Page 1

DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (IKPLHD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2018


RINGKASAN EKSEKUTIF INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (IKPLHD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2018


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LEMBAR PERNYATAAN


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (IKPLHD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

I. LEMBAR PERNYATAAN Mengingat kebenaran data sangat diperlukan dalam analisis dan bahwa dalam perumusan isu prioritas daerah terkait pengelolaan lingkungan hidup perlu melibatkan para pihak terkait, bersama ini saya sebagai Bupati Malang menyatakan bahwa penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Malang Tahun 2017 ini telah dirumuskan

dan

dipertanggungjawabkan.

disusun

dengan

sebenarnya

dan

dapat


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KATA PENGANTAR


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat ALLAH SWT karena atas izin dan kemurahanNya, Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Kabupaten Malang Tahun 2017 yang merupakan laporan tentang gambaran kinerja daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup, dapat terselesaikan dengan baik. Dokumen IKPLHD disusun dalam rangka memenuhi amanat Undangundang

Nomor

32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup dalam Bab VIII tentang Sistem Informasi pasal 65 ayat (1) sampai dengan (3). Pasal tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengembangkan sistem informasi pengelolaan lingkungan hidup untuk mendukung pelaksanaan dan pengembangan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sistem informasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi serta wajib dipublikasikan kepada masyarakat. Informasi ini juga untuk memenuhi kewajiban untuk menyediakan, memberikan dan atau menerbitkan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dokumen IKPLHD tidak hanya menyajikan gambaran status atau kondisi lingkungan hidup tetapi juga menyajikan informasi tentang perubahan penduduk dengan kualitas dan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya, yang merupakan tekanan terhadap lingkungan. Dimana dengan keterbatasan lingkungan dan teknologi, tekanan tersebut harus tetap dikendalikan sehingga tidak menimbulkan bencana ekologi. Upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan program untuk pengendalian dan penanganan dampak lingkungan yang terjadi, menjadi respon penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dukungan dan peran serta masyarakat termasuk para pelaku usaha dan/atau kegiatan dalam merespon hal tersebut juga menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian dan fungsi lingkungan hidup.


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Dokumen IKPLH terwujud atas dukungan dan kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dengan berbagai pihak meliputi Organisasi Perangkat Daerah terkait di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Malang dan instansi terkait lainnya seperti Perum Perhutani Wilayah Malang, UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, Tahura R. Soerja, Perum Jasa Tirta I, PDAM, serta juga melibatkan unsur Perguruan Tinggi (Pasca Sarjana Universitas Brawijaya) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Pakarti). Saran serta masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi laporan IKPLHD sebagai sumber informasi dan salah satu dasar bagi peningkatan kualitas pengambilan kebijakan/keputusan yang memperhatikan dan mempertimbangkan aspek lingkungan dengan daya dukung dan daya tampungnya, untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.


DAFTAR ISIII BAB DAFTAR TABEL ISU

PRIORITAS

DAFTAR LINGKUNGAN GAMBAR HIDUP


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1

Latar Belakang ............................................................................................. I-1

1.2

Keadaan Umum Daerah............................................................................... I-3 1.2.1

Karakteristik Lokasi Dan Wilayah .................................................. I-3

1.3

Tahapan Penyusunan ................................................................................. I-27

1.4

Maksud Dan Tujuan .................................................................................. I-28

1.5

Ruang Lingkup Penulisan .......................................................................... I-29

BAB II ISU PRIORITAS LINGKUNGAN HIDUP 2.1

Penetapan Isu Prioritas ...............................................................................II-2

2.2

Isu Prioritas .................................................................................................II-7 2.2.1

Alih Fungsi Lahan/Tata Ruang ......................................................II-7

2.2.2

Penurunan Kualitas Air ..................................................................II-9

2.2.3

Pengelolaan Sampah/Perkotaan ...................................................II-20

BAB III ANALISIS DRIVING, PRESSURE, STATE, RESPONSE, RESILIENCE, DAN RISK ISU LINGKUNGAN HIDUP 3.1

Pendorong (Driving) Perubahan Lingkungan Hidup ................................ III-1

3.2

Analisis Pressure, State, Dan Response ................................................... III-3

3.3

3.4

3.2.1

Tata Guna Lahan .......................................................................... III-3

3.2.2

Kualitas Air ................................................................................ III-20

Permasalahan Persampahan Kota ........................................................... III-83 3.3.2

Kualitas Udara ............................................................................ III-91

3.3.3

Risiko Bencana......................................................................... III-102

Resilience .............................................................................................. III-111

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

i


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.5

Risk ....................................................................................................... III-113

BAB IV INOVASI DAERAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP 4.1

Kelembagaan (Institutional) ..................................................................... IV-3 4.1.1

Tugas Pokok dan Fungsi .............................................................. IV-4

4.1.2

Struktur Organisasi....................................................................... IV-5

4.1.3

Produk Hukum di Bidang Lingkungan Hidup ............................. IV-8

4.1.4

Standar Operasional Prosedur (SOP) ......................................... IV-14

4.1.5

Keterbukaan Informasi Publik ................................................... IV-18

4.2

Sumber Daya Manusia (Human Resources) ........................................... IV-19

4.3

Anggaran (Budget) Pengelolaan Lingkungan Hidup .............................. IV-20

4.4

Peran Serta Masyarakat (Community Participation) .............................. IV-21

4.5

Inovasi dan Penghargaan (Innovation & Rewards) ................................ IV-25 4.5.1

Inovasi Pengelolaan Lingkungan Hidup. ................................... IV-25

4.5.2

Adaptasi dan Mitigasi Bencana .................................................. IV-40

4.5.3

Rehabilitasi Lingkungan ............................................................ IV-47

4.5.4

Penegakan Hukum ..................................................................... IV-52

4.5.5

Penghargaan di Bidang Lingkungan Hidup ............................... IV-53

BAB V PENUTUP 5.1

Kesimpulan ................................................................................................ V-1

5.2

Rencana Tindak Lanjut ............................................................................ V-10

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DATA LAMPIRAN IKLH

LAMPIRAN PENDUKUNG

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

ii


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAFTAR TABEL

Tabel I.1

Jumlah Desa dan Kelurahan Menurut Kecamatan........................ I-4

Tabel I.2

Kondisi Lereng, Relief, dan Topografi di Kabupaten Malang ... I-10

Tabel I.3

Susunan Geologi Kabupaten Malang dan Luasannya ................ I-11

Tabel I.4

Klasifikasi Satuan Ekoregion Bentangalam di Kabupaten Malang ........................................................................................ I-24

Tabel II.1

Waduk yang dikelola PJT I di Kabupaten Malang..................... II-15

Tabel III.1

Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai I (DAS Lesti) .......... III-23

Tabel III.2

Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai II (DAS Ambang) ... III-24

Tabel III.3

Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai III (DAS Melamon) III-25

Tabel III.4

Waktu Pengambilan Sampel Kualitas Air Sungai ................... III-26

Tabel III.5

Rumusan Rekomendasi ............................................................ III-46

Tabel III.6

Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana ............. III-110

Tabel III.7

Hasil Pengukuran Ketanguhan Kabupaten Malang ............... III-112

Tabel III.8

Matriks Tingkat Risiko Bencana Kabupaten Malang ............ III-113

Tabel IV.1

Daftar Standar Operasional Prosedur Tahun 2017 .................. IV-15

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

iii


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAFTAR GAMBAR

Gambar I.1

Peta Batas Administrasi Kabupaten Malang.................................. I-6

Gambar I.2

Nama dan Ketinggian Gunung di Kabupaten Malang ................... I-7

Gambar I.3

Kondisi Lereng, Relief, dan Topografi di Kabupaten Malang ...... I-9

Gambar I.4

Kondisi Geologi dan Persebarannya di Kabupaten Malang ........ I-12

Gambar I.5

Kondisi Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Malang ................. I-14

Gambar I.6

Kondisi Iklim dan Persebarannya di Kabupaten Malang ............ I-16

Gambar I.7

Ekoregion Bentang Alam Asal Proses Vulknanik di Kabupaten Malang....................................................................... I-27

Gambar II.1

Focus Group Discussion Pembahasan Isu Strategis.....................II-5

Gambar II.2

Grafik Perubahan Luas Lahan Kabupaten Malang.......................II-9

Gambar II.3

Grafik Perkembangan Penduduk Kabupaten Malang ................II-11

Gambar II.4

Peningkatan Jumlah Penduduk Kabupaten Malang 2016-2017 .II-11

Gambar II.5

Peta DAS Brantas yang Termasuk Wilayah Kabupaten Malang ........................................................................................II-15

Gambar III.1 Penggunaan Lahan Non Pertanian Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang...................................................................... III-5 Gambar III.2 Penggunaan Lahan Sawah Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang ........................................................................................ III-6 Gambar III.3 Penggunaan Lahan Kering Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang ........................................................................................ III-7 Gambar III.4 Penggunaan Lahan Perkebunan Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang...................................................................... III-8 Gambar III.5 Penggunaan Lahan Hutan Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang ........................................................................................ III-9 Gambar III.6 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan Fungsi di Kabupaten Malang ...................................................................................... III-11 Gambar III.7 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan Status di Kabupaten Malang ...................................................................................... III-11 Gambar III.8 Luas Kawasan Kritis dan Sangat Kritis di Kabupaten Malang III-14 Gambar III.9 Suhu Udara Kabupaten Malang dari Pos Lanud AR. Saleh Tahun 2011 dan 2016 ............................................................... III-18 Gambar III.10 Kondisi Fisik Sungai ................................................................ III-21 Gambar III.11 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti ...................... III-24 Gambar III.12 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti ...................... III-25

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

iv


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.13 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti ...................... III-26 Gambar III.14 Uji Air badan air di kali Meri Kec. Tajinan ............................. III-27 Gambar III.15 Uji Air Badan Air di Sungai Kecopokan Kec. Sumberpucung III-27 Gambar III.16 Uji air badan air di Sungai Lesti Kecamatan Pagelaran ........... III-28 Gambar III.17 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Lesti .............. III-29 Gambar III.18 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Ambang ........ III-29 Gambar III.19 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Melamon ....... III-30 Gambar III.20 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Lesti............ III-31 Gambar III.21 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Ambang ...... III-31 Gambar III.22 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Melamon .... III-32 Gambar III.23 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Lesti............ III-33 Gambar III.24 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Ambang ...... III-33 Gambar III.25 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Melamon .... III-34 Gambar III.26 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Lesti ............. III-35 Gambar III.27 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Ambang ....... III-35 Gambar III.28 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Melamon ...... III-36 Gambar III.29 Konsentrasi Parameter Total Phosphat Air Sungai di DAS Lesti .......................................................................................... III-37 Gambar III.30 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Sungai di DAS Ambang .................................................................................... III-37 Gambar III.31 Konsentrasi Parameter Total Phosphat Air Sungai di DAS Melamon ................................................................................... III-38 Gambar III.32 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Lesti .......................................................................................... III-39 Gambar III.33 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Ambang .................................................................................... III-39 Gambar III.34 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Melamon .................................................................................. III-40 Gambar III.35 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Lesti .......................................................................................... III-41 Gambar III.36 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Ambang .................................................................................... III-41 Gambar III.37 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Melamon .................................................................................. III-42 Gambar III.38 Eutrofikasi Embung/Waduk Sengguruh................................... III-50 Gambar III.39 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Sutami........................ III-51 Gambar III.40 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Selorejo...................... III-51 BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

v


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.41 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Sengguruh.................. III-52 Gambar III.42 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Lahor ......................... III-52 Gambar III.43 Konsentrasi Parameter BOD Air Waduk Sutami ..................... III-53 Gambar III.44 Konsentrasi Parameter BOD Air Waduk Sengguruh ............... III-54 Gambar III.45 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Sutami ..................... III-55 Gambar III.46 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Selorejo ................... III-55 Gambar III.47 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Sengguruh ............... III-56 Gambar III.48 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Lahor ....................... III-56 Gambar III.49 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Sutami ...................... III-57 Gambar III.50 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Selorejo .................... III-57 Gambar III.51 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Sengguruh ................ III-58 Gambar III.52 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Lahor ........................ III-58 Gambar III.53 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Sutami ... III-59 Gambar III.54 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Selorejo . III-60 Gambar III.55 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Sengguruh ................................................................................. III-60 Gambar III.56 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Lahor ..... III-61 Gambar III.57 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Sutami ..... III-62 Gambar III.58 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Selorejo ... III-62 Gambar III.59 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Sengguruh ................................................................................. III-63 Gambar III.60 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Lahor....... III-63 Gambar III.61 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Sutami ..... III-64 Gambar III.62 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Selorejo ... III-65 Gambar III.63 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Sengguruh ................................................................................. III-65 Gambar III.64 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Lahor ....... III-66 Gambar III.65 Pengukuran Kualitas Air Tanah 1 ............................................ III-69 Gambar III.66 Pengukuran Kualitas Air Tanah 2 ............................................ III-69 Gambar III.67 Uji Air laut di Sendang Biru .................................................... III-71 Gambar III.68 Uji Air laut di Sendang Biru .................................................... III-72 Gambar III.69 Analisis Parameter TSS............................................................ III-73 Gambar III.70 Analisis Salinitas Air Laut ....................................................... III-74 Gambar III.71 Kandungan pH dalam Air Laut ................................................ III-75 Gambar III.72 Kandungan Kecerahan dalam Air Laut .................................... III-76

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

vi


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.73 Jumlah Pengguna Sumber Air Minum – Bagian 1 ................... III-78 Gambar III.74 Uji Limbah Domestik di Dusun Margosingo Kec. Kepanjen .. III-79 Gambar III.75 Uji Air Limbah MCK Plus Cempoko mulyo Kec. Kepanjen .. III-79 Gambar III.76 Jumlah Fasilitas Buang Air Besar ............................................ III-80 Gambar III.77 Perkiraan Jumlah Timbulan Sampah di Kabupaten Malang .... III-87 Gambar III.78 Pengambilan Sampel Uji Kualitas Udara Ambien ................... III-93 Gambar III.79 Kualitas Udara Kawasan Permukiman Tahun 2017 ................ III-93 Gambar III.80 Kualitas Udara Kawasan Industri Tahun 2017 ........................ III-94 Gambar III.81 Kualitas Udara Kawasan Padat Lalu Lintas Tahun 2017 ......... III-94 Gambar III.82 Kualitas Udara Kawasan Komersil Tahun 2017 ...................... III-95 Gambar III.83 Suhu Udara Rata-rata Bulanan ................................................. III-96 Gambar III.84 Jumlah Kendaraan Bermotor di Wilayah Kabupaten Malang .................................................................................... III-100 Gambar III.85 Peta Persebaran Daerah Rawan Bencana di Kabupaten Malang .................................................................................... III-103 Gambar III.86 Kerugian Akibat Bencana Alam Tanah Longsor di Kabupaten Malang.................................................................. III-104 Gambar III.87 Bencana Alam Tanah Longsor di Kabupaten Malang ........... III-105 Gambar IV.1 Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup ........................... IV-8 Gambar IV.2 Taman Puspa Ngadilangkung-Kepanjen, salah satu RTH di Kabupaten Malang.................................................................... IV-12 Gambar IV.3 Jumlah Personil Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup Berdasarkan Pendidikan ........................................................... IV-19 Gambar IV.4 Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi dan Pelatihan Bank Sampah Serta Sosialisasi Kewajiban Memiliki Dokumen Lingkungan Bagi Pelaku Usaha/Kegiatan .................................................... IV-22 Gambar IV.5 Malam penganugerahan Kecamatan Berseri oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna di Pendopo Agung Kabupaten Malang.................................................................... IV-24 Gambar IV.6 TPA Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen .......................... IV-26 Gambar IV.7 TPA Paras Poncokusumo ......................................................... IV-27 Gambar IV.8 Proses Kerja TPST Mulyoagung Bersatu ................................ IV-30 Gambar IV.9 Jambore Sampah di TPA Wisata Edukasi Talang Agung Kepanjen .................................................................................. IV-32 Gambar IV.10 Deklarasi Dukungan Kabupaten Malang Bebas Sampah Tahun 2020 Oleh Para Camat.................................................. IV-32 Gambar IV.11 Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Sosialisasi

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

vii


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang.................................................................... IV-33 Gambar IV.12 Kegiatan Jagong Maton Bagi Pelaku Industri dan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup......................................................... IV-34 Gambar IV.13 Integrated Resource Recovery Centers Mantung-Pujon, Kabupaten Malang.................................................................... IV-36 Gambar IV.14 Kegiatan Sosialisasi Kampung Ramah Anak Ramah Lingkungan ............................................................................... IV-37 Gambar IV.15 Lomba Fashion Show 3R 2017 ................................................ IV-38 Gambar IV.16 Gerakan Lihat Sampah Ambil atau LiSA ................................ IV-39 Gambar IV.17 Apel 1.000 Orang Relawan Pada Acara Sekolah Sungai di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing wetan ................... IV-40 Gambar IV.18 Simulasi menghadapi bencana gunung meletus di salah satu DTB di Poncokusumo, Kabupaten Malang ............................. IV-42 Gambar IV.19 Sosialisasi Program Pengenalan Bencana di Sekolah (Pena Sekolah) ................................................................................... IV-43 Gambar IV.20 Pembukaan SLI Tebu ............................................................... IV-44 Gambar IV.21 Kegiatan Sekolah Lapangan Iklim Tebu .................................. IV-45 Gambar IV.22 Upaya adaptasi dan mitigasi melalui Proklim.......................... IV-47 Gambar IV.23 Kegiatan Penghijauan Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang................................................................... IV-48 Gambar IV.24 Penanaman untuk peningkatan tutupan vegetasi/lahan ............ IV-49 Gambar IV.25 Dokumen Lingkungan Kegiatan/usaha dari Tahun 2011-2017 ................................................................................ IV-50 Gambar IV.26 Persentase Pengawasan Izin Lingkungan Tahun 2017 ............ IV-51 Gambar IV.27 Persentase Pengawasan Izin Lingkungan Tahun 2017 ............ IV-52 Gambar IV.28 Penerimaan Penghargaan Nirwasita Tantra oleh Bupati Malang ..................................................................................... IV-54 Gambar IV.29 Penerimaan Penghargaan Adipura ........................................... IV-55

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

viii


BAB BAB I II ISU PRIORITAS PENDAHULUAN LINGKUNGAN HIDUP


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1

LATAR BELAKANG Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti oleh 172

negara di Rio de Janeiro pada bulan Juni tahun 1992, tentang Lingkungan hidup dan Pembangunan [The United Nations Conference on Environment and Development (UNCED)] telah menghasilkan strategi pengelolaan lingkungan hidup yang dituangkan ke dalam Agenda 21. Agenda 21 salah satunya mengenai perlunya kemampuan pemerintahan dalam mengumpulkan dan memanfaatkan data dan informasi multisektoral pada proses pengambilan keputusan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut menuntut ketersediaan data, keakuratan analisis, serta penyajian informasi lingkungan hidup yang informatif. Pada tahun 1997, Indonesia mengeluarkan Agenda 21 Nasional yang berisikan tentang rujukan untuk memasukkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan pembangunan nasional. United Nations Development Programme (UNDP) telah mendukung pembangunan dan peluncuran Agenda 21 Indonesia yang merupakan Versi Nasional dari Agenda 21 Global pada KTT Rio de Janeiro. Agenda 21 Indonesia lebih diarahkan kepada: 1) peningkatan produktivitas sumberdaya; 2) penganekaragaman hasil produksi; 3) perbaikan tata ruang; dan 4) peningkatan fungsi konservasi. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat diperoleh apabila dilandasi ilmu pengetahuan yang memadai karena hal ini merupakan asas kunci bagi pencapaian pertumbuhan sosial dan ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, pada Agenda 21 Indonesia, strategi nasional untuk pembangunan berkelanjutan melibatkan: 1) pelayanan masyarakat; 2) pengelolaan limbah; 3) pengelolaan sumberdaya tanah; dan 4) pengelolaan sumberdaya alam (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1997).

BAB I Pendahuluan

I-1


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Permasalahan lingkungan hidup pada umumnya menyangkut dimensi yang luas, yaitu lintas ruang, lintas pelaku, dan lintas generasi. Dimensi lintas ruang adalah suatu kondisi permasalahan lingkungan hidup yang melewati batas wilayah administrasi. Sebagai contoh pada kejadian banjir, permasalahannya mungkin tidak terbatas pada satu daerah administrasi tertentu. Oleh karena itu, pengembangan informasi yang berhubungan dengan masalah banjir memerlukan suatu jaringan informasi lingkungan hidup antar wilayah administrasi, sedikitnya di satu Daerah Aliran Sungai (DAS). Dimensi kedua, bahwa fenomena lingkungan hidup selalu berkaitan dengan lintas pelaku. Salah satu contoh adalah pencemaran sungai dimana sumber pencemar tersebut dapat berasal dari berbagai sektor seperti industri, permukiman, dan pertanian. Dimensi ketiga, permasalahan lingkungan hidup selalu menyangkut lintas generasi. Hal ini sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan dimana sumberdaya alam dan lingkungan hidup harus dikelola untuk generasi sekarang dan masa datang. Dalam konteks pembangunan di Kabupaten Malang saat ini dan pada masa mendatang, terdapat tiga permasalahan lingkungan hidup yang menjadi fokus perhatian akibat akselerasi pembangunan yang terjadi yang menjadikan perlindungan terhadap kualitas lingkungan hidup itu terabaikan. Ketiga permasalahan lingkungan hidup itu ialah: 1) Terjadinya alih fungsi lahan yang berpengaruh

terhadap

penurunan

kualitas

lingkungan

dan

perubahan

iklim,2)Peningkatan jumlah timbulan sampah yang belum tertangani dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta 3)Kondisi kualitas lingkungan khususnya kualitas air pada air badan air di wilayah Kabupaten Malang yang belum seluruhnya memenuhi baku mutu, dimana hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ketiga kondisi di atas saat ini dipandang perlu untuk segera mendapatkan perhatian secara serius dari Pemerintah Kabupaten Malang. Ketiganya juga merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dijadikan program atau kebijakan prioritas pembangunan Kabupaten Malang dalam rangka melaksanakan perbaikan serta peningkatan kualitas lingkungan hidup guna menyajikan kinerja Pemerintah

BAB I Pendahuluan

I-2


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kabupaten Malang dalam mengantisipasi keandalan lingkungan hidup hingga masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Malang berkewajiban menyediakan informasi lingkungan hidup dan menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat dalam rangka pengelolaan lingkungan dan perwujudan akuntabilitas publik. Informasi tersebut harus menggambarkan keadaan/kondisi lingkungan hidup, penyebab dan dampak permasalahannya, serta respon pemerintah daerah dan masyarakat dalam menanggulangi permasalahan lingkungan hidup tersebut. Pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa sistem informasi lingkungan hidup paling sedikit memuat informasi mengenai status lingkungan hidup, peta rawan lingkungan hidup, dan informasi lingkungan hidup lainnya yang meliputi keragaman karakter ekologis, sebaran penduduk, sebaran potensi sumber daya alam, dan kearifan lokal. Buku Informasi

Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah

(IKPLHD) Kabupaten Malang Tahun 2017 disusun sebagai langkah awal dalam memenuhi kewajiban Pemerintah Kabupaten Malang tentang penyediaan informasi lingkungan hidup. Tujuan utamanya adalah untuk menilai, menentukan prioritas permasalahan, serta merumuskan rekomendasi bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup serta menerapkan pembangunan berkelanjutan. 1.2

KEADAAN UMUM DAERAH

1.2.1

Karakteristik Lokasi dan Wilayah

1.2.1.1 Luas dan Batas Wilayah Wilayah Kabupaten Malang memiliki luas 3.534,86 km2 atau 353.486 ha dan terletak pada koordinat 112°17’10,90”–112°57’00,00” Bujur Timur dan 7°44’55,11”–8°26’35,45” Lintang Selatan. Kabupaten Malang merupakan daerah dengan luas wilayah terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten

BAB I Pendahuluan

I-3


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Banyuwangi. Luas Kabupaten Malang tersebut terbagi atas kawasan daratan dan lautan, masing-masing seluas 3.534,86 km2 dan 557,81 km2. Sebelah Utara

: Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang

Sebelah Timur

: Kabupaten Lumajang

Sebelah Selatan : Samudera Indonesia Sebelah Barat

: Kabupaten Blitar danKabupaten Kediri Bagian Tengah (Lingkar Dalam) : Kota Malang dan Kota Batu

Secara administratif kewilayahan, Kabupaten Malang terbagi atas 33 Kecamatan, 12 Kelurahan, 378 Desa, 1.368 Dusun, 3.183 Rukun Warga (RW) dan 14.869 Rukun Tetangga (RT). Pusat pemerintahan Kabupaten Malang berada di Kecamatan Kepanjen sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang dari Wilayah Kota Malang ke Wilayah Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Berikut rincian jumlah desa/kelurahan, jumlah RW dan jumlah RT per kecamatan di Kabupaten Malang: Tabel I.1 Jumlah Desa dan Kelurahan Menurut Kecamatan No

Kecamatan

Desa

Kelurahan

Dusun

RW

RT

1 2 3 4 5

Donomulyo Kalipare Pagak Bantur Gedangan Sumbermanjing Wetan Dampit Tirtoyudo Ampelgading Poncokusumo Wajak Turen Bululawang Gondanglegi Pagelaran Kepanjen

10 9 8 10 8

-

39 39 22 34 42

119 75 77 96 84

502 459 337 492 358

15

-

53

115

539

11 13 13 17 13 15 14 14 10 14

1 2 4

46 43 39 47 44 39 51 35 24 38

114 62 97 168 145 172 89 59 63 77

711 295 316 825 486 704 351 382 277 468

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

BAB I Pendahuluan

I-4


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

No

Kecamatan

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Sumberpucung Kromengan Ngajum Wonosari Wagir Pakisaji Tajinan Tumpang Pakis Jabung Lawang Singosari Karangploso Dau Pujon Ngantang Kasembon

Desa

Kelurahan

Dusun

RW

RT

7 7 9 8 12 12 12 15 15 15 10 14 9 10 10 13 6

2 3 -

17 20 33 33 61 40 36 46 60 51 48 63 46 38 41 60 40

53 51 99 78 96 87 75 104 147 82 151 138 109 79 82 73 67

258 233 254 308 387 373 360 646 831 476 631 789 494 338 349 348 192

Sumber: Kabupaten Malang Dalam Angka , 2017

BAB I Pendahuluan

I-5


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.1 Peta Batas Administrasi Kabupaten Malang Sumber: Laporan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang, 2014

1.2.1.2 Topografi

Topografi Kabupaten Malang sangat beragam, mulai dari dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, gunung, sungai, hingga laut. Dataran tinggi di

BAB I Pendahuluan

I-6


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kabupaten Malang merupakan daerah perbukitan kapur (Pegunungan Kendeng) di bagian selatan pada ketinggian 0-650 meter dpl, daerah lereng Tengger-Semeru di bagian timur membujur dari utara ke selatan pada ketinggian 500-3600 meter dpl, dan daerah lereng Kawi-Arjuno di bagian barat pada ketinggian 500-3.300 meter dpl, sedangkan untuk dataran rendah atau daerah lembah, terletak pada ketinggian 250-500 meter di atas permukaan laut (dpl). Ketinggian Gunung dan Pegunungan di Kabupaten Malang (m) 3676

3339

2868

2651

2277

2040

1731

2329

2156

650

Gambar I.2 Nama dan Ketinggian Gunung di Kabupaten Malang Sumber: Kabupaten Malang Dalam Angka, 2017

Kabupaten Malang memiliki 9 (sembilan) gunung dan 1 (satu) pegunungan seperti yang disajikan pada Gambar 1.2. Keberadaan gunung dan pegunungan tersebut menjadikan Kabupaten Malang memiliki potensi kehutanan yang luas dan sumber-sumber mata air yang dimanfaatkan untuk kepentingan konsumsi, irigasi pertanian, dan industri. Limpahan air dari sumber mata air tersebut mengalir melalui sungai-sungai besar maupun kecil. Tercatat, di Kabupaten Malang mengalir 10 sungai. Sungai tersebut antara lain Brantas,

2)

Konto, dan

Sungai Lesti, 5)

3)

Sungai Kd.Banteng/ Kali Sumber Mas,

Sungai Metro,6) Lahor/Biru,

7)

Lekso,

8)

1)

Sungai

4)

Sungai

Dirdo, 9) Kemudinan,

10)

Manjing. Di antara sungai-sungai besar tersebut, Sungai Brantas adalah sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur (Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017).

BAB I Pendahuluan

I-7


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kondisi topografi di Kabupaten Malang dapat dilihat dari 2 (dua) unsur, yaitu ketinggian dan kelerengan. Jika dilihat dari ketinggian lahan, Kabupaten Malang dibedakan menjadi beberapa wilayah ketinggian sebagai berikut. o Ketinggian 0-100 meter permukaan laut: 0% dari seluruh wilayah dengan topografi relatif datar dan bergelombang. o Ketinggian 100-500 meter permukaan laut: 75,76% dari seluruh wilayah dengan topografi bergelombang dan bergunung. o Ketinggian 500-1000 meter permukaan laut: 18,18% dari seluruh wilayah dengan kondisi berbukit. o Ketinggian lebih 1000 meter permukaan laut: 3,03% dari seluruh wilayah dengan topografi bergunung dan terjal. Untuk kelerengan, sebagian besar wilayah Kabupaten Malang mempunyai kemiringan lereng 48,69% berada di hampir seluruh dataran rendah Kabupaten Malang. Selain itu, ada pula kemiringan lereng 28,85% yang berada pada daerah perbukitan dan pegunungan, serta kemiringan lereng >22,46% berada pada daerah pegunungan. Tingkat kelerengan di Kabupaten Malang secara lebih detail diklasifikasikan sebagai berikut.

BAB I Pendahuluan

I-8


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.3 Kondisi Lereng, Relief, dan Topografi di Kabupaten Malang Sumber: Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, DLH 2017

BAB I Pendahuluan

I-9


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Berdasarkan kemiringan lerengnya, sebagaimana disajikan dalam Tabel I.2. dan Gambar I.3 maka topografi terluas di Kabupaten Malang berupa lereng kaki perbukitan atau kaki gunung api yang mencapai luas 89.745,58 hektar (25,39%) dan dataran rendah yang mencapai luas sebesar 74.693,71 hektar (21,13%) dari seluruh luas wilayah, yang keduanya termasuk dalam fisiografi cekungan antar gunung api. Sementara luasan terkecil sebesar 33.956,75 hektar (9,61%) menempati topografi pegunungan termasuk kerucut gunung api. Tabel I.2 Kondisi Lereng, Relief, dan Topografi di Kabupaten Malang Persen Lereng (%) Relief Topografi Luas (Ha) (%) 0-3 3-8 8 - 15 15 - 30 30 - 40 > 40 Tubuh Air

Dataran Berombak Bergelombang Miring Curam Sangat curam Luas Total

Dataran rendah Dataran berombak Lerengkaki Perbukitan rendah Perbukitan curam Pegunungan -

74.693,71 45.540,35 89.745,58 67.985,39 36.779,73 33.958,75 4.782,49 353.486,00

21,13 12,88 25,39 19,23 10,40 9,61 1,35 100,00

Sumber: Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, DLH 2017

Dataran rendah yang berada pada bagian tengah wilayah Kabupaten Malang merupakan sebuah cekungan hidrogeologi, yang secara geomorfologi disebut sebagai cekungan antar gunung api (inter-volcanoes basin), yang dikelilingi oleh beberapa gunung api aktif maupun sudah tidak aktif. Gunung api di bagian timur wilayah Kabupaten Malang adalah Gunung api Semeru dan Bromo, di sebelah barat adalah Gunung api Kawi, Butak, dan Gunung api Kelud, di sebelah utara terdapat Gunung api Arjuna. Topografi pada bagian selatan Kabupaten Malang merupakan bagian dari jajaran Perbukitan Zona Selatan Jawa yang berupa perbukitan struktural patahan terdenudasional dan perbukitan solusional karst. Selanjutnya topografi ini berbatasan langsung dengan wilayah kepesisiran selatan Jawa sebagai bagian dari proses marin Samudera Hindia.

BAB I Pendahuluan

I-10


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

1.2.1.3 Geologi Secara geologi, hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Malang terbentuk dari hasil aktivitas gunung api muda berusia Kuarter, yang mencakup area seluas 149.492,32 hektar atau sebesar 44,29% dari total keseluruhan luas wilayah Kabupaten Malang. Sementara sebagian kecil wilayah lainnya merupakan batuan sedimen fasies batu gamping yang berumur Miosen (>24 juta tahun yang lalu) dengan area seluas 90.884,00 hektar atau sekitar 27,15% dari total luas wilayah Kabupaten Malang, yang secara terinci disajikan dalam persebarannya disajikan dalam Tabel I.3 dan Gambar I.4. Tabel I.3 Susunan Geologi Kabupaten Malang dan Luasannya Luas No Fasies Batuan Penyusun Hektar Persentase 1 Fasies Gunung api Muda Kuarter 149.492,32 42,29 2

Fasies Gunung api Tua Kuarter

46.081,41

13,04

3

Fasies Batu gamping Miosen

95.223,80

26,94

4

Fasies Batuan Sedimen Miosen

17.173,80

4,86

5

Endapan Alluvium

44.475,67

12,58

6

Perairan Waduk dan lainnya

1.039,00

0,29

353.486,00

100,00

Jumlah Sumber: RTRW Kabupaten Malang 2010-2030

BAB I Pendahuluan

I-11


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.4 Kondisi Geologi dan Persebarannya di Kabupaten Malang Sumber: Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

BAB I Pendahuluan

I-12


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

1.2.1.4 Hidrologi dan Klimatologi Secara hidroklimatologi Kabupaten Malang merupakan daerah dataran tinggi dengan sistem drainase yang baik dan tidak pernah tergenang air, kecuali pada beberapa wilayah dataran rendah. Sistem drainase ini menggambarkan tingkat kejenuhan tanah terhadap kandungan air dan sekaligus menunjukkan tingkat kecepatan resapan air hujan. Daerah-daerah yang terdapat genangangenangan air (reservoar) berupa waduk, seperti: Waduk Selorejo dan Waduk Karangkates, merupakan muara drainase dari berbagai wilayah. Secara umum, peta aliran hidrologi permukaan (Daerah Aliran Sungai) di Kabupaten Malang dapat dilihat pada Gambar I.5. Kabupaten Malang dilewati oleh beberapa sungai besar dan anak sungai, yang sebagian anak-anak sungai berasal dari Kali Brantas dan Kali Konto, yang sebagian bermuara di Waduk Selorejo dan Waduk Karangkates, dan sebagian bermuara langsung ke Laut Jawa dan Samudera Hindia. Kondisi hidrologi lain ditunjukkan oleh potensi mata air. Berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Malang terdapat sekitar 588 mata air perenial dengan debit aliran berkisar antara 1 hingga 200 liter/detik. Debit aliran tertinggi pada Mata Air Wendit yang terletak di Kecamatan Pakis, yaitu mencapai 1.100 liter/detik. Sementara mata air yang memiliki debit aliran lebih dari 200 liter/detik berada di beberapa kecamatan, antara lain: Kecamatan Pakis, Tumpang, Gondanglegi, Singosari, Ngajum, Sumberpucung, Wagir, Ampelgading dan Dampit.

BAB I Pendahuluan

I-13


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.5 Kondisi Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Malang Sumber: Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

BAB I Pendahuluan

I-14


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Secara klimatologis, Kabupaten Malang beriklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 18,25ď‚°C hingga 31,45ď‚°C. Dari pencatatan data iklim pada empat stasiun pengamat yang ada, tekanan udara tertinggi terjadi di Kecamatan Singosari, yaitu 1.012,70 atmosfer. Sementara lokasi lainnya berada di bawah kisaran angka tersebut. Kelembaban udara yang diamati pada keempat stasiun pengamat, bahwa di Stasiun Lawang pada elevasi 2.423 meter diatas permukaan air laut menunjukkan kelembaban tertinggi sebesar 84%, dan rata-rata kecepatan angin dari keempat stasiun pengamat berkisar antara 1,8 hingga 4,7 km/jam. Ratarata curah hujan tahunan di Kabupaten Malang sebesar 1.596 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 84,85 hari, yang turun pada bulan April sampai dengan Oktober. Di antara musim penghujan dan kemarau, terdapat musim peralihan yang terjadi antara bulan April sd Mei dan Oktober sd November (Kajian Daya Dukung Daya Tampung Lingungan Hidup Kabupaten Malang, 2017). Kondisi Iklim dan Persebarannya di Kabupaten Malang, disajikan dalam Gambar I.6.

- 13

BAB I Pendahuluan

I-15


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.6 Kondisi Iklim dan Persebarannya di Kabupaten Malang Sumber: Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

BAB I Pendahuluan

I-16


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

1.2.1.5 Potensi Unggulan Daerah 1.

Potensi Pertanian Hawa yang sejuk menjadikan Kabupaten Malang disamping digemari oleh

masyarakat sebagai wilayah hunian, namun juga terlebih sebagai wilayah pengembangan pertanian dan perkebunan yang prospektif. Potensi pertanian di wilayah Kabupaten Malang beraneka ragam dan tersebar di seluruh kecamatan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Malang merupakan lahan pertanian,yaitu sekitar 14,31 persen (45.888 hektar) merupakan lahan sawah, 35,45 persen (113.664 hektar) adalah tegal/ladang/kebun, 7,06 persen (22.643 hektar) adalah areal perkebunan dan 12,50 persen (40.079 hektar) adalah hutan. Fasilitas jaringan irigasi telah banyak dibangun meliputi bendungan tetap, bangunan air, sumber air, pintu air dan saluran pembawa air yang diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan pengairan lahan sawah seluas 46.033 hektar. Sebagian besar jaringan irigasi merupakan irigasi teknis yang mengairi sekitar 28.228 hektar (61,32 persen) lahan sawah. Sedangkan irigasi semi teknis sekitar 11.319 hektar (24,59 persen) dan irigasi sederhana sekitar 6.486 hektar (14,09 persen). Produksi pangan terutama padi pada tahun 2016 mencapai 505.138 ton, meningkat disbanding tahun sebelumnya. Produksi jagung, ubi kayu, kacang tanah dan kedelai sebagai komoditi substitusinya mengalami kenaikan. Sementara itu, komoditi palawija lainnya seperti ubi jalar mengalami penurunan. Selain komoditi padi dan palawija, komoditi lain yang tercakup dalam tanaman bahan makanan (tabama) yang cukup potensi adalah komoditi hortikultura. Melihat kondisi alam Kabupaten Malang yang sejuk, maka wajar bila komiditi hortikultura cukup potensi. Tercatat 20 komoditi sayuran dan 21 komoditi buah buahan yang potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Produksi sayuran pada tahun 2016 umumnya meningkat, sedangkan produksi buah-buahan berfluktuasi dari tahun ke tahun. Beberapa komoditi perkebunan rakyat adalah cengkeh, kopi, tebu, kelapa, kapuk randu, tembakau, kakao, dan teh. Komoditi perkebunan rakyat umumnya terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan kecuali tebu, kapuk

BAB I Pendahuluan

I-17


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

randu dan tembakau. Hampir semua komoditi perkebunan rakyat pada tahun 2016 produksinya meningkat kecuali produksi cengkeh rakyat,kapuk randu, nilam dan kakao rakyat. 2.

Potensi Peternakan Potensi peternakan di wilayah Kabupaten Malang meliputi ternak besar

dan

ternak

kecil.

Ternak

besar

yang

dominan

keberadaannya

dan

pengembangannya di seluruh wilayah Kabupaten Malang adalah sapi (perah dan potong) dan kambing. Data dari Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2017 menunjukkan bahwa pada tahun 2016 populasi sapi potong di Kabupaten Malang sekitar 223.771 ekor, sapi perah sekitar 81.150 ekor, dan kambing sekitar 248.048 ekor. Data tersebut juga menunjukkan populasi ternak besar yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sapi perah memiliki populasi yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan sapi potong dan kambing. Meski demikian, sapi perah memiliki potensi yang cukup tinggi dalam pengembangannya, karena beberapa daerah di Kabupaten Malang memiliki karakteristik yang cocok bagi pengembangan sapi perah seperti Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Tumpang, Poncokusumo, Jabung dan Wajak yang merupakan daerah pegunungan dengan suhu yang relatif rendah. Dari sekitar 81.150 ekor populasi sapi perah sekitar 20.670 ekor (25,47%) yang berada di Kecamatan Pujon. Sementara itu untuk ternak sapi potong, populasi penyebarannya cenderung lebih merata dengan populasi terbesar berada di Kecamatan Wajak yaitu sekitar 16.179 ekor (7,23%). Untuk ternak kambing, populasi terbesar berada di Kecamatan Ampelgading dan Tirtoyudo dengan jumlah ternak berturut-turut adalah 50.790 ekor (20,48%) dan 44.640 ekor (18%). Di sisi lain, Ternak kecil memiliki potensi pengembangan kawasankawasan peternakan di area pertanian yang kurang produktif melalui kerjasama antara pemilik modal (swasta) dan masyarakat (pemilik tanah pertanian) dengan sistem bagi hasil. Dilihat dari aspek klimatologi, pengembangan ternak kecil dapat dialokasikan di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. Ternak kecil didominasi ayam buras dan ras baik petelur maupun pedaging. Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2017 menyebutkan jumlah ayam buras sebanyak 2.318.121 ekor,

BAB I Pendahuluan

I-18


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

ayam ras petelur sebanyak 5.765.796 ekor, dan ayam ras pedaging sebanyak 28.335.754 ekor (Kabupaten Malang Dalam Angka, 2017). Jumlah tersebut juga kian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain itu, untuk produksi ternak seperti daging, telur, dan susu pada tahun 2016 juga mengalami peningkatan. 3.

Potensi Perikanan Data BPS pada Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2017

menunjukkan produksi perikanan tangkap perikanan laut mengalami penurunan dari 11.318,93 menjadi 7.009,53 atau sebesar 38,07% dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk produksi perikanan umum mengalami peningkatan dari 408,59 menjadi 423,26 atau meningkat sebesar 3,57%. Meski demikian, pengembangan bidang perikanan darat dan laut di Kabupaten Malang sebenarnya sangat potensial dan prospektif dari segi hidrologis. Kabupaten Malang banyak dilalui oleh sungai besar dan sungai kecil serta memiliki bendungan seperti Selorejo, Karangkates, Sengguruh, Lahor, dan Kaligenteng (masih dalam tahap sosialisasi). Badan-badan air tersebut sangat potensial dan dapat dimanfaatkan untuk budidaya dan pengembangan perikanan darat dengan menggunakan keramba, jala apung, dan sejenisnya. Pengembangan perikanan laut sangat potensial pada daerah pantai Sendangbiru karena saat ini di wilayah tersebut aktivitas nelayannya paling tinggi untuk kawasan pantai selatan. Pantai Sendangbiru merupakan penyuplai perikanan laut terbesar untuk daerah Malang dan juga menyuplai wilayah Pasuruan. Dengan kondisi tersebut, maka di Sendangbiru sudah mulai dikembangkan sebagai pusat perikanan laut dan pusat aktivitas nelayan. Meskipun demikian pengembangan yang dilakukan di wilayah perairan tersebut tetap dipertahankan untuk menjaga kelestariannya. 4.

Potensi Industri Bidang industri di Kabupaten Malang berkembang pesat seiring dengan

kemudahan aksesibilitas. Bidang industri ini tumbuh pesat khususnya pada wilayah pengembangan lingkar Kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji, Singosari, Karangploso, Pakis, Bululawang, Dau dan Wagir. Industri besar

BAB I Pendahuluan

I-19


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

umumnya berlokasi pada jalan utama atau kolektor primer sedangkan industri kecil tersebar di kawasan permukiman penduduk. Persentase pertumbuhan industri tahun 2016 sebesar 0,23% untuk industri sedang dan menegah, serta 2,84% untuk industri kecil. Jumlah industri tersebut secara terinci yaitu industri sedang dan menengah sebanyak 443 unit dan industri kecil sebanyak 1.447 unit (Kabupaten Malang Dalam Angka 2017). Pengembangan industri pada tahun-tahun mendatang harus diprioritaskan pada

kawasan

Malang

Selatan

untuk

memeratakan

pertumbuhan

dan

perkembangan wilayah. Kegiatan industri nantinya bisa berupa pengolahan hasil tambang sebagai bahan dasar bangunan seperti semen, kapur, marmer dimana bahan bakunya banyak tersedia di kawasan Malang Selatan. 5.

Potensi Pertambangan Kabupaten Malang memiliki potensi pertambangan yang cukup besar dan

terdapat di Kawasan Malang Selatan. Dari segi geologis dan beberapa studi menyimpulkan bahwa potensi pertambangan yang ada di Malang Selatan memang cukup besar yaitu emas, batu kapur, pasir kuarsa, pasir batu, kalsit, trass, kaolin, bentoit, marmer, zeolit, toseki, feldspar, piropilit dan fosfat (Lampiran Tabel 13 dan 13A). Beberapa materi diperkirakan mempunyai potensi sampai ribuan hingga jutaan ton seperti batu bintang, pasir kwarsa, trass, onyx dan gyps. Total produksi hasil tambang sebesar 1.979.049 ton dengan luas areal tambang total seluas 1.076,55 Ha (BPS tahun 2016). Namun demikian, potensi tambang yang cukup besar ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang serta tidak mengabaikan fungsi kelestarian lingkungan hidup. Adapun kecamatan yang menyimpan potensi tambang dan perlu penelitian lebih lanjut adalah Kecamatan Donomulyo, Pagak, Gedangan, Dampit, Ampelgading, Kalipare, Bantur, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Jabung, Karangploso, Ngantang, Singosari, Wajak dan Turen. 6.

Potensi Pariwisata Kondisi geografis yang strategis, udara yang cukup sejuk dan didukung

potensi pariwisata yang memadai menyebabkan Kabupaten Malang menjadi salah

BAB I Pendahuluan

I-20


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

satu tujuan bagi para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Potensi wisata yang memadai terdiri dari wisata pantai, pemandian, alam, hutan/wana, peninggalan sejarah dan lain-lain. Beberapa lokasi wisata yang sudah cukup terkenal adalah Pantai Ngliyep, Pantai Balekambang, Pantai Sendangbiru, Arung Jeram (rafting) Bayem, Pemandian Wendit, Taman Rekreasi Sengkaling dan Wisata Pesarean Gunung Kawi, dan beberapa lokasi wisata lainnya yang cukup potensial untuk dikembangkan. Wisatawan yang berkunjung ditempat wisata wilayah Kabupaten Malang untuk wisatawan asing sebanyak 129.663 orang dan untuk wisatawan domestik sebanyak 5.719.881 orang. Pengembangan pariwisata dilaksanakan melalui pengembangan paket wisata, jalur wisata, pengadaan sarana dan prasarana penunjang seperti hotel dan penginapan serta meningkatkan aksesibilitas dengan meningkatkan kondisi jalan dan menyediakan sarana transportasi menuju obyekwisata. Upaya tersebut berhasil menaikkan jumlah wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Data BPS tahun 2017 menunjukkan jumlah wisatawan pada tahun 2016 sebanyak 5.849.544 orang atau mengalami peningkatan sebesar 64,56% dari tahun sebelumnya (Kabupaten Malang Dalam Angka 2017). 1.2.1.6 Ekoregion Berdasarkan Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 tahun 2009 pada Bab I Pasal 1 butir (29) menyatakan bahwa Ekoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup. Penetapan batas ekoregion dengan mempertimbangkan kesamaan dalam hal: karakteristik bentang alam (natural landscape), daerah aliran sungai, iklim, flora dan fauna asli, sosial budaya, ekonomi, kelembagaan masyarakat, dan hasil inventarisasi lingkungan hidup. Merujuk terhadap isi UU PPLH tersebut, maka identifikasi bentang alam geografis memegang peranan penting dalam penyusunan satuan Ekoregion sebagai kerangka dasar bagi perumusan seluruh kegiatan dalam perlindungan dan

BAB I Pendahuluan

I-21


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pengelolaan lingkungan hidup, sejak tahap perencanaan hingga pengawasan dan pengendaliannya. Dengan kata lain bahwa satuan ekoregion dapat dideskripsikan sebagai

satuan

ekosistem

berbasis

bentangalam

(geoekosistem)

yang

diintegrasikan dengan batas wilayah administrasi (regional) dan beberapa komponen lingkungan yang dipandang penting bagi suatu wilayah administrasi. Untuk menyusun satu bentang alam sebagai komponen utama dalam ekoregion, maka diperlukan beberapa informasi penting sebagai aspek penyusun bentangalam, yaitu: informasi genesis atau sejarah pembentukan wilayah secara geotektonisme, stratigrafi dan batuan penyusun, proses geomorfologis yang membangun dinamika bentangalam, dan morfologi atau topografi wilayah. Ditinjau berdasarkan asal proses geomorfologi utama, maka di Kabupaten Malang dapat diklasifikasikan berdasar satuan ekoregion bentang alam asal proses utama, yaitu: asal proses vulkanik (aktivitas gunung api), fluvial (aliran sungai), solusional (pelarutan atau karstifikasi), struktural (tektonik) yang terdenudasi, marin (gelombang), dan organik (aktivitas organisme). yang secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut: A. Ekoregion bentangalam asal proses vulkanik atau aktivitas gunung api, meliputi: satuan ekoregion bentang alam kawah atau kepundan, kerucut gunung api, kerucut parasiter, lereng gunungapi, kaki gunungapi, dataran kaki gunungapi, dataran fluvio gunungapi, bukit-bukit intrusif, dan perbukitan aliran lava. Gunung-gunungapi yang berperan penting dalam pembentukan bentang alam vulkanik yang sangat luas dan dominan di Kabupaten Malang, adalah: Gunungapi Semeru, Bromo, Arjuna, Anjasmara, Kelud, Kawi, dan Butak. Ekoregion bentang alam ini memberikan ciri yang khas bagi Kabupaten Malang bagian utara (Kecamatan Ngantang, Pujon, Karangploso, Lawang, dan Singosari); bagian timur (Kecamatan Jabung, Pakis, Tumpang, Poncokusumo, Wajak, Turen, Gondanglegi, Dampit, Tirtoyudo, dan Ampelgading); dan bagian barat (Kecamatan Dau, Wagir, Wonosari, Kromengan, Ngajum, dan Pakisaji). B. Ekoregion bentang alam asal proses fluvial (aktivitas aliran sungai) yang dikontrol oleh aliran sungai utama, yaitu Sungai Brantas dengan banyak anak

BAB I Pendahuluan

I-22


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sungainya, dan sebagian besar anak sungainya berhulu pada lereng-lereng hingga kerucut gunung-gunung api yang ada di sekelilingnya. Bentang alam ini secara umum memberikan ciri khas bagi Kota Malang dan sebagian besar wilayah bagian tengah Kabupaten Malang, yang meliputi: Kecamatan Pakisaji, Tajinan, Bululawang, Gondanglegi, Kepanjen, dan Sumberpucung. C. Ekoregion bentang alam asal proses solusional (aktivitas pelarutan batuan) yang didominasi oleh batuan sedimen organik hasil metamorfosis terumbu karang berupa batu gamping terumbu membentuk topografi karst, yang meliputi: Perbukitan Karst, Dataran Karst Berombak, Cekungan atau Basin antar-Perbukitan Karst, dan Lembah Karst. Bentang alam ini mendominasi sebagian besar wilayah di Kabupaten Malang bagian selatan-barat dan selatan-tengah, yang merupakan bagian dari rangkaian Perbukitan Karts Zona Selatan Jawa, meliputi: Kecamatan Kalipare, Donomulyo, Gedangan, Bantur, Pagak, dan sebagian Kecamatan Sumbermanjing Wetan bagian utara. D. Ekoregion bentang alam asal proses struktural terdenudasi (aktivitas distrofisma atau tektonik) yang berupa proses pengangkatan akibat penujaman lempeng Samudra Hindia (subduction zone) di bawah lempeng Benua Eurasia di selatan Pulau Jawa, dan menyebabkan pembentukan satuan bentangalam Perbukitan dan Pegunungan Struktural (Patahan) Denudasional. Fenomena bentangalam ini dijumpai pada wilayah bagian selatan-timur Kabupaten Malang, membentuk sebuah jalur dinding alam berupa bidang patahan (escarpment) yang kompleks, meliputi: Kecamatan Dampit, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Ampelgading. E. Ekoregion bentang alam asal proses marin (aktivitas gelombang) di Kabupaten Malang merupakan bagian dari bentang alam wilayah kepesisiran (coastal area), baik yang berkembang pada bentangalam solusional karst maupun struktural denudasional vulkanik purba. Ekoregion bentangalam ini pada umumnya berupa pantai bergisik berpola teluk (pocket beach), yang tersusun oleh material pasir marin akibat proses pengendapan gelombang. Ekoregion bentang alam ini dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu: Pantai bergisik yang berkembang pada bentangalam solusional karst, seperti

BAB I Pendahuluan

I-23


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

di wilayah kepesisiran Teluk Ngliyep Kecamatan Donomulyo; dan pantai bergisik yang berkembang pada bentangalam struktural terdenudasional, seperti di wilayah kepesisiran Teluk Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. F.

Ekoregion bentangalam asal proses organik (aktivitas organisme), yang secara spesifik dan lokal-lokal hanya terdapat pada zona pantai-pantai di Kabupaten Malang, berupa pantai berterumbu (coral reef) dan rataan terumbu karang (reef flat) yang terbangun oleh aktivitas hewan dan tumbuhan pembentuk terumbu karang (koloni oister dan rumput laut ‘seaweed’), seperti di pelataran Pantai Ngliyep dan masih banyak pantai lainnya. Satuan ekoregion ini juga merupakan bagian dari bentangalam wilayah kepesisiran (coastal area), khususnya wilayah kepesisiran yang berkembang pada bentangalam solusional karst.

G. Ekoregion bentang alam asal proses antropogenik (aktivitas manusia) sebagai bentuk manifestasi atau bentuk perkembangan budaya manusia dalam rangka pemanfaatan lahan dan pengembangan wilayah. Di Kabupaten Malang, ekoregion bentangalam ini berupa satuan-satuan wilayah perkotaan, seperti: Kota Malang (wilayah terbesar) dan seluruh wilayah perkotaan kecamatan yang ada H. Selanjutnya dengan memperhatikan aspek asal proses utama, morfologi lereng, dan stratigrafi (batuan penyusun dan strukturnya), maka secara terinci di Kabupaten Malang terdapat sebanyak 16 satuan ekoregion, sebagimana disajikan dalam Tabel I.4 Tabel I.4 Klasifikasi Satuan Ekoregion Bentangalam di Kabupaten Malang Asal Proses Utama

Morfologi Lereng

Struktur dan Proses

Material / Batuan

Nama Satuan Ekoregion

Struktur berlapis akibat erupsi periodik

Endapan piroklastik dan endapan lava

Kawah atau kepundan (Crater)

Keterangan

Ekoregion Darat Aktivitas Gunungapi (Vulkanik)

Datar – berombak (0 – 8%), cekung pada puncak gunungapi

BAB I Pendahuluan

Berasosiasi dengan jalur utama lava akibat erupsi gunungapi

I-24


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Asal Proses Utama

Morfologi Lereng

Material / Batuan

Struktur berlapis akibat erupsi secara periodik Struktur berlapis akibat penerobosan magma ke samping (lakolit) Struktur berlapis akibat erupsi dan gravitasi

Endapan piroklastik dan endapan lava

Kerucut Gunungapi (Volcanic Cone)

Tubuh gunungapi paling atas dengan lereng paling curam

Lava massif dan berlapislapis

Kerucut Parasiter (Parasiter Cone)

Berupa bukitbukit kecil seperti kerucut yang ada di sekitar kerucut utama

Endapan piroklastik laharik dan lava

Lereng Gunungapi (Volcanic Slope)

Erupsi dan aliran lava

Endapan lava

Perbukitan Kubah Lava (Lava dome Hills)

Batuan intrusi diorit, diabas, atau lainnya

Bukit Intrusif (Intrusion Hill)

Endapan piroklastik laharik

Kaki Gunungapi (Volcanic Foot)

Datar – landai 8 – 15%

Berstruktur selaras akibat erupsi dan sedimentasi sungai

Endapan piroklastik laharik dan aluvium sungai

Dataran Kaki Gunungapi (Volcanic Foot Plain)

Datar 0 – 8%

Berstruktur selaras akibat sedimentasi

Endapan piroklastik dan aluvium

Dataran Fluvio Gunungapi (Fluvio

Bagian dari tubuh gunungapi di bawah lereng gunungapi Bagian dari tubuh gunungapi di bawah kaki gunungapi, dengan relief datar Bagian dari tubuh gunungapi di bawah dataran

BAB I Pendahuluan

I-25

Bergunung > 40%

Berbukit 30 – 40%

Berbukit 30 – 40%

Berbukit 30 – 40%

Berbukit 30 – 40%

Bergelombang 15 – 30%

Aktivitas Aliran Sungai (Fluvial)

Nama Satuan Ekoregion

Struktur dan Proses

Tidak berstruktur akibat peneroboson magma secara lokal (intrusif) Berstruktur akibat erupsi secaraperiod ik, dan aliran sungai

Keterangan

Bagian dari tubuh gunungapi di bawah kerucut gunungapi Endapan piroklastik di sekitar gunungapi berupa perbukitan Bukit terisolasi di tengah dataran berbatuan vulkanik


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Asal Proses Utama

Morfologi Lereng

Struktur dan Proses fluviovulkanik

Material / Batuan sungai

Datar – Landai 0 – 8%

Struktur tidak jelas akibat rombakan lereng oleh gravitatif dan aliran sungai

Selangseling endapan rombakan lereng dan endapan sungai

Datar – Landai 3 – 8%

Struktur tidak jelas, proses pengendapa n material rombakan

Selangseling endapan rombakan lereng dan endapan sungai

Pelarutan (Solusional)

Nama Satuan Ekoregion Volcanic Plain)

Keterangan gunungapi, dengan relief datar dibentuk oleh proses aliran sungai (fluvial)

Cekungan antar Perbukitan Karst (Karst Basin)

Morfologi dataran yang luas yang dikelilingi perbukitan karst

Lembah Karst (Karst Valley)

Lembah sempit memanjang yang diapit oleh lereng perbukitan karst

Sumber: Kajian Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB I Pendahuluan

I-26


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar I.7 Ekoregion Bentang Alam Asal Proses Vulknanik di Kabupaten Malang Sumber: Peta Ekoregion Bentang alam Kabupaten Malang, Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, DLH 2017

1.3

TAHAPAN PENYUSUNAN Penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup

Daerah dilakukan melalui serangkaian tahapan dengan berpedoman pada Tata Cara Penyusunan Dokumen IKPLHD yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Adapaun rincian tahapan penyusunan dimaksud dapat diuraikan sebagaimana berikut: 1. Inventarisasi kebutuhan data sesuai table data dan data pendukung analisis lainnya. 2. Pembentukan dan penetapan Tim Pengembangan Data dan Informasi

BAB I Pendahuluan

I-27


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Tim Teknis Penyusunan Dokumen IKPLHD. 3. Pembahasan

isu

strategis

lingkungan

hidup

yang

didasari

dari

permasalahan terkait lingkungan hidup yang telah, sedang dan/atau akan dialami. 4. Penentuan isu prioritas dilakukan melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan, akademisi dan LSM yang ada di Kabupaten Malang. 5. Penentuan isu prioritas ditentukan berdasarkan analisa SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Thtreats) yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. 6. Analisis isu prioritas dilakukan dengan metode State, Pressure, Response, yang didukung oleh analisis tentang Driving forces serta Resilience dan Risk. 1.4

MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dilaksanakannya penyusunan Dokumen Informasi Kinerja

Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) adalah sebagai informasi yang dapat memberikan gambaran tingkat keberhasilan kinerja pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Malang tahun 2017. Tujuan penyusunan Dokumen ini adalah: 1. Menyediakan basis data untuk meningkatkan mutu informasi tentang pengelolaan lingkungan hidup yang merupakan bagian dari sistem pelaporan publik dan sebagai bentuk dari akuntabilitas publik. 2. Menyediakan informasi kinerja yang menggambarkan keberhasilan kinerja dan sebagai acuan perencanaan pembangunan daerah jangka pendek dan menengah sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan hidup. 3. Menyediakan sumber informasi sebagai dasar peningkatan kualitas pengambilan kebijakan/keputusan, dengan memperhatikan dan mempertimbangkan aspek lingkungan dengan daya dukung dan daya

BAB I Pendahuluan

I-28


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

tampungnya. 4. Menyediakan informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup sebagai sarana publik untuk melakukan pengawasan dan penilaian Tata Praja Lingkungan (Good Environmental Governance) daerah serta sebagai landasan publik untuk ikut berperan dalam menentukan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. 1.5

RUANG LINGKUP PENULISAN Ruang lingkup penulisan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan

Lingkungan Hidup Daerah ini, terdiri atas: A.

Bab I Pendahuluan Bab ini memuat mengenai latar belakang penyusunan Dokumen

Informasi

Kinerja

Pengelolaan

Lingkungan

Hidup

Kabupaten

Malang

(IKPLHD), maksud dan tujuan dari penulisan dokumen, serta ruang lingkup penulisan dokumen. Selain itu, pada bab ini juga dipaparkan mengenai profil dan gambaran umum Kabupaten Malang secara garis besar. B.

Bab II Isu Prioritas Lingkungan Hidup Daerah Pada bab ini, dibahas mengenai gambaran tiga isu prioritas Kabupaten

Malang yaitu alih fungsi lahan, pencemaran air, serta pengelolaan persampahan. Muatan yang dituangkan pada bab isu prioritas ialah hal-hal yang terkait dengan proses perumusan isu prioritas, mulai dari tahapan penyaringan isu hingga proses analisis yang digunakan untuk memperoleh isu prioritas. C.

Bab III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk Isu Lingkungan Hidup Daerah Bab ini memuat analisis Driving Force, Pressure, State, Response,

Resilience, dan Risk untuk masing- masing isu lingkungan hidup daerah di Kabupaten Malang dan gambaran kondisi lainnya, yang meliputi: 1. Pendorong (driving) Perubahan Lingkungan Hidup Pada sub bab ini dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengeruhi

BAB I Pendahuluan

I-29


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

kualitas lingkungan hidup yang pada akhirnya memicu munculnya tekanan secara

langsung maupun tidak langsung

terhadap keseimbangan

lingkungan. 2. Tata Guna Lahan Dalam sub bab ini, data-data mengenai luas penggunaan lahan berdasarkan tata ruang wilayah, luas wilayah yang digunakan untuk usaha pemanfaatan hutan, perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan lain sebagainya, dianalisis untuk mengetahui kondisi tata guna lahan, serta kaitannya dengan perubahan iklim mikro di Kabupaten Malang. 3. Kualitas Air Pada sub bab ini dibahas mengenai analisis kualitas air meliputi kualitas air permukaan, air tanah, dan air laut di Kabupaten Malang dengan parameter-parameter yang telah ditentukan, termasuk hubungannya dengan pengelolaan DAS. 4. Perkotaan Persoalan lingkungan yang paling utama di perkotaan saat ini yaitu mengenai persampahan. Oleh karena itu, analisis data yang disajikan dalam sub bab ini memuat mengenai data-data persampahan seperti sumber sampah, produksi sampah, hingga pengelolaan sampah di Kabupaten Malang. 5. Kualitas Udara Pada sub bab ini juga disajikan data kondisi, tekanan dan respon terkait dengan status mutu udara ambien, dan juga tekanan-tekanan lingkungan yang menyebabkan penurunan kualitas udara seperti kejadian kebakaran hutan/lahan, sumber-sumber pencemar (sumber bergerak dan tidak bergerak), dan konsumsi BBM. 6. Risiko Bencana Kondisi wilayah Kabupaten Malang tidak terlepas dari potensi resiko bencana alam seperti gempa tektonik, gempa vulkanik, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Pada sub bab ini juga memberikan uraian state, pressure, dan response terkait hal tersebut.

BAB I Pendahuluan

I-30


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

7. Resilience Adanya tekanan terhadap lingkungan yang terus menerus dari aktivitas ekonomi

maupun

kesejahteraan

sosial

mengakibatkan

degradasi

lingkungan. Perubahan penggunaan lahan, penurunan habitat dan keanekaramana hayati serta degradasi lingkungan secara menerus akan mengancam ekosistem. Dampak kumulatif dari berbagai tenakan lingkungan dapat berpengaruh terhadap ketahanan lingkungan. Pada sub bab ini akan dibahas ketahanan lingkungan Kabupaten Malang 8. Risk Pada sub bab ini akan dibahas mengenai tingkat risiko bencana yang dimiliki oleh Kabupaten Malang dan upaya-upaya dalam menanggulangi bencana. D.

Bab IV Inovasi Daerah dalam Pengelolaan Ligkungan Hidup Pada bab ini memuat inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Kepala Daerah

Kabupaten Malang dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Inovasi dilakukan baik terkait dengan penanganan isu lingkungan yang menjadi prioritas, juga terkait penanganan permasalahan lainnya termasuk upaya peningkatan kapasitas lembaga daerah. Selain itu, juga inisiatif yang melibatkan pihak swasta atau yang dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Malang. E.

Bab V Penutup Bab ini memuat intisari dari bab II sampai dengan bab IV serta rencana

tindak lanjutnya, termasuk yang berimplikasi pada kebijakan kepala daerah.

BAB I Pendahuluan

I-31


BAB BAB II II ISU PRIORITAS ISU PRIORITAS LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

BAB II ISU PRIORITAS LINGKUNGAN HIDUP Permasalahan atau isu-isu lingkungan hidup pada umumnya menyangkut dimensi yang luas, yaitu lintas ruang/wilayah, lintas pelaku/sektor, dan lintas generasi. Dimensi lintas ruang/wilayah adalah suatu kondisi permasalahan lingkungan hidup yang melewati batas wilayah administrasi. Sebagai contoh pada kejadian banjir, permasalahan mungkin tidak terbatas pada satu administrasi daerah tertentu tetapi bisa lebih dari satu wilayah administrasi sehingga pengembangan informasi yang berhubungan dengan masalah banjir tersebut memerlukan suatu sistem jaringan informasi antar wilayah administrasi sungai. Dimensi lintas pelaku/sektor, bahwa fenomena lingkungan hidup selalu berkaitan dengan lintas pelaku atau lintas sektor. Salah satu contoh adalah pencemaran sungai yang sumber pencemarnya dapat berasal dari berbagai pihak atau multi sektor misalnya sektor industri, permukiman atau pertanian. Dimensi lintas generasi, bahwasanya permasalahan lingkungan hidup meliputi lintas generasi. Hal ini sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan, bahwa sumber daya alam dan lingkungan hidup harus dikelola dengan baik agar dapat tetap berfungsi untuk generasi sekarang dan masa datang. Isu prioritas adalah isu utama yang menjadi prioritas dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah. Isu prioritas merupakan pilihan-pilihan kebijakan yang mendasar yang diperlukan atau tantangan kritis yang harus dihadapi untuk menuju kondisi terbaik yang diinginkan. Sebuah isu akan menjadi prioritas yakni apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau dalam hal tidak dimanfaatkan akan menghilangkan peluang dalam jangka panjang. Penetapan isu prioritas atau isu strategis lingkungan hidup difokuskan pada permasalahan terkait lingkungan hidup yang telah, sedang dan/atau akan terjadi di daerah, dan prosesnya dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan di daerah.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-1


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

2.1

PENETAPAN ISU PRIORITAS Penentuan isu prioritas atau isu strategis lingkungan hidup didasari dari

permasalahan terkait lingkungan hidup yang telah, sedang dan/atau akan dialami. Permasalahan lingkungan hidup pada umumnya menyangkut dimensi yang luas, yaitu lintas ruang/wilayah, lintas pelaku/sektor, dan lintas generasi. Proses pelibatan pemangku kepentingan ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang secara sederhana didefinisikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Sebagai salah satu metode pengumpulan data, pengambilan data kualitatif melalui FGD dikenal luas karena kelebihannya dalam memberikan kemudahan dan peluang bagi penyusun IKPLHD untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami persepsi, sikap, serta pengalaman yang dimiliki informan. FGD memungkinkan tim penyusun IKPLHD dan stakeholder berdiskusi intensif dalam membahas isu-isu lingkungan hidup yang sangat spesifik. FGD juga memungkinkan tim penyusun IKPLHD mengumpulkan informasi secara cepat dan konstruktif dari peserta yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Di samping itu, dinamika kelompok yang terjadi selama berlangsungnya proses diskusi seringkali memberikan informasi yang penting, menarik, bahkan kadang tidak terduga. Hasil

FGD tidak bertujuan menggambarkan (representasi) suara

masyarakat. Meskipun demikian arti penting FGD bukan terletak pada hasil representasi populasi, tetapi pada kedalaman informasinya. Pertimbangan menggunakan FGD dalam penyusunan IKPLHD adalah untuk memperoleh informasi mendalam tentang persepsi isu-isu lingkungan hidup yang melibatkan persoalan masyarakat dan berimplikasi luas dari berbagai perspektif. Proses penyusunan dan perumusan isu lingkungan hidup dibantu pendekatan PSR (Pressure State and Response) untuk memberi pemahaman kerangka prioritas dari persoalan-persoalan

yang

muncul.

Dengan

memperhatikan

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

sumberdaya

II-2


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

stakeholders, maka dibuat pilihan masalah-masalah yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam proses penyusunan dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2017 ini, telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring dan menetapkan isu-isu prioritas dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Malang. Focus Group Discussion tersebut dihadiri oleh Ooraginasi Perangkat Daerah terkait dilingkup Kabupaten Malang, Badan Pertanahan Nasional, Perum Jasa Tirta 1, PDAM Kabupaten Malang, Tahura R. Soerja, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, LSM, dan juga dari akademisi (Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang). Dalam forum tersebut dibahas capaian kinerja yang telah dihasilkan oleh masing-masing OPD dalam mendukung kelestarian fungsi lingkungan hidup daerah dan permasalahan atau isu-isu lingkungan hidup saat ini yang dilakukan dengan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang berdampak pada kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Malang. Penetapan

isu

menggunakan

prioriatas analisis

selanjutnya

SWOT

didasarkan

hasil

(Strengths/kekuatan,

analisis

dengan

weakness/kelemahan,

Opportuniteis/peluang, and Threats/ancaman). Hasil analisis SWOT isu lingkungan di Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: 

Strengths/kekuatan • Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk. • Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur. • Kabupaten Malang sebagai daerah unggulan dalam bidang pertanian tingkat nasional dan provinsi.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-3


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

• Banyaknya penghargaan di bidang lingkungan hidup yang diraih Kabupaten Malang menjadikan Pemerintah Kabupaten Malang terus berinovasi untuk melestarikan lingkungan hidupnya. 

Weakness/kelemahan • Masih ada perusahaan yang belum taat dalam pengawasan lingkungan sehingga mencemari sungai-sungai yang ada di Wilayah Kabupaten Malang. • Pembangunan Tol Malang-Pandaan yang secara langsung mengurangi tutupan vegetasi di Wilayah Kabupaten Malang. • Kabupaten Malang kekurangan ASN yang berkompeten di bidangnya. Dengan cakupan luas wilayah yang besar, susah untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal.

Opportunities/peluang • Branding Malang Kabupaten The Heart of East Java memiliki fungsi penting dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Malang. • Anggaran di bidang peningkatan kualitas lingkungan hidup yang meningkat setiap tahunnya. • Kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya untuk menjadikan lingkungan sekitarnya bersih dan lestari • Pembangunan jalur lingkar selatan (JLS) di wilayah Kabupaten Malang mempermudah akses ke objek wisata pantai yang membuat semakin banyaknya pantai di Malang Selatan yang dibuka untuk umum.

Threats/ancaman • Pemanasan global yang terjadi di seluruh dunia mulai mengancam Kabupaten Malang dengan kenaikan suhu rata-rata di Kabupaten Malang. • Peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada alih fungsi lahan dan juga produksi timbulan sampah harian.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-4


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

• Banyaknya daerah rawan bencana yang ada di Kabupaten Malang berpotensi untuk merusak kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Malang.

Gambar II.1 Focus Group Discussion Pembahasan Isu Strategis Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup, 2018

Dalam konteks pembangunan Kabupaten Malang saat ini dan lima tahun ke depan, ditetapkan 3 kebijakan dan strategi umum daerah untuk mengatasi tiga masalah utama (dan sekaligus potensi). Pertama adalah pengentasan masalah kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang tahun 2017, tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang pada tahun 2017 berada pada level 11,07%. Hal ini harus mendapatkan penanganan yang serius mengingat prosentasenya yang cukup tinggi. Kedua adalah pengembangan sektor pariwisata mengingat dari sisi geografis dan historis, Kabupaten Malang memiliki luasan yang sangat besar dengan potensi pariwisata alam yang bervariasi mulai pegunungan hingga pantai, wisata budaya yang sangat beragam dari berbagai suku yang ada. Demikian pula terdapat wisata agro, wisata religi dan wisata sejarah berupa bangunan candi yang merupakan peninggalan beberapa kerajaan yang pernah ada dan berpusat di Jawa Timur. Salah satunya yang paling terkenal di Kabupaten Malang adalah peninggalan Kerajaan Singosari yaitu Candi Singosari yang dibangun sekitar abad ke XII. Bahkan di Kabupaten Malang terdapat lokasi wisata yang unik, yaitu wisata ritual yang berada di Gunung Kawi. Optimalisasi potensi daerah-daerah wisata menjadi sangat diperlukan, utamanya untuk mengangkat popularitas dari

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-5


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

lokasi-lokasi wisata tersebut baik ke tingkat nasional maupun internasional, serta memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata tersebut. Ketiga adalah terkait dengan isu lingkungan hidup yakni meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Secara geografis pula, Kabupaten Malang merupakan salah satu dari basis penopang ekologi yang sangat penting tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Wilayah Kabupaten Malang memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan salah satu penghasil pertanian terbesar serta penggerak pasar komoditas pertanian di provinsi Jawa Timur. Luas wilayah Kabupaten Malang adalah 353.486 hektar dan lebih dari 50% luas wilayahnya adalah lahan pertanian. Sektor pertanian merupakan sektor andalan dalam perekonomian Kabupaten Malang. Menurut Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 2) yaitu sekitar 14,97% (45.888 ha) merupakan lahan sawah, 37,08% (113.664 ha) merupakan lahan kering/tegal, 13,07% (40.079 ha) adalah lahan hutan, dan 7,39% (22.643 ha) adalah lahan perkebunan. Potensi dari luasnya lahan pertanian di Kabupaten Malang tersebut tersebut turut menyumbang terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Di sisi lain, gencarnya pelaksanaan pembangunan seringkali membuat terabaikannya perlindungan terhadap kualitas lingkungan hidup itu sendiri. Salah satunya adalah perkembangan industri dan permukiman di Kabupaten Malang yang menyebabkan alih fungsi lahan pertanian lahan kering dan areal persawahan. Semakain banyaknya kegiatan industri dan permukiman yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat menyebabkan semakin tingginya tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Sehingga saat ini pemerintah Kabupaten Malang menjadikan masalah lingkungan hidup sebagai salah satu program atau kebijakan prioritas dalam pembangunan Kabupaten Malang ke depan guna menciptakan keseimbangan antara laju pembangunan dengan pelestarian lingkungannya. Mengacu pada permasalahan dan isu-isu strategis yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021 tersebut serta berdasarkan hasil FGD, ditetapkan isu prioritas lingkungan hidup sebagai berikut :

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-6


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

1. Alih fungsi lahan dan keterkaitanya dengan perubahan iklim • Perubahan guna lahan kering seluas 453,02 Ha menjadi guna lahan permukiman (344,62 Ha) dan industri (126,4 Ha). • Peningkatan suhu rata-rata di Kabupaten Malang mengindikasikan terjadinya perubahan iklim yang salah satunya dipengaruhi oleh alih fungsi lahan. • Pengembangan jalur lingkar selatan di Malang Selatan dan jalan tol Malang-Pandaan yang berpotensi menimbulkan alih fungsi lahan di sekitarnya. 2. Penurunan Kualitas Air •

Hasil pengukuran Air Badan Air (ABA) menunjukkan kondisi sungaisungai di wilayah Kabupaten Malang semuanya tercemar ringan.

Beberapa sampel air bersih dari sumur warga yang tercemar deterjen dan pH yang tidak memenuhi baku mutu

3. Pengolahan Sampah dan Limbah B3 •

Timbulan sampah yang meningkat sebesar 5,5%

Hasil pengawasan yang menunjukkan masih terdapat 21% pelaku usaha dan/atau kegiatan yang belum taat terhadap peraturan perundangan terkait pengelolaan lingkungan hidup yang berlaku seperti

dalam

pemenuhan

dokumen

pengelolaan

lingkungan,

pengendalian pencemaran air limbah melalui IPAL, pengelolaan limbah B3 dan pengendalian pencemaran udara. 2.2

ISU PRIORITAS

2.2.1

ALIH FUNGSI LAHAN/TATA RUANG Seiring dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, pengembangan kawasan

di Kabupaten Malang berpotensi menimbulkan masalah berupa kerusakan alam dan lingkungan, seperti banjir, erosi, longsor, kerusakan hutan, kekeringan, alih fungsi lahan, dan terbatasnya ketersediaan lahan. Oleh karena itu, tata kelola pengembangan wilayah perlu dilakukan secara terfokus agar aspek keberlanjutan dan aspek keberdayaan masyarakat dapat terwujud secara bersama. Potensi

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-7


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pengembangan wilayah Kabupaten Malang diarahkan pada pengembangan kawasan: 1.

Agroekowisata yang berpusat di Kecamatan Poncokusumo dan daerah sekitarnya seperti Wajak, Pakis, Bromo, Jabung, dan Tumpang yang disebut sebagai Kawasan “Poncowismojatu�. Pengembangan di wilayah tersebut diarahkan pada pengembangan potensi pertanian yang diintegrasikan dengan potensi pariwisata.Wisata Gunung Bromo sebagai salah satu destinasi wisata alam andalan Kabupaten Malang, berupaya dikembangkan melalui optimalisasi potensi pada kawasan sekitar seperti pertanian holtikultura yang melimpah,bentang alam, serta aktifitas religi dan budaya .

2.

Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari dengan suguhan wisata ritualnya antara lain pesarean, mitos, dan kepercayaan yang berkembang serta ekspresi ekspresi budaya masyarakat seperti Gebyar Suroan dan Kirab Budaya Agung.

3.

Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang yang menawarkan keindahan bendungan yang dikelilingi gunung, penginapan yang artistik, dan aneka produk olahan perikanan.

4.

Potensi alam pesisir Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang memiliki potensi perikanan tangkap dan olahan yang sangat besar.

Kondisi perubahan lahan di Kabupaten Malang berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-8


154.124,27 154.124,27

DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

180.000,00 160.000,00

91.539,38 91.086,36

140.000,00 120.000,00

60.000,00

42.321,58 42.666,20

80.000,00

50.124,00 50.124,00

100.000,00

2.734,57 2.734,57

102,03 102,03

3.419,42 3.419,42

312,04 312,04

161,34 161,34

88,37 88,37

20.000,00

1.122,35 1248,75

40.000,00

0,00

Luas Lahan (Ha) Lama

Luas Lahan (Ha) Baru

Gambar II.2 Grafik Perubahan Luas Lahan Kabupaten Malang Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang, 2017

2.2.2

PENURUNAN KUALITAS AIR Kali Brantas yang berada di wilayah Jawa Timur merupakan sungai

terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo. Mata air Kali Brantas ada di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang berasal dari simpanan air tanah Gunung Arjuno, lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto, sungai ini kemudian bercabang dua menjadi Kali Mas (ke arah Surabaya) dan Kali Porong (ke arah Porong, Kabupaten Sidoarjo). Kali Brantas mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 11.800 km² atau Ÿ dari luas Provinsi Jatim. Panjang sungai utama 320 km mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Curah

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-9


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

hujan rata-rata mencapai 2.000 mm per-tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan (BBWS Brantas). Pengelolaan sumber daya air secara muenyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan hidup dan melibatkan semua pihak, baik sebagai pengguna, pemanfaat maupun pengelola, memerlukan manajemen pengelolaan dengan pendekatan one river basin, one plan and one integrated management. Integrated Water Resourches Management dapat dicapai melalui peningkatan koordinasi, pemberdayaan masyarakat dan membangun networking. Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah kawasan hulu DAS Brantas (setelah Kota Batu dan Kota Malang) memegang peranan yang krusial dalam menjaga keselarasan DAS Brantas. Baik atau tidaknya kualitas air Kali Brantas di ujung hilir DAS, yaitu Kalimas di Kota Surabaya, akan sangat dipenagruhi oleh pengelolaan lingkungan yang dilakukan di kawasan hulu DAS. Kali Brantas melewati 9 wilayah Kabupaten (Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto dan Sidoarjo) dan 6 wilayah Kota (Batu, Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto dan Surabaya) atau sebesar 26,5% wilayah provinsi Jawa Timur. Proses air mengalir yang panjang, sejauh 320 kilometer, cenderung akan mengakibatkan penurunan kualitas air sungai. Oleh karena itu, sebagai salah satu kabupaten di kawasan hulu DAS Brantas, Kabupaten Malang (bersama Kota Batu dan Kota Malang) memiliki kewajiban moral untuk menjaga kualitas, kuantitas, serta kontinuitas aliran sungai yang dimanfaatkan >40% penduduk Provinsi Jatim. Terjadinya kerusakan di daerah tangkapan hujan diindikasikan dengan adanya penambahan sedimentasi waduk, peningkatan erosi, dan matinya atau berkurangnya debit mata air. Ketiga hal di atas terjadi karena kerusakan di bagian hulu suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Kerusakan terjadi terutama karena pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak mengikuti norma-norma konservasi lahan serta adanya kegiatan penggundulan hutan. Kerusakan tersebut berakibat makin berkurangnya ketersediaan sumberdaya air di DAS Brantas, khususnya ketersediaan aliran dasar (baseflow) di musim kemarau.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-10


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Selain aspek-aspek tersebut, perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Malang pada tahun 2000-2010 adalah sebesar 0,86%. Angka ini naik cukup tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 1990-2000 yang hanya berkisar di angka 0,67% (BPS Kabupaten Malang).

Peningkatan Jumlah Penduduk Kab. Malang

Jumlah Penduduk (juta jiwa)

2,8 2,7 2,6 2,5 2,4 2,3 2,2 2,1 2,0 2000

2010

2013

2014

2015

2016

2017

Tahun

Gambar II.3 Grafik Perkembangan Penduduk Kabupaten Malang Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Malang 200.000 150.000 100.000 50.000 -

Jumlah penduduk 2016

Jumlah penduduk 2017

Gambar II.4 Peningkatan Jumlah Penduduk Kabupaten Malang 2016-2017 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Malang, 2017

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-11


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Lebih dekat lagi, perkembangan penduduk dalam beberapa tahun terakhir mengalami tren yang konsisten naik. Pada tahun 2013, jumlah penduduk ialah sebesar 2.473.612 jiwa, tahun 2014 sebesar 2.527.087 jiwa, tahun 2015 sebesar 2.581.671 jiwa, dan pada tahun 2016 sebesar 2.705.395 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Malang pada tahun 2017 mencapai 2.782.740 jiwa (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang). Konsekuensi dari peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Malang adalah peningkatan kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari juga termasuk untuk kebutuhan sanitasi yang menghasilkan air limbah. Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan suatu kota/kabupaten berakibat pula pada pola perubahan konsumsi masyarakat yang relatif tinggi dari tahun ke tahun, dengan luas lahan yang tetap, maka akan mengakibatkan tekanan terhadap lingkungan menjadi semakin berat. Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang berasal dari pertanian, industri dan kegiatan rumah tangga akan menghasilkan limbah yang memberi sumbangan pada penurunan kualitasair. Sungai-sungai yang berada di Kabupaten Malang dimanfaatkan oleh banyak masyarakat, khususnya yang berada di sekitar sungai sebagai tempat pembuangan air limbah dari aktivitas rumah tangga seperti MCK, industri dan limpasan dari

aktivitas pertanian. Pemanfaatan sungai

sebagai

tempat

pembuangan air limbah yang dilakukan oleh masyarakat tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air sungai. Hasil analisis kualitas air sungai di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Malang menunjukkan kondisi kualitas air sebagian besar masuk kategori cemar ringan dengan adanya beberapa parameter kualitas air yang melebihi baku mutu. Parameter-parameter yang paling banyak melebihi baku mutu tersebut adalah BOD, COD, DO, kemudian Total Phosphate dan TSS (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017). Kualitas air sungai sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya, misalnya kualitas kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup di Kabupaten Malang. Kualitas kesehatan manusia sangat ditentukan kualitas lingkungan hidup yang ada. Apabila kondisi lingkungan baik, salah satunya

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-12


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

adalah lingkungan sungai, tentu tingkat kesehatan masyarakat di sekitarnya juga akan menjadi tinggi. Pencemaran limbah industri dan domestik juga menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup. Hasil pemantauan menunjukkan pada beberapa titik sampling sungai di Kabupaten Malang masih tercemar limbah domestik dan industri. Tidak sedikit pula yang mengalami sedimentasi akibat penggundulan hutan. Hasil analisa kualitas air sungai yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang bersama Perum Jasa Tirta I menunjukkan hasil sungai-sungai yang dipantau banyak masih yang melebihi baku mutu kualitas air sungai sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 2 Tahun 2008 tentang Pengendalian Pencemaran Air di Provinsi Jawa Timur. Dari 7 parameter, hanya ada 2 parameter yang mana tidak ada satupun sampel pengukuran melebihi baku mutu, yaitu Fecal Coliform dan Total Coliform. Sebaliknya untuk parameter BOD semua hasil pengukuran menunjukkan nilai melebihi baku mutu. Beberapa parameter pemantauan yang melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, yakni: a.

Parameter BOD (Biologycal Oxygen Demand) yang melebihi baku mutu terjadi pada semua lokasi pengambilan sampel.

b.

Parameter COD (Chemical Oxygen Demand) yang melebihi baku mutu terjadi pada sebagian besar lokasi pengambilan sampel (33% dari jumlah sampel) yakni di 13 titik sampel pengukuran di DAS Lesti, 18 titik sampel pengukuran di DAS Ambang, dan 18 titik sampel pengukuran di DAS Melamon.

c.

Parameter DO (Dissolved Oxygen) yang melebihi baku mutu yang ditemukan berada di sebagian kecil lokasi pengambilan sampel (21% dari jumlah sampel) yakni di 1 titik sampel pengukuran di DAS Lesti, 15 titik sampel pengukuran di DAS Ambang, dan 16 titik sampel pengukuran di DAS Melamon.

d.

Parameter TSS (Total Suspended Solid) yang melebihi baku mutu yang ditemukan berada di sebagian kecil lokasi pengambilan sampel

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-13


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

(22% dari jumlah sampel) yakni di 11 titik sampel pengukuran di DAS Lesti, 15 titik sampel pengukuran di DAS Ambang, dan 7 titik sampel pengukuran di DAS Melamon. e.

Parameter Total Phosphate yang melebihi baku mutu yang ditemukan berada di sebagian kecil lokasi pengambilan sampel (18% dari jumlah sampel) yakni di 2 titik sampel pengukuran di DAS Lesti, 18 titik sampel pengukuran di DAS Ambang, dan 7 titik sampel pengukuran di DAS Melamon.

f.

Parameter Fecal Coliform sama sekali tidak ada yang melebihi baku mutu pada semua lokasi pengambilan sampel.

g.

Parameter Total Coliform sama sekali tidak ada yang melebihi baku mutu pada semua lokasi pengambilan sampel.

Pengelolaan DAS merupakan upaya yang sangat penting karena terjadi penurunan kualitas lingkungan DAS-DAS di Indonesia. Degradasi lingkungan disebabkan oleh kesalahan manajemen pengelolaan sumber daya alam, pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan serta meningkatnya ego sektoral dan ego kewilayahan karena pemanfaatan dan penggunaan sumber daya alam pada DAS melibatkan kepentingan berbagai sektor, wilayah administrasi dan disiplin ilmu. Oleh karena itu, manajemen pengelolaan DAS diselenggarakan melalui perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, monitoring dan evaluasi, pembinaan dan pengawasan serta perumusan sistem informasi pengelolaan DAS.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-14


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar II.5 Peta DAS Brantas yang Termasuk Wilayah Kabupaten Malang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Dalam

rangka

meningkatkan

kualitas

lingkungan

hidup,

upaya

mengurangi laju kerusakan dan pencemaran terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait termasuk komponen masyarakat dan pihak swasta. Salah satu stakeholder yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap upaya pelestarian lingkungan adalah Perum Jasa Tirta I (PJT I), instansi pengelola sumberdaya air, khususnya pemanfaat waduk, dimana salah satu wilayah kerjanya adalah DAS Brantas. Di Kabupaten Malang terdapat 4 Waduk yang seluruhnya dikelola oleh PJT I. Namun demikian, akibat sedimentasi yang tinggi, menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan efektif waduk-waduk di Wilayah Kali Brantas. Perubahan historis kapasitas masing-masing waduk seperti pada Tabel 2.1 berikut. Tabel II.1 Waduk yang dikelola PJT I di Kabupaten Malang No.

Nama

Jenis

Luas DAS (Km2)

Elevasi (m)

Volume Efektif (106 m3)

Perubahan/ Berkurangnya Kapasitas

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-15


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Tampungan Efektif

1

2

3

4

Sutami

Lahor

Selorejo

Sengguruh

Tahunan

Tahunan

Tahunan

Harian

2.050

160

236

1.659

FWL

: 277,00

HWL

: 272,50

LWL-1 : 260,00

90

LWL-2 : 246,00

135,43

FWL

: --------

HWL

: 272,70

LWL-1 : 255,20

19,84

LWL-2 : 253,00

24,52

FWL

: 622,60

HWL

: 622,00

LWL-1 : 601,00

28,73

LWL-2 : 598,00

33,32

FWL

: 293,10

HWL

: 292,50

LWL

: 291,40

0,55

Dari tahun 1973 – 2004 = 42,3%

Dari tahun 1977 – 2002 = 14,8%

Dari tahun 1970 – 2003 = 17.1% Dari tahun 1988 – 2005 = 63,6%

Sumber: Perum Jasa Tirta I, 2017

Mengingat bahaya sedimentasi yang mengancam waduk tersebut, upaya konservasi harus rutin dilaksanakan. Terancamnya waduk sama saja dengan terancamnya pemenuhan air irigasi, kebutuhan PLTA, serta suplai air baku. Ketiga aspek tersebut memberikan dampak langsung kepada kehidupan masyarakat. Air irigasi yang tidak mencukupi dapat mengakibatkan kekeringan, yang berlanjut pada kegagalan panen, sehingga menurunkan tingkat ketahanan pangan. Apabila PLTA tidak dapat beroperasi (akibat debit serta tinggi muka air terlalu rendah), maka pasokan listrik akan menurun. Bukan tidak mungkin pemadaman akan lebih sering dilakukan mengingat masing-masing waduk memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu Waduk Karangkates sebesar 105 MW (3 x 35 MW), Waduk Sengguruh sebesar 29 MW (2 x 14,5 MW), dan Waduk Selorejo sebesar 4,48 MW (PT. Pembangkit Jawa Bali). Sedangkan jika suplai air bersih bermasalah, masyarakan akan kesulitan melaksanakan aktivitasnya sehari-hari secara normal. Tentu menjadi hal yang wajar mengingat air bersih adalah kebutuhan pokok manusia. Sebagai tambahan, selain ketiga aspek di atas, beberapa masyarakat juga bergantung pada sektor pariwisata waduk. BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-16


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Dengan berbagai fungsi penting yang dimiliki waduk, untuk menjaga kelangsungan dan kontinuitas aliran Kali Brantas, Perum Jasa Tirta I melakukan tindakan-tindakan konservasi DAS. Salah satunya adalah dengan tidak mengkomersilkan Mata Air Sumber Brantas, awal Kali Brantas dimana air mengalir hingga sepanjang 320 km dari Kota Batu hingga Kota Surabaya dengan melintasi 15 Kabupaten dan Kota. Debit Kali Brantas bertambah dengan adanya aliran dari anak sungai di sepanjang DAS Brantas. Selain itu, guna mengoptimalkan pelaksanaan tugas Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola sumber daya air, Perum Jasa Tirta I menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Kejaksaan Negeri di Malang Raya, salah satunya yaitu Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Kerjasama terutama untuk membantu melaksanakan tugas di bidang pengelolaan sumber daya air khususnya dalam memberikan pendapat hukum, bantuan hukum dan pendampingan hukum, antara lain dalam kegiatan pembebasan tanah dan pengadaan alat berat. Upaya ini masih belum cukup untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup sebagaimana yang diharapkan bersama. Masih terjadi berbagai bencana lingkungan hidup seperti banjir, kekeringan, longsor, pencemaran dan kerusakan lingkungan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan DAS. Kondisi ini merupakan gambaran bahwa fungsi lingkungan hidup telah mengalami penurunan. Berbagai inisiatif yang dilakukan harus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak lagi pemangku kepentingan dan dilakukan dengan tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Malang turut serta melakukan konservasi lingkungan melalui beberapa kegiatan yang diadakan oleh dinas terkait. Misalnya gerakan penanaman pohon 10 ribu pohon di sekitar sumber mata air yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, dan konservasi lebih dari 61 ribu pohon di 9 wilayah UPT Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (Lampiran Tabel 14). Dengan adanya konservasi sumber daya air yang dimanfaatkan secara bijak dan efisien ini tujuannya agar dapat mencegah banjir yang terjadi akibat limpasan permukaan. Selain itu juga dapat mengurangi bencana kekeringan dimana cadangan air di dalam tanah masih dalam kondisi baik.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-17


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Selain PJT I dan DLH Kabupaten Malang, PDAM Kabupaten Malang juga turut serta dalam melakukan peran konservasi lingkungan. Sebagai BUMD kebanggaan

masyarakat

Kabupaten

Malang

yang

juga

memiliki

visi

mensejahterakan masyarakatnya, PDAM Kabupaten Malang juga telah melakukan kegiatan penghijauan untuk senantiasa melestarikan sumber-sumber mata air yang ada. Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 12.864 buah pohon telah ditanam oleh PDAM Kabupaten Malang di 23 sumber mata air dan 2 sumur bor. Langkah ini tentu merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga daerah tangkapan hujan. Secara keseluruhan, berdasarkan data dari dokumen Menuju Provinsi Hijau Tahun 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup, upaya konservasi melalui penanaman/reboisasi yang dilakukan mencapai lebih dari 1,5 juta pohon di sepanjang tahun 2017. Penanaman/reboisasi pohon ini dilakukan oleh berbagai pihak tidak hanya dari organisasi perangkat daerah di lingkup pemerintah Kabupaten Malang tetapi juga dari swadaya masyarakat, tamu luar negeri, PJT I, PDAM, UPT Dinas Kehutanan Provinsi, hingga pihak swasta melalui CSR (Lampiran Tabel 14A). Selain rangkaian kegiatan konservasi lingkungan, sinergi tiap stakeholder juga diperlakukan untuk meredakan permasalahan yang ada di masyarakat. Salah satu kendala yang cukup krusial untuk ditangani karena melibatkan beberapa instansi adalah maraknya penggunaan keramba khususnya di Waduk Selorejo dan Waduk

Karangkates.

