Issuu on Google+

Galang Kangin

16

Galang Kangin Mencerahkan. Menggerakkan

April | Tahun 2011

Edisi 04 Rp. 6.000,Luar Bali Tambah Ongkos Kirim

Http://galangkangin.kharismamadani.com ; E-mail:kharismamadani@gmail.com

Mengapa Lebih Baik Ber- KOPERASI...??? halaman 4 >>

Saraswati, Kemampuan Bersinergi Mencipta Harmoni halaman 13 >>

Seri Membangun Diri Mengenal Tubuh Psikis, Kendalikan Ucapan

Pengaruh Sad Wara terhadap Watak Kelahiran

halaman 15 >>

Pengaruh Sad Wara terhadap Watak Kelahiran (Prewatekan Manut Sad wara) Masyarakat Mas syar Bali mengenal tung tungleh, gleh, uripnya 7, Aryang uripn uripnya nya 6, 6 urukung uripnya 5 da dan an seterusnya. s Tungleh dikenal dengan den urip 7, karena Tungleh Tungleeh terbunuh te 7 kali, dan hidup 7 kali, maka Tungleh dikatakan mempunyai urip 7. Begitu pula Aryang terbunuh 6 kali, dan hidup 6 kali pula, maka uripnya 6. Urukung terbunuh 5 kali, dan hidup 5 kali, urip-nya 5. Paniron terbunuh 8 kali, dan hidup 8 kali, uripnya 8 ; Was terbunuh 9 kali, dan hidup 9 kali, uripnya 9 ; Mahulu terbunuh 3 kali, dan hidup 3 kali, uripnya 3. Demikian salah satu cara bertutur para tetua dahulu di dalam upaya menggambarkan hal-hal yang bersifat abstrak ke dalam realita yang bisa lebih mudah dipahami. SAD wara yang dikenal juga dengan sebutan Sad Rthu, berarti perubahan musim atau umur. Kata sad bermakna sama dengan zat, dan rthu berarti musim. Bisa dipahami, musim yang sesuai, akan membawa keadaan menjadi lebih baik. Sebaliknya musim yang kurang mendukung, akan membawa dampak buruk, bencana dan penyakit. Sesungguhnya, esensi sad wara ini merupakan kebijakan bhuwana dengan amretha-nya yang tiada terbatas (sering disebut amretha bhuwana) dan sangat diperlukan bagi seluruh kehidupan. Secara kodrati, terjadi perubahan di alam semesta yang dikendalikan para Dewa sebagai

pengayom sad wara di bhuwana agung. Perubahan alam ini selaras dengan luasnya dunia, dan menyebabkan terjadi perbedaan musim di berbagai belahan bumi, mempengaruhi kehidupan, terutama pada pembentukan sifat/watak manusia. Daerah katulistiwa (tropis) misalnya, terjadi dua musim -- panas (kemarau) dan hujan. Di daerah subtropis selain musim panas dan hujan, juga memiliki musim semi, musim gugur, dan musim dingin (dengan atau tanpa disertai salju). Sedangkan di daerah kutub (Utara dan Selatan) sepanjang tahun selalu diliputi musim dingin disertai salju. Peralihan musim pada daerah subtropis sering ter-

jadi secara ekstrem dan berdampak pada daerah tropis. Perubahan ini disebut dengan masa (musim) pancaroba. Pada masa Bali Kuna, gambaran alam yang ditemukan para Rsi Agung tersebut, dipersonifikasikan dengan penandaan (signans), seperti berikut : 1.

Tungleh, dikatakan sebagai dominasi pancaran sinar matahari maupun bulan kepada segala yang berwujud. 2. Aryang, dominasi vibrasinya berada di ambara (embang), pada peredaran mendung. 3. Urukung, dominasi vibrasinya berada pada lapisan apah, di bawah lapisan ambara. 4. Paniron, dominasi vibrasinya memenuhi alam yang berada di bawah langit dan di atas bumi, atau sering disebut kolong langit. 5. Was, dominasi vibrasinya pada air di laut, danau, maupun sungai. 6. Mahulu, dominasi vibrasinya bersenyawa dengan unsur api (medan magnet) pada semua wujud makhluk hidup. Setelah sad wara yang berasal dari bhuwana agung masuk dan berada di bhuwana alit, akan lebih mengarah pada segala sesuatu yang terkait dengan kenikmatan (rasa). Tungleh, ada pada

lidah, sebagai pengecap rasa. Selalu ingin menikmati yang enak dan sedap, sesui selera. Aryang, ada pada aksi, untuk mengungkap rasa dan perasaan (kurang enak, tekanan perasaan). Urukung ada pada Gerak tubuh. Melakoni perintah pikiran karena adanya interaksi dengan keadaan di luar. Paniron ada pada mata, merupakan wadah dari esensi pandangan mata, seperti menikmati suatu keindahan. Was ada pada otak, merupakan wadah dari esensi pikiran (pikiran yang khusus sebagai penikmat segala). Maulu ada pada idep, sebagai penyerap dari pengetahuan, atau menyerap kenikmatan. Sad wara, juga diilustrasikan bagaimana keberadaan energi yang menggerakkan Bhuwana alit. Tungleh (ikal, Sanghyang Indra) merupakan anta bhuta, yakni energi/tenaga yang ada di rambut. Aryang (kurus, Sanghyang Baruna) merupakan pada bhuta, tenaga yang ada di kaki. Urukung (puhan identik dengan peka, Sanghyang Kwera), angga bhuta, tenaga yang ada di badan. Paniron (gemuk, Sanghyang Bayu), maleca bhuta, tenaga yang ada pada insting dan rasa. Was (kuat, Sanghyang Bajra), asta bhuta, tenaga yang ada pada tangan. Mahulu (membiak, Sanghyang Erawan), mastaka bhuta, tenaga yang ada pada kepala, pikiran. (bersambung)

“GO GREEN� dari Hulu

Edisi 04/April 2011

halaman 16 >>


Galang Kangin

2

Galang Kangin

15

EDITORIAL

Sehat dengan Organik

Bale Bengong

Kosigarden, Lakukan Kolaborasi Tanpa Batas

Diri kita adalah apa yang kita makan. Sederhana memang. Lebih kurang bisa kita artikan, apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, itulah keluarannya. Jika kita berada di lingkungan pergaulan yang baik, kemungkinan kita menjadi orang baik akan lebih besar. Ketika seorang anak belajar dengan tekun, maka menjadi pintar akan lebih mungkin. Pun ketika kita makan makanan yang bergizi dan tidak mengandung zat kimia beracun, maka tubuh berpeluang sehat dan lebih tahan terhadap penyakit akan makin besar. Kini, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer manusia. Kemodernan yang menawarakan hal dan makanan serba instan, mulai dipahami kurang bagus. Selama ini dan berpuluh tahun sudah, petani kita terbiasa menyuburkan tanamannya dengan pupuk anorganik (Urea, TSP dan banyak lagi), fasih membasmi hama penyakit dengan pestisida kimia. Dan masyarakat yang konsumeris sangat terbiasamenyantap makanan cepat saji yang makin banyak tersedia. Belakangan, masyarakat mulai disadarkan oleh berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. Gaya hidup instan berangsur dipahami tak banyak memberi kebaikan pada kesehatan, kecuali gengsi. Masyarakat pun berpaling pada makanan alami, go organic, dan go green. Bali sebagai daerah pariwisata, bagian dari pergaulan dunia internasional, tak lepas dari trend tersebut. Pemerintah dan masyarakat pun kembali menggalakkan kehidupan yang bersahabat dengan alam. Go organic, membatasi, mengurangi dan bahkan tidak sama sekali, menggunakan hal berbau anorganik (pupuk kimia, pestisida kimia) dalam pertanian. Pencemaran alam dan penumpukan zat beracun dalam tubuh akibat berbagai makanan mengandung racun yang kita makan, menjadi sumber penyakit. Hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan rentan terhadap penggunaan pupuk yang mengandung bahan kimia serta racun serangga. Ketika manusia mengonsumsi daging dan sayur yang berasal dari hewan dan tumbuhan dengan bahan-bahan kimia tersebut, atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, perlahan, toksintoksin akan menumpuk pada sistim tubuh dan dalam waktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Toksin ini akan merasuk dalam jaringan tubuh melalui darah, melemahkan badan dan menimbulkan penyakit. Mahalnya biaya kesehatan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh tetap bugar dan kuat. Mengkonsumsi makanan organik menjadi salah satu pilihan dalam upaya menjaga kesehatan. Masih terbatasnya ketersediaan bahan makanan organik di pasaran, menyebabkan makanan organik cukup mahal dan bahkan belakangan, go organic menjadi sebuah gaya hidup. Mengikuti hukum pasar, menjadikan harga bahan makanan organik bisa terjangkau, maka perlu ada produksi massal. Go organic harus lebih dimasyarakatkan, tak hanya untuk mengangkat pendapatan para petani, tetapi menjaga lingkungan lebih bersahabat bagi kehidupan. KSU Kharisma Madani sebagai sebuah lembaga keuangan pun peduli akan hal ini. Sebuah kemitraan dijalin dengan para petani untuk memproduksi beras organik. Dan tentunya diharapkan ke depan bukan saja hanya sebatas beras, namun juga sayur-mayur dan buah-buahan serta kebutuhan pangan lainnya. Produksi makanan organik yang dalam prosesnya sangat bersahabat dengan alam, bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, juga baik terhadap kesehatan lingkungan.

R

atusan koperasi telah berdiri di Bali sebagai bentuk kesadaran ekonomi untuk maju bersama. Koperasi-koperasi tersebut lahir bak kesadaran baru masyarakat untuk memperkuat perekonomian mereka. Salah satunya Kosigarden (Koperasi Karyawan Garuda Group). Koperasi yang dibentuk tahun 1992 oleh sekelompok karyawan di lingkungan PT. Garuda Indonesia ini, awalnya bertujuan untuk menunjang kegiatan ekonomi individu para anggotanya. Kini, Kosigarden sebagai wahana perekonomian, sudah berkembang menjadi sebuah koperasi yang sehat, dan beranggotakan 894 orang. Di dalamnya terdiri atas karyawan PT. Garuda Indonesia, PT. Gapura Angkasa, PT. GMFAA. Kosigarden diperkuat oleh 15 orang karyawan sebagai pengelola kegitan operasional setiap harinya. Sebagaimana diatur dalam UU 25 tahun 1992 tentang Koperasi, sumber permodalan Kosigarden berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, modal penyertaan dan atau pinjaman dari pihak ke tiga (Bank Niaga, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BPD, dll) tentunya dengan bunga yang bersaing. Kegiatan usaha keseharian Kosigarden berupa simpan-pinjam dan pertokoan. Dalam menyegarkan pengelolaan badan usaha milik bersama ini, untuk kesekian kalinya Kosigarden mengadakan pergantian pengurus. 26 Februari 2011 lalu, berhasil dipilih dan ditetapkan pengurus lengkap untuk masa bakti 2011 - 2013, yang dikomandani IGN Alit Indradhyana, SE. Indradhyana mengungkapkan, aktivitas kepengurusan yang akan dilaksanakan pihaknya tetap berpegang teguh pada prinsip “apa yang dapat saya berikan kepada Kosigarden”. Artinya, empat pilar penyokong berdirinya Kosigarden --

anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan -- bertekad untuk bersama-sama berjuang mencapai kesejahteraan yang berkeadilan, bukan “apa yang akan saya dapatkan dari Kosigarden”. Dikatakan, empat aspek yang harus dipertimbangkan n dalam pengelolaan Kosigarden sigarden ke depan meliputi : 1. Masa depan dan peramalannya 2. Aspek lingkungan, baik internal ataupun eksternal 3. Target ke depan 4. Strategi untuk pencapaian target. “Untuk mempercepat percapaian rencana Kosigarden, kami melakukan konsep SMART yakni Spesific (kekhususan), Measurable (terukur), Achieveable (dapat dicapai), RaƟonable (dapat dipahami), Timebound (ada limit/batas waktu),” kata Indradhyana. Dalam melakukan kegiatan ke depan, Kosigarden akan melakukan kolaborasi tanpa batas yaitu dengan jalan meningkatkan komunikasi (koordinasi) dengan sesama koperasi, meningkatkan komunikasi/koordinasi dengan lembaga negara di lingkungan koperasi terkait, meningkatkan komunikasi/koordinasi dengan manajemen Garuda Indonesia Group. Juga, membangun kerjasama (kemitraan) yang bermanfaat baik dengan koperasi sejenis (sektoral) atau pihak lain yang terkait dengan kepentingan anggota, organisasi maupun perangkat koperasi. Untuk meningkatkan motivasi perangkat Kosigarden,

pengurus juga akan memberikan insentif anggota. Artinya bahwa setiap anggota berhak mendapatkan imbalan kesejahteraan baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk insentif bagi yang memiliki kontribusi kerjasama (kemitraan) dengan koperasi. Juga memberikan SHU setiap tahunnya, yang besarannya tergantung transaksi pembelian produk koperasi. Insentif pengelola artinya bahwa secara bersama-sama pengurus dan pengelola bahumembahu untuk memenuhi target. Apabila target tersebut terpenuhi ataupun melebihi, selayaknya pengelola mendapatkan reward dalam bentuk imbalan kesejahteraan (insentif unit) dan pinalti bagi yang gagal. Insentif pengurus dan pengawas, bermakna bahwa pengawas koperasi perlu pula bekerja-sama dengan pengurus, sehingga bila dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian mampu memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan penyelamatan terkait aset koperasi sehingga menjadi untung (terpenuhi/ melebihi targetnya), maka kerjasama tersebut harus pula mendapatkan reward, dan sebaliknya.

Pengurus Kosigarden 2011 – 2013 Ketua : IGN Alit Indradhyana, SE. Wakil Ketua : I Made Agus Mertayasa Sekretaris 1 : Netty Sekretaris 2 : dr. Agus Wiyono, SE. Bendahara : IGN Bagus Suryawan, SE.

Team Redaksi Galang Kangin

Galang Kangin

Diterbitkan oleh: KSU Kharisma Madani Badan Hukum No.36/BH/DISKOP.PKM/IV/2006 - Pembina : Prof. DR. I Ketut Rahyuda, SE, MSIE. - Pemimpin Umum : Putu Sumedana Wahyu - Pimpinan Redaksi : I Gede Sumartana - Redaktur Pelaksana : I Nyoman Gede Arimbawa - Team Redaksi : Kecuk Priambada, Dudik Mahendra, Nyoman Sarna, SE, I Gede Sumartana, Wayan Budiarta - Tata Letak : Galang Prayudhis, Eka Yudi - Photografi & dokumentasi : I Nyoman Sudarma, SE, Ir. I Made Sukarta, Wayan Budiarta - Administrasi Umum : Putu Sri Mulyani, SE - Sirkulasi & Distribusi : I Made Agus Antara, I Kadek Joni Artha, SE, I Gede Ardhi Saputra, SE, I Made Surya Dharma, Agus Gita Saputra - Administrasi Sirkulasi : Agus Gita Saputra - Teknologi informasi : I Gede Dedy Wijaya, ST, Eka Yudi Periklanan : KSU Kharisma Madani KCP Pakerisan Alamat Redaksi: Jln. Bedugul No.1XX Sidakarya - Denpasar Selatan Telp:(0361) 727734 Email: kharismamadani@gmail.com

Kritik dan Saran yang bersifat membangun bisa dilayangkan ke alamat email kami Edisi 04/April 2011

Anugerah Ilmu Bisnis Seri Membangun Diri Mengenal Tubuh Psikis, Kendalikan Ucapan DALAM kehidupan, komunikasi dengan orang lain sama tak bisa dihindarkan. Komunikasi yang dimaksud bukan hanya komunikasi verbal dalam bentuk bahasa, tetapi juga komunikasi non-verbal yang memiliki media dalam jumlah tak terbatas sebagai alat penyampaiannya. Cara kita berkomunikasi merupakan umpan yang akan menentukan reaksi pihak lain terhadap kita, dan kondisi emosional sangat mempengaruhi tata komunikasi yang kita bangun. Sangatlah penting untuk memiliki pengetahuan tentang tubuh psikis sebagai dasar pengendalian diri, agar pola dan tata komunikasi yang dibangun sesuai dengan respon yang diharapkan. Tubuh psikis atau tubuh emosional adalah bagian dari diri kita yang menjadi penyebab reaksi bio-kimia dalam tubuh fisik yang selanjutnya terekspresi dalam tata dan pola komunikasi. Dalam keseharian, fenomena ini sangat mudah untuk diamati dan dikenali. Saat secara emosional kita dalam keadaan tenang, maka gaya bicara dan bekerja menjadi teratur dan terarah dengan baik. Sebaliknya kondisi emosional yang kacau, memicu perilaku yang juga kacau dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Tehnik sederhana berikut dapat dipraktekkan sebagai dasar pengetahuan praktis untuk mengenali tubuh psikis. Dan seperti juga tehnik lainnya dalam Edisi 04/April 2011

rangkaian tulisan ini, pelaksanaan tehnik ini akan menghantarkan kita untuk menemukan sendiri tehnik yang lebih sesuai dengan diri masing-masing. 1.

2.

3.

4.

(Lakukan malam hari saat mulai mengantuk) Ambil posisi yang nyaman sesuai keadaan, bisa duduk atau berbaring. Atur penerangan agar membantu suasana menjadi lebih tenang dan nyaman. Sambil melambatkan aliran nafas, cobalah untuk merasakan detak jantung hingga seolaholah detak jantung terdengar oleh telinga fisik. Saat suasana tubuh dan pikiran terasa lebih tenang, cobalah untuk mengingat sebuah momen dalam kehidupan yang memiliki efek emosional yang ekstrim. Misalnya kenangan atas kejadian yang sangat membahagiakan atau sangat menyedihkan, lalu buatlah sebuah kata kunci dari kejadian tersebut, misalnya: lulus kuliah, gaji pertama dan sebagainya. Dengan mata tertutup, cobalah untuk mengunci pikiran pada momen tersebut, caranya dengan berkata dalam hati berkali-kali menggunakan kata kunci

dari kenangan yang dimaksud, sambil tetap melambatkan nafas dan mendengarkan detak jantung. 5. Jika dilakukan dengan benar, maka saat mencapai fase ini, sistem bio-kimia tubuh sudah mulai bereaksi menimbulkan sensasi fisik seperti segar, sehat, gairah bergerak dan sebagainya. 6. Setelah berhasil melakukan tehnik tersebut, lakukan juga dengan cara yang sama, dengan momen yang berbeda. Perhatikan bagaimana tubuh bereaksi menimbulkan sensasi rasa pada tubuh fisik. Dengan mengetahui dan mengenal tubuh psikis, setiap orang akan mampu mencapai kesadaran bahwa kondisi emosional dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan. Pengetahuan ini tentunya akan sangat bermanfaat dalam menyikapi berbagai fenomena dalam kehidupan dimana dinamika yang terjadi dalam frekwensi dan level yang tak terduga. Pengendalian yang baik atas tubuh emosional, akan memungkinkan setiap orang untuk mengawasi dan mengatur tata dan pola komunikasi yang ingin dibangun untuk mendapatkan respon yang sesuai harapan. (bersambung)

D

engan segala keterbatasan maupun kelebihan sebagai alasan pembenar, seorang sahabat memutuskan untuk menjalankan profesi sebagai pedagang tuak. Sahabat yang sederhana ini pernah melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup keras menghajar intelektualitas saya yang hanya berukuran dua kepal tangan dan daya jangkau penalaran yang luasnya hanya sejengkal kali untuk berpikir dan menemukan jawaban. Apakah Sang Hyang Aji Saraswati juga menurunkan ilmu bisnis? Demikian pertanyaan yang dilontarkannya, entah dalam keadaan sadar, setengah sadar atau bahkan tak sadar sama sekali, akibat tuak yang diminumnya. Sederhana dan terkesan sedang mencari tambahan alasan pembenar untuk profesi yang dijalankannya, yaitu menjual tuak, yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap sebagai profesi yang bernilai miring. Dengan cepat pikiran saya membuka lemari arsip dalam otak yang menyimpan amat sangat sedikit data tentang Sang Hyang Aji Saraswati yang saya input saat masih sekolah dulu. Dari semua data yang masih bisa saya akses, ternyata tak ada satupun yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Semua wacana hanya menggambarkan kemuliaan, kesucian, keindahan dan keabadian pengetahuan spiritual dan intelektual, sementara menurut pemahaman saya, bisnis berhubungan dengan kekayaan dan kemakmuran. Bahkan terlintas ingatan akan seorang sahabat lainnya yang cukup beruntung bisa menyelesaikan pendidikan formal dibidang ekonomi, dalam wacana bisnisnya sama sekali tidak menyentuh ranah spiritual dan lebih cenderung penuh dengan wacana analitis berbasis akademis yang tersaji dengan manis dari fenomena menjadi kaya dan makmur. Saat pikiran saya yang masih menggunakan processor dari zaman pra-pentium dan sistem operasi sekelas lotus, masih sibuk mengakses data dari hard disk otak yang hanya berkapasitas kilo byte, sebuah cetusan yang bernada ketus terlontar justru dari si pembuat pertanyaan itu sendiri. “Semua pengetahuan yang diturunkan oleh Sang Hyang Aji Saraswati adalah ilmu pengetahuan tentang bisnis, “ katanya. Waduhhhh.....!!!! Mendadak cooling fan casing type tower komputer saya tiba-tiba tak mampu lagi mendinginkan seluruh hard-ware yang bekerja di dalamnya. Hang..... Blank..... Black out.....dropped down dead alias mati total. Beberapa hari kemudian saya mendapat tambahan pengetahuan baru dari seorang kandidat pemangku yang sedang mendalami pengetahuan spiritual Bali melalui Lontarlontar, bahwa pengetahuan yang diturunkan oleh Sang Hyang Aji Saraswati mengajarkan cara-cara untuk mengenal diri, untuk diterapkan dalam kehidupan termasuk urusan menjadi kaya, sejahtera dan makmur. Ahhh....lega rasanya karena PC saya akhirnya ter- up grade sehingga timbul keinginan untuk meng-instal aplikasi bisnis berbasis pengetahuan anugerah dari Sang Hyang Aji Saraswati. Sebelumnya, saya harus mengganti sistem operasi komputer saya dengan open-windows dan ini berarti pula bahwa saya harus merakit komputer baru dengan mengganti seluruh hardware lama dengan yang lebih canggih. Tapi casingnya tetap yang lama, karena masih layak tampil di depan umum, hanya butuh sedikit polesan di salon kecantikan casing supaya lebih cling.......hehehehe.


