Issuu on Google+

CMYK

EDISI SIANG

NO. 401/TAHUN 1 RABU 1 AGUSTUS 2012

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Korlantas Mabes Polri, di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/7/2012). KPK menyidik dugaan kasus suap dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil senilai Rp 196,87 milyar.

Akhirnya, Barang Bukti Tiba

di Gedung KPK ● Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Simulator Ujian SIM JAKARTA, TRIBUN - Barang bukti yang merupakan hasil penggeledahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akhirnya tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Empat mobil penyidik yang membawa alat bukti tampak tiba di gedung KPK, sekitar pukul 19.40 WIB. Sejumlah penyidik KPK yang mengenakan rompi bertuliskan

“KPK” terlihat keluar dari mobil dengan membawa sekitar 30 kardus cokelat yang disegel. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, membenarkan bahwa barang bukti kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator ujian SIM tersebut sudah dibawa ke gedung KPK. Menurut Bambang, Mabes Polri akhirnya mengizinkan KPK membawa pulang hasil

penggeledahannya setelah dilakukan pertemuan antara pimpinan KPK dan Kepala Polri. Dalam pertemuan tersebut, katanya, pimpinan KPK menyampaikan bahwa penyidik membutuhkan bukti-bukti tersebut untuk mempercepat pengusutan kasus. “KPK butuh kecepatan, ada tenggatnya. Akhirnya dipilah mana yang relevan,” ujar Bambang.

Dia juga mengungkapkan alasan Polri sempat menahan penyidik KPK membawa hasil sitaannya. Polri beralasan, sebagian bukti yang disita KPK juga diperlukan Polri dalam mengusut kasus simulator itu. Polri telah menetapkan pejabat pembuat komitmen proyek simulator itu sebagai tersangka. KPK mengusut kasus dugaan proyek korupsi

pengadaan simulator kemudi motor dan mobil di Korlantas Mabes Polri tahun anggaran 2011 sejak Januari 2012. KPK menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan senilai Rp 189 miliar tersebut. Kerugian negara dalam proyek pengadaan yang ditangani Polri itu diduga sekitar Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar. Sejak 27 Juli 2012, KPK resmi

Jangan Ada Lagi Murid Belajar di Tenda ● Musyahrim: Anggaran Pendidikan di Kukar Besar SAMARINDA, TRIBUN Kondisi murid-murid SD Fillial 016 Muara Kaman, Kutai Kartanegara yang belajar di bawah tenda mengundang keprihatinan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim Musyahrim. Dia minta Disdik Kukar segera mengambil langkah-langkah agar masalah minimnya fasilitas belajar mengajar di SD Fillial 016 bisa diatasi. “Untuk pendidikan dasar itu kewenangan Disdik Kabupaten/Kota. Meski begitu, saya meminta Disdik Kukar segara mengambil langkah-langkah agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Musyahrim, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/7). Ditegaskan, Pemkab Kukar perlu segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung belajar yang lebih layak. Melihat porsi anggaran pendidikan yang dikucurkan pemerintah pusat, provinsi,

maupun kabupaten/kota, seharusnya kejadian murid belajar di lokasi yang tak layak tidak terjadi. “Apalagi di Kukar anggaran pendidikannya sangat besar. Seharusnya kondisi ini tidak ada lagi sekarang. Terlebih di Kaltim yang sudah mencanangkan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun. Artinya urusan Wajar 9 tahun sudah beres,” katanya lagi. Meski demikian, Musyahrim meminta masyarakat jeli melihat kasus ini. Pengertian sekolah fillial harus benarbenar dipahami masyarakat. “Fillial itu bukan sekolah induk, bukan sekolah yang bukan diprogramkan untuk berada di situ. Fillial itu menumpang (nama) dengan sekolah induk yang lokasinya bisa berbeda dengan sekolah induk,” jelas Musyahrim. Dalam kasus ini, harus diketahui pasti, apakah

HO

Murid SD Filial 016 belajar di bawah tenda terpal.

