Issuu on Google+

CMYK

EDISI MALAM

NO. 273/TAHUN 1 SELASA 12 JUNI 2012

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Warga memperhatikan banjir yang terjadi di kawasan Jalan Beller, Damai.

Warga Was-was saat Hujan ● Banjir Menghantai Warga Damai, Balikpapan BALIKPAPAN, TRIBUNHujan yang katanya berkah, ternyata tidak bagi sebagian warga Balikpapan. Hal ini diungkapkan beberapa warga yang tinggal Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan. Maklum, sejak 2012, banjir selalu melanda kawasan pemukiman itu setiap hujan deras turun. Bahkan, belum sebulan, warga malah kebanjiran sampai dua kali. Alhasil sebagian warga ini pun selalu dibuat sibuk mengamankan perabot rumah tangga kalau hujan deras datang. Antisipasi kerusakan akibat banjir. “Wah, sekarang ya was was begitu hujan. Lha wong, beres-beresnya belom selesai gara-gara banjir 28 Mei lalu. Selasa (12/6) kemarin, kami sudah kebanjiran lagi. Meski nggak setinggi waktu itu, tapi ya tetap airnya masuk ke dalam rumah,” ujar Yatmi, warga RT 38, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan. Akibat banjir, Yatmi menunjukkan kaca depan rumahnya pecah diterjang air yang masuk hingga setinggi

dada orang dewasa. Garis mendatar berwarna kuning pun menghiasi seluruh dinding rumahnya. Ia pun menunjukkan lemari pakaian yang terbuat dari kayu pun ikut jebol. Begitu juga dengan kasur pegas miliknya yang ikut “berenang”. “Barang-barang rusak semua. Lemari saya berapa yang rusak. Kompor juga terendam air. Serumahan jadi bau minyak gas. Belum lagi peralatan elektronik. Rusak juga kena air karena nggak sempat diselamatkan,” ungkapnya. Bahkan Yatmi pun terpaksa membuang sebagian pakaiannya yang terkena lumpur banjir dan peralatan lain yang sudah tak bisa digunakan lagi. Sisa pakaian lainnya kini dikemas dalam plastik. Untuk antisipasi kalau banjir datang. “Banjir kemarin, karpet ruang tamu nggak sempat saya beresin lagi. Sudah capek saya. Makanya masih ada yang basah-basah kalau diinjak. Malam-malam nggak tidur beresin barang-barang.

Begitu surut, beres-beres lagi. Capek dan sedih. Belum satu bulan sudah dua kali kebanjiran,” ujarnya. Senada, Kastary, Ketua RT 38 mengaku menjadi langganan korban banjir saat wilayah Damai kebanjiran. Ia berharap Pemkot Balikpapan bisa segera bertindak secara nyata mengatasi masalah banjir di Balikpapan. “Saya tinggal di kawasan ini sudah sejak 1989. Banjir terbesar pertama kali terjadi tahun 1979. Kemudian 2008 dan terakhir 2012 ini. Tapi sejak 2011 lalu, tempat kami ini jadi langganan banjir,” ungkap Kastary. Menurut Kastary, pelebaran sungai yang dilakukan Pemkot Balikpapan dengan membebaskan lahan warga tidak menyelesaikan masalah banjir. Sungai yang dilebarkan tidak diikuti pemeliharaan yang baik, sehingga terjadi pendangkalan. Dinding sungai yang terbuat dari kayu sudah mulai rusak dan belum diperbaiki. “Sebelum ada pelebaran, warga saya tidak pernah

kebanjiran melampaui 40 cm. Sekarang kalau banjir, tinggi air bisa sampai satu atau dua meter lebih. Bahkan ada yang tiga meter di pemukiman warga lainnya,” ujar Kastary. Ia mengusulkan agar pemerintah kota mengajak warga sekitar pemukiman yang kini menjadi langganan banjir duduk bersama. Membahas soal solusi mengatasi banjir. “Kalau pemkot menyelesaikan masalah banjir sendiri, ya tidak tuntas. Sebentar teratasi, kemudian terulang lagi. Masalah banjir ini pernah dibahas pada 2007 hingga 2011. Tapi responnya juga tidak ada. Mengatasi banjir di Kelurahan Damai ini menurut saya tidak terlalu sulit. Apabila masyarakat setempat juga diajak urun rembuk,” beber Kastary. Pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah di RTnya untuk pelebaran sungai pun menurut Kastary sudah berjalan sekitar 80 persen. Dari 14 rumah, tinggal tersisa dua rumah saja.(sar)