Galang Kangin

14

Galang Kangin

Inspirasi

Bangunkan Koperasi yang “Tidur Lelap”

Bangun Kerangka Pikir

S

SARASWATI yang diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, diikuti serangkaian prosesi seperti Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan puncaknya adalah Pagerwesi. Galang Kangin mencoba melakukan pemaknaan yang bersifat penyadaran dan pemberdayaan diri. Kerangka berpikir yang digunakan adalah proses mewujud dari akasa (Saraswati), bayu (Banyu Pinaruh), teja (Soma Ribek), apah (Sabuh Mas) dan perƟwi (Pagerwesi). Pemaknaan ini diharapkan mampu memotivasi manusia Bali untuk berbuat lebih baik untuk dirinya, maupun untuk lingkungan dimana ia hidup. SaraswaƟ Saraswati yang disimbolkan sebagai seorang dewi yang cantik jelita dengan segala ornamennya, merupakan simbol dari kesadaran diri. Pada saat hari Saraswati, seyogyanya orang Bali melakukan perenungan ke dalam dirinya, masuk jauh ke dalam relung hatinya, menembus seluruh kegelapan dan ketakutan yang menghalangi, sampai pada titik dimana muncul kesadaran akan sang diri yang sesungguhnya merupakan perwujudan dari Saraswati itu sendiri. Saraswati merupakan saat yang tepat untuk menyadari keberadaan dari daya pengamatan dalam diri, yang selalu mengalirkan ilmu pengetahuan. Kesadaran akan keberadaan aliran ilmu pengetahuan, akan melahirkan sosok manusia baru. Ini bisa dimaknai dari simbol Dewi Saraswati yang memegang pustaka, genitri, alat musik wina, duduk di atas bunga teratai, didampingi seekor angsa dan seekor burung merak. Banyu Pinaruh Sehari setelah hari Saraswati, disebut Banyu Pinaruh (Redite Pahing Sinta). Banyu Pinaruh bisa diartikan “pengaruh air”. Ritual pada hari Banyu Pinaruh, biasanya orang Bali pergi menuju laut atau sungai di pagi hari. Suasana pagi, berkonotasi dengan berlalunya masa kegelapan dan dimulainya pencerahan. Sedangkan air merupakan elemen alam yang mewakili sistem alam. Air di laut akan menguap menjadi awan. Awan berkumpul menjadi mendung, lalu turunlah hujan. Air hujan mengalir di sungai, berkumpul kembali di laut. Air sangat terikat dengan sistem alam. Tubuh manusia pun mayoritas terdiri dari air, sehingga manusia tidak bisa lepas dari sistem alam. Dengan tercapainya kesadaran diri sebagai Saraswati, maka manusia akan mampu memahami keberadaan

sistem alam semesta dan bergerak dalam koridor sistem semesta. Padaa tatanan ini, ilmu pengetahuan telah h mengantarkan seseorang masuk ke tatanan bayu. Bayu diartikan atmosfir, yang mengayomi bumi. Sedangkan sistem atau hukum alam mengayomi alam semesta, sehingga bayu berkonotasi dengan sistem atau hukum alam. Soma Ribek Sedangkan hari ketiga dari rangkaian Saraswati disebut Soma Ribek. Tepatnya pada hari Soma (Senin) Pon wuku Sinta. Dengan kesadaran akan keberadaan ilmu pengetahuan n dalam diri, manusia kemudian mampu berkreasi dan berekspresi erekspresi dalam d l b k koridor hukum alam. Kreasi dan ekspresi dalam bentuk kriya atau kerja. Kreativitas dalam kriya atau kerja ini membuat manusia mampu memenuhi kebutuhankebutuhan pokok hidupnya, sehingga tercapai rasa pemenuhan dalam dirinya (Ribek = bek/penuh). Keberadaan ilmu pengetahuan telah menggiring manusia masuk ketatanan teja (api/cahaya). Teja atau api dalam diri manusia yang akan mendorong manusia untuk selalu berkreasi dan berekspresi dalam kriya. Sabuh Mas Hari keempat, Anggara (Selasa) Wage wuku Sinta disebut Sabuh Mas. Pada tahap ini, manusia yang telah mencapai kesadaran Saraswati tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok (primer)-nya saja, namun juga mampu memenuhi kebutuhan sekundernya. Sabuh Mas bisa diartikan seseorang yang telah terpenuhi secara materi (mas/emas = kemakmuran/keberlimpahan), mampu hidup dan mengikuti pergerakan jaman. Pada tahapan ini, seseorang sudah memiliki lifestyle, mampu memperoleh hal-hal terbaik dari yang ada di alam untuk dirinya. Makanan yang terbaik, pakaian yang terbaik, rumah yang terbaik bahkan memberikan pendidikan yang terbaik untuk keluarganya. Bisa diartikan manusia yang telah mencapai kemakmurannya. Tahap ini berada pada tatanan apah. Apah sering diartikan air, yang mewakili kemakmuran hidup. Pagerwesi Akhir dari rangkaian hari Saraswati dan juga

merupakan puncaknya, disebut hari Pagerwesi. Pada tatanan iini,i kesadaran k d Saraswati S ti dalam d l diri di i seseorang mengantarkannya pada tingkat pencapaian kenyamanan internal maupun eksternal. Sebuah kondisi yang membuat seseorang tidak lagi tergoyahkan oleh dinamika kehidupan. Sebuah kondisi sejahtera secara jasmani dan rohani yang terpagari dengan besi. Tahap ini berada pada tatanan perƟwi. PerƟwi adalah segala sesuatu yang mewujud. Kesadaran yang telah membawa ke puncak keberadaan dan kesempurnaan manusia yang telah benar-benar mewujud. Sebuah kondisi moksartham jagadhita ya ca iƟ darma. Begitu cerdas leluhur orang Bali dalam menurunkan ajaran-ajaran luhurnya. Semuanya tersembunyi dalam simbol-simbol. Kita sebagai pewaris ajaran seyogyanya lebih bisa mengartikan ajaran-ajaran tersebut sesuai dengan ruang waktu dimana kita hidup, sehingga, ajaran-ajaran luhur tersebut benar-benar bisa memberi manfaat baik secara pribadi dalam melangkah menapaki jalan kehidupan, maupun bagi kesejahteraan umat manusia pada umumnya. Kecerdasan leluhur orang Bali juga terlihat dari cara merangkai ajaran tersebut dalam bentuk rangkaian ritual dari Saraswati hingga Pagerwesi, yang tidak dilakukan di India. Sesuatu yang perlu kita apresiasi dan banggakan. Sebagai akhir kata, semoga pemaknaan yang diberikan bisa memberi inspirasi serta membangun kerangka berpikir positif demi kesejahteraan orang Bali ke depan. Edisi 04/April 2011

3

ecara kuantitas, pertumbuhan koperasi di Bali sebagai soko guru perekonomian terasa menggembiran. Tahun 2010 saja di Bali muncul 460 koperasi baru. Hingga Desember 2010, di Bali terdapat 4.149 buah koperasi, sebuah angka yang cukup besar, di tengah kehidupan dan “persaingan” dengan ribuan lembaga keuangan seperti BPR, bank swasta/ pemerintah, LPD (Lembaga Perkreditan Rakyat) dan lembaga keuangan lain. Akibatnya beberapa dari koperasi itu megap-megap bahkan “tidur lelap”. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali mencatat 383 koperasi yang dikategorikan tidak aktif (beku operasi). Untuk menumbuhkan dan meningkatkan kinerja koperasi di Bali, khususnya koperasi tidak aktif, akhir Maret lalu digelar rapat koordinasi kelembagaan koperasi kabupaten / kota di kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali. Rapat ini dijadikan ajang koordinasi

dan keterpaduan pemberdayaan lembaga koperasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Rakor juga dimaksudkan untuk membahas pembentukan induk koperasi Bali. Di antara koperasi yang dikategorikan aktif pun, masih banyak yang kinejanya tidak sehat. Salah satu kriteria sehat tersebut, bisa dilihat dari digelarnya RAT (Rapat Akhir Tahun) koperasi yang wajib digelar tiap tahun. Posisi 2010 (RAT 2009) capaian RAT koperasi di Bali hanya 2.682 koperasi atau baru 77 % dari jumlah koperasi aktif (wajib RAT). Angka ini berada tipis di atas target nasional wajib RAT, yakni 75% dari total koperasi yang wajib RAT. Dinas koperasi kabupaten/ kota diminta mendorong koperasi di bawah binaannya untuk menggelar RAT, kemudian menginformasikan ke provinsi guna diteruskan ke pusat. Dalam empat tahun terakhir (2011 - 2014), Diskop Bali dan kabupaten/kota, oleh pihak koperasi pusat diminta melakukan pembenahan terhadap koperasi yang tidak aktif.

Koperasi Berprestasi, Satu Strategi FAKTA di lapangan, masih banyak koperasi di Bali kekurangan modal, sehinggga kehidupannya antara ada dan tiada. Faktor yang turut menyebabkan kehidupan koperasi menjadi tidak aktif, karena kurangnya kerjasama antar gerakan koperasi (manajemen, usaha, permodalan, pemasaran). Kondisi-kondisi tersebut mendorong perlunya Bali memiliki induk koperasi (koperasi sekunder). Induk koperasi ini penting sebagai media alternatif terhimpunnya potensi guna memecahkan masalah khususnya permodalan koperasi. Juga sebagai media untuk menyalurkan dana LPDB dan dana-dana lain, untuk kepentingan anggota koperasi di Bali. Menggairahkan kehidupan koperasi di negeri ini, pemerintah selain menggelontor berbagai bentuk bantuan, juga melakukan penilaian terhadap koperasi yang ada. Bali pada tahun 2010 lalu mengusulkan 12 koperasi berprestasi ke tingkat nasional, dan 3 koperasi berhasil memperoleh predikat terbaik nasional -- Koperasi Wisuda Guna Raharja, KSU Dana Rahayu, dan Koperasi Jasa Angkutan Taxi Ngurah Rai. Tahun 2011, Bali melakukan penilaian terhadap 5 jenis koperasi : Koperasi Simpan Pinjam (USP koperasi tidak dinilai), Koperasi Konsumen, Koperasi Pemasaran, Koperasi Jasa, dan Koperasi Produsen. Tiap kabupaten/kota diharapkan sudah menyetorkan hasil penilaian ke provinsi paling lambat minggu pertama, April 2011. Pada minggu ke II – III, tim penilai koperasi berprestasi Provinsi Bali melaksanakan verifikasi ke lapangan. Minggu keempat usulan koperasi berprestasi tingkat provinsi sudah masuk di pusat. Edisi 04/April 2011

Ditargetkan, Bali membenahkan 373 koperasi beku dengan rincian target 2011 (93 koperasi), 2012 (93 koperasi), 2013 (93 koperasi), dan 2014 (94 koperasi). Diskop kabupaten/kota agar menginventarisir koperasi tidak aktif dan

melakukan rapat dengan koperasi beku tersebut. Diskop bisa memberikan tiga opsi (dengan surat pernyataan; meterai) kepada koperasi tidak aktif tersebut : diaktifkan kembali, amalgamasi (merger), dan dibubarkan.

PELAKSANAAN RAT KOPERASI TAHUN BUKU 2010 PROVINSI BALI POSISI FEBRUARI 2011

Koperasi (Unit)

No

Jumlah Kab/Kota/Prov. Jumlah Anggota (Or) Wajib RAT Tdk/Blm Wajib RAT Aktif Tdk Aktif Baru 7

Sudah RAT % Telah RAT Unit (8/3)

1

2

3

4

5

8

9

1.

Buleleng

274

43

24

341

77,055

104

38

2.

Jembrana

199

15

5

219

50,745

84

42

3.

Tabanan

405

32

40

477

85,855

39

10

4.

Badung

381

44

39

464

95,587

109

29

5.

Denpasar

727

123

24

874

185,631

557

77

6.

Gianyar

967

71

43

1,081

172,426

85

9

7.

Bangli

177

29

25

231

51,602

84

47

8.

Klungkung

98

7

10

115

38,272

29

30

9.

Karangasem

198

23

32

253

71,554

101

51

10.

Provinsi

84

23

3

110

63,565

49

58

3,510

410

245

4,165

892,292

1,241

35

JUMLAH

6

RAT Koperasi Tahun Buku 2010

Denpasar, Maret 2011 Dinas Koperasi , Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali,


Galang Kangin

4

Galang Kangin

13

Saraswati,, Saraswati

Kemampuan Bersinergi Mencipta Harmoni

I

lmu pengetahun tak terbantahkan merupakan sumber kehidupan. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, tak ada orangtua yang membiarkan anak-anak mereka tanpa ilmu pengetahuan. Nyaris setiap orangtua, sesusah apapun keadaan ekonominya, berharap anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi. Persaingan dalam kehidupan ini dimungkinkan untuk dimenangkan hanya oleh mereka yang menguasai ilmu dan teknologi. Dan bagi orang Bali, ilmu pengetahuan sejak mula sudah diagungkan, dihormati dalam suatu persembahan yang hingga kini dikenal dengan hari Saraswati. Edisi empat Galang Kangin ini terbit pada bulan dimana orang Bali merayakan hari Saraswati. Saraswati yang diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung, 23 April ini. Saraswati sendiri merupakan sakti dari Dewa Brahma, digambarkan sebagai seorang dewi cantik jelita, bertangan empat, semuanya memegang simbol ilmu pengetahuan. Tangan kanan belakang memegang genitri, dan tangan kiri belakang

Mengapa Lebih Baik Ber- KOPERASI...??? Nilai lebih ber-koperasi? Kenapa tidak. Bagi masyarakat, apalagi yang bergerak di usaha kecil dan menengah, koperasi merupakan mitra yang tepat. Ada banyak nilai lebih dalam bertransaksi di koperasi, utamanya bagi warga masyarakat yang berkeinginan meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya dengan menjalankan usaha kecil dan menengah. “Kemudahan yang paling kentara adalah pelayanan yang bernuansa kekeluargaan. Dari situ akan terbangun hubungan emosional positif antara nasabah dengan koperasi,� ungkap Putu Sumedana Wahyu, Direktur Koperasi Serba Usaha (KSU) Kharisma Madani, di Desa Sesetan, Denpasar Selatan Kehangatan pelayanan kekeluargaan ini sangat tidak mungkin didapatkan jika berurusan dengan lembaga keuangan lain. Kata Putu, hubungan kekeluargaan yang terbentuk, akan secara otomatis

membentuk pola publikasi, advokasi dan konsultasi bagi nasabah yang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini dimungkinkan dengan optimalisasi kinerja pengelola koperasi yang terus menerus dibangun dan dikembangkan untuk membentuk mentalitas sebagai pelayan masyarakat. Ini pula yang ditekankan Putu dalam mengelola KSU Kharisma Madani. Setiap personel di KSU tersebut, secara mental telah dibentuk untuk memberi pelayanan secara total kepada nasabahn-

ya, termasuk di luar jam kerja. Divisi baru terus dikembangkan meliputi pelayanan publikasi dengan diterbitkannya Tabloid Galang Kangin yang bertujuan untuk memberi informasi bisnis dan juga berfungsi untuk mensosialisasikan usaha nasabahnya. Sebagai sarana publikasi, tabloid ini sangat bermanfaat sebagai sarana pembentuk jaringan kerja, demi kemajuan usaha yang dijalankan oleh para anggota maupun nasabah non-anggota koperasi. Fasilitas untuk deposan, ditawarkan berupa bunga deposito yang menarik hingga 11% per tahun, dan jasa partisipasi bagi deposan yang juga menjadi anggota koperasi. “Dihitung dengan cara paling sederhana sekalipun, bergabung dengan

koperasi tetap lebih menguntungkan secara ekonomi serta memberi nilai tambah dalam hubungan sosial dalam usaha membangun kemandirian,� ujar Putu. Sebuah langkah kepedulian kini juga dibangun KSU Kharisma Madani dengan membentuk divisi go organic. Langkah perdana dibangun lewat sebuah kemitraan dengan petani di Subak Buangga, di daerah Badung Utara. Petani Subak Buangga yang sudah sejak 2008 menggunakan pupuk organik Agrodyke, kini hasil panennya dibeli oleh KSU Kharisma Madani dengan harga Rp 100 lebih mahal dari harga pasar. Panen perdana padi organik di subak tersebut dilakukan Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, 31 Maret lalu.

Prinsip, Fungsi dan Peran Koperasi ERASI di Indonesia berkembang dengan pesat dan dinilai pas dengan den KOPERASI realita kehidupan perekonomian bangsa yang mengedepankan jiwa kebersamaan. Pasal 4, Undang-undang No. 25 tahun 1992 memberi garis, prinsip, fungsi dan peran koperasi di Indonesia sebagai berikut : - Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. - Pengelolaan dilakukan secara demokratis. - Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi). - Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. - Kemandirian. - Pendidikan perkoperasian. - Kerjasama antar koperasi. - Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. - Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. - Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya. - Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. - Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa. Edisi 04/April 2011

memegang pustaka. Sementara dua tangan di depan memegang alat musik dalam posisi memainkan. Sang Dewi duduk di atas bunga

teratai, ditemani seekor angsa dan seekor burung merak yang sedang melebarkan ekornya, memperlihatkan keanggunannya. Pembahasan seputar simbolsimbol ini sudah cukup banyak dilakukan, namun Galang Kangin mencoba menelaah dari sudut pandang berbeda, yang sifatnya pendalaman makna, lebih pada diri manusia. Saraswati berasal dari kata Saras yang berarti aliran atau sesuatu yang mengalir. Bisa juga diartikan mata air, sehingga kata saras sering juga diartikan sungai. Dewi Saraswati selalu digambarkan duduk di sisi sungai. Dapat dikonotasikan bahwa ilmu pengetahuan bersifat mengalir. Penggunaan simbol seorang dewi merupakan penggambaran aspek feminin/pradana, yang dinamis dan selalu bergerak, sesuai dengan sifat ilmu pengetahuan yang juga dinamis dan selalu bergerak. Dewi Saraswati juga merupakan sakti dari Dewa Brahma, dewa yang mewakili daya pengamatan dalam diri manusia. Bisa diartikan ilmu pengetahuan (Saraswati) merupakan hasil dari aspek pengamatan (Brahma yang berkepala empat). Genitri di Tangan Kanan Belakang Sisi kanan melambangkan halhal yang ada di depan, emosional, subyektivitas, kondisi pragmatis. Sedangkan genitri pada umumnya diartikan ilmu pengetahuan sebagai mata rantai yang tak pernah habis. Genitri dapat juga diartikan sebuah pola gerakan sirkular. Dengan keberadaan ilmu pengetahuan, seseorang mampu melihat pola yang ada di hadapannya, baik berupa pola pikir yang sedang berkembang maupun pola gerak yang sedang terjadi. Pustakan di Tangan Kiri Belakang Sisi kiri melambangkan masa lalu, struktur, rasionalitas. Sedangkan keropak atau pustaka bisa diartikan memori atau hal-hal tercatat. Secara keseluruhan bisa diartikan seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, akan mampu memaksimalkan fungsi pikiran bawah sadarnya yang merupakan bank data yang tidak terbatas serta mampu membangun struktur/kerangka berpikir yang rasional. Alat Musik di Dua Tangan di Depan Wina adalah alat musik petik yang harus dimainkan dengan dua tangan. Wina hanyalah sepotong kayu yang diberi senar, yang jika tidak dimainkan dengan benar, tak akan berarti apa-apa. Jika dimainkan dengan benar, maka wina tersebut akan menghasilkan nada-nada indah yang dapat menciptakan harmoni. Ini bisa diartikan bahwa keberadaan ilmu

Edisi 04/April 2011

pengetahuan dalam diri seseorang, tidak akan berguna jika tidak diterapkan atau dipraktekkan. Jika dipahami dan diterapkan dengan benar, ilmu pengetahuan dapat memberi kesejahteraan dan menciptakan harmoni di masyarakat. Kemampuan bersinergi untuk menciptakan harmoni, disebabkan oleh kerangka berpikir yang rasional (tangan kiri memegang pustaka) serta kemampuan membaca pola pikir maupun pola gerakan (tangan kanan memegang genitri). Seseorang yang telah mencapai kesadaran Saraswati, dimanapun dia berada, akan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kesejahteraan umat manusia. Bunga Teratai Bunga teratai merupakan bunga yang mampu tumbuh dan hidup di dalam lumpur. Bisa diartikan bahwa seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, mampu hidup dan bertahan, bahkan tampil menjadi yang terbaik dalam kondisi yang terburuk sekalipun. Angsa Angsa adalah binatang yang mampu memisahkan dan meminum air yang bersih dari sebuah kubangan yang berlumpur. Dalam kehidupan, seseorang yang telah memiliki pengetahuan akan selalu berpikir positif dan memiliki optimisme dalam kondisi seburuk apapun. Mampu melihat dan menciptakan peluang untuk kemakmuran dari kondisi yang ada, seburuk apapun itu. Burung Merak Burung merak terkenal dengan keindahan bulunya. Seseorang yang telah menyadari keberadaan Dewi Saraswati dalam dirinya, akan memiliki rasa percaya diri serta memiliki keberanian untuk tampil di hadapan publik. Sebuah rasa percaya diri dan keberanian yang didasari oleh adanya ilmu pengetahuan. Dari simbol-simbol yang ada, Dewi Saraswati bisa diartikan sebagai wujud manusia yang telah mencapai kesadaran tertingginya, kesadaran akan dirinya yang telah membawa seluruh aspek dari Saraswati. Seseorang yang memiliki struktur dan pola pikir positif dan membangun, yang mampu tampil terbaik dari kondisi yang terburuk sekalipun. Seseorang yang mampu merubah apa yang dianggap sampah oleh kebanyakan orang menjadi emas. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri untuk tampil dan memimpin, yang mampu bersinergi dan menciptakan harmoni. Saraswati merupakan wujud manusia Bali yang sesungguhnya, manusia Bali yang utuh yang memiliki bala (kekuatan).


Galang Kangin

12 oleh : Ir.Heri Purwanto

Galang Kangin

Entas Kemiskinan

ke Semua Warga

S

5

koperasi ramah teknologi

Seimbangkan Akses ekilas, kehidupan rakyat Indonesia, khususnya di Bali tampak biasabiasa saja. Kesejahteraan terpapar di depan mata. Sebagai bukti nyata, jalanan terasa makin sumpek saja, karena kendaraan berbagai merek terbaru, melintas nyaris di semua ruas jalan. Pusat perbelanjaan masuk ke hampir setiap sudut ruang publik di perkotaan sampai ke desa. Namun jika ditelisik lebih dalam, kondisi itu seperti fatamorgana. Ternyata angka statistik menunjukkan sudah sekian lama angka kemiskinan di Indonesia belum mengalami perubahan yang berarti. Bahkan setelah memasuki era reformasi, realitanya semakin hari semakin banyak orang miskin. Orang dengan kesulitan ekonomi, makin besar saja jumlahnya di negeri ini. Walau secara statistik dikatakan ada penurunan, namun acuannya berbeda dengan standar pencacahan RTM (rumah tangga miskin) versi kaca mata Bank Dunia. Masih banyak dijumpai keterpurukan ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah perkotaan. Tengok saja kota-kota besar, di antara gedunggedung perkantoran yang menjulang gemilang, potret kemiskinan sangat jelas tergambar, baik skala keterpurukan kelayakan hunian, pendapatan, kualitas lingkungan, kapasitas keterampilan dan sebagainya. Keterpurukan ini bukan karena faktor individual dan kultur semata, melainkan ada sebab-sebab lain dalam struktural termasuk di dalamnya lahirnya kebijakan yang kurang pro poor. Untuk itu perlu adanya reorientasi pembangunan baru yang lebih mengedepankan kajian lingkungan dan pendekatan yang manusiawi (pemberdayaan sejati). Pendekatan tersebut menempatkan manusia sebagai peran kunci dalam segala hal, dimana pola pembangunan tak hanya mendorong proses pembangunan yang populis semata, tetapi lebih pada bagaimana mampu menumbuhkan sebuah pola mikro yang bersimbiosis terhadap tumbuh-kembangnya ekonomi kerakyatan. Bertolak pada model pembangunan yang humanis tersebut, dibutuhkan sebuah strategi besar yang menjunjung tinggi norma-norma nilai dalam pemberdayaan masyarakat pada konteks good governance yang lebih familiar diwacanakan tiga pilar pembangunan -- masyarakat sipil, pemerintah dan swasta. Berangkat dari pola pandang tersebut, Pemerintah Pusat meluncurkan PNPM Mandiri Perkotaan. Ini merupakan program direvisi, dari program sebelumnya sebagai usaha menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam kesadaran kritis penuh untuk memandang bahwa permasalahan negeri ini adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab tersebut melalui peningkatan kapasitas SDM dan memberi akses pada komunitas warga lebih seimbang, sehingga timbul transformasi sosial, ekonomi & lingkungan yang harmoni.

