Issuu on Google+

CMYK

EDISI SIANG

NO. 321/TAHUN 1 SENIN 2 JULI 2012

Dijamin Uang Idol Bukan APBD ■ Hearing Tepat untuk Menjelaskan Seluk-beluk Hadiah Idol SANGATTA, TRIBUN - Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sugianto Mustamar, menegaskan hadiah Rp 350 juta yang diserahkan Bupati Kutim, Isran Noor, kepada top five Indonesian Idol 2012 tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim. Pernyataannya dikuatkan dengan jaminan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Rupiansyah. “Kami sudah melakukan pengecekan dokumen anggaran. Ternyata tidak ada yang teranggarkan dana hibah untuk Indonesian Idol di APBD Kutim. Kalaupun itu diberikan secara pribadi oleh bupati, artinya itu menjadi wilayah pribadi bupati,” kata Sugianto, Minggu (1/7). Rupiansyah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim menjamin dana tersebut bukan APBD Kutim.

“Sebenarnya saya susah mengomentari, karena merupakan hak bupati untuk menyampaikannya. Sepanjang tidak menggunakan uang negara, saya pikir sah-sah saja. Saya menjamin alokasi itu tidak ada di APBD Kutim,” katanya, Minggu (1/7). Terkait usulan hearing tentang kiprah Isran di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang membuatnya sering keluar daerah, Sugianto mendukungnya. Ia menilai hearing merupakan wadah yang tepat untuk mengklarifikasi persoalan agar menjadi terang benderang. “Saya pikir masyarakat punya hak untuk mendapatkan penjelasan dari kepala daerahnya. Apakah itu akan dilakukan di DPR sebagai tempat melakukan hearing atau wadah lainnya, itu pilihan. Namun lebih baik di DPRD,” katanya.

Sebagai anggota DPRD, ia menilai perlu ada langkah penjelasan, supaya persoalan ini jelas dan terang menderang. “Di sisi lain beliau ingin membangun Kutim, juga tetap menjalankan Apkasi,” katanya. Bila hal itu tidak dilakukan, akan menjadi bola salju yang menggerus kepercayaan masyarakat pada pemkab. Padahal ini persoalan yang tidak substansial. Tapi kalau tidak ada penjelasan, bisa menjadi bola salju politik yang menggelinding kemanamana. Ia pun menyarankan kepada warga maupun bupati untuk menyampaikan sorotan maupun penjelasan di jalur yang resmi. “Aspirasi warga maupun penjelasan bupati perlui disampaikan pada jalur yang resmi, yaitu rapat dengar pendapat dengan DPRD selaku wakil rakyat,” katanya. (khc)

Gunakan Hak Interpelasi dan Angket DUKUNGAN anggota DPRD Kutim yang menyambut positif usulan hearing dan menjamin tidak adanya uang APBD yang digunakan untuk hadiah Indonesian Idol mendapat tanggapan dari Juru Bicara Ikatan Cendikiawan Dayak (ICD) Borneo untuk Kutim, Felly Lung, Minggu (1/7). “DPRD terlambat satu langkah dari Kemendagri RI yang akan mengaudit sumber dana Isran Noor dalam kaitannya dengan pemberian hadiah Idol. Management Indonesian Idol pun sudah menegaskan kalau hadiah itu menggunakan dana pribadi Isran Noor,” katanya. Saat ini level permasalahan sudah naik ke ranah nasional. Dan ICD Borneo akan terus mengawal tindaklanjutnya. “DPRD sekarang ditunggu sikapnya oleh masyarakat, apakah mendukung atau tidak audit ini? Dukungan seperti apa yang akan diberikan,” katanya. Namun yang terpenting, hal ini menjadi akumulasi dari kegiatan Bupati Kutim yang sering keluar daerah. “Bupati yang jarang berada di kantor akan berimplikasi buruk dan cenderung menyepelekan lembaga kontrol macam DPRD,” katanya. (khc)

