Page 1

CMYK

EDISI SIANG

NO. 762/TAHUN 1 JUMAT 18 JANUARI 2013

ANTARA/RUMGAPRES-ANUNG

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( dua kiri) di dampingi Menlu Marty Natalegawa (kiri) meninjau banjir di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/1). Akibat curah hujan tinggi di hulu sungai yang mengalir ke Jakarta menyebabkan Jakarta lumpuh akibat banjir.

Awang Ngotot Kelola Blok Mahakam ● SKK Migas: Belum Ada Putusan Pemerintah ● TEPI Siap Kerja Sama SENIPAH, TRIBUN Kontrak pengelolaan Blok Mahakam oleh Total E&P Indonesie (TEPI) yang akan berakhir pada 2017 mendatang terus disoal. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersikap ngotot ingin mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam. Sikap ini dilakukan menurut Awang, semata-mata untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat Kaltim. “Tapi saya yakin, sudah saatnya kita ambil alih (Blok Mahakam) dan kita sudah belajar, dan ada blok-blok baru yang diberikan investor asing,” tegasnya usai meresmikan Lapangan Gas South Mahakam milik TEPI di Senipah, Samboja, Kutai Kartaengara, Kamis (17/1) kemarin. Awang berharap, kontrak pengelolaan Blok Mahakam yang saat ini dikelola TEPI tidak lagi diperpanjang dan segera diserahkan kepada pemerintah daerah. Sedangkan investor asing dalam hal ini TEPI, bisa diberikan blok-blok baru yang masih ada. Awang optimistis hal itu dapat berjalan secara baik. Mengingat sudah ada daerah lain yang lebih dulu memulai. Dia mencontohkan, pengelolaan Blok Migas yang terjadi di Aceh setelah pengelolaannya berakhir oleh perusahaan Migas Exxon Mobile, kini dilanjutkan kolaborasi (kerjasama) antara Badan Usaha Milik Daerah

(BUMD) dengan Pertamina. Pengelolaan dianggap berjalan baik dan cukup berhasil. Selain itu, Awang mengaku, Aliansi Masyarakat Kaltim juga telah mengajukan sikap penolakan terhadap pengelolaan Blok Mahakam oleh TEPI. Sikap itu telah disampaikan ke DPR untuk dibahas lebih lanjut. “Masyarakat Kaltim tidak menghendaki itu, dan ini sudah diajukan ke DPR,” ujarnya. Meski demikian, pihaknya sangat setuju jika semua pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan Blok Mahakam duduk bersama membahasnya. “Saya sangat setuju kita harus duduk bersama membahas masalah ini. Baik Pemerintah Pusat, Pemda, dan investor. Terserah nanti apa keputusan pusat mengenai ini,” ujarnya. Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Rudi Rubiandini mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan dari pemerintah terkait siapa yang berhak mengelola Blok Mahakam. Pemerintah sangat mempertimbangkan usulan pemerintah daerah (BUMD) dan BUMN untuk dikembangkan, sehingga memberikan optimalisasi pengelolaan Blok Mahakam yang berdampak pada penerimaan negara. Meski demikian, perlu didukung dana, tekhnologi dan SDM. “Pemerintah akan mencoba membuat mereka

yang berminat tadi untuk berkolaborasi, kemudian duduk bersama membahas ini. Kami dari SKK Migas hanya sebagai pelaksana, jadi apapun keputusan pemerintah pasti kami laksanakan,” bebernya. Pengelolaan minyak dan gas di Indonesia, kata Rudi, memiliki banyak model. Ada yang 100 persen investasinya dimiliki swasta nasional, seperti yang dilakukan Medco, ada juga 100 persen yang dimiliki BUMN seperti Pertamina, dan ada pula 100 persen menggunakan investasi dari luar negeri atau perusahaan multinasional. “Memang ada kolaborasi seperti di Jawa Timur antara BUMD bergabung dengan Pertamina dan perusahaan asing, itu juga bagus. Artinya semua kemungkin bisa terjadi. Hingga hari ini belum ada keputusan dari pemerintah mengenai Blok Mahakam,” katanya lagi. Menanggapi keinginan Pemprov Kaltim mengelola Blok Mahakam, TEPI menyatakan siap bekerjasama dengan siapapun, termasuk Pemprov Kaltim (BUMD). “Pada prinsipnya kami siap bekerjasama dengan siapapun, baik BUMD maupun BUMN mengenai Blok Mahakam. Yang penting adalah kita harus mengambil keputusan agar produksi Blok Mahakam saat ini tetap berjalan baik,” jelas President Director & GM TEPI Elisabeth Proust. (ful)