Lakon

Dari aspek tersebut, secara substansi PNPM Mandiri Perkotaan, menyemaikan pembelajaran terhadap pengembangan (enabling), perkuatan potensi/daya (empowering) & terciptanya kemandirian masyarakat. Berdasarkan asumsi ini, maka PNPM Mandiri Perkotaan, berupaya untuk membangun daya dengan cara mendorong, memotivasi & membangkitkan kesadaran kritis terhadap potensi yang ada, dengan landasan kemandirian.

Koperasi seharusnya tidak pernah dan tidak perlu kesulitan modal. Sejatinya banyak sumber dana yang siap menggelontor permodalan bagi koperasi. Tinggal, kemampuan koperasi-koperasi tersebut untuk mengakses sumber dana itu.

Komunitas diharapkan dapat menciptakan the good community & competency dalam menatap perubahan dalam pembangunan nasional, yakni : 1. Setiap anggota masyarakat berinteraksi satu sama lain berdasarkan jiwa kepedulian penuh. 2. Komunitas memiliki kemampuan untuk mengurus kepentingannya sendiri secara bertanggung jawab penuh & mengedepankan prioritas yang ada. 3. Komunitas yang memiliki kemampuan penuh untuk tuk mengidentifikasikan & memecahkan masalahnya sendiri endiri secara partisipatif. 4. Komunitas yang mampu mendistribusikan kekuatan/kekuasaan secara merata, sehingga semua komponen berkesempatan riil & bebas berkehendak. berkehendak 5. Semua komponen berpartisipatif aktif. 6. Komunitas mampu memberi makna kepada anggota/komunitas lainnya. 7. Adanya heterogenitas & perbedaan pandapat yang mengakar pada pewujudan kesamaan pandang. 8. Mampu membangun kerjasama yang rasional, kekeluargaan & manajemen konflik yang berwawasan manusiawi. Manakala substansi tersebut dipunyai oleh BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) selaku elemen pembentuk wadah kolektif warga, maka arah pembaharuan pembangunan nasional yang berbasis manusia warga akan mudah terwujud dan manusia akan dimanusiakan secara utuh. Arah ke sana sudah disemaikan pada wilayah Bali pada umumnya dan Denpasar Selatan pada khususnya, hingga kini secara matriks kinerja BKM se Denpasar Selatan dihasilkan 5 wilayah desa/kelurahan yang berdaya menuju kemandirian komunitas dari 10 desa/kelurahan yang ada, baik dikaji secara: 1. Keorganisasian warganya. 2. Kesekretariatan & tertib administrasinya. 3. Kepedulian & partisipasi warganya. 4. Kesinergian dengan pola perencanaan & kebijakan pembangunan desa/kelurahannya. 5. Kemampuan menumbuhkan keswadayaan & keswakelolaannya. 6. Kemampuan pengelolaan pengaduan masyarakat & transparansi kegiatanya. 7. Kemampuan mengelola media warganya sebagai informasi local. 8. Kemampuan menggalang kemitraan local. 9. Dan lain-lain.

”DI sinilah diperlukan ketulusan koperasi dalam berinvestasi di bidang teknologi. Jangan takut. Untuk bisa maju dan mendapat kepercayaan anggota, koperasi tak bisa tidak, harus ramah teknologi,” kata I Wayan Sudarta, praktisi koperasi yang cukup berhasil mengelola lembaga keuangan ini, di Sanur. Apalagi, tambah manager koperasi simpan pinjam (KSP) Citra Mandiri, Banjar Panti Sanur ini, di tengah menghadapi era persaingan yang ketat ini, teknologi merupakan sebuah keharusan. Koperasi dengan SDM (sumber daya manusia) yang handal, yang ramah dengan teknologilah, yang menurutnya akan mampu memenangkan persaingan. Untuk itu, Sudarta yang cukup kenyang pengalaman di dunia perbankan, mengajak para pengelola koperasi di Bali untuk tak takut berinvestasi dalam menambah wawasan. Melalui seminar, menghadiri pertemuan nasional maupun internasional serta rajin mengikuti perkembangan koperasi melalui media yang cukup banyak tersedia. Di kantor koperasinya di daerah turis, Sanur, lelaki berpenampilan rapi p dan selalu berambut be erambut di bawah baawah satu centi ce enti ini,

Menginjak pada putaran program ke 4 (phasing out), maka konsep pemberdayaan masyarakat ke arah kompetensi kemandirian sangatlah didorong agar arah pemberdayaan menuju masyarakat madani segera mampu diwujudkan. Guna mensejajarkan matriks BKM pada tataran kompetensi komunitas, maka 10 desa/kelurahan di Kecamatan Denpasar Selatan harus secara sungguh-sungguh membangun kesadaran kritis (kepedulian yang tulus untuk gayah) dan membangun modal sosial secara signifikan serta memahami substansi nilai-nilai tersebut.

Pola yang harus terbangun dalam waktu dekat : 1. Sosialisasi massal (setiap banjar) tentang keberadaan PNPM Mandiri Perkotaan. 2. Refleksi kemiskinan & pemetaan swadaya terhadap permasalahan lokal yang ada. 3. Reorientasi/review kelembagaan BKM & PJM Pronangkis (Rancangan Kegiatan Prioritas). 4. Musyawarah warga & pemerintah desa/kelurahan guna mensinergikan rencana pembangunan jangka menengahnya. 5. Membangun kemitraan (channeling) program pada swasta & pemda. Manakala hal ini mampu diwujudkan secara ikhlas & partisipatif, maka takkan ada kata tak mungkin gerakan kepedulian menuju terwujudnya masyarakat madani akan tercapai. Edisi 04/April 2011

Edisi 04/April 2011

membentuk klinik koperasi. Klinik koperasi ini didedikasikannya sebagai sebuah yadnya. Dengan prinsip ngayah, klinik ini diharapkan dapat membantu pengembangan lembaga keuangan ini. Think global act localy, begitu lebih tepatnya kiprah bapak tiga orang anak ini. Pengalamannya sebagai konsultan di beberapa bank nasional dan lembaga keuangan mikro menginspirasi jebolan Universitas Mataram ini untuk ‘’menghidupkan’’ koperasi-koperasi yang bertebaran di Bali. Tak berlebihan kalau kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan award ‘’Tokoh Koperasi 2007’’ kepada lelaki kelahiran November 65 ini. ‘’Ide klinik itu lahir setelah kami melakukan pemetaan dan pengelompokan terhadap koperasi yang ada. Dari sini kami klasifikasikan koperasi berdasarkan kebutuhannya untuk memudahkan koordinasi dan terafi. Klinik ini terbuka bagi teman-teman yang menghadapi masalah di koperasinya. Tak dipungut bayaran,’’ tegas lelaki yang biasa disapa Pak Kaler oleh rekanrekannya ini. Banyak koperasi yang tumbuh, bertumbangan. Ada dan banyak y yang y g bertu yang tumbuh pesat pesaa dan dengan beromzet cepat beromze e milyaran, ada berjalan yang berjal a merayap, ada pula yang jalan di tempat, tempat t bahkan ada yang tidur lelap tak pernah per n bangun lagi. lag g Kata Sudarta, risiko ri s administrasi merupakan hal m yyang selalu ada dalam pengelolaan lembaga keuangan. Kegagalan pengelolaan membuat lembaga keuangan itu ‘‘’sakit’’. Di sinilah d diperlukan sistem ya a baik, sehingga yang ma a mampu memberi kepe e kepercayaan kepada anggo o ataupun anggota nasaba h nasabah. “Te e “Terkadang sistemnya su u sudah terintegrasi de n dengan baik, tetapi maintenance-nya, -nya, p pemeliharaan

yang putus. Jadi percuma,’’ ujarnya. Jam Terbang Sudarta boleh dibilang sangat sensitif dengan perkembangan dunia koperasi, khususnya perkembangan koperasi di Bali. Kariernya di dunia perkoperasian di Bali diawali pada tahun 1999, saat ada rapat Banjar Panti, Sanur, yang kemudian menunjuknya untuk membentuk koperasi yang dapat membantu anggota banjar dalam hal penyediaan dana murah dengan persyaratan ringan. 14 Januari 2000 Koperasi Citra Mandiri berhasil dibentuk dengan dana swadaya dari masyarakat setempat. Pengalamannya bekerja di beberapa instansi dan dipercaya memegang jabatan penting pada setiap instansi tempatnya bekerja, dijadikan dasar untuk memutuskan menerima tugas yang dibebankan padanya. ”Kepercayaan masyarakat dengan menunjuk saya untuk membentuk sekaligus sebagai pengelolanya, membuat saya lebih termotivasi untuk mengelola dan mengembangkan koperasi ini agar tidak mengecewakan masyarakat,” ungkap Wayan. Sukses KSP Citra Mandiri membangun citra perkoperasian merupakan sukses Sudarta bersama 10 orang stafnya. Dengan modal awal Rp 20 juta, kini, KSP Citra Mandiri telah beromzet puluhan milyar rupiah. Kesuksesannya mengelola koperasi telah dimatangkan dari pengalaman lelaki

energik ini, dengan jam yang cukup tinggi di dunia keuangan. Berbekal pengalaman sebagai tenaga marketing pada perusahaan asuransi jiwa di tahun 1990 di Jakarta, ia kemudian mencari tantangan baru di sebuah bank di Denpasar hingga 1999. Pria lulusan Fakultas Peternakan Unram ini sempat meniti karir di John Hancock Indonesia di Jakarta sebagai Agency Development Manager (ADM), berkarier di Manulife Indonesia Jakarta sebagai trainer dan kembali ke Bali dengan profesi sebagai Sales Office Manager AIA Bali. Tak itu saja. Jabatan Area Sales Manager (ASM) Divisi Private Banking BNI pun dipegangnya, dan diakhirinya Juni 2006. Koperasi menjadi pelabuhannya untuk berkiprah sekaligus mengabdi bagi desa kelahirannya. ”Melihat citra negatif perkoperasian saat itu, saya mencoba melakukan berbagai terobosan untuk menciptakan produk-produk baru koperasi. Teknologi kami manfaatkan dalam meningkatkan pelayanan melalui program-program khusus yang kami miliki guna mensejahterakan masyarakat. Keputusan saya untuk meyakini diri bahwa saya mampu mengemban tugas yang dipercayakan masyarakat pada saya tak lepas dari pengalaman saya bekerja di bidang keuangan. Menerima tugas dari warga sebagai pengelola Koperasi Citra Mandiri merupakan bentuk mengabdikan diri yang dapat saya berikan pada masyarakat,” paparnya berbagi kisah.


Galang Kangin

6

Mengenal Jenis-jenis MARI kita kenali jenis-jenis investasi apa saja yang ada, agar kita dapat lebih mengerti tentang investasi yang tepat untuk dilakukan. Para ahli, seperti Fabozzi dan Tandelilin, mengelompokkan investasi sebagai berikut: Investasi Finansial: Tabungan Berinvestasi dengan memiliki tabungan di salah satu bank, merupakan investasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Keuntungan atas investasi ini tidak adanya risiko (zero risk). Sangat aman karena dijamin oleh pemerintah, dan memperoleh return dalam bentuk bunga bank. Sisi negatif tabungan, uang dengan mudah dapat berkurang (karena dapat diambil kapan saja) dan return yang didapat hanya sebatas bunga bank. Deposito Investasi ini memiliki fungsi yang sama seperti tabungan. Deposito merupakan penyimpanan uang sampai periode waktu tertentu yang telah disepakati. Deposito memiliki jangka waktu penyimpanan sampai jatuh tempo. Uang yang diinvestasikan pada deposito tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Akan tetapi, deposito memberikan bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Investasi ini juga merupakan investasi yang tidak berisiko. Kerugian dari deposito, return yang didapat hanya sebatas bunga yang diberikan, dan jika dibandingkan, investasi pada aset-aset lain dapat memberikan return yang lebih besar. Obligasi Secara sederhana, obligasi merupakan surat hutang dan merupakan bukti bahwa investor telah memberikan n hutang kepada suatu perusahaan (bond) d) atau pemerintah (Surat Utang Negara = SUN). Keuntungan dari kepemilikan obligasi adalah investor medapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Tetapi, sisi negatif dari ri kepemilikan obligasi yaitu jangka waktu u investasi yang cukup panjang (sama dengan atau lebih besar dari satu tahun), n),, sehingga dana yang diinvestasikan tidakk dapat dicairkan jika investor menginginkan kaan untuk berinvestasi pada aset lain. Saham Saham merupakan tanda bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Hal ini berarti investor memiliki sebagian dari perusahaan sesuai dengan besarnya dana yang diinvestasikan investor pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki saham pada suatu perusahaan, investor (dalam m hal ini disebut pemegang saham) akan mendapatkan return berupa dividend, da dan an juga akan berbagi risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki pasar modal, al,, Bursa Efek Indonesia, yang memperjuallbelikan saham-saham atas perusahaan-orr perusahaan go public Indonesia. Investor dapat bertindak sebagai individual investor sttor yang melakukan investasi pada BEI

Galang Kangin

Dari Trotoar ke Warung Permanen

Oleh : Made Reina Candradewi, SE

Investasi

Investasi, secara sederhana adalah kegiatan bermodalkan uang pada sesuatu yang berharga. Dengan kata lain, investasi merupakan suatu proses kepemilikan pada aset-aset real atau finansial yang produktif atau proses akuisisi dari asetaset real atau keuangan. Tujuan dari investasi, tak lain untuk mendapatkan profit atau return (keuntungan) pada masa yang akan datang. dengan bermain saham dan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga saham (stock return). Bagi seseorang yang tidak memiliki keahlian dalam berinvestasi di pasar modal, dapat berinvestasi pada reksadana. Reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi ke berbagai instrumen investasi. Produk-produk DerivaƟf Derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/ commodiƟes yang dijadikan sebagai objek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Produk-produk derivatif yang diperjualbelikan pada Bursa Efek Indonesia adalah kontrak opsi saham (call and put opƟon) dan kontrak berjangka (futures opƟon). Produk-produk derivatif ini dapat melindungi pembeli dan penjualnya pada fluktuasi saham yang tidak diharapkan (hedging risk). Dengan menggunakan analysis dan strategi yang tepat, investor pada produk derivatif bisa mendapatkan return yang relatif tinggi. Akan tetapi, investor juga menghadapi risiko yang cukup tinggi, karena fluktuasi saham sangat g sulit untuk diprediksi. Keahlian dalam berinvestasi di produk-produk derivatif sangat

dibutuhkan, sebelum investor memutuskan untuk berinvestasi pada pasar derivatif. Ekuitas InternaƟonal Ini merupakan bentuk investasi yang dapat memberikan return yang cukup tinggi pada investor, namun di sisi lain juga memiliki risiko yang cukup tinggi. Ekuitas internasional memungkinkan investor untuk berinvestasi pada pasar modal di luar negeri, seperti London Stock Exchange, New York Stock Exchange, Nasdaq Stock Exchange, dan sebagainya. Dengan berinvestasi pada ekuitas internasional, investor memiliki pilihan investasi yang lebih beragam seperti berinvestasi saham-saham pada perusahaan-perusahaan multinasional. Akan tetapi tingkat keuntungan pada ekuitas international dipengaruhi oleh transacƟon cost dan exchange rate fluctuaƟon. Investasi Real Real Asset atau ProperƟ Investasi pada real asset atau properti merupakan investasi yang sangat diminati oleh para investor saat ini, karena properti memiliki nilai jual dan juga nilai sewa yang terus meningkat setiap tahunnya. Investasi ini relatif aman,, akan tetapi p beberapa p hal juga j g harus dipertimbangkan. Berinvestasi pada real asset memerlukan dana

Potret 11

yang cukup besar, terkadang mendapat kendala likuiditas, dan diperlukan strategi dalam pemilihan lokasi properti yang tepat. Emas Sama halnya seperti properti, logam mulia berupa emas juga merupakan tipe investasi yang cukup aman. Nilai emas akan semakin meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya inflasi. Emas juga sangat mudah diperjualbelikan. Investor akan mendapatkan return dari investasi ini sesuai dengan margin atau selisih pada harga penjualan emas saat ini dan pembelian emas terdahulu. Dapat dilihat bahwa kita dapat berinvestasi pada beragam tipe investasi. Tipe-tipe investasi tersebut memberikan nilai return dan risiko yang berbedabeda pula. Keputusan untuk berinvestasi ditentukan oleh tujuan dari investasi tersebut, penentuan kebijakan investasi, dan pemilihan strategi investasi. Dengan melihat betapa pentingnya investasi untuk dilakukan, oleh karena itu masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan investasi. Hal ini dapat dimulai dengan melakukan kegiatan investasi yang paling sederhana, seperti memiliki tabungan atau deposito pada suatu lembaga keuangan seperti koperasi atau bank.

Jalan mencapai kesuksesan memang beragam dan berbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Dari permukaan kadang kelihatan seseorang mencapai kemapanan finansial dengan cara yang mudah, sementara yang lain bahkan harus membanting tulang memeras keringat hanya untuk mencapai kondisi sekadar berkecukupan. Langkah yang mengawali sebuah perjalanan sukses juga sangat variatif. Ada mulai dari modal sendiri, dengan jalan meminjam, adapula lewat kerja sama. SALAH satu yang menapaki usaha lewat jalan terjal sebagai pedagang kelas warung adalah apa yang dialami oleh Reka Dwisumanda, wanita kelahiran Jatim. Memulai usaha warung dengan modal Rp 50.000 dengan membuka warung pinggir jalan, kini ia sudah bisa ngontrak sebuah tempat yang boleh dibilang lumayan di bilangan Jalan Tukad Buaji, Panjer. P “Keberadaan “Keberadaa “Keberada saya kini berkat bantuan KSU K Kharisma Madani,” uja ujarr ibu satu anak yang le lebih dikenal dengan nama n Ibu Reno ini. in ni

Ibu Reno

Edisi 04/April 2011

Edisi 04/April 2011

Dengan Den ng modal awal awaal tak seberapa, ia seb b mulai mu dengan m membuat me m bermacambe b macam m masakan m yang yya dikemas dalam kantong da plasti pla k dan dijual dijju dengan kisaran kisaar harga Rp 1.000 1. 1 - Rp 3.000 0 per. Dengan meminjam memin nja tempat di depan rumah ru um seorang kerabat yan yang ng kebetulan bertempat tinggal ng di pinggir n jalan, Ibu Reno memajang me m dagangannya di atas sebuah meja sse kecil meja kantor. Keahlian k l seukuran k k

memasak berbagai jenis masakan yang dipelajarinya dari orang tuanya, ia mampu memenuhi selera konsumen di sekitar tempatnya berjualan. Dalam waktu singkat jumlah pelanggan yang mampir meningkat pesat, utamanya para ibu rumah tangga yang sibuk bekerja. Keadaan usahanya yang terus membaik, memang membuat kesibukannya menjadi bertambah, namun semangatnya yang sudah bulat untuk meningkatkan taraf hidupnya membuat wanita perkasa ini mampu menangani sebagian besar perkerjaannya seorang diri. Seiring dengan perkembangan usahanya, mulai terpikirkan untuk mencari tempat yang lebih baik dengan menyewa bangunan kecil sekadar bisa untuk tempat bekerja dan berdagang. Kurangnya pengetahuan ekonomi dan managemen keuangan, membuat keinginannya tidak dengan serta merta dapat diwujudkan. Setahun sejak memulai usaha kecil ini, Ibu Reno mengenal KSU Kharisma Madani dari seorang teman yang juga adalah salah satu pelanggan warungnya. Dari bantuan temannya, petugas KSU Kharisma Madani datang menemuinya dan memberinya solusi agar dapat meraih keinginannya memiliki tempat berjualan yang lebih baik. Ibu Reno tak langsung mengajukan permohonan kredit, tetapi meminta bantuan untuk menata catatan keuangannya, karena belum tahu bagaimana membuat catatan keuangan yang baik. Sangat mungkin bintang keberuntungan sedang berpihak padanya, petugas KSU Kharisma Madani yang datang dengan antusias bersedia berbagi pengetahuan dan membimbingnya membuat catatan keuangan. Setelah kurang lebih tiga bulan lamanya mendapat bimbingan, catatan keuangan Ibu Reno menunjukkan kondisi yang sangat memungkinkan untuk mengajukan permohonan kredit. Setelah melengkapi persyaratan yang

diminta, proses pencairan kredit hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat dan sederhana. Dengan tambahan modal Rp 4 juta, bangunan permanen yang ingin disewanya akhirnya didapat. Kini, meski telah memiliki tempat permanen untuk tempat berdagang, ternyata Ibu Reno tidak melupakan jenis dagangan yang menjadi perintis jalan kesuksesannya. Dia tetap berjualan masakan yang murah dan enak untuk ibu-ibu yang tidak punya waktu untuk memasak di pagi hari karena harus bekerja. Sementara siang hingga malam hari Ibu Reno menyediakan nasi campur dengan harga yang terjangkau bagi kantong karyawan kecil dan mahasiswa yang banyak indkos di sekitar tempatnya berdagang di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan. Dengan kualitas tempat yang lebih baik, jenis dagangan yang variatif dan jam buka yang lebih panjang, Ibu Reno mampu menyisakan sebagian besar hasil usahanya yang kini beromzet mendekati 2 digit, untuk ditabung di KSU Kharisma Madani. “Ya…, dari penghasilan berjualan setelah dipotong cicilan kredit, gaji karyawan, ongkos listrik, air, pengembalian modal dan biaya hidup, paling saya bisa menabung Rp 1 - 2 juta per bulan,” kata Ibu Reno yang kini mengaku mampu mengumpulkan keuntungan kotor ratarata Rp 8 juta per bulan. “ Apa yang saya capai ini belum apa-apa, tetapi saya bersyukur atas karunia yang di Atas berkat uluran tanganNya melalui KSU Kharisma Madani yang telah membantu dengan sepenuh hati dan sabar,” ujarnya.

Pasang Iklan Hubungi : Yohana 08164721173 Agus 081236821576


Galang Kangin

10 Analisis Koperasi & UMKM

Galang Kangin

Likuiditas UMKM Kocar-Kacir (2) Prof. DR. I Ketut Rahyuda, SE, MSIE

Oleh Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM *)

*) Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM adalah Sekretaris Ikatan sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali 2010-2013, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas University, yang saat ini menjabat juga Dekan Fak. Ekonomi & Bisnis (FEB) dan Ketua program Studi Magister manajemen (MM) Undiknas University.

