TEORI PROBLEM SEEKING.pdf

Page 1

DWI INDAH NUR AINI - 19.A1.0109
DEWI SEPTYANA - 19.A1.0116

BAGAIMANATATALETAKUNTUKAREAPENGELOLADANAREAPENGUNJUNGPADA MUSEUMDIRGANTARA?

TEORISIRKULASI

Area Pengunjung

Area Pengelola

Alur Kegiatan Pengunjung

Alur Kegiatan Pengelola

Pengolahan sirkulasi pada museum dirgantara digunakan agar tidak terjadi crossing antara pengunjung dan pengelola. Maka zonasi ruang untuk memisahkan sirkulasi pengunjung dengan pengelola dapat dibedakan, untuk pengunjung dapat dipahami melalui storyline dan konfigurasi spiral. Pengolahan sirkulasi menjadi bagian dari keamanan museum.

Konfigurasi linear dapat digunakan untuk ruang-ruang penunjang maupun ruang pelengkap karena pengunjung atau pengelola dibebaskan dalam menentukan tujuan.

Sumber : Microsoft Word - 12274-WILHELME (uajy.ac.id)

TEORISIRKULASIPARKIR

Pola Parkir :

- Pola Parkir satu sisi

Pola ini diterapkan apabila ketersediaan ruang sempit.

- Pola Parkir dua sisi

Pola ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup memadai (lebar ruas > 5,6 meter).

Sumber : Dirjen Perhubungan Darat, Pedoman Teknis

Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, 1996.

- Pola Parkir Pulau

Pola ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup luas.

- Parkir Serong

Dengan cara ini mobil diparkir tegak lurus, berdampingan, menghadap tegak lurus ke lorong/gang, trotoar, atau dinding. Jenis mobil ini parkir lebih terukur daripada parkir paralel dan karena itu biasanya digunakan di tempat di pelataran parkir parkir atau gedung parkir. Sering kali, di tempat parkir mobil menggunakan parkir tegak lurus, dua baris tempat parkir dapat diatur berhadapan depan dengan depan, dengan atau tanpa gang di antara keduanya.

BAGAIMANAPENGATURANATAUPELETAKANPARKIROUTDOOR KENDARAANPADAKAWASANMUSEUMDIRGANTARA?

- Parkir Tegak Lurus

Dengan cara ini mobil diparkir tegak lurus, berdampingan, menghadap tegak lurus ke lorong/gang, trotoar, atau dinding. Jenis mobil ini parkir lebih terukur daripada parkir paralel dan karena itu biasanya digunakan di tempat di pelataran parkir parkir atau gedung parkir. Sering kali, di tempat parkir mobil menggunakan parkir tegak lurus, dua baris tempat parkir dapat diatur berhadapan depan dengan depan, dengan atau tanpa gang di antara keduanya.

- Parkir Paralel

Parkir sejajar dimana parkir diatur dalam sebuah baris, dengan bumper depan mobil menghadap salah satu bumper belakang yang berdekatan. Parkir dilakukan sejajar dengan tepi jalan, baik di sisi kiri jalan atau sisi kanan atau kedua sisi bila hal itu memungkinkan. Parkir paralel adalah cara paling umum dilakasanakan untuk parkir mobil dipinggir jalan.

mobil pengunjung

bus

Parkir Parkir Parkir pengelola

BAGAIMANA AKSESIBILITAS MUSEUM LEBIH MUDAH DIAKSES OLEH DISABILITAS?

TEORIAKSESIBILITAS

Parkir mobil disabilitas

Sumber : Klobility - Aksesibilitas untuk Penyandang Disabilitas

Aksesibilitas adalah fasilitas yang disediakan untuk semua orang dengan tujuan mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan. Pemenuhan aksesibilitas adalah hak dasar semua orang yang dibangun dengan tujuan menciptakan layanan yang adil untuk semua lapisan masyarakat.

RAMP Toilet disabilitas

BAGAIMANA CARA AGAR PENGUNJUNG MERASAKAN SUASANA MUSEUM DIRGANTARA?

