Page 1

PROFIL PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2018

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Jl. Trunojoyo - Kepanjen Telp. (0341) 394100, Fax (0341) 399744 Website : http : // www.malangkab go.id - Email : dispenduk@ malangkab go.id KEPANJEN 6 5 1 6 3


DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. DAFTAR ISI ......................................................................................................... DAFTAR TABEL ................................................................................................... DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1.2. Tujuan .......................................................................................... 1.3. Ruang Lingkup .............................................................................. 1.4. Pengertian Umum ......................................................................... BAB II. GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALANG ............................... 2.1. Gambaran Umum .......................................................................... 2.2. Letak Geografis .............................................................................. 2.3. Gambaran Ekonomi ................... 2.4. Gambaran Pendidikan .................... 2.5. Gambaran Kesehatan ................. 2.6. Potensi Daerah ............................ BAB III. KUANTITAS PENDUDUK ................ 3.1. Persebaran Penduduk ................. 3.2. Pendapatan Penduduk ................. 3.3. Angka Pertumbuhan Penduduk ................... 3.4. Komposisi Penduduk Menurut Karakteristik Demografi .................. 3.5. Komposisi Penduduk Menurut Karakteristik Sosial ................... 3.6. Keluarga ........................ 3.7. Kelahiran ............................. 3.8. Kematian .............................. BAB IV. KUALITAS PENDUDUK ........................................... 4.1. Kesehatan ..................... 4.2. Pendidikan ........................... BAB V. MOBILITAS PENDUDUK ............................................... 5.1. Mobilitas Permanen ...................................... BAB VII. PENUTUP .................... DAFTAR PUSTAKA ....................................


GAMBAR TABEL Tabel 1. Distribusi Penduduk Kabupaten Malang menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Tahun 2018 Tabel

2.

Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Malang

Tahun 2018. Tabel

3.

Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang menurut Kecamatan

Tahun 2018 Tabel 4. Jumlah dan Proporsi Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kabupaten Malang Tahun 2018 ................. Tabel 5. Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin Kabupaten Malang Tahun 2018 ......................... Tabel 6.

Jumlah Penduduk menurut Kecamatan, Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin Kabupaten Malang Tahun 2018 ........................................

Tabel 7. Struktur Umur Penduduk Kabupaten Malang menurut Jenis Kelamin Tahun 2018 .............. Tabel

8. Rasio Ketergantungan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2018 .....................

Tabel 9. Distribusi Penduduk Umur 10 Tahun ke Atas menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Kabupaten Malang Tahun 2018 ......................... Tabel 10. Penduduk Usia Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan per Kecamatan, Kabupaten Malang Tahun 2018 ........ Tabel 11. Persentase Penduduk menurut Agama dan Kecamatan Kabupaten Malang Tahun 2018 ..............


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan baik fisik maupun sosial merupakan suatu upaya perubahan kearah yang lebih baik. Untuk melakukan pembangunan diperlukan suatu konsep, perencanaan dan strategi yang tepat dengan memperhatikan berbagai variabel, agar tujuan pembangunan tersebut berhasil. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memperhatikan kependudukan sebagai titik sentral pembangunan itu sendiri. Pembangunan yang tidak memperhatikan pembangunan kependudukan, akan merugikan karena setiap keuntungan ekonomi akan digunakan untuk membiayai kebutuhan penduduk. Pembangunan kependudukan merupakan isu strategis dan bersifat lintas sektor, sehingga pengintegrasian berbagai aspek kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan perlu diwujudkan. Upaya-upaya mewujudkan keterkaitan perkembangan kependudukan, dengan berbagai kebijakan pembangunan menjadi prioritas penting agar pengelolaan perkembangan kependudukan dapat mewujudkan keseimbangan yang serasi antara kuantitas, kualitas dan mobilitas penduduk. Data kependudukan memegang peran penting dalam menentukan kebijakan, perencanaan dan evaluasi hasil pembangunan, baik bagi pemerintah maupun swasta dan masyarakat. Oleh karena itu ketersediaan data kependudukan di semua tingkat administrasi pemerintahan (kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa) menjadi faktor kunci keberhasilan program-program pembangunan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, menegaskan bahwa dalam Perencanaan Pembangunan Daerah harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, baik yang menyangkut masalah kependudukan, masalah potensi sumberdaya daerah maupun informasi tentang kewilayahan lainnya.


Selain itu, Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 sebagimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan mengamanatkan bahwa data penduduk yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan tersimpan di dalam database kependudukan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan. Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pengelolaan data kependudukan yang menggambarkan kondisi daerah dengan menggunakan SIAK yang disajikan sesuai dengan kepentingan penyelanggaraan pemerintahan dan pembangunan. Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pasal 17 menyebutkan bahwa perkembangan kependudukan dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas dan persebaran penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pada Pasal 49 ditegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga. Data dan informasi kependudukan dan keluarga tersebut wajib digunakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagai dasar penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan pembangunan. Penduduk juga memiliki hak dan kewajiban dalam perkembangan kependudukan. Penduduk berhak untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, sosial, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Di samping itu penduduk juga mempunyai kewajiban untuk memberikan data dan informasi berbagai hal yang menyangkut diri dan keluarganya termasuk mutasi yang terjadi sesuai yang diminta oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk pembangunan kependudukan sepanjang tidak melanggar hak-hak penduduk. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Pasal 67 ayat 2 menyebutkan bahwa pengelolaan Sistem informasi Administrasi Kependudukan Daerah dilakukan oleh Dinas melalui pengelolaan database.


Pada Pasal 72 menyebutkan bahwa pengelolaan database sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 huruf f meliputi kegiatan perekaman data Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil ke dalam database kependudukan, pengolahan data Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, penyajian data sebagai informasi data kependudukan dan pendistribusian data untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Malang sudah menyelenggarakan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil dengan menggunakan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) yang didukung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dan sudah menghasilkan database kependudukan untuk Kabupaten Malang. Database kependudukan ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan gambaran bagaimana kondisi dan karakteristik penduduk Kabupaten Malang dan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan data kependudukan bagi Pemerintah Kabupaten Malang. Berkenaan dengan penyajian data dan informasi perkembangan kependudukan terutama untuk perencanaan pembangunan manusia, baik itu pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan, dan lain-lain yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan manusia, maka data dan informasi perlu menggunakan data yang valid dan dapat dipercaya baik dari sisi jumlah maupun kualitas data dan dikemas secara baik, sederhana, informatif dan tepat waktu dalam bentuk profil perkembangan kependudukan yang disajikan secara berkelanjutan. Profil perkembangan kependudukan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi kependudukan di Kabupaten Malang serta prediksi prospek kependudukan dimasa yang akan datang. B.Tujuan Menyajikan gambaran informasi yang berkaitan dengan kondisi dan perkembangan kependudukan di Kabupaten Malang tahun 2018 serta bagi pihak yang berkepentingan dan masyarakat pada umumnya, sedangkan tujuan secara khusus penyusunan profil perkembangan kependudukan adalah mendeskripsikan aspek kuantitas penduduk, jumlah, komposisi, distribusi dan mobilitas penduduk, dan aspek kualitas penduduk kesejahteraan, pendidikan dan ketenagakerjaan.


C.Ruang Lingkup Ruang lingkup dari Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Malang meliputi : 1. Pendahuluan. 2. Gambaran umum daerah. 3.

Data kuantitatif yang berkaitan dengan pengendalian kuantitas penduduk. 4. Data kuantitatif yang berkaitan dengan mobilitas penduduk.

5.

Data kuantitatif yang berkaitan dengan kepemilikan dokumen kependudukan. 6. Penutup. BAB II Gambaran Umum Kabupaten Malang

Kabupaten Malang adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang terletak di Propinsi Jawa Timur dan merupakan Kabupaten yang terluas kedua wilayahnya setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Timur. Hal ini didukung dengan luas wilayahnya 3.534,86 km² atau sama dengan 353.486 ha dan jumlah penduduk sesuai dengan data yang ada di server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang sebanyak 3.052.154. jiwa (per juni 2017 ) yang tersebar di 33 kecamatan, 378 Desa, 12 Kelurahan. Kabupaten Malang juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi diantaranya dari pertanian, perkebunan, tanaman obat keluarga dan lain sebagainya. Disamping itu juga dikenal dengan obyek-obyek wisatanya SEJARAH Ketika kerajaan Singhasari dibawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung yang beristrikan Ken Dedes, kerajaan itu dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Pusat pemerintahan Singhasari saat itu berada di Tumapel. Baru setelah muncul Ken Arok yang kemudian membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes, pusat kerajaan berpindah ke Malang , setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Kediri saat itu jatuh ke tangan Singhasari dan turun statusnya menjadi kadipaten. Sementara Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis (1185 1222). Kerajaan ini mengalami jatuh bangun. Semasa kejayaan Mataram, kerajaankerajaan di Malang jatuh ke tangan Mataram, seperti halnya Kerajaan Majapahit.