Balikpapan Perlu 20 Bozem HUJAN lebat selalu menjadi momok bagi warga Balikpapan. Tidak hanya ancaman banjir bagi warga yang bermukim di daerah rendah, namun longsor juga mengintai warga yang tinggal di perbukitan maupun lereng. Hingga saat ini Pemkot Balikpapan masih menginventarisasi kerusakan fisik yang disebabkan banjir dan tanah longsor tersebut. “Kita masih menghimpun laporan dari kelurahan setempat, untuk ditindaklanjuti,” ujar Kabag Humas Setkot Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Selasa (12/6). Kendati tidak sebesar banjir 24 Mei lalu, tetap saja banjir kali ini mengganggu aktivitas warga. Menurut Sudirman, penyebab banjir kali ini sama seperti banjr sebelumnya yakni luas penampang drainase tidak sebanding dengan debit air. “Kalau banjir di Balikpapan kan hanya sesaat, habis itu surutnya cepat. Yang paling menonjol itukan di Damai dan Beler, sementara di titik yang lain tidak terlalu parah,” jelasnya. Sejatinya Balikpapan telah memiliki masterplan penanganan banjir. Sayangnya baru sebagian kecil dari rekomendasi tersebut yang terlaksana. Selain pelebaran sejumlah drainase dan normalisasi sungai. Dalam rekomendasi disebutkan, untuk menanggulangi banjir di kota saja, sedikitnya diperlukan sekitar 20 bozem (bendungan pengendali). “Tapi yang baru berhasil dibangun ya hanya empat bendali. Sedangkan normalisasi sungai masih saja terhambat pembebasan lahan. Beberapa pemilik lahan di Jl Beler yang terkena normalisasi belum bersedia membebaskan lahannya,” jelas Sudirman. (rad)

Ibu Negara Jalani Operasi di RS Allegheny JAKARTA, TRIBUN - Ibu Negara Ani Yudhoyono akan menjalani operasi di RS Allegheny di 320 North East Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania, AS. Operasi dilakukan untuk mengatasi penyakit gangguan syaraf atau gangguan di tulang leher Ibu Negara. “Ibu Negara akan menjalani operasi di sana,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada para wartawan, Selasa (12/6). Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tindakan medis terkait penyakit yang diderita Ibu Negara tak dapat dilakukan oleh dokter di rumah sakit di Indonesia. Menjalani tindakan medis di AS, kata Presiden, merupakan hasil rekomendasi tim dokter kepresidenan. Kepala Negara mengatakan, dirinya dan Ibu Negara selama ini

selalu menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan kesehatan di rumah sakit di dalam negeri dan oleh dokter Indonesia. Ketika menderita radang kandung empedu pada Maret 2012, Ibu Negara juga menjalani tindakan medis di Indonesia. Begitu juga ketika Ibu Negara menderita demam tifoid pada Desember 2011. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta doa restu dari rakyat Indonesia agar tindakan medis yang akan dijalankan Ibu Ani dapat berlangsung lancar. “Saya minta doa restu untuk kelancaran tindakan medis yang akan dilaksanakan terhadap Ibu Ani,” kata Presiden pada jumpa pers singkat di Istana Negara, Jakarta, Selasa. Menurut Presiden, tindakan medis terkait penyakit yang diderita Ibu Negara tak dapat dilakukan

oleh dokter di rumah sakit di Indonesia. Menjalani tindakan medis di AS, kata Presiden, merupakan hasil rekomendasi tim dokter kepresidenan. Kepala Negara mengatakan, dirinya dan Ibu Negara selama ini selalu menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan kesehatan di rumah sakit di dalam negeri, dan oleh dokter Indonesia. Ditambahkan Presiden, seusai menjalani tindakan medis di AS, Ibu Negara akan mendampinginya pada Pertemuan Puncak G20 di Meksiko, Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB atau Rio+20 di Rio de Janeiro, Brazil, serta lawatan ke dua negara di Amerika Latin lainnya. “Saya akan menjemput Ibu Ani pada tanggal 16 Juni 2012 di Amerika Serikat,” kata Presiden. (kps)