Alasan

dilakukannya

penambakan

ikan

tersebut

kemungkinan besar dipicu oleh faktor sosial ekonomi yang telah berkembang di masyarakat. Pada prinsipnya, sumber pencemaran air berasal dari pakan ikan serta pupuk yang diberikan oleh masyarakat, guna pengembangbiakan ikan yang ditangkarkan tersebut. Agar bisa mendapatkan panen ikan yang menguntungkan, maka digunakanlah jaring apung atau keramba, sedangkan pakan ikan serta pupuk akan mengakibatkan pertumbuhan eceng gondok menjadi tidak terkendali. Menurut data dari PJT I, permasalahan ini sudah muncul mulai tahun 2005-2006, namun semakin intensif dilakukan dalam 3 tahun terakhir, karena keuntungan ekonomi yang didapatkan sangat tinggi.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-18


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Koordinasi dan sinergi sangat penting dilakukan bersama para pemangku kepentingan terkait, mengingat akibat dari kegagalan fungsi waduk akan dirasakan bukan hanya oleh masyarakat Kabupaten Malang saja, namun juga masyarakat kabupaten/kota lain yang berada di hilir waduk tersebut. Sekali lagi, konsep Integrated Water Resources Management dapat dicapai apabila semua stakeholder terkait dapat berkoordinasi dengan baik. Dalam penanganan masalah ini, tidak hanya melibatkan Pemerintah Kabupaten Malang, tetapi juga Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, dan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur. Dengan koordinasi dan sinergi semua pemangku kepentingan, maka slogan one river basin, one plan and one integrated management dapat terlaksana dengan baik. Pada lain sisi, untuk mengawal kualitas lingkungan diperlukan tolok ukur pencapaian yang dapat mudah dipahami dan bersifat implementatif. Hal ini mengingat bahwa lingkungan hidup bersifat kompleks dan berbasis ilmiah dan diperlukan pemahaman operasional. Dengan begitu dapat dilakukan perencanaan, implementasi dan evaluasi secara lebih optimal. Untuk mengetahui tingkat pencapaian upaya-upaya tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2009 telah mengembangkan alat ukur yang mudah dipahami, yaitu Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Melalui indeks ini akan mendorong proses pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat. Seluruh data dan informasi yang dibutuhkan harus dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana. IKLH adalah pengejawantahan parameter lingkungan hidup yang kompleks namun tetap mempertahankan makna atau esensi dari masing-masing indikatornya. Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan amanat Undang undang Dasar 1945 sebagaimana tertuang dalam pasal 28H. IKLH sebagai indikator pembangunan bidang lingkungan hidup menjadi acuan bersama bagi semua pihak dengan mengukur kinerja perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. IKLH sudah dinyatakan dalam Visi Misi JokowiJK, sebagai bagian Berdikari Dalam Bidang Ekonomi, yaitu membaiknya Kualitas Hidup dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, telah menempatkan IKLH sebagai

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-19


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

salah satu ukuran utama untuk Sasaran Pokok Pembangunan Nasional RPJMN 2015-2019. Tahun 2015 merupakan baseline bagi kinerja lingkungan hidup sampai dengan Tahun 2019. Oleh karenanya capaian pada Tahun 2016 ini harus merupakan acuan dasar untuk mempertajam prioritas program dan kegiatan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan. Langkah kebijakan yang dilakukan adalah melalui pengendalian pencemaran limbah industri dan domestik, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan pengawasan lingkungan, peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta pengawasan ketaatan pelaksanan perundangan di bidang lingkungan dan penegakan hukum secara konsisten. Program-program tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya mencegah perusakan atau pencemaran lingkungan hidup, baik di darat, perairan tawar, dan laut, maupun udara, sehingga masyarakat memperoleh kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat. 2.2.3

PENGELOLAAN SAMPAH/PERKOTAAN Bertambahnya volume jumlah sampah setiap harinya disebabkan oleh

meningkatnya

pertumbuhan

ekonomi,

bertambahnya

jumlah

penduduk,

meningkatnya daerah permukiman dan tingkat aktifitas kegiatan sosial masyarakat. Sarana dan prasarana persampahan yang terbatas akan menimbulkan permasalahan yang semakin kompleks sehingga masyarakat membuang sampah di jalan, saluran selokan, sungai dan lahan-lahan terbuka yang dapat mencemari lingkungan hidup. Persoalan sampah selalu menjadi bahan topik pembicaraan yang hangat untuk dibahas karena tidak terlepas atas kaitannya dengan budaya masyarakat itu

sendiri. Sumber-sumber sampah biasanya diperoleh dari sisa

sampah rumah tangga, sampah pertanian, sampah dari pasar, sampah perkantoran, sampah rumah sakit, sampah sekolah, sampah industri, sampah konstruksi bangunan gedung, sampah peternakan dan sampah perikanan. Oleh sebab itu

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-20


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

penanggulangan sampah bukan hanya urusan pemerintah semata namun juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen lapisan masyarakat dan industriswasta. Semakin meningkatnya kemajuan suatu daerah, jumlah laju produksi sampah sering kali tidak sebanding dengan proses penanganannya sehingga perlu dipikirkan bagaimana pemerintah daerah untuk menanggulangi masalah persampahan. Jika masalah persampahan tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak antara lain menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, banjir, menimbulkan sarang penyakit, pencemaran air bersih, pencemaran tanah, tersumbatnya saluran air, lingkungan akan menjadi kumuh serta bau yang tidak sedap dan merusak keindahan visual kota/kabupaten itu sendiri. Jumlah timbulan sampah di Kabupaten Malang mencapai 5.396 m3/hari. Tidak dipungkiri bahwa sampai saat ini belum semuanya bisa dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Pola penanganan sampah masih bertumpu pada kawasan perkotaan khususnya Ibu Kota Kecamatan, sedangkan sebagian besar lainnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat baik melalui pengelolaan TPS 3R maupun Bank sampah. Di kawasan-kawasan perdesaan, penanganan sampah lebih banyak dilakukan secara konvensional yaitu melalui sistem gali urug terkendali. Hal ini karena jangkauan pelayanan yang belum dapat menjangkau semua wilayah perdesaaan. Ketersediaan lahan masyarakat masih cukup luas untuk pembuangan sampah dengan model galian (juglangan). Upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengelola masalah persampahan diantaranya yaitu membangun membangun 3 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Tempat Penampungan Sementara (TPS) di 33 kecamatan dan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3 R (TPST 3R). Jumlah sampah yang dikelola setiap harinya di TPST 3R yang ada sekitar 476,5 m3. sisa sampah yang akan diolah di TPA yang ada di Kabupaten Malang. Sisa sampah yang belum terolah ini memerlukan penanganan supaya tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Sebagian warga mengurangi jumlah sampah dengan membakar.

Padahal,

hal

ini

bertentangan

dengan

undang-undang

dan

menimbulkan risiko pencemaran yang tinggi. Gas yang dihasilkan pembakaran

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-21


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sampah ini 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan gas emisi kendaraan bermotor di negara maju. Untuk itu, upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi beban pengolahan sampah di TPA yaitu dengan membuat program Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB). Program SDSB ini selain untuk mengurangi beban Tempat Penampungan Sementara Terpadu (TPST) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) maupun TPA dalam pengolahan sampah juga mendorong kesadaran masyarakat dalam penanganan dan pengelolaan persampahan secara mandiri. Berdasarkan isu prioritas tersebut Pemerintah Kabupaten Malang mengambil inisiatif untuk terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi tercapainya kualitas dan fungsi lingkungan hidup yang baik. Dengan menjadikan peningkatan kualitas lingkungan hidup sebagai salah satu strategi utama dalam pencapaian visi misi daerah dalam kurun 5 (lima) tahun ke depan merupakan bukti komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Malang dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Diharapkan melalui penetapan startegi utama tersebut orientasi pembangunan yang berwasasan lingkungan menjadi dasar acuan bagi semua perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

BAB II Isu Prioritas Lingkungan Hidup

II-22


BAB BAB III II ISU PRIORITAS ANALISIS DRIVING, LINGKUNGAN PRESSURE, HIDUP STATE,

RESPONSE, RESILIENCE, DAN RISK ISU LINGKUNGAN HIDUP DAERAH


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

ANALISIS DRIVING, PRESSURE, STATE, RESPONSE, RESILIENCE, DAN RISK ISU LINGKUNGAN HIDUP DAERAH 3.1

PENDORONG (DRIVING) PERUBAHAN LINGKUNGAN HIDUP Perilaku manusia dalam mengelola lingkungan digerakkan oleh faktor

daya penggerak tertentu atau “driving force�. Driving force mendeskripsikan aspek sosial, demografi, dan pengembangan ekonomi dalam masyarakat, serta perubahan yang sama dalam gaya hidup, pola produksi, dan konsumsi di seluruh tingkatan. Dengan kata lain, driving forces (D) merupakan perubahan sosial, ekonomi, dan sistem institusional yang terjadi dan pada akhirnya memicu munculnya tekanan secara langsung maupun tidak langsung. Faktor-faktor penting yang menjadi driving forces di Kabupaten Malang sendiri adalah sebagai berikut. A. Pertumbuhan jumlah penduduk Jumlah penduduk di Kabupaten Malang mengalami peningkatan sebesar 0,68% dalam 5 tahun terakhir (tahun 2011 sampai dengan tahun 2016). Adanya peningkatan jumlah penduduk tersebut menyebabkan jumlah kebutuhan pun turut meningkat. Tempat tinggal, sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, mengalami permintaan yang semakin tinggi akibat adanya peningkatan jumlah penduduk ini. Apabila jumlah lahan untuk permukiman tidak lagi cukup untuk memenuhi permintaan maka konversi lahan pun sering kali dipilih menjadi solusinya. Adanya peningkatan jumlah penduduk menyebabkan permintaan akan air bersih pun semakin meningkat. Di sisi lain, peningkatan jumlah penduduk ini juga berimplikasi terhadap kenaikan debit air limbah domestik ke perairan. Hal ini disebabkan karena jumlah fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada belum sebanding dengan peningkatan kebutuhan akan fasilitas tersebut. Selain itu, peningkatan jumlah penduduk yang tidak diiringi

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-1


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dengan peningkatan kesejahteraan juga akan menimbulkan tekanan tersendiri. Misalnya, ketidakmampuan untuk menyediakan fasilitas sanitasi sehingga harus melakukan MCK (mandi cuci kakus) di sekitar badan air secara langsung. Hal ini tentu akan menimbulkan tekanan terhadap kualitas air. Peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah juga berarti peningkatan jumlah konsumsi di daerah tersebut. Semakin tinggi jumlah konsumsi, semakin tinggi pula jumlah sampah dan limbah yang dihasilkan dari proses konsumsi tersebut. Timbulan sampah dan limbah tersebut, jika tidak dikelola dengan baik maka dapat mempengaruhi kualitas udara dan air. Selain itu, peningkatan jumlah penduduk juga berarti peningkatan jumlah kebutuhan transportasi yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas udara. B. Perkembangan kegiatan ekonomi, khususnya sektor industri Industri merupakan salah satu sektor yang sangat berkembang di Kabupaten Malang. Hal ini dapat dilihat dari sumbangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan oleh industri pengolahan yang mencapai 17.542,59 Milyar Rupiah pada tahun 2016 atau 30,12% dari total PDRB Kabupaten Malang. Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah perusahaan di sektor industri tersebut juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, jumlah perusahaan sektor industri di Kabupaten Malang mencapai 249 unit setelah mengalami peningkatan sebesar 21,46% dari tahun sebelumnya (Kabupaten Malang Dalam Angka, 2017). Semakin bertambahnya jumlah industri di Kabupaten Malang, menyebabkan semakin bertambah pula permintaan akan lahan industri. Hal ini mendorong terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan untuk industri. Selain itu, berkembangnya sektor industri ini juga berpengaruh terhadap kualitas udara dan kualitas air di Kabupaten Malang akibat aktivitas industri yang menghasilkan gas buang, limbah, dan sampah. C. Pergeseran gaya hidup masyarakat

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-2


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Seiring berkembangnya teknologi, gaya hidup masyarakat pun bergeser menjadi sebuah gaya hidup yang modern, praktis, dan serba cepat. Adanya arus globalisasi yang masuk pun juga turut mempengaruhi pergeseran gaya hidup ini sehingga berkembang gaya hidup konsumtif di masyarakat. Hal ini tidak terkecuali terjadi pula pada masyarakat di Kabupaten Malang. Gaya hidup konsumtif, praktis, dan serba cepat tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam memperburuk kondisi lingkungan. Dengan adanya tuntutan gaya hidup yang serba cepat, penggunaan kendaraan bermotor pribadi pun semakin tinggi. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kualitas udara di Kabupaten Malang. Demikian pula dengan gaya hidup praktis yang berpengaruh terhadap peningkatan pemanfaatan perabot rumah tangga yang serba listrik dan penggunaan plastik sebagai wadah-wadah sekali pakai. Ditambah lagi dengan adanya gaya hidup konsumtif yang mempengaruhi jumlah timbulan sampah dan limbah sebagai hasil samping dari proses konsumsi tersebut. Pergeseran gaya hidup tersebut tentu akan memberikan berbagai tekanan bagi lingkungan. Misalnya, adanya hasil samping konsumsi berupa sampah dan limbah yang mempengaruhi kualitas udara dan air, hingga kebencanaan seperti banjir. Selain itu, ada pula penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang juga berpengaruh terhadap kualitas udara. Berbagai tekanan tersebut muncul akibat sikap masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. 3.2

ANALISIS PRESSURE, STATE, DAN RESPONSE

3.2.1

Tata Guna Lahan Kabupaten Malang memiliki luas wilayah sebesar 353.468 Ha yang terdiri

atas berbagai macam penggunaan lahan. Penggunaan lahan utama terbagi menjadi pertanian, perkebunan, lahan kering, permukiman, kehutanan, perairan, dan industri. Rincian luasan masing-masing penggunaan lahan tersebut dapat dilihat pada Lampiran Tabel 2.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-3


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.2.1.1 Penggunaan Lahan Penggunaan lahan di Kabupaten Malang dapat ditinjau berdasarkan data penggunaan lahan utama dan berdasarkan RTRW pada tiap Kecamatan. Data yang diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa luas wilayah Kabupaten Malang jika dilihat dari penggunaan lahan utama sebagian besar berupa lahan kering dengan luas 113.664 Ha (Lampiran Tabel 2) atau sebesar 32,16% luas Kabupaten Malang. Selain itu, data tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan lahan terkecil adalah untuk perkebunan yang memiliki luas 22.643 Ha atau sebesar 6,41% dari luas Kabupaten Malang. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah lahan kering di Kabupaten Malang masih sangat besar dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan fungsinya. Lahan kering tersebut juga dapat dikembangkan untuk infrastruktur di masa yang akan datang dengan tetap memperhatikan satuan kemampuan lahannya. Untuk kondisi perkebunan yang memiliki luas terkecil, perlu diperhatikan agar tidak terjadi perubahan guna lahan yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Selain itu, perluasan tutupan vegetasi juga didukung oleh upaya penambahan hutan kota, Ruang Terbuka Hijau, serta sempadan pantai dan sungai (Lampiran Tabel 1A sampai dengan 1D).

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-4


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wonosari

1,653.00

Wajak

1,204.00

Wagir

2,569.00

Turen

2,014.00

Tumpang

1,311.00

Tirtoyudo Tajinan Sumberpucung

9,930.00 51.00 563.00

Sumbermanjing

8,856.00

Singosari

4,511.00

Pujon

9,225.00

Poncokusumo Pakisaji Pakis Pagelaran

4,372.00

809.00 213.00 1,048.00

Pagak

1,235.00

Ngantang

8,928.00

Ngajum

1,302.00

Lawang

1,292.00

Kromengan Kepanjen

211.00 767.00

Kasembon

2,551.00

Karangploso Kalipare Jabung

2,786.00 372.00 121.00

Gondanglegi Gedangan

1,947.00 769.00

Donomulyo

5,227.00

Dau

2,582.00

Dampit Bululawang Bantur

Ampelgading

3,418.00 783.00 1,065.00 588.00 Luas Lahan Non Pertanian (Ha)

Gambar III.1 Penggunaan Lahan Non Pertanian Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-5


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Luas Lahan Sawah (Ha) Luas Lahan Sawah (Ha) Wonosari Wajak Wagir Turen Tumpang Tirtoyudo Tajinan Sumberpucung Sumbermanjing Singosari Pujon Poncokusumo Pakisaji Pakis Pagelaran Pagak Ngantang Ngajum Lawang Kromengan Kepanjen Kasembon Karangploso Kalipare Jabung Gondanglegi Gedangan Donomulyo Dau Dampit Bululawang Bantur Ampelgading

920.00 1,301.00 1,127.00 2,248.00 1,324.00 499.00 1,731.00 1,692.00 849.00 1,322.00 1,285.00 1,468.00 1,473.00 1,713.00 2,650.00 530.00 981.00 1,692.00 640.00 1,522.00 2,152.00 673.00 1,133.00 2,907.00 1,225.00 2,969.00 761.00 2,017.00 448.00 1,299.00 1,677.00 1,253.00 407.00 Luas Lahan Sawah (Ha)

Gambar III.2 Penggunaan Lahan Sawah Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-6


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wonosari

1,502

Wajak

4,599

Wagir

3,077

Turen

1,749

Tumpang

3,878

Tirtoyudo

3,471

Tajinan Sumberpucung

2,230 467

Sumbermanjing

7,802

Singosari

3,682

Pujon

2,284

Poncokusumo Pakisaji Pakis Pagelaran Pagak

6,578

753 1,885 1194 1,481

Ngantang

2,380

Ngajum

2,548

Lawang

3,079

Kromengan

1,100

Kepanjen

1,164

Kasembon Karangploso

2,325 1,970

Kalipare

5,631

Jabung Gondanglegi

3,431 1,092

Gedangan

5,289

Donomulyo Dau

8,192 2,250

Dampit Bululawang

4,519 2,278

Bantur

7,991

Ampelgading

11,793 Luas Lahan Kering (Ha)

Gambar III.3 Penggunaan Lahan Kering Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-7


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wonosari

200

Wajak

0

Wagir

0

Turen

0

Tumpang

296

Tirtoyudo

1,915

Tajinan

0

Sumberpucung

0

Sumbermanjing

3,255

Singosari Pujon Poncokusumo Pakisaji

250 70 0 22

Pakis

Pagelaran

1451 0

Pagak Ngantang

3478 0

Ngajum Lawang

650 0

Kromengan Kepanjen

230 0

Kasembon

13

Karangploso

41

Kalipare

2,510

Jabung

1,032

Gondanglegi

178

Gedangan

0

Donomulyo

0

Dau

307

Dampit Bululawang Bantur

4,200 0 58

Ampelgading

2,487 Luas Lahan Perkebunan (Ha)

Gambar III.4 Penggunaan Lahan Perkebunan Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-8


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wonosari

970

Wajak

900

Wagir

995

Turen Tumpang

54 0

Tirtoyudo

2,541

Tajinan

0

Sumberpucung

5

Sumbermanjing

1,414

Singosari

600

Pujon

193

Poncokusumo Pakisaji

7271

142

Pakis

0

Pagelaran

0

Pagak Ngantang

1,129 0

Ngajum

1714

Lawang

995

Kromengan

0

Kepanjen

0

Kasembon

0

Karangploso

0

Kalipare

3151

Jabung Gondanglegi

2,500 16

Gedangan

9,186

Donomulyo Dau Dampit Bululawang

2,497 46 346 85

Bantur

Ampelgading

2,869 460 Luas Lahan Hutan (Ha)

Gambar III.5 Penggunaan Lahan Hutan Tiap Kecamatan di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-9


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Ditinjau dari jenis hutan berdasarkan fungsinya, terdapat 5 (lima) jenis hutan di Kabupaten Malang, yaitu hutan lindung, hutan produksi, cagar alam, taman nasional, dan taman hutan raya. Secara keseluruhan, hutan lindung di Kabupaten Malang yang direncanakan untuk tetap dipertahankan seluas 41.468,68 Ha, sedangkan luas hutan produksi adalah 45.303,18 Ha. Selain itu, terdapat pula hutan konservasi yang berupa cagar alam seluas 976,81 Ha, taman nasional seluas 17.299,44 Ha, dan taman hutan raya seluas 3.693,14 Ha. Secara keseluruhan, luas hutan berdasarkan fungsi di Kabupaten Malang adalah 108.741,25 Ha atau sebesar 30,76% dari total luas wilayah kabupaten. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa Kabupaten Malang mempunyai luasan hutan yang memenuhi luasan hutan minimal wilayah yaitu lebih dari 30% dari luas wilayah. Penjabaran detail mengenai jenis dan luas hutan yang ada di Kabupaten Malang disajikan pada Lampiran Tabel 3 dan 3A. Jika ditinjau dari jenis hutan berdasarkan statusnya, hutan di Kabupaten Malang terbagi atas hutan negara, hutan hak/hutan rakyat, hutan kota, taman hutan raya, dan taman keanekaragaman hayati. Hutan dengan luas terbesar adalah hutan negara dengan luasan sebesar 108741,25 Ha atau 75,32% dari luas hutan berdasarkan status secara keseluruhan. Luas hutan terbesar selanjutnya adalah hutan hak/hutan rakyat dengan luas 31909,75 Ha atau 22,10% dari luas hutan di Kabupaten Malang. Hutan negara sendiri adalah hutan yang berada di atas tanah yang tidak dibebani hak atas tanah dan kepemilikannya ada pada negara, sehingga segala bentuk penguasaan dan pengelolaan hutan tersebut harus seijin dari negara. Hutan hak, di sisi lain, adalah hutan yang berada pada tanah/lahan masyarakat yang telah dibebani hak atas tanah diluar kawasan hutan negara, dibuktikan dengan alas titel yang diakui oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, terdapat pula hutan kota seluas 28 Ha, dan Taman Hutan Raya seluas 3.693,14 Ha.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-10


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

45303.18 41468.68

17299.44

3693.14 0.00 Hutan Produksi

Hutan Lindung

Taman Nasional

0.00

Taman Wisata Alam

976.81

Taman Buru Cagar Alam

0.00 Suaka Taman Margasatwa Hutan Raya

Luas (Ha)

Gambar III.6 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan Fungsi di Kabupaten Malang Sumber: UPT Kehutanan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

108741.25

31909.75

28.00 Hutan Negara (Kawasan Hutan)

Hutan Hak / Hutan Rakyat

Hutan Kota

3693.14 Taman Hutan Raya

0.00 Taman Keanekaragaman Hayati

Luas (Ha)

Gambar III.7 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan Status di Kabupaten Malang Sumber: UPT Kehutanan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-11


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Pada Lampiran Tabel 1 dapat diketahui rincian kawasan lindung berdasarkan RTRW dan tutupan lahannya. Data tersebut menunjukkan kawasan perlindungan yang terdapat pada kawasan hutan lindung seluas 39.889,76 Ha dan kawasan resapan air seluas 38.688,46 Ha; kawasan perlindungan setempat yang terdiri dari sempadan pantai seluas 2.741 Ha, sempadan sungai seluas 82.674 Ha, serta RTH seluas 13,36 Ha; kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya yang terdiri atas cagar alam dan cagar laut seluas 976,81 Ha, taman nasional dan taman nasional laut seluas 58.522,1 Ha, dan taman hutan raya seluas 3.693,14; serta kawasan rawan bencana. Sebagian besar luasan kawasan lindung tersebut memiliki tutupan lahan vegetasi, sehingga berdampak baik terhadap kemampuan infiltrasi lahan lindung. Ditinjau dari lahan kritis yang ada, total luas lahan kritis dan sangat kritis di Kabupaten Malang pada tahun 2017 adalah 71.344,74 Ha atau sebesar 20,18% dari luas lahan di Kabupaten Malang. Dari total luasan tersebut, sebesar 60.184,53 Ha atau sebesar 84,36% adalah lahan kritis dan sisanya sebesar 11.160,21 Ha adalah lahan sangat kritis. Kecamatan yang memiliki total lahan kritis dan sangat kritis paling besar yaitu Kecamatan Donomulyo dengan luas 10.450,05 Ha, sedangkan kecamatan yang memiliki luas paling kecil adalah Kecamatan Pakis dengan luas 4,91 Ha (Lampiran Tabel 4). Total luas lahan terbesar baik untuk lahan kritis maupun sangat kritis ditemui di luar kawasan hutan dan di kawasan hutan produksi. Lahan kritis sebagai salah satu kawasan yang luasannya cukup luas dan produktivitas lahan masih kurang dalam hal pengelolaannya merupakan salah satu indikator adanya degradasi lingkungan sebagai akibat dari berbagai jenis pemanfaatan sumber daya lahan yang kurang bijaksana. Lahan kritis yang semakin luas akan mengancam kehidupan baik yang ada di darat maupun perairan.

Oleh

karena

itu,

rehabilitasi

lahan

kritis

diperlukan

untuk

mengembalikan fungsi lahan tersebut secara optimal sebagaimana mestinya dan tentunya berguna bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan rehabilitasi lahan pada lahan kritis merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya alam yang ada untuk dapat dikembangkan dan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-12


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dilestarikan. Rehabilitasi lahan kritis dilakukan dengan sistem agroforestry yang merupakan kombinasi dari suatu metode penanaman tanaman pertanian dengan kehutanan dengan pengelolaan yang mengikutsertakan partisipasi masyarakat yang ada disekitarnya. Adapun tujuan dari pembangunan kembali lahan kritis adalah sebagai berikut. 1.

Meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

2.

Meningkatkan produktivitas.

3.

Meningkatkan kualitas lingkungan menjadi lebih baik.

4.

Menyediakan air dan udara yang bersih.

5.

Memelihara sumber daya genetik.

6.

Menciptakan lingkungan yang indah, unik, dan menarik.

Kondisi lahan kritis berbeda-beda, sehingga cara menanganinya pun tidak akan sama. Kegiatan merehabilitasi lahan kritis memerlukan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Peningkatan mutu sumber daya manusia yang menangani lahan kritis merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan pencapaian sasaran rehabilitasi lahan kritis tersebut (Tinambunan, 1995). Beberapa kecamatan yang mempunyai luas lahan kritis yang cukup tinggi telah diidentifikasi dan dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4. Lahan-lahan tersebut menjadi salah satu fokus pada upaya rehabilitasi yang dilakukan, sebagaimana tertuang dalam Dokumen Menuju Provinsi Hijau Kabupaten Malang Tahun 2017.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-13


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wonosari

Wajak Wagir Turen Tumpang Tirtoyudo Tajinan Sumbermanjing Wetan Singosari Pujon Poncokusumo Pakisaji Pakis Pagak Ngantang Ngajum Lawang Kasembon Karangploso Kalipare Jabung Gondanglegi Gedangan Donomulyo

Dau Dampit Bululawang Bantur Ampelgading Kritis (Ha) Hutan Produksi

Kritis (Ha) Hutan Lindung

Kritis (Ha) Hutan Konservasi

Kritis (Ha) Luar Kawasan Hutan

Sangat Kritis (Ha) Hutan Produksi

Sangat Kritis (Ha) Hutan Lindung

Sangat Kritis (Ha) Hutan Konservasi

Sangat Kritis (Ha) Luar Kawasan Hutan

Gambar III.8 Luas Kawasan Kritis dan Sangat Kritis di Kabupaten Malang Sumber: UPT Pengelola Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-14


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.2.1.2 Evaluasi Kerusakan Tanah Selain dari segi tutupan lahan, pemantauan kondisi lahan juga dilakukan melalui evaluasi kerusakan lahan/tanah. Hasil evaluasi kerusakan tanah di lahan kering akibat erosi air pada tahun 2015 menunjukkan status yang melebihi pada beberapa tebal tanah 100-150 cm, dengan ambang kritis erosi 9,0 – 12 dan besaran erosi 13,77 mm/10 tahun (Lampiran Tabel 5). Tingkat bahaya erosi yang sangat berat terjadi pada Kecamatan Sumbermanjing dengan luas 2.106 Ha dan Kecamatan Ngantang dengan luas 2.052 Ha (Lampiran Tabel 5A). Faktor penyebab erosi yang utama adalah karena kondisi tanah. Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi tanah tersebut yakni tekstur dan struktur tanah, kadar bahan organik di dalam tanah, dan daya serap tanah terhadap air. Tanah dengan tekstur butiran halus adalah jenis tanah yang paling rawan terkena erosi. Ini disebabkan oleh tanah pasir yang tidak menetap dan mudah hancur ketika terkena aliran air. Tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah dan kedap air juga mudah mengalami erosi. Kemudian, tanah dengan tekstur yang berpasir tidak peka terhadap erosi karena ukuran partikelnya yang lebih besar sehingga tidak mudah terbawa oleh air. Tanah yang berstruktur gumpalan atau membulat lebih tahan terhadap ancaman erosi karena dapat menyerap lebih banyak air dan mengurangi aliran permukaan. Tanah dengan kemampuan menyerap yang tinggi dan mengandung bahan organik dalam jumlah banyak juga lebih tahan terhadap erosi. Evaluasi kerusakan tanah di lahan kering khususnya lahan untuk produksi biomassa diketahui berdasarkan pengamatan beberapa parameter penyusun tanah. Berdasarkan data dari hasil studi kerusakan lahan dan tanah untuk produksi biomasa tahun 2017 yang dilakukan di 5 (lima) desa di Kecamatan Jabung yaitu Desa Kemiri, Desa Kenongo, Desa Slampangrejo, Desa Sukopuro, dan Desa Taji, diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) parameter yang melebihi ambang kritis pada titik lokasi pengambilan sampel uji kualitas tanah yang dilakukan. Parameter tersebut antara lain adalah kondisi derajat pelulusan air, redoks, dan jumlah mikroba. Untuk parameter lainnya yang meliputi ketebalan solum, ketebalan permukaan, komposisi fraksi koloid dan pasir kuarsitik, berat isi, porositas total,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-15


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pH (H2O) 1 : 2,5, dan daya hantar listrik, menunjukkan hasil status yang masih bagus (tidak melebihi ambang kritis yang ditetapkan) (Lampiran Tabel 6). 3.2.1.3 Wilayah Pesisir Wilayah Kabupaten Malang juga meliputi kawasan pantai. Kondisi persentase tutupan mangrove di Kabupaten Malang menunjukkan kisaran antara 47,34% sampai dengan 100%. Tutupan mangrove tersebut tersebar di enam lokasi, yaitu: Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjingwetan, Gedangan, Bantur, dan Donomulyo (Lampiran Tabel 8). Tutupan mangrove terluas terdapat di Kecamatan Gedangan yaitu seluas 148,13 Ha dan di Kecamatan Donomulyo yaitu seluas 130 Ha. Terdapat 3 (tiga) kecamatan di Kabupaten Malang yang memiliki pantai dengan terumbu karang, yaitu Kecamatan Bantur, Tirtoyudo, dan Sumbermanjing Wetan. Kondisi terumbu karang yang baik terdapat pada Kecamatan Bantur (50%) dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan (60%). Luas tutupan terumbu karang pada pantai tersebut secara berurutan adalah 1026,5 Ha dan 307,9 Ha (Lampiran Tabel 10). Selain itu, untuk kondisi terumbu karang sedang berada di Kecamatan Tirtoyudo (40%) dengan tutupan terumbu karang seluas 246,4 Ha. 3.2.1.4 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Tata Guna Lahan di Kabupaten Malang Tahun 2017 1.

Analisis State Penggunaan lahan di Kabupaten Malang pada 2017 mengalami sedikit

perubahan dari tahun sebelumnya (Lampiran Tabel 11). Data luas pertanian lahan kering mengalami penurunan dari yang sebelumnya seluas 91.539,38 Ha, pada tahun 2017 berubah menjadi 91.086,36 atau turun sebesar 0,49%. Sebaliknya, luas lahan permukiman yang semula 42.321,58 Ha meningkat menjadi 42.666,2 Ha, atau naik sebesar 0,8%; dan lahan industri meningkat dari 1122,35 Ha menjadi 1248,75 Ha, atau naik sebesar 11,26%. Adanya peningkatan lahan permukiman dan industri ini memberikan tekanan tersendiri terhadap kondisi lingkungan. Simpangan penggunaan lahan yang terjadi pada seluruh

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-16


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Wilayah Pengembangan (WP) yang ada di Kabupaten Malang yang meliputi WP lingkar kota Malang, WP Kepanjen, WP Ngantang, WP Tumpang, WP Turen dan Dampit dan WP Sumbermanjing Wetan, adalah sebesar 1,82% dibandingkan dengan total luas wilayah Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 11A). Luas perubahan guna lahan yang terjadi sebenarnya telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, luas perubahan guna lahan yang terjadi mencapai 1399,72 Ha, sedangkan pada tahun 2017 menurun menjadi 453,02 Ha saja. Meski demikian, perubahan guna lahan yang tidak sesuai dengan satuan kemampuan lahan tetap dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan yang akan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekologi. Hal ini tentu dapat menimbulkan dampak negatif bila tidak segera ditangani, salah satunya seperti perubahan iklim yang tengah menjadi fokus dunia saat ini. Perubahan iklim tidak hanya dirasakan di satu daerah saja, namun juga telah dirasakan secara global. Perubahan iklim terjadi akibat temperatur bumi yang meningkat seiring dengan meningkatnya kandungan gas karbon dioksida. Terjadinya perubahan iklim ditandai dengan adanya perubahan temperatur ratarata harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan variabilitas iklim. Data dari Stasiun Klimatologi Lanud AR. Saleh Kabupaten Malang menunjukkan bahwa setiap tahun suhu udara rata-rata di Kabupaten Malang terus merambat naik. Pola curah hujan yang terjadi pun tidak menentu. Pola cuaca yang lebih sulit diprediksi tersebut perlu diperhatikan karena merupakan ciri perubahan iklim.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-17


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

26

25.5 25

25

25.1

25 24.6

24.3

Suhu (℃)

23.9

24 24.1

23

24 23.6

22

23.7

23.7

23.5

24.6

24.6

24.7

24

23.9

24.5

23.9

23.5 22.3

22.4

22.2

21 20

2011

2016

Gambar III.9 Suhu Udara Kabupaten Malang dari Pos Lanud AR. Saleh Tahun 2011 dan 2016 Sumber: Kabupaten Malang Dalam Angka 2012 dan Kabupaten Malang Dalam Angka 2017, 2017

2.

Analisis Pressure Tekanan tata guna lahan yang paling utama disebabkan oleh peningkatan

jumlah permintaan akan lahan permukiman yang terus terjadi terhadap luasan lahan yang tidak berubah. Semakin bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan jumlah kebutuhan dasar pun meningkat, tidak terkecuali kebutuhan lahan untuk tempat tinggal. Ketika lahan untuk fungsi permukiman tidak lagi dapat mencukupi permintaan, maka konversi lahan pun menjadi pilihan solusinya. Hal lain yang juga menjadi tekanan pada tata guna lahan di Kabupaten Malang adalah terjadinya pergeseran pola pikir masyarakat yang awalnya memanfaatkan lahan untuk pertanian lahan kering, saat ini lebih memilih untuk memanfaatkan lahannya menjadi lahan permukiman, atau industri. Selain itu, pembangunan infrastruktur khususnya infrastruktur jalan yang seringkali melalui lahan-lahan pertanian seperti lahan sawah LP2B juga turut menjadi tekanan terhadap alih fungsi lahan di Kabupaten Malang. Perubahan fungsi lahan ini umumnya berdampak pada pengurangan tutupan lahan vegetasi dan ancaman ketahanan pangan karena lahan tersebut dikonversi menjadi lahan terbangun.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-18


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.

Analisis Response Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang untuk

meningkatkan kualitas lingkungan hidup kabupaten tertuang dalam misi, program, dan strategi yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021 terkait lingkungan hidup, salah satunya mengenai penggunaan lahan. Misi pembangunan Kabupaten Malang yang terkait dengan lingkungan hidup adalah misi ke-7 “memperkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup”. Mengacu pada misi tersebut, tujuan pembangunan yang ingin dicapai yaitu “meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan”. Adapun sasaran pembangunannya adalah sebagai berikut. 1. Meningkatnya indeks lingkungan hidup 2. Meningkatnya sistem penanggulangan bencana yang responsif Untuk mewujudkan tujuan pembangunan terkait lingkungan hidup dan tata guna lahan tersebut, pemerintah menyusun strategi sebagai berikut. 

Meningkatkan hasil IKLH

Meningkatkan pengawasan lingkungan di wilayah tambang

Meningkatkan nilai indeks tutupan lahan

Meningkatkan pengawasan hutan lindung

Terkait dengan perubahan tata guna lahan, upaya untuk tetap mempertahankan kualitas lingkungan dalam kaitannya dengan tutupan lahan terus dilakukan. Dari hasil analisis peta citra satelit dan tambahan data sekunder, diketahui bahwa Indeks Tutupan Vegetasi (ITV) di Kabupaten Malang pada tahun 2017 mencapai 76,91. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 50,57. Melalui pelaksanaan program perlindungan dan konservasi SDA, Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan pemenuhan indeks tutupan lahan terus meningkat sehingga dapat memberikan dukungan peningkatan IKLH sesuai target lima tahun yang mencapai 68,5. Kondisi persentase penanganan pada kawasan lindung saat ini sebesar 2,19%, dengan adanya program perlindungan dan konservasi sumber daya hutan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-19


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

ditargetkan persentase penanganan pada kawasan lindung meningkat menjadi 13,15% pada lima tahun mendatang sesuai dengan penjabaran pada RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021. Pencapaian target tersebut juga didorong melalui peningkatan peran serta masyarakat termasuk dunia usaha melalui kegiatan penghijauan dan reboisasi. Di tahun 2017, telah terealisasi penghijauan pada 4891,79 Ha lahan dan reboisasi pada 100,60 Ha lahan dengan total jumlah pohon yang ditanam sekitar 2.102.908 pohon. (Lampiran Tabel 14). 3.2.2

KUALITAS AIR Kualitas air adalah mutu air yang memenuhi standar untuk tujuan tertentu.

Syarat yang ditetapkan sebagai standar mutu air berbeda-beda tergantung tujuan penggunaan. Sebagai contoh, air yang digunakan untuk irigrasi memiliki standar mutu yang berbeda dengan air untuk dikonsumsi. Kualitas air dapat diketahui nilainya dengan mengukur peubah fisika, kimia dan biologi. Pengukuran kualitas air yang dilakukan di wilayah Kabupaten Malang tidak hanya pada kualitas air sungai saja tetapi juga air danau/situ/embung, air sumur, air laut, serta air limbah industri. Meskipun penghitungan indeks kualitas air yang dilakukan hanya pada kualitas air badan air atau sungai dengan parameter terbatas hanya mencakup 7 (tujuh) parameter saja yakni BOD, COD, DO, TSS, Total Phosphat, Fecal Coli, dan Total Coliform,

namun, pemantauan dan

pengukuran kualitas air dilakukan pada semua parameter sesuai baku mutu yang ada sehingga diperoleh informasi/data hasil pengujian kualitas air yang lebih lengkap. 3.2.2.1 Kuantitas dan Kualitas Air Sungai Sungai merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat luas baik yang digunakan scara langsung ataupun tidak langsung. Wilayah Kabupaten Malang terbagi dalam 2 (dua) DAS besar yaitu DAS Brantas dan DAS Daerah Pegunungan Selatan yang terdiri dari beberapa DAS Kecil yang bermuara ke pantai selatan. Sungai-sungai utama di Kabupaten Malang yaitu Sungai Brantas, Sungai Lesti, Sungai Konto dan Sungai Metro, Sungai Dirdo, Sungai Lahor dan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-20


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Sungai Lekso. Sungai Konto merupakan salah satu anak Sungai Brantas bagian tengah. Sub DAS Sungai Konto Kabupaten Malang meliputi dua Kecamatan yakni Pujon dan Ngantang. Sungai Konto dimanfaatkan sebagai penyuplai air di Waduk Selorejo untuk keperluan irigrasi dan pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, digunakan sebagai sumber air bersih untuk kegiatan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci dan mandi. Akumulasi bahan pencemar pada DAS Brantas dapat mengubah kondisi fisik maupun kimia dari air sungai. Dampakya keanekaragaman ekosistem air akan berkurang, akan terjadi ketidakseimbangan ekologi di lingkungan tersebut karena tidak semua spesies bersifat toleran dengan perubahan lingkungan. Pemantauan kualitas Sungai dapat diketahui dari beberapa parameter, diantaranya parameter BOD, COD, DO, fecal coliform, TSS, dan lain-lain. Gambaran panjang sungai DAS Brantas dan DAS Daerah Pegunungan Selatan diperoleh dari Dinas PU Sumber Daya Air dan Perum Jasa Tirta. Kondisi fisik sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

Kondisi 0 0

8

5 2

0 5 7

0

4

7

Gambar III.10 Kondisi Fisik Sungai Sumber: Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Malang, 2017

Sungai yang paling utama di Kabupaten Malang adalah Sungai Brantas dimana hulunya terletak di lereng Gunung Anjasmoro (wilayah Kota Batu). Dari

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-21


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar 3.9 diketahui sungai terpanjang yang melintasi Kabupaten Malang adalah sungai Brantas yang memliki panjang sungai 58 km, dengan lebar permukaan sungai 25 meter dan kedalaman 10 meter serta memiliki debit maksmimal sebesar 1363,6 m3/detik (Lampiran Tabel 15 dan 15A). Klasifikasi mutu air di Provinsi Jawa Timur telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendaian Pencemaran Air. Adapun klasifikasi air sungai ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas: 1.

Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan penggunaan tersebut;

2.

Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;

3.

Kelas tiga, air yang peruntukannya digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;

4.

Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Dari segi kualitas, air sungai yang melintasi kecamatan-kecamatan di

Kabupaten Malang dilakukan pemantauan dan analisis kesesuaian kualitas airnya berdasar baku mutu yang telah ditetapkan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Pemantauan kualitas air dilakukan secara periodik melalui pengujian kualitas air pada air badan air oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta I. Pengujian dilakukan pada 30 titik atau lokasi pengambilan sampel, dengan masing-masing titik atau lokasi dilakukan 5 kali pengambilan sampel (total 150 pengambilan sampel dalam setahun). Lokasi

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-22


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pemantauan kualitas air sungai yang dilakukan secara detail dirinci pada Tabel 3.2 - Tabel 3.4 serta disajikan sebagai berikut. Tabel III.1 Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai I (DAS Lesti) Titik

Nama Sungai

1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

2

Sungai Polaman Kecamatan Dampit

3

Sungai Tangsi/apus kidul Kecamatan Tirtoyudo

4

Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen

5

Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur

6

Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan

7

Sungai goro Kecamatan Sumbermanjing Wetan

8

Sungai Lesti Desa Suwaru Kecamatan Pegelaran

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

Titik Koordinat S : 08°06'096 E : 112°44'247 S : 08°18'080 E : 112°44'414 S : 08°13'824 E : 112°48'480 S : 08°13'831 E : 112°41'090 S : 08°13'666 E : 112°35'826 S : 08°14'445 E : 112°37'609 S : 08°14'439 E : 112°38'647 S : 08°13'426 E : 112°36'071 S : 08°11'080 E : 112°33'201 S : 08°09'234 E : 112°38'643

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-23


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.11 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Tabel III.2 Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai II (DAS Ambang) Titik

Nama Sungai

1

DAM Sengkaling - Sungai Brantas Kec. Dau

2

Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari

3

Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

9

Sungai Brantas Kec. Pakisaji

10

Sungai Brantas Kedungpendaringan Kec. Kepanjen

Titik Koordinat S : 07°3'322 E : 112°37'711 S : 07°54'181 E : 112°41'933 S : 07°54'803 E : 112°39'363 S : 07°57'763 E : 112°43'225 S : 07°58'546 E : 112°44'830 S : 07°00'530 E : 112°45'563 S : 07°02'285 E : 112°46'142 S : 07°03'811 E : 112°38'123 S : 07°03'322 E : 112°37'711 S : 07°09'198 E : 112°35'72

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-24


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Gambar III.12 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Tabel III.3 Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai III (DAS Melamon) Titik 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Titik Koordinat S : 08°11'112 E : 112°45'416 S : 08°07'484 Sungai Sukun Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517 S : 08°11'106 Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak E : 112°32'03 S : 08°08'270 Sungai Biru Kecamatan Kromengan E : 112°31'091 S : 08°06'580 Sungai Kele Kecamatan Ngajum E : 112°30'233 S : 08°05'265 Sungai Camplungan Kecamatan Ngajum E : 112°32'241 S : 08°06'026 Sungai Metro Ngajum E : 112°34'085 S : 08°01'382 Sungai Metro pakisaji E : 112°36'341 S : 08°00'231 Sungai Bakalan Kecamatan Wagir E : 112°35'474 Nama Sungai Sungai Brantas Desa Kecopokan Kecamatan Sumberpucung

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-25


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Titik 10

Nama Sungai Sungai Braholo Kecamatan Dau

Titik Koordinat S : 07°55'048 E : 112°34'545

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Gambar III.13 Peta Titik Pengambilan Sampling di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Tabel III.4 Waktu Pengambilan Sampel Kualitas Air Sungai Periode

1

2

3

4

Nama DAS DAS Lesti DAS Ambang DAS Melamon DAS Lesti DAS Ambang DAS Melamon DAS Lesti DAS Ambang DAS Melamon DAS Lesti DAS Ambang

Waktu Pengambilan 8 Maret 2017 7 Maret 2017 9 Maret 2017 09 Mei 2017 8 Mei 2017 10 Mei 2017 18 Juli 2017 17 Juli 2017 18 Juli 2017 5 September 2017 4 September 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-26


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Periode

5

Nama DAS DAS Melamon DAS Lesti DAS Ambang DAS Melamon

Waktu Pengambilan 5 September 2017 8 November 2017 7 November 2017 9 November 2017

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Gambar III.14 Uji Air badan air di kali Meri Kec. Tajinan Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Gambar III.15 Uji Air Badan Air di Sungai Kecopokan Kec. Sumberpucung Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-27


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.16 Uji air badan air di Sungai Lesti Kecamatan Pagelaran Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Secara keseluruhan hasil pemantauan I, II, dan III terdapat total 150 sampel kualitas air sungai. Dari hasil pengujian kualitas air tersebut, ada beberapa parameter sungai yang dinyatakan tidak memenuhi sebagaimana standar baku mutu badan air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk Kelas II. Hasil analisis status mutu air sungai berdasarkan perhitungan Indeks Pencemaran Air (Indeks Kualitas Air) pada 150 titik pengambilan sampel, diketahui sungai di Kabupaten Malang semuanya dalam kondisi Tercemar Ringan. (Lampiran Tabel 17 dan Lampiran Perhitungan IKLH). Ulasan lebih rinci dari analisis parameter pencemar berdasar hasil pemantauan kualitas air tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: A.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter DO (Dissolved Oxygen) Parameter Dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut adalah banyaknya

oksigen yang terkandung dalam air. Air yang memiliki DO tinggi menunjukkan tingkat pencemaran yang rendah, dan sebaliknya air yang memiliki DO rendah menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi. Bila mikroorganisme anaerob yang tumbuh, maka air tersebut seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Organisme akuatik akan mati pada kandungan oksigen yang rendah. Oksigen BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-28


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dalam air yang terukur sebagai DO diperlukan untuk proses degradasi bahan organik di air (Manahan, Stanley E.,1994). Nilai standar Baku Mutu DO berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas I yaitu 6 mg/L. Hasil Analisis Parameter DO Kualitas Air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut. DAS LESTI

5

6

7

8

9

4.2 4.8

6.7 6.3 7.8

Ambang

7 3.6 5.1 5.6

7.3 6.2 7.7

Periode V

5.1 4.9

6.8 8.2 6.2 4.6 4.7

4

Periode IV

4.6 5.3 6.8 7.7 6.3

3

2

4.2 4.7 6.2 44.3

7.9 4.6 6.1 4.8 6.2

6

7.2

8.7

Periode III

4.8 7.2 5.2 5.66.3

1

Periode II

5.1 4.6

4.6 5.2 5.6

kadar do (mg/l)

7.9

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.17 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Lesti Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 DAS AMBANG

4.65.3 6.5 6.7

9

10

3.2

2.7 2.3

5.6 5.6

7.1

8

6.6

4.4 4.6 4.6

7.4

7.4 6

Ambang

5.1 3.6 4.8 3.7

5

Periode V

7 3.5

6.1

7.3 6.9 6.8 4

3.5

3

2.1

2

1.8 2.3

3.1 2.8

4.3

5.8

6.5

7.2 5.9 6.0

6.7 6.2 6.5 2.8 2.4

4.25 4.7 5.7

kadar do (mg/l)

1

Periode IV

7.8

Periode III

2.4

Periode II

8.2

Periode I

7

Titik pengamatan

Gambar III.18 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-29


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON Ambang

1

4

7

8

9

4.8 3.8 3.9 2.1

4.8 2.8 3.8 4.2

5.6

6.8

Periode V

4.8 6.1 3.2 4.2 4.6

6

4.6 3.7 4.7 4.8

6.8

7.2 4.8 4.8 4.6

5

2.6

3

4.8 6 2.83.54.1

2

Periode IV

4.6 2.5 3.5 4.3

6.7

Periode III

6.5 4.6 4.35.0 5.0

6.2 3.8 3.7 3.4 4.8

5.1 4.9 4.8

Periode II

1.6

kadar do (mg/l)

6.6

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.19 Konsentrasi Parameter DO Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

B.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter BOD Parameter Biochemical oxygen demand (BOD) atau kebutuhan oksigen

biokimiawi adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik. Kebutuhan oksigen biokimiawi ini berbanding terbalik dengan keberadaan oksigen terlarut. Bila nilai BOD tinggi berarti oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air banyak, sehingga sisa oksigen yang berada dalam air sedikit, sebaliknya bila nilai BOD rendah berarti oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air sedikit, sehingga sisa oksigen dalam air banyak. Nilai standar Baku Mutu BOD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas I yaitu 2 mg/L. Hasil Analisis Parameter BOD Kualitas air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-30


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI

4

5

8

8.2 8.3 6.1

7

9

4.9 6.3 7.4 7.1 8.1

Ambang

8.9

8.69.4

8.3 6

Periode V

4.9

5.5

4.4

5.9 5.8 5.96.5

8.18.8 8.1

8.1 9.5

Periode IV

4.8 6.06.8 5.6

3

5.7 7.0 6.5

4.45.16.0 5.0

7.1 8.4 8.6 2

Periode III

5.0 5.5 5.9

1

9.2

Periode II

4.9 4.6

5.3 5.3

kadar BOD (mg/l)

8.3 8.2

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.20 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 DAS AMBANG Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

8

9

10.4 5.8 5.16.4 5.1

10.3 8.19.5 6.1

5.2

7

6.7

6

5.1 5.1

5

8.5

12.0 4

5.4 5.2 6.9 9.0 8.0

6.4 8.8 5.4 9.1 8.6

10.2 8.6 11.0 5.4 6.3 3

6.7 6.1 6.6 5.4 7.2

2

6.5 4.55.7 7.4 5.4

1

5.3 7.0 7.9 4.7

8.59.6 8.610.0 4.5

kadar bod (mg/l)

14.2

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.21 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-31


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON Periode III

Periode IV

Ambang

6

7

9.5

9.6

8.2 7.4 7.4 10.2 4.8

8.8 5.7 4.56.0

7.9 5.6 5.6 8.3 10.1

5

5.2 4.3 6.5

4

5.6 4.9 6.1 6.7

3

4.9 5.56.6 7.18.5

12.9 2

4.9 7.7 5.0 7.89.2

8.3 10.7 4.7 4.9

6.6

7.28.5 9.1 8.8 5.0

5.4 4.6 7.0 6.2

kadar bod (mg/l)

1

Periode V

15.2

Periode II

13.7

Periode I

9

10

8

Titik pengamatan

Gambar III.22 Konsentrasi Parameter BOD Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

C.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter COD Parameter Chemical oxygen demand (COD) atau kebutuhan oksigen

kimiawi adalah pengukuran jumlah senyawa organik dalam air yang setara dengan kebutuhan jumlah oksigen untuk mengoksidasi senyawa organic secara kimiawi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar nilai COD berada di atas baku mutu air kelas I. Nilai standar Baku Mutu COD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas I yaitu 10 mg/L. Hasil Analisis Parameter COD Kualitas air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-32


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI

8

9

19.2 20.725.3 22.2

7

10.7

6

Ambang

15.8 21.1 27.1 11.9

13.2 18.8 27.0 13.2 23.2

5

Periode V

10.915.3 25.1 20.0 25.8

18.2 28.5 22.3 29.9 10.8

23.7 30.8 4

Periode IV

13.5 16.6 27.2 16.4 23.9

3

Periode III

14.5 16.9 18.6

27.9

2

19.0 21.9

1

11.4 11.1

14.8 12.9 22.126.4 26.1

Periode II

17.4 19.1 27.6 20.5

kadar COD (mg/l)

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.23 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

DAS AMBANG

4

9

45.8 15.7 25.9 17.5 18.7

41.2

8

27.7 26.9

7

14.2

6

Ambang

13.0

10.6 18.9 18.9 16.7 15.6 5

15.9 21.0 30.5 38.1 24.5

3

Periode V

14.3 17.7 27.4 17.6 18.3

2

Periode IV

20.7 15.020.0 18.9 27.4

1

Periode III

16.0 17.8 20.0 31.3 22.4

12.7

20.7 30.7 27.0 29.4 33.4

33.4

Periode II

22.0 19.2 20.2

26.9 22.4 28.7 29.7 12.9

kadar cod (mg/l)

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.24 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-33


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

8

9

17.0 28.2 20.7 15.0

11.7 20.8 22.2 15.9

37.4

38.0 16.4

7

11.6

6

23.1 26.9

36.6

31.2 11.2 16.0 19.6 20.1 5

16.1 24.6 17.9 22.4

4

26.5 17.2 19.6 31.7 22.3

3

13.9 29.9 18.1 28.3 19.7

2

27.1 34.9 28.1

13.2 23.2 27.133.7 31.1

1

11.0 11.8

15.9 14.7 24.0 22.9

kadar cod (mg/l)

38.2

45.8

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.25 Konsentrasi Parameter COD Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

D.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter TSS TSS adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air sungai, tidak

terlarut dan tidak dapat mengendap langsung (Fardlaz, 1992). Bahan-bahan tersuspensi dan terlarut pada perairan alami tidak bersifat toksik, tetapi jika berlebihan dapat meningkatkan nilai kekeruhan sehingga mempengaruhi fotosintesis di perairan. Dari Gambar dapat diketahui bahwa kandungan TSS di beberapa sungai Kabupaten Malang melebihi baku mutu yang disyaratkan. Hal ini menunjukkan bahwa air sungai di beberapa titik pantau tersebut cenderung keruh. Nilai standar Baku Mutu TSS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendaian Pencemaran Air Kelas I yaitu 50 mg/L. Hasil Analisis Parameter TSS Kualitas air sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-34


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

2

3

5

6

7

8

9

50.7 51.9 50 53.4 5.1

38.1 9.4 35.2 39.7 50

21.1 15.735.2 61.3 50

5.2 5.5 5.2 14.7 7.7 50

13.8 42.4 42.9 19.5 28.6 50

106.1

4

5.6 32.7 10.9 47.1 7.9 50

50.5 26.349.2 50 64.2

19.2 10.4 43.3 8.3 25.2 50

82.3

117.9 1

19.5 13.5 14.1 20.1 50

32.3 63.7 26.1 38.5 50

kadar tss (mg/l)

162.0

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.26 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 DAS AMBANG Periode III

Periode V

1

Ambang

3

5

6

7

8

9

75.5101.8

15.3 8.6 23.3 50

71.0 60.7 92.7 44.7 57.0 50

31.5 32.6 23.9 9.8 19.3 50

32.9 21.2 10.0 21.9 50

15.6 5.519.8 5.4 6.0 50

35.357.0 46.6 14.5 21.8 50 4

54.6 31.0 20.8 34.5 50

135.5 2

27.7 20.8 38.3 14.4 50

48.1 37.6 8.621.5 13.7 50

131.8 73.2 50.2 44.3 50 60.8

kadar tss (mg/l)

Periode IV

220.1

Periode II

189.1

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.27 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-35


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

2

4

5

6

7

8

9

34.7 32.6 70.5 29.8 5039.0

29.3 44.1 44.6 46.4 25.3 50

29.3 36.7 24.5 19.8 22.2 50

41.2 28.1 67.8 22.8 26.0 50

5.4 34.7 37.6 28.6 32.7 50

19.5 19.4 64.6 14.2 32.6 50

16.4 29.9 16.3 5040.9 3

31.0 39.6 58.9 20.3 35.1 50

139.6 1

26.7 33.3 26.9 23.6 27.5 50

78.9 6.7 5.2 15.5 50

kadar tss (mg/l)

198.0

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.28 Konsentrasi Parameter TSS Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

E.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter Total Phosphate Senyawa Phospor yang berada di dalam air diduga merupakan senyawa

fosfat di mana fosfat ini terlarut dia air tanah maupun air laut yang terkikis dan mengendap di sedimen. Diduga bahwa fosfor merupakan nutrien pembatas dalam eutrofikasi, artinya air dapat mempunyai konsentrasi nitrat yang tinggi tanpa percepatan eutrofikasi asalkan fosfat sangat rendah (Sastrawijaya, 1991). Hasil Analisis Parameter Total Phosphat Kualitas air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-36


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

3

4

5

6

7

0.101 0.184 0.097 0.172 0.086

0.078 0.137 0.083 0.069

0.068 0.169 0.077 0.139 0.072

0.106 0.029 0.043 0.126 0.075

0.040 0.029 0.014 0.01 0.104

0.098 0.071 0.13 0.072 0.029

0.128 0.098 0.186 0.076 0.138

0.1000.151

0.184 2

0.038 0.026

0.039 1

0.054 0.048 0.021 0.029

0.223 0.145 0.143

total phosphat (mg/l)

0.313

Periode I

8

9

10

Titik pengamatan

Gambar III.29 Konsentrasi Parameter Total Phosphat Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 DAS AMBANG Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

1

2

3

4

5

6

8

9

0.196 0.197 0.224 0.153 0.128 0.2

0.337 0.1990.297 0.083 0.13 0.2

0.333 7

0.151 0.137 0.082 0.09 0.2

0.169 0.154 0.115 0.064 0.0290.2

0.291 0.103 0.25 0.144 0.0290.2

0.232 0.104 0.187 0.119 0.0320.2

0.144 0.266 0.197 0.318 0.140 0.2

0.290 0.121 0.283 0.148 0.305 0.2

0.083 0.202 0.321 0.404 0.149 0.2

0.356 0.407 0.199 0.114 0.2

total phosphat (mg/l)

0.613

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.30 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-37


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON Periode II

Periode III

Periode IV

Periode V

Ambang

1

2

3

4

5

6

7

8

9

0.161 0.229 0.313 0.035 0.073 0.2

0.193 0.137 0.115 0.007 0.040.2

0.261 0.0670.172 0.073 0.222 0.2

0.054 0.091 0.011 0.031 0.112 0.2

0.069 0.085 0.052 0.068 0.2

0.036 0.033 0.045 0.0320.2 0.203

0.104 0.06 0.047 0.036 0.0290.2

0.212 0.151 0.084 0.131 0.036 0.2

0.104 0.132 0.113 0.082 0.037 0.2

0.140 0.032 0.070 0.083 0.033 0.2

total phosphat (mg/l)

0.669

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.31 Konsentrasi Parameter Total Phosphat Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

F.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter Fecal Coliform Bakteri coliform merupakan golongan bakteri intestinal, yakni hidup

dalam saluran pencernaan manusia, serta dijadikan indikator keberadaan dari bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, bakteri coliform fekal merupakan bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya yang pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas dari air minum. Kelompok dari bakteri coliform, antara lain, yaitu Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, serta Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi yang rendah. Keberadaan dari bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang mengakibatkan diare hingga muntaber. Hasil Analisis Parameter Fecal Coliform Kualitas air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-38


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI

6

7

8

9

21 23 150 93150

5

Ambang

23 23 43 150

4

33 23 75120 75

3

923 75 75 93

2

Periode V

1575 43 43 43

39 21 21 93 93

1

Periode IV

23 43 43 150 150

20 150 4393150

Periode III

23 2393 39 150

Periode II

31 39 3975

fecal coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.32 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

DAS AMBANG

75 93 21 2364

2875 39 43 150

4

39 43 150 43 150

3

Ambang

23 27 20 75 210

2

Periode V

1475 2175 93

2375 75 43 150

1

Periode IV

43 39 4393 150

43 14 23 23 150

Periode III

3975 75 150 75

Periode II

150 150 15 43 150

fecal coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

5

6

7

8

9

10

Titik pengamatan

Gambar III.33 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-39


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON

93 23 4393 93

1575 23 150 23

4

23 14 93 75 75

3

Ambang

3893 39 75 93

2

Periode V

3175 43 23 43

15 39 75 23 43

1

Periode IV

20 23 39 4393

20 2375 39 210

Periode III

15 39 39 64 93

Periode II

23 921 23 35

fecal coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

5

6

7

8

9

10

Titik pengamatan

Gambar III.34 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

G.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Parameter Total Coliform Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia serta limbah

laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan disebabkan juga oleh pencemaran mata air atau air baku, serta lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum haruslah bebas dari semua jenis coliform. Karena semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, maka semakin tinggi pula risiko akan kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli bila masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak bisa membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu mengakibatkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Hasil Analisis Parameter Total Coliform Kualitas air Sungai dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-40


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS LESTI

6

7

8

9

93 43 240 240 210

5

Ambang

79 43 93 240

4

460 93 150 150 150

3

20 43 150 120 150

2

Periode V

21 150 93 75 150

93 28 31 150 240

1

Periode IV

43 93 93 21 210

43 210 460 150 240

Periode III

93 93 150 75 210

Periode II

210 43 75 150

total coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

10

Titik pengamatan

Gambar III.35 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Lesti Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 DAS AMBANG

240 150 28 43 150

150 150 75 93 210

4

210 93 210 93 210

3

Ambang

120 75 28 93460

2

Periode V

39 150 28 150 150

43 93 93 93 210

1

Periode IV

150 75 93 150 460

240 150 43 43 210

Periode III

150 120 150 240 150

Periode II

460 240 21 93 240

total coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

5

6

7

8

9

10

Titik pengamatan

Gambar III.36 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Ambang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-41


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

DAS MELAMON

150 93 240 150 240

43 120 93 210 93

4

93 20 150 120 93

3

Ambang

93 150 75 120 150

2

Periode V

93 150 240 43 150

43 75 150 93 93

1

Periode IV

25 39 75 93 150

75 43 150 75 460

Periode III

21 75 75 120 150

Periode II

43 23 31 43 97

total coliform (jumlah/100 ml)

Periode I

5

6

7

8

9

10

Titik pengamatan

Gambar III.37 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Sungai di DAS Melamon Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

3.2.2.2 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Lingkungan Hidup Parameter DO, COD, BOD, TSS, Total Phospat, Fecal Coliform, dan Total Coliform pada Kualitas Air Sungai 1.

Analisis State Sistem pemantauan kualitas air di Kabupaten Malang terhadap air

permukaan dilakukan dalam waktu 5 (lima) kali setahun. Pengukuran pertama dilakukan pada kurun waktu bulan Maret, yang kedua pada bulan Mei, ketiga pada bula Juli, keempat bulan September, dan pengukuran kelima pada bulan November. Secara keseluruhan, hasil pengukuran pertama hingga kelima terdapat sejumlah 150 sampel kualitas air sungai. Dari hasil analisis, sungai-sungai tersebut tidak memenuhi standar baku mutu badan air berdasarkarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sungai yang di pantau tersebut dalam kondisi tercemar. Hasil analisis status mutu air sungai berdasarkan perhitungan indeks pencemaran air (Indeks Kualitas Air) menggunakan peruntukan Kelas II (air yang peruntukannya

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-42


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut), diketahui sungai-sungai di Kabupaten Malang semuanya termasuk kategori Cemar Ringan. Rincian kondisi kualitas sungai di Kabupaten Malang dapat dijelaskan sebagai berikut. A. Nilai DO tertinggi terdapat di Sungai Polaman Kecamatan Dampit (DAS Lesti) pada periode IV yaitu 8,7 mg/L, sedangkan nilai DO terendah terdapat pada Sungai Brantas Desa Kecopokan Kecamatan Sumberpucung (DAS Melamon) pada periode IV yaitu 1,6 mg/L. B. Nilai BOD tertinggi terdapat di Sungai Braholo Kecamatan Dau (DAS Melamon) pada periode IV yaitu 15,2 mg/L, sedangkan nilai BOD terendah terdapat pada Sungai Braholo Kecamatan Dau (DAS Melamon) pada periode III yaitu 4,3 mg/L. C. Nilai COD tertinggi terdapat di Sungai Brantas Kedungpendaringan Kec. Kepanjen (DAS Ambang) pada periode II yaitu 45,8 mg/L, sedangkan nilai COD terendah terdapat pada Sungai Cokro Kec. Jabung (DAS Ambang) pada periode II yaitu 10,6 mg/L. D. Nilai TSS tertinggi terdapat di Sungai Lajing Kec. Tumpang (DAS Ambang) pada periode II yaitu 220,1 mg/L, sedangkan nilai TSS terendah terdapat pada Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi (DAS Lesti) pada periode IV yaitu 5,1 mg/L. E. Nilai Total Phosphat tertinggi terdapat di Sungai Camplungan Kecamatan Ngajum (DAS Melamon) pada periode I yaitu 0,669 mg/L, sedangkan nilai Total Phosphat terendah terdapat pada Sungai Bakalan Kecamatan Wagir (DAS Melamon) pada periode IV yaitu 0,007 mg/L. F. Nilai Fecal Coliform tertinggi terdapat di Sungai Amprong Kec. Poncokusumo (DAS Ambang) pada periode V yaitu 210/100 ml, sedangkan nilai Fecal Coliform terendah terdapat pada Sungai goro

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-43


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kecamatan Sumbermanjing Wetan (DAS Lesti) pada periode I yaitu 9/100 ml. G. Nilai Total Coliform tertinggi terdapat di S Sungai Tangsi Kecamatan Tirtoyudo (DAS Lesti) pada periode III yaitu 460/100 ml, sedangkan nilai Total Coliform terendah terdapat pada Sungai goro Kecamatan Sumbermanjing Wetan (DAS Lesti) pada periode I yaitu 20/100 ml. 2.

Analisis Pressure A. Parameter DO (Dessolved Oxygen) Penurunan Kadar oksigen terlarut dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu: proses oksidasi (pembongkaran) bahan- bahan organik, proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan bakteri anaerob dari dasar perairan dan proses pernafasan organisme yang hidup dalam air, terutama pada malam hari. B. Parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand) Tingginya nilai BOD mengindikasikan bahwa banyaknya senyawa organik yang harus diuraikan

oleh

menunjukkan

mikroorganisme

bahwa

jumlah

dan

oksigen

tingginya yang

nilai

BOD

dibutuhkan

oleh

mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik dalam air tersebut tinggi. C. Besarnya nilai COD (Chemical Oxygen Demand) menunjukkan keberadaan zat organik di dalam air yang dapat mengubah oksigen menjadi

karbondioksida

sehingga

perairan

tersebut

menjadi

kekurangan oksigen. D. Besarnya Parameter TSS (Total Suspended Solid) di badan sungai, karena: 1.

Laju aliran yang sangat deras, air mengalir cepat dapat membawa lebih partikel dan sedimen yang ukurannya lebih besar. Perubahan laju aliran juga mempengaruhi TSS, jika kecepatan atau arah air meningkat saat ini, partikel dari sedimen bawah dapat tersuspensi.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-44


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

2.

Longsoran, partikel tanah yang tererosi dapat dilakukan oleh stormwater ke permukaan air. Hal ini akan meningkatkan TSS dari badan air.

3.

Membusuknya tumbuhan dan hewan, saat tanaman dan jasad hewan mengalami pembusukan, partikel organik tersuspensi dilepaskan dan dapat berkontribusi pada konsentrasi TSS.

4.

Air limbah, air buangan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat menambahkan padatan tersuspensi ke sungai.

Besarnya nilai TP (Total Phosphate) menunjukkan bahwa penggunaan deterjen rumah tangga yang dibuang ke sungai masih tinggi. Seperti diketahui, fosfat menjadi bahan utama pada sebagian besar detergen, karena efektivitasnya dalam menghilangkan noda dan minyak. Fosfat memiliki andil besar dalam pertumbuhan alga (ganggang) yang tak terkendali sehingga menutup permukaan air. 3.

Analisis Response Hasil analisis parameter DO, COD, BOD, TSS, Total Phosphat, Fecal

Coliform, dan Total Coliform pada kualitas air sungai menunjukkan bahwa sebagian besar sudah sesuai dengan standar baku mutu kelas II Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Akan tetapi, ada beberapa parameter kualitas air sungai yang sebenarnya melebihi ambang baku mutu (khususnya BOD). Untuk menanggulangi masalah tersebut Pemerintah Kabupaten Malang membuat strategi untuk menaikkan angka Indeks Kualitas Air (IKA) melalui kebijakan peningkatan kegiatan untuk capaian indeks pencemaran air. Dalam upayanya untuk meningkatkan IKA yang mendukung pencapaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai salah satu indikator kinerja daerah, Pemerintah Kabupaten Malang melaksanakan program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. Program tersebut mencakup kegiatan : (1) Pemantauan Kualitas Lingkungan melalui pemantauan dan pengujian kualitas air badan air oleh instansi-instansi terkait, meliputi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-45


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Perum Jasa Tirta, PDAM, baik di sungai maupun Sambungan Rumah. Pemantauan kualitas limbah cair kegiatan usaha dilakukan baik untuk industri, rumah sakit, hotel, UKM, dan limbah domestik; (2) Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Lingkungan Hidup melalui pengawasan ketaatan kegiatan usaha terhadap peraturan perundangan yang berlaku termasuk yang terkait dengan pengelolaan limbah cair, baik untuk industri, rumah sakit, hotel, hingga UKM; (3) Peningkatan kesadaran pelaku usaha/kegiatan dalam pemenuhan kewajiban penyusunan dokumen Amdal, UKL-UPL dan SPPL (dokumen pengelolaan lingkungan bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan); (4) Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup melalui sosialisasi, edukasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup; (5) Pembangunan Sarana Pengolahan Air Limbah; (6) Penerbitan Peraturan Bupati No. 51 Tahun 2016 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup; (7) Pelaksanaan kegiatan fisik seperti pembangunan 37 unit IPAL di seluruh Kabupaten Malang tahun 2017; serta (8) Pengelolaan sampah dan limbah B3. Berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2017, rumusan rekomendasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan kualitas air adalah sebagai berikut. Tabel III.5 Rumusan Rekomendasi Penyebab / Isu

Solusi/Rumusan Rekomendasi Pengawasan terhadap efluent limbah industri sekitar sungai

IPAL Industri tidak mengolah Pemeriksaan sampel air effluen industri limbah dan membuang langsung secara rutin ke sungai Pembinaan pengelolaan air limbah industri Zonasi wilayah industri Keterbatasan sarana prasarana pengolah air limbah domestik, sehingga masyarakat membuang ke sungai atau menggunakan septik tank yang

Pemenuhan fasilitas pengolahan air limbah secara individual maupun komunal Zonasi pengelolaan air limbah domestik Sistem pengelolaan air limbah domestik

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-46


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Penyebab / Isu

Solusi/Rumusan Rekomendasi

tidak standar.

secara terpadu

Terbatasnya regulasi yang mengatur pengelolaan lingkungan

Penyusunan regulasi terkait pengelolaan air limbah (industri, domestik, B3 dan rumah sakit) Bekerjasama dengan aparat hukum untuk melakukan penindakan

Lemahnya penegakan aturan terhadap regulasi

Memberikan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat Memberikan reward dan punishment

Egosektoral yang kuat antara pemangku kebijakan di tiga wilayah

Menjalin koordinasi yang intensif antara pemangku kebijakan di ketiga wilayah

Tumpang tindih antara sistem irigasi dan drainase permukiman

Menyusun masterplan terpadu untuk pengelolaan DAS Brantas secara terpadu Memasukkan pengelolaan lingkungan dalam kurikulum sekolah

Kesadaran masyarakat dan sektor swasta terhadap pengelolaan lingkungan rendah

Melibatkan masyarakat dan swasta dalam pengelolaan lingkungan Memperkuat kelembagaan lokal dalam pengelolaan lingkungan

Sumber: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2017

3.2.2.3 Kuantitas dan Kualitas Air Danau/Situ/Embung Waduk merupakan salah satu contoh perairan air tawar buatan yang dibuat dengan cara membendung sungai tertentu dengan berbagai tujuan yaitu sebagai pencegah banjir, pembangkit tenaga listrik, pensuplai air bagi kebutuhan irigasi pertanian, untuk kegiatan perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya karamba, dan bahkan untuk kegiatan pariwisata. Ada 4 (empat) bendungan besar di Kabupaten Malang yaitu: Bendungan Sutami/Karangkates, Bendungan Lahor, Bendungan Selorejo dan Bendungan Sengguruh. Bendungan tersebut dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Dari keempat bendungan tersebut, Bendungan Sutami

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-47


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

yang memiliki area tampungan yang paling besar, dengan area genangan rata-rata bendungan sebesar 790 Ha. Selain berfungsi sebagai saluran drainase makro, Bendungan Sutami difungsikan sebagai sarana pembangkit tenaga listrik, pengendalian banjir dan penyediaan air baku sedangkan Bendungan Selorejo difungsikan untuk wisata air. Selain itu berdasar data Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Malang, terdapat 54 danau/waduk/situ/embung (Lampiran Tabel 16). Ditinjau dari segi kualitas air danau/situ/embung, dapat diketahui dari beberapa parameter, diantaranya nilai temperatur, residu terlarut, residu tersuspensi, pH, TDS, TSS, DO, BOD, COD, deterjen, fecal coliform, total coliform, dan lain-lain. Untuk baku mutu paramter tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kualitas Air dan pengendalian Pencemaran Air. Pemantauan dan pengujian kualitas air waduk/danau/embung dilakukan secara periodik oleh Perum Jasa Tirta I sebagai pengalola. Pengujian parameter kualitas air waduk pada tahun 2017 dilakukan di empat lokasi yaitu Waduk Sengguruh Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen, Waduk Lahor Kecamatan Sumberpucung, Waduk Sutami Hulu Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung dan Waduk Selorejo Desa Selorejo Kecmatan Ngantang (Lampiran Tabel 18). Hasil analisis kualitas air disimpulkan bahwa kualitas air embung cukup baik, namun ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu di beberapa titik pengambilan sampel. Waduk/embung yang ada di Kabupaten Malang beberapa tercemar oleh bahan kimia yang menyebabkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah suatu proses di mana suatu tumbuhan tumbuh dengan sangat cepat dibandingkan pertumbuhan yang normal. Proses ini juga sering disebut dengan blooming. Dengan kata lain merupakan pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem air. Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 Âľg/L. Sejatinya, eutrofikasi merupakan sebuah proses alamiah dimana danau mengalami penuaan secara bertahap dan menjadi lebih produktif bagi tumbuhnya biomassa.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-48


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Diperlukan proses ribuan tahun untuk sampai pada kondisi eutrofik. Problem ini disinyalir akibat langsung dari aliran limbah domestik. Eutrofikasi dapat dikarenakan beberapa hal di antaranya karena ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan. Hampir 90% disebabkan oleh aktivitas manusia di bidang pertanian. Para petani biasanya menggunakan pestisida atau insektisida untuk memberantas hama tanaman agar tanaman tidak rusak. Akan tetapi botol-botol bekas pestisida itu dibuang secara sembarangan baik di sekitar lahan pertanian atau daerah irigasi. Hal inilah yang mengakibatkan pestisida dapat berada di tempat lain yang jauh dari area pertanian karena mengikuti aliran air hingga sampai ke sungai-sungai atau danau di sekitarnya. Kondisi eutrofik sangat memungkinkan algae, tumbuhan air berukuran mikro, untuk tumbuh berkembang biak dengan pesat (blooming) akibat ketersediaan fosfat yang berlebihan serta kondisi lain yang memadai. Hal ini bisa dikenali dengan warna air yang menjadi kehijauan, berbau tak sedap, dan kekeruhannya yang menjadi semakin meningkat. Banyaknya eceng gondok yang bertebaran di rawa-rawa dan danau-danau juga disebabkan fosfat yang sangat berlebihan. Akibatnya, kualitas air di banyak ekosistem air menjadi sangat menurun. Rendahnya konsentrasi oksigen terlarut, bahkan sampai batas nol, menyebabkan makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lainnya tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Hilangnya ikan dan hewan lainnya dalam mata rantai ekosistem air menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem air. Permasalahan lainnya, cyanobacteria (blue-green algae) diketahui mengandung toksin sehingga membawa risiko kesehatan bagi manusia dan hewan. Alga bloom juga menyebabkan hilangnya nilai konservasi, estetika, rekreasional, dan pariwisata sehingga dibutuhkan biaya sosial dan ekonomi yang tidak sedikit untuk mengatasinya. Gambar eutrofikasi pada embung sengguruh dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-49


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.38 Eutrofikasi Embung/Waduk Sengguruh Sumber: Perum Jasa Tirta I, 2017

Pemantauan kualitas air dilakukan secara periodik melalui pengujian kualitas air pada waduk oleh Perum Jasa Tirta I. Pengujian dilakukan pada 8 titik/lokasi pengambilan sampel yang tersebar di 4 waduk, dengan masing-masing titik/lokasi dilakukan 12 hingga 24 kali pengambilan sampel (total 132 pengambilan sampel). Lokasi pemantauan kualitas air waduk yang dilakukan secara detail dirinci pada Lampiran Tabel 18C. Secara keseluruhan hasil pemantauan terdapat total 132 sampel kualitas air waduk. Dari hasil pengujian kualitas air tersebut, beberapa titik sampel dinyatakan tidak memenuhi standar baku mutu badan air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Ulasan lebih rinci dari analisis parameter pencemar berdasar hasil pemantauan kualitas air tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: A.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter DO (Dissolved Oxygen) Parameter Dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut adalah banyaknya

oksigen yang terkandung dalam air. Air yang memiliki DO tinggi menunjukkan tingkat pencemaran yang rendah, dan sebaliknya air yang memiliki DO rendah menunjukkan tingkat

pencemaran

yang tinggi.

Dari keseluruhan

hasil

pengamatan, terdapat 114 titik uji yang parameter DO-nya memenuhi baku mutu,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-50


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sedangkan 18 titik lainnya tidak memenuhi. Hasil Analisis Parameter DO Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

Parameter DO Waduk Sutami Waduk Sutami Hulu 0,3 m

Waduk Sutami Tengah 0,3 m

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

Ambang

4.2

5.15.5

6.0 5.5 6.2

3.0

3.4 3.13.5

4.1 4.1 4.2

4.2 4.7 5.4

5.4 5.3 5.2 5.2 5.5 5.6 5.2 5.1 5.0 5.3 5.2

7.6 7.0 7.7 6.3 7.0 7.0

5.7 5.86.2 3.2 3.5 3.4

4

4.8 4.5 5.1 4.1 4.2

5

3.2

DO (mg/l)

6

3.2 3.0 4.2 4.3 3.8 3.5 3.0 3.2 4.1 4.1 5.1 5.3

7

4.6 5.6 5.7 5.1 5.0 4.9 5.1 5.2 4.9

6.9 6.3 6.4

8

6.4 7.3 6.9

9

3 2 1 0 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.39 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter DO Waduk Selorejo

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

8

9

10

22.47 18.21 21.30

18.90 20.86 17.02

7

17.95 14.99 20.16

21.60 20.42 19.32

6

15.84 13.99 19.07

21.10 19.64 17.07

21.6 16.69 21.62

14.28 11.82 13.46

15

15.25 14.55 19.25

20

13.69 12.55 17.55

25

20.24

DO (mg/l)

30

22.62 19.62 22.65

35

Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

35.97 31.80

40

Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

11

12

10 5 0 1

2

3

4

5

Titik Pengambilan

Gambar III.40 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Selorejo

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-51


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter DO Waduk Sengguruh 7.0

8

3.7

3.5

3.6

4.6

4.1

4 3

4.8

5.2 4.3

5

9

10

2.1

DO (mg/l)

6

5.5

5.9

7

2 1

0 1

2

3

4

5

6

7

8

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.41 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

10

20.25

9

13.57

17.39

20.84

17.86

16.72

15

14.40

DO (mg/l)

20

17.83

3

25

21.10

27.29

2

23.49

27.60

30

Parameter DO Waduk Lahor

10 5 0 1

4

5

6

7

8

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.42 Konsentrasi Parameter DO Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

B.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter BOD Parameter Biochemical oxygen demand (BOD) atau kebutuhan oksigen

biokimiawi adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-52


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik. Dari keseluruhan hasil pengamatan di Waduk Sutami dan Sengguruh, semua 84 titik yang diuji parameter BOD-nya tidak memenuhi baku. Pada pengukuran parameter BOD, tidak ada data untuk Waduk Selorejo dan Lahor. Parameter BOD Waduk Sutami

9 8

BOD (mg/l)

7 6 5

Waduk Sutami Tengah 0,3 m

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

Ambang

4.255.15 5.35 4.955.80 4.30 5.85 6.10 5.50 5.35 4.65 5.10 5.40 5.85 6.35 5.50 4.90 5.35 5.60 4.705.50 5.08 5.35 4.95 6.55 7.658.65 6.25 5.80 5.55 5.80 5.65 5.55 5.65 5.20 5.90 5.70 4.95 5.60 5.80 5.05 5.40 4.80 6.35 6.40 5.23 4.35 5.75 8.20 6.006.90 7.80 7.70 7.85 5.25 5.05 6.15 5.50 5.35 5.95 7.80 5.05 4.65 7.558.40 7.95 7.25 7.20 4.60 7.40 5.40 8.00

10

Waduk Sutami Hulu 0,3 m

4 3 2 1 0 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.43 Konsentrasi Parameter BOD Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-53


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

6.08

6.45

6.30

5.30

4.75

5

4.55

4.70

BOD (mg/l)

6

5.75

7

6.30

8

5.45

9

6.75

8.35

Parameter BOD Waduk Sengguruh

4 3 2 1 0 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.44 Konsentrasi Parameter BOD Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

C.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter COD Parameter Chemical oxygen demand (COD) atau kebutuhan oksigen

kimiawi adalah pengukuran jumlah senyawa organik dalam air yang setara dengan kebutuhan jumlah oksigen untuk mengoksidasi senyawa organic secara kimiawi. Dari keseluruhan hasil pengamatan, terdapat 115 titik uji yang parameter CODnya memenuhi baku mutu, sedangkan 17 titik lainnya tidak memenuhi. Hasil Analisis Parameter DO Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-54


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Parameter COD Waduk Sutami Waduk Sutami Tengah 0,3 m

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

Ambang

16.04 20.98 17.51 17.76 18.96 20.45 22.41 31.32 19.05 17.36 13.64 14.82 20.50 25.86 26.63 15.38 20.66 20.03 24.17 19.00 24.76 20.42 17.8921.64 23.98 21.3324.55 20.81 27.17 18.84 20.95 19.42 16.21 21.64 16.49 17.54 21.32 20.79 23.72 20.40 16.78 17.64 21.05 22.22 21.31 20.12 20.53 17.99 25.73 22.21 22.21 17.33 22.06 21.23 22.34 13.05 21.40 19.37 18.64 18.12 15.25 21.60 12.97 26.76 29.66 28.93 22.52 16.04 20.26 21.33 18.39 20.27

35 30 25

COD (mg/l)

Waduk Sutami Hulu 0,3 m

20

15 10 5 0

1

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.45 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter COD Waduk Selorejo Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

52.4

60

Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

14.4 14.4

13.8 15.2 13.8

22.3

37.1 16.2

18.2 15.5 12.9 8

18.4 20.1 21.3

18.1 26.4 13.7

36.2

7

8.9 5.2

15.2

18.9 17.8 16.8 8.3 5.2 5.3

10

9.5 7.4

20

13.7

30

24.1 26.4

40

15.3 19.7 17.8

COD (mg/l)

50

11

12

0 1

2

3

4

5

6

9

10

Titik Pengambilan

Gambar III.46 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Selorejo Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-55


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

10

11

19.02

9

17.65

30.28

8

16.90

29.63

15

13.54

20

16.39

COD (mg/l)

25

21.44

22.10

30

17.00

35

27.66

30.62

Parameter COD Waduk Sengguruh

10 5 0 1

2

3

4

5

6

7

12

Titik Pengambilan

Gambar III.47 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter COD Waduk Lahor 30

19.4 15.8

18.1

9.6

10.0

5.3

6.6

10

8.2

9.4

12.6

15

10.1

20

11.2

COD (mg/l)

25

11

12

5 0 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Titik Pengambilan

Gambar III.48 Konsentrasi Parameter COD Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

D.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter TSS TSS adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air sungai, tida terlarut

dan tidak dapat mengendap langsung (Fardlaz, 1992). Bahan-bahan tersuspensi dan terlarut pada perairan alami tidak bersifat toksik, tetapi jika berlebihan dapat meningkatkan nilai kekeruhan sehingga mempengaruhi fotosintesis di perairan. Dari keseluruhan hasil pengamatan, terdapat 124 titik uji yang parameter CODBAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-56


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

nya memenuhi baku mutu, sedangkan 8 titik lainnya tidak memenuhi. Hasil Analisis Parameter TSS Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

7

8

6.7

22.5

32.3

33.5 9.4 12.4

6

5

5.6 8.7

4

9.6 10.6 5.8 6.8

5.0 5.2

3

15.5 11.7 25.5 31.2 12.2 11.8 21.3 17.7 20.7 14.3 26.2 10.4 10.1 5.79.8 5.7 5.8 5.2 30.5 6.9 10.7 24.9 5.610.7 19.4 5.4 6.1

10.1 8.2 17.7 7.411.7

2

7.1 5.2

14.6 10.9

1

24.8 19.4 33.3 19.8 25.9 26.2

10.4 10.6

22.7 12.0 23.7

27.5

38.1

40.0

48.0

58.1

66.4

71.7

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Waduk Sutami Tengah 0,3 m Ambang 94.5

Waduk Sutami Hulu 0,3 m Waduk Sutami Hilir 0,3 m

7.8 12.8

TSS (mg/l)

Parameter TSS Waduk Sutami

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.49 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Parameter TSS Waduk Selorejo Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

60

40

5.30 4.65 6.05

7.80 4.60 7.70

5

5.47 5.20 6.20

4

5.40 5.60 6.15

3

6.30 5.90 5.65

2

5.30 5.65 5.30

5.75 4.85 4.95

1

6.40 5.60 5.85

5.30 4.75 5.45

10

5.40 5.20 5.65

20

5.70 4.90 5.20

30

5.65 5.40 5.15

TSS (mg/l)

50

9

10

11

12

0 6 7 8 Titik Pengambilan

Gambar III.50 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Selorejo Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-57


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

253.2

Parameter TSS Waduk Sengguruh 300

200

14.8

21.5

9

10

11

38.7

15.5

19.8

8.5

50

14.7

62.6

27.6

100

28.2

150

82.8

TSS (mg/l)

250

0 1

2

3

4

5 6 7 8 Titik Pengambilan

12

Gambar III.51 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Parameter TSS Waduk Lahor 60

40

7.40

5

5.55

4

4.98

3

5.75

7.68

2

5.30

5.55

1

5.20

5.90

10

5.05

20

8.60

30

5.20

TSS (mg/l)

50

9

10

11

12

0 6 7 8 Titik Pengambilan

Gambar III.52 Konsentrasi Parameter TSS Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

E.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter Total Phosphate Senyawa Phospor yang berada di dalam air diduga merupakan senyawa

fosfat di mana fosfat ini terlarut dia air tanah maupun air laut yang terkikis dan mengendap di sedimen. Diduga bahwa fosfor merupakan nutrien pembatas dalam eutrofikasi; artinya air dapat mempunyai konsentrasi nitrat yang tinggi tanpa

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-58


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

percepatan eutrofikasi asalkan fosfat sangat rendah (Sastrawijaya, 1991). Dari keseluruhan hasil pengamatan, terdapat 128 titik uji yang parameter Total Phosphate-nya memenuhi baku mutu, sedangkan 4 titik lainnya tidak memenuhi. Hasil Analisis Parameter DO Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

0.016 0.016 0.032 0.022 0.016 0.023

0.087

0.133

0.196 0.1350.160

0.121 0.019 0.016 0.045 0.026 0.010 0.009 0.026 0.010 0.009

6

0.151

0.131

0.132

0.207

0.199 0.149

3

0.051 0.083 0.049 0.040 0.032 0.033 0.020 0.028 0.026 0.018 0.014

0.050

0.022 0.014 0.029 0.029 0.025

0.100

0.062 0.047 0.039 0.029 0.050 0.032 0.025 0.039 0.032

0.150

0.063 0.042 0.033 0.051 0.033 0.046

0.196 0.144 0.183 0.148

0.200

0.119

Ambang

0.205

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

0.017 0.018 0.017 0.020

Waduk Sutami Tengah 0,3 m

0.101

Waduk Sutami Hulu 0,3 m

0.250

0.0690.094 0.069

Total Phosphate (mg/l)

Parameter Total Phosphate Waduk Sutami

0.000 1

2

4

5

7

8

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.53 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-59


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

0.199 0.032 0.028

0.040 0.040 0.029

0.033 0.016

0.050 0.028 0.028

5

0.075 0.061

4

0.025

0.040 0.036 0.036

3

0.025 0.044 0.040

0.123 0.049 0.057 0.032

0.050

0.032 0.036

0.100

0.090 0.065

0.106

0.119

0.150

0.073 0.068

0.200

0.166

0.199

0.250

0.131 0.131

Total Phosphate (mg/l)

Parameter Total Phosphate Waduk Selorejo

0.000 1

2

6

7

8

9

10

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.54 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Selorejo Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Parameter Total Phosphate Waduk Sengguruh 0.293

0.071

0.105

0.199 0.009

0.065

0.100

0.089

0.150

0.092

0.200

0.150

0.250

0.184

0.203

0.300

0.068

Total Phosphate (mg/l)

0.350

0.050

0.000

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.55 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-60


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Parameter Total Phosphate Waduk Lahor

0.163

0.120

0.200

9

0.018

0.020

8

0.028

0.018

5

0.032

4

0.007

0.040

0.050

0.036

0.100

0.076

0.150

0.068

Total Phosphate (mg/l)

0.250

0.000 1

2

3

6

7

10

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.56 Konsentrasi Parameter Total Phosphate Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

F.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter Fecal Coliform Bakteri coliform merupakan golongan bakteri intestinal, yakni hidup

dalam saluran pencernaan manusia, serta dijadikan indikator keberadaan dari bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, bakteri coliform fekal merupakan bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya yang pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Dari keseluruhan hasil pengamatan, terdapat 96 titik uji yang parameter Fecal Coliform-nya memenuhi baku mutu, sedangkan sisanya tidak ada data. Hasil Analisis Parameter Fecal Coliform Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-61


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Waduk Sutami Hulu 0,3 m

Waduk Sutami Tengah 0,3 m

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

Ambang

1200 1000 800 600

120 93 93

43 150 93

120 75 93

4393 39

23 93 120

93 75 93

21 79

14 4 4

15 4 4

15 28 23

200

93 75 93

400 150 723

Fecal Coliform (jumlah/1000 ml)

Parameter Fecal Coliform Waduk Sutami

0 1

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.57 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

1200 1000 800

9 23 14

4

5

150 93 75

43 39 39

3

120 93 64

23 20 15

2

93 120 43

39 23 20

1

150 150 93

7 9 4

200

120 93 64

400

6

7

8

9

10

11

210 150 120

600

120 93 64

Fecal Coliform (jumlah/1000 ml)

Parameter Fecal Coliform Waduk Selorejo

0 12

Titik Pengambilan

Gambar III.58 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Selorejo Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-62


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Parameter Fecal Coliform Waduk Sengguruh

1000 800 600

7

210

43

6

93

5

75

150 4

23

2

23

1

23

25

200

43

150

400

21

Fecal Coliform (jumlah/1000 ml)

1200

0 3

8

9

10

11

12

Titik Pengambilan

Gambar III.59 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter Fecal Coliform Waduk Lahor

1000 800 600

7

8

10

11

150

93

6

75

23

4

43

3

43

2

9

1

75

9

200

75

150

400

7

Fecal Coliform (jumlah/1000 ml)

1200

0 5

9

12

Titik Pengambilan

Gambar III.60 Konsentrasi Parameter Fecal Coliform Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

G.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Waduk Parameter Total Coliform Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia serta limbah

laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan disebabkan BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-63


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

juga oleh pencemaran mata air atau air baku, serta lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum haruslah bebas dari semua jenis coliform. Karena semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, maka semakin tinggi pula risiko akan kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli bila masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak bisa membahayakan kesehatan. Dari keseluruhan hasil pengamatan, terdapat 95 titik uji yang parameter Fecal Coliform-nya memenuhi baku mutu, sedangkan sisanya tidak ada data. Hasil Analisis Parameter Total Coliform Kualitas Air Waduk dapat dilihat pada gambar berikut.

Waduk Sutami Hulu 0,3 m

Waduk Sutami Tengah 0,3 m

Waduk Sutami Hilir 0,3 m

Ambang

6000 5000 4000 3000

210 210 240

120 240 240

210 120 240

240 93 75

39 150 210

150 150 150

31 15 15

19 715

9921

28 150 93

1000

150 150 150

2000

43240 11

Total Coliform (jumlah/1000 ml)

Parameter Total Coliform Waduk Sutami

0 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Titik Pengambilan

Gambar III.61 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Sutami Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-64


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Waduk Selorejo Hulu 0,3 m

Waduk Selorejo Tengah 0,3 m

Waduk Selorejo Hilir 0,3 m

Ambang

6000 5000 4000 3000

5

240 460 240

19 43 20

4

240 210 150

93 75 75

3

210 120 75

75 28 21

2

150 240 93

240 43 31

1

460 240 150

14 21 9

1000

210 120 75

2000

210 120 75

Total Coliform (jumlah/1000 ml)

Parameter Total Coliform Waduk Selorejo

6

7

8

9

10

11

12

0 Titik Pengambilan

Gambar III.62 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Selorejo Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017 Parameter Total Coliform Waduk Sengguruh

5000 4000 3000

7

8

9

150

150

6

150

210

5

75

4

75

2

43

1

93

150

1000

460

2000

43

Total Coliform (jumlah/1000 ml)

6000

11

12

0 3

10

Titik Pengambilan

Gambar III.63 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Sengguruh Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-65


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Parameter Total Coliform Waduk Lahor

5000 4000 3000

150

150

6

7

8

9

10

11

460

240

5

43

4

93

3

93

2

21

1

150

28

1000

240

2000

9

Total Coliform (jumlah/1000 ml)

6000

0 12

Titik Pengambilan

Gambar III.64 Konsentrasi Parameter Total Coliform Air Waduk Lahor Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

3.2.2.4 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Lingkungan Hidup Parameter Nilai TSS, DO, BOD, COD, Total Phosphate, Fecal Coliform, dan Total Coliform Kualitas Air Waduk 1.