Keabsahan Audit Koperasi Laporan pertanggungjawaban oleh pengurus, harus sesuai dengan AD/ART yang telah disetujui oleh anggota. Kalaupun terdapat penyimpangan, harus disertai dengan alasan yang jelas dan ada pembuktiannya, sehingga di sinilah diperlukan auditor untuk mengaudit laporan yang telah dibuat oleh pengurus koperasi tersebut. Proses audit hasil laporan akhir dari pengurus koperasi dapat dilakukan oleh badan pemeriksa yang ada dalam organisasi koperasi (internal audit) -- yang diangkat oleh pengawas dengan persetujuan anggota --, atau dilakukan oleh pengawas sendiri yang merupakan salah satu perangkat organisasi koperasi. Dengan catatan keduanya memiliki pengetahuan tentang proses audit yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan juga memiliki sifat yang jujur dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun (independen). Sedangkan jika menggunakan pemeriksa dari luar organisasi koperasi (eksternal audit), harus meminta jasa dari akuntan publik yang independen. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam organisasi koperasi, terbagi menjadi dua, yaitu pemeriksaan formal dan pemeriksaan material (Munkner,1997). Perbedaan jenis pemeriksaan keuangan, sebagai beriukut : a. Pemeriksaan Keuangan Formal, yaitu pemeriksaan yang berkenaan dengan ketetapan matematis hasil pengelolaan manajemen yang diperlihatkan dalam neraca keuangan. b. Pemeriksaan Material, yaitu pemeriksaan yang berkenaan dengan penilaian yang objektif tentang kualitas pengelolaan manajemen selama periode tertentu. Terhadap laporan keuangan koperasi yang digolongkan ke dalam pemeriksaan formal hukum yang berlaku, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi No. 27 (Revisi 1988) Tentang Akuntansi Perkoperasian yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia Per 1 Oktober 2004 dari halaman 27.1 sampai dengan 27.18 yang merupakan panduan

proses pencatatan keuangan, yang dimulai dari adanya transaksi sampai menghasilkan laporan keuangan yang berlaku umum. Sedangkan pelaksanaan pemeriksaannya, baik yang dilakukan oleh internal audit ataupun eksternal audit, harus berdasarkan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. 02 sampai dengan PSA No. 58 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Per 1 Agustus 1994 yang berisikan tentang aturanaturan pengauditan yang telah berlaku umum. Pemeriksaan material seharusnya dilakukan pula pada suatu organisasi koperasi meskipun penilaiannya sulit, karena berhubungan dengan pengambilan keputusan atau kebijaksanaan yang cenderung sering berubahubah sesuai dengan keadaan pada saat dipilihnya alternatif yang terbaik sesuai dengan pertimbangan yang akurat. Kedua jenis pemeriksaan ini sangat dibutuhkan dalam penilaian klasifikasi koperasi yang ditetapkan dalam 4 (empat) peringkat sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 129/ KEP/M.KUKMI/XI/2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi. Memiliki Fungsi Sama Hasil dari suatu pemeriksaan keuangan dalam suatu organisasi koperasi, baik yang dihasilkan oleh audit internal maupun audit eksternal, pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama untuk memberikan laporan tentang keabsahan dan kewajaran Laporan Keuangan tersebut, yang akan disampaikan pada anggotanya. Akan tetapi, jika pemeriksaan keuangannya dilakukan oleh audit eksternal, dalam hal ini akuntan publik, maka kemampuan laporan hasil pengauditan dapat digunakan lebih luas lagi, yaitu antara lain kepada bank, jika akan meminjam modal atau kepada investor sebagai penanam modal dan lain sebagainya. Hasil laporan audit dapat dikatakan memiliki keabsahan hukum, dikarenakan telah melakukan proses pembuktian dari hasil pemeriksaan, dengan memberikan laporan pendapat yang diterbitkan oleh auditor independen dengan memiliki kekuatan hukum yang kuat. Proses pemeriksaan yang

7

Salah Fungsikan Kredit

Akuntabilitas Sebuah Koperasi

Koperasi merupakan suatu badan usaha yang berbadan hukum dan dimiliki oleh anggota yang merupakan pemakai jasa (users). Sementara badan usaha jenis lain (perusahaan), pada dasarnya dimiliki oleh para penanam modal (investor), baik individu maupun kelompok. Kepemilikanlah yang membedakan badan usaha koperasi dengan perusahaan bukan koperasi, tentu selain perbedaan dalam tujuannya. Badan usaha yang bukan koperasi, biasanya sebagian besar menerapkan prinsip ekonomi model lama, yakni bertujuan mendapatkan laba yang setinggi-tingginya dengan modal yang sekecilkecilnya. Sebaliknya di dalam organisasi koperasi, tujuan utamanya bukan untuk mencari laba yang setinggi-tingginya, akan tetapi berupaya untuk mensejahterakan anggota. Upaya yang dilakukan oleh suatu organisasi koperasi dalam mensejahterakan anggotanya tidak dapat lepas dari besarnya partisipasi yang diberikan anggota. Keaktifan seorang anggota dapat diwujudkan antara lain dengan bersedia secara pribadi menjadi pengurus atau pengawas koperasi yang harus memiliki akuntabilitas yang baik. Pengertian akuntabilitas adalah suatu kemampuan mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang telah dijalankan terhadap pihakpihak yang seharusnya atau patut menerima pertanggungjawaban. Anggota yang merupakan pemilik mutlak suatu organisasi koperasi, harus mendapatkan informasi tentang keberadan usaha. Informasi itu dapat dilihat dalam laporan pengurus yang berisikan tentang laporan keuangan ataupun laporan tentang kegiatan usaha koperasi yang biasanya diberikan kepada para anggota dalam setiap Rapat Anggota. Suatu badan usaha dalam proses organisasinya harus memiliki catatan yang berhubungan dengan keuangan ataupun nonkeuangan, secara terinci dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam organisasi koperasi, pertanggungjawaban itu harus dilakukan kepada seluruh anggota dalam kurun waktu satu tahun sekali, dalam rapat anggota tahunan (RAT).

Pakar Bicara

dilakukan sesuai dengan standar audiĆ&#x;ng yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dengan cara memeriksa semua proses finansial dari mulai terjadi transaksi (perjanjian) yang menghasilkan bukti transaksi, sampai pembuatan laporan keuangan koperasi yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian yang meliputi Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, Laporan Promosi Anggota, dan catatan atas laporan keuangan yang diterima umum dengan seluruh hasil sesuai dengan kenyataannya. Aturan Hukum Pemeriksaan Koperasi terdapat dalam pasal 40 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian yang berbunyi bahwa koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik, yang dalam penjelasannya dipaparkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang berkepentingan dengan cara pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan dan laporan lainnya sesuai dengan keperluan koperasi. Aturan hukum yang lain yang digunakan sebagai dasar proses pemeriksaan dalam koperasi yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 27 Per 1 Oktober 2004 (Revisi 1998) tentang Akuntansi Perkoperasian yang harus digunakan dalam laporan material suatu organisasi koperasi. Sedangkan untuk auditornya yaitu harus sesuai dengan Standar Auditing yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik Per 1 Agustus 1994 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan demikian, untuk menghasilkan akuntabilitas yang baik dari sebuah koperasi, dapat dilakukan oleh auditor eksternal karena ada dasar hukumnya, tidak cukup hanya menggandalkan Badan Pemeriksa dari intern koperasi itu sendiri. Penulis adalah Sekretaris ISEI Bali 2010-2013, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Denpasar. Juga sebagai Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Undiknas Denpasar. Edisi 04/April 2011

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdapat di wilayah Provinsi Bali sebagian besar telah melakukan inovasi dalam produksi, packaging, maupun proses produksi. Inovasi yang dilakukan selalu dapat mengubah dan meningkatkan nilai tambah produk. Berdasarkan peningkatan nilai tambah produksi, secara keseluruhan kualitas dan kinerja produk, mampu merebut pasar. Inovasi dalam berbagai hal tersebut, memberi kontribusi pada peningkatan jumlah penjualan. Permodalan Sesungguhnya pelaku UMKM di Bali kurang realistis dalam penggunaan dan penetapan jumlah kredit yang diinginkan. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan kredit yang diperolehnya, tidak disesuaikan dengan fungsi penggunaan dan kemampuan dalam pengembaliannya. Penggunaan pinjaman tidak sesuai dengan fungsi kredit yang diperoleh. Kredit investasi digunakan sebagai kredit modal keja, demikian juga kredit modal kerja digunakan sebagai investasi. Akibatnya, salah pemanfaatan fungsi pinjaman, menimbulkan kualitas cashflows (uang masuk-keluar) menjadi kacau. Akhirnya suatu saat perusahaan mendapatkan kesulitan. Likuiditas usaha menjadi kocar-kacir, seperti kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, baik untuk membayar cicilan dan biaya bunga bank, membayar kewajiban upah, maupun biaya bahan baku dari pemasok. Kondisi tersebut membutuhkan pemahaman para pelaku UMKM, tentang pengelolaan keuangan khususnya pengunaan modal. Dewasa ini pelaku UMKM mempunyai kesempatan yang ekspansif dalam mendapatkan modal. Mereka dapat mengambil kredit sampai di atas Rp 100 juta. Tak jarang lembaga keuangan dan non keuangan seperti koperasi, sudah mencanangkan kredit lunak sebagai investasi maupun modal kerja. Bantuan pembiayaan juga didapatkan dari bank pemerintah, bank swasta nasional, maupun lembaga keuangan lain. Beberapa penelitian yang terpercaya, memberikan gambaran lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada usaha UMKM di daerah Bali sampai tahun 2011, sebagai beriut :

campuran tunai dan kredit, namun sebagian besar (43,21%), dilakukan dalam sistem lain. Sistem tunai dilakukan karena terkait dengan jenis produk yang diperjualbelikan. Sistem penjualan tunai ini, ketika produk yang dipasarkan merupakan produk yang digunakan konsumen akhir, dengan sistem pemasaran secara langsung. Pengusaha melakukan pengembangan rancangan (desain) pemasaran, guna meningkatkan penjualan produk sebagai upaya yang dilakukan oleh UMKM di Bali. Wilayah pemasaran selain lokal dan regional, juga sudah mencapai nasional maupun internasional. Para Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara juga merupakan pasar utama dalam pemasaran produk UMKM di Bali. Pola yang digunakan untuk meningkatkan penjualan adalah seperti gambar berikut :

Sumber ISI Bali, 2010

Sumber : survey ISI Bali,2010

Pemasaran Sistem penjualan produk umumnya dilakukan dengan sistem kredit maupun

Teknologi dan Mesin Dalam menjalankan usahanya, sebagian besar (78%) pelaku UMKM telah memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya, teknologi komputer. Teknologi ini digunakan sebagai salah satu sarana untuk melakukan inovasi produk, proses produksi, pemasaran, maupun administrasi. Di samping teknologi komputer, juga sudah terdapat teknologi keras (mesin mesin) atau alat produksi yang memadai. Tidak semua alat mesin itu merupakan mesin impor. Pengusaha UMKM di Bali masih mempercayakan produk mesin lokal atau mesin tradisional dibandingkan dengan produk mesin impor. Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas produk dan menekan biaya produksi. Kondisi mesin produksi yang akan dibeli untuk komoditas, rata-rata mesin baru atau mesin yang berumur di bawah 5 tahun. Sebagian besar lebih memilih mesin lokal dengan teknologi sederhana dan tepat guna. Bersambung

Bahan Baku dan Tenaga Kerja BAHAN baku dan tenaga kerja di sektor UMKM, ibaratnya dua hal yang berseberangan. Bahan baku sudah makin sulit dipenuhi, sementara tenaga kerja bagi UMKM masih sangat mudah didapat karena tidak memerlukan pendidikan tiggi. UMKM umumnya mengandalkan bahan baku lokal dan regional. UMKM di Bali memiliki keterkaitan ke belakang (backward lingkage) yang cukup kuat dengan daerah sekitarnya. Ketergantungan pada wilayah sekitar cukup besar dalam penyediaan bahan baku. Sebagian besar bahan baku dari Edisi 04/April 2011

daerah Bali sendiri, relatif terbatas. Bahan baku untuk kepentingan ekspor bagi UMKM sudah semakin langka. Bahan baku ini di samping sebagian kecil dihasilkan di daerah Bali, lebih banyak berasal dari daerah luar Bali seperti Kalimantan (kayu), Jawa (perak, tembaga) dan juga berasal dari Lombok maupun Jawa Timur. Ke depan diperlukan persiapan bahan baku yang lebih baik, mungkin bahan baku sintetis, seperti bahan baku yang bukan berasal dari sumber natural. Kepentingan bahan baku bagi usaha UMKM di daerah Bali, akan

menjadi krusial, bila pemerintah tidak secara serius membuat perencanaan yang memadai sesuai dengan kebutuhan UMKM. Sesungguhnya kelangkaan bahan baku sudah dialami UMKM di Bali khususnya produk home industry, baik untuk pasar lokal maupun internasional. Sementara struktur tenaga kerja para pelaku UMKM di Bali, lebih memilih tenaga kerja yang berasal dari lokasi yang dekat dengan letak usaha, maupun masyarakat sekitar. Tenaga kerja yang digunakan sebagian besar menggunakan tenaga kerja tetap dan berpendidikan

SMA. Penggunaan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang tidak tinggi ini disebabkan oleh jenis pekerjaan yang dikerjakan merupakan keterampilan, bersifat turun-temurun dan bakat alamiah. Mereka merupakan pekerja yang mempunyai naluri seni yang sangat tinggi. Tenaga kerja ini sangat terampil dan kreatif. Usaha UMKM seperti pada produk kerajinan, tidak membutuhkan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan tinggi, sehingga relatif gampang didapat, karena bisa memberikan peluang kepada masyarakat sekitar tempat usaha.


Galang Kangin

Galang Kangin

“Go Organic”,

Program Peduli, Mitra Kerja Petani

Perbaiki dari Hulu

P

Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta (bertopi klangsah) diantara petani saat panen perdana padi organik di Subak Buangga, Petang Sebagai daerah tujuan wisata paling potensial di Bali, bahkan Indonesia, Kabupaten Badung tak hanya mengandalkan sektor bergelimang dolar itu. Pertanian dalam arti luas juga mendapat perhatian cukup serius dari pimpinan daerah keris ini. Pasalnya, sebagian besar masyarakatnya masih bergelut di sektor “berlumpur” tersebut. Wujud motivasi terhadap petani, diperlihatkan melalui kehadiran Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta di tengah sawah Subak Buangga, Kecamatan Petang, akhir Maret lalu. Di antara para petani, Sudikerta melakukan panen perdana padi dengan sistem organik di subak tersebut. Mengenakan topi petani, Wakil Bupati melakukan penyabitan padi, kemudian

mengangkat tinggi-tinggi segenggam batang padi. Sudikerta kemudian menyempatkandiri berdialog dengan petani di wantilan setempat, tak jauh dari bentangan sawah nan luas Subak Buangga. Menurut Sudikerta, pertanian organik merupakan upaya terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui pertanian organic tak hanya akan meningkatkan hasil pertanian, tetapi di sisi lain akan berefek pada kesehatan manusia lebih baik dan menjaga kelestarian lingkungan. “Penyelamatan lingkungan dari bagian hulu sangat penting dan akan memberi manfaat di hilir. Subak Buangga berada di hulu (utara). Sistem pertanian organik yang telah dilakukan petani Subak Buangga akan membebaskan alam -- tanah, air dan udara -dari pencemaran zat kimia yang selama ini digunakan petani lewat pupuk anorganik maupun pestisida,” kata Sudikerta. Kata Wakil Bupati, dalam perencanaan pembangunan di Badung, tak lepas dari lima prinsip dasar yang melandasinya. Sudikerta menyebutnya “triple track strategy plus two”. Strategi ini meliputi pertumbuhan, peluang kerja, pengentasan kemiskinan, kebudayaan, dan lingkungan hidup. Penggarapan sektor pertanian merupakan penjabaran strategi tersebut menyangkut aspek kelestarian lingkungan hidup yang diwujudkan melalui program “Badung go organic farming”. Sebelumnya, kegiatan serupa

cukup banyak dilakukan, seperti gerakan tidak membakar jerami, demplot SRI (Sistem of Rice Intensification), pembuatan pupuk organik program simantri dan pengembangan sarana dan prasaranannya. Puji Petani Di bagian lain, Sudikerta memuji langkah petani Subak Buangga yang telah menerapkan sistem pertanian organik. Apa yang dilakukan itu tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan hasil, tetapi juga mampu membawa keseimbangan bagi alam. Karena pertanian organik dengan penggunaan pupuk organik, akan memberi kehidupan bagi ekosistem di sawah. “Dalam kondisi kekhawatiran tentang kelangkaan pangan dalam skala daerah (provinsi), regional, nasional bahkan internasional, ternyata krama Subak Buangga mampu menghasilkan pangan (beras) berkualitas dari praktek usaha tani yang alami dan ramah lingkungan yaitu usaha tani padi go organic,” puji Sudikerta. Dalam kesempatan tersebut Sudikerta memberikan bantuan sebesar 10 juta kepada krama Subak Buangga sekaligus menghimbau supaya hikmah dan pengalaman dari sukses Subak Buangga dapat ditularkan dan dijadikan contoh oleh seluruh subak di Kabupaten Badung. Sudikerta berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada predikat go organic, tetapi berlanjut pada upaya untuk mencapai predikat produksi beras organik yang bersertifikat.

Sajian Utama 9

Meningkat 8,3 Persen Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, Ir. I.G.A.K. Sudaratmaja, M.S. menyatakan, dengan adanya potensi alam yang mendukung, Subak Buangga akan dikembangkan sebagai tempat rumah percontohan pembuatan pupuk organik. Diharapkan, penggunaan pupuk organik tidak saja pada komoditas pangan saja, melainkan dapat berkembang pada komoditas perkebunan, sehingga Kabupaten Badung yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata, bisa tampil memberi hasil produkproduk pertanian organic, mengingat peluang pasar yang sangat memungkinkan. Model pertanian orgganik yang diterapkan petani Subak Buangga sejak 2008, telah memperlihatkan hasil cukup menggebirakan. Sebelumnya, hasil panen yang tidak menerapkan budidaya pertanian organic, diperoleh hasil 66.77 kwintal/ha GKP (gabah kering panen). Sementara hasil panen berdasarkan pengambilan ubinan pada padi sawah yang telah menerapkan budidaya organik pada tiga lokasi, diperoleh 84.46 kwintal/ha GKP (gabah kering panen), dan 77.23 kwintal/ha GKP, dan 55.23 kwintal/ha GKP. Rata-rata menghasilkan 72.71 kwintal/ha GKP. Ini berarti ada peningkatan produksi 8.30 %. Hasil ini tentu dapat memberi peluang peningkatan produksi padi di samping memperoleh hasil kualitas produksi yang lebih baik. Edisi 04/April 2011

anen perdana padi organik di Subak Buangga, Desa Getasan, Petang, telah dilakukan Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, 31 Maret lalu. Hasil panen dibeli langsung oleh unit Agro KSU Kharisma Madani, sebagai mitra kerja, dengan harga Rp 100 lebih mahal. Dari harga pasar saat itu Rp 2.900/kg GKP, Kharisma Madani membeli dengan harga Rp 3.000/kg GKP. Program kerja sama yang disebut beras sehat Bali Madani, dijalin antara Kharisma Farm Unit Agro KSU Kharisma Madani dengan petani setempat melalui Koperasi Tani Munduk Buangga. Tak hanya dalam pembelian hasil panen, kemitraan yang sudah berjalan di antaranya pengadaan dua buah dores (pemecah gabah), alat timbangan, pembelian gabah pada saat panen (GKP) secara tunai. Hanya padi petani yang menggunakan pupuk organik Agrodyke saja yang dibeli, jelas Made Swartawan, staf dari Kharisma Farm. “Areal panen meliputi lahan subak seluas 46 hektar,” kata Wayan Slamet, salah satu pengurus Koperasi Tani Munduk Buangga. Penggunaan pupuk organik Agrodyke yang sudah dirasakan petani mampu meningkatkan hasil panen. Rencana masa tanam berikutnya, Juni 2011 yang bertepatan dengan hari manis Galungan, makin meluas, di mana kelihan Munduk Beng dan Bengkel sudah menyatakan siap mengikuti program yarnen (bayar panen) yang dikembangkan Bali Madani. Ini berarti luasan lahan akan bertambah menjadi 98 hektar. Dalam musim tanam ke depan, tak hanya dilakukan pemanfaatan pupuk Agrodyke secara lebih efektif, tetapi juga penggunaan bibit yang baik dan unggul, dari varietas ciherang dan cigeulis. Para petani setempat berharap bibit untuk kedua varietas

Edisi 04/April 2011

tersebut bisa disiapkan. Penggunaan kedua varietas ini juga dimaksudkan sebagai upaya menjaga mutu beras sehat Bali Madani. “Pergantian varietas juga berarti memutus siklus perkembangan hama penyakit yang sering merugikan petani,” terang Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Petang, Nyoman Suardana. Kemitraan Program kemitraan beras sehat Bali Madani ini, dilatarbelakangi oleh kepedulian Ketua KSU Kharisma Madani, Putu Sumadana Wahyu, terhadap permasalahan yang dihadapi petani. Sebelum memutuskan membentuk unit agro, pihak KSU Kharisma Madani telah melakukan kunjungan ke petanipetani di Riang Gede-Tabanan, Punggul-Abiansemal-Badung, dan beberapa subak di berbagai daerah lainnya. Putu merasa prihatin akan nasib petani yang masih menjual hasil panennya kepada para pengijon, yang sangat tidak berpihak pada nasib petani. “Di daerah kami tidak ada sekaa manyi. Banyak petani memilih kerja lain yang relatif lebih cepat memperoleh hasil, seperti menjadi kuli bangunan. Sulitnya mendapatkan buruh panen, membuat kami sering terpaksa menjual langsung di sawah,” kata Sumarya, petani di Riang Gede, Tabanan. Apa yang didapati di lapangan itu kemudian menggugah seorang Putu Sumadana Wahyu memutuskan untuk mencoba terjun dengan program Bali Madaninya.

Ketua KSU Kharisma Madani Putu Sumadana Wahyu menerima padi hasil panen dari Wakil Bupati Badung

Tak Mudah Beralih ke Organik PENGALIHAN pemakaian pupuk anorganik secara bertahap ke pupuk organik disikapi beragam oleh petani, terutama yang menggarap lahan basah. Isu bahwa di tahun 2012 subsidi pupuk akan dihentikan oleh pemerintah, oleh sebagian petani dianggap masalah tersendiri. Belum banyak petani yang siap meninggalkan pupuk anorganik khususnya Urea, yang sudah terbiasa digunakan petani selama berpuluh tahun. Di sisi lain petani mempertanyakan, apakah pupuk organik yang kini banyak dipromosikan menyusul ajakan Menteri Pertanian dan Gubernur Bali untuk go organic, mampu menggantikan gg posisi p pupuk p p anorganik. g Meski kekhawatiran petani masih ada, a, namun mun secara bertahap petani mulai menggunakan pupuk upuk organik o dan merasakan manfaatnya. Ini telah dibuktikan kan petani peetani Subak Buangga, Petang. Pekaseh Subak ubak Buangga, I Gusti Putu Dana, mengemukakan pada mulanya m sangat sulit. Namun di tahun 2007, berkat at bina binaan aan seorang mantri tani, Wayan Sandi, kesadaran petani petani untuk menggunakan pupuk organik yang ramah ah ling lingkungan gkungan makin baik. Mulai dari memanfaatkan kotoran otoran sapi dan kencingnya. Awalnya, tidak mudah meyakinkan akinkaan petani untuk mencoba metode yang baru. u. Septemberr 2010 2010, 0, limbah sapi tersebut disempurnakan dengan engan n pupuk Agrodyke. Selanjutnya, hasil olahan olahaan berupa kompos ditebar pada lahan n sawah saw wah yang telah ditraktor. Pada masa pemeliharaan, asa pe emeliharaan, tanaman padi disemprot empro ot dengan bio-urine yang merupakan erupakkan hasil olahan kencing sapi pi dicampur dicaampur dengan pupuk Agrodyke rodykee serta bahan alamii lain. Dari beberapa pupuk puk organik yang telah h dicoba, kombinasii dengan pupuk Agrodyke diperoleh eh hasil yang maksimal. mal.