Ribuan Warga Hadiri Pembukaaan Erau

Wamen, Gubernur, dan Bupati Main Gasing RIBUAN warga berbondongbondong datang ke Stadion Rondong Demang, Minggu (1/7) pagi. Mereka memadati tribun stadion untuk menyaksikan perhelatan akbar Pembukaan Festival Erau Pelas Benua Etam Kutai Kartanegara 2012. Acara pembukaan Erau kemarin dibuka Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar. ACARA pembukaan kemarin diawali dengan prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Aji Muhammad Idris. Sultan Kutai ke-14 itu meninggal di Tanah Wajo dalam pertempuran sengit melawan penjajah Belanda. Selain Pemkab Kukar, sebelumnya Pemkab Wajo pun mengusulkan agar Sultan Aji Muhammad Idris diberikan

gelar Pahlawan Nasional. Prosesi penganugerahan gelar pahlawan nasional ini ditandai dengan pembukaan selubung lukisan Sultan Aji Muhammad Idris yang digotong sekelompok pemuda berbusana prajurit kesultanan. Lukisan diserahkan langsung oleh putra mahkota Aji Muhammad Arifin kepada Sapta Nirwandar. Acara pembukaan dihadiri pula Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Bupati Kukar Rita Widyasari, sejumlah walikota/bupati di tanah air, Sultan Palembang, Sultan Paser, Sultan Bulungan dan unsur muspida Kabupaten Kukar. Para undangan juga dihibur tarian kolosal bertajuk Semarak Budaya Erau Kutai Kartanegara yang diperagakan 100 orang penari dari sejumlah sanggar tari di Tenggarong. Tari kolosal ini menyuguhkan tarian umbul-umbul,

prajurit, jepen selamat datang, tarian behuma (bercocok tanam) dan behempas (perang). Anak-anak turut dilibatkan dalam tarian ini. Bocah lakilaki mengenakan topeng bekantan sembari bersalto di arena lapangan. Sedangkan bocah perempuan mengenakan topi kepala burung pipit sembari mengepakkan sayap. Tari kolosal ini disuguhkan sekitar 25 menit. Tari kolosal ini menutup rangkaian acara pembukaan Erau kemarin. Selanjutnya, wamen dan beberapa pejabat tinggi bergeser ke halaman parkir Stadion Rondong Demang untuk membuka Expo Erau. Bahkan, Wamen, Gubernur, Bupati, kerabat kesultanan mencoba permainan tradisional begasing dan belogo. Secara bergantian, mereka melemparkan gasing ke lantai dengan cara menarik tali yang melilit biji gasing kuat-kuat. Tak mau kalah, Rita juga ikut melemparkan gasing.

TRIBUN KALTIM/M YAMIN

Pembawa bunga menyambut tamu Erau pada pembukaan Erau.

“Awas ya, semua mundur nanti kena gasing,” ucap Rita lalu tertawa. Setelah itu, Sapta Nirwandar menyaksikan atraksi pertandingan behempas. Olahraga tradisional ini cukup akrab dalam tradisi masyarakat

Dayak. Behempas dimainkan oleh dua orang yang dibekali pecut dan tameng. Keduanya saling menyabetkan pecut ke tubuh lawannya. Terakhir wamen meninjau lokasi Expo Erau yang dimeriahkan sekitar 100 stan. (top)

TRIBUN KALTIM/M YAMIN

Bupati Kukar dan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyalakan obor tanda dimulainya Festival Erau Pelas Benua Etam Kutai Kartanegara 2012 di Stadion Rondong Demang, Minggu (1/7).

CMYK


CMYK

2

Tribun Etam

SENIN 2 JULI 2012

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO

Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menggalang dana peduli KPK di Samarinda.

Polisi Belum Pastikan Peran Am ● Kasus temuan sabu-Sabu seberat 1,008 Kilogram BALIKPAPAN, TRIBUN - Pemeriksaaan tiga tersangka Ma, Dw dan Am dilakukan intensif Satnarkoba Mapolres Balikpapan sejak terbongkarnya kasus perderan sabu, seberat 1,008 Kilogram. Hingga Minggu (1/7), pengembangan kasus masih dalam pemeriksaan, walau bukti-bukti telah dikantongi kepolisian, peran Am di dalam Rutan masih belum bisa dipastikan. Untuk itu Satnarkoba untuk sementara hanya fokus pada pemeriksaan Ma dan Dw. “Kasus ini masih dalam pengembangan kami, Ma dan Dw masih kami periksa. Untuk Am kami belum bisa memastikan sejauh mana keterlibatannya dalam peredaran sabusabu yang kami temukan,” kata Kasat Narkoba, AKP Sarbini. Pihaknya tidak ingin menyimpulkan terlalu cepat, dan akan berhati-hati dalam membongkar kasus besar ini. Pengembangan kasus ini bukanlah hal