ANTARA/YUDHI MAHATMA

Kepala SSK Migas Rudi Rubiandini (kiri) bersama Gubernur Kaltim Awang Farouk (kanan) Pres.Dir GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust (tengah) meresmikan Lapangan Migas South Mahakam yang dioperasikan Total E&P Indonesie di Senipah, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Kamis (17/1). Produksi dari Lapangan Migas South Mahakam tersebut diharapkan mencapai rata-rata 69.000 barrel oil equvalent per hari, termasuk konsedat 18.000 barrel per hari pada akhir 2013.

Tak Rebutan dengan Pertamina KABAR mengenai perebutan pengelolaan ladang gas di Blok Mahakam antara Total E&P Indonesie dengan Pertamina mendapat tanggapan Vice President Human Resources and General Service TEPI Arvidya Noviyanto. Novi dengan tegas membantah isu tersebut. Menurutnya, TEPI dan Pertamina sudah lama bekerja sama, salah satunya kerjasama produksi gas di Blok Tengah yang masih dalam area Blok Mahakam, yakni di sisi Lapangan Nubi. Di mana ada porsi saham 7 persen, dan dari saham 7 persen itu porsi 55 persen milik Pertamina dan 22 persen Total dan Inpex. “Orang bilang kami rebutan itu tidak benar, justru kami berhubungan baik dengan Pertamina,” tegasnya di Balikpapan, Kamis (17/1). Menurut Novi, saat ini

CMYK

pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah, apakah masih beroperasi atau tidak pasca berakhirnya kontrak pada 2017 di Blok Mahakam. Namun, berdasarkan instruksi pemerintah, TEPI dan Pertamina diminta berunding setelah kontrak berakhir. Ada dua opsi pilihan, yakni porsi saham di Blok Mahakam setelah 2017 yakni 51 persen Pertamina termasuk Partisipant Interest (PI) pemerintah daerah di Kaltim, dan 49 persen diberikan ke TEPI dan Inpex. Pilihan kedua, TEPI mendapat 33 persen, Inpex 33 persen, dan Pertamina 34 persen. “Tergantung keputusan pemerintah, yang ada saat ini Pemerintah memerintahkan kami (TEPI), Inpex dan Pertamina serta daerah berapa masing-masing

partisipant interest di blok tersebut, diskusinya masih di situ saja,” ujarnya. Menurutnya, TEPI selaku operator lapangan gas di Blok Mahakam setelah kontraknya di blok tersebut berakhir, cadangan gas yang tersisa tinggal 2 triliun kaki kubik (TCF) dan bukan 12 TCF seperti yang sering diklaim banyak orang. Pasalnya, cadangan gas di Blok Mahakam saat ini tinggal masih sekitar 5,8 TCF, sementara total produksi gas saat ini di blok tersebut rata-rata mencapai 1.500 juta kaki kubik per hari (MMscfd). “Produksi kita per hari sekitar 1.500-1.600 MMscfd. Artinya setahun produksinya sekitar 1,5-1,6 TCF, artinya pada 2017 cadangan tersisanya hanya sekitar 2 TCF saja,” ungkapnya. (ful)


CMYK

2

Tribun Etam

JUMAT 18 JANUARI 2013

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

MENKES KELILING SILOAM - Menteri Kesehatan RI dr Nafsiah Mboi Sp A MPH didampingi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berkeliling melihat fasilitas Siloam Hospitals Balikpapan usai diresmikan Kamis (17/1) pagi. Nafsiah bersama rombongan menyempatkan diri melihat- lihat sebagian area rumah sakit berstandar internasional di Kota Balikpapan ini, mulai area lobi, poliklinik, layanan gawat darurat hingga ruang layanan pendukung lainnya, seperti radiologi, X- Ray, CT-Scan hingga ruang medical check up.