Analisis State Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Perum Jasa Tirta I:

A. Nilai DO tertinggi terdapat di Waduk Selorejo Tengah (waktu pengambilan 1) yaitu 36,0 mg/L, sedangkan nilai DO terendah terdapat pada Waduk Sengguruh (waktu pengambilan 1) yaitu 2,1 mg/L. B. Nilai BOD tertinggi terdapat di Waduk Sutami Hulu (waktu pengambilan 9) yaitu 8,7 mg/L, sedangkan nilai BOD terendah terdapat pada Waduk Sutami Hulu (waktu pengambilan 1) yaitu 4,3 mg/L. C. Nilai COD tertinggi terdapat di Waduk Selorejo Tengah (waktu pengambilan 10) yaitu 52,4 mg/L, sedangkan nilai COD terendah terdapat pada Waduk Selorejo Tengah (waktu pengambilan 5) yaitu 5,2 mg/L. D. Nilai TSS tertinggi terdapat di Waduk Sutami Hulu (waktu pengambilan 24) yaitu 551,7 mg/L, sedangkan nilai COD terendah terdapat pada Waduk Selorejo Tengah (waktu pengambilan 12) yaitu 4,6 mg/L.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-66


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

E. Nilai Total Phosphate tertinggi terdapat di Waduk Sengguruh (waktu pengambilan 3) yaitu 0,293 mg/l, sedangkan nilai Total Phosphate terendah terdapat pada Waduk Lahor Tengah (waktu pengambilan 6) yaitu 0,007 mg/l. F. Nilai Fecal Coliform tertinggi terdapat di Waduk Sengguruh (waktu pengambilan 10) yaitu 210/1000 ml, sedangkan nilai Fecal Coliform terendah terdapat pada Waduk Sutami Tengah (waktu pengambilan 1 dan 2) yaitu 4/1000 ml. G. Nilai Total Coliform tertinggi terdapat di Waduk Sengguruh (waktu pengambilan 3) yaitu 460/1000 ml, sedangkan nilai Total Coliform terendah terdapat pada Waduk Sutami Tengah (waktu pengambilan 1) yaitu 7/1000 ml. 2.

Analisis Pressure Waduk-waduk di Kabupaten Malang sebagian besar mengalami tekanan

dari sekitarnya sehingga berpotensi menimbulkan penurunan kualitas air bahkan pencemaran air. Tekanan dimaksud berasal dari buangan domestik, aktivitas pertanian, pariwisata, dan perikanan (keramba) di sekitar waduk/embung. Selain tekanan pada penurunan kualitas air, juga pada kuantitas karena sedimentasi yang mengakibatkan pendangkalan waduk/embung. Dari segi kualitas air menunjukkan bahwa beberapa parameter yaitu DO, BOD, COD, TSS, Total Phosphate, Fecal Coliform, dan Total Coliform pada Waduk Sutami di bagian hulu, tengah dan hilir pada kedalaman 0,3 meter tidak memenuhi baku mutu di beberapa titik pengambilan sampel. Hal tersebut juga terjadi di Waduk Sengguruh dan Selorejo. Pada parameter DO, COD, TSS, dan Total Phosphate, dapat diamati bahwa hanya sebagian kecil titik saja yang tidak memenuhi baku mutu, sedangkan mayoritas sudah memenuhi. Lain halnya dengan BOD, semua titik pengambilan sampel tidak memenuhi baku mutu yang disyaratkan untuk kelas II yaitu 3 mg/l pada Waduk Sutami dan Sengguruh. Sedangkan data pengukuran BOD pada Waduk Selorejo dan Lahor Tengah tidak tersedia. 3.

Analisis Response Hasil dari analisis parameter DO, BOD, COD, TSS, Total Phosphat, Fecal

Coliform, dan Total Coliform pada kualitas air waduk, beberapa titik

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-67


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

menunjukkan hasil melebihi baku mutu dan lainnya sudah cukup baik sesuai dengan standar baku mutu Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Tetapi, ada Parameter BOD kualitas air waduk yang melebihi ambang baku mutu di setiap titik sample. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah Kabupaten Malang bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta I membuat strategi dengan melakukan pemantauan dan pengujian kualitas air secara rutin, melakukan pengawasan pada kegiatan-kegiatan di sekitar waduk/embung yang berpotensi mencemari kualitas air, serta melakukan penataan keramba apung pada waduk/embung terutama pada Waduk Sutami. 3.2.2.5 Kualitas Air Sumur/Air Tanah Air tanah merupakan salah satu sumber air bersih yang dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Malang. Kualitas air tanah yang baik akan mempengaruhi derajat kesehatan bagi penggunanya. Faktor paling berpengaruh dalam menentukan kualitas air alamiah adalah komposisi fisik dan kimia dari bebatuan serta tanah yang dilalui oleh air selama proses daur hidrologinya. Sepanjang perjalanannya air akan mendapat pengaruh sifat-sifat kimia tersebut. Dari proses inilah muncul salah satu kemungkinan adanya polusi terhadap air yaitu apabila tanah telah tercemar, baik secara kimia, fisik, maupun biologis. Akan tetapi aktivitas manusia juga mempunyai pengaruh yang besar dalam menentukan kualitas air tanah. Beberapa sumber utama pencemaran tanah, yang pada akhirnya akan mencemari air tanah adalah pembuangan limbah industri, baik cair maupun padat, tumpahan bahan kimia, penimbunan sampah, kegiatan pertanian, serta kegiatan penambangan. Kontaminasi terhadap air tanah juga

akan

berlangsung

lambat,

sehingga

akan

semakin

sulit

untuk

memberhentikannya bila terjadi pencemaran tanah. Pemantauan terhadap kualitas air tanah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup pada beberapa titik. Pemantauan dan pengujian kualitas air sumur dilakukan pada pada 9 (sembilan) titik sumur warga sebagai bukti komitmen pengelolaan lingkungan (Lampiran Tabel 19). Pemantauan kualitas air dilakukan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-68


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pada beberapa parameter sesuai PerMenKes yakni pH, suhu, sulfat, NO3, dan Total Coliform. Gambaran hasil Pemantauan Kualitas Air Tanah dapat dilihat pada gambar berikut.

Parameter Air Tanah 1

3

1.6 2.0

1.0

2.0

5 6 Titik sampel

6.6

6.5 4.6

4.6

6.2 3.8

4

2.0

2.0

2

6.4

7.4 6.2

6.7

6.4 2.0

3.6 1

8.0

Total Coliform (jml/100ml)

4.8 4.0

5.0

6.4

6.5 7.1

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

NO3 (mg/l)

8.0

pH

7

8

9

Gambar III.65 Pengukuran Kualitas Air Tanah 1 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

31.15 26.8

25.88 27.0

22.02 26.5

27.6

25.6

10

8

9

7.576

15

11.15

20

Suhu (C)

27.3

Sulfat (mg/l)

13.02

25

32.05 27.4

30

21.15 24.5

35

24.64 27.4

Parameter Air Tanah 2

5 0 1

2

3

4

5 6 Titik sampel

7

Gambar III.66 Pengukuran Kualitas Air Tanah 2 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Kondisi kualitas air tanah Kabupaten Malang menunjukkan pada 9 titik sampling semuanya memenuhi baku mutu untuk parameter Suhu, pH, NO3,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-69


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Sulfat, dan Total Coliform. Sedangkan parameter lainnya tidak ada data/tidak terukur. 3.2.2.6 3.2.3.1 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Lingkungan Hidup Kualitas Air Tanah 1.

Analisis State Hasil dari analisis DLH Kabupaten Malang melakukan pemantauan

kualitas air sumur di 9 titik sumur warga sebagai bukti komitmen pengelolaan lingkungan. Bahwa semua titik sampel sudah sesuai dengan standar baku mutu untuk parameter Suhu, pH, NO3, Sulfat, dan Total Coliform yang berarti kualitas air tersebut layak atau memenuhi standar kesehatan untuk dimanfaatkan masyarakat. 2.

Analisis Pressure Meskipun masih dalam batas baku mutu, namun keberadaan Total

Coliform perlu diwaspadai. Salah satu penyebab tercemarnya air tanah akibat adanya Total Coliform adalah berkaitan dengan sarana sanitasi yang kurang baik. Seperti masih banyaknya penduduk yang masih menggunakan cubluk/tangki septik individual yang belum aman bahkan masih buang air besar sembarangan (BABS). Salah satu yang menjadi pemicu dalam hal ini adalah tingkat kemiskinan penduduk yang mempunyai keterbatasan dalam penyediaan sarana sanitasi yang sehat. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tahun 2017 tercatat jumlah rumah tangga miskin sebanyak 212.509 KK (Lampiran Tabel 26). Penanganan masalah kemiskinan ini menjadi salah satu prioritas utama dari Pemerintah Daerah Kabupaten Malang mengingat hal ini juga memberikan pengaruh dan tekanan pada kondisi lingkungan selain tekanan pada bidang atau sektor lainnya. 3.

Analisis Response Dari sisi kualitas, hasil analisis parameter suhu, pH, NO3, Sulfat, dan

Total Coliform sudah sesuai dengan Standar Baku Mutu PerMenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Sedangkan dari sisi kuantitas, Pemerintah Kabupaten

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-70


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Malang menanggulangi masalah tersebut dengan membuat strategi peningkatan ketersediaan air tanah melalui Program perlindungan dan konservasi SDA. Pada program tersebut dilakukan konservasi/penanaman di sekitar sumber air, juga dilakukan pembangunan sumur resapan dan pembuatan biopori.

Gambar III.67 Uji Air laut di Sendang Biru Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran oleh bakteri coliform, dilakukan upaya pembangunan pengolah limbah komunal dan pengolah limbah organik untuk limbah peternakan (biogas), pembangunan saluran air limbah domestik, peningkatan sarana sanitasi masyarakat (MCK, jamban) serta upaya sosialisasi/peningkatan

kesadaran

masyarakat

akan

sanitasi

sehat

untuk

mengurangi BABS yang dapat mencemari lingkungan khususnya menurunkan kualitas air. Pada tahun 2017, tercatat ada 37 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru yang dibangun di Kabupaten Malang. Dari keseluruhan IPAL tersebut, 23 di antaranya dibangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, sedangkan 14 sisanya dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup. Pada tahun 2017, Dinas Lingkungan Hidup membangun 26 unit instalasi biogas. Secara keseluruhan, total instalasi biogas yang sudah dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup mencapai 151 unit. Instalasi biogas sangat diperlukan untuk mencegah pencemaran dari limbah ternak sapi dan saluran air limbah domestik.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-71


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.2.2.7 Kualitas Air Laut Kabupaten Malang memiliki wilayah pesisir pantai yang berpenduduk dengan mata pencaharian sebagian besar sebagai nelayan. Aktivitas masyarakat pesisir pantai sedikit akan mempengaruhi kualitas air laut. Jika kualitas air laut kurang baik maka akan mengakibatkan menurunnya produktifitas sumber daya laut. Pemantauan kualitas air laut dilakukan melalui pengujian kualitas air laut pada 2 (dua) titik di pantai Sendang Biru sebanyak 2 kali (total 4 sampel). Pemilihan lokasi sampel didasarkan pada tingginya aktivitas di sekitar kawasan tersebut dibandingkan dengan kawasan pantai lainnya.

Gambar III.68 Uji Air laut di Sendang Biru Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Pada hasil pengujian kualitas air laut diketahui bahwa kualitas air laut di kedua titik sampling masih memenuhi Standar Baku Mutu Kepmen Negara LH No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Perairan Pelabuhan. Hanya

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-72


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pada parameter kejernihan yang tidak memenuhi baku mutu pada kedua titik sampling. A.

Hasil Pemantauan Air Laut Parameter TSS (Total Suspended Solid) Nilai standar Baku Mutu TSS berdasarkan Standar Baku Mutu Kepmen

Negara Lingkungn Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Perairan Pelabuhan yaitu 80 mg/L. Dari hasil analisis kualitas air laut diperoleh nilai TSS pada titik Sendang Biru (Selatan Wisata) pengukuran pertama melebihi nilai baku mutu yaitu 117 mg/L. Analisis kualitas TSS dapat dilihat pada gambar berikut.

TSS Air Laut Periode I

Periode 2

140 117

TSS (mg/l)

120

100 70

80 60 40

48 25

20 0 Sendang Biru (Selatan TPI)

Sendang Biru (Selatan Wisata)

Gambar III.69 Analisis Parameter TSS Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

B.

Hasil Pemantauan Kualitas Air Laut Parameter Salinitas Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air.

Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, disebut brine. Nilai standar Baku Mutu Salinitas berdasarkan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-73


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Standar Baku Mutu Kepmen Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Air Laut untuk Perairan Pelabuhan yaitu Nihil. Dari hasil analisis kualitas air laut diperoleh nilai Salinitas selalu berada di atas 25% atau melebihi baku mutu yang ada. Analisis kualitas Salinitas dapat dilihat pada gambar berikut.

Salinitas Air Laut Periode 1

Periode 2

30

Salinitas (%)

29

29

29 28 28 27 27 26 Sendang Biru (Selatan TPI)

Sendang Biru (Selatan Wisata)

Gambar III.70 Analisis Salinitas Air Laut Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

C.

Hasil Pemantauan kualitas Air Laut Parameter pH Nilai pH pada suatu perairan mempunyai pengaruh yang besar terhadap

organisme perairan sehingga seringkali dijadikan petunjuk untuk menyatakan baik buruknya suatu perairan (Odum, 1971). Biasanya angka pH dalam suatu perairan dapat dijadikan indikator dari adanya keseimbangan unsur-unsur kimia dan dapat mempengaruhi ketersediaan unsur-unsur kimia dan unsur- unsur hara yang sangat bermanfaat bagi kehidupan vegetasi akuatik. Tinggi rendahnya pH dipengaruhi oleh fluktuasi kandungan O2 maupun CO2. Tidak semua mahluk bisa bertahan terhadap perubahan nilai pH, untuk itu alam telah menyediakan mekanisme yang unik agar perubahan tidak terjadi atau terjadi tetapi dengan cara perlahan (Sary, 2006). Tingkat pH lebih kecil dari 4, 8 dan lebih besar dari 9, 2 sudah dapat dianggap tercemar. Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi, yaitu Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-74


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Nilai standar Baku Mutu pH berdasarkan Standar Baku Mutu Kepmen Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Perairan Pelabuhan yaitu 6,5-8,5. Dari hasil analisis kualitas air laut diperoleh nilai pH masih berada di Antara ambang baku mutu yang ditetapkan. Analisis kualitas pH dapat dilihat pada gambar berikut.

pH Air Laut Series1

Series2

8.5 8.2 7.9

7.9

pH

8.0 7.5 7.5

7.0 Sendang Biru (Selatan TPI)

Sendang Biru (Selatan Wisata)

Gambar III.71 Kandungan pH dalam Air Laut Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

D.

Hasil Pemantauan kualitas Air Laut Parameter Kecerahan Kecerahan yang distandarkan adalah minimal sebesar 3 m. Dari hasil

analisis kualitas air laut diperoleh nilai kecerahan masih berada di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan untuk 3 sampling, sedangkan satu sampling lainnya tidak memenuhi baku mutu yaitu hanya 2,8 m. Analisis kualitas pH dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-75


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kecerahan Air Laut Series1

Series2

4.0

3.8

Kecerahan (m)

3.5 3.5 3.0 3.0

2.8

2.5 2.0 Sendang Biru (Selatan TPI)

Sendang Biru (Selatan Wisata)

Gambar III.72 Kandungan Kecerahan dalam Air Laut Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

3.2.2.8 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Lingkungan Hidup Kualitas Air Laut 1.

Analisis State Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Malang

Kualitas Air Laut diketahui bahwa Parameter TSS, pH, Salinitas, dan Kecerahan sebagian besar sudah memenuhi Standar Baku Mutu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Perairan Pelabuhan. Bahkan parameter Amonia Total seluruhnya memenuhi baku mutu (semua titik sampling bernilai 0). Tidak terjadi pencemaran limbah yang berarti yang berakibat pada penuruan kualitas air laut. Parameter yang tidak memenuhi adalah kejernihan (1 titik), salinitas (4 titik), dan parameter TSS (1 titik). Selain itu semuanya masih memenuhi baku mutu. 2.

Analisis Pressure Adanya tekanan yang untuk wilayah pesisir terhadap kualitas air laut

sampai saat ini masih relatif kecil. Namun tetap perlu diwaspadai mengingat banyaknya aktivitas di sekitar wilayah pesisir. Tekanan yang terjadi dapat

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-76


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

berpengaruh pada salinitas air laut. Beberapa faktor yang mempengaruhi salinitas yaitu: a.

Penguapan, semakin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.

b.

Curah hujan, makin besar/ banyak curah hujan disuatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.

3.

Analisis Response Hasil analisis parameter pH, TSS, Salinitas, Sulfat dan Amonia Total

sudah

sesuai

dengan

Standar

Baku

Mutu

PerMenkes

RI

No.

416/Menkes/Per/IX/1990. Karena tidak adanya masalah pencemaran terhadap kualitas air laut maka upaya Pemerintah Kabupaten Malang perlu meningkatkan pengawasan lingkungan di wilayah lautan melalui pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan laut. Sebagaimana tertuang dalam RPJD Kab. Malang tahun 2016 â&#x20AC;&#x201C; 2021, persentase pengawasan wilayah lautan pada saat ini sebesar 40% dan ditargetkan akan mencapai 40% pada tahun 2021. 3.2.2.9 Penggunaan Sumber Air Minum Sumber air minum yang banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Malang terutama sumur dan ledeng. Persentase penduduk yang menggunakan sumur mencapai 46,9%, menggunakan ledeng 43,8%, dan sisanya 9,3% menggunakan sumber lainnya. Pemanfaatan sumber air minum/bersih terbanyak melalui sumur terdapat di Kecamatan Turen yaitu sebanyak 117.126 jiwa, sedang pemakai terbanyak penggunaan air ledeng terdapat di Kecamatan Poncokusumo yaitu sebanyak 84.385 jiwa (Lampiran Tabel 22). Gambaran jumlah Rumah Tangga dan Sumber Air minum dapat dilihat pada gambar berikut.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-77


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Sumber Air Minum 157,177

40,005

928,123

993,906

Ledeng

Sumur

Sungai

Hujan

Gambar III.73 Jumlah Pengguna Sumber Air Minum â&#x20AC;&#x201C; Bagian 1 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Data tentang sumber air minum menunjukkan sebagian rumah tangga memanfaatkan air hujan sebagai sumber air minum. Potensi hujan di wilayah Kabupaten Malang menurut hasil pengukuran Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air tahun 2017 pada 38 (tiga puluh delapan) stasiun lokasi pengamatan menunjukkan rata-rata curah hujan sebesar 2.289 mm per tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November di Stasiun Wagir sebesar 876 mm (Lampiran Tabel 21). Potensi curah hujan yang tinggi harus ditangkap untuk dapat mengisi air tanah dan bukan sebaliknya menimbulkan menjadi masalah bahkan menimbulkan bencana seperti banjir atau longsor.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-78


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.74 Uji Limbah Domestik di Dusun Margosingo Kec. Kepanjen Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Gambar III.75 Uji Air Limbah MCK Plus Cempoko mulyo Kec. Kepanjen Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Berdasarkan data yang ada, hampir separuh masyarakat Kabupaten Malang hidup dengan bergantung pada air sumur, sisanya bergantung pada air ledeng, dan sebagian kecil yang bergantung pada air sungai. Maka dari itu, air tanah menjadi wajib hukumnya untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Salah satu pencemar paling dominan baik untuk air tanah maupun air sungai adalah limbah MCK. Sebagian besar warga masih menggunakan sungai sebagai tempat kegiatan MCK sehingga akan membahayakan kualitas air sungai.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-79


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Pengguna fasilitas tempat BAB milik sendiri paling banyak terdapat di Kecamatan Donomulyo sebanyak 216.564 jiwa, sedang pengguna fasilitas tempat BAB di sungai paling banyak terdapat di Kecamatan Poncokusumo yaitu sebanyak 28.857 jiwa jiwa (Lampiran Tabel 23).

Fasilitas Tempat BAB 317,316 15,561

2,311,351

Sendiri

Bersama

Sungai

Gambar III.76 Jumlah Fasilitas Buang Air Besar Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

3.2.2.10

Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Sumber Air di

Kabupaten Malang 1.

Analisis State Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 22) bahwa masyarakat Kabupaten Malang sebagian besar menggunakan sumber air ledeng yaitu sebanyak 43,8%; air sumur sebanyak 46,9% dan lainnya yakni air sungai sebanyak 7,4% dan air hujan sebanyak 1,9%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa masih banyak masyarakat yang memanfaatkan air sumur.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-80


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kondisi kualitas air tanah seringkali juga dipengaruhi oleh sarana sanitasi yang tersedia atau digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2017 bahwa jumlah KK terbanyak di Kabupaten Malang berada di Kecamatan Singosari yaitu 52.136 KK. Fasilitas Tempat Pembuangan Air Besar Rumah Tangga sebagian besar mempunyai pembuangan sendiri sebanyak 2.311.351 jiwa, tempat pembuangan bersama sebanyak 15.561 jiwa (Lampiran Tabel 23). Data tersebut juga menunjukkan masih cukup tingginya jumlah masyarakat yang buang air besar sembarangan (di sungai) yakni sebesar 317.316 jiwa. 2.

Analisis Pressure Tekanan terhadap kualitas air tanah terutama dari banyaknya penduduk

yang menggunakan sumur. Meskipun air sumur belum mengalami gangguan yang mengkhawatirkan tetapi perlu diwaspadai besarnya volume pengambilan air tanah (dengan pembuatan sumur) menimbulkan dampak negatif. Selain dapat menurunkan tingkat permukaan tanah, menurunnya debit air tanah bisa mempercepat intrusi air laut ke daratan. Artinya, kandungan air tanah akan berubah menjadi air laut yang tidak layak konsumsi. Lebih mengerikan lagi jika penurunan permukaan tanah sudah lebih rendah dari permukaan air laut, maka potensi terjadi tenggelam sangat besar. Jumlah rumah tangga yang buang air besar sembarangan juga relatif masih cukup tinggi. Masih banyaknya rumah tangga yang buang air sembarangan ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran air, baik pada air permukaan (sungai) maupun air tanah (sumur) sebagaimana dijelaskan sebelumnya pada sub bab kualitas air bersih yang menunjukkan adanya kontaminasi air bersih oleh bakteri coliform. Hal ini akan masih menjadi target capaian dan fokus perhatian bagi pemerintah Kabupaten Malang sehingga target terpenuhinya 100% sarana sanitasi dapat dicapai. Dari sisi pemenuhan kebutuhan air bersih, semakin besar penduduk semakin besar pula kebutuhan air bersih yang digunakan. Aktivitas domestik penduduk yang tinggi juga memberikan potensi pencemaran yang tinggi. Apabila

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-81


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

tidak ada pengolahan limbah rumah tangga, maka limbah cair domestik yang mencemari air tanah dan badan air akan semakin besar. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pembangunan IPAL komunal. Sanitasi yang sehat mempunyai kecenderungan korelasi dengan tingkat pendidikan penduduk. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, jumlah penduduk Kabupaten Malang pada tahun 2017 adalah sebanyak 2.782.740 jiwa dengan prosentase perbandingan yang seimbang antara penduduk laki-laki dan perempuan. Dilihat dari tingkat pendidikannya, jumlah penduduk yang tidak/belum bersekolah sebesar 17,1% dengan jumlah laki-laki 207.331 jiwa dan perempuan 217.493 jiwa. Tingkatan pendidikan terbanyak adalah SD sebanyak 41,4% dengan rincian jumlah laki-laki 500.137 jiwa dan perempuan 530.063 jiwa. Pendidikan paling rendah adalah S3 dengan jumlah lakilaki 385 jiwa dan jumlah perempuan 202 jiwa (Lampiran Tabel 24). Masih rendahnya pendidikan di Kabupaten Malang, menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan tindak lanjut terhadap masalah ini, seperti dengan meningkatkan sosialisasi pendidikan sekolah penduduk usia 25 tahun dengan memberikan beasiswa bagi yang kurang mampu secara finansial, menurunkan angka siswa putus sekolah dengan meningkatkan pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu dan meningkatkan guru berjenjang S1/D4 melalui rekruitmen dan evaluasi jenjang pendidikan guru dengan mengevaluasi database pengajar di setiap sekolah. Tingkat pendidikan yang masih rendah dapat menjadi salah satu penyebab kondisi sanitasi yang rendah karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu menjadi upaya pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat baik tentang pengelolaan lingkungan serta sanitasi dan hidup sehat/bersih. 3.

Analisis Response Upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk menangani masalah

penyediaan air bersih yaitu dengan meningkatkan layanan air bersih/minum melalui peningkatan infrastruktur layanan air minum dengan program infrastruktur perdesaan. Persentase layanan air minum pada saat ini mnurut

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-82


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

PDAM Kabupaten Malang adalah sebesar 93%. Sebagaimana target dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2015-2019 akan ditingkatkan sampai 100% pada tahun 2019. Dari segi kuantitas air tanah, tingginya curah hujan menjadi modal untuk dapat mengisi kembali air tanah. Pemerintah Kabupaten Malang berupaya meningkatkan kuantitas air tanah melalui Program Perlindungan dan Konservasi SDA dengan kegiatan berupa penanaman 10.000 pohon, pembangunan sumur resapan, pembuatan biopori melalui pencanangan Gerakan Sejuta Biopori, serta memperluas tutupan lahan/vegetasi dengan memperluas RTH. Terkait dengan belum terpenuhinya sarana sanitasi sehat di masyarakat, upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk menangani masalah ini yaitu dengan meningkatkan akses pemanfaatan air limbah dengan program pengembangan kinerja pengolahan air minum dan air limbah. Sanitasi yang buruk dan gaya hidup yang tidak sehat seringkali menjadi penyebab gangguan kesehatan pada masyarakat seperti rhinitis akut, gastritis, dan influenza. Sebagaimana tercatat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sepanjang tahun 2017 jumlah penderita rhinitis akut sebanyak 19.196 orang, gastritits 8.577 orang, dan influenza sebanyak 7.531 orang (Lampiran Tabel 25). 3.3

PERMASALAHAN PERSAMPAHAN KOTA Wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 33 Kecamatan dengan Luas

wilayah 3,534 Ha dengan jumlah penduduk 2.782.740 jiwa dan Pertumbuhan penduduk 2,83%. Kepadatan penduduk terbesar saat ini berada di Kecamatan Pakis dengan jumlah penduduk 147.735 jiwa dan luas wilayah 64,81 km2. (Lampiran Tabel 41). Kepadatan penduduk yang tinggi berakibat langsung terhadap timbulan sampah yang dihasilkan setiap harinya. Sampah tidak bisa dipisahkan dari proses dan aktivitas masyarakat, dan kehadirannya sulit untuk dihindarkan. Pada banyak kasus, jenis-jenis bahan tertentu tidak bisa dipakai kembali dan mungkin juga tidak bisa untuk dijual. Masalah persampahan di Kabupaten Malang dianggap penting dan menjadi prioritas karena sampah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-83


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sampah haruslah diolah atau di daur ulang dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. 3.3.1.1 Persampahan Sumber-sumber sampah di Kabupaten Malang berasal dari sisa sampah rumah tangga, sampah pertanian, sampah dari pasar, sampah perkantoran, sampah rumah sakit, sampah sekolah, sampah industri, sampah konstruksi bangunan gedung, sampah peternakan dan sampah perikanan. Besarnya produksi sampah di Kabupaten Malang berbanding lurus dengan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang tahun 2017, produksi timbulan sampah di Kabupaten Malang diperkiraan mencapai 5.395 m3/hari. Produksi sampah terbanyak berasal dari Kecamatan Singosari dengan jumlah penduduk sebesar 178.435 jiwa yang menghasilkan timbulan sampah sebayak 346 m3/hari atau sebesar 6,41% dari total timbulan sampah pada tahun 2017, sedangkan produksi sampah terkecil berasal dari Kecamatan Kasembon dengan jumlah penduduk sebesar 33.897 jiwa yang menghasilkan timbulan sampah sebayak 66 m3/hari atau sebesar 1,21% dari total timbulan sampah pada tahun 2017. Data lengkap perkiraan jumlah timbunan sampah per hari di Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 42). Jumlah produksi sampah di Kabupaten Malang 5.396 m3/hari atau dalam satu tahun mencapai 1.969.442 m3. Dari jumlah produksi sampah tersebut tidak semua bisa ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya mendorong masyarakat melakukan pengelolaan sampah secara benar melalui sosialisasi pengelolaan sampah 3R, pembentukan bank-bank sampah di tiap desa di Kabupaten Malang melalui program Satu Desa Satu Bank Sampah dan melakukan inovasi Waste to Energy. Hasil Pemutakhiran Data Bank Sampah (PDBS) SeKabupaten Malang Tahun 2017 menunjukkan jumlah bank sampah terbentuk telah mencapai 218 unit bank sampah. Banyaknya bank sampah yang terbentuk cukup membantu mengurangi dari beban produksi sampah.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-84


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.3.1.2 Limbah B3 Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 3 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Limbah Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Salah satu upaya pengelolaan limbah B3 yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang adalah pengawasan,

memonitor,

sekaligus

dengan

melakukan

mendata timbulan limbah B3 yang

dihasilkan oleh kegiatan/industri di wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan/usaha yang menghasilkan limbah B3, harus mengajukan izin pengelolaan (penyimpanan sementara) limbah B3 dan melaporkan neraca limbah serta manifest yang dihasilkan kepada Dinas Lingkungan Hidup. Pada tahun 2017, sebanyak 7 (tujuh) perusahaan telah mendapatkan izin pengeloaan limbah B3 yang dikeluaran oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Lampiran Tabel 35). Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak pada berbagai macam jenis kegiatan, diantaranya perusahaan farmasi, rumah sakit, industri amunisi, dan gula. Selain pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3, Pemerintah Kabupaten Malang juga melakukan pengawasan lingkungan pada industri dan/atau kegiatan usaha terhadap pengelolaan IPAL, izin lingkungan (dokumen pengelolaan lingkugan) dan kualitas limbah cair. Pada tahun 2017, Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengawasan izin lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, Surat Pernyataan Pengolaan Lingkungan (SPPL) guna menjaga kualitas lingkungan hidup dari pencemaran yang ditimbulkan dari aktivitas industri di Kabupaten Malang. Hasil pengawasan yang dilakukan pada 101 industri dan/atau kegiatan usaha menunjukkan masih ada beberapa perusahaan yang belum memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam dokumen pengelolaan lingkungan (dokumen UKL-UPL), belum mempunyai IPAL atau hasil uji kualitas limbah cairnya belum memenuhi baku mutu kualitas limbah cair

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-85


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

(Lampiran Tabel 36). Aktivitas perusahaan yang belum memperhatikan aspek lingkungan seperti pengolahan air limbah termasuk limbah B3 dengan baik dapat merusak kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Malang. 3.3.1.3 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Persampahan di Kabupaten Malang 1.

Analisis State Besarnya produksi sampah di Kabupaten Malang berbanding lurus dengan

jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang tahun 2017, produksi sampah di Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 5.396 m3/hari yang tersebar pada 33 kecamatan atau meningkat sebesar 5,5% dari tahun sebelumnya (Lampiran Tabel 42B). Berdasarkan jumlah timbulan sampah per hari dan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Malang tahun 2017, berati setiap orang menyumbang sekitar 1,939 liter/hari/jiwa. Pada saat ini, Kabupaten Malang memiliki 4 (empat) TPA yang beropreasi dengan sistem control landfill. Keempat TPA tersebut yaitu: 1) TPA Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen; 2) TPA Randuagung Singosari; 3) TPA Paras Poncokusumo, dan 4) TPA Rejosari Bantur. TPA yang ada di Kabupaten Malang semuanya menggunakan sistem control landfill. Pada metode ini, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat. Sampah dipadatkan menjadi sebuah sel. Kemudian, sampah yang sudah dipadatkan tersebut dilapisi dengan tanah setiap lima atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mengurangi keluarnya gas metan.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-86


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

PAGELARAN WONOSARI KROMENGAN TIRTOYUDO GEDANGAN KASEMBON NGANTANG PUJON LAWANG SINGOSARI KARANGPLOSO DAU WAGIR NGAJUM PAKISAJI PAKIS JABUNG TUMPANG TAJINAN BULULAWANG KEPANJEN SUMBERPUCUNG KALIPARE GONDANGLEGI TUREN WAJAK PONCOKUSUMO AMPELGADING DAMPIT SUMBERMANJING WETAN BANTUR PAGAK DONOMULYO 0

50

100

150

200

250

300

350

400

Timbulan Sampah Per Hari (Kg/Hari) Tahun 2017 Timbulan Sampah Per Hari (Kg/Hari) tahun 2016

Gambar III.77 Perkiraan Jumlah Timbulan Sampah di Kabupaten Malang Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

2.

Analisis Pressure Aktivitas perkotaan dan komponennya, termasuk dalam hal ini penduduk,

merupakan salah satu sumber sampah yang cukup besar. Jumlah konsumsi oleh

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-87


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

penduduk yang semakin besar secara tidak langsung berperan dalam peningkatan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Peningkatan jumlah produksi timbulan sampah sebesar 5,5% dari tahun sebelumnya membutuhkan pengelolaan yang lebih baik lagi. Tekanan persampahan paling utama adalah banyaknya jumlah penduduk. Produksi sampah terbanyak berasal dari Kecamatan Singosari dengan jumlah penduduk sebesar 178.435 jiwa, sedangkan produksi sampah terkecil berasal dari Kecamatan Kasembon dengan jumlah penduduk sebesar 33.897 jiwa. Sampah dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan, baik air, udara maupun darat. Sampah berpotensi menyebabkan pencemaran udara oleh gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi anaerobik. Akibatnya udara disekitarnya menjadi bau dan kualitas udara ambient menurun. Proses dekomposisi sampah secara kontinu akan berlangsung dan dalam hal ini akan dihasilkan berbagai gas seperti CO, CO2, CH4, H2S, dan lain-lain yang secara langsung akan mengganggu komposisi gas alamiah di udara, mendorong terjadinya pemanasan global. Pemanasan global telah dirasakan di Kabupaten Malang, hal ini di dukung oleh data pencatatan suhu maksimum di Pos Karangkates, Pos Karangploso dan Lanud Abd Saleh pada bulan Oktober 2016 berturut-turut sebesar 34,80, 31,50, 32,40C (Lampiran Tabel 28 A, 28B, dan 28C). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukan sampah tersebut. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air yang menghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengujian Air Badan Air (ABA) tahun 2017, sungai-sungai yang ada di Kabupaten Malang semuanya tercemar ringan (Lampiran Tabel 17). Adanya tumpukan sampah menyebabkan pencemaran lingkungan salah satunya air lindi yang dihasilkan oleh sampah, sampai saat ini lindi masih menjadi permasalahan lingkungan yang penting karena lindi merupakan salah satu sumber pencemaran air tanah dan air permukaan. Hal tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi pembuangan sampah. Lindi yang semakin lama semakin banyak volumenya akan merembes masuk ke

dalam tanah

yang nantinya akan menyebabkan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-88


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

terkontaminasinya air bawah permukaan yang pada akhirnya akan menyebabkan tercemarnya sumur-sumur dangkal yang dimaanfaatkan oleh penduduk sebagai sumber air minum. Hasil pemantauan kualitas air sumur warga dengan mengacu pada

baku

mutu

air

bersih

berdasarkan

PERMENKES

RI

No.

416/MENKES/PER/IX/1990, menunjukkan kualitas masih cukup baik. Dari uji kualitas air sumur yang telah dilakukan di 77,78% titik sampling memenuhi baku mutu pada semua parameter yang diuji dan hanya terdapat 22,22 titik sampling yang tidak memenuhi baku mutu hanya pada 2 (dua) sumur yakni pH dan deterjen (Lampiran Tabel 19 dan 19A). Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berkembangnya bakteri dan virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2017, jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di Kabupaten Malang yaitu Rhinitis akut (Lampiran Tabel 25). Rhinitis akut adalah peradangan akut pada mukosa hidung yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Dampak tidak langsung dari timbulan sampah yang tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan ke sungai atau saluran drainase, salah satunya dapat mengakibatkan terjadinya banjir akibat pendangkalan sungai dan/ atau tersumbatnya saluran air. Pada tahun 2017, di Kabupaten Malang terjadi bencana banjir sebanyak 7 (tujuh) kali yaitu di Kecamatan Kepanjen sebanyak 2 (dua) kali kejadian dan masing-masing 1 (satu) kali terjadi banjir ke Kecamatan Wagir, Pakis, Ampelgading, Gedangan dan Sumbermanjing Wetan (Lampiran Tabel 37). Oleh sebab itu, pengelolaan persampahan khususnya di wilayah perkotaan menjadi isu prioritas di Kabupaten Malang. 3.

Analisis Response Dalam upaya melakukan penanganan masalah persampahan di Kabupaten

Malang yang mencapai 5.396 m3/hari, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki 4 (empat) buah Tempat Pengolahan Akhir (TPA) yaitu: TPA Talangagung di Kecamatan Kepanjen, TPA Randuagung di Kecamatan Singosari, TPA Paras di Kecamatan Poncokusumo dan TPA Rejosari di Kecamatan Bantur. Pada tahun

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-89


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

2017, Pemerintah Kabupaten Malang menambah luas lahan TPA Talangagung seluas 9.322m2. Jumlah sampah yang diangkut langsung pada keempat TPA tersebut adalah sebanyak 196,5m3. Pengelolaan sampah ini didukung oleh ketersediaan prasarana dan sarana persampahan pada 7 (tujuh) UPT Persampahan yang ada dengan jumlah total TPS sebanyak 103 unit yang mampu melayani sampah sebesar 1.078 m3/hari. Pemerintah Kabupaten Malang juga terus mendorong program TPST 3R di beberapa tempat. Sampai dengan 2017 telah ada 87 TPST 3R yang tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Penanganan sampah dengan model TPST 3R ini mampu mengolah sampah sebanyak 467,5 m3/hari. Di lokasi TPST 3R ini, sampah yang masuk dipilah sesuai jenisnya untuk memudahkan pengolahannya. Sampah kaca/beling, kertas, plastik dan nasi dipilah untuk dijual kembali. Limbah nasi diolah lebih lanjut untuk dijadikan kompos dan pellet untuk pakan ikan. Dari proses pengolahan ini, sampah yang diperoleh mempunyai nilai tambah untuk dijual. Selain penyediaan sarana dan prasarana persampahan, melalui program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi untuk memperkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup termasuk dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, secara intensif dilakukan sosialisasi, pembinaan dan dampingan pada masyarakat tentang pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui kerjasama dengan PKK, masyarakat di tingkat RT/RW didorong untuk membentuk bank-bank sampah agar dapat melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Pada tahun 2017, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang telah melakukan sosialisasi pengelololaan sampah dan bank sampah kepada sebanyak 4.585 orang di 31 Kecamatan dari 33 Kecamatan di Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 47A). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini diharapkan dapat mereduksi sampah dari tingkat sumbernya. Hal ini juga mengingat wilayah layanan persampahan Kabupaten Malang yang cukup luas yang cukup sulit untuk dapat

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-90


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dijangkau semuanya. Sehingga peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri sangat dibutuhkan tidak hanya untuk mereduksi jumlah sampah tetapi yang juga agar lingkungan terjaga tidak tercemar oleh sampah. Jumlah bank sampah yang telah terbentuk menurut hasil data Pemutakhiran Data Bank Sampah (PDBS) Se-Kabupaten Malang tahun 2017 adalah sebanyak 218 bank sampah yang tersebar di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Keterlibatan bank sampah mengelola sampah secara mandiri ditingkat sumber sampah ini mampu mengurangi produksi sampah yang ada. Penanganan sampah dengan model bank sampah setiap harinya mampu mengolah sampah sebanyak 428m3, sedangkan model penanganan sampah yang lain yaitu sistem gali urug di pekarangan rumah warga sebanyak 3.085m3/hari. Jumlah volume sampah yang ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Malang sebanyak 5.255 m3/hari baik diangkut melalui TPS, TPST 3R dan TPA dan/atau dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui bank sampah dan sistem gali urug di pekarangan rumah. 3.3.2

KUALITAS UDARA Udara mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan sehingga

perlu dilindungi untuk menjaga keberlanjutan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Udara harus dimanfaatkan secara bijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk mendapatkan udara sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan, maka pengendalian pencemaran udara menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pencemaran udara adalah penurunan kualitas lingkungan akibat masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lainnya ke dalam lingkungan udara dan menyebabkan berubahnya tatanan lingkungan sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu dan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukanya. Pada lapisan atmosfer, terdapat zatzat pencemar yang dihasilkan dari berbagai macam aktivitas manusia. Zat-zat tersebut disimpan dan diencerkan, atau mungkin langsung disebarkan ke wilayahwilayah lain. Oleh karena itu, pengelolaan kondisi atmosfer sangat penting

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-91


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dilakukan karena sangat mempengaruhi kualitas udara yang akan dihirup setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Pencemaran udara selalu terkait dengan sumber yang menghasilkan pencemaran udara, baik dari aktivitas alam maupun dari aktivitas manusia. Sumber pencemaran udara dari aktivitas manusia dapat dikelompokkan sebagai berikut. a.

Sumber gerak, yaitu sumber tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kendaraan bermotor, maupun kendaraan mobil pribadi.

b.

Sumber bergerak spesifik, yaitu sumber tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan kendaraan berat lainnya.

c.

Sumber tidak bergerak, yaitu sumber emisi yang tetap pada suatu tempat.

d.

Sumber tidak bergerak spesifik, yaitu sumber emisi yang tetap pada suatu tempat yang berasal dari kebakaran hutan dan pembakaran sampah.

Di sisi lain, pengendalian udara selalu terkait dengan serangkaian kegiatan pengendalian yang bermuara dari batasan baku mutu udara. Dengan adanya tolok ukur baku mutu udara, maka dapat dilakukan penyusunan dan penetapan kegiatan pengendalian pencemaran udara. 3.3.2.1 Hasil Pemantauan Kualitas Udara di Kabupaten Malang Tahun 2017 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada Tahun 2017 telah melakukan pengambilan sampel pengujian kualitas udara di 4 (empat) lokasi dengan rincian sebagai berikut. 1.

Kawasan permukiman

: Perumahan Kepanjen Permai

2.

Kawasan industri

: Jalan HM. Sun'an Desa Panarukan

3.

Kawasan padat lalu lintas : Kantor Kelurahan Kepanjen

4.

Kawasan komersil

: Pasar Sumedang

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-92


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.78 Pengambilan Sampel Uji Kualitas Udara Ambien Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Durasi pengambilan sampel kualitas udara pada setiap lokasi dilakukan sebanyak 4 (empat) kali selama setahun. Pengambilan sampel kualitas udara tersebut dilaksanakan pada bulan Maret, Mei, Agustus, dan Oktober dengan metode pengukuran active sampler. Metode ini dipilih karena diakui keakuratannya dan hasil pemantauan dari metode ini dimasukkan ke dalam metode referensi. Berikut merupakan hasil pengukuran kualitas udara di Kabupaten Malang pada tahun 2017. PERUM KEPANJEN PERMAI (KAWASAN PERMUKIMAN) 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

Gambar III.79 Kualitas Udara Kawasan Permukiman Tahun 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-93


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

JL. HM. SUN'AN DESA PANARUKAN (KAWASAN INDUSTRI) 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

Gambar III.80 Kualitas Udara Kawasan Industri Tahun 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

DEPAN KANTOR KELURAHAN KEPANJEN (JL. SULTAN AGUNG) (KAWASAN PADAT LALU LINTAS) 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

Gambar III.81 Kualitas Udara Kawasan Padat Lalu Lintas Tahun 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-94


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

PASAR SUMEDANG (KAWASAN KOMERSIL) 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Triwulan IV

Gambar III.82 Kualitas Udara Kawasan Komersil Tahun 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Hasil pengujian kualitas udara di masing-masing lokasi pengambilan sampel selama 24 jam menunjukkan bahwa parameter udara ambien SO2 dan NO2 yang dipantau telah memenuhi baku mutu udara. Parameter lain yang diukur yaitu O3, debu, timah hitam, H2S, NH3, dan HC juga menunjukkan kondisi yang memenuhi baku mutu. Selain itu, hanya terdapat satu parameter lain yang masih melebihi baku mutu udara di beberapa lokasi yaitu parameter kebisingan (Lampiran Tabel 30). Adanya gas-gas pencemar yang terdapat di udara ambien bersifat kumulatif. Meski tidak melebihi baku mutu udara ambien, namun apabila tidak dikelola/dikendalikan maka gas-gas pencemar tersebut dapat menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan manusia, hewan, vegetasi, material, maupun ekosistem dalam berbagai bentuk, antara lain: a.

Gangguan pernapasan (ISPA), paru-paru, sakit kepala/pusing, iritasi pada mata, tenggorokan, hidung, dan sebagainya;

b.

Terganggunya jarak pandang (visibility) bagi masyarakat maupun komponen masyarakat lainnya; dan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-95


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

c.

Berubahnya sirklus karbon, nitrogen, belerang, fotosintesis di atmosfer terjadinya perubahan aliran energi dari bahan dalam ekosistem ber- pengaruh terhadap rantai makanan.

3.3.2.2 Hasil Pemantauan Suhu Udara Rata-rata Bulanan di Kabupaten Malang Tahun 2017 Pencemaran

udara

dapat

mempengaruhi

suhu

udara

lingkungan

disekitarnya. Analisis suhu udara rata-rata bulanan di Kabupaten Malang dapat dilihat pada gambar berikut. 30 25 20 15 10 5

0 Jan

Feb

Mar

Apr

Pos Lanud AR Saleh

Mei

Jun

Jul

Ags

Pos Karangkates

Sep

Okt

Nov

Des

Pos Karangploso

Gambar III.83 Suhu Udara Rata-rata Bulanan Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Malang, 2017

Dari gambar suhu udara rata-rata bulanan di atas dapat dilihat bahwa suhu udara di Kabupaten Malang cenderung rata dan tidak mengalami fluktuasi yang besar. Pada bulan November, nilai suhu rata-rata Kabupaten Malang menunjukkan angka yang paling tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, yaitu 25,2℃ pada Pos Lanud AR Saleh, 27,6℃ pada Pos Karangkates, dan 25,2℃ pada Pos Karangploso, sedangkan bulan Juli menunjukkan nilai suhu rata-rata yang paling rendah yaitu 22,5℃ pada Pos Lanud AR Saleh, 24,1℃ pada Pos Karangkates, dan 21,8℃ pada Pos Karangploso (Lampiran Tabel 28).

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-96


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.3.2.3 Hasil Pemantauan Kualitas Air Hujan Kebutuhan air semakin lama semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia, baik di daerah perkotaan maupun daerah perdesaan. Pertambahan penduduk yang cepat membawa dampak negatif terhadap sumber daya air, baik kuantitas maupun kualitasnya. Air hujan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber air baku. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian kualitas air hujan. Parameter yang digunakan dalam uji kualitas air hujan mencakup parameter fisik dan parameter kimia. Analisis kualitas air hujan tersebut yang meliputi pH, Daya Hantar Listrik (DHL), SO 4, NO3, NH4, Na, Ca2+, Mg2+ (Lampiran Tabel 29). Parmeter pH adalah skala ukuran yang digunakan untuk mengukur aktivitas ion hidrogen (pembentuk asam). Air hujan biasanya bersifat asam, hal ini disebabkan air hujan melarutkan gas-gas yang terdapat di atmosfer, misalnya gas Karbondioksida (CO2), Sulfur (S), dan Nitrogen oksida (NO2) yang dapat membentuk Asam lemah (Novotny dan Olem, 1994). Berdasarkan BMKG, Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal yaitu 5.6, sedangkan berdasarkan Permenkes 492/2010, baku mutu pH air sebesar 6.5 â&#x20AC;&#x201C; 8.5. Air hujan dikatakan bersifat hujan asam apabila pH < 5 (Yahya dan Heny 1990). Berdasarkan BMKG karangploso, secara umum pH air hujan di Kabupaten Malang termasuk kedalam kategori asam. Berdasarkan Permenkes No. 492 Tahun 2010, rata-rata pH air hujan di Kabupaten Malang pada bulan Januari sampai Juni berada di bawah baku mutu yaitu 5,91. Hujan yang tidak tercemar biasanya memiliki pH asam, 6 tetapi tidak lebih rendah dari 5.6, karena karbon dioksida (CO2) dan air di udara bereaksi bersama untuk membentuk asam karbonat dan asam lemah. Berdasarkan PerMenKes No.492 Tahun 2010 tidak ditetapkan nilai maksimum daya hantar listrik (DHL), namun untuk air yang dikonsumsi sebagai air minum dianjurkan tidak mempunyai DHL atau relatif sangat kecil. Nilai DHL berhubungan erat dengan nilai TDS, semakin tinggi nilai DHL maka semakin tinggi pula nilai padatan tersuspensi. Nilai TDS dapat diperkirakan dengan mengalikan nilai DHL dengan konstanta 0.55-0.75 (Effendi, 2003). Air hujan merupakan 7 elektrolit lemah dan tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-97


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

karena sedikit menghasilkan ion. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai DHL tidak dipengaruhi oleh waktu hujan maupun curah hujan. Kandungan sulfat (SO4) air hujan pada bulan Februari-Juni tidak memenuhi baku mutu sesuai Permenkes No. 492 Tahun 2010, yaitu 250 mg/L. Hal tersebut dikarenakan salah satu bentuk sulfur di atmosfer yaitu gas H2S memiliki berat jenis lebih berat dari udara sehingga semakin lama rentang waktu terjadinya hujan, maka gas H2S di udara bergerak dan terkumpul ke daerah yang lebih rendah. Polutan penting yang mempengaruhi kadar sulfat pada air hujan yaitu gas SO4 di udara yang terutama berasal dari pemakaian baru bara yang digunakan pada kegiatan industri dan transportasi. Selain itu, penyebaran gas SO4 ke lingkungan juga tergantung dari keadaan meteorologi dan geografi setempat. Kelembaban udara juga mempengaruhi kecepatan perubahan SO4 menjadi asam sulfat maupun asam sulfit yang akan berkumpul bersama awan yang akhirnya akan jatuh sebagai hujan asam. Kandungan amonia pada air hujan di Kabupaten Malang telah memenuhi baku mutu yaitu 1.5 mg/L. Kadar amonia dan nitrit pada air hujan dipengaruhi oleh kadar gas nitrogen (N2) di atmosfer lingkungan sekitar. Sumber utama NO2 pada atmosfer berasal dari kendaraan di jalan lalu lintas. Sumber amonia dan nitrat yaitu dari pembangkit tenaga listrik, pabrik pemanas, pembuangan sampah dan proses industri. Sebagian besar emisi NO2 buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas, dan bensin. 3.3.2.4 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Pencemaran Udara di Kabupaten Malang Tahun 2017 1.

Analisis State Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan oleh

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada Tahun 2017, kualitas udara ambien di Kabupaten Malang termasuk baik. Hasil pengujian kualitas udara ambien di 4 (empat) lokasi yang mewakili kawasan permukiman, industri, padat lalu lintas, dan komersi menunjukkan bahwa parameter udara ambien (SO2 dan NO2) yang dipantau masih memenuhi baku mutu udara. Hasil tersebut diperoleh

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-98


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

berdasarkan pada parameter untuk perhitungan indeks kualitas udara. Pengukuran untuk parameter lainnya seperti SO2, NO2, O3, debu, timah hitam, H2S, NH3, dan HC juga menunjukkan kondisi yang masih memenuhi baku mutu. Selain itu, hanya terdapat satu parameter lain yang masih melebihi baku mutu udara di beberapa lokasi yaitu parameter kebisingan. 2.

Analisis Pressure Meskipun hasil pemantauan kualitas udara di Kabupaten Malang masih

menunjukkan kondisi yang baik dan sebagian besar parameter udara memenuhi baku mutu, namun terdapat satu parameter pada lokasi-lokasi tertentu yang masih melebihi baku mutu yaitu parameter kebisingan. Hasil pengukuran parameter yang masih melebihi baku mutu kebisingan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 718 Tahun 1987 tersebut disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas di sekitar tempat-tempat pemantauan. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akan menyebabkan risiko kebisingan dan pencemaran udara oleh gas buang kendaraan tersebut juga semakin meningkat. Bahan pencemar utama yang terdapat di dalam gas buang kendaraan bermotor adalah karbon monoksida (CO), sulfur (SO2), berbagai senyawa hindrokarbon, serta berbagai oksida nitrogen (NO2) dan partikulat debu termasuk timbal (Pb). Bahan bakar tertentu seperti hidrokarbon dan timbal organik dilepaskan ke udara karena adanya penguapan sistem bahan bakar. Meningkatnya kepadatan lalu lintas oleh kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan kadar partikulat debu yang berasal dari permukaan jalan, komponen ban, dan rem pun meningkat. Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penjualan kendaraan bermotor setiap tahunnya. Data juga menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Malang yang sangat tinggi khususnya sepeda motor yang mencapai 846.696 unit dan mobil penumpang yang mencapai 71.743 unit. Bertambahnya jumlah kendaraan ini secara langsung akan menambah tingkat pencemaran udara di Kabupaten Malang yang diakibatkan oleh emisi gas buang kendaraankendaraan tersebut Karangploso (Lampiran Tabel 32 dan 32A).

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-99


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

900000

800000

700000

600000

500000

400000

300000

200000

100000

0 Sepeda Motor

Mobil Penumpang

Mobul bus

Bukan Umum

Mobil Barang

Alat Berat dan Besar

Umum

Gambar III.84 Jumlah Kendaraan Bermotor di Wilayah Kabupaten Malang Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, 2017

Tingkat pencemaran udara sebanding dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor utama penurunan kualitas udara. Perubahan kualitas udara dapat berupa perubahan sifatsifat fisik ataupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi tersebut berupa pengurangan ataupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara atau tercampurnya unsur berbahaya ke dalam atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan manusia secara umum, dan penurunan kualitas lingkungan. Jumlah kendaraan bermotor yang tentu sangat berpengaruh pada kepadatan lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang terjadi

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-100


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

disebabkan oleh peningkatan jumlah penjualan kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan

bermotor

yang

semakin

banyak

tersebut

selanjutnya

akan

menyebabkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih banyak (Lampiran Tabel 31). Hal ini juga akan diikuti oleh penambahan ruas jalan yang lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan akan jalan yang semakin meningkat (Lampiran Tabel 33). Adanya pembangunan jalan tol, pembangunan jalur lingkar selatan, serta pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Malang menjadi tekanan tersendiri bagi kualitas udara di Kabupaten Malang. 3.

Analisis Response Dalam upaya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup

(IKLH), pemerintah Kabupaten Malang membuat strategi pemenuhan persentase baku mutu udara dengan menetapkan kebijakan peningkatan kualitas udara melalui pengawasan dan pengendalian pencemaran udara pada kegiatan usaha. Kebijakan ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang melalui Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. Dengan dibuatnya program ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap kualitas udara di Kabupaten Malang akan semakin meningkat. Selain itu, terkait penanganan tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu ditindaklanjuti pula oleh pemerintah dengan kegiatan penghijauan di sekitar kanan kiri jalan serta perluasan Ruang Terbuka Hijau. Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang adalah membuat strategi untuk meningkatkan angka Indeks Kualitas Udara dengan kebijakan peningkatan kualitas udara melalui kegiatan penghijauan dan pengawasan terhadap pencemaran udara sumber emisi bergerak maupun tidak bergerak. Pemantauan udara sumber bergerak dilakukan oleh Dinas Perhubungan melalui pengukuran emisi kendaraan bermotor, sedangkan emisi sumber tidak bergerak dilakukan melalui pemantauan udara emisi industri dari industri yang mempunyai cerobong sebagaimana ketentuan dalam standar pelayanan minimal bidang lingkungan hidup. Pemantauan dan pengujian kualitas udara ambien dilakukan secara berkala untuk memantau kualitas udara di lokasi-lokasi yang mewakili kawasan

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-101


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

permukiman, industri, padat lalu lintas, dan komersil. Hasil pengujian kualitas udara ambien tersebut salah satunya bermanfaat sebagai bahan analisis untuk mengetahui nilai indeks kualitas udara. Adapun hasil perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Malang pada tahun 2017 berdasarkan data hasil pengujian kualitas udara ambien dengan pengukuran selama 24 jam menggunakan metode passive sampler menunjukkan hasil nilai indeks sebesar 76,15. 3.3.3

RISIKO BENCANA Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa

Timur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana. Kabupaten Malang memiliki skor kerawanan 219, masuk pada kelas kerawanan tinggi dan menduduki

kerawanan peringkat 9 level

merupakan

Kabupaten

dengan multihazard,

nasional. terhitung

Kabupaten

Malang

berbagai

ancaman

menempati kelas tinggi pada Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yakni ancaman gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, kekeringan, angin puting beliung, banjir dan tanah longsor (Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang, 2017). Dalam tiga tahun terakhir, trend kecenderungan kejadian bencana terus meningkat, terutama bencana hidrometereologi. Pada tahun 2015 dan 2016 kejadian bencana di dominasi oleh kejadian tanah longsor, banjir dan angin puting beliung. Dalam menghadapi potensi bencana yang ada di Kabupaten Malang, pemerintah perlu membuat rencana yang sistematis dan terukur dalam upaya penanggulangan bencana. Upaya yang yang dapat dilakukan baik dalam bentuk peningkatan kapasitas sumberdaya dari seluruh pemangku kepentingan maupun dalam bentuk upaya pengurangan kerentanan sosial budaya, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Sehingga risiko bencana yang dapat ditimbulkan oleh setiap bencana yang berpotensi di Kabupaten Malang dapat dikurangi. Tingkat risiko bencana di suatu wilayah bergantung kepada kontribusi dan interaksi dari 3 (tiga) komponen yaitu ancaman, kerentanan dan kapasitas wilayah

tersebut.

Bencana

akan menimbulkan

dampak

apabila

tingkat

ancaman terlalu tinggi, kerentanan terlalu besar sementara daerah serta

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-102


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

masyarakat

tidak

memiliki

kapasitas

yang

cukup

untuk mengatasinya.

Interaksi di antara ketiga komponen tersebut, ditambah dengan kontribusi dari faktor-faktor luar kemudian menjadi dasar untuk melakukan suatu kajian risiko bencana di suatu daerah. Kabupaten Malang memiliki beberapa wilayah yang termasuk pada kawasan rawan bencana. Adapun bencana yang rawan terjadi di Kabupaten Malang antara lain: angin kencang, banjir, kebakaran, puting beliung, tanah bergerak dan tanah longsor. Wilayah yang termasuk rawan terjadi bencana disajikan pada peta persebaran bencana Kabupaten Malang. Peta tersebut menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai informasi kepada masyarakat, pemerintah daerah dan provinsi dan sebagai data dasar untuk melakuka pembangunan wilayah agar dapat terhindar dari bencana.

Gambar III.85 Peta Persebaran Daerah Rawan Bencana di Kabupaten Malang Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Malang, 2016

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-103


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3.3.3.1 Hasil Analisis State, Pressure, dan Response Bencana di Kabupaten Malang 1.

Analisis State Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang tahun

2017, bahwa bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Malang adalah tanah longsor dan banjir. Sepanjang tahun 2017 telah terjadi tanah longsor sebanyak 18 kali kejadian yang mengakibatkan beberapa kerusakan dan korban jiwa. Perkiraan kerugian akibat bencana alam tanah longsor di Kabupaten Malang Tahun 2017 sebesar Rp. 431.000.000,00. Kerugian akibat tanah longsor terbanyak terjadi di Kecamatan Tumpang sebesar Rp. 200.000.000,00 (Lampiran Tabel 40). Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang tahun 2017, Kabupaten Malang memiliki luas kawasan rawan bencana tanah longsor sebesar 1.002,33 km2 yang tersebar di 28 kecamatan dengan tingkat ancaman tinggi. Rp200,000,000.00 Rp180,000,000.00 Rp160,000,000.00 Rp140,000,000.00 Rp120,000,000.00 Rp100,000,000.00 Rp80,000,000.00 Rp60,000,000.00 Rp40,000,000.00 Rp20,000,000.00 Rp0.00

Gambar III.86 Kerugian Akibat Bencana Alam Tanah Longsor di Kabupaten Malang Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang 2017

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-104


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar III.87 Bencana Alam Tanah Longsor di Kabupaten Malang Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang 2017

Selain tanah longsor, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Malang yaitu banjir. Wilayah Kabupaten Malang yang dikelilingi banyak gunung dan sungai mempunyai berkah tersendiri bagi masyarakatnya, salah satunya dalam memanfaatkan lahan yang subur dan air sungai untuk irigasi persawahan. Intensitas curah hujan yang cukup besar, menjadikan petani di Kabupaten Malang tidak kekurangan air untuk lahan pertaniannya. Namun demikian, kondisi ini juga menimbulkan Risiko yang relatif besar. Tidak terawatnya sungai akibat adanya pendangkalan dan sumbatan oleh buangan baik sampah domestik maupun alam (pohon-pohon yang hanyut) ditunjang dengan curah hujan yang cukup besar dapat menimbulkan Risiko terjadinya banjir di Kabupaten Malang. Sepanjang tahun 2017, terjadi 7 (tujuh) kali bencana banjir (Lampiran Tabel 37). Beberapa kawasan di Kabupaten Malang merupakan kawasan yang rawan banjir. Kawasan tersebut berada di sekitar Sub DAS Sumber Brantas yang melewati Kecamatan Pujon, Kasembon dan Ngantang, Sub DAS Metro yang melewati Kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading, dan Sub DAS Lesti yang

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-105


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

melewati Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Turen, Wajak, Bululawang, Gondanglegi, Pagelaran, Gedangan, Bantur dan Pagak. Beberapa penyebab lain terjadinya banjir antara lain juga disebabkan oleh semakin berkurangnya kawasan resapan air, dan semakin rusaknya hutan dan kawasan konservasi di wilayah hulu DAS-DAS tersebut. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang tahun 2017, bencana banjir mengancam wilayah Kabupaten Malang seluas 275,11 km2 yang tersebar di 32 kecamatan dengan tingkat ancaman rendah, sedangkan banjir bandang mengancam wilayah di Kabupaten Malang seluas 103,91 km2 yang tersebar di 27 kecamatan dengan tingkat ancaman yang tinggi. Banjir yang terjadi selama tahun 2017 telah mengakibatkan kerugian material senilai Rp.1.802.500.000,00 dan 535 KK mengungsi serta merendam sekitar 8 (delapan) Hektar lahan. Penyebab bencana banjir ini bisa oleh karena: penggundulan hutan di kawasan konservasi, kondisi kontur lahan yang bersifat cekungan, kombinasi antara hujan dan rob, dan terjadinya hujan ekstrim. Pembangunan saluran irigasi di lahan-lahan pertanian di daerah pegunungan yang tidak sesuai menyebabkan terjadinya banjir bandang pada saat terjadi hujan ekstrim. Hujan ekstrim merupakan fenomena hujan yang mempunyai potensi menimbulkan bencana yang ditunjukkan dengan curah hujan yang tidak normal dan melebihi rata-rata hujan pada umumnya. Data klimatologi menurut unsurnya di pos Lanud Abd. Saleh, pos Karangploso dan pos Karangkates, sebagaimana dalam Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2017 menunjukkan terdapat beberapa kejadian hujan ekstrim di Kabupaten Malang yaitu pada bulan Februari berturut-turut di 3 (tiga) pos pantau sebesar 611, 620, 376 mm dan bulan November berturut-turut di 3 (tiga) pos pantau sebesar 628 mm, 522 mm, 434 mm, sedangkan curah hujan rata-rata di Kabupaten Malang sebesar 260,72 mm. Hujan ekstrim pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena air akan melalui tanah yang merekah dan masuk serta terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Terjadinya bencana tanah longsor memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan, khususnya manusia. Bila tanah longsor itu terjadi di wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-106


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

tinggi, maka korban jiwa yang ditimbulkannya akan sangat besar, terutama bencana tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba tanpa diawali adanya tandatanda akan terjadinya tanah longsor. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang tahun 2017, Kabupaten Malang memiliki luas wilayah yang terancam kebakaran hutan dan lahan seluas 1.034,31 km2 yang tersebar di 26 kecamatan dengan tingkat ancaman sedang. Bencana kebakaran hutan dapat terjadi akibat dari faktor alam maupun faktor dari ulah manusia disengaja maupun tidak disengaja. Untuk faktor alam misalnya adanya panas yang berkepanjangan dan terjadinya gesekan antar batang pohon yang menghasilkan api sehingga dapat terjadi kebakaran hutan. Namun demikian ada kejadian kebakaran hutan di Kabupaten Malang di sepanjang tahun 2017 (Lampiran Tabel 39). Pengelolaan lahan kering banyak terdapat pada beberapa kecamatan yang merupakan lahan kering. Untuk keberadaan dari kawasan jenis ini mayoritas di wilayah bagian Timur Selatan. Dimana untuk lebih meningkatkan pola pemanfaatan dilakukan penerapan sistem keragaman produk, sistem pergiliran dan sebagainya. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang tahun 2017, di wilayah Kabupaten Malang terdapat 1.609,80 km2 lahan yang terancam kekeringan dengan potensi rendah. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang tahun 2017, tidak ada bencana kekeringan di Kabupaten Malang yang terjadi di tahun 2017 (Lampiran Tabel 38). 2.

Analisis Pressure Penyebab utama banjir berasal dari curah hujan yang tinggi. Jika hujan

besar turun terus menerus, air tidak akan langsung masuk ke saluran pembuangan air, melainkan air yang turun akan menjadi genangan. Genangan air tersebut lamalama akan semakin tinggi dan mengakibatkan banjir yang akan merusak aspal dan jalanan yang terkikis oleh air. Kondisi itu tergantung dengan penampungan dan drainase di lokasi tersebut, jika drainase dan penampungan air tidak tidak lancar berarti penampungan tersebut tidak dirawat secara teratur sehingga membuat air

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-107


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

hujan tersumbat tidak lancar dan akan menjadi penumpukan dan genangan besar yang jadi penyebab banjir. Bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Malang adalah tanah longsor. Gejala umum tanah longsor ditandai dengan munculnya retakan-retakan dilereng yang sejajar dengan arah tebing, biasanya terjadi setelah hujan. Ketika hujan, air akan menyusup kebagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena air akan melalui tanah yang merekah dan masuk serta terakumulasi dibagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Terjadinya bencana tanah longsor memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan, khususnya manusia. Bila tanah longsor itu terjadi pada wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka korban jiwa yang ditimbulkannya akan sangat besar, terutama bencana tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba tanpa diawali adanya tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor. Adapun dampak yang ditimbulkan dengan terjadinya tanah longsor terhadap kehidupan adalah sebagai berikut: a.

Bencana longsor banyak menelan korban jiwa.

b.

Terjadinya kerusakan infrastruktur publik seperti jalan, jembatan dan sebagainya.

b.

Kerusakan bangunan-bangunan seperti gedung perkantoran

dan

perumahan penduduk serta sarana peribadatan. c.

Menghambat proses aktivitas manusia dan merugikan baik masyarakat yang terdapat disekitar bencana maupun pemerintah.

Dampak yang ditimbulkan terhdap lingkungan akibat terjadinya tanah longsor adalah terjadinya kerusakan lahan, hilangnya vegetasi penutup lahan, terganggunya keseimbangan ekosistem dan lahan menjadi kritis sehingga cadangan air bawah tanah menipis. Terjadinya tanah longsor dapat menutup lahan yang lain seperti sawah, kebun dan lahan produktif lainnya. Kabupaten Malang memiliki beberapa wilayah yang beRisiko terhadap bencana seperti yang ditunjukkan pada peta persebaran rawan bencana. Peta tersebut menyajikan informasi visual tentang tingkat

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-108


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

kerawanan bencana alam geologi disuatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana. Penyebab utama bencana-bencana tersebut berasal dari curah hujan yang sangat tinggi (ekstrim) akibat pemanasan global tidak terhindarkan. Curah hujan di Kabupaten Malang memiliki potensi kerusakan lingkungan rendah hingga sedang, namun jika yang terjadi adalah hujan ekstrim (curah hujan yang baik intensitas maupun durasinya lebih besar dari pada hujan biasa), maka kerusakan yang diakibatkan menjadi lebih besar lagi. Apabila hujan besar turun terusmenerus selama beberapa jam dalam beberapa hari, maka air tidak bisa masuk ke saluran drainasi, karena kapasitas saluran tersebut terlampaui, sehingga berubah menjadi genangan. Genangan air tersebut lama-kelamaan akan semakin tinggi dan fasilitas jalan berupa aspal akibat terkikis oleh air hujan. Penyebab kedua adalah akibat penggundulan hutan di kawasan konservasi. Salah satu contoh adalah longsor yang terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Bencana tanah longsor ini terjadi akibat faktor kesalahan manusia dalam memanfaatkan lahan hutan konservasi. Hutan yang seharusnya menjadi area resapan air, digunduli untuk dijadikan lahan pertanian oleh penduduk sekitar tanpa memperhatikan aspek kesetimbangan lingkungan. Penyebab ketiga adalah kombinasi antara hujan dan rob. Salah satu contoh kasus terjadi di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 1.352.500.000,00 dan 541 KK mengungsi. 3.

Analisis Response Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang telah melakukan

identifikasi dan memetakan daerah-daerah yang rawan bencana. Diketahui bahwa Kabupaten Malang sering terjadi bencana, seperti: tanah longsor, banjir, gempa bumi dan angin puting beliung yang mengakibatkan banyak kerugian. Upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk menangani masalah bencana alam banjir dan tanah longsor adalah dengan meningkatkan jumlah desa tangguh bencana. Desa tangguh tersebut antara lain telah terbentuk di Kecamatan Tirtoyudo,

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-109


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Ampelgading, Sumbermanjing Wetan dan Ngantang. Persentase penduduk yang terlayani untuk pembangunan desa tangguh bencana pada saat ini adalah 20 Desa dan akan ditingkatkan sampai 32 Desa pada tahun 2021. Meningkatkan bantuan sosial terhadap korban bencana dengan program kedaruratan dan logistik penanggulangan bencana. Presentase penanganan bencana pada saat ini 81% dan akan ditingkatkan sampai 85% pada tahun 2021. Penanganan bencana dilakukan oleh BPBD bekerjasama dengan semua organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Malang serta para relawan (pelaku usaha, perguruan tinggi, LSM, masyarkat). Telah terbentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana dengan jumlah anggota 50 personil. Selain itu telah dibentuk juga Satgas Penanggulangan Bencana di tingkat Kecamatan yang terdiri dari unsur MUSPIKA Kecamatan, Perangkat Kecamatan, Dunia Usaha, Tokoh Masyarakat, Unsur Profesi dan LSM di masing-masing kecamatan (33 kecamatan). Tabel III.6 Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Instansi / Unsur BPBD Kab. Malang Kodim 0818 Malang Polres Malang Dinas Kesehatan Dinas Sosial Dinas PU Bina Marga Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang Dishubkominfo Dinas Esdm Satpol PP Linmas Dinas PU Sumberdaya Air SAR Awangga SAR Malang Selatan Rescue PMI Kabupaten Malang Brigade Penolong Pramuka KP3A Kabupaten Malang ORARI Malang RAPI Kepanjen Total Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Malang, 2016

Jumlah Personil 5 6 6 4 4 2 2 3 1 3 1 1 1 6 1 2 1 1 50

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-110


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Di tingkat desa daerah rawan bencana juga telah dibentuk satgas dengan jumlah anggota mencapai 184 orang. Satgas tersebut dibentuk pada 17 kecamatan rawan yang merupakan daerah rawan bencana. Untuk penanganan bencana di kawasan pesisir pantai juga telah dibentuk Beach Rescue Centre (BRC) di pantai Licin, Lenggoksono, Tamban, Sendang Biru, Goa Cina, Bajul Mati, Wonorogo, Balekambang, Kondang Merak, Kondang Iwak, Ngliyep dan Jugring Saloka. 3.4

RESILIENCE Adanya tekanan terhadap lingkungan yang terus menerus dari aktivitas

ekonomi maupun kesejahteraan sosial mengakibatkan degradasi lingkungan. Perubahan penggunaan lahan, penurunan habitat dan keanekaramana hayati serta degradasi lingkungan secara menerus akan mengancam ekosistem. Dampak kumulatif dari berbagai tenakan lingkungan dapat berpengaruh terhadap ketahanan lingkungan. Perlu manajemen yang efektif untuk memaksimalkan kemampuan adaptasi lingkungan untuk meningkatkan ketahanan terhadap tekanan lingkungan yang ada saat ini, yang sedang berlangsung dan di masa depan. Setidaknya terdapat 10 langkah mendasar untuk membangun kota atau daerah menjadi lebih tangguh berdasarkan Kerangka Sendai (Sendai Framework) yang merupakan kesepakatan internasional terbaru untuk menggantikan Kerangka Hyogo, yang bertujuan antara lain

mencegah timbulnya risiko dan mengurangi risiko; mencegah dan

menurunkan keterpaparan dan kerentanan; meningkatkan resiliensi melalui peningkatan kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Mengacu pada 10 langkah mendasar tersebut selanjutnya dipadukan ke dalam tujuh prioritas kerja yang terdiri dari; 1) Perkuatan Kebijakan dan Kelembagaan, 2) Pengkajian Risiko dan Perencanaan Terpadu, 3) Pengembangan Sistem Informasi, Diklat dan Logistik, 4) Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana, 5) Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana, 6) Perkuatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana, 7) Pengembangan Sistem Pemulihan Bencana. Dari hasil pengukuran melalui 71 indikator.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-111


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana Tahun 2017, secara keseluruhan Kabupaten Malang memiliki indeks ketangguhan pada level sedang dengan nilai indeks ketangguhan sebesar 0,52 dengan rincian masing-masing prioritas pada tabel berikut. Tabel III.7 Hasil Pengukuran Ketanguhan Kabupaten Malang No

Prioritas

Indeks Prioritas

Perkuatan Kebijakan 0,54 dan Kelembagaan Pengkajian Risiko dan 2 0,63 Perencanaan Terpadu Pengembangan Sistem 3 Informasi, Diklat dan 0,69 Logistik Penanganan Tematik 4 Kawasan Rawan 0,70 Bencana Peningkatan Efektivitas 5 Pencegahan dan 0,42 Mitigasi Bencana Perkuatan Kesiapsiagaan dan 6 0,53 Penanganan Darurat Bencana Pengembangan Sistem 7 0,36 Pemulihan Bencana Parameter Capaian Ketangguhan Daerah Tinggi, jika indeks ketangguhan > 0,8 Sedang, jika indeks ketangguhan 0,4 â&#x20AC;&#x201C; 0,8 Rendah, jika indeks ketangguhan < 0,4

Skor Indeks Kapasitas Daerah

Indeks Kapasitas Daerah

0,52

SEDANG

1

Sumber : Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang, 2017

Melihat indeks ketangguhan Kabupaten Malang, dapat dijelaskan Kabupaten Malang memiliki indeks pada kategori sedang, dengan prioritas tertinggi pada aspek Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana, ini artinya penyusunan RTRW, mekanisme akses publik, peningkatan kapasitas pada komunitas lokal berjalan dengan cukup baik seperti Desa Tangguh (meskipun belum mencapai jumlah target sasaran), Sekolah aman, dan kesiapsiagaan masyarakat lokal. Sementara prioritas terendah pada aspek Pengembangan Sistem Pemulihan Bencana, artinya berbagai mekanisme dan kegiatan pemulihan pasca bencana kurang mendapat perhatian dan penanganan dengan baik, seperti

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-112


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pemulihan

layanan

dasar,

pemulihan

infrastruktur

penting,

pemulihan

permukiman dan pemulihan penghidupan masyarakat. 3.5

RISK Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu

kerusakan akibat aktivitas manusia dan kerusakan akibat proses alam. Pemanfaatan lingkungan hidup harus disertai dengan upaya perlindngan dan pelestarian dapat menimbulkan kerusakan yang berakibat pada timbulnya bencana bagi manusia. Hasil

Kajian

Risiko

Bencana

Kabupaten

Malang

Tahun

2017

menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki 10 ragam ancaman dimana hal ini dipengaruhi juga oleh karakter geologis, hidrologis dan klimatologis wilayah. Kajian ini juga memberikan gambaran umum dalam prioritas penanganan dan penanggulangan bencana dengan prioritas mulai dari tertinggi sampai rendah. Tingkat risiko bencana ditentukan berdasarkan nilai gabungan tingkat kerugian dengan tingkat kapasitas. Penentuan tingkat risiko bencana dilaksanakan untuk setiap ancaman bencana yang ada pada suatu daerah, menghubungkan tingkat kerugian dan tingkat kapasitas dalam suatu matrik berikut. Dapat dilihat bahwa tingkat Risiko tertinggi adalah banjir bandang, cuaca ekstrim, gempa bumi, tanah longsor, sunami dan gunung api. Sedangkan tingkat Risiko sedang mencakup banjir dan kebakaran lahan hutan, serta tingkat Risiko rendah yaitu gelombang ekstrim/abrasi dan kekeringan.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-113


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Tabel III.8 Matriks Tingkat Risiko Bencana Kabupaten Malang Tingkat Risiko

Tingkat Kerugian

Rendah

Rendah Gelombang ekstrim dan abrasi Kekeringan

Sedang

Tingkat Kapasitas Sedang

Tinggi

Banjir Kebakaran hutan dan lahan Banjir bandang Cuaca ekstrim Gempa bumi Tanah longsor Tsunami Gunung api

Tinggi

█████ : Tingkat Risiko Tinggi █████ : Tingkat Risiko Sedang █████ : Tingkat Risiko Rendah Sumber : Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang, 2017

Langkah untuk menurunkan tingkat Risiko adalah menggarap aspek tingkat dan peningkatan kapasitas. Tingkat kerentanan dimaksud meliputi penurunan angka kemiskinan, perbaikan infrastruktur yang memadai dan sensitive bencana, memperkuat peran kelompok rentas Risiko bencana, perlindungan terhadap ekosistem yang berperan dalam ketangguhan serta pengawasan dan pelaksanaan RTRW yang baik sehingga dapat meminimalkan perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai. Sedangkan peningkatan kapasitas dimaksud meliputi upaya memperkuat kebijakan dan kelembagaan daerah, menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (PRB) terpadu

lintas sector dan penyadaran

penanggulangan bencana ke berbagai lini masyarakat sebagai upaya mitigasi.

BAB III Analisis Driving, Pressure, State, Response, Resilience, dan Risk

III-114


BAB BAB IV II ISU PRIORITAS INOVASI DAERAH LINGKUNGAN HIDUP DALAM

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

BAB IV INOVASI DAERAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Pemerintah Kabupaten Malang memiliki komitmen untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan hidup. Hal ini mengingat potensi lingkungan hidup dan sumber daya alam di Kabupaten Malang cukup potensial. Ketika lingkungan hidup dapat dimanfaatkan dengan baik, maka hal ini juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021, pada era pembangunan 5 (lima) tahun kedepan sampai dengan tahun 2021, Kabupaten Malang memiliki tujuh misi pembangunan. Dimana misi tersebut terkait dengan revolusi mental dan reformasi birokrasi yang merupakan landasan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Salah satu dari misi tersebut, dari yakni misi ke-7 adalah berkaitan dengan lingkungan hidup. Misi tersebut adalah â&#x20AC;&#x153;Memperkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidupâ&#x20AC;?. Mengacu pada pernyataan visi misi yang didasarkan pada isu-isu dan analisis strategi, maka tujuan yang secara spesifik ingin dicapai dari misi ke-7 dalam 5 (lima) tahun kedepan sebagimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut: a.

Meningkatkan upaya pengendalian percemaran dan perusakan lingkungan hidup dengan sasaran: 1.

Meningkatnya kegiatan/usaha yang dilengkapi dengan dokumen lingkungan sebagai upaya pencegahan pencemaran dan perusakan lingkungan.

2.

Terciptanya keseimbangan antara kawasan lindung dan kawasan budidaya.

3.

Meningkatnya pengawasan wilayah tambang.

4.

Meningkatnya kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan, dan ruang terbuka hijau.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-1


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

5.

Terwujudnya rehabilitasi hutan dan lahan.

6.

Meningkatnya pengawasan dan pengendalian pencemaran pada air, udara, dan tanah.

7.

Meningkatnya kualitas lingkungan hidup melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

b.

Meningkatkan upaya perlindungan sumber-sumber air dan konservasi sumber daya alam dengan sasaran: 1.

Meningkatnya ketersediaan air tanah/sumber air.

2.

Terpeliharanya daerah resapan air dan sumber-sumber air.

3.

Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya air melalui hasil Indeks Pencemaran Air (Indeks Kualitas Air).

4. c.

Meningkatnya pengawasan terhadap perlindungan sumber daya alam.

Mewujudkan keseimbangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dengansasaran: 1.

Mengurangi tingkat pencemaran, kerusakan lingkungan, dan resiko bencana.

2.

Meningkatnya upaya pengelolaan keseimbangan lingkungan yang didukung oleh semua sektor terkait.

3.

Meningkatnya kualitas udara berdasarkan Indeks Pencemaran Udara (Indeks Kualitas Udara).

d.

Meningkatkan kewaspadaan akan kerawanan bencana alam dengan sasaran: 1.

Meningkatnya kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana.

2.

Terwujudnya penanggulangan bencana alam penanganan darurat bencana yang responsif dan disertai dukungan logistik

3.

Meningkatnya penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap bencana yangterjadi. Untuk memperjelas pelaksanaan misi ini, dirumuskan tiga tujuan pokok

yang ingin dicapai, yakni: 1.

Meningkatkan pengendalian perencanaan dan perusakan lingkungan hidup.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-2


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

2.

Meningkatkan upaya perlindungan sumber-sumber air dan konservasi sumber daya alam.

3.

Mewujudkan keseimbangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan arah kebijakan yang diambil guna mewujudkan tujuan misi ini

adalah: 1.

Peningkatan kelestarian lingkungan hidup dan konservasi sumberdaya alam.

2.

Pengembangan sistem pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan penegakan hukum lingkungan.

3.

Peningkatan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pemeliharaan dan pelestarian sumber-sumber air.

4.

Penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pengelolaan prasarana dan sarana sumberdaya air dan irigasi yang handal.

5.

Pelestarian potensi sumber daya alam dan konservasi lingkungan hidup berbasis masyarakat.

6.

Peningkatan sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup baik kualitas maupun kuantitas. Guna mendukung upaya pencapaian visi misi tujuan dan sasaran tersebut,

Pemerintah Kabupaten Malang terus mengembangkan inovasi-inovasi dalam upaya memelihara fungsi dan kualitas lingkungan hidup. Inovasi-inovasi dimaksud terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah, konservasi dan penanganan bencana serta upaya-upaya

untuk memperkokoh kesadaran dan

perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagaimana misi yang akan dicapai daerah selama periode 5 tahun mendatang. 4.1

KELEMBAGAAN (INSTITUTIONAL) Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada awalnya merupakan

tugas dan fungsi Sub Bagian Produksi I dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Malang. Sampai dengan tahun 1995, mulai terbentuk Bagian Lingkungan Hidup pada Sekretariat Daerah Kabupaten Malang. Tahun 2001,

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-3


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 24 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda), Bagian Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah berubah menjadi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Malang sampai dengan 2004. Tahun 2004 sampai dengan 2008 Bapedalda digabung dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi Badan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral (LHESDM) Kabupaten Malang. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Malang Nomor 99 Tahun 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral. Pada Tahun 2008 sejalan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pedoman Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka Dinas Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral (LHESDM) dipecah kembali menjadi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, dan mulailah berdiri Dinas Lingkungan Hidup hingga saat ini. Penetapan tersebut berdasarkan pada Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Nomenklatur tersebut berlaku sampai dengan tahun 2016 dan selanjutnya sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, nomenklatur Badan Lingkungan Hidup berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Perubahan OPD tersebut secara efektif berlaku mulai tahun 2017 sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup. 4.1.1

Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang merupakan unsur pendukung

tugas Bupati dalam bidang lingkungan hidup. Sesuai Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Lingkungan Hidup

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-4


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kabupaten Malang, tugas pokok Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang meliputi: 1.

Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dalam tugas pembantuan bidang lingkungan hidup.

2.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Dinas

Lingkungan Hidup mempunyai fungsi: 1.

Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk data base serta analisa data untuk menyusun program kegiatan.

2.

Perencanaan strategis pada dinas.

3.

Perumusan kebijakan bidang lingkungan hidup.

4.

penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang lingkungan hidup.

5.

Pelaksanaan tata lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah B3, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta penaatan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup.

6.

Evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang lingkungan hidup.

7.

Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal yang wajib dilaksanakan dalam bidang lingkungan hidup.

8.

Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Dinas.

9.

Pembinaan UPT.

10. Pengoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang lingkungan hidup di lingkup Pemerintah Daerah. 11. Pembinaan dan pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat, lembaga pemerintah dan lembaga lainnya. 12. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup. 4.1.2

Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang

berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-5


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Daerah. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 57 Tahun 2016 adalah sebagai berikut: 1.

Kepala Dinas Mempunyai tugas memimpin, mengawasi, mengendalikan, membina,

mengkoordinasikan dan kerjasama dalam pelaksanaan lingkungan hidup yang ditetapkan Bupati dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya. 2.

Sekretaris Mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi umum,

kepegawaian, keuangan dan aset serta koordinasi perencanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program Dinas dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

3.

a.

Sekretaris terdiri dari:

b.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c.

Sub BagianKeuangan.

d.

Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi danPelaporan.

Bidang Tata Lingkungan Bidang

Tata

Lingkungan

mempunyai

tugas

merumuskan

dan

melaksanakan kebijakan di bidang tata lingkungan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Bidang Tata Lingkungan terdiri dari:

4.

a.

Seksi Kajian Strategis Lingkungan.

b.

Seksi Kajian Dampak Lingkungan.

c.

Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup.

Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 mempunyai tugas

merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pengelolaan sampah dan limbah B3 dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-6


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

terdiri dari:

5.

a.

Seksi Pengurangan Sampah.

b.

Seksi Penanganan Sampah.

c.

Seksi Penanganan Limbah B3.

Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup

mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup terdiri dari:

6.

a.

Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan.

b.

Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan.

c.

Seksi Pemulihan Lingkungan.

Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas

Lingkungan

Hidup

mempunyai tugas: merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penaatan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup danmelaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup terdiri dari: a.

Seksi Pengawasan Lingkungan.

b.

Seksi Penanganan Pengaduan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan

c.

Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-7


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.1 Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

4.1.3

Produk Hukum di Bidang Lingkungan Hidup Sebagai

upaya

mewujudkan

kesejahteraan

umum

seperti

yang

diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan mencapai kebahagiaan hidup berdasarkan Pancasila salah satunya yaitu dengan melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Dalam upaya melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup tersebut harus didasarkan pada norma hukum yang berlaku yang berfungsi sebagai pengendali. Pada tahun 2017 Kabupaten Malang telah mengeluarkan 3 (tiga) produk hukum di bidang lingkungan hidup. Adapun rincian ketiga produk hukum tersebut antara lain: a.

Peraturan Bupati Malang Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup.

b.

Peraturan Bupati Malang Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Taman Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya.

c.

Peraturan Bupati Malang Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Dinas Perumahan,

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-8


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya (Lampiran Tabel Data 48). Produk hukum pertama yaitu Peraturan Bupati Malang Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup dikeluarkan untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di wilayah Kabupaten Malang. UPT Pelayanan Persampahan mempunyai tugas: 1) Melaksanakan menyusun kegiatan operasional dan/atau kegiatan teknis penunjan Dinas di bidang penanganan sampah; 2) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Pelayanan Persampahan mempunyai fungsi antara lain: a. Pelaksanaan pemilahan, pengumpulan dan pengangkutan sampah/residu dari sumber sampah ke TPS dan/atau TPS3R. b. Pelaksanaan pemilahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah/residu dari sumber sampah, TPS dan TPS3R ke TPA dan/atau TPST. c. Pelaksanaan pengolahan sampah (pemadatan, pengomposan, daur ulang materi dan mengubah sampah menjadi sumber energi). d. Pelaksanaan

pemrosesan

akhir

sampah

(penimbunan/pemadatan,

penutupan tanah, pengolahan lindi, penanganan gas). e. Pelaksanaan perencanaan, pemantauan dan evaluasi daya dukung infrastruktur (fasilitas dasar, fasilitas perlindungan lingkungan, fasilitas operasional dan fasilitas penunjang) TPS, TPS3R, TPA dan/atau TPST. f. Pelaksanaan perencanaan, pemantauan dan evaluasi daya dukung sarana pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir TPST/TPA. g. Pelaksanaan

pemeliharaan

infrastruktur

dan

sarana

pemilahan,

pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir TPST /TPA h. Pelaksanaan penyusunan data potensi retribusi daerah/ kawasan/pelanggan yang mendapat pelayanan persampahan dan pelaksanaan penarikan retribusi pelayanan persampahan.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-9


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Terdapat 7 (tujuh) UPT Pelayanan Persampahan Kabupaten Malang, antara lain: 1. UPT Pelayanan Persampahan Singosari, yang melayani Kecamatan Singosari, Karangploso, Dau, dan Lawang. 2. UPT Pelayanan Persampahan Kepanjen yang melayani Kecamatan Ngajum,

Wagir,

Wonosari,

Kepanjen,

Sumberpucung,

Pakisaji,

Kromengan. 3. UPT Pelayanan Persampahan Tumpang yang melayani Kecamatan Tumpang, Pakis, Jabung dan Poncokusumo. 4. UPT Pelayanan Persampahan Bululawang yang melayani Kecamatan Wajak, Pagelaran, Gondanglegi, Bululawang dan Tajinan. 5. UPT Pelayanan Persampahan Turen yang melayani Kecamatan Dampit, Turen, Ampelgading, Sumawe, dan Tirtoyudho. 6. UPT Pelayanan Persampahan Pagak yang melayani Kecamatan Kalipare, Bantur, Donomulyo, Pagak dan Gedangan. 7. UPT Pelayanan Persampahan Pujon yang melayani Kecamatan Kasembon, Pujon dan Ngantang. Produk hukum kedua Peraturan Bupati Malang Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Taman Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya dibuat sebagai respon dalam pemanfaatan ruang terbuka dengan tanaman dan segala kelengkapannya yang dipergunakan dan dikelola untuk keindahan dan penghijauan yang mendukung sebagai paru-paru kota. UPT Pengelolaan Taman mempunyai tugas: Menyelenggarakan pelayanan dan pengelolaan taman dan

2)

1)

Melaksanakan tugas

lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam melaksanakan

tugas

sebagaimana

dimaksud, UPT Pengelolaan Taman

mempunyai fungsi antara lain: 1. Pelaksanaan penyusunan data base daerah/kawasan/potensi pengelolaan taman, dekorasi kota, makam, dan kelengkapan sarana prasarana taman. 2. Pelaksanaan penyediaan, pembangunan, perawatan/operasional

dan

pemeliharaan taman beserta sarana dan prasarananya.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-10


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

3. Pelaksanaan pembangunan daerah pelayanan dengan melakukan dan pemberian bantuan stimulan sarana prasarana pertamanan. Kabupaten Malang

adalah

salah

satu

Kabupaten

yang

banyak

mengalami perubahan, mulai dari pembangunan pertokoan, industri maupun perumahan. Hampir di setiap sudut kabupaten dibangun sejumlah industri modern sehingga banyak juga berdiri pasar, toko-toko pertanian hingga toko modern.

Kondisi

lingkungan

yang

demikian

itu

memerlukan

adanya

keseimbangan yang mendukung, baik keseimbangan lingkungan, oksigen, ekosistem dan material yang lainnya. Kawasan perkotaan adalah wilayah yang kegiatan utamanya bukan merupakan kegiatan pertanian, merupakan pusat perindustrian, pusat pelayanan pemerintahan, pelayanan sosial dan ekonomi. Pertumbuhan yang pesat baik dari pembangunan maupun pertambahan penduduk membutuhkan tempat dan ruang yang dapat memenuhi kebutuhan. Dalam memenuhi kebutuhan perkotaan terutama untuk pemukiman, seringkali lahan hijau dijadikan korban. Dalam upayanya menjaga kelestarian lingkungan hidup di kabupaten malang, UPT Pengelolaan Taman telah membangun 30 Taman, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana prasarana pendukungnya (Lampiran Tabel 43). Penyediaan RTH memliki tujuan sebagai berikut: 1. Menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air. 2. Menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. 3. Meningkatakan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman

lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan bersih.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-11


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.2. Taman Puspa Ngadilangkung-Kepanjen, salah satu RTH di Kabupaten Malang Sumber: Dokumentasi Dinas PKPCK Kabupaten Malang, 2017

Sedangkan produk hukum ketiga Peraturan Bupati Malang Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis

Pengelolaan Air

Limbah Domestik Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya dikeluarkan sebagai response mengingat semakin bertambahnya perumahan di Kabupaten Malang (0,8%) serta semakin banyaknya pengaduan masyarakat yang sebagian besar disebabkan oleh limbah dari kegiatan tersebut.