mudah, dan membutuhkan waktu yang cukup serta kesabaran. Karena bila tidak terstruktur rapi, maka pengembangan akan kembali stagnan. Selain itu, asal paket sabu-sabu, yang pengirimnya berada di luar kota juga akan menjadi salah satu fokus pengembangan. Namun kembali Sarbini tidak ingin berkomentar banyak dan hanya berujar, “Masih pengembangan.” Untuk diketahui, terbongkarnya tiga tersangka kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu seberat 1,008 Kg senilai Rp 3 miliar, berawal dari laporan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penangkapan Ma dan Dw. Dari kedua tersangka terbongkarlah keterlibatan Am yang menjadi pemiliki kiriman barang tersebut. Am adalah tahanan Rutan Balikpapan yang diduga mengendalikan sirkulasi narkoba di Rutan dan Balikpapan.(m39)

Nilai Sewa Hotel Garden Dipertanyakan ● Komisi II DPRD Anggap Terlalu Rendah BONTANG, TRIBUN - Rencana pengoperasian kembali Hotel Garden di bawah manajemen PT Grawita Berkat Abadi (GBA), mendapat sambutan positif dari sejumlah anggota DPRD Bontang. Mereka menilai keputusan pemerintah melanjutkan pengoperasian Hotel Garden dengan investor yang baru sudah tepat. Pasalnya, manajemen sebelumnya yang bernaung di bawah PT Bontang Bina Persada (BBP) terbukti sudah wanprestasi terhadap kontrak penyewaan wisma atlet yang berlaku selama 5 tahun. “Sudah tepat kalau pemerintah menunjuk investor baru yang bisa melanjutkan pengelolaan Hotel Garden,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bontang, Sayutin Budianto, Minggu (1/7) kemarin. Hanya saja mereka menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan mengabaikan koordinasi dengan DPRD. Menurut Sayutin idealnya, sebelum pemerintah menyepakati penyewaan Hotel Garden kepada PT GBA, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan DPRD, khususnya Komisi II yang membidangi masalah aset daerah. “Memang urusan pengelolaan aset daerah itu murni domain pemerintah, tapi minimal

ada pemberitahuan kepada DPRD. jangan kayak gini justru kita tahu kesepakatan ini dari teman-teman media,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut. Senada, anggota Komisi II dari Partai Golkar, Nursalam juga menyayangkan penunjukan PT GBA sebagai investor Hotel Garden, tanpa melibatkan DPRD. Kebijakan tersebut dinilai mengabaikan hubungan antara lembaga pemerintah yang seharusnya dikelola secara harmonis. “Memang urusan penyewaan aset ini kewenangan eksekutif. Tapi tidak berarti Pemkot bisa jalan sendiri seperti sekarang. Toh, kalau ada masalah mengadunya juga ke DPRD,” ujar Nursalam yang juga Ketua Fraksi Golkar. Selain itu, pria yang akrab disapa Salam ini mempertanyakan penetapan nilai sewa Hotel Garden sebesar Rp 125 juta per bulan kepada PT GBA. Nilai sewa tersebut dinilai masih terlalu rendah jika dibandingkan nilai aset yang disewakan yang tidak kurang dari Rp 100 miliar. “Seharusnya untuk gedung sebesar Hotel Garden minimal Rp 300 juta per bulan. Kami mempertanyakan dasar hitungan Pemkot, sehingga muncul angka sewa Rp 125 juta per bulan,” tandasnya. (don)

