan besar, sedang maupun kecil, baik itu swasta, BUMN maupun pemerintahan, semuanya membutuhkan sistem teknologi informasi yang dapat mengintegrasikan informasi sehingga dapat mendukung infrastruktur


6 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

perusahaannya. Bank Ekonomi, Group Kalbe, FFI, dan Coty Inc. adalah beberapa perusahaan besar yang telah menerapkan aplikasi teknologi informasi secara luas, hal ini dilakukan karena aplikasi yang terdahulu tidak dapat lagi menunjang system yang sedang berjalan. Meskipun ada hambatan-hambatan yang dihadapi saat implementasi ataupun dana yang terbilang sangat besar untuk implementasi teknologi informasi hal tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk tetap berjalan karena apa yang telah dikeluarkan seimbang dengan apa yang didapatkan, dalam hal ini proses impelemntasi sesuai dengan apa yang diharapkan. Macam-Macam Profesi Teknologi Informasi Penerapan profesi teknologi informasi menjadi sangat penting dalam dunia kerja dan perusahaan. Bahkan disetiap perusahaan hampir seluruhnya membutuhkan seorang profesi teknologi informasi. Sehingga sebuah perusahaan seharusnya lebih mampu lagi untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya dibutuhkan dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Struktur organisasi bisnis dan proses manajemen yang baik juga merupakan kunci sukses keberhasilan penerapan teknologi informasi, sehingga faktor leadership menjadi tantangan sekaligus hambatan pada banyak perusahaan. Setidaknya ada enam ranah pekerjaan yang bisa dimasuki oleh para profesional teknologi informasi pada umumnya, yaitu : Akademik (menjadi tenaga akademik di berbagai universitas atau peneliti di lembaga penelitian untuk mengembangkan keilmuan) Developer (mengembangkan teknologi baru untuk tujuan komersial seperti yang dilakukan Microsoft, Apple, SAP, Facebook, dan sebagainya) Customizer (mengimplementasikan teknologi yang ada supaya bisa memberikan nilai tambah yang optimal untuk organisasi, dan ini adalah para pekerjaan konsultan seperti di Pricewaterhouse Coopers, Accenture, dan sebagainya) Vendor (distributor produk-produk teknologi informasi, seperti Berca Hardayaperkasa) User (perusahaan pengguna teknologi informasi untuk menunjang bisnisnya seperti perbankan, manufaktur, penerbangan, minyak dan gas, termasuk instansi pemerintahan)


7 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Profesi lainnya (misalnya menjadi jurnalis bidang teknologi informasi). Persiapan Sumber Daya Manusia Sebagai Profesi Teknologi Informasi Dalam kondisi pemanfaatan teknologi informasi, untuk meningkatkan peranan sumber daya manusia dalam meningkatkan daya saing bangsa, diperlukan adanya langkah strategis. Dengan mengembangkan standar kompetensi nasional yang mengacu kepada standar yang berlaku internasional. Melalui standar kompetensi ini, akan diperoleh manfaat sebagai instrumen untuk melakukan recruitment sumber daya manusia di dalam mengisi kebutuhan dalam profesi teknologi informasi, sehingga tenaga yang dipilih akan terseleksi sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Dalam konteks meningkatkan daya saing bangsa, juga standar kompetensi akan menjadi ukuran dalam menunjukkan kemampuan sumber daya manusia kita dan sebaliknya akan menjadi penyaring masuknya sumber daya manusia dari negara lain. Kebijakan di bidang pengembangan sumber daya manusia adalah dengan memberikan fasilitasi pendidikan dan pelatihan kepada lembaga-lembaga pemerintahan dan kelompok masyarakat yang selama ini kurang tersentuh atau jauh dari pusat-pusat pendidikan teknologi, khususnya profesi teknologi informasi. Konsentrasi peningkatan kualitas sumber daya manusia tampaknya sekarang ini lebih ditujukan untuk menciptakan tenaga-tenaga pengelola. Sedangkan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mendayagunakan teknologi informasi masih terbatas. Prinsip Dasar dan Pentingnya Etika Bagi Profesi Teknologi Informasi Macam prinsip etika profesi 1. Prinsip Standar Teknis, profesi dilakukan sesuai keahlian 2. Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi

dan ketekunan 3. Prinsip Tanggungjawab, profesi melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional


8 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

4. Prinsip Kepentingan Publik, menghormati kepentingan publik 5. Prinsip Integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung jawab professional 6. Prinsip Objektivitas, menjaga objektivitas dalam pemenuhan kewajiban 7. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi 8. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi

Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukan dari segi tuntutan pekerjaannya. pentingnya etika bagi profesional bidang teknologi informasi akan mendapat kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional teknologi informasi tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

4.