Sementara pemerintahan pun berpindah ke Demak disertai masuknya agama Islam yang dibawa oleh Wali Songo. Malang saat itu berada di bawah pemerintahan Adipati Ronggo Tohjiwo dan hanya berstatus kadipaten. Pada masa-masa keruntuhan itu, menurut Folklore, muncul pahlawan legendaris Raden Panji Pulongjiwo. Ia tertangkap prajurit Mataram di Desa Panggungrejo yang kini disebut Kepanjen (Kepanji-an). Hancurnya kota Malang saat itu dikenal sebagai Malang Kutho Bedhah. Bukti-bukti lain yang hingga sekarang merupakan saksi bisu adalah nama-nama desa seperti Kanjeron, Balandit, Turen, Polowijen, Ketindan, Ngantang dan Mandaraka. Peninggalan sejarah berupa candi-candi merupakan bukti konkrit seperti Candi Kidal di Desa Kidal Kec. Tumpang yang dikenal sebagai tempat penyimpanan jenazah Anusapati.

Candi Kidal Candi Singhasari di Kec. Singosari sebagai penyimpanan abu jenazah Kertanegara.


Candi Singhasari Candi Jago / Jajaghu di Kec. Tumpang merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Wisnuwardhana.

Candi Jago Pada zaman VOC, Malang merupakan tempat strategis sebagai basis perlawanan seperti halnya perlawanan Trunojoyo (1674 - 1680) terhadap Mataram yang dibantu VOC. Menurut kisah, Trunojoyo tertangkap di Ngantang. Awal abad XIX ketika pemerintahan dipimpin oleh Gubernur Jenderal, Malang seperti halnya daerah-daerah di nusantara lainnya, dipimpin oleh Bupati. Bupati Malang I adalah Raden Tumenggung Notodiningrat I yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16. Kabupaten Malang merupakan wilayah yang strategis pada masa pemerintahan kerajaan- kerajaan. Bukti-bukti yang lain, seperti beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil


lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang. Sejak tahun 1984 di Pendopo Kabupaten Malang ditampilkan upacara Kerajaan Kanjuruhan, lengkap berpakaian adat zaman itu, sedangkan para hadirin dianjurkan berpakaian khas daerah Malang sebagaimana ditetapkan.

MASKOT

Cucak ijo


Apel Malang Habitat jenis fauna burung Cucak Ijo ditengarai berasal dari kawasan Malang Selatan, walaupun di beberapa daerah lain juga terdapat burung sejenis. Didasari dengan latar belakang Chloropsis Sonnerati dan disusul kemudian dengan Surat Bupati Kepala Daerah Tingkat II Malang tanggal 8 Pebruari 1996 bernomor 522.4/429.024/1995 tentang pelestarian flora dan fauna, Burung Cucak Ijo dimunculkan sebagai identitas fauna Kabupaten Malang. Kemudian dikukuhkan pula dengan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Malang, nomor 180/170/SK/429.013/1997, tentang Penetapan Maskot / Identitas Flora dan FaunaKabupaten Daerah Tingkat II Malang, tertanggal 26 April 1997. Dalam Surat Keputusan Bupati itu, untuk maskot flora ditetapkan Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill). Sedangkan untuk faunanya adalah Burung Cucak Ijo.

Maksud penetapan maskot flora dan fauna tersebut sebagai upaya pengenalan sekaligus pelestarian yang didasari keunikan suatu jenis satwa dan tumbuhan tertentu yang terdapat di Kabupaten Malang serta merupakan ciri khas daerah. Penetapan maskot tersebut berperan pula sebagai sarana meningkatkan promosi kepariwisataan, penelitian dan pendidikan. Upaya pelestarian Burung Cucak Ijo ini dilakukan antara lain dengan cara pembangunan penangkaran terbesar yang sedang dibangun di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang diatas lahan seluas 9,5 Ha dimana untuk Burung Cucak Ijo disediakan lahan seluas 0,5 Ha sedangkan lahan yang lain digunakan untuk pembudidayaan dan pelestarian flora dan fauna yang lain. ARTI LAMBANG


PENJELASAN LAMBANG 1. MERAH PUTIH = Perisai Segi Lima 2. MERAH = Tulisan Kabupaten Malang 3. KUNING EMAS = Garis tepi atap kubah 4. HIJAU = Warna dasar kubah 5. HIJAU = Gunung Berapi 6. PUTIH = Asap 7. PUTIH DAN HITAM = Keris 8. PUTIH = Buku terbuka 9. BIRU TUA = Laut 10. PUTIH = Gelombang laut ( Jumlah 19 ) 11. KUNING EMAS = Butir padi ( Jumlah 45 ) 12. PUTIH = Bunga kapas ( Jumlah 8 ) 13. HIJAU = Daun kapas ( Jumlah 17 ) 14. KUNING EMAS = Bintang bersudut lima 15. PUTIH DAN HITAM = Pita terbentang dengan sesanti Satata Gama Kartaraharja 16. KUNING EMAS = Rantai ( Jumlah 7 )

Jiwa Nasional Bangsa Indonesia yang suci dan berani, dimana segala usaha ditujukan untuk kepentingan Nasional berlandaskan Falsafah Pancasila dilukiskan dengan PERISAI SEGI LIMA dengan garis tepi tebal berwarna MERAH PUTIH. KUBAH dengan garis tepi atapnya berwarna KUNING EMAS dan warna dasar HIJAU mencerminkan papan atau tempat bernaung bagi kehidupan rohani dan jasmani diruang lingkup Daerah Kabupaten Malang yang subur makmur. BINTANG BERSUDUT LIMA berwarna KUNING EMAS, mencerminkan Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan Falsafah Pancasila yang Luhur dan Agung. UNTAIAN PADI berwarna KUNING EMAS, DAUN KAPAS berwarna HIJAU serta BUNGA KAPAS berwarna PUTIH mencerminkan tujuan Masyarakat adil dan makmur. DAUN KAPAS berjumlah 17 (Tujuh Belas), BUNGA KAPAS berjumlah 8 (Delapan), GELOMBANG LAUT berjumlah 45 (Empat Puluh Lima) mencerminkan semangat perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945. RANTAI berwarna KUNING EMAS mencerminkan Persatuan dan Keadilan GUNUNG


BERAPI berwarna HIJAU mencerminkan potensi Alam Daerah Kabupaten Malang sedangkan ASAP berwarna PUTIH mencerminkan semangat yang tak pernah kunjung padam. LAUT mencerminkan kekayaan alam yang ada di daerah Kabupaten Malang sedangkan warna BIRU TUA mencerminkan cita-cita yang abadi dan tak pernah padam. KERIS yang berwarna HITAM dan PUTIH mencerminkan Jiwa Kepahlawanan dan Kemegahan sejarah Daerah Kabupaten Malang. BUKU TERBUKA berwarna PUTIH mencerminkan tujuan meningkatkan kecerdasan rakyat untuk kemajuan. Sesanti SATATA GAMA KARTA RAHARJA mencerminkan Masyarakat adil dan makmur materiil dan spirituil disertai dasar kesucian yang langgeng (abadi). LETAK GEOGRAFIS Letak Kabupaten Malang terletak pada 112o17`10,90`` sampai 112o57`00`` Bujur Timur, 7o44`55,11`` sampai 8o26`35,45`` Lintang Selatan Batas Utara

Kab. Pasuruan dan Kab. Mojokerto

Timur

Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang

Barat

Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri

Selatan

Samudra Indonesia

Fisik Geografis Geologi Kabupaten Daerah Tingkat II Malang merupakan Daerah Dataran Tinggi,Wilayah ini dipagari oleh : Utara