Investor Bertambah Lahan Makin Sempit ■ Sektor Perkebunan Berau Serap 13.980 Tenaga Kerja TANJUNG REDEB, TRIBUN Selain pertambangan Kabupaten Berau juga memiliki komoditas andalan, yaitu sektor perkebunan kelapa sawit yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 13,980 orang. Hal ini tentu mendorong perekonomian masyarakat serta mengurangi angka pengangguran. “Tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hanya dalam waktu dua tahun, perusahaan perkebunan telah mempekerjakan karyawan maupun pekerja harian lepas sekitar 13 ribu orang, sedangkan perusahaan yang sudah beroperasi di Berau berjumlah 16,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Berau Mochammad Yusuf Minggu (1/7). Kemajuan sudah terlihat dari adanya investor yang menanamkan modalnya di bidang perkebunan kelapa sawit berada di Kecamatan Segah. Jika beberapa tahun lalu kecamatan ini masih terkesan sepi, bahkan Pegawai Negeri Sipil pun enggan untuk ditugaskan di daerah tersebut, kini kemajuannya terbilang cukup baik. “Perekonomian di sana sudah baik, dulu sebelum ada perkebunan kelapa sawit akses menuju ke Kecamatan Segah masih sulit, sepi, penduduknya sedikit dan minim infrastruktur. Begitu perusahaan masuk dalam waktu kurang lebih dua tahun masyarakatnya sudah mulai

ramai. Bahkan di Kecamatan Segah saat ini telah beroperasi Dealer penjulan sepeda motor. Ini awal yang baik bagi keberlangsungan perusahaan maupun masyarakat sekitar,” urainya. Dari 31 perusahaan yang mengajukan izin, 21 di antaranya telah diterbitkan sedangkan yang telah melakukan penanaman baru 16 perusahaan. Dampak positif ini kurang didukung lahan yang memadai. Saat ini pencadangan area perkebunan di Kabupaten Berau hanya tinggal 213.414 hektare. Jumlah inipun sebagian telah diperjuangkan oleh beberapa perusahaan untuk mendapatkan izin penanaman. “Meskipun prospek kedepan cukup bagus, namun sektor perkebunan juga membutuhkan lahan yang luas, satu perusahaan minimal menggarap lahan seluas 5.000-6.000 hektare. Lahan inipun tidak semuanya bisa dimanfaatkan karena terdapat beberapa kepentingan di dalamnya, seperti pembangunan fasilitas umum dan permukiman. Sedangkan luas area cadangan untuk usaha perkebunan hanya tinggal sekitar 200 ribu hektare,” tuturnya. Perlu adanya campur tangan instansi terkait untuk mengembangkan sektor perkebunan terutama masalah lahan, sehingga nanti tidak terjadi permasalahan yang merugikan investor maupun masyarakat sekitar. ”Pengurusan izin bukan hanya kewenangan

Dinas Perkebunan, terdapat beberapa instansi yang terlibat di dalam pengelolahan lahan. Untuk itu perlu adanya perhatian serius agar sektor perkebunan makin berkembang,” jelasnya. Mochammad Yusuf menjelaskan, ketersediaan lahan untuk perkebunan terbatas padahal minat investor terus meningkat. Tentu harus diimbangi dengan tersedianya informasi yang memadai terkait bagaimana lahan diperoleh dan bagaimana dampak perkebunan kelapa sawit terhadap hutan dan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. “Informasi yang akurat diperlukan, bukan saja sebagai bahan diskusi di tengah gencarnya sorotan dan tuntutan dunia internasional terhadap pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan, tetapi juga bahan masukan bagi para pengambil keputusan dalam menetapkan kebijakan terkait,” terang M. Yusuf. Pembangunan perkebunan sawit mempunyai efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, tidak terkecuali pada pelestarian lingkungan. ”Untuk mendapatkan nilai lebih dari hasil perkebunan, maka dibutuhkan pengembangan sub sektor di samping kelapa sawit. Apalagi perkebunan merupakan hasil bumi yang dapat diperbarui, sedangkan batu bara dan migas tidak dapat diperbarui, sehingga dinas terkait harus lebih selektif memberikan izin lokasi,” pungkasnya. (m40)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