MEDIA ONLINE DI INDONESIA Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto pada tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca. Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk detikcom yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual detikcom adalah breaking news. Dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia. detikcom barangkali merupakan media online Indonesia yang pertama yang di garap secara serius. Tidak heran karena pendirinya kebanyakan dari media, Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan w:Tempo), dan Didi Nugraha. Serverdetikcom sebetulnya sudah siap diakses


9 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Jadi tanggal 9 Juli ditetapkan sebagai hari lahir Detikcom. Masa awal detikcom lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga.

Perkembangan media online mulai dirasakan seiring dengan semakin menjamurnya internet di seluruh pelosok daerah di Indonesia dan banyaknya ponsel yang dapat dengan mudah mengakses internet. Salah satu dampak dari perkembangan ini yaitu sejumlah perusahaan media massa ikut merambah dunia online, di antaranya adalah sebagai berikut. 

Kompas.com. Pada awalnya, Kompas.com dibuat hanya untuk selingan dan mengantisipasi maraknya media massa online di Indonesia. Tapi, kini, media massa online ini telah sukses, sama seperti versi cetaknya.

Okezone.com. Situs ini pertama kali muncul pada awal 2008 dengan tampilan yang praktis dan memudahkan para pengunjung berselancar di berbagai kanal pemberitaan.

ormitamedia.com. Ormitamedia merupakan media sumber informasi online terbaik di Indonesia

Tempointeraktif.vom

Vivanews.com

Metrotv.com

Liputan6.com

Detik.com Selain itu, masih ada banyak lagi media berbasis online lainnya, baik itu yang berbentk forum online maupun berformat surat kabar online. Pengembangan ini adalah salah satu upaya para pemilik modal untuk merespons perkembangan teknologi. Ya, bidang komunikasi memnag tak bisa dilepaskan dari seluruh perkembangan teknologi yang berimbas terhadap perkembangan media.


10 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Kehadiran media berbentuk online telah mengubah pola pikir para pelaku bisnis media. Sebelumnya, mereka berpandangan bahwa media cetak sangat ideal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Sementara itu, televisi dan radio dianggap tak akan bisa menandingi pencapaian media cetak, baik dari segi kedalaman materi maupun kekebasan mengulas sesuatu. Meskipun mempunyai kelebihan tersendiri, tetap saja televisi dan radio tak menggapai apa yang sudah dicapai media cetak. Tapi, pada perkembangannya, ketiga jenis media ini dianggap sebagai media tradisional sebab kini muncul new media yang bebasis di dunia maya. New media ini hadir di Indonesia untuk mengganti dan menyingkirkan dominasi media tradisional Indonesia. Tanpa pikir panjang, para pengusaha media, baik cetak maupun elektronik, ikut melebarkan sayap dengan merambah dunia online. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan setianya. Para pengusaha media ini pun tak ingin ditinggal pergi pelanggan setianya yang mulai berpaling dan menikmati kemudahan akses new media tersebut. Perbedaan Teknis Media Cetak dan Media Online Pada dasarnya, tidak begitu saja media tradisional (koran, televisi, dan radio) yang merambah dunia online bisa menerapkan apa yang ada di media konvensionalnya ke dalam media berbasis online sebab karekteristik kedua media ini berbeda. Berikut ini perbedaan teknis antara media cetak dan media berbasis online. 1. Pembatasan Panjang Naskah



Media cetak. Panjang naskah biasanya dibatasi, misalnya 5 sampai 7 halaman kuarto diketik 2 spasi.



Media berbasis online. Tak ada aturan batasan panjang naskah sebab halaman web dapat menampung naskah dengan panjang tak terbatas. Tapi untuk alasan kecepatan akses, keindahan desain, dan alasan teknis lain, naskah yang panjang sebaiknya dihindari.


11 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

2. Prosedur Naskah

Media cetak. Naskah harus di-ACC terlebih dahulu oleh redaksi sebelum dimuat.

Media berbasis online. Prosedur naskah sama seperti aturan media cetak. Tapi, ada sebagian media berbasis online yang mempersilakan wartawan di lapangan mengupload langsung tulisan-tulisannya. 3. Editing

Media cetak. Jika telah masuk proses naik cetak, naskah tidak bisa diedit lagi.

Media berbasis online. Meskipun sudah online, naskah masih bisa diedit dengan bebas. Namun biasanya, proses editing hanya berkaitan dengan masalah teknis seperti memperbaiki salah ketik dan sejenisnya. 4. Tugas Layouter

Media cetak. Setiap edisi, layouter dan desainer harus tetap bekerja.