Gunung Anjasmoro (2.277m) dan Gunung Arjuno (3.399 m)

Timur

Gunung Bromo (2.392m) dan Gunung Semeru (3.676m)

Barat

Gunung Kelud (1.731m)

Selatan

Pegunungan Kapur (650m) dan Gunung Kawi (2.625m)

Topografi Daerah dataran rendah terletak pada ketinggian 250-500m diatas permukaan air


laut Daerah Dataran Tinggi Daerah Perbukitan Kapur Daerah Lereng Gunung Kawi-Arjuno (500-3300m diatas permukaan air laut - dpal) Daerah Lereng Tengger-Semeru di Bagian Timur (500-3600m dpal) Fisiografi Kondisi lahan di Kabupaten Malang bagian utara relatif subur, sementara di sebelah selatan relatif kurang subur. Masyarakat Kabupaten Malang umumnya bertani, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan Sebagian lainnya telah berkembang sebagai masyarakat industri Hidrologi Sungai-sungai yang mengalir mempunyai pengaruh yang besar bagi perekonomian yang agraris yaitu : Kali Brantas

Bermata air di Dk. Sumber Brantas, Desa Tulungrejo (Batu), membelah Kabupaten Malang menjadi dua dan di wilayah ini berakhir di Bendungan Karangkates

Kali Konto

Mengalir melintasi wilayah Kecamatan Pujon dan Ngantang dan berakhir di Bendungan Selorejo (Ngantang).

Kali Lesti

Mengalir di bagian timur, wilayah Kecamatan Turen, Dampit dan sekitarnya. Disamping puluhan anak sungai yang mempunyai arti penting.

Kali Amprong

Mengalir di bagian Timur, wilayah Kecamatan Poncokusumo dan Tumpang.

Jenis Tanah Latosol Andosol Mediteran Litosol Alluvial Regosol Brown


BAB III KUANTITAS PENDUDUK

A. Jumlah dan Persebaran Penduduk 1.

Jumlah Penduduk Kabupaten Malang dengan luas wilayah 3.534,86 km² atau sama dengan 353.486 ha dan jumlah penduduk sesuai Data Pusat Statistik sebanyak 2.544.315 jiwa (tahun 2018) yang tersebar di 33 kecamatan, 378 Desa, 12 Kelurahan.


Peta Kecamatan Kabupaten Malang

Tabel 1.

Jumlah Penduduk menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, Kabupaten Malang, Tahun 2018 Sampai dengan Bulan Juni 2017.

No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kecamatan 2 DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJINGWETAN DAMPIT AMPELGADING PONCOKUSUMO WAJAK TUREN

Laki-laki 3 34091 27000 39695 53305 367749 31414 50468 45445 63981

Perempuan 4 33537 27033 40362 52531 67698 31006 48645 44541 62909

Jumlah ( L+P ) 5 67628 54033 80057 105836 435447 62420 99113 89986 126890


10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

GONDANGLEGI KALIPARE SUMBERPUCUNG KEPANJEN BULULAWANG TAJINAN TUMPANG JABUNG PAKIS PAKISAJI NGAJUM WAGIR DAU KARANGPLOSO SINGOSARI LAWANG PUJON NGANTANG KASEMBON GEDANGAN TIRTOYUDO KROMENGAN WONOSARI PAGELARAN Jumlah

48202 37714 31360 57773 36346 38833 39989 37603 74192 46432 27633 45083 33953 41055 89468 56773 35685 31256 17157 29821 34993 22685 25262 40185 1692601

48865 37559 31152 57184 36263 28023 38844 35578 71839 45220 27161 43109 33244 38892 86788 59599 33759 30087 16205 29631 34346 22489 24761 40643 1359503

97067 75273 62512 114957 72609 66856 78833 73181 146031 91652 54794 88192 67197 79947 176256 116372 69444 61343 33362 59452 69339 45174 50023 80828 3052104


Jika

diperhatikan menurut jenis kelamin nampak bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan Kepadatan Penduduk Kabupaten Malang tergolong daerah yang belum padat penduduknya, hal ini dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2 memperlihatkan kepadatan penduduk di Kabupaten Malang . Dengan luas 5.782,50 km2, Kabupaten Malang didiami oleh 1.668.438 jiwa atau dengan kepadatan sebesar 288,53 jiwa/km2. Dengan kata lain rata-rata setiap km2 di Kabupaten Malang didiami sebanyak 289 jiwa. Tabel 2. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Malang Tahun 2018 No .

Kecamatan

Luas Wilayah Km2

Jumlah Penduduk

Kepadatan Penduduk

1

2

3

4

5

1

DONOMULYO

192,6

67628

351,13

PAGAK

90,08

54033

599,83

BANTUR

159,15

80057

503,03

2 3


4 5 6 7 8 9 10

SUMBERMANJINGWETA N

239,49

105836

441,92

DAMPIT

135,31

435447

3218,14

79,6

62420

784,17

PONCOKUSUMO

102,99

99113

962,36

WAJAK

94,56

89986

951,63

TUREN

63,9

126890

1985,76

97067

1217,29

AMPELGADING

GONDANGLEGI

79,74

11

KALIPARE

105,39

75273

714,23

12

SUMBERPUCUNG

35,9

62512

1741,28

13

KEPANJEN

46,25

114957

2485,56

14

BULULAWANG

49,36

72609

1471,01

15

TAJINAN

40,11

66856

1666,82

TUMPANG

72,09

78833

1093,54

JABUNG

135,89

73181

538,53

PAKIS

53,62

146031

2723,44

PAKISAJI

38,41

91652

2386,15

NGAJUM

60,12

54794

911,41

WAGIR

75,43

88192

1169,19

DAU

38,41

67197

1749,47

KARANGPLOSO

58,74

79947

1361,03

SINGOSARI

118,51

176256

1487,27

LAWANG

68,23

116372

1705,58

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

PUJON

130,75

69444

531,12

27

NGANTANG

147,7

61343

415,32

28

KASEMBON

55,67

33362

599,28

29

GEDANGAN

130,55

59452

455,40

30

TIRTOYUDO

141,96

69339

488,44

31

KROMENGAN

38,68

45174

1167,89

WONOSARI

48,53

50023

1030,76

PAGELARAN

45,83

80828

1763,65

32 33


Jika dilihat persebaran di setiap kecamatan nampak bahwa Kepadatan penduduk per wilayah di Kabupaten Malang perlu mulai diperhatikan, terutama dalam perencanaan persebaran penduduk, tata ruang dan tata guna tanah. Jika ketiga hal ini tidak diperhatikan dengan baik, maka ke depan, Kabupaten Malang akan menjadi padat dengan implikasi pada penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan.Seiring dengan perkembangan sektor pariwisata yang sedang di galakkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang, dengan peningkatan akses jalan yang ada akan membuat masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan pelayanan masyarakat ( administrasi kependudukan dll ). 2.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan angka yang menggambarkan penambahan penduduk yang dipengaruhi oleh pertumbuhan alamiah maupun migrasi penduduk. Angka pertumbuhan penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah dan struktur penduduk beberapa tahun ke depan. Angka pertambahan penduduk Kabupaten Malang dapat dilihat pada tabel 3. Data penduduk tahun 2017 yang digunakan adalah data Bulan Desember 2016 sedangkan data penduduk tahun 2017 menggunakan data Bulan Juni 2017. Pertumbuhan penduduk yang dihitung merupakan pertambahan penduduk dalam kurun waktu satu tahun.