I Gusti Putu Dana

8 Sajian Utama


Galang Kangin

Galang Kangin

“Go Organic”,

Program Peduli, Mitra Kerja Petani

Perbaiki dari Hulu

P

Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta (bertopi klangsah) diantara petani saat panen perdana padi organik di Subak Buangga, Petang Sebagai daerah tujuan wisata paling potensial di Bali, bahkan Indonesia, Kabupaten Badung tak hanya mengandalkan sektor bergelimang dolar itu. Pertanian dalam arti luas juga mendapat perhatian cukup serius dari pimpinan daerah keris ini. Pasalnya, sebagian besar masyarakatnya masih bergelut di sektor “berlumpur” tersebut. Wujud motivasi terhadap petani, diperlihatkan melalui kehadiran Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta di tengah sawah Subak Buangga, Kecamatan Petang, akhir Maret lalu. Di antara para petani, Sudikerta melakukan panen perdana padi dengan sistem organik di subak tersebut. Mengenakan topi petani, Wakil Bupati melakukan penyabitan padi, kemudian

mengangkat tinggi-tinggi segenggam batang padi. Sudikerta kemudian menyempatkandiri berdialog dengan petani di wantilan setempat, tak jauh dari bentangan sawah nan luas Subak Buangga. Menurut Sudikerta, pertanian organik merupakan upaya terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui pertanian organic tak hanya akan meningkatkan hasil pertanian, tetapi di sisi lain akan berefek pada kesehatan manusia lebih baik dan menjaga kelestarian lingkungan. “Penyelamatan lingkungan dari bagian hulu sangat penting dan akan memberi manfaat di hilir. Subak Buangga berada di hulu (utara). Sistem pertanian organik yang telah dilakukan petani Subak Buangga akan membebaskan alam -- tanah, air dan udara -dari pencemaran zat kimia yang selama ini digunakan petani lewat pupuk anorganik maupun pestisida,” kata Sudikerta. Kata Wakil Bupati, dalam perencanaan pembangunan di Badung, tak lepas dari lima prinsip dasar yang melandasinya. Sudikerta menyebutnya “triple track strategy plus two”. Strategi ini meliputi pertumbuhan, peluang kerja, pengentasan kemiskinan, kebudayaan, dan lingkungan hidup. Penggarapan sektor pertanian merupakan penjabaran strategi tersebut menyangkut aspek kelestarian lingkungan hidup yang diwujudkan melalui program “Badung go organic farming”. Sebelumnya, kegiatan serupa

cukup banyak dilakukan, seperti gerakan tidak membakar jerami, demplot SRI (Sistem of Rice Intensification), pembuatan pupuk organik program simantri dan pengembangan sarana dan prasaranannya. Puji Petani Di bagian lain, Sudikerta memuji langkah petani Subak Buangga yang telah menerapkan sistem pertanian organik. Apa yang dilakukan itu tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan hasil, tetapi juga mampu membawa keseimbangan bagi alam. Karena pertanian organik dengan penggunaan pupuk organik, akan memberi kehidupan bagi ekosistem di sawah. “Dalam kondisi kekhawatiran tentang kelangkaan pangan dalam skala daerah (provinsi), regional, nasional bahkan internasional, ternyata krama Subak Buangga mampu menghasilkan pangan (beras) berkualitas dari praktek usaha tani yang alami dan ramah lingkungan yaitu usaha tani padi go organic,” puji Sudikerta. Dalam kesempatan tersebut Sudikerta memberikan bantuan sebesar 10 juta kepada krama Subak Buangga sekaligus menghimbau supaya hikmah dan pengalaman dari sukses Subak Buangga dapat ditularkan dan dijadikan contoh oleh seluruh subak di Kabupaten Badung. Sudikerta berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada predikat go organic, tetapi berlanjut pada upaya untuk mencapai predikat produksi beras organik yang bersertifikat.

Sajian Utama 9

Meningkat 8,3 Persen Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, Ir. I.G.A.K. Sudaratmaja, M.S. menyatakan, dengan adanya potensi alam yang mendukung, Subak Buangga akan dikembangkan sebagai tempat rumah percontohan pembuatan pupuk organik. Diharapkan, penggunaan pupuk organik tidak saja pada komoditas pangan saja, melainkan dapat berkembang pada komoditas perkebunan, sehingga Kabupaten Badung yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata, bisa tampil memberi hasil produkproduk pertanian organic, mengingat peluang pasar yang sangat memungkinkan. Model pertanian orgganik yang diterapkan petani Subak Buangga sejak 2008, telah memperlihatkan hasil cukup menggebirakan. Sebelumnya, hasil panen yang tidak menerapkan budidaya pertanian organic, diperoleh hasil 66.77 kwintal/ha GKP (gabah kering panen). Sementara hasil panen berdasarkan pengambilan ubinan pada padi sawah yang telah menerapkan budidaya organik pada tiga lokasi, diperoleh 84.46 kwintal/ha GKP (gabah kering panen), dan 77.23 kwintal/ha GKP, dan 55.23 kwintal/ha GKP. Rata-rata menghasilkan 72.71 kwintal/ha GKP. Ini berarti ada peningkatan produksi 8.30 %. Hasil ini tentu dapat memberi peluang peningkatan produksi padi di samping memperoleh hasil kualitas produksi yang lebih baik. Edisi 04/April 2011

anen perdana padi organik di Subak Buangga, Desa Getasan, Petang, telah dilakukan Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, 31 Maret lalu. Hasil panen dibeli langsung oleh unit Agro KSU Kharisma Madani, sebagai mitra kerja, dengan harga Rp 100 lebih mahal. Dari harga pasar saat itu Rp 2.900/kg GKP, Kharisma Madani membeli dengan harga Rp 3.000/kg GKP. Program kerja sama yang disebut beras sehat Bali Madani, dijalin antara Kharisma Farm Unit Agro KSU Kharisma Madani dengan petani setempat melalui Koperasi Tani Munduk Buangga. Tak hanya dalam pembelian hasil panen, kemitraan yang sudah berjalan di antaranya pengadaan dua buah dores (pemecah gabah), alat timbangan, pembelian gabah pada saat panen (GKP) secara tunai. Hanya padi petani yang menggunakan pupuk organik Agrodyke saja yang dibeli, jelas Made Swartawan, staf dari Kharisma Farm. “Areal panen meliputi lahan subak seluas 46 hektar,” kata Wayan Slamet, salah satu pengurus Koperasi Tani Munduk Buangga. Penggunaan pupuk organik Agrodyke yang sudah dirasakan petani mampu meningkatkan hasil panen. Rencana masa tanam berikutnya, Juni 2011 yang bertepatan dengan hari manis Galungan, makin meluas, di mana kelihan Munduk Beng dan Bengkel sudah menyatakan siap mengikuti program yarnen (bayar panen) yang dikembangkan Bali Madani. Ini berarti luasan lahan akan bertambah menjadi 98 hektar. Dalam musim tanam ke depan, tak hanya dilakukan pemanfaatan pupuk Agrodyke secara lebih efektif, tetapi juga penggunaan bibit yang baik dan unggul, dari varietas ciherang dan cigeulis. Para petani setempat berharap bibit untuk kedua varietas

Edisi 04/April 2011

tersebut bisa disiapkan. Penggunaan kedua varietas ini juga dimaksudkan sebagai upaya menjaga mutu beras sehat Bali Madani. “Pergantian varietas juga berarti memutus siklus perkembangan hama penyakit yang sering merugikan petani,” terang Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Petang, Nyoman Suardana. Kemitraan Program kemitraan beras sehat Bali Madani ini, dilatarbelakangi oleh kepedulian Ketua KSU Kharisma Madani, Putu Sumadana Wahyu, terhadap permasalahan yang dihadapi petani. Sebelum memutuskan membentuk unit agro, pihak KSU Kharisma Madani telah melakukan kunjungan ke petanipetani di Riang Gede-Tabanan, Punggul-Abiansemal-Badung, dan beberapa subak di berbagai daerah lainnya. Putu merasa prihatin akan nasib petani yang masih menjual hasil panennya kepada para pengijon, yang sangat tidak berpihak pada nasib petani. “Di daerah kami tidak ada sekaa manyi. Banyak petani memilih kerja lain yang relatif lebih cepat memperoleh hasil, seperti menjadi kuli bangunan. Sulitnya mendapatkan buruh panen, membuat kami sering terpaksa menjual langsung di sawah,” kata Sumarya, petani di Riang Gede, Tabanan. Apa yang didapati di lapangan itu kemudian menggugah seorang Putu Sumadana Wahyu memutuskan untuk mencoba terjun dengan program Bali Madaninya.

Ketua KSU Kharisma Madani Putu Sumadana Wahyu menerima padi hasil panen dari Wakil Bupati Badung

Tak Mudah Beralih ke Organik PENGALIHAN pemakaian pupuk anorganik secara bertahap ke pupuk organik disikapi beragam oleh petani, terutama yang menggarap lahan basah. Isu bahwa di tahun 2012 subsidi pupuk akan dihentikan oleh pemerintah, oleh sebagian petani dianggap masalah tersendiri. Belum banyak petani yang siap meninggalkan pupuk anorganik khususnya Urea, yang sudah terbiasa digunakan petani selama berpuluh tahun. Di sisi lain petani mempertanyakan, apakah pupuk organik yang kini banyak dipromosikan menyusul ajakan Menteri Pertanian dan Gubernur Bali untuk go organic, mampu menggantikan gg posisi p pupuk p p anorganik. g Meski kekhawatiran petani masih ada, a, namun mun secara bertahap petani mulai menggunakan pupuk upuk organik o dan merasakan manfaatnya. Ini telah dibuktikan kan petani peetani Subak Buangga, Petang. Pekaseh Subak ubak Buangga, I Gusti Putu Dana, mengemukakan pada mulanya m sangat sulit. Namun di tahun 2007, berkat at bina binaan aan seorang mantri tani, Wayan Sandi, kesadaran petani petani untuk menggunakan pupuk organik yang ramah ah ling lingkungan gkungan makin baik. Mulai dari memanfaatkan kotoran otoran sapi dan kencingnya. Awalnya, tidak mudah meyakinkan akinkaan petani untuk mencoba metode yang baru. u. Septemberr 2010 2010, 0, limbah sapi tersebut disempurnakan dengan engan n pupuk Agrodyke. Selanjutnya, hasil olahan olahaan berupa kompos ditebar pada lahan n sawah saw wah yang telah ditraktor. Pada masa pemeliharaan, asa pe emeliharaan, tanaman padi disemprot empro ot dengan bio-urine yang merupakan erupakkan hasil olahan kencing sapi pi dicampur dicaampur dengan pupuk Agrodyke rodykee serta bahan alamii lain. Dari beberapa pupuk puk organik yang telah h dicoba, kombinasii dengan pupuk Agrodyke diperoleh eh hasil yang maksimal. mal.

I Gusti Putu Dana

8 Sajian Utama


Galang Kangin

10 Analisis Koperasi & UMKM

Galang Kangin

Likuiditas UMKM Kocar-Kacir (2) Prof. DR. I Ketut Rahyuda, SE, MSIE

Oleh Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM *)

*) Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM adalah Sekretaris Ikatan sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali 2010-2013, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas University, yang saat ini menjabat juga Dekan Fak. Ekonomi & Bisnis (FEB) dan Ketua program Studi Magister manajemen (MM) Undiknas University.

Keabsahan Audit Koperasi Laporan pertanggungjawaban oleh pengurus, harus sesuai dengan AD/ART yang telah disetujui oleh anggota. Kalaupun terdapat penyimpangan, harus disertai dengan alasan yang jelas dan ada pembuktiannya, sehingga di sinilah diperlukan auditor untuk mengaudit laporan yang telah dibuat oleh pengurus koperasi tersebut. Proses audit hasil laporan akhir dari pengurus koperasi dapat dilakukan oleh badan pemeriksa yang ada dalam organisasi koperasi (internal audit) -- yang diangkat oleh pengawas dengan persetujuan anggota --, atau dilakukan oleh pengawas sendiri yang merupakan salah satu perangkat organisasi koperasi. Dengan catatan keduanya memiliki pengetahuan tentang proses audit yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan juga memiliki sifat yang jujur dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun (independen). Sedangkan jika menggunakan pemeriksa dari luar organisasi koperasi (eksternal audit), harus meminta jasa dari akuntan publik yang independen. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam organisasi koperasi, terbagi menjadi dua, yaitu pemeriksaan formal dan pemeriksaan material (Munkner,1997). Perbedaan jenis pemeriksaan keuangan, sebagai beriukut : a. Pemeriksaan Keuangan Formal, yaitu pemeriksaan yang berkenaan dengan ketetapan matematis hasil pengelolaan manajemen yang diperlihatkan dalam neraca keuangan. b. Pemeriksaan Material, yaitu pemeriksaan yang berkenaan dengan penilaian yang objektif tentang kualitas pengelolaan manajemen selama periode tertentu. Terhadap laporan keuangan koperasi yang digolongkan ke dalam pemeriksaan formal hukum yang berlaku, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi No. 27 (Revisi 1988) Tentang Akuntansi Perkoperasian yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia Per 1 Oktober 2004 dari halaman 27.1 sampai dengan 27.18 yang merupakan panduan

proses pencatatan keuangan, yang dimulai dari adanya transaksi sampai menghasilkan laporan keuangan yang berlaku umum. Sedangkan pelaksanaan pemeriksaannya, baik yang dilakukan oleh internal audit ataupun eksternal audit, harus berdasarkan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. 02 sampai dengan PSA No. 58 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Per 1 Agustus 1994 yang berisikan tentang aturanaturan pengauditan yang telah berlaku umum. Pemeriksaan material seharusnya dilakukan pula pada suatu organisasi koperasi meskipun penilaiannya sulit, karena berhubungan dengan pengambilan keputusan atau kebijaksanaan yang cenderung sering berubahubah sesuai dengan keadaan pada saat dipilihnya alternatif yang terbaik sesuai dengan pertimbangan yang akurat. Kedua jenis pemeriksaan ini sangat dibutuhkan dalam penilaian klasifikasi koperasi yang ditetapkan dalam 4 (empat) peringkat sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 129/ KEP/M.KUKMI/XI/2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi. Memiliki Fungsi Sama Hasil dari suatu pemeriksaan keuangan dalam suatu organisasi koperasi, baik yang dihasilkan oleh audit internal maupun audit eksternal, pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama untuk memberikan laporan tentang keabsahan dan kewajaran Laporan Keuangan tersebut, yang akan disampaikan pada anggotanya. Akan tetapi, jika pemeriksaan keuangannya dilakukan oleh audit eksternal, dalam hal ini akuntan publik, maka kemampuan laporan hasil pengauditan dapat digunakan lebih luas lagi, yaitu antara lain kepada bank, jika akan meminjam modal atau kepada investor sebagai penanam modal dan lain sebagainya. Hasil laporan audit dapat dikatakan memiliki keabsahan hukum, dikarenakan telah melakukan proses pembuktian dari hasil pemeriksaan, dengan memberikan laporan pendapat yang diterbitkan oleh auditor independen dengan memiliki kekuatan hukum yang kuat. Proses pemeriksaan yang

7

Salah Fungsikan Kredit

Akuntabilitas Sebuah Koperasi

Koperasi merupakan suatu badan usaha yang berbadan hukum dan dimiliki oleh anggota yang merupakan pemakai jasa (users). Sementara badan usaha jenis lain (perusahaan), pada dasarnya dimiliki oleh para penanam modal (investor), baik individu maupun kelompok. Kepemilikanlah yang membedakan badan usaha koperasi dengan perusahaan bukan koperasi, tentu selain perbedaan dalam tujuannya. Badan usaha yang bukan koperasi, biasanya sebagian besar menerapkan prinsip ekonomi model lama, yakni bertujuan mendapatkan laba yang setinggi-tingginya dengan modal yang sekecilkecilnya. Sebaliknya di dalam organisasi koperasi, tujuan utamanya bukan untuk mencari laba yang setinggi-tingginya, akan tetapi berupaya untuk mensejahterakan anggota. Upaya yang dilakukan oleh suatu organisasi koperasi dalam mensejahterakan anggotanya tidak dapat lepas dari besarnya partisipasi yang diberikan anggota. Keaktifan seorang anggota dapat diwujudkan antara lain dengan bersedia secara pribadi menjadi pengurus atau pengawas koperasi yang harus memiliki akuntabilitas yang baik. Pengertian akuntabilitas adalah suatu kemampuan mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang telah dijalankan terhadap pihakpihak yang seharusnya atau patut menerima pertanggungjawaban. Anggota yang merupakan pemilik mutlak suatu organisasi koperasi, harus mendapatkan informasi tentang keberadan usaha. Informasi itu dapat dilihat dalam laporan pengurus yang berisikan tentang laporan keuangan ataupun laporan tentang kegiatan usaha koperasi yang biasanya diberikan kepada para anggota dalam setiap Rapat Anggota. Suatu badan usaha dalam proses organisasinya harus memiliki catatan yang berhubungan dengan keuangan ataupun nonkeuangan, secara terinci dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam organisasi koperasi, pertanggungjawaban itu harus dilakukan kepada seluruh anggota dalam kurun waktu satu tahun sekali, dalam rapat anggota tahunan (RAT).

Pakar Bicara

dilakukan sesuai dengan standar audiĆ&#x;ng yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dengan cara memeriksa semua proses finansial dari mulai terjadi transaksi (perjanjian) yang menghasilkan bukti transaksi, sampai pembuatan laporan keuangan koperasi yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian yang meliputi Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, Laporan Promosi Anggota, dan catatan atas laporan keuangan yang diterima umum dengan seluruh hasil sesuai dengan kenyataannya. Aturan Hukum Pemeriksaan Koperasi terdapat dalam pasal 40 UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian yang berbunyi bahwa koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik, yang dalam penjelasannya dipaparkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang berkepentingan dengan cara pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan dan laporan lainnya sesuai dengan keperluan koperasi. Aturan hukum yang lain yang digunakan sebagai dasar proses pemeriksaan dalam koperasi yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 27 Per 1 Oktober 2004 (Revisi 1998) tentang Akuntansi Perkoperasian yang harus digunakan dalam laporan material suatu organisasi koperasi. Sedangkan untuk auditornya yaitu harus sesuai dengan Standar Auditing yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik Per 1 Agustus 1994 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan demikian, untuk menghasilkan akuntabilitas yang baik dari sebuah koperasi, dapat dilakukan oleh auditor eksternal karena ada dasar hukumnya, tidak cukup hanya menggandalkan Badan Pemeriksa dari intern koperasi itu sendiri. Penulis adalah Sekretaris ISEI Bali 2010-2013, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Denpasar. Juga sebagai Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Undiknas Denpasar. Edisi 04/April 2011

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdapat di wilayah Provinsi Bali sebagian besar telah melakukan inovasi dalam produksi, packaging, maupun proses produksi. Inovasi yang dilakukan selalu dapat mengubah dan meningkatkan nilai tambah produk. Berdasarkan peningkatan nilai tambah produksi, secara keseluruhan kualitas dan kinerja produk, mampu merebut pasar. Inovasi dalam berbagai hal tersebut, memberi kontribusi pada peningkatan jumlah penjualan. Permodalan Sesungguhnya pelaku UMKM di Bali kurang realistis dalam penggunaan dan penetapan jumlah kredit yang diinginkan. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan kredit yang diperolehnya, tidak disesuaikan dengan fungsi penggunaan dan kemampuan dalam pengembaliannya. Penggunaan pinjaman tidak sesuai dengan fungsi kredit yang diperoleh. Kredit investasi digunakan sebagai kredit modal keja, demikian juga kredit modal kerja digunakan sebagai investasi. Akibatnya, salah pemanfaatan fungsi pinjaman, menimbulkan kualitas cashflows (uang masuk-keluar) menjadi kacau. Akhirnya suatu saat perusahaan mendapatkan kesulitan. Likuiditas usaha menjadi kocar-kacir, seperti kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, baik untuk membayar cicilan dan biaya bunga bank, membayar kewajiban upah, maupun biaya bahan baku dari pemasok. Kondisi tersebut membutuhkan pemahaman para pelaku UMKM, tentang pengelolaan keuangan khususnya pengunaan modal. Dewasa ini pelaku UMKM mempunyai kesempatan yang ekspansif dalam mendapatkan modal. Mereka dapat mengambil kredit sampai di atas Rp 100 juta. Tak jarang lembaga keuangan dan non keuangan seperti koperasi, sudah mencanangkan kredit lunak sebagai investasi maupun modal kerja. Bantuan pembiayaan juga didapatkan dari bank pemerintah, bank swasta nasional, maupun lembaga keuangan lain. Beberapa penelitian yang terpercaya, memberikan gambaran lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada usaha UMKM di daerah Bali sampai tahun 2011, sebagai beriut :

campuran tunai dan kredit, namun sebagian besar (43,21%), dilakukan dalam sistem lain. Sistem tunai dilakukan karena terkait dengan jenis produk yang diperjualbelikan. Sistem penjualan tunai ini, ketika produk yang dipasarkan merupakan produk yang digunakan konsumen akhir, dengan sistem pemasaran secara langsung. Pengusaha melakukan pengembangan rancangan (desain) pemasaran, guna meningkatkan penjualan produk sebagai upaya yang dilakukan oleh UMKM di Bali. Wilayah pemasaran selain lokal dan regional, juga sudah mencapai nasional maupun internasional. Para Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara juga merupakan pasar utama dalam pemasaran produk UMKM di Bali. Pola yang digunakan untuk meningkatkan penjualan adalah seperti gambar berikut :

Sumber ISI Bali, 2010

Sumber : survey ISI Bali,2010

Pemasaran Sistem penjualan produk umumnya dilakukan dengan sistem kredit maupun

Teknologi dan Mesin Dalam menjalankan usahanya, sebagian besar (78%) pelaku UMKM telah memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya, teknologi komputer. Teknologi ini digunakan sebagai salah satu sarana untuk melakukan inovasi produk, proses produksi, pemasaran, maupun administrasi. Di samping teknologi komputer, juga sudah terdapat teknologi keras (mesin mesin) atau alat produksi yang memadai. Tidak semua alat mesin itu merupakan mesin impor. Pengusaha UMKM di Bali masih mempercayakan produk mesin lokal atau mesin tradisional dibandingkan dengan produk mesin impor. Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas produk dan menekan biaya produksi. Kondisi mesin produksi yang akan dibeli untuk komoditas, rata-rata mesin baru atau mesin yang berumur di bawah 5 tahun. Sebagian besar lebih memilih mesin lokal dengan teknologi sederhana dan tepat guna. Bersambung

Bahan Baku dan Tenaga Kerja BAHAN baku dan tenaga kerja di sektor UMKM, ibaratnya dua hal yang berseberangan. Bahan baku sudah makin sulit dipenuhi, sementara tenaga kerja bagi UMKM masih sangat mudah didapat karena tidak memerlukan pendidikan tiggi. UMKM umumnya mengandalkan bahan baku lokal dan regional. UMKM di Bali memiliki keterkaitan ke belakang (backward lingkage) yang cukup kuat dengan daerah sekitarnya. Ketergantungan pada wilayah sekitar cukup besar dalam penyediaan bahan baku. Sebagian besar bahan baku dari Edisi 04/April 2011

daerah Bali sendiri, relatif terbatas. Bahan baku untuk kepentingan ekspor bagi UMKM sudah semakin langka. Bahan baku ini di samping sebagian kecil dihasilkan di daerah Bali, lebih banyak berasal dari daerah luar Bali seperti Kalimantan (kayu), Jawa (perak, tembaga) dan juga berasal dari Lombok maupun Jawa Timur. Ke depan diperlukan persiapan bahan baku yang lebih baik, mungkin bahan baku sintetis, seperti bahan baku yang bukan berasal dari sumber natural. Kepentingan bahan baku bagi usaha UMKM di daerah Bali, akan

menjadi krusial, bila pemerintah tidak secara serius membuat perencanaan yang memadai sesuai dengan kebutuhan UMKM. Sesungguhnya kelangkaan bahan baku sudah dialami UMKM di Bali khususnya produk home industry, baik untuk pasar lokal maupun internasional. Sementara struktur tenaga kerja para pelaku UMKM di Bali, lebih memilih tenaga kerja yang berasal dari lokasi yang dekat dengan letak usaha, maupun masyarakat sekitar. Tenaga kerja yang digunakan sebagian besar menggunakan tenaga kerja tetap dan berpendidikan

SMA. Penggunaan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang tidak tinggi ini disebabkan oleh jenis pekerjaan yang dikerjakan merupakan keterampilan, bersifat turun-temurun dan bakat alamiah. Mereka merupakan pekerja yang mempunyai naluri seni yang sangat tinggi. Tenaga kerja ini sangat terampil dan kreatif. Usaha UMKM seperti pada produk kerajinan, tidak membutuhkan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan tinggi, sehingga relatif gampang didapat, karena bisa memberikan peluang kepada masyarakat sekitar tempat usaha.