Media berbasis online. programmer dan desainer hanya cukup sekali bekerja, yaitu di awal pembuatan situs tersebut. 5. Jadwal Terbit

Media cetak. Terbit secara berkala (harian, mingguan, dua mingguan, bulanan, dan lain sebagainya).

Media berbasis online. Terbit kapan saja dan tak ada jadwal khusus, kecuali untuk jenisjenis rubrik atau tulisan tertentu. 6. Distribusi

Media cetak. Meskipun tekah selesai dicetak, media cetak tidak dapat langsung dibaca oleh khalayak umum sebelum melewati proses distribusi.

Media berbasis online. saat di-upload, senua berita bisa langsung dibaca oleh semua orang di seluruh penjuru dunia yang mengakses internet.


12 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Media Online – Karakteristik Jurnalisme Online Selain memiliki perbedaan teknis dengan media cetak, media berbasis onlinepun memiliki karakteristik jurnalisme tersendiri. Berikut ini karakteristik jurnalisme online. 

Bersifat real time. Peristiwa, berita, dan informasi-informasi lainnya dapat langsung disebarluaskan saat kejadian sedang berlangsung. Sifat seperti ini mungkin tak terlalu berbeda dengan jenis media tradisional seperti TV dan radio.

Cara publikasi real time ini bersifat leluasa karena tak dibatasi oleh batas waktu dan jadwal penerbitan atau siaran. Artinya, dapat dipublikasikan kapan pun dan di mana pun selama terhubung ke jaringan internet. Para penerbit dapat mempublikasikan peristiwa dan berita saat itu juga. Faktor inilah yang sangat memungkinkan para pengguna internet memperoleh informasi seputar perkembangan berbagai peristiwa terbaru.

Karakteristik

jurnalisme online berikutnya

adalah

menghadirkan

unsur-unsur

multimedia. Unsur-unsur multimedia tersebut membuat jurnalismeonline mampu menyuguhkan bentuk serta isi publikasi yang lebih beragam daripada jurnalisme di media tradisional. Karakteristik ini terutama terdapat pada jurnalisme web. 

Bersifat interaktif. Dengan memanfaatkan hyperlink yang ada pada sebuah web, hasil karya jurnalisme online mampu memberikan informasi yang tersambung ke sumbersumber lainnya. Artinya, para pengguna bisa menikmati berbagai informasi dengan efektif dan efisien. Selain itu, faslilitas comment berupa komentar pembaca terhadap sebuah tulisan yang ada dalam jurnalisme online adalah nilai lebih yang tak dimiliki media konvensional.

Tidak memerlukan sebuah organisasi resmi dan legal formal sebagai lembaga pers. Dalam konteks tertentu, organisasi ini bahkan bisa dihilangkan.

Tidak memerlukan redaktur atau penyunting seperti pada surat kabar konvensional. Dengan demikian, tak ada pihak yang dapat membantu masyarakat untuk memilih mana informasi yang masuk akal dan tidak.


13 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis  Tidak dikenal adanya biaya

berlangganan sehingga para pengguna mempunyai

kebebasan memilih informasi. Dalam hal ini, para pengguna hanya harus berlangganan untuk mengakses internet. 

Cenderung lebih bersifat terdokumentasi sebab berbentuk jaringan digital. Meskipun isu-isu yang disajikan sama saja dengan media konvensional, tetapi sifatnya yang real time, menjadikan media berbasis online lebih up to datekarena mengangkat isu yang tengah hangat diperbincangkan. Bahkan, saat ini banyak media konvensional yang meniru pemberitaan dari media berbasisonline. Jadi, dapat dikatakan media berbasis online mempunyai nilai lebih dibandingkan media konvensional. Media berbasis online kini telah membuktikan kejayaannya. Ya, surat kabar cetak yang selama berpuluh-puluh tahun menguasai sebagian besar masyarakat sebagai pembacanya, kini tergusur oleh kehadiran media berbasis online. Untuk pertama kalinya dalam sejarah media, pendapatan iklan serta pembaca media di dunia maya sudah melampaui surat kabar cetak.

5.

MEMBANGUN MEDIA ONLINE Cara membangun dan mengembangkan media online yang baik adalah. Buat rencana pembangunan media online jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Rencana pembangunan ini meliputi deskripsi teknis media online, deskripsi konten, kebutuhan sumber daya, model bisnis, benchmark, segmentasi, posisi media, dan time line capaian. Sediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan guna membangun situs. Sumber daya ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: SDM Konten. Tugasnya menangani dan membangun konten untuk media online. Konten di sini termasuk tulisan, foto, pooling, dan video. SDM Konten juga bertugas membangun terobosan-terobosan konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna internet.