Tabel 3. Jumlah Pertambahan Penduduk No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Nama Kecamatan 2 DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJING WETAN DAMPIT AMPELGADING PONCOKUSUMO WAJAK TUREN GONDANGLEGI KALIPARE SUMBERPUCUNG KEPANJEN BULULAWANG TAJINAN TUMPANG JABUNG PAKIS PAKISAJI NGAJUM WAGIR DAU KARANGPLOSO SINGOSARI LAWANG PUJON NGANTANG KASEMBON GEDANGAN TIRTOYUDO KROMENGAN WONOSARI PAGELARAN

Jumlah

Penduduk Tahun 2016 ( jiwa )

Penduduk Tahun 2017 ( jiwa )

3 62596 45755 68862

4 67628 54033 80057

90324

105836

118982 52530 92779 80946 114418 85071 60349 54036 107323 71544 54051 75532 74198 157173 89091 49207 88166 76403 83404 180982 110754 67851 56388 31152 53041 60814 38209 41332 67412

435447 62420 99113 89986 126890 97067 75273 62512 114957 72609 66856 78833 73181 146031 91652 54794 88192 67197 79947 176256 116372 69444 61343 33362 59452 69339 45174 50023 80828

2560675

3052104

Keterangan 5


Angka pertumbuhan penduduk Kabupaten Malang termasuk bertambah. Selama kurun waktu Desember 2016 sampai dengan Juni 2017, pertumbuhan penduduk Kabupaten Malang bertambah 491.429 jiwa. Pertumbuhan Penduduk yang relatif stabil ini sangat menguntungkan Pemerintah Kabupaten Malang, apabila pertumbuhan penduduk tidak terkendali, maka implikasi dari hal tersebut adalah munculnya berbagai masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, pertumbuhan daerah kumuh, berkurangnya lahan pertanian karena menjadi pemukiman, tuntutan menyediakan fasiltas umum, kriminalitas dan lain sebagainya. Perubahan ini diduga disebabkan oleh perpindahan penduduk ke tempat yang lain, dan adanya pembersihan data penduduk ganda. Khusus untuk Kecamatan dengan pertumbuhan penduduk bertambah itu diduga disebabkan tingkat kelahiran dan faktor migrasi dan juga masih banyaknya penduduk yang baru mengurus data administrasi kependudukan yang sebelumnya belum pernah terekam dalam data base kependudukan.

B. Penduduk Menurut Karakteristik Demografi 1. Jumlah dan Proporsi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya kelompok bayi dan balita, mereka lebih membutuhkan asupan gizi yang baik


dan perawatan kesehatan. Bagi penduduk perempuan remaja misalnya, mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan status kesehatan agar ketika memasuki usia perkawinan tidak terkena anemia sedangkan kelompok penduduk usia lanjut juga membutuhkan pelayanan berkaitan dengan kesehatan dengan kesehatan dan lain-lain.Tabel. 4. menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Malang sebagian besar merupakan penduduk usia produktif yaitu pada kelompok umur antara 15-64 tahun dengan komposisi terbesar berada pada penduduk berumur 35-44 tahun. Demikian pula dengan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, nampak bahwa penduduk laki-laki yang terbesar berada pada kelompok umur 35-44 tahun, sedangkan penduduk perempuan berada pada kelompok umur 35-44 tahun. Kondisi ini sangat menguntungkan karena sebagian besar (diatas 50%) merupakan penduduk usia kerja (usia produktif), dan sisanya merupakan penduduk usia muda (berusia dibawah 15 tahun) dan merupakan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas). Tabel 4. Jumlah dan Proporsi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin, Kabupaten Malang, Tahun 2017. NO

KELOMPOK UMUR

1

3 KABUPATEN MALANG

JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI

PEREMPUAN

TOTAL

4

5

6

1.375.696

1.349.793

2.725.489

1

0-4

69.461

65.676

135.137

2

5-9

101.387

95.898

197.285

3

10 - 14

103.677

99.247

202.924

4

15 - 19

106.489

101.237

207.726

5

20 - 24

107.074

96.787

203.861

6

25 - 29

98.912

93.083

191.995

7

30 - 34

111.528

111.877

223.405

8

35 - 39

118.063

115.976

234.039

9

40 - 44

106.411

108.117

214.528

10

45 - 49

103.795

105.755

209.550

11

50 - 54

90.787

94.544

185.331

12

55 - 59

79.909

76.687

156.596

13

60 - 64

60.462

54.937

115.399

14

65 ke atas

117.741

129.972

247.713

Penduduk berusia kurang dari 15 tahun sukup besar pula yaitu 207.726 jiwa. Hal ini harus menjadi perhatian karena 5 tahun mendatang kelompok ini akan menjadi tambahan tenaga kerja baru, yang memerlukan skill dan kualitas


SDM yang memadai baik ketrampilan maupun etos kerja dan kepribadian. Untuk memperoleh hal tersebut, diperlukan asupan gizi yang cukup, pendidikan yang memadai serta lingkungan pergaulan yang cukup, baik di rumah maupun di masyarakat. Sehingga ketika mereka memasuki pasar kerja, mampu memperoleh peluang kerja yang tersedia. Disisi yang lain pemerintah Kabupaten Malang harus mampu pula menciptakan pasar kerja yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Jika dicermati lebih lanjut, ternyata 135.137 jiwa penduduk Kabupaten Malang merupakan balita. Kondisi ini menuntut perhatian Pemerintah Kabupaten Malang dalam penanganan penduduk balita terutama dari segi kesehatan dan investasi bidang pendidikan. Demikian juga dengan jumlah penduduk 5-9 tahun masih terlihat lebar, berarti lima tahun ke depan dibutuhkan fasilitas pendidikan dasar dan menengah yang cukup untuk menampung penduduk kelompok ini. Demikian pula jumlah penduduk pada kelompok 30-44 tahun menunjukkan jumlah yang besar. Diduga penduduk kelompok umur ini adalah kelompok yang lahir pada tahun 1980an yang mulai memasuki usia tersebut. Penduduk lansia (65 tahun ke atas), menunjukkan proporsi yang paling tinggi,


Namun dimasa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik, karena pergeseran umur penduduk serta usia harapan hidup yang semakin meningkat. Pertambahan jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang, karena kelompok ini akan terus membesar di masa depan, sehingga diperlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan, kesehatan, pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya. 2. Rasio Pendidikan Rasio Pendidikan adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan tingkat pendidikan yang di enyam oleh masyarakat Kabupaten Malang. Tingkat pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan semakin baik kualitas SDM di wilayah tersebut. Namun ukuran ini masih harus ditambah dengan etos kerja dan ketrampilan baik hard skill maupun soft skill. Beberapa pelaku usaha menyatakan bahwa yang dibutuhkan tidak saja ketrampilan tetapi juga kepribadian, karena ketrampilan bisa ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan. Tamat sekolah didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang dengan dibuktikan adanya ijazah atau surat tanda tamat belajar. Tetapi jika menggunakan ukuran menurut jenjang tertinggi merupakan jenjang atau kelas tertinggi yang pernah ditempuh oleh seseorang.


Tabel. 5. Rasio Pendidikan, Kabupaten Malang , Tahun 2017. TOTA L

JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN UMUR N O

KECAMATAN

1

3

J Ml .