Airvan Mestinya jadi Pembelajaran ● Aji Sofyan Alex Minta Gubernur Tidak Berpikir Instan SAMARINDA, TRIBUN Wakil Ketua DPRD Kaltim Aji Sofyan Alex meminta Gubernur tidak berpikir instan dengan serta merta membeli pesawat dengan menggunakan dana APBD Kaltim guna memenuhi persyaratan pendirian Kaltim Air sebagai maskapai penerbangan. Harus kaji lebih dalam keinginan itu, mengingat bisnis penerbangan bukanlah sesuatu yang sederhana. “Jangan berpikir instan. Banyak yang semestinya harus dipertimbangkan dan dikaji lebih dalam. Pengalaman (buruk) membeli lima pesawat Airvan beberapa tahun lalu mestinya sudah cukup jadi pembelajaran. Kini lihat Airvan. Jangankan berfungsi maksimal, dijual bahkan dihibahkan pun tak ada (pemkab/pemkot) yang mau,” tandas mantan Kepala Dinas Pertanian Kaltim yang kini menjadi politisi PDIP. Dia mengakui gagasan untuk memiliki maskapai penerbangan sendiri adalah ide yang bagus dan patut diapresiasi. Tetapi bukan berarti untuk mewujudkannya lantas harus dengan dana milik rakyat atau APBD lagi. Dewan menurutnya justru akan memberikan

apresiasi yang tinggi jika gubernur dan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) mampu mewujudkan gagasan itu tanpa campur tangan dari APBD, melainkan dengan menggaet investor. “Memang kalau melihat besaran APBD Kaltim yang mencapai Rp 13 triliun, mungkin kita sanggup saja membeli pesawat, apalagi cuma dua unit. Tapi tidak bisa begitu saja (hanya dengan keinginan gubernur). Harus ada kajian mendalam agar semuanya tak menjadi terlanjur (menyesali di kemudian hari),” tambah Aji. Ia berharap gubernur memahami masalah ini.”Nanti dikatakan kami tidak mendukung. Sebenarnya bukan seperti itu, Dewan mendukung apa saja selama itu benarbenar bisa dipertanggungjawabkan dan tujuannya untuk kebutuhan masyarakat kita. Soal Kaltim Air dan beli pesawat, itu yang harus dikaji lebih dalam, apakah menjadi kebutuhan masyarakat kita saat ini atau belum.” Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah membeli lima unit pesawat GA-8 Airvan buatan Australia guna melayani penerbangan perintis ke perbatasan dan pedalaman. Pesawat dibeli dengan dana APBD Kaltim

tahun 2003 senilai total Rp 26,5 miliar. Namun belakangan Pemprov dan Perusda MBS -- sebagai pengelola -- menyadari bahwa mengelola bisnis penerbangan tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Perusda MBS kini tak sanggup lagi meneruskan pengoperasiannya. Lengkaplah sudah masalah yang mendera Airvan yang sebenarnya sudah bermasalah sejak dari pembelian. Salah satu pesawat Airvan beregister PK-VMS Kersik Luway diduga menggunakan mesin bekas. Kasus ini menyeret mantan Plt Dirut MBS Mandurdi sebagai terdakwa korupsi dan telah dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh PN Samarinda. Satu pesawat mengalami kecelakaan akibat tergelincir di Bandara Long Layu, Nunukan, Desember 2006. Kini MBS tak sanggup lagi mengoperasikan Airvan yang tersisa. Biaya operasionalnya jauh lebih besar. Dijual atau dihibahkan dianggap sebagai jalan terbaik. Tapi hingga kini ternyata tidak satu pihak pun yang berminat membelinya. Bahkan pemkab/pemkot di Kaltim pun tak mau untuk mengoperasikannya, meski tanpa beli (hibah).(aid/bin)

Kejari Geledah Kantor DPRD Kutim SANGATTA, TRIBUN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta telah menahan tersangka pertama dalam kasus penyaluran dana bantuan sosial dengan skema aspirasi anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur tahun 2011, Rabu (16/ 1) malam. Tersangka yang berinisial AU tersebut berperan dalam mengkoordinir penyaluran dana aspirasi anggota DPRD Kutim yang berinisial SM. Penahanan AU ini dinilai akan menjadi pintu untuk menguak tabir kasus dana aspirasi tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Didik Farkhan, SH, MH,