Disdik Kukar sudah memiliki program pembangunan sekolah di daerah Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman tersebut. “Kecuali misal kondisi belajar di bawah tenda ini sudah berlangsung bertahun-tahun baru bisa disebut ada pembiaran. Dalam kasus ini, yang saya baca, belajar di tenda ini

karena ada proses perpindahan. Artinya saat tertentu saja,” ungkapnya. Musyahrim juga tidak mengetahui persis apakah kehadiran sekolah fillial di daerah tersebut merupakan program pemerintah atau inisiatif murni masyarakat. Jika sekolah fillial inisiatif masyarakat, Musyahrim menyarankan agar

CMYK

masyarakat mengusulkan program pembangunan tersebut ke pemerintah. “Tapi kita juga harus lihat programnya. Apa sekolah itu program pemerintah atau inisiatif masyakarakat. Bisa jadi sekolah sudah ada, tapi lokasi jauh dari pemukiman baru. Sedangkan masyarakat di pemukiman baru ingin ada sekolah di daerahnya, makanya namanya sekolah fillial. Kalau inisiatif, sebaiknya masyarakat mengusulkan ke pemerintah, agar pembangunan sekolah di situ masuk ke dalam program,” tuturnya. Musyahrim tetap berharap Disdik Kukar segera menindaklanjuti temuan tersebut. “Beda jika sudah diprogramkan tapi tidak jadi-jadi. Kalau baru sebulan mungkin ini proses karena dibangun atas inisiatif warga. Tapi intinya jangan lagi ada belajar di bawah tenda,” tandas Musyahrim. (rad)

meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dengan tersangka mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo. Perwira tinggi polisi yang kini menjabat Gubernur Akpol itu diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. (kps)

Rahasiakan Identitas Pacar

KPL

Asmirandah

LEPAS dari Dude Harlino, artis peran Asmirandah Zantman (22) mengaku kini sudah memiliki kekasih baru. Sifat pengertian lelaki itu yang mampu membuat dara bernama panggilan Andah ini luluh. “Pokoknya,

dia tahu karakter aku, aku juga gitu,” ujar Andah, yang diwawancara ketika hadir dalam acara Mahakarya Kemegahan Indonesia RCTI 23 di Jakarta, Selasa (31/7/ 2012). Namun, bintang sinetron seri Binar Bening Berlian ini belum mau mengungkapkan identitas kekasihnya. Belajar dari pengalaman, kini ia tak mau buru-buru mengumumkan siapa pacarnya, lalu hubungan mereka bubar. “Kalau pun ada yang dekat, memang sampai sekarang cuma orangtua sama keluargaku yang tahu. Bukan nggak mau ngasih tahu ya, karena pengalaman yang lalu aja,” terangnya. Andah baru akan memberitahu siapa pacarnya sekarang jika telah dekat dengan waktu menikahnya. “Nanti kalau sudah ada kabar bahagia ya,” tutupnya. (kps)


CMYK

2

Tribun Etam

RABU 1 AGUSTUS 2012

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO

Warga membentangkan spanduk di Jalan Jakarta.

Truk Kontainer Dilempari Batu ● Hari Ini Warga Blokir Jl Jakarta ● Minta Kecepatan Maksimal 15 Km/Jam SAMARINDA, TRIBUN - Aksi blokir jalan kembali dilakukan warga kota Samarinda. Usai blokir jl KH Mas Mansyur di Loa Bakung sekitar dua pekan lalu, kini warga setempat beralih memblokir Jl Jakarta mulai Rabu (1/8) dini hari. Pada Selasa (31/7) kemarin, warga setempat sempat mencegat sejumlah truk kontainer yang melaju kencang saat melewati Jl Jakarta. Hal ini membuat kekesalan warga memuncak. Sejumlah truk itu lantas dilempari dengan batu. Kekesalan warga dipicu oleh kondisi jalan yang makin parah kerusakannya. Kerusakan parah terjadi setelah jalan

tersebut menjadi jalan alternatf bagi truktruk kontainer dari pelabuhan menuju kota, setelah jl KH Mas Mansyur tidak bisa dilewati karena sedang dalam perbaikan. Saat yang sama janji Wakil Walikota Nusyirwan Ismail untuk memperbaiki jalan belum kunjung terealisasi. Pantauan Tribun Selasa (31/7) dinihari, warga Loa Bakung terlihat berkumpul halaman di Masjid Jami Ar Rasyidin. Warga terlihat mencegat iringiringan kendaraan pengangkut tersebut. Sempat terjadi antrean truk-truk pengangkut hingga sepanjang 1,5 Km. Selanjutnya, warga membagikan

