Issuu on Google+

CMYK

EDISI SORE

NO.502/TAHUN 1 RABU 12 SEPTEMBER 2012

ANTARA/RENO ESNIR.

Mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Siti Hartati Murdaya (tengah), menangis saat tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (12/9). Hartati diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyuapan Bupati Buol, Amran Batalipu, dalam rangka memperoleh hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan seluas 4.500 hektare.

Hartati Berkursi Roda Penuhi Panggilan KPK ■ Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Suap Bupati Buol JAKARTA, TRIBUN — Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation dan PT Cipta Cakra Murdaya, Hartati Murdaya Poo, memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/9/2012). Hartati akan diperiksa terkait posisinya sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan Bupati Buol, Amran Batalipu.

Hartati tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 09.45 WIB dengan diantar mobil ambulans. Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tampak mengenakan kursi roda memasuki Gedung KPK. Terlihat, Hartati yang dikawal sejumlah pendukungnya itu sempat menitikkan air mata begitu turun dari ambulans dan disambut kilatan

lampu kamera para pewarta. Setiba di lobi Gedung KPK, Hartati langsung disambut, dipeluk, dan disalami kolega-kolega wanitanya yang kompak mengenakan pakaian hitam itu. Salah satu pengacara Hartati, Tumbur Simanjuntak, mengatakan bahwa kliennya langsung menuju Gedung KPK dari Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Menurut

Walubi Minta Tidak Ditahan SEJUMLAH pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012). Kedatangan para pengurus Walubi ini bersamaan dengan pemeriksaan perdana Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation, Hartati Murdaya Poo sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan ke Bupati Buol. Para pengurus Walubi itu mengantarkan surat yang ditujukan pada KPK. Isinya meminta agar Hartati yang juga Ketua Umum Walubi tersebut tidak ditahan KPK seusai pemeriksaan hari ini. "Kami para biksu yang tergabung dalam Dewan Sangha Walubi hadir di Gedung KPK untuk memberikan surat, memohon

kearifan belas kasih dari pimpinan KPK dan penyidik KPK dalam menyelidiki kaus Buol ini, untuk tidak menahan Ibu Hartati Murdaya. Karena beliau ini, belum lama ini jatuh sakit, kejang-kejang, dan tidak sadarkan diri," kata Koordinator Dewan Sangha Walubi, Biksu Tadisa Paramitha di Gedung KPK, Jakarta. Hadir pula di Gedung KPK sejumlah biksu lain yang mengenakan jubah berwarna kuning labu. Menurut Tadisa, Hartati akan kooperatif menjalani proses hukumnya di KPK, sehingga tidak perlu ditahan. Selama ini, lanjutnya, Hartati banyak melakukan kebajikan sosial seperti membantu warga tidak mampu, menggelar pengobatan massal gratis, dan juga melakukan

kebajikan dalam ritual Waisak, hari raya umat Buddha. "Dan juga menjelang itu (Waisak) melakukan banyak kegiatan sosial seperti membersihkan Taman Makam Pahlawan serentak di seluruh Indonesia. Dan selama ini, Walubi di bawah kepemimpinan Ibu Hartati, umat Buddha bisa hidup rukun dan bersinergi dengan umat-umat beragama lainnya," ungkap Tadisa. "Jadi saya melihat dan memandang Ibu Hartati sebagai dewi penolong, bagi kelompokkelompok orang yang kurang mampu. Jadi, saya dan Biksu Sangha memohon KPK untuk berbelas kasih dan mengembangkan kearifan untuk tidak menahan Ibu Hartati," tambahnya. (kps)