Perda

tersebut disusun dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Air Limbah Domestik atau air limbah rumah tangga adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena suatu hasil usaha dan/atau kegiatan rumah tangga, daerah komersil, perkantoran, fasilitas rekreasi, apartemen, asrama dan rumah makan yang berbentuk cair melalui fasilitas pembuangan. Pengelolaan air limbah domestik adalah upaya yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan

dalam

merencanakan, melaksanakan

memantau

dan

mengevaluasi penangan air limbah domestik. UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik mempunyai tugas antara lain: 1) Melaksanakan sebagian tugas Dinas; dan 2) Menyelenggarakan pelayanan dan pengelolaan air limbah domestik. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik, mempunyai fungsi antara lain:

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-12


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

1. Pelaksanaan fasilitasi pelayanan dan pengelolaan air limbah domestik. 2. Pelaksanaan pengawasan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik. 3. Pelaksanaan

pemungutan

dan

pengelolaan

administrasi

retribusi

pengelolaan air limbah domestik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pertumbuhan penduduk kota yang tinggi serta meningkatnya kegiatan pembangunan diberbagai sektor menimbulkan berbagai masalah di wilayahwilayah perkotaan yang antara lain urbanisasi, permukiman kumuh, pencemaran air limbah dan sebagainya. Permasalahan yang dialami hampir di seluruh kota di Indonesia adalah pencemaran air limbah. Penanganan air limbah yang selama ini dilakukan belum sampai pada tahap pemikiran proses penanganan atau menggunakan ulang limbah tersebut. Penanganan limbah yang selama ini hanya dilakukan dengan cara kuratif, yaitu dengan mengolah air limbah yang dibuang ke lingkungan. Cara seperti ini kurang bisa mengatasi masalah pencemaran air limbah karena masih dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Dalam upayanya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten malang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya melalui UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik telah melakukan pembangunan 47 sarana dan prasarana air limbah desa, IPAL Komunal dan Organik sepanjang tahun 2017 (Lampiran Tabel 43). Selain ketiga produk hukum di atas, selama kurun waktu antara tahun 2010-2016, Pemerintah Kabupaten telah menetapkan 30 produk hukum di bidang lingkungan hidup (Lampiran Tabel 48A). Produk hukum tersebut berpa Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, Keputusan Bupati dan Instruksi Bupati terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan kebersihan/persampahan, Ruang Terbuka Hijau, pengendalian kerusakan hutan dan lahan, pengendalian pencemaran dan kerusakan perairan darat, pengendalian kerusakan pesisir/laut, perlindungan tumbuhan dan satwa dilindungi dan endemik/keanekaragaman hayati, pengelolaan bencana lingkungan dan Tata Ruang. Semua produk hukum ini

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-13


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

ditetapkan dalam rangka menciptakan keseimbangan kemampuan lingkungan yang serasi. Salah satu produk hukum yang telah ditetapkan yaitu Peraturan Bupati Malang No.51 Tahun 2016 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Sanitasi yang merupakan program dunia dan dilaksanakan diseluruh negara berkembang menjadi bagian prioritas dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Beberapa keberhasilan yang diraih Kabupaten Malang dalam persoalan sanitasi di landasi dengan kuatnya kebijakan, baik melalui Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati. Terpilihnya Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna sebagai Ketua I Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) periode 2017-2021 merupakan wujud apresiasi berbagai daerah atas kiprahnya dalam persoalan sanitasi. Produk hokum tersebut dalam implementasinya juga didukung oleh Peraturan Desa. Salah satu contohnya seperti Peraturan Desa Sanankerto tentang Kelestarsian dan Kebersihan Lingkungan. 4.1.4

Standar Operasional Prosedur (SOP) Bahwa untuk mewujudkan kepastian tentang hak, tanggungjawab,

kewajiban dan kewenangan seluruh pihak terkait dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan dalam rangka mewujudkan

sistem penyelenggaraan

pemerintahan yang baik, terpenuhinya hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik secara maksimal maka aparatur birokrasi yang merupakan perwujudan Pemerintah harus bermanfaat bagi negara dan masyarakatnya, melalui pemberian pelayanan yang prima berdasarkan kompetensi yang dimiliki. oleh karena itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang menyusun dan menetapkan Standar Operasional Prosedur yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program/kegiatan termasuk pelayanan kepada masyarakat, juga Standar Operasional Prosedur kesekretariatan yang berkaitan dengan penunjang kelancaran pelaksanaan program/kegiatan dan pelayanan.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-14


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Pada tahun 2017 telah ditetapkan 73 Standar Operasional Prosedur melalui Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Nomor 180/1356/KEP/35.07.117/2017

tentang

Standar

Operasional

Prosedur

Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Aparatur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang melengkapi SOP sebelumnya yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang No. 180/351/KEP/35.07.206/2016 tentang Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Aparatur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dan Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang No. 800/2087/KEP/35.07.206/2015 tentang Tata Kerja Internal pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Rincian SOP yang berkaitan dengan pelaksanaan program/kegiatan, perencanaan, monitoring dan evaluasi, termasuk pelayanan kepada masyarakat disajikan pada tabel berikut ini: Tabel IV.1 Daftar Standar Operasional Prosedur Tahun 2017 NO

NOMOR SOP

1

065/ 1587

/35.07.117/2017

2

065/ 1588

/35.07.117/2017

3

065/ 1589

/35.07.117/2017

4

065/ 1690

/35.07.117/2017

5

065/ 1591

/35.07.117/2017

6

065/ 1592

/35.07.117/2017

7

065/ 1593

/35.07.117/2017

8

065/ 1594

/35.07.117/2017

9

065/ 1595

/35.07.117/2017

10

065/ 1596

/35.07.117/2017

NAMA SOP Prosedur Persiapan Pelaksanaan Kajian Strategis Lingkungan Prosedur Persiapan Publikasi Hasil Kajian Strategis Lingkungan Prosedur Persiapan Penyusunan Laporan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Prosedur Pengarahan Penyusunan Dokumen AMDAL Prosedur Pengarahan Penyusunan dan Penerbitan Rekomendasi Dokumen UKL-UPL Prosedur Pelayanan Pengajuan Registrasi Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Prosedur Pelayanan Rekomendasi Izin Pembuangan Limbah Cair Prosedur Penyusunan Bahan Kebijakan Operasional Pemeliharaan Lingkungan Hidup Prosedur Pelaksanaan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Prosedur Program Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-15


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

NO

NOMOR SOP

11

065/ 1597

/35.07.117/2017

12

065/ 1598

/35.07.117/2017

13

065/ 1599

/35.07.117/2017

14

065/ 1600

/35.07.117/2017

15

065/ 1601

/35.07.117/2017

16

065/ 1602

/35.07.117/2017

17 18 19

065/ 1603 065/ 1604 065/ 1605

/35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017

20

065/ 1606

/35.07.117/2017

21

065/ 1607

/35.07.117/2017

22

065/ 1608

/35.07.117/2017

23

065/ 1609

/35.07.117/2017

24

065/ 1610

/35.07.117/2017

25

065/ 1611

/35.07.117/2017

26

065/ 1612

/35.07.117/2017

27

065/ 1613

/35.07.117/2017

28

065/ 1614

/35.07.117/2017

29

065/ 1615

/35.07.117/2017

30

065/ 1616

/35.07.117/2017

NAMA SOP Prosedur Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Prosedur Permohonan Pelayanan Pengangkutan Sampah/ Kebersihan Lingkungan Prosedur Pengoperasian Arm Roll/Dump Truck Prosedur Operasional Layanan Angkutan Sampah dengan Sistem Door to Door Prosedur Pengangkutan Sampah dengan Sistem Pengosongan Kontainer Prosedur Pemungutan Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan (RPPK) Prosedur Operasional Penyapuan Jalan Prosedur Pengoperasian Alat Berat Prosedur Pengoperasian TPA Prosedur Pelayanan Rekomendasi Teknis Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 Prosedur Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air Prosedur Pelayanan Pencegahan Pencemaran Udara Prosedur Pelayanan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Prosedur Pengumpulan dan Penyiapan Bahan Untuk Menyusun Kebijakan Teknis Program Pemulihan Kualitas Lingkungan Prosedur Penyusunan Bahan Kebijakan Operasional Pemulihan Kualitas Lingkungan Prosedur Pelaksanaan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Prosedur Pelaksanaan Studi Kerusakan Lahan/Tanah Untuk Produksi Biomassa Prosedur Pembinaan Masyarakat Dalam Rangka Pemantauan dan Pemulihan Kualitas Lingkungan Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup Prosedur Pelaksanaan Pelayanan Pengaduan Masyarakat Terhadap Kasus Lingkungan Hidup

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-16


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

NO

NOMOR SOP

31

065/ 1617

/35.07.117/2017

32

065/ 1618

/35.07.117/2017

33

065/ 1619

/35.07.117/2017

34

065/

1620 /35.07.117/2017

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/

1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632

47

065/

1633 /35.07.117/2017

48

065/

1634 /35.07.117/2017

49 50

065/ 065/

1635 /35.07.117/2017 1636 /35.07.117/2017

51

065/

1637 /35.07.117/2017

52 53 54 55 56

065/ 065/ 065/ 065/ 065/

1638 1639 1640 1641 1642

57

065/

1643 /35.07.117/2017

58

065/

1644 /35.07.117/2017

59

065/

1645 /35.07.117/2017

/35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017

/35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017

NAMA SOP Prosedur Pelaksanaan Penerapan Penegakan Hukum Terhadap Kasus Lingkungan Hidup Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan Prosedur Pengajuan Pencairan Dana UP Prosedur Pengajuan Pencairan Dana GU Prosedur Pengajuan SPP dan SPM Gaji Prosedur Penyusunan SPJ dan BKU Prosedur Pembayaran Pajak Prosedur Penerimaan dan Penyimpanan Barang Prosedur Pengeluaran dan Peminjaman Barang Prosedur Penyusunan Renstra Prosedur Penyusunan Renja Prosedur Penyusunan RKA Prosedur Penyusunan DPA Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa Prosedur Penyusunan Laporan Bulanan Realisasi Program dan Kegiatan Prosedur Penyusunan Laporan Evaluasi Kinerja Tribulanan Prosedur Penyusunan Laporan Kinerja Prosedur Pengukuran Kinerja Prosedur Pemantauan dan Evaluasi Internal terhadap Kinerja Prosedur Pengumpulan Data Kinerja Prosedur Pengiriman Data ke SKPD Lain Prosedur Rapat Evaluasi Kinerja/Koordinasi Apel Pagi dan Presensi Ijin meninggalkan kantor pada jam dinas Prosedur Pengiriman Berita (Surat/Undangan) Melalui Email Prosedur Penerimaan Berita (Surat/Undangan) Melalui Email Prosedur Pengajuan Surat Tugas

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-17


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

NO

NOMOR SOP

60 61 62 63 64 65 66 67

065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/ 065/

1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652

/35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017

065/

1653 /35.07.117/2017

68

065/

1654 /35.07.117/2017

69

065/

1655 /35.07.117/2017

70 71 72 73

065/ 065/ 065/ 065/

1656 1657 1658 1659

/35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017 /35.07.117/2017

NAMA SOP Prosedur Pengajuan Kenaikan Pangkat Prosedur Pengajuan Kenaikan Gaji Berkala Prosedur Pengajuan Cuti Bagi PNS Prosedur Pengajuan MPP/Pensiun Bagi PNS Prosedur Pembuatan Surat Keluar Prosedur Pengiriman Surat Prosedur Penerimaan Surat Masuk Prosedur Penggandaan, Pengiriman dan Pendokumentasian Surat/Dokumen Prosedur Pengelolaan Kebersihan Kantor Prosedur Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantor Prosedur Pembersihan Kendaraan Dinas Prosedur Pengamanan Ruangan Kantor Jurnal Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Tatacara Penjatuhan Hukuman Disiplin

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

4.1.5

Keterbukaan Informasi Publik Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah

telah mengupload dokumen pelaksanaan anggaran pada website Kabupaten Malang termasuk informasi kegiatan dan lainnya yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Di tingkat perangkat daerah, juga telah diupload dokumen kinerja meliputi dokumen perencanaan (termasuk indikator kinerja utama perangkat daerah, indikator kinerja individu, perjanjian kinerja dan rencana aksi), evaluasi, monitoring serta realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dapat diakses pada website Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dengan alamat www.lh.malangkab.go.id. Sedangkan kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan pelaksanaan program /kegiatan seperti sosialisasi bank sampah, lomba Kecamatan Berseri dan kegiatan lainnya juga dipublikasikan melalui akun facebook dan akun instagram Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dengan alamat https://www.facebook.com/lingkunganhidupkabmalang/ dan di @lh_kabmalang.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-18


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.2

SUMBER DAYA MANUSIA (HUMAN RESOURCES) Pada tahun 2017 jumlah personil PNS Dinas Lingkungan Hidup

Kabupaten Malang adalah 185 orang yang terdiri dari 163 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Kualifikasi pendidikan paling tinggi adalah pada tingkatan Doktor (S3) berjumlah 1 orang (laki-laki), kemudian tingkat Master (S2) berjumlah

18 orang (11 laki-laki dan 7 perempuan), tingkat Sarjana (S1)

berjumlah 22 orang (14 laki-laki dan 8 perempuan, tingkat Diploma (D3/D4) berjumlah 1 orang (perempuan), tingkat SLTA berjumlah 82 orang (77 laki-laki dan 5 perempuan) dan tingkat SLTP sebanyak 35 orang (34 laki-laki dan 1 perempuan) serta 26 orang laki-laki tingkat SD. Prosentase Jumlah Personil Lembaga Pengelola Lingkungan Hidup menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Malang dapat dilihat pada gambar berikut.

[CATEGORY NAME], [VALUE], [CATEGORY[PERCENTAGE] NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

[CATEGORY NAME] S2, [VALUE], [PERCENTAGE] [PERCENTAGE]

S1, [VALUE], [PERCENTAGE] [CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

[CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

Gambar IV.3 Jumlah Personil Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup Berdasarkan Pendidikan Sumber: Analisa Data, 2017

Jumlah personil Lembaga Pengelola Lingkungan Hidup yang telah mengikuti Diklat Teknis atau Kompetensi Pengelolaan Lingkungan Hidup pada tahun 2017 ada 4 (empat) orang. Rincian latar belakang pendidikan dan jumlah personil yang telah mengikuti Diklat Teknis atau Kompetensi Pengelolaan Lingkungan Hidup disajikan pada Lampiran Tabel 50 dan Tabel 51.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-19


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Ketersediaan Sumber Daya Manusia ditinjau baik dari segi kuantitatif dan kualitatif sebagai pelaksana yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pengelolaan lingkungan hidup jika dibandingkan dengan luas wilayah dan kondisi lingkungan di wilayah Kabupaten Malang dapat dikatakan mempunyai perbandingan yang belum seimbang. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup yang optimal di wilayah Kabupaten Malang. Guna mengtasi kendala tersebut Dinas Lingkungan Hidup juga menangkat tenaga kerja honorer sebanyak 144 orang (Lampiran Tabel 50A). 4.3

ANGGARAN (BUDGET) PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperbaiki

kualitas lingkungan hidup di wilayahnya yaitu dengan meningkatkan anggaran pengelolan lingkungan hidup melalui lembaga Dinas Lingkungan Hidup. Total anggaran tahun 2016 adalah sebesar Rp. 11.681.149.154 meningkat menjadi Rp. 30.838.846.736,00 pada tahun 2017 yang terdiri dari anggaran belanja langsung sebesar Rp. 21.645.129.824,00 dan anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 9.193.716.912,00 dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 29.713.800,833,00 atau 96,35%. Anggaran tersebut dipergunakan untuk Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup, Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam, serta Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup. Selain melalui Dinas Lingkungan hidup, Pemerintah Kabupaten Malang juga melakukan perbaikan kualitas lingkungan hidup melalui dinas-dinas lain diantaranya: Dinas Perikanan, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas PU Bina Marga, Dinas

Perumahan,

Kawasan

Permukiman

dan

Cipta

Karya,

Badan

Penanggulangan Bencana Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah terkait lainnya. Total anggaran yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Malang Tahun 2017 tercatat sebesar Rp. 140.625.785.326,00 meningkat cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 90.414.136.313,00.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-20


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Rincian mengenai anggaran terkait pengelolaan lingkungan hidup disajikan pada Lampiran Tabel 49, 49A dan 49B. 4.4

PERAN SERTA MASYARAKAT (COMMUNITY PARTICIPATION) Pemerintah Kabupaten Malang sangat membutuhkan peran serta

masyarakat dalam upaya mempertahankan, mengelola dan merehabilitasi kualitas lingkungan di Kabupaten Malang. Peran serta masyarakat dalam rehabilitasi lingkungan dapat dilakukan dilingkungan permukiman mereka masing-masing, seperti dalam hal-hal kecil dalam hal pengelolaan sampah, pemeliharaan saluran dan penghijauan di lingkungan mereka. Kegiatan ini umumnya tidak tercatat dengan baik karena dilakukan sebagai bentuk gotong royong warga terhadap lingkungan. Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat tersebut secara intensif dilakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakatnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan serta secara aktif mengatasi masalah lingkungan hidup disekitarnya. Sasaran kegiatan sosialisasi terkait lingkungan hidup yang telah dilakukan pada tahun 2017 bervariasi mulai dari masyarakat umum, kelompok peduli lingkungan, ibu-ibu PKK/Rumah Tangga, anak-anak sekolah dan para pelaku kegiatan dan/atau usaha, termasuk fayankes (Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas). Sosialisasi kepada masyarakat khususnya terkait dengan pengelolaan sampah dan upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau dan teduh. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen untuk mengelola sampah yang sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis TPS 3R dan pemanfaatan potensi bank sampah sehingga volume sampah yang diproses ke TPA dapat diminimalisir. Berdasarkan data dari Program Pemutakhiran Data Bank Sampah (PDBS) Se-Kabupaten Malang Tahun 2017 terdapat 218 Bank Sampah yang tersebar di 33 Kecamatan (Lampiran Tabel 42E). Pada kegiatan pembinaan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan atau kegiatan dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran para pelaku usaha

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-21


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

kegiatan dalam pengelolaan lingkungan melalui penyusunan dokumen lingkungan dan izin lingkungan. Materi yang diberikan antara lain:

1)

Kewajiban penyusunan

dokumen lingkungan bagi kegiatan usaha di wilayah Kabupaten Malang yang belum memiliki dokumen lingkungan dan dilanjutkan dengan materi sektor kebersihan dan limbah B3, kerusakan lingkungan hidup,

2) 3)

Materi sektor pengendalian pencemaran dan

Materi sektor penaatan dan peningkatan kapasitas

lingkungan hidup yang disampaikan oleh kepala bidang penaatan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup. Lewat sosialisasi ini diharapkan pelaku usaha di Kabupaten Malang memiliki dokumen lingkungan yang dapat dipertanggung jawabkan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 47). Selain itu juga dilakukan sosialisasi terkait penanganan limbah B3 terutama pada penanganan limbah dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah

Sakit,

Klinik,

Sosialisasi/pembinaan

yang

Puskesmas diberikan

dan

Puskesmas

terkait

pengelolaan

Pembantu. limbah

B3

(penyimpanan sementara, pengangkutan, kerjasama pengolahan limbah B3) serta bimbingan teknis terkait pengajuan izin pengelolaan limbah B3.

Gambar IV.4 Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi dan Pelatihan Bank Sampah Serta Sosialisasi Kewajiban Memiliki Dokumen Lingkungan Bagi Pelaku Usaha/Kegiatan Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup, 2017

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-22


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan kelestarian fungsi dan kualitas lingkungan hidup juga dilakukan dengan kerjasama Pemerintah Kabupaten Malang melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). LSM merupakan organisasi non pemerintah yang independen dan mandiri. Organisasi ini tumbuh secara swadaya dan berdasarkan kehendak dan keinginan masyarakat sendiri. Tujuan dasar pembentukan LSM adalah agar terciptanya keseimbangan antara keberdayaan masyarakat, pemerintah dan kelestarian lingkungan. Tanpa lingkungan yang dapat menjamin kehidupan dan penghidupan yang layak, keberdayaan masyarakat akan sangat sulit terwujudkan. Setidaknya terdapat 11 LSM/organisasi/kelompok yang juga terlibat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Malang. Rincian nama dan alamat LSM di Kabupaten Malang (Lampiran Tabel 45). Tidak hanya dukungan oleh LSM, peran serta masyarakat juga banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok tani, kelompokkelompok masyarakat peduli lingkungan serta perusahaan melalui CSR-nya. Peran serta CSR perusahaan selama tahun 2017 di Kabupaten Malang diantaranya yaitu bantuan pohon/bibit tanaman, penanaman tanaman produktif dan langka serta pemberdayaan masyarakat seperti melalui kegiatan pelatihan hidroponik (Lampiran Tabel 47B). Peran serta masyarakat melalui kelompok-kelompok masyarakat ini telah banyak menunjukkan keberhasilan yang terbukti dari penghargaan yang diberikan baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun di lingkup daerah Kabupaten Malang sendiri. Program kerja yang banyak melibatkan peran serta masyarakat diantaranya yaitu Program Kecamatan Berseri. Program Kecamatan Berseri merupakan program yang mengutamakan keterlibatan seluruh pilar pembangunan (pemerintah, masyarakat, swasta/dunia usaha) dalam membangun wilayahnya secara berkelanjutan berbasis lingkungan melalui kepemimpinan Camat di Kabupaten Malang. Program yang diikuti oleh semua kecamatan di Kabupaten Malang ini bertujuan untuk: a. Perubahan perilaku aparatur dan masyarakat secara kontinyu dalam

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-23


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

mengelola lingkungan hidup sekitarnya. b. Meningkatkan kepedulian dari masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. c. Meningkatkan peran serta masyarakat dengan aktifitas nyata guna meningkatkan kualitas lingkungan yang berkelanjutan. d. Membangkitkan gerakan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan melalui bank sampah, ekowisata. Isu lingkungan hidup sebagai bagian dari strategi pembangunan Kabupaten Malang terus digenjot dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan lestari, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tingkat masyarakat. Penganugerahan Kecamatan Berseri diharapkan mampu membuat masyarakat dengan inisiatif dan contoh ASN tumbuh kesadarannya dalam menjaga lingkungan sekitarnya. Penganugerahaan Kecamatan Berseri bertumpu pada penilaian mengenai pengolahan sampah, perluasan Ruang Terbuka Hijau, pengendalian pencemaran air, dan kreatifitas yang menghasilkan inovasi di 33 kecamatan. Indikator tersebut telah dilakukan penilaian secara langsung selama dua minggu oleh tim dari TP. PKK Kab. Malang, Pusat Studi Lingkungan Hidup Uversitas Brawijaya dan LSM Spectra. Dari 33 kecamatan yang dinilai, yang lolos dan mendapatkan apresiasi berbentuk fasilitas fisik alat-alat persampahan dan uang pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

Gambar IV.5 Malam penganugerahan Kecamatan Berseri oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna di Pendopo Agung Kabupaten Malang.. Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-24


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5

INOVASI DAN PENGHARGAAN (INNOVATION & REWARDS) Inovasi terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dalam

rangka meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup di berbagai bidang yang melibatkan peran serta masyarakat dan pejabat di lingkup Kabupaten Malang. Berbagai penghargaan di bidang lingkungan juga telah diraih sebagai bentuk apresiasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah. 4.5.1

Inovasi Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, Pemerintah

Kabupaten Malang telah melakukan inovasi di berbagai bidang diantaranya bidang persampahan, adaptasi dan mitigasi bencana, rehabilitasi lingkungan, pengawasan lingkungan (Amdal, UKL-UPL, dan SPPL), dan penegakan hukum. 4.5.1.1 Pengelolaan Persampahan Inovasi-inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam pengelolaan sampah, dikembangkan dan dilaksanakan guna mencegah dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.. Beberapa inovasi dimaksud meliputi: 4.5.1.2 TPA Sebagai Tempat Wisata Edukasi Paradigma selama ini, TPA sebagai tempat pemrosesan akhir sampah merupakan tempat yang kotor, berbau dan tidak layak untuk dikunjungi. Dimana timbulnya bau terutama dipicu adanya timbulan sampah yang menyebabkan terciptanya gas CH4 (Metan) yang bisa berupa bau busuk yang menyebar ke udara. Perintah Kabupaten Malang berupaya mengubah paradigma tersebut dengan memanfaatkan gas metan yang dihasilkan oleh sampah, serta membangun dan mengelola TPA menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi bahkan sebagai tempat wisata edukasi. Dua dari empat TPA yang ada di Kabupaten Malang yakni TPA Talangagung di Kecamatan Kepanjen dan TPA Paras Kecamatan Poncokusumo telah dikembangkan sebagai tempat wisata edukasi. TPA Talangagung saat ini mampu memproses sampah 145 ton/hari dengan luas lahan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-25


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4,36 Ha dan tambahan perluasan lahan di tahun 2017 seluas 0,9322 Ha. Sedangkan TPA Paras dengan luas 1,63 Ha saat ini mampu memproses sampah 80 m3/hari. TPA Talangagung dan TPA Paras juga merupakan tempat pengelolaan sampah terpadu yang telah memilah sampah organik dan sampah non-organik lalu ditimbun menggunakan tanah. Di kedua lokasi ini juga dikembangkan inovasi penangkapan dan pemanfaatan gas metan dari timbulan sampah yang selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat sebagai bahan bakar alternatif oleh warga sekitar TPA. Gas metan yang dihasilkan juga dibuat untuk tempat pemandian air hangat yang disebut oleh para pengelola sebagai “Air Anget Susu Tante Jupe” akronim dari Air Anget Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan dan Juga Pemaksaan, yang artinya air mandi tersebut dananya diperoleh dari sumbangan sukarela masyarakat setempat dan partisipasi pihakswasta. Pada Tahun 2017 di TPA Paras Poncokusumo juga dibangun sarana mandi air hangat dan sarana untuk kegiatan olah raga futsal. Selain sebagai tempat wisata edukasi, TPA ini juga dimanfaatkan sebagai sarana fasilitasi komunitas lingkungan, pelaku usaha dan pemerintah daerah Kabupaten Malang diantaranya sebagai tempat diskusi lingkungan “JAGONG MATON” serta sarana bumi perkemahan untuk Jambore Sampah dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung upaya pengelolaan lingkungan hidup.

Gambar IV.6 TPA Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkunga Hidup, 2017

Sebagai pusat wisata edukasi, TPA Talangagung telah berhasil meraih RewardTop 25 Pelayanan Publik oleh Kementerian PAN dan RB pada tahun 2015

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-26


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dan di tahun 2016 telah dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kementerian PAN dan RB dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam rangka Replikasi Inovasi Pelayanan Publik TPA Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen. TPA Wisata Edukasi Talangagung ini telah direplikasi oleh lebih dari 80 kota/ kabupaten di Indonesia. Tercatat jumlah kunjungan ke TPA Wisata Edukasi pada tahun 2017 sebanyak 2.912 orang sehingga akumulasi jumlah pengunjung mulai dari tahun 2014 sampai dengan 2017 mencapai 12.183 orang dari unsur akademisi, pemerintah daerah, pemerintah pusat bahkan dari beberapa dari negara sahabat.

Gambar IV.7 TPA Paras Poncokusumo Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup, 2017

4.5.1.3 Pemanfaatan Gas Metan Sampah Pada TPA Talangagung dan Paras ini dilakukan inovasi penangkapan dan pemanfaatan gas metan dari timbulan sampah. Gas metan murni yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan dari gas metan telah dirasakan oleh masyarakat sekitar TPA Talangagung sampai saat ini telah tersambung saluran gas metan ke masyarakat sejumlah 200 KK disekitar lokasi TPA Talangagung dan 165 KK di sekitar TPA Paras Poncokusumo. Inovasi sederhana yang dikembangkan di TPA Paras melalui pemanfaatan gas metan sampah dengan menggunakan bahan bambu petung. Bambu petung sebagai salah satu tumbuhan lokal yang banyak terdapat di sekitar lokasi TPA

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-27


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dipilih sebagai alternatif bahan yang murah dan mudah didapat untuk pemanfaatan penangkap gas metan dari sampah yang tertimbun di TPA. Bambu petung dipasang pada lokasi timbunan sampah, kemudian dilakukan penyetelan penangkap gas metan. Selanjutnya gas metan didistribusikan ke permukiman warga sebagai bahan bakar alternatif untuk kompor gas. Pemanfaatan gas metan ini dimulai pada tahun 2010 dengan kapasitas pengolahan gas metan saat ini adalah sebesar 80 m3/hari. Teknologi sederhana ini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cempoko Mulyo, dengan jumlah pemanfaat saat ini sebanyak 165 KK yang dikelola dengan iuran sebesar Rp 5000,- perbulan. Teknologi sederhana ini memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungan dari teknologi ini adalah bahan bambu mudah didapat, murah biayanya, bahan bambu tahan terhadap tekanan alat berat dan panas, tangkapan dan tekanan gas metan sangat tinggi, pengoperasian dan pemeliharaan sangat simpel dan mudah untuk

dipindahkan.

Sedangkan

kelemahannya

adalah

proporasi

bambu

memerlukan ketelatenan, termasuk pada serutan harus menyamakan diameter bambu dengan diameter pipa PVC (loop) sehingga memerlukan ketelatenan dan ketelitian. Kelemahan lainnya loop penangkap gas metan dari PVC tidak kuat menerima tekanan. 4.5.1.4 TPST 3R Mulyoagung Bersatu Upaya pengurangan sampah yang dilakukan adalah dengan pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R. Tercatat sampai dengan 2017 setidaknya terdapat 87 TPS3R di wilayah Kabupaten Malang. Salah satu TPST 3R yang menjadi pionir adalah TPST 3R Mulyoagung Bersatu. Latar belakang didirikan TPST 3R Mulyoagung Bersatu bermula dari munculnya berbagai permasalahan yang timbul akibat adanya sampah di Desa Mulyoagung. Permasalahan tersebut antara lain:

1)

Terjadinya pencemaran lingkungan

khususnya untuk Daerah Aliran Sungai Brantas yang sebelumnya dijadikan untuk TPA sampah dari Desa Mulyoagung,

2)

Tidak adanya penangkapan terhadap

sampah, padahal jumlah volume sampah setiap hari semakin bertambah,

3)

Banyaknya lahan yang dimiliki oleh Desa Mulyoagung yang tidak dimanfaatkan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-28


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dengan baik meski jumlah pengangguran di Desa Mulyoagung terbilang cukup banyak. Adanya berbagai masalah diatas, memicu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Mulyoagung yang di ketahui oleh Bapak F. Supadi untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST ini merupakan sebuah bentuk usaha yang mengolah sampah agar memiliki nilai jual dan bermanfaat. Pengolahan sampah yang dilakukan salah satunya menghasilkan produksi pupuk organik. Dari pengolahan sampah menjadi pupuk organik ini juga mendapatkan memberikan manfaat lebih dari proses yang terjadi diantaranya mendapatkan belatung yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikan pada budidaya ikan. Di TPST ini juga dilakukan pemanfaatan limbah sisa makanan yang dikeringkan dan digiling untuk diolah menjadi pakan ternak (hewan jenis unggas) maupun pupuk sisa yang dimanfaatkan sendiri untuk menanam tanaman toga di area sekitar TPST. Saat ini TPST 3R Mulyoagung Bersatu telah memiliki 87 pegawai. Masing-masing pegawai tersebut mendapatkan upah minimal sebesar Rp 1.200.000,00 sampai maksimal Rp 2.450.000,00 setiap bulan. TPST Mulyoagung Bersatu telah mempunyai beberapa peralatan pendukung yang memperlancar proses pengolahan sampah yang dilakukan, antara lain mesin pencacah sampah organik dan sampah plastik, mesin pengayak, kendaraan pengangkut sampah roda 3, dump truk, mesin pres plastik, mesin penjahit karung, mesin katrol, timbangan, mixer kompos, genset dan mesin pompa air. Adapun sarana yang ada meliputi 3 unit fasilitas hanggar untuk pemilahan sampah orgnaik, pemilahan sampah an organik, pemprosesan sampah organik menjadi pupuk, ruang administrasi, ruang KSM, pos jaga, gudang, sarana MCK, ruang pertemuan, musholla kolam ikan dan kandang ternak unggas.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-29


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.8 Proses Kerja TPST Mulyoagung Bersatu Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Kegiatan yang dilakukan di TPST 3R ini meliputi proses pemilahan sampah, dan pengolahan menjadi pupuk organik mencapai 2 ton/hari. Pupuk organik ini dibagikan untuk membantu kegiatan cocok tanam warga sekitar secara gratis. Dari proses pemilahan sampah an organik setidaknya terdapat 359 jenis produk yang dipilah, yang selanjutnya dikelompokkan menjadi 66 paket versi pabrik daur ualng. Hasil pemilahan sampah lainnya dimanfaatkan untuk budidaya ternak bebek (pemanfaatan limbah nasi) yang bekerjasama dengan 3 peternak bebek dan unggas lainnya serta budidaya ikan untuk memutus siklus lalat. TPST 3R Mulyoagung Bersatu membuat ide untuk mengatasi sampah karena sebelumnya sebagian besar sampah tersebut ditimbun/dibuang di pinggir Sungai Brantas dan apabila di musim penghujan maka timbunan sampah tersebut akan hanyut dan ikut aliran air hujan yang dapat mencemari air baku Sungai Brantas bahkan menimbulkan banjirnya. Saat ini setidaknya terdapat 85 TPS3R yang menjadi binaan TPST3R Mulyoagung yang tersebut pada seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-30


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5.1.5 Jambore Sampah Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Jambore Sampah untuk kali pertama di tingkat daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Pembukaan Jambore Sampah Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 ini dibuka langsung oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wisata Edukasi Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Jambore Sampah Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 ini, digelar selama dua hari, dari tanggal 23 sampai dengan 24 Februari 2017. Adapun para peserta jambore sekitar 300 orang peserta, terdiri dari perwakilan pelajar siswa SMP, SMK, SMA, Perguruan Tinggi serta dari Kelompok Komunitas Peduli Lingkungan lingkup Kabupaten Malang. Moment ini diharapkan dapat menjadi wadah guna membudayakan kepedulian masyarakat terhadap sampah dan lingkungan hidup, sehingga tercipta lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari dimana hal ini juga merupakan salah satu strategi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang yakni meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Selain itu Kegiatan Jambore Sampah dimaksudkan untuk mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan untuk mencapai target Kabupaten Malang bebas sampah pada Tahun 2020. Pengelolaan sampah secara baik dan benar melalui Bank Sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah TPS3R merupakan salah satu upaya untuk mendukung target tersebut, sehingga dengan terkelolanya sampah di sumbernya oleh masyarakat akan dapat mengurangi sampah yang di bawa ke TPA, yang akan membawa manfaat umur TPA akan lebih lama.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-31


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.9 Jambore Sampah di TPA Wisata Edukasi Talang Agung Kepanjen Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Gambar IV.10 Deklarasi Dukungan Kabupaten Malang Bebas Sampah Tahun 2020 Oleh Para Camat. Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kab. Malang antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang. Juga dilaksanakan deklarasi peduli sampah guna mendukung Kabupaten Malang bebas sampah pada tahun 2020, oleh para Camat sebagai aksi peduli sampah nasional dan salah satu strategi Madep Manteb Maneteb, yakni meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Selain itu Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, dan Wakil Bupati Malang juga melakukan aksi tanam pohon di lokasi TPA Wisata Edukasi Talangagung.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-32


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.11 Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup, 2017

Dalam rangkaian Peringatan Hari Sampah Nasional Tahun 2017 sebelumnya diawali dengan Apel Pelayanan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.Apel pelayanan sampah diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari karyawan Dinas Lingkungan Hidup termasuk Unit Pelaksana Teknis Persampahan dengan pasukan kebersihannya, para pegiat lingkungan serta Komunitas pencinta lingkungan. Gelar Apel Pelayanan Sampah sebagai rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 yang diperingati pada tanggal 21 Februari merupakan pembukaan pada serangkaian kegiatan yang sudah direncanakan seperti Jambore Sampah Kab. Malang serta sarasehan pelaku industri, pada bulan hari peduli sampah ini. Dinas Lingkungan Hidup Kab Malang menggelar beberapa rencana program sebagai wujud dari kepedulian warga masyarakat Kabupaten Malang dalam mengelola persampahan.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-33


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5.1.6 Jagong Maton Jagong maton merupakan forum komunikatif untuk menjaring aspirasi dari bawah guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait beberapa isu lingkungan yang ada di Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di TPA Wisata Edukasi Talang Agung Kepanjen pada tanggal 9 Februari 2017. Acara ini dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dengan mengundang para pelaku penggiat konservasi baik dari pemerintah, masyarakat maupun swasta. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi dan kegiatan-kegiatan yang dapat disinergikan antar semua elemen sehingga kedepan dapat mencapai tujuan untuk kelestarian lingkungan hidup Kabupaten Malang yang berkelanjutan. Ada beberapa poin dari pertemuan ini yaitu: 1.

Inventarisasi daerah konservasi dan terdegradasi.

2.

Inventarisasi potensi masalah lingkungan hidup mulai dari hulu sampai hilir.

3.

Sinergitas elemen baik perusahaan, instansi, akademisi dan peran serta masyarakat.

4.

Sistem pengawasan dan audit bersama lingkungan hidup terhadap perusahaan dan pelaku wisata dengan melibatkan seluruh elemen stakeholder

5.

Peningkatan komunikasi antara Dinas Lingkungan Hidup dengan organisasi pegiat lingkungan dengan membuat forum komunikasi dan agenda pertemuan rutin 1 (satu) bulan sekali.

Gambar IV.12 Kegiatan Jagong Maton Bagi Pelaku Industri dan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-34


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Se7lain melibatkan kelompok masyarakat/komunitas peduli lingkungan, LSM dan para pelaku usaha/kegiatan, acra ini juga diikuti oleh Ngalam Waste Bank (NWB). NWB sebagai perkumpulan Bank Sampah Kabupaten Malang menjadi salah satu peserta dengan harapan bisa memberikan masukan positif kepada pemerintah selain program serta kegiatan-kegiatan yang sudah dikerjakan sebelumnya bagi lingkungan khususnya dalam pengelolaan sampah. 4.5.1.7 Waste to Energy (WTE) Pemerintah Kabupaten Malang melalui leading sektor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berinovasi dalam mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan. Tahun 2017 bekerjasama dengan KLHK dan United Nation Economics and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) mulai mengembangan pilot project Integrated Resource Recovery Centre (IRRC) melalui pembangunan pembangkit energi listrik (waste to energy) berbasis sampah di Mantung, Kecamatan Pujon. Program Waste to Energy (WTE) ini merupakan salah satu teknologi yang memanfaatkan sampah organik dari pasar Mantung, Kecamatan Pujon untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik. Sebelumnya Pemerintah Kabupaten sudah melakukan penandatanganan MoU tentang pengelolaan persampahan antara Dirjen Persampahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna pada 18 September 2017 lalu di gedung Kemen LHK, Jakarta Pusat. Maksud dan tujuan penandatanganan program waste to energy dilakukan sebagai wujud konsistensi Pemerintah Kabupaten Malang terhadap pengelolaan sampah. Komitmen pembangunan persampahan berwawasan lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Malang semakin menguatkan peran Kabupaten Malang di kancah nasional. Kabupaten Malang terus mendapat apresiasi dengan kerjasama efektif yang dibangun Bupati Malang yang diikuti dengan mengalirnya berbagai bantuan dari negara dan lembaga donor. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pemerintah pusat dan lembaga internasional kepada Pemerintah Kabupaten Malang, hingga terpilihnya Kabupaten Malang sebagai Pilot Project pembangunan Integrated Resource

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-35


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Recovery Center (IRRC). Manfaat yang akan diperoleh dengan program WTE tersebut, selain gas dan listrik yang nantinya dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat, volume operasional pengelolaan sampah akan berkurang dengan sendirinya.

Gambar IV.13 Integrated Resource Recovery Centers Mantung-Pujon, Kabupaten Malang Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Komitmen pembangunan persampahan berwawasan lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Malang semakin menguatkan peran Kabupaten Malang di kancah nasional. Kabupaten Malang terus mendapat apresiasi dengan kerjasama efektif yang dibangun Bupati Malang yang diikuti dengan mengalirnya berbagai bantuan dari negara dan lembaga donor. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pemerintah pusat dan lembaga internasional kepada Pemerintah Kabupaten Malang, hingga terpilihnya Kabupaten Malang sebagai Pilot Project pembangunan Integrated Resource Recovery Center (IRRC). Manfaat yang akan diperoleh dengan program WTE tersebut, selain gas dan listrik yang nantinya dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat, volume operasional pengelolaan sampah akan berkurang dengan sendirinya. Melalui WTE ini akan dikelola sampah organik dari Sub Terminal Agribisnis (STA) Pasar Mantung sebanyak 2 ton /hari menjadi energi setara dengan 20 KVA sampai dengan 30 KVA. Energi ini selanjutnya akan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-36


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

dimanfaatkan oleh Âą 50 kios di pasar Mantung. Selain itu dari pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga akan menghasilkan pupuk organik Âą 400 kg. 4.5.1.8 Kampung Ramah Anak Ramah Lingkungan (Karling) Pemerintah mengemban amanah pemenuhan hak partisipasi anak sesuai dengan pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hak partisipasi merupakan salah satu hak dasar anak untuk mengemukakan dan didengar pendapat dan/atau aspirasinya.

Gambar IV.14 Kegiatan Sosialisasi Kampung Ramah Anak Ramah Lingkungan Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Melalui pendampingan kampung ramah anak dan ramah lingkungan merupakan salah satu bentuk untuk mewujudkan bagaimana anak diberikan tempat untuk tumbuh kembang dan mendapatkan pendidikan lingkungan hidup dikampungnya. Terbentuknya forum atau wadah bagi anak â&#x20AC;&#x201C; anak untuk memperkuat peran anak mendapatkan perlindungan dan hak-hak anak serta pendidikan lingkungan hidup secara berkesinambungan. Pemerintah Kabupaten Malang telah melaksanakan kegiatan Kampung Ramah Anak Ramah lingkungan (Karling) di Kampung Baru RT 04 RW 04 Kelurahan Kepanjen Kecamatan Kepanjen. Isi dari kegiatan ini antara lain: LiSA (Lihat Sampah Ambil), pembuatan Biopori,

5)

3)

1)

Sosialisasi untuk tidak merokok,

Pilah sampah dari rumah,

4)

2)

Pelatihan 3R dan

Pelatihan dan pengadaan tanaman hidroponik. Monitoring

terus dilakukan setiap minggu kedua dan keempat setiap bulannya dengan mengadakan lomba-lomba yang diinisiasi oleh anak-anak Karling sendiri.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-37


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kegiatan ini berdampak positif bagi anak-anak, selain meningkatkan aspek motorik anak juga menghindarkan anak dari perbuatan yang tercela dan merugikan diri sendiri seperti memakai narkoba. 4.5.1.9 Fashion Show 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Fashion show 3R dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan stimulus kreatifitas dalam mengelola sampah. Lomba fashion show bertema lingkungan dengan konsep 3R digelar dipantai Balekambang bertepatan dengan rangkaian acara Malang Beach Festival pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1257. Sebanyak 74 peserta fashion show mengeluarkan semua kretaifitasnya dalam mengikuti lomba tersebut. Kreatifitas para peserta langsung dinilai oleh para juri, yang salah satunya adalah ketua Tim PKK Kab Malang. Pemenang lomba diharapkan dapat menjadi inspirator dalam menumbuhkan kreatifitas terhadap pengelolaan sampah melalui upaya pengurangan, pemakaian kembali dan pendaur ulangan sampah.

Gambar IV.15 Lomba Fashion Show 3R 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup, 2017

4.5.1.10

LiSA (Lihat Sampah Ambil)

LiSA atau kepanjangan dari Lihat Sampah Ambil, merupakan salah satu jargon yang terus didengungkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian semua pihak agar turut serta dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan mengelola sampah dengan baik. Dimulai dari hal yang sangat sederhana, yakni mengambil sampah yang

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-38


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

tercecer dan membuangnya ke tempat sampah yang ada dimanapun kita menjumpainya. Gerakan LiSA ini digaungkan dibanyak tempat sepeti LiSA go to school, LiSA go to office, LiSA go to river, LiSAgo to market dan sebagainya.

Gambar IV.16 Gerakan Lihat Sampah Ambil atau LiSA Sumber: Dinas Lingkungan Hidup, 2017

4.5.1.11

Komunitas Sekolah Sungai

Terkait dengan upaya penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Malang membentuk komunitas sekolah sungai guna mencegah bencana alam. Dalam pelaksanaannya, dibuka dengan apel yang diikuti oleh 1.000 orang yang terdiri dari relawan petugas BPBD Kabupaten Malang dan petugas PMI Kabupaten Malang. Sekolah sungai pertama kali digelar di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sekolah Sungai diadakan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai guna menghindari bencana alam. Kegiatan sekolah sungai penting bagi keberlangsungan alam ke depannya, terutama keberadaan sungai. Mengingat, sumber air merupakan salah satu sumber kebutuhan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Namun, saat air yang mengalir tersebut tak terkendali, sehingga bencana mengancam kehidupan peradaban dan ekosistem. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini dapat meminimalisir risiko bencana yang terjadi. Pada kesempatan ini juga dibentuk Komunitas Sungai. Terdapat 50 anggota yang tergabung dalam komunitas ini. Ke depannya anggota komunitas ini diharapkan dapat melakukan sosialisasi melestarikan sungai guna meminimalisir risiko dari dampak terjadinya bencana alam.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-39


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.17 Apel 1.000 Orang Relawan Pada Acara Sekolah Sungai di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing wetan Sumber: BPBD Kabupaten Malang, 2017

4.5.1.12

Pengembangan Ekowisata

Pengembangan pariwisata menjadi salahsatu prioritas utama Kabupaten Malang pada perencanaan jangka menengah. Pengembangan pariwisata alam terutama banyak dirahkan pada ekowisata sehingga dapat bersinergi dengan upaya meningkatkan kualitas dan fungsi lingkungan hidup yang juga menjadi salah satu priotitas utama Kabupaten Malang. Salah satu ekowisata yang dikembangkan adalah wisata Boonpring di Desa Andeman Kecamatan Turen. Wisata Boonpring ini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kesegaran telaga dari sumber mata air tetapi juga sekaligus sebagai tempat pelestarian keanekaragaman hayati terutama untuk spesies bamboo. Di lokasi ini ditanam sedikitnya 65 jenis spesies bamboo. 4.5.2

Adaptasi dan Mitigasi Bencana Proses perubahan iklim yang pelan namun pasti ini memberikan dampak

yang cukup serius dan mengkhawatirkan bagi penduduk bumi sebab mengancam kehidupan manusia. Merebaknya wabah penyakit, terjadinya bencana kekeringan, banjir, longsor, dan bencana-bencana lain, serta berubahnya kondisi udara yang menjadi semakin kotor adalah dampak dari perubahan iklim ini. Kawasan yang paling tinggi terkena dampak perubahan iklim salah satunya adalah kawasan Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-40


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengenai Kajian Risiko dan Adaptasi Perubahan Iklim (KRAPI) tahun 2012, kawasan Malang Raya memiliki iklim Monsun (musim dingin/hujan yang kering dan musim panas/kemarau yang basah). Situasi ini ditengarai disebabkan oleh kenaikan suhu sebesar 0,69 0 C sepanjang 25 tahun terakhir. Di sisi lain, kawasan ini juga memiliki curah hujan ekstrim yang rata-rata meningkat 5% hingga 2030 dibandingkan kondisi saat ini. Inovasi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadapi hal ini adalah: 4.5.2.1 Desa Tangguh Bencana Terkait dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim khususnya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Kabupaten Malangmembentuk Desa Tangguh Bencana (BTD). Tujuannya agar warga desa setempat memiliki persiapan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Misalnya bencana gunung meletus, banjir dan tanah longsor. Tercatat telah ada 20 desa dari 378 desa di Kabupaten Malang yang dinyatakan tangguh bencana. Ketangguhan bencana masing-masing desa berbeda, mulai dari tingkat utama hingga pratama. Ada beberapa klasifikasi desa yang dijadikan tangguh bencana. Salah satunya berdasarkan kekerapan dan topografi wilayah. Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat dibekali pengetahuan menghadapi bencana, mulai dari asessment atau pendataan, cara penanggulangan bencana hingga jalur evakuasi. Beberapa desa yang sudah dinyatakan tangguh bencana banjir adalah Desa Sitiarjo, Sumawe dan Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo. Beberapa desa lainnya yakni Desa Ngadas dan Gubuk Klakah di Kecamatan Poncokusumo telah dinyatakan mempunyai ketangguhan bencana gunung meletus, karena lokasinya dekat dengan Bromo, termasuk Desa Pandansari di Ngantang yang dekat dengan Gunung Kelud.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-41


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.18 Simulasi menghadapi bencana gunung meletus di salah satu DTB di Poncokusumo, Kabupaten Malang Sumber: Dokumentasi BPBD, 2017

4.5.2.2 Pena Sekolah Pemerintah Kabupaten Malang melalui BPBD Kabupaten Malang mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah dalam rangka pengenalan Program Pengurangan Risiko Bencana disekolah atau disebut Pengenalan Bencana di Sekolah (PENA SEKOLAH). Sekolah merupakan sarana yang tepat untuk melakukan sosialisasi terhadap pengurangan risiko bencana di kalangan anak. Usia sekolah merupakan usia yang rentan mengalami risiko bencana. Tercatat di beberapa lokasi bencana banyak anak usia sekolah yang menjadi korban. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap bencana. Adapun materi yang dibahas antara lain mengenai kebencanaan, baik macam-macam bencana serta bagaimana cara mengatasi jika terjadi bencana di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal para siswa/siswi. Sosialisasi juga dilakukan melalui pemutaran bermacam-macam dokumentasi/film animasi tentang bencana, agar siswa/siswi lebih mudah mengerti dan memahami.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-42


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.19 Sosialisasi Program Pengenalan Bencana di Sekolah (Pena Sekolah) Sumber: Dokumentasi BPBD, 2017

Adapun pokok bahasan yang disampaikan sebagai berikut: 1. Bencana Banjir dan Longsor 2. Bencana Gunung Api 3. Bencana Tsunami 4. Bencana Gempa Bumi 5. Bencana Kebakaran 6. Bencana Puting Beliung 7. Penyelamatan Diri Ketika ada Bencana di Sekolah 4.5.2.3 Sekolah Lapang Iklim (SLI) Komitmen Pemerintah Kabupaten Malang yang telah menjadikan masalah lingkungan hidup ini sebagai isu strategis dan perhatian dalam proses pembangunan daerah, diimplementasikan melalui berbagai upaya seperti melatih masyarakat untuk tanggap bencana, memperkuat dan memperbanyak desa tangguh bencana, dan melakukan mitigasi pengurangan resiko ketika terjadi bencana. Upaya lainnya terkait adaptasi atas perubahan iklim juga telah dilakukan melalui upaya reboisasi sabuk hijau bantaran sungai dan pencegahan penebangan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-43


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

hutan secara serampangan baik oleh masyarakat maupun oleh pihak perusahaan, serta pembuatan biopori pada kawasan terbuka hijau di perkotaan. Selain itu upaya adaptasi atas perubahan iklim juga dilakukan melalui program Sekolah Lapang Iklim dan program Kampung ProKlim. Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang telah dilakukan di di Kabupaten Malang yaitu di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur. Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang merupakan salah satu desa dampingan USAID â&#x20AC;&#x201C; dengan Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) bersama Pokja Perubahan Iklim Kabupaten Malang. Salah satu tindak lanjut dalam mengembangkan ketangguhan masyarakat desa untuk mengelola risiko iklim di bidang pertanian, USAID APIK bersama dengan BMKG Malang, Pokja Perubahan Iklim Kabupaten Malang dan Pemerintahan Desa Wonokerto sepakat melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

Gambar IV.20 Pembukaan SLI Tebu Sumber: Dokumentasi BAPPEDA, 2016

Sekolah Lapang Iklim Tebu adalah proses pembelajaran bersama petani tebu dengan aspek iklim sebagai pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumber daya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga lebih efisien, produktivitas tinggi, dan berkelanjutan dalam

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-44


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

menjalankan usaha. Durasi sekolah lapang iklim ini dilaksanakan

selama 12

bulan dengan diikuti oleh 25 peserta dari petani tebu. Sekolah Lapang Iklim tebu Desa Wonokerto ini untuk menjawab kebutuhan lapang tentang perlunya peremajaan benih tebu sebagai solusi ketahanan pangan di Desa Wonokerto dan Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil kajian kerentanan dan survei penggunaan informasi cuaca dan iklim (CWI Assesment) yang di lakukan pada tahun 2016 menjukkan potensi pertanian di Desa Wonokerto adalah pertanian tebu sejumlah 80%, dan diketahui

hampir 7-12 kali panen benih tebu belum pernah

diperbaharui. Berdasarkan hasil diskusi tim USAID APIK dengan ahli tebu dari kantor

Pusat

Penelitian

Perkebunan

Gula

Indonesia

(P3GI)

Pasuruan

mengindikasikan bahwa penggunaan bibit melebihi dari tiga kali masa panen dan ketidakpastian cuaca berisiko mengurangi kuantitas hasil gula.

Gambar IV.21 Kegiatan Sekolah Lapangan Iklim Tebu Sumber: Dokumentasi BAPPEDA, 2016

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-45


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5.2.4 Program Kampung Pro Iklim (PROKLIM) Upaya adaptasi atas perubahan iklim lainnya yaitu program Kampung Pro Iklim (Proklim). Telah dilakukan dampingan dan pembinaan terhadap beberapa desa dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menuju Desa Proklim. Upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan antara lain melalui pemanenan air hujan, peresapan air, perlindungan sumber mata air, penghematan penggunaan air, pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir serta pembuatan terasiring (mencakup saluran peresapan, saluran pembuangan air, tanaman pembuat teras). Berkaitan dengan upaya peningkatan ketahanan pangan, di desa-desa Proklim telah dilakukan pengaturan sistem pola tanam, sistem irigasi/drainase, pertanian terpadu (integrated farming /mixfarming),penganekaragaman tanaman pangan, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman, ternak, dan ikan di halaman rumah. Di desa-desa ini juga telah dikembangkan upaya yang berkaitan dengan pengendalian penyakit terkait iklim melalui pengendalian vector, sanitasi dan air bersih, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengeloaan sampah, limbah padat, dan cair. Selain itu juga dilakukan upaya pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan penghematan energi, melakukan budidaya pertanian, konservasi dan meningkatkan tutupan vegetasi, serta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan/lahan. Sampai dengan tahun 2017 terdapat 3 desa yang telah diakui secara nasional melalui raihan penghargaan Kampung Pro Iklim sebagai desa yang tanggap dan telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Ketiga desa dimaksud adalah : Desa Argosari Kecamatan Jabung, Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon dan Desa Rejosari Kecamatan Bantur. Selanjutnya dampingan dan pembinaan intensif juga telah dilakukan pada 3 (tiga) desa lainnya sebagai calon Proklim yakni Wonosari, Madiredo Kec. Pujon dan Sanankerto Kec. Turen.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-46


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Gambar IV.22.

Upaya adaptasi dan mitigasi melalui Proklim

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

4.5.3

Rehabilitasi Lingkungan Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas

maupun kuantitasnya, dengan kata lain lingkungan hidup dapat mengalami secara kualitas dan kuantitas. Penurunan kualitas lingkungan hidup akan mengakibatkan terganggunya fungsi lingkungan apabila tidak dilakukan upaya

pemulihan.

Pemulihan fungsi lingkungan hidup diantaranya dapat dilakukan dengan cara rehabilitasi lingkungan. Realisasi kegiatan fisik rehabilitasi lingkungan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang diantaranya adalah dalam bentuk kegiatan penghijauan dan reboisasi. Penghijauan adalah usaha untuk menanam pohon dan tumbuhan di tempat yang dianggap bisa menjadi tumbuh kembang tumbuhan tersebut. Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah gundul atau tandus, tidakan reboisasi ini untuk menanami hutan yang gundul akibat di tebang atau akibat bencana alam. Tujuan dari reboisasi ini yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia melalui kualitas peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan, maka dapat menghindarkan lingkungan hidup dari

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-47


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi dapat menanggulangi pemanasan global/global warming. 4.5.3.1 Gerakan Penanaman 10.000 Pohon Dinas Lingkungan Hidup mencanangkan penanaman 10.000 pohon khususnya di sekitar sumber mata air sebagai upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap sumber mata air yang pada dasawarsa akhir-akhir ini mempunyai kecenderungan menurun secara kuantitas. Gerakan penanaman 10.000 pohon ini dilakukan pada 40 sumber mata air. Gerakan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen antara lain dengan perusahaan, Kesatuan Angkatan Darat dan Udara (Lanud Abd Saleh, Korem, Kodim) Perguruan Tinggi (UB Forest) serta masyarakat/kelompok peduli lingkungan.

Gambar IV.23 Kegiatan Penghijauan Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

4.5.3.2 Menuju Provinsi Hijau Upaya peningkatan tutupan lahan atau vegetasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang salah satunya melalui dukungan kegiatan provinsi melalui Program Menuju Provinsi Hijau (MPH). Melalui program ini dengan bekerjasama dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, PU SDA, PU Binas Marga, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, juga melibatkan para pemangku kepentingan lainnya seperti Perum Perhutani KPH Malang, , UPT Dinas Kehutanan Wilayah V Provinsi Jatim, PDAM, Koramil, Perum Jasa Tirta dan pihak swasta melalui Coorporate Social Responsibility (CSR), serta

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-48


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Perguruan Tinggi dan masyarakat/LSM, telah dilakukan kegiatan penghijauan yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Malang. Kecamatan Donomulyo merupakan kecamatan dengan jumlah penanaman pohon terbanyak yaitu sebanyak 256.339 batang pohon dengan luas lahan 640,85 ha. Secara keseluruhan pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan penghijauan di sebanyak 1.562.362 batang pohon di lahan seluas 3.905,91 ha (Lampiran Tabel 14).

Gambar IV.24 Penanaman untuk peningkatan tutupan vegetasi/lahan Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkugan Hidup, 2017

4.5.3.3 AMDAL, UKL-UPL, DAN SPPL Perwujudan upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dapat dilakukan melalui pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Terdapat beberapa instrumen yang dapat digunakan, diantaranya adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Selain dokumen Amdal dan UKL-UPL, terdapat jenis dokumen lain sebagai instrumen pencegahan kerusakan lingkungan hidup yaitu SPPL atau SPKPPLH (Surat Pernyataan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-49


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). SPPL atau SPKPPLH diwajibkan bagi setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib Amdal maupun UKL-UPL. Pada tahun 2017 terdapat perizinan dokumen UKL-UPL sebanyak 71 dokumen yang sebagian besar berupa kegiatan fisik berupa fasilitas perindustrian, peternakan, fasilitas kesehatan sedangkan untuk SPPL terdapat 63 dokumen yang sebagian besar berupa kegiatan fisik berupa fasilitas perindustrian, fasilitas kesehatan dan peternakan. Gambaran usaha atau kegiatan yang dilengkapi dengan dokumen AMDAL, UKL-UPL dan SPPL di Kabupaten Malang tahun2017 dapat dilihat pada lampiran Tabel 34. Akumulasi kegiatan/usaha yang telah dilengkapi dengan dokumen pengelolaan lingkungan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2017 disajikan pada lampiran Tabel 34A.

Gambar IV.25 Dokumen Lingkungan Kegiatan/usaha dari Tahun 2011-2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya mendorong kesadaran pelaku usaha dan/atau kegiatan untuk melengkapi kegiatan usahanya dengan dokumen pengelolaan lingkungan baik berupa Amdal, UKL UPL maupun SPPL dan izin lingkungannya. Sosialisasi pada para pelaku usaha dan atau kegiatan

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-50


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

tentang penyusunan dokumen lingkungan tersebut secara rutin dilakukan setiap tahun. Aspek lingkungan yang wajib ditaati oleh pelaku usaha/kegiatan adalah ketaatan terhadap pelaporan dokumen lingkungan yang dimiliki,

ketaatan

terhadap pengendalian pencemaran air dan udara, serta ketaatan terhadap pengelolaan limbah B3 yang dimiliki. Dalam rangka menilai tingkat ketaatan yang dilakukan oleh pelaku usaha/kegiatan, Pemerintah diwajibkan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha/kegiatan tersebut melalui dokumen lingkungannya. [CATEGORY Pengawasan Usaha/Kegaitan NAME], [VALUE], [PERCENTA GE]

[CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTA GE]

Gambar IV.26 Persentase Pengawasan Izin Lingkungan Tahun 2017 Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Dari kegiatan pengawasan yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang terhadap dokumen lingkungan (Amdal, UKL-UPL, SPPL), masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki dokumen lingkungan, belum rutin melaporkan kegiatan pemantauan dan pengelolaan lingkungan atau belum

melakukan

tindak

lanjutnya

(pelaporan

semester).

Pengawasan

usaha/kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2017 dilakukan pada 101 usaha/kegiatan. Hasil pengawasan menunjukan terdapat 21% usaha/kegiatan tidak taat. Kegiatan/usaha yang tidak taat pada umumnya karena masih belum melakukan pengelolaan lingkungan seperti dalam pengelolaan limbah cair, pengelolaan kualitas udara, dan pengelolaan limbah B3 (Lampiran Tabel 36). Pada tahun 2017, terdapat 16 perusahaan yang mengajukan izin mengolah limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) kepada Pemerintah Kabupaten

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-51


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Malang. Sebanyak 7 (tujuh) perusahaan atau sebesar 44% telah mendapatkan izin untuk mengelola limbah B3. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang rumah sakit, agroindustri gula, industri farmasi, kertas, amunisi dan pengolahan susu. Terdapat 4 (empat) perusahaan atau sebesar 25% masih dalam proses pengajuan izin pengolahan limbah B3 dan 3 (tiga) perusahaan atau sebesar 19% yang masih memerlukan tinjauan lokasi pengolahan limbah B3 nya serta 2 (dua) atau sebesar 12% perusahaan yang berkasnya dikembalikan. (Lampiran Tabel 35). Perusahaan yang mendapat izin mengelola limbah[CATEGORY B3

[CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

[CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTAGE] [CATEGORY NAME], [VALUE], [PERCENTAGE]

Gambar IV.27.

Persentase Pengawasan Izin Lingkungan Tahun 2017

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan saran tindak lanjut kepada pelaku kegiatan/usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketaatan para pelaku usaha terhadap pengendalian pencemaran air, udara, maupun pencemaran lainnya yang berdampak langsung kepada masyarakat. 4.5.4

Penegakan Hukum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup telah memberikan mandat kepada Instansi Pemerintah yang bertanggung jawab di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta aparat penegak hukum untuk mendayagunakan instrumen

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-52


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

penegakan hukum lingkungan, baik melalui penerapan sanksi administratif, penegakan hukum perdata (penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar dan melalui pengadilan), maupun penegakan hukum pidana. Berdasarkan Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 65 bahwa setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup,

maka Pemerintah memiliki kewajiban untuk

menindaklanjuti pengaduan lingkungan hidup sesuai dengan kewenangannya. Tindak lanjut pengaduan lingkungan tersebut dilakukan melalui tahapan inventarisasi dan klarifkasi pengaduan lingkungan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup. Proses tindak lanjut pengaduan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang meliputi rapat koordinasi sebelum melakukan verifkasi lapangan hingga proses penyegelan kegiatan usaha. Pengaduan lingkungan berasal dari pengaduan langsung maupun tidak langsung. Pengaduan tidak langsung berasal dari pengaduan melalui surat dan media sosial yang ditujukan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Padatahun 2017 terdapat 19 kasus (Lampiran Tabel 44) pengaduan lingkungan yang masuk di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Kasus-kasus tersebut mayoritas berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan, baik pencemaran udara, kebisingan, kelestarian sumber air maupun pencemaran akibat kegiatan pertambangan. Status kasus-kasus tersebut telah tertanganisemua. 4.5.5

Penghargaan di Bidang Lingkungan Hidup Salah satu ukuran keberhasilan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten

Malang dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat dilihat dari prestasi dan penghargaan yang diterima baik dari tingkat pusat maupun tingkat provinsi. Selain itu, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang juga memberikan apresiasi dengan memberikan penghargaan lingkungan kepada orang atau kelompok masyarakat

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-53


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

yang mempunyai kepedulian dan berjasa meningkatkan kualitas lingkungan. Sasaran kegiatan tersebut dimulai dari sekolah, desa, Perusahaan/Industri, baik kelompok maupun perorangan. Beberapa penghargaan tingkat nasional dan provinsi di bidang lingkungan hidup yang telah diperoleh antara lain, Nirwasita Tantra Adipura, Proper, Kampung Proklim dan Adiwiyata. 4.5.5.1 Nirwasita Tantra Terbaik Kesatu Kategori Kabupaten Tahun 2017 Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberkan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerjanya guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Penilaian diberikan berdasarkan kinerja daerah (performance) dalam mengelola lingkungan hidup daerah, yang dituangkan dalam dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah. Penghargaan Nirwasita Tantra diberikan oleh Presiden kepada 3 (tiga) orang Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota yang memiliki kepemimpinan yang terbaik dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Khusus untuk yang terpilih sebagai terbak kesatu, selain diberikan penghargaan tetap juga diberikan penghargaan (trophy) bergilir.

Gambar IV.28 Penerimaan Penghargaan Nirwasita Tantra oleh Bupati Malang Sumber: Humas Pemerintah Kabupaten Malang, 2017

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-54


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5.5.2 Anugerah Adipura Kategori Kota Kecil Periode 2016-2017 untuk Kota Kepanjen. Program Adipura bertujuan untuk mendorong kepemimpinan Pemerintah Kabupaten/Kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha dengan pemberian penghargaan Adipura untuk mewujudkan wilayah yang berkelanjutan secara ekologis, sosial dan ekonomi. Melalui program Adipura, Pemerintah Daerah diharapkan mampu mendorong penyelesaian berbagai isu lingkungan hidup yaitu pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, pemanfaatan ekonomi dari pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian pencemaran dan kerusakan akibat pertambangan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta penerapan tata

kelola

pemerintahan yang baik. Anugerah Adipura untuk Kota Kepanjen adalah anugerah yang ke 10 kali.

Gambar IV.29 Penerimaan Penghargaan Adipura Sumber: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup, 2017

4.5.5.3 Program Kampung Pro Iklim Program Kampung Pro Iklim (ProKlim) adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-55


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pengurangan emisi GRK. Melalui pelaksanaan ProKlim, Pemerintah memberikan penghargaan terhadap masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun2012 tentang Program Kampung Iklim. ProKlim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat Dusun/Dukuh/RW dan maksimal setingkat Desa/Kelurahan atau yang dipersamakan dengan itu. Pada tahun 2017 terdapat 1 (satu) desa di Kabupaten Malang yang memperoleh penghargaan ini yaitu Desa Rejosari Kecamatan Bantur (Lampiran Tabel 46). 4.5.5.4 Program Sekolah Adiwiyata Tujuan program Sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Sasaran program ini adalah pemberdayaan sekolah-sekolah baik SD, SLTP dan SLTA/SMK dalam pelaksanaan dan pengembangan pendidikan lingkungan hidup guna mencapai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Pada tahun 2017, SD Negeri 03 Sumberpucung berhasil memperolah penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur. Total terdapat 13 sekolah yang telah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan 3 Sekolah Adiwiyata Mandiri. Guna terus mendorong terciptanya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata, telah dilakukan pembinaan terhadap 76 sekolah calon Sekolah Adiwiyata. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah binaan/imbas dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wajak, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sumberpucung, Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kepanjen, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tumpang dan Sekolah Menengah Atas Negeri Kepanjen sebagai Sekolah Adiwiyata menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-56


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

4.5.5.5 Kampung Berseri (Bersih, sehat dan Lestari) Program Berseri merupakan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur untuk membangun masyarakat Desa/ Kelurahan agar melaksanakan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berwawasan lingkungan serta bertujuan salah satunya adalah untuk meningkatkan kapasitas Pemerintahan Desa/Kelurahan dalam manajemen pelestarian lingkungan di wilayahnya dan untuk memandirikan masyarakat Desa/Kelurahan agar dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan memanfaatkan dan mengakses sumber daya alam secara arif dan bijaksana. Pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Malang memperoleh 2 (dua) penghargaan kampung berseri dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa timur pada kategori Pratama untuk Desa Gampingan Kecamatan Pagak dan pada kategori madya untuk Desa Cempokomulyo Kecamatan kepanjen. 4.5.5.6 PROPER Proper

merupakan

sebuah

penghargaan

yang

diberikan

kepada

perusahaan/industri guna ikut memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Penghargaan tertinggi pada proper ini adalah peringkat emas. Untuk mendapatkan peringkat emas beberapa keriteria harus dimiliki oleh perusahaan/industri diantaranya kewajiban pengelolaan lingkungan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan, selain itu juga memiliki Sistem Manajemen Lingkungan, Pemanfaatan Sumber Daya, Community Development dan Corporate Social Responsibility (CSR). Pada tahun 2017, terdapat 13 perusahaan penerima penghargaan proper di Kabupaten Malang peringkat biru (Lampiran Tabel 46A).

BAB IV Inovasi Daerah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

IV-57


BAB BAB V II ISU PENUTUP

PRIORITAS

LINGKUNGAN HIDUP


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

BAB V PENUTUP 5.1

KESIMPULAN Berdasarkan penjabaran pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut: 1. Faktor pendorong (driving force) perubahan lingkungan hidup di Kabupaten Malang mencakup: (a) pertumbuhan jumlah penduduk, dimana adanya peningkatan tersebut menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan yang secara langsung akan meningkatkan kebutuhan lahan untuk perumahan, kenaikan jumlah timbulan sampah per harinya, bertambahnya volume limbah cair yang berpotensi untuk merusak keseimbangan lingkungan; (b) Perkembangan kegiatan ekonomi, khususnya sektor industry yang menyebabkan semakin bertambah pula permintaan akan lahan industri dan mendorong terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan untuk industri. Selain itu, hal ini juga berpengaruh terhadap kualitas udara dan kualitas air akibat aktivitas industri yang menghasilkan gas buang, limbah, dan sampah; (c) Pergeseran gaya hidup masyarakat seiring berkembangnya teknologi, menjadi sebuah gaya hidup yang modern, praktis, dan serba cepat. Gaya hidup yang konsumtif, praktis, dan serba cepat menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam memperburuk kondisi lingkungan. 2. Isu prioritas di bidang lingkungan hidup di Kabupaten Malang meliputi :

1)

perubahan tata guna lahan dan kaitannya dengan perubahan iklim;

2)

penurunan kualitas air dan hubungannya dengan pengeloaan DAS; serta

3)

masalah perkotaan terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah. 3. Hasil analisa Metode Presure, State, dan Response (PSR) adalah sebagai berikut: a. Penggunaan lahan di Kabupaten Malang pada 2017 mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Data luas pertanian lahan kering

BAB V Penutup

V-1


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

mengalami penurunan dari yang sebelumnya seluas 91.539,38 Ha, pada tahun 2017 berubah menjadi 91.086,36 atau turun sebesar 0,49 %. Sebaliknya, luas lahan permukiman yang semula 42.321,58 Ha meningkat menjadi 42.666,2 Ha, atau naik sebesar 0,8%; dan lahan industri meningkat dari 1248,75 Ha menjadi 1122,35 Ha, atau naik sebesar 11,26%. Perubahan guna lahan yang tidak sesuai dengan satuan kemampuan lahan tetap dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas

lingkungan

yang

akan

menyebabkan

terganggunya

keseimbangan ekologi. Hal ini tentu dapat menimbulkan dampak negatif bila tidak segera ditangani, salah satunya seperti perubahan iklim yang tengah menjadi fokus dunia saat ini. Oleh karena itu, adanya peningkatan lahan permukiman dan industri ini memberikan tekanan tersendiri terhadap kondisi lingkungan. Tekanan tata guna lahan paling utama adalah terjadi akibat angka pertumbuhan penduduk yang pada 5 tahun belakang berkisar 0,68% (tahun 2011 sampai dengan tahun 2016) dan terjadinya pergeseran pola pikir masyarakat yang awalnya memanfaatkan lahan untuk pertanian lahan kering, saat ini lebih memilih untuk memanfaatkan lahannya menjadi lahan permukiman atau industri. Perubahan tata guna lahan juga seringkali berkaitan dengan penurunan tutupan vegetasi atau lahan. Saat ini indeks tutupan vegetasi di Kabupaten Malang mencapai 76,91. Meskipun nilai tersebut telah melampaui target yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama stakeholders terus berupaya meningkatkan tutupan vegetasi melalui program konservasi, penghijauan/penanaman di sekitar sumber air, penghijauan pada lahan kritis, reboisasi dan peningkatan RTH. Peningkatan Indeks Tutupan Vegetasi diharapkan dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi upaya peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Sebagaimana target pada RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021, IKLH ini diharapkan dapat mencapai 68,5

BAB V Penutup

V-2


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sampai dengan tahun 2019 sesuai target dalam RPJMN tahun 2014-2019. Sementara capaian IKLH tahun 2017 telah ini mencapai 68,61. b. Sistem pemantauan kualitas air di Kabupaten Malang khususnya pada air permukaan (air badan air) dilakukan 5 (lima) kali setahundengan jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 150 sampel kualitas air sungai. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kualitas air sungai-sungai tersebut semuanya tidak memenuhi standar baku mutu badan air dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hasil analisis status mutu air sungai berdasarkan perhitungan Indeks Pencemaran Air (Indeks Kualitas Air) menunj ukkan hasil pada sungai-sungai di Kabupaten Malang semuanya tidak memenuhi baku mutu pada parameter BOD, dengan status mutu air kategori cemar ringan. Penghitungan nilai Indeks Kualitas Air menunjukkan capaian pada angka 50. Pemantauan kualitas air juga dilakukan pada air bersih (sumur warga) yang dilakukan sekali dalam setahun di bulan November pada 9 (sembilan) lokasi berbeda. Dari hasil analisis air tanah di Kabupaten Malang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.416 Tahun 1990, menunjukkan kualitas semua parameter lolos atau memenuhi baku mutu. Pertambahan jumlah penduduk di Kabupaten Malang sebanding dengan peningkatan debit air limbah permukiman, demikian pula pertambahan jumlah industri yang hampir mencapai 30%. Hal tersebut merupakan faktor pendukung penyebab pencemaran dan penurunan kualitas air, khususnya

air

permukaan.

Pertambahan

jumlah

penduduk

ini

berimplikasi terhadap kenaikan debit air limbah domestik ke perairan. Keluaran IPAL komunal pada permukiman dan IPAL industri yang belum melalui proses pengolahan yang sesuai standar air buangan merupakan pemicu terjadinya pencemaran air permukaan. Kedua faktor di atas bisa dipastikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun,

BAB V Penutup

V-3


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

sedangkan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada belum sebanding terhadap peningkatan kedua faktor tersebut di atas. Untuk mengatasi masalah penurunan kualitas air tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang membuat strategi untuk menaikkan angka indeks kualitas air melalui kebijakan dan program kegiatan antara lain melalui 1) Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dengan kegiatan pemantauan dan pengujian kualitas air, pengawasan kegiatan/usaha, peningkatan ketaatan pelaku usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup yang berlaku, penegakan hukum, pengendalian pencemaran, serta upaya-upaya teknis seperti pembangunan IPAL

2)

Program Perlindungan dan Konservasi

SDA seperti penghijauan sekitar sumber, penghijauan lahan kritis, reboisasi dan upaya teknis seperti pembangunan sumur resapan dan biopori,

3)

Program Edukasi dan Komunikasi terhadap Masyarakat

dengan sosialisasi, edukasi untuk meningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga kualitas lingkungan khususnya kualitas air. c. Produksi sampah di Kabupaten Malang berbanding lurus dengan jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan. Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang tahun 2017, produksi sampah di Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 5.396 m 3/hari yang tersebar pada 33 kecamatan. Pelayanan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA sebesar 1.078 m3/hari, pengangkutan sampah langsung ke TPA sebesar 196,5 m3/hari, penanganan sampah dengan model TPST 3R 467,5 m3/hari, penanganan sampah dengan sistem gali urug di pekarangan rumah sebesar 3.085 m3/hari dan penanganan sampah dengan model bank sampah sebesar 428 m3/hari. Dari pengananan tersebut, total keseluruhan volume sampah yang ditangani sebanyak 5.255 m 3/hari atau 97,39% dari volme timbulan sampah yang dihasilkan setiap harinya. Pada saat ini, Kabupaten Malang memiliki 4 (empat) TPA yang

BAB V Penutup

V-4


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

beroperasi dengan sistem control landfill. Keempat TPA tersebut yaitu: 1)

TPA Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen;

2)

TPA Randuagung

Singosari; 3)TPA Paras Poncokusumo, 4)TPA Rejosari Bantur. Tekanan persampahan paling utama adalah banyaknya jumlah penduduk. Produksi sampah terbanyak berasal dari Kecamatan Singosari dengan jumlah penduduk sebesar 178.435 jiwa, sedangkan produksi sampah terkecil berasal dari Kecamatan Kasembon dengan jumlah penduduk sebesar 33.897 jiwa. Dalam upaya melakukan pengolahan sampah, Pemerintah Kabupaten Malang mendukung program TPST3R/TPS3R yang saat ini mencapai 87 unit tersebar pada 33 kecamatan. Selain program tersebut, secara gencar juga digalakkan program Satu Desa Satu Bank sampah (SDSB) untuk mengurangi sampah di tingkat sumbernya. Pemerintah Kabupaten Malang bekerjasama dengan KLHK dan UNSCAP juga membuat program Waste to Energy di Mantung Kecamatan Pujon dengan memanfaatkan limbah pasar sayuran menjadi energi listrik. Strategi Pemerintah Kabupaten Malang dalam pengelolaan sampah dititikberatkan pada upaya untuk memperkokoh kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Implementasi dari strategi tersebut anatara lain sosialisasi penanganan sampah secara intensif pada masyarakat, pembinaan/dampingan dalam pengelolaan sampah pada TPST 3R, serta upaya penyadaran melalui pengenalan jargon seperti LiSA (Lihat Sampah Ambil). d. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada Tahun 2017, kualitas udara ambien di Kabupaten Malang termasuk baik. Hasil pengujian kualitas udara ambien di 4 (empat) lokasi yang mewakili kawasan permukiman, industri, padat lalu lintas, dan komersi menunjukkan bahwa parameter udara ambien (SO2 dan NO2) masih memenuhi baku mutu udara. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan pada

BAB V Penutup

V-5


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

parameter untuk perhitungan indeks kualitas udara. Pengukuran untuk parameter lainnya menunjukkan hanya parameter kebisingan yang melebihi baku mutu pada beberapa lokasi. Hasil pengukuran parameter yang masih melebihi baku mutu kebisingan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 718 Tahun 1987 tersebut disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas di sekitar tempat-tempat pemantauan. Meningkatnya kepadatan lalu lintas oleh kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan kadar partikulat debu yang berasal dari permukaan jalan, komponen ban, dan rem pun meningkat. Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penjualan kendaraan bermotor setiap tahunnya. Bertambahnya jumlah kendaraan ini secara langsung akan menambah tingkat pencemaran udara di Kabupaten Malang yang diakibatkan oleh emisi gas buang kendaraankendaraan tersebut. Dalam upaya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH), pemerintah Kabupaten Malang membuat strategi pemenuhan persentase baku mutu udara dengan membuat kebijakan peningkatan kualitas udara melalui pengawasan dan pengendalian pencemaran udara baik pada sumber bergerak maupun tidak bergerak. Selain itu, terkait penanganan tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu ditindaklanjuti pula oleh pemerintah dengan kegiatan penghijauan di sekitar kanan kiri jalan serta perluasan Ruang Terbuka Hijau. Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang adalah membuat meningkatkan peningkatan

angka kualitas

Indeks udara

Kualitas melalui

Udara kegiatan

strategi

dengan

untuk

kebijakan

penghijauan

dan

pengawasan terhadap pencemaran udara sumber emisi bergerak maupun tidak bergerak. Saat ini, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten berdasarkan data hasil pengujian kualitas udara ambien dengan pengukuran selama 24 jam menggunakan metode passive sampler menunjukkan hasil nilai indeks sebesar 76,15. Dengan adanya strategi-

BAB V Penutup

V-6


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

strategi yang ditetapkan oleh pemerintah, diharapkan IKU Kabupaten Malang akan semakin meningkat dan dapat mencapai target 100 pada lima tahun mendatang sesuai dengan penjabaran pada RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021. e. Kabupaten Malang memiliki beberapa wilayah yang termasuk pada kawasan rawan bencana. Adapun bencana yang rawan terjadi di Kabupaten Malang antara lain: angin kencang, banjir, kebakaran, puting beliung, tanah bergerak dan tanah longsor. Wilayah yang termasuk rawan terjadi bencana disajikan pada peta persebaran bencana Kabupaten Malang. Peta tersebut menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai informasi kepada masyarakat, pemerintah daerah dan provinsi dan sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar dapat terhindar dari bencana. Berdasarkan laporan Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, bahwa bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Malang pada tahun 2017 adalah berupa tanah longsor. Hasil Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang tahun 2017, menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki luas kawasan rawan bencana tanah longsor sebesar 1.002,33 km 2 yang tersebar di 28 kecamatan dengan tingkat ancaman tinggi. Selain tanah longsor, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Malang yaitu banjir. Wilayah Kabupaten Malang yang dikelilingi banyak gunung dan sungai mempunyai berkah tersendiri bagi masyarakatnya, salah satunya dalam memanfaatkan lahan yang subur dan air sungai untuk irigasi persawahan. Intensitas curah hujan yang cukup besar, menjadikan petani di Kabupaten Malang tidak kekurangan air untuk lahan pertaniannya. Namun demikian, kondisi ini juga menimbulkan resiko yang relatif besar. Tidak terawatnya sungai akibat adanya pendangkalan dan sumbatan oleh buangan baik sampah domestik maupun alam (pohon-

BAB V Penutup

V-7


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

pohon yang hanyut) ditunjang dengan curah hujan yang cukup besar dapat menimbulkan resiko terjadinya banjir di Kabupaten Malang. Sepanjang tahun 2017, terjadi 7 (tujuh) kali bencana banjir. Hasil

Kajian

Risiko Bencana

Kabupaten

Malang tahun

2017

menunjukkan bencana banjir mengancam wilayah Kabupaten Malang seluas 275,11 km2 yang tersebar di 32 kecamatan dengan tingkat ancaman rendah, sedangkan banjir bandang mengancam wilayah di Kabupaten Malang seluas 103,91 km2 yang tersebar di 27 kecamatan dengan tingkat ancaman yang tinggi. Banjir yang terjadi selama tahun 2017 telah mengakibatkan kerugian material senilai Rp.1.802.500.000,00 dan 535 KK mengungsi serta merendam sekitar 8 (delapan) Hektar lahan. Dari laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang diketahui bahwa Kabupaten Malang sering terjadi bencana, seperti: tanah longsor dan banjir yang mengakibatkan banyak kerugian. Upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk menangani masalah bencana alam banjir dan tanah longsor adalah dengan meningkatkan jumlah desa tangguh bencana. Persentase penduduk yang terlayani untuk pembangunan desa tangguh bencana pada saat ini ada 20 desa dan akan ditingkatkan menjadi 32 desa pada tahun 2021. Meningkatkan bantuan sosial terhadap korban bencana dengan program kedaruratan

dan

logistik

penanggulangan

bencana.

Persentase

penanganan bencana pada saat ini 81% dan akan ditingkatkan sampai 85% pada tahun 2021. 4. Resilience Dari hasil pengukuran melalui 71 indikator, secara keseluruhan Kabupaten Malang memiliki indeks ketangguhan pada level sedang dengan nilai indeks ketangguhan sebesar 0,52. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa prioritas tertinggi terdapat pada aspek Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana yang berarti bahwa penyusunan RTRW, mekanisme akses publik, serta peningkatan kapasitas pada komunitas lokal telah berjalan dengan

BAB V Penutup

V-8


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

cukup baik. Sementara itu, prioritas terendah terdapat pada aspek Pengembangan Sistem Pemulihan Bencana, yang berarti bahwa berbagai mekanisme dan kegiatan pemulihan pasca bencana masih belum mendapat perhatian dan penanganan yang baik. 5. Risk Tingkat risiko bencana ditentukan dengan menggabungkan tingkat kerugian dengan tingkat kapasitas. Dari hasil Kajian Risiko Bencana yang telah dilakukan, memberikan gambaran umum dalam prioritas penanganan dan penanggulangan bencana dengan prioritas mulai dari tertinggi sampai rendah. Tingkat risiko bencana ditentukan berdasarkan nilai gabungan tingkat kerugian dengan tingkat kapasitas. Penentuan tingkat risiko bencana dilaksanakan untuk setiap ancaman bencana yang ada pada suatu daerah, menghubungkan tingkat kerugian dan tingkat kapasitas dalam suatu matrik berikut. Dapat dilihat bahwa tingkat Risiko tertinggi adalah banjir bandang, cuaca ekstrim, gempa bumi, tanah longsor, sunami dan gunung api. Sedangkan tingkat Risiko sedang mencakup banjir dan kebakaran lahan hutan, serta tingkat Risiko rendah yaitu gelombang ekstrim/abrasi dan kekeringan. 6. Inovasi Beberapa inovasi yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dalam bidang lingkungan hidup antara lain:

1)

TPA sebagai tempat edukasi

di TPA Talangagung Kepanjen dan TPA Paras Poncokusumo,

2)

Pemanfaatan Gas Metan Sampah sebagai sumber energi rumah tangga sekitar TPA,

3)

Jambore Sampah Kabupaten Malang dan penandatanganan

kesepakatan bersama pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan PKK dan camat di Kabupaten Malang sekaligus pendeklarasian peduli sampah guna mendukung Kabupaten Malang bebas sampah pada tahun 2020;

4)

Jagong maton sebagai forum komunikatif untuk menjaring

aspirasi dari bawah guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait isu-isu lingkungan yang ada di Kabupaten Malang

5)

Kecamatan Berseri dengan

BAB V Penutup

V-9


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

melibatkan

seluruh

swasta/dunia

usaha)

pilar

pembangunan

untuk

membangun

berkelanjutan berbasis lingkungan.

6)

(pemerintah, wilayah

masyarakat,

kecamtan

secara

Waste To Energy, dengan teknologi

yang memanfaatkan sampah menjadi energi listrik di Mantung, Kecamatan Pujon.

7)

Kampung ramah anak ramah lingkungan (Karling), sebagai salah

satu bentuk untuk mewujudkan bagaimana anak diberikan tempat untuk tumbuh kembang dan mendapatkan pendidikan lingkungan hidup dikampungnya dan pembentukan forum atau wadah bagi anak-anak untuk memperkuat peran anak mendapatkan perlindungan dan hak-hak anak serta pendidikan lingkungan hidup secara berkesinambungan,

8)

Fashion Show

3R, untuk memberikan stimulus kreatifitas dalam mengelola sampah dan menjadikan produk yang bernilai ekomoni tinggi dan menambah nilai estetika,

9)

Komunitas Sekolah sungai sebagai upaya untuk menanggulangi

masalah kebencanaan,

10)

LiSA (Lihat Sampah Ambil) sebagai salah satu

jargon untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian semua pihak agar turut serta dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan mengelola sampah dengan baik,

11)

Gerakan menanam 10.000 pohon, khususnya di

sekitar sumber mata air sebagai upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap sumber mata air,

12)

Menuju Provinsi Hijau sebagai upaya peningkatan tutupan

vegetasi/lahan yang telah dilakukan tidak hanya oleh Pemerintah Kabupaten Malang tetapi juga pihak swasta dan swadaya masyarakat, 13) Desa Tangguh Bencana yang dibentuk agar warga desa memiliki persiapan jika sewaktu-waktu menghadapi bencana alam yang terjadi, 14) Pena Sekolah sebagai upaya pengenalan penanganan bencana melalui sosialisasi di sekolah-sekolah mulai tingkat

dasar sampai menengah

15)

Sekolah Lapang Iklim dan Kampung ProKlim,

sebagai upaya adaptasi dan mitigasi atas perubahan iklim yang terjadi. 5.2

RENCANA TINDAK LANJUT Rencana tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya

mengatasi

permasalahan-permasalahan lingkungan di

Kabupaten Malang

didukung oleh penetapan 3 (tiga) strategi prioritas dearah, dimana salah satunya

BAB V Penutup

V-10


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

adalah memperkuat daya dukung lingkungan. Upaya memperkuat daya dukung lingkungan ini diperkuat dengan sasaran kebijakan untuk: 1. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup Peningkatan kualitas lingkungan hidup diukur berdasar peningkatan nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup saat ini sebesar 68,61. Upaya peningkatan ke depan sesuai target RPJMD dilakukan melalui: a. Meningkatkan nilai indeks tutupan vegetasi/lahan yang berkaitan dengan isu perubahan tata guna lahan/tata ruang salah satunya melalui program perlindungan dan konservasi sumber daya alam (SDA). Indeks tutupan lahan saat ini sebesar 76,91. Kegiatan yang saat ini telah dilakukan seperti penghijauan dan reboisasi akan terus dilakukan baik pada lahan di dalam kawasan maupun diluar kawasan hutan, pada lahan kritis, termasuk lahan bekas pertambangan. Peningkatan kuantitas dan kualitas RTH melalui pembangunan, rehabilitasi, peningkatan sarana dan prasarananya pada 39 RTH yang telah ada saat ini serta upaya perluasan pada semua kecamatan. Dimana hal ini seiring dengan ditetapkannya Peraturan Bupati Malang No. 21 Tahun 2017 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengeloaan Taman Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. Sedangkan untuk rehabilitasi lahan kritis dan areal bekas tambang, telah dimulai saat ini melalui identifikasi, pemetaan potensi dan kerusakan lahan akibat pertambangan tanpa ijin (PETI) dan selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi sehingga fungsi tanah diharapkan dapat kembali sebagaimana mestinya di daerah tersebut. b. Meningkatkan kualitas udara melalui upaya peningkatan persentase pemenuhan

baku

mutu

udara

salah

satunya

melalui

program

pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, dengan kegiatan-kegiatan antara lain pemantauan udara ambien di kawasan permukiman, padat lalu lintas, industri dan perdagangan polusi, uji emisi dari sumber tidak bergerak (industri bercerobong) dan sumber bergerak (kendaraan bermotor). Nilai indeks kualitas udara yang dihitung berdasar

BAB V Penutup

V-11


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

hasil pengujian kualitas udara ambien dengan metode passive sampler menunjukkan hasil sebesar 76,15. c. Meningkatkan kualitas air khususnya air badan air salah satunya melalui program

pengendalian

pencemaran

dan

perusakan

lingkungan.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan nilai indeks kualitas air melalui kegiatan : 1) Pembinaan

kepada

pelaku

usaha

dengan

mengupayakan

penerapan sanksi sesuai perundangan yang berlaku, dan sosilalisasi pembuatan dokumen lingkungan (Amdal, UKL-UPL, dan SPPL) 2) Pembinaan kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kualitas air sungai dengan tidak melakukan aktivitas yang menambah beban pencemaran terhadap sungai melalui program satu desa satu bank sampah. 3) Penyediaan IPAL komunal untuk membantu pengolahan limbah domestik, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja pemantauan dengan meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap ketaatan perundang-undangan. Pada tahun 2017 pemerintah Kabupaten Malang telah menetapkan Peraturan Bupati Malang No. 22 Tahun 2017 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. Dengan dibentuknya UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik ke depannya akan semakin banyak dibangun IPAL komunal di pemukiman masyarakat dan pelatihan maupun sosialisasi pengolahan air limbah domestik di lingkungan Kabupaten Malang. 4) Koordinasi dengan semua pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya air (DAS) secara menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan hidup yang melibatkan semua pihak, baik sebagai pengguna, pemanfaat maupun pengelola.

BAB V Penutup

V-12


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Saat ini nilai indeks kualitas air menunjukkan angka 50 dengan status mutu air semua sampel badan air pada kondisi cemar ringan. Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan juga peran serta masyarakat di atas, diharapkan ke depannya status mutu air badan air di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Malang dapat kembali tidak tercemar sama sekali. 2. Meningkatkan sistem penanggulangan bencana yang responsif Peningkatan sistem penanggulangan bencana yang responsif di Kabupaten Malang dapat dicapai melalui strategi-strategi yang diambil. Adapun strategi-strategi tersebut yaitu: (a) Meningkatkan jumlah desa tangguh bencana. Pada saat ini jumlah desa tangguh bencana hanya sebanyak 20 desa dan akan ditingkatkan menjadi 32 desa pada tahun 2021; (b) Meningkatkan penanganan bencana melalui program kedaruratan dan logistik penanggulangan bencana; (c) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam; (d) Meningkatkan bantuan sosial terhadap korban bencana melalui program kedaruratan dan logistik penanggulangan bencana. Selain upaya penanggulangan tersebut secara intensif terus dilakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui desa/kampong pro iklim dan sekolah lapang iklim. Capaian saat ini telah ada 3 desa yang diakui secara nasional telah menerapkan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan ditargetkan setiap tahun terdapat 3 desa pro iklim. 3. Meningkatkan pelayanan persampahan menuju Kabupaten Malang bebas sampah 2020. Untuk mengatasi masalah persampahan, Pemerintah Kabupaten Malang telah menetapkan Peraturan Bupati Malang No. 20 tahun 2017 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup dan akan segera menetapkan Peraturan Daerah terkait Pengelolaan Sampah yang baru. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten

BAB V Penutup

V-13


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Malang saat ini tengah menyiapkan inovasi baru melalui pembangunan aplikasi bernama â&#x20AC;&#x153;SEMPURNAâ&#x20AC;?. SEMPURNA adalah Sistem Elektronik Mengenai informasi kinerja pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD), Pengaduan masyarakat, Update data lingkungan hidup, Revitalisasi Pengelolaan sampah, Normalisasi kualitas lingkungan hidup serta Atasi lingkungan hidup secara paripurna. Jadi aplikasi ini akan berisikan berbagai macam data dan informasi lingkungan hidup yang dapat diakses langsung oleh masyarakat baik mencakup program/kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, kinerja pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup, gambaran status atau kondisi kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Malang, termasuk pelayanan pengaduan masyarakat terhadap adanya dugaan kasus pencemaran lingkungan yang terjadi dan yang terkait dengan pelayanan penanganan sampah. Aplikasi ini akan didukung Command Center di tingkat Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sector dalam pengelolaan sampah, yang nantinya juga akan terintegrasi dengan Command Center induk di tingkat daerah di kantor Bupati Malang. Terkait dengan penanganan sampah, seluruh peralatan pengumpulan dan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA pada masing-masing UPT Pengelolaan Sampah akan dipasang Chips dan GPS sebagai alat pantau segala bentuk aktivitas pengolahan persampahan pada command center termasuk sebagai upaya fast response apabila terjadi permasalahan/kendala di lapangan terkait pelayanan persampahan yang dilakukan pada 7 UPT Pengelolaan Sampah yang ada di Kabupaten Malang. 4. Meningkatkan

koordinasi

secara

intensif

dengan

para

pemangku

kepentingan. Pemerintah Kabupaten Malang menyadari bahwa keberhasilan penanganan isu/ permasalahan lingkungan perlu kesadaran dan dukungan banyak pihak, tidak hanya pemerintah/Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kabupaten Malang saja, tetapi juga instansi vertikal seperti Balai Besar Pengelolaan DAS Brantas, UPT Pengelolaan Wilayah Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Perum Perhutani, PDAM, Perum Jasa

BAB V Penutup

V-14


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG 2017

Tirta, Balai Konservasi SDA, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Tahura R. Soerja. Selain itu juga pihak swasta harus juga dilibatkan baik dalam upaya untuk mencegah, mengurangi pencemaran dan dampak lingkungan, juga dalam upaya konservasi SDA dan lingkungan hidup. Tidak kalah penting keterlibatan dan peran serta masyarakat termasuk komunitas peduli lingkungan dan LSM serta akademisi.