KABUPATEN MALANG

1

DONOMULYO

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

TDK BELUM SEKOLA H

B.TAMATSD / SEDERAJA T

4 406.718

5 287.187

TAMAT SD/ SEDERA JAT

TAMAT SMP/ SEDERA JAT

TAMAT SMA/ SEDERA JAT

6

7

8

1.023.64 9

490.864

410.008

D1 /2

D III/ BA

9

10

10.004

D IV/ SI 11

20.342

70.591

S

S II

III

12

13

5.571

555

72.016 8.393

6.393

29.685

15.905

9.992

305

407

824

106

6

8.500

5.188

23.648

9.520

5.646

136

211

719

40

8

10.783

7.281

37.840

14.125

7.666

211

311

887

52

5

14.359

10.575

47.834

20.107

10.465

259

338

1.021

66

5

18.630

14.549

54.120

26.849

17.379

378

793

1.838

119

8

9.028

6.543

29.404

11.164

5.154

160

152

437

29

6

13.662

10.003

49.613

15.789

7.704

269

271

1.152

57

-

12.946

9.021

41.650

15.173

8.749

249

269

1.138

55

6

18.942

12.821

41.821

23.758

23.140

479

1.120

3.761

205

23

14.069

10.841

32.752

19.705

16.086

419

504

1.929

152

12

10.095

6.952

30.165

16.496

9.789

159

233

832

61

3

9.244

5.954

17.363

12.708

13.949

257

612

1.980

139

8

18.369

11.495

29.085

20.920

26.671

555

1.585

5.035

398

17

11.360

7.453

21.693

13.805

14.606

193

583

2.412

129

8

8.256

6.503

22.343

10.283

7.518

169

311

965

67

5

11.447

9.192

32.578

12.080

10.156

275

476

1.796

112

10

11.308

7.981

35.621

9.448

6.516

161

339

814

34

4

23.921

15.733

46.283

23.196

25.945

507

1.850

6.913

582

30

13.855

9.600

25.632

16.890

20.194

468

949

3.100

181

17

8.631

5.406

24.410

9.416

5.667

79

172

584

73

3

13.062

9.050

36.487

14.095

12.236

287

534

1.646

155

12

10.029

6.781

21.869

9.167

10.270

497

1.007

5.964

971

208

12.830

9.484

26.125

13.544

13.136

349

933

3.586

322

29

28.154

18.941

49.411

26.267

38.482

756

2.610

9.290

711

67

18.559

13.521

26.928

18.709

26.528

986

1.658

5.392

364

31

9.948

7.801

31.060

12.032

6.753

170

319

896

65

2

8.723

6.256

26.152

11.378

7.206

267

304

784

40

5

53.616

PAGAK

79.161

BANTUR SUMBERMANJIN G WETAN

18 2.725. 489

DAMPIT

105.02 9 134.66 3 62.077

AMPELGADING

98.520

PONCOKUSUMO

89.256

WAJAK

TUREN

126.07 0 96.469

GONDANGLEGI

74.785

KALIPARE

62.214

SUMBERPUCUNG

KEPANJEN

114.13 0 72.242

BULULAWANG

56.420

TAJINAN

78.122

TUMPANG

72.226

JABUNG

PAKIS

144.96 0 90.886

PAKISAJI

54.441

NGAJUM

87.564

WAGIR

66.763

DAU

80.338

KARANGPLOSO

SINGOSARI

LAWANG

174.68 9 112.67 6 69.046

PUJON

61.115

NGANTANG


28

29

30

31

32

33

33.182

KASEMBON 4.536

3.521

12.089

7.084

5.083

88

213

529

39

-

8.183

7.185

26.978

10.370

5.070

133

206

657

43

2

9.911

7.918

29.603

14.346

6.140

156

220

513

30

2

6.067

4.072

14.618

9.628

8.801

248

318

1.083

62

7

6.984

4.741

19.628

10.847

6.504

90

208

757

51

-

13.934

8.432

29.161

16.060

10.807

289

326

1.357

61

6

58.827

GEDANGAN

68.839

TIRTOYUDO

44.904

KROMENGAN

49.810

WONOSARI

80.433

PAGELARAN

Dari tabel 5 nampak bahwa Rasio Pendidikan di Kabupaten Malang bahwa masyarakat kabupaten malang memiliki potensi besar untuk mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi dimana dalam tabel di setiap kecamatan banyak masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya pendidikan. Namun demikian, jika dilihat dari kelompok umur menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang memiliki tingkat pendidikan Diploma sampai dengan jenjang Sarjana S3 masih sedikit di banding tingkat pendidikan sekolah dasa Tabel 6. Rasio Agama Berdasarkan Kecamatan, di Kabupaten Malang , Tahun 2017. JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA NO

KECAMATAN

TOTAL ISLAM

1 TOTAL

3 KABUPATEN MALANG

1

DONOMULYO

2

PAGAK

3

BANTUR

4

SUMBERMANJING WETAN

5

DAMPIT

6

AMPELGADING

7

PONCOKUSUMO

8

WAJAK

KRISTEN

KATHOLIK

HINDU

BUDHA

KONGHUCHU

4 2.632.85 1

KEPERCAYAAN 5

64.297

14.838

10.724

2.501

81

6 197

2.725.489

68.796

868

2.332

11

2

1

6

72.016

53.176

169

49

218

4

-

-

53.616

77.950

1.158

49

-

4

-

-

79.161

90.029

14.951

28

16

5

-

-

105.029

130.867

3.297

346

28

117

5

3

134.663

59.770

1.756

11

521

7

-

12

62.077

97.355

83

117

108

857

-

-

98.520

89.025

179

44

1

-

89.256

-

7


9

TUREN

10

GONDANGLEGI

11

KALIPARE

12

SUMBERPUCUNG

13

KEPANJEN

14

BULULAWANG

15

TAJINAN

16

TUMPANG

17

JABUNG

18

PAKIS

19

PAKISAJI

20

NGAJUM

21

WAGIR

22

DAU

123.675

96.265

72.179

23

24

2.055

292

3

34

177

16

1

8

1

10

126.070

-

2

96.469

616

1.557

431

2

-

-

74.785

60.711

1.041

364

18

70

10

-

62.214

111.719

1.331

706

297

64

13

-

114.130

71.543

587

85

11

14

2

-

72.242

56.073

278

63

5

1

-

-

56.420

76.951

748

391

6

26

-

-

78.122

71.801

247

128

44

4

-

2

72.226

140.751

2.556

1.425

169

49

7

3

144.960

86.661

2.091

561

1.554

16

3

-

90.886

52.230

268

36

1.902

4

1

-

54.441

81.609

1.744

533

3.582

58

-

38

87.564

62.183

2.936

1.431

88

118

7

-

66.763

78.447

1.368

426

86

11

-

-

80.338

169.880

3.038

1.363

282

107

12

7

174.689

106.057

4.306

1.857

122

286

11

37

112.676

68.464

292

72

159

4

5

50

69.046

60.524

484

96

5

6

-

-

61.115

31.579

668

33

536

347

-

19

33.182

57.638

576

7

489

110

-

7

58.827

60.991

7.751

38

9

50

-

-

68.839

40.866

3.907

115

12

4

-

-

44.904

48.443

1.056

198

8

103

2

-

49.810

78.643

1.715

69

3

2

-

1

80.433

KARANGPLOSO

SINGOSARI

25

LAWANG

26

PUJON

27

NGANTANG

28

KASEMBON

29

GEDANGAN

30

TIRTOYUDO

31

KROMENGAN

32

WONOSARI

33

PAGELARAN

Jika dilihat menurut wilayah kecamatan, dari Table. 6. terlihat bahwa rasio agama yang anut oleh masyarakat (sex ratio) disetiap kecamatan sangat beragam, dimana dalam setiap kecamatan ada berbagai macam agama yang di anut, itu juga bisa di jadikan indikator penting dalam melihat sikap perbedaan agama dalam kehidupan sehari – hari, dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama.Meskipun penduduk yang memeluk agama islam lebih dominan bukan berarti agama lain tidak dapat berkembang karena di beberapa wilayah


kecamatan juga banyak yang menganut agama lain meskipun tidak sebanyak masyarakat muslim. Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) Rasio Ketergantungan digunakan untuk melihat hubungan antara perubahan struktur umur penduduk dengan ekonomi secara kasar. Rasio ini melihat seberapa besar beban tanggungan yang harus dipikul oleh penduduk produktif terhadap penduduk yang tidak produktif. Penduduk produktif secara ekonomi adalah mereka yang berada pada umur 15 – 64 tahun, yang dianggap memiliki potensi ekonomi. Semakin rendah Dependency Ratio, maka semakin rendah pula beban kelompok umur produktif untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif.

Tabel 7. Jumlah Penduduk Kabupaten Malang menurut Jenis Pekerjaan, Tahun 2017 KODE

