Page 1

CMYK

EDISI SIANG

NO. 492/TAHUN 1 SABTU 8 SEPTEMBER 2012

TRIBUNNEWS/HERUDIN

Keluarga dan kerabat membawa peti jenazah terduga teroris Solo, Farhan Mujahid, saat tiba di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Rangon Jakarta Timur, Jumat (7/9). Farhan Mujahid dan Muchsin Sanny Permadi tewas ditembak tim Densus 88 di Solo yang diduga menjadi pelaku penembakan pos polisi.

Dimakamkan Satu Blok ● Kedua Jenazah Terduga Teroris, Farhan-Muchsin JAKARTA, TRIBUN - Kedua jenazah terduga teroris Muchsin (20) dan Farhan (19), dimakamkan berdekatan satu blok dengan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, dan pelaku bom bunuh diri lainnya yaitu Muchamad Syarif, M Syahrir, dan Syaifudin yang dimakamkan pada 9 Oktober 2009. Farhan Muhammad yang lahir 14 Nopember 1993 dan Muchsin Sanny Permadi 30 Juli 1992 dimakamkan

berdampingan di blok AA I TPU Pondok Rangon. Keduanya diberangkatkan dari RS Polri Said Sukanto menuju TPU Pondok Rangon pukul 13.30 WIB, dengan kawalan mobil patroli dan selesai dimakamkan pada pukul 14.30 WIB, Jumat (7/9). Setelah diturunkan dari mobil jenazah, kedua jenazah langsung dikeluarkan dari peti dan selanjutnya dimasukkan ke liang lahat. Selain itu, makam Muchsin dan

Farhan ini berdekatan dengan M Syarif pelaku bom bunuh diri di Masjid AdzDzikra di Mapolresta Cirebon, yang dimakamkan pada 22 April 2011 lalu. Juga tak jauh dari situ terdapat makam pelaku bom bunuh diri lainnya yaitu Muchamad Syarif, M Syahrir, dan Syaifudin yang dimakamkan pada (9/10). Sebelumnya, keluarga Muchsin Sanni Permadi siang mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk

membawa jasad anggota keluarganya sebelum dibawa ke pemakaman. Setelah dishalatkan, jenazah Muchsin langsung dibawa ke TPUPondok Ranggon Muslim datang ke rumah sakit dengan lima anggota keluarga lainnya. Mereka datang dari kediaman di Gang Haji Latif, RT03/03, Kelurahan Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur. Jenazah Muchsin dan satu orang terduga teroris lainnya, Farhan berada

di Rumah Sakit sejak Sabtu 1 September 2012. Dalam baku tembak di Solo, polisi menangkap satu terduga teroris dalam kondisi hidup yakni Bayu Setiono. Kemarin polisi menayangkan rekaman video yang berisi testimoni atau pengakuan Bayu. Bayu mengakui mereka melakukan aksi teror di Solo dan ingin menjadikan Solo seperti kerusuhan Ambon dan Poso. (tribunnews/dik)

Menagih Janji Istana soal Munir KENAPA ada ibu-ibu, anakanak, dan para orang tua dalam aksi ini,” teriak Pengacara Publik dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Sidik Bantara dalam aksi peringatan kematian 8 tahun Munir di depan Istana Merdeka, Jumat (7/9).

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Sisa seng dan rutuhan pohon yang tumbang karena angin puting beliung di Straat III.

Hujan Angin Disertai Petir ● 1 Orang Meninggal, Atap Rumah Berterbangan BALIKPAPAN, TRIBUN - Hujan deras disertai angin dan petir, Jumat (7/9) pagi di Balikpapan menelan korban jiwa. Arpah (62), warga yang bermukim Gang Segara, RT 29/2, Klandasan Ilir meninggal dunia karena kaget mendengar suara petir yang sangat keras. Kejadiannya itu berlangsung cepat. Arpah tidak sempat dilarikan ke rumah sakit, lantaran nyawanya sudah tidak tertolong. Pihak Puskesmas Klandasar Ilir yang datang ke lokasi pun tak sempat berbuat banyak. “Kami juga kaget, karena tidak ada apa-apa Bapak langsung meninggal. Tadinya Bapak duduk di kursi luar (teras rumah) tiba-tiba ada petir terdengar keras sekali. Setelah itu sudah tidak ada nafasnya,” ujar sang isteri, Siti Ama. Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono didamping Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Fanani langsung meninjau lokasi kejadian. “Kaget ada petir, kemudian meninggal. Kami sudah melakukan pemeriksaan. Tidak ada luka atau bekas