BAB V Penutup

V-15


DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

DAFTAR PUSTAKA

BPS Kabupaten Malang. 2017. Kabupaten Malang Dalam Angka 2016. BPS: Kabupaten Malang. BPS Kabupaten Malang. 2016. Kabupaten Malang Dalam Angka 2015. BPS: Kabupaten Malang. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. 2018. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2017. DLH: Kabupaten Malang. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. 2017. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2016. DLH: Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang. 2017. Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malang 2017. BPBD : Kabupaten Malang Pemerintah Kabupaten Malang. 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2016-2021. Pemkab. Malang Pemerintah Kabupaten Malang. 2017. Identifikasi Kerusakan Lahan Akibat Pertambangan Tanpa Ijin (Peti) Di Kecamatan Gedangan Dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. DLH: Kabupaten Malang

Daftar Pustaka


LAMPIRAN

DATA


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 1 Luas Kawasan Lindung Berdasarkan RTRW dan Tutupan Lahannya. Kabupaten/Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017 Nama Kawasan

(1)

(2) Kawasan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya

Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya

Kawasan Lindung

(3)

Vegetasi

Area Terbangun

Tanah Terbuka

Badan Air

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1.Kawasan Hutan Lindung

-

39.889,76

39.889,76

39.889,76

-

-

2.Kawasan Bergambut

-

-

-

-

-

-

3.Kawasan Resapan Air

-

38.688,46

38.688,46

38.688,46

-

-

-

2.741

2.741

2.741

-

-

-

82.674,00

82.674,00

82.674,00

-

-

-

-

-

-

-

-

4.Ruang Terbuka Hijau

-

13,36

-

3,89

9,47

-

1.Kawasan Suaka Alam

-

-

-

-

-

-

2.Kawasan Suaka Laut dan Perairan Lainnya

-

-

-

-

-

-

3.Suaka Margasatwa dan Suaka Margasatwa Laut

-

-

-

-

-

-

4.Cagar Alam dan Cagar Alam Laut

-

976,81

976,81

976,81

-

-

5.Kawasan Pantai Berhutan Bakau

-

-

-

-

-

-

6.Taman Nasional dan Taman Nasional Laut

-

58.522,10

58.522,10

58.522,10

-

-

-

3.693,14

3.693,14

3.693,14

-

-

8.Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut

-

-

-

-

-

-

9.Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan

-

-

-

-

-

-

1.Kawasan Rawan Tanah Longsor

-

-

-

-

-

-

2.Kawasan Rawan Gelombang Pasang

-

-

-

-

-

-

3.Kawasan Rawan Banjir

-

-

-

-

-

-

1.Sempadan Pantai 2.Sempadan Sungai 3.Kawasan Sekitar Danau atau Waduk

7.Taman Hutan Raya

Kawasan Rawan Bencana

Tutupan Lahan

Luas Kawasan (Ha)

Lampiran Data

1


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

i.Kawasan Keunikan Batuan dan Fosil

-

-

-

-

-

ii.Kawasan Keunikan Bentang Alam

-

-

-

-

-

iii.Kawasan Keunikan Proses Geologi

-

-

-

-

-

i.Kawasan Rawan Letusan Gunung Berapi

-

-

-

-

-

ii.Kawasan Rawan Gempa Bumi

-

-

-

-

-

iii.Kawasan Rawan Gerakan Tanah

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

vii.Kawasan Rawan Gas Beracun

-

-

-

-

-

i.Kawasan Imbuhan Air Tanah

-

-

-

-

-

ii.Sempadan Mata Air

-

-

-

-

-

1.Cagar Biosfer

-

-

-

-

-

2.Ramsar

-

-

-

-

-

3.Taman Buru

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

1.Kawasan Cagar Alam Geologi

Kawasan Lindung Geologi

2.Kawasan Rawan Bencana Alam Geologi

3.Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Air Tanah

Kawasan Lindung Lainnya

4.Kawasan Perlindungan Plasma Nutfah 5.Kawasan pengungsian Satwa 6.Terumbu Karang 7.Kawasan Koridor bagi Jenis Satwa atau Biota Laut yang Dilindungi

II. Kawasan Budidaya

iv.Kawasan yang Terletak di Zona Patahan Aktif v Kawasan Rawan Tsunami vi.Kawasan Rawan Abrasi

130957,32

Keterangan: Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2016; Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab. Malang, 2017; dan UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

Lampiran Data

2


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 1A Penetapan Luas Hutan Kota Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

NO

LOKASI

(1)

(2)

1

2

Terminal Talangagung Kec. Kepanjen

Hutan Kota Metro TOTAL

LUAS HUTAN KOTA (m2) (3)

8,00 0

20,0 00

SK BUPATI NOMOR (4) SK Bupati No:188.45/644/KEP/421.013/2014 tanggal 18-11-2014 tentang Hutan Kota Pada Areal Pencadangan Ruang Terbuka Hijau Terminal Talangagung Kecamatan Kepanjen SK Bupati No. 180/247/KEP/421.031/2011 tentang Hutan Kota pada Areal Pencadangan Ruang Terbuka Hijau Terminal Talangagung Kecamatan Kepanjen

28,0 00

2Keterangan : Sumber

: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

3


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 1B Luas Ruang Terbuka Hijau Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Nama Taman (2) Taman Sempadan Jalan Gondanglegi Taman Karangploso Taman Islamic Center Taman Madep Manteb (Luar) Taman Median Jalan Perkantoran Trunojoyo Taman Stadion Kanjuruhan (Dalam) Taman Lapangan Bola Perkantoran Trunojoyo Taman Jalan Panji Taman Penarukan Taman Nusantara (Taman Contong) Taman Makodam Taman Sempadan Sungai Yon Zipur 5 Taman Metro I Taman Metro II Taman Metro III Taman Metro IV Taman Koridor Jalan Talangagung Taman Koridor Jalan Pepen Taman SKPD Taman LH (Depan RS Wafa Husada) Taman Tugu Batas Pepen Taman Median Jalan Jalibar Taman Kehati (Keanekaragaman Hayati) Taman Pintu Masuk Perumahan PNS Taman Puspa Taman Lembah Hijau Metro Taman Block Office Taman Rumah Dinas Bupati Taman Rumah Dinas Wakil Bupati Taman Lapangan Multifungsi Sumberwaras (Kali Soerak) Taman Sempadan Jalan Lawang Taman Lawang Dalam Taman Sempadan Jalan Mayor Abdillah Taman Median Jalan Tawang Argo Taman Segitiga Lawang

Loka si (3) Kecamatan Gondanglegi Kecamatan Karangploso Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen

Luas (m2)

Kecamatan Kepanjen

325,00

Kecamatan Kepanjen

246,00

Kecamatan Kepanjen

4000,00

Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kecamatan Klojen Kecamatan Klojen

1000,00 518,00 439,00 1200,00 250,00 488,00 275,00 300,00 35,00 1680,00 1400,00 350,00 20,00 740,64 15000,00 11067,00 1000,00 5000,00 37795,00 8900,00 4800,00 1360,00

Kecamatan Lawang

8190,00

Kecamatan Lawang Kecamatan Kecamatan Lawang Kecamatan Lawang Kecamatan Lawang

1912,80 250,00 200,00 1040,00 6037,00

Lampiran Data

(4) 640,75 5000,00 200,00 540,00

4


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. 36 37

Nama Taman

Taman Ngantang (Monumen Palagan) Taman Median Sekarpuro (Tugu Batas Pakis - Malang) 38 Taman Koridor Jalan Komud Abd. Saleh 39 Taman Koridor Jalan Pakisaji Kebonagung 40 Taman Brawijaya 41 Taman Pulau Jalan Pertigaan Karanglo 42 Taman Banjararum 43 Taman Median Jalan Singosari Depan Pasar 44 Taman Sempadan Jalan Singosari (Rel Kereta) 45 Taman Kodok Ngorek 46 Taman Batu Tumpang 47 Taman Pasar Tumpang (Depan Pasar Tumpang) 48 Taman TMP Tumpang TOTA L Keterangan :

Loka si Kecamatan Ngantang

Luas (m2)

Kecamatan Pakis

1147,00

2700,00

Kecamatan Pakis

1695,00

Kecamatan Pakisaji

3393,40

Kecamatan Pujon Kecamatan Singasari Kecamatan Singasari

50,00 90,00 160,00

Kecamatan Singasari

500,00

Kecamatan Singasari

75,00

Kecamatan Slorok Kecamatan Tumpang

1280,00 90,00

Kecamatan Tumpang

100,00

Kecamatan Tumpang

150,00 1 3 3 6 2 9 , 5 9

Sumber : Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

5


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 1C Luas Sempadan Pantai di Kabupaten Malang Kabupaten/Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

No

Kecamatan

(1) 1 2 3 4 5 6

(2) Ampelgading Tirtoyudo Sumbermanjingwetan Bantur Gedangan Donomulyo Jumlah

Luas Sempadan Pantai (Ha) (3) 215 766 863 221 267 409 2741

Keterangan : Berdasar pada RTRW Kab. Malang Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

6


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 1D Luas Sempadan Sungai di Kabupaten Malang Kabupaten/Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

No

Kecamatan

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

(2) Ampelgading Bantur Bululawang Dampit Dau Donomulyo Gedangan Gondanglegi Jabung Kalipare Karangploso Kasembon Kepanjen Kromengan Lawang Ngajum Ngantang Pagak Pagelaran Pakis Pakisaji Poncokusumo Pujon Singosari Sumbermanjingwetan Sumberpucung Tajinan Tirtoyudo Tumpang Turen Wagir Wajak Wonosari Jumlah

Luas Sempadan Sungai (Ha) (3) 7435 2175 410 3170 2364 5316 2781 490 2943 2540 1655 1869 856 956 1399 1909 4285 2080 757 1061 903 7015 3586 2573 5950 829 747 6889 1643 804 1564 2067 1653 82674

Keterangan : Berdasar pada RTRW Kab. Malang Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

77


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 2 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama Kabupaten/ Kota Tahun Data No. (1) 1

Kecamatan (2) Donomulyo

: Kabupaten Malang : 2017 Luas Lahan Non Pertanian (Ha)

Luas Lahan Sawah (Ha)

Luas Lahan Kering (Ha)

Luas Lahan Perkebunan (Ha)

(3) 5,227

(4) 2,017

(5) 8,192

(6) 0

Luas Lahan Hutan (Ha) (7) 2,497

372

2,907

5,631

2,510

3,151

2

Kalipare

3

Pagak

1,235

530

1,481

3,478

1,129

4

Bantur

1,065

1,253

7,991

58

2,869

5

Gedangan

769

761

5,289

0

9,186

6

Sumbermanjing

8,856

849

7,802

3,255

1,414

7

Dampit

3,418

1,299

4,519

4,200

346

8

Tirtoyudo

9,930

499

3,471

1,915

2,541

9

Ampelgading

588

407

11,793

2,487

460

10

Poncokusumo

4,372

1,468

6,578

0

7,271

11

Wajak

1,204

1,301

4,599

0

900

12

Turen

2,014

2,248

1,749

0

54

13

Bululawang

783

1,677

2,278

0

85

14

Gondanglegi

1,947

2,969

1,092

178

16

15

Pagelaran

1,048

2,650

1,194

0

0

16

Kepanjen

767

2,152

1,164

0

0

17

Sumberpucung

563

1,692

467

0

5

18

Kromengan

211

1,522

1,100

230

0

19

Ngajum

1,302

1,692

2,548

650

1,714

20

Wonosari

1,653

920

1,502

200

970

21

Wagir

2,569

1,127

3,077

0

995

22

Pakisaji

809

1,473

753

22

142

23

Tajinan

51

1,731

2,230

0

0

24

Tumpang

1,311

1,324

3,878

296

0

25

Pakis

213

1,713

1,885

1,451

0

26

Jabung

121

1,225

3,431

1,032

2,500

27

Lawang

1,292

640

3,079

0

995

28

Singosari

4,511

1,322

3,682

250

600

29

Karangploso

2,786

1,133

1,970

41

0

30

Dau

2,582

448

2,250

307

46

31

Pujon

9,225

1,285

2,284

70

193

32

Ngantang

8,928

981

2,380

0

0

33

Kasembon

2,551

673

2,325

13

0

Total Keterangan Sumber

84,273 45,888 113,664 22,643 40,079 :: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

88

Luas Lahan Badan Air (Ha) (8)


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 3 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi dan Status Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

Fungsi

(1) (2) A. Berdasarkan Fungsi Hutan 1 Hutan Produksi 2 Hutan Lindung 3 Taman Nasional 4 Taman Wisata Alam 5 Taman Buru 6 Cagar Alam 7 Suaka Margasatwa 8 Taman Hutan Raya B. Berdasarkan Status Hutan Hutan Negara (Kawasan 1 Hutan) 2 Hutan Hak / Hutan Rakyat 3 Hutan Kota 4 Taman Hutan Raya Taman Keanekaragaman 5 Hayati

Luas (Ha) (3)

Ket. (4)

45.303,18 41.468,68 17.299,44 976,81 3.693,1401 108.741,25 31.909,75 28,00 3.693,14 -

Keterangan : Hasil Interpretasi Peta dari berbagai sumber Sumber : UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

Lampiran Data

99


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 3A Luas Hutan Kota Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. (1) 1 2

Lokasi (2) Terminal Talangagung Kec. Kepanjen Hutan Kota Metro Kec. Kepanjen TOTAL

Luas Hutan Kota (Ha) (3) 8 20 28

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

10 10


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 4. Luas Lahan Kritis di Dalam dan Luar Kawasan Hutan Kabupaten/ Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017 Kritis (Ha)

No.

(1)

Kecamatan

Sangat Kritis (Ha) Hutan Lindung

Hutan Konser vasi

(7) -

(8) 0,31

(9) 400,76

Luar Kawas an Hutan (10) -

3906,89

103,35

-

-

68,41

-

131,35

-

-

-

-

11,39

-

4517,50

10,18

-

-

207,27

0,02

-

-

140,65

-

-

-

-

Hutan Produksi

Hutan Lindung

Hutan Konser vasi

Luar Hutan Kawasan Produksi Hutan

(3) 1,12

(4) 5,33

(5) -

(6) 163,99

2059,36

1007,50

-

-

-

422,08

1

(2) Ampelgading

2

Bantur

3

Bululawang

4

Dampit

5

Dau

6

Donomulyo

4365,45

325,79

-

5757,21

-

-

-

1,59

7

Gedangan

2023,34

141,08

-

3964,42

-

-

-

-

8

Gondanglegi

-

-

-

490,91

-

-

-

-

9

Jabung

98,04

41,51

-

441,25

0,67

-

-

53,43

10

Kalipare

42,54

-

-

2850,88

1146,52

-

-

913,04

11

Karangploso

131,93

12,74

-

111,69

-

-

-

-

12

Kasembon

970,71

664,41

0,13

792,13

66,41

74,54

-

55,02

13

Lawang

287,16

-

-

173,29

117,46

-

-

25,50

14

Ngajum

57,46

21,58

-

129,99

-

-

-

-

15

Ngantang

203,65

170,25

-

92,07

133,98

44,99

-

-

16

Pagak

189,26

-

-

5373,29

769,28

-

-

691,01

17

Pakis

-

-

-

-

-

-

-

4,91

18

Pakisaji

12,93

9,97

-

-

-

-

-

-

19

Poncokusumo

173,56

39,88

23,50

4157,14

489,74

454,46

556,87

1033,30

20

Pujon

1252,81

515,93

-

1528,82

1187,76

531,58

211,33

192,09

21

Singosari

101,84

3,94

-

148,12

-

-

37,86

-

22

184,66

-

-

865,36

295,32

-

-

520,39

23

Sumbermanjing Wetan Tajinan

-

-

-

52,22

-

-

-

29,34

24

Tirtoyudo

878,95

12,18

-

1983,45

-

-

-

37,48

25

Tumpang

41,83

-

-

1130,82

27,32

-

-

464,39

26 27 28 29

Turen

51,36

-

-

949,02

-

-

-

64,08

Wagir

28,60

4,93

-

368,35

-

-

-

-

Wajak

297,27

64,50

-

2963,22

-

-

-

138,26

Wonosari

17,09

3,50

-

27,44

-

-

-

-

Keterangan : Hasil Interpretasi Peta dari berbagai sumber Sumber data : UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 2017

Lampiran Data

11 11

Penye bab Lahan Kritis (11)


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 4A. Luas LahanSangat Kritis, Kritis, Agak Kritis dan Potensial Kritis Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Sangat Kritis No. Kecamatan (Ha) 1 2 3 1745 1 Ampelgading 592 2 Bantur 150 3 Bululawang 1420 4 Dampit 2160 5 Dau 1924 6 Donomulyo 895 7 Gedangan 451 8 Gondanglegi 917 9 Jabung 163 10 Kalipare 57 11 Karangploso 0 12 Kasembon 0 13 Kepanjen 0 14 Kromengan 0 15 Lawang 0 16 Ngajum 0 17 Ngantang 7 18 Pagak 28 19 Pagelaran 146 20 Pakis 61 21 Pakisaji 21 22 Poncokusumo 27 23 Pujon 162 24 Singosari 0 25 Sumbermajing wetan 64 26 Sumberpucung 5 27 Tajinan 0 28 Tirtoyudo 0 29 Tumpang 14 30 Turen 759 31 Wagir 342 32 Wajak 404 33 Wonosari

Kritis (Ha) 4 384 75 28 130 14 1578 1810 1004 1084 911 339 0 0 0 0 0 0 22 911 877 1346 61 32 634 0 438 11 1037 786 814 464 872 159

Agak kritis (Ha) 5 898 145 1,2 11 37 182 618 253 513 75 93 699 464 278 136 447 373 15 2,133 38 1,633 822 328 139 664

Potensial kritis (Ha) 6 3,879 5,639 1,528 168 5,584 4,466 113 3,053 5 804 933 143 1,236 519 6,192 507 2,874 792 79 2,813 202 2,169 175 652 724 1,707

Keterangan : sesuai data BP DAS Brantas 2013 Sumber : Dokumen Menuju Provinsi Hijau Kab. Malang Tahun 2017

Lampiran Data

12 12


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 5 Evaluasi Kerusakan Tanah Di Lahan Kering Akibat Erosi Air Kabupaten/ Kota Tahun Data No. (1) 1 2 3 4 5

: Kabupaten Malang : 2017

Tebal Tanah (2) < 20 cm 20 - < 50 cm 50 - < 100 100cm – 150 cm > 150 cm

Ambang Kritis Erosi (PP 150/2000) (mm/10 tahun) (3) 0,2 - 1,3 1,3 - < 4 4,0 - < 9,0 9,0 – 12 > 12

Besaran erosi (mm/10 tahun) (4) 0 4.22 13.59 13.77 0

Status Melebihi/Tidak (5) tidak Melebihi Melebihi Melebihi tidak

Keterangan : Data dari Laporan Studi Kerusakan Tanah Pada Lahan Penghasil Biomassa Tahun 2017 Sumber data : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

13 13


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 5A Sebaran Tingkat Bahaya Erosi Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data

: 2017 Tingkat Bahaya Erosi (ha)

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kecamatan (2) Donomulyo Kalipare Pagak Bantur Gedangan Sumbermanjing Dampit Tirtoyudo Ampelgading Poncokusumo Wajak Turen Bululawang Gondanglegi Pagelaran Kepanjen Sumberpucung Kromengan Ngajum Wonosari Wagir Pakisaji Tajinan Tumpang Pakis Jabung Lawang Singosari Karangploso Dau Pujon Ngantang Kasembon Jumlah

Sangat Ringan (3) 7,923 5,435 3,477 7,894 516 8,715 5,177 9,021 3,655 6,529 8,964 6,252 5,195 6,042 4,958 5,567 3,716 3,723 3,873 5,754 4,775 3,699 3,944 4,729 6,260 5,160 2,901 6,430 3,470 2,962 2,435 3,045 1,205 163,401

Ringan

Sedang

Berat

(4) 369 3,743 1,229 3,504 7,414 8,525 5,240 4,899 7,592 4,544 2,237 129 0

(5) 8,653 2,820 2,877 3,871 4,494 4,002 2,647 4,512 3,124 3,430 1,157 39 0

(6) 408 379 584 1,675 3,335 3,812 1,233 3,247 3,737 5,793 84 0 0

Sangat Berat (7) 182 838 843 631 1,241 2,106 598 972 1,936 1,954 43 0 0

0 0 93 897 142 1,369 685 2,276 336 88 764 221 1,347 2,457 4,463 1,328 2,075 1,250 2,393 2,419 74,028

0 0 0 112 0 309 157 537 268 0 467 0 3,302 1,584 878 710 738 3,212 1,748 3,162 58,810

0 0 0 0 0 568 64 121 162 0 479 0 1,422 223 265 1,060 0 5,198 5,957 1,274 41,080

0 0 0 0 0 0 36 0 0 0 41 0 1,449 0 208 547 0 0 2,052 490 16,167

Keterangan : Sumber : BPDAS Brantas, 2016 Lampiran Data

14 14

Jumlah (ha) (8) 17,535 13,215 9,010 17,575 17,000 27,160 14,895 22,651 20,044 22,250 12,485 6,420 5,195 6,042 4,958 5,660 4,725 3,865 6,119 6,696 7,709 4,465 4,032 6,480 6,481 12,680 7,165 12,244 7,115 5,775 12,095 15,195 8,550 353,486


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 5B Tingkat Kemiringan Tanah (Hektar) Kabupaten/ Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

No.

Kecamatan District

0 - 2o

2o - 8o

8o - 15o

15o - 25o

25o - 40o

> 40o

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Donomulyo

936.39

5,254.75

2,946.03

5,817.91

715.92

0

2

Kalipare

2,544.12

6,412.16

1,939.88

2,973.84

0

0

3

Pagak

636.7

3,768.90

3,217.95

1,386.45

0

0

4

Bantur

1,615.88

3,634.48

5,983.37

4,853.68

18.59

0

5

Gedangan

1,152.80

2,370.14

4,421.51

7,904.81

215.74

0

6

Sumbermanjing

1,549.42

2,548.11

6,367.96

9,489.88

3,874.70

119.93

7

Dampit

1,225.66

6,308.23

1,984.90

3,207.46

536.75

0

8

Tirtoyudo

206.2

2,236.96

1,173.88

5,378.38

4,788.24

412.34

9

Ampelgading

846.55

515.85

2,024.32

8,536.64

10,294.58

1,732.06

10

Poncokusumo

1,148.15

3,607.63

1,077.40

758.21

7,815.93

5,280.68

11

Wajak

1,819.66

3,688.35

732.96

0

3,060.56

154.47

12

Turen

5,056.19

1,222.83

71.16

0

12.82

0

13

Bululawang

3,822.60

579.4

0

0

0

0

14

Gondanglegi

9,170.87

2,335.13

0

0

0

0

15

Pagelaran

23,640.54

6,019.46

0

0

0

0

16

Kepanjen

2,787.29

1,689.71

0

0

0

0

17

Sumberpucung

2,476.23

1,147.57

147.2

0

0

0

18

Kromengan

2,555.03

1,184.09

151.88

0

0

0

19

Ngajum

4,135.59

1,916.57

245.84

0

0

0

20

Wonosari

144.14

2,553.06

1,315.66

650.87

1,144.94

651.33

21

Wagir

172.44

3,054.18

1,573.91

778.63

1,369.66

779.18

22

Pakisaji

2,246.51

1,246.61

335.59

65.78

45.51

0

23

Tajinan

1,630.06

2,160.29

191.46

0

88.19

0

24

Tumpang

1,553.30

2,971.14

484.71

0

1,914.27

105.58

25

Pakis

3,575.90

1,750.10

0

0

0

0

26

Jabung

1,601.12

2,788.09

1,615.02

59.63

6,584.82

960.32

27

Lawang

597.23

3,464.94

620.04

1,436.01

653.06

8.72

28

Singosari

2,576.83

5,029.81

765.23

801.42

1,138.54

263.17

29

Karangploso

683.97

2,363.85

1,343.30

125.33

560.83

8.72

30

Dau

73.47

693.27

118.46

404.42

1,289.61

2,505.77

31

Pujon

0

1,646.22

1,155.91

643.24

7,915.33

1,693.30

32

Ngantang

622.77

1,878.75

1,725.91

872.03

7,260.92

1,228.62

33

Kasembon

365.04

905.22

1,165.22

945.92

1,832.59

348.01

Jumlah

6.822,87

4,263.24

5,466.02

7,304.98

4.312,28

4,539.44

Keterangan : Sumber: Ksntor Pertanahan Kabupaten Malang, 2016

Lampiran Data

15 15


LAMPIRAN DATA DOKIUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 6 Evaluasi Kerusakan Tanah Di Lahan Kering Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

Parameter

Ambang Kritis (PP

Hasil

Status

(2)

150/2000) (3)

Pengamatan (4)

Melebihi/Tidak (5)

< 20 cm

>75

tidak

(1) 1

Ketebalan Solum

2

Kebatuan Permukaan

> 40 %

5-10%

tidak

3A

Komposisi Fraksi

< 18 % koloid;

22 - 65

tidak

3B

Komposisi Fraksi

> 80 % pasir kuarsitik

Oct-30

tidak

4

Berat Isi

> 1.4 g/cm3

0.74 - 1.19

tidak

5

Porositas Total

< 30 % ; > 70 %

48.36 - 67.68

tidak

6

Derajat Pelulusan air

< 0.7 cm/jam; > 8.0 cm/jam

1.53 â&#x20AC;&#x201C; 10.21

sebagian melebihi

7

pH (H2O) 1 : 2,5

< 4.5 ; > 8.5

4.9 - 5.9

tidak

8

Daya Hantar Listrik /DHL

> 4.0 mS/cm

0.07 - 0.28

tidak

9

Redoks

< 200 mV

93.8 - 183.1

melebihi

93.8 - 183.1

sebagian melebihi

10

Jumlah Mikroba

2

< 10 cfu/g tanah

Keterangan : - Hasil Studi Kerusakan Lahan dan Tanah untuk produksi Biomasa Tahun 2017 - Studi dilakukan di 5 desa Kecamatan Jabung yaitu Desa Kemiri, Desa Kenongo, Desa Slampangrejo, Desa Sukopuro, dan Desa Taji Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

16 16


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 6A Hasil Uji Kerusakan Tanah Di Lahan Kering Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

Lereng No.

Koordinat

Desa

Kec.

Penggunaan Lahan

Jenis Tanaman/ Pupuk

Jenis Erosi

(%)

Elevasi

Ketebalan Solum

Permukaan

mdpl

(cm)

(%)

Pasir

Debu

Batuan

Partikel tanah (%)

pH

Redoks

DHL

BI

BJ

Liat

H20

mV

mS/cm

g/cm3

cm/j am

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

KI

07.53.3741 S 112.46.4509 E

Kemiri

Jabung

30 -40

Perkebunan

Tebu

Parit

1016

>120

-

13

22

65

4.9

183.1

0.18

0.86

K II

07.53.6414 S 112.45.8551 E

Kemiri

Jabung

30-40

Perkebunan

Tebu

Parit

1015

>120

-

21

40

39

5.6

124.0

0.24

0.93

Slamparejo

Jabung

03-08

Tegalan

Jagung

-

998

>120

-

22

39

39

5.7

106.7

0.09

1.04

Sl I

07.56.4813 S 112.46.4886 E

Sl II

07.56.3056 S 112.46.0132 E

Slamparejo

Jabung

03-08

Perkebunan

Tebu

-

996

>120

-

30

44

26

4.6

174.1

0.07

1.19

Su I

07.58.6691 S 112.46.8183 E

Sukopuro

Jabung

20-30

Perkebunan

Tebu

Permukaan

659

>75

05-10

22

49

29

5.2

138.6

0.09

0.88

TI

07.57.2120 S 112.49.2552 E

Taji

Jabung

40-50

Perkebunan

Apel

Parit

1015

>120

-

10

54

36

5.9

93.8

0.10

0.74

T II

07.57.5744 S 112.48.9168 E

Taji

Jabung

30-45

Perkebunan

Kopi

Parit

1007

>120

-

30

35

35

5.8

103.8

0.28

0.94

Ke

07.59.2511 S 112.46.4343 E

Kenongo

Jabung

03-08

Perkebunan

Tebu

-

673

>75

05-10

27

36

37

5.5

127.5

0.19

1.09

Per mea bilit as

Jumlah Mikro ba

(20 ) 64. 35

(21)

(22)

8.82

3.7 x 107

2.44

61. 79

12.3 5

2.4 x 107

2.30

54. 55

4.50

9.6 x 107

48. 36

9.89

3.6 x 108

61. 09

5.50

3.5 x 108

2.32

67. 68

10.2 1

5.6 x 107

2.35

59. 93

3.50

6.8 x 108

2.38

54. 34

1.53

3.1 x 107

(19) 2.41

2.30 2.26

Keterangan : - Hasil Studi Kerusakan Lahan dan Tanah untuk produksi Biomasa Tahun 2017 - Studi dilakukan di 5 desa Kecamatan Jabung yaitu Desa Kemiri, Desa Kenongo, Desa Slampangrejo, Desa Sukopuro, dan Desa Taji Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

Po ros itas

17


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 7 Evaluasi Kerusakan Tanah Di Lahan Basah Kabupaten/ Kota Tahun Data No. (1) 1

2 3

: Kabupaten Malang : 2017 Parameter (2)

Subsidensi Gambut di atas pasir kuarsa Kedalaman Lapisan Berpirit dari permukaan tanah Kedalaman Air Tanah dangkal

Ambang Kritis (PP 150/2000) (3)

Hasil Pengamatan (4)

Melebihi/ Tidak

-

-

< 25 cm dengan pH ≤ 2,5

-

-

> 25 cm

-

-

> 35 cm/tahun untuk ketebalan gambut ≥ 3 m atau 10% / 5 tahun untuk ketebalan gambut < 3 m

(5)

Keterangan : Di Wilayah Kabupaten Malang termasuk lahan kering, tidak terdapat lahan basah Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

18


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 8 Luas dan Kerapatan Tutupan Mangrove Kabupaten Kota Tahun Data No. (1) 1 2 3 4 5 6

: Kabupaten Malang : 2017 Lokasi

(2) Ampelgading Tirtoyudo Sumbermanjing Gedangan Bantur Donomulyo

Luas Lokasi (Ha)

Persentase Tutupan (%)

Kerapatan

(3) 5 22.12 77.5 148.13 12.73 130

(4) 100 89.6 79.36 47.34 60.72 53.85

(5) -

Keterangan : Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Malang , 2017

Lampiran Data

19


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 8A Kondisi dan Rehabilitasi Mangrove Kabupaten/ Kota Tahun Data

No.

(1) 1

: Kabupaten Malang : 2017 LUAS

KECAMATAN/DESA

(Ha)

KONDISI BAIK (Ha)

REHABILITASI

RUSAK BERAT

RUSAK RINGAN

Luas

Jumlah

(Ha) (6)

(Ha) (7)

(Batang) (8)

1

10.000

13 1

30.500 10.000

(3)

(4)

(Ha) (5)

5

5

-

Desa Pujiharjo

7

6,5

0,5

Desa Purwodadi SUMBERMANJING WETAN : Desa Tambakrejo Pantai Sendangbiru Pantai Tamban

5

3,2

-

1,8

58,5 20

34,5 19,7

17 0,3

7

Desa Sidoasri

2

2

2

7.000

Desa Sitiarjo

5

5

5

9.000

Desa Tumpakrejo

55

21,5

28,5

5

1,5

14.100

Desa Gajahrejo

60

15

40

5

Desa Sumberbening

3,5

-

3,5

Desa Srigonco DONOMULYO Desa Sumberoto Desa Banjarejo

2,5

-

-

130

70

50

(2) AMPELGADING : Desa Lebakharjo (Pantai Licin)

2

3

4

5

6

TIRTOYUDO :

GEDANGAN :

BANTUR

10

-

Keterangan : Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Malang , 2017

Lampiran Data

20


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 9 Luas dan Kerusakan Padang Lamun Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

Kecamatan

(1) 1 2

(2) Sumbermanjing Wetan Bantur

Luas (Ha) (3) -

Persentase Area Kerusakan (%) (4) -

Keterangan : Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

21


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 10 Luas Tutupan dan Kondisi Terumbu Karang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. (1)

1 2 3

Kecamatan (2)

Luas Tutupan (ha) (3)

Bantur Tirtoyudo Sumbermanjing Wetan

Sangat Baik (%) (4)

1026,5 246,4 307,9

Baik (%) (5)

Sedang (%) (6)

Rusak (%) (7)

50% 40% 60%

Keterangan : Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, 2017

Tabel 11 Luas Perubahan Penggunaan Lahan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. (1) 1 2 3 4 5 6 7

Jenis Penggunaan (2) Pemukiman Industri Perkebunan Pertambangan Sawah Pertanian Lahan Kering Perikanan Total

Luas Lahan (Ha) Lama Baru (3) (4) 42.321,58 1.122,35 154.124,27 88,37 50.124,00 91.539,38 161,34 339.481,29

42.666,20 1.248,75 154.124,27 88,37 50.124,00 91.086,36 161,34 339.499,29

Sumber Perubahan (5) Lahan Kering (tegalan) Lahan Kering (tegalan)

-

Keterangan : Sumber : Kantor Pertanahan Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

22


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 11A Luas Perubahan Penggunaan Lahan Tahun 2014 sd 2017 Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

Jenis Penggunaan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

(2) Pemukiman Industri Perkebunan Pertambangan Sawah Pertanian Lahan Kering

Tahun 2014 (3) 42.066,58 1.016,32 154.124,27 88,37 50.124,00 91.900,41

7. 8. 9. 10. 11.

Perikanan Bandara Perairan Tanah Terbuka Tanah Kosong

161,34 312,04 3.419,42 102,03 2.734,57

(1)

Luas Lahan (Ha) Tahun Tahun 2015 2016 (4) (5) 42.084,14 42.321,58 1027,93 1.122,35 154.124,27 88,37 50.124 91.871,24 91.539,38

-

161,34 312,04 3.419,42 102,03 2.734,57

Perubahan Tahun 2017 (6) 42.666,20 1248,75 91.086,36

-

%

Keterangan

(Ha) (7) 599,62 232,43 814,05

(8) 1,405 18,61 0,89

(9) Lahan Kering (Tanah Tegalan) Lahan Kering (Tanah Tegalan)

-

-

Pemukiman (599,62 Ha) Industri (233,43 Ha) Total Perubahan 814,05 Ha

Keterangan : Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

24


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 11B Penyimpangan Pola Ruang antara Rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Malang dengan Pola Ruang Eksisting Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 WP LINGKAR KOTA MALANG (Lokasi :Kecamatan Dau, Kecamatan Karangploso, Kecamatan Lawang, Kecamatan Singosari, Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Wagir, Kecamatan Tajinan, Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Pakis) KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir ( <6Ha)

Luas (Ha)

BULULAWANG

Emplasemen Tetap

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,32

BULULAWANG

Kampung Padat

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

314,78

DAU

Industri

Industri

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,73

DAU

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

17,01

DAU

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

107,54

DAU

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,87

DAU

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

14,88

DAU

Kampung Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

27,26

DAU

Kampung Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

76,17

DAU

Perkebunan

Perkebunan

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

157,07

DAU

Perkebunan

Perkebunan

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

117,12

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

14,26

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,50

Lampiran Data

25


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir ( <6Ha)

Luas (Ha)

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

9,60

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

18,25

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,19

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

20,14

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

69,93

DAU

Perumahan Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,66

DAU

Perumahan Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,36

DAU

Perumahan Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

15,89

DAU

Perumahan Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

16,71

DAU

Perumahan Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

8,48

KARANGPLOSO

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

32,61

KARANGPLOSO

Kampung Jarang

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,74

KARANGPLOSO

Kampung Padat

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

55,40

KARANGPLOSO

Kampung Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,10

KARANGPLOSO

Kampung Padat

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

14,66

KARANGPLOSO

Perumahan Jarang

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,22

KARANGPLOSO

Perumahan Jarang

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,50

Lampiran Data

26


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir ( <6Ha)

Luas (Ha)

KARANGPLOSO

Perumahan Padat

Permukiman

Pengembangan Kawasan Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,21

KARANGPLOSO

Perumahan Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,15

LAWANG

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

8,18

LAWANG

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

8,94

LAWANG

Perumahan Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

10,62

LAWANG

Perumahan Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,91

LAWANG

Perumahan Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,22

PAKIS

Aneka Pangan

Industri

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,28

PAKIS

Kampung Jarang

Permukiman

BANDAR UDARA

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

27,21

PAKIS

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

19,85

PAKIS

Perumahan Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

17,22

PAKIS

Perumahan Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

31,20

SINGOSARI

Aneka Pangan

Industri

Permukiman

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

31,59

SINGOSARI

Aneka Pangan

Industri

Permukiman

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

22,01

SINGOSARI

Emplasemen Tetap

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,86

SINGOSARI

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

18,04

SINGOSARI

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

8,40

SINGOSARI

Perumahan Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

10,07

TAJINAN

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

13,47

Lampiran Data

27


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN

TAJINAN

Sebelum Konversi BPN Kebun Campuran

Eksisting (BPN) Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Rencana (RTRW)

Pertanian Lahan Basah

Kecocokan item Tidak Sesuai

Evaluasi berdasar kriteria Tidak Sesuai

Evaluasi akhir (<6Ha)

Tidak Sesuai

Jumlah

Luas (Ha)

23,09 1511,48

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33

WP KEPANJEN ( Lokasi : Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Wonosari, Kecamatan Ngajum, Kecamatan Kromengan, Kecamatan Pagak, Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Kalipare, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Gondanglegi, dan Kecamatan Pagelaran, dengan pusat di Perkotaan Kepanjen) KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir (<6Ha)

Luas (Ha)

DONOMULYO

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

493,90

DONOMULYO

Kampung Jarang

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

9,82

DONOMULYO

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

15,75

DONOMULYO

Perkebunan

Perkebunan

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

19,23

GONDANGLEGI

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

125,88

GONDANGLEGI

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

20,20

Lampiran Data

28


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir (<6Ha)

Luas (Ha)

DONOMULYO GONDANGLEGI

Kampung Jarang Kampung Jarang

Permukiman Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai Tidak Sesuai

Tidak Sesuai Tidak Sesuai

Tidak Sesuai Tidak Sesuai

493,90 74,80

GONDANGLEGI

Kampung Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

16,34

GONDANGLEGI

Kampung Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

39,36

GONDANGLEGI

Tegalan/Ladang

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

21,83

KALIPARE

Kampung Jarang

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

56,67

KALIPARE

Tegalan/Ladang

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

780,47

KEPANJEN

Kampung Jarang

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

15,72

KROMENGAN

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

7,48

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

27,31

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

19,29

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Permukiman

KROMENGAN

Kebun Campuran

NGAJUM

Kampung Jarang

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Permukiman

PAGELARAN

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

30,77

SUMBERPUCUNG

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

11,29

SUMBERPUCUNG

Kampung Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

9,77

Jumlah

1795,90

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33 Penyimpangan

Lampiran Data

29

0,52%


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

WP NGANTANG ( Lokasi: Kecamatan Ngantang, Kecamatan Pujon dan Kecamatan Kasembon, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Ngantang)

KASEMBON

Sebelum Konversi BPN Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Kecocokan item Tidak Sesuai

KASEMBON

Kampung Jarang

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

44,43

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

91,06

Kampung Jarang

Permukiman Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Permukiman

KASEMBON

Tegalan/Ladang

NGANTANG

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

44,13

NGANTANG

Kampung Jarang

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

18,40

NGANTANG

Kampung Padat

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

11,45

PUJON

Kampung Jarang

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

16,49

PUJON

Kampung Padat

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,35

KECAMATAN

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Evaluasi berdasar kriteria Tidak Sesuai

Evaluasi akhir (<6Ha) Tidak Sesuai

Jumlah

Luas (Ha) 13,53

245,85

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33 Penyimpangan

0,07%

WP TUMPANG (Lokasi: Kecamatan Tumpang, Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Wajak dan Kecamatan Jabung, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Tumpang)

JABUNG

Sebelum Konversi BPN Aneka Pangan

Industri

JABUNG

Aneka Pangan

JABUNG

Aneka Pangan

KECAMATAN

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Kecocokan item Tidak Sesuai

Evaluasi berdasar kriteria Tidak Sesuai

Evaluasi akhir (<6Ha) Tidak Sesuai

Industri

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,59

Industri

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

21,25

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Lampiran Data

30

Luas (Ha) 6,71


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN

Sebelum Konversi BPN

PONCOKUSUMO

Tegalan/Ladang

TUMPANG

Kampung Jarang

Eksisting (BPN) Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Permukiman

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir (<6Ha)

Luas (Ha)

Hutan Lindung

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

15,73

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

39,40

Jumlah

95,68

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33 Penyimpangan

0,03%

WP TUREN DAN DAMPIT (Lokasi: Kecamatan Turen, Kecamatan Dampit, Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Ampelgading, dengan pusat pelayanan sosial di Turen dan pusat pelayanan ekonomi di Dampit) Sebelum Konversi Kecocokan Evaluasi Evaluasi akhir KECAMATAN Eksisting (BPN) Rencana (RTRW) Luas (Ha) BPN item berdasar kriteria (<6Ha) Holtikutura dan AMPELGADING Kebun Campuran Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai 12,71 lahan kering/ Hutan Pertanian Lahan Basah Rakyat DAMPIT Kampung Jarang Permukiman Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai 121,71 DAMPIT

Kampung Jarang

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

21,48

DAMPIT

Kampung Jarang

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

145,25

DAMPIT

Kampung Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

13,67

DAMPIT

Kampung Padat

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,47

DAMPIT

Perkebunan Besar

Perkebunan

Permukiman

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

32,77

Lampiran Data

31


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN AMPELGADING DAMPIT TUREN TUREN TUREN

Sebelum Konversi BPN Kebun Campuran Perkebunan Besar Kampung Jarang Kampung Padat Kampung Padat

Eksisting (BPN) Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir (<6Ha)

Luas (Ha)

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,71

Perkebunan

Pengembangan Permukiman Perkotaan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

15,05

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

23,07

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

51,31

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

6,54

Jumlah

450,03

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33 Penyimpangan

0,13%

WP SUMBERMANJING WETAN (Lokas: Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan dan Bantur, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Sendangbiru) KECAMATAN BANTUR BANTUR GEDANGAN GEDANGAN

Sebelum Konversi BPN Kampung Jarang Kampung Jarang Kampung Jarang Kampung Jarang

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir (<6Ha)

Luas (Ha)

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

475,27

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

569,92

Permukiman

Industri

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

202,07

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

601,16

Lampiran Data

32


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

KECAMATAN GEDANGAN GEDANGAN GEDANGAN

Sebelum Konversi BPN Kampung Jarang Kampung Jarang Kampung Jarang

GEDANGAN

Kebun Campuran

GEDANGAN

Pertambangan Terbuka

SUMBERMANJINGWETAN

Kampung Jarang

Eksisting (BPN)

Rencana (RTRW)

Kecocokan item

Evaluasi berdasar kriteria

Evaluasi akhir ( <6Ha)

Luas (Ha)

Permukiman

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

13,21

Permukiman

Sawah Tadah Hujan

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

8,98

Permukiman

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

271,05

Pertanian Lahan Basah

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

13,55

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

17,40

Hutan Lindung

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

12,98

Holtikutura dan lahan kering/ Hutan Rakyat Kawasan peruntukan pertambangan, mineral dan batu bara Permukiman

Jumlah

2185,58

Luas Total Kabupaten Malang

346.049,33 Penyimpangan

Keterangan : Data dari Laporan Fakta dan Analisa Raperda RTRW Kab. Malang Tahun 2016 Sumber : Badan Perencana Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

33

0,63%


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 12 Jenis Pemanfaatan Lahan Kabupaten/ Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

(1)

Jenis Pemanfaatan Lahan (2)

1

Tambang

2

Perkebunan

3

Pertanian

No.

4

Pemanfaatan Hutan

Jumlah (3)

3

Skala Usaha (4) Besar Menengah Kecil Rakyat Besar Menengah Kecil Rakyat Besar Menengah Kecil Rakyat Besar Menengah Kecil Rakyat

Luas (ha)

Keterangan

(5) 25,57 5.726,13 11.637,86 50.118,16 43.105,10 0

(6)

43.956,92

Keterangan : data diolah dari berbagai sumber Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2016

Lampiran Data

34


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 13 Luas Areal dan Produksi Pertambangan Menurut Jenis Bahan Galian Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

(1) 1 2

Jenis Bahan Galian (2) Tanah Urug Piropilit

Nama Perusahaan

(3) Sueb Efendi CV. Anugerah Tambang

Luas Ijin Usaha Penambangan

Luas Area (Ha)

(4) 3,46 3,1

(5) 5 3,1

Produksi (Ton/Tahun)

(6) 180.000*) -

Keterangan : *) Kapasitas produksi dalam satuan m3/tahun sesuai dokumen UKL UPL Sumber : UPT Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur, 2017

Lampiran Data

35


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 13A Lokasi Tambang Kabupaten/ Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

No.

Desa

Kecamatan

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

(2) Lebakharjo Sidorenggo Simojayan Wirotaman Wirotaman Bandungrejo Bantur Bantur Pringgodani Purworejo Rejosari Rejosari Srigonco Sumberbening Sumberbening Sumberbening Tlogosari Wonorejo Wonorejo Wonorejo

(3) Ampelgading Ampelgading Ampelgading Ampelgading Ampelgading Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Bantur Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Dampit Donomulyo Donomulyo Donomulyo Donomulyo

Amadanom Baturetno Dampit Pamotan Rembun Srimulyo Sumbersuko Sumbersuko Sumbersuko Sumbersuko Sumbersuko Sumbersuko Sumbersuko Donomulyo Mentaraman Purworejo Tempursari

Jenis Tambang (4) Kaolin Sirtu Pasir Zeolit Pasir Kuarsa Gamping Tanah Liat Bentonit Bentonit Tanah Liat Tanah Liat Bentonit Gamping Tanah Liat Gamping Bentonit Bentonit Bentonit Kalsit Kaolin Pasir Marmer Pasir Pasir Pasir Pasir Marmer Emas Feldspar Kaolin Pasir Kuarsa Okee Gamping Gamping Pasir Besi Pasir Besi Gamping

Volume (Ton) (5) 32500 44100 8500 9100000

Luas (Ha)

75000000 3825000 2600000 1300000 1785000 6885000 1560000 106000000 5100000 106000000 2600000 26000 2600000

(6) 1 2 1 175 150 75 50 25 35 235 30 212 85 212 50 1 50

26747700

0 144 0 0 0,25 0.2 49

25000000 7525469 5249227 25000000

50 5,04 3,92 50

Lampiran Data

36

78287564


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77

Desa (2) Tulungrejo Tulungrejo Gedangan Gedangan Gedangan Segaran Sindurejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Tumpakrejo Jabung Kemiri Slamparejo Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Bocek Girimoyo Kepuh Kasembon Kasembon Kasembon Pandansari Gampingan Pagak Pagak Pagak Pagak Pagak Pandesari Toyomarto Toyomarto

Kecamatan (3) Donomulyo Donomulyo Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gedangan Gondanglegi Jabung Jabung Jabung Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Kalipare Karangploso Karangploso Karangploso Kasembon Kasembon Kepanjen Ngantang Pagak Pagak Pagak Pagak Pagak Pagak Poncokusumo Singosari Singosari

Jenis Tambang (4) Pasir Besi Kalsit Zeolit Gamping Tanah Liat Gamping Andesit Pasir Besi Tanah Liat Emas Kalsit Phyrophilit Okee Marmer Feldspar Andesit Andesit Andesit Gamping Mangaan Emas Kaolin Pasir Kuarsa Marmer Andesit Andesit Andesit Tanah Urug Pasir Feldspar Pasir Gamping Gamping Kalsit Tanah Liat Kaolin Bentodit Pasir Sirtu Tanah Liat

Volume (Ton) (5) 7975920

Luas (Ha)

1355640 114175000 189210 147285 5749765 2731050

(6) 8 26,07 182,68 37 0 109 7 53,56

0,2 1 0 0,25

0,2 0 0 2

0 0 0,25

0 1

Lampiran Data

37


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Desa

Kecamatan

(1) 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117

(2) Argotirto Argotirto Argotirto Druju Kedungbanteng Kedungbanteng Kedungbanteng Klepu Klepu Sitiarjo Sumberagung Sumberagung Sumberagung Sumberagung Sumberagung Sumberagung Tambakasri Tambakasri Tambakasri Tambakasri Tambakasri Tambakasri Tambakasri Tambakasri Jogomulyan Kepatihan Kepatihan Pujiharjo Pujiharjo Pujiharjo Purwodadi Sumbertangkil Tamansatriyan Tamansatriyan Tamansatriyan Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Kedok Kemulan

(3) Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumbermanjing Wetan Sumberpucung Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Tirtoyudo Turen Turen

Jenis Tambang (4) Kaolin Phyrophilit Zeolit Gamping Feldspar Zeolit Andesit Bentonit Phyrophilit Gamping Mangaan Feldspar Bentonit Gamping Andesit Tanah Liat Zeolit Emas Phospat Kalsit Okee Toseki Marmer Tanah Liat Diorit Andesit Zeolit Bentonit Diorit Sirtu Bentonit Bentonit Pasir Pasir Pasir Tanah Liat Pasir Kuarsa Toseki Pasir Pasir

Volume (Ton) (5) 432458 113659000 1722240

Luas (Ha)

557960 839800 18573300 1148836 689000 75062500 528000 643240 279526 9892500 6660900 516120 1146080

719800 7881300 5200000 63700000 44250000 56700 65000000 63700000 650000 6000 40800000

(6) 16,63 215 33 1 10,73 16,15 23 22 13 120 11 12,37 11 13 25 10 22,04

2 29 100 490 50 1 500 490 13 1 1 800

0 0 Lampiran Data

38


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 118 119 120 121 122 123 124

Desa (2) Bambang Blayu Patokpicis Patokpicis Sumberputih Sumberputih Wonoayu

Kecamatan (3) Wajak Wajak Wajak Wajak Wajak Wajak Wajak

Jenis Tambang (4) Pasir Pasir Pasir Sirtu Pasir Sirtu Pasir

Volume (Ton) (5)

Luas (Ha)

14375000 220500 2137800

(6) 0,2 0 0 11 0,2 34 0

Keterangan: Sumber : Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

39


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel - 14 Realisasi Kegiatan Penghijauan dan Reboisasi Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Penghijauan Luas No. BKPH Target Jumlah Realisasi (Ha) Pohon (Ha) (1) (2) (3) (4) (5) Bantur 150 1 0,38 0,38 Bululawang 5000 2 12,50 12,50 Dampit 5000 3 12,50 12,50 Dau 135000 4 337,50 337,50 Donomulyo 5 640,85 640,85 256339 Gedangan 6 439,97 439,97 175987 Gondanglegi 4000 7 10,00 10,00 Jabung 1500 8 3,75 3,75 Kasembon 9 273,75 273,75 109500 Kepanjen 10 14,32 14,32 5726 Kromengan 11 431,67 431,67 172666 Lawang 12 1,25 1,25 500 Ngajum 13 603,65 603,65 241459 Ngantang 14 45,00 45,00 18000 Pagak 15 265,68 265,68 106270 Pakisaji 16 12,13 12,13 4850 Poncokusumo 17 0,88 0,88 350 Pujon 18 69,84 69,84 27936 Singosari 5450 19 13,63 13,63 Sumbermanjing wetan 20 323,87 323,87 129546 Tajinan 21 4,15 4,15 1658 Tumpang 22 62,11 62,11 24844 Turen 23 178,28 178,28 71312 Wagir 24 53,13 53,13 21250 Wajak 25 28,97 28,97 11588 Wonosari 26 66,20 66,20 26481 3905,91 3905,91 1562362 Total

Target (Ha) (6) 11,30

Realisasi Reboisasi Luas Jumlah Realisasi Pohon (Ha) (7) (8) 11,30 14690

27,00

27,00

22100

50,20

50,20

93673

89

89

130463

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Perum Perhutani KPH Malang, UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas PU SDA, Dinas PU Bina Marga, 2017

Lampiran Data

40


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 14A Data Penambahan Tutupan Vegetasi/ Penanaman di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota Tahun Data

: Kabupaten Malang : 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

(1) 1

(2) Pantai Jembatan Panjang Tanjung Sirap Desa Sumber Bening Kecamatan Bantur Pandanrejo Kecamatn Wagir Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Pait Kecamatan Kasembon Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan

(3)

2 3

4

5

6 7

bantur

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) Cemara Udang 150 0,38

wagir kasembon

3.000 36.000

kasembon

20.250

Asal Bibit (7) PLN Kota Malang

sengon

KLHK

Bambu Petung, 90,00 Sengon

APBD I

Sengon

APBD I

Sengon

APBD I

sirsat, nangka

Balitbang, DLH Bantuan dan swadya masyarakat

7,50

50,63

kasembon

20.250 50,63

poncokusumo 100 kromengan 11

8

Desa Slorok Kecamatan Kromengan

kromengan

10.000

9

Desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan

kromengan

30.000

10

Desa Kromengan Kecamatan Kromengan

kromengan

25.750

11

Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan

kromengan

32.575

12

Desa Peniwen Kecamatan Kromengan

kromengan

31.750

13

Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan

kromengan

42.580

0,25 Sengon, waru, 0,03 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 25,00 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 75,00 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 64,38 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 81,44 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 79,38 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Sengon, waru, 106,45 jati, mahoni, glereside, rumput gajah Lampiran Data

Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat

41


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

(1) 14

(2) Desa Wonosari Kecamatan Wonosari

(3) wonosari

15

Desa Kebobang Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Plaosan Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Plandi Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Kluwut Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Bangelan Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Sumbertempur Kecamatan Wonosari

wonosari

Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari

wonosari

Clungup Mangrove Conservation di Sekitar Pos 2 Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Sumberoto, Donomulyo

sumbermanjing wetan

16

17

18

19

20

21

22

23 24

Kecamatan

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) Basiah, jabon 2.897 7,24 Basiah, cendana 5.652

14,13

3.722

9,31

1.155

2,89

1.703

Basiah, 4,26 rambutan

1.627

4,07

6.528

16,32

3.197

7,99

107

0,27

Basiah, cendana

Basiah

Basiah, kopi

Basiah, suren

Basiah, kopi

Cemara Udang

poncokusumo donomulyo

50 29.000

Karangduren, Pakisaji

pakisaji

26

Pakisaji, Pakisaji

pakisaji

Binamarga

sengon, saman

BPDAS Brantas BPDAS Brantas BPDAS Brantas BPDAS Brantas BPDAS Brantas BPDAS Brantas BPDAS Brantas CSR PT. CJI Pasuruan

0,13

sengon 250 750

27

Permanu, Pakisaji

pakisaji 550

28

Sutojayan, Pakisaji

pakisaji

29

Wadung, Pakisaji

pakisaji

250 550 30

Wonokerso, Pakisaji

pakisaji

31

Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan

gedangan

350 4.050

(7) Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bantuan dan swadya masyarakat Bhakti Alam Sendang Biru

cemara

72,50 25

Asal Bibit

0,63 sengon pucuk 1,88 merah sengon 1,38 sengon 0,63 sirsat, mangga 1,38 sengon 0,88 Sengon, nangka, 10,13 Sukun, Kelengkeng, Durian

Lampiran Data

42


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 32

Lokasi

Kecamatan

(2) Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan

(3) gondanglegi

Penanaman Dinas Kehutanan di Desa Dalisodo Kecamatan Wagir

wagir

35

Ngembal Kecamatan Wajak

wajak

36

Ruang Terbuka Hijau Sempadan Sungai Kec.Gondanglegi

gondanglegi

Ruang Terbuka Hijau Alunalun Karangploso Kec.Karangploso Ruang Terbuka Hijau Alunalun Karangploso Kec.Karangploso

karangploso

33

34

Jumlah (4) 4.000

gedangan 3.600

4.000

200

37

38

3.636

3 karangploso 2.334

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) Jambu Merah, 10,00 Nngka, Sukun, Kelengkeng, Sirsat Bambu Petung, 9,00 Kedondong, Sirsat, Kenanga, Nangka, Aren, Mangrove Bambu Petung 10,00

Asal Bibit (7) CSR PT.CJI Pasuruan

CSR PT.Pertamina (persero) TBBM Malang CSR PT.Pertamina (persero) TBBM Malang Desa

0,50 Anggrek Tanah 9,09 Ungu, Aprilia, Ararea, Brokoli Kuning, Jaburan Putih/Hijau, Kana, Kunir Merah/Putih, Melati Jepang, Philodendron Jari, Puring Lokal 0,6, Rowelia Bangkok, Sabang Merah, Sepatu Varigata, Trocolour Merah/Hijau, Rumput Gajah Mini Pule 0,01

Dinas Cipta Karya

Tabir Buya 2,5, 5,84 Ararea, Brokoli Kuning, Iris, Jaburan Putih/Hijau, Korobusa Mini Hijau/Putih Besar, Latana Lokal, Melati Jepang, Melati Putih, Song Of India 0,3,

Dinas Cipta Karya

Lampiran Data

Dinas Cipta Karya

43


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

(1)

(2)

(3)

39

Ruang Terbuka Hijau Alunalun Karangploso Kec.Karangploso

karangploso

Taman Puspa Desa Ngadilangkung Kec.Kepanjen

kepanjen

Taman Median Jalibar Desa Ngadilangkung Kec.Kepanjen Taman Madep Manteb Stadion Kanjuruhan Kec.Kepanjen Ruang Terbuka Hijau Tugu Perbatasan Desa Mojosari Kec.Kepanjen

kepanjen

Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Lawang Segmen Barat Kec.Lawang

lawang

40

41

42

43

44

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) Taiwan Bluis, Rumput Gajah Mini

2.343

656

16.604

kepanjen 4.374 kepanjen

14.806

3.952

Asal Bibit (7)

Brokoli Kuning, 5,86 Korobusa Hijau/Putih Besar, Kucir Merah/Putih, Tetean Kuning/ Hijau Palem Kuning, 1,64 Calestreon Dward, Korobusa Mini Hijau/ Putih Kecil Palem Kuning, 41,51 Pandan Bali

Dinas Cipta Karya

Andong Kecil 10,94 Merah/ Hijau, Ararea Iris, Jaburan 37,02 Putih/ Hijau, Korobusa Mini Hijau/ Putih Kecil, Korobusa Mini Hijau/ Putih Besar, Lilin Kuning, Pacing Andong Kecil 9,88 Merah/Hijau, Heliconia, Jaburan Putih/Hijau, Pisang Gandum, Puring Besar, Song Of India 0,3

Dinas Cipta Karya

Lampiran Data

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

44


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

(1) 45

(2) Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Lawang Segmen Timur Kec.Lawang

(3) lawang

Taman Segitiga Desa Ketindan Kec.Lawang

lawang

Ruang Terbuka Hijau Lapangan Kali Soerak Desa Ketindan Kec.Lawang

lawang

Ruang Terbuka Hijau Median Jalan Tugu batas Sawojajar-Pakis Kecamatan Pakis

pakis

46

47

48

Kecamatan

Jumlah (4) 1.266

3.660

5.124

16.597

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) Heliconia, 3,17 Jaburan Putih/Hijau, Pisang Gandum, Pring Besar, Puring Tamara 0,5, Song Of India 0,3 Andong Kecil 9,15 Merah/Hijau, Heliconia, Iris, Jaburan Putih/Hijau, Pisang Gandum, Pucuk Merah 1, Puring Besar, Song Of India 0,3, Rumput Gajah Mini Iris, Jabiran 12,81 Putih/Hijau, Pacing, Pisang Gandum, Puring Tamara 0,5, Song Of India 0,3 Andong Kecil 41,49 Merah/Hijau, Ararea, Bakung Emas, Bakung Fiderelli, Honje, Jaburan Putih/Hijau, Kana, Korobusa Mini Hijau/Putih Besar, Kucir Merah/Putih, Latana Lokal, Melati Jepang, Philodendron Jari, Puring Tamara 0,5, Sabang Merah, Sepatu Varigata, Sabang Merah

Lampiran Data

Asal Bibit (7) Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

45


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

(1) 49

(2) Ruang Terbuka Hijau Koridor Pakisaji Desa Karangpandan Kec.Pakisaji

(3) pakisaji

(4) 12.436

50

Ruang Terbuka Hijau Desa Kabonagung Kec.Pakisaji

pakisaji

15.541

51

Ruang Terbuka Hijau Desa Sanankerto Kec.Turen

turen

Ruang Terbuka Hijau Desa Sanankerto Kec.Turen

turen

52

Kecamatan

Jumlah

640

5.406

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) Iris, Jaburan 31,09 Putih/Hijau, Kuning, Korobusa Mini Hijau/Putih Kecil, Korobusa Mini Hijau/Putih Besar, Lilin Kuning, Pacing, Pisang Gandum, Puring Lokal 0,6, Sabang Merang, Song Of India 0,3, Kacangkacangan Iris, Jaburan 38,85 Putih/Hijau, Kuning, Korobusa Mini Hijau/Putih Kecil, Korobusa Mini Hijau/Putih Besar, Lilin Kuning, Pacing, Pisang Gandum, Puring Lokal 0,6, Sabang Merang Melati Jepang, 1,60 Melati Putih, Policeas, Rowelia Bangkok, Sepatu Philum, Suko Belanda Andong Kecil 13,52 Merah/Putih, Ararea, Bakung Fiderelli, Honje, Kana, Philodendron Jari, Puring Tamara, Sabang Merah, Sepatu Varigata, Rumput Gajah Mini Lampiran Data

Asal Bibit (7) Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

Dinas Cipta Karya

46


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

(1) 53

(2) Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon

54

Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Desa Ngroto Kecamatan Pujon Pantai Ngudel

pujon

Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Desa Sumberrejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Desa Tawangsari Kecamatan Pujon

pujon

Sumber Beji Lanang Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Sumber Umbul Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Sumber Waringin Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Sumber Maridi Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Sumber Kemin Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Sumber Waru Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo

donomulyo

55 56

57

58

59

60

61

62

63

64

65

66

Kecamatan (3) pujon

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) Alpukat, 2.250 5,63 cengkeh, durian, suren Sengon 800 2,00 epcalitus

pujon sumbermanjing wetan

4.900 100.000

4.500

4.500

5.000

2.000

104

120

150

195

190

150

Asal Bibit (7) Dinas Kehutanan

Dinas Kehutanan Dinas 12,25 Kehutanan Cemara Udang Dinas 250,00 Kelautan Provinsi Jatim Merica, nangka, Dinas LH 11,25 sirsat, sengon Kab. Malang, swadaya masyarakat Merica, nangka, Dinas LH 11,25 sirsat, sengon Kab. Malang, swadaya masyarakat Bakau, Cemara Dinas LH 12,50 udang Kab. Malang, swadaya masyarakat Durian, alpukat Dinas LH 5,00 Provinsi, Swadaya masyarakat Kluwek, Kemiri, Dinas 0,26 Beringin, Jambu Lingkungan Air Hidup Kab. Malang Kluwek, sukun, Dinas 0,30 nangka, sirsat Lingkungan Hidup Kab. Malang Nangka, sukun, Dinas 0,38 sirsat Lingkungan Hidup Kab. Malang sukun, lo, Dinas 0,49 kemiri, nangka, Lingkungan sirsat Hidup Kab. Malang Mangga, Lo, Dinas 0,48 Kemiri, Nangka, Lingkungan alpukat Hidup Kab. Malang Sukun, kluwin, Dinas 0,38 nangka, kemiri, Lingkungan durian Hidup Kab. Lampiran Data

47


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

(1)

(2)

(3)

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

77

78

Sumber Ringin Putih Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo

donomulyo

Desa Tumpak Rejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Sumber Kali Putih Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Sumber Umbul Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Sumber Jurang Jeru Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan

gedangan

Sumber Bunder Desa Gunungsari Kecamatan Tajinan

tajinan

Sumber Gambreng Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan

tajinan

Sumber Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan

tajinan

Sumber Suko Desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan

tajinan

Sumber Putat Desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan

tajinan

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6)

190

Sukun, nangka, 0,48 kluwek, kemiri, alpukat

4.500

Sengon, sukun, 11,25 nangka

4.500

11,25

5.000

Bakau, Cemara 12,50 Udang

Sengon

203

Sukun, nangka, 0,51 kemiri, kluwek, alpukat

147

Sukun, kluwih, 0,37 beringin,nangka, kemiri

147

Sukun, kluwih, 0,37 nangka,beringin, kemiri

220

Durian, sukun, 0,55 kluwih

220

Durian, sukun, 0,55 kluwih

212

Durian, sukun, 0,53 kluwih

250

Durian, sukun, 0,63 kluwih

256

Durian, sukun, 0,64 kluwih

Lampiran Data

Asal Bibit (7) Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab.

48


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

(1)

(2)

(3)

79

80

81

82

83

84 85

86

87

88

89

90

Sumber Kampung Anyar Desa Sanankerto Kecamatan Turen

turen

Sumber Gongso Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen

turen

Sumber Rau Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen

turen

Sumber Subuh Desa Wajak Kecamatan Wajak

wajak

Sumber Dandang Desa Dadapan Kecamatan Wajak

wajak

Tepi Jalan Ruas kota Kepanjen dan Pujon Kidul Ruas batas Kota MalangPertigaan-Abd SalehTumpang, Penanaman Pohon Ruas Tumpang Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo

kepanjen dan pujon kidul tumpang

sekitar UPTD Dinas PU Sumber Daya Air Kepanjen

kepanjen

sekitar UPTD Dinas PU Sumber Daya Air Ngajum

ngajum

sekitar UPTD Dinas PU Sumber Daya Air Singosari

singosari

Kebonagung Pakisaji

pakisaji

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6)

172

Kenanga & 0,43 durian

220

Nangka, durian, 0,55 kluwek

220

Durian, kluwek, 0,55 nangka, kluwih

202

Durian, sukun, 0,51 alpukat

186

Durian, kluwek, 0,47 kluwih

452 3.894

wagir 200

5.500

5.500

5.450

700

Cemara Pecut & 1,13 Angsana Cemara Pentris 9,74

cemara, sirsat, 0,50 nangka

Sengon, Mindi, 13,75 Tabe Puya, Tanjung, Jambu, Sirsat, Sepatudea Sengon, Mindi, 13,75 Tabe Puya, Tanjung, Jambu, Sirsat, Sepatudea Sepatudea, 13,63 Tabepuya, Sirsat, Jambu, Tanjung, Sengon, Mindi sengon 1,75 Lampiran Data

Asal Bibit (7) Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Dinas PU Bina Marga Dinas PU Bina Marga

Dinas PU Binamarga & DLH Kab.Malang Dinas PU Sumber Daya Air Kab.Malang Dinas PU Sumber Daya Air Kab.Malang Dinas PU Sumber Daya Air Kab.Malang Dishut dan swadaya

49


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 91

Lokasi

Kecamatan

(2) Desa Ngadas Kec.Poncokusumo Desa Ngabab Kecamatan Pujon

(3) poncokusumo

Patokpicis Kecamatan Wajak Clungup Mangrove Conservation di Depan Pos 2

wajak

Clungup Mangrove Conservation di Clungup

sumbermanjing wetan

96

Sumber Polman Lawang

lawang

97

Sumber Kajar Pakisaji

pakisaji

92

93 94

95

98 99 100 101 102 103

Sumber Kemuning Sawojajar Sumber Ngembul Tajinan Sumber Pitu Tumpang Sumber Ndhut Wagir Arhanud Kec. Jabung Dalisodo, Wagir

Jumlah (4) 200

pujon 2.560

sumbermanjing wetan

sumbermanjing wetan tajinan

1.000 80

45

Kemiri 500

1,25

100

0,25

250

0,63

500

1,25

500

1,25

150

0,38

1.500

3,75

Bambu Petung Kemiri Kemiri

tumpang

Bambu Petung

wagir

Kemiri

jabung wagir

104

Desa Petung Sewu Kec. Dau Kab. Malang

dau

105

Desa Putung Sewu Kec. Dau Kab. Malang

dau

125.000

106

Desa Babadan Kecamatan Ngajum Dusun Pakan Desa Purworejo Kec. Ngantang Kabupaten Malang Dusun Gagar Desa Tulungrejo Kec Ngantang Kabupaten Malang Kec Ngantang Kab Malang

ngajum

108

109

Mangrove 0,11

4.400 10.000

107

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) trembesi 0,50 Glodokan, 6,40 suren, tabepuya, jambu, trembesi Sirsat 2,50 Mangrove 0,20

7.000 ngantang 7.000 ngantang 7.000 ngantang

cengkeh, durian, 11,00 sengon Sengon, 25,00 cengkeh, alpukat Suren, kembang 312,50 rekisi, sengon, sirsat, jambu merah Sengon, durian, 17,50 alpukat, suren Sengon, durian, 17,50 cengkeh Suren, durian, 17,50 cengkeh, alpukat Cengkeh, Lampiran Data

Asal Bibit (7) Dishut, DLH KKN UB, Swadaya, BP DAS Brantas Koramil Masyarakat Ujung Pangkah Kulon, Gresik Masyarakat Ujung Pangkah Wetan, Gresik (LSM PUPUK) PDAM Kab.Malang PDAM Kab.Malang PDAM Kab.Malang PDAM Kab.Malang PDAM Kab.Malang PDAM Kab.Malang Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I

Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I Perum Jasa

50


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4) 4.000 10.000

110

Ds Sukomulyo Kec Pujon Kab Malang Desa Klepu Kec. Sumbermanjing Wetan Kab. Malang

pujon sumbermanjing wetan

15.000

112

Desa Druju Kec. Sumbermanjing Wetan Kab. Malang

sumbermanjing wetan

10.000

113

Desa Tulus Besar Kec Tumpang Kab. Malang

tumpang

15.000

114

Desa Sanankerto Kec. Turen Kab. Malang

turen

15.000

115

Desa Tawangrejeni Kec. Turen Desa Wajak Kec. Wajak Kab. Malang

turen

50.000

wajak

10.000

Clungup Mangrove Conservation di Sekitar selfie corner Kecamatan Turen

sumbermanjing wetan

111

116

117

118

7

turen 700

119

Kecamatan Turen

turen 500

120

Desa Sanankerto Kec. Turen

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) 10,00 durian, sengon Sengon, jeruk, 25,00 kelapa Sengon, suren, 37,50 kembang rekisi, durian, sirsat, mangga, jambu merah Sengon, suren, 25,00 kembang rekisi, durian, sirsat, mangga, jambu merah Sengon, suren, 37,50 kembang rekisi, durian, sirsat, mangga, jambu merah Sengon, suren, 37,50 kembang rekisi, durian, sirsat, mangga, jambu merah Sengon, sirsat 125,00 Sengon, 25,00 cengkeh, alpukat Mangrove 0,02

(7) Tirta I Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I

Perum Jasa Tirta I

Perum Jasa Tirta I

Perum Jasa Tirta I

Perum Jasa Tirta I Perum Jasa Tirta I PH Multi Vision Jakarta

Mangga, 1,75 Kluwih, Sukun, Nangka, Rambutan

PJB

Mangga, 1,25 Kluwih, Sukun, Nangka, Rambutan

PJT

turen 1.500

Asal Bibit

3,75 Lampiran Data

PT Cheiljedhang

51


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 121

122 123

Lokasi (2) Clungup Mangrove Conservation di sekitar selfie corner Clungup Mangrove Conservation di Clungup Pantai Ngudel

Kecamatan (3) sumbermanjing wetan sumbermanjing wetan sumbermanjing wetan

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) 73 Mangrove 0,18 6

3.500

124

Clungup Mangrove Conservation di Utara Gatra

sumbermanjing wetan

190

125

Clungup Mangrove Conservation di Utara Gatra

sumbermanjing wetan

65

Clungup Mangrove Conservation di Utara Gatra Clungup Mangrove Conservation di Utara Gatra Clungup Mangrove Conservation dengan di Utara Gatra

sumbermanjing wetan

100

sumbermanjing wetan sumbermanjing wetan

21

126

127 128

129

130

Dusun Bandung

donomulyo

134 135 136

Dusun Kalipakem Dusun Donomulyo Tlogosari, Donomulyo Purworejo, Donomulyo

Mangrove 0,23

6.000

133

Mangrove

90

5.000

132

Mangrove

0,05

Penanaman Pohon di sekitar dampit wilayah UPTD Dampit donomulyo

Mangrove

0,25

5.000

Dusun Mulyosari

kenanga, 8,75 nangka, pring petung, aren, & kakao Mangrove 0,48

0,16

Penanaman Pohon di sekitar bululawang wilayah UPTD Bululawang

131

Mangrove 0,02

Sengon, 12,50 Mahoni, Jambu, Sirsat Sengon, 12,50 Tabepuya, Jambu, Sirsat sengon 15,00

(7) PT PHAPROS Surabaya PT SUPRA Surabaya PT. Pertamina

Sekolah Alam Generasi Rabbani Gondang Legi - SDS Nelayan Sendang Biru - SMPS Nelayan Sendang Biru Singapore National Academy Surabaya Singapore Universitity SMA 5 Surabaya SMP. Kolose Santo Yusuf Malang (Kosayu/Hwua Ind Soetomo) Swadaya

Swadaya

Swadaya Swadaya

3.000

7,50

3.500

8,75

4.000

10,00

1.240 25.000

3,10

donomulyo

Swadaya

donomulyo

Swadaya

donomulyo donomulyo

Asal Bibit

sengon, mahoni

swadaya

sengon

Swadaya

Lampiran Data

52


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Penanaman 2017 Jumlah Luas Jenis (Ha) (4) (5) (6) 62,50

No.

Lokasi

Kecamatan

(1)

(2)

(3)

137

Desa Bayem Kecamatan Kasembon Desa Pait Kecamatan Kasembon Desa Kasembon Kecamatan Kasembon Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Penanaman di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum

kasembon

142

Penanaman di Desa Palaan Kecamatan Ngajum

ngajum

10.375

143

Penanaman di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Penanaman di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum

ngajum

11.890

ngajum

16.176

Penanaman di Desa Kranggan Kecamatan Ngajum Penanaman di Desa Kesamben Kecamatan Ngajum

ngajum

13.356

ngajum

18.775

147

Penanaman di Desa Babadan Kecamatan Ngajum

ngajum

74.467

148

Penanaman di Desa Balesari Kecamatan Ngajum Penanaman di Desa Maguan Kecamatan Ngajum Glanggang, Pakisaji

ngajum

41.545

138 139 140 141

144

145

146

149

150

Asal Bibit (7) Swadaya

6.000

15,00

3.000

7,50

6.000

15,00

2.000

5,00

kasembon

Swadaya

kasembon

sengon

Swadaya

sengon

Swadaya

Sengon, sirsat, 20,09 glodok, nangka gajah, alpukat, sukun, mangga Sengon, jabon, 25,94 jati, mahoni, sukun, nangka gajah, alpukat, sirsat Sirsat, nangka 29,73 gajah, alpukat, sukun Sengon, 40,44 rambutan, sirsat, durian, sukun, glodokan, nangka, alpukat Sirsat, nangka, 33,39 alpukat, sukun

swadaya

Sengon, 46,94 kembang rekisi, kluwih, sirsat, nangka, sukun, alpukat Sengon, 186,17 cengkeh, Trembesi, durian, kopi,sirsat, nangka, alpukat, sukun

swadaya

kasembon ngajum 8.035

swadaya

swadaya

swadaya

swadaya

swadaya

swadaya 103,86

ngajum

34.340

swadaya 85,85

pakisaji

Sengon 300

swadaya

0,75 Lampiran Data

53


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

Kecamatan

(1) 151

(2) Jatisari, Pakisaji

(3) pakisaji

152

Penanaman Pohon di sekitar pujon wilayah UPTD Pujon

Jumlah (4) 300

153 154

155

Desa Bendosari Kecamatan pujon Pujon Penanaman Pohon di sekitar tumpang wilayah UPTD Tumpang

Penanaman Pohon di sekitar turen wilayah UPTD Turen

5.000

200 5.450

3.000

156

Kedungsalam, Donomulyo

donomulyo

31.500

157

Mentaraman, Donomulyo

donomulyo

33.000

158

Purwodadi, Donomulyo

donomulyo

109.000

159

Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon

kasembon

13.000

160

Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon

kasembon

Dusun Krajan

donomulyo

161 162

Dusun Nampurejo

donomulyo

163

Dusun Putukrejo

donomulyo

164

Dusun Pasar Pon

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) sengon 0,75 Sengon, 12,50 Mahoni, Durian, Tanjung, Jambu, Sirsat trembesi 0,50 Sepatudea, Tabe 13,63 puya, Sirsat, Jambu, Tanjung, Sengon, Mindi Sengon, Mindi, 7,50 Tabe Puya, Tanjung, Jambu, Sirsat, Sepatudea sengon 78,75 sengon 82,50 sengon 272,50 sengon, cengkeh 32,50 sengon

3.000

7,50

3.000

7,50

sengon sengon, mahoni 6.000

15,00

1.000

2,50

sengon

donomulyo -

165 166 167 168 169

Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Desa Segaran Kecamatan Gedangan Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan

gedangan

Sengon 2.000

5,00

3.000 34.000

7,50

gedangan gedangan

Sengon Sengon 85,00

gedangan gedangan

2.500 17.170

Sengon, durian, 6,25 manggis Sengon, nangka, 42,93 durian, coklat, cengkeh, kopi, kelapa Lampiran Data

Asal Bibit (7) swadaya Swadaya

Swadaya Swadaya

Swadaya

Swadaya & bantuan Swadaya & bantuan Swadaya & bantuan Swadaya & BPDAS Brantas Swadaya & BPDAS Brantas Swadaya dan Bantuan Swadaya dan Bantuan Swadaya dan Bantuan Swadaya dan Bantuan Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat

54


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Lokasi

(1) 170

(2) Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Desa Segaran Kecamatan Gedangan Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan

(3) gedangan

Desa Tlogorejo Kecamatan Pagak

pagak

Desa Pagak Kecamatan Pagak Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak Clungup Mangrove Conservation di Sekitar selfie corner Clungup Mangrove Conservation di selfie corner Genengan Pakisaji

pagak

171 172 173 174

175

176 177 178

179

180 181 182 183 184 185

Karangpandan Pakisaji Sukodadi Kecamatan Wagir Petungsewu Kecamatan Wagir Mendalanwangi Kecamatan Wagir Gondowangi Kecamatan Wagir TOTAL

Kecamatan

Jumlah (4) 2.000

gedangan gedangan

3.000 34.000

gedangan

25.000

gedangan

17.170

5.330

100.640

pagak 300 6

sumbermanjing wetan sumbermanjing wetan

Penanaman 2017 Luas Jenis (Ha) (5) (6) Sengon 5,00 Sengon, nNgka 7,50 Sengon 85,00 Sengon, Durian, 62,50 Mnggis Sengon, nangka, 42,93 durian, coklat, cengkeh, kopi, kelapa Sengon, Jati, 13,33 pete, midi, rambutan, mahoni, nangka, mangga Sengon 251,60 Sengon 0,75 Mangrove 0,02

6

Mangrove

Asal Bibit (7) Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat

Swadaya Masyarakat

Swadaya Masyarakat Swadaya Masyarakat Tamu Australia tamu Irlandia

0,02

pakisaji

sengon 250

0,63

500

1,25

4.000

10,00

2.000

5,00

pakisaji

sengon, sirsat

wagir

sengon

wagir

bambu

wagir

bambu 1.500

3,75

2.000 1.671.740

5,00 4.179

wagir

sengon

Keterangan : Dokumen Menuju Provinsi Hijau Kabupaten Malang Tahun 2017 Sumber

: Dinas LIngkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

55


LAMPIRAN DATA INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 15 Kondisi Sungai Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Lebar (m) No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama sungai

Panjang sungai (km)

(2) Kali brantas Kali lesti Kali metro Ali lahor/biru Kali lekso Kali dirdo Kali konto Kali kd.banteng/ k.sbr.mas Kali kemudinan Kali manjing

(4) 58 55 42 17 27 6 40 24 9.5 35

Kedalaman

Permukaan

Dasar

(5) 25 15 15 8 5 5

(6) -

Debit (m3/dtk)

(m) (7) 10 6 6 4 14,5 75 4

Maks (8) 1363,6 24,6 64,96 -

Min (9) -

Keterangan : Sumber : Dinas PU Sumber Daya Air, 2017

Lampiran Data

56


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 15A Kondisi Anak Sungai di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 NO (1) I

NAMA SUNGAI (2) KALI BRANTAS

NAMA ANAK SUNGAI

PANJANG SUNGAI (Km)

(3)

(4)

(5)

58 10,5 6 15 13

25

1. Kali Sumber Gundul 2. Kali Lanang 3. Kali Bango - Kali Klampok - Kali Sumberawan I - Kali Sumberawan II - Kali Mati - Kali Mewek/Cendana - Kali.Kajar/Telasih - Kali Bodo - Kali Kunci - Kali Sumber Babaan - Kali Sumber Ngenep - Kali Langlang - Kali Pasrepan 4. Kali Wendit 5. Kali Amprong - Kali Tulik I - Kali Tulik II - Kali Putih - Kali Lajing - Kali Lajing II - Kali Tumpang - Kali Cokro - Kali Supit Urang 6. Kali Pakis/Jilu - Kali Manggis - Kali Paras - Kali Jilu - Kali Mangunrejo - Kali Gajah

Lebar (m) PermuDasar kaan (6)

Kedalaman (m) (7)

Debit (m3/dtk) Maks Min (8) (9)

10

1363,6

10 8,5 13,5 13,5 12 15 6 8 9 9 6,5 3 37 6 4 8 20 5,5 7,5 28 6 5 7,5 4 14 4 6,5 Lampiran Data

57


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO

NAMA SUNGAI

(1)

(2)

II

NAMA ANAK SUNGAI (3) Barong - Kali Dempok/Gading - Kali Wantu 7. Kali Meri 8. Kali Kemanten 9. Kali Bureng

KALI LESTI

PANJANG SUNGAI (Km)

Lebar (m) PermuDasar kaan (6)

Kedalaman (m)

(4)

(5)

(7)

4,5 4 14 22,5 7,5 55

15

6

15

6

Debit (m3/dtk) Maks Min (8) (9)

24,6

1. Kali Aran aran 2. Kali Patok Picis 3. Kali Dadapan 4. Kali Bambang 5. Kali Juwok - Kali Grangsil - Kali Pancuran/Ubalan 6. Kali Genteng - Kali Tempursari - Kali Sumber Angkrik - Kali Wangkit - Kali Wangkit II - Kali Ampelgading - Kali Ampelgading II 7. Kali Clumprit 8. Kali Jaruman 9. Kali Sepring III

KALI METRO 1. Kali Ampo 2. Kali Sat 3. Kali Supit Urang 4. Kali Sanan 5. Kali Akir 6. Kali Sedudut/Codo - Kali Wadung - Kali Babar - Kali Gesang 7. Kali Gombong 8. Kali Sumber Wedus

42 12 14 7 13 11,5 21,5 10 7 11 13 10,5

Lampiran Data

58


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO

NAMA SUNGAI

(1)

(2)

IV

ALI LAHOR/BIRU

NAMA ANAK SUNGAI (3) 9. Kali Sukun

1. Kali Lahor I 2. Kali Lahor II - Kali Lahor II a 3. Kali Ampo 4. Kali Lahor III 5. Kali Pekalongan - Kali Robiyah 6. Kali Lunyu V

KALI LEKSO

VI

KALI DIRDO

VII

KALI KONTO

1. Kali Lekso II 1. Kali Wedus 2. Kali Getih 1. Kali Borah 2. Kali Coban Rondo 3. Kali Gebyah - Kali Sumber Dawed 4. Kali Delingapus - Kali sat - Kali Gebyah - Kali Keled - Kali Sumber Wangkal - Kali Barong - Kali Tetel - Kali Babah - Kali Lahor Kletak 5. Kali Kuwayangan 6. Kali Sambyang 7. Kali Lemurung 8. Kali Slondo - Kali Slondo II - Kali Simpring 9. Kali I 10.Kali Karanganyar

PANJANG SUNGAI (Km)

Lebar (m) PermuDasar kaan

(4) 15,5

(5)

17 6 16 8 15 17 11 3 9 27 6,5 6 7

8

40 4,5 9 6,5

(6)

Kedalaman (m) (7)

Debit (m3/dtk) Maks Min (8) (9)

4

14,57 5

5 64,96

4 7 4 3 6 4 5 5 5,5 7,5 12 7 8 12 5 4,5 7,5 11 Lampiran Data

59


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO

NAMA SUNGAI

NAMA ANAK SUNGAI

(1)

(2)

(3) - Kali Sangkrah - Kali Pakem - Kali Donowarih - Kali Arjosari 11.Kali kandangmerak 12.Kali Kandangmerak II 13.Kali Sumbermanjing 14.Kali Sumberjambe 15.Kali Sumberingin 16.Kali Pang 17.Kali II 18.Kali III 19.Kali Borak - Kali Borak a - Kali Jubel - Kali Jedong - Kali Bantur - Kali Bantur b - Kali Durmo 20.Kali Sat 21.Kali Sumber Bulus - Kali C - Kali IV 22.Kali Gajahrejo/Bongkang - Kali V

VIII

KALI KD.BANTENG/ K.SBR.MAS - Kali C - Kali Ubalan - Kali Bambang - Kali Duren - Kali Cendiki - Kali Pringapus

IX

KALI KEMUDINAN

PANJANG SUNGAI (Km) (4) 6 10 9 17 15

Lebar (m) PermuDasar kaan (5)

(6)

Kedalaman (m) (7)

Debit (m3/dtk) Maks Min (8) (9)

8 12 22,5 9 13 8 5 20 6 4,5 4 8 4,5 12 8 10 5,5 9 15 7

24 7 7 12,5 11 10

9,5 Lampiran Data

60


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO

NAMA SUNGAI

(1)

(2)

X

NAMA ANAK SUNGAI (3) - Kali VI - Kali VII - Kali Purwo - Kali Sumberejo

KALI MANJING - Kali Genteng - Kali Widodaren - Kali Sumber Taman - Kali Kali Polo - Kali Lebakrejo - Kali Sumber Tirtomarto - Kali Sumber Gilang - Kali Sumber Kepatihan

PANJANG SUNGAI (Km)

Lebar (m) PermuDasar kaan

(4) 5,5 6,5 8,5 7,5

(5)

35 6 5,5

5

(6)

Kedalaman (m) (7)

Debit (m3/dtk) Maks Min (8) (9)

4

8 6 10

8 13

Keterangan : Sumber : Dinas PU Sumber Daya Air, 2016

Lampiran Data

61


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 16 Kondisi Danau / Waduk / Situ / Embung di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota Tahun Data No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

: Kabupaten Malang : 2017

Nama /Danau / Waduk / Situ / Embung (2) Malangsuko Wringinsongo Cokro Lowokjati Nampes Dengkol Songsong Lumbangsari Putukrejo Putat Lor 2 Sumber Jaya Karangsuko Bureng Kutukan Segaran Gedangan Kulon Putatlor Suwaru Sbr Buntung 1 Sepanjang Druju Dempok Bekur Sempol Umbulan Sumber Bedengan Darungan Tlogosari Sumber Pucung Rowo Klampok Sukodono Anderman Suwaru Sumber Buntung Singgahan Talangsuko Putat Lor Sepanjang

Luas (Ha)

Volume (m3)

(3) 6865,79 3497 3408 77672 1890 1521 2132 7639 7415 4482 3200 8633 78309 3705 19600 16605 4968 20000 7691 11380 160 54 35 60 2500 2500 300 25 500 8700 80000 30000 20000 7691 15000 5548 4968 11380

(4) 13731,59 6994 31500 24816 117463 15300 134000 76000 80 38 21 72 52200 20000 15000 Lampiran Data

62


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Nama /Danau / Waduk / Situ / Embung (2) Sumber Jambe Ngawonggo Purboyo Kidangbang (Dawuhan I) Dawuhan Pringo II Pringo I Kasembon Kapurono Petung Roto Sumberden Kertorejo

Luas (Ha)

Volume (m3)

(3) 6560,5 5807 4191 8378 5266 5759 42996 6489 250000

(4) 13061 11614 8382 16756 10532 -

Keterangan : Sumber : Dinas PU Sumber Daya Air, 2017

Lampiran Data

63


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 16 A. Data Teknis dan Status Embung/Waduk di Wilayah Kab. Malang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 LOKASI NO

NAMA EMBUNG

1 2 UPTD SINGOSARI

DESA 3

KEC. 4

5

1

LOWOKJATI

Baturetno

Singosari

77.672,00

2

NAMPES

Baturetno

Singosari

1.890,00

3

DENGKOL

Dengkol

Singosari

1.521,00

4 SONGSONG UPTD : GONDANGLEGI 1

Lumbangsari

2

Ardimulyo

STATUS

VOLUME LUAS (M2)

Singosari

HUKUM KEPEMILIKAN TANAH

FUNGSI

PEMANFAATAN

(M3)

PENGELOLA /PENGGUNA

6

7

8

9

10

31.500,00

Dinas Pengairan Kab.Malang

-

2132

Dalam proses hukum

Pribadi

Surat pelepasan hak

Desa

Tanah kas desa

Pribadi

Surat pelepasan hak

Lumbangsari

Bululawang

7639

Putukrejo

Putukrejo

Gondanglegi

7415

3

Putat Lor 2

Putat Lor

Gondanglegi

4482

Desa

4

Sumber Jaya

Sumber Jaya

Gondanglegi

3200

Desa

5

Karangsuko

Karangsuko

8633

Desa

Balai Balai Bango Gedangan

6

Bureng

Desa

Balai

Sukosari

Pagelaran Gondanglegi

78309

24816

117463

sebagai embung/waduk Sudah beralih status kepemilikan Sudah beralih status kepemilikan Sudah beralih status kepemilikan

Embung/ Pemancingan /Irigasi

Lapangan Bola Sawah Tadah Hujan

Pertanian

Pribadi

Pribadi

Pertanian Padi

Desa

Balai Balai Bango Gedangan

Embung Pertanian Tebu Pertanian Tebu Pertanian Tebu sebagai embung

Embung

Bulupitu

Lampiran Data

64


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI NO

NAMA EMBUNG

1

2

DESA

STATUS

VOLUME KEC.

LUAS (M2) (M3)

PENGELOLA /PENGGUNA

3

4

5

6

7

7

Kutukan

Rejosari

Bantur

3705

15300

Desa

8

Segaran

Segaran

Gedangan

19600

134000

Desa

9

Gedangan Kulon

Gedangan

Gedangan

16605

76000

Desa

10

Putatlor

Putatlor

Gondanglegi

4968

11

Suwaru

Suwaru

Pagelaran

12

Sbr Buntung 1

Urek-urek

Gondanglegi

7691

13

Sepanjang

Sepanjang

Gondanglegi

11380

HUKUM KEPEMILIKAN TANAH

FUNGSI

PEMANFAATAN

8 Balai Bango Gedangan Balai Bango Gedangan Balai Bango Gedangan

9

10

sebagai embung

Embung

sebagai embung

Embung

sebagai embung

Embung

sebagai irigasi

20000

UPTD : KEPANJEN 1

Druju

Tlogorejo

Pagak

160

80

Desa

-

sebagai embung

Embung

2

Dempok

Gampingan

Pagak

54

38

Desa

-

sebagai embung

Untuk Mandi

3

Bekur

Sumberejo

Pagak

35

21

Desa

-

sebagai embung

Air Minum

4

Sempol

Sempol

Pagak

60

72

Desa

-

sebagai embung

Embung

5

Umbulan

Putukrejo

Kalipare

2500

-

Desa

-

sebagai embung

Embung

6

Sumber Bedengan

Kali Asri

Kalipare

2500

-

Desa

-

sebagai embung

Embung

7

Darungan

Tlogosari

Donomulyo

300

-

-

-

sebagai embung

Pertanian

8

Tlogosari

Tlogosari

Donomulyo

25

-

Desa

-

sebagai embung

Embung

9

Sumber Pucung

Senggreng

Sumberpucung

500

-

-

-

sebagai embung

-

Senggreng

Sumberpucung

8700

52200

Embung

10 11

Rowo Klampok Kedung Salam

Kedung Salam

Donomulyo

50000

-

-

-

sebagai embung

-

-

tidak mengairi air sawah

Embung

Lampiran Data

65


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI NO

NAMA EMBUNG

1

2

DESA

STATUS

VOLUME KEC.