ANTARA/PRASETYO UTOMO

Ibu Ani Yudhoyono tinggalkan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

CMYK


CMYK

2

Tribun Etam

SELASA 12 JUNI 2012

TRIBUN KALTIM/SAMIR

Bupati PPU Andi Harahap mengikuti pembuatan e-KTP.

Launching e-KTP Dipastikan Pekan Depan BALIKPAPAN, TRIBUN Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menetapkan jadwal pelaksanaan launching Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP). Jika tidak ada aral melintang, launching akan digelar pekan depan di kantor Camat Balikpapan Selatan, yang terletak di Jl Marsma R Iswahyudi. “Setelah berkonsultasi dengan pak Sekda, Insya Allah hari Selasa pekan depan kita agendakan launching tersebut, karena pak Walikota juga sudah datang dari tanah suci setelah menjalankan ibadah umrah,”

demikian dikemukakan Kabag Humas Setkot Balikpapan, Sudirman Djadjaleksana, Selasa (12/6) siang. Sebelumnya, agenda launching direncanakan akan berlangsung Rabu (13/6) hari ini. Namun selain menunggu kedatangan Walikota, berbagai kesiapan teknis seperti pasokan listrik belum mengalir secara merata di lima Kecamatan. Tak pelak launching pun terpaksa ditunda. Berdasarkan informasi yang dihimpun Humas Pemkot, PLN masih mengupayakan penam-

bahan daya sebesar 5000 watt di tiga Kecamatan seperti Timur, Barat, dan Utara. Sedangkan untuk Kecamatan Selatan dan Tengah penambahan daya dinyatakan sudah rampung. “Untuk operasional alat perekamannya membutuhkan daya sebesar 5000 watt. Kita sudah mengecek itu dan Alhamdulillah komitmen PLN mendukung untuk melakukan penambahan,” ujar Sudirman. Pantauan Tribun, berbagai kesiapan untuk menggelar launching e-KTP pun terus

dilakukan pihak Kecamatan Balikpapan Selatan. Sejumlah tenda dan kursi tampak sudah terpasang, Selasa (12/6) kemarin. Begitu pula lembar undangan yang siap dibagikan kepada warga. Camat Balikpapan Selatan Masrani Subiyani mengatakan, undangan akan dibagikan sekitar H-1 pelaksanaan launching. Untuk tahap awal undangan akan diprioritaskan kepada sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. “Kita juga akan undang Pangdam, Kapolda, dan sejumlah unsur Muspida melalui Walikota.

8.897 Cama Berebut 3.334 Kursi Unmul ● Fakultas Kedokteran dan Ekonomi Masih Paling Favorit SAMARINDA, TRIBUN Sebanyak 8.897 calon mahasiswa (cama) lulusan SMA dan sederajat mengikuti ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang digelar Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (12/6). Para peserta ini memperebutkan kuota yang disediakan hanya 3.334 kursi. Jurusan paling diminati peserta SNMPTN yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen dan Kedokteran. Cama yang mendaftar Manajemen mencapai 1.183 pendaftar memperebutkan kuota 183 kursi. Sementara, Jurusan Kedokteran, pendaftarnya 1.064 orang memperebutkan kuota 25 orang. Kasubag Humas dan Protokol Unmul Muhammad Ihwan menjelaskan jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2012 ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Ini