Teori penyajian koleksi

- Faktor alur cerita ( Story Line) Menurut Arbi. (2012), sekumpulan dokumen atau blueprint yang menjadi acuan untuk menyusun materi museum agar dapat memiliki muatan pembelajaran dan pewarisan nilai hal ini dapat mempengaruhi terbentuknya suatu sirkulasi ruang pada bangunan museum dengan adanya metode pendekatan

- Pendekatan Konsep kronologi

Penyajian koleksi secara kronologis dari waktu ke waktu dengan menempatkan benda koleksi dan informasi pendukungnya secara berurutan sesuai alur kunjungan dan juga linier dari fase awal hingga akhir.

- Pendekatan Taksonomik Penyajian koleksi yang memiliki kesamaan jenis serta berdasarkan pada kualitas, kegunaan, gaya, periode dan pembuat.

- Pendekatan Intelektual adalah cara penyajian benda-benda koleksi museum yang memberikan informasi mengenai arti, guna dan fungsi dari benda koleksi museum

- Pendekatan Romantik adalah cara penyajian benda-benda koleksi museum yang memberikan suasana tertentu yang berhubungan dengan benda-benda yang dipamerkan

- Pendekatan Estetik adalah cara penyajian benda koleksi pada

museum yang memberikan nilai artistik yang ada pada benda koleksi museum

- Pendekatan Simbolik adalah cara penyajian benda-benda koleksi museum dengan menggunakan simbol tertentu sebagai media interpretasi pengunjung

- Pendekatan Kontemplatif adalah cara penyajian benda koleksi museum agar pengunjung dapat menciptakan imajinasi terhadap koleksi yang dipamerkan

- Pendekatan Interaktif adalah cara penyajian koleksi di museum yang dimana pengunjung dapat berinteraksi dengan koleksi. Dalam hal ini penyajian interaktif dapat memanfaatkan teknologi informasi.

Sumber : 35174-88520-1-PB.pdf (jurnal)

Menurut Dean (1996), pendekatan dalam mengatur sirkulasi

alur pengunjung dalam penataan ruang pamer museum memiliki tiga alternatif:

1. Alur yang disarankan (suggest) mengarahkan pengunjung untuk melalu jalur yang telah dipersiapkan karena dalam alur ini pengunjung masih diberi kebebasan untuk memilih jalur yang sesuai dengan keinginannya.

2. Alur yang diarahkan (directed) pengunjung tidak memiliki kebebasan dalam memilih jalur karena telah diarahkan untuk bergerak dalam satu arah sesuai dengan alur yang telah direncanakan.

3. Alur yang tidak bersturktur

Pendekatan ini memberikan kebebasan bagi pengunjung ketika berada didalam ruang, sehingga pengunjung dapat bebas bergerak tanpa harus mengikuti alur. Sumber : 35174-88520-1-PB.pdf

Penyajian koleksi / stopryline yang dipakai yaitu secara kronologis dari waktu ke waktu dengan menempatkan benda koleksi dan informasi pendukungnya secara berurutan sesuai alur kunjungan dan juga linier dari fase awal hingga akhir.

(jurnal)

TEORIDRAINASE

kolam kecil

kolam kecil yang akan dibangun ditapak bisa sekaligus menjadi pendukung lanscaping dari tapak itu sendiri.

Pengelolaan tapak yang berada dikawasan rob dengan cara menaikkan lahan bangunan yang akan dibangun. Pengoperasian

sistem penampungan air pada tapak dan juga pengolahan drainase dengan cara membuat selokan agar aliran sirkulasi air

hujan lancar.

sistem drainase yaitu pembuatan kolam kecil dan pembangunan saluran air yang mengitari sekeliling bangunan agar rob dapat teratasi

Sumber : https://rimbakita.com/banjir-rob/

AGAR
BAGAIMANA CARA MENGELOLA TAPAK YANG TERKENA ROB
DAPAT DIBANGUNSEBUAHMUSEUMDIRGANTARA?

THANK YOU

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.