10 Titik Rawan Ruas Jalan Silkar-Samboja PENAJAM, TRIBUN - Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) menemukan, ada 10 titik rawan jalur jalan provinsi antara Kilometer 16 Silkar sampai Kilometer 69 Samboja. Meski demikian jalan itu masih bisa dilewati kendaraan. Karena masuk kategori rusak sedang, sehingga Dishub tetap berharap Dinas Pekerjaan Umum, menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi saat arus mudik dan balik Lebaran nanti. Kabid Perhubungan Darat, Buhadi, Selasa (31/7) menjelaskan, kerusakan jalan di 10 titik itu sifatnya spotspot atau menyebar di sejumlah tempat. Mulai dari Km 16 Silkar sampai Km 69 Samboja. “Jalan itu ada yang berlubang kecil tapi cukup dalam. Ada juga yang kerusakannya lebar. Bahkan ada jalan saat musim hujan tergenang sehingga bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi jalan tersebut juga ada yang rusak,” jelas Buhadi. Ia menyatakan 10 titik jalan yang rusak itu masih kategori sedang namun cukup membahayakan bagi para pengguna jalan. Ia menyatakan, upaya yang sudah dilakukan dengan memasang rambu-rambu lalulintas terutama pada jalan yang rusak. Hal ini dilakukan, untuk mengingatkan para pengendara untuk lebih hati-hati. Meskipun jalan tersebut masih bisa dilewati kata Buhadi, namun pihaknya tetap berharap agar Dinas Pekerjaan Umum bisa menyiapkan alat khususnya di Sepaku, untuk mengantisipasi bila ada jalan tiba-tiba tidak bisa dilewati pengendara. “Kami berharap ada alat berat yang siaga di wilayah Sepaku. Jadi ada jalan rusak, bisa segera diperbaiki. Apalagi ini kan menjelang arus mudik dan arus balik serta itu merupakan akses jalan alternatif, selain kapal feri menuju Balikpapan maupun sebaliknya,” tegasnya. Selain kerusakan jalan kategori sedang lanjut Buhadi, sejumlah ruas jalan Silkar-Samboja dan Penajam-Babulu juga mengalami kerusakan kategori ringan. Namun hal ini tetap harus diwaspadai bagi para pengguna kendaraan. Mengenai kesiapan arus mudik 2012 ini, Buhadi menyatakan, pihaknya telah menyiapkan angkutan umum termasuk jurusan Penajam-Tanah Grogot dan PenajamTanjung, Kalsel. (mir)

selebaran ke seluruh pengemudi truk yang melintas. Selebaran tersebut berisikan permintaan kepada pengemudi untuk memcau kendaraannya dalam kecepatan 15 Km/jam. Warga pun sempat melempari batu ke truk yang tetap melaju kencang meski warga telah coba memperlambatnya. “Intinya kita minta kendaraan angkutan berat 8 ton ke atas, jika melewati Jl Jakarta, itu kecepatannya tidak boleh lebih dari 15 Km/jam,” tegas Koordinator Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Loa Bakung, Mustafa. Menurut Mustafa, aksi warga malam

itu hanya merupakan bentuk sosialisasi kepada para pengemudi truk. Selanjutnya, warga akan menutup total Jl Jakarta mulai Rabu (1/8) dinihari. Dalam tuntutannya, warga meminta agar para pembuat kebijakan turun langsung menemui warga di lokasi pemblokiran. Diketahui, Jl Jakarta berstatus jalan provinsi. “Kami akan tutup jalan mulai Rabu dinihari. Kita ingin pejabat yang harus datang paling rendah Walikota Samarinda. Kalau yang datang wawali akan kita tolak. Sebab kita sudah pernah pertemuan dengan wawali 27 Juni lalu, tapi sampai sekarang tidak ada

