Page 4

CMYK

4

Life Style

JUMAT 16 MARET 2012

TRIBUN JAKARTA/POOL

Pernikahan Zumi Zola dengan Sherrin Tharia.

Pernikahan

ZumiSheriin ■ Tertutup untuk Wartawan PERNIKAHAN Zumi Zola Zulkifli Nurdin dengan Sherrin Tharia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (16/3) sore, berlangsung tertutup. Wartawan tidak diperkenankan untuk meliput jalanannya prosesi akad nikah. Bahkan, tidak ada acara jumpa pers setelah acara tersebut usai. Kendati demikian, Zumi dan Sherrin telah menyiapkan transkrip rilis setebal tiga halaman kertas ukuran A4 untuk memenuhi keingintahuan wartawan yang sejak pukul 14.00 WIB datang meliput acara tersebut. Rilis tersebut berisi beberapa pertanyaan sekaligus jawaban untuk memudahkan wartawan mendapatkan sejumlah informasi terkait acara dan rencana ke depan saat Zumi dan Sherrin usai resmi menjadi pasangan suami

istri. Misalnya, pertanyaan mengenai rencana bulan madu dan momongan yang acapkali menjadi pertanyaan dalam peliputan pernikahan. Dalam rilis itu, Zumi juga memaparkan ketika pertama kali berkenalan dan bertemu Sherrin, kemudian berpacaran dan memutuskan melangsungkan pernikahan. Rilis itulah yang menjadi bahan berita pernikahan Zumi dan Sherrin. Zumi dan Sherrin dalam rilis itu menyampaikan permintaan maafnya belum bisa mengakomodir keinginan pers untuk melakukan peliputan secara langsung. “Hal itu disebabkan pada kapasitas ruangan yang tidak mencukupi dan adanya pembatasan jumlah tamu,” tulis Zumi dalam rilis yang diterima wartawan. (kps)

TRIBUNNEWS

PADI

PADI Menahan Diri DENGAN kondisi industri rekaman Tanah Air tak kondusif karena digelayuti masalah penjualan ringback tones (RBT) dan pembajakan, grup PADI menahan diri. Mereka tak memproduksi dan merilis album baru. “Industri kita masih belum jelas arahnya. RBT kita kena pukulan telak, penjualan CD masih belum ada tanda-tanda perbaikan law enforcement-nya. Makanya, sayang banget kalau PADI masuk studio enam bulan tapi nanti malah dibajak juga ujungujungnya,” ungkap gitaris PADI, Piyu, dalam wawancara di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/ 2012). Namun, Piyu, bersama rekan-rekan PADI-nya-Fadli (vokal), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyok (drum)bukan tak rindu untuk menggarap album lagi. “Saya masih ada karyakarya, tapi nanti, tunggu dululah sampai ada waktu yang tepat,” ujar Piyu. Piyu, yang berpengalaman sebagai produser musik dari label rekaman E-Motion, rupanya tahu betapa besar risiko yang akan timbul bila PADI memaksakan diri untuk

segera merilis album. “Kalau dibilang saya takut, ya saya takut. Saya takut dari sisi bisnisnya. Ini kan investasi yang besar, bisa lebih dari ratusan juta. Ini bukan salah pembelinya, melainkan industrinya,” ungkapnya. Begitu pula dengan Yoyok, yang baru selesai menjalani masa rehabilitasi akibat ketergantungan narkoba. Sejauh ini, menurut Piyu, ia bersama Yoyok belum berhasrat untuk merilis album untuk PADI. “Belum ada rencana. Kemarin saya baru say hi dengan Yoyok. Dia ada di Surabaya. Sampai saat ini belum ada obrolan untuk bikin album. Memang banyak sih promotor raksasa yang menawarkan PADI segera tur,” papar Piyu. Dengan kondisi tersebut pula, Piyu menjamin para penggemar PADI, yaitu Sobat PADI, bisa paham dan tetap loyal kepada PADI. “Enggak tuh, mereka tetap paham, bisa mengerti kondisi kami. Saya pribadi enggak takut mereka ninggalin karena terbukti mereka tetap mendengarkan PADI mulai dari zaman sekolah, kuliah, sampai bekerja. Mereka tetap setia menunggu kami berkarya,” ucapnya. (kps)

Rihanna

Berani Bukan cari Sensasi RIHANNA menekankan, ia berbusana berani bukan untuk menarik perhatian. Kalau ia menyukai pakaian yang seronok, itu terjadi begitu saja. Penyanyi lagu “We Found Love” ini menjadi bahan berita utama—beberapa waktu lalu, masih dalam minggu ini—ketika ia mengenakan blus tembus pandang warna hitam dan tanpa BH. Namun, perempuan berusia 24 tahun ini menegaskan, ia berbusana bukan untuk membuat sensasi. Ia hanya

mengenakan apa yang dirasanya nyaman. “Berpakaian itu selalu begitu spontan, selalu bergantung pada mood, plus acara Anda, plus sentuhan berani yang saya suka hadirkan pada busana saya setiap waktu,” kata Rihanna. “Saya melakukan sesuatu tidak untuk mendapat tanggapan atau kontroversi. Saya hanya menjalani hidup saya,” katanya lagi. “Busana yang saya suka dan pakaian yang kadang saya

CMYK

minati adalah yang tembus pandang, kadang berani, kadang sangat berani,” lanjutnya. “Saya tak masalah membeli blus menerawang, karena jika saya membelinya, saya tidak berkeberatan pandangan Anda menembusnya. Seseorang mungkin mengenakan blus itu dengan BH, seseorang mungkin mengenakannya dengan tank top, seseorang mungkin mengenakannya dengan selotip dada, seseorang mungkin mengenakannya tanpa apa pun,

dan saya masuk kategori (terakhir) itu,” ucapnya. Rihanna juga mengaku sering tak mengenakan BH, tapi atas nama fashion. “Saya kedapatan sering tidak mengenakannya... tapi itu tak pernah menjadi niat saya. Jika saya tidak mengenakannya, itu berarti saya tak ingin mengenakannya,” ujarnya kepada Access Hollywood. “Ini biasanya bukan untuk menarik perhatian, ini hanya karena BH akan mengacaukan busana itu sepenuhnya,” ujarnya lagi. (kps)

Digital Newspaper Tribunkaltim  

Edisi Malam 16 Maret 2012

Digital Newspaper Tribunkaltim  

Edisi Malam 16 Maret 2012