14 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

SDM Teknis. Berfungsi memberikan dukungan pada aspek teknis teknologi media yang digunakan.Meskipun hanya memberikan dukungan, tetapi posisinya sangat vital dalam sebuah media online. Selain mengantisipasi serangan online, SDM Teknis juga berperan membangun situs sesuai dengan perkembangan karakter sosial masyarakat pengguna internet. SDM Bisnis. Merupakan garda depan pemasukan bagi media online bersangkutan. SDM Bisnis harus aktif dalam memasarkan dan mempromosikan medianya serta menjaring pundi-pundi dana bagi kelangsungan hidup media online. Membangun situs yang telah direncanakan. Proses pembangunan ini bisa dilakukan melalui 2 cara. Menggunakan pihak luar media melalui tender terbuka. Konsekuensinya pengembangan media online selanjutnya juga harus menggunakan perusahaan yang sama agar hasilnya lebih maksimal. Namun, konsekuensi ini bisa diatasi dengan pembuatan dokumentasi teknis yang lengkap untuk diserahkan kepada SDM Teknis. Mengembangkannya sendiri oleh SDM Teknis. Saat ini telah banyak Content Management System (CMS) yang bisa langsung digunakan dan cukup reliable untuk sebuah media online. Sehingga bisa mengurangi beban SDM Teknis untuk membangun media online. Keuntungannya, karena telah tersedia berbagai dukungan, CMS mudah dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan media online secara cepat dan tepat. Mengisi dan mengembangkan konten secara berkala dan konsisten. Bagaimana pun, bisnis media online bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga konten. Hal ini ibarat piring dan nasi. Sebuah piring tidak akan berarti bila tidak ada nasi. Begitu pun dengan media online. Sebuah media online akan cepat ditinggalkan bila tidak memiliki konten yang dibutuhkan khalayaknya. Membangun komunitas. Media online saat ini berjaya karena adanya komunitas. Banyak media-media besar membangun komunitas pembaca dan penulisnya melalui berbagai kegiatan, baik online maupun offline.


15 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

Membangun komunitas melalui online dilakukan dengan cara menarik pembaca untuk berpartisipasi sebanyak-banyaknya dalam mengunggah (upload) konten ke media bersangkutan.

Salah

satunya

seperti

yang

dilakukan

oleh

Kompas

melalui

Kompasiana.com.

Sedangkan membangun komunitas melalui offline bisa dilakukan dengan membuat kegiatan di ranah dunia nyata seperti temu pembaca, gathering, kopdar, dan diskusi.

Referensi : http://www.satriamultimedia.com/artikel_kriteria_website_yang_baik.html http://www.sentranet.co.id/tips-a-trick/item/155-kriteria-website-yang-baik-dan-berfungsi.html http://www.lam-alif.com/showthread.php/3182-Inilah-7-kriteria-Website-yang-baik http://kamal-prihandani.blogspot.com/2012/05/10-kriteria-website-yang-baik.html http://jasawebsite.web.id/bagaimana-sih-website-yang-bagus-itu.html http://sataaswelputra.blogspot.com/2013/01/konsep-dan-jenis-website-serta-kriteria_13.html http://www.anneahira.com/sejarah-web.htm


16 Pemanfaatan Teknologi Dalam Profesi Jurnalis

http://www.youtube.com/watch?v=-FX_6UKw8ag http://www.penulisbiografi.com/index.php/tulisan/69-jurnalisme-internet-dan-kita.html http://ispisumenep.blogspot.com/p/tutorial.html belajar http://www.sentranet.co.id/tips-a-trick/item/155-kriteria-website-yang-baik-danberfungsi.html..web http://alexvanbrongost.blogspot.com/2013/03/membuat-koran-dengan-fitur-fodey.html https://docs.google.com/file/d/0Bw4YdbjRs8EUQzNsQ1p6enJaUkU/edit? usp=drive_web&urp=http://ispisumenep.blogspot.com/p/tutorial.html http://mizan.com/news_det/cara-membuat-koran-online-dengan-akun-twitter.html http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/12/16/sedikit-sharing-tentang-caramembangun-media-online-326539.html http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial http://id.wikipedia.org/wiki/Koran_digital

http://www.kafi.mobie.in/ZONA%20FACEBOOK/__xtblog_entry/8815367-membuatkoran-dengan-fitur-fodey.com.


Materi widodo herianto