menunjukan semakin meningkat kepercayaan terhadap Unmul. Apalagi, jurusan untuk menuntut ilmu semakin lengkap dengan berdiri 14 Fakultas. “Tahun 2011 sebanyak 8117 cama yang ikut pendaftaran SNMPTN. Meningkat pada 2012 menjadi 8.897 pendaftar. Penambahan kuota kursi untuk mahasiswa juga bertambah seiring jurusan keilmuwan yang dibuka lebih lengkap. Seperti, Kesehatan Masyarakat (kesmas), Farmasi, Kedokteran dan Ilmu Komunikasi,” jelas Ihwan. Jurusan Manajemen yang paling diminati, menurut Ihwan, dikarenakan jurusan tersebut sangat diperlukan pasar tenaga kerja. Setiap sektor membutuhkan tenaga manajemen. Unmul selain menyediakan kuota 183 kursi, juga tersedia 61 kursi untuk seleksi SNMPTN melalui jalur undangan.

Sehingga totalnya 244 kursi. Untuk hasil seleksi SNMPTN akan diumumkan 7 Juli 2012 mendatang pukul 19.00. Hasil itu bisa dicek di website SNMPTN. Sedangkan pendaftaran ulang bagi yang lulus seleksi dilakukan 12-31 Juli 2012. Hasil SNMPTN juga diumumkan di media cetak. Selain mengadakan ujian tertulis SNMPTN, Unmul juga melaksanakan SNMPTN melalui jalur undangan dan jalur mandiri. Jalur undangan terdapat kuota 1200 kursi dimana 911 pendaftar telah lulus dan 233 pendaftarnya dari program BIDIK MISI dari kuota disediakan Unmul 380 kursi. Untuk jalur mandiri, Unmul menyediakan kuota 2.909 kursi. Diantaranya jalur mandiri untuk

kedokteran menerima 30 kursi. “Bagi calon mahasiswa mendaftar melalui program BIDIK MISI akan dibebaskan biaya masuk pendaftaran di PTN. Mereka juga mendapat beasiswa setiap semester dengan syarat memiliki prestasi yang baik dan benar-benar dari masyarakat kalangan tidak mampu,” jelas Ihwan. Bagi calon mahasiswa melalui jalur undangan sudah bisa daftar ulang sejak kemarin (12/6) hingga hari ini (13/6). Sedangkan, calon mahasiwa masuk Unmul melalui jalur mandiri akan dikenakan pembayaran untuk pendaftaran. Seleksi untuk ujian mandiri dilaksanakan Unmul pada 10 Juli 2012 mendatang. (min)

JADWAL UJIAN TULIS SNMPTN 2012 Selasa (12 Juni 2012) Rabu (13 Juni 2012)

Tes Potensi Akademik dan Bidang Studi Dasar Tes Bidang Studi IPA dan IPS

Jadi yang diprioritaskan tokohtokoh masyarakat dulu, supaya warga juga bisa melihat prosesnya,” ujarnya. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Chairil Anwar menyatakan, pihaknya sudah membagikan seluruh undangan ke lima kecamatan di Balikpapan. Namun distribusi undangan tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui pihak Kecamatan, Lurah dan RT setempat. Hal ini dilakukan mengingat satu unit alat e-KTP hanya mampu melayani hingga

200 orang. Saat ini sepuluh unit alat perekaman e-KTP siap didistribusikan ke lima kecamatan. Dengan rincian masing-masing kecamatan mendapat dua unit. Dari 10 unit alat yang tersedia, 6 diantaranya merupakan kiriman dari Pusat dan 4 sisanya dipinjam dari Kota Samarinda dan Bontang, yang lebih dulu menuntaskan penyelenggaraan e-KTP. Rencananya, Disdukcapil akan mengupayakan penambahan 8-10 unit alat lagi untuk mencapai target pelaksanaan 4,5 bulan. (ful)