Tumbur, Hartati masih sakit. "Sakit kejang-kejang," ucapnya singkat. Panggilan pemeriksaan Hartati sebagai tersangka ini merupakan yang kedua kalinya. Sedianya, mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu diperiksa pada Jumat, 7 September lalu. Namun, Hartati tak memenuhi panggilan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit. KPK pun meminta Hartati mengirimkan hasil diagnosis dokter atas penyakit yang dideritanya. Mengenai kemungkinan KPK melakukan penahanan terhadap Hartati seusai pemeriksaan hari ini, Juru Bicara KPK Johan Budi belum dapat memastikan hal tersebut. "Yang pasti, dia sebagai tersangka hari ini," kata Johan. KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Bupati Buol, Amran Batalipu. Pemberian suap tersebut diduga terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol. Hartati pun terancam hukuman lima tahun penjara. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Amran dan dua anak buah Hartati, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono, sebagai tersangka. Adapun Yani dan Gondo masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (kps)

CMYK

Gisel Idol KPL

Tetap Senang Ditinggal Liburan GADING Marten kembali meninggalkan Gissel di Jakarta, untuk menikmati sisa liburannya ke Amerika Serikat. Putra aktor gaek Roy Marten itu, ternyata sengaja lari dari rutinitasnya untuk menghilangkan kepenatan. "Gua kan setiap hari kerja sudah kaya tawanan kota. Kalaupun mau liburan, harus dari jauh-jauh hari ini juga. Biar engak penat," ucapnya, saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan. Gissel tak mempermasalahkannya. Hubungannya tetap jalan meskipun terpisah jarak. Kebetulan, ia masih ada pekerjaan yang tak bisa dilewatkannya. Paling tidak, ia bisa berkomunikasi lewat pesawat telepon secara bergantian. Jadi, tidak ada perasaan khawatir dalam benaknya selama Gading meninggalkannya. "Enggak, kalau kuatir justru enggak ada, seneng aja," timpal Gisel yang mengaku belum sama sekali pernah menginjakkan kakinya di negeri Paman Sam itu. Selama di Amerika Serikat, Gading tetap memikirkan Gissel. Pria berusia 30 tahun itu, lantas membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang dan diberikannya kepada sang pacar. Hubungan mereka pun semakin lengket. (tribunnews)


CMYK

2

Tribun Etam

RABU 12 SEPTEMBER 2012

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

HATI-HATI GELOMBANG TINGGI - Pengunjung menikmati suasana dengan bermain-main di tengah gelombang yang cukup tinggi di Pantai Kemala, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (11/9/2012). Menurut laporan BMKG Balikpapan, kecepatan angin bertiup hingga 20-40 KM/jam dan tinggi gelombang yang terjadi di perairan Balikpapan dan Selat Makassar 1,5 meter hingga 2,5 meter. BMKG mengimbau kepada segenap warga yang beraktifitas di perairan agar berhati-hati dengan cuaca di laut akhir-akhir ini yang berangin kencang dan gelombang tinggi.

Warga Ancam Portal Jalan Provinsi di Labangka ■ Rusak karena Belum Diaspal dan Berdebu PENAJAM, TRIBUNKALTIM - Warga di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) mengancam akan menutup atau portal jalan provinsi di km 40 labangka. Hal ini dilakukan, karena jalan provinsi rusak dan belum diaspal. Bahkan kondisi jalan memprihatinkan karena berdebu. Salah satu warga, Syarifuddin menegaskan, pada, Selasa (11/9) malam warga sempat menutup jalan selama 2 jam. Akibatnya, ratusan mobil antre baik menuju Petung maupun Tanah Grogot. "Kami pegang komitmen pertemuan, di mana kontraktor janji akan segera aspal. Kalau tidak diaspal, maka kami akan portal lagi," jelasnya. (mir)

Minggu Ini akan Diaspal UNIT Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) wilayah selatan Kalimantan Timur (Kaltim) langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan di Labangka yang sempat di portal warga. Kasi Jalan dan Jembatan UPTD PU wilayah selatan, Joniansyah menjelaskan, keterlambatan pengaspalan ini karena sempat berhenti saat bulan puasa lalu. "Kan para pekerjanya banyak yang mudik," jelasnya Menurutnya, jalan tersebut sudah mulai diaspal. Bahkan jalan ini akan diaspal secara bertahap. (mir)

TRIBUN KALTIM/SAMIR

Jalan provinsi di KM 40 Labangka yang rusak.