didampingi Kasi Intel, Dodi Gazali Emil, Kamis (17/1), mengatakan pihaknya kembali melakukan pemeriksaan saksi dalam konteks penyidikan dan pendalaman kasus AU. “Hari ini kami memeriksa beberapa orang yang menjadi penerima bansos aspirasi yang dikoordinir tersangka. Dari pemeriksaan ini, kami mendapatkan indikasi ada penambahan jumlah proposal fiktif,” katanya. Dengan indikasi penambahan jumlah proposal fiktif tersebut, secara berbanding lurus kuat kemungkinan ada penambahan

kerugian negara. “Besar kemungkinan ada penambahan kerugian negara,” katanya. Pihak Kejari Sangatta juga sudah melakukan penggeledahan beberapa ruangan di kantor DPRD Kutim untuk mengumpulkan berkas yang mendukung penyidikan. “Kami memang menggeledah beberapa ruangan di kantor DPRD Kutim untuk mengumpulkan beberapa dokumen yang mendukung penyidikan. Pihak Sekretariat DPRD kooperatif. Bahkan kami didampingi oleh Sekwan saat melakukan penggeledahan,” kata Dodi. (khc)

Penutupan Lokalisasi Loa Hui tak Bisa Segera SAMARINDA, TRIBUN Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, penutupan lokalisasi Suka Damai di Harapan Baru, Loa Janan Ilir -- akrab disebut lokalisasi Loa Hui -- tidak bisa dilakukan serta merta. Ia menghargai desakan para tokoh warga setempat, namun Pemkot perlu waktu setidaknya satu tahun lagi. Hal tersebut ditegaskan Nusyirwan Ismail usai rapat tindaklanjut desakan warga di Balaikota, Kamis (17/1) untuk menutup lokalisasi Loa Hui. “Bila melihat kondisinya Pemkot belum bisa menjanjikan

CMYK

pemindahan lokalisasi ini dalam waktu dekat, ini baru dalam tahapan satu tahun ke depan,” katanya.” Sejumlah tokoh mendesak pemerintah segera merelokasi lokalisasi tersebut. Sebab di sekitar lokalisasi kini sudah berkembang menjadi permukiman penduduk, sarana pendidikan (madrasah dan kampus terpadu Politeknik Negeri Kesehatan Provinsi Kaltim), dan tempat pemakaman umum (TPU). Keberadaan lokalisasi selama ini juga selalu memberikan kesan buruk. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di Kelurahan Harapan

Baru dan Kecamatan Loa Janan Ilir, kena imbas akan pencitraan yang kurang bagus dari wilayah lain. Terlebih keberadaan lokalisasi biasanya selalu diikuti dengan tindak negatif lainnya seperti judi dan peredaran minuman keras, sehingga dapat merusak moral dan akhlak generasi muda. Rapat koordinasi ini melibatkan Dinas Sosial Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda, unsur kepolisian, tokoh masyarakat dan beberapa pihak terkait lain di Balaikota. Sesuai agenda tujuan pertemuan ini

adalah untuk melihat seberapa jauh kemungkinan untuk bisa menutup atau merelokasi lokalisasi yang keberadaannya sudah mencapai puluhan tahun tersebut. Menurut Wawali, lamanya waktu ini cukup beralasan mengingat untuk merelokasi tentu diperlukan adanya alternatif lokasi baru, sekaligus kajian dengan beberapa kriteria diantaranya berjarak lebih kurang 10 km dari pemukiman. “Ditambah lagi dalam APBD 2013 ini memang belum ada alokasi anggaran untuk itu,” katanya. (dep)


CMYK

JUMAT 18 JANUARI 2013

3

ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO

PENGHARGAAN ATLET BERPRESTASI- Atlet bulutangkis binaan PB Djarum Edi Subaktiar (kanan) dan Melati Daeva Oktaviani (tengah) mendapat penghargaan dari PB Djarum saat Penghargaan KONI Award dan Atlet PB Djarum Berprestasi 2012 di GOR PB Djarum Kudus, Jateng, Rabu (16/1). Penganugrahan kepada atlet yang berhasil mengukir prestasi selama tahun 2012 tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi serta guna memacu atlet agar lebih berprestasi lagi.