Kejagung Ambil Alih Kasus VICO ● Dugaan Korupsi Sewa Alat Berat Senilai Rp 16 Miliar SAMARINDA, TRIBUN Kejaksaan Agung RI mengambil-alih pengusutan pengadaan sewa alat berat di PT Virginia Indonesia Company (VICO) senilai Rp 16 miliar. Alasannya, tim Kejagung sudah lebih dulu mengusut dan menangani perkara ini tahap penyelidikan. Dengan alasan itu, maka Kejati Kaltim tidak lagi melakukan pemanggilan pejabat-pejabat VICO dan kontraktor untuk dimintai keterangan. Asisten Pidana Khusus Kejati Kaltim Risal Nurul Fitri menjelaskan, untuk pengusutan di perusahaan BUMN yang memproduksi gas alam, langsung ditangani Kejagung. “Setelah surat pemberitahuan dari Kejagung kita terima, ya sudah kita lepas kasus itu,” kata Risal ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/ 6). Sayangnya, Risal tidak bersedia membeberkan surat pemberitahuan dari Kejagung terkait pengalihan pengusutan

kasus sewa alat berat di PT VICO. Pasalnya, surat pemberitahuan itu sifatnya internal dan rahasia di Kejaksaan. “Saya hanya bisa jelaskan, bahwa kasus itu sekarang ditangani Kejagung. Soal lainnya saya tidak boleh memberikan informasi ke pers,” jelasnya. Menurut dia, surat pemberitahuan dari Kejagung RI terkait penanganan perkara itu, diterima pekan lalu. Kata Risal, dalam surat itu disebutkan tim Kejagung RI telah melakukan penyelidikan terkait kasus pengadaan alat berat senilai Rp16 miliar tahun 2010. “Kejagung sudah tahap penyelidikan duluan. Sementara kita masih pengumpulan data dan tahap permintaan klarifikasi. Karena kasus ini BUMN, jadi pusat yang menangani. Kalau misalnya, Kejagung meminta bantuan atau memberi tugas ke Kejati, kami siap membantunya,” tuturnya. Untuk diketahui, proyek pengadaan sewa alat berat

itu dikerjakan oleh perusahaan PT Noor Diana. Alat-alat berat yang disewakan antara lain, Dumb Truck, Escavator, Motor Grader, Dozer dan Vibrator Soil. Hasil pengumpulan data tim Pidsus Kejati Kaltim diindikasikan adanya penggelembungan harga sewa alat berat tersebut. Risal mengatakan, berdasarkan perbandingan harga sewa pengadaan alat berat tahun 2010 dinilai terlalu mahal. Menurut dia, dari harga pembanding alat berat yang disewa diindikasikan lebih mahal sebesar Rp 6,2 miliar. Harga kemahalan itu, diduga menjadi indikasi adanya penggelembungan harga sewa alat berat tersebut. “Kejati sudah menyerahkan kasus itu ke Kejagung. Tapi dari hasil pengumpulan data tim Pidsus, indikasi mark up harga sewa alat berat itu, cukup jelas. Kalau hasil pengumpulan data tim Pidsus dibutuhkan, kita siap menyerahkan,” tambah Risal.(bud)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

SELASA 12 JUNI 2012

3

Arema ISL Libas Deltras 3-1 MALANG, TRIBUN Arema Indonesia berhasil melibas Deltras Sidoarjo 3-1 dalam laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (12/6/2012). Bermodal kepercayaan diri, didukung ribuan Aremania, kemenangan seakan menjadi harga mati bagi Arema ISL. Sejak menit awal, kedua tim mencoba untuk memperagakan pola permainan menyerang. Namun, lini belakang di masingmasing tim terlihat kuat. Di menit ke-10, kesempatan emas pertama datang untuk Arema. M Ridhuan melakukan eksekusi dari bola mati. Sayang, sundulan Seme Patrick yang menerima umpan masih melenceng. Dendi Santoso juga gagal memanfaatkan peluang emasnya di menit ke-16. Sepakannya masih menyamping jauh di gawang Deltras yang dikawal oleh Wahyudi. Sementara, Deltras nyaris menciptakan gol pertama melalui Qiskil Gandrum. Tetapi, kesigapan kiper Achmad Kurniawan masih mampu menyelamatkan gawang “Singo Edan”. Arema baru

