Issuu on Google+

PENINGKATAN SEMANGAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN JASMANI DAN OLAH RAGA MELALUI PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI Oleh: Dra. Ratna Uli Gultom ABSTRAK Pemberian makanan-makanan bergizi dapat membantu pengembalian zat-zat tubuh siswa yang terlepas pada saat melakukan aktifitas olahraga. Makanan bergizi yang sederhana seperti teh manis, es krim, pudding sederhana, roti, dll membantu perbaikan metabolisme tubuh siswa dan dapat membantu menjaga ketahanan belajar siswa setelah melaksanakan pembelajaran Penjas. Guru dapat menyarankan jajanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan energi untuk meningkatkan daya tahan saat belajar.

A. PENDAHULUAN Sejak zaman dahulu manusia telah menyadari pentingnya makanan untuk kelangsungan hidup. Pada tahun 400 sebelum Masehi, Hippocrates, Bapak Ilmu Kedokteran mengibaratkan makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia. Anak-anak yang sedang bertumbuh membutuhkan banyak panas. Oleh karena itu, mereka membutuhkan banyak makan. Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi essensial tertentu. Zat gizi essensial adalah zat gizi yang harus didatangkan dari makanan.

1


Fungsi gizi dalam tubuh, antara lain: (1) memberi energi: zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energy yang diperlukan untuk melakukan aktifitas/kegiatan, (2) pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh: protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti selsel yang rusak, (3) mengatur proses tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibody sebagai penangkal organism yang bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses menua. Air diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, seperti di dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, dan mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lainnya pada proses tubuh. Pengaruh makanan-makanan bergizi pada anak dapat memberikan dampak pada semangat belajar, keinginan belajar, dan daya belajar pada saat pembelajaran berlangsung. Anak yang kurang dalam gizi akan menunjukkan: kurang bergairah, tertinggal dalam belajar, kurang gesit dalam bergaul, kurang tanggap atas lingkungan, dan rendah indeks prestasinya. Hal ini dapat dilihat dari takaran makanan apa saja yang dikonsumsi oleh anak. Anak-anak yang mengkonsumsi berbagai makanan bergizi atau diberikan makanan tambahan (suplemen) di sekolah akan menunjukkan daya raga yang lebih baik sehingga dalam pembelajaran tetap menunjukkan semangat belajar.

B. PEMBAHASAN 2


1. Gizi Gizi berasal dari bahasa arab “Al Gizzai� yang artinya makanan dan manfaat untuk kesehatan. Al Gizzai juga dapat diartikan sari makanan yang bermanfaat untuk untuk kesehatan. Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari cara memberikan makanan yang sebaikbaiknya agar tubuh selalu dalam kesehatan yang optimal. Pemberian makanan yang sebaikbaiknya harus memperhatikan kemampuan tubuh seseorang untuk mencerna makanan, umur, jenis kelamin, jenis aktivitas, dan kondisi tertentu seperti sakit, hamil, menyusui. Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Di samping itu, manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh. Apabila kelompok zat gizi tersebut diuraiakan lebih rinci, maka terdapat lebih dari 45 jenis zat gizi. Secara alami, komposisi zat gizi setiap jenis makanan memiliki keunggulan dan kelembahan tertentu. Bebarapa makanan mengandung tinggi karbohidrat tetapi kurang vitamin dan mineral. Sedangkan bebarapa makanan lain kaya vitamin C tetapi kurang vitamin A. Apabila konsumsi makanan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif. Dengan mengkonsumsi makanan sehari-hari yang beranekaragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang. Jadi, untuk mencapai masukan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya oleh satu jenis bahan makanan, melainkan harus terdiridari aneka ragam bahan makanan. Keterangan di atas juga berada saling ketergantungan antar zat gizi. Misalnya penyerapan yang optimum dari masukan vitamin A memerlukan kehadiaran lemak sebagai pelarut dan menyangkut vitamin A ke seluruh bagian tubuh. 3