SENIN 2 JULI 2012

3

Penalti Grid Terlalu Ringan ■ Lorenzo: Hukuman kepada Bautista Tidak Fair ASSEN, TRIBUN - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengatakan bahwa hukuman yang diterima Alvaro Bautista masih terlalu ringan. Pasalnya, dengan penalti grid tak memberikan efek jera kepada para pebalap yang melakukan kesalahan serupa. Pada balapan seri ketujuh di Assen, Belanda, Sabtu (30/6) lalu, Bautista melakukan kesalahan fatal karena terlalu agresif. Saat balapan baru dimulai dan memasuki tikungan pertama, pebalap Gresini Honda tersebut tak bisa mengendalikan motornya sehingga jatuh dan menghantam Lorenzo. Alhasil, kedua pebalap tersebut tak bisa melanjutkan lomba. Dari hasil investigas, pimpinan lomba menyatakan bahwa Bautista bersalah. Sebagai hukuman, pebalap Spanyol ini akan start dari posisi paling belakang pada balapan pekan depan di Sachsenring, Jerman. Namun Lorenzo tak puas dengan hukuman yang dijatuhkan kepada kompatriotnya tersebut. Menurut juara dunia 2010 ini, Bautista pantas dihukum tak boleh balapan satu

Jorge Lorenzo

seri, seperti yang dialaminya pada tahun 2005, ketika terlibat kecelakaan dengan Alex de Angelis di Motegi, pada balapan kelas 250 cc. “Saya pikir ini benar-benar sebuah bencana. Ini bencana bagi saya,” ujar Lorenzo kepada situs resmi MotoGP. “Ini bukan sebuah perasaan yang bagus karena dia orang Spanyol seperti saya dan itu terjadi dengannya. “Pergerakan yang dilakukannya merupakan sebuah bencana, tetapi keputusan yang pimpinan lomba berikan bahkan lebih menyedihkan. Setiap kali tak ada hukuman kepada pebalap sehingga mereka bisa belajar untuk masa mendatang. Memulai balapan berikutnya di posisi paling belakang tidak cukup untuk menjadi pelajaran. “Ketika saya membuat sebuah kesalahan di Jepang pada 2005, saya dilarang tampil satu seri. John Hopkins pun mengalami hal yang sama di Jepang pada tahun lainnya (2003). Dan untuk (Bautista) ini hanya start di posisi terakhir pada balapan berikutnya, merupakan hal yang tidak fair.

“Kami berharap kami akan beruntung di waktu lain dan itu tidak terjadi lagi. Tetapi jika kami tidak menghukum para pebalap, mereka akan melakukan hal gila lain seperti yang dilakukan Alvaro pada hari ini.” Akibat kecelakaan tersebut, mesin Yamaha milik Lorenzo mengalami kerusakan. Karena itu, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut meminta dispensasi menggunakan tambahan unit untuk menggantinya. “Pimpinan lomba mengatakan kepadaku bahwa mereka akan memberikan satu mesin lagi,” ujarnya. “Saya ingin berterima kasih kepada mereka atas keputusan tersebut, tetapi keputusan terhadap Alvaro tidak fair.” Dengan gagalnya Lorenzo meraih poin di Assen, sedangkan di pihak lain pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, menjadi pemenang, maka kini poin mereka sama, yaitu 140. Padahal sebelum lomba seri ketujuh ini, Lorenzo unggul 25 poin dari sang juara bertahan, sehingga dia hanya perlu masuk garis finis dan menuai poin untuk terus berada di depan. (kps)

AFP

Persisam U-21 Gagal Juara ● Kalah Adu Penalti dari Persela MALANG, TRIBUN- Skuad Persisam Putra Samarinda U-21 akhirnya gagal menjuarai kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 2011/2012 usai takluk atas Persela Lamongan U21, Minggu (1/7) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tim Pesut Mahakam muda ini kalah melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Sejak awal, para pemain Persela yang diunggulkan di ajang ini langsung tampil

menekan. Melalui penyerang andalannya, Rendy dan Rudy Santore, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu terus mengintimidasi para pemain muda Pesut Mahakam. Di menit ke-20 Persela akhirnya berhasil menorehkan angka pertamanya lewat sepakan pemain tengah Ragil MB. Persela berhasil memimpin 1-0. Tensi permaian di babak pertama semakin panas. Kubu Persisam pun tak mau kalah.