berhasil menciptakan gol pada menit ke-28 lewat Herman Dzumafo yang memperoleh umpan cantik dari M Ridhuan. Di babak kedua, Arema terus mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari Deltras. Tendangan keras Indra Setiawan malah nyaris membobol gawang Akhmad Kurniawan. Arema tak mau tertekan dan meladeni permainan menyerang lawan. Pada menit ke ke-59, Stadion Kanjuruhan kembali bergemuruh, setelah M Ridhuan berhasil mencetak gol kedua Arema. Gol terjadi akibat kesalahan pemain belakang Deltras. Pada menit ke-74, wasit Hamsir harus memberikan hadiah tendangan penalti untuk Deltras, karena pelanggaran yang dilakukan oleh kiper Ahmad Kurniawan kepada Maulana. Budi Sudarsono yang menjadi eksekutor berhasil menggetarkan gawang Arema dan memperkecil ketertinggalan Deltras menjadi 1-2. Namun, Arema kemudian terus menyerang dan mencetak gol ketiga berkat Khusnul Yuli yang melakukan tendangan keras. Arema pun akhirnya menang 3-1. (kps)

ANT

Arema Indonesia mengalahkan Deltras 3-1 pada laga lanjutan ISL 2012.

Perancis Harus Lebih Berani ■ Blanc Kecewa Hanya Cetak Satu Gol Lawan Inggris DONETSK, TRIBUN - Pelatih Perancis, Laurent Blanc, menginstruksikan pemainnya untuk lebih berani pada pertandingan selanjutnya. Jika tidak, maka lawan yang akan menghabisinya. Blanc cukup kecewa karena timnya hanya bermain imbang 1-1 saat melawan Inggris di penyisihan Grup D Piala Eropa 2012. maka, ia berharap timnya bermain lebih baik di pertnadingan berikutnya. “Kami harus menunjukkan kepercayaan diri dan memastikan kemenangan di sebuah pertandingan besar,” tegasnya seperti dilansir Four Four Two, Selasa (12/6). Blanc menilai timnya masih ragu

dengan kekuatannya sendiri dan masih kurang bisa memanfaatkan tiap peluang. “Jika ragu dan tidak berani mengambil risiko, maka Anda akan dihabisi lawan. Kami harus bermain lebih melebar dan itu yang harus kami lakukan. Ada beberapa hal yang akan dievaluasi. Akan ada beberapa pertimbangan apakah harus ada perubahan dalam menghadapi Ukraina atau tidak. Sebab, itu laga yang berat sangat menetukan bagi kami,” ujar Blanc. Pelatih berusia 46 tahun ini sempat mengomentari cara bermain Inggris yang dinilai kurang berani keluar menyerang. Baginya, kalau Inggris ingin tetap berada di turnamen, mereka harus lebih berani menyerang.

“Mereka memainkan permainan menekan yang salah. Memang dua pemain depan mereka selalu ada di dekat gawang kami. Tapi, pemain tengah hingga belakang bertahan terlalu dalam. Hal itu justru membuat ruang yang lebih lebar untuk diekplorasi. Tapi, bagaimanapun juga, mereka sangat sulit dikalahkan di udara. Tidak ada yang akan mengalahkan mereka dengan mudah,” tutup Blanc. Blanc menilai Perancis seharusnya dapat mencetak lebih dari satu gol ketika berhadapan dengan Inggris di laga perdana Grup D di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, Senin (11/6). Ia menilai, Perancis kurang beruntung dalam laga yang

berakhir dengan skor 1-1 tersebut. Dalam laga tersebut, Inggris lebih dulu unggul berkat gol Joleon Lescott pada menit ke-30. Akan tetapi, keunggulan “The Three Lions” tidak bertahan lama karena Samir Nasri mampu menyamakan kedudukan sembilan menit berselang. Meski terus menyerang, tetapi sejumlah peluang Perancis selalu dapat dimentahkan oleh barisan pertahanan Inggris. Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan Perancis menguasai bola sebanyak 61 persen dan menciptakan 14 peluang emas dari 18 usaha. Sementara, Inggris hanya melepaskan satu tembakan akurat dari tiga kali percobaan. (kps)