Selain itu, apabila cadangan mangan (Mn) di dalam tubuh kurang, maka vitamin A juga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal. Contoh lain, diperlukan vitamin C yang cukup dlam makanan untuk meningkatkan penyerapan zat besi (Fe). Pada masa lampau, susu seringkali mendapat pujian, karena bernilai gizi tinggi. Disisi lain makanan lain dinilai rendah karena kurang bergizi. Sesuai konsep keterkaitan antar zat gizi, sudah saatnya penilaian kualitas makanan yang didasarkan pada pengagungan terhadap kandungan zat gizi makanan-makanan tertentu mulai ditinggalkan. Kini saatnya memasyarakatkan adanya ketergantungan antar zat gizi atau antar bebagai jenis makanan. Setiap jenis makanan memiliki peranan masingmasing dalam menyeimbangkan masukan zat gizi sehari-hari. Peranan berbagai kelompok bahan makanan secara jelas tergambar dalam logi gizi seimbang yang berbentuk kerucut (Tumpeng). Dalam lgo tersebu bahan makanan dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi yang dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan istilah “Tri Guna Makanan�. Pertama,

sumber

zat

tenaga

yaitu

padi-padian

dan

umbi-umbian

serta

tepungtepungan yang digambarkan di dasar kerucut. Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan pada bagian tengah kerucut. Ketiga, sumber zat pembangun, yaiut kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, digambarkan pada bagian atas kerucut. Keseimbangan gizi diperoleh apabila hidangan sehari-hari terdiri dari sekaligus tiga kelompok bahan makanan. Dari setiap kelompok dipilih satu atau jenis bahan makanan. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Metabolisme pada tubuh manusia 4


akan baik jika tercukupi gizi yang seimbang dan pemberian suplemen yang dapat meningkatkan ketahanan gizi. Metabolisme mengandung dua pengertian, yakni anabolisme (sintesa atau proses pembentukan) dan katabolisme. Anabolisme dan katabolisme berlangsung secara serempak. Aktifitas katabolisme meningkat pada saat orang melakukan aktifitas karena diperlukan sejumlah energy, sedangkan aktifitas anabolisme meningkat pada saat beristirahat untuk mengadakan reparasi dan penyimpanan cadangan energi.

2. Kebutuhan Gizi Anak Penyediaan makanan pada anak-anak sebenarnya tidak berbeda dengan penyediaan makanan bagi yang lainnya, baik dalam jenis makanan, proporsi maupun cara penyajian. Namun, yang perlu diperhatikan adalah zat gizi yang terkait dengan proses pertumbuhan, yakni protein. Kekurangan protein akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tubuh sehingga akan menjadikan anak pendek. Di samping itu, penyediaan makanan pada anak juga harus memperhatikan pertumbuhan otak dan kecerdasan. Jumlah kebutuhan gizi anak pada anak ditentukan oleh berbagai factor antara lain jenis kelamin, berat badan dan aktifitas sehari-hari. Besarnya kebutuhan energi dan protein untuk anak-anak dapat dilihat pada table berikut:

Tabel Angka Kecukupan Gizi pada Anak Laki-Laki Usia (Thn) 10-12 13-15 16-19

Berat Badan (Kg) 30 40 53

Energi (Kal)/Hari 1950 2200 2360 5

Protein (gr) 45 57 62


>20

56

2700

50

Tabel Angka Kecukupan Gizi pada Anak Perempuan Usia (Thn) 10-12 13-15 16-19 >20

Berat Badan (Kg) 32 42 46 50

Energi (Kal)/Hari 1750 1900 1850 2100

Protein (gr) 49 57 47 44

3. Kebutuhan Energi (Pembangkit Semangat) untuk Aktifitas Fisik Aktifitas fisik memerlukan energy di luar kebutuhan untuk metabolisme basal. Aktifitas fisik adalah gerakan yang dilakukan oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya. Selama aktifitas fisik, otot membutuhkan energi di luar metabolisme untuk bergerak, sedangkan jantung dan paru-paru memerlukan tambahan energi untuk mengantarkan zat-zat gizi dan oksige ke seluruh tubuh dan untuk mengeluarkan sisa-sisa dari tubuh. Banyaknya energi yang dibutuhkan bergantung pada berapa banyak otot yang bergerak, berapa lama dan berapa berat kegiatan yang dilakukan. Faktor lain yang berpengaruh adalah efisiensi melakukan kegiatan atau aktifitas tersebut. Kekurangan energi terjadi bila konsumsi energi melalui makanan kurang dari energi yang dikeluarkan. Tubuh akan mengalami keseimbangan energi negatif. Gejala yang ditimbulkan pada anak adalah kurang perhatian, gelisah, lemah, kurang bersemangat dan penurunan daya tahan.