NAMA PEKERJAAN

JUMLAH

1

BELUM/TIDAK BEKERJA

467.869

2

MENGURUS RUMAH TANGGA

370.109

3

PELAJAR/MAHASISWA

453.358

4

PENSIUNAN

16.009

5

PEGAWAI NEGERI SIPIL

20.680

6

TENTARA NASIONAL INDONESIA

7

KEPOLISIAN RI

2.070

8

PERDAGANGAN

24.510

9.836

9

PETANI/PEKEBUN

10

PETERNAK

342.667 2.213

11

NELAYAN/PERIKANAN

1.375

12

INDUSTRI

1.251

13

KONSTRUKSI

1.403

14

TRANSPORTASI

15

KARYAWAN SWASTA

2.152 393.088


16

KARYAWAN BUMN

17

KARYAWAN BUMD

2.799

18

KARYAWAN HONORER

3.526

19

BURUH HARIAN LEPAS

67.825

20

BURUH TANI/PERKEBUNAN

89.834

21

BURUH NELAYAN/PERIKANAN

22

BURUH PETERNAKAN

23

PEMBANTU RUMAH TANGGA

24

TUKANG CUKUR

25

TUKANG LISTRIK

26

TUKANG BATU

8.682

27

TUKANG KAYU

3.284

28

TUKANG SOL SEPATU

181

29

TUKANG LAS/PANDAI BESI

946

30

TUKANG JAHIT

31

TUKANG GIGI

66

32

PENATA RIAS

293

33

PENATA BUSANA

62

34

PENATA RAMBUT

206

35

MEKANIK

1.465

36

SENIMAN

256

37

TABIB

38

PARAJI

39

PERANCANG BUSANA

48

40

PENTERJEMAH

25

41

IMAM MESJID

42

PENDETA

43

PASTOR

44

WARTAWAN

117

45

USTADZ/MUBALIGH

684

46

JURU MASAK

148

47

PROMOTOR ACARA

2

48

ANGGOTA DPR-RI

6

49

ANGGOTA DPD

0

50

ANGGOTA BPK

3

51

PRESIDEN

0

52

WAKIL PRESIDEN

0

53

ANGGOTA MAHKAMAH KONSTITUSI

0

54

ANGGOTA KABINET/KEMENTERIAN

5

55

DUTA BESAR

4

56

GUBERNUR

0

57

WAKIL GUBERNUR

0

58

BUPATI

1

59

WAKIL BUPATI

1

60

WALIKOTA

0

61

WAKIL WALIKOTA

0

62

ANGGOTA DPRD PROVINSI

63

ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA

64

DOSEN

411

252 709 4.910 215 946

2.409

67 116

77 376 21

3 37 1.668


65

GURU

66

PILOT

18.106

67

PENGACARA

65

68

NOTARIS

58

69

ARSITEK

120

70

AKUNTAN

71

KONSULTAN

150

72

DOKTER

531

73

BIDAN

921

74

PERAWAT

75

APOTEKER

76

PSIKIATER/PSIKOLOG

77

PENYIAR TELEVISI

78

PENYIAR RADIO

79

PELAUT

80

PENELITI

81

SOPIR

82

PIALANG

83

PARANORMAL

84

PEDAGANG

85

PERANGKAT DESA

86

KEPALA DESA

87

BIARAWATI

88

WIRASWASTA

89

LAINNYA

4

54

1.720 122 17 2 20 224 68 8.179 48 73 22.975 2.603 317 50 357.288 10.498 JUMLAH

2.725.489

Dari Tabel. 7. nampak bahwa 70,17 persen penduduk Kabupaten Malang merupakan penduduk Usia produktif (usia kerja) yang berpotensi sebagai modal pembangunan, sedangkan penduduk yang berpotensi sebagi beban yaitu penduduk yang belum produktif (0-14 tahun) sebesar 20,95 persen dan penduduk yang dianggap kurang produktif atau tidak produktif lagi (65 tahun ke atas) sebesar 8,87 persen. Jika diperhatikan menurut jenis kelamin, jumlah penduduk usia produktif laki-laki lebih besar daripada penduduk usia produktif perempuan, terlihat pada kelompok usia lanjut penduduk perempuan yang lebih banyak, sedangkan pada kelompok usia muda terlihat bahwa penduduk perempuan lebih kecil dibandingkan dengan penduduk laki-laki.Dari tabel di atas dapat di lihat penduduk di kabupaten malang memiliki berbagai jenis profesi pekerjaan, dimana dengan potensi tersebut akan mempengaruhi sifat dan karakter suatu masyarakat di suatu wilayah dan itu merupakan modal yang besar untuk membangun wilayah kabupaten malang untuk menjadi lebih baik.


BAB

IV

KUALITAS PENDUDUK

Kualitas penduduk biasanya diukur dari tingkat kesehatan, pendidikan, masalah sosial dan lain sebagainya. Secara internasional kualitas pembangunan manusia diukur dengan Indikator Pembangunan Manusia yang terdiri dari tingkat pendidikan (melek huruf dan rata-rata lama sekolah), kesehatan (angka kematian bayi dan angka harapan hidup waktu lahir) serta kesejahteraan yang diukur dengan penghasilan per kapita. A. Kelahiran Rasio Kelahiran Rasio kelahiran anak adalah perbandingan jumlah anak yang memilki dokumen kelahiran ( akta kelahiran ) berdasarkan usia ( 0-18 tahun ) dengan jumlah penduduk yang belum memiliki dokumen kelahiran disuatu wilayah dan waktu tertentu. Rasio kepemilikan dokumen kelahiran bisa digunakan untuk melihat jumlah kelahiran yang terjadi selama kurun waktu tertentu Tabel 21. Rasio Kepemilikan Dokumen Akta Kelahiran, Kabupaten Malang Tahun 2017. NO

KECAMATAN

JUMLAH ANAK 0-18 TAHUN

MEMILIKI AKTA S/D BULAN LALU

MEMILIKI AKTA S/D BULAN INI

BELUM MEMILIKI AKTA S/D BULAN LALU

JML.

%

JML.

%

JML.

%

1

Donomulyo

15.451

11834

76,52

11961

77,41

3.490

22,59

2

Pagak

13.105

9834

75,23

9961

76,01

3.144

23,99

3

Bantur

18.819

13020

70,37

13147

69,86

5.672

30,14

4

Sbr.manjingWetan

26.197

19450

74,55

19577

74,73

6.620

25,27

5

Dampit

33.600

26938

80,30

27065

80,55

6.535

19,45

6

Ampelgading

15.588

13092

84,02

13219

84,80

2.369

15,20

7

Poncokusumo

23.868

20222

84,81

20349

85,26

3.519

14,74

8

Wajak

22.464

19709

88,20

19836

88,30

2.628

11,70

9

Turen

32.933

24227

73,84

24354

73,95

8.579

26,05

10

Gondanglegi

24.592

22404

91,30

22531

91,62

2.061

8,38

11

Kalipare

17.016

13769

80,99

13896

81,66

3.120

18,34

12

Sumberpucung

15.341

13906

90,59

14033

91,47

1.308

8,53

13

Kepanjen

31.150

28508

91,93

28635

91,93

2.515

8,07

14

Bululawang

19.227

16823

87,74

16950

88,16

2.277

11,84

15

Tajinan

14.800

12408

84,30

12535

84,70

2.265

15,30

16

Tumpang

19.682

16513

84,44

16640

84,54

3.042

15,46

17

Jabung

19.713

15542

79,79

15669

79,49

4.044

20,51

18

Pakis

41.664

28385

68,32

28512

68,43

13.152

31,57

19

Pakisaji

25.206

21123

84,40

21250

84,31

3.956

15,69

KET.


20

Ngajum

14.169

21

Wagir

22

Dau

9974

70,61

10101

71,29

4.068

28,71

23.697

21124

89,44

21251

89,68

2.446

10,32

17.648

13950

79,25

14077

79,77

3.571

20,23

23

Karangploso

22.114

20265

91,93

20392

92,21

1.722

7,79

24

Singosari

48.565

35243

72,93

35370

72,83

13.195

27,17

25

Lawang

30.602

21428

70,22

21555

70,44

9.047

29,56

26

Pujon

19.067

14550

76,27

14677

76,98

4.390

23,02

27

Ngantang

15.437

13410

86,60

13537

87,69

1.900

12,31

28

Kasembon

8.585

7001

81,82

7128

83,03

1.457

16,97

29

Gedangan

13.990

10372

74,52

10499

75,05

3.491

24,95

30

Tirtoyudo

17.363

13946

80,70

14073

81,05

3.290

18,95

31

Kromengan

10.595

9866

93,38

9993

94,32

602

5,68

32

Wonosari

12.001

10876

90,56

11003

91,68

998

8,32

33

Pagelaran

20.246

17984

88,80

18111

89,45

2.135

10,55

Jumlah

704.495

567.696

80,58

571.887

81,18

132.608

18,82

B. Kematian Rasio Kematian Rasio kematian adalah perbandingan jumlah masyarakat yang memilki dokumen kematian yang dilaporkan dengan yang tidak atau belum dilaporkan disuatu wilayah dan waktu tertentu. Rasio kepemilikan dokumen akta kematian bisa digunakan untuk melihat jumlah kematian yang terjadi selama kurun waktu tertentu

Tabel 22. Rasio Kepemilikan Dokumen Akta Kematian, KabupatenMalang Tahun 2017. S/D DESEMBER 2016 MEI S/D BULAN LALU

JML KEMATIAN YANG DILAPORKA N

JML AKTA KEMATIA N

3

Donomulyo Pagak Bantur Sbr.manjingW etan Dampit Ampelgading

KECAMATAN

TAHUN BERJALAN TOTAL BULAN INI

S/D BULAN INI

JML KEMATIAN YANG DILAPORKAN

JML AKTA KEMATIA N

JML KEMATIAN YANG DILAPORK AN

JML AKTA KEMATI AN

JML KEMATIAN YANG DILAPORK AN

JML AKTA KEMATI AN

JML KEMATIAN YANG DILAPORK AN

JML AKTA KEMATI AN

4

5

6

7

8

9 = (5+7)

10 = (6+8)

11 = (3 + 9)

12 = (4+10)

81

44

23

23

10

10

33

33

114

77

113

62

30

30

4

4

34

34

147

96

61

57

49

36

49

19

98

55

159

112

75

67

58

58

16

16

74

74

149

141

167

149

110

105

44

39

154

144

321

293

159

21

20

20

5

5

25

25

184

46

Poncokusumo

79

46

32

32

4

4

36

36

115

82

Wajak

62

69

39

39

9

9

48

48

110

117

Turen

85

153

150

150

39

39

189

189

274

342

Gondanglegi

59

93

47

47

13

13

60

60

119

153

Kalipare

50

54

16

16

4

4

20

20

70

74

Sumberpucun g

61

124

42

42

24

24

66

66

127

190

Kepanjen

97

301

206

206

49

49

255

255

352

556

2


Bululawang

131

142

72

72

24

24

96

96

227

Tajinan

101

67

37

37

11

11

48

48

149

115

Tumpang

51

46

50

50

11

11

61

61

112

107

Jabung

97

23

14

14

12

12

26

26

123

49

Pakis

105

103

95

95

36

36

131

131

236

234

Pakisaji

189

121

70

70

23

23

93

93

282

214

Ngajum

71

87

64

64

8

8

72

72

143

159

Wagir

89

89

54

54

16

16

70

70

159

159

Dau

85

87

59

59

59

10

118

69

203

156

Karangploso

103

68

38

38

4

4

42

42

145

110

Singosari

142

190

114

125

114

50

228

175

370

365

Lawang

160

143

105

105

30

30

135

135

295

278

Pujon

105

20

31

31

4

4

35

35

140

55

Ngantang

71

46

40

40

9

9

49

49

120

95

Kasembon

62

15

11

11

2

2

13

13

75

28

Gedangan

140

54

16

16

5

5

21

21

161

75

Tirtoyudo

62

29

39

39

8

8

47

47

109

76

Kromengan

111

106

34

34

15

15

49

49

160

155

Wonosari

71

100

51

51

8

8

59

59

130

159

Pagelaran

107

57

31

31

9

9

40

40

147

97

3202

2833

1847

1840

678

530

2525

2370

5727

5203

238

Dari Tabel. 22. nampak bahwa jumlah masyarakat yang melaporkan peristiwa kematian semakin hari semakin banyak, seiring waktu masyarakat mulai sadar akan pentingnya dokumen akta kematian dalam kehidupan bermasyarakat khusunya yang berkaitan dengan harta warisan/hibah, karena dalam prakteknya banyak masyarakat yang berselisih paham mengenai harta warisan dari mediang atau almarhum.Dengan adanya dokumen akta kematian akan memperjelas riwayat dari suatu peristiwa atau bukti kepemilikan sesuatu. C. Kematian Rasio Perkawinan Rasio perkawinan adalah perbandingan jumlah masyarakat yang memilki dokumen perkawinan yang dilaporkan dengan yang tidak atau belum dilaporkan disuatu wilayah dan waktu tertentu. Rasio kepemilikan dokumen akta perkawinan bisa digunakan untuk melihat jumlah masyarakat non muslim yang melakukan pencatatan perkawinan dalam kurun waktu tertentu

Tabel 23. Rasio Kepemilikan Dokumen Akta Perkawinan, KabupatenMalang Tahun 2017. AGAMA

S/D DESEMBER TAHUN LALU YANG DILAPORK

JML AKTA PERKAWIN

TOTAL

TAHUN BERJALAN MEI S/D BULAN LALU

BULAN INI

S/D BULAN INI


AN

AN

YANG DILAPORK AN

JML AKTA PERKAWIN AN

YANG DILAPORK AN

JML AKTA PERKAWIN AN

YANG DILAPORK AN

JML AKTA PERKAWIN AN

YANG DILAPORK AN

JML AKTA PERKAWIN AN

2

3

4

5

6

7

8

9 = (5+7)

10 = (6+8)

11 = (3 + 9)

12 = (4+10)

ISLAM

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

KATHOLIK

64

PROTESTA N

355

HINDU

65

BUDHA

8

KONGHUCU

0

KEPERCAYA AN PENGADILA N LAIN - LAIN

JUMLAH

1 0 0

493

55

17

17

8

8

25

25

89

80

342

95

95

17

17

112

112

467

454

63

11

11

11

11

22

22

87

85

8

1

1

0

0

1

1

9

9

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

1

1

1

2

2

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

469

124

124

37

37

161

161

654

630

D. Perceraian Rasio Perceraian Rasio perceraian adalah perbandingan jumlah masyarakat yang memilki dokumen perceraian yang dilaporkan dengan yang tidak atau belum dilaporkan disuatu wilayah dan waktu tertentu. Rasio kepemilikan dokumen akta perceraian bisa digunakan untuk melihat jumlah masyarakat non muslim yang melakukan pencatatan perceraian dalam kurun waktu tertentu

Tabel 24. Rasio Kepemilikan Dokumen Akta Perceraian, Kabupaten Malang Tahun 2017. S/D DESEMBER 2016

TAHUN BERJALAN TOTAL BULAN INI

MEI S/D BULAN LALU YANG DILAPO RKAN

JML AKTA PERCER AIAN

2

3

Donomulyo Pagak Bantur Sbr.manjing Wetan Dampit

KECAMATAN

S/D BULAN INI

YANG DILAPO RKAN

JML AKTA PERCER AIAN

YANG DILAPO RKAN

JML AKTA PERCER AIAN

YANG DILAPO RKAN

JML AKTA PERCER AIAN

YANG DILAPO RKAN

JML AKTA PERCER AIAN

4

5

6

7

8

9 = (5+7)

10 = (6+8)

11 = (3 + 9)

12 = (4+10)

4

4

0

0

0

0

0

0

4

4

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

4

4

1

1

0

0

1

1

5

5

22

22

5

5

0

0

5

5

27

27

3

3

0

0

0

0

0

0

3

3

0

0

0

0

1

1

1

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Wajak

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Turen

0

0

1

1

0

0

1

1

1

1

Gondangleg i

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Kalipare

4

4

0

0

2

2

2

2

6

6

Sumberpuc ung

5

5

0

0

0

0

0

0

5

5

Kepanjen

3

3

2

2

0

0

2

2

5

5

Ampelgadin g Poncokusu mo


Bululawang

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Tajinan

2

2

0

0

0

0

0

0

2

2

Tumpang

2

2

0

0

0

0

0

0

2

2

Jabung

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Pakis

1

1

0

0

0

0

0

0

1

1

Pakisaji

1

1

1

1

0

0

1

1

2

2

Ngajum

5

5

1

1

0

0

1

1

6

6

Wagir

7

7

0

0

0

0

0

0

7

7

Dau

4

4

0

0

1

1

1

1

5

5

Karangplos o

2

2

0

0

1

1

1

1

3

3

Singosari

7

7

0

0

0

0

0

0

7

7

Lawang

4

4

2

2

2

2

4

4

8

8

Pujon

1

1

0

0

0

0

0

0

1

1

Ngantang

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Kasembon

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Gedangan

2

2

0

0

0

0

0

0

2

2

Tirtoyudo

7

7

5

5

2

2

7

7

14

14

Kromengan

2

2

0

0

0

0

0

0

2

2

Wonosari

2

2

0

0

0

0

0

0

2

2

Pagelaran

4

4

1

1

1

1

2

2

6

6

98

98

19

19

10

10

29

29

127

127

E. Perubahan Status Anak Rasio Perubahan Pencatatan Status Anak Rasio perubahan pencatatan status anak adalah perbandingan jumlah masyarakat yang memilki dokumen perubahan status anak yang dilaporkan dengan yang tidak atau belum dilaporkan disuatu wilayah dan waktu tertentu. Rasio kepemilikan dokumen perubahan status anak bisa digunakan untuk melihat jumlah masyarakat yang melakukan perubahan status anak (perubahan nama, status, pengangkatan, WNI, WNA dll )

Tabel 25. Rasio Pencatatan Dokumen Perubahan Status Anak, Kabupaten Malang Tahun 2017. BULAN MEI 2017 N O

PERUBAHAN PENCATATAN STATUS ANAK

TAHUN BERJALAN

JUMLAH

KET.