Siang Ini Pemadaman Listrik di Penajam PENAJAM, TRIBUN - PLN unit Petung, Penajam Paser Utara (PPU) siang ini dari pukul 12.00-14.00 akan melakukan pemadaman di wilayah Penajam, Nenang, Sungai Paret dan Nipah-nipah. Manager PLN unit Petung, Novianto menjelaskan, pemadaman selama dua jam ini dilakukan karena ada dilaksanakan pekerjaan koneksi panel PLTMG Adiquatro ke panel GH Penajam (Nipah-nipah) yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 12 september 2012 pukul 12.00-14.00. "Kami menyampaikan permohonan maaf dengan pemadaman ini. Mudah-mudahan pelaksanaan ini sesuai dengan jadwal," jelasnya. (mir)

e-KTP tak Penuhi Target di Long Apari SENDAWAR, TRIBUN – Proses pembuatan eKTP untuk daerah perbatasan Kutai Barat khususnya Kecamatan Long Apari tidak dapat memenuhi target yang ditetapkan pada Oktober. Jumlah penduduk yang berhasil melaksanakan eKTP baru mencapai 600 jiwa dari 3.000 jiwa penduduk Long Apari. Adapun kendala yang dihadapi selain permasalahan kondisi geografis yang paling utama adalah peralatan listrik. Genset yang diserahkan Disdukcapil tidak dapat digunakan karena rusak. “Kami dari operator e-KTP sudah mengirimkan surat ke Disdukcapil Kubar terhadap kondisi ini, dari batas waktu yang ditetapkan tidak akan tercapai karena alat rekam e-KTP hanya dapat digunakan satu komputer saja dari 2 komputer yang diserahkan,” ungkap Petugas Operator eKTP Karolin kepada Ketua Komisi II Bidang Pembangunan DPRD Kubar H Asnawi Muhammad saat melakukan kunjungan kerja komisi II ke Kecamatan Long Apari beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, sewaktu alat rekam e-KTP ini datang dipasang dari Sucofindo, peralatan berjalan dengan baik karena mereka membawa genset sendiri. Namun ketika dikirimkan genset dari Disdukcapil Kubar bermerk Dong Jung tidak dapat digunakan karena aliran listrik dari mesin genset tidak mengalir walaupun beberapa kali mesin itu dinyalakan. “Mesin genset nyala hanya saja aliran listrik tidak ada, mau dibongkar tidak berani karena masih garansi jadi kami menunggu kiriman ahli mesin dari Disdukcapil,” ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, upaya yang dilakukan sambil menunggu kiriman ahli perbaikan, pihak kecamatan mengakali dengan menggunakan mesin genset milik kecamatan, walaupun pada akhirnya mengorbankan ruangan lain tidak dapat menggunakan komputer, karena

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

daya listrik kecamatan hanya mampu untuk rekam e-KTP. Kalau ruangan lain ingin mengetik dan mencetak terpaksa pergi ke ruang rekam e-KTP. Dia menambahkan, keterlambatan lainnya dalam proses rekam e-KTP yaitu banyak warga Long Apari bekerja di lokasi emas di Long Top perbatasan Kubar dengan Malinau, bahkan ada yang tinggal di ladang karena sedang musim tanam padi. Sementara itu di tempat terpisah di Kecamatan Long Bagun hal senada disampaikan Camat Long Bagun Rosalina Song. Kendala yang dihadapi genset yang diberikan Disdukcapil tidak dapat digunakan karena tidak mampu menyala komputer rekam e-KTP. Sehingga jalan keluar yang dilakukan meminta bantuan dengan perusahaan MCM untuk meminjam mesin genset mereka agar proses e-KTP dapat dilaksanakan hingga batas waktu yang ditentukan. Selain itu juga permasalahan yang menyulitkan banyak warga Long Bagun bekerja mencari emas di lokasi Long Top perbatasan Kubar dan Malinau, sehingga sangat sulit sekali mengirimkan pemberitahuan. “Sampai saat ini ada sekitar 1.500 warga Long Bagun yang telah memproses e-KTP,” ujarnya. (lex)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

RABU 12 SEPTEMBER 2012

3

TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA

Pesta kembang api memeriahkan pembukaan PON XVIII di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Selasa (11/9).

Dua Atlet Tarung Derajat Kaltim Masuk Semi Final PEKANBARU, TRIBUN - Peluang Kaltim menambah medali tampaknya semakin besar. Harapan perolehan medali tersebut pada cabor Tarung Derajat yang berlangsung di GOR Pagaralam, Bengkalis. Dari enam petarung terdapat dua atletnya masuk Semifinal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau

2012. Dua petarung masuk semifinal adalah Bernadus dan Nur Fajriah. Bernadus mengalahkan petarung dari tuan rumah Riau, Jon Piter sementara Nur Fajriah menang atas Rosita asal Kalbar. Sementara peluang medali lain juga datang dari Ronald Rori yang akan berhadapan dengan Eko

Prasetyo dari Jakarta pada partai perempat final. Kemudian M Saleh akan berhadapan dengan Yunus Rumambe dari DIY Yogyakarta di partai perempatfinal. Manajer tim Tarung Derajat Kaltim, Charles Rori menjelaskan peluang medali bisa dibawa pulang setelah

melihat kekuatan petarung lain yang juga masuki semifinal. Bersama pelatih Kang Asep dan Te Yuli sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan lawan. "Pelatih sudah menyiapkan strategi agar petarung kita bisa masuk final dan meraih medali," kata Charles yang menghubungi Tribun Kaltim.

Ia mengharapkan faktor non teknis seperti penilaian wasit dan sebagainya tetap berjalan normal. Sebab Nur sebelumnya menjalani laga dengan menang telak tanpa memberi poin kepada lawan. "Lawan-lawan Nur tidak berkutik selama menghadapi dia, poin yang diterima Nur selalu poin telak," tegasnya. (bay)

Sepatu Roda Tertunda Tiga Jam ■ Hujan Deras Sebabkan Arena Basah SIAK, TRIBUN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Siak, Riau, sejak Selasa (11/9/2012) malam membuat arena sepatu roda Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 basah. Perlombaan dijadwalkan mulai Rabu (12/9/2012) pukul 08.00 WIB, tetapi sampai pukul 09.45, petugas kebersihan masih berupaya mengeringkan lapangan dan lintasan lomba. Lapangan harus betul-betul kering demi keamanan para atlet yang akan melintas dengan kecepatan tinggi. Di arena sepatu roda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, para atlet sudah hadir dan bersiap berlomba. Namun, karena lapangan yang belum siap, mereka tampak hanya dudukduduk di tribune. Berdasarkan jadwal, hari ini akan dilombakan dua nomor final, yaitu 15.000 meter dan

1.500 meter. Setelah tertunda hampir tiga jam, perlombaan sepatu roda PON XVIII segera dimulai. Faktor lapangan yang masih basah menjadi kendala penyelenggaraan lomba di arena sepatu roda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Pelatih sepatu roda Jawa Timur, Bambang Eko, mengatakan, faktor hujan deras turut berpengaruh terhadap pelaksanaan lomba. "Lapangan menjadi basah dan tidak aman untuk lomba," ujar Bambang, Rabu (12/9/2012) di Siak. Panitia penyelenggara sudah mengupayakan untuk mengeringkan lapangan sejak pukul 09.30 WIB. Saat ini lapangan sudah bisa dipakai untuk pemanasan. Panitia mengumumkan lomba akan digelar pukul 11.00 WIB. Adapun dua nomor yang akan digelar adalah 1.500 meter dan relay 5.000 meter.(kps)

KOMPAS/HELENA FRANSISCA NABABAN

Petugas kebersihan tengah berupaya mengeringkan arena sepatu roda PON 2012 di Kabupaten Siak, Riau.