Laurent Blanc

Neuer Tahu Kekuatan Belanda GDANSK, TRIBUN - Kiper Jerman, Manuel Neuer, mengaku tahu kekuatan Belanda, karena tinggal dekat negara itu dan kenal beberapa pemain dari Belanda. Menurutnya, itu jadi tambahan modal dalam menghadapi Belanda di pertandingan Grup B Piala Eropa 2012, Rabu (13/6). “Aku tumbuh di Westfalen, dekat perbatasan dengan Belanda. Aku suka berlibur di sana (Belanda) dan pernah bermain dengan banyak pemain Belanda di Schalke,” ujarnya seperti dikutip situs Federasi Sepak Bola Jerman, dfb.de. Kemenangan atas Belanda tentu akan memastikan tiket buat Jerman untuk melenggang ke babak perempat final. Sebelumnya, pada pertandingan pertama, Jerman berhasil mencuri 3

NET

Manuel Neuer angka dari Portugal dengan skor 1-0. Namun, Belanda juga bernafsu menang setelah dikalahkan Denmark 0-1. Tak hanya di Schalke,

Neuer juga bermain dengan penyerang Belanda, Arjen Robben, di Bayern Muenchen. Tentu, sedikit banyak Neuer tahu apa kekurangan dan kelebihan Robben. “Di Bayern aku bermain dengan Arjen Robben, tentu ini akan jadi referensi yang baik,” kata Neuer. Persaingan Jerman dengan Belanda bukan hal baru bagi kiper bernomor punggung 1 ini. Dari kecil dia sudah tahu betapa kerasnya partai ini. Neuer akrab dengan beberapa pemain Belanda, jadi sedikit banyak dirinya tahu kekuatan Belanda. “Saat aku masih muda, aku menghadiri pertandingan antara Jerman melawan Belanda. Atmosfer pertandingan itu sangat luar biasa. Bagi suporter, ini adalah pertandingan istimewa,” tutupnya. (kps/goal)

Tinggalkan Lapangan, Pemain Dihukum WARSAWA, TRIBUN UEFA kembali menyatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan hukuman kepada pemain yang meninggalkan lapangan tanpa alasan berupa kartu kuning. Keputusan UEFA itu dibuat menyusul adanya isu wacana pemain akan meninggalkan lapangan jika diejek penonton. Alasan ini dinilai tak masuk akal dan bukan bagiaian dari prosedur pertandingan. Penyerang Italia, Mario Balotelli, pernah mengancam akan meninggalkan lapangan jika dirinya menjadi obyek cemoohan rasial di Piala Eropa 2012. “Kami akan memberi kartu kuning bagi setiap pemain yang meninggalkan lapangan (tanpa alasan),” jelas Presiden UEFA, Michel Platini.

CMYK

Mario Balotelli SC

Mino Raiola, selaku agen Balotelli, justru mengencam keputusan Platini yang dinilainya tak mendukung sikap Balotelli. “Saya harus bilang bahwa reaksi UEFA menanggapi ucapan Mario sangat aneh. Padahal, saya berharap mereka beraksi sebaliknya dengan mendukung Balotelli,”

kata Raiola. “Mario pernah mengalami hal ini dan seluruh elemen tim nasional Italia telah berikrar akan mengharamkan rasisme. Mario merupakan pria baik dan seharusnya didukung untuk soal ini. Saya kecewa dengan ucapan Michel Platini. Saya juga terkejut atas

reaksinya. Saya tak yakin Platini bisa mengembangkan permainan sepak bola atau melindungi pemain atas perlakuannya kepada Mario,” lanjutnya. Balotelli sendiri akhirnya benar-benar menjadi korban rasisme. Saat melawan Spanyol, sekitar 200 pendukung “La Furia Roja” menirukan gaya monyet untuk mengejek penyerang Manchester City tersebut. “Saya duduk di belakang gawang. Mereka (fans Spanyol) berteriak, tertawa, dan mengejek seperti monyet setiap kali Balotelli menguasai bola. Namun, para penjaga berpikir hal tersebut lelucon dan mere-ka tidak melakukan apa pun,” jelas seorang saksi mata yang juga fotografer, Chris Brunskill. (kps)