1

2

1

Pengangkatan anak antar WNI

2

Pengangkatan WNI oleh wna

3

Pengangkatan WNA oleh WNI

4

Pengangkatan anak diluar negeri

5

Pengakuan anak

6 7

Pengesahan anak Perubahan nama

8

Perubahan peristiwa penting lainnya

9

Pembetulan akta - Akta Kelahiran - Akta perkawinan - Akta perceraian - Akta Kematian

1 0

DESEMBER S/D BULAN LALU

JUMLAH AKTA

JUMLAH AKTA

S/D BULAN INI JUMLAH AKTA

ISLA M

NON ISLAM

8

9

10

-

-

14

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

1

-

8

4

2 -

20 37 9

-

ISLAM

NON ISLAM

ISLAM

NON ISLAM

ISLA M

NON ISLAM

3

4

5

6

7

8

-

6

-

-

-

-

-

-

-

11

13 3

2

15

129 -

2

3 -

5

123

-

-

8

-

37 5

-

6

-

77

-

-

2

-

-

2

2

-

-

-

-

-

-

-

-

3

-

1

-

6

-

-

5

-

37 9

-

24

-

48

-

2

-

2

2

10

23

Catatan pinggir pada akta kelahiran - Perubahan nama - Akibat pembetulan akta - Pengangkatan anak - Pengakuan anak

1 1

JUMLAH S/D DESEMBER TAHUN LALU

15

2

129 -

3

-

-

-

-

7

-

7

-

8

-

6

-

-

-

14

-

-

-

1

-

-

-

1

-

-

18

-

4

-

1

-

23

Catatan pinggir pada akta perkawinan - Akibat

F. Perekaman E-KTP Rasio Perekaman E-KTP Rasio perekaman E-KTP adalah jumlah masyarakat yang sudah melaksanakan perekaman biometric dalam kurun waktu tertentu di wilayah Kabupaten Malang

Tabel 26. Rasio Perekaman Biometric, Kabupaten Malang Tahun 2017.


TARG ET

SISA TAR GET

CETA KAN KTPEL REGU LER

SUK ET BEL UM CET AK

ADJUDI CATE RECOR D

DUPLI KAT RECO RD

EROL L FAILU RE AT

REQ VALDA TION

TOT AL

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

100, 62

1.874 .679

11.70 5

298.1 40

100, 19 99,8 5 96,8 1 100, 52 101, 04 98,3 2 99,4 5 101, 81 102, 40 98,8 5 98,7 7 102, 77 104, 21 100, 74 102, 37 101, 38 99,6 1 102, 09 102, 68 102, 09 100, 68 98,7 7 100, 76 101, 50 99,5 4 101, 66 100, 70 106, 27 95,6 7 97,9 2 100, 23 100, 55 98,1 2

57.73 0 41.42 5 62.14 1 80.39 0 102.9 15 47.35 2 75.51 5 67.87 3 94.67 9 72.94 6 58.89 9 48.26 3 85.34 7 54.08 0 42.77 7 59.50 7 54.16 9 106.3 36 67.83 6 41.18 8 65.51 3 50.82 9 59.99 3 130.2 51 84.61 4 50.64 6 46.25 6 25.36 8 45.88 9 52.68 3 35.12 4 38.51 3 60.74 1

5.335

8.470

4.726

6.192

JML. PENDU DUK

JUML AH WKTP

Jml

%

3

4

5

KABUPATEN MALANG

2.847.9 73

2.072 .761

DONOMULYO

74.942

PAGAK

56.012

BANTUR

82.885

SUMBERMANJI NG WETAN

109.28 5 139.99 8

KECAMATAN

2

DAMPIT AMPELGADING

64.610

PONCOKUSUM O

101.89 0

WAJAK

92.762

TUREN GONDANGLEGI

130.96 3 100.10 2

KALIPARE

77.718

SUMBERPUCUN G

65.467

KEPANJEN

119.872

BULULAWANG

75.243

TAJINAN

59.029

TUMPANG

81.163

JABUNG

76.125

PAKIS

152.59 0

PAKISAJI

95.777

NGAJUM

56.797

WAGIR

91.895

DAU

70.509

KARANG PLOSO

84.540

SINGOSARI

184.20 2

LAWANG

118.768

PUJON

71.552

NGANTANG

63.173

KASEMBON

34.961

GEDANGAN

61.407

TIRTOYUDO

71.977

KROMENGAN

46.926

WONOSARI

51.736

PAGELARAN

83.097

57.86 9 41.52 5 62.29 0 80.58 3 103.1 63 47.46 6 75.69 7 68.03 6 94.90 7 73.12 1 59.04 1 48.37 9 85.55 2 54.21 0 42.88 0 59.65 0 54.29 9 106.5 92 67.99 9 41.28 7 65.67 1 50.95 1 60.13 7 130.5 64 84.81 8 50.76 8 46.36 7 25.42 9 45.99 9 52.81 0 35.20 8 38.60 6 60.88 7

BIOMETRIK TEREKAM

1.886. 384 52.395 36.699 53.127 70.282 93.632 41.717 68.761 61.445 88.776 59.986 51.128 44.612 80.658 50.237 39.696 55.145 51.295 100.15 8 64.108 36.940 61.363 46.316 54.960 123.82 5 79.057 48.212 43.220 23.605 39.213 46.455 32.066 34.834 52.461

9.014 10.10 8 9.283

10.10 2 12.20 5 14.03 5

5.635

6.838

6.754

7.754

6.428

9.887

5.903

13.32 5

12.96 0

11.005

7.771

7.997

3.651

7.182

4.689

12.52 1

3.843

7.151

3.081

6.097

4.362

7.875

2.874

7.349

6.178 3.728

17.71 6 10.85 5

4.248

4.741

4.150

8.870

4.513

8.163

5.033

9.198

6.426

19.114

5.557

12.96 7

2.434

4.839

3.036

5.417

1.763

3.971

6.676

9.102

6.228

7.609

3.058

4.576

3.679

5.230

8.280

9.787

148. 000 3.29 6 2.48 2 4.25 2 4.96 1 6.49 1 2.05 0 3.82 0 4.69 2 7.12 9 5.06 0 3.03 8 4.93 7 7.86 4 4.84 5 3.55 5 3.31 4 3.37 2 8.96 2 6.23 3 3.39 4 5.57 4 4.00 5 4.40 0 12.4 99 6.58 9 2.29 0 1.70 6 1.50 4 2.25 9 2.88 8 2.78 8 2.86 3 4.88 8

BAB V PENUTUP

TIDAK BISA DICETAK

35

6.942

56

78

7.11 1

2

165

1

2

170

1

124

1

3

129

0

237

3

6

246

1

245

1

1

248

1

450

5

11

467

0

139

2

1

142

2

205

3

0

210

0

212

0

1

213

3

502

3

3

511

0

286

7

0

293

1

154

2

1

158

4

243

1

3

251

0

232

0

0

232

2

249

4

2

257

0

216

3

1

220

1

201

2

2

206

0

105

0

0

105

0

411

2

6

419

2

169

2

2

175

1

119

0

4

124

1

152

0

7

160

0

173

1

2

176

1

153

4

1

159

3

325

1

2

331

1

236

3

0

240

1

158

1

4

164

0

114

0

1

115

1

118

1

4

124

3

200

2

1

206

2

180

1

2

185

0

103

0

0

103

1

129

0

2

132

0

237

0

3

240


Profil 2018  
Profil 2018  
Advertisement