lebam di tubuh almarhum. Pihak keluarga juga menyatakan kalau almarhum memang punya riwayat penyakit jantung dan pernah terkena stroke,” kata Fanani. Sementara, akibat hujan deras disertai angin tersebut satu rumah di Jl Manunggal Bhakti RT 38 Gunungsari Ulu terkena longsor. Sedangkan beberapa atap rumah warga di Jl Strat III, Gunung Samarinda rusak karena beterbangan. Tercatat ada 8 rumah di wilayah RT 29, Gunung Samarinda rusak di bagian atapnya. Menurut Aspariansyah, warga RT 29, angin kencang yang menyebabkan atap rumah berterbangan terjadi sekitar pukul 10 pagi saat hujan sedang deras-derasnya. Saat kejadian dia tengah berada di teras rumah hendak memindahkan motornya dari terpaan hujan. Tiba-tiba ia dikejutkan terpaan angin kencang yang menyebabkan atap rumahnya dan beberapa rumah tetangganya berderak keras. (ful/aya/sar)

SERUAN Sidik itu mengacu pada Sahabat Munir yang hadir di Istana dan Kejaksaan Agung. Menurut pria yang hari ini mengenakan kaos merah bertuliskan Munir itu, para Sahabat Munir adalah golongan yang dibela pria asal Malang itu. “Mereka korban penggusuran, buruh dan orangorang yang hak asasinya dirampas,” kata Sidik. Delapan tahun berlalu dari kematian pegiat hak asasi manusia ini, tapi pelaku utamanya justru bebas. “Kalau Munir yang dikenal seluruh dunia saja mudah dilenyapkan, bagaimana dengan kita,” ujar Sidik. Maka di depan Istana, tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bekerja, para Sahabat Munir, ingin menagih janji penuntasan kematian pria yang diracun arsenik ini. Presiden SBY sempat berujar bahwa kasus Munir adalah test of our history. Tapi sewindu berjalan, sejarah itu belum jua tuntas. “Kami harap tidak ada lagi peringatan sembilan tahun, tahun ini

CMYK

ANTARA/ZABUR KARURU

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Sahabat Munir memakai topeng Munir saat menggelar aksi mengenang 8 tahun pembunuhan Munir di depan Istana Merdeka, Jakarat, Jumat (7/9).

adalah penyelesaian terakhir,” kata Sidik. Mereka mendesak Kejaksaan Agung segera mengajukan Peninjauan Kembali atas bebasnya bekas Deputi V Bidang Penggalangan Badan Intelijen Negara (BIN), Muchdi Purwoprandjono. Muchdi adalah sosok yang selama ini disebut sebagai otak pembunuhan suami Suciwati itu mendapat putusan bebas dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Desember 2008. Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini beralibi sedang berada di Malaysia saat Munir meninggal. Maka satu-satunya jalan untuk menuntaskan keadilan kasus Munir adalah Peninjauan

Kembali dari Kejaksaan Agung. Karena korps Adhyaksa belum jua tergerak untuk Peninjauan Kembali, peringatan Munir mengambil tempat pertama di Kejaksaan sebelum ke Istana. “Ini bukan hari terakhir kita datang ke sini, kita akan datangi Kejaksaan lagi sampai kasus Munir tuntas,” ujar Astri di Kejaksaan. Masih di Kejaksaan Agung, Pendiri Institut Kebajikan Publik Usman Hamid mengungkapkan kekecewaannya terhadap Jaksa Agung Basrief Arief. “Jaksa sekarang hanya peduli apa yang disenangi Presiden,” ujar dia. Ia mengenang Jaksa Agung R. Soeprapto yang dikenal tegas dan tak pandang bulu. “Kami rindu Jaksa seperti ini,” ujar dia. (tc)


CMYK

2

SABTU 8 SEPTEMBER 2012

Tribun Etam Disdik Dilarang Tangani Proyek

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO

PELEPASAN ORANG UTAN - Tiga orangutan (Pongo pygmaeus) yang ditemukan di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Surya Hutani Jaya (SHJ) dan Sumalindo Hutani Raya (SRH) pada 2 September lalu, akhirnya dilepasliarkan di Taman Nasional Kutai (TNK), Kutai Timur, Jumat (7/9). Pelepasan juga dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Tiga orangutan yang dilepas ini terdiri dari induk, bayi dan remaja.

SAMARINDA, TRIBUN - Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda dilarang menangani proyek dan harus fokos pada masalah pendidikan. Demikian dikatakan Walikota Samarinda Syaharie Jaang usai melantik 133 pejabat eselon II, III dan IV di rumah jabatan Walikota Samarinda di Jl S Parman, Jumat (7/9). “Harapan kita, khusus di bidang pendidikan, jangan mengerjakan hal - hal yang lain. Penggunaan Bosda, pelaksanaannya, apa - apa yang saat sekarang menjadi catatan, masalah keuangan, masalah adminitrasi dan lain sebagainya yang menjadi catatan BPK. Kalau nanti ada proyek, tidak sempat memikirkan anak sekolahan. Kebijakan saya tidak boleh, supaya fokus ke hal pendidikan lah. Hal teknis, biarkanlah di instansi lain,” tegas Jaang. Selain itu, Jaang juga menyinggung, ada anggapan dan kesan negatif terhadap jabatan staf ahli Walikota sebagai jabatan “buangan” atau masuk kotak tidak benar, karena penempatan seorang pejabat berdasarkan kebutuhan organisasi. Ini terbukti setelah beberapa waktu lalu Roby Hartono dilantik sebagai kepala Disperindag, dan mutasi kali ini giliran staf ahli walikota Ali Fitri Noor dilantik jadi kepala Badan Litbang dan Diklat. “Selalu saya katakan setiap pelantikan, mutasi pejabat ini bukan karena kesalahan. Untuk kali ini, selain mengisi jabatan yang kosong ditinggal pensiun, juga adanya evaluasi serta penyegaran,”katanya Adapun pejabat yang baru dilantik kemarin diantaranya, Ibnu Arabi sebagai Kepala Disdik, Ali Fitri Noor - Kepala Litbang dan Diklat, Nurul Muminayati - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, Ahmad Ramli - sekretaris Disdik, Erham Yusuf - Sekretaris Kesbang Linmas, dr Slamet Soebagio Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan, Yulijar Nur - Kabag Penatausahaan Keuangan Setkot, Didik Purwanto - Lurah Teluk Lerong Ulu. Kepada pejabat yang dilantik, Walikota berharap bisa menjalankan amanah yang diberikan, cepat menyesuaikan diri dan terus belajar. “Termasuk kepala Disdik supaya konsentrasi kepada pengembangan SDM, karena investasi SDM tidaklah suatu yang sederhana. Begitu pula administrasi BOSDA sesuai dengan waktunya. Kita semua berdiri di sini karena guru,”kata Jaang.(dep)

Usut Tuntas Rekening Jumbo! ● Sikap BEM Unmul soal Temuan BPK SAMARINDA, TRIBUN Berbeda dengan pihak Rektorat yang membantah adanya kesalahan atas hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2010 terkait item penerimaan pendidikan dan non pendidikan Unmul yang tidak disetorkan ke rekening Rektor senilai Rp 239,54 miliar. Mahasiswa Unmul yang diwakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)-nya meminta aparat hukum untuk segera mengusutnya. Pasalnya menurut mahasiswa, jika itu sudah berdasarkan hasil audit dan dilampirkan sebagai temuan pelanggaran oleh BPK, maka itu adalah bukti pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak rektorat selama ini dalam mengelola keuangan Unmul. Sehingga tak ada kata lain selain mengusut dan menyeretnya ke hukum, supaya diproses dan dihukum yang telah menyelewengkannya. “Yang diungkap BPK itu, ya itulah yang kami suarakan kemarin-kemarin itu, sampaisampai kami pernah menduduki rektorat. Nah sekarang sudah jelas BAKN DPR mengungkapnya ke publik, artinya itulah perilaku rektorat Unmul dalam mengelola keuangan kami. Kan tidak kata lain untuk tidak transparansi dan tidak jelasnya pengelolaan keuangan itu selain mengusutnya,” kata Suharman, Presiden BEM Unmul, Jumat (7/9). Dikatakannya, seandainya BAKN DPR tak mengungkapkannya ke publik, mungkin Rektorat tak sibuk melakukan klarifikasi. Terkesan hanya membiarkan pelanggaran yang nyata-nyata sangat merugikan mahasiswa tersebut. “Kami terus terang sedikit tersenyum ketika membaca di media, kami rektorat transparan

dalam mengelola keuangan. Mananya yang transparan? Kami waktu dulu minta detaildetailnya tak pernah mereka transparan. Nah sekarang ketika terungkap hasil BPK itu, baru lah mereka menyebut diri transparan. Apa itu bukan bentuk akal-akalan mereka saja,” ujarnya. Dan itu baru keuangan di tahun 2008-2010, belum tahun 2011-2012. Beberapa kali pula BEM meminta transparansi pengelolaan dan penggunaan anggaran itu, tak pernah pihak rektorat memberikannya. Padahal mahasiswa yang diwakili BEM hanya menginginkan agar pengelolaan keuangan Unmul itu benar-benar tepat sasaran, dan dapat dirasakan oleh seluri civitas akademika Unmul. “Yang jelas, beberapa waktu ke depan kami akan tunggu respon aparat hukum untuk mengusutnya. Kalau tidak, maka kami BEM dan ratusan mahasiswa Unmul lainnya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa, meminta temuan BPK itu agar segera diusut tuntas sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” tandasnya. Seperti diberitakan, Rektor Unmul Prof DR Zamruddin Hasid melalui tim tindaklanjut temuan BPK menyampaikan klarifikasi atau bantahan atas hasil temuan BPK RI tahun 2010 terkait item penerimaan pendidikan dan non pendidikan Unmul yang tidak disetorkan ke rekening rektor senilai Rp 239,54 miliar. Dikatakan dengan tegas, jika temuan itu murni hanyalah kesalahan administrasi, bukannya ada penyimpangan atau pun disebutkan rekening jumbo. Dan pihak Unmul sudah melakukan klarifikasi dan perbaikannya sejak 2011 lalu. (aid)

TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE

Acara nonton bareng dan diskusi memperingati sewindu meninggalnya Munir di Fakultas Hukum Unmul Samarinda.

Putar Film ”Janda Munir” ● Peringatan Sewindu Munir di Fakultas Hukum Unmul SAMARINDA, TRIBUN - Untuk memperingati 8 tahun atau sewindu meninggalnya aktifis Hak Azazi Manusia (HAM) Munir, Forum Pelangi Indonesia Kaltim dan Fakultas Hukum Unmul mengadakan acara nonton bareng film dokumenter berjudul “Janda Munir” dan diskusi di Fakultas Hukum Unmul, Jumat (7/9). Hadir sebagai pembicara dalam acara bertema “Menolak Lupa Problem HAM di Sekitar Kita” antara lain, Herdiansyah Hamzah, Roedy Haryo Widjono AMZ, Merah Johansyah Ismail, Hafizurrahman Danang.

Menurut Ketua Panitia acara, Kahar Al Bahri, pemilihan film dokumenter berjudul “Janda Munir” adalah untuk menginspirasi penonton bahwa untuk mendapatkan suatu kebenaran manusia tidak bisa berhenti untuk berjuang. Melalui peringatan sewindu kematian Munir ini, juga diharapkan menjadi bahan refleksi agar masyarakat tidak lupa terhadap masalah - masalah pelanggaran HAM yang ada disekitarnya. “Karena kita pikir, janda Munir, Suciwati adalah sosok yang tidak pernah lelah untuk berjuang. Dia butuh support untuk mendorong kasus - kasus lain diungkap,” kata Kahar.

Sementara itu, salah satu pembicara, Herdiansyah Hamzah mengakui bahwa sebenarnya ada banyak kasus pelanggaran HAM berat di Kaltim. Namun, selama ini publik hanya mengira bahwa pelanggaran HAM berat mengacu pada fisik, sehingga pelanggaran tersebut kurang terekspos. “Sebenarnya di Kaltim juga ada kasus pelanggaran HAM berat. Coba kita ingat di penghujung tahun 2008 kemarin, penembakan masyarakat yang melakukan perlawanan terhadap tambang. Itu pelanggaran HAM berat,” kata Herdiansyah. (dep)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

SABTU 8 SEPTEMBER 2012

3

TRIBUN KALTIM/REZA R UMAR

Almarhum Bang Jun (2 kanan) bersama tim BAS.

Laga Persahabatan untuk Bang Jun ● Dihadiri Mantan Pemain Persiba, Persisam dan Mitra Kukar BALIKPAPAN, TRIBUN- Kepergian tokoh sepakbola Kaltim Junaidi atau yang akrab disapa Bang Jun, masih meninggalkan duka bagi para pecinta sepakbola Kaltim. Sebagai wujud kecintaan kepada almarhum Junaidi, Balikpapan All Star, Samarinda All Star dan Kukar All Star, Minggu (9/9) besok akan menggelar laga amal untuk mengenang Bang Jun yang wafat pada

Minggu (15/7) lalu di Samarinda. “Kami akan menggelar pertandingan segitiga dengan Samarinda All Star dan Kukar All Star di Stadion Persiba hari Minggu (9/9). Pertandingan ini sebagai laga amal mengenang sahabat kami almarhum Junaidi,” kata Ketua Balikpapan All Star (BAS), Djalil Jamaluddin, Jumat (7/9). Menurut Jalil, pada pertandingan ini

akan dihadiri sejumlah mantan para pemain Persiba Balikpapan yang tergabung dalam Balikpapan All Star, mantan pemain Persisam Samarinda dari Samarinda All Star dan mantan pemain Mitra Kukar dari Kukar All Star. “Ini sekaligus untuk mengumpulkan dana yang akan kami serahkan ke keluarga Bang Jun. Selain kami dari BAS, SAS dan Kukar All Star, kami

berharap penonton juga bisa menyumbangkan sebagian rezekinya untuk kami serahkan ke pihak keluarga Bang Jun. Silakan datang ke Stadion Persiba pada Minggu (9/9) mulai pukul 3 sore,” tambahnya. Seperti diketahui, Bang Jun yang juga mantan pemain dan pelatih Persiba Balikpapan meninggal pada Minggu (15/ 7) usai mengikuti pertandingan

persahabatan antara BAS dan SAS di Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Pemain Tim Nasional PSSI era pertengahan 1980-an ini sempat bermain hanya sekitar 10 menit di babak pertama. Namun menjelang babak kedua dimulai, Djunaidi jatuh tergeletak di bench. Dan meski sempat dilarikan ke RSUD AW Sjahranie, namun nyawa Bang Jun sudah tidak tertolong lagi.(eza)