Pelatnas Angkat Besi Terganjal Tempat BALIKPAPAN, TRIBUN - Kota Balikpapan mendapat kepercayaan menjadi salah satu kota yang dijadikan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Angkat Besi untuk kejuaraan internasional SEA Games Myanmar tahun 2013 mendatang. Namun sayangnya, hingga kini tempat latihan untuk pelatnas tersebut belum ada. Pelatih nasional angkat besi Lukman mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Harusnya lanjut Lukman, pemusatan latihan nasional tersebut dilakukan mulai awal Januari ini. Sebelumnya, para lifter nasional tersebut melakoni latihan di GOR Hevindo MT Haryono, Balikpapan. Namun karena kontrak dengan Hevindo selesai pada Desember lalu, membuat para lifter dan tim pelatih ini telantar dan hingga kini belum memiliki tempat strategis untuk berlatih. “Memang kita dipercaya PB PABBSI untuk menjadi salah satu

kota pelatnas. Kita sudah melapor ke Pak Walikota untuk mendapat tempat strategis, karena pelatnas ini untuk kejuaraan internasional SEA Games,” tandasnya, Kamis (17/1). Dikemukakan, sejak habis masa kontrak dengan Hevindo, pihaknya berencana untuk menggunakan salah satu tempat di Balikpapan Tennis Stadium (BTS), meskipun tempat tersebut jauh dari standar kelayakan untuk kategori pelatnas SEA Games. Namun, pihaknya terus berpikir untuk menggunakan salah satu tempat yang ada di depan Gedung Sport and Convention Center (Dome). Menurutnya, tempat tersebut terbilang representatif. “Awal Desember kontrak dengan Hevindo habis, otomatis kita cari tempat representatif, sementara yang bisa lihat di lapangan tenis karena ada ruang kosong, sifatnya darurat dan sementara. Kita sebagai pelaksana

pelatnas SEA Games tempat itu masih belum layak. Saya pikir dan lihat ternyata di Dome ada gedung representatif kecil yang di depan Dome itu,” tutur Lukman. Menurutnya, prestasi internasional yang sangat gemilang pda Olimpiade London 2012 lalu hanya diraih dua lifter Triyatno (perak) sama Eko Yuli Irawan (perunggu). Dengan begitu sudah sepantasnya para lifter andalan Merah Putih ini mendapat tempat pelatnas yang strategis. Tidak hanya itu, tempat yang layak untuk pelatnas menjadi keharusan agar para atlet dan tim pelatih bisa melakukan program yang maksimal. “Ya kita berharap tempat tersebut segera mendapat restu dari stakeholder di Balikpapan. Karena sampai sekarang kita belum latihan padahal SEA Games tahun ini, tidak hanya itu SK dari PB PABBSI Pusat sudah keluar Oktober lalu,” tuturnya. (fer)

Hansson Fokus Pertajam Serangan ● Jelang Laga Kandang Menjamu Tim Pelita Bandung Raya SAMARINDA, TRIBUN Jelang laga kandang menjamu tim Pelita Bandung Raya (PBR), Tim Mitra Kutai Kartanegara melakukan latihan malam hari. Hal ini untuk menyesuaikan jadwal laga yang digelar Sabtu (19/1) pukul 19.00 wita. Laga kandang perdana tim tuan rumah bejuluk Naga Mekes, mengincar kemenangan yang ketiga kalinya. Tim Mitra Kukar yang sukses di dua laga tandang perdana berhasil memetik 6

poin setelah mengalahkan tuan rumah PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta. Kemenangan tersebut, menjadi motivasi tim asuhan Stefan Hansson untuk menjaga trend positif. “Apalagi kita main di kandang sendiri. Target kita harus menang dan raih tiga poin. Makanya, tim kita sudah dua hari latihan malam hari terus,” kata Asisten Manajer Mitra Kukar, Noor Alam, Kamis (17/1). Selama menjalani latihan, kata Noor Alam, pelatih asal Swedia fokus

pada penyelesaian akhir dan lini pertahanan dan penguasaan bola dilini tengah. “Fokusnya di penyelesaian akhir dan belakang. Yang pasti, pemain kita sedang on fire,” tambah Noor Alam. Dengan mengantongi dua kemenangan di laga tandang, Mitra Kukar kini bertengger di posisi kedua klasmen sementara ISL. Mitra kini berada di dibawah tim Arema dengan jumlah poin sama yakni 6 poin. “Kita hanya selisih gol saja sama Arema. Kita

yakin besok (Sabtu 19/1) bisa raih tiga poin. Tapi, kita minta pemain tetap konsentrasi dan tidak meremehkan tim tamu. Di sepakbola, apapun bisa terjadi,” tegasnya. Disinggung skuad pemain yang bakal diturunkan, kata Noor Alam, belum ditentukan oleh pelatih. “Kemungkinan besok baru ditentukan siapa pemain yang akan diturunkan. Biasanya, akan dilihat di latihan terakhir, siapa pemain yang lebih siap,” tambahnya.(bud)