4. Pemberian Makanan Bergizi (Suplemen Makanan) setelah Pembelajaran PENJAS

6


Guru Penjas Orkes harus mengenali lebih dini akibat-akibat kekurangan energi, baik selama pembelajaran Penjas maupun setelah pembelajaran berlangsung (menuju pelajaran berikutnya). Guru dapat menyesuaikan makanan-makanan apa saja yang bergizi yang dapat dibawa ataupun disediakan oleh sekolah untuk mencukupi gizi dan menguatkan semangat siswa dalam pembelajaran setelah melaksanakan pembelajaran Penjas Orkes. Makanan yang disediakan tidak harus mahal atau yang berlebihan, namun makanan-makanan yang sederhana pun dapat disediakan. Pemberian suplemen makanan seperti: susu, telur, pudding sederhana (pudding santan, pudding telor, kue lemper), kue-kue basah, teh manis, es krim susu, susu kedelai, mie basah, atau makanan bergizi yang lain walaupun sederhana dapat menumbuhkan daya raga yang baik dan semangat belajar. Hal ini dikarenakan, pemberian makanan bergizi setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran Penjas Orkes (Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan) akan melepaskan rasa keletihan dan mengembalikan metabolisme tubuh yang hilang saat melakukan olahraga, sehingga pada saat pembelajaran berikutnya siswa dapat merasa lebih bugar dan merasa nyaman dengan adanya pengganti energi yang terlepas pada saat melakukan olahraga. Guru dapat mengganti atau menukar nasi sebagai karbohidrat pengganti energi yang terlepas dengan :

7


Guru dapat memberikan teh manis seduh yang memberikan kelegaan terhadap dahaga siswa yang kehausan dan menambah daya kuat bagi siswa. Selain itu, pemberian es krim yang baik pun dapat memberikan efek pemuasan energi bagi tubuh siswa, sehingga dapat membantu dalam ketahanan belajar setelah melaksanakan olahraga. Pemberian susu kedelai pun dapat membangkitkan ketahanan fisik siswa juga pengembalian energi yang telah terkuras saat melakukan aktifitas olahraga. Guru dapat memberikan atau menyarankan siswa untuk mengkonsumsi olahan susu seperti keju, es krim, yogurt, dll.

Jenis Produk Susu Sapi Es Krim Keju Yogurt

Energi (Kalori) 61 207 328 52 8

Protein (gr) 3.2 4.0 22.8 3.3


C. PENUTUP Melengkapi gizi dan mencukupkannya pada anak di sekolah, mendorong guru untuk mencapai ketahanan belajar yang dapat mendukung prestasi belajar siswa. Hal ini dikarenakan, pemberian gizi merupakan factor terbesar dalam kecerdasan anak. Bila anak mengalami kurang gizi maka kelemahan-kelemahan dalam belajar akan muncul. Kecukupan gizi yang diberikan atau disarankan guru untuk dikonsumsi siswa setelah pembelajaran Penjas akan memberikan efek relaksasi dimana saat keletihan setelah berolahraga siswa dapat mengembalikannya dan merasa nyaman untuk memulai aktifitas lain. Saran-saran yang baik terhadap jajanan siswa pada saat melepas keletihan setelah pembelajaran Penjas akan membentuk fisik siswa yang kuat dan lebih bersemangat. Guru tidak perlu menyarankan makanan atau jajanan yang berlebihan atau terlihat mahal, namun dengan kecukupan gizi dari makanan sederhana saja dapat membangkitkan semangat dan tercukupinya zat-zat yang diperlukan oleh tubuh siswa.

D. DAFTAR PUSTAKA Almatiser, Sunita. 2006. Prinsip Dasar Gizi. Jakarta: Percetakan PT Gramedia Pustaka Utama. Depkes RI. 2002. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

9


Irianto, Djoko Pekik. 2007. Panduan Gizi Lengkap: Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: Penerbit Andi. Suyatno.

2009.

Gizi

Daur

Hidup:

Gizi

http://suyatno.blog.undip.ac.id , Agustus 2010.

10

Anak

Sekolah.

Diakses

dari:


JOURNAL OF NUTRITION