CMYK

4

Life Style

SENIN 11 JUNI 2012

Nikah tak Undang Zumi Zola AYU Dewi (27) dan Regi Ismagrebu Datau (27) sudah menyebar undangan untuk pernikahanny di Hotel Shangri La, Tanahabang, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2012). Siapa saja yang diundang? Ternyata salah satunya bukan mantan pacarnya, Zumi Zola. Calon pengantin itu menyebar 2.000 undangan. Namun, di antara undangan itu tidak ada nama mantan tunangan Ayu Dewi, Zumi Zola yang kini menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi. “Selama dipingit, Ayu ini mengetik sendiri nama-nama

di undangan. Tapi tidak ada nama Zumi Zola,” kata Nanda. Ayu Dewi tengah mempersiapkan pernikahannya dengan Regi Ismagrebu Datau atau Regi Datau 16 Juni mendatang. Presenter kocak ini mengerjakan sendiri sebagian besar penunjang pernikahannya. Undangan pernikahan salah satu yang dikerjakan sendiri oleh Ayu. Mantan kekasih Zumi Zola ini mengetik sendiri nama yang akan diundangnya. “Dia tipikal tidak bisa diam. Dia mengetik sendiri undangan yang

akan disebar Ayu. Menempel sendiri. Dia tipikal perfeksionis. Dia sangat happy dan interest. Dia hampir tiap hari puasa,” kata Nanda Persada, dari Management Ayu Dewi. Dua pengusaha besar akan menjadi saksi pernikahan itu, yakni Subronto Laras dan Rahmat Gobel yang masih kerabat Ayu dan Regi. Di hotel yang sama, selang sehari kemudian, Minggu (17/6/2012) malam, akan digelar resepsi. Pasangan pengantin akan mengenakan busana Jawa dan Gorontalo. (tribunnews)

Ayu Dewi KPL

Prisia Cantik Kalau Nggak Dandan

Annisa Hertami

Luwes Perankan ’Mariyem’ ANDA yang sudah menonton film Soegija pasti tahu tokoh Mariyem. Wanita Jawa nan ayu yang bercitacita ingin menjadi seorang perawat ini diperankan Annisa Hertami. Sebagai tokoh utama wanita, peran Anissa cukup bisa mencuri perhatian. Gesture-nya yang luwes dan ekspresi wajahnya yang begitu pas menunjukkan betapa ia mendalami karakter yang ia perankan. Di film pertamanya ini, mahasiswi jurusan penyiaran di satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini mengaku belajar banyak hal baru. Meski akting bukan hal yang baru baginya, tapi berakting untuk film besar menjadi sesuatu yang baru pertama kali ia kerjakan. Untuk dapat memerankan tokoh Mariyem, Annisa harus menjalani acting coach selama sebulan. “Saya diajari bagaimana cara perawatan pasien zaman itu. Cara merawat luka dan yang lainnya. Saya juga berulang kali melihat foto-foto zaman dulu agar terbayang zaman dulu itu seperti apa,” ujarnya. Berperan sebagai wanita Jawa yang anggun diakui merupakan sebuah tantangan. Adaptasi peran dan tingkah laku sudah menjadi kewajiban Annisa selama menjalani acting coach. “Tantangan sekali. Kebetulan aslinya saya agak tomboi. Jadi yah memang benar-benar belajar untuk jadi wanita Jawa yang seperti Mariyem itu,” ungkapnya. Karakter Mariyem itu, ucap Annisa, lemah lembut, kalem tapi tegas. “Kisah hidupnya yang tragis membuat Mariyem harus terus survive dan mengejar cita-cita,” kata wanita kelahiran Magelang, 7 Oktober 1988 ini. Keterlibatan dirinya

NET

dalam film ini merupakan hasil kenekatannya untuk mengikuti casting. Tapi rasa keingintahuannya yang besar akan hal baru membuat ia nekat sampai akhirnya terpilih menjadi pemeran utama wanita di film karya Garin Nugroho ini. Pengalaman pertamanya berakting untuk layar lebar ini ia nilai sebagai pengalaman yang luar biasa. Set yang dikerjakan dengan sangat baik berhasil membuat Annisa terkagumkagum. “Saya paling suka dengan setting pasar. Benar-benar terlihat seperti berