Page 1

CMYK

EDISI SIANG

NO. 641/TAHUN 1 SELASA 13 NOVEMBER 2012

TRIBUN KALTIM/ABDUH KUDDU

Alat Simulator SIM yang menuai kasus dan melibatkan internal Polri kini sedang diproses di KPK

Bareskrim Incar Irjen Djoko ■ Kasus Nomor Plat Mencapai Rp 500 Miliar JAKARTA, TRIBUN - Kasus dugaan korupsi Rp198,6 miliar pada Korps Lalu-lintas Polri yang melibatkan Irjen Djoko Susilo belum rampung. Perkara ini baru saja diambil-alih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Bareskrim Polri. Kini, kasus yang diperkirakan lebih besar, nilai proyek Rp 500 miliar sedang ditangani Bareskrim Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menduga pelaku korupsi proyek pengadaan alat Simulator SIM dan pengadaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), keduanya di Korlantas Polri, merupakan orang yang sama. Tetapi perkaranya tentu saja berbeda. Penangangan kasus dugaan korupsi simulator SIM Korlantas

Pori sudah berjalan di KPK dengan empat tersangka yaitu Irjen Pol Djoko Susilo, Brigjen Pol Didik Poernomo, Budi Susanto, dan Sukotjo S Bambang. “Dalam proses penyidikan yang berjalan ini masih melengkapi alat bukti. Karena tentu ini agar tidak terjadi tumpang tindih dengan pemeriksaan kepada mereka, terkait kasus Simulator. Kasus simulator kan sudah kita ketahui sedang berjalan penyidikannya, semua diserahkan ke KPK dan tentu kita harus lihat waktu yang pas untuk juga pemeriksaan terkait dengan personel yang saat ini dilakukan pemeriksaan,” ujar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/11). Menurut Boy, penyidik Bareskrim Mabes Polri sedang

Pelaku Sama dengan Kasus Simulator KEPALA Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Sutarman mengatakan, para pelaku kasus pengadaan alat percetakan plat nomor kendaraan bermotor sama dengan pelaku pengadaan alat simulator SIM. “Masih belum (bisa diungkapkan tersangkanya) karena ini sedang diambil KPK. Pelakunya itu-itu juga, penyelenggaranya di pengadaan di sana (Korlantas) itu juga. Itu sebetulnya rangkaianrangkaian,” ungkap Sutarman. Menurut Sutarman, kasus pengadaan alat percetakan plat nomor dan kasus pengadaan alat simulator mengemudi sebetulnya berkaitan, tetapi melihat perkaranya tentu saja berbeda karena meskipun pelakunya sama tetapi proyeknya berbeda. “Yang kemarin simulator beda lagi. Kejahatan itu ada locus delicti dan tempus delictinya (tahun, waktu),” ungkapnya. Berdasarkan penelusuran Tribun sebelumnya, pabrik pembuatan plat nomor terletak di RT 02/01 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi. Pabrik tersebut menurut warga sekitar merupakan milik Primkoppol Korlantas Polri. Bahkan, beberap warga pun pernah ikut selametan di pabrik tersebut beberapa bulan sesudahnya melihat ada plang nama Primkoppol. Satu dua warga yang ditemui Tribun dekat pabrik mengakui itu milik Primkoppol dan mencetak plat nomor kendaraan bermotor. (tribunnews)

menyidik kasus proyek pengadaan alat percetakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di Korps LaluLintas (Korlantas). Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah di kirim ke Kejaksaan Agung tiga minggu lalu. Penyidikan tersebut masih sebatas pengumpulan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. Tetapi Mabes Polri belum memeriksa para pelaku dugaan korupsinya. “Saat ini sedang dilakukan pengumpulan alat bukti terkait pristiwa itu. Memang belum sampai pemeriksaan tersangka, jadi penyidik benar sudah memberikan SPDP ke Kejagung dan dalam proses penyidikan yang masih berjalan dan masih melengkapi alat bukti,” ungkap Boy Rafli. Boy belum bisa menyebutkan siapa orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus bernilai ratusan miliar rupiah tersebut. “Saya tidak bisa sebutkan, tapi berkaitan dengan mereka (pelaku Simulator SIM),” ucapnya. Boy tidak mau menjelaskan siapa saja orang-orang yang terkait dengan pengadaan TNKB dan berapa jumlahnya. “Belum bisa disebutkan, masih menunggu dalam pemeriksaan alat bukti, masih dalam terhadap melengkapi alat bukti. Saksi dan dokumen dan sebagainya masih berjalan,” ungkap Boy. Mengenai nilai proyek kasus tersebut, Boy mengungkapkan pengadaannya bertahap sesuai dengan kebutuhan TNKB di seluruh Indonesia. “Tidak dalam posisi pengadaan sekaligus tapi sesuai dengan alokasi TNKB ini adalah kebutuhan terhadap TNKB yang harus dilayani untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Boy. (tribunnews)