Seattle Supersonics Bakal Dapat Stadion Baru SEATTLE, TRIBUN Dewan Kota Seattle telah mencapai kata sepakat dengan seorang investor, Christopher Hansen untuk bangun sebuah stadion bernilai 490 juta dollar Amerika atau Rp 4,6 triliun rupiah, Selasa (11/9/2012). Stadion itu nantinya bisa digunakan sebagai kandang klub basket NBA atau klub hoki es NHL kota itu. Saat mengumumkan kesepakatan ini Dewan Kota mengatakan ini adalah awal untuk membawa tim basket NBA kembali ke kota itu. Pada 2008, klub Seattle

Supersonics pindah ke Oklahoma City setelah kesepakatan untuk membangun stadion baru di kota itu menemui kebuntuan. Selanjutnya, di kandang yang baru tim itu berganti nama menjadi Oklahoma City Thunder. Tetapi NBA berharap satu hari nanti sebuah klub akan kembali ke Seattle dan kembali menggunakan nama Supersonics yang bersejarah itu. "Kesepakatan ini menandai sebuah hari yang menggembirakann di Seattle. Kita telah mengambil langkah besar untuk memulangkan Sonics," kata

anggota Dewan Kota, Mike O'Brien. Kesepakatan ini, lanjut O'Brien, tak sekadar tentang pembangunan stadion baru tapi juga terkait pengembangan infrstruktur transportasi dan keuntungan bagi kota secara umum. Kesepakatan ini juga mengatur bahwa grup investasi Hansen, ArenaCo, akan menggandakan cadangan dananya jika penghasilan stadion ini di bawah pengharapan. Dan pada akhir penggunaan stadion selama 30 tahun, pemerintah kota menginginkan agar ArenaCo membeli tanah dan seluruh fasilitasnya dengan harga 200 juta dolar AS atau hampir Rp 2 triliun. (kps)

CMYK

Van Gaal: Cedera RvP Tidak Parah BUDAPEST, TRIBUN — Pelatih Belanda, Louis van Gaal, mengungkapkan bahwa cedera yang didapat Robin van Persie ketika membela "De Oranje" di Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Hongaria, Selasa atau Rabu (12/9/2012) dini hari WIB, tidak parah. Van Persie ditarik keluar pada menit ke-45, setelah mendapat tekel keras dari bek Hongaria, Roland Juhasz. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai cedera pemain Manchester United itu. "Kami menarik keluar Robin untuk tindakan pencegahan. (Cedera) itu tampaknya tidak serius, tetapi Anda tidak pernah akan tahu. Kami tidak ingin mengambil risiko," ujar Van Gaal. Van Persie saat ini adalah pemain andalan Belanda dan Manchester United. Pemain berusia 29 tahun itu telah mencetak empat gol dari tiga laga Premier League bersama "Setan Merah". Ia juga mencetak satu gol ketika Belanda mengalahkan Turki beberapa waktu lalu. (kps)

BOLANET

Robin van Persie


CMYK

4

Life Style

RABU 12 SEPTEMBER 2012

Jangan Anggap Remeh Diare! â–  Dapat Mengakibatkan Infeksi Berulang BALI, TRIBUN - Banyak orang beranggapan diare tidak akan berakibat serius. Penyakit ini tidak terlalu menakutkan dibandingkan tumor, kanker, atau diabetes. Sebagian orang tua saat mendapati anaknya terserang diare terkadang menganggap sebagai penyakit biasa. Namun, menurut Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), diare merupakan penyakit mematikan bagi anak. Jikalau tidak berakibat kematian, diare bisa mengakibatkan infeksi berulang yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Angela Kearney saat ditemui dalam acara East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene (EASAN) III yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/9/2012) mengatakan penyakit diare pada anak sangat serius dampaknya. Anak akan mengalami kekurangan cairan, tubuhnya mengalami dehidrasi, sangat mempengaruhi nutrisi dan otak sehingga anak sulit berkonsentrasi saat belajar. Data UNICEF menyebutkan, angka kematian anak di bawah usia lima tahun di Asia Pasifik dan Timur sangat tinggi. Sekitar 20 tahun lalu, angka kematian anak mencapai 2,2 juta. Tetapi pada tahun 2012 ini, jumlah tersebut berhasil diturunkan lebih dari 1 juta, tepatnya 694.000 kematian atau secara signifikan turun 68 persen selama 20 tahun. Dr. Robin Nandy dari UNICEF menambahkan, sekitar 150.000 anak di bawah usia lima tahun di Indonesia meninggal karena penyakit diare. Jika anak tidak mengalami kematian, diare bisa terjadi secara berulang kepada anak-anak. Akibatnya, anak sulit tumbuh tinggi, kurang nutrisi, dan kurang konsentrasi untuk belajar.

IST

Seorang bocah bermain air di depan rumahnya yang tergenang air di Bilangan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Penyebab maraknya penyakit diare di Indonesia karena sanitasi tidak layak serta sulitnya mendapatkan air bersih.

Nandy mengatakan, penyebab maraknya penyakit diare di Indonesia karena sanitasi tidak layak serta sulitnya mendapatkan air bersih. Untuk

mengetaskan penyakit ini, menurutnya, ada tiga hal yang perlu dilakukan baik pemerintah maupun masyarakat. "Pertama harus ada kebijakan

pemerintah yang mendukung sanitasi layak dan akses air bersih. Kedua, masalah pengadaan fasilitas misalnya seperti toilet bersama sehingga orang

tidak BAB sembarangan lagi. Terakhir, dua hal tadi sulit tercapai jika tidak ada perubahan prilaku menuju hidup bersih dan sehat," ujarnya. (kps)

Peugeot Hadirkan Lawan Nissan Juke DALAM event Paris Motor Show 2012 yangb dibuka 29 September ini, Peugeot tak hanya meluncurkan Onyx sebagai mobil konsep. Produsen mobil asal Perancis ini juga menghadirkan konsep 2008, SUV kompak yang akan menyaingi Nissan Juke. Berbeda dengan Onyx yang sifatnya benar-benar masih konsep, sedang 2008 yang dipergoki carscoop sudah dalam bentuk prototite dan tengah menjalani tes di Eropa dengan bentuk disamarkan. Kendaraan ini diindikasikan bakal jadi pionir produk crossover yang bermain di segmen B (kategori sub kompak). Diyakini 2008 merupakan bentuk pengembangan dari platform 208, begitu pula untuk sektor jatung pacu. PSA Peugeot-Citroen rencananya akan menanamkan mesin hibrida di dalamnya. Beda dengan hibrida lain adalah mesin konvensional dipakai untuk roda depan sementara motor listrik untuk menggerakkan roda belakang yang berkerja secara bergantian bergantung pada kondisi. (kps)

Dibuatkan Gangnam

Siti Nurhaliza

DIVA pop Malaysia, Siti Nurhaliza, dibuat geleng-geleng kepala dengan kreativitas penggemarnya, Sitizoner, yang menampilkan dirinya sedang ber-gangnam style layaknya gerakan yang dipopulerkan penyanyi Korea Selatan Jae-Sang Park alias Psy. "Saya sudah melihat gangnam style versi Siti Nurhaliza yang dibuat penggemar saya, bahkan mereka mengunggahnya ke akun Twitter dan Facebook saya," ujar Siti menanggapi video itu. Siti bukannya marah. Ia justru terkagumkagum dengan kreativitas mereka. "Saya pikir, mereka sangat kreatif," lanjutnya seperti dikutip Malay Daily, akhir pekan lalu. Video berdurasi empat menit itu dibuat grup bernama Sitizoner. Mereka menyusun potongan gambar penampilan Siti Nurhaliza sejak memulai kariernya, yang meliputi pop, balada dan lagu-lagu tradisional. Nah, gerakan tarian yang menyerupai gangnam style dirangkaikan begitu apik hingga menyerupai tarian yang kini menjadi perhatian artis-artis dunia itu. "Saya senang menontonnya dan itu sangat lucu. Mereka berhasil mengompilasikan penampilan video dan mengubahnya menjadi gangnam style," ujarnya, seraya memuji para pembuat yang berhasil mengolah video dengan begitu sempurna. (kps)

NET

CMYK


Digital_Tribunkaltim_Sore_12092012