Seleksi Striker Asal Australia DIREKTUR Keuangan Klub Mitra Kutai Kartanegara Aji Ari Junaidi mengungkapkan, manajemen Mitra Kukar bakal mendatangkan pemain asing Australia lagi untuk diseleksi. Pemain yang akan diseleksi itu calon striker yang akan diduetkan dengan Jajang

CMYK

Mulyana. “Ada calon pemain asing baru. Besok kemungkinan pemain Aussie (Australia) datang,” kata Ari, Kamis (17/1). Hanya saja, ia belum bersedia menyebutkan siapa nama pemain asing tersebut yang akan diseleksi besok. Hanya saja, lanjut Ari, pemain

tersebut akan diseleksi untuk memenuhi kuota dan tambahan pemain depan sebagai striker. Selama ini, Mitra Kukar mengandalkan striker tunggal yakni Jajang Mulyana. “Kemungkinan besok dia baru datang. Kita tunggu besok saja,” ujarnya. Disnggung jelang laga

kandang perdana Mitra Kukar yang bakal menjamu tim Pelita Bandung Raya, ia mengharapkan kepada tim kebanggaan warga Kukar, bisa membawa kemenangan perdana di kandangnya. “Harus menang dong. Apalagi main di kandang,” tegasnya.(bud).


CMYK

4

Tribun Ekbis

JUMAT 18 JANUARI 2013

Karyawan House Keeping Aston Hotel And Convention Center di ruang Ballroom Samarinda, adu lihai menyusun selimut, bantal, seprei tempat tidur di panggung ruangan tersebut, Kamis (17/1).

Aston Tambah 66 Kamar Bebas Rokok SAMARINDA, TRIBUN Suasana riuh terdengar saat tiga karyawan House Keeping Aston Hotel And Convention Center di ruang Ballroom Samarinda, adu lihai menyusun selimut, bantal, seprei tempat tidur di panggung ruangan tersebut, Kamis (17/1). Tiga juri yang terdiri dari General Manager Regional Aston Indonesia Timur,

Winston Henes, GM Aston Samarinda, Mochamad Zuwaini dan staff house keeping mengamati dengan seksama selama 30 menit disaksikan seluruh jajaran karyawan dan manajemen hotel. Lomba menata tempat tidur (Making Bed) dengan tema Honey Moon Set Up dengan hadiah spesial tersebut diselenggarakan untuk memotivasi kinerja

karyawan menghadapi persaingan bisnis perhotelan di Kaltim khususnya Samarinda. Tampil sebagai juara 1 yakni Alvira, Juara 2 Atmanto, juara 3 Huda. GM Aston Samarinda, Muchamad Zuwaini mengungkapkan kegiatan lomba diselenggarakan dalam rangka kunjungan GM Regional Aston Indonesia Winston Henes untuk mengaudit

seluruh kegiatan dan fasilitas hotel. Winston juga akan mempresentasikan situasi dan manajemen Aston Samarinda ke grup Aston seluruh dunia. Lebih lanjut, Zuwaini mengungkapkan optimismenya bersama manajemen Aston mencapai target 100 persen hunian di 2013, dengan menambah 66 kamar hotel non smooking room atau kamar tanpa

ruangan perokok di lantai 10 dan 11. Jadi pada Maret 2013 jumlah kamar pada tahun sebelumnya 99 kamar akan meningkat menjadi 165 kamar. Ia kemudian memotivasi seluruh jajaran karyawannya agar mengutamakan pelayanan tamu sebaik baiknya agar tamu tersebut loyal. “Karena di hotel berbintang yang

dikenal paling utama adalah 50 persen pelayanan, 30 persen fasilitas, 20 persen manajemen harus tetap terjaga,” katanya. Sementara itu, Winston Henes yang asli Boston,Amerika Serikat menambahkan selama 2 hari di Samarinda, ia respek dengan pelayanan karyawan dan manajemen yang ramah melayani sepenuh hati. (nev)