3

4

LUAS (M2) 5

HUKUM KEPEMILIKAN TANAH

FUNGSI

PEMANFAATAN

(M3)

PENGELOLA /PENGGUNA

6

7

8

9

10

UPT Balai Malang

-

Sebagai embung

Embung

UPT Balai Malang

-

Sebagai embung

Embung

UPT Balai Malang

-

Embung

UPT Balai Malang

-

Embung

UPT Turen

Desa

UPTD : TUREN I. EMBUNG 1

Sukodono

Sukodono

Dampit

80000

2

Anderman

Sanankerto

Turen

30000

3

Suwaru

Suwaru

Pagelaran

20000

4

Sumber Buntung

Urek-urek

Gondanglegi

7691

5

Singgahan

Sanankerto

Turen

15000

20000 15000

Tandon air

Tandon Air

II. WADUK 5

Talangsuko

Talangsuko

Turen

5548

UPT Balai Malang

6

Putat Lor

Putat Lor

Gondanglegi

4968

UPT Balai Malang

Sertifikat atas nama balai

7

Sepanjang

Sepanjang

Gondanglegi

11380

UPT Balai Malang

-

6560,5

13061

UPTD Bululawang dan desa

Sertifikat dari balai

UPTD BULULAWANG I. EMBUNG 1

Sumber Jambe

Jambesari

Poncokusumo

2

Ngawonggo

Ngawonggo

Tajinan

5807

11614

UPTD Bululawang

Sertifikat dari balai

3

Purboyo

Purwosekar

Tajinan

4191

8382

UPTD Bululawang

Sertifikat dari balai

4

Kidangbang (Dawuhan I)

Kidangbang

Wajak

8378

16756

terlantar

Sertifikat dari balai

Sebagai embung embung dan kolam pancing embung dan kolam pancing Sebagai embung tapi belum berfungsi

Lampiran Data

66


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI NO

NAMA EMBUNG

1

2

DESA 3

STATUS

VOLUME KEC. 4

LUAS (M2)

HUKUM KEPEMILIKAN TANAH

FUNGSI

PEMANFAATAN

(M3)

PENGELOLA /PENGGUNA

5

6

7

8

10

10532

terlantar

Sertifikat dari balai

9 Sebagai embung tapi belum berfungsi

terlantar

Sertifikat dari balai

5

Dawuhan

Pandanmulyo

Tajinan

5266

6

Pringo II

Pringo

Bululawang

5759

sebagai embung

lapangan sepak bola embung

7

Pringo I

Pringo

Bululawang

42996

desa/Haji Baweh

Sertifikat dari balai

sebagai embung

dan budidaya ikan

8

Kasembon

Kasembon

Bululawang

6489

UPTD NGAJUM 1

Kapurono

Babadan

Ngajum

2

Petung Roto

Babadan

Ngajum

3

Sumberden

Sumberden

Wonosari

4

Kertorejo

Peniwen

Kromengan

250000

Keterangan : Sumber : Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

67


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 17 Kualitas Air Sungai Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

23

24

DAS Lesti I 1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

S : 08°06'096 08-Mar-17 E : 112°44'247

23,0

6,3

32,3

4,6

5,30 17,41 0,012 3,918

0,056

0,223

<1.9

31

210

2

Sungai Polaman Kecamatan Dampit

S : 08°18'080 08-Mar-17 E : 112°44'414

25,0

7,2

19,5

5,1

4,90 14,78 0,016 2,713

0,010

0,184

<1.9

23

93

S : 08°13'824 08-Mar-17 E : 112°48'480

24,0

6,4

19,2

4,8

5,05

0,046 2,355

0,016

0,151

<1.9

20

43

S : 08°13'831 08-Mar-17 E : 112°41'090

25,0

6,7

50,5

4,6

5,70 14,47 0,018 3,612

0,018

0,128

<1.9

39

93

S : 08°13'666 08-Mar-17 E : 112°35'826

27,0

7,1

5,6

4,2

4,35 10,83 0,041 6,320

0,123

0,098

<1.9

23

43

S : 08°14'445 08-Mar-17 E : 112°37'609

26,0

7,4

42,4

4,6

5,90 13,46 0,010 6,336

0,010

0,040

<1.9

15

21

S : 08°14'439 08-Mar-17 E : 112°38'647

25,0

6,5

5,2

4,6

4,95 10,88 0,001 3,133

0,165

0,106

<1.9

9

20

S : 08°13'426 08-Mar-17 E : 112°36'071

28,0

6,7

21,1

5,1

6,75 18,75 0,181 4,568

0,050

0,068

<1.9

33

460

27,0

7,1

50,7

4,2

4,85 10,72 0,062 4,318

0,050

0,101

<1.9

21

93

3

4

5

6

7

8

Sungai Tangsi/apus kidul Kecamatan Tirtoyudo Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan Sungai goro Kecamatan Sumbermanjing Wetan Sungai Lesti Desa Suwaru Kecamatan Pegelaran

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

S : 08°11'080 E : 112°33'201

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

S : 08°09'234 08-Mar-17 E : 112°38'643

19,0

Lampiran Data

68

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

DAS Lesti II 1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

S : 08°06'906 E : 112°44'247

2

Sungai Polaman Kecamatan Dampit

S : 08°18'080 E : 112°44'414

09 Mei 2017

25,8

7,6

82,3

7,2

4,6

12,85 0,089 2,833

0,072

0,054

<1.9

0,006

23

93

S : 08°13'824 E : 112°48'480

09 Mei 2017

25,3

7,7

43,3

7,2

4,40 11,41 0,021 2,726

0,354

0,100

<1.9

0,015

150

210

S : 08°13'831 E : 112°41'090

09 Mei 2017

26,5

7,7

117,9

6,1

6,95 16,89 0,155 3,596

0,15

0,098

<1.9

0,025

21

28

S : 08°13'666 E : 112°35'826

09 Mei 2017

27,7

7,6

32,7

6,2

8,05 18,23 0,166 5,986

0,099

0,071

<1.9

tt***)

43

93

S : 08°14'445 E : 112°37'609

09 Mei 2017

25,9

7,6

13,8

6,8

5,75 16,550 0,005 6,902

0,042

0,029

<1.9

0,019

75

150

S : 08°14'439 E : 112°38'647

09 Mei 2017

26,2

7,2

5,5

6,8

5,45 15,25 0,005 3,186

0,097

0,029

<1.9

0,032

23

43

S : 08°03'811 E : 112°38'123

09 Mei 2017

27,8

7,9

162

7,3

4,80 13,18 0,047 4,496

0,251

0,169

<1.9

0,027

23

93

3

4

5

6

7

8

Sungai Tangsi Kecamatan Tirtoyudo Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan Sungai Kaligoro Kecamtan Sumbermanjing Wetan Sungai Lesti Kecamatan Pegelaran

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

S : 08°11'080 E : 112°33'201

09 Mei 2017

23,6

8,6

38,1

7

6,10 15,78 0,155 3,889

0,025

0,078

<1.9

tt***)

23

79

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

S : 08°09'234 E : 112°38'643

09 Mei 2017

27,4

7,7

106,1

6,7

6,30 19,24 0,023 5,188

0,058

0,184

<1.9

0,024

23

43

1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

S : 08°06'906 E : 112°44'247

18 Juli 2017

0,193

0,145

<1.9

0,043

39

43

DAS Lesti III 23

7,4

63,7

5,2

5,28 19,14 0,553 1,557

Lampiran Data

69

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

4

5

S : 08°18'080 E : 112°44'414

18 Juli 2017

22

S : 08°13'824 E : 112°48'480

18 Juli 2017

S : 08°13'831 E : 112°41'090

2

3

4

5

6

7

8

Sungai Polaman Kecamatan Dampit Sungai Tangsi Kecamatan Tirtoyudo Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan Sungai Kaligoro Kecamtan Sumbermanjing Wetan Sungai Lesti Kecamatan Pegelaran

6

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

15

16

18

19

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

13,5

4,6

7,05 22,12 0,013 0,509

0,197

0,048

<1.9

0,032

93

150

21

6,8

10,4

5,2

6,00 21,87 0,022 0,632

0,099

0,313

<1.9

0,034

150

460

18 Juli 2017

23

7,6

49,2

4,8

6,45 18,55 0,021 1,662

0,129

0,186

<1.9

0,037

21

31

S : 08°13'666 E : 112°35'826

18 Juli 2017

24

7,6

47,1

4,7

8,80 28,45 0,101 3,516

0,215

0,13

<1.9

0,04

43

93

S : 08°14'445 E : 112°37'609

18 Juli 2017

25

7,5

42,9

5,3

8,30 27,150 0,029

0,152

0,014

<1.9

0,038

43

93

S : 08°14'439 E : 112°38'647

18 Juli 2017

24,0

7,5

5,2

4,7

8,60 25,12 0,001 2,405

0,08

0,043

<1.9

0,034

75

150

S : 08°03'811 E : 112°38'123

18 Juli 2017

24

7,5

35,2

4,9

5,95 26,99 0,024 2,651

0,111

0,139

<1.9

0,045

75

150

832

17

Minyak & Lemak (mg/L)

7,5

10

14

Fenol

12

9

13

Phospat Total (PO4-P)

11

7

8

DHL

20

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

S : 08°11'080 E : 112°33'201

18 Juli 2017

26

7,5

35,2

5,1

8,15 21,06 0,060 2,642

0,319

0,137

<1.9

0,037

23

43

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

S : 08°09'234 E : 112°38'643

18 Juli 2017

25,0

7,5

51,9

4,8

7,40 20,65 0,025 3,196

0,109

0,172

<1.9

0,043

150

240

DAS Lesti IV 1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

S : 08°06'906 05-Sep-17 E : 112°44'247

24,6

6,8

26,1

7,9

8,33 27,59

5,44

0,346

0,143

<1.9

0,036

39

75

2

Sungai Polaman Kecamatan Dampit

S : 08°18'080 05-Sep-17 E : 112°44'414

25,3

7,3

14,1

8,7

8,35 26,35 0,008 1,759

0,365

0,021

<1.9

0,034

39

75

3

Sungai Tangsi Kecamatan Tirtoyudo

S : 08°13'824 05-Sep-17 E : 112°48'480

25,1

6,9

8,3

5,6

5,00 11,14 0,018 1,994

0,385

0,038

<1.9

0,021

43

150

0,01

Lampiran Data

70

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 4

5

6

7

8

Nama Sungai

Titik Pantau

2

3

Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan Sungai Kaligoro Kecamtan Sumbermanjing Wetan Sungai Lesti Kecamatan Pegelaran

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

9,50

30,8

S : 08°13'831 05-Sep-17 E : 112°41'090

25

6,3

26,3

7,9

S : 08°13'666 05-Sep-17 E : 112°35'826

24,9

7,4

10,9

S : 08°14'445 05-Sep-17 E : 112°37'609

24,6

7,3

S : 08°14'439 05-Sep-17 E : 112°38'647

25,5

S : 08°03'811 05-Sep-17 E : 112°38'123

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

0,031 2,864

0,367

0,138

<1.9

0,05

93

150

4

8,10 29,86 0,136 4,246

0,404

0,072

<1.9

0,011

150

21

19,5

7,7

6,45 23,860 0,011 6,174

0,319

0,01

<1.9

0,035

43

75

7,5

14,7

8,2

9,35 25,83 0,021

3,23

0,284

0,126

<1.9

0,029

75

120

26,2

7,2

15,7

7,7

5,60 13,20 0,019

3,32

0,172

0,077

<1.9

0,022

120

150

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

S : 08°11'080 05-Sep-17 E : 112°33'201

25,2

7,2

9,4

3,6

8,25 27,07 0,131 4,006

0,257

0,083

<1.9

0,021

43

93

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

S : 08°09'234 05-Sep-17 E : 112°38'643

26,8

7,5

5,1

7,8

8,05 25,31 0,026 4,695

0,132

0,097

<1.9

0,032

150

240

0,036

0,039

<1.9

0,076

75

150

1,978

0,051

0,029

<1.9

0,036

150

210

DAS Lesti V 1

Sungai Lesti Kecamatan Wajak

S : 08°06'906 08-Nov-17 E : 112°44'247

28

6,3

38,5

5,6

2

Sungai Polaman Kecamatan Dampit

S : 08°18'080 08-Nov-17 E : 112°44'414

26

6,4

20,1

6

S : 08°13'824 08-Nov-17 E : 112°48'480

27

6,5

25,2

6,3

9,20 27,92 0,025 2,472

tt***)

0,026

<1.9

0,052

93

240

S : 08°13'831 08-Nov-17 E : 112°41'090

26

6,9

64,2

6,2

8,13 23,73 0,036 2,687

0,029

0,076

<1.9

0,052

93

240

S : 08°13'666 08-Nov-17 E : 112°35'826

26

6,5

7,9

4,3

5,45 22,28 0,181 5,857

0,232

0,029

<1.9

0,034

150

210

3

4

5

Sungai Tangsi Kecamatan Tirtoyudo Sungai Lesti Tawangrejeni Kecamatan Turen Sungai Dusun Wonokerto Kecamatan Bantur

8,15 20,45 0,023 3,264

8,6

26,14

0,02

Lampiran Data

71

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 6

7

8

Nama Sungai

Titik Pantau

2

3

Sungai Supit Urang Kecamatan Gedangan Sungai Kaligoro Kecamtan Sumbermanjing Wetan Sungai Lesti Kecamatan Pegelaran

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

S : 08°14'445 08-Nov-17 E : 112°37'609

26

6,8

28,6

6,3

5,85 16,350 0,032

6,75

0,055

0,104

<1.9

0,049

43

150

S : 08°14'439 08-Nov-17 E : 112°38'647

26,0

6,8

7,7

6,2

5,85 19,96 <0.001 3,167

0,032

0,075

<1.9

0,072

93

150

S : 08°03'811 08-Nov-17 E : 112°38'123

26,5

6,6

61,3

6,2

8,90 23,15 0,043 2,891

0,029

0,072

<1.9

0,037

75

150

9

Sungai Lesti Kecamatan Pagak

S : 08°11'080 08-Nov-17 E : 112°33'201

27

6,9

39,7

5,6

4,90 11,91 0,202 3,957

0,047

0,069

<1.9

0,063

150

240

10

Sungai Ketawang Kecamatan Gondanglegi

S : 08°09'234 08-Nov-17 E : 112°38'643

26,0

6,8

53,4

6,3

7,05 22,18 0,068 4,003

0,037

0,086

<1.9

0,042

93

210

DAS Ambang I 1

2

3

DAM Sengkaling Sungai Brantas Kec. Dau Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

S : 07°3'322 07-Mar-17 E : 112°37'711

22,4

6,9

73,2

8,2

4,50 12,91 0,040 3,785

0,144

0,356

<1.9

0,018

150

460

S : 07°54'181 07-Mar-17 E : 112°41'933

28,9

7,7

48,1

6,7

6,95 21,98 0,213 3,194

0,109

0,202

<1.9

0,031

39

150

S : 07°54'803 07-Mar-17 E : 112°39'363

24,6

7,3

189,1

7,2

5,35 20,70 0,133 5,288

0,076

0,290

<1.9

0,028

43

240

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

S : 07°57'763 07-Mar-17 E : 112°43'225

24,2

7,4

35,3

6,5

6,40 15,99 0,067 2,258

0,059

0,266

<1.9

0,015

23

43

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

S : 07°58'546 07-Mar-17 E : 112°44'830

22,6

7,5

15,6

7,3

6,45 18,86 0,065 0,659

0,037

0,232

<1.9

0,022

43

150

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

S : 07°00'530 07-Mar-17 E : 112°45'563

23,4

7,2

32,9

7,8

6,65 20,70 0,062 3,276

0,036

0,291

<1.9

0,021

14

39

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

S : 07°02'285 07-Mar-17 E : 112°46'142

22,8

7,5

31,5

7,4

5,35 14,25 0,021 0,747

tt**)

0,169

<1.9

0,025

23

120

Lampiran Data

72

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

S : 07°03'811 07-Mar-17 E : 112°38'123

26,5

7,4

71,0

5,1

5,05 15,90 0,021 3,969

0,027

0,333

<1.9

0,018

39

210

9

Sungai Brantas Kec. S : 07°03'322 07-Mar-17 E : 112°37'711 Pakisaji

26,1

7,4

54,6

6,6

5,20 14,23 0,107 4,025

0,074

0,337

<1.9

0,030

75

240

10

Sungai Brantas S : 07°09'198 Kedungpendaringan E : 112°35'72 Kec. Kepanjen

26,4

7,4

75,5

6,5

5,80 15,66 0,054 4,277

0,047

0,196

<1.9

0,038

28

150

07-Mar-17

DAS Ambang II 1

2

3

DAM Sengkaling Sungai Brantas Kec. Dau Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

S : 07°3'322 08-May-17 E : 112°37'711

22,6

6,8

131,8

4,2

8,45 26,86 0,010 4,491

0,097

0,199

<1.9

0,028

150

240

S : 07°54'181 08-May-17 E : 112°41'933

24,5

6,7

37,6

2,8

5,30 19,24 0,126 3,040

0,044

0,083

<1.9

0,024

75

120

S : 07°54'803 08-May-17 E : 112°39'363

24,6

7,1

27,7

3,1

10,20 30,71 0,424 5,391

0,100

0,121

<1.9

0,026

14

150

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

S : 07°57'763 08-May-17 E : 112°43'225

25,0

6,8

57,0

1,8

8,75 17,77 0,100 2,626

0,174

0,144

<1.9

0,027

75

93

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

S : 07°58'546 08-May-17 E : 112°44'830

23,1

7,2

19,8

3,5

5,65 10,59 0,071 1,331

0,244

0,104

<1.9

0,029

39

75

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

S : 07°00'530 08-May-17 E : 112°45'563

23,5

7,1

220,1

2,4

6,05 14,970 0,089 3,461

0,129

0,103

<1.9

0,024

75

150

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

S : 07°02'285 08-May-17 E : 112°46'142

23,1

7,7

32,6

2,7

8,95 27,44 0,086 1,382

0,034

0,154

<1.9

0,031

27

75

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

S : 07°03'811 08-May-17 E : 112°38'123

26,6

7,6

92,7

3,6

8,50 30,52 0,026 4,314

0,068

0,151

<1.9

0,030

43

93

9

Sungai Brantas Kec. S : 07°03'322 08-May-17 E : 112°37'711 Pakisaji

25,7

7,5

135,5

4,4

10,25 41,21 0,089 4,932

0,094

0,199

<1.9

0,058

93

150

Lampiran Data

73

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 10

Nama Sungai

Titik Pantau

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

Sungai Brantas S : 07°09'198 Kedungpendaringan E : 112°35'72 08-May-17 Kec. Kepanjen

5 26,3

6

7

8 7,3

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

101,8

4,6

13

14

15

16

10,35 45,83 0,082 5,288

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

0,044

0,197

<1.9

0,022

75

150

DAS Ambang III 1

2

3

DAM Sengkaling Sungai Brantas Kec. Dau Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

S : 07°3'322 E : 112°37'711

17 Juli 2017

27

7,6

50,2

5

9,63 22,35 0,014 2,941

0,149

0,407

<1.9

0,061

15

21

S : 07°54'181 E : 112°41'933

17 Juli 2017

24

7,5

8,6

6,2

7,85 20,15 0,217 0,831

0,22

0,321

<1.9

0,037

75

150

S : 07°54'803 E : 112°39'363

17 Juli 2017

24

7,5

20,8

5,9

6,25 26,99 0,039 2,945

0,171

0,283

<1.9

0,083

23

43

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

S : 07°57'763 E : 112°43'225

17 Juli 2017

24,0

7,6

46,6

4,3

5,40 19,98 0,007 1,034

0,17

0,318

<1.9

0,046

75

93

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

S : 07°58'546 E : 112°44'830

17 Juli 2017

22

7

5,5

6,9

4,53 18,93 0,012 0,294

0,155

0,187

<1.9

0,042

43

93

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

S : 07°00'530 E : 112°45'563

17 Juli 2017

22

7,9

21,2

6,1

6,60 20,010 0,058

0,146

0,25

<1.9

0,051

21

28

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

S : 07°02'285 E : 112°46'142

17 Juli 2017

20

7,5

23,9

5,6

5,20 17,66 0,097 0,196

0,19

0,115

<1.9

0,034

20

28

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

S : 07°03'811 E : 112°38'123

17 Juli 2017

25

7,6

60,7

4,8

5,10 21,03 0,027 1,805

0,216

0,137

<1.9

0,040

150

210

9

Sungai Brantas Kec. S : 07°03'322 E : 112°37'711 Pakisaji

17 Juli 2017

24

7,3

31

4,6

8,05 27,65 0,080

2,98

0,222

0,297

<1.9

0,062

21

28

10

Sungai Brantas S : 07°09'198 Kedungpendaringan E : 112°35'72 Kec. Kepanjen

17 Juli 2017

28

7,4

15,3

5,3

5,05 25,87 0,036 3,516

0,177

0,224

<1.9

0,025

39

75

1

DAM Sengkaling S : 07°3'322 Sungai Brantas Kec. E : 112°37'711 04-Sep-17 Dau

0,135

0,613

<1.9

0,031

43

93

2,1

DAS Ambang IV 22,4

7,8

44,3

4,7

9,95 28,69 0,031 5,402

Lampiran Data

74

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 2

3

Nama Sungai

Titik Pantau

2

3

Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

S : 07°54'181 04-Sep-17 E : 112°41'933

25,3

7,6

21,5

2,4

14,20 33,36 0,004 0,366

0,753

0,404

<1.9

0,049

150

240

S : 07°54'803 04-Sep-17 E : 112°39'363

24

7,2

38,3

2,8

11,00 29,39 0,085 3,008

0,502

0,305

<1.9

0,046

23

43

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

S : 07°57'763 04-Sep-17 E : 112°43'225

24,6

7

14,5

2,3

9,05 31,31 0,048 2,796

0,134

0,197

<1.9

0,031

43

93

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

S : 07°58'546 04-Sep-17 E : 112°44'830

22,8

6,7

5,4

2,1

7,35 16,72 0,005 1,494

0,174

0,119

<1.9

0,036

93

150

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

S : 07°00'530 04-Sep-17 E : 112°45'563

22,6

7,6

10

3,5

7,15 27,380 0,011 3,726

0,42

0,144

<1.9

0,032

75

150

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

S : 07°02'285 04-Sep-17 E : 112°46'142

21,5

8,2

9,8

2,3

6,90 17,62 0,003 0,981

0,16

0,064

<1.9

0,04

75

93

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

S : 07°03'811 04-Sep-17 E : 112°38'123

26,5

7,2

44,7

3,7

11,95 38,14 0,068 3,904

0,189

0,082

<1.9

0,034

43

93

9

Sungai Brantas Kec. S : 07°03'322 04-Sep-17 E : 112°37'711 Pakisaji

27,8

7,3

20,8

4,6

9,45 26,86 0,221 5,034

0,362

0,083

<1.9

0,039

23

43

10

Sungai Brantas S : 07°09'198 Kedungpendaringan E : 112°35'72 Kec. Kepanjen

27,2

7

8,6

3,2

6,40 17,45 0,071 5,321

0,171

0,153

<1.9

0,046

43

93

04-Sep-17

DAS Ambang V 1

2

3

DAM Sengkaling Sungai Brantas Kec. Dau Sungai Curah Dengkol Kec. Singosari Sungai Bodo Ds. Ngijo Kec. Karangploso

S : 07°3'322 07-Nov-17 E : 112°37'711

23,6

7,3

60,8

5,7

8,55 29,66 0,030 4,998

0,041

0,114

<1.9

0,013

150

240

S : 07°54'181 07-Nov-17 E : 112°41'933

26,6

6,8

13,7

6,5

4,65 12,68 0,046 0,377

1,233

0,149

<1.9

0,039

75

150

S : 07°54'803 07-Nov-17 E : 112°39'363

24,5

7,1

14,4

6,0

8,60 33,37 0,313 4,013

tt**)

0,148

<1.9

0,016

150

210

Lampiran Data

75

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

4

Sungai Jilu Kec. Pakis

S : 07°57'763 07-Nov-17 E : 112°43'225

24,8

7

21,8

5,8

8,60 22,37 0,113 2,602

0,019

0,140

<1.9

0,02

150

210

5

Sungai Cokro Kec. Jabung

S : 07°58'546 07-Nov-17 E : 112°44'830

24,8

6,8

6

6,8

5,4

15,57 0,016 1,753

0,03

0,032

<1.9

0,038

150

460

6

Sungai Lajing Kec. Tumpang

S : 07°00'530 07-Nov-17 E : 112°45'563

23,4

7,6

21,9

7

5,38 18,870 0,036 3,369

0,034

0,029

<1.9

0,045

93

150

7

Sungai Amprong Kec. Poncokusumo

S : 07°02'285 07-Nov-17 E : 112°46'142

23,5

7,6

19,3

5,6

7,95 18,32 0,012 1,164

0,064

0,029

<1.9

0,045

210

460

8

Sungai Meri Kec. Tajinan

S : 07°03'811 07-Nov-17 E : 112°38'123

28,7

7,8

57

7,4

6,65 24,45 0,019 3,205

0,024

0,09

<1.9

0,036

150

210

9

Sungai Brantas Kec. S : 07°03'322 07-Nov-17 E : 112°37'711 Pakisaji

26,3

7,8

34,5

7,1

6,05 13,02 0,166 <0.123 tt**)

0,13

<1.9

0,003

64

150

10

Sungai Brantas S : 07°09'198 Kedungpendaringan E : 112°35'72 Kec. Kepanjen

27

7,4

23,3

6,7

5,10 18,66 0,091 4,752

tt**)

0,128

<1.9

0,017

150

210

1

Sungai Brantas Desa Kecopokan S : 08°11'112 09-Mar-17 E : 112°45'416 Kecamatan Sumberpucung

28,0

6,9

6,7

5,1

5,35 15,890 0,049 2,158

0,151

0,140

<1.9

0,008

23

43

2

Sungai Sukun S : 08°07'484 09-Mar-17 Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517

27,0

7,2

26,7

3,8

5,00 13,24 0,149 3,383

0,012

0,104

<1.9

0,001

15

21

09-Mar-17

29,0

6,9

16,4

4,6

4,65 10,96 0,101 5,430

0,003

0,212

<1.9

0,001

20

75

S : 08°08'270 09-Mar-17 E : 112°31'091

28,0

6,9

31,0

4,8

4,90 13,90 0,065 5,257

0,020

0,104

<1.9

0,017

15

43

S : 08°06'580 09-Mar-17 E : 112°30'233

28,0

6,7

19,5

4,6

4,85 11,20 0,006 2,119

0,162

0,036

<1.9

0,020

20

25

07-Nov-17

DAS Melamon I

3

4

5

Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak Sungai Biru Kecamatan Kromengan Sungai Kele Kecamatan Ngajum

S : 08°11'106 E : 112°32'03

Lampiran Data

76

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

6

Sungai Camplungan S : 08°05'265 09-Mar-17 Kecamatan Ngajum E : 112°32'241

27,0

6,7

34,7

4,8

7,90 26,52 0,072 3,324

0,020

0,669

<1.9

0,008

31

93

7

Sungai Metro Ngajum

S : 08°06'026 09-Mar-17 E : 112°34'085

28,0

6,6

41,2

4,6

5,70 16,11 0,062 3,797

0,048

0,054

<1.9

0,011

38

93

8

Sungai Metro pakisaji

S : 08°01'382 09-Mar-17 E : 112°36'341

23,0

6,4

29,3

4,8

4,80 11,61 0,195 3,718

0,014

0,261

<1.9

0,006

23

93

9

Sungai Bakalan Kecamatan Wagir

S : 08°00'231 09-Mar-17 E : 112°35'474

23,0

6,3

29,3

4,8

5,60 20,81 0,047 3,120

0,056

0,193

<1.9

0,013

93

150

10

Sungai Braholo Kecamatan Dau

S : 07°55'048 09-Mar-17 E : 112°34'545

21,0

6,4

34,7

3,8

5,20 16,97 0,317 3,228

tt**)

0,161

<1.9

0,003

15

43

1

Sungai Brantas Desa Kecopokan S : 08°11'112 E : 112°45'416 Kecamatan Sumberpucung

10 Mei 2017

28,5

7,9

5,2

6,6

4,55 14,650 0,045 2,584

0,183

0,032

<1.9

0,004

9

23

2

Sungai Sukun S : 08°07'484 Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517

10 Mei 2017

26,7

7,6

33,3

6,2

8,53 23,18 0,064 3,311

0,124

0,132

<1.9

0,012

39

75

S : 08°11'106 E : 112°32'03

10 Mei 2017

27,1

7

29,9

6,5

4,90 11,76 0,320 5,674

0,046

0,151

<1.9

tt**)

23

43

S : 08°08'270 E : 112°31'091

10 Mei 2017

25,6

7,2

39,6

6

7,65 29,90 0,282 4,063

0,035

0,06

<1.9

0,007

39

75

DAS Melamon II

3

4

Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak Sungai Biru Kecamatan Kromengan

5

Sungai Kele Kecamatan Ngajum

S : 08°06'580 E : 112°30'233

10 Mei 2017

26,5

8,2

19,4

6,7

5,45 16,00

2,477

0,046

0,033

<1.9

0,019

23

39

6

Sungai Camplungan S : 08°05'265 Kecamatan Ngajum E : 112°32'241

10 Mei 2017

25,6

7,6

5,4

7,2

5,55 17,24 0,028 3,385

0,058

0,069

<1.9

0,013

75

150

7

Sungai Metro Ngajum

10 Mei 2017

26,0

8

67,8

6,8

5,95 24,59 0,024 4,114

0,102

0,091

<1.9

0,051

93

150

S : 08°06'026 E : 112°34'085

0,08

Lampiran Data

77

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

8

Sungai Metro pakisaji

S : 08°01'382 E : 112°36'341

10 Mei 2017

24,4

7,2

36,7

6,1

8,15 23,14 0,126 3,924

0,085

0,067

<1.9

0,017

14

20

9

Sungai Bakalan Kecamatan Wagir

S : 08°00'231 E : 112°35'474

10 Mei 2017

24,6

7,8

44,1

6,8

4,85 11,65 0,049 2,249

0,05

0,137

<1.9

tt**)

23

93

10

Sungai Braholo Kecamatan Dau

S : 07°55'048 E : 112°34'545

10 Mei 2017

24,3

7,3

70,5

5,6

9,50 28,18 0,138 3,171

0,046

0,229

<1.9

tt***)

75

120

1

Sungai Brantas Desa Kecopokan S : 08°11'112 E : 112°45'416 Kecamatan Sumberpucung

18 Juli 2017

25,8

7,7

15,5

4,9

7,00 24,010 0,072 2,209

0,164

0,070

<1.9

0,02

21

31

2

Sungai Sukun S : 08°07'484 Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517

18 Juli 2017

25,0

7,3

26,9

3,7

7,20 27,05

0,856

0,231

0,113

<1.9

0,031

39

75

S : 08°11'106 E : 112°32'03

18 Juli 2017

24,4

7,4

16,3

5,0

8,25 27,12 0,142 1,907

0,251

0,084

<1.9

0,026

75

150

S : 08°08'270 E : 112°31'091

18 Juli 2017

25,2

7,6

58,9

3,5

4,95 18,05 0,001 0,297

0,091

0,047

<1.9

0,019

75

150

DAS Melamon III

3

4

Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak Sungai Biru Kecamatan Kromengan

0,04

5

Sungai Kele Kecamatan Ngajum

S : 08°06'580 E : 112°30'233

18 Juli 2017

25,4

7,5

64,6

3,5

6,60 19,59 0,039 1,527

0,195

0,045

<1.9

0,026

39

75

6

Sungai Camplungan S : 08°05'265 Kecamatan Ngajum E : 112°32'241

18 Juli 2017

24,3

7,5

37,6

4,8

5,55 19,55 0,016 0,706

0,079

0,085

<1.9

0,036

43

240

7

Sungai Metro Ngajum

S : 08°06'026 E : 112°34'085

18 Juli 2017

24,9

7,6

28,1

4,7

4,50 17,85 0,001 0,382

0,11

0,011

<1.9

0,019

39

75

8

Sungai Metro pakisaji

S : 08°01'382 E : 112°36'341

18 Juli 2017

23,2

7,7

24,5

4,2

7,40 26,87 0,163

1,82

0,259

0,172

<1.9

0,071

93

150

9

Sungai Bakalan Kecamatan Wagir

S : 08°00'231 E : 112°35'474

18 Juli 2017

22,9

7,7

44,6

3,8

6,05 22,15 0,022 1,060

0,159

0,115

<1.9

0,021

43

240

Lampiran Data

78

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

4

5

S : 07°55'048 E : 112°34'545

18 Juli 2017

21,7

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

32,6

3,9

13

14

15

10

Sungai Braholo Kecamatan Dau

1

Sungai Brantas Desa Kecopokan S : 08°11'112 05-Sep-17 E : 112°45'416 Kecamatan Sumberpucung

27,1

7,1

78,9

1,6

13,70 38,230 0,055

2

Sungai Sukun S : 08°07'484 05-Sep-17 Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517

26,1

7,1

23,6

3,4

05-Sep-17

27,1

6,9

139,6

S : 08°08'270 05-Sep-17 E : 112°31'091

26,5

7,1

7,3

16

4,25 20,69 0,303 1,876

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

0,479

0,313

<1.9

0,011

23

93

0,47

0,083

<1.9

0,025

23

43

9,10 33,73 0,066 3,733

0,263

0,082

<1.9

0,041

64

120

4,3

10,65 34,87 0,100 5,067

0,355

0,131

<1.9

0,044

210

460

20,3

2,8

9,15 28,31

4,881

0,191

0,036

<1.9

0,045

23

93

DAS Melamon IV

3

4

Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak Sungai Biru Kecamatan Kromengan

S : 08°11'106 E : 112°32'03

0,02

4,2

5

Sungai Kele Kecamatan Ngajum

S : 08°06'580 05-Sep-17 E : 112°30'233

26,9

7

14,2

2,5

8,50 31,15 0,034 2,565

0,358

0,203

<1.9

0,043

43

93

6

Sungai Camplungan S : 08°05'265 05-Sep-17 Kecamatan Ngajum E : 112°32'241

27,1

7,4

28,6

2,6

10,05 31,73 0,006 2,156

0,160

0,052

<1.9

0,038

23

43

7

Sungai Metro Ngajum

S : 08°06'026 05-Sep-17 E : 112°34'085

26,3

7,7

22,8

3,7

12,90 36,59 0,032 1,929

0,452

0,031

<1.9

0,027

75

120

8

Sungai Metro pakisaji

S : 08°01'382 05-Sep-17 E : 112°36'341

24,9

7,6

19,8

3,2

10,15 38,04 0,441 2,701

0,386

0,073

<1.9

0,04

75

120

9

Sungai Bakalan Kecamatan Wagir

S : 08°00'231 05-Sep-17 E : 112°35'474

25,4

7,3

46,4

2,8

9,60 37,43 0,004 <0.123 0,118

0,007

<1.9

0,064

93

10

Sungai Braholo Kecamatan Dau

S : 07°55'048 05-Sep-17 E : 112°34'545

23,8

7,0

29,8

2,1

15,15 45,80 <0.001 0,398

0,035

<1.9

0,043

150

150

210 0,394

Lampiran Data

79

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama Sungai

Titik Pantau

1

2

3

Waktu Residu Temperatur Residu Sampling Tersus- pH (°C) terlarut (tgl/bln/thn) pensi

4

5

6

7

8

DHL

9

TSS COD NO2 NO3 NH3 Klorin DO BOD TDS (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) bebas

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Phospat Total (PO4-P)

19

Fenol

20

Minyak & Lemak (mg/L)

Detergen

21

22

23

24

Coli Tinja Total Coliform Sianida (MPN/100mL) (MPN/100mL)

DAS Melamon V 1

Sungai Brantas Desa Kecopokan S : 08°11'112 09-Nov-17 E : 112°45'416 Kecamatan Sumberpucung

27,7

7,6

198

4,8

6,20 22,860 0,236 4,145

0,021

0,033

<1.9

0,047

35

97

2

Sungai Sukun S : 08°07'484 09-Nov-17 Kecamatan Kepanjen E : 112°33'517

27,5

7,5

27,5

4,8

8,80 31,06 0,083 2,301

tt**)

0,037

<1.9

0,055

93

150

09-Nov-17

28,5

7,7

40,9

5,0

6,60 28,07 0,189 4,175

0,036

0,036

<1.9

0,054

39

75

S : 08°08'270 09-Nov-17 E : 112°31'091

28,1

7,9

35,1

4,1

7,75 19,72 0,022 4,733

0,008

0,029

<1.9

0,035

43

93

3

4

Sungai Brantas Desa Dempok Kecamatan Pagak Sungai Biru Kecamatan Kromengan

S : 08°11'106 E : 112°32'03

5

Sungai Kele Kecamatan Ngajum

S : 08°06'580 09-Nov-17 E : 112°30'233

28,2

7,9

32,6

4,3

7,05 20,11 0,044 2,041

0,012

0,032

<1.9

0,055

93

150

6

Sungai Camplungan S : 08°05'265 09-Nov-17 Kecamatan Ngajum E : 112°32'241

28,4

8,1

32,7

4,6

8,25 22,33 0,014 2,178

0,016

0,068

<1.9

0,052

43

150

7

Sungai Metro Ngajum

S : 08°06'026 09-Nov-17 E : 112°34'085

27,1

7,8

26

4,8

8,75 22,37 <0.001 0,45

0,024

0,112

<1.9

0,056

93

150

8

Sungai Metro pakisaji

S : 08°01'382 09-Nov-17 E : 112°36'341

28,8

7,5

22,2

4,6

7,40 16,35 0,209 3,176

0,021

0,222

<1.9

0,051

75

93

9

Sungai Bakalan Kecamatan Wagir

S : 08°00'231 09-Nov-17 E : 112°35'474

25,4

7,8

25,3

4,2

6,70 15,91 0,054 2,017

0,014

0,04

<1.9

0,045

93

240

10

Sungai Braholo Kecamatan Dau

S : 07°55'048 09-Nov-17 E : 112°34'545

24,5

7,4

39

4,8

6,50 14,96 0,006 2,826

tt**)

0,073

<1.9

0,047

23

93

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

80

25

H2S

26


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 17A Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai oleh Perum Jasa Tirta I Kabupaten/Kota : Malang Tahun Data : 2017

LOKASI JANUARI Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Madyopuro Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Wonokerto Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Plandaan Jembatan Kendal FEBRUARI Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

TANGGAL

04/01/2017 04/01/2017

23,5 24,2

7,8 7,8

344 371

2,2 3,2

3,95 5,10

10,49 15,51

80,1 41,2

3,716 3,920

0,029 0,023

0,025 0,050

0,068 0,069

0,015 0,009

0,041 0,028

-1,9 -1,9

43 23

04/01/2017

25,5

7,8

305

3,1

5,35

15,68

54,6

2,905

0,023

0,106

0,073

0,011

0,018

-1,9

04/01/2017

25,1

8,1

346

3,2

4,65

11,34

47,9

3,283

0,057

0,118

0,061

0,015

0,035

04/01/2017

27,2

7,6

366

3,9

4,15

21,12

76,2

3,213

0,030

0,042

0,068

0,009

04/01/2017

26,4

8,4

368

3,3

4,70

23,56

92,8

3,056

0,022

0,057

0,068

04/01/2017 04/01/2017 09/01/2017

27,7 27,9 26,0

7,6 7,9 6,7

392 344 401

2,1 2,6 6,5

5,75 7,80 6,30

16,39 28,72 34,68

82,8 56,8 7,3

3,041 2,845 3,082

0,025 0,023 0,010

0,044 0,048 -99

09/01/2017 09/01/2017

27,3 29,3

7,6 7,7

381 408

6,1 3,0

6,85 6,05

36,43 26,36

12,4 12,5

2,973 2,959

0,005 0,043

12/01/2017 19/01/2017

29,3 26,5

6,3 7,7

378 372

3,4 5,6

12,00 4,25

39,39 14,55

91,9 57,0

3,980 1,257

01/02/2017 01/02/2017

21,0 21,0

6,8 6,6

326 347

3,8 3,4

5,35 4,55

15,33 11,61

60,5 31,9

01/02/2017

25,6

6,6

328

5,8

4,20

13,74

148,0

pH

DHL (mg/L)

NO2 (mg/L)

Temp (oC)

Total Coli form (mg/L)

RAK SA

TIM BAL

9 9

-99 -99

-99 -99

33

21

-99

0,008

-1,9

75

14

-99

-99

0,022

-1,9

23

14

-99

-99

0,013

0,020

-1,9

28

20

-99

-99

0,068 0,105 0,033

0,007 -99 -99

0,019 0,029 0,025

-1,9 -1,9 -1,9

43 93 11

21 15 3

-99 -99 -99

-99 -99 -99

-99 0,062

0,036 0,064

0,013 0,014

0,026 0,027

-1,9 -1,9

93 23

11 14

-99 -99

-99 -99

0,053 0,032

0,223 -99

0,114 0,060

-99 -0,002

0,042 0,049

-1,9 -1,9

23 150

9 39

-99 -99

-99 -99

3,740 3,914

0,027 0,040

-99 0,005

0,265 0,264

0,009 0,015

0,017 0,012

-1,9 -1,9

150 75

20 25

3,475

0,083

0,031

0,248

0,012

0,036

-1,9

75

28

Lampiran Data

81


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Kertosono Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen MARET Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

4,312

0,125

0,003

0,294

0,013

0,020

-1,9

460

75

97,0 56,0 17,9

4,711 3,636 0,574

0,025 0,116 0,003

0,029 0,008 0,013

0,238 0,055 0,153

0,009 0,009 -99

0,015 0,024 0,035

-1,9 -1,9 -1,9

25 120 33

9 20 21

15,29 21,97

29,6 424,0

3,885 3,388

0,002 0,029

0,016 0,060

0,126 0,369

-99 0,021

0,030 0,047

-1,9 -1,9

31 460

20 64

5,90 4,85 4,75 5,40 8,55 5,75

19,93 15,27 13,29 12,63 25,52 18,35

117,9 118,2 95,6 90,0 176,8 149,3

3,181 0,991 0,985 1,073 1,072 1,285

0,098 0,018 0,018 0,012 0,011 0,010

-99 0,043 0,076 0,120 0,106 0,066

0,180 0,055 0,221 0,175 0,150 0,151

-99 -99 -99 0,013 -99 -99

0,068 0,038 0,038 0,072 0,061 0,063

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9

210 460 150 460 38 210

64 39 39 31 14 75

5,3 3,8

9,90 13,80

39,97 56,26

338,8 413,0

2,564 4,226

0,003 0,023

0,012 0,007

0,404 0,431

0,017 0,006

0,020 0,028

-1,9 -1,9

210 460

43 150

319

5,3

8,55

34,61

262,9

3,644

0,030

0,165

0,366

0,017

0,018

-1,9

150

31

7,7

341

4,9

12,80

48,54

621,3

4,168

0,021

0,014

0,406

-99

0,039

-1,9

210

93

25,8 25,4 27,6

7,7 7,3 7,6

381 297 327

4,4 4,0 6,3

8,60 14,15 5,20

30,18 52,63 25,50

227,9 391,0 5,8

4,379 3,128 3,949

0,043 0,059 0,001

0,020 0,018 0,119

0,334 0,369 0,083

-99 -99 -99

0,013 0,014 0,042

-1,9 -1,9 -1,9

115 93 14

93 23 9

28,1 28,0

7,5 7,9

342 329

5,4 5,9

4,95 5,95

16,40 25,50

9,8 98,3

3,991 1,940

0,002 0,005

0,155 -99

0,075 0,098

-99 -99

0,015 0,028

-1,9 -1,9

28 28

21 20

TANGGAL

Temp (oC)

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

01/02/2017

26,3

6,6

349

5,4

5,30

29,85

54,0

01/02/2017 01/02/2017 06/02/2017

23,6 26,7 26,7

6,5 6,7 6,1

373 301 329

2,1 4,8 5,5

4,65 6,25 5,23

16,86 34,62 15,93

06/02/2017 08/02/2017

26,9 27,8

6,3 6,8

343 264

5,7 4,9

4,85 6,00

16/02/2017 16/02/2017 16/02/2017 16/02/2017 16/02/2017 16/02/2017

25,3 26,1 27,3 26,8 26,3 26,5

6,7 6,8 6,3 6,5 6,5 6,8

145 135 293 301 297 115

6,1 5,8 5,8 5,9 5,3 5,7

01/03/2017 01/03/2017

25,7 25,6

7,7 7,9

336 357

01/03/2017

25,7

7,7

01/03/2017

25,8

01/03/2017 01/03/2017 13/03/2017 13/03/2017 15/03/2017

pH

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

Total Coli form (mg/L)

Lampiran Data

82

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI

TANGGAL

Temp (oC)

Jembatan Kertosono Jembatan Serenan

15/03/2017 17/03/2017

29,0 29,0

Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen

17/03/2017 17/03/2017 17/03/2017 17/03/2017

APRIL Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Madyopuro Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Wonokerto Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Kendal Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

0,039 0,032

-1,9 -1,9

75 120

23 43

0,140 0,243 0,168 0,153

Deter gen (mg/ L) 0,002 0,002 0,002 -99 -99 0,002

0,049 0,036 0,024 0,019

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9

31 25 93 43

21 15 21 23

0,175 0,182

0,166 0,304

-99 -99

0,053 0,037

-1,9 -1,9

0,007

0,075

0,289

-99

0,045

-1,9

3,572

0,005

0,149

0,349

-99

0,048

-1,9

74,8

4,759

0,067

0,174

0,186

-99

0,022

-1,9

23,86

83,2

4,289

0,041

0,147

0,104

-99

0,037

-1,9

5,60 5,55 6,05

22,01 17,24 19,20

129,0 110,0 15,6

4,693 5,363 3,766

0,024 0,028 0,004

0,132 0,106 -99

0,166 0,145 0,044

-99 -99 -99

0,032 0,025 0,028

-1,9 -1,9 -1,9

5,85 4,70 9,50 3,65 5,60 6,25

17,45 18,73 32,02 13,64 16,41 16,35

17,2 74,1 27,5 86,8 55,6 89,8

3,615 3,790 1,214 1,081 1,330 1,141

0,008 0,004 0,009 0,010 0,003 0,007

0,149 0,087 0,086 0,029 0,015 0,022

0,032 0,181 0,148 0,033 0,083 0,051

-99 0,009 0,003 0,008 -99 0,009

0,036 0,047 0,040 0,029 0,034 0,038

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9

-99 -0,012 -99

2,55 0,92 1,49

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

7,2 7,2

360 386

5,1 4,8

5,40 9,80

15,25 28,11

15,2 41,7

1,598 0,722

0,056 0,051

0,047 0,287

0,032 0,148

30,0 28,6 29,2 28,8

7,3 7,1 7,6 6,9

361 321 311 340

5,1 4,3 6,0 4,5

12,00 11,60 6,8 8,45

39,10 36,76 22,73 26,83

43,2 72,2 82,6 46,0

0,939 1,191 1,087 1,170

0,046 0,128 0,138 0,144

0,068 0,038 0,101 0,097

03/04/2017 03/04/2017

28,0 28,0

7,4 7,4

300 273

3,2 3,6

5,70 5,05

28,39 27,83

104,1 1084

3,838 3,096

0,011 0,003

03/04/2017

27,0

7,3

325

4,0

4,30

24,38

413,6

3,325

03/04/2017

27,0

7,3

355

3,8

5,30

19,83

297,5

03/04/2017

27,0

7,2

354

4,0

5,35

18,90

03/04/2017

29,0

7,4

364

4,0

5,25

03/04/2017 03/04/2017 12/04/2017

28,0 29,0 27,0

7,3 7,3 6,8

390 297 290

4,1 4,0 7,4

12/04/2017 20/04/2017 20/04/2017 13/04/2017 13/04/2017 13/04/2017

29,0 28,0 27,0 28,8 29,6 28,9

7,0 6,8 6,8 7,3 7,4 7,3

293 312 304 238 283 292

7,5 6,1 6,3 3,8 2,9 2,9

pH

COD (mg/L)

Total Coli form (mg/L)

Lampiran Data

83

RAK SA

TIM BAL

-99 -99 -99


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI

TANGGAL

Temp (oC)

Jembatan Kemiri Jembatan Tangen

13/04/2017 13/04/2017

29,5 29,2

3/5/17 3/5/17

MEI Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Kertosono Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Plandaan JUNI Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo

Deter gen (mg/ L) 0,005 -99

Minyak dan Lemak (mg/L) 0,030 0,050

0,188 0,250

0,105 0,135

0,041

0,120

4,783

0,028

34,4 61,3 12,6

4,400 3,906 4,546

22,40 29,03

14,9 83,5

5,50 5,68 6,50 5,65 5,8 6,20

22,35 20,14 18,38 16,89 24,80 20,76

5,2

6,15

23,86

316 352

5,0 4,5

48 46

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

7,4 7,4

278 304

2,9 3,0

4,9 4,90

22,0 23,0

6,7 6,6

299 361

6,0 5,2

3/5/17

24,5

6,5

350

3/5/17

25,0

6,8

3/5/17 3/5/17 4/5/17

23,7 24,1 28,1

4/5/17 5/5/17

COD (mg/L)

-1,9 -1,9

Total Coli form (mg/L) -99 -99

0,009 0,009

0,035 0,025

-1,9 -1,9

0,87

0,008

0,035

-1,9

0,091

0,203

0,013

0,043

-1,9

0,194 0,027 0,002

0,092 0,151 0,171

0,088 0,199 0,097

0,012 -99 0,006

0,033 0,030 0,024

-1,9 -1,9 -1,9

4,047 3,983

-0,001 0,002

0,077 0,072

0,068 0,160

0,010 -99

0,019 0,027

-1,9 -1,9

13,2 38,8 45,6 60,2 101,2 85,6

1,346 0,841 0,974 1,703 1,455 1,650

0,101 0,004 0,002 0,002 -0,001 -0,001

0,098 0,154 0,085 0,109 0,117 0,074

0,065 0,032 0,076 0,162 0,137 0,220

-0,003 -0,003 -0,003 0,003 -99 -99

0,046 0,022 0,017 0,009 0,006 0,052

-1,9 -1,9 -1,9 2,0 -1,9 -1,9

50,4

0,693

0,031

0,104

0,029

0,003

0,012

-1,9

21,79 19,04

42,1 30,5

4,125 3,886

-0,001 -0,001

0,249 0,246

-99 -99

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

12,10 12,06

77,6 124,4

1,107 1,247

0,020 0,195

0,016 0,162

0,079 0,100

6,00 5,25

21,91 20,34

121,4 161,5

4,486 4,406

0,015 0,019

4,1

6,45

24,41

209,6

4,302

278

2,9

6,65

27,36

298,4

6,9 6,8 6,8

355 321 377

6,1 5,1 2,6

5,10 5,40 4,70

29,39 24,66 20,14

29,1 29,8

6,9 7,2

367 334

3,9 5,1

6,20 11,65

5/22/17 10/5/17 10/5/17 10/5/17 10/5/17 10/5/17

24,0 27,1 26,5 28,1 27,0 28,0

6,9 6,7 6,8 6,9 7,1 7,1

296 709 259 271 288 306

3,0 2,6 6,5 7,0 6,8 5,8

10/5/17

28,1

7,4

219

02/06/2017 02/06/2017

14:00 14:20

26,4 25,9

7,8 7,6

pH

6,00 5,90

0,101 0,072

BAK COLI

Lampiran Data

84

RAK SA

TIM BAL

1,78 1,38

-99 -99


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Kertosono Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen JULI Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Madyopuro Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Wonokerto Jembatan

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

Minyak dan Lemak (mg/L)

29,80

22,9

3,692

-0,001

0,091

0,248

-99

5,85

23,28

15,0

3,993

-0,001

0,121

0,211

-99

236 71 22

5,95 8,66 4,85

20,53 29,52 10,90

22,8 25,8 19,5

3,460 3,064 4,627

0,031 0,114 0,002

0,098 0,088 0,131

0,153 0,104 0,073

-99 -99 -99

3,9 5,6

19 27

6,50 8,35

20,10 28,17

13,5 31,1

3,627 3,602

0,002 0,024

0,145 0,138

0,070 0,148

-99 -0,002

346 227 268 269 293 315

5,1 5,4 6,1 5,9 6,2 7,2

24 20 10

5,25 5,30 6,10 5,75 6,15 6,5

20,64 18,9 23,61 16,47 18,91 23,66

25,6 28,6 27,5 26,8 31,2 26,7

4,146 1,330 1,285 0,987 1,171 1,150

0,005 0,011 0,017 0,014 0,013 0,008

0,121 0,120 0,130 0,090 0,125 0,094

0,039 0,116 0,090 0,069 0,049 0,090

-99 -0,002 -0,002 -99 -99 0,003

329 363

3,7 3,1

7,45 7,05

28,86 24,64

32 19,9

4,661 4,366

0,007 0,023

0,065 0,034

0,186 0,228

0,006 -99

0,042 0,024

-1,9 -1,9

150 28

93 15

8,6

369

2,8

6,65

20,76

36,4

4,077

0,405

0,067

0,115

0,002

0,021

-1,9

120

39

27,2

8,5

364

3,8

5,75

19,15

31,9

4,502

0,075

0,102

0,150

-99

0,037

-1,9

93

23

04/07/2017

26,2

8,4

341

3,1

5,40

22,64

24,8

4,755

0,386

0,089

0,068

0,020

0,039

-1,9

75

39

04/07/2017 04/07/2017

26,7 28,6

8,4 7,4

347 340

4,6 4,6

5,25 5,85

18,02 19,84

8,5 28,5

3,555 4,495

0,027 0,159

0,056 0,045

0,068 0,130

0,011 -99

0,032 0,035

-1,9 -1,9

24 28

19 21

TANGGAL

Temp (oC)

pH

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

02/06/2017

15:15

02/06/2017

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

24,9

7,7

341

5,0

105

7,00

16:00

25,2

7,8

350

4,2

439

02/06/2017 02/06/2017 07/06/2017

17:00 18:00 9:10

26,0 27,0 28,0

7,6 7,3 7,1

363 309 325

4,0 5,2 4,7

07/06/2017 08/06/2017

10:15 8:15

27,5 28,0

7,0 7,2

309 296

16/06/2017 15/06/2017 15/06/2017 15/06/2017 15/06/2017 15/06/2017

17:15 14:30 16:15 18:30 9:10 14:00

23,5 24,2 24,1 23,5 24,3 23,9

7,2 7,3 7,2 6,9 6,8 7,4

04/07/2017 04/07/2017

23,1 24,5

8,6 8,6

04/07/2017

27,0

04/07/2017

BAK COLI

Total Coli form (mg/L)

Lampiran Data

85

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

TANGGAL

Temp (oC)

Jembatan Metro

04/07/2017

27,8

Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen

05/07/2017

LOKASI

COD (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

0,024

-1,9

93

23

0,029

-99 0,002

0,013

-1,9

240

150

0,032 0,025 0,028 0,099 0,105 0,141 0,076

0,003 0,002 0,012 0,010 -99 -99 -99

0,019 0,034 0,036 0,042 0,033 0,027 0,002

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9

150 150 93 150 120 93 150

93 93 75 93 75 64 93

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

25,02

19,7

3,385

0,088

0,067

0,105

6,10

26,78

39,6

3,388

-0,001

0,098

5,95 5,45 4,55 4,35 5,30 5,45 5,55

25,15 25,94 19,69 18,74 21,64 18,73 23,64

15,3 14,1 21,5 28,9 30,6 24,8 27,5

3,323 3,418 0,645 0,832 1,488 1,031 1,182

0,028 -0,001 0,024 0,045 -0,001 0,105 -0,001

0,076 0,125 0,151 0,162 0,128 0,144 0,156

Total Coli form (mg/L)

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

7,2

358

4,7

5,10

27,0

7,3

341

5,2

05/07/2017 05/07/2017 28/07/2017 28/07/2017 28/07/2017 28/07/2017 28/07/2017

29,0 26,9 28,0 28,0 29,0 29,0 28,0

7,3 7,4 7,4 7,4 7,5 7,6 7,6

368 377 333 360 370 302 317

5,4 4,3 4,8 4,9 5,1 4,5 5,0

01/08/2017 01/08/2017

21,2 22,3

6,8 7,2

322 347

3,3 3,7

8,90 5,05

18,94 20,10

55,5 26,1

3,080 2,617

01/08/2017

23,7

6,8

346

3,4

6,35

25,29

33,2

3,071

01/08/2017

25,1

6,7

346

5,1

5,00

22,96

96,5

2,378

01/08/2017 02/08/2017 02/08/2017

25,3 27,8 25,7

7,1 7,4 7,3

375 487 583

4,5 2,1 2,8

6,25 4,75 4,80

21,69 17,99 24,55

25,7 17,0 5,4

2,782 2,383 2,814

02/08/2017 08/08/2017 11/08/2017 11/08/2017 11/08/2017

26,9 26,8 26,7 27,9 26,1

7,4 5,6 7,6 7,8 7,5

503 360 269 303 253

3,5 6,5 2,8 2,3 2,5

5,90 6,65 5,95 6,05 5,35

20,84 22,93 27,42 29,56 21,38

5,3 5,4 21,9 9,4 14,8

2,685 2,537 0,431 0,854 0,462

pH

RAK SA

TIM BAL

Sengguruh

AGUSTUS Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug

Lampiran Data

86


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI

TANGGAL

Temp (oC)

Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Kertosono Jembatan Kendal

11/08/2017 11/08/2017

28,3 29,2

11/08/2017 11/08/2017

SEPTEMBER Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Kertosono OKTOBER Jembatan Pendem

BOD (mg/L)

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

Total Coli form (mg/L)

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

7,6 7,6

285 428

3,5 2,8

6,35 6,50

19,79 20,56

16,7 8,5

0,952 1,107

26,4 27,1

7,9 7,6

376 312

3,6 3,6

6,75 6,35

22,93 17,98

16,9 7,8

3,006 0,758

04/09/2017 04/09/2017

24,0 23,0

8,4 8,2

426 448

3,9 3,2

8,75 6,95

31,52 25,62

53,6 47,8

5,254 4,897

0,023 0,070

0,138 0,183

0,200 0,207

-99 -99

0,036 0,029

-1,9 -1,9

150 240

93 43

04/09/2017

24,0

7,5

411

4,1

6,40

19,10

15,9

4,595

0,450

0,134

0,184

-99

0,035

-1,9

150

75

04/09/2017

29,0

7,5

444

4,2

8,30

30,69

7,6

5,005

0,063

0,106

0,148

-99

0,046

-1,9

93

43

04/09/2017 04/09/2017 06/09/2017

25,0 26,0 25,6

7,7 8,2 6,9

430 357 569

4,8 4,5 2,7

8,70 7,25 8,50

35,56 28,65 25,93

22,2 16,4 5,4

5,132 2,339 2,617

0,085 0,059 0,105

0,139 0,145 0,185

0,074 0,031 0,015

-99 -99 -99

0,046 0,041 0,039

-1,9 -1,9 -1,9

150 240 150

93 150 75

06/09/2017 07/09/2017 15/09/2017 15/09/2017 15/09/2017 15/09/2017 15/09/2017

26,5 26,9 27,8 28,5 27,8 28,2 30,3

6,8 7,7 7,0 7,1 7,1 7,1 7,5

495 389 298 531 440 391 504

3,6 4,1 2,5 3,5 2,3 2,4 2,9

8,20 7,95 7,65 8,40 7,25 7,55 6,85

27,77 25,83 22,10 22,56 26,82 20,94 21,91

5,9 14,6 5,8 17,7 22,7 19,9 21,4

2,574 2,847 0,443 0,806 0,856 0,957 0,911

0,106 0,060 -0,001 0,004 0,002 0,014 0,003

0,138 0,139 0,130 0,176 0,156 0,142 0,166

0,008 0,050 0,039 0,039 0,032 0,089 0,145

-99 -99 -99 -99 -99 -99 -99

0,034 0,025 0,051 0,038 0,041 0,028 0,048

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9

93 240 93 150 120 93 150

43 93 75 93 75 43 93

15/09/2017

29,3

7,6

429

3,8

8,25

23,27

20,4

1,081

0,010

0,177

0,044

-99

0,035

-1,9

150

75

03/10/2017

25,1

7,1

391

3,2

7,18

23,35

27,6

4,452

0,002

0,127

0,284

-99

0,049

-1,9

93

43

pH

Lampiran Data

87

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI

TANGGAL

Temp (oC)

Jembatan Dinoyo Jembatan Madyopuro Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Wonokerto Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Kertosono Jembatan Plandaan Jembatan Kendal

03/10/2017

25,0

03/10/2017

NOVEMBER Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

0,173

Deter gen (mg/ L) 0,002

0,037

-1,9

43

23

0,129

0,186

-99

0,060

-1,9

150

97

0,410

0,160

0,295

-99

0,060

-1,9

240

93

3,034

0,048

0,143

0,080

-99

0,046

-1,9

240

150

10,0

4,911

0,076

0,137

0,187

-99

0,055

-1,9

150

75

20,46 13,04 13,62

21,0 7,0 5,0

4,175 2,763 2,680

0,181 0,060 0,119

0,182 0,066 0,143

0,214 0,123 0,016

-99 -99 -99

0,038 0,058 0,039

-1,9 -1,9 -1,9

93 150 210

43 120 50

5,45 7,75 4,45 8,00 7,85 5,05 7,50

16,25 26,05 23,37 20,64 19,32 20,12 18,32

5,1 35,7 52,1 52,9 61,1 60,6 25,8

3,395 2,469 0,648 0,690 2,275 2,189 2,587

0,090 0,260 0,007 0,007 -0,001 0,004 0,016

0,156 0,100 0,123 0,119 0,163 0,147 0,125

0,029 0,026 0,080 0,123 0,150 0,106 0,047

-99 -99 -99 -99 -99 -99 -99

0,034 0,055 0,055 0,049 0,036 0,030 0,035

-1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9 -1,9

460 460 75 150 150 93 150

150 150 43 93 93 75 75

6,6

4,10

16,21

21,1

2,357

0,017

0,145

0,039

-99

0,049

-1,9

150

93

392 305

4,7 3,2

7,80 5,95

23,64 12,13

15,2 33,6

0,645 0,558

-0,001 0,247

0,146 0,190

0,039 0,023

-99 -99

0,026 0,057

-1,9 -1,9

93 460

75 150

7,0 6,5

388 426

6,9 6,6

6,22 4,50

20,51 13,02

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

Fenol (mg/L)

7,5

411

3,7

7,20

21,40

17,6

4,487

0,052

0,141

26,2

7,3

302

3,1

4,40

9,733

12,3

3,757

0,260

03/10/2017

25,5

7,1

388

3,5

4,50

13,93

6,6

4,349

03/10/2017

28,1

6,8

430

3,2

4,75

10,23

25,5

03/10/2017

27,7

6,9

427

3,4

7,80

19,47

03/10/2017 03/10/2017 05/10/2017

29,1 28,6 27,4

7,1 7,6 6,5

414 471 393

3,0 3,7 6,3

6,15 6,35 5,70

05/10/2017 12/10/2017 18/10/2017 18/10/2017 18/10/2017 18/10/2017 19/10/2017

27,5 29,1 25,6 25,8 25,2 26,0 28,9

6,8 7,3 6,9 6,7 6,8 6,9 7,1

341 512 360 400 340 362 314

6,5 3,2 5,6 5,4 4,9 5,1 6,4

21/10/2017

29,0

7,1

302

24/10/2017 12/10/2017

28,0 29,0

6,2 6,7

23,0 24,1

01/11/2017 01/11/2017

09:30 09:50

pH

COD (mg/L)

31,6 37,5

Total Coli form (mg/L)

95,6 76,6

Lampiran Data

88

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Kertosono DESEMBER Jembatan Pendem Jembatan Dinoyo Jembatan Bumiayu Jemb. Kedung Pedaringan Jembatan Sengguruh Jembatan Metro Jembatan Kalipare Jembatan

TANGGAL

Temp (oC)

pH

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

01/11/2017

10:35

26,4

6,5

430

5,0

01/11/2017

12:10

28,9

6,1

427

01/11/2017 01/11/2017 06/11/2017

14:00 14:20 09:45

28,7 28,6 25,6

6,2 6,4 6,7

06/11/2017 14/11/2017 08/11/2017 08/11/2017 08/11/2017 08/11/2017 08/11/2017

10:40 11:30 17:37 16:10 10:30 10:50 13:30

27,0 28,2 28,7 27,9 28,0 28,5 28,1

08/11/2017

15:45

06/12/2017 06/12/2017

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

12,5

4,95

14,85 0

26,0

6,9

14,4

9,20

28,69

21,0

438 355 357

5,8 6,2 2,9

25,5 12,4 9,0

5,50 8,35 5,25

15,86 26,35 11,33

47,5 29,1 5,6

6,8 6,7 6,9 6,7 7,1 6,4 6,8

355 316 307 325 382 361 351

5,0 6,3 6,8 6,9 6,3 6,1 6,5

8,0 28,0 175,0 167,0 187,0 169,0 175,0

5,50 7,80 5,05 6,70 6,80 7,80 6,50

14,42 30,90 18,22 19,65 20,12 23,21 17,65

7,0 40,2 223,3 229,6 252,4 221,2 242,4

29,1

6,9

319

5,7

90,50

7,50

22,65

122,5

09:00 10:18

23,9 25,0

7,3 7,8

307 306

5,6 5,8

52,0 40,0

7,90 7,65

24,88 21,49

90,1 51,1

06/12/2017

11:15

26,8

7,5

394

5,4

35,0

7,80

24,10

43,1

06/12/2017

11:55

27,1

7,4

387

5,5

61,00

8,10

24,27

92,3

06/12/2017 06/12/2017 08/12/2017 08/12/2017

12:40 13:00 07:35 08:10

35,0 30,5 27,8 28,2

7,6 7,5 7,4 7,3

391 397 352 352

6,0 6,2 6,6 6,0

45,0 48,0 22,0 28,0

7,20 4,60 5,80 8,50

20,57 22,62 20,66 19,49

41,7 37,5 7,1 10,1

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

Total Coli form (mg/L)

Lampiran Data

89

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LOKASI

TANGGAL

Temp (oC)

pH

DHL (mg/L)

DO (mg/L)

BOD (mg/L)

07/12/2017 15/12/2017 15/12/2017 15/12/2017 15/12/2017 15/12/2017

11:50 17:30 18:10 12:59 13:20 15:50

28,3 27,0 27,5 28,0 28,0 28,0

7,4 7,2 7,3 7,1 7,2 7,1

269 216,0 305,0 301,0 301,0 302,0

5,3 4,9 5,0 5,1 5,1 4,8

15/12/2017

20:00

26,5

7,1

302,0

4,8

COD (mg/L)

TSS NO3 (mg/L) (mg/L)

NO2 (mg/L)

Fenol (mg/L)

Deter gen (mg/ L)

NH3 (mg/L)

T-P (mg/L)

82,60 35,0 33,0 46,0 41,0 52,0

7,10 7,15 8,60 9,00 7,95 6,80

19,92 22,36 23,62 25,37 22,61 50,67

99,5 66,8 59,1 114,1 123,7 116,0

49,0

5,80

18,67

157,8

Minyak dan Lemak (mg/L)

BAK COLI

Total Coli form (mg/L)

Kesamben Jembatan Ngujang Jembatan Serenan Jembatan Bacem Jembatan Jurug Jembatan Kemiri Jembatan Tangen Jembatan Kertosono

Keterangan : Sumber : Perum Jasa Tirta I Malang, 2017

Lampiran Data

90

RAK SA

TIM BAL


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 18 Kualitas Air Danau/ Situ/ Embung Kabupaten/ Kota

: Kabupaten Malang

Tahun Data

: 2017

No

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Nama

2 Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

TDS (m / g L) 9

3

4

5

6

7

8

05/01/2017

30,6

-

-

8,1

16/01/2017

27,7

-

-

01/02/2017

28,8

-

13/02/2017

28,7

06/03/2017

TSS DO (mg/ BOD (m / (m / g L) L) g L)

COD (m / g L)

NO2 (m / g L)

NO3 (m / g L)

Klorin NH3 bebas (m / g L) (mg/L)

10

11

12

13

14

15

16

409

7,8

3,2

4,25

16,04

0,056

3,158

7,2

417

58,1

4,3

4,95

17,76

0,056

-

7,6

410

38,1

3,0

5,85

22,41

-

-

6,8

340

40,0

5,1

5,35

27,5

-

-

8,2

459

17,7

6,9

20/03/2017

25,0

-

-

7,4

370

71,7

06/04/2017

29,1

-

-

7,8

366

17/04/2017

28,0

-

-

7,4

05/05/2017

28,4

-

-

19/05/2017

27,0

-

10/06/2017

27,6

19/06/2017

18

19

20

21

0,042

0,069

-99

-1,9

0,043

3,530

0,086

0,196

-99

-1,9

0,034

0,041

1,343

0,007

0,148

0,011

-1,9

0,047

17,36

0,162

3,957

0,022

0,199

0,018

-1,9

0,040

5,40

20,50

0,063

2,426

0,051

0,051

-99

-1,9

0,033

4,6

5,50

15,38

0,317

4,579

0,144

0,207

0,002

-1,9

0,036

22,7

5,1

5,60

24,17

0,376

2,777

0,219

0,047

0,007

-1,9

0,046

386

48,0

5,1

5,08

20,42

0,120

4,208

0,226

0,050

0,007

-1,9

0,038

7,3

343

33,3

3,2

8,65

23,98

0,050

4,610

0,147

0,132

0,009

-1,9

0,046

-

7,4

366

26,2

5,1

6,25

27,17 -0,001 4,524

0,100

0,151

-99

-1,9

0,065

-

-

7,6

319

15,5

6,4

5,80

20,95

0,040

3,091

0,098

0,029

0,033

-1,9

0,033

27,5

-

-

8,1

315

31,2

3,2

5,65

21,64

0,008

1,305

0,111

0,083

-99

-1,9

0,021

07/07/2017

26,6

-

-

8,3

336

21,3

5,7

5,70

21,32

0,067

3,257

0,202 -0,011 0,040

-99

-1,9

0,018

21/07/2017

24,0

-

-

7,0

369

26,2

7,6

5,80

20,40

0,050

2,843

0,195

-99

-1,9

0,035

240,8

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml)

0,020

22

23

14

19

15

21

15

28

150

240

21

31

93

150

93

150

Lampiran Data

91

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Nama

2 Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

3

4

5

6

7

8

04/08/2017

25,1

-

-

6,9

18/08/2017

26,1

-

-

06/09/2017

28,5

-

18/09/2017

28,2

04/10/2017

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

9

10

11

12

13

14

15

16

375

10,1

7,0

6,35

21,05

0,199

4,153

7,2

429

5,7

3,4

5,23

20,12

0,002

-

7,4

443

30,5

4,1

8,20

25,73

-

-

7,7

364

24,9

5,4

7,80

30,5

-

-

6,9

345

19,4

5,2

20/10/2017

28,6

-

-

7,4

315

94,5

02/11/2017

31,6

-

-

7,4

406

17/11/2017

27,0

-

-

7,7

06/12/2017

30,8

-

-

18/12/2017

27,0

-

05/01/2017

30,4

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

0,180

0,018

0,009

-1,9

0,028

4,835

0,096

0,019

-99

-1,9

0,036

0,046

4,350

0,187

0,026

-99

-1,9

0,027

17,33

0,083

1,865

0,150

0,026

-99

-1,9

0,028

5,25

22,34

0,249

3,712

0,198

0,196

-99

-1,9

0,034

5,2

5,50

19,37

0,034

3,689

0,096

0,087

-99

-1,9

0,051

10,6

5,3

7,80

21,60

0,212

2,611

0,111

0,032

-99

-1,9

0,117

208

33,5

4,7

7,55

26,76

0,210

2,767

0,100

0,101

-99

-1,9

0,057

6,4

351

66,4

5,5

7,25

22,52

0,227

2,849

0,101

0,205

-99

-1,9

0,030

-

7,1

295

551,7

3,0

7,40

21,33

0,031

2,661

0,096

0,119 -0,002

-1,9

0,031

-

-

8,2

411

27,5

3,0

5,15

20,98

0,064

2,574

0,038

0,094

-99

-1,9

0,017

26

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

16/01/2017

29,4

-

-

7,9

429

10,4

3,8

5,80

18,96

0,064

3,691

0,002

0,183

-99

-1,9

0,038

27

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

01/02/2017

28,3

-

-

7,3

440

14,6

3,2

6,10

31,32

0,026

3,138

0,071

0,063

0

-1,9

0,048

28

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

13/02/2017

29,0

-

-

6,9

284

10,1

4,1

4,65

13,64

0,093

3,305

0,047

0,033

0

-1,9

0,025

29

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

06/03/2017

31,2

-

-

8,2

319

7,4

6,3

5,85

25,86

0,061

3,982

0,062

0,033

-99

-1,9

0,020

22

23

23

39

93

240

120

210

43

120

120

210

4

7

4

9

28

150

Lampiran Data

92

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama

1

2

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

3

4

5

6

7

8

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

9

10

11

12

13

14

15

16

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

30

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

20/03/2017

27,0

-

-

7,3

294

5,0

5,6

4,90

20,66

0,389

1,474

0,088

0,131

0

-1,9

0,014

31

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

06/04/2017

29,7

-

-

7,2

386

23,7

5,0

4,70

24,76

0,097

2,63

0,238

0,039

0

-1,9

0,039

32

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

17/04/2017

29,0

-

-

7,4

377

24,8

5,2

5,35

21,64

0,065

1,473

0,288

0,032

0

-1,9

0,015

33

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

05/05/2017

29,5

-

-

7,7

293

19,8

4,8

6,55

24,55

0,040

1,962

0,16

0,039

-99

-1,9

0,016

34

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

19/05/2017

28,0

-

-

7,2

371

7,1

4,1

5,80

20,81

0,005

2,391

0,164

0,022

0

-1,9

0,047

35

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

10/06/2017

27,2

-

-

7,8

310

25,5

7,3

5,65

19,42

0,024

2,38

0,125

0,029

-99

-1,9

0,035

36

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

19/06/2017

27,6

-

-

8,6

323

12,2

3,5

5,20

16,49

0,004

2,843

0,13

0,051

-99

-1,9

0,025

37

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

07/07/2017

27,5

-

-

8,3

306

17,7

5,8

4,95

20,79

0,020

2,276

0,189 -0,011 0,032

-99

-1,9

0,035

38

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

21/07/2017

26,0

-

-

6,8

361

14,3

7,7

5,05

16,78

0,025

2,538

0,201

0,028

-99

-1,9

0,038

39

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

04/08/2017

26,4

-

-

7,5

347

9,8

6,3

4,80

22,22

0,234

2,35

0,157

0,014

-99

-1,9

0,027

40

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

18/08/2017

26,6

-

-

8,6

370

5,8

3,5

5,75

20,53

0,029

2,566

0,122

0,016

-99

-1,9

0,041

41

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

06/09/2017

29,0

-

-

8,4

394

6,9

4,1

6,90

22,21

0,124

2,921

0,2

0,010

0

-1,9

0,057

42

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

18/09/2017

28,4

-

-

7,6

382

10,7

5,3

7,70

22,06

0,141

2,136

0,131

0,010

-99

-1,9

0,036

224,8

22

23

23

43

9

15

75

150

75

150

93

150

43

93

Lampiran Data

93

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Nama

1

2

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

3

4

5

6

7

8

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

9

10

11

12

13

14

15

16

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

43

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

04/10/2017

30,0

-

-

6,2

336

5,4

5,5

5,05

13,05

0,462

3,024

0,179

0,160

-99

-1,9

0,037

44

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

20/10/2017

28,6

-

-

7,6

312

32,3

5,1

5,35

18,64

0,162

2,51

0,094

0,016

-99

-1,9

0,049

45

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

02/11/2017

31,5

-

-

8,5

361

5,8

5,2

5,05

15,25

0,096

1,894

0,138

0,022

-99

-1,9

0,033

46

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

17/11/2017

28,5

-

-

7,9

385

5,6

5,4

8,40

29,66

0,105

1,724

0,128

0,023

-99

-1,9

0,024

47

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m

06/12/2017

29,8

-

-

7,3

363

9,4

6,2

7,20

16,04

0,095

2,094

0,129

0,017

-99

-1,9

0,010

18/12/2017

28,6

-

-

7,7

329

22,5

5,1

5,40

18,39

0,108

1,891

0,125

0,017

0

-1,9

0,012

05/01/2017

29,9

-

-

8,1

412

12,8

4,2

5,35

17,51

0,030

2,723

0,046

0,069

0

-1,9

0,043

16/01/2017

29,4

-

-

8,0

501

10,6

3,5

4,30

20,45

0,030

3,582

0,034

0,144

0

-1,9

0,026

01/02/2017

29,0

-

-

7,4

448

10,9

4,1

5,50

19,05

0,007

1,562

0,046

0,042

0

-1,9

0,040

13/02/2017

29,2

-

-

6,9

319

8,2

5,3

5,10

14,82

0,053

3,177

0,07

0,149

-99

-1,9

0,024

06/03/2017

30,9

-

-

8,3

365

11,7

6,4

6,35

26,63

0,054

2,033

0,043

0,046

-99

-1,9

0,024

20/03/2017

27,0

-

-

7,5

339

5,2

5,7

5,35

20,03

0,047

2,253

0,089

0,062

-99

-1,9

0,018

06/04/2017

28,3

-

-

7,5

388

12,0

4,9

5,50

19,00

0,038

3,012

0,242

0,029

0

-1,9

0,030

17/04/2017

29,0

-

-

7,2

401

19,4

4,9

4,95

17,89

0,035

2,106

0,321

0,025

0

-1,9

0,027

05/05/2017

30,1

-

-

8,0

286

25,9

4,5

7,65

21,33

0,032

1,651

0,167

0,032

0

-1,9

0,030

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57

Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m

22

23

75

120

150

240

93

210

4

15

4

9

23

93

7

11

7

15

Lampiran Data

94

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73

Nama

2 Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

3

4

5

6

7

8

19/05/2017

27,0

-

-

7,3

10/06/2017

28,5

-

-

19/06/2017

27,1

-

07/07/2017

27,1

21/07/2017

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

9

10

11

12

13

14

15

16

373

5,2

4,2

5,55

18,84

0,199

2,149

8,5

293

11,7

6,9

5,55

16,21

0,018

-

8,6

327

11,8

3,4

5,90

17,54

-

-

8,5

297

18

19

20

21

0,199

0,014

-99

-1,9

0,054

2,345

0,138

0,025

0

-1,9

0,011

0,002

2,967

0,141

0,049

-99

-1,9

0,031

20,7

6,2

5,60

23,72

0,016

2,421

0,193 -0,011 0,033

-99

-1,9

0,016

28,0

-

-

6,8

334

10,4

7,0

5,40

17,64

0,018

2,386

0,189

0,026

-99

-1,9

0,023

04/08/2017

26,8

-

-

6,8

340

5,7

7,0

6,40

21,31

0,299

1,815

0,139

0,121

-99

-1,9

0,024

18/08/2017

27,1

-

-

8,8

358

5,2

3,1

4,35

17,99

0,019

2,142

0,133

0,045

-99

-1,9

0,035

06/09/2017

29,0

-

-

8,7

361

10,7

4,2

6,00

22,21

0,073

2,228

0,205

0,009

-99

-1,9

0,036

18/09/2017

29,0

-

-

7,6

372

5,6

5,2

7,85

21,23

0,093

2,672

0,136

0,009

-99

-1,9

0,028

04/10/2017

29,1

-

-

6,5

382

6,1

5,6

6,15

21,40

0,077

1,592

0,161

0,135

-99

-1,9

0,038

20/10/2017

29,2

-

-

7,7

342

9,6

5,0

5,95

18,12

0,128

1,379

0,121

0,016

-99

-1,9

0,039

02/11/2017

32,3

-

-

8,7

351

6,8

4,2

4,65

12,97

0,098

1,632

0,127

0,016

-99

-1,9

0,050

17/11/2017

29,9

-

-

8,2

407

8,7

6,0

7,95

28,93

0,109

2,184

0,114

0,133

-99

-1,9

0,032

06/12/2017

29,6

-

-

7,9

343

12,4

4,2

4,60

20,26

0,092

1,655

0,094

0,018

-99

-1,9

0,015

18/12/2017

29,0

-

-

8,3

326

6,7

5,5

8,00

20,27

0,121

1,890

0,108

0,020

-99

-1,9

0,014

04/01/2017

27,7

-

-

7,6

392

82,8

2,1

5,75

16,39

0,025

3,041

0,044

0,068

0,007

-1,9

0,019

229

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 22

23

93

150

93

150

120

210

39

75

93

240

93

240

93

240

21

43

Lampiran Data

95

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89

Nama

2 Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

3

4

5

6

7

8

01/02/2017

26,1

-

-

6,8

01/03/2017

25,6

-

-

03/04/2017

28,0

-

03/05/2017

23,0

02/06/2017

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

9

10

11

12

13

14

15

16

351

27,6

4,3

4,70

13,54

0,051

4,248

7,5

346

253,2

5,2

8,35

30,62

0,268

-

7,3

347

62,6

4,1

4,55

22,10

-

-

7,0

301

28,2

5,9

6,30

26,4

-

-

7,6

371

14,7

4,6

04/07/2017

27,7

-

-

8,4

396

8,5

01/08/2017

25,3

-

-

6,9

380

04/09/2017

29,0

-

-

7,8

03/10/2017

29,1

-

-

01/11/2017

28,9

-

06/12/2017

28,5

05/01/2017

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

22

0,004

0,203

0,014

-1,9

0,017

25

150

2,874

0,155

0,293

-99

-1,9

0,02

150

460

0,076

4,594

0,245

0,184

-99

-1,9

0,031

43

93

27,66

0,151

4,450

0,097

0,089

0,007

-1,9

0,039

23

43

6,30

21,44

0,007

3,529

0,112

0,150

-99

-1,9

0,030

23

75

3,5

5,30

17,00

0,140

4,475

0,098

0,065

-99

-1,9

0,025

23

75

19,8

4,8

6,45

29,63 -0,001 2,311

0,156

0,009

0,003

-1,9

0,034

150

210

427

15,5

3,6

6,75

30,28

0,061

5,134

0,125

0,092

0,004

-1,9

0,060

75

150

7,1

392

14,8

3,7

4,75

16,90

0,268

4,382

0,107

0,199

-99

-1,9

0,047

210

-

6,5

427

21,5

7,0

5,45

17,65

0,253

3,776

0,093

0,071

0,007

-1,9

0,046

93

150

-

-

7,6

384

38,7

5,5

6,08

19,02

0,131

3,780

0,068

0,105

-99

-1,9

0,027

43

150

31,4

-

-

8,0

242

2,8

5,20

14,40

11,2

0,068

3,530

0,015

0,068

0,013

-1,9

0,024

7

9

01/02/2017

28,1

-

-

7,5

226

3,4

5,05

27,60

10,1

0,014

1,533

0,049

0,163

0,014

-1,9

0,015

9

28

06/03/2017

26,0

-

-

7,8

229

6,1

5,90

27,29

12,6

0,055

1,646

0,048

0,076

-99

-1,9

0,034

75

240

06/04/2017

29,0

-

-

6,8

365

5,1

5,55

17,86

5,3

0,041

1,751

0,157

0,036

0,008

-1,9

0,041

75

150

05/05/2017

28,2

-

-

7,9

213

2,8

7,68

23,49

18,1

0,028

1,598

0,177

0,040

0,004

-1,9

0,033

9

21

Lampiran Data

23

96

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105

Nama

2 Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

3

4

5

6

7

8

9

10

11

09/06/2017

27,3

-

-

7,5

188

5,6

8,60

07/07/2017

27,8

-

-

8,4

610

4,6

04/08/2017

24,7

-

-

6,9

200

06/09/2017

28,6

-

-

8,6

04/10/2017

30,2

-

-

02/11/2017

31,0

-

06/12/2017

29,0

11/01/2017

12

13

14

15

16

21,10

15,8

0,012

3,088

5,20

17,83

19,4

0,008

4,8

5,30

20,84

6,6

0,043

211

5,2

5,75

16,72

6,6

366

5,2

4,98

-

7,5

253

5,3

-

-

7,4

362

29,4

-

-

7,6

09/02/2017

24,3

-

-

15/03/2017

29,0

-

19/04/2017

24,5

22/05/2017

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

22

0,128

0,007

0,005

-1,9

0,020

43

93

0,550

0,145

0,032 -0,002

-1,9

0,024

43

93

0,441

0,160

0,018

0,012

-1,9

0,031

23

43

9,4

-0,001 1,476

0,228

0,020

0,002

-1,9

0,025

150

240

17,39

8,2

0,034

0,645

0,070

0,120

-99

-1,9

0,028

75

150

5,55

13,57

9,6

0,157

0,812

0,113

0,028

-99

-1,9

0,042

93

150

5,6

7,40

20,25

10,0

0,022

1,516

0,101

0,018

-99

-1,9

0,006

150

460

285

3,8

5,65

20,24

15,3

0,024

2,104

0,186

0,166

0,010

-1,9

0,033

7

14

7,4

201

5,2

5,70

13,69

24,1

0,044

0,985

0,098

0,119

-99

-1,9

0,054

39

240

-

7,2

360

5,1

5,40

15,25

15,2

0,056

1,598

0,047

0,032 -0,002

-1,9

0,039

23

75

-

-

7,5

385

5,6

5,30

21,6

18,9

0,136

1,243

0,162

0,049

0,007

-1,9

0,041

43

93

25,0

-

-

7,0

326

6,0

5,75

14,28

8,3

0,130

1,137

0,126

0,040

0,003

-1,9

0,055

9

19

16/06/2017

26,2

-

-

7,3

196

4,5

6,40

21,10

8,9

0,005

1,836

0,201

0,123 -0,002

-1,9

0,035

120

210

17/07/2017

26,0

-

-

7,1

314

5,7

5,30

21,60

18,1

0,192

1,634

0,090 -0,011 0,025

-99

-1,9

0,029

120

210

15/08/2017

24,2

-

-

7,2

234

1,8

6,30

18,90

18,2

0,205

2,155

0,124

0,025

0,013

-1,9

0,033

150

460

11/09/2017

28,5

-

-

7,5

365

5,1

5,40

15,84

18,4

0,158

2,020

0,129

0,050

-99

-1,9

0,041

93

150

Lampiran Data

23

97

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121

Nama

2 Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

3

4

5

6

7

8

9

10

11

19/10/2017

28,5

-

-

6,5

290

5,5

5,47

15/11/2017

28,2

-

-

7,6

156

6,7

12/12/2017

25,8

-

-

6,9

274

11/01/2017

29,2

-

-

8,0

09/02/2017

24,2

-

-

15/03/2017

29,0

-

19/04/2017

24,7

22/05/2017

12

13

14

15

16

17,95

37,1

0,012

2,405

5,30

22,62

14,4

0,447

6,2

7,80

22,47

13,8

281

3,5

5,40

35,97

7,4

206

5,3

4,90

-

7,3

382

5,0

-

-

7,2

406

25,3

-

-

6,8

16/06/2017

25,6

-

-

17/07/2017

26,0

-

15/08/2017

24,5

11/09/2017

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

22

23

0,123

0,199

-99

-1,9

0,035

120

210

1,933

0,109

0,040

-99

-1,9

0,105

150

240

0,219

2,548

0,149

0,199

0,015

-1,9

0,048

210

240

19,7

0,020

3,064

0,227

0,131

0,009

-1,9

0,037

9

21

12,55

26,4

0,030

1,067

0,105

0,073 -99,000

-1,9

0,040

23

43

5,20

14,55

9,5

0,111

1,561

0,042

0,106 -0,002

-1,9

0,034

20

28

5,4

4,75

16,69

17,8

0,097

1,188

0,076

0,057

0,004

-1,9

0,026

39

75

288

5,8

4,85

11,82

5,2

0,053

0,712

0,196

0,036

0,004

-1,9

0,039

23

43

7,4

66,2

5,6

5,60

19,64

36,2

0,009

1,402

0,141

0,090 -99,000

-1,9

0,026

93

120

-

7,2

329

6,3

5,65

20,42

26,4

0,151

0,286

0,041 -0,011 0,044 -99,000

-1,9

0,032

93

120

-

-

7,5

269

2,7

5,90

20,86

15,5

0,130

1,876

0,166

0,075 -99,000

-1,9

0,037

150

240

28,1

-

-

7,6

333

5,7

5,60

13,99

20,1

0,142

2,036

0,088

0,028 -99,000

-1,9

0,044

120

240

19/10/2017

29,0

-

-

6,4

296

5,6

5,20

14,99

52,4

0,026

2,407

0,123

0,033 -99,000

-1,9

0,039

93

120

15/11/2017

28,1

-

-

7,8

156,3

6,9

4,65

19,62

14,4

0,435

1,162

0,102

0,040 -99,000

-1,9

0,040

93

210

12/12/2017

25,9

-

-

7,1

288

6,2

4,60

18,21

15,2

0,192

2,107

0,114

0,032 -99,000

-1,9

0,037

150

460

11/01/2017

28,9

-

-

7,9

271

3,7

5,15

31,80

17,8

-0,001 2,181

0,129

0,131

-1,9

0,027

4

9

0,010

Lampiran Data

98

24

25


LAMPIRAN DATA IDOKUMEN NFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

1 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132

Nama

2 Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m

Residu Residu Waktu sampling Temperatur Terlarut Tersuspensi (tgl/bln/ thn) (°C) (mg/ L) (mg/L)

pH

DHL (m /L) g

Klorin TDS TSS DO g BOD COD NO2 NO3 NH3 bebas (m / (m / g L) (mg/ L) L) g L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/ L) (mg/L) (m /

3

4

5

6

7

8

9

10

11

09/02/2017

24,4

-

-

7,5

208

4,2

5,20

15/03/2017

30,0

-

-

7,1

411

5,2

19/04/2017

25,4

-

-

7,2

383

22/05/2017

23,4

-

-

7,1

16/06/2017

25,7

-

-

17/07/2017

26,0

-

15/08/2017

24,4

11/09/2017

12

13

14

15

16

17,55

13,7

0,030

1,170

5,65

19,25

7,4

0,058

6,5

5,45

21,62

16,8

299

4,8

4,95

13,46

7,3

85,5

5,6

5,85

-

7,2

306

5,8

-

-

7,7

294

28,1

-

-

7,7

19/10/2017

29,0

-

-

15/11/2017

28,3

-

12/12/2017

25,5

-

17

Fecal Total Minyak coliform coliform T-P Fenol dan Detergen Sianida H2S (jmlh/ (jmlh/ (m /L) (m /L) (m / g L) (Pg/L) Lemak (Pg/L) g g 1000 1000 (Pg/L) ml) ml) 18

19

20

21

22

23

0,057

0,068

-99

-1,9

0,039

20

31

1,373

0,081

0,036

-99

-1,9

0,033

15

21

0,050

1,034

0,066

0,032

0,004

-1,9

0,028

39

75

5,3

0,077

0,802

0,177

0,036

0,008

-1,9

0,037

14

20

17,07

5,2

0,015

2,194

0,090

0,065

-99

-1,9

0,031

64

75

5,30

19,32

13,7

0,088

3,441

0,061 -0,011 0,040

-99

-1,9

0,012

64

75

2,9

5,65

17,02

12,9

0,092

1,593

0,197

0,061

0,002

-1,9

0,026

93

150

322

4,9

6,15

19,07

21,3

0,120

1,979

0,109

0,028

-99

-1,9

0,041

43

93

6,7

290

5,6

6,20

20,16

16,2

0,127

1,714

0,112

0,016

-99

-1,9

0,051

64

75

-

7,9

158

6,8

6,05

22,65

22,3

0,429

1,077

0,094

0,029

-99

-1,9

0,129

75

150

-

7,2

274

5,2

7,70

21,30

13,8

0,155

2,035

0,114

0,028

-99

-1,9

0,051

120

240

Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Lampiran Data

99

24

25


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 18A Bendungan Yang Dikelola PJT I Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 NO.

NAMA

JENIS

LUAS DAS

ELEVASI

(km2)

(m)

VOLUME EFEKTIF (10^6 m3)

FUNGSI

x

)

1

Sutami

Tahunan

2,050

FWL

: 277,00

HWL

: 272,50

LWL-1 : 260,00

90

LWL-2 : 246,00

135.43

FWL 2

3

4

Lahor

Selorejo

Sengguruh

Tahunan

Tahunan

Harian

HWL

236

1,659

:

: 272,70

LWL-1 : 260,20

19.84

LWL-2 : 253,00

24.52

FWL

: 622,60

HWL

: 622,00

LWL-1 : 606,00

28.73

LWL-2 : 598,00

33.32

FWL

: 293,10

HWL

: 292,50

- tambahan suplai air ke waduk Sutami, melalui connection tunnel

- pengendali banjir - irigasi (5.700 ha) - plta (4,5 mW) - penyediaan air baku - perikanan,pariwisata

- plta (2x14,5 mW) - penampung sedimen

) FWL

= =

LWL : 291,60 Muka Air Banjir Muka Air Tinggi

LWL-1

=

Muka Air Rendah untuk operasional (kondisi normal)

LWL-2

=

Muka Air Rendah untuk emerjensi (kondisi kekeringan)

x

Keterangan :

HWL

160

- pengendali banjir - irigasi (34.000 ha) - plta (3x35 mW) - penyediaan air baku - perikanan,pariwisata

0.55

Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Lampiran Data

100


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 18B Lokasi Pemantauan Kualitas Air Waduk Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

Titik 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Sungai Waduk Sutami Hulu kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Tengah kedalaman 0.3 m Waduk Sutami Hilir kedalaman 0.3 m Waduk Sengguruh kedalaman 1 m Waduk Lahor tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hulu kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo tengah kedalaman 0.3 m Waduk Selorejo hilir kedalaman 0.3 m

Jumlah Pemantauan 24 kali 24 kali 24 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali

Sumber : Perum Jasa Tirta I, 2017

Lampiran Data

101


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 19 Kualitas Air Sumur Kabupaten/ Kota Tahun Data

No

(1)

1

2

3

4

5

6

Lokasi Sumur

(2)

Tandon Air/Sumur Warga Dusun Boro Utara Kec. Kepanjen Sumur warga RT 1 dan 2 Rw 2 Kel. Ardirejo Kec. Kepanjen Sumur Warga Pk. Sarno S. Kasin Talangagung Kec. Kepanjen Sumur Pak Yuli Bapak Sugianto Gg I Mawar Kec. Kepanjen Bapak Suminto Gg II Mawar Kec. Kepanjen

: Kabupaten Malang : 2017

Residu Residu Waktu Temperatur Terlarut Tersuspensi Sampling

BOD COD pH

Total NO3 Nitrit Blereng NH3Khrom Air Khlorin Fecal Total Gross- GrossDO Fosfat sebagai Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Tembaga Besi Timbal Mangan Seng Khlorida Sianida Fluoride Sebagai Sulfat Sebagai N (VI) Raksa Bebas Coliform Coliform A B sbg P N N H2S

(tgl/bln/thn)

(C)

(mg/ L)

(mg/L)

(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L)

(mg/L)

(mg/L)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

4-Oct-17

24,5

-

-

6,5

-

-

-

-

7,1

-

tt**

-

-

4-Oct-17

27,4

-

-

6,4

-

-

-

-

3,6

-

tt**

-

4-Oct-17

27,4

-

-

6,4

-

-

-

-

4,8

-

tt**

3-Oct-17

25,6

-

-

6,7

-

-

-

-

8,0

-

3-Oct-17

27,3

-

-

6,2

-

-

-

-

7,4

3-Oct-17

27,6

-

-

6,2

-

-

-

-

3,8

(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (jml/100ml)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27)

(28)

-

-

tt**

<0.012

-

tt**

tt**

tt**

tt**

tt**

-

tt**

-

-

-

tt**

tt**

-

tt**

tt**

tt**

tt**

tt**

-

-

-

-

-

0,005

tt**

-

1

tt**

tt**

tt**

tt**

t**

-

-

-

-

t**

tt**

-

t**

tt**

t**

t**

t**

-

t**

-

-

-

-

t**

tt**

-

tt**

tt**

t**

-

tt**

-

-

-

0,01

tt**

tt**

-

tt**

tt**

tt**

0,001 tt**

tt**

tt**

(29)

(30)

(31)

(jml/100 (Bq/L) (Bq/L) ml)

(32)

(33)

(34)

(35)

(36)

(37)

0.066 <0,001 21,15

-

-

-

5

-

-

tt**

0.035

0,005 24,64

-

-

-

2

-

-

-

tt**

0.091

0,029 32,05

-

-

-

4

-

-

600

tt**

0.073

0,002 13,02

-

-

-

2

-

-

-

tt**

0.060 <0,001 11,15

-

-

-

2

-

-

-

tt**

0.063

-

-

-

2

-

-

0,002 7,576

Lampiran Data

102


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

(1)

Lokasi Sumur

(2)

Residu Residu Waktu Temperatur Terlarut Tersuspensi Sampling

BOD COD pH

Total NO3 Nitrit Blereng NH3Khrom Air Khlorin Fecal Total Gross- GrossDO Fosfat sebagai Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Tembaga Besi Timbal Mangan Seng Khlorida Sianida Fluoride Sebagai Sulfat Sebagai N (VI) Raksa Bebas Coliform Coliform A B sbg P N N H2S

(tgl/bln/thn)

(C)

(mg/ L)

(mg/L)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

26,5

-

-

6,4

-

-

-

-

4,6

-

tt**

-

-

26,8

-

-

6,5

-

-

-

-

4,6

-

tt**

-

27,0

-

-

6,6

-

-

-

-

1,6

-

tt**

-

Sumur Warga Bp. Agung S. 7 Kasin Ds. 4-Oct-17 Talangagung Kec. Kepanjen Sumur Warga Ibu Binti Kasin 8 Ds. 4-Oct-17 Talangagung Kec. Kepanjen Milkindo 9 Berkah 3-Oct-17 Abadi

(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L)

(mg/L)

(mg/L)

(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (jml/100ml)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27)

(28)

(29)

-

-

tt**

tt**

-

tt**

tt**

tt**

tt**

tt**

-

0,10

0.052

-

-

-

tt**

tt**

-

tt**

tt**

tt**

tt**

tt**

-

tt**

0.042

-

-

-

tt**

<0,012

-

tt**

tt**

tt**

tt**

tt**

-

tt**

(30)

(31)

(jml/100 (Bq/L) (Bq/L) ml)

(32)

(33)

(34)

(35)

(36)

(37)

0,356 22,02

-

-

-

1

-

-

0,003 31,15

-

-

-

8

-

-

0.071 <0,001 25,88

-

-

-

2

-

-

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

103


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 19A Parameter Lain Kualitas Air Sumur di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota Tahun Data No

(1)

: Kabupaten Malang : 2017

Lokasi Sumur

Waktu Sampling (tgl/bln/thn)

Kekeruhan

Bau**

Rasa**

KMn04

TDS

Kesadahan Total

Deterjen

Warna

HASIL AKHIR (Memenuhi/Tidak)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

1

Tandon Air/Sumur Warga Dusun Boro Utara Kec. Kepanjen

4-Oct-17

0.45

Tdk Berbau

Tdk Berasa

1.7

437.6

240

0.072

0.621

Tidak memenuhi baku mutu (Deterjen)

2

Sumur warga RT 1 dan 2 Rw 2 Kel. Ardirejo Kec. Kepanjen

4-Oct-17

12.5

Tdk Berbau

Tdk Berasa

2.6

393.6

224

0.071

0.457

Tidak memenuhi baku mutu (Deterjen)

3

Sumur Warga Pk. Sarno S. Kasin Talangagung Kec. Kepanjen

4-Oct-17

0.43

Tdk Berbau

Tdk Berasa

1.7

722.4

284

0.080

0.415

Tidak memenuhi baku mutu (Deterjen)

4

Sumur Pak Yuli

3-Oct-17

0.30

Tdk Berbau

Tdk Berasa

2.6

400.0

186

0.048

tt***

tidak memenuhi baku mutu (deterjen)

5

Bapak Sugianto Gg I Mawar Kec. Kepanjen

3-Oct-17

0.23

Tdk Berbau

Tdk Berasa

2.50

400.0

192

0.042

tt***

memenuhi baku mutu

6

Bapak Suminto Gg II Mawar Kec. Kepanjen

3-Oct-17

0.47

Tdk Berbau

Tdk Berasa

1.20

412.4

190

0.045

tt***

tidak memenuhi baku mutu (pH)

7

Sumur Warga Bp. Agung S. Kasin Ds. Talangagung Kec. Kepanjen

4-Oct-17

0.83

Tdk Berbau

Tdk Berasa

5.3

499.4

260

0.075

<0,258

tidak memenuhi baku mutu (deterjen)

8

Sumur Warga Ibu Binti Kasin Ds. Talangagung Kec. Kepanjen

4-Oct-17

0.48

Tdk Berbau

Tdk Berasa

0.9

634.6

300

0.095

tt***

tidak memenuhi baku mutu (deterjen)

9

Milkindo Berkah Abadi

3-Oct-17

0.39

Tdk Berbau

Tdk Berasa

2.6

340.0

228

0.047

tt***

memenuhi baku mutu

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

104


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 20 Kualitas Air Laut Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

No.

Nama Lokasi

Waktu sampling tgl/bln/thn)

(1)

(2)

(3)

Lokasi sampling

(4)

Warna

(Mt)

Bau

Minya Amoni NO2- NO3Sianid Sulfida Kecerah Kekeruhan TSS Lapisan Temperatur Salinitas DO BOD5 COD PO4- P Klor k Pestisi Sampah pH a total N N a (CN) (H2S) an (M) (NTU) (mg/l) Minyak (%) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) Bumi Fenol da PCB (oC) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l) (mg/l)

(5)

(6)

(7)

(3)

(4)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27)

(28)

1

Sendang Biru (Selatan TPI)

5-Apr-2017

S : 08°26'14 E : 12°40'54

-

Tidak Berbau

2,8

-

25

Nihil

Nihil

28.0

8,2

29

-

-

-

0

-

-

-

-

0

-

-

0

-

-

2

Sendang Biru (Selatan Wisata)

5-Apr-2017

S : 08°24'48 E : 112°41'25

-

Tidak Berbau

3,0

-

117

Nihil

Nihil

29

7,9

29

-

-

-

0

-

-

-

-

0

-

-

0

-

-

3

Sendang Biru (Selatan TPI)

6-Jul-2017

S : 08°26'14 E : 112°40'54

-

Tidak Berbau

3,5

-

48

Nihil

Nihil

25.3

7,5

27

-

-

-

0

-

-

-

-

0

-

-

0

-

-

4

Sendang Biru (Selatan Wisata)

6-Jul-2017

S : 08°24'48 E : 112°41'25

-

Tidak Berbau

3,8

-

70

Nihil

Nihil

25

7,9

28

-

-

-

0

-

-

-

-

0

-

-

0

-

-

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

105


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 21 Curah Hujan Rata-Rata Bulanan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No (1)

Nama dan Lokasi Stasiun Pengamatan (2)

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sept

Okt

Nop

Des

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9) 10 15 25 9 20 18 15 27 0 55 31 23 37 0 0 0 0 68 30 23 21 31 57 52 40 0 135 37 58 4 88 37 35 31 48 20 27 63

(10) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 4 62 2 2 0 3 34 46 1 3 0 0 59 0 4 2 0 2 0

(11) 0 5 0 3 0 15 45 12 64 22 94 53 86 0 20 0 0 21 10 5 50 30 0 19 75 10 118 25 24 24 13 46 46 18 0 21 0 0

(12) 55 136 45 23 68 102 52 54 11 103 94 63 467 64 74 0 0 157 87 75 443 137 45 118 266 131 205 32 85 94 69 430 79 125 119 53 84 101

(13) 336 646 446 653 358 373 425 315 335 362 432 418 801 537 491 195 0 377 568 624 472 216 235 226 119 190 455 215 384 265 474 284 309 276 376 532 876 464

(14) 222 394 497 527 276 275 281 500 333 271 266 289 351 275 317 331 0 349 273 130 483 327 387 285 302 265 349 245 351 258 287 446 190 204 299 342 435 269

1 Kasembon 413 263 211 158 68 5 2 Jombok 642 372 592 367 100 37 3 Ngantang 832 420 595 491 222 32 4 Sekar 742 329 455 378 166 30 5 Ked.rejo 498 343 296 203 196 42 6 Pujon 392 262 330 312 236 52 7 Tumpang 382 99 220 341 136 22 8 Poncokusumo 504 190 238 392 94 60 9 Jabung 310 133 169 149 144 64 10 Ciliwung 323 374 211 377 119 55 11 Singosari 493 198 399 512 146 75 12 Kr.ploso 320 249 383 316 102 18 13 Lawang 593 326 463 231 48 56 14 Bululawang 486 237 281 381 117 13 15 Tajinan 528 239 278 563 295 33 16 Tangkilsari 379 287 111 340 62 40 17 Kd. Kandang 551 222 0 0 0 0 18 Gondanglegi 368 168 184 247 47 2 19 Karangsuko 367 142 200 323 35 61 20 Blambangan 357 196 114 236 63 49 21 Bantur 524 226 381 297 5 0 22 Turen 375 217 234 242 53 52 23 Wajak 271 258 259 294 94 27 24 Tum.renteng 388 235 227 340 98 20 25 Clumprit 458 196 288 184 60 47 26 Dampit 314 151 177 243 60 19 27 Sitiarjo 316 285 122 162 23 241 28 Kepanjen CD 324 95 155 213 15 0 29 Kepanjen UPTD 420 186 262 446 19 103 30 Sumberpucung 498 274 441 446 38 67 31 Pohgajih 550 388 318 367 54 12 32 Donomulyo 332 384 161 131 14 109 33 Kalipare 445 304 131 209 7 16 34 Pagak 454 298 181 203 12 0 35 Ngajum 361 277 312 401 62 88 36 Sukun 140 377 307 422 84 25 37 Wagir 205 241 395 673 164 21 38 Petungsewu/Dau 194 324 475 332 127 42 Keterangan : Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

106


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 22 Jumlah Rumah Tangga dan Sumber Air Minum Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

No.

Kecamatan

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

(2) Tumpang Poncokusumo Jabung Pakis Lawang Singosari Karangploso Dau Pujon Ngantang Kasembon Kepanjen Sumber Pucung Kromengan Pakisaji Ngajum Wonosari Wagir Pagak Sumbermanjing Wetan Donomulyo Kalipare Bantur Wonokerto Gedangan Gondanglegi Bululawang Wajak Tajinan Turen Dampit Ampelgading Tirtoyudo

Ledeng

Sumur

Sungai

Hujan

Kemasan

Lainnya (Hidran Umum)

(3) 22.085 84.385 7.293 79.205 30.190 63.708 40.443 3.928 40.420 40.420 11.140 40.612 0 14.331 73.114 41.006

(5) 8.884 0 3.700 2.770 21.968 2.287 1.690 48.080 136 136 2.150 2.770 0 995

(6) 0 0 30.247 0 0 0 0

49.381 7.066 13.080

(4) 94.579 9.725 31.137 62.486 46.289 10.176 62.214 16.660 12.240 12.240 20.479 62.486 46.168 18.508 2.620 8.224 1.050 34.535 9.746 18.852

0 0 0 6.495 7.226

0 0 0 0 0

26.831 6.091 9.758 4.759 7.968 8.640 29.636 39.786 43.758 1.653 28.412 9.048 50.924

23.640 61.104 30 30.886 16.129 35.920 33.007 37.143 8.360 117.126 3.996 4.070 9.120

6.459 777 3.227 505 15.959 0 600 0 0 0 48 19.019 1.800

0

(7) -

(8) -

0 0 0 0 0 0

9.758 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Keterangan : Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

107


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 23 Jumlah Rumah Tangga dan Fasilitas Tempat Buang Air Besar Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Jumlah No. Kecamatan KK (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

(2) Tumpang Poncokusumo Jabung Pakis Lawang Singosari Karangploso Dau Pujon Ngantang Kasembon Kepanjen Sumberpucung Kromengan Pakisaji Ngajum Wonosari Wagir Pagak Donomulyo Kalipare Bantur Gedangan Gondanglegi Bululawang Wajak Tajinan Turen Dampit Sumbermanjing Wetan Ampelgading Tirtoyudo Pagelaran

(3) 23.775 29.396 22.047 42.419 33.720 52.136 24.083 19.340 20.238 19.091 10.039 33.960 19.317 13.609 26.577 15.465 14.610 25.022 16.063 22.531 22.780 24.199 17.474 27.596 21.221 26.249 16.709 37.532 39.965 31.582 17.938 21.143 23.087

Sendiri (4) 189.684 71.925 60.626 133.625 143.247 71.634 63.082 68.466 68.007 56.044 23.321 92.351 42.232 30.396 79.335 80.008 39.045 83.524 24.541 216.564 65.969 25.862 38.600 41.538 60.391 76.919 24.890 96.954 53.375 37.352 44.455 57.877 49.513

Tempat Buang Air Besar ( Rumah Tangga) Bersam Umum Sunga a i (5) (6) (7) 0 0 0 0 947 450 0

8.751 28.857 2.451 10.209 3.258 22.684 15.563 2.437 439 4.393 7.812 10.777 18.004 8.327 4.138 2.340 1.619 0 5.002 717 500 8.163 18.205 5.960 12.283 6.446 25.724 19.554 13.631 18.297 10.774 1.854 18.146

0 12 0 4.334 225 964 2.782 392 0 392 0 0 0 0 1.002 0 0 0 3.428 618 15 0 0 0 0

Keterangan : Sumber

: Dinas Kesehatan Kab. Malang, 201

Lampiran Data

108


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 24. Jumlah Penduduk Laki-Laki dan Perempun Menurut Tingkatan Pendidikan di Kabuaten Malang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun : 2017 No.

Kecamatan

(1)

(2)

Tidak Sekolah

SD

SLTP

SLTA

Diploma

S1

S2

S3

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

1

Donomulyo

4.400

4.438

14.397

15.486

8.138

7.907

5.709

4.542

355

367

472

397

69

41

5

1

2

Pagak

4.177

4.697

11.521

12.262

5.066

4.652

3.290

2.637

158

200

396

356

25

12

4

3

3

Bantur

5.617

5.827

18.280

19.979

7.352

7.198

4.478

3.558

249

280

516

420

31

24

3

3

4

Sumbermanjingwetan

7.405

7.709

23.601

24.671

10.608

9.982

5.995

4.954

268

321

544

534

39

27

2

4

5

Dampit

9.296

10.177

26.339

28.032

14.302

12.961

9.676

8.442

539

622

975

936

78

43

3

5

6

Ampelgading

4.589

4.850

14.491

15.073

5.981

5.371

3.008

2.442

138

174

263

194

20

9

4

3

7

Poncokusumo

6.989

7.438

25.247

24.734

8.449

7.745

4.541

3.505

263

276

586

626

39

22

1

2

8

Wajak

6.626

6.995

20.823

21.324

8.046

7.530

5.119

4.040

243

282

604

586

36

19

3

3

9

Turen

9.481

10.146

20.278

21.566

12.440

11.645

12.977

10.838

688

926

1.962

1.933

106

104

16

11

10

Gondanglegi

7.130

7.576

15.357

17.644

10.094

9.847

9.275

7.311

459

485

1.025

994

101

56

8

4

11

Kalipare

5.024

5.425

14.368

15.878

8.431

8.194

5.923

4.198

180

216

463

410

38

20

2

1

12

Sumberpucung

4.649

5.053

7.941

9.490

6.551

6.324

8.088

6.232

368

520

968

1.083

85

62

8

0

13

Kepanjen

9.343

9.702

13.150

15.864

11.027

10.083

15.268

12.133

912

1.278

2.522

2.706

257

155

8

12

14

Bululawang

5.647

6.098

10.034

11.652

7.268

6.659

8.412

6.572

354

426

1.209

1.265

78

67

4

4

15

Tajinan

4.277

4.412

10.884

11.587

5.480

4.975

4.504

3.380

216

267

527

472

44

27

3

1

16

Tumpang

5.888

6.162

16.370

16.493

6.356

5.935

5.857

4.638

340

412

940

909

59

70

5

4

17

Jabung

5.980

6.063

18.445

18.007

5.040

4.745

4.199

2.755

180

334

403

466

21

15

1

2

18

Pakis

12.254

12.542

22.561

23.824

12.076

11.352

14.803

12.017

1.029

1.426

3.675

3.492

348

247

19

14

19

Pakisaji

7.150

7.317

11.858

13.786

8.992

8.107

11.606

9.387

641

822

1.639

1.633

116

84

12

5

20

Ngajum

4.155

4.810

12.128

12.435

5.046

4.562

3.419

2.620

117

151

281

324

44

31

2

1

21

Wagir

6.867

6.835

18.113

18.603

7.598

6.838

7.056

5.684

382

461

871

878

100

56

10

5

Lampiran Data

109


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Kecamatan

(1)

(2)

Tidak Sekolah

SD

SLTP

SLTA

Diploma

S1

S2

S3

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

L

P

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

22

Dau

5.147

5.273

10.945

10.913

4.698

4.627

5.533

5.038

670

863

3.141

3.009

591

417

158

60

23

Karangploso

6.605

6.775

12.870

13.318

7.125

6.637

7.426

6.256

564

721

1.921

1.812

209

143

20

9

24

Singosari

14.388

14.861

23.955

25.636

13.796

12.816

21.865

17.784

1.443

2.058

4.648

4.965

448

294

46

22

25

Lawang

9.364

10.099

12.648

14.655

9.719

9.178

14.901

12.452

1.196

1.507

2.812

2.756

210

168

25

8

26

Pujon

5.221

5.224

16.071

15.187

6.254

5.995

3.846

3.223

235

266

467

472

31

25

2

0

27

Ngantang

4.502

4.530

13.079

13.130

6.020

5.520

4.000

3.410

255

328

424

373

25

14

1

4

28

Kasembon

2.365

2.360

6.002

6.090

3.714

3.488

3.049

2.325

141

168

287

265

22

15

0

0

29

Gedangan

4.287

4.405

13.634

13.934

5.352

5.303

2.924

2.347

152

197

386

301

28

16

1

1

30

Tirtoyudo

5.024

5.355

14.815

15.151

7.657

7.105

3.552

2.917

172

205

294

269

21

8

2

1

31

Kromengan

3.106

3.228

6.823

7.780

5.051

4.665

5.024

4.061

257

313

570

542

37

24

3

7

32

Wonosari

3.446

3.717

9.316

10.281

5.755

5.108

3.799

2.927

148

172

442

350

31

21

0

0

33

Pagelaran

6.932

7.394

13.793

15.598

8.304

8.014

6.268

4.906

279

343

719

701

42

22

4

2

Keterangan:

L = Laki-laki P = Perempuan

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

110


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 24A Jumlah Penduduk Per Kecamatan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 NO 1 1 2 3

KECAMATAN

3 DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJING 4 WETAN 5 DAMPIT 6 AMPELGADING 7 PONCOKUSUMO 8 WAJAK 9 TUREN 10 GONDANGLEGI 11 KALIPARE 12 SUMBERPUCUNG 13 KEPANJEN 14 BULULAWANG 15 TAJINAN 16 TUMPANG 17 JABUNG 18 PAKIS 19 PAKISAJI 20 NGAJUM 21 WAGIR 22 DAU 23 KARANGPLOSO 24 SINGOSARI 25 LAWANG 26 PUJON 27 NGANTANG 28 KASEMBON 29 GEDANGAN 30 TIRTOYUDO 31 KROMENGAN 32 WONOSARI 33 PAGELARAN TOTAL Keterangan :

JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN 4 5 36.892 36.301 27.339 27.448 40.296 41.053 54.086 68.589 31.839 51.244 46.270 64.600 48.894 38.021 31.795 58.461 36.781 29.213 40.456 38.418 74.971 47.086 28.072 45.840 34.366 41.594 90.499 57.607 36.164 31.586 17.447 30.340 35.595 22.904 25.395 40.704 1.403.364

TOTAL

53.457 68.609 31.395 49.423 45.303 63.623 49.578 37.904 31.693 57.757 36.626 28.406 39.329 36.414 72.764 45.933 27.661 43.849 33.650 40.447 87.936 57.579 34.304 30.416 16.450 30.174 34.937 22.771 24.944 41.242 1.379.376

6 73.193 54.787 81.349 107.543 137.198 63.234 100.667 91.573 128.223 98.472 75.925 63.488 116.218 73.407 57.619 79.785 74.832 147.735 93.019 55.733 89.689 68.016 82.041 178.435 115.186 70.468 62.002 33.897 60.514 70.532 45.675 50.339 81.946 2.782.740

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

111


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 25 Jenis Penyakit Utama yang Diderita Penduduk Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Jenis Penyakit (2) RHINITIS AKUT GASTRITIS INFLUENZA HIPERTENSI ESSENSIAL POLIMIALGIA REUMATIK GASTROENTENTIS (TERMASUK DISENTRI, KOLERA, DAN GLARDIASIS FARINGITIS ARTRITIS REUMATOID DIABETES MELITUS 1-2 ASMA BRONKIAL DEMAM TIFOID DERMATITIS KONTAK ALERGIK SKABIES ARTRITIS OSTEOARTRITIS KONJUNGTIVITIS INFEKSI, DERMATITIS ATOPIK TUBERKULOSIS (TB) PARU TONSILITIS MIGREN KEHAMILAN NORMAL TENSION HEADACHE GAGAL JANTUNG AKUT DAN KRONIK VERTIGO GANGGUAN PSIKOTIK KANDIDIASIS MULUT INFEKSI SALURAN KEMIH INFARK SEREBRAL/STROKE SERUMEN PROP KONJUNGTIVITIS ALERGI KATARAK PADA PASIEN DEWASA EPILEPSI VARISELA REFLUKS GASTROESOFAGEAL DERMATOFITOSIS URTIKARIA HIV/AIDS TANPA KOMPLIKASI HIPERURICEMIA-GOUT ARTHRITIS OTITIS EKSTERNA MIOPIA RINGAN HIPERMETROPIA BRONKITIS AKUT ANEMIA DEFISIENSI BESI IMPETIGO, PLODERMA DAN CUSTANEUS,ABSES,TURUNKELA

Jumlah Penderita (3) 19.196 8.577 7.531 7.201 2.882

Lampiran Data

2.666 2.561 2.226 2.196 1.942 1.817 1.455 1.143 1.080 1.034 979 861 852 694 653 591 567 544 461 438 422 325 307 307 284 268 210 205 201 197 190 169 167 162 156 153 152 148

112


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61

Jenis Penyakit (2) KARBUNKEL MATA KERING/DRY EYE DISLIPIDEMIA PNEUMONIA DAN BRONKOPNEUMONIA OTITIS MEDIA AKUT TAKKIKARDIA PNEUMONIA ASPIRASI DERMATITIS NUMULARIS DERMATITIS KONTAK IRITAN DERMATITIS SEBOROIK BUTA SENJA PAROTITIS FLOUR ALBUS/VAGINAL DISCHARGE NON GONORE ANGINA PEKTORIS KERACUNAN MAKANAN LARINGITIS CARDIORESPIRATORY ARREST HERPES SIMPLEKS LIPOMA

Jumlah Penderita (3) 146 143 143 123 109 90 85 75 75 72 71 66 60 60 57 54 53 51

Keterangan : Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

113


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 26. Jumlah Rumah Tangga Miskin di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No. Kecamatan Jumlah Rumah Tangga (1) (2) (3) 1 Ampelgading 17.938 2 Bantur 24.199 3 Bululawang 21.221 4 Dampit 39.965 5 Dau 19.340 6 Donomulyo 22.531 7 Gedangan 17.474 8 Gondanglegi 27.596 9 Jabung 22.047 10 Kalipare 22.780 11 Karangploso 24.083 12 Kasembon 10.039 13 Kepanjen 33.960 14 Tumpang 23.775 15 Sumberpucung 19.317 16 Singosari 52.136 17 Lawang 33.720 18 Ngajum 15.465 19 Sumbermanjing Wetan 31.582 20 Wonosari 14.610 21 Wajak 26.249 22 Wagir 25.022 23 Turen 37.532 24 Tirtoyudo 21.143 25 Tajinan 16.709 26 Kromengan 13.609 27 Pujon 20.238 28 Poncokusumo 29.396 29 Pakisaji 26.577 30 Pakis 42.419 31 Pagelaran 23.087 32 Pagak 16.063 33 Ngantang 19.091

Jumlah Rumah (4) 5.187 7.917 6.986 11.499 3.401 6.871 6.088 7.095 6.852 6.741 5.421 4.863 6.773 2.871 4.313 5.288 8.269 4.178 5.745 8.747 4.478 10.493 6.976 7.451 3.753 8.397 5.039 5.882 9.372 8.363 4.700 8.116 4.384

Keterangan : Sumber

: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang, 201

Lampiran Data

114


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27 Volume Limbah Padat dan cair berdasarkan Sumber Pencemaran di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

No.

Sumber Pencemaran

(1)

(2)

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Terminal Bandara Pantai Air Terjun Wisata alam Wisata budaya Wisata buatan Rumah Sakit Hotel

Type/Jenis/ Klasifikasi (3)

Luas (Ha) (4) 6,24 13.9 62,70 25,10 9,80 1.144,00 48,16

Volume Limbah Padat (m3/hari) (5) 1.280,70 15,00

0,81

Volume Volume Volume Limbah Limbah B3 Limbah B3 Cair Padat Cair 3 3 (m /hari) (m /hari) (m3/hari) (6) (7) (8)

25,39 5,56 0,95 2,46 10,47 342,70 108,25

Keterangan : Asumsi limbah cair wisata adalah 3 l/org/hr; hotel 150 l/org/hari; rumah sakit 500 l/org/hr Asumsi limbah padat hotel adalah 0,9 l/org/hr Sumber

Dinas Perhubungan Kab. Malang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Malang, Dinas Kesehatan Kab. Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

115


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27A Perkiraan Volume Limbah Padat berdasarkan Sarana Transportasi Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Nama Tempat Sarana Transportasi

(1) (2) Darat Terminal Turen 1 Terminal Gondanglegi 2 Terminal Talangagung 3 Terminal Wonosari 4 Terminal Singosari 5 Terminal Karangploso 6 Terminal Dampit 7 Terminal Bakroto 8 Air 1 Udara Bandara Abdurachman Saleh 1

Tipe/Jenis/ Klasifikasi

Lokasi

Luas Kawasan (Ha)

Volume Limbah Padat (m3/hari)

(3)

(4)

(5)

(6)

C C C C C C B C

Kec. Turen Kec. Gondanglegi Kec. Kepanjen Kec. Wonosari Kec. Singosari Kec. Karangploso Kec. Dampit Kec. Ampelgading

1.000 m2 3.105 m2 39.784 m2 5.920 m2 1.080 m2 1.862 m2 6.000 m2 3.637 m2

129,8 129,8 298,1 129,8 129,8 129,8 241,2 92,4

13.9 Ha

15 M3

Kec. Pakis

Keterangan: Timbunan Sampah Di Masing - Masing Terminal Di Asumsikan Untuk Tipe B Kurang Lebih 10.000 Orang per Hari dan Untuk Tipe C 5.000 Orang per Hari Sekali (14) HariDan Pengangkutan Dua Minggu Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, 2016

Lampiran Data

116


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27B Perkiraan Jumlah Limbah Padat berdasarkan Lokasi Obyek Wisata, Jumlah Pengunjung, dan Luas Kawasan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No.

Daya Tarik Wisata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Agro Wisata Wonosari AirTerjun Sumber Pitu Area Dwarapala Area Ganesha Banyu Biru Bromo Tengger Semeru Candi Badut Candi Jago Candi Jawar Candi Kidal Candi Singosari Candi Sumberawan Candi Watu Gede Coban Baung Coban Cinde Coban Glothak Coban Jahe Coban Kembar Coban Kethok Coban Pelangi Coban Rondo Coban Sewu Coban Sumber Pitu Coban Tundo Desa Wisata Bowele Desa Wisata GubugKlakah Desa Wisata Mulyorejo Desa Wisata Ngadas Desa Wisata Poncokusumo Desa Wisata Pujon Kidul Desa Wisata Purwodadi Desa Wisata Sanankerto Desa Wisata Sumberngepoh Desa Wisata Tambakrejo Desa Wisata Wonosari Hawai Waterpark Kasembon Rafting Keraton Gunung Kawi Kolam Renang Bonderland Ledok Amprong Ledok Ombo Makam Seco Setuhu Pantai Bajulmati Pantai Balekambang Pantai Bantol

Jenis Obyek Wisata

Wisnus

Wisman

Jumlah

Luas Lahan (Ha)

Agro Alam Budaya Budaya Budaya Alam Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Alam Alam Alam Alam Alam Alam Alam Alam Alam Alam Alam Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Buatan Budaya Budaya Bahari Alam Alam Budaya Bahari Bahari Bahari

297.671 26.855 1.414 801 278.025 8.113 17.714 723 10.002 21.253 24.401 858 20.252 559 15.044 67.125 542 19.206 53.929 386.163 24.640 33.865 18.836 70.362 30.413 2.105 6.830 11.091 320.209 54.399 53.186 6.613 290.176 6.279 7.826 33.830 1.751 1.831 276 125.299 534.744 29.501

1.609 244 146 3.554 7.114 15.327 1.029 501 516 2.711 948 601 54 549 1.246 3.679 1.643 574 497 18 9 655 2.520 1.979 52 185 148 107 403 1.465 2.815 4.555 211 185 9 8 10 5.324 50

299.280 26.855 1.658 947 3.554 285.139 23.440 18.743 1.224 10.518 23.964 25.349 1.459 20.306 1.108 16.290 70.804 2.185 19.206 54.503 386.660 24.658 33.874 19.491 72.882 32.392 2.105 6.882 11.276 320.357 54.506 53.589 1.465 9.428 294.731 211 6.464 7.835 33.830 1.759 1.841 276 125.299 540.068 29.551

1144,0 2,1 2,1 2,1 2,0 2,0 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 2,1 2,5 2,1 2,1 2,3 2,3 2,4 2,3 2,1 2,1 2,3 2,1 2,1 2,2 2,0 2,2 2,1 2,1 2,2 2,1 2,3 2,4 2,2 2,2 2,4 2,3 2,2 2,4 2,4 2,1 2,5

Lampiran Data

117


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Daya Tarik Wisata

46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Pantai Banyu Anjlok Pantai Batu Bengkung Pantai Clungup Pantai Gua Cina Pantai Jembatan Panjang Pantai Jongring Saloko Pantai Kondang Merak Pantai Lenggoksono Pantai Ngantep Pantai Ngliyep Pantai Ngudel Pantai Pasir Panjang Pantai Pasir Putih Pantai Perawan Pantai Regent Pantai Selok Pantai Sendang Biru Pantai Sendiki Pantai Tamban Pantai Tiga Warna Pantai Ungapan Pantai Watu Leter Pantai Wonogoro Pemandian Dewi Sri Pemandian Kendedes Pemandian Metro Pemandian Ranu Sosro

Sub Wisata

Jenis Obyek Wisata

Wisnus

Wisman

Jumlah

Luas Lahan (Ha)

Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari

132.570 146.121 396 189.418 262.033 1.392 51.577 49.129 108.499 87.067 41.891 108.589 5.140 59.994 696.946 14.991 47.590 56.935 50.280 76.363 87.829 77.829 180 18.911 1.800 37.794 22.500

28 68 60 1.750 7.674 14 840 2.079 193 338 7 12 2.207 5.466 5.281 3.502 1.403 3.663 4.835 2.082 30 32 249 77 20

132.598 146.189 456 191.168 269.707 1.392 51.591 49.969 110.578 87.260 42.229 108.589 5.147 60.006 699.153 20.457 52.871 60.437 51.683 80.026 92.664 79.911 210 18.943 2.049 37.871 22.520

2,4 2,5 2,5 2,2 2,3 2,2 2,4 2,4

Pengunjung Luas (Ha) Pengunjung/hari Pantai 3.089.209 62,7 8.463,59 Air Terjun 675.940 25,1 1.851,89 Pemandian 115.424 9,8 316,23 Kebun Teh Wonosari 299.280 1.144,0 819,95 Taman Rekreasi` 1.273.783 48,2 3.489,82 Total 5.453.636 1.289,8 14.941,47 Keterangan : *) Wisata alam, wisata agro, wisata bahari, wisata selam Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, 2016

Volume (l)/hari 25.390,76 5.555,67 948,69 2.459,84 10.469,45 44.824,41

2,4 2,4 2,3 2,3 2,1 2,1 2,1 4,5 2,3 2,3 3,7 3,7 2,3 2,3 1,0 1,5 1,0 1,5 Volume (m3)/hari 25,39 5,56 0,95 2,46 10,47 44,82

Lampiran Data

118


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27C Perkiraan beban Limbah padat dan cair berdasarkan Sarana Hotel/Penginapan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Kecamatan

Nama Usaha Hotel

Agro Wonosari KebunTeh Wonosari 2 Lawang Hotel Niagara 3 Lawang Hotei Sumber Waras java 4 Lawang Hotel RAYA, 5 Lawang Losmen Gaya Baru , 6 Lawang Hotei Waringin Anom , 7 Lawang H. Arjuno, 8 Lawang H. Serum , 9 Lawang Hotei Viiia Buah Naga BeSS Resort&Waterpak 10 Lawang Malang Anggun Sejabtera Resedence Lawang. 11 Penginapan Perhutani 12 Dau Hotei Wisata Tidar, 13 Dau Hotei Eka Mandiri, 14 Dau Umm Inn Hotei 15 Dau Penginapan Simpang Tiga 16 Dau Hotel Indah Jaya, 17 Dau H. Surya Abadi 18 Dau H. Candra , 19 Wonosari H. Roro, 20 Wonosari H. Sidodadi, 21 Wonosari H. Gunung Kawi, 22 Wonosari H.Subur 23 Wonosari H. Ingsun 24 Wonosari H. Muiia , 25 Wonosari H. Sentra! n, 26 Wonosari H. Puri Rama, 27 Wonosari Peng. Persatuan, 28 Wonosari Peng. Pondok Ibu, 29 Wonosari Peng. Gemah Ripah, 30 Wonosari Peng. Lestari Desa Wonosari 31 Wonosari Peng. Sinar Kencana, 32 Wonosari Peng. Rangestu, 33 Wonosari H. Miki 34 Wonosari H. Ranayu 35 Wonosari H.lngsan 36 Poncokusumo Hotel Peiangi Indah 37 Poncokusumo PW. Gunung Tabor 38 Pujon H. Tegar Asri, 39 Pujon H. Eka Wisata, 40 Pujon H. Grand Pujon View 41 Pujon H. Lembah Ngroto 42 Pujon H. Pesanggrahan, 1 Lawang

Jumlah Kamar

Tingkat Hunian (%)

Jumlah org/hr

Limbah Limbah Padat Cair (l/org/hr) (l/org/hr)

64

80%

51

46

6,144

14 17 12 20 16 23 22 10

40% 40% 45% 45% 40% 50% 45% 56%

6 7 5 9 6 12 10 6

5 6 5 8 6 10 9 5

672 816 648 1,080 768 1,380 1,188 672

50

78%

39

35

4,680

20 35 20 48 12 31 10 23 16 27 25 20 10 18 26 18 16 7 7 6 11 10 16 12 14 50 15 30 44 58 12 11

40% 55% 45% 67% 35% 30% 30% 30% 50% 35% 50% 45% 45% 40% 35% 35% 35% 40% 40% 45% 45% 45% 45% 45% 45% 50% 50% 55% 43% 68% 54% 48%

8 19 9 32 4 9 3 7 8 9 13 9 5 7 9 6 6 3 3 3 5 5 7 5 6 25 8 17 19 39 6 5

7 17 8 29 4 8 3 6 7 9 11 8 4 6 8 6 5 3 3 2 4 4 6 5 6 23 7 15 17 35 6 5

960 2,310 1,080 3,859 504 1,116 360 828 960 1,134 1,500 1,080 540 864 1,092 756 672 336 336 324 594 540 864 648 756 3,000 900 1,980 2,270 4,733 778 634

Lampiran Data

119


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Kecamatan

43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 57 58 59 60 61 62 63 64 65

Singosari Singosari Karangpioso Dampit Dam pit Dampit Sumberpucung Sumberpucung Sumberpucung Kromengan Kromengan Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Turen Ngantang Kepanjen

66 Dau 67 Dau 58 Singosari 59 Pakis Jumlah

Nama Usaha Hotel Hotei Solaris Grage eL Hotei , Losmen Mutiara, H. Sumber Rejeki H. Sahara H. Maiinda, H. Tri Tunggal H. Mekar Sari H. Kali Biru H. Meiati Transito Hotel Keluarga H.Taiang Agung, H. Tujuh-Tujuh, H. Panca Karya, H. Santana H. Pusoasari, Hotel Y.N.O Castle H. DW H. Cakra H. Seiorejo Hote! Mirabel Griya Putri Utari (Mangkaling) Radho Syariah Hotel Hotel Fariz Djoglo Luxury Bungalow

100 62 27 21 10 9 40 10 9 14 6 12 60 18 14 23 48 60 30 43 45 45

Tingkat Hunian (%) 70% 75% 75% 50% 45% 35% 35% 54% 35% 30% 32% 0% 34% 20% 20% 35% 25% 67% 35% 70% 76% 78%

20

56%

11

10

1,344

30 25 10

63% 65% 56%

19 16 6 902

17 15 5 0,81

2,268 1,950 672 108,25

Jumlah Kamar

Jumlah org/hr 70 47 20 11 5 3 14 5 3 4 2 0 20 4 3 8 12 40 11 30 34 35

Limbah Limbah Padat Cair (l/org/hr) (l/org/hr) 63 8,400 42 5,580 18 2,430 9 1,260 4 540 3 378 13 1,680 5 648 3 378 4 504 2 230 18 2,448 3 432 3 336 7 966 11 1,440 36 4,824 9 1,260 27 3,612 31 4,104 32 4,212

Keterangan : Asumsi limbah padat 0,9 l/org/hr dan limbah cair 70 l/org/hr Sumber: Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Malang

Lampiran Data

120


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27D Perkiraan beban Limbah cair berdasarkan Sarana Rumah Sakit Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Nama

Jumlah Tempat Tidur 60

Pasien Keluar (Hidup/Mati) 3.696

Jumlah Hari Perawatan 14.113

Jumlah Lama Dirawat 22.444

BOR (%) 64,44

BTO (kali) 61,6

TOI (hari) 2,11

ALOS (hari) 6,07

Volume (m3)/Tahun 1.848.000

Volume (m3)/Hari 5.063

1

RS BEN MARI

2

RSUD LAWANG

114

7.956

30.392

30.392

73,04

69,79

1,41

3,82

3.978.000

10.899

3

RSAU dr. M.MUNIR

53

853

2.754

1.901

14,24

16,09

19,45

2,23

426.500

1.168

4

RSU MITRA DELIMA RS ISLAM GONDANGLEGI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN RS TEJA HUSADA RSB PERMATA HATI DAM MADINAH KASEMBON

54

6.525

19.750

19.850

100,2

120,83

-0,01

3,04

3.262.500

8.938

90

5.615

19.668

22.082

59,87

62,39

2,35

3,93

2.807.500

7.692

280

14.977

70.911

70.526

69,38

53,49

2,09

4,71

7.488.500

20.516

24

1.174

4.061

2.966

46,36

48,92

4

2,53

587.000

1.608

25

1.755

5.211

13.510

57,11

70,2

2,23

7,7

877.500

2.404

57

5.079

18.238

15.366

87,66

89,11

0,51

3,03

2.539.500

6.958

10 RS LAWANG MEDIKA

50

3.430

13.516

8.692

74,06

68,6

1,38

2,53

1.715.000

4.699

11 MARSUDIWALUYO

65

3.878

13.009

16.795

54,83

59,66

2,76

4,33

1.939.000

5.312

12 PRASETYAHUSADA RSU UNIVERSITAS 13 MUHA 14 RS SALSABILA RS BALA 15 KESELAMATAN 16 RS PRIMAHUSADA

55

3.357

13.428

16.785

66,89

61,04

1,98

5

1.678.500

4.599

134

-

-

-

22

1.862

-

-

70

4.764

13.400

13.957

86

7.970

5.350

17 Rumkitban Lawang

30

1.076

18 RS.Dr. Radjiman W

700

19 RS Sumber Sentosa 20 RSB St.Miriam

5 6 7 8 9

84,64

4,31

52,45

68,06

2,55

5.375

17,04

92,67

3,27

3.228

3

29,48

35,87

7,18

48.047

187.403

196.543

73,35

68,64

1,42

40

-

9.286

6.604

63,6

30

1.989

7.763

5.774

70,89

931.000

2.551

2,93

2.382.000

6.526

0,67

3.985.000

10.918

538.000

1.474

24.023.500

65.818

4,09

66,3

1,6

2,9

994.500

Lampiran Data

2.725

121


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

21 RS Wafa Husada

Jumlah Tempat Tidur 149

Pasien Keluar (Hidup/Mati) 12.993

Jumlah Hari Perawatan 42.241

Jumlah Lama Dirawat 41.075

BOR (%) 77,67

BTO (kali) 87,2

TOI (hari) 0,93

ALOS (hari) 3,16

Volume (m3)/Tahun 6.496.500

Volume (m3)/Hari 17.799

22 RS Hasta Husada

44

1.713

4.603

4.495

28,66

38,93

6,69

2,62

856.500

2.347

23 RS.Wikarta mandala

0

0

7

7

-

-

24 RS.Hayunanto

0

-

2232

138.709

No

Nama

Jumlah

498.332

515.142

59,06

66,20

3,41

3,63

69.354.500

190.012

Keterangan: termasuk rumah sakit swasta Sumber: Bidang Pelayanan dan Peningkatan Kesmas Dinkes Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

122


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27E Perkiraan beban Limbah cair berdasarkan Sarana Puskesmas Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

PUSKESMAS

Tempat Tidur 36

Orang Sakit 2.832

Jumlah Hari Perawatan 10.163

Volume (m3)/tahun 5,082

Volume (m3)/hari 13,9

1

Tumpang

2

Poncokusumo

12

653

2.612

1,306

3,6

3

Jabung

10

369

921

461

1,3

4

Pakis

26

1.805

5.990

2,995

8,2

5

Lawang

6

258

908

454

1,2

6

Singosari

19

487

985

493

1,3

7

Ardimulyo

6

106

243

122

0,3

8

Karangploso

10

366

774

387

1,1

9

Dau

4

399

824

412

1,1

10

Pujon

36

2.832

10.163

5,082

13,9

11

Ngantang

26

1.364

3.713

1,857

5,1

12

Kasembon

18

419

1.192

596

1,6

13

Kepanjen

8

583

1.651

826

2,3

14

Sumberpucung

27

1.436

5.945

2,973

8,1

15

Kromengan

4

135

368

184

0,5

16

Pakisaji

26

1.408

5.379

2,690

7,4

17

Ngajum

12

971

2.688

1,344

3,7

18

Wonosari

18

595

2.183

1,092

3,0

19

Wagir

21

1.004

2.957

1,479

4,1

20

Pagak

6

226

584

292

0,8

21

Sumbermanjing Kulon

23

848

2.328

1,164

3,2

22

Donomulyo

36

2.026

7.916

3,958

10,8

23

Kalipare

11

799

1.751

876

2,4

Lampiran Data

123


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

PUSKESMAS

Tempat Tidur 12

Orang Sakit 755

Jumlah Hari Perawatan 1.554

Volume (m3)/tahun 777

Volume (m3)/hari 2,1

24

Bantur

25

Wonokerto

4

368

740

370

1,0

26

Gedangan

10

514

1.368

684

1,9

27

Gondanglegi

16

984

2.966

1,483

4,1

28

Ketawang

14

590

1.944

972

2,7

29

Bululawang

10

698

1.788

894

2,4

30

Wajak

6

366

974

487

1,3

31

Tajinan

10

651

1.942

971

2,7

32

Turen

22

2.029

7040

3,520

9,6

33

Dampit

30

1.958

7172

3,586

9,8

34

Pamotan

23

1.183

4.076

2,038

5,6

35

Sumbermanjing Wetan

5

578

1.386

693

1,9

36

Sitiarjo

10

426

856

428

1,2

37

Ampelgading

22

463

1.526

763

2,1

38

Tirtoyudo

16

910

2.543

1,272

3,5

39

Pagelaran

10

350

1.351

676

1,9

621

34,744

111.464

55.732

153

Jumlah

Sumber: Dinas Kesehatan, Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

124


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 27E Jumlah limbah B3 dari Rumah sakit, Puskesmas, dan Klinik Kabupaten Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 NO

NAMA

JENIS USAHA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

Puskesmas Tumpang Puskesmas Poncokusumo Puskesmas Jabung Puskesmas Pakis Puskesmas Lawang Puskesmas Singosari Puskesmas Ardimulyo Puskesmas Karangploso Puskesmas Dau Puskesmas Pujon Puskesmas Ngantang Puskesmas Kasembon Puskesmas Kepanjen Puskesmas Sumberpucung Puskesmas Kromengan Puskesmas Pakisaji Puskesmas Ngajum Puskesmas Wonosari Puskesmas Wagir Puskesmas Pagak Puskesmas Sumbermanjing Kulon Puskesmas Donomulyo Puskesmas Kalipare Puskesmas Bantur Puskesmas Wonokerto Puskesmas Gedangan Puskesmas Gondanglegi Puskesmas Ketawang Puskesmas Bululawang Puskesmas Wajak Puskesmas Tajinan Puskesmas Turen Puskesmas Dampit Puskesmas Pamotan Puskesmas Sumbermanjing Wetan Puskesmas Sitiarjo Puskesmas Ampelgading Puskesmas Tirtoyudo Puskesmas Pagelaran

Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas

1 2 3 4

RS Siti Miriam RSUI Madinah Kasembon RS UMM RSIA Permata Hati

Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit

Total

Jumlah Limbah B3 (kg/bln) 45 73 0 0 45 40.9 27.5 35 15 47.621 127.5 17.5 60 30 30 90.6 49 2.5 50.75 31.5 75 90 19 6 27 11 45 535.5 45.3 8.9 39 52.8 105 125 285 45 54 95 13.3 2495.171 186.5 625 858 51

Lampiran Data

125


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO

NAMA

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 22 23

RSU Mitra Delima RS Ben Mari RSUD Lawang RS Prima Husada RS Bokor Turen RS Marsudi Waluyo RS Wava Husada RSI Gondanglegi RSUD Kanjuruhan Kepanjen RS Teja Husada KRI Mahendra Husada Asy Syifa KRI Kusuma Husada KRI Dafa Husada KRI Nusantara KRI Global Sarana Medika KRI Muhammadiyah Smbrpcng Hayunanto Medical Center

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

BP Nayakala Husada KRJ PMI ds. Kemiri Klinik Mutiara Sehat Klinik Yudha Bhakti Husada BKM Muslimat KRJ PMI Karangpandan Klinik Modern Murtikanti, Amd Kep KRJ Griya Husada Klinik Sehat Sejahtera Klinik Dewi Husada KRJ PMI Curungrejo

JENIS USAHA Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Klinik Rawat Inap Total Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Total Total Limbah B3 (kg/bulan)

Jumlah Limbah B3 (kg/bln) 300 164.81 1560 180 322 175.2 3360 600 3549.7 8.25 15 3 13 70 0 25 9.5 9 12084.96 2 2.05 52 0 45 16 25 1.05 0.101 3 1 0.5 147.701 14727.832

Keterangan : Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

126


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 28 Suhu Udara Rata-Rata Bulanan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No (1) 1 2 3

Nama dan Lokasi Stasiun (2) Pos Lanud AR Saleh Pos Karangkates Pos Karangploso

Bulan Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sept

Okt

Nop

Des

22,5 24,1 21,8

24,0 24,1 22,0

24,8 25,4 23,1

25,2 27,0 24,8

25,2 27,6 25,2

24,2 26,6 24,5

(3) 25,7 25,8 23,5

23,5 25,6 23,4

24,2 25,8 23,8

24,2 25,5 23,7

23,2 25,6 23,2

22,2 24,7 22,4

Keterangan : Sumber : BMKG Stasiun Klimatologi Malang, 2017

Lampiran Data

127


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 29 Kualitas Air Hujan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Waktu Pemantauan

pH

DHL (mho)

SO4 (mg/L)

NO3 (mg/L)

Cr (mg/L)

NH4 (mg/L)

Na (mg/L)

Ca2+ (mg/L)

Mg2+ (mg/L)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Jan

5.91

7.1

0.813

0.108

-

0.664

0.074

0.594

0.025

Feb

5.3

10.7

1668

0.719

-

0.392

0.176

0.128

0.103

Mar

5.03

11.1

1399

0.842

-

0.707

0.08

0.694

0.019

Apr

5.59

10.1

1487

0.927

-

0.491

0.151

0.295

0.034

Mei

8.56

10.5

1592

0.769

-

1028

0.182

0.303

0.032

Jun 5.12 10 1067 0.597 Keterangan : Data SLHD Kab. Malang Tahun 2015

-

0.476

0.109

0.264

0.033

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2016

Lampiran Data

128


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 30 Kualitas Udara Ambien Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Lokasi

(1)

Total Lama Fluor SO2 CO NO2 O3 HC PM10 PM2,5 TSP Pb Dustfall Fluorides Pengu Index (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) (µg/Nm3) Sebagai F kuran (µg/Nm3) (µg/Nm3) (3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(11)

(12)

24 jam

0,059

tt**)

0,005

0,024

0,05

<0.0036

0,034

Jl. HM. Sun'an Desa Panarukan 24 jam

0,016

tt**)

0,005

0,008

0,10

<0.0036

0,043

Depan Kantor Kelurahan Kepanjen (Jl. Sultan Agung)

24 jam

0,010

tt**)

0,005

0,024

0,20

<0.0036

0,037

Pasar Sumedang

24 jam

0,014

tt**)

0,016

0,065

0,15

<0.0036

0,056

Perum Kepanjen Permai 1

24 jam

0,651

5

0,125

0,816

0,15

<0.0036

0,042

Jl. HM. Sun'an Desa Panarukan 24 jam

0,208

4

0,731

1,649

0,10

<0.0036

0,006

Depan Kantor Kelurahan Kepanjen (Jl. Sultan Agung)

24 jam

0,344

3

0,625

1,491

0,15

<0.0036

0,008

Pasar Sumedang

24 jam

0,605

6

0,295

0,781

0,20

<0.0036

0,033

Perum Kepanjen Permai 1

Perum Kepanjen Permai 1

(2)

(8)

(9)

(10)

24 jam

0,031

tt**)

1,680

1

0,2

<0,0036

0,067

Jl. HM. Sun'an Desa Panarukan 24 jam

0,022

tt**)

2,220

0,887

0,2

<0,0036

0,027

Depan Kantor Kelurahan Kepanjen (Jl. Sultan Agung)

24 jam

0,014

tt**)

1,671

2

0,2

<0,0036

0,076

Pasar Sumedang

24 jam

0,022

tt**)

1,642

4

0,2

<0,0036

0,078

Perum Kepanjen Permai 1

24 jam

10,178

tt**)

0,445

8,520

tt**)

0,050

0,001

Jl. HM. Sun'an Desa Panarukan 24 jam

8,944

tt**)

0,135

3,734

tt**)

0,059

0,008

Depan Kantor Kelurahan Kepanjen (Jl. Sultan Agung)

24 jam

0,169

tt**)

0,135

2,856

tt**)

0,048

0,003

Pasar Sumedang

24 jam

4,358

2

0,305

8,180

tt**)

0,059

0,016

(13)

(14)

Khlorine dan Khlorine Dioksida (µg/Nm3) (15)

Keterangan : Pengukuran udar ambien dengan manual active sampler (impinger) Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

129

Sulphat Index (µg/Nm3) (16)


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 30A Kualitas Udara Ambien dengan passive sampler Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No

Kota

Peruntukan

(1)

(2)

(3)

1

KAB. MALANG

Transportasi Industri Pemukiman Perkantoran/Komersial Blank

TAHAP 1 Kadar NO2 µg/Nm3 (4) 24,80 23,10 13,70 20,70 <0.41

TAHAP 2 Kadar NO2 µg/Nm3 (5) 20,10 26,60 7,60 25,00

TAHAP 1 Kadar SO2 µg/Nm3 (6) 12,30 10,54 13,68 9,94 <2.57

TAHAP 2 Kadar SO2 µg/Nm3 (7) 12,83 7,46 8,46 13,37

Keterangan : Pengukuran udara ambien dengan metode passive sampler Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2017

130 Lampiran Data

130


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 31 Penggunaan Bahan Bakar di Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Penggunaan

Minyak Bakar

Minyak Diesel

Minyak Tanah

Gas

Batubara

LPG

Briket

Kayu Bakar

Biomassa

Bensin

Solar

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

17.628

5.256

Industri : 1. Kimia Dasar A

2. Mesin dan Logam dasar 3. Inustri Kecil 4. Aneka Industri

B

Rumah Tangga :

82.458

Kendaraan : 1. Mobil beban

C

2. Penumpang pribadi

13

1

3. Penumpang umum

683

169

4. Bus besar pribadi

-

51

5. Bus besar umum

-

1.094

6. Bus kecil pribadi

47

628

7. Bus kecil umum

1.469

107

8. Truk besar

.

475

9. Truk kecil

-

16.507

10. Roda tiga

-

-

11. Roda kecil

-

-

Keterangan : Data penggunaan LPG dalam satuan MT (metrik ton) Sumber

: Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, 2017; Bagian Administrasi SDA Setda Kab.Malang, 201

Lampiran Data

131


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 32 Penjualan Kendaraan Bermotor Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Kendaraan Bermotor (2) Mobil Beban Penumpang Pribadi Penumpang Umum Bus Besar Pribadi Bus Besar Umum Bus Kecil Pribadi Bus Kecil Umum Truk Besar Truk Kecil Roda Tiga Roda Dua Jumlah

2015 (3) 30,889 56,527 1,597 564 1,509

Jumlah (Unit) 2016 (4) 31,953 62,138 1,609 656 1,384

2017 (5) 33,352 69,724

2,380

86 627,992 719,078

749,268 847,008

105,542

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

132


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 32A Jumlah Kendaraan Bermotor di Wilayah Kabupaten Malang Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017

No

Kecamatan

Sepeda Motor

Mobil Penumpang

Mobul bus

Bukan Umum

Umum

Bukan Umum

Umum

Mobil Barang

Alat Berat dan Besar

Bukan Bukan Umum Umum Umum

Umum

1 Bululawang

30,091

2,008

8

20

0

585

568

19

0

2 Gondanglegi

21,973

1,826

104

23

0

590

575

0

0

3 W Ajak

18,116

1,275

25

17

0

635

356

0

0

4 Taji Nan

13,489

843

20

7

0

326

152

0

0

5 Turen

44,979

3,997

49

37

17

1,921

706

0

0

6 Dampit

36,154

2,942

14

36

84

747

652

0

0

7 Ampelgading

10,838

682

7

18

3

305

225

0

0

8 Tirtoyudo

13,209

743

2

14

4

344

448

0

0

1,046

10

15

2

609

649

0

0

9

Sumbermanjing 20,062 Wetan

10 Kepanjen

48,950

5,035

224

129

893

2,168

238

29

0

11 Bululawang

30,091

2,008

8

20

0

585

568

19

0

12 Pakisaji

37,574

3,460

40

13

5

761

308

6

0

13 Sumberpucung

27,349

1,692

9

31

12

373

153

0

0

14 Wagir

24,188

1,260

32

7

0

475

153

1

0

15 Ngajum

13,935

955

31

10

1

292

116

0

0

16 Pagak

21,375

810

20

15

2

349

534

0

0

17 Kalipare

27,940

1,099

8

17

7

461

355

0

0

18 Donomulyo

15,998

875

20

9

0

321

285

0

0

19 Bantur

17,615

1,040

25

19

1

422

736

0

0

20 Gedangan

12,895

785

1

15

0

394

410

0

0

21 Kromengan

12,814

1,080

29

27

8

246

71

0

0

22 Wonosari

11,854

961

37

4

2

269

192

0

0

23 Pagelaran

18,359

1,118

13

14

1

604

371

0

0

24 Dau

29,430

4,568

39

13

6

1,167

99

25 Jabung

21,010

1,119

16

13

.

523

173

26 Karangploso

35,632

3,729

102

12

3

1,463

155

Lampiran Data

133


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Kecamatan

Sepeda Motor

Mobil Penumpang

Mobul bus

Bukan Umum

Umum

Bukan Umum

Umum

Mobil Barang

Bukan Bukan Umum Umum Umum

27 Lawang

44,245

4,831

117

38

490

1,083

349

28 Pakis

59,824

6,403

217

21

12

1,505

427

29 Poncokusumo

24,910

1,379

33

22

1

1,057

109

30 Singosari

76,590

8,703

321

57

134

2,122

500

31 Tumpang

25,207

1,823

67

17

3

966

203

32,552

912

193

648

10,291

2,012

Jumlah

Alat Berat dan Besar

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

134

Umum

10

21

31

-


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 33 Perubahan Penambahan Ruas Jalan Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No (1)

Jenis Jalan (2)

1

Jalan Tol

2

Kelas I

3

Kelas II

4

Kelas IIIA

5

Kelas IIIB

6

Kelas IIIC

Panjang Jalan (km) 2013

2014

2015

(3)

(4)

(5)

1.668,76

1.668,76

1.668,76

Keterangan : Belum terinventarisasi untuk jenis jalan lainnya Sumber : Dinas Bina Marga Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

135


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 33A Panjang Jalan Sesuai Kelas Jalan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Panjang jalan (Km)

Jenis Jalan Negara

2014 115,63

2015 115,63

2016 115,63

Jalan Propinsi

114,93

110,12

110,12

Jalan Kabupaten

1.668,76

1.668,76

1.668,76

Keterangan : Data berdasar Statistik Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tahun 2017 Sumber : Badan Pusat Statistik Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

136


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 33B Panjang Jalan Sesuai Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Kabupaten Kabupaten/ Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Sektor

Panjang Jalan

Jenis Permukaan : • Aspal

1.599,94

• Kerikil/Makadam

68,82

• Tanah Jumlah

1.668,76

Kondisi Jalan • Baik

1.550,78

• Sedang • Rusak

101,43

• Rusak Berat

16,55

Jumlah

1.668,76

Keterangan : Sumber : Dinas Bina Marga Kab. Malang, 2016

Lampiran Data

137


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 34 Dokumen Izin Lingkungan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

1

UKL - UPL

Rumah Sakit

RS. Prasetya Husada

2

UKL - UPL

Gudang dan produksi makanan ringan

Kuda Mass

3

UKL - UPL

Pembangunan

Cold Storage

4

UKL - UPL

Ind. Rokok SKM dan SPM

PT. Bentoel Prima

5

UKL - UPL

Ind. Rokok

PT. Bintang Pesona Jagat

6

UKL - UPL

Perumahan

The Malya

7

UKL - UPL

Industri kue

CV. Aneka Food Central

8

UKL - UPL

SPBU 54.651.03

PT. Bumi Kertojoyo Utomo

9

UKL - UPL

Ind. Pembuatan kotak kemasan

PT. Kemas Super Indonesia

10

UKL - UPL

Industri Gula

PT. Tlogo Kelang

11

UKL - UPL

Peternakan sapi perah

PT. Greenfields Indonesia

12

UKL - UPL

Rumah Sakit

RS. Ben Mari

13

UKL - UPL

Industri rokok

PR. UD. Putra Bintang Timur

14

UKL - UPL

Ind. Plastik Kemasan

PT. Astana Inti Mitra

15

UKL - UPL

Perumahan Patra Kencana Residence

PT. Patraland Mulia Kencana

16

UKL - UPL

Pengambilanair dari mata air sumber dieng oleh PDAM Kab. Malang

PDAM

17

UKL - UPL

Industri makanan ringan

CV. Kuda Sakti

18

UKL - UPL

Gudang distributor makanan dan minuman ringan

PT. Sinar Niaga Sejahtera Lampiran Data

138


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

19

UKL - UPL

Rumah Sakit

RSU. Mitra Delima

20

UKL - UPL

Hotel

Hotel Mirabel

21

UKL - UPL

Industri Farmasi

PT. Otsuka Indonesia

22

UKL - UPL

23

UKL - UPL

24

UKL - UPL

Air Minum Dalam Kemasan CV. Kinarya Berkah Abadi Rencana Pembangunan Kios Ikan Nelayan (KIN), TPI Higenis, akses jalan dan fasilitas Kementerian Kelautan dan Perikanan RI lainnya Tambang Tanah Urug An. Pak Sueb

25

UKL - UPL

Peternakan Ayam

PT. Ciomas Adisatwa (Farm 1)

26

UKL - UPL

Peternakan Ayam

PT. Ciomas Adisatwa (Farm 2)

27

UKL - UPL

Peternakan Ayam

PT. Ciomas Adisatwa (Farm 3)

28

UKL - UPL

Industri Rokok

PT. Gudang Baru Berkah

29

UKL - UPL

Industri Rokok

PT. Artha Berkah Pratama

30

UKL - UPL

Perusahaan Percetakan

PT. Surya Sentra Sarana

31

UKL - UPL

Pengolahan Kayu Lapis Multiplek (plywood dan blockboard)

PT. Karya Serbuk Mas

32

UKL - UPL

Gudang Industri Kripik dan Makanan Ringan

PT. Putera Anugerah Jaya

33

UKL - UPL

SPBU 54.651.12

PT. Sumber Lancar Gotama

34

UKL - UPL

Percetakan Plastik

PT. Adhi Wira Raditya

35

UKL - UPL

Industri Makanan dan Minuman Ringan

CV. Mesta Menggala Food

36

UKL - UPL

Karoseri bis

PT. Tentrem Sejahtera

37

UKL - UPL

Pasar Lawang

Disperindag

38

UKL - UPL

Pasar Singosari

Disperindag Lampiran Data

139


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

39

UKL - UPL

Pasar Pakisaji

Disperindag

40

UKL - UPL

Pasar Besar Kepanjen

Disperindag

41

UKL - UPL

Pasar Sumedang

Disperindag

42

UKL - UPL

Pasar Gondanglegi

Disperindag

43

UKL - UPL

Pengeboran Sumur Dalam

PDAM

44

UKL - UPL

Pemnafaatan air

PDAM

45

UKL - UPL

Pengambilan Air Permukaan

PDAM

46

UKL - UPL

Pengeboran Air Bawah Tanah

PDAM

47

UKL - UPL

Pemanfaatan Sumber Towo

PDAM

48

UKL - UPL

Air Bawah Tanah

PDAM

49

UKL - UPL

Industri Vaksin dan bahan biologis

PT. Global Biosains Teknologi

50

UKL - UPL

Villa

PT. Sadmaka Abipraya

51

UKL - UPL

Elpiji

PT. Agisindo Alam Mandiri

52

UKL - UPL

Plywood

PT. Wijaya Cahaya Timber

53

UKL - UPL

Selep Beras

CV. Mulia Sakti

54

UKL - UPL

Industri Plastik

Harry Wijaya

55

UKL - UPL

Pemnafaatan air

PDAM

56

UKL - UPL

Pemnafaatan air

PDAM

57

UKL - UPL

Jasa Penjualan Air Bersih

CV. Sumber Rejeki

58

UKL - UPL

Jasa Penjualan Air Bersih

CV. Sumber Rejeki

59

UKL - UPL

Jasa Pelintingan Kertas Rokok

CV. Harbung Lampiran Data

140


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

60

UKL - UPL

Pasar

Pasar Turen

61

UKL - UPL

Pasar

Pasar Sumberpucung

62

UKL - UPL

Pasar

Pasar Bululawang

63

UKL - UPL

Plastic

PT.Prima Jaya

64

UKL - UPL

Industri kayu mebel

PT.Karuna Kreatif Mandiri

65

UKL - UPL

Gudang makanan dan minuman ringan

PT.Ethoz prima indo

66

UKL - UPL

(Industri Makanan Ternak)

UD.A.H

67

UKL - UPL

Pemanfaatan air

PDAM Sumber Wendit

68

UKL - UPL

Pemanfaatan air

Sumber Umbulredjo

69

UKL - UPL

Industri kayu

CV.Megatek Karya Unggul

70

UKL - UPL

penggergajian kayu

UD.Ilham Rejeki

71

UKL - UPL

bengkel bubut dan pembuatan spare part

PT.Ustegra

72

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Kebun Pancursari

73

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Sahabat Andalan Medika

74

SPPL

Pemilihan benih tanaman untuk pengembangbiakan

PT. Green Grow Indonesia

75

SPPL

Koperasi

PT. Pindad Persero

76

SPPL

Perbankan

PT. BPR Bhaskara Pakto

77

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Griya Sehat Medical Centre

78

SPPL

Travel

PT. Bitaharil Imam

79

SPPL

Usaha Pertanian dan tanaman jagung

PT. Metahelix Life Sciences Indonesia

80

SPPL

Peternakan Lampiran Data

141


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

81

SPPL

Jasa pengendalian hama

PT. Tantular

82

SPPL

Toko bangunan

Alfa Rizky

83

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Sumber Trisno

84

SPPL

Penampungan tenaga kerja

PT. Sinar Pusaka Abadi

85

SPPL

Apotik dan Lab

Erba Husada

86

SPPL

Biro perjalanan umroh dan haji

PT. Alkamil Global

87

SPPL

Penggergajian kayu

UD. Berkah

88

SPPL

Penggergajian kayu

UD. Berkah Rizky Mulia

89

SPPL

Ind. Limbah plastic

CV. Rangga Adi Wiwaha

90

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Klinik Pratama NU

91

SPPL

Ind. Bahan Baku Plastik

Plastik Barokah

92

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Mekar Jaya

93

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Barokah

94

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Laskar

95

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Trijaya II

96

SPPL

Gudang rokok, industry hasil tembakau dan perdagangan tembakau

CV. Sinar Agung

97

SPPL

Penggergajian kayu

UD. Amin

98

SPPL

Penggergajian kayu

UD. Bumi Jaya

99

SPPL

Gudang rokok, industry hasil tembakau dan perdagangan tembakau

CV. Jaya Daun Emas

100

SPPL

Distribusi gas LPG

PT. Gas Setia Bhakti Mandiri

101

SPPL

Perkumpulan kelompok tani

Wonomulyo Lestari Lampiran Data

142


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

102

SPPL

Peternakan Kambing

Sumber Rejeki

103

SPPL

Rest Area Kebun Wisata Edukasi

Taman Kelinci

104

SPPL

Gudang Tepung dan Produksi Petis

UD. Citra Maju Bersama

105

SPPL

Biro Perjalanan Wisata

PT. Kuro Neko Sekai

106

SPPL

Peternakan Ayam Broiler

Ideal Farm

107

SPPL

Perbankan

PT. Bank BRI Syariah

108

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Alfa Putra Alam

109

SPPL

Penggergajian Kayu

CV. Sumber Makmur

110

SPPL

Pemasangan Kabel Telekomunikasi

PT. Link Net

111

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Gama Wijaya

112

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Rejo Waras

113

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Aji Pratama

114

SPPL

Home Stay

115

SPPL

Home Industri Permen dan kembang gula

116

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Golden Wood

117

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Naura Klinik

118

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Baptis Pujon

119

SPPL

Panti Pijat

Srijaya

120

SPPL

Ternak Sapi Perah

121

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Suko Jaya

122

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Syafaâ&#x20AC;&#x2122;ah Lampiran Data

143


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Jenis Dokumen

Kegiatan

Pemrakarsa

(1)

(2)

(3)

(4)

123

SPPL

Peternakan Ayam Potong

124

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Joyo Wijoyo

125

SPPL

Ind. Rokok

PT. Ragam Rasa Raya

126

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Barokah Jaya

127

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Alaska2

128

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Sumber Rejeki

129

SPPL

Industri Jamu

UD. Am Jaya

130

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Berlian

131

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Bumi Aji

132

SPPL

Klinik Rawat Jalan

Sumber Waras

133

SPPL

Penggergajian Kayu

UD. Fahbil Risquna

134

SPPL

Penggergajian Kayu

CV. Sumber Makmur

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

144


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 34A Akumulasi Dokumen Izin Lingkungan Kabupaten/ Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Jumlah Dokumen Lingkungan Jenis Dokumen Lingkungan

s/d TAHUN 2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

Total

2017

AMDAL UKL â&#x20AC;&#x201C; UPL SPPL

6 228 43

0 50 57

1 74 60

0 64 41

0 100 74

0 68 82

1 83 67

0 71 63

8 738 487

Total

277

107

135

105

174

150

151

134

1233

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

145


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 35 Perusahaan yang Mendapat Izin Mengelola Limbah B3 di Kabupaten Malang Kabupaten/Kota : Malang Tahun Data: 2017 NO (1) 1

NAMA PERUSAHAAN

2

(2) Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Pg. Krebet Baru

3

Pt. Otsuka Indonesia

4

Pt. Gaya Baru Paperindo Pm Ii Pt. Pindad (Persero) Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang Rumah Sakit Sumber Sentosa

5 6 7

JENIS KEGIATAN/USAHA

JENIS IZIN

NO. SERTIFIKAT

(3) Rumah Sakit Jiwa

(4) Izin pengelolaan limbah B3

(5) 503/0005/IPLB3/35.07.122/2017

Agroindustri - Pabrik Gula Kristal Putih Industri Farmasi

Izin pengelolaan limbah B3

503/0008/IPLB3/35.07.122/2017

Izin pengelolaan limbah B3

503/0007/IPLB3/35.07.122/2017

Pabrik Kertas

Izin pengelolaan limbah B3

503/0009/IPLB3/35.07.122/2017

Industri Munisi Rumah Sakit

Izin pengelolaan limbah B3 Izin pengelolaan limbah B3

503/0006/IPLB3/35.07.122/2017 503/0012/IPLB3/35.07.122/2017

Rumah Sakit

Izin pengelolaan limbah B3

503/0011/IPLB3/35.07.122/2017

Keterangan : Sumber: Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

147


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 35A Perusahaan yang mengajukan izin mengelola limbah B3 Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun : 2017 NO

NAMA PERUSAHAAN

JENIS KEGIATAN/USAHA

JENIS IZIN

KETERANGAN

(1) 1

(2)

(3)

(4)

(5) Berkas dikembalikan, karena keinginan pemohon Berkas dikembalikan, karena belum legalisir dokumen UKL-UPL Proses Proses

Pt. Greenfields Indonesia

Industri Pengolahan Susu

Izin pengelolaan limbah B3

Pt. Greenfields Indonesia

Industri Pengolahan Susu Segar dan Krim

Izin pengelolaan limbah B3

Penyamakan Kulit

Ijin Lokasi Pengelolaan Limbah B3

Peternakan Ayam Bibit Nenek

Izin pengelolaan limbah B3

Peternakan Ayam Bibit Nenek Untuk Menghasilkan Ayam Bibit Induk dan Peternakan Ayam Bibit Untuk Menghasilkan Ayam Bibit Niaga Pedaging dan Petelur Super Market Bahan Bangunan Pelayanan Kesehatan

Izin pengelolaan limbah B3

Proses

Izin pengelolaan limbah B3 Izin pengelolaan limbah B3

Proses Akan ditinjau lokasi

Rumah Sakit

Izin pengelolaan limbah B3

Akan ditinjau lokasi

Jasa Ketenagalistrikan

Izin pengelolaan limbah B3

Akan ditinjau lokasi

2

3 4 5

6 7 8 9

Pt. Nasional Djawa Kulit Pt. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Pt. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk

Pt. Megadepo Indonesia Rumah Sakit Islam Gondanglegi Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada Pt. Pln (Persero) App Malang

Sumber: Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

148


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 36 Pengawasan Izin Lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, SPPL) Kabupaten/Kota: Kabupaten: Malang Tahun Data: 2017 No.

Nama Perusahaan/Pemrakarssa

(1)

(2)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat PTPN XII (Persero) PT. Sri Gunting PT. Gaya Baru Paperindo PT. Agaricus Sido Makmur Sentosa PT. Gajah Mada Plastik PT. Rajawali Plastik PT. Lawangmas Primapack Indonesia PT. Gunung Bale PT. Beiersdorf Indonesia PT. Putra Prima Sentosa PT. Green Fields RS. Madinah RSU. Mitra Delima PT. Elpiji Usaha Tama SPBU Sumber Manjing Wetan PT. Anugrah Surya Mandala PT. Geha Inti Citra PT. Arthawena Sakti Gemilang PT. Kencana Tiara Gemilang PT. Sinar Mas Kencana PT. Green Mountains Natural Food

Waktu (tgl/bln/thn)

Hasil Pengawasan

(3)

(4)

Selasa, 17 Januari 2017 Rabu, 18 Januari 2017 Senin, 23 Januari 2017 Selasa, 24 Januari 2017 Selasa, 24 Januari 2017 Selasa, 24 Januari 2017 Rabu, 25 Januari 2017 Rabu, 25 Januari 2017 Kamis, 26 Januari 2017 Senin, 06 Februari 2017 Rabu, 08 Februari 2017 Kamis, 09 Februari 2017 Jum'at, 10 Februari 2017 Senin, 28 Februari 2017 Senin, 28 Februari 2017 Kamis, 02 Maret 2017 Kamis, 09 Maret 2017 Jum'at, 10 Maret 2017 Jum'at, 10 Maret 2017 Rabu, 15 Maret 2017 Rabu, 15 Maret 2017 Kamis, 16 Maret 2017

Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Lampiran Data

149


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47.

Nama Perusahaan/Pemrakarssa (2) PT. Indonesia Marine PT. Horti Bima Internasional PT. Solaris Pratama Indonesia EL Hotel/PT. Fajar Putra Kencana Hotel Grage Malang Warung Lesehan Pak Sholeh Hotel Fariz PT. Heksa Print PT. Ami Woods Industries CV. Krista Packsindo PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk PT. Jati Mas Indonesia PT. Sidoagung Biscuit PT. Surya Sentra Sarana PT. Morodadi Prima PT. Malindo Intitama Raya PLTA Siman PLTA Mendalan CV. Spotless CV. Sinar Mulia Sejahtera PT. Alkarindo Tunggal Jaya RS. Al Bashiroh RS. Cakra Husada RS. Khusus Bedah Hasta Husada

Waktu (tgl/bln/thn)

Hasil Pengawasan

(3)

(4)

Kamis, 16 Maret 2017 Kamis, 16 Maret 2017 Selasa, 21 Maret 2017 Rabu, 22 Maret 2017 Rabu, 22 Maret 2017 Rabu, 22 Maret 2017 Rabu, 22 Maret 2017 Kamis, 23 Maret 2017 Kamis, 23 Maret 2017 Rabu, 05 April 2017 Rabu, 05 April 2017 Kamis, 06 April 2017 Kamis, 06 April 2017 Rabu, 12 April 2017 Kamis, 13 April 2017 Kamis, 13 April 2017 Senin, 17 April 2017 Senin, 17 April 2017 Selasa, 18 April 2017 Kamis, 04 Mei 2017 Senin, 08 Mei 2017 Selasa, 09 Mei 2017 Selasa, 09 Mei 2017 Rabu, 10 Mei 2017

Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Lampiran Data

150


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71.

Nama Perusahaan/Pemrakarssa (2) KRI. Ramdani Husada PT. Cio Mas PT. Dupont Indonesia PT. Dinoyo Putra Bandara Udara Abdul Rachman Saleh PT. Ika Raya Sentosa RS. Hayunanto Medical Center Hotel UMM INN PT. Patra Badak Arun Solusi PT. Asindo Karsa Jaya PT. Otsuka Indonesia PT. Andika Mitra Kencana PT. New Minatex PT. Ekamas Fortuna PT. Multi Artha Adiperkasa Karoseri Tentrem PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk PT. Trisakti Purwosari Makmur PT. Anugrah Cendrawasih Sakti Motor PT. Putera Anugrah Jaya PLTA. Sengguruh PLTA. Sutami PT. Mandala Putra Prima Mandiri CV. Adam Jaya

Waktu (tgl/bln/thn)

Hasil Pengawasan

(3)

(4)

Rabu, 10 Mei 2017 Sabtu, 13 Mei 2017 Selasa, 16 Mei 2017 Selasa, 16 Mei 2017 Kamis, 18 Mei 2017 Jum'at, 19 Mei 2017 Selasa, 23 Mei 2017 Selasa, 23 Mei 2017 Rabu, 24 Mei 2017 Rabu, 24 Mei 2017 Selasa, 06 Juni 2017 Rabu, 07 Juni 2017 Jum'at, 09 Juni 2017 Rabu, 14 Juni 2017 Selasa, 20 Juni 2017 Jum'at, 21 Juli 2017 Rabu, 26 Juli 2017 Kamis, 27 Juli 2017 Rabu, 02 Agustus 2017 Jum'at 04 Agustus 2017 Jum'at, 11 Agustus 2017 Jum'at, 11 Agustus 2017 Kamis, 28 September 2017 Jum'at, 29 September 2017

Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Lampiran Data

151


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95.

Nama Perusahaan/Pemrakarssa (2) PT. Ragam Rasa Raya UD. Victory Rabber Cahaya PT. Octa Mitrausa Persada PT. Merak Jaya Beton PT. Surya Beton Indonesia PG. Kebonagung PR. Sejahtera Abadi PT. Sentosa Abadi urwosari PT. Semen Indonesia Logistik/ PT. Varia Usaha PT. Sumber Naga Cemerlang RSUD. Kanjuruhan PT. Benin Internasional Raya PT. Alldila CV. Bumi Buana Citra CV. Sepatu Sani PT. Fastrata Buana PT. Hong In Rubber PT. Wahana Plastindo UD. Rajawali Mas UD. Romas Jaya CV. Erka Jaya Gas CV. Dwi Berkat Jaya Plastindo PT. Major Plastics PT. Bentoel Prima

Waktu (tgl/bln/thn)

Hasil Pengawasan

(3)

(4)

Selasa, 03 Oktober 2017 Selasa, 03 Oktober 2017 Kamis, 12 Oktober 2017 Senin, 30 Oktober 2017 Rabu, 01 November 2017 Rabu, 01 November 2017 Kamis, 02 November 2017 Jum'at 03 November 2017 Jum'at 03 November 2017 Sabtu, 11 November 2017 Rabu, 22 November 2017 Rabu, 06 Desember 2017 Rabu, 06 Desember 2017 Rabu, 06 Desember 2017 Kamis, 07 Desember 2017 Kamis, 07 Desember 2017 Juma'at, 08 Desember 2017 Juma'at, 08 Desember 2017 Senin, 11 Desember 2017 Senin, 11 Desember 2017 Senin, 11 Desember 2017 Selasa, 12 Desember 2017 Selasa, 12 Desember 2017 Jum'at, 15 Desember 2017

Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Tidak Taat Taat Lampiran Data

152


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Nama Perusahaan/Pemrakarssa

(1) 96. 97. 98. 99. 100. 101.

(2) PT. Japfa Komvit PT. Dupont Indonesia PG. Krebet PT. New Minatex PT. Golden Leaves Jaya Abadi PO. Gunung Harta

Waktu (tgl/bln/thn)

Hasil Pengawasan

(3)

(4)

Senin, 18 Desember 2017 Selasa, 19 Desember 2017 Selasa, 19 Desember 2017 Rabu, 20 Desember 2017 Rabu, 20 Desember 2017 Kamis, 21 Desember 2017

Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat

Keterangan : Tingkat ketaatan dari hasil pengawasan ditentukan dengan mengacu pada ijin lingkungan, pengendalian pencemaran air melalui IPAL, pengelolaan limbah B3 dan pengendalian pencemaran udara (cerobong) Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

153


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 37 Bencana Banjir, Korban, dan Kerugian Kabupaten/Kota: Kabupaten: Malang Tahun Data : 2017 Jumlah Korban Mengungsi Meninggal (1) (3) (4) (5) (2) 1 Kepanjen 2 Wagir 3 Kepanjen 4 Pakis 5 Ampelgading 6 80 Ha Gedangan 84 KK 7 Sumbermanjing wetan 541 KK Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, 2017 No

Kecamatan

Totak Area Terendam (Ha)

Perkiraan Kerugian (Rp) (6) 240.000.000 210.000.000 1.352.500.000

Lampiran Data

154


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel - 37A Lokasi, Waktu, Penyebab Bencana Banjir, Korban/kerusakan dan Bantuan yang telah diberikan di Kabupaten Malang Kabupaten : Malang Tahun Data: 2017 No Lokasi Waktu Penyebab Bencana Korban kerusakan Bantuan yang telah diberikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) Hujan deras Air sungai meluap ke 1 Kepanjen 25 Januari 2017 mengakibatkan debit air BPBD Melakukan Assesment jalan sungai meningkat Hujan deras memicu tair 2 Wagir 30 Januari 2017 BPBD Melakukan Assesment sungai meluap Hujan deras memicu tair 3 Kepanjen 27 Pebruari 2017 BPBD Melakukan Assesment sungai meluap 4 Pakis 03 April 2017 Hujan Deras di wilayah 47 unit rumah rusak BPBD Melakukan Assesment malang utara - timur ringan Pemberian bantuan berupa makanan siap saji, tambahan gizi, dan family kit sejumlah 47 paket Kerja Bakti Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

155


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 38 Bencana Kekeringan, Luas dan Kerugian Kabupaten/Kota : Kabupaten: Malang Tahun Data : 2017 No.

Kecamatan

(1)

(2)

Total Area (Ha) (3)

Perkiraan Kerugian (4) (Rp)

Keterangan: Tidak terjadi bencana kekeringan pada tahun 2017 Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, 2017 Tabel 39 Bencana Kebakaran Hutan/ Lahan, Luas dan Perkiraan Kerugian Kabupaten/Kota : Kabupaten: Malang Tahun Data : 2017 No

Kabupaten/ Kota

Perkiraan Luas Perkiraan Kerugian (Rp) Hutan/Lahan Terbakar (Ha)

1 2 3 4 Keterangan: Tidak terjadi kebakaran hutan di tahun 2017 Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

156


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 40 Bencana Alam Tanah Longsor dan Gempa Bumi, Korban Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Kabupaten

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

(2) Singosari Pujon Gondang Legi Ngantang Ngajum Ngantang Ngantang Lawang Jabung Poncokusumo Poncokusumo Poncokusumo Bantur Poncokusumo Poncokusumo Turen Gondang Legi Donomulyo Kepanjen kasembon

Jenis Bencana (3) Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Kencang Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Angin Kencang Tanah Longsor Angin Kencang Tanah Longsor Angin Kencang Tanah Longsor Tanah Longsor Angin Kencang Angin Kencang Angin Kencang Angin Kencang Tanah Longsor

Jumlah Korban Meninggal (Jiwa) (4) 5 unit rumah rusak ringan 1 unit rumah rusak berat 4 unit rumah rusak sedang 1 orang luka ringan Tanah pekarang longsor 1 unit rumah rusak berat 1 orang meninggal dunia, a.n Pi'i Plengsengan sungai ambrol 1 unit rumah rusak berat 1 unit rumah rusak sedang 1 unit rumah rusak berat Bahu Jalan ambrol 16 orang luka ringan tertimpa atap Bahu jalan longsor Jalan tertutup material longsor 1 unit rumah rusak berat Masjid Jami' rusak ringan 1 unit rumah rusak ringan Pohon tumbang melintang di jalan raya Plengsengan sungai ambrol

Perkiraan Kerugian (Rp) (5) 96.000.000,00 65.500.000,00 7.000.000,00 Lampiran Data

157


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Kabupaten Pujon Ngantang Dampit Dampit Poncokusumo Poncokusumo Sumber Pucung Donomulyo Kepanjen Lawang Lawang Dau Tirtoyudo Ampelgading Gedangan Tumpang Ngantang Dau Singosari Singosari Sumber Pucung Singosari Jabung Jabung

Jenis Bencana Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Gerak Tanah Longsor Tanah Longsor Angin Kencang Tanah Longsor Angin Kencang Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Longsor Tanah Gerak Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Pohon Tumbang Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung

Jumlah Korban Meninggal (Jiwa) Material longsor menutupi jalan Material longsor menutupi jalan Material longsor menutupi jalan Material longsor menutupi jalan 3 titik material longsor menutupi jalan Material longsor menutupi jalan Material longsor menutupi jalan 1 unit rumah rusak berat 1 unit rumah rusak berat 2 unit rumah rusak sedang

Material longsor menutupi jalan 2 unit rumah rusak sedang

115 unit rumah rusak ringan

Perkiraan Kerugian (Rp) 5.000.000,00 12.500.000,00 15.000.000,00 30.000.000,00 200.000.000,00 Lampiran Data

158


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 45 46 47 48

Kabupaten Pakis Dau Poncokusumo Kepanjen

Jenis Bencana Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Putting Beliung Angin Kencang

Jumlah Korban Meninggal (Jiwa) 14 unit rumah rusak ringan 13 unit rumah rusak ringan 1 pohon mauni roboh menutup setengah

Perkiraan Kerugian (Rp) -

Keterangan : Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

159


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 41 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kabupaten/Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Pertumbuhan Kepadatan 2 No Kecamatan Luas (km ) Jumlah penduduk Penduduk penduduk (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Donomulyo 175.35 73,193 2.24 417 2 Pagak 90.1 54,787 2.80 608 3 Bantur 175.75 81,349 3.67 463 4 Sumbermanjing Wetan 271.6 107,543 3.20 396 5 Dampit 148.95 137,198 2.59 921 6 Ampelgading 200.44 63,234 2.35 315 7 Poncokusumo 222.5 100,667 3.03 452 8 Wajak 124.85 91,573 3.35 733 9 Turen 64.2 128,223 2.55 1997 10 Gondanglegi 69.85 98,472 2.91 1410 11 Kalipare 132.15 75,925 2.24 575 12 Sumberpucung 41.38 63,488 2.65 1534 13 Kepanjen 56.6 116,218 2.55 2053 14 Bululawang 51.95 73,407 2.28 1413 15 Tajinan 40.32 57,619 2.76 1429 16 Tumpang 64.8 79,785 3.07 1231 17 Jabung 126.8 74,832 4.52 590 18 Pakis 64.81 147,735 2.79 2280 19 Pakisaji 44.65 93,019 3.17 2083 20 Ngajum 66.24 55,733 3.04 841 21 Wagir 77.09 89,689 3.29 1163 22 Dau 57.75 68,016 2.51 1178 23 Karangploso 71.15 82,041 2.98 1153 24 Singosari 122.44 178,435 3.00 1457 25 Lawang 71.65 115,186 2.84 1608 26 Pujon 120.95 70,468 3.10 583 27 Ngantang 151.95 62,002 1.98 408 28 Kasembon 85 33,897 2.56 399 29 Gedangan 170 60,514 3.90 356 30 Tirtoyudo 226.51 70,532 3.16 311 31 Kromengan 44.51 45,675 2.35 1026 32 Wonosari 61.91 50,339 1.52 813 33 Pagelaran 40.15 81,946 2.54 2041 Jumlah penduduk 2,782,740 Keterangan: Data Berdasarkan Pengisian Form Pengajuan KK dari Masyarakat Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, 2017 Lampiran Data

160


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 41A Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Malang Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Jumlah Jumlah No Kecamatan Penduduk 2016 Penduduk 2017 (1) (2) (3) (4) 1 Donomulyo 71.586 73.193 2 Pagak 53.297 54.787 3 Bantur 78.467 81.349 Sumbermanjing 4 104.206 107.543 Wetan 5 Dampit 133.739 137.198 6 Ampelgading 61.785 63.234 7 Poncokusumo 97.704 100.667 8 Wajak 88.603 91.573 9 Turen 125.036 128.223 10 Gondanglegi 95.683 98.472 11 Kalipare 74.258 75.925 12 Sumberpucung 61.848 63.488 13 Kepanjen 113.333 116.218 14 Bululawang 71.769 73.407 15 Tajinan 56.071 57.619 16 Tumpang 77.412 79.785 17 Jabung 71.593 74.832 18 Pakis 143.724 147.735 19 Pakisaji 90.160 93.019 20 Ngajum 54.087 55.733 21 Wagir 86.831 89.689 22 Dau 66.351 68.016 23 Karangploso 79.666 82.041 24 Singosari 173.237 178.435 25 Lawang 112.009 115.186 26 Pujon 68.347 70.468 27 Ngantang 60.800 62.002 28 Kasembon 33.051 33.897 29 Gedangan 58.243 60.514 30 Tirtoyudo 68.369 70.532 31 Kromengan 44.628 45.675 32 Wonosari 49.585 50.339 33 Pagelaran 79.917 81.946

Pertumbuhan Penduduk (%) (5) 2,24 2,80 3,67 3,20 2,59 2,35 3,03 3,35 2,55 2,91 2,24 2,65 2,55 2,28 2,76 3,07 4,52 2,79 3,17 3,04 3,29 2,51 2,98 3,00 2,84 3,10 1,98 2,56 3,90 3,16 2,35 1,52 2,54

Keterangan: Data berdasar Statistik Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tahun 2017 Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

161


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42 Perkiraan Jumlah Timbulan Sampah Per Hari Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Timbunan Sampah Per Hari (Kg/Hari)

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

(2)

(3) 73,193 54,787 81,349 107,543 137,198 63,234 100,667 91,573 128,223 98,472 75,925 63,488 116,218 73,407 57,619 79,785 74,832 147,735 93,019 55,733 89,689 68,016 82,041 178,435 115,186 70,468 62,002 33,897 60,514 70,532 45,675 50,339 81,946

(4) 142 106 158 209 266 123 195 178 249 191 147 123 225 142 112 155 145 286 180 108 174 132 159 346 223 137 120 66 117 137 89 98 159

DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJING WETAN DAMPIT AMPELGADING PONCOKUSUMO WAJAK TUREN GONDANGLEGI KALIPARE SUMBERPUCUNG KEPANJEN BULULAWANG TAJINAN TUMPANG JABUNG PAKIS PAKISAJI NGAJUM WAGIR DAU KARANGPLOSO SINGOSARI LAWANG PUJON NGANTANG KASEMBON GEDANGAN TIRTOYUDO KROMENGAN WONOSARI PAGELARAN

Jumlah

5,396

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017 Lampiran Data

162


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42A Penanganan Sampah Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Kecamatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJING WETAN DAMPIT AMPELGADING PONCOKUSUMO WAJAK TUREN GONDANGLEGI KALIPARE SUMBERPUCUNG KEPANJEN BULULAWANG TAJINAN TUMPANG JABUNG PAKIS PAKISAJI NGAJUM WAGIR DAU KARANGPLOSO SINGOSARI LAWANG PUJON NGANTANG KASEMBON GEDANGAN TIRTOYUDO KROMENGAN WONOSARI PAGELARAN Jumlah

Volume Sampah Yang Ditangani (m3) 140 106 155 204 265 122 195 166 222 189 143 120 225 141 111 145 140 285 180 107 173 131 159 343 222 133 120 65 107 117 87 88 149 5255

Jumlah Penduduk 73193 54787 81349 107543 137198 63234 100667 91573 128223 98472 75925 63488 116218 73407 57619 79785 74832 147735 93019 55733 89689 68016 82041 178435 115186 70468 62002 33897 60514 70532 45675 50339 81946 2782740

Volume Produksi Sampah (m3) 142 106 158 209 266 123 195 178 249 191 147 123 225 142 112 155 145 286 180 108 174 132 159 346 223 137 120 66 117 137 89 98 159 5396

Keterangan : Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

163

Capaian Kinerja 98.6% 99.4% 98.3% 97.9% 99.5% 99.2% 99.9% 93.8% 89.2% 98.9% 97.3% 97.8% 99.8% 99.1% 99.4% 93.7% 96.8% 99.5% 99.9% 99.1% 99.4% 99.3% 99.7% 99.0% 99.3% 97.5% 99.8% 98.9% 91.2% 85.6% 98.2% 90.6% 93.8% 97.39%


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42B Peningkatan Perkiraan Timbulan Sampah Per Hari pada Tahun 2016-2017 Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun data: 2017 No

Kecamatan

Timbulan Sampah Per Hari (Kg/Hari) tahun 2016

Timbulan Sampah Per Hari (Kg/Hari) Tahun 2017

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Donomulyo Pagak Bantur Sumbermanjing Wetan Dampit Ampelgading Poncokusumo Wajak Turen Gondanglegi Kalipare Sumberpucung Kepanjen Bululawang Tajinan Tumpang Jabung Pakis Pakisaji Ngajum Wagir Dau Karangploso Singosari Lawang Pujon Ngantang Kasembon Gedangan Tirtoyudo Kromengan Wonosari Pagelaran Total

110 142 143 247 141 129 109 170 150 127 156 63 214 79 216 101 116 95 137 284 172 192 140 346 188 107 108 125 156 233 167 166 85 5,114

142 106 158 209 266 123 195 178 249 191 147 123 225 142 112 155 145 286 180 108 174 132 159 346 223 137 120 66 117 137 89 98 159 5,396

Keterangan : Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017 Lampiran Data

164


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42C Tempat Pemrosesan Sampah Kabupaten/Kota: Kabupaten Malang Tahun Data: 2017

No. 1 2 3 4

Tahun Mulai Beroperasi 1997 2000 1993 2006

Luas Lahan (ha) 5.2922 5.99 1.63 1.96

Luas Terpakai (ha)

Sisa Umur Operasi (tahun)

3.49 4.49 0.8 0.98

4 3 1 6

Sistem Operasi Control Landfill Control Landfill Control Landfill Control Landfill

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

165


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42D Data Inventarisasi TPST 3R Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

NAMA/ LOKASI TPST3R DESA/ KEL/ KECAMATAN

JUMLAH KK YANG DILAYANI

PERKIRAAN JUMLAH LAYANAN , m3/hari

VOLUME SAMPAH YANG DIKELOLA, m3/hari

RESIDU, m3/hari

TPST 3R MULYOAGUNG BERSATU DS. MULYOAGUNG, KEC. DAU TPST 3R "SUMBER SEHAT" DESA SUMBERPASIR KEC. PAKIS TPST 3R "SUMBER BAGUS" DESA KLAMPOK KEC. SINGOSARI TPST 3R "KOMPAS" DESA SUMBERMANJING KULON KEC. PAGAK TPST 3R "LESTARI" KELURAHAN SEDAYU, KEC. TUREN TPST 3R "KARANGPLOSO BERSEMI" Ds Girimoyo Kec. Karangplosos TPST 3R "MANDIRI SEJAHTERA" DESA WATUGEDE KEC. SINGOSARI TPST 3R "SUMEDANG BERSATU" KEC. KEPANJEN TPST 3R Yonif 502 Kec. Jabung TPST 3R Sekar Melati Kec. Pakis TPST 3R Karang Pandan Kec. Pakisaji TPST 3R Jedong Kec. Wagir TPST 3R Mangun Bestari Kec. Kepanjen TPST 3R Maju Ds. Pakisaji Kec. Pakisaji TPST 3R Setya Karya Ds. Sumberagung Kec. Ngantang

12.000 KK

129

103

26

800 KK

12

9.6

2.4

750 KK

7.5

6

1.5

300 KK

2.5

1.5

1

1.010 KK

5

40

-35

925 KK

12

9

3

800KK

12

9.6

2.4

300 KK

36

28.8

7.2

9 12 9 9 6 9 9

5.4 8.4 5.8 5.4 3.6 7.2 5.4

3.6 3.6 3.2 3.6 2.4 1.8 3.6

Lampiran Data

166


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

NAMA/ LOKASI TPST3R DESA/ KEL/ KECAMATAN TPST 3R Ngabab Ds. Ngabab Kec. Pujon TPST 3R Kucur Berseri Ds. Kucur Kec. Dau TPST 3R Ds. Tegalgondo Ds. Tegalgondo Kec. Karangploso TPST 3R Perum. Singhasari Residence Singosari TPST 3R Perum. Bumi Mondoroko Raya TPST 3R Perum. Malang Anggun Sejahtera Pakis TPST 3R Perum. Graha Permata Residence Pakis TPST 3R Ds. Sengguruh Ds. Sengguruh Kec. Kepanjen TPST 3R Ds. Landungsari Ds. Landungsari Kec. Dau TPST 3R Karang Widoro Berseri Ds. Karang Widoro Kec. Dau TPST 3R Ds. Kalisongo Ds. Kalisongo Kec. Dau TPST 3R Ds. Ngroto Ds. Ngroto Kec. Pujon TPST 3R Sitirejo Bersatu Ds. Sitirejo Kec. Wagir TPST 3R Ds. Gadung Sari Ds. Gadungsari Kec. Tirtoyudo TPST 3R Ds. Jatirejoyoso Ds. Jatirejoyoso Kec. Kepanjen TPST 3R Ds. Penarukan Ds. Penarukan Kec. Kepanjen TPST 3R Tumpuk Renteng Ds. Tumpuk Renteng Kec. Turen TPST 3R Kebobang Ds. Kebobang Kec. Wonosari TPST 3R Saptorenggo Ds. Saptorenggo Kec. Pakis TPST 3R Sidorejo Ds. Sidorejo Kec. Pagelaran TPST 3R Ds. Gondowangi Ds. Gondowangi Kec. Wagir

JUMLAH KK YANG DILAYANI

PERKIRAAN JUMLAH LAYANAN , m3/hari

VOLUME SAMPAH YANG DIKELOLA, m3/hari

RESIDU, m3/hari

9 9 9

5.4 5.4 5.8

3.6 3.6 3.2

9 18 12 9 2.5 9 2.5

5.4 10.8 7.2 5.4 1.5 5.4 1.8

3.6 7.2 4.8 3.6 1 3.6 0.7

2.5 2.5 2.5 2.5

1.8 1.8 1.9 1.8

0.7 0.7 0.6 0.7

4.5

3.4

1.1

4.5 4.5

3.4 3.2

1.1 1.3

4.5 4.5 4.5 4.5

3.2 3.2 3.2 3.2

1.3 1.3 1.3 1.3

Lampiran Data

167


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59

NAMA/ LOKASI TPST3R DESA/ KEL/ KECAMATAN TPST 3R Ds. Candi Renggo Ds. Candi Renggo Kec. Singosari TPST 3R Ds. Senggreng Ds. Senggreng Kec. Sumber Pucung TPST 3R Ampeldento Bersatu, Ds Ampeldento Kec. Karangploso TPS3R Petung sewu Ds. Petung Sewu Kec. Dau TPS3R Tegal Weru Ds. Tegal Weru Kec. Dau TPS3R Selorejo Ds. Selorejo Kec. Dau TPS3R Mangliawan Ds. Mangliawan Kec. Pakis TPS3R Satpass Ds. Pagentan Kec. Singosari TPS3R Kembang Ds. Pagentan Kec. Singosari TPS3R Perum Tirtasari Ds. Tunjungtirto Kec. Singosari TPS3R Kostrad Ds Randuagung Kec. Singosari TPS3R Kebonagung Ds. Taman Harjo Kec. Singosari TPS3R Gedogwetan Ds. Gedogwetan Kec. Turen TPS3R Talangsuko Ds. Talangsuko Kec. Turen TPS3R Sanankerto Ds. Sanankerto Kec. Turen TPS3R Yubhada Yonkes Kec. Karangploso TPS3R Kepuharjo Ds. Kepuharjo Kec. Karangploso TPS3R Griya Permata Alam Ds. Ngijo Kec. Karangploso TPS3R Kemiri Mulyo Ds. Kemiri Kec. Kepanjen TPS3R Curungrejo Ds. Curungrejo Ke. Kepanjen TPS3R Sumber Maron Kec. Kepanjen TPS3R Ngadirejo Ds. Ngadirejo Kec. Jabung TPS3R kemantren Ds. Kemantren Kec. Jabung