realisasinya,” kata Mustafa, disambut riuh teriakan warga Loa Bakung lainnya. Mustafa dan warga lainnya pun menyadari, bahwa aksi penutupan total Jl Jakarta akan berimbas pada terganggunya roda perekonomian Samarinda dan sekitarnya. Maklum, jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang boleh dilintasi kendaraan pengangkut barang-barang kebutuhan dari Pelabuhan Peti Kemas Palaran menuju Samarinda kota, dan sebaliknya. “Tuntutan kami tentu jalan ini diperbaiki segera. Kemudian itu tadi, kendaraan yang melintas kecepatannya hanya 15 Km/Jam,” tandasnya. (rad)

Nelayan Juata Laut Mengeluh Kekurangan Solar TARAKAN, TRIBUN - Sejumlah nelayan di Juata Laut mengeluhkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di APMS Juata Laut sangat kurang. Hal ini diungkapkan Hapsiah, nelayan Juata Laut, saat Walikota Tarakan Udin Hianggio melakukan inspeksi mendadak (Sidak) BBM di beberapa SPBU dan APMS di Kota Tarakan, Senin (30/7). Menurut Hapsiah, setiap hari ada saja nelayan yang tidak mendapatkan solar, padahal sudah mengantre. Hal ini karena pasokan bahan bakar solar sangat kurang dibandingkan dengan jumlah nelayan di Juata Laut. “Saya saja tidak dapat, padahal sudah lama antre. Tapi kata petugasnya solar sudah habis. Kalau caranya begini suami dan anak saya tidak bisa melaut mencari ikan. Yah terpaksa besoknya antre lagi,” ujarnya. Hapsiah berharap dengan kunjungan orang nomor satu di Tarakan ini dapat memberikan solusi terbaik. “Mudah-mudahan ada jalannya, kalau bisa bahan bakar solar di Juata Laut ini pasokannya ditambah disesuaikan dengan jumlah nelayan yang ada,” katanya. Supardi, petugas APMS Juata Laut mengaku, setiap hari ia mendapatkan pasokan bahan bakar solar hanya 5.000 liter. “Setiap datang solar dari PT Pertamina para nelayan sudah antre. Hanya dua jam solar sudah langsung habis. Jadi banyak nelayan yang tidak mendapatkan solar,” ucapnya. Supardi mengatakan, bahan bakar solar yang didatangkan Pertamina seminggu empat kali, yaitu Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. “Tapi sudah beberapa minggu ini jadwal pengirimannya diubah PT Pertamina, yaitu Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Saya tidak tahu mengapa jadwalnya diubah,” katanya. Sementara Walikota Udin Hianggio mengatakan, dengan adanya keluhan dari nelayan, ia akan mengumpulkan seluruh stafnya yang berasal dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas permasalahan BBM ini. “Saya dalam waktu dekat ini akan rapat dan mengumpulkan seluruh staf untuk membicarakan permasalahan ini. Mudah-mudahan solusinya bisa kita dapatkan, sehingga keluhan para nelayan ini bisa teratasi,” katanya. (jnh)

TRIBUN KALTIM/JUNIASAH

Nelayan juata laut mengeluhkan tidak mendapatkan bahan bakar solar untuk pergi melaut mencari ikan.

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

RABU 1 AGUSTUS 2012

3

ANTARA/YUDHI MAHATMA

Timnas senior berlatih jelang menghadapi Valencia.

Bepe Cs Gabung Tim Nasional ● Persiapan Piala AFF 2012 JAKARTA, TRIBUN- Berita menggembirakan untuk tim nasional Indonesia menjelang turnamen Piala AFF 2012 di Malaysia. Tiga pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) yaitu Bambang Pamungkas, Firman Utina dan Ponaryo Astaman ikut berlatih dengan skuad timnas senior asuhan Nil Maizar, menyusul

Patrich Wanggai yang sebelumnya juga bergabung. Bergabungnya tiga pemain veteran tersebut diharapkan dapat membujuk pemain-pemain ISL lainnya seperti Ahmad Bustomi, Kurnia Meiga, Zulkifly Syukur, dan yang lainnya untuk bergabung. Kedatangan pemain-pemain dari kompetisi ISL diharapkan mampu mengangkat prestasi

timnas yang kurang memuaskan dalam beberapa bulan terakhir, terutama dengan terciptanya rekor kekalahan terbesar yang pernah dialami tim Garuda, yaitu 10-0 saat melawan Bahrain, di mana saat itu PSSI melarang pemain ISL masuk ke timnas. Saat ini sudah ada 16 pemain yang bergabung dalam timnas. Selain pemain ISL, pemain lain

yang telah datang diantaranya Ferdinand Sinaga, Abdulrahman, Wahyu Widjiasnanto, Bima Sakti, Valentino, Samsul Arief dan Wahyu Tri Nugroho. Mereka akan dipersiapkan untuk meladeni salah satu kekuatan sepakbola Spanyol, yaitu Valencia, dalam sebuah laga persahabatan pada 4 Agustus mendatang.(goal)

Balap Sepeda Kaltim Andalkan Robin Manulang SAMARINDA, TRIBUNPelatih Ikatan Sepeda Sport Indonesia M Loha optimistis, cabor balap sepeda bisa memenuhi target menyumbangkan dua medali emas di PON XVIII 2012 di Riau. Atlet balap sepeda andalan Kaltim dibebankan kepada Robin Manulang, atlet yang meraih medali perak di SEA Games 2011 lalu. Menurut Loha, Robin yang akan diturunkan di nomor Individual Time Trial (ITT) dan nomor Creterium berpeluang menyabet medali emas. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan dari nomor

lainnya bisa memberikan kejutan. “Sejauh ini peluang untuk cabor Balap Sepeda ada dinomor ITT dan Creterium. Dan kita juga punya empat atlet yang akan diturunkan dinmor Road Race. Empat atlet itu sekarang masih menjalani trainning center (TC) di Yogyakarta,” kata Loha, Selasa (31/7/2012). Ia mengatakan, belum lama ini Robin berhasil keluar sebagai juara di nomor ITT men elit non seleksi dalam Lomba Customs Cycling - United Bike Seri III. Nomor tersebut, diikuti 74 pebalap

sepeda se Indonesia. Lomba yang menempuh jarak sejauh 36,7 kilometer dimulai dari alun-alun kota Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, dan berakhir di Jalan Baron. Robin menuntaskan rute itu dalam waktu 43 menit dan 53,497 detik. Robin mencatat, sebagai pebalap tercepat pertama dan diurutan kedua Jelly Dorisman dari tim Cikeas Cycling, 50 menit dan 24,357 detik. Sementara Elan Riyadi Sutomo (Team Nurbic) tercepat ketiga, 50 menit dan 55,507 detik. “Untuk tujuh atlet balap sepeda lainnya, sekarang

Tibo Ogah Komentari Tudingan BEC Tero

sedang menjalani trainning center di Jawa Timur. Ini untuk mematangkan persiapan sebelum berlaga di PON. Setelah TC, 11 atlet balap sepeda dijadwalkan tanggal 25 Agustus langsung ke Riau,” tutur Loha. Loha mengingatkan kepada atlet balap sepeda Kaltim agar bisa mengimbangi pesaingnya dari Provinsi Jawa Timur yang berhasil menyabet juara umum di Kejurnas Pra PON. “Jatim memiliki atlet yang handal. Saya sudah ingatkan atlet kita agar waspadai atlet Jatim,” ungkapnya.(bud)

CMYK

JAKARTA, TRIBUN- Striker Indonesia asal Papua, Titus Bonay, enggan mengomentari pernyataan klub Liga Premier Thailand, BEC Tero Sasana yang menyebut dirinya menghilang dan tidak bisa dikontak sejak pekan lalu. Sambil berlalu menuju bus, seusai latihan tim nasional di lapangan C Senayan Jakarta, pemain yang pernah memperkuat Bontang FC itu mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan wartawan. “Maaf, saya lagi malas. Tolong hargai saya,” ujar Tibo, Selasa (31/7). Sebelumnya, Robert Procureur, Direktur BEC Tero menyatakan bahwa pihak klub kehilangan kontak dengan Tibo sejak Jumat pekan lalu. “Kami terus berupaya menyelesaikan masalah administrasi dengan agennya untuk mengurus ITC, tapi kami hilang kontak sejak Jumat. Panggilan telepon yang kami lakukan tidak dijawab sama sekali,” kata Robert Procureur,

seperti dikutip dari GOAL. BEC Tero pun menyatakan telah menghubungi PSSI untuk menanyakan keberadaan mantan pemain Persipura Jayapura tersebut. Saat itu, menurut klub berjuluk ‘’The Fire Dragon’’, PSSI mendapat jawaban bahwa Tibo tengah berada di Jakarta bersama agennya untuk memastikan terbitnya International Transfer Certificate (ITC). Akibat hilang kontak, kata Robert, klub kemungkinan akan mencari

pemain asing baru untuk menggantikan posisi Titus Bonai. Namun Robert belum menyebut nama pemain pengganti Tibo. Tibo sendiri sebenarnya baru saja dikontrak BEC Tero Sasana beberapa waktu lalu. Ia pun sudah diperkenalkan bersama dua pemain baru lainnya. Bahkan, Tibo pun sebelumnya disebut akan melakukan debut saat melawan Chonburi sehari setelah diperkenalkan kepada media Thailand, namun urung terlaksana.(ti)


CMYK

4

Tribun Ekbis

RABU 1 AGUSTUS 2012

ANTARA/DHONI SETIAWAN

PASAR PEDULI BUMN - Ratusan warga antre mendapakan paket murah sembako yang digelar dalam Pasar Murah Peduli BUMN untuk rakyat di Kantor Kelurahan Grogol Selatan, Selasa (31/7). Sebanyak 3.500 paket sembago disediakan kepada warga sebagai wujud kepedulian perusahaan Badan Usaha Milik Negara dalam membantu masyarakat dalam menghadapi melonjaknya harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan ini.

BPR Bantu Modali Produsen ● Pangkas Rantai Distribusi Komoditas BALIKPAPAN, TRIBUN Sebagai upaya untuk memangkas rantai distribusi berbagai komoditas yang memberikan sumbangan inflasi di kota Balikpapan, Pemkot Balikpapan berencana untuk melakukan beberapa langkah. Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan pemangkasan rantai distribusi menjadi salah satu program prioritas yang akan dilakukan oleh Pemkot Balikpapan. Beberapa cara akan ditempuh diantaranya melalui pemberdayaan petani dan peternak sehingga tidak bergantung sepenuhnya kepada para pemodal besar yang kebanyakan juga menjadi pedagang besar. “Jadi langkah kami adalah bagaimana memberikan modal awal sekaligus pembelajaran bagi petani atau produsen melalui BPR. Produsen diperkuat agar memiliki daya tawar serta konsumen juga perlu diperluas aksesnya kepada produsen agar rantai distribusi bisa efisien,” kata Arzaedi, usai Rapat Koordinasi TPID Kota Balikpapan, Selasa (31/7). Untuk permasalahan modal dari produsen komoditas, kata Arzaedi,