Tiket PP Mulai Rp 1 Jutaan ● MASwings Buka Rute Balikpapan ke Kinabalu dan Kuching BALIKPAPAN, TRIBUN - MASwings, salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia akan membuka penerbangan dari Balikpapan menuju Kinabalu (Sabah) dan Kuching (Serawak), mulai 1 Februari 2013 mendatang. Normala Othman, Corporate Communicaton & Branding Manager MASwings mengungkapkan, rute tujuan Kinabalu dan Kuching dari Balikpapan, bakal menyasar segmentasi para pebisnis maupun

keluarga yang ingin berlibur ke Sabah dan Serawak, Malaysia. Mulai 1 Februari nanti, MASwings akan menyediakan tiga kali penerbangan dalam sepekan, yakni Selasa, Jumat dan Minggu. “Kalau sebelumnya mesti beberapa kali penerbangan untuk tiba di Kinabalu. Tetapi, mulai 1 Februari nanti cukup satu kali penerbangan saja. Kami menargetkan load factor 100% untuk dua rute yang kami buka ini,” kata Normala, saat temu

wartawan, Jumat (17/1) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan. Dibukanya rute ini, kata Normala juga sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program The East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan diharapkan bisa membuka akses di empat negara anggotanya yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina. Tahun lalu, MASwings telah berekspansi dengan membuka rute Kinabalu-Brunei Darussalam PP,

Kuching-Brunei PP, KuchingPontianak PP dan Tawau-Tarakan PP. Dan tahun ini merambah Balikpapan menuju Kinabalu dan Kuching. “Untuk rute Tarakan-Tawau awalnya hanya 3 kali seminggu namun sudah beberapa bulan ini menjadi setiap hari karena sambutannya cukup baik, dengan load factor mencapai 80-90%. Sedangkan untuk Pontianak masih 3 kali seminggu dengan load factor mencapai 50%,” kata Normala.

Nantinya, dua penerbangan menuju Kinabalu dan Kuching akan menggunakan pesawat ATR 72-500 dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 10 menit. MASwings juga memberikan harga tiket promo mulai 312 ringgit Malaysia atau berkisar Rp1.004.000 untuk penerbangan BalikpapanKinabalu PP dan Balikpapan-Kuching PP. “Harga tersebut untuk pembelian periode 15 Januari-14 Februari dan waktu terbang mulai 1 Februari-30 April,” kata Normala. (may)

Wisata Ketinggian dan Laut DIBUKANYA rute Balikpapan-Kinabalu dan Balikpapan-Kuching tidak hanya untuk mendukung program BIMPEAGA, namun juga diharapkan bisa ikut mendukung program Visit Malaysia 2014 yang terus digalakkan pemerintah Malaysia. Bobby Alex, Marketing Manager

Sabah Tourism Board mengungkapkan, banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi di negara bagian Sabah dengan ibukotanya Kinabalu, mulai dari wisata ketinggian hingga wisata laut. Sabah merupakan lokasi bagi pecinta ketinggian karena di sana terletak Gunung Kinabalu yang

merupakan gunung kelima tertinggi di Asia Tenggara. “Sabah juga mengandalkan ecotourism yang dimiliki. Selain Gunung Kinabalu, wisatawan juga bisa melihat Proboscis Monkey, adventure activity di laut seperti snorking, seawalking, water rafting dan banyak lagi,” kata Bobby.

CMYK

Selain Sabah, Malaysia juga mengandalkan berbagai lokasi wisata di Sarawak yang bisa dicapai dengan penerbangan Balikpapan-Kuching. Kuching adalah ibukota dari negara bagian Serawak, yang menawarkan banyak lokasi wisata alam ataupun sebagai lokasi tujuan pendidikan dan

pengobatan. “Setiap tahun, kami juga menggelar Borneo Jazz Festival 10-11 Mei, Borneo World Music Expo 24-26 Juni dan Rainforest World Music Festival 28-30 Juni,” kata Barbara Benjamin Atan, Regional Marketing Manager Sarawak Tourism Board. (may)

Digital_Tribunakltim_18012013  

Digital Newspaper Tribunkaltim

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you