Galang Kangin

6

Mengenal Jenis-jenis MARI kita kenali jenis-jenis investasi apa saja yang ada, agar kita dapat lebih mengerti tentang investasi yang tepat untuk dilakukan. Para ahli, seperti Fabozzi dan Tandelilin, mengelompokkan investasi sebagai berikut: Investasi Finansial: Tabungan Berinvestasi dengan memiliki tabungan di salah satu bank, merupakan investasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Keuntungan atas investasi ini tidak adanya risiko (zero risk). Sangat aman karena dijamin oleh pemerintah, dan memperoleh return dalam bentuk bunga bank. Sisi negatif tabungan, uang dengan mudah dapat berkurang (karena dapat diambil kapan saja) dan return yang didapat hanya sebatas bunga bank. Deposito Investasi ini memiliki fungsi yang sama seperti tabungan. Deposito merupakan penyimpanan uang sampai periode waktu tertentu yang telah disepakati. Deposito memiliki jangka waktu penyimpanan sampai jatuh tempo. Uang yang diinvestasikan pada deposito tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Akan tetapi, deposito memberikan bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Investasi ini juga merupakan investasi yang tidak berisiko. Kerugian dari deposito, return yang didapat hanya sebatas bunga yang diberikan, dan jika dibandingkan, investasi pada aset-aset lain dapat memberikan return yang lebih besar. Obligasi Secara sederhana, obligasi merupakan surat hutang dan merupakan bukti bahwa investor telah memberikan n hutang kepada suatu perusahaan (bond) d) atau pemerintah (Surat Utang Negara = SUN). Keuntungan dari kepemilikan obligasi adalah investor medapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Tetapi, sisi negatif dari ri kepemilikan obligasi yaitu jangka waktu u investasi yang cukup panjang (sama dengan atau lebih besar dari satu tahun), n),, sehingga dana yang diinvestasikan tidakk dapat dicairkan jika investor menginginkan kaan untuk berinvestasi pada aset lain. Saham Saham merupakan tanda bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Hal ini berarti investor memiliki sebagian dari perusahaan sesuai dengan besarnya dana yang diinvestasikan investor pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki saham pada suatu perusahaan, investor (dalam m hal ini disebut pemegang saham) akan mendapatkan return berupa dividend, da dan an juga akan berbagi risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki pasar modal, al,, Bursa Efek Indonesia, yang memperjuallbelikan saham-saham atas perusahaan-orr perusahaan go public Indonesia. Investor dapat bertindak sebagai individual investor sttor yang melakukan investasi pada BEI

Galang Kangin

Dari Trotoar ke Warung Permanen

Oleh : Made Reina Candradewi, SE

Investasi

Investasi, secara sederhana adalah kegiatan bermodalkan uang pada sesuatu yang berharga. Dengan kata lain, investasi merupakan suatu proses kepemilikan pada aset-aset real atau finansial yang produktif atau proses akuisisi dari asetaset real atau keuangan. Tujuan dari investasi, tak lain untuk mendapatkan profit atau return (keuntungan) pada masa yang akan datang. dengan bermain saham dan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga saham (stock return). Bagi seseorang yang tidak memiliki keahlian dalam berinvestasi di pasar modal, dapat berinvestasi pada reksadana. Reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi ke berbagai instrumen investasi. Produk-produk DerivaƟf Derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/ commodiƟes yang dijadikan sebagai objek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Produk-produk derivatif yang diperjualbelikan pada Bursa Efek Indonesia adalah kontrak opsi saham (call and put opƟon) dan kontrak berjangka (futures opƟon). Produk-produk derivatif ini dapat melindungi pembeli dan penjualnya pada fluktuasi saham yang tidak diharapkan (hedging risk). Dengan menggunakan analysis dan strategi yang tepat, investor pada produk derivatif bisa mendapatkan return yang relatif tinggi. Akan tetapi, investor juga menghadapi risiko yang cukup tinggi, karena fluktuasi saham sangat g sulit untuk diprediksi. Keahlian dalam berinvestasi di produk-produk derivatif sangat

dibutuhkan, sebelum investor memutuskan untuk berinvestasi pada pasar derivatif. Ekuitas InternaƟonal Ini merupakan bentuk investasi yang dapat memberikan return yang cukup tinggi pada investor, namun di sisi lain juga memiliki risiko yang cukup tinggi. Ekuitas internasional memungkinkan investor untuk berinvestasi pada pasar modal di luar negeri, seperti London Stock Exchange, New York Stock Exchange, Nasdaq Stock Exchange, dan sebagainya. Dengan berinvestasi pada ekuitas internasional, investor memiliki pilihan investasi yang lebih beragam seperti berinvestasi saham-saham pada perusahaan-perusahaan multinasional. Akan tetapi tingkat keuntungan pada ekuitas international dipengaruhi oleh transacƟon cost dan exchange rate fluctuaƟon. Investasi Real Real Asset atau ProperƟ Investasi pada real asset atau properti merupakan investasi yang sangat diminati oleh para investor saat ini, karena properti memiliki nilai jual dan juga nilai sewa yang terus meningkat setiap tahunnya. Investasi ini relatif aman,, akan tetapi p beberapa p hal juga j g harus dipertimbangkan. Berinvestasi pada real asset memerlukan dana

Potret 11

yang cukup besar, terkadang mendapat kendala likuiditas, dan diperlukan strategi dalam pemilihan lokasi properti yang tepat. Emas Sama halnya seperti properti, logam mulia berupa emas juga merupakan tipe investasi yang cukup aman. Nilai emas akan semakin meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya inflasi. Emas juga sangat mudah diperjualbelikan. Investor akan mendapatkan return dari investasi ini sesuai dengan margin atau selisih pada harga penjualan emas saat ini dan pembelian emas terdahulu. Dapat dilihat bahwa kita dapat berinvestasi pada beragam tipe investasi. Tipe-tipe investasi tersebut memberikan nilai return dan risiko yang berbedabeda pula. Keputusan untuk berinvestasi ditentukan oleh tujuan dari investasi tersebut, penentuan kebijakan investasi, dan pemilihan strategi investasi. Dengan melihat betapa pentingnya investasi untuk dilakukan, oleh karena itu masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan investasi. Hal ini dapat dimulai dengan melakukan kegiatan investasi yang paling sederhana, seperti memiliki tabungan atau deposito pada suatu lembaga keuangan seperti koperasi atau bank.

Jalan mencapai kesuksesan memang beragam dan berbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Dari permukaan kadang kelihatan seseorang mencapai kemapanan finansial dengan cara yang mudah, sementara yang lain bahkan harus membanting tulang memeras keringat hanya untuk mencapai kondisi sekadar berkecukupan. Langkah yang mengawali sebuah perjalanan sukses juga sangat variatif. Ada mulai dari modal sendiri, dengan jalan meminjam, adapula lewat kerja sama. SALAH satu yang menapaki usaha lewat jalan terjal sebagai pedagang kelas warung adalah apa yang dialami oleh Reka Dwisumanda, wanita kelahiran Jatim. Memulai usaha warung dengan modal Rp 50.000 dengan membuka warung pinggir jalan, kini ia sudah bisa ngontrak sebuah tempat yang boleh dibilang lumayan di bilangan Jalan Tukad Buaji, Panjer. P “Keberadaan “Keberadaa “Keberada saya kini berkat bantuan KSU K Kharisma Madani,” uja ujarr ibu satu anak yang le lebih dikenal dengan nama n Ibu Reno ini. in ni

Ibu Reno

Edisi 04/April 2011

Edisi 04/April 2011

Dengan Den ng modal awal awaal tak seberapa, ia seb b mulai mu dengan m membuat me m bermacambe b macam m masakan m yang yya dikemas dalam kantong da plasti pla k dan dijual dijju dengan kisaran kisaar harga Rp 1.000 1. 1 - Rp 3.000 0 per. Dengan meminjam memin nja tempat di depan rumah ru um seorang kerabat yan yang ng kebetulan bertempat tinggal ng di pinggir n jalan, Ibu Reno memajang me m dagangannya di atas sebuah meja sse kecil meja kantor. Keahlian k l seukuran k k

memasak berbagai jenis masakan yang dipelajarinya dari orang tuanya, ia mampu memenuhi selera konsumen di sekitar tempatnya berjualan. Dalam waktu singkat jumlah pelanggan yang mampir meningkat pesat, utamanya para ibu rumah tangga yang sibuk bekerja. Keadaan usahanya yang terus membaik, memang membuat kesibukannya menjadi bertambah, namun semangatnya yang sudah bulat untuk meningkatkan taraf hidupnya membuat wanita perkasa ini mampu menangani sebagian besar perkerjaannya seorang diri. Seiring dengan perkembangan usahanya, mulai terpikirkan untuk mencari tempat yang lebih baik dengan menyewa bangunan kecil sekadar bisa untuk tempat bekerja dan berdagang. Kurangnya pengetahuan ekonomi dan managemen keuangan, membuat keinginannya tidak dengan serta merta dapat diwujudkan. Setahun sejak memulai usaha kecil ini, Ibu Reno mengenal KSU Kharisma Madani dari seorang teman yang juga adalah salah satu pelanggan warungnya. Dari bantuan temannya, petugas KSU Kharisma Madani datang menemuinya dan memberinya solusi agar dapat meraih keinginannya memiliki tempat berjualan yang lebih baik. Ibu Reno tak langsung mengajukan permohonan kredit, tetapi meminta bantuan untuk menata catatan keuangannya, karena belum tahu bagaimana membuat catatan keuangan yang baik. Sangat mungkin bintang keberuntungan sedang berpihak padanya, petugas KSU Kharisma Madani yang datang dengan antusias bersedia berbagi pengetahuan dan membimbingnya membuat catatan keuangan. Setelah kurang lebih tiga bulan lamanya mendapat bimbingan, catatan keuangan Ibu Reno menunjukkan kondisi yang sangat memungkinkan untuk mengajukan permohonan kredit. Setelah melengkapi persyaratan yang

diminta, proses pencairan kredit hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat dan sederhana. Dengan tambahan modal Rp 4 juta, bangunan permanen yang ingin disewanya akhirnya didapat. Kini, meski telah memiliki tempat permanen untuk tempat berdagang, ternyata Ibu Reno tidak melupakan jenis dagangan yang menjadi perintis jalan kesuksesannya. Dia tetap berjualan masakan yang murah dan enak untuk ibu-ibu yang tidak punya waktu untuk memasak di pagi hari karena harus bekerja. Sementara siang hingga malam hari Ibu Reno menyediakan nasi campur dengan harga yang terjangkau bagi kantong karyawan kecil dan mahasiswa yang banyak indkos di sekitar tempatnya berdagang di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan. Dengan kualitas tempat yang lebih baik, jenis dagangan yang variatif dan jam buka yang lebih panjang, Ibu Reno mampu menyisakan sebagian besar hasil usahanya yang kini beromzet mendekati 2 digit, untuk ditabung di KSU Kharisma Madani. “Ya…, dari penghasilan berjualan setelah dipotong cicilan kredit, gaji karyawan, ongkos listrik, air, pengembalian modal dan biaya hidup, paling saya bisa menabung Rp 1 - 2 juta per bulan,” kata Ibu Reno yang kini mengaku mampu mengumpulkan keuntungan kotor ratarata Rp 8 juta per bulan. “ Apa yang saya capai ini belum apa-apa, tetapi saya bersyukur atas karunia yang di Atas berkat uluran tanganNya melalui KSU Kharisma Madani yang telah membantu dengan sepenuh hati dan sabar,” ujarnya.

Pasang Iklan Hubungi : Yohana 08164721173 Agus 081236821576


Galang Kangin

12 oleh : Ir.Heri Purwanto

Galang Kangin

Entas Kemiskinan

ke Semua Warga

S

5

koperasi ramah teknologi

Seimbangkan Akses ekilas, kehidupan rakyat Indonesia, khususnya di Bali tampak biasabiasa saja. Kesejahteraan terpapar di depan mata. Sebagai bukti nyata, jalanan terasa makin sumpek saja, karena kendaraan berbagai merek terbaru, melintas nyaris di semua ruas jalan. Pusat perbelanjaan masuk ke hampir setiap sudut ruang publik di perkotaan sampai ke desa. Namun jika ditelisik lebih dalam, kondisi itu seperti fatamorgana. Ternyata angka statistik menunjukkan sudah sekian lama angka kemiskinan di Indonesia belum mengalami perubahan yang berarti. Bahkan setelah memasuki era reformasi, realitanya semakin hari semakin banyak orang miskin. Orang dengan kesulitan ekonomi, makin besar saja jumlahnya di negeri ini. Walau secara statistik dikatakan ada penurunan, namun acuannya berbeda dengan standar pencacahan RTM (rumah tangga miskin) versi kaca mata Bank Dunia. Masih banyak dijumpai keterpurukan ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah perkotaan. Tengok saja kota-kota besar, di antara gedunggedung perkantoran yang menjulang gemilang, potret kemiskinan sangat jelas tergambar, baik skala keterpurukan kelayakan hunian, pendapatan, kualitas lingkungan, kapasitas keterampilan dan sebagainya. Keterpurukan ini bukan karena faktor individual dan kultur semata, melainkan ada sebab-sebab lain dalam struktural termasuk di dalamnya lahirnya kebijakan yang kurang pro poor. Untuk itu perlu adanya reorientasi pembangunan baru yang lebih mengedepankan kajian lingkungan dan pendekatan yang manusiawi (pemberdayaan sejati). Pendekatan tersebut menempatkan manusia sebagai peran kunci dalam segala hal, dimana pola pembangunan tak hanya mendorong proses pembangunan yang populis semata, tetapi lebih pada bagaimana mampu menumbuhkan sebuah pola mikro yang bersimbiosis terhadap tumbuh-kembangnya ekonomi kerakyatan. Bertolak pada model pembangunan yang humanis tersebut, dibutuhkan sebuah strategi besar yang menjunjung tinggi norma-norma nilai dalam pemberdayaan masyarakat pada konteks good governance yang lebih familiar diwacanakan tiga pilar pembangunan -- masyarakat sipil, pemerintah dan swasta. Berangkat dari pola pandang tersebut, Pemerintah Pusat meluncurkan PNPM Mandiri Perkotaan. Ini merupakan program direvisi, dari program sebelumnya sebagai usaha menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam kesadaran kritis penuh untuk memandang bahwa permasalahan negeri ini adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab tersebut melalui peningkatan kapasitas SDM dan memberi akses pada komunitas warga lebih seimbang, sehingga timbul transformasi sosial, ekonomi & lingkungan yang harmoni.

Lakon

Dari aspek tersebut, secara substansi PNPM Mandiri Perkotaan, menyemaikan pembelajaran terhadap pengembangan (enabling), perkuatan potensi/daya (empowering) & terciptanya kemandirian masyarakat. Berdasarkan asumsi ini, maka PNPM Mandiri Perkotaan, berupaya untuk membangun daya dengan cara mendorong, memotivasi & membangkitkan kesadaran kritis terhadap potensi yang ada, dengan landasan kemandirian.

Koperasi seharusnya tidak pernah dan tidak perlu kesulitan modal. Sejatinya banyak sumber dana yang siap menggelontor permodalan bagi koperasi. Tinggal, kemampuan koperasi-koperasi tersebut untuk mengakses sumber dana itu.

Komunitas diharapkan dapat menciptakan the good community & competency dalam menatap perubahan dalam pembangunan nasional, yakni : 1. Setiap anggota masyarakat berinteraksi satu sama lain berdasarkan jiwa kepedulian penuh. 2. Komunitas memiliki kemampuan untuk mengurus kepentingannya sendiri secara bertanggung jawab penuh & mengedepankan prioritas yang ada. 3. Komunitas yang memiliki kemampuan penuh untuk tuk mengidentifikasikan & memecahkan masalahnya sendiri endiri secara partisipatif. 4. Komunitas yang mampu mendistribusikan kekuatan/kekuasaan secara merata, sehingga semua komponen berkesempatan riil & bebas berkehendak. berkehendak 5. Semua komponen berpartisipatif aktif. 6. Komunitas mampu memberi makna kepada anggota/komunitas lainnya. 7. Adanya heterogenitas & perbedaan pandapat yang mengakar pada pewujudan kesamaan pandang. 8. Mampu membangun kerjasama yang rasional, kekeluargaan & manajemen konflik yang berwawasan manusiawi. Manakala substansi tersebut dipunyai oleh BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) selaku elemen pembentuk wadah kolektif warga, maka arah pembaharuan pembangunan nasional yang berbasis manusia warga akan mudah terwujud dan manusia akan dimanusiakan secara utuh. Arah ke sana sudah disemaikan pada wilayah Bali pada umumnya dan Denpasar Selatan pada khususnya, hingga kini secara matriks kinerja BKM se Denpasar Selatan dihasilkan 5 wilayah desa/kelurahan yang berdaya menuju kemandirian komunitas dari 10 desa/kelurahan yang ada, baik dikaji secara: 1. Keorganisasian warganya. 2. Kesekretariatan & tertib administrasinya. 3. Kepedulian & partisipasi warganya. 4. Kesinergian dengan pola perencanaan & kebijakan pembangunan desa/kelurahannya. 5. Kemampuan menumbuhkan keswadayaan & keswakelolaannya. 6. Kemampuan pengelolaan pengaduan masyarakat & transparansi kegiatanya. 7. Kemampuan mengelola media warganya sebagai informasi local. 8. Kemampuan menggalang kemitraan local. 9. Dan lain-lain.

”DI sinilah diperlukan ketulusan koperasi dalam berinvestasi di bidang teknologi. Jangan takut. Untuk bisa maju dan mendapat kepercayaan anggota, koperasi tak bisa tidak, harus ramah teknologi,” kata I Wayan Sudarta, praktisi koperasi yang cukup berhasil mengelola lembaga keuangan ini, di Sanur. Apalagi, tambah manager koperasi simpan pinjam (KSP) Citra Mandiri, Banjar Panti Sanur ini, di tengah menghadapi era persaingan yang ketat ini, teknologi merupakan sebuah keharusan. Koperasi dengan SDM (sumber daya manusia) yang handal, yang ramah dengan teknologilah, yang menurutnya akan mampu memenangkan persaingan. Untuk itu, Sudarta yang cukup kenyang pengalaman di dunia perbankan, mengajak para pengelola koperasi di Bali untuk tak takut berinvestasi dalam menambah wawasan. Melalui seminar, menghadiri pertemuan nasional maupun internasional serta rajin mengikuti perkembangan koperasi melalui media yang cukup banyak tersedia. Di kantor koperasinya di daerah turis, Sanur, lelaki berpenampilan rapi p dan selalu berambut be erambut di bawah baawah satu centi ce enti ini,

Menginjak pada putaran program ke 4 (phasing out), maka konsep pemberdayaan masyarakat ke arah kompetensi kemandirian sangatlah didorong agar arah pemberdayaan menuju masyarakat madani segera mampu diwujudkan. Guna mensejajarkan matriks BKM pada tataran kompetensi komunitas, maka 10 desa/kelurahan di Kecamatan Denpasar Selatan harus secara sungguh-sungguh membangun kesadaran kritis (kepedulian yang tulus untuk gayah) dan membangun modal sosial secara signifikan serta memahami substansi nilai-nilai tersebut.

Pola yang harus terbangun dalam waktu dekat : 1. Sosialisasi massal (setiap banjar) tentang keberadaan PNPM Mandiri Perkotaan. 2. Refleksi kemiskinan & pemetaan swadaya terhadap permasalahan lokal yang ada. 3. Reorientasi/review kelembagaan BKM & PJM Pronangkis (Rancangan Kegiatan Prioritas). 4. Musyawarah warga & pemerintah desa/kelurahan guna mensinergikan rencana pembangunan jangka menengahnya. 5. Membangun kemitraan (channeling) program pada swasta & pemda. Manakala hal ini mampu diwujudkan secara ikhlas & partisipatif, maka takkan ada kata tak mungkin gerakan kepedulian menuju terwujudnya masyarakat madani akan tercapai. Edisi 04/April 2011

Edisi 04/April 2011

membentuk klinik koperasi. Klinik koperasi ini didedikasikannya sebagai sebuah yadnya. Dengan prinsip ngayah, klinik ini diharapkan dapat membantu pengembangan lembaga keuangan ini. Think global act localy, begitu lebih tepatnya kiprah bapak tiga orang anak ini. Pengalamannya sebagai konsultan di beberapa bank nasional dan lembaga keuangan mikro menginspirasi jebolan Universitas Mataram ini untuk ‘’menghidupkan’’ koperasi-koperasi yang bertebaran di Bali. Tak berlebihan kalau kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan award ‘’Tokoh Koperasi 2007’’ kepada lelaki kelahiran November 65 ini. ‘’Ide klinik itu lahir setelah kami melakukan pemetaan dan pengelompokan terhadap koperasi yang ada. Dari sini kami klasifikasikan koperasi berdasarkan kebutuhannya untuk memudahkan koordinasi dan terafi. Klinik ini terbuka bagi teman-teman yang menghadapi masalah di koperasinya. Tak dipungut bayaran,’’ tegas lelaki yang biasa disapa Pak Kaler oleh rekanrekannya ini. Banyak koperasi yang tumbuh, bertumbangan. Ada dan banyak y yang y g bertu yang tumbuh pesat pesaa dan dengan beromzet cepat beromze e milyaran, ada berjalan yang berjal a merayap, ada pula yang jalan di tempat, tempat t bahkan ada yang tidur lelap tak pernah per n bangun lagi. lag g Kata Sudarta, risiko ri s administrasi merupakan hal m yyang selalu ada dalam pengelolaan lembaga keuangan. Kegagalan pengelolaan membuat lembaga keuangan itu ‘‘’sakit’’. Di sinilah d diperlukan sistem ya a baik, sehingga yang ma a mampu memberi kepe e kepercayaan kepada anggo o ataupun anggota nasaba h nasabah. “Te e “Terkadang sistemnya su u sudah terintegrasi de n dengan baik, tetapi maintenance-nya, -nya, p pemeliharaan

yang putus. Jadi percuma,’’ ujarnya. Jam Terbang Sudarta boleh dibilang sangat sensitif dengan perkembangan dunia koperasi, khususnya perkembangan koperasi di Bali. Kariernya di dunia perkoperasian di Bali diawali pada tahun 1999, saat ada rapat Banjar Panti, Sanur, yang kemudian menunjuknya untuk membentuk koperasi yang dapat membantu anggota banjar dalam hal penyediaan dana murah dengan persyaratan ringan. 14 Januari 2000 Koperasi Citra Mandiri berhasil dibentuk dengan dana swadaya dari masyarakat setempat. Pengalamannya bekerja di beberapa instansi dan dipercaya memegang jabatan penting pada setiap instansi tempatnya bekerja, dijadikan dasar untuk memutuskan menerima tugas yang dibebankan padanya. ”Kepercayaan masyarakat dengan menunjuk saya untuk membentuk sekaligus sebagai pengelolanya, membuat saya lebih termotivasi untuk mengelola dan mengembangkan koperasi ini agar tidak mengecewakan masyarakat,” ungkap Wayan. Sukses KSP Citra Mandiri membangun citra perkoperasian merupakan sukses Sudarta bersama 10 orang stafnya. Dengan modal awal Rp 20 juta, kini, KSP Citra Mandiri telah beromzet puluhan milyar rupiah. Kesuksesannya mengelola koperasi telah dimatangkan dari pengalaman lelaki

energik ini, dengan jam yang cukup tinggi di dunia keuangan. Berbekal pengalaman sebagai tenaga marketing pada perusahaan asuransi jiwa di tahun 1990 di Jakarta, ia kemudian mencari tantangan baru di sebuah bank di Denpasar hingga 1999. Pria lulusan Fakultas Peternakan Unram ini sempat meniti karir di John Hancock Indonesia di Jakarta sebagai Agency Development Manager (ADM), berkarier di Manulife Indonesia Jakarta sebagai trainer dan kembali ke Bali dengan profesi sebagai Sales Office Manager AIA Bali. Tak itu saja. Jabatan Area Sales Manager (ASM) Divisi Private Banking BNI pun dipegangnya, dan diakhirinya Juni 2006. Koperasi menjadi pelabuhannya untuk berkiprah sekaligus mengabdi bagi desa kelahirannya. ”Melihat citra negatif perkoperasian saat itu, saya mencoba melakukan berbagai terobosan untuk menciptakan produk-produk baru koperasi. Teknologi kami manfaatkan dalam meningkatkan pelayanan melalui program-program khusus yang kami miliki guna mensejahterakan masyarakat. Keputusan saya untuk meyakini diri bahwa saya mampu mengemban tugas yang dipercayakan masyarakat pada saya tak lepas dari pengalaman saya bekerja di bidang keuangan. Menerima tugas dari warga sebagai pengelola Koperasi Citra Mandiri merupakan bentuk mengabdikan diri yang dapat saya berikan pada masyarakat,” paparnya berbagi kisah.


Galang Kangin

4

Galang Kangin

13

Saraswati,, Saraswati

Kemampuan Bersinergi Mencipta Harmoni

I

lmu pengetahun tak terbantahkan merupakan sumber kehidupan. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, tak ada orangtua yang membiarkan anak-anak mereka tanpa ilmu pengetahuan. Nyaris setiap orangtua, sesusah apapun keadaan ekonominya, berharap anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi. Persaingan dalam kehidupan ini dimungkinkan untuk dimenangkan hanya oleh mereka yang menguasai ilmu dan teknologi. Dan bagi orang Bali, ilmu pengetahuan sejak mula sudah diagungkan, dihormati dalam suatu persembahan yang hingga kini dikenal dengan hari Saraswati. Edisi empat Galang Kangin ini terbit pada bulan dimana orang Bali merayakan hari Saraswati. Saraswati yang diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung, 23 April ini. Saraswati sendiri merupakan sakti dari Dewa Brahma, digambarkan sebagai seorang dewi cantik jelita, bertangan empat, semuanya memegang simbol ilmu pengetahuan. Tangan kanan belakang memegang genitri, dan tangan kiri belakang

Mengapa Lebih Baik Ber- KOPERASI...??? Nilai lebih ber-koperasi? Kenapa tidak. Bagi masyarakat, apalagi yang bergerak di usaha kecil dan menengah, koperasi merupakan mitra yang tepat. Ada banyak nilai lebih dalam bertransaksi di koperasi, utamanya bagi warga masyarakat yang berkeinginan meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya dengan menjalankan usaha kecil dan menengah. “Kemudahan yang paling kentara adalah pelayanan yang bernuansa kekeluargaan. Dari situ akan terbangun hubungan emosional positif antara nasabah dengan koperasi,� ungkap Putu Sumedana Wahyu, Direktur Koperasi Serba Usaha (KSU) Kharisma Madani, di Desa Sesetan, Denpasar Selatan Kehangatan pelayanan kekeluargaan ini sangat tidak mungkin didapatkan jika berurusan dengan lembaga keuangan lain. Kata Putu, hubungan kekeluargaan yang terbentuk, akan secara otomatis

membentuk pola publikasi, advokasi dan konsultasi bagi nasabah yang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini dimungkinkan dengan optimalisasi kinerja pengelola koperasi yang terus menerus dibangun dan dikembangkan untuk membentuk mentalitas sebagai pelayan masyarakat. Ini pula yang ditekankan Putu dalam mengelola KSU Kharisma Madani. Setiap personel di KSU tersebut, secara mental telah dibentuk untuk memberi pelayanan secara total kepada nasabahn-

ya, termasuk di luar jam kerja. Divisi baru terus dikembangkan meliputi pelayanan publikasi dengan diterbitkannya Tabloid Galang Kangin yang bertujuan untuk memberi informasi bisnis dan juga berfungsi untuk mensosialisasikan usaha nasabahnya. Sebagai sarana publikasi, tabloid ini sangat bermanfaat sebagai sarana pembentuk jaringan kerja, demi kemajuan usaha yang dijalankan oleh para anggota maupun nasabah non-anggota koperasi. Fasilitas untuk deposan, ditawarkan berupa bunga deposito yang menarik hingga 11% per tahun, dan jasa partisipasi bagi deposan yang juga menjadi anggota koperasi. “Dihitung dengan cara paling sederhana sekalipun, bergabung dengan

koperasi tetap lebih menguntungkan secara ekonomi serta memberi nilai tambah dalam hubungan sosial dalam usaha membangun kemandirian,� ujar Putu. Sebuah langkah kepedulian kini juga dibangun KSU Kharisma Madani dengan membentuk divisi go organic. Langkah perdana dibangun lewat sebuah kemitraan dengan petani di Subak Buangga, di daerah Badung Utara. Petani Subak Buangga yang sudah sejak 2008 menggunakan pupuk organik Agrodyke, kini hasil panennya dibeli oleh KSU Kharisma Madani dengan harga Rp 100 lebih mahal dari harga pasar. Panen perdana padi organik di subak tersebut dilakukan Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, 31 Maret lalu.

Prinsip, Fungsi dan Peran Koperasi ERASI di Indonesia berkembang dengan pesat dan dinilai pas dengan den KOPERASI realita kehidupan perekonomian bangsa yang mengedepankan jiwa kebersamaan. Pasal 4, Undang-undang No. 25 tahun 1992 memberi garis, prinsip, fungsi dan peran koperasi di Indonesia sebagai berikut : - Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. - Pengelolaan dilakukan secara demokratis. - Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi). - Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. - Kemandirian. - Pendidikan perkoperasian. - Kerjasama antar koperasi. - Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. - Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. - Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya. - Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. - Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa. Edisi 04/April 2011

memegang pustaka. Sementara dua tangan di depan memegang alat musik dalam posisi memainkan. Sang Dewi duduk di atas bunga

teratai, ditemani seekor angsa dan seekor burung merak yang sedang melebarkan ekornya, memperlihatkan keanggunannya. Pembahasan seputar simbolsimbol ini sudah cukup banyak dilakukan, namun Galang Kangin mencoba menelaah dari sudut pandang berbeda, yang sifatnya pendalaman makna, lebih pada diri manusia. Saraswati berasal dari kata Saras yang berarti aliran atau sesuatu yang mengalir. Bisa juga diartikan mata air, sehingga kata saras sering juga diartikan sungai. Dewi Saraswati selalu digambarkan duduk di sisi sungai. Dapat dikonotasikan bahwa ilmu pengetahuan bersifat mengalir. Penggunaan simbol seorang dewi merupakan penggambaran aspek feminin/pradana, yang dinamis dan selalu bergerak, sesuai dengan sifat ilmu pengetahuan yang juga dinamis dan selalu bergerak. Dewi Saraswati juga merupakan sakti dari Dewa Brahma, dewa yang mewakili daya pengamatan dalam diri manusia. Bisa diartikan ilmu pengetahuan (Saraswati) merupakan hasil dari aspek pengamatan (Brahma yang berkepala empat). Genitri di Tangan Kanan Belakang Sisi kanan melambangkan halhal yang ada di depan, emosional, subyektivitas, kondisi pragmatis. Sedangkan genitri pada umumnya diartikan ilmu pengetahuan sebagai mata rantai yang tak pernah habis. Genitri dapat juga diartikan sebuah pola gerakan sirkular. Dengan keberadaan ilmu pengetahuan, seseorang mampu melihat pola yang ada di hadapannya, baik berupa pola pikir yang sedang berkembang maupun pola gerak yang sedang terjadi. Pustakan di Tangan Kiri Belakang Sisi kiri melambangkan masa lalu, struktur, rasionalitas. Sedangkan keropak atau pustaka bisa diartikan memori atau hal-hal tercatat. Secara keseluruhan bisa diartikan seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, akan mampu memaksimalkan fungsi pikiran bawah sadarnya yang merupakan bank data yang tidak terbatas serta mampu membangun struktur/kerangka berpikir yang rasional. Alat Musik di Dua Tangan di Depan Wina adalah alat musik petik yang harus dimainkan dengan dua tangan. Wina hanyalah sepotong kayu yang diberi senar, yang jika tidak dimainkan dengan benar, tak akan berarti apa-apa. Jika dimainkan dengan benar, maka wina tersebut akan menghasilkan nada-nada indah yang dapat menciptakan harmoni. Ini bisa diartikan bahwa keberadaan ilmu

Edisi 04/April 2011

pengetahuan dalam diri seseorang, tidak akan berguna jika tidak diterapkan atau dipraktekkan. Jika dipahami dan diterapkan dengan benar, ilmu pengetahuan dapat memberi kesejahteraan dan menciptakan harmoni di masyarakat. Kemampuan bersinergi untuk menciptakan harmoni, disebabkan oleh kerangka berpikir yang rasional (tangan kiri memegang pustaka) serta kemampuan membaca pola pikir maupun pola gerakan (tangan kanan memegang genitri). Seseorang yang telah mencapai kesadaran Saraswati, dimanapun dia berada, akan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kesejahteraan umat manusia. Bunga Teratai Bunga teratai merupakan bunga yang mampu tumbuh dan hidup di dalam lumpur. Bisa diartikan bahwa seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, mampu hidup dan bertahan, bahkan tampil menjadi yang terbaik dalam kondisi yang terburuk sekalipun. Angsa Angsa adalah binatang yang mampu memisahkan dan meminum air yang bersih dari sebuah kubangan yang berlumpur. Dalam kehidupan, seseorang yang telah memiliki pengetahuan akan selalu berpikir positif dan memiliki optimisme dalam kondisi seburuk apapun. Mampu melihat dan menciptakan peluang untuk kemakmuran dari kondisi yang ada, seburuk apapun itu. Burung Merak Burung merak terkenal dengan keindahan bulunya. Seseorang yang telah menyadari keberadaan Dewi Saraswati dalam dirinya, akan memiliki rasa percaya diri serta memiliki keberanian untuk tampil di hadapan publik. Sebuah rasa percaya diri dan keberanian yang didasari oleh adanya ilmu pengetahuan. Dari simbol-simbol yang ada, Dewi Saraswati bisa diartikan sebagai wujud manusia yang telah mencapai kesadaran tertingginya, kesadaran akan dirinya yang telah membawa seluruh aspek dari Saraswati. Seseorang yang memiliki struktur dan pola pikir positif dan membangun, yang mampu tampil terbaik dari kondisi yang terburuk sekalipun. Seseorang yang mampu merubah apa yang dianggap sampah oleh kebanyakan orang menjadi emas. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri untuk tampil dan memimpin, yang mampu bersinergi dan menciptakan harmoni. Saraswati merupakan wujud manusia Bali yang sesungguhnya, manusia Bali yang utuh yang memiliki bala (kekuatan).


Galang Kangin

14

Galang Kangin

Inspirasi

Bangunkan Koperasi yang “Tidur Lelap”

Bangun Kerangka Pikir

S

SARASWATI yang diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, diikuti serangkaian prosesi seperti Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan puncaknya adalah Pagerwesi. Galang Kangin mencoba melakukan pemaknaan yang bersifat penyadaran dan pemberdayaan diri. Kerangka berpikir yang digunakan adalah proses mewujud dari akasa (Saraswati), bayu (Banyu Pinaruh), teja (Soma Ribek), apah (Sabuh Mas) dan perƟwi (Pagerwesi). Pemaknaan ini diharapkan mampu memotivasi manusia Bali untuk berbuat lebih baik untuk dirinya, maupun untuk lingkungan dimana ia hidup. SaraswaƟ Saraswati yang disimbolkan sebagai seorang dewi yang cantik jelita dengan segala ornamennya, merupakan simbol dari kesadaran diri. Pada saat hari Saraswati, seyogyanya orang Bali melakukan perenungan ke dalam dirinya, masuk jauh ke dalam relung hatinya, menembus seluruh kegelapan dan ketakutan yang menghalangi, sampai pada titik dimana muncul kesadaran akan sang diri yang sesungguhnya merupakan perwujudan dari Saraswati itu sendiri. Saraswati merupakan saat yang tepat untuk menyadari keberadaan dari daya pengamatan dalam diri, yang selalu mengalirkan ilmu pengetahuan. Kesadaran akan keberadaan aliran ilmu pengetahuan, akan melahirkan sosok manusia baru. Ini bisa dimaknai dari simbol Dewi Saraswati yang memegang pustaka, genitri, alat musik wina, duduk di atas bunga teratai, didampingi seekor angsa dan seekor burung merak. Banyu Pinaruh Sehari setelah hari Saraswati, disebut Banyu Pinaruh (Redite Pahing Sinta). Banyu Pinaruh bisa diartikan “pengaruh air”. Ritual pada hari Banyu Pinaruh, biasanya orang Bali pergi menuju laut atau sungai di pagi hari. Suasana pagi, berkonotasi dengan berlalunya masa kegelapan dan dimulainya pencerahan. Sedangkan air merupakan elemen alam yang mewakili sistem alam. Air di laut akan menguap menjadi awan. Awan berkumpul menjadi mendung, lalu turunlah hujan. Air hujan mengalir di sungai, berkumpul kembali di laut. Air sangat terikat dengan sistem alam. Tubuh manusia pun mayoritas terdiri dari air, sehingga manusia tidak bisa lepas dari sistem alam. Dengan tercapainya kesadaran diri sebagai Saraswati, maka manusia akan mampu memahami keberadaan

sistem alam semesta dan bergerak dalam koridor sistem semesta. Padaa tatanan ini, ilmu pengetahuan telah h mengantarkan seseorang masuk ke tatanan bayu. Bayu diartikan atmosfir, yang mengayomi bumi. Sedangkan sistem atau hukum alam mengayomi alam semesta, sehingga bayu berkonotasi dengan sistem atau hukum alam. Soma Ribek Sedangkan hari ketiga dari rangkaian Saraswati disebut Soma Ribek. Tepatnya pada hari Soma (Senin) Pon wuku Sinta. Dengan kesadaran akan keberadaan ilmu pengetahuan n dalam diri, manusia kemudian mampu berkreasi dan berekspresi erekspresi dalam d l b k koridor hukum alam. Kreasi dan ekspresi dalam bentuk kriya atau kerja. Kreativitas dalam kriya atau kerja ini membuat manusia mampu memenuhi kebutuhankebutuhan pokok hidupnya, sehingga tercapai rasa pemenuhan dalam dirinya (Ribek = bek/penuh). Keberadaan ilmu pengetahuan telah menggiring manusia masuk ketatanan teja (api/cahaya). Teja atau api dalam diri manusia yang akan mendorong manusia untuk selalu berkreasi dan berekspresi dalam kriya. Sabuh Mas Hari keempat, Anggara (Selasa) Wage wuku Sinta disebut Sabuh Mas. Pada tahap ini, manusia yang telah mencapai kesadaran Saraswati tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok (primer)-nya saja, namun juga mampu memenuhi kebutuhan sekundernya. Sabuh Mas bisa diartikan seseorang yang telah terpenuhi secara materi (mas/emas = kemakmuran/keberlimpahan), mampu hidup dan mengikuti pergerakan jaman. Pada tahapan ini, seseorang sudah memiliki lifestyle, mampu memperoleh hal-hal terbaik dari yang ada di alam untuk dirinya. Makanan yang terbaik, pakaian yang terbaik, rumah yang terbaik bahkan memberikan pendidikan yang terbaik untuk keluarganya. Bisa diartikan manusia yang telah mencapai kemakmurannya. Tahap ini berada pada tatanan apah. Apah sering diartikan air, yang mewakili kemakmuran hidup. Pagerwesi Akhir dari rangkaian hari Saraswati dan juga

merupakan puncaknya, disebut hari Pagerwesi. Pada tatanan iini,i kesadaran k d Saraswati S ti dalam d l diri di i seseorang mengantarkannya pada tingkat pencapaian kenyamanan internal maupun eksternal. Sebuah kondisi yang membuat seseorang tidak lagi tergoyahkan oleh dinamika kehidupan. Sebuah kondisi sejahtera secara jasmani dan rohani yang terpagari dengan besi. Tahap ini berada pada tatanan perƟwi. PerƟwi adalah segala sesuatu yang mewujud. Kesadaran yang telah membawa ke puncak keberadaan dan kesempurnaan manusia yang telah benar-benar mewujud. Sebuah kondisi moksartham jagadhita ya ca iƟ darma. Begitu cerdas leluhur orang Bali dalam menurunkan ajaran-ajaran luhurnya. Semuanya tersembunyi dalam simbol-simbol. Kita sebagai pewaris ajaran seyogyanya lebih bisa mengartikan ajaran-ajaran tersebut sesuai dengan ruang waktu dimana kita hidup, sehingga, ajaran-ajaran luhur tersebut benar-benar bisa memberi manfaat baik secara pribadi dalam melangkah menapaki jalan kehidupan, maupun bagi kesejahteraan umat manusia pada umumnya. Kecerdasan leluhur orang Bali juga terlihat dari cara merangkai ajaran tersebut dalam bentuk rangkaian ritual dari Saraswati hingga Pagerwesi, yang tidak dilakukan di India. Sesuatu yang perlu kita apresiasi dan banggakan. Sebagai akhir kata, semoga pemaknaan yang diberikan bisa memberi inspirasi serta membangun kerangka berpikir positif demi kesejahteraan orang Bali ke depan. Edisi 04/April 2011

3

ecara kuantitas, pertumbuhan koperasi di Bali sebagai soko guru perekonomian terasa menggembiran. Tahun 2010 saja di Bali muncul 460 koperasi baru. Hingga Desember 2010, di Bali terdapat 4.149 buah koperasi, sebuah angka yang cukup besar, di tengah kehidupan dan “persaingan” dengan ribuan lembaga keuangan seperti BPR, bank swasta/ pemerintah, LPD (Lembaga Perkreditan Rakyat) dan lembaga keuangan lain. Akibatnya beberapa dari koperasi itu megap-megap bahkan “tidur lelap”. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali mencatat 383 koperasi yang dikategorikan tidak aktif (beku operasi). Untuk menumbuhkan dan meningkatkan kinerja koperasi di Bali, khususnya koperasi tidak aktif, akhir Maret lalu digelar rapat koordinasi kelembagaan koperasi kabupaten / kota di kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali. Rapat ini dijadikan ajang koordinasi

dan keterpaduan pemberdayaan lembaga koperasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Rakor juga dimaksudkan untuk membahas pembentukan induk koperasi Bali. Di antara koperasi yang dikategorikan aktif pun, masih banyak yang kinejanya tidak sehat. Salah satu kriteria sehat tersebut, bisa dilihat dari digelarnya RAT (Rapat Akhir Tahun) koperasi yang wajib digelar tiap tahun. Posisi 2010 (RAT 2009) capaian RAT koperasi di Bali hanya 2.682 koperasi atau baru 77 % dari jumlah koperasi aktif (wajib RAT). Angka ini berada tipis di atas target nasional wajib RAT, yakni 75% dari total koperasi yang wajib RAT. Dinas koperasi kabupaten/ kota diminta mendorong koperasi di bawah binaannya untuk menggelar RAT, kemudian menginformasikan ke provinsi guna diteruskan ke pusat. Dalam empat tahun terakhir (2011 - 2014), Diskop Bali dan kabupaten/kota, oleh pihak koperasi pusat diminta melakukan pembenahan terhadap koperasi yang tidak aktif.

Koperasi Berprestasi, Satu Strategi FAKTA di lapangan, masih banyak koperasi di Bali kekurangan modal, sehinggga kehidupannya antara ada dan tiada. Faktor yang turut menyebabkan kehidupan koperasi menjadi tidak aktif, karena kurangnya kerjasama antar gerakan koperasi (manajemen, usaha, permodalan, pemasaran). Kondisi-kondisi tersebut mendorong perlunya Bali memiliki induk koperasi (koperasi sekunder). Induk koperasi ini penting sebagai media alternatif terhimpunnya potensi guna memecahkan masalah khususnya permodalan koperasi. Juga sebagai media untuk menyalurkan dana LPDB dan dana-dana lain, untuk kepentingan anggota koperasi di Bali. Menggairahkan kehidupan koperasi di negeri ini, pemerintah selain menggelontor berbagai bentuk bantuan, juga melakukan penilaian terhadap koperasi yang ada. Bali pada tahun 2010 lalu mengusulkan 12 koperasi berprestasi ke tingkat nasional, dan 3 koperasi berhasil memperoleh predikat terbaik nasional -- Koperasi Wisuda Guna Raharja, KSU Dana Rahayu, dan Koperasi Jasa Angkutan Taxi Ngurah Rai. Tahun 2011, Bali melakukan penilaian terhadap 5 jenis koperasi : Koperasi Simpan Pinjam (USP koperasi tidak dinilai), Koperasi Konsumen, Koperasi Pemasaran, Koperasi Jasa, dan Koperasi Produsen. Tiap kabupaten/kota diharapkan sudah menyetorkan hasil penilaian ke provinsi paling lambat minggu pertama, April 2011. Pada minggu ke II – III, tim penilai koperasi berprestasi Provinsi Bali melaksanakan verifikasi ke lapangan. Minggu keempat usulan koperasi berprestasi tingkat provinsi sudah masuk di pusat. Edisi 04/April 2011

Ditargetkan, Bali membenahkan 373 koperasi beku dengan rincian target 2011 (93 koperasi), 2012 (93 koperasi), 2013 (93 koperasi), dan 2014 (94 koperasi). Diskop kabupaten/kota agar menginventarisir koperasi tidak aktif dan

melakukan rapat dengan koperasi beku tersebut. Diskop bisa memberikan tiga opsi (dengan surat pernyataan; meterai) kepada koperasi tidak aktif tersebut : diaktifkan kembali, amalgamasi (merger), dan dibubarkan.

PELAKSANAAN RAT KOPERASI TAHUN BUKU 2010 PROVINSI BALI POSISI FEBRUARI 2011

Koperasi (Unit)

No

Jumlah Kab/Kota/Prov. Jumlah Anggota (Or) Wajib RAT Tdk/Blm Wajib RAT Aktif Tdk Aktif Baru 7

Sudah RAT % Telah RAT Unit (8/3)

1

2

3

4

5

8

9

1.

Buleleng

274

43

24

341

77,055

104

38

2.

Jembrana

199

15

5

219

50,745

84

42

3.

Tabanan

405

32

40

477

85,855

39

10

4.

Badung

381

44

39

464

95,587

109

29

5.

Denpasar

727

123

24

874

185,631

557

77

6.

Gianyar

967

71

43

1,081

172,426

85

9

7.

Bangli

177

29

25

231

51,602

84

47

8.

Klungkung

98

7

10

115

38,272

29

30

9.

Karangasem

198

23

32

253

71,554

101

51

10.

Provinsi

84

23

3

110

63,565

49

58

3,510

410

245

4,165

892,292

1,241

35

JUMLAH

6

RAT Koperasi Tahun Buku 2010

Denpasar, Maret 2011 Dinas Koperasi , Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali,


Galang Kangin

2

Galang Kangin

15

EDITORIAL

Sehat dengan Organik

Bale Bengong

Kosigarden, Lakukan Kolaborasi Tanpa Batas

Diri kita adalah apa yang kita makan. Sederhana memang. Lebih kurang bisa kita artikan, apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, itulah keluarannya. Jika kita berada di lingkungan pergaulan yang baik, kemungkinan kita menjadi orang baik akan lebih besar. Ketika seorang anak belajar dengan tekun, maka menjadi pintar akan lebih mungkin. Pun ketika kita makan makanan yang bergizi dan tidak mengandung zat kimia beracun, maka tubuh berpeluang sehat dan lebih tahan terhadap penyakit akan makin besar. Kini, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer manusia. Kemodernan yang menawarakan hal dan makanan serba instan, mulai dipahami kurang bagus. Selama ini dan berpuluh tahun sudah, petani kita terbiasa menyuburkan tanamannya dengan pupuk anorganik (Urea, TSP dan banyak lagi), fasih membasmi hama penyakit dengan pestisida kimia. Dan masyarakat yang konsumeris sangat terbiasamenyantap makanan cepat saji yang makin banyak tersedia. Belakangan, masyarakat mulai disadarkan oleh berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. Gaya hidup instan berangsur dipahami tak banyak memberi kebaikan pada kesehatan, kecuali gengsi. Masyarakat pun berpaling pada makanan alami, go organic, dan go green. Bali sebagai daerah pariwisata, bagian dari pergaulan dunia internasional, tak lepas dari trend tersebut. Pemerintah dan masyarakat pun kembali menggalakkan kehidupan yang bersahabat dengan alam. Go organic, membatasi, mengurangi dan bahkan tidak sama sekali, menggunakan hal berbau anorganik (pupuk kimia, pestisida kimia) dalam pertanian. Pencemaran alam dan penumpukan zat beracun dalam tubuh akibat berbagai makanan mengandung racun yang kita makan, menjadi sumber penyakit. Hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan rentan terhadap penggunaan pupuk yang mengandung bahan kimia serta racun serangga. Ketika manusia mengonsumsi daging dan sayur yang berasal dari hewan dan tumbuhan dengan bahan-bahan kimia tersebut, atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, perlahan, toksintoksin akan menumpuk pada sistim tubuh dan dalam waktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Toksin ini akan merasuk dalam jaringan tubuh melalui darah, melemahkan badan dan menimbulkan penyakit. Mahalnya biaya kesehatan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh tetap bugar dan kuat. Mengkonsumsi makanan organik menjadi salah satu pilihan dalam upaya menjaga kesehatan. Masih terbatasnya ketersediaan bahan makanan organik di pasaran, menyebabkan makanan organik cukup mahal dan bahkan belakangan, go organic menjadi sebuah gaya hidup. Mengikuti hukum pasar, menjadikan harga bahan makanan organik bisa terjangkau, maka perlu ada produksi massal. Go organic harus lebih dimasyarakatkan, tak hanya untuk mengangkat pendapatan para petani, tetapi menjaga lingkungan lebih bersahabat bagi kehidupan. KSU Kharisma Madani sebagai sebuah lembaga keuangan pun peduli akan hal ini. Sebuah kemitraan dijalin dengan para petani untuk memproduksi beras organik. Dan tentunya diharapkan ke depan bukan saja hanya sebatas beras, namun juga sayur-mayur dan buah-buahan serta kebutuhan pangan lainnya. Produksi makanan organik yang dalam prosesnya sangat bersahabat dengan alam, bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, juga baik terhadap kesehatan lingkungan.

R

atusan koperasi telah berdiri di Bali sebagai bentuk kesadaran ekonomi untuk maju bersama. Koperasi-koperasi tersebut lahir bak kesadaran baru masyarakat untuk memperkuat perekonomian mereka. Salah satunya Kosigarden (Koperasi Karyawan Garuda Group). Koperasi yang dibentuk tahun 1992 oleh sekelompok karyawan di lingkungan PT. Garuda Indonesia ini, awalnya bertujuan untuk menunjang kegiatan ekonomi individu para anggotanya. Kini, Kosigarden sebagai wahana perekonomian, sudah berkembang menjadi sebuah koperasi yang sehat, dan beranggotakan 894 orang. Di dalamnya terdiri atas karyawan PT. Garuda Indonesia, PT. Gapura Angkasa, PT. GMFAA. Kosigarden diperkuat oleh 15 orang karyawan sebagai pengelola kegitan operasional setiap harinya. Sebagaimana diatur dalam UU 25 tahun 1992 tentang Koperasi, sumber permodalan Kosigarden berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, modal penyertaan dan atau pinjaman dari pihak ke tiga (Bank Niaga, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BPD, dll) tentunya dengan bunga yang bersaing. Kegiatan usaha keseharian Kosigarden berupa simpan-pinjam dan pertokoan. Dalam menyegarkan pengelolaan badan usaha milik bersama ini, untuk kesekian kalinya Kosigarden mengadakan pergantian pengurus. 26 Februari 2011 lalu, berhasil dipilih dan ditetapkan pengurus lengkap untuk masa bakti 2011 - 2013, yang dikomandani IGN Alit Indradhyana, SE. Indradhyana mengungkapkan, aktivitas kepengurusan yang akan dilaksanakan pihaknya tetap berpegang teguh pada prinsip “apa yang dapat saya berikan kepada Kosigarden”. Artinya, empat pilar penyokong berdirinya Kosigarden --

anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan -- bertekad untuk bersama-sama berjuang mencapai kesejahteraan yang berkeadilan, bukan “apa yang akan saya dapatkan dari Kosigarden”. Dikatakan, empat aspek yang harus dipertimbangkan n dalam pengelolaan Kosigarden sigarden ke depan meliputi : 1. Masa depan dan peramalannya 2. Aspek lingkungan, baik internal ataupun eksternal 3. Target ke depan 4. Strategi untuk pencapaian target. “Untuk mempercepat percapaian rencana Kosigarden, kami melakukan konsep SMART yakni Spesific (kekhususan), Measurable (terukur), Achieveable (dapat dicapai), RaƟonable (dapat dipahami), Timebound (ada limit/batas waktu),” kata Indradhyana. Dalam melakukan kegiatan ke depan, Kosigarden akan melakukan kolaborasi tanpa batas yaitu dengan jalan meningkatkan komunikasi (koordinasi) dengan sesama koperasi, meningkatkan komunikasi/koordinasi dengan lembaga negara di lingkungan koperasi terkait, meningkatkan komunikasi/koordinasi dengan manajemen Garuda Indonesia Group. Juga, membangun kerjasama (kemitraan) yang bermanfaat baik dengan koperasi sejenis (sektoral) atau pihak lain yang terkait dengan kepentingan anggota, organisasi maupun perangkat koperasi. Untuk meningkatkan motivasi perangkat Kosigarden,

pengurus juga akan memberikan insentif anggota. Artinya bahwa setiap anggota berhak mendapatkan imbalan kesejahteraan baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk insentif bagi yang memiliki kontribusi kerjasama (kemitraan) dengan koperasi. Juga memberikan SHU setiap tahunnya, yang besarannya tergantung transaksi pembelian produk koperasi. Insentif pengelola artinya bahwa secara bersama-sama pengurus dan pengelola bahumembahu untuk memenuhi target. Apabila target tersebut terpenuhi ataupun melebihi, selayaknya pengelola mendapatkan reward dalam bentuk imbalan kesejahteraan (insentif unit) dan pinalti bagi yang gagal. Insentif pengurus dan pengawas, bermakna bahwa pengawas koperasi perlu pula bekerja-sama dengan pengurus, sehingga bila dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian mampu memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan penyelamatan terkait aset koperasi sehingga menjadi untung (terpenuhi/ melebihi targetnya), maka kerjasama tersebut harus pula mendapatkan reward, dan sebaliknya.

Pengurus Kosigarden 2011 – 2013 Ketua : IGN Alit Indradhyana, SE. Wakil Ketua : I Made Agus Mertayasa Sekretaris 1 : Netty Sekretaris 2 : dr. Agus Wiyono, SE. Bendahara : IGN Bagus Suryawan, SE.

Team Redaksi Galang Kangin

Galang Kangin

Diterbitkan oleh: KSU Kharisma Madani Badan Hukum No.36/BH/DISKOP.PKM/IV/2006 - Pembina : Prof. DR. I Ketut Rahyuda, SE, MSIE. - Pemimpin Umum : Putu Sumedana Wahyu - Pimpinan Redaksi : I Gede Sumartana - Redaktur Pelaksana : I Nyoman Gede Arimbawa - Team Redaksi : Kecuk Priambada, Dudik Mahendra, Nyoman Sarna, SE, I Gede Sumartana, Wayan Budiarta - Tata Letak : Galang Prayudhis, Eka Yudi - Photografi & dokumentasi : I Nyoman Sudarma, SE, Ir. I Made Sukarta, Wayan Budiarta - Administrasi Umum : Putu Sri Mulyani, SE - Sirkulasi & Distribusi : I Made Agus Antara, I Kadek Joni Artha, SE, I Gede Ardhi Saputra, SE, I Made Surya Dharma, Agus Gita Saputra - Administrasi Sirkulasi : Agus Gita Saputra - Teknologi informasi : I Gede Dedy Wijaya, ST, Eka Yudi Periklanan : KSU Kharisma Madani KCP Pakerisan Alamat Redaksi: Jln. Bedugul No.1XX Sidakarya - Denpasar Selatan Telp:(0361) 727734 Email: kharismamadani@gmail.com

Kritik dan Saran yang bersifat membangun bisa dilayangkan ke alamat email kami Edisi 04/April 2011

Anugerah Ilmu Bisnis Seri Membangun Diri Mengenal Tubuh Psikis, Kendalikan Ucapan DALAM kehidupan, komunikasi dengan orang lain sama tak bisa dihindarkan. Komunikasi yang dimaksud bukan hanya komunikasi verbal dalam bentuk bahasa, tetapi juga komunikasi non-verbal yang memiliki media dalam jumlah tak terbatas sebagai alat penyampaiannya. Cara kita berkomunikasi merupakan umpan yang akan menentukan reaksi pihak lain terhadap kita, dan kondisi emosional sangat mempengaruhi tata komunikasi yang kita bangun. Sangatlah penting untuk memiliki pengetahuan tentang tubuh psikis sebagai dasar pengendalian diri, agar pola dan tata komunikasi yang dibangun sesuai dengan respon yang diharapkan. Tubuh psikis atau tubuh emosional adalah bagian dari diri kita yang menjadi penyebab reaksi bio-kimia dalam tubuh fisik yang selanjutnya terekspresi dalam tata dan pola komunikasi. Dalam keseharian, fenomena ini sangat mudah untuk diamati dan dikenali. Saat secara emosional kita dalam keadaan tenang, maka gaya bicara dan bekerja menjadi teratur dan terarah dengan baik. Sebaliknya kondisi emosional yang kacau, memicu perilaku yang juga kacau dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Tehnik sederhana berikut dapat dipraktekkan sebagai dasar pengetahuan praktis untuk mengenali tubuh psikis. Dan seperti juga tehnik lainnya dalam Edisi 04/April 2011

rangkaian tulisan ini, pelaksanaan tehnik ini akan menghantarkan kita untuk menemukan sendiri tehnik yang lebih sesuai dengan diri masing-masing. 1.

2.

3.

4.

(Lakukan malam hari saat mulai mengantuk) Ambil posisi yang nyaman sesuai keadaan, bisa duduk atau berbaring. Atur penerangan agar membantu suasana menjadi lebih tenang dan nyaman. Sambil melambatkan aliran nafas, cobalah untuk merasakan detak jantung hingga seolaholah detak jantung terdengar oleh telinga fisik. Saat suasana tubuh dan pikiran terasa lebih tenang, cobalah untuk mengingat sebuah momen dalam kehidupan yang memiliki efek emosional yang ekstrim. Misalnya kenangan atas kejadian yang sangat membahagiakan atau sangat menyedihkan, lalu buatlah sebuah kata kunci dari kejadian tersebut, misalnya: lulus kuliah, gaji pertama dan sebagainya. Dengan mata tertutup, cobalah untuk mengunci pikiran pada momen tersebut, caranya dengan berkata dalam hati berkali-kali menggunakan kata kunci

dari kenangan yang dimaksud, sambil tetap melambatkan nafas dan mendengarkan detak jantung. 5. Jika dilakukan dengan benar, maka saat mencapai fase ini, sistem bio-kimia tubuh sudah mulai bereaksi menimbulkan sensasi fisik seperti segar, sehat, gairah bergerak dan sebagainya. 6. Setelah berhasil melakukan tehnik tersebut, lakukan juga dengan cara yang sama, dengan momen yang berbeda. Perhatikan bagaimana tubuh bereaksi menimbulkan sensasi rasa pada tubuh fisik. Dengan mengetahui dan mengenal tubuh psikis, setiap orang akan mampu mencapai kesadaran bahwa kondisi emosional dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan. Pengetahuan ini tentunya akan sangat bermanfaat dalam menyikapi berbagai fenomena dalam kehidupan dimana dinamika yang terjadi dalam frekwensi dan level yang tak terduga. Pengendalian yang baik atas tubuh emosional, akan memungkinkan setiap orang untuk mengawasi dan mengatur tata dan pola komunikasi yang ingin dibangun untuk mendapatkan respon yang sesuai harapan. (bersambung)

D

engan segala keterbatasan maupun kelebihan sebagai alasan pembenar, seorang sahabat memutuskan untuk menjalankan profesi sebagai pedagang tuak. Sahabat yang sederhana ini pernah melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup keras menghajar intelektualitas saya yang hanya berukuran dua kepal tangan dan daya jangkau penalaran yang luasnya hanya sejengkal kali untuk berpikir dan menemukan jawaban. Apakah Sang Hyang Aji Saraswati juga menurunkan ilmu bisnis? Demikian pertanyaan yang dilontarkannya, entah dalam keadaan sadar, setengah sadar atau bahkan tak sadar sama sekali, akibat tuak yang diminumnya. Sederhana dan terkesan sedang mencari tambahan alasan pembenar untuk profesi yang dijalankannya, yaitu menjual tuak, yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap sebagai profesi yang bernilai miring. Dengan cepat pikiran saya membuka lemari arsip dalam otak yang menyimpan amat sangat sedikit data tentang Sang Hyang Aji Saraswati yang saya input saat masih sekolah dulu. Dari semua data yang masih bisa saya akses, ternyata tak ada satupun yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Semua wacana hanya menggambarkan kemuliaan, kesucian, keindahan dan keabadian pengetahuan spiritual dan intelektual, sementara menurut pemahaman saya, bisnis berhubungan dengan kekayaan dan kemakmuran. Bahkan terlintas ingatan akan seorang sahabat lainnya yang cukup beruntung bisa menyelesaikan pendidikan formal dibidang ekonomi, dalam wacana bisnisnya sama sekali tidak menyentuh ranah spiritual dan lebih cenderung penuh dengan wacana analitis berbasis akademis yang tersaji dengan manis dari fenomena menjadi kaya dan makmur. Saat pikiran saya yang masih menggunakan processor dari zaman pra-pentium dan sistem operasi sekelas lotus, masih sibuk mengakses data dari hard disk otak yang hanya berkapasitas kilo byte, sebuah cetusan yang bernada ketus terlontar justru dari si pembuat pertanyaan itu sendiri. “Semua pengetahuan yang diturunkan oleh Sang Hyang Aji Saraswati adalah ilmu pengetahuan tentang bisnis, “ katanya. Waduhhhh.....!!!! Mendadak cooling fan casing type tower komputer saya tiba-tiba tak mampu lagi mendinginkan seluruh hard-ware yang bekerja di dalamnya. Hang..... Blank..... Black out.....dropped down dead alias mati total. Beberapa hari kemudian saya mendapat tambahan pengetahuan baru dari seorang kandidat pemangku yang sedang mendalami pengetahuan spiritual Bali melalui Lontarlontar, bahwa pengetahuan yang diturunkan oleh Sang Hyang Aji Saraswati mengajarkan cara-cara untuk mengenal diri, untuk diterapkan dalam kehidupan termasuk urusan menjadi kaya, sejahtera dan makmur. Ahhh....lega rasanya karena PC saya akhirnya ter- up grade sehingga timbul keinginan untuk meng-instal aplikasi bisnis berbasis pengetahuan anugerah dari Sang Hyang Aji Saraswati. Sebelumnya, saya harus mengganti sistem operasi komputer saya dengan open-windows dan ini berarti pula bahwa saya harus merakit komputer baru dengan mengganti seluruh hardware lama dengan yang lebih canggih. Tapi casingnya tetap yang lama, karena masih layak tampil di depan umum, hanya butuh sedikit polesan di salon kecantikan casing supaya lebih cling.......hehehehe.


Galang Kangin

16

Galang Kangin Mencerahkan. Menggerakkan

April | Tahun 2011

Edisi 04 Rp. 6.000,Luar Bali Tambah Ongkos Kirim

Http://galangkangin.kharismamadani.com ; E-mail:kharismamadani@gmail.com

Mengapa Lebih Baik Ber- KOPERASI...??? halaman 4 >>

Saraswati, Kemampuan Bersinergi Mencipta Harmoni halaman 13 >>

Seri Membangun Diri Mengenal Tubuh Psikis, Kendalikan Ucapan

Pengaruh Sad Wara terhadap Watak Kelahiran

halaman 15 >>

Pengaruh Sad Wara terhadap Watak Kelahiran (Prewatekan Manut Sad wara) Masyarakat Mas syar Bali mengenal tung tungleh, gleh, uripnya 7, Aryang uripn uripnya nya 6, 6 urukung uripnya 5 da dan an seterusnya. s Tungleh dikenal dengan den urip 7, karena Tungleh Tungleeh terbunuh te 7 kali, dan hidup 7 kali, maka Tungleh dikatakan mempunyai urip 7. Begitu pula Aryang terbunuh 6 kali, dan hidup 6 kali pula, maka uripnya 6. Urukung terbunuh 5 kali, dan hidup 5 kali, urip-nya 5. Paniron terbunuh 8 kali, dan hidup 8 kali, uripnya 8 ; Was terbunuh 9 kali, dan hidup 9 kali, uripnya 9 ; Mahulu terbunuh 3 kali, dan hidup 3 kali, uripnya 3. Demikian salah satu cara bertutur para tetua dahulu di dalam upaya menggambarkan hal-hal yang bersifat abstrak ke dalam realita yang bisa lebih mudah dipahami. SAD wara yang dikenal juga dengan sebutan Sad Rthu, berarti perubahan musim atau umur. Kata sad bermakna sama dengan zat, dan rthu berarti musim. Bisa dipahami, musim yang sesuai, akan membawa keadaan menjadi lebih baik. Sebaliknya musim yang kurang mendukung, akan membawa dampak buruk, bencana dan penyakit. Sesungguhnya, esensi sad wara ini merupakan kebijakan bhuwana dengan amretha-nya yang tiada terbatas (sering disebut amretha bhuwana) dan sangat diperlukan bagi seluruh kehidupan. Secara kodrati, terjadi perubahan di alam semesta yang dikendalikan para Dewa sebagai

pengayom sad wara di bhuwana agung. Perubahan alam ini selaras dengan luasnya dunia, dan menyebabkan terjadi perbedaan musim di berbagai belahan bumi, mempengaruhi kehidupan, terutama pada pembentukan sifat/watak manusia. Daerah katulistiwa (tropis) misalnya, terjadi dua musim -- panas (kemarau) dan hujan. Di daerah subtropis selain musim panas dan hujan, juga memiliki musim semi, musim gugur, dan musim dingin (dengan atau tanpa disertai salju). Sedangkan di daerah kutub (Utara dan Selatan) sepanjang tahun selalu diliputi musim dingin disertai salju. Peralihan musim pada daerah subtropis sering ter-

jadi secara ekstrem dan berdampak pada daerah tropis. Perubahan ini disebut dengan masa (musim) pancaroba. Pada masa Bali Kuna, gambaran alam yang ditemukan para Rsi Agung tersebut, dipersonifikasikan dengan penandaan (signans), seperti berikut : 1.

Tungleh, dikatakan sebagai dominasi pancaran sinar matahari maupun bulan kepada segala yang berwujud. 2. Aryang, dominasi vibrasinya berada di ambara (embang), pada peredaran mendung. 3. Urukung, dominasi vibrasinya berada pada lapisan apah, di bawah lapisan ambara. 4. Paniron, dominasi vibrasinya memenuhi alam yang berada di bawah langit dan di atas bumi, atau sering disebut kolong langit. 5. Was, dominasi vibrasinya pada air di laut, danau, maupun sungai. 6. Mahulu, dominasi vibrasinya bersenyawa dengan unsur api (medan magnet) pada semua wujud makhluk hidup. Setelah sad wara yang berasal dari bhuwana agung masuk dan berada di bhuwana alit, akan lebih mengarah pada segala sesuatu yang terkait dengan kenikmatan (rasa). Tungleh, ada pada

lidah, sebagai pengecap rasa. Selalu ingin menikmati yang enak dan sedap, sesui selera. Aryang, ada pada aksi, untuk mengungkap rasa dan perasaan (kurang enak, tekanan perasaan). Urukung ada pada Gerak tubuh. Melakoni perintah pikiran karena adanya interaksi dengan keadaan di luar. Paniron ada pada mata, merupakan wadah dari esensi pandangan mata, seperti menikmati suatu keindahan. Was ada pada otak, merupakan wadah dari esensi pikiran (pikiran yang khusus sebagai penikmat segala). Maulu ada pada idep, sebagai penyerap dari pengetahuan, atau menyerap kenikmatan. Sad wara, juga diilustrasikan bagaimana keberadaan energi yang menggerakkan Bhuwana alit. Tungleh (ikal, Sanghyang Indra) merupakan anta bhuta, yakni energi/tenaga yang ada di rambut. Aryang (kurus, Sanghyang Baruna) merupakan pada bhuta, tenaga yang ada di kaki. Urukung (puhan identik dengan peka, Sanghyang Kwera), angga bhuta, tenaga yang ada di badan. Paniron (gemuk, Sanghyang Bayu), maleca bhuta, tenaga yang ada pada insting dan rasa. Was (kuat, Sanghyang Bajra), asta bhuta, tenaga yang ada pada tangan. Mahulu (membiak, Sanghyang Erawan), mastaka bhuta, tenaga yang ada pada kepala, pikiran. (bersambung)

“GO GREEN� dari Hulu

Edisi 04/April 2011

halaman 16 >>


E tabloid Galang Kangin edisi 4