akan dibantu melalui pembentukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang saat ini masih dalam proses pengkajian dan penentuan kelayakan pembentukan. Kehadiran BPR juga akan didukung pembentukan perusahaan penjaminan kredit daerah yang regulasinya dibuat pemerintah provinsi. Nantinya, perusahaan penjaminan kredit daerah ini akan membantu meningkatkan kapasitas usaha dari para produsen sehingga bisa lebih bankable. Selain itu, Pemkot juga akan meluncurkan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) yang bisa menjadi acuan bagi petani, nelayan maupun konsumen atas komoditas yang ada di pasaran. Informasi mengenai harga komoditas diharapkan bisa memberikan informasi terhadap konsumen dan produsen, terutama bila ada rentang harga yang tidak wajar namun tidak dapat dinikmati produsen. Sedangkan untuk barang yang disuplai dari luar daerah, pihaknya akan mendorong upaya untuk meningkatkan akses pelabuhan agar proses bongkar muat bisa lebih cepat dilakukan, sekaligus mendorong rencana pengoperasian Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau. Modal Besar Pegang

Kontrol DARI hasil riset Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengenai Pemetaan Struktur Pasar dan Pola Distribusi Komoditas Strategis Kota Balikpapan, disimpulkan struktur pasar komoditas strategis penyumbang inflasi di Balikpapan bersifat oligopoli. Hal ini berimplikasi pada pelaku pasar yang bermodal besar relatif memiliki kontrol yang cukup besar terhadap harga di pasaran. Tak hanya itu, pola distribusi seluruh komoditas dari produsen hingga ke konsumen melalui rantai distribusi yang relatif panjang, dengan jumlah jalur yang bervariasi serta lintas geografis. Selanjutnya, implikasi dari kondisi tersebut adalah kondisi pasar Balikpapan seringkali berada pada kondisi yang tidak menentu serta menyebabkan harga turut berfluktuasi tergantung dari pasokan. Pengambilan margin yang terlalu besar di tingkat pedagang perantara untuk komoditas tertentu, terutama pertanian dan perikanan, menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara produsen dan pengecer, serta berdampak pada volatilitas harga abnormal yang disebabkan oleh ketidakstabilan pasokan. (may)

ANTARA/ARI BOWO SUCIPT0

Seorang pekerja mengangkut beras raskin dua kali lebih banyak dari pendistribusian normal di kantor desa Bunutwetan, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (31/7). Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat mempercepat penyaluran raskin untuk dua bulan sekaligus guna meredam gejolak harga beras yang mulai naik di pasaran saat bulan Ramadhan.

Fungsi Perum Bulog akan Ditambah ● Tak Cuma Urusi Komoditas Beras JAKARTA, TRIBUN Pemerintah memastikan akan menambah fungsi Perum Bulog, mengelola komoditas pangan selain komoditas beras. Rencananya ada penambahan beberapa komoditas pangan yang sangat berpengaruh bagi masyarakat. Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/7). “Intinya adalah penguatan

CMYK

fungsi Bulog. Nanti tim akan melaporkan apakah beras ditambah kedelai, atau ditambah minyak dan seterusnya,” tegasnya. Saat ini, lanjut Hatta, terdapat sebuah tim yang tengah mengkaji mengenai rencana tersebut. Kajian ini meliputi komoditas apa yang perlu dijaga oleh Bulog maupun kesiapan Bulog memenuhi komoditas tersebut. “Tim sedang bekerja. Saya sudah membentuk tim, akan bekerja dalam 2 minggu. Kemudian

melaporkan kapan kita mulai,” tandasnya. Sebelumnya Perum Bulog mengusulkan untuk menjadi pengelola 5 komoditas pangan, dari saat ini yang hanya beras saja. Hal ini bagian dari upaya revitalisasi Perum Bulog yang telah dijanjikan oleh Presiden SBY. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, sebagai upaya untuk memperluas kewenangan Bulog, pihaknya mengusulkan agar Bulog memainkan

peran untuk 5 komoditas pangan. Lima komoditas pangan itu antara lain beras, gula, kedelai, jagung dan minyak goreng. Menurut Sutarto, usulan lima komoditas pangan itu berdasarkan pertimbangan komoditas itu kebutuhan orang banyak, komoditas yang fluktuasi harganya tinggi termasuk waktu dan tempatnya, komoditas itu masih memerlukan cadangan suplai dari impor. (dtc)


Digital_Tribunkaltim_Siang_01082012.pdf