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Sultan Samma

Sultan Sedih Tinggalkan Persiba BALIKPAPAN, TRIBUN - Sultan Samma, pemain yang biasa diplot sebagai penyerang Persiba Balikpapan ini mengaku tak kuasa meninggalkan tim Beruang Madu yang sudah diperkuat sejak tiga musim terakhir di kancah kompetisi sepakbola Indonesia Super League (ISL). Kepada Tribun, Sultan mengaku Persiba merupakan tim profesional pertama baginya. Di Persiba, Sultan menjadi salah satu pemain yang dikenal, karena skill dan kemampuannya semakin teruji. Sultan kerapkali menjadi pemain yang memecah kebutuan tim. Umpan-umpan matang, finishing dan naluri mencetak golnya membuat para pelatih Persiba mempercayakan satu tempat buatnya. Sebelumnya, pemain yang mengidolakan pemain Real Madrid, Ricardo Kaka ini menjadi striker PON Kaltim pada PON XVII 2008 lalu. “Saya sangat berat meninggalkan Persiba. Tim ini sudah menyatu dengan diri saya, tapi kita harus profesional, meski saya tidak lagi bersama Persiba tapi hati saya tetap di Persiba,” ujar Sultan kepada Tribun, Jumat (7/9). Sultan mengaku tidak lama lagi akan berpamitan dengan jajaran manajemen Persiba. Namun, kata Sultan, kontraknya bersama tim Beruang Madu masih tersisa hingga Oktober. Dia berharap sisa gaji yang belum diterima bisa segera dibayarkan. “Dalam waktu dekat saya akan pamitan karena saya bergabung dengan baik-baik dan berpisah dengan baik-baik. Mungkin saya berpamitan sekalian bersama teman-teman lain atau bisa saja saya akan berpamitan sendiri,” tuturnya. Karir Sultan di dunia sepakbola profesional terbilang bersinar. Pemain kelahiran 13 April 1986 ini diincar sejumlah klub lain. Bahkan musim lalu, Sriwijaya FC sudah kepincut untuk merekrutnya, namun sayang Sultan waktu itu masih memilih bertahan di Balikpapan.Namun untuk musim kompetisi depan, Sultan akhirnya luluh terhadap pinangan Sriwijaya FC. Dikabarkan tidak lama lagi Sultan akan memperkuat kampium ISL 2011/2012 tersebut. “Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah bisa bergabung (bersama Sriwijaya FC), tapi saya masih menunggu informasi lagi,” tandasnya. Rencananya Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, akan memulai latihan perdananya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Senin (10/9) nanti.(fer)

CMYK

Schumacher

NET

Schumacher Tetap Jadi Mesin Uang MONZA, TRIBUN - Status pebalap veteran dan tak pernah lagi meraih kemenangan tak mengurangi rezeki Michael Schumacher. Malah, pebalap Mercedes ini tetap menjadi mesin uang, karena dia kembali mendapatkan sponsor baru, yang diperkenalkannya menjelang GP Italia di Sirkuit Monza, akhir pekan ini. Sekarang, Schumacher menjadi duta untuk mempromosikan peralatan bikinan China, meskipun tidak disebutkan merek yang disponsorinya. Untuk itu, juara dunia tujuh kali Formula 1 tersebut mendapat bayaran sekitar 7,5 juta euro (sekitar Rp 91,528 miliar dengan kurs 1 euro: 12.203). Memang, Schumacher selalu kebanjiran rezeki walaupun

kemenangan terakhir yang diraih pebalap Jerman ini terjadi pada Oktober 2006. Nama besar serta deretan prestasi yang diraih pebalap berusia 43 tahun ini membuat banyak pihak tertarik untuk menjadikannya sebagai ikon. Sejauh ini, sudah ada tujuh sponsor privat. Tak heran, mantan pebalap Ferrari ini memiliki penghasilan yang besar. Menurut majalah Forbes, Schumacher masuk posisi 20 besar atlet dengan penghasilan tertinggi di dunia, di mana dalam setahun dia berhasil meraup uang 24 juta euro (gaji plus sponsor) - Schumacher masih jauh tertinggal dari petinju berusia 35 tahun dari Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr, dengan penghasilan 68 juta euro. (kps)


CMYK

4

SABTU 8 SEPTEMBER 2012

Tribun Ekbis

TRIBUN KALTIM/BASIR DAUD

Siah, sales counter Mazda Balikpapan berpose di depan All New Mazda BT-50 Pro yang diparkir di Kantor Mazda Balikpapan