Dipo Sebut Ketua Fraksi Korupsi APBN JAKARTA, TRIBUN - Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyebut ada ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat yang terlibat dalam korupsi APBN. Ketua fraksi tersebut, kata Dipo, bertugas menciptakan program serta mengamankan alokasi anggaran yang sudah digelembungkan agar disetujui DPR. Hal itu diungkap Dipo saat jumpa pers di kantornya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (11/11). Dipo mengklaim hal itu berdasarkan laporan dari pegawai negeri sipil (PNS) menyusul surat edaran Nomor 542 terkait pencegahan praktik kongkalikong anggaran di instansi pemerintah. Menurut dia, laporan PNS tersebut disertai bukti. Tak disebutkan apakah sudah dilakukan klarifikasi atas bukti-bukti tersebut. Dipo menjelaskan, sejak awal penyusunan anggaran di kementerian, sudah dilakukan penggelembungan anggaran oleh pejabat struktural yang merupakan susupan parpol. Ketika usulan anggaran itu dibahas di DPR, kata dia, usulan akan diamankan oleh ketua fraksi. Pada saat lelang pengadaan barang dan jasa dari proyek, lanjut dia, panitia lelang akan

mengatur agar perusahaan tertentu memenangkan tender. “Panitia lelang merupakan susupan kader partai atau pejabat yang sudah dikendalikan oleh kader partai,” kata Dipo. Nantinya, tambah Dipo, rekanan akan memberikan imbalan yang besarannya telah ditetapkan oleh parpol. Namun, sepanjang penjelasannya, Dipo tak menyebut asal kementerian, nama ketua fraksi, maupun parpol yang dimaksud. Dipo juga mengungkapkan soal permainan kader parpol dalam proses penerbitan izin-izin atau rekomendasi di kementerian. Permainan itu, kata dia, bekerja sama dengan pejabat pemberi izin. Imbalan dari keluarnya izin lalu dibagi-bagi ke kader parpol dan pejabat kementerian. “Dalam surat aduan, disebutkan bahwa hasil pungutan yang berasal dari margin tersebut dalam satu tahun bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Dipo. Lagi-lagi, Dipo tak menyebut nama parpol, nama kader parpol, serta kementerian yang dimaksud. Dipo tak memberi ruang tanya jawab. Seusai jumpa pers, dia langsung meninggalkan ruangan. (kps)

FOTO-FOTO: ANTARA/HENKY MOHARI

PESA WAT T ANP AA WAK - Sejumlah anggota TNI AU Tanjungpinang menyelidiki pesawat tanpa awak PESAW TANP ANPA AW yang jatuh di perairan Pulau Pucung, Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (12/ 11). Pesawat dengan nama Banshee 5498 sepanjang 2,5 meter dan lebar 2 meter tersebut ditemukan nelayan terapung di perairan Pulau Pucung berbatasan dengan perairan Berakit sekitar pukul 06.00 WIB.

CMYK


CMYK

2

Tribun Etam

SELASA 13 NOVEMBER 2012

TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO

MAHASISW A TUNTUT AUDIT KONTINGEN PON KAL TIM - Sejumlah mahasiswa yang menamakan Kesatuan Mahasiswa Kalimantan Timur (KM- Kaltim) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI, MAHASISWA KALTIM Kaltim di jalan M Yamin dengan membawa spanduk dan teaterikal, Senin (12/11) KM- Kaltim menuntut Audit alokasi dana agenda PON RIau XVIII Kontingen Kaltim dan menuntut berantas tuntas segala bentuk penyelewengan uang negara.

Sering Disusupi Kepentingan ■ Mahasiswa Desak BPK Audit Dana Kontingen Kaltim di PON Riau SAMARINDA, TRIBUN - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa (KM) Kaltim menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim di Jl M Yamin, Samarinda, Senin (12/11). Belasan mahasiswa ini mendesak BPK untuk mengaudit APBD Kaltim yang dialokasikan kepada kontingen Kaltim yang berlaga di Pekan Olah Raga (PON) di Riau beberapa waktu lalu. Para pengunjuk rasa mulai terlihat berorasi sekitar pukul 11.00. Para pengunjuk rasa membagibagikan selebaran ke seluruh pengendara yang melintas. Selebaran

tersebut berisi ungkapan kebanggaan akan keberhasilan kontingen Kaltim meraih posisi lima besar. Sayangnya, kebanggaan itu disusupi kepentingan terselubung oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Tidak sekadar berorasi, mereka juga menggelar aksi teaterikal. Beberapa pengunjuk rasa tak mengenakan baju. Di tubuh mereka tertulis huruf-huruf yang saat dirangkai menjadi kata “prestasi”. Terlihat pula seorang pengunjuk rasa yang mengenakan seragam lengkap sepakbola. Dalam aksi teaterikal tersebut, pesepakbola itu membawa beban berupa dua buah ban, dan diikat tali yang dua ujung talinya dipegang oleh

dua orang yang berbeda pula. Aksi teaterikal tersebut menjelaskan beratnya beban yang dipikul pesepakbola Kaltim yang berhasil meraih emas di PON Riau lalu. “Inilah nasib pesepakbola PON Kaltim di Riau lalu. Selain dibebani target harus juara, mereka juga dibungkam untuk tidak membeberkan fakta-fakta yang ada,” ujar salah seorang orator. Menurut para pengunjung rasa, event olahraga seperti PON kerap disusupi kepentingan orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab. “Seperti beberapa pejabat yang ikut berangkat ke Riau, padahal mereka tidak memiliki kapasitas apa-apa di event tersebut.

PNS Paser Didakwa Korupsi Rp 450 Juta SAMARINDA,TRIBUN Muhammad Aris, pejabat di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Paser, didakwa menyalahgunakan kewenangan dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan dana Retribusi Bongkar Muat Tambat Labuh di Pelabuhan Paser senilai Rp 450 juta. Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum Widhiarso Dwi Nugroho dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Samarinda, Senin (12/ 11). Sidang kasus ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Casmaya SH didampingi hakim anggota Poster Sitorus SH dan Rajali SH. Menurut JPU Widhiarso Dwi Nugroho, terdakwa selaku PNS di Dishub Kominfo Paser melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan, dengan tidak menyetorkan semua dana retribusi bongkar muat Tambat Labuh ke Kas Negara. Dana tersebut sebelumnya ditagih terdakwa ke perusahaan pengelola pelubahan yakni PT Pola Daya

Investama. Namun dari total dana retribusi selama satu tahun pada tahun 2010 yang diambil dari PT Pola Daya Investama, hanya sebagian yang disetor ke kas negara oleh terdakwa. Akibatnya negara dirugikan RP 450 juta. “Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 dan pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undangundang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undangundang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkap JPU Dwi. Atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan mengerti dakwaan JPU dan tidak menyampaikan keberatan atau eksepsi. Karena terdakwa tidak mengajukan eksepsi, majelis hakim memutuskan bahwa sidang pekan depan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Diketahui, kasus korupsi yang melibatkan pegawai Dishubkominfo Paser sudah ada dua yang disidang di Pengadilan Tipikor. Selain M

Aris, pegawai Dishubkominfo Paser yang terlibat kasus korupsi juga adalah Enci Aminullah. Enci tesangkut kasus korupsi dana retribusi parkir Kandilo Plaza, parkir Pasar Senaken dan parkir RSUD Panglima Sebaya di Kabupaten Paser tahun 20082009. Pada dua pekan lalu, terdakwa Enci Aminullah selaku juru pungut parkir didakwa tidak menyetorkan sebagian besar rertribusi parkir di tiga tempat parkir tersebut selama kurun waktu 2008-2009. Akibat tidak disetorkannya sebagian dana retribusi parkir di tiga lokasi itu ke kas daerah menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 160 juta rupiah. Perbuatan terdakwa yang tidak menyetorkan sebagian dana retribusi parkir yang dipungut dari juru parkir itu jelas melanggar peraturan Menteri Dalam Negeri tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dan peraturan pemerintah tentang retribusi daerah. Kemarin, terdakwa Enci Aminullah juga menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor dengan agenda pemeriksaan saksi. (has)

Celakanya berangkatnya beserta keluarga atau rekannya dan menggunakan uang rakyat,” ujar Midun, salah satu peserta aksi. Midun menuturkan, aksi ini dilakukan untuk menekan angka korupsi di Kaltim. Menurut data yang dimiliki KM Kaltim, Kaltim berada diposisi 12 sebagai provinsi terkorup dengan jumlah kasus mencapai 244, dengan jumlah dugaan korupsi sekitar Rp 80,1 miliar. “Dari 33 provinsi yang ada, Kaltim berada di urutan 12 pronsi terkorup. Aksi ini untuk menekan korupsi di Kaltim. Salah satunya dengan cara meminta BPK melakukan audit penggunaan dana PON,” katanya lagi.

KM Kaltim, kata Midun, memiliki data penggunaan dana PON di Riau yang diindikasikan tidak digunakan sebagai mana mestinya. Sayangnya, Midun enggan membeber item-item yang diduga disalahgunakan. “Kami juga punya data, dan nanti akan kami cocokkan dengan hasil audit BPK. Ya termasuk pejabat yang berangkat tanpa memiliki kapasitas di PON itu,” tandasnya. Pengunjuk rasa akhirnya ditemui dua perwakilan BPK Kaltim yakni Kasubag Keuangan Gatot Wijanarko, dan Kasubag Hukum dan Kumas, M Ichsan. Kedua perwakilan ini berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. (rad)

Bangunan Lapas Terbengkalai ● Pemerintah Diminta Rampungkan Pembangunan Lapas BONTANG, TRIBUN - Kelanjutan proyek pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bontang Lestari yang mangkrak sejak tahun 2009 silam, dipertanyakan. Wakil Ketua DPRD Bontang periode 1999-2004, Nukman Fadli mempertanyakan komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Lapas yang sudah separuh jalan tersebut. “Banyak yang bertanya-tanya, kapan pembangunan Lapas itu dilanjutkan. Sayang., kalau dibiarkan terus mangkrak bisa-bisa bangunan yang sudah ada rusak semua,” kata Nukman Fadli, Senin (12/11) kemarin. Menurut Nukman, dengan jumlah penduduk yang sudah hampir mencapai 200 ribu jiwa, maka praktis kebutuhan Lapas di Bontang cukup mendesak difungsikan. Pasalnya, selama ini semua tahanan dari Bontang dan Kutim selalu dikirim ke Tenggarong atau Samarinda. Padahal, daya tampung Lapas di sana juga terbatas. “Sudah saatnya Bontang menyelesaikan pembangunan Lapas yang sudah ada, karena itu salah satu fasilitas dasar yang memang dibutuhkan oleh setiap kota padat penduduk,” ungkapnya. Ia juga mengimbau agar institusi DPRD yang pernah dia pimpin mendorong penyelesaian pembangunan Lapas yang bersebelahan dengan gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang. “Teman-teman di DPRD juga harus mengingatkan pemerintah supaya segera menyelesaikan proyek-proyek yang masih terbengkalai,” ujarnya. Anggota Komisi I DPRD Bontang Ubayya Bengawan mengatakan pihaknya sudah meminta Pemkot Bontang supaya merampungkan pembangunan Lapas. Ia bahkan sudah pernah menemui Dirjen

TRIBUN KALTIM/DOHANG

Bangunan Lapas Bontang di Keluarahan Bontang Lestari yang dibangun sejak tahun 2009, hingga kini masih mangkrak.

Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, agar mendukung percepatan penyelesaian proyek pembangunan Lapas di Bontang. “Kami sudah Sidak ke bangunan Lapas. Bahkan hasilnya sudah kami sampaikan ke Dirjen Pemasyarakatan, supaya penyelesaian pembangunannya lebih dipercepat,” kata Ubayya. Diakui, salah satu kendala yang dihadapi pemerintah adalah persoalan anggaran, mengingat proyek ini masuk dalam skala besar sehingga pendanaannya pun ditaksir masih miliaran. “Tapi memang mau tidak mau, kami harus mendesak pemerintah karena selama ini Bontang hanya tergantung pada Lapas Tenggarong ataupun Samarinda,” katanya Pantaun Tribun, kondisinya bangunan Lapas Bontang yang dibangun lahan seluas 5 hektare praktis tidak pernah mendapat perawatan. Dari depan, Lapas yang sudah setengah jadi itu di kelilingi rumput ilalang yang tingginya melebihi orang dewasa. (don)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

SELASA 13 NOVEMBER 2012

3

TRIBUN KALTIM/FERI MEI EFENDI

Mitra Kukar dalam latihan di Lapangan Sudirman Balikpapan Senin 12 November.

Enggan Uji Coba Lawan Persiba ■ Mitra Kukar Persiapkan Uji Coba Lawan PS PPU BALIKPAPAN, TRIBUN- Mitra Kukar secara tegas tidak akan melakukan uji coba melawan Persiba Balikpapan. Demikian diungkapkan Pelatih Mitra Kukar Stefan Hansson saat ditemui usai memimpin anak asuhnya di Lapangan Sudirman, Balikpapan, Senin (12/11). Tim berjuluk Naga Mekes tersebut melakoni pemusatan latihan di Balikpapan sejak markas Stadion Aji Imbut Kutai Kartanegara digunakan konser Sepultura, Jumat (9/11) lalu. “Tim saya tidak akan melakukan uji coba lawan Persiba. Memang kita melakukan

pemusatan latihan di sini untuk beberapa hari tapi tidak untuk melawan Persiba,” ujarnya. Sayangnya Hansson enggan membeberkan alasannya tidak ingin melakukan uji coba melawan Persiba. Bahkan, ia mengaku akan melakukan uji coba melawan PS Penajam Paser Utara (PPU) yang rencananya akan digelar di Stadion Penajam Paser Utara, pada Rabu (14/11). “Kita pasti bertemu (Persiba) tapi tidak di uji coba, tapi nanti di event resmi dan dalam waktu dekat kita akan bertemu di Inter Island Cup

(IIC). Jadi tunggu saja nanti,” jelasnya. Namun dia juga mengakui, dirinya menjalin komunikasi dengan Pelatih Persiba Hans Peter Schaller melalui surat elektronik email. “Memang benar saya mengirim email ke dia (Hans Peter), tapi cuma bilang kalau Mitra Kukar latihan di Balikpapan, itu saja. Yang jelas kami hanya melakukan uji coba sekali saja melawan PS PPU,” jelasnya Dalam latihan kemarin, Hansson tampak memberi menu latihan komposisi dan formasi permainan. Sejumlah pemain andalannya seperti

Esteban Herrera, Jajang Mulyana, Ahmad Bustomi, Samsidar hingga mantan bek Persiba Rachmat Latief, terlihat ikut latihan. Tim kebanggaan publik Kutai Kartanegara ini tampak padu dan beberapakali mencetak gol. Kualitas para pemain Naga Mekes memang tidak diragukan lagi, banyak sejumlah pemain tim nasional dan pemain asing yang bergabung. Sementara Rachmat Latief yang musim lalu mengenakan kostum Persiba, kali ini menjadi bagian tim Naga

Mekes. Latief saat ditemui di sela-sela latihan terlihat enggan diwawancarai. Pemain yang musim lalu menjadi benteng pertahanan Beruang Madu tersebut harus hengkang ke Kutai Kartanegara karena dirinya tidak masuk daftar pemain yang dipertahankan. Aksiaksi pemain asal Makassar tersebut tampak cekatan dalam latihan kemarin. Pemain jangkung tersebut tampak padu mengolah si kulit bundar besama Ahmad Bustomi. “Bagaimana kabar Persiba,” tanya Rachmat sambil tersenyum kepada Tribun di sela-sela latihan.(fer)

Nunukan Sumbang Empat Emas

● Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur NUNUKAN,TRIBUN- Pilipus “Adli” Amapayong, atlit Nunukan benarbenar menjadi bintang dalam kejurnas Panjat Tebing KU ke VII Tahun 2012 di Propinsi Bali. Kemarin, Pilipus yang masih berusia 9 tahun dan bersekolah di SD Fransisco Yashinta Nunukan kelas 5, seakan menghipnotis seluruh penonton yang hadir di GOR Gunung Agung karanasem Bali. Tubuh kecil tidak menjadi penghalang baginya untuk mendulang emas keduanya di nomor speed Spider Kids C Putra, bagi kontingen Kaltim setelah di partai puncak sukses mengungguli lawannya dari kontingen Bali yang harus puas dengan medali perak. Humas KONI Kabupaten Nunukan Farid Amiruddin dalam keterangan pers yang disampaikan kepada Tribun menjelaskan, kunci keberhasilan Aldi adalah persiapan matang, mental baja, disertai konsistensi saat melakukan pemanjatan. “Pilipus tampak fokus, sedangkan lawannya terlihat agak terburu-buru,” ujar Farid yang menyaksikan perjuangan Pilipus bersama Ketua FPTI Kabupaten Nunukan Arif Arianto, Senin (12/11). Di nomor lainnya, Tixtus Amapayong siswa SMP Negeri 2 Nunukan yang merupakan kakak kandung Pilipus juga Berjaya menyumbangkan emas bagi

kontingen Kaltim setelah di partai final. Ia mengungguli sesama atlit Nunukan Alberto “Bolang” Agustinus yang juga adalah siswa SMP Negeri 2 Nunukan. Partai Tixtus dan Alberto berlangsung ketat namun Tixtus yang sejak awal mencatat waktu terbaik akhirnya keluar sebagai juara. Alberto “Bolang” sendiri kemarin juga berhasil meraih emas di nomor Lead Spider A Putra. 1 medali emas lainnya bagi Kaltim disumbangkan Siti Fatimah di nomor boulder putri. Sehinga total medali bagi Kaltim hingga hari ini adalah 5 Emas, 3 Perak dan 3 Perungu. Kaltim masih menyisakan 2 nomor lagi yang akan selesai dipertandingkan hari ini sekaligus menutup seluruh rangkaian kejuaraan. Di Peringkat pertama hingga kemarin, masih diduduki tuan rumah Bali dengan 9 medali emas, sedangkan kedua diraih Jatim dengan 6 medali emas, Kaltim di posisi ketiga dengan 5 medali emas. Hasil ini tentu saja merupakan prestasi gemilang bagi kontingen Kaltim terutama bagi Kabupaten Nunukan yang sukses mengharumkan nama Nunukan di tingkat nasional. Sekedar informasi, Nunukan akan menjadi tuan rumah Kejurda Panjat Tebing se-Kaltim tahun 2013. Sedangkan Kaltim akan menjadi tuan rumah Kejurnas Panjat Tebing tahun 2013. (noe/bud)

Samsidar saat latihan beban di Pelatnas Solo

Samsidar Teken Kontrak SAMARINDA, TRIBUN - Direktur Operasional Klub Mitra Kutai Kartanegara Suwanto memastikan, calon kiper tim nasional PSSI Samsidar telah resmi dikontrak tim berjuluk Naga Mekes untuk musim kompetisi 2012/2013. Setelah resmi terikat kontrak, Samsidar memutuskan tidak akan bergabung ke tim nasional. “Soal teken kontrak besar kemungkinan sudah, karena Samsidar sudah tak mungkin kembali ke timnas. Saya baca berita di koran hari ini, katanya dia sudah memutuskan mengundurkan diri,” kata Suwanto, Senin (12/11). Suwanto mengatakan, Samsidar sudah menjalani latihan bersama pemain-pemain lainnya sejak akhir

CMYK

pekan lalu di Balikpapan. “Samsidar sudah gabung dengan tim Mitra Kukar mulai Sabtu pekan lalu (10/11),” kata Suwanto. Samsidar sempat datang Tenggarong, markas Mitra Kukar dan kembali ke Jakarta. Namun akhir pekan kemarin, ia menyatakan bergabung ke Mitra Kukar. Resmi teken kontrak, lanjut Suwanto, Samsidar tidak akan membela tim nasional. Bukan hanya Samsidar, dua pemain lainnya yakni Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi juga dipastikan tidak akan masuk skuad timnas PSSI untuk piala AFF 2012. Menurut Suwanto, kedua pemain Mitra Kukar itu (Hamka dan Bustomi) tidak akan bergabung ke timnas

PSSI. Alasannya, sudah ada kesepakatan sebelumnya soal perpanjangan kontrak. Selain itu, induk PSSI tidak mengajukan surat pemberitahuan untuk menarik dua pemain itu dengan Mitra Kukar. Setelah teken kontrak, Samsidar kini resmi menjadi penjaga gawang kedua Mitra Kukar. Sebelumnya, hasil evaluasi kiper musim lalu Joice Sorongan, juga dipertahankan untuk membela musim depan. Disinggung nilai kontrak Samsidar, Suwanto mengaku tak mengetahui nilai kontrak Samsidar dengan Mitra Kukar. Pasalnya, dianggap tidak etis dengan pemain lainnya. “Yang penting dia sudah gabung dengan Mitra. Tidak etis kalau dibeberkan kontrak pemain,” ucapnya.(bud)


CMYK

4

Tribun Ekbis

SELASA 13 NOVEMBER 2012

ANTARA

Ilustrasi Buruh Sigaret Kretek Tangan (SKT) Pabrik Rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri.

UMP Naik Daya Beli Naik ■ Tidak Langsung Berpengaruh terhadap Inflasi BALIKPAPAN, TRIBUN Ketetapan upah minimum provinsi (UMP) 2013 Rp 1.752.073 dan kini akan segera ditindaklanjuti dengan pembahasan upah minimum kota/kabupaten (UMK), ditanggapi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tutuk SH Cahyono sebagai sebuah kondisi yang akan menaikkan daya beli masyarakat. “Ini pastinya terkait dengan gaya hidup masyarakat dan di Balikpapan ini cenderung agak konsumtif sehingga akan mendorong permintaan. Akan tetapi, kondisi ini tidak akan langsung berpengaruh terhadap inflasi, tergantung dari sisi suplai mencukupi atau tidak,” kata Tutuk, yang juga Anggota Dewan Pengarah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan, Senin (12/ 11). Penetapan UMP 2013 yang cukup signifikan dibandingkan UMP tahun sebelumnya, kata Tutuk, kemungkinan akan ikut serta menaikkan harga jual berbagai produk yang diproduksi pengusaha. Hal ini terjadi karena melonjaknya biaya produksi yang

diakibatkan dari kenaikan upah minimum karyawan. “Semoga saja, peningkatan UMP 2013 ini masih memberikan ruang bagi pengusaha untuk melakukan penyesuaian, sehingga tidak merugikan. Dalam kondisi seperti itu, biasanya pengusaha akan menaikkan harga jual produk atau mengurangi keuntungan. Tetapi untuk menaikkan harga, tetap harus melihat kondisi pasar, karena bila naik terlalu tinggi sedangkan kualitas tidak berubah maka permintaan akan menurun,” kata Tutuk. Kendati demikian, Tutuk mengungkapkan, kenaikan UMP 2013 memang berada dalam momentum yang kurang tepat, karena semestinya dilakukan saat pertumbuhan ekonomi Kaltim cukup baik beberapa tahun lalu. “Kalau saat ini sedang mengalami penurunan, terutama dari sektor pertambangan batubara,” ujarnya. Di tengah pernyataan keberatan dari kalangan pengusaha dengan ketetapan UMP 2013, Tutuk

menyarankan agar semua pihak bisa saling terbuka. Terutama dari sisi pengusaha, bisa membeberkan rincian biaya pembentuk harga pokok jual termasuk beban pegawai yang harus ditanggung. “Bisa saja nanti ada pos yang bisa dialihkan untuk menutupi kenaikan gaji pegawai tersebut,” ujarnya. Salah satu alternatif, pengusaha bisa mengurangi margin keuntungan yang diambil dari harga pokok barang untuk membiayai pos gaji pegawai. Di sisi lain, para pekerja juga mesti bisa meningkatkan kualitas keterampilannya agar bisa lebih produktif lagi, di tengah direalisasikannya upah sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Kendati demikian, industri jasa usaha, perhotelan dan angkutan kemungkinan akan terkena imbas yang cukup berat dari kenaikan UMP ini. Dia berharap hal ini sudah diantisipasi oleh pemerintah daerah sehingga tidak menimbulkan masalah baru yang mungkin akan timbul. (may)

Upah Buruh Rp 2 Juta Tepat MENTERI Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar berpendapat upah buruh yang layak dan saling menguntungkan di DKI berada pada angka Rp 2 juta per bulan (upah minumum provinsi/UMP) “Kisaran bisa ada titik temulah kalau buruh minta RP 2,6 juta dan pengusaha minta Rp 1,9 juta ya diantara kedua itulah. Kira-kira Rp 2 jutaan lah. Itu kompromi yang baik. Tapi itu hanya usulan. Menteri kan nggak punya hak,” tutur Cak Imin di Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (12/11). Sementara itu untuk upah minimum buruh yang layak di daerah, tambah Cak Imin, sebaiknya dilakukan diskusi oleh dewan pengupahan daerah dengan

pengusaha dan serikat pekerja daerah. “Jadi kalaupun naik harus sesuai dengan kebutuhan hidup yabg paling layaklah. Di setiap provinsi berbeda,” tambahnya. Seperti diketahui Menteri Perindustrian MS Hidayat ingin upah buruh dinaikkan hingga rata-rata Rp 2 juta per bulan, atau setara dengan pegawai negeri sipil.Saat ini UMP di Jakarta berkisar Rp 1,5 juta per bulan untuk lajang. Hidayat berjanji akan membicarakan hal ini dengan jajaran menteri yang terkait lainnya dan juga pengusaha-pengusaha. “Saya menawarkan kenaikan upah secara rata-rata sampai Rp 2 juta kecuali industri UKM,” kata Hidayat. (tribunnews/dtc)

HO/INFORMA

Promo Matras Diskon hingga 60 Persen BALIKPAPAN, TRIBUN - Ingin memenuhi kebutuhan furniture Anda? Informa Balikpapan kembali menghadirkan promo istimewa bagi member setia yang berencana melengkapi koleksi furniture yang unik, up to date dan fashionable, lewat promo Gift With Purchase, mulai 1 20 November 2012. “Bulan November ini adalah saat yang tepat untuk memenuhinya kebutuhan Anda. Pengunjung bisa mendapatkan Abbington Relax Sofa yang multifungsi, karena selain difungsikan sebagai tempat duduk santai bersama keluarga yang nyaman, juga bisa difungsikan untuk tempat tidur di ruang keluarga sambil menonton tv. Tak ketinggalan Darwin Dining set, yakni perangkat meja makan yang memiliki keunikan tersendiri karena bentuknya yang bulat dan tambahan empat kursi yang nyaman, akan mudah dalam penempatan karena tidak memerlukan area yang besar,” kata Dedy Ardiansyah, Store Manager Informa, Senin (12/11). Dua furniture tersebut, bisa diperoleh secara

CMYK

gratis setiap kali melakukan transaksi tertentu di Informa. Namun, jika membutuhkan koleksi sofa bed lainnya, setiap pengunjung bisa mendapatkan sofa bed dengan berbagai varian dan harga mulai Rp 899.000 - 2.999.000. Tak hanya itu, Informa juga menggelar promo spesial untuk aneka produk mattress, mulai series latex hingga seri hard foam disertai diskon hingga 60%. “Tak ketinggalan bagi pengunjung yang membutuhkan perlengkapan makan, maka bisa berbelanja lebih hemat dengan mendapatkan disc up to 70% maupun promo Buy 1 get 1 free untuk dinner set,” ujarnya. Bagi pemegang Informa Reward Card, juga bakal menerima berbagai keuntungan tambahan point tiap pembelanjaan senilai Rp 100.000, yang dapat ditukarkan dengan voucher belanja atau berbagai merchandise menarik, gratis biaya antar dan diskon di berbagai merchant Informa. Segera kunjungi informa Furnishings Balikpapan Jl. Ruhui Rahayu No 01 08 Balikpapan tlp 0542 878771 /73, email informa.bpn@homecenter.co.id. (may)

Digital_Tribunkaltim_Siang_13112012  

Digital Newspaper Tribunkaltim

Advertisement