PERKIRAAN JUMLAH LAYANAN , m3/hari

VOLUME SAMPAH YANG DIKELOLA, m3/hari

RESIDU, m3/hari

9

6.3

2.7

2.5

1.7

0.8

760 KK

7.6

6.1

1.52

500 KK 200 75 400 200 200 150 500 300 200 250 400 500 600 800

5 2 0.8 4 2 2 1.5 5 3 2 2.5 4 5 6 8

4.0 1.6 0.6 3.2 1.6 1.6 1.2 4.0 2.4 1.6 2.0 3.2 4.0 4.8 6.4

1 0.4 0.16 0.8 0.4 0.4 0.3 1 0.6 0.4 0.5 0.8 1 1.2 1.6

150 75 200 300 500

1.5 0.8 2 3 5

1.2 0.6 1.6 2.4 4.0

0.3 0.2 0.4 0.6 1

JUMLAH KK YANG DILAYANI

Lampiran Data

168


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82

NAMA/ LOKASI TPST3R DESA/ KEL/ KECAMATAN

JUMLAH KK YANG DILAYANI

PERKIRAAN JUMLAH LAYANAN , m3/hari

VOLUME SAMPAH YANG DIKELOLA, m3/hari

RESIDU, m3/hari

TPS3R Karangsono Ds. Kebonagung Kec. Pakisaji TPS3R Mendalan Wangi Ds. Mendalan Wangi Kec. Wagir TPS3R Buton Mandiri Ds. Sidorahayu Kec. Wagir TPS3R Molindo Ds. Kalirejo Kec. Lawang TPS3R Kompi Ds. Turirejo Kec. Lawang TPS3R Mulyoarjo Ds. Mulyoarjo Kec. Lawang TPS3R Sumber Ngepoh Ds. Sumber Ngepoh Kec. Lawang TPS3R Rajekwesi Ds. Pandesari Kec. Pujon TPS3R Pujon Kidul Ds Pujon Kidul Kec. Pujon TPS3R Tawangsari Ds Tawangsari Kec. Pujon TPS3R Madiredo Ds. Madiredo Kec. Pujon TPS3R Pujihardo Ds. Pujiharjo Kec. Tirtoyudo TPS3R Wonosari Ds. Wonosari Kec Wonosari TPS3R Karangkates Ds Karangkates Kec. Sumberpucung TPS3R Jatiguwi Ds Jatiguwi Kec. Sumberpucung TPS3R Tambakrejo Ds Sumbermanjing Kulon Kec. Pagak TPS3R Ampelgading Ds Tirtomarto Kec. Ampelgading TPS3R Lebakharjo Ds Lebahkahrjo Kec. Ampelgading TPS3R Apel Ds Donomulyo Kec. Donomulyo TPS3R Wonokerto Ds Wonokerto Kec. Bantur TPS3R Dampit Ds Dampit Kec. Dampit TPS3R Gubuk Klakah Ds Gubuk Klakah Kec. Poncokusumo TPS3R Pajaran Ds Pajaran Kec. Poncokusumo

150 200

1.5 2

1.2 1.6

0.3 0.4

250 150 200 250 200

2.5 1.5 2 1.5 2

2.0 1.2 1.6 1.2 1.6

0.5 0.3 0.4 0.3 0.4

500 350 250 1200 750 500 250

5 3.5 2.5 12 7.5 5 2.5

4.0 2.8 2.0 9.6 6.0 4.0 2.0

1 0.7 0.5 2.4 1.5 1 0.5

600 300

6 3

4.8 2.4

1.2 0.6

400 250 700 300 250 500

4 2.5 7 3 2.5 5

3.2 2.0 5.6 2.4 2.0 4.0

0.8 0.5 1.4 0.6 0.5 1

500

5

4.0

1 Lampiran Data

169


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 83 84 85 86 87

NAMA/ LOKASI TPST3R DESA/ KEL/ KECAMATAN TPS3R Jeru Ds Jeru Kec. Tumpang TPS3R Tumpang Berhati Satu Ds Tumpang Kec. Tumpang TPS3R Gondanglegi Wetan Ds Gondanglegi Wetan Kec. Gondanglegi TPS3R Kromengan Ds Kromengan Kec. Kromengan TPS3R Wajak Ds Wajak Kec. Wajak

JUMLAH KK YANG DILAYANI

PERKIRAAN JUMLAH LAYANAN , m3/hari

VOLUME SAMPAH YANG DIKELOLA, m3/hari

RESIDU, m3/hari

300 300

3 3

2.4 2.4

0.6 0.6

200

2

1.6

0.4

400 250 16,450

4 2.5 597.2

3.2 2.0 481.86

0.8 0.5 115.38

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

170


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42E. Prasarana dan Sarana Persampahan Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No (1)

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2) UPTD SINGOSARI

Desa (3)

Kecamatan (4)

Jenis (5)

1

TPS Pasar Lawang

Lawang

Lawang

2 3 4

Kalirejo Kalirejo Turirejo

Lawang Lawang Lawang

Lawang

Lawang

TPS

Lawang

Lawang

TPS

7

TPS PT. Otsuka TPS Molindo TPS Kompi TPS Stasiun Kereta Api/LPMK TPS PUJASERA/LPMK TPS PonPes

Transfer Depo TPS TPS TPS

Pagentan

Singosari

8

TPS PT. BDF

Randuagung

9

TPST Perum Bumi Mondoroko Raya

10

Luas TPS (M²) (6)

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

32

12

18

14

252

168

Arm Roll

15

0,8 0,8 0,3

32,385 22,68 39

2 2 2

64,77 45,36 78

24 24 24

Arm Roll Arm Roll Arm Roll

3

27,6

3

82,8

36

Arm Roll

6

27,6

2

55,2

24

Arm Roll

TPS

1,2

13,5

6

81

72

Singosari

TPS

0,5

22,05

2

44,1

24

Arm Roll Dump Truck

Banjararum

Singosari

TPST

2000

6

31,65

7

221,55

84

TPS Pasar Singosari

Pagentan

Singosari

TPS

28

8

26,4

7

184,8

84

11

TPS Kembang

Pagentan

Singosari

70

6

22,77

7

159,39

84

12

TPS Liber Tanjung Tirto 1

Tanjung Tirto

Singosari

56

1,5

45,54

2

91,08

24

5 6

Transfer Depo Transfer Depo

56

Lampiran Data

Arm Roll Dump Truck Dump Truck Dump Truck 171


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1)

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2)

Desa (3)

Kecamatan (4)

(5)

Luas TPS (M²) (6) 100

Jenis

13

TPS Perum Tirtasari

Tanjung Tirto

Singosari

TPS

14

TPS Banjararum TPS SMKN 1 Singosari

Banjararum

Singosari

TPS

Banjararum

Singosari

TPS

TPS Candirenggo

Candirenggo

Singosari

Tanjung Tirto

Singosari

Pagentan

Singosari

Transfer Depo Transfer Depo TPS

Banjararum

Singosari

TPS

Klampok Klampok Watu Gede

Singosari Singosari Singosari

TPST TPST TPST

Ngijo

Karangploso

TPS

Ngijo

Karangploso

TPS

Girimoyo

Karangploso

15 16

20 21 22

TPS Liber Tanjung Tirto 2/Bunut TPS SATPASS TPS RS Marsudi Waluyo TPST Klampok TPST Singhasari TPST Watu Gede

23

TPS Enak Echo

17 18 19

24 25

TPS Griya Permata Alam TPS Pasar Karangploso

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

1

50,04

2

100,08

24

Arm Roll

0,8

19,5

3

58,5

36

Arm Roll

8

0,8

17,01

2

34,02

24

Arm Roll

130

0,6

32,385

4

129,54

48

Arm Roll

49

1,5

28,5

2

57

24

56

0,2

12

2

24

24

Dump Truck Arm Roll

1,6

31,65

2

63,3

24

Arm Roll

600

6

2000

6

19,5 21 24

2 2 3

39 42 72

24 24 36

0,8

51,27

2

102,54

24

Arm Roll

70

6

51,27

4

205,08

48

Arm Roll

TPS

56

6

46,35

5

231,75

60

Arm Roll

26

TPS Tegalgondo

Tegalgndo

Karangploso

TPS

20

0,8

78

2

156

24

Arm Roll

27

TPST Girimoyo

Girimoyo

Karangploso

TPST

300

1,6

81

2

162

24

Arm Roll

Lampiran Data

172


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1) 28 29 30

Lokasi

Nama TPS/ Layanan Desa (3)

(2) TPST Mulyoagung TPS Perum Puncak Dieng TPS Perum Mutiara Citra

Kecamatan (4)

(5)

Luas TPS (M²) (6)

Jenis

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12) Dump 168 Truck

Mulyoagung

Dau

TPST

3000

8

60

14

840

Kalisongo

Dau

TPS

56

1,6

104,1

2

208,2

24

Arm Roll

Karang Widoro

Dau

TPS

56

1

94,5

2

189

24

Arm Roll

TPS

56

6

0

0

Dump Truck

31

TPS Landungsari

Landungsari

Dau

32

TPST Tegalgondo

Tegalgndo

Karangploso

TPST

0

0

33

TPS Ampeldento

Ammpeldento

Karangploso

TPS

0

0

34 35 36

TPS Dengkol TPST Kalisongo TPST Kucur

Dengkol Kalisongo Kucur

Singosari Dau Dau

TPS TPST TPST

0 0 0 0 1151,25

4074,06

0 0 0 0 0

UPTD TUMPANG 37

Asrama Brimob

Ampeldento

Pakis

38 39 40

Pasar Tumpang Perum Asrikaton Perum Sawojajar II

Tumpang Asrikaton Sekarpuro

Tumpang Pakis Pakis

Landasan Tanah TPS TPS TPS

41

Pasar Jeru

Jeru

Tumpang

Landasan

24

21

63

2

126

24

Arm Roll

56 114 510

36 36 70

21,6 57 69

7 2 2

151,2 114 138

84 24 24

Arm Roll Arm Roll Arm Roll

1

28,2

7

197,4

84

Arm Roll

Lampiran Data

173


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1)

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2)

Desa (3)

Kecamatan (4)

Jenis (5) Tanah

Pakis

Landasan Tanah TPS

Pakis

Pakis

TPST Sumber Sehat

Sumber Pasir

Lapangan Asrikaton

Asrikaton

42

Pasar Pakis

Pakis

Pakis

43

Perum Sapto Raya

Saptorenggo

44

Perum Permata Asri

45 46

Luas TPS (M²) (6)

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

6

45,9

7

321,3

84

Arm Roll

59,5

30

63

2

126

24

Arm Roll

TPS

156

36

49,8

2

99,6

24

Arm Roll

Pakis

TPST

1250

120

45

6

270

72

Arm Roll

Pakis

Landasan Tanah

6

51

2

102

24

Arm Roll

1645,5

0

493,5 47

UPTD TUREN TPS Desa Talok

Turen

Turen

container

48

TPS Turen

Turen

Turen

TPS

49

TPS Transfer Depo

Turen

Turen

container

50

Perum Turen Permai

Turen

Turen

51

RSBK. BOKOR

Turen

Turen

52

TPS Dampit

Dampit

Dampit

TPS

53 54

TPS PT.BMI TPS Pasar Buah

Dampit Dampit

Dampit Dampit

container container

7

105

3

315

36

69,3

56

78

7

546

84

71,5

8

75

2

150

24

Arm Roll Dump Truck Arm Roll

container

7

81

2

162

24

Arm Roll

container

8

75

3

225

36

25

97,5

7

682,5

84

7 8

102 93

2 2

204 186

24 24

Arm Roll Dump Truck Arm Roll Arm Roll

11,2

Lampiran Data

174


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1)

Desa (3)

Kecamatan (4)

(5)

Luas TPS (M²) (6)

TPS

69,3

6

180

2

360

70

7

105

2

210

24

3040,5

384

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2)

Jenis

55

TPS Ampelgading

Tirtomarto

Amprlgading

56

TPS Psr Sumbermanjing

Harjokuncaran

Sumbermajing container

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

991,5 57

UPTD BULULAWANG TPS Pasar Bululawang Bululawang

Bululawang

TPS

58

TPS Desa Gading

Gading

Bululawang

TPS

59

TPS PT. PG. Krebet Baru

Krebet

Bululawang

TPS

60

TPS PP Sudimoro

Sudimoro

Bululawang

61

TPS Pasar Tajinan

Tajinan

Tajinan

62

TPS Pasar Wajak

Wajak

Wajak

63

TPS PT.Duppont Indonesia

Krebet

Bululawang

64

TPS Pasar Krebet

Putukrejo

Gondang legi

65

TPS PP Alrifa'ie

Ketawang

Gondang legi

Landasan Tanah Landasan Tanah Transfer Depo Landasan Tanah Landasan Tanah Landasan Tanah

12

15

15

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12) Dump 24 Truck Arm Roll

6

60

7

420

84

Arm Roll

1,71

60

3

180

36

Arm Roll

1,71

45

3

135

36

Arm Roll

1,71

81

3

243

36

Arm Roll

1,71

90

3

270

36

Arm Roll

0,85

99

2

198

24

Arm Roll

1,71

63

2

126

24

Arm Roll

0,85

69

2

138

24

Arm Roll

1,71

72

2

144

24

Arm Roll

Lampiran Data

175


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1)

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2)

Desa (3)

Kecamatan (4)

Jenis (5) Landasan Tanah

66

TPS PP Ganjaran

Ganjaran

Gondang legi

67

TPS Desa Gondang legi Wetan

Gd legi Wetan

Gondang legi

TPS

Kebon agung

Pakisaji

TPS

Gd legi Wetan

Gondang legi

TPS

68 69

TPS Desa Karangsono TPS Pasar Gondang legi

Luas TPS (M²) (6)

12

15

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

0,85

36

2

72

24

Arm Roll

0,85

42

2

84

24

Arm Roll

0,85

45

2

90

24

Arm Roll

8

42

6

252

72

Dump Truck

2352

0

804 UPTD KEPANJEN Kedung Pedaringan Kedung Pedaringan

70

Stadion Kanjuruhan

Kepanjen

TPS

48

24

3

72

72

71

Perkantoran

72

RSUD Kanjuruhan

Panggung Rejo Kepanjen

Kepanjen

TPS

48

24

4

96

96

24

4

96

96

Arm Roll

73

Kel. Panarukan

Panarukan

Kepanjen

21

4

84

96

Arm Roll

74 75 76 77

Kantor DPRD Jl.Welirang Kel. Ardirejo Pasar Sumedang

Kepanjen Kepanjen Ardirejo Cepokomulyo

Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen

21 19,5 21 19,5

3 12 6 6

63 234 126 117

72 288 144 144

Arm Roll Arm Roll Arm Roll Arm Roll

Landasan Tanah Landasan Tanah TPS TPS TPS TPST

48 48 48 48

Lampiran Data

Arm Roll Arm Roll

176


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Lokasi

Nama TPS/ Layanan

(1) 78

(2) TPST Sumedang

Desa (3) Cepokomulyo

Kecamatan (4) Kepanjen

79

Pasar Induk Kepanjen

Kepanjen

Kepanjen

80

RS Wafa Husada

Dilem

Kepanjen

81

Ds.Jatirejoyoso

Jatirejoyoso

Kepanjen

82

Ds.Mergosingo

Mergosingo

Kepanjen

83

Ds.Ketawang

Dilem

Kepanjen

84

Pasar Pakisaji

Pakisaji

Pakisaji

85

Ds.Karangsono

Kebonagung

Pakisaji

86

Perum Pandanlandung Pandanlandung Wagir

87

PT.Greenfield Indonesia

Maduarjo

88

PJB Karangkates

Karangkates

89

Pasar Sumber Pucung

Sumber Pucung

90

Pasar Ngebruk

Ngebruk

91

Perum Talangagung II Talangagung

Ngajum Sumber Pucung Sumber Pucung Sumber Pucung Kepanjen

(5) TPST

Luas TPS (M²) (6) 48

TPS

48

Jenis

Landasan Tanah Landasan Tanah TPS Landasan Tanah TPS Landasan Tanah Landasan Tanah Landasan Tanah Landasan Tanah

48

48

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8) 19,5

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12) 144 Arm Roll

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9) 6

(10) 117

21

12

252

288

Arm Roll

21

3

63

72

Arm Roll

27

3

81

72

Arm Roll

33

2

66

48

Arm Roll

21

4

84

96

Arm Roll

36

4

144

96

Arm Roll

54

3

162

72

Arm Roll

84

2

168

48

Arm Roll

66

3

198

72

Arm Roll

66

2

132

48

Arm Roll

TPS

48

48

6

288

144

Arm Roll

TPS

48

36

3

108

72

Arm Roll

15

4

60

96

Arm Roll

Landasan

Lampiran Data

177


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No (1)

92 93

Lokasi

Nama TPS/ Layanan (2)

Terminal Talangagung Pendopo Kabupaten Malang

Desa (3)

Kecamatan (4)

Jenis (5) Tanah

Luas TPS (M²) (6)

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

Talangagung

Kepanjen

TPS

48

12

5

60

96

Arm Roll

Kepanjen

Kepanjen

TPS

48

24

4

96

96

Arm Roll

2967

0

757,5 UPTD PAGAK 94

Pasar Pagak

Pagak

Pagak

Landasan Tanah

9

7

63

2

126

6,5

95

Pasar Sb.Manjing Kulon

Sb.Manjing Kulon

Pagak

TPS

24

21

76,5

2

153

15

96

Pasar Donomulyo

Donomulyo

Donomulyo

TPS

9

7

105

2

210

15

97

Pasar Cungkal

Sumber Petung Kalipare

12

8

81

1

81

8

98

Pasar Bantur

Bantur

Bantur

12

8

75

2

150

15,5

99

Pasar Wonokerto

Wonokerto

Bantur

24

22

60

2

120

17

840

0

702

36

Landasan Tanah Landasan Tanah TPS

460,5

Dump Truck Dump Truck Dump Truck Dump Truck Dump Truck Dump Truck

UPTD PUJON 100 TPS Pasar Pujon

234

3

Lampiran Data

Dump Truck 178


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Lokasi

Nama TPS/ Layanan

(1)

(2)

Desa (3)

Kecamatan (4)

Jenis (5)

Luas TPS (M²) (6)

Estimasi Kapasitas jarak/PP (M²) (km) (7) (8)

Ritasi/ Minggu

Jumlah

(9)

(10)

Vol Sarana Sampah Angkutan Terlayani (11) (12)

PUSAT 101 TPS Pendopo

Malang

102 TPS Kostrad

Randuagung

Singosari

103 TPS Desa Sekarpuro

Sekarpuro

Pakis

Dump Truck Dump Truck

TPS

39

6

234

72

TPS

12

6

72

72

Landasan Tanah

90

6

540

72

846 20640

0 5935

11825

669

69411

Keterangan : umber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

179


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 42F. Jumlah Bank sampah Hasil Pemutakhiran Data Bank Sampah (PDBS) Se-Kabupaten Malang Tahun 2017 Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Wilayah 1 " KAMPUNGAN" No Kecamatan Jumlah Bank Sampah Tota Hasil Pemutakhiran 1 Kasembon 7 2 Pujon 0 17 3 Ngantang 10 Wilayah 2 " SINGO KADAL" No Kecamatan Jumlah Bank Sampah Tota Hasil Pemutakhiran 1 Singosari 10 2 Karangploso 12 30 3 Dau 3 4 Lawang 5 Wilayah 3 " TUMPAK JANOKO" No Kecamatan Jumlah Bank Sampah Tota Hasil Pemutakhiran 1 Tumpang 6 2 Pakis 25 46 3 Jabung 7 4 Poncokusumo 8 Wilayah 4 " WAJAK PAGI BUTA" No Kecamatan Jumlah Bank Sampah Tota Hasil Pemutakhiran 1 Wajak 1 2 Pagelaran 14 3 Gondanglegi 10 38 4 Bululawang 1 5 Tajinan 12 Wilayah 5" NGAWASI KE SUMBER PANGAN" Lampiran Data

180


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No Kecamatan 1 Ngajum 2 Wagir 3 Wonosari 4 Kepanjen 5 Sumberpucung 6 Pakisaji 7 Kromengan Wilayah 6 " KABARNO PADANG" No Kecamatan 1 Kalipare 2 Bantur 3 Donomulyo 4 Pagak 5 Gedangam Wilayah 7 " DUREN AMATIR" No Kecamatan 1 Dampit 2 Turen 3 Ampelgading 4 Sumawe 5 Tirtoyudo

Jumlah Bank Sampah

Tota Hasil Pemutakhiran 3 7 4 26 10 8 0

Jumlah Bank Sampah

58

Tota Hasil Pemutakhiran 5 1 0 3 2

11

Jumlah Bank Sampah

Tota Hasil Pemutakhiran 5 6 1 6 0

18

Jumlah Total Bank Sampah

218

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

181


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 43 Kegiatan Fisik oleh Instansi Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1) 1 2 3 4 5

(2) Pembuatan Sarana Penghijauan/RTH di Kota Kepanjen Pembuatan Sarana Penghijauan/RTH di Kota Kepanjen Pembuatan Sarana Penghijauan/RTH di Kota Kepanjen Pembuatan Sarana Penghijauan/RTH di Kota Kepanjen Pembuatan Taman Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari Pembuatan Taman Topeng Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Pembuatan Taman Lapangan Desa Tumapel Kecamatan Singosari Pembangunan RTH Taman Puspa Ngadilangkung Pembangunan RTH Taman Lembah Hijau Metro Ngadilangkung Pembangunan RTH Taman Kehati Ngadilangkung Pembangunan RTH di sempadan Metro Ngadilangkung Pemb.Taman Median Jalan di Jalibar Kepanjen (lanjutan segmen) Pembangunan Taman Sempadan Molek di Kepanjen Pembangunan Dekorasi Kota Vertical Garden di Kepanjen (Lanjutan segmen) Pembangunan Kebun Bibit di Jalan Trunojoyo Kepanjen Pembangunan RTH di sempadan Metro Kepanjen (Lanjutan) Pembangunan Taman Kanjuruhan (Lanjutan)

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Tunjungtirto

Kepanjen Kepanjen Kepanjen Kepanjen Singosari

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sengguruh

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tumapel

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung Ngadilangkung

Kepanjen Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen Kepanjen Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

182


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2) Pembangunan sarana prasarana RTH di Taman Perkantoran Dinas Pembangunan Sarana dan Prasarana Taman di Block Office Jalan Panji Kepanjen Pemb. RTH Tugu Batas (Pepen) Segmen Barat di Ds. Mojosari Kec. Kepanjen (Lanjutan) Pembangunan taman trotoar koridor Pakisaji (lanjutan segmen) Pembangunan RTH Koridor Jalan Kebonagung - Pakisaji Pembangunan RTH di koridor jalan perkotaan Kecamatan Gondanglegi Pembangunan RTH di koridor jalan perkotaan Kecamatan Turen Pembangunan RTH di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Pembangunan RTH di koridor jalan perkotaan Kecamatan Pakis Pembangunan RTH di median jalan Tugu Batas PakisMalang (Lanjutan Segmen) Pembangunan RTH Koridor pintu masuk Kab. Malang wilayah utara segmen barat (lanjutan) Pembangunan RTH Koridor pintu masuk Kab. Malang wilayah utara segmen timur (Lanjutan) Pembangunan sarana prasarana RTH taman lapangan segitiga Lawang

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

31 Pembangunan RTH Lapangan Kali Soerak (segmen bawah)

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakis

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakis

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lawang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lawang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

183


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2)

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

di Lawang Pembangunan sarana prasarana Taman Karangploso (lanjutan) Pembangunan Taman Lapangan Tumapel di Kecamatan 33 Singosari 32

Karangploso

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen, Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen Kepanjen

Kepanjen Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sanankerto

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Rejoyoso

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sidoluhur

Lawang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

34 Rehab RTH TMP Kepanjen, dan Ngantang 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Rehabilitasi Taman di Lingkungan TMP Kepanjen ( Lanjutan ) Pembangunan Sarana dan Prasarana RTH Taman Puspa Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen Pembangunan Sarana dan Prasarana RTH Taman Lembah Hijau Metro Desa ngadilangkung Kecamatan Kepanjen Pembangunan Taman di Kecamatan Dampit Pembangunan Saran Prasaranan RTH Taman Kehati Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen Pembangunan Sarana Sanitasi Di Taman KEHATI Kepanjen Pembangunan Sarana Sanitasi Di Taman PUSPA Kepanjen Pembangunan Sarana Sanitasi Di Desa Sanankerto Kec. Turen Pembangunan Sarana Sanitasi Di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Pembangunan Sarana Sanitasi Di Desa Rejoyoso Kec. Bantur Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sidoluhur Kec. Lawang

Lampiran Data

184


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58

Nama Kegiatan (2) Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Bedali Kec. Lawang Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Kalipare Kec. Kalipare Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Argotirto Kec. Sumbermanjingwetan Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Kasembon Kec. Bululawang Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Simojayan Kec. Ampelgading Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Tamanasri Kec. Ampelgading Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Wirotaman Kec. Ampelgading Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Lebakharjo Kec. Ampelgading Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Tamansari Kec. Ampelgading Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Gadungsari Kec. Tirtoyudo Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Jambangan Kec. Dampit Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Amadanom Kec. Dampit Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Srigonco Kec. Bantur

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Bedali

Lawang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kalipare

Kalipare

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Argotirto

Sumbermanjing Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya wetan

Kasembon

Bululawang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Simojayan

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tamanasri

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Wirotaman

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lebakharjo

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tamansari

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gadungsari

Titoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Jambangan

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Amadanom

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Srigonco

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

185


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71

Nama Kegiatan (2) Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Banjarejo Kec. Donomulyo Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Tulungrejo Kec. Donomulyo Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sempol Kec. Pagak Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sumberpetung Kec. Kalipare Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Putukrejo Kec. Kalipare Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Gunungsari Kec. Tajinan Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Maguan Kec. Ngajum Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Ngabab (Lemburejo) Kec. Pujon Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Petungsewu Kec. Wagir Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Dalisodo(Dsn. Nggandul) Kec. Wagir Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sumberputih Kec. Wajak Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Talangagung(Perum PNS) Kec. Kepanjen Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Kebobang(Ngebyongan) Kec. Wonosari

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Banajrejo

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tulungrejo

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sempol

Pagak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumberpetung

Kalipare

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Putukrejo

Kalipare

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gunungsari

Tajinan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Maguan

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngabab

Pujon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Petungsewu

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dalisodo

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumberputih

Wajak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Talangagung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kebobang

Wonosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

186


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84

Nama Kegiatan (2) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Balesari(Kampung Baru) Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Maguan Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sumberoto Kec. Donomulyo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Donomulyo Kec. Donomulyo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Bantur (dsn Jubel) Kec. Bantur Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sumbertangkil Kec. Tirtoyudo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Purwodadi Kec. Tirtoyudo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Tamankuncaran Kec. Tirtoyudo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Patokpicis (bangsri) Kec. Wajak Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sidomulyo Kec. Jabung Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Duwetdampul Kec. Tumpang Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Duwet krajan Kec. Tumpang Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sumbertempur (Kulon) Kec. Wonosari

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Balesari

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Maguan

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumberoto

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Donomulyo

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Bantur (dsn Jubel)

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumbertangkil

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Purwodadi

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tamankuncaran

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Patokpicis (bangsri)

Wajak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sidomulyo

Jabung

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Duwetdampul

Tumpang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Duwet krajan

Tumpang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumbertempur (Kulon)

Wonosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

187


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 85 86 87 88 89 90 91

Nama Kegiatan (2) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Plaosan (Sumberkerto) Kec. Wonosari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Sembon (Darungan) Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Banjarsari Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Kranggan (Kemuning) Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Tunjungtirto Kec. Singosari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Desa Jedong Kec. Wagir Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan

92 Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102

Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan Pengadaan Meter Air Desa Sindurejo Kec. Gedangan Pengadaan Meter Air Desa Sananrejo Kec. Turen Pengadaan Meter Air Desa Banjarejo Kec. Ngantang Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal

Desa

Kecamatan (3)

Plaosan (Sumberkerto) Sembon (Darungan)

Pelaksana Kegiatan (4)

Wonosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Banjarsari

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kranggan (Kemuning)

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tunjungtirto

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Jedong

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Mulyorejo Ngabab (Lemburejo) Selorejo Sindurejo Sananrejo Banajrejo Desa Bagelan Desa Jatiguwi Desa Tunjungtirto Desa Mayuarjo Desa Pujon Kidul Desa Tawangsari

Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pujon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dau Gedangan Turen Ngantang Wonosari Sumberpucung Singosari Lawang Pujon Pujon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

188


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122

Nama Kegiatan (2) Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan IPAL Komunal Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Pengolah Limbah Organik Pembangunan Saluran Air Limbah (IPAL Domestik) Pembangunan Saluran Air Limbah (IPAL Domestik) Pembangunan Saluran Air Limbah (IPAL Domestik) Pembangunan Saluran Air Limbah (IPAL Usaha Mikro) Pembangunan Sarana Penunjang IPAL Komunal Kel. Cepokomulyo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Wadung Kec. Pakisaji Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Wonokerso Kec. Pakisaji Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Glanggang Kec. Pakisaji

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan

Desa Jeru Desa Wadanpuro Desa Maguan Desa Ngajum Pukon Kidul Jombok Tulungrejo Pandesari Pondokagung Sidorejo Jambuer Sidoluhur Srigading Pandansari Ngadireso Putat Kidul

Turen Bululawang Ngajum Ngajum Pujon Ngantang Ngantang Pujon Kasembon Pagelaran Ngajum Lawang Lawang Poncokusumo Poncokusumo Gondanglegi

(4) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Kel. Cepokomulyo

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Wadung

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Wonokerso

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Glanggang

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lampiran Data

189


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2)

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

123

Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Sambigede Kec. Sumberpucung

Sambigede

Sumberpucung Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

124

Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Karangkates Kec. Sumberpucung

Karangkates

Sumberpucung Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

125 126 127 128 129 130 131 132 133 134

Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Jatikerto Kec. Kromengan Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Banjarsari Kec. Ngajum Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Gedokwetan Kec. Turen Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Sananrejo Kec. Turen Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Sukorejo Kec. Gondanglegi Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Ganjaran Kec. Gondanglegi Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Kademangan Kec. Pagelaran Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Gondowangi Kec. Wagir Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Ngadilangkung Kec. Kepanjen Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Sukoharjo Kec. Kepanjen

Jatikerto

Kromengan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Banjarsari

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gedokwetan

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sananrejo

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sukorejo

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ganjaran

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kademangan

Pagelaran

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gondowangi

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadilangkung

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sukoharj

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

190


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kel.Pagentan Kec. Singosari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kel. Watugede Kec. Singosari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Desa. Gunungrejo Kec. Singosari Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kec. Turen Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kec. Poncokusumo Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kec. Tajinan Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kec. Dampit Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Kec. Gedangan Pembangunan Sepitank Komunal Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Tamansari Kec. Ampelgading Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Simojayan Kec. Ampelgading Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pringgondani (Sengon) Kec. Bantur Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumbermanjing Kulon Kec. Pagak

135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147

148 Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Gondanglegi Kulon

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Pagelaran

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Watugede

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gunungrejo

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Turen

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Poncokusumo

Poncokusumo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tajinan

Tajinan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dampit

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gedangan

Gedangan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ganjaran

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tamansari

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Simojayan

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pringgondani

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumbermanjing Kulon

Pagak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gondanglegi

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

191


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2) Kec. Gondanglegi

149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161

Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Karangkates Kec. Sumberpucung Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngebruk Kec. Sumberpucung Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Purwodadi Kec. Donomulyo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kedungsalam Kec. Donomulyo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Tempursari Kec. Donomulyo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Baturetno Kec. Singosari Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pandanmulyo Kec. Tajinan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Tulus Besar Kec. Tumpang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kidal Kec. Tumpang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sukowilangun Kec. Kalipare Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Blayu Kec. Wajak Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ketawang RT 7 Kec. Gondanglegi Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Gondanglegi Wetan Kec. Gondanglegi

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Kulon Karangkates

Sumberpucung Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngebruk

Sumberpucung Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Purwodadi

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kedungsalam

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tempursari

Donomulyo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Baturetno

Singosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pandanmulyo

Tajinan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tulus Besar

Tumpang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kidal

Tumpang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sukowilangun

Kalipare

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Blayu

Wajak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ketawang RT 7

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gondanglegi Wetan

Gondanglegi

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

192


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174

Nama Kegiatan

Desa

(2) (3) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngadilangkung Kec. Ngadilangkung Kepanjen Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kedungpedaringan Kedungpedaringan Kec. Kepanjen Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngajum RW 3 Kec. Ngajum RW 3 Ngajum Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kranggan Kec. Kranggan Ngajum Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kasembon Kec. Kasembon Kasembon Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pujon Kidul Kec. Pujon Kidul Pujon Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pandesari Kec. Pandesari Pujon Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sidodadi Kec. Sidodadi Ngantang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngenep Kec. Ngenep Karangploso Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kendalpayak Kec. Kendalpayak Pakisaji Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Permanu Kec. Permanu Pakisaji Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Wonokerso Kec. Wonokerso Pakisaji Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumberpasir Kec. Sumberpasir Pakis

Kecamatan

Pelaksana Kegiatan (4)

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngajum

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kasembon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pujon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pujon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Karangploso

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakis

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

193


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Lumbangsari Kec. Pakis Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Bayem Kec. Kasembon Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pondokagung Kec. Kasembon Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Peniwen Kec. Kromengan Peningkatan Drainase Lingkungan Kel Kepanjen Kec. Kepanjen Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Wajak(Rt.5 Rw.10) Kec. Wajak Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Tamansari Kec. Ampelgading Peningkatan Drainase Lingkungan Kel. Dampit Kec. Dampit Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pandansari Kec. Poncokusumo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pagedangan(Wonokasihan) Kec. Turen Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Argosari Kec. Jabung Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Gunungjati Kec. Jabung Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Jabung Kec. Jabung Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Benjor Kec.

175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188

Desa

Kecamatan (3)

Pelaksana Kegiatan (4)

Lumbangsari

Pakis

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Bayem

Kasembon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pondokagung

Kasembon

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Peniwen

Kromengan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kel. Kepanjen

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Wajak(Rt.5 Rw.10)

Wajak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Tamansari

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dampit

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pandansari

Poncokusumo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pagedangan

Turen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Argosari

Jabung

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Gunungjati

Jabung

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Jabung Benjor

Jabung Tumpang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lampiran Data

194


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2)

189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200

Desa

Kecamatan (3)

Tumpang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumberejo Kec. Sumberejo Pagak Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Karangpandan RW 4 Karangpandan RW Kec. Pakisaji 4 Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Plaosan RT 01-07 Plaosan RT 01-07 RW 4 Kec. Wonosari RW 4 Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Karangrejo Kec. Karangrejo Kromengan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngadirejo (cendol Ngadirejo (cendol barat) Kec. Kromengan barat) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Peniwen Kec. Peniwen Kromengan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Cempokomulyo RW Cempokomulyo 3 Kec. Kepanjen RW 3 Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Arjowilangun Kec. Arjowilangun Kalipare Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kanigoro Kec. Kanigoro Pagelaran Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Kademangan Kec. Kademangan Pagelaran Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Karangsari Kec. Karangsari Bantur Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumberbening Kec. Sumberbening Bantur

Pelaksana Kegiatan (4)

Pagak

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pakisaji

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Wonosari

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kromengan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kromengan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kromengan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kepanjen

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Kalipare

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pagelaran

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pagelaran

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Bantur

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lampiran Data

195


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214

Nama Kegiatan

Desa

Kecamatan

(2) (3) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sidoasri Kec. PSumbermanjing Sidoasri Sumbermanjingwetan wetan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Harjokuncaran Kec. Sumbermanjing Harjokuncaran Sumbermanjingwetan wetan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sekarpuro (Jl. Sekarpuro (Jl. Pakis Melati) Kec. Pakis Melati) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Mangliawan Kec. Mangliawan Pakis Pakis Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Banjarejo Kec. Pakis Banjarejo Pakis Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sukoanyar Kec. Sukoanyar Pakis Pakis Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Jambearjo Kec. Jambearjo Tajinan Tajinan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Purwosekar Kec. Purwosekar Tajinan Tajinan Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngadireso Kec. Ngadireso Poncokusumo Poncokusumo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngebruk Kec. Ngebruk Poncokusumo Poncokusumo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumberejo Kec. Desa Sumberejo Poncokusumo Poncokusumo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Wajak Kec. Wajak Wajak Wajak Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Codo Kec. Wajak Codo Wajak Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sukoanyar (Janten) Sukoanyar (Janten) Wajak Kec. Wajak

Pelaksana Kegiatan (4) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Lampiran Data

196


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1)

(2) Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sidorahayu (niwen) Kec. Wagir Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumbersuko Kec. Wagir Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Jombok Kec. Ngantang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Ngantru Kec. Ngantang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumberagung Kec. Ngantang Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Purwoharjo Kec. Ampelgading Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Sumbertangkil Kec. Tirtoyudo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Purwodadi Kec. Tirtoyudo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Jogomulyan Kec. Tirtoyudo Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Pojok Kec. Dampit Peningkatan Drainase Lingkungan Desa Srimulyo Kec. Dampit Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di Kanan Kiri Jalan Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di Kanan Kiri Jalan Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di Kanan Kiri Jalan Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air

215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229

Desa (3) Sidorahayu (niwen RW 3 RT13,16)

Kecamatan

Pelaksana Kegiatan (4)

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumbersuko

Wagir

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Jombok

Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngantru

Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumberagung

Ngantang

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Purwoharjo

Ampelgading

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Sumbertangkil

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Purwodadi

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Jogomulyan

Tirtoyudo

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Pojok

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Srimulyo

Dampit

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Ngadas Pujon Kidul

Poncokusumo Pujon Bantur Tajinan

Gunungsari

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Lampiran Data

197


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No. (1) 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243

Nama Kegiatan (2) Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pengadaan Pohon untuk Penghijauan di sekitar sumber air Pembangunan Sumur Resapan

Desa

Pembangunan Sumur Resapan Pembangunan Sumur Resapan Pembangunan Sumur Resapan Pembangunan Sumur Resapan Pembangunan Sumur Resapan Pembuatan Sarana Kebersihan (Tong Sampah Besi) 5 250 Kompartemen Pembuatan Sarana Kebersihan (Tong Sampah Besi) 2 251 Kompartemen

Pelaksana Kegiatan

(3) Ngawonggo Gunungrenggo Pandanmulyo Sanankerto Tumpukrenteng Kidangbang Wajak

244 Pembangunan Sumur Resapan 245 246 247 248 249

Kecamatan

Rejosari Smberoto Plaosan

(4) Tajinan Tajinan Tajinan Turen Turen Wajak Wajak Jabung Poncokusumo Pujon Tirtoyudo Gedangan Sumberpucung Kalipare Sumbermanjingk ulon Pagak Gedangan Bantur Donomulyo Wonosari

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Kepanjen

Dinas Lingkungan Hidup

Kepanjen

Dinas Lingkungan Hidup

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Lampiran Data

198


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Lokasi No.

Nama Kegiatan

(1) 252 253 254 255

(2) Pembangunan TPS Pasar Wonokerto Pembangunan Hangar TPS Pasar Gondanglegi Pembangunan Hangar TPS Perum. Sawojajar 2 Pembangunan TPS Desa Tunjungtirto Pembangunan Hangar TPS Dusun Kembang Desa Purwoasri Kec. Singosari Pembangunan TPS Desa Ngroto Kec.Pujon Pembangunan TPS Pasar Wajak Pembangunan TPS Kec. Tajinan Pembangunan TPS Pasar Turen

256 257 258 259 260

Desa

Kecamatan

Pelaksana Kegiatan

(3) Wonokerto

(4)

Tunjungtirto

Bantur Gondanglegi Pakis Singosari

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Purwoasri

Singosari

Dinas Lingkungan Hidup

Ngroto

Pujon Wajak Tajinan Turen

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Sumber : Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab. Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang 2017

Lampiran Data

199


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 44 Status Pengaduan Masyarakat Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 Pihak Yang No. Masalah Yang Diadukan Mengadukan (1)

(2)

Progres Pengaduan

(3)

(4)

1

Sdr. David

Dugaan adanya pencemaran lingkungan yang bersumber dari kegiatan peternakan ayam petelur di Dusun Banjar Tengah Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau

2

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Permohonan anggota tim fasilitasi penanganan permasalahan penambangan pasir dan klaim lahan di TNBTS

DLH Kab. Malang tetap memantau perkembangan penanganan penyelesaian permasalahan klaim lahan dan penambangan pasir di TNBTS

3

Sdri. Kustini Bhina Nuswantari Desa Sumbermanjing Wetan Kec. Sumawe

Dugaan adanya pencemaran air sumur dari kegiatan SPBU Sumbermanjing Wetan

DLH Kab. Malang terus melakukan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan.

4

Dugaan pencemaran lingkungan di Dusun Informasi dari wartawan Krajan, Desa Kasri, Harian Surya Kecamatan Bululawang yang bersumber dari kegiatan peternakan ayam

DLH Kab. Malang terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha dan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan tersebut.

DLH Kab. Malang terus melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut sanksi yang telah diberikan kepada PT. Ciomas Adi Satwa

Pengaduan dari Kecamatan Wagir

Pencemaran lingkungan yang bersumber dari PT. Kasih Karunia Sejati Kecamatan Wagir

DLH Kab. Malang terus melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut sanksi yang telah diberikan kepada PT. Kasih Karunia Sejati

6

Pengaduan dari warga pada acara bina desa

Dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari kegiatan pengolahan plastik milik Sdr. Sriwidiasena

DLH Kab. Malang terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha dan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan

7

Pengaduan via e mail Sdr. Suyahdi dengan alamat suyahdi83@gmail.com

Pembuangan sampah sembarangan di bekas lahan galian C oleh beberapa sumber di Randuagung

DLH Kab. Malang tetap melakukan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan

5

Lampiran Data

200


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Pihak Yang Mengadukan

Masalah Yang Diadukan

Progres Pengaduan

(1)

(2)

(3)

(4)

8

Sdr. Hariyanto (Kasi Ekbang Kecamatan Tajinan)

Dugaan pencemaraan (timbulnya bau kurang sedap) yang bersumber dari kegiatan peternakan dan penggemukan sapi potong

DLH. Kab. Malang tetap melakukan pembinaan kepada pelaku usaha dan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan

9

Pengaduan Sdr. Muhammad Yahya via email, dengan alamat nue.lifemenyez@gmail.c om

DLH Kab. Malang tetap Pengaduan Sdr. melakukan pembinaan kepada Muhammad Yahya via pelaku usaha dan pengawasan email, dengan alamat terhadap rekomendasi tindak nue.lifemenyez@gmail.com lanjut penanganan pengaduan

10

Pada saat verifikasi lapangan, semua peralatan dan perlengkapan pengeboran air bawah tanah telah dibongkar. Pada saat kegiatan penelaahan, Pengaduan Sdri. Wiwik Dugaan perusakan DLH memperoleh informasi Rohati (Lurah Desa lingkungan yang bersumber bahwa kegiatan ini masih belum Brongkal Kecamatan dari kegiatan rencana memiliki ijin sama sekali, Pagelaran) pegeboran air bawah tanah sehingga apabila kegiatan yang belum memiliki ijin ini tetap dilakukan maka DLH akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban

11

Pengaduan Sdr. J.R. Heksa Galuh Wicaksono ST.,MT melalui surat Ke Bapak BUPATI tertanggal 6 Juni 2017 dengan disposisi Bapak BUPATI tanggal 31 Agustus 2017

Dugaan pencemaran lingkungan dari kegiatan pembakaran plastik dan ban oleh PT. Mandala Putra Prima Mandiri dengan alamat Dusun Losawi No 78 Tunjungtirto Kec. Singosari

DLH Kab. Malang terus melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut peringatan I yang telah diberikan kepada PT. Mandala Putra Prima Mandiri

12

Ir. Rubianto Budiman selaku Direktur PT. Ragam Rasa Raya. Jl. Inspektur Polisi Suwoto RT 03 RW 01 Bedali Lawang

Dugaan pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan PT. Ragam Rasa Raya (vulaknisir ban) yang menganggu lingkungan kerja

DLH Kab. Malang terus melakukan pengawasan terhadap peringatan I yang telah diberikan kepada UD. Victory Rubber Cahaya

Singosari

Lampiran Data

201


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Pihak Yang Mengadukan

Masalah Yang Diadukan

Progres Pengaduan

(1)

(2)

(3)

(4)

Kepala Desa Talok Kecamatan Turen melalui disposisi Bapak Bupati tanggal 26 September 2017

Dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari usaha CV. Alam Subur yang bergerak di bidang stockpile di RT 04 RW 03 Desa Talok

13

DLH Kab. Malang tetap melakukan kegiatan pengawasan terhadap surat peringatan I yang telah diberikan kepada CV. Alam Subur

14

An. Warga Kelurahan Ardirejo Kec. Kepanjen yang ditembuskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang melalui disposisi Bapak Kadis tanggal 29 September 2017

Dugaan pencemaran udara dari kegiatan peternakan ayam dan pembakaran kotoran ayam milik Sdr. Suparman dengan alamat RT 01 RW 02 Kelurahan Ardirejo kec. Kepanjen

15

An. Warga RT 07 dan RT 08 RW 02 Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung

DLH Kab. Malang memberikan Dugaan pencemaran pembinaan kepada pelaku usaha lingkungan yang dan pengawasan terhadap diakibatkan dari usaha tahu rekomendasi tindak lanjut tempe penanganan pengaduan

Sdr. Muslimin (081334734953)

DLH Kab. Malang memberikan Dugaan pencemaran sungai pembinaan terhadap pelaku dari beberapa kegiatan yang usaha dan pengawasan terhadap ada di Desa Donowarih rekomendasi tindak lanjut Kecamatan Karangploso penanganan pengaduan

16

DLH Kab. Malang melakukan kegiatan pembinaan terhadap pelaku usaha dan pengawasan terhadap rekomendasi tindak lanjut penanganan pengaduan

17

Shanaya Villa & Resort Karangploso melalui disposisi Bupati Malang tanggal 8 Nopember 2017

Dugaan pencemaran dari kegiatan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) milik perumahan Griya Pondok Agung Karangplaso

DLH Kab. Malang melalui UPT Persampahan Singosari mengelola sampahnya dengan mengangkut sebanyak 15 ritasi sampah dari TPS Ngijo ke TPA Randu Agung dan telah dilaksanakan pada tanggal 28 Nopember 2017 dan 5 Desember 2017. DLH Kab. Malang tetap melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut penanganan pengaduan

18

Sdr. Sriyadi

Dugaan pencemaran dari kegiatan pembuangan

UPT PP Kepanjen telah menindaklanjuti dengan Lampiran Data

202


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Pihak Yang Mengadukan

Masalah Yang Diadukan

Progres Pengaduan

(1)

(2)

(3)

(4)

sampah berupa popok di area rawa Desa Senggreng Kec. Sumberpucung

Dugaan pencemaran dari kegiatan pembakaran sampah dan pembuangan Pemerintah Desa 19 sampah di sekitar aliran Tunjungtirto Sungai Dusun Purworejo Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari Sumber: Badan Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

pembersihan serta pengangkutan sampah popok di Rawa Klampok pada tanggal 20 Desember 2017; DLH kab. Malang tetap melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut penanganan pengaduan

DLH kab. Malang tetap melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut penanganan pengaduan

Lampiran Data

203


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 44A Rekap Pengaduan Masyarakat yang Diterima dan Ditindak Lanjuti Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun data: 2017

No

Tahun Pelaksanaan

Jumlah Pengaduan yg Diterima

1 2009 3 2 2010 5 3 2011 6 4 2012 3 5 2013 13 6 2014 4 7 2015 6 8 2016 13 9 2017 19 Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup, 2017

Jumlah Pengaduan yg Ditindaklanjuti 3 5 6 3 13 4 6 13 19

Lampiran Data

204


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 45 Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota: Kabupaten: Malang Tahun Data : 2017 No.

Nama LSM

Akta Pendirian

(1)

(2)

(3)

Alamat

1

Glamour

2 3

Vulcano Pijar Lentera

(3) Jl. Regulo 239 Kel. Cempokomulyo Kepanjen Malang Jl. Banten Ujung 49 Malang Jl. Dr. Cipto IV/9 Bedali Lawang

4 5

PSL UB Malang WALHI Malang

Jl. MT. Haryono Malang Perum Tirtasani Malang

6

Pagar Alam

7

Sahabat Alam (Salam)

Jl. Brawijaya No.50 Malang Perum Graha Dewata Estate Blok JJ 5 Dau, Malang

8 9

Yayasan Semesta Biru (Yaseru) Zona Bening

Perum Vulla Bukit Sengkaling AJ 11, Malang Sengkaling, Dau

10 Pakarti

Jl. Anggodo III/52 Wendit-Pakis, Malang

11 Bhakti Alam

Tambakrejo Sumbermanjing Wetan, Malang

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

205


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 46 Penerima Penghargaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017

No.

Nama Orang/ Kelompok/ Organisasi

Nama Penghargaan

Pemberi Penghargaan

Tahun Anggaran

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Bupati Kabupaten Malang

Penghargaan Nirwasita Tantra Terbaik Kesatu Presiden Republik Kategori Indonesia Kabupaten Tahun 2017

2017

Pemerintah Daerah Kabupaten Malang

Anugerah Adipura Kategori Kota Kecil Menteri Lingkungan Periode 2016 â&#x20AC;&#x201C; Hidup dan Kehutanan 2017 untuk Kota Kepanjen

2017

3

Desa Rejosari, Kec. Bantur

Penghargaan Kategori Kampung Iklim (Proklim) Utama

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

2017

4

Desa Gampingan, Kecamatan Pagak

Desa/Kelurahan Berseri Kategori Pratama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur

2017

Kelurahan Desa/Kelurahan 5 Cepokomulyo, Berseri Kategori Kecamatan Kepanjen Madya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur

2017

1

2

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

206


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 46A Perusahaan Penerima Proper di Kabupaten Malang Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data : 2017 No

Nama Perusahaan

Kategori

1 PT. Otsuka Indonesia Biru 2 PT. Molindo Raya Industrial Biru 3 PT. New Minatex Biru 4 PT. Bentoel Prima Biru 5 PT. Pindad Biru 6 PT. Ekamas Fortuna Biru 7 PT. Bumi Menara Internusa Biru 8 PT. Beirsdorf (BDF) Biru 9 PG. Krebet Baru I Biru 10 PG. Krebet Baru II Biru 11 PG. Kebonagung Biru 12 PT. Wonokoyo Biru 13 PT. Greenfields Indonesia Biru Keterangan : Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

207


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 47 Kegiatan / Program yang Diinisiasi Masyarakat Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No (1)

Nama Kegiatan (2)

Instansi Kelompok Sasaran Penyelenggara (3)

(4)

Waktu Pelaksanaan (bulan/tahun) (5)

1

Sosialisasi pengolahan sampah/bank sampah

Dinas Lingkungan Hidup

Masyarakat desa, ibu rumah tangga (PKK)

2

Sosialisasi Dokumen Lingkungan Bagi Pelaku Usaha di Wilayah Kab. Malang

Dinas Lingkungan Hidup

Pelaku usaha/kegiatan

3

Jagong Maton pengelolaan limbah B3

Dinas Lingkungan Hidup

Pelaku industri dan komunitas

Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup

Fayankes Klinik/ Poliklinik / Rawat September 2017 Inap Fayankes Rumah September 2017 Sakit Kelas A, B, C, D Fayankes Pukesmas September 2017 dan Puskesmas Pembantu

Dinas Lingkungan Hidup

Fayankes Pukesmas dan Klinik

4

Sosialisasi limbah B3

5

Sosialisasi limbah B3

6

Sosialisasi limbah B3

7

Bimbingan teknis perijinan pengelolaan limbah B3

Setiap bulan 2017

September 2017

Februari 2017

Desember 2018

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup, 2017

Lampiran Data

208


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 47A Kegiatan Sosisliasi pengelolaan sampah dan pembentukan Bank Sampah Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No (1) 1 2 3

4

5

Kecamatan (2) Ampelgading Tirtoyudo Dampit

Turen

Sumbermanjing Wetan

6

Bantur

7 8

Gedangan Gondanglegi

9

Wajak

10

Pagak

11

Kalipare

12

Kepanjen

13

Ngajum

14

Sumberpucung

(3) - Ds. Sonowangi - Ds. Pujiharjo - Ds.Srimulyo - Ds. Sumbersuko

Jumlah Peserta (4) 80 50 70 100

- Kel. Dampit - Ds. Turen - Ds. Talok - Ds. Gedogwetan - Ds. Tanggung

80 85 50 55 75

- Ds. Talangsuko - Ds. Sekarbanyu - Ds. Sbrmanjing Wetan - Ds. Bantur - Ds. Sumber bening - Ds. Sumberejo - Ds. Ganjaran - Ds. Sepanjang - Ds. Wajak - Ds. Sukoanyar - Ds. Pagak - Ds. Gampingan - Ds. Kalipare

90 55 100 70 50 50 60 50 85 55 75 50 80

- Ds. Sukowilangun - Ds. Penarukan - Ds. Kedungpedaringan - Ds. Panggungrejo - Ds. Jatirejoyoso - Ds. Mojosari - Ds. Cepokomulyo - Ds. Ardirejo

110 50 50 55 60 50 55 50

- Ds. Ngajum - Ds. Maguan - Ds. Jatiguwi

85 55 50

Desa/Kelurahan

Keterangan (5) Se-kecamatan Se- kecamatan Bersama Tim PKK Kab 2x Sosialisasi Sekecamatan Se- kecamatan

Se-kecamatan Se-kecamatan bersama PKH Se-kecamatan bersama Tim PKK Kab Se-kecamatan

Se-kecamatan Se-kecamatan Se-kecamatan Sosialisasi bersama Tim PKK

2x Sosialisasi Sekecamatan

Lampiran Data

209


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Kecamatan

Desa/Kelurahan - Ds. Trenyang

15

Pakisaji

16

Wagir

17

Poncokusumo

18

Tajinan

19 20

Tumpang Pakis

21

Jabung

22

Singosari

23

Lawang

24

Karangploso

25

Dau

26

Wonosari

27 28

Bululawang Pujon

29

Ngantang

30

Kasembon

Jumlah Peserta 50

- Ds. Kebonagung - Ds. Pakisaji - Ds. Sitirejo - Ds. Sumbersuko

90 80 60 50

- Ds. Petungsewu - Ds. Wagir - Ds. Sumberjo - Ds. Ngadireso - Ds. Poncokusumo - Ds. Pajaran - Ds. Tajinan - Ds. Jambeharjo - Ds. Ngawonggo - Ds. Tumpang - Ds. Sukoanyar - Ds. Pakis - Ds. Sidomulyo - Ds. Sidorejo - Ds. Kemantren - Ds. Gading kembar - Ds. Singosari - Ds. Wonorejo - Ds. Lawang - Ds. Sumber ngepoh - Ds. Sukodadi - Ds. Kepuharjo - Ds. Karangploso - Ds. Dau - Ds. Tegalgondo - Ds. Wonosari - Ds. Bangelan - Ds. Bululawang - Ds. Pujon Kidul - Ds. Pujon - Ds. Jombok - Ds. Waturejo - Ds. Ngantang - Ds. Kasembon - Ds. Sukosari

100 80 50 55 50 50 55 65 60 50 60 70 60 55 55 50 50 55 60 55 55 50 70 70 65 50 50 55 50 50 50 55 60 50 50

Keterangan 2x Sosialisasi Sekecamatan Se-kecamatan

Se-kecamatan bersama Tim PKK Kab Se-kecamatan

Lampiran Data

210


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No 31

Kecamatan Pagelaran

Desa/Kelurahan - Ds. Pagelaran Total Peserta

Jumlah Peserta 55 4585

Keterangan

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Tabel 47B Bantuan Corparate Social Responsibility Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No

Perusahaan

(1) 1 Indomaret

(2)

2

MNC Group dan Lotte Mart

3

Bank JATIM

4

PT Pertamina TBBM Malang Bersama UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang PT. Bank Jatim

5 6

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

7

Bank Jatim

8

PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJI)

9

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dengan Yayasan Berani Bakti Bangsa PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart)

10

Jenis Bantuan

Jumlah

(3) Gerobak Sampah

(4) Rp. -

Pembenagan Jembatan Progam Bedah Rumah Bantuan bibit tanaman langka dan tanaman buah Mobil Operasional Bencana Perangkat Laptop beserta printer dan perangkat modemnya TV LED dan Perangkatnya Tanaman produktif

Rp. -

alat bantu bagi penyandang disabilitas program pembinaan usia dini lewat

Lokasi (5) Desa Talok, Kec. Turen Wajak

3.000 Rumah 3.600 bibit

Kabupaten Malang

1

BPBD Kab. Malang

1

Pujon

10

Pasar Singosari

Pantai Ngudel

4000 Desa tanaman Seapanjang,Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang 5 Kursi Kecamatan Singosari roda 160 bola

beberapa Sekolah Sepak Bola (SSB) dan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Singosari, Pakis, dan Lawang

Lampiran Data

211


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No

Perusahaan

(1) (2) 11 PT. Otsuka Indonesia dengan Komunitas Hidroponik Malang

Jenis Bantuan

Jumlah

Lokasi

(3) Pelatihan Hidroponik untuk pemberdayaan masyarakat Pelatihan Peningkatan Produktifitas Sayur Organik Dan Produk Olahan Sayur Dana Bantuan

(4)

(5) Sekitar pabrik Lawang Kab. Malang

12

PJB UP Brantas Sutami

13

Bank BNI

14

PT. Pertamina TBBM Malang dan UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang

-

Bank BRI PT. Bentoel Group

Mobil Ambulance CPU Laptop Printer proyektor

15 16

Mesin serut

Bibit bambu petung.

Desa Sukowilangun Kec. Kalipare

unit 4000 bibit 1 unit 600 paket

Cafe Sawah, Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang 1 Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir Kab. Malang

POLRES Malang SMK Kabupaten Malang

Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

212


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 48 Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Jenis Produk Hukum

(1) 1

(2) PERATURAN DAERAH PERATURAN BUPATI MALANG

Nomor Dan Tanggal (3) Dalam proses pengesahan NOMOR 20 TAHUN 2017

3

PERATURAN BUPATI MALANG

NOMOR 21 TAHUN 2017

4

PERATURAN BUPATI MALANG

NOMOR 22 TAHUN 2017

2

Tentang (4) Pengelolaan Sampah Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengeloaan Taman Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya

Keterangan : Produk hukum yang ditetapkan tahun 2017 Sumber : Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Malang, 2017

Tabel 48A Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017

No.

LINGKUP

(1)

(2)

1

Pengelolaan Lingkungan Hidup

BENTUK PERATURAN ATAU PEDOMAN TEKNIS (3)

NOMOR DAN TANGGAL PENGESAHAN

TENTANG

(4)

(5)

Peraturan Daerah

No. 3 Tahun 2016

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan Bupati

No. 57 Tahun 2016

Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup

Peraturan Bupati

No. 51 Tahun 2016

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Lampiran Data

213


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

LINGKUP

(1)

(2)

2

Pengelolaan kebersihan / sampah

BENTUK PERATURAN ATAU PEDOMAN TEKNIS (3)

3

4

(4)

(5)

No. 7 Tahun 2012

Keputusan Bupati

No. 188.4/3243/ KEP / 35.07.103/ 2017

Keputusan Bupati

No. 180/185/ KEP / 35.07.103/ 2017

Instruksi Bupati

No. 3 Tahun 2014

Instruksi Bupati Peraturan Daerah Peraturan Daerah Peraturan Daerah Peraturan Bupati

dalam proses

Pengelolaan Sampah

No. 4 Tanggal 26 Mei 2003

Pelayanan Pengangkutan Sampah

No. 10 Tahun 2012

Pengelolaan Sampah

No. 1 Tahun 2011 No. 9 Tahun 2015

Perlindungan Pohon dan Taman

No. 11 Tahun 2003

Peraturan Bupati

No. 24 Tahun 2010

Peraturan Daerah

Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup Pengelolaan Sampah di Kabupaten Malang

No. 21 Tahun 2017

No. 21 Tahun 2017

Keputusan Bupati Peraturan Daerah

Pedoman Pelaksanaan UKL-UPL & SPPL di Kab. Malang Penetapan Perubahan Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2016-2021 Penetapan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Tahun 2017 Pengelolaan Konservasi air dan Sampah Organik Melalui Gerakan Sejuta Biopori di Wilayah Kabupaten Malang Pengeloaan Sanitasi Lingkungan Permukiman

No. 2 Tahun 2011

Peraturan Bupati

Keputusan Bupati

Pengendalian Kerusakan Lahan dan Hutan

TENTANG

Peraturan Bupati

Instruksi Bupati Peraturan Daerah Peraturan Daerah

Ruang Terbuka Hijau

NOMOR DAN TANGGAL PENGESAHAN

No. 188.45/644/KEP/421.013/ 2014 No. 180 / 247 / KEP / 421.013 / 2011 No. 2 Tahun 2012 No. 9 Tahun 2008

Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Malang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengeloaan Taman Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Pedoman Penanaman dan Penghijauan Lingkungan Hutan Kota pada Areal Pencadangan Ruang Terbuka Hijau Terminal Talangagung Kecamatan Kepanjen Penetapan Hutan Metro Sebagai Hutan Kota Pengelolaan Usaha Pertambangan ineral dan Batubara Tata Kelola Pemanfaatan dan Peredaran Kayu yang Berasal dari Hutan Hak dan/atau Tanah Milik

Lampiran Data

214


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

LINGKUP

(1)

(2)

5

6

7

8 9

Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan perairan Darat (Sungai, danau)

Pengendalian Kerusakan Pesisir, Laur dan Pulau Kecil Perlindungan Tumbuhan dan Satwa dilindungi dan endemik/ Keanekaragaman Hayati Pengelolaan Bencana Lingkungan Rencana Tata Ruang Wilayah

BENTUK PERATURAN NOMOR DAN ATAU TANGGAL PEDOMAN PENGESAHAN TEKNIS (3) (4) Peraturan No. 53 Tahun 2005 Bupati Peraturan No. 16 Tahun 2013 Daerah Peraturan No. 10 Tahun 2011 Daerah

TENTANG

(5) Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) Pengelolaan Air Tanah Pengelolaan Sumber Daya Air Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Pengelolaan Resapan dan Tangkapan Air Berkelanjutan

Peraturan Bupati

No. 22 Tahun 2017

Peraturan Bupati

No. 8 Tahun 2015

Peraturan Daerah

No. 3 Tahun 2010

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang

Peraturan Daerah

No. 3 Tahun 2011

Cagar Budaya

Peraturan Daerah

No. 4 Tahun 2011

Penanggulangan Bencana

Peraturan Daerah

No. 3 Tahun 2010

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang

Keterangan : Sumber : Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

215


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 49 Anggaran Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Sumber Anggaran

Anggaran Tahun 2016 (4)

Peruntukan Anggaran (3)

(1) (2) Dinas Lingkungan Hidup 1 APBD Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

2

Anggaran Tahun 2017 (5)

331.753.700

11.273.915.200 3.568.749.200

APBD

-Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan

38.382.800

APBD APBD

-Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan - Peningkatan Operasi dan Pemelidaraan Sarana Prasarana

26.638.700

APBD APBD

-Pengembangan Teknologi Pengolahan Sampah -Peningaktan Peran Serta Masyarakat dalam pengelolaan persampahan

DAK

-Penyediaan Prasaran dan Sarana Pengelolaan Persampahan (DAK)

181.500.000

APBD

-Penyediaan Prasaran dan Sarana Pengelolaan Persampahan (Pendamping DAK)

27.225.000

APBD

Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

APBD APBD APBD

-Koordinasi Penilaian Kota Sehat/ Adipura -Pemantauan Kualitas Lingkungan -Pengawasan Pelakasnaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup

APBD APBD APBD

-Pengelolaan B3 dan Limbah B3 -Pengkajian Dampak Lingkungan -Peningkatan Peringkat Kerja Perusahaan (Proper) -Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

324.585.000 475.000.000 150.000.000

-Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup -Pembangunan / Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan,Saluran Air Limbah,Sanitasi dan Air Bersih -Pengembangan dan Pembinaan Kapasitas Sumber Daya -Koordinasi Penyusunan AMDAL -Pemantauan Kualitas Lingkungan (DAK) -Pemantauan Kualitas Lingkungan (Pendamping DAK)

899.314.000

APBD APBD APBD APBD APBD DAK APBD

5.606.454.700

58.007.200

1.719.986.300 378.725.000

6.508.597.147

6.508.597.147

299.175.000 644.417.600 110.250.000

388.527.000 1.350.000.000 317.530.000

100.000.000

1.767.628.000 100.000.000 220.000.000 767.578.727

Lampiran Data

216

575.000.000 61.013.147


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1)

Sumber Anggaran (2) DAK APBD APBD

-Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup

531.880.500

DAK

-Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup (DAK)

215.000.000

APBD

-Peningkatan Peran serta masyarakat dalam pengadilan lingkungan hidup (pendamping DAK)

APBD

-Pembangunan / Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan,Saluran Air Limbah,Sanitasi dan Air Bersih

766.286.500

APBD

-Pengembangan dan Pembinaan Kapasitas Sumber Daya -Penerapan manajemen limbah industri hasil tembakau yang mengacu kepada analisis dampak lingkungan (AMDAL) -Penetapan kawasan tanpa asap rokok dan pengadaan tempat khusus untuk merokok di tempat umum Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam

200.000.000

APBD

APBD

3

APBD APBD

-Konservasi Sumberdaya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-sumber Air

APBD APBD APBD

-Pengendalian Dampak Perubahan Iklim -Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan -Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA -Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA -Konservasi Sumberdaya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-sumber Air (DAK)

APBD DAK APBD

APBD 4

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 422.670.000

Peruntukan Anggaran (3) -Koordinasi Penilaian Kota Sehat/ Adipura ( DAK) -Koordinasi Penilaian Kota Sehat/ Adipura (Pendamping DAK)

APBD

APBD APBD

-Konservasi Sumberdaya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-sumber Air (Pendamping DAK) Peningkatan Peran serta masyarakat dalam perlindungan dan konservasi SDA

880.331.500

1.329.990.000

2.267.000.000

501.990.000

1.561.518.000 355.482.000 300.000.000 50.000.000

345.130.000 422.870.000 52.500.000

60.000.000

Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup -Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan

235.979.500

494.629.000

85.738.500

344.629.000

-Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan

150.241.000

150.000.000

Lampiran Data

217


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

(1)

(2)

Dinas Kehutanan 1 APBD

2

APBD APBD APBD APBD

APBD

Program/ Kegiatan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan

50.145.000

-Pendamping Kelompok Usaha Perhutanan Rakyat Program/ Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan -Pembuatan Bibit / Benih Tanaman Kehutan -Pengembangan Hutan Rakyat dan Pengkaryaan Vegetatif

50.145.000

-Penghijauan Lingkungan (Lahan Fasilitas Umum, Fasilitas Sosial serta hamparan lahan kosong) -Pembangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) berupa Dam Pengendalian /Dam Penahan/ Pengendali Jurang/ Embung Air / Teras

3.113.740.065 95.000.000 190.340.000 1.126.725.000

41.855.000

APBD

-Penyusunan Rencana Pengelolaan Rehabilitas Hutan dan Lahan

20.000.000

APBD DAK

-Pengembangan dan Pemeliharaan Hutan Kota -Penghijauan Lingkungan (Lahan Fasilitas Umum, Fasilitas Sosial serta hamparan lahan kosong (DAK) -Penghijauan Lingkungan (Lahan Fasilitas Umum, Fasilitas Sosial serta hamparan lahan kosong (Pendamping DAK)

65.145.000

APBD

DAK

Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat dan Pengkayaan Vegetatif (DAK)

DAK

Kegiatan Pembangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) berupa Dam Pengendali / Dam Penahan / Dam Pengendali Jurang / Embung Air/ Teras (DAK) Kegiatan Pengembangan dan Pemeliharaan Hutan Kota (DAK)

171.145.000

APBD

Program /Kegiatan Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan

534.985.000

APBD

-Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

70.000.000

APBD

-Penyuluhan kesadaran Masyarkat Mengenai Dampak Kebakaran Hutan

55.000.000

APBD

-Konservasi Daerah Tangkapan Air

45.145.000

DAK 3

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 11.681.149.154 20.544.141.347

Peruntukan Anggaran (3) Total Badan Lingkungan Hidup/Dinas Lingkungan Hidup (2017)

1.270.530.065

133.000.000

Lampiran Data

218


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1) 4

Sumber Anggaran (2) APBD APBD

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 30.000.000 400.680.000 400.680.000

Peruntukan Anggaran (3) -Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Program /Kegiatan Pengembangan Usaha Kehutanan dan Peran Serta Masyarakat

APBD

-Perencanaan dan pengembangan Hutan kemasyarakatan

210.647.000

APBD

-Peningkatan peran serta masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

190.033.000

DAK

Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (DAK)

364.480.000

Total Dinas Kehutanan Dinas Kelautan dan Perikanan 1 APBD Program Peningkatan Pengawasan, Pengendalian dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan APBD -Pembinaan Pengawasan, Pengendalian dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan 2

3

4.099.550.065

400.680.000

35.903.000

35.903.000

APBD

Program Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

24.230.000

57.201.000

APBD

-Pemberdayaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

24.230.000

57.201.000

DAK

-Penyediaan dan pengembangan sarna dan prasarana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan pulau-pulau Kecil (DAK)

APBD

-Penyediaan dan Pengembangan sarna dan Prasarana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan pulau-pulau Kecil (Pendamping DAK) -Program Peningkatan Pengawasan, Pengendalian dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan -Pembinaan Pengawasan, Pengendalian dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

APBD

APBD

Total Dinas Kelautan dan Perikanan / Dinas Perikanan (2017) Dinas Kesehatan 1 APBD APBD APBD 2 APBD APBD APBD

Program Pengembangan Lingkungan Sehat -Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat -Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat Program Upaya Kesehatan Masyarakat -Penyelenggaran Penyehatan Lingkungan -Peningkatan Kesehatan Masyarakat

27.748.000

27.748.000 60.133.000

84.949.000

297.842.000 28.275.000 269.567.000 794.874.450 335.300.000 459.574.450

785.102.000 365.535.000 419.567.000

Lampiran Data

219


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

(1) 3

(2) APBD APBD

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 526.949.750

Peruntukan Anggaran (3) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat -Pengembangan Media Promosi dan Informasi Hidup Sehat

368.474.750

APBD

-Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat Total Dinas Kesehatan Dinas Pengairan / Dinas Pekerjaan Umum dan Sumberdaya Air (2017) 1 APBD Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konversi Sungai, Danau dan Sumberdaya Air Lainnya APBD -Pemeliharaan & Rehabilitasi Embung & Bangunan Penampung Air lainnya -Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sungai, Danau dan Sumberdaya Air Lainnya

APBD APBD

785.102.000

1.287.222.500

2.341.006.000

1.270.496.500 1.287.222.500

1.070.509.500

Program Pengendalian Banjir -Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir

634.431.000

584.020.120

APBD

-Pengendalian Banjir Pada Daerah Tangkapan air dan Badan Badan Sungai

634.431.000

584.020.120

3

APBD APBD

Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku -Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air

174.936.500 174.936.500

152.576.600 152.576.600

4

APBD

Program Pengembangan dan Pengelolaan Sungai, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya

1.131.879.250

17.789.437.980

APBD APBD APBD APBD

-Pemberdayaan Petani Pemakai Air -Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi -Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi -Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi yang telah Dibangun

1.131.879.250

1.325.000.000 1.991.390.000 4.616.104.680 2.896.873.000

APBD DAK

-Pemberdayaan Petani Pemakai Air -Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi (DAK) TOTAL Dinas Pengairan / Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (2017)

2

APBD

158.475.000 1.619.666.200

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 1 APBD Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan APBD

-Sosialisasi Regulasi Mengenai Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C

1.163.879.000 5.796.191.300 3.228.469.250

57.170.000 25.000.000

Lampiran Data

220

20.867.040.700


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 32.170.000

Peruntukan Anggaran (3) -Monitoring Pengendalian Kegiatan Pembangunan Bahan Galian C

(1)

(2) APBD

2

APBD

Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Pertambangan Rakyat

95.550.000

APBD

-Pengawasan Penertiban Kegiatan Pertambangan Rakyat

27.550.000

APBD

-Pembayaran Peta Daerah Rawan Bencana Alam Geologi

40.000.000

APBD

-Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan Rakyat

APBD APBD

-Percontohan Reklamasi Areal Bekas Tambang Program Pembinaan dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi

28.000.000 66.000.000

APBD

-Pembinaan dan Sosialisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan)

47.000.000

APBD

-Pembangunan /Pembuatan Konstruksi Energi Baru Terbarukan

APBD APBD

-Perencanaan Kampung Mandiri Energi Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

4

APBD APBD APBD

Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku -Pembangunan Sumur-Sumur Air Tanah -Pembinaan di Bidang Air Tanah Bagi Masyarkat dan Pengusaha

5

APBD

3

19.000.000 346.559.000 346.559.000

Program Pengembangan, Pengelolaan dan 79.056.650 Konversi Sungai, Danau dan Sumberdaya Air Lainnya APBD -Pengawasan Ijin Pemanfaatan Air Tanah APBD -Pendataan dan Penertiban Pemanfaatan Air Tanah APBD Peningkatan Konservasi Air Tanah 79.056.650 TOTAL Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 644.335.650 0 Dinas Pertanian dan Perkebunan / Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (2017) 1 APBD Program Peningaktan Kesejahteraan Petani 280.304.100 4.386.540.999 APBD -Peningkatan Sistem Insentif dan Disinsentif 3.197.645.000 Bagi Petani / Kelompok Tani DAK

-Peningkatan Sistem Insentif dan Disinsentif Bagi Petani / Kelompok Tani (DAK)

APBD

-Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya

845.908.399 112.825.000 Lampiran Data

221

110.066.300


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

(1)

(2) APBD

2

APBD

Pertanian -Penelitian dan Pengembangan Teknologi Budi Daya Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian / Perkebunan)

APBD

-Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi & Palawija

APBD APBD

- Pengembangan Pertanian Pada Lahan Kering - Penelitian dan pengembangan teknologi budi daya -Peningkatan Produksi, Produktifitas dan Mutu Produk Perkebunan, Produk Pertanian

APBD 3

Peruntukan Anggaran (3)

APBD

Program Peningkatan produksi pertanian / perkebunan

APBD

- Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan

APBD

-Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat Guna

Anggaran Tahun 2016 (4)

Anggaran Tahun 2017 (5) 232.921.300

450.490.000

1.481.015.600 218.755.000

450.490.000 167.479.100

991.349.300

270.911.300 181.811.300

181.811.300

TOTAL Dinas Pertanian dan Perkebunan / Dinas 730.794.100 6.049.367.899 Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (2017) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang / Dinas Perumahan, Kawasan permukiman dan Cipta Karya (2017) 1 APBD Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan 12.204.273.598 Persampahan APBD

-Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan

3.709.413.389

APBD

-Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sarana Persampahan

5.185.911.209

APBD

-Pengembangan teknologi Pengelolaan Persampahan -Pengembangan teknologi Pengelolaan Persampahan (Bantuan Provinsi)

3.020.604.000

Bantuan Provinsi APBD Bantuan Provinsi

-Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan

288.345.000

-Penyediaan Prasarana dan sarana Pengelolaan persampahan (bantuan provinsi)

2

APBD APBD

Program Pemanfaatan Ruang -Fasilitas Peningkatan Peranserta Masyarakat dalam pemanfaatan Ruang

3

APBD

Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong

169.478.000 169.478.000 4.366.473.000

Lampiran Data

222

5.927.930.000


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

(1)

(2) APBD

4

APBD APBD

5

APBD APBD APBD APBD

6

Bantuan Provinsi APBD APBD APBD APBD APBD

APBD 7

8

Peruntukan Anggaran (3) -Pembangunan Saluran Drainase / Goronggorong Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang -Fasilitas Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengendalian pemanfaatan Ruang -Pengawasan Pemanfaatan Ruang Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) -Pemeliharan RTH -Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengelolaan RTH

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 4.366.473.000 5.927.930.000 1.957.458.000 149.336.000

1.977.137.000 205.510.000

1.808.122.000 12.317.521.500

1.771.627.000 10.857.977.820

9.237.464.000 80.057.500

10.857.977.820

- Pemeliharaan RTH (Bantuan Provensi)

3.000.000.000

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

3.904.924.540

5.721.103.660

76.796.000

4.919.283.000 119.641.500

132.775.540

197.541.460

1.751.037.000

484.637.700

-Penyediaan Prasarana & Sarana Air Limbah -Fasilitas Pembinaan Teknik Pengelolaan Air Limbah -Fasilitas Pembinaan Teknik Pengelolaan Air Minum -Perencanan dan Pengawasan teknik pemberdayaan prasarana dan saluran Air Bersih dan PLP -Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Limbah (pendamping DAK)

1.944.316.000

APBD DAK

Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan -Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Pedesaan (DAK)

24.481.633.456 14.398.664.456

9.537.682.700 3.648.197.000

APBD

-Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Pedesaan (Pendamping DAK)

5.445.394.200

5.889.485.700

Bantuan Provinsi

-Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Pedesaan (Bantuan Provinsi)

4.637.574.800

APBD APBD

Program Lingkungan Sehat Perumahan -Penyuluhan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan Sehat Perumahan

TOTAL Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Bina Marga / Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga 1 APBD Program Pembangunan Turap/Talud /Brojong APBD -Perencanaan Turap/Talud/Brojong APBD -Pembangunan Turap/Talud/Brojong

100.000.000 100.000.000 59.401.762.094

34.121.831.180

3.221.895.000 107.300.000 3.007.575.000

5.695.980.000 172.000.000 5.351.960.000

Lampiran Data

223


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No.

Sumber Anggaran

Peruntukan Anggaran (3) -Pengawasan Teknik Pembangunan Turap/Talud/Brojong

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 107.020.000 172.020.000

(1)

(2) APBD

2

APBD

Program Pengelolaan Pelengkap Jalan & Penerangan Umum

480.970.000

APBD APBD APBD APBD APBD

-Pengelolaan Pohon Tepi jalan -Pembangunan Drainase/Trotoar -Rehabilitasi / Pemeliharaan Drainase / Trotoar -Pengelolaan Pohon Tepi Jalan -Perencanaan Pembangunan Pelengkap Jalan & Penerangan Jalan Umum

480.970.000

-Pengawasan Pembangunan TOTAL Dinas Bina Marga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 1 APBD Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternkan

20.887.310.000 20.357.260.000 1.481.690.000 1.237.270.000

APBD

3.416.062.500

1.750.200.000

-Pengelolaan Hasil dan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan

APBD

- Pembelian dan Pendistribusian Vaksin dan Pakan Ternak

1.656.012.500

APBD

- Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Peternakan - Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Peternakan (Bantuan Provinsi)

1.760.050.000

DAK APBD 2

3.702.865.000

1.206.160.000 50.865.670.000

APBD

APBD

APBD

45.169.690.000

1.750.200.000

- Peningkatan Produksi Hijauan Pakan Ternak (DAK) - Peningkatan Produksi Hijauan Pakan Ternak (Pendamping DAK) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan

1.483.809.000

-Pengadaan Sarana & Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna

1.483.809.000

TOTAL Dinas Peternakan Badan Perumahan 1 APBD Program Lingkungan Sehat Perumahan APBD - Penyuluhan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan Sehat Perumahan TOTAL Badan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) 1 APBD Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA Sumber Daya Alam

3.416.062.500

3.234.009.000

26.837.500 26.837.500 26.837.500 275.000.000 Lampiran Data

224

0


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1)

2

3

Sumber Anggaran (2) APBD APBD APBD

Peruntukan Anggaran (3) -Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Program Perencanaan Pengembangan Kota-kota Menengah dan Besar

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 75.000.000 200.000.000 250.000.000 206.575.000

APBD

Koordinasi perencanan air minum, drainase dan sanitrasi perkotaan

APBD

Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam

371.275.000

APBD

-Perencanaan dan Penyusunan Program Pembangunan Pengendalian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

371.275.000

TOTAL BAPPEDA Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah 1 APBD Program Penelitian dan Pengembangan APBD Penelitian /Kajian /Studi / Analisa Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup

250.000.000

206.575.000

525.000.000

577.850.000

56.015.000

125.000.100 125.000.100

56.015.000

125.000.100

125.000.000

338.995.000

50.000.000

100.000.000 148.995.000

75.000.000

90.000.000

Program Mitigasi Bencana -Mitigasi Struktural -Mitigasi Non Struktural TOTAL Badan Penanggulangan Bencana Derah 125.000.000 Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan / Dinas Ketahanan Pangan 1 APBD Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 192.642.600 APBD - Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan 192.642.600 Pelaku Agribisnis

204.860.000 100.000.000 104.860.000 543.855.000

TOTAL Badan Penelitian dan Pengembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 APBD Program Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat / Program Pencegahan dan Kesiap Siagaan Penanggulangan Bencana Alam APBD APBD

-Rencana Pengurangan Resiko Bencana Pemberdayaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana

APBD

-Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Sekolah (PENA Sekolah)

2

APBD APBD APBD

2

APBD

Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian / Perkebunan)

903.854.200

1.331.936.500

APBD APBD

Penanganan Daerah Rawan Pangan Pemanfaatan Pekarangan Untuk Pengembangan Pangan

236.978.500 289.925.000

805.935.000

Lampiran Data

225


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

No. (1)

Sumber Anggaran (2) APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Anggaran Anggaran Tahun Tahun 2016 2017 (4) (5) 27.594.400 101.685.000 95.705.400 151.965.900

Peruntukan Anggaran (3) Pengembangan Desa Mandiri Pangan Pengembangan Lumbung Pangan Desa Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Penyuluhan Sumber Pangan Alternatif -Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan) -Pengembangan Cadangan Pangan Daerah -Pengembangan Desa Mandiri Pangan -Pengembangan Lumbung Pangan Desa -Pengembangan Pangan Lokal TOTAL Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan

1.096.496.800

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 1 APBD Program Pengembangan Daerah Pariwisata APBD -Peningkatan Pembangunan Sarana & Prasarana Pariwisata

900.000.000 900.000.000

TOTAL Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bagian Administrasi Sumber Daya Alam 1 APBD Program Pengendalian Perencanaan & Perusakan Lingkungan Hidup APBD

118.467.500 89.359.000 233.625.000 84.550.000 1.331.936.500

900.000.000 76.282.200

-Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup

76.282.200

TOTAL Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat 1 APBD Program Pengembangan Lingkungan Sehat APBD -Sosialisasi Kebijakan Lingkunga Sehat TOTAL Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Total Anggaran untuk pengelolaan lingkungan hidup

76.282.200 118.070.400 118.070.400 118.070.400 90.414.136.313

140.625.785.326

Keterangan : Hasil perhitungan APBD Perubahan Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2017 Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

226


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 49A Anggaran Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 NO

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

(1) 1 2 3 4 5 6

(2) Dinas Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan Dinas Kelautan Dinas Kesehatan Dinas Pengairan / Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

7

Dinas Pertanian dan Perkebunan / Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan

8

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang / Dinas Perumahan, Kawasan permukiman dan Cipta Karya Dinas Bina Marga / Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Badan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan / Dinas Ketahanan Pangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat TOTAL

ANGGARAN 2016 2017 (3) (4) 11.681.149.154 20.544.141.347 4.099.550.065 0 60.133.000 84.949.000 1.619.666.200 785.102.000 3.228.469.250 20.867.040.700 644.335.650 0 730.794.100

6.049.367.899

59.401.762.094

34.121.831.180

3.702.865.000 3.416.062.500 26.837.500 525.000.000 56.015.000 125.000.000

50.865.670.000 3.234.009.000 0 577.850.000 125.000.100 543.855.000

1.096.496.800

1.331.936.500

0 0 0

900.000.000 76.282.200 118.070.400

90.414.136.313 140.225.105.326

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

227


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 49B Anggaran Belanja Langsung Program/Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 NO (1) I 1 II 1

2

3 4 5

6

PAGU

Program Kegiatan

Rp (3) 9.193.716.912 9.193.716.912 21.645.129.824 708.104.677 164.400.000 6.600.000 90.020.000 49.200.000 50.472.677 17.745.000 1.694.000 91.260.000 16.100.000 1.500.000 33.570.000 99.870.000 85.673.000 208.185.800 96.000.000 10.626.000 86.509.800 15.050.000 50.000.000 50.000.000 35.000.000 35.000.000 99.698.000

(2) BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Pegawai BELANJA LANGSUNG Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyedia Jasa Surat Menyurat 2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 4 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 5 Penyediaan Alat Tulis Kantor 6 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 7 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 8 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 9 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang - undangan 10 Penyediaan Bahan Logistik Kantor 11 Penyediaan Makanan dan Minuman 12 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 13 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 Pengadaan Mebeleur 2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor Program Peningkatan Disiplin Aparatur 1 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 1 Pendidikan dan Pelatihan Formal Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD 2 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran 3 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 1 Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan 2 Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan 3 Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan 4 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan Lampiran Data

98.000.000 594.000 1.104.000 11.273.915.200 3.568.749.200 5.606.454.700 1.719.986.300 378.725.000 228


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

NO (1) 7

8

9

PAGU

Program Kegiatan (2) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1 Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura 2 Pemantauan Kualitas Lingkungan 3 Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 4 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 5 Pengkajian Dampak Lingkungan 6 Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 7 Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 8 Koordinasi Penyusunan AMDAL 9 Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup 10 Pemantauan Kualitas Lingkungan (DAK) 11 Pembangunan / Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan, Saluran Air Limbah, Sanitasi dan Air Bersih 12 Pengembangan dan Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1 Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumbersumber Air 2 Pengendalian Dampak Perubahan Iklim 3 Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan 4 Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 1 Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan Hidup 2 Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan Jumlah

Rp (3) 6.508.597.147 388.527.000 1.350.000.000 317.530.000 324.585.000 475.000.000 150.000.000 100.000.000 575.000.000 899.314.000 61.013.147 1.767.628.000 100.000.000 2.267.000.000 1.561.518.000 355.482.000 300.000.000 50.000.000 494.629.000 344.629.000 150.000.000 30.838.846.736

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

229


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 50 Jumlah Personil Lembaga Pengelola Lingkungan Hidup Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No.

Tingkat Pendidikan

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

(1) 1 2 3 4 5 6 7

(2)

(3) 1 11 14 0 77 34 26 163

(4) 0 7 8 1 5 1 0 22

(5) 1 18 22 1 82 35 26 185

Doktor (S3) Master (S2) Sarjana (S1) Diploma (D3/D4) SLTA SMP SD TOTAL Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

230


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 50A Jumlah Personil Honorer (Pegawai Tidak Tetap) Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No 1 2 3 4 5 6 7 8

Unit Dinas Lingkungan Hidup UPT Singosari UPT Tumpang UPT Bululawang UPT Turen UPT Kepanjen UPT Pagak UPT Pujon Jumlah Total

Pendidikan SMA SMP

S1

D3

SD

12

2

9

1

2

1 1 14

2

6 2 3 1 6 4 31 144

10 4 8 4 13 4 8 52

5 5 4 1 25 1 2 45

Keterangan : Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang, 2017

Lampiran Data

231


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 51 Jumlah Staf Fungsional Lingkungan Hidup dan Staf yang Telah Mengikuti Diklat Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No (1)

1

Nama Instansi (2)

Dinas Lingkungan Hidup

Staf Fungsional Jabatan Fungsional (3) Pengelola Informasi Lingkungan Pengumpul Data Dampak Lingkungan Analis Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Pengelola Data Penanganan Sampah Petugas Lapangan Pengumpul Data Penanganan Limbah B3 Pengelola Pemeliharaan Konservasi Lingkungan Dan Kawasan Konservasi Penyusun Program Pengawasan Prasarana Wilayah Dan Lingkungan Hidup Pengadministrasi Pengawas Lingkungan

Laki laki (4) 1

Perempuan (5)

1

Staf Yang Sudah Mengikuti Diklat LakiPerempuan laki (6) (7) 1

1 1

1

1 1

2 1 1

1

1 1

8 Total

3

3

11

4

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 2017

Lampiran Data

1

232


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 52 Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten/Kota : Kabupaten Malang Tahun Data: 2017 No Uraian (1) (2) 1 Pertanian, kehutanan dan Perikanan 2 Pertambangan dan Penggalian 3 Industri Pengolahan 4 Pengadaan Listrik dan Gas 5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 6 Konstruksi 7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 8 Transportasi dan Pergudangan 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 10 Informasi dan Komunikasi 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 12 Real Estat 13 Jasa Perusahaan 14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 15 Jasa Pendidikan 16 Jasa kesehatan dan Kegiatan Sosial 17 Jasa Lainnya Produk Domestik Regional Bruto / Gross Regional Domestic Product Produk Domestik Regional Bruto Tanpa Migas/ Gross Regional Domestic Product Non Oil and Gas

Keterangan : * Angka Sementara Sumber : Kabupaten Malang Dalam Angka, 2017

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2012 (5) 9.587,98 1.146,01 15.792,45 45,63 53,97 6.353,81 10.025,61 540,99 1.647,50 2.211,40 839,78 729,28 181,42 1.099,03 1.230,72 280,41 1.030,83 52.796,82

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

52.796,51 Rp

2013 (6) 10.650,21 1.213,72 17.202,31 46,23 60,34 7.317,16 11.178,81 642,83 1.798,46 2.476,90 1.001,56 810,27 206,05 1.212,01 1.417,03 323,03 1.117,84 58.674,74

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

58.674,37 Rp

2014 (7) 11.988,22 1.382,53 19.775,36 50,89 64,31 8.341,06 12.203,55 749,13 2.042,58 2.645,78 1.131,16 863,02 235,49 1.254,64 1.601,89 374,46 1.249,92 65.930,89

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

65.930,50 Rp

2015* (8) 13.259,14 1.509,31 22.298,08 55,65 71,72 9.327,05 13.647,00 862,50 2.341,77 2.934,70 1.267,03 999,47 267,42 1.040,97 1.776,97 413,74 1.405,41 73.841,93

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2016** (9) 14.326,37 1.605,64 24.784,73 61,33 79,66 10.489,98 15.265,00 952,23 2.670,24 3.241,04 1.413,68 1.090,87 298,34 1.541,67 1.959,07 449,92 1.546,33 81.789,10

73.841,52 Rp

81.788,68

**Angka Sangat Sementara

Lampiran Data

233


LAMPIRAN DATA DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Tabel 53 Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten : Malang Tahun Data : 2017 No Uraian (1) (2) 1 Pertanian, kehutanan dan Perikanan 2 Pertambangan dan Penggalian 3 Industri Pengolahan 4 Pengadaan Listrik dan Gas 5 Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 6 Konstruksi 7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 8 Transportasi dan Pergudangan 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 10 Informasi dan Komunikasi 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 12 Real Estate 13 Jasa Perusahaan 14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 15 Jasa Pendidikan 16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 17 Jasa Lainnya Produk Domestik Regional Bruto / Gross Regional Domestic Product Produk Domestik Regional Bruto Tanpa Migas / Gross Regional Domestic Product Non Oil and Gas

Keterangan : * Angka Sementara Sumber : Kabupaten Malang Dalam Angka, 2017

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2012 (5) 8.689,17 1.058,45 13.742,33 48,53 48,66 5.453,85 9.091,31 486,71 1.498,83 2.112,01 712,21 673,81 163,72 952,84 1.090,71 259,42 993,57 47.075,96

Rp 47.075,69

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2013 (6) 8.969,58 1.078,54 14.168,99 51,25 51,85 5.966,27 9.657,56 535,05 1.576,26 2.360,89 796,99 714,71 174,79 971,40 1.174,54 281,70 1.041,34 49.571,72

Rp 49.571,44

2014 (7) 9.224,60 1.097,42 15.548,41 51,33 52,81 6.319,59 10.065,93 566,54 1.671,28 2.518,36 851,57 755,52 191,46 977,46 1.257,00 311,92 1.087,19 52.550,42

Rp 52.550,13

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2015* (8) 9.542,36 1.129,47 16.549,38 50,74 55,83 6.562,57 10.597,95 610,04 1.783,32 2.689,11 901,22 800,48 207,79 1.026,23 1.347,63 324,97 1.136,55 55.317,82

2016** (9) Rp 9.836,91 Rp 1.148,01 Rp 17.542,59 Rp 52,37 Rp 58,58 Rp 6.898,98 Rp 11.196,12 Rp 653,28 Rp 1.913,59 Rp 2.877,39 Rp 956,21 Rp 849,48 Rp 220,55 Rp 1.066,30 Rp 1.429,17 Rp 340,87 Rp 1.204,87 Rp 58.247,34

Rp

55.317,52

Rp 58.247,04

**Angka Sangat Sementara

Lampiran Data

234


LAMPIRAN PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

LAMPIRAN PERHITUNGAN IKLH TAHUN 2017


LAMPIRAN PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) bertujuan memberikan informasi tentang kondisi lingkungan hidup menggunakan kualitas air sungai, kualitas udara dan tutupan hutan sebagai indikator. Selain itu IKLH juga digunakan sebagai sarana untuk mengevaluasi efektivitas program-program pengelolaan lingkungan hidup. Peranan Indeks kualitas lingkungan hidup dalam pemerintahan diantaranya :  Membantu perumusan kebijakan  Membantu dalam mendisain program lingkungan  Mempermudah komunikasi dengan publik sehubungan dengan kondisi lingkungan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa urusan lingkungan hidup merupakan salah satu urusan yang diserahkan kepada daerah. Indeks kualitas lingkungan, terutama yang berbasis daerah, diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil keputusan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk menentukan arah kebijakan pengelolaan lingkungan di masa depan. Struktur IKLH terdiri dari tiga indikator yaitu Indeks Kualitas Air Sungai (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Tutupan Vegetasi atau Lahan. Ketiga indikator tersebut dianggap mempunyai tingkat kepentingan yang berbeda untuk setiap daerah dimana keseimbangan antar indikator tersebut mewakili green issues (isu hijau). Perhitungan indeks kualitas lingkungan hidup Kabupaten Malang Tahun 2017 adalah sebagai berikut :


LAMPIRAN PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

1.

INDEKS KUALITAS AIR (IKA) Perhitungan indeks untuk indikator kualitas air sungai dilakukan

berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Dalam pedoman tersebut dijelaskan antara lain mengenai penentuan status mutu air dengan metoda indeks pencemaran (Pollution Index â&#x20AC;&#x201C; PI). Menurut definisinya, PI adalah indeks pencemaran bagi peruntukan j yang merupakan fungsi dari Ci/Lij, dimana Ci menyatakan konsentrasi parameter kualitas air i dan Lij menyatakan konsentrasi parameter kualitas air i yang dicantumkan dalam baku peruntukan air j. Dalam hal ini peruntukan yang akan digunakan adalah klasifikasi mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Formula perhitungan Indeks Kualitas Air Sungai (IKA) adalah sebagai berikut :

â&#x2C6;&#x161;

(

)

(

)

Dimana : ( ) adalah nilai maksimum dari Ci/Lij ( ) adalah nilai rata-rata dari Ci/Lij Penghitungan indeks kualitas air dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Setiap lokasi dan waktu pemantauan kualitas air sungai dianggap sebagai satu sampel; 2. Hitung indeks pencemaran setiap sampel untuk parameter TSS, DO, dan COD; 3. Hitung persentase jumlah sampel yang mempunyai nilai PIj > 1 terhadap total jumlah sampel pada tahun yang bersangkutan; 4. Lakukan normalisasi dari rentang nilai 0 % - 100 % jumlah sampel dengan nilai PIj > 1 menjadi nilai indeks dalam skala 0 â&#x20AC;&#x201C; 100.


LAMPIRAN PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN MALANG TAHUN 2017

Evaluasi terhadap PIj adalah sebagai berikut : 1. Memenuhi baku mutu atau kondisi baik jika 0 < PIj < 1,0 2. Tercemar ringan jika 1,0 < PIj < 5,0 3. Tercemar sedang jika 5,0 < PIj < 10,0 4. Tercemar berat jika > 10,0 Pengukuran kualitas air sungai dilakukan secara periodik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang pada 30 titik sungai yang berada pada 6 Sub DAS Barntas. Lokasi pengambilan sampel air didesain dari hulu sampai ke hilir dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan pencemaran air di sepanjang sungai. Hasil pengukuran serta analisis indeks pencemaran dan status mutu air pada masing-masing Sub DAS tersebut adalah sebagai berikut :

Buku 2  

IKPLHD 2017

Buku 2  

IKPLHD 2017

Advertisement