Belum Sebulan 15 Unit Terjual ● All New Mazda BT-50 Pro, Dobel Kabin Senyaman Sedan BALIKPAPAN, TRIBUN - Setelah meluncurkan All New Mazda BT-50 Pro, pasar Kalimantan merespon dengan cepat. Dalam waktu tidak sampai sebulan, 15 unit mobil yang menawarkan ketangguhan dan kemewahan itu terjual. “Mobilnya baru saja datang 3 September kemarin,” kata Nembang Siagian, Branch Manager Mazda Balikpapan, Kamis (6/9). Ia mengatakan, respon pasar di Kalimantan terhadap produk baru itu cukup tinggi karena spesifikasi kendaraan yang sesuai dengan karakteristik wilayah di Kalimantan. Kehadiran All-New Mazda BT-50 Pro juga untuk menjawab permintaan konsumen untuk menyempurnakan produk sebelumnya All New Mazda BT-50. Nembang menjelaskan, BT-50 Pro berbeda jauh dengan pendahulunya. Selain memiliki dimensi yang paling besar untuk mobil sekelas dobel kabin, BT-50 Pro memiliki interior semewah dan senyaman mobil sedan. Dari luar, model lampu depan menyerupai bumerang dengan sistem pencahayaan yang canggih. Sejumlah fitur canggih disematkan misalnya shift knob, parking brake button dan climate control yang dapat menyesuaikan suhu dalam kabin dengan suhu di luar kabin. Luas kabin membuat pengendara dan penumpang lega ditambah teknologi suspensi yang didesain mengurangi getaran. Hal itu ditunjukkan dengan jarak sumbu roda BT-50 Pro yang mencapai 3.220 mm. Tak dapat dipungkiri, interior BT-50 dilengkapi sejumlah fitur mewah. Sebut saja layar Multi-Function Display sebesar 3.5 inch ditambah radio, MP3, CD player dan AUX socket. Untuk model BT-50 Pro high grade, tersedia fitur Bluetooh Voice Command. Belum lagi soal mesin. Mobil ini memiliki variable nozzle yang tidak dimiliki mobil dobel kabin lainnya. Dengan turbocharger intercooler dan sistem common rail direct injection, kekuatan mesin 150 horse power per 3.700 rpm. Tak salah jika Nembang menobatkan BT-50 pro bagi mereka yang menghargai fashion dan lifestyle. “Bisa dibilang, interior BT-50 Pro adalah duplikat Mazda CX 7, mobil kelas premium produksi Mazda. Untuk dobel kabin, mobil ini tergolong premium di kelasnya,” kata Nembang. Karena itu, dia optimistis All New Mazda BT-50 Pro akan memimpin pasar mobil dobel kabin di Kalimantan. Sejak September sampai Desember 2012, Mazda Cabang Balikpapan menargetkan penjualan 150 unit. Untuk membuka ruang interaksi produk All New Mazda BT-50 Pro kepada konsumen, Mazda Balikpapan menggelar pameran di e-Walk Balikpapan Super Block (BSB). Pameran yang akan membuka tabir ketangguhan dan kemewahan BT-50 Pro ini dihelat mulai Jumat (14/9) hingga, Minggu (16/9). “Silakan saksikan All New Mazda BT-50 Pro di e-Walk. Anda dapat melihat langsung keperkasaan dan kemewahan produk ini,” ujar Nembang Siagian, Branch Manager Mazda Balikpapan. BT-50 Pro memiliki 7 varian dengan 6 pilihan warna eksterior dan 3 pilihan warna interior. Untuk dobel kabin BT50 Pro dibanderol mulai Rp 365 juta sampai Rp 430 juta. (asi)

Kini Hadir Kartu Kredit Garuda-BNI BALIKPAPAN, TRIBUN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali menjalin kerja sama untuk penerbitan Kartu Kredit CoBranding Garuda Indonesia-BNI. Dua jenis kartu kredit yang diterbitkan Garuda-BNI yakni Garuda Indonesia-BNI Platinum Credit Card dan Garuda Indonesia-BNI Signature Credit Card yang akan memberikan fitur, benefit dan value added service bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia. Penerbitan kartu kredit cobranding Garuda Indonesia-BNI di

Balikpapan, ditandai dengan penyerahan mockup kartu kepada Wakil Walikota Balikpapan Heru Bambang dan Setya Budhi GM Garuda Indonesia Balikpapan, yang diserahkan Pemimpin BNI Balikpapan Nur Azmi, didampingi Muin Fikri Pemimpin Bidang Layanan BNI Balikpapan dan Fidi Firdaus Pemimpin BNI Card Center Balikpapan, Jumat (7/9), dalam Pembukaan Garuda Indonesia Borneo Travel Fair 2012 di Atrium Balikpapan SuperBlock. Nur Azmi mengatakan kerjasama dengan Garuda ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dilaksanakan sebelumnya. “BNI

akan menjadi satu-satunya bank lokal yang menjadi bank processor, dalam menerbitkan dan mengelola semua produk kartu kredit Co-Branding Garuda Indonesia dengan partner nonbank,” kata Nur Azmi. Bagi BNI, penerbitan CoBranding Garuda-BNI Credit Card merupakan salah satu strategi konsumer dan ritel dalam penetrasi pasar, untuk segmen nasabah traveler yang sejalan dengan misi BNI untuk menjadi lifetime banking partner bagi nasabahnya. “Target perolehan penerbitan Co-Branding Garuda Indonesia-BNI Credit Card nasional sebanyak 200.000 kartu

dalam kurun waktu 3 tahun,” papar Azmi. Sedangkan untuk wilayah Kalimantan tahun ini, ditargetkan 17.600 kartu termasuk kartu Garuda BNI ini. Nilai transaksi 200 ribu kartu tersebut diperkirakan sekitar Rp 3-4 triliun. Untuk Kalimantan nilai transaksi ditargetkan 1.013 triliun. Sedangkan target selama event Borneo Travel Fair ini sebanyak 200 aplikasi yang akan masuk dan diproses. Khusus yang mengisi aplikasi selama acara Borneo Travel Fair 2012, yang berlangsung 7-9 September 2012 ini akan mendapatkan hadiah langsung tanpa diundi. (may)

Garuda Gelar Borneo Travel Fair BALIKPAPAN, TRIBUN - Garuda Indonesia Cabang Balikpapan menggelar Borneo Travel Fair 2012, di Atrium e-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), mulai Jumat (7/9) hingga Minggu (9/9). Acara ini bertujuan memberi informasi mengenai rute-rute yang saat ini disediakan sekaligus berperan serta dalam pariwisata di kota Balikpapan. Pembukaan event kali pertama yang digelar Garuda secara lokal ini dihadiri Wakil Walikota Heru Bambang dan Setya Budhi General Manager Garuda Indonesia Balikpapan. Setya Budhi mengungkapkan, kegiatan kali ini diikuti 13 travel agent, BNI serta beberapa booth dari unit kerja Garuda Indonesia, sekaligus instansi lainnya yang memberikan banyak penawaran menarik bagi masyarakat Kaltim. “Produk Garuda semakin banyak sehingga kami perlu menyebarkan informasi dan kali ini kami menghadirkan layanan cargo, catering, executive class serta rute-rute yang sudah kami tambah. Kami juga menggandeng travel agent yang juga menawarkan paket tour menarik,” kata Budhi, di sela-sela kegiatan. Selama pelaksanaan kegiatan, Garuda Indonesia memberikan penawaran berupa diskon airfare 13-15 persen untuk penerbangan domestik dan diskon 20 persen untuk penerbangan internasional. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan merchandise menarik untuk setiap transaksi tiket minimal Rp 3 juta berupa souvenir eksklusif,

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Suasana transaksi Garuda Borneo Travel Fair.

hingga miniatur pesawat ukuran besar untuk transaksi tiket Rp 10 juta. Tak hanya itu, pengunjung bisa mendapatkan undian, untuk mendapatkan tiket gratis setiap transaksi tiket minimal Rp 5 juta

CMYK

(berlaku kelipatan), yakni 1 tiket BalikpapanSingapura pp, 1 tiket Balikpapan-Kuala Lumpur pp, 1 tiket Balikpapan-Hongkong pp dan 1 tiket Balikpapan-Sidney pp yang akan diundi setiap malam. (may)

Digital_Tribunkaltim_Siang_08092012  

Digital Newspaper Tribunkaltim

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you