Mereka semakin ngotot mengejar ketertinggalan. Mereka akhirnya berhasil menahan seri Persela, sesaat sebelum wasit meniup peluit tanda babak pertama usai. Penyerang Persisam Lerby Eliandry berhasil menyarangkan bola ke gawang Persela yang dijaga Bimantara YP. Skor 1-1 bertahan hingga masa jeda. Di babak kedua, Persisam berhasil mengubak kedudukan. Di menit ke-64 penyerang Lerby Eliandry menggandakan torehan gol yang dibuatnya melalui umpan hasil tendangan sudut. Persisam unggul 2-1. Namun, kubu Persela pun akhirnya berhasil menyamakan kedudukan kembali. Tak sampai sepeuluh menit dari gol Persisam, angka 2-2 tampil di papan skor di

menit ke-72. Adalah Qoiron Sandy, pemain belakang skuad muda Laskar Joko Tingkir berhasil mengecoh para pemain belakang Persisam. Sebuah tendangan bebas Sandy akhirnya berhasil merobek jala Persisam yang dikawal M Rahmadani. Akhir babak kedua, kedua tim berbagi angka 2-2. Hasil itu pun memaksa mereka kepada perpanjangan waktu. Di masa perpanjangan waktu kedua tim gagal mencetak gol. Pertandingan pun dilanjutkan adu penalti. Namun lewat adu penalti ini Persisam Junior harus mengakui kekuatan Persela dengan skor 5-4. (ant)

Aldo Ingin Samuel jadi Pesepakbola BALIKPAPAN, TRIBUN- Kegembiraan terpancar di wajah Aldo Barreto dan istrinya Estela Mary saat bayi laki-laki yang ditunggu-tunggu, lahir pada Sabtu (30/6) di RS Siloam, Balikpapan. Bayi kecil yang lahir dengan berat 3,2 kilogram tersebut diberi nama Aldo Samuel Barreto Godoy. Kepada Tribun, Minggu (1/7), Aldo membagi kebahagiaannya. Menurutnya, sudah lama ia sangat ingin mempunyai bayi laki-laki. “Senang sekali rasanya. Sudah lama saya ingin punya anak laki,” kata Aldo. Nama Aldo Samuel Barreto Godoy pun diberikan kepada bayi yang lahir melalui operasi cesare ini. Nama ini jelas mempunyai arti. “Aldo itu nama saya. Samuel itu dalam agama Nasrani adalah seorang nabi, sama seperti Nabi Muhammad kalau orang Islam. Barreto itu nama keturunan saya, orang tua saya bernama Barreto. Kalau Godoy itu nama keturunan istri saya. Orang tua istri saya bernama Godoy,” terang Aldo. Keinginan memiliki anak laki-laki karena Aldo ingin karir sepakbolanya dapat menurun kepada salah satu putranya. “Kalau yang perempuan tidak mungkin main bola. Sekarang saya dikasih Tuhan anak laki-laki. Yang ini nanti bisa saya latih mulai kecil untuk bisa main bola,” akunya. Menurutnya, dunia sepakbola sudah turun-temurun di keluarganya. “Ayah saya, saudara saya, keponakan saya, semua main bola di Paraguay. Saya ingin anak saya ini bisa meneruskan karir saya di sepakbola. Dia harus lebih bagus karirnya dibandingkan saya,” katanya. Aldo pun mengaku sudah mulai memikirkan bagaimana Samuel menjadi pesepakbola profesional. “Kalau saya diberi kesehatan, saya akan latih dia sejak kecil. Lalu saya ikutkan dia ke sekolah sepakbola. Semoga dia bisa menjadi pemain hebat,” harapannya. Sebagai anak yang lahir di Indonesia, Aldo akan membebaskan Samuel untuk memilih kewarganegaraan saat dewasa nanti. “Sebelum usianya 18 tahun, dia bisa punya dua kewarganegaraan. Tapi nanti setelah 18 tahun, dia harus pilih salah satu, Paraguay atau Indonesia. Kalau dia senang di sini dan memilih jadi orang Indonesia, tidak masalah buat saya,” kata Aldo. Sebagai salah satu calon pesepakbola masa depan, Aldo sangat ingin Samuel berprestasi lebih hebat dari dirinya. “Setidaknya dia harus masuk timnas, entah itu Timnas Indonesia atau Paraguay. Karirnya harus lebih bagus dari saya,” harapnya. Kegembiraan juga dirasakan Estela Mary. Meski masih lemah, Estela sangat bahagia dengan kalahiran bayi dengan panjang 46 cm ini. “Aldo ingin sekali punya anak laki. Ini dia jagoannya sudah lahir,” katanya. Estela berharap, Samuel kecil bisa tumbuh menjadi pesepakbola seperti ayahnya. (eza)

TRIBUN KALTIM/REZA R UMAR

Aldo Barreto dan bayi kecilnya, Samuel.

CMYK


CMYK

4

SENIN 2 JULI 2012

Tribun Ekbis

ANTARA/MARIL GAFUR

KUNJUNGI PABRIK - Menteri BUMN Dahlan Iskan (tengah) didampingi Direktur PT Semen Gersik Tbk Dwi Soetjipyo I(kanan) dan Dirut PT Semen Padang Munadi Arifin saat mengunjungi Workshop (bengkel) dan Pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, sumbar, Minggu, (1/7). Menteri BUMN Dahlan Iskan Dalam kunjungan kerja selama dua hari di Sumbar Menteri BUMN Dahlan Iskan selain mengunjungi Pabrik Semen Padang juga menghadiri penandatangan kerjasama PT Semen padang dengan PT Pelindo II dan PT KAI (Persero).

Penjualan Mobil akan Turun 10 Persen ■ Pada Semester Kedua 2012 ■ Imbas Ketentuan Baru BI soal Uang Muka TRIBUN KALTIM/M YAMIN

Serah terima Cluster Bayan Perumahan Alaya.

Alaya Serahkan Rumah Cluster Banyan SAMARINDA, TRIBUN - Pengembang perumahan Alaya, PT Adya Citra Timur melakukan serah terima unit rumah cluster Banyan kepada pelanggan, Sabtu (30/6) lalu. Serah terima unit rumah cluster Banyan dilakukan Tigor Gultom kepada salah satu pelanggannya dr Furqon. Direktur Utama PT Timur Adyacitra, Tigor Gultom menjelaskan unit rumah cluster banyan seluruhnya sudah dilakukan serah terima 34 unit dari 78 unit yang dibangun. Kepada penghuni baru cluster Banyan, ia beserta jajaran manajemen mengucapkan selamat dan semoga bisa hidup tenang dan nyaman di perumahan Alaya. “Selamat dengan rumah yang baru. Semoga bisa hidup dengan tenang dan bahagia,” katanya. Cluster Banyan terletak berdekatan dengan club house yang akan mulai dibangun pengembang Perumahan Alaya. Bangunan rumah cluster banyan juga memiliki pemandangan danau yang berada depan rumah dengan jalan raya yang lebar. Desain rumah di cluster Banyan ini dibangun minimalize kontemporer. Penerima unit rumah cluster banyan, dr Furqon diwakili istrinya merasa puas atas pengembang perumahan Alaya yang tepat waktu serah terimakan kunci rumah di cluster banyan. Dalam kesempatan itu, pengembang perumahan Alaya diminta pelanggannya mengelola aliran listrik agar ketika padam, dapat memback up listrik.

“Saya sangat senang sekali penyerahan terima unit rumah tepat waktu dari pengembang perumahan Alaya. Harapan kami, perumahan Alaya mau juga mengelola listrik ketika sambungan PLN padam, maka aliran listrik rumah yang kami tempat tetap menyala. Agar anak-anak yang belajar tak terganggu pada malam hari,” jelas istri dr Furqon memberikan sambutan. Cluster Banyan tahap pertama dibangun 78 unit dengan tiga type rumah yaitu yakni Malya dengan 75 meter persegi luas bangunan, Alaris 85 meter persegi dan Agata 137 meter persegi. Terdiri dari dua lantai dengan kamar tidur variasi berjumlah 2 sampai 4 kamar. Seluruh unit rumah cluster Banyan sudah laku terjual. Kini, pengembang sedang membangun cluster Banyan Signature tahap kedua dengan 48 unit rumah. “Cluster Banyan Signature merupakan unit rumah yang lebih besar dibangun dengan tiga type rumah yakni 150, 186 dan 234 meter persegi. Saat ini, hampir 90 persen seluruh rumah di cluster Banyan Signature yang dibangun dengan kontur tanah berbukit sudah laku terjual,” ujar staf Marketing Perumahan Alaya, Lim Edi. Sekedar perlu diketahui, perumahan Alaya sudah membangun tiga cluster dimana cluster Agatis telah ditempati oleh penghuninya. Kini, cluster Canari terdiri 170 unit rumah akan mulai dibangun bulan Agustus 2012. (min)

JAKARTA, TRIBUN- Penjualan mobil diperkirakan turun sekitar 10 persen pada semester kedua dibandingkan semester satu yang menembus angka di atas 500 ribu unit. “Ketentuan baru Bank Indonesia mengenai uang muka kredit kendaraan bermotor, akan berdampak pada penjualan mobil semester kedua ini,” kata salah satu Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan di Jakarta, Minggu (1/7). Ia memperkirakan penjualan akan turun sekitar 10 persen pada semester kedua, terutama setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada Juli, ia memperkirakan penjualan masih akan mengalami pertumbuhan karena permintaan biasanya meningkat menjelang Lebaran. “Tapi mulai September, kemungkinan penjualan mobil akan turun,” ujar Johnny yang juga Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) itu. Ia mengatakan, dampak ketentuan baru BI mengenai uang muka kredit kendaraan bermotor yang berlaku 15 Juni 2012 akan terasa pada semester kedua dan belum mempengaruhi penjualan pada Juni. “Penjualan mobil pada Juni bahkan menembus angka 98 ribu unit, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu karena penjualan dan kontrak-kontrak pembelian didorong sebelum berlaku ketentuan uang muka yang baru,” katanya. Johnny mengatakan pengaruh

CMYK

ketentuan baru BI soal uang muka itu, telah mempengaruhi penjualan sepeda motor dan alat berat yang mengalami penurunan cukup besar, sekitar 30 persen. Menurut dia, penurunan pembelian alat berat juga terpengaruh kebijakan pemerintah di sektor pertambangan seperti penerapan bea keluar sejumlah produk mineral. “Kami berharap pemerintah tidak membuat lagi kebijakan yang menurunkan permintaan masyarakat

terhadap produk dalam negeri, karena salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi dalam negeri,” ujar Johnny yang juga menjadi salah satu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Dengan kondisi yang ada saat ini, ia memperkirakan penjualan mobil di dalam negeri sampai akhir tahun tidak akan menembus angka satu juta unit. Ia memperkirakan penjualan pada angka 980 ribu unit. (ant)

Minerva tak Revisi Target MESKI dunia otomotif nasional tengah gelisah karena adanya kebijakan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan, Minerva ternyata mengaku tidak terpengaruh. Target 80.000 motor pun mereka canangkan untuk 2012. Presiden Direktur PT Minerva Motor Indonesia Kristianto Goenadi menjelaskan kalau target penjualan Minerva tidak akan direvisi meski ada ketentuan kenaikan ambang batas tersebut. “Tahun lalu kita berhasil jual 60.000 motor. Tahun ini kita tergetkan jual 80.000 unit. Target tidak kita revisi meski ada aturan itu,” papar Kristianto. “Kemungkinan kita masih bisa sampai. Sebab dari Januari sampai Mei, kita sudah jual 23 ribu motor,” tambahnya. Minerva pun menurut Kristianto tidak menmapik adanya dampak negatif dari ketentuan ambang batas uang muka yang dinaikkan. “Tapi sepertinya tidak akan terlalu terpengaruh karena kita sekarang pakai kredit syariah yang tidak kena aturan DP pemerintah,’ lugasnya. Keyakinan Minerva itu menurut Kristianto akan segera mereka buktikan dengan memperluas jaringan 3S (sales, service, spare part) mereka di seluruh Indonesia. “Kini kita punya 116 jaringan 3S. Tahun ini kita targetkan jadi 160 jaringan 3S,” tuntasnya. Di ajang Pekan Raya Jakarta, selama dua mingg berlangsung, produsen motor Minerva pun tersenyum. Pasalnya, hingga kemarin sudah ada 400 motor Minerva yang terjual di ajang tahunan tersebut. “Sampai kemarin sudah 400 motor yang terjual. Target kami di PRJ tahun ini kita bisa jual 1.300 motor,” lugasnya. (dtc)


Digital_Tribunkaltim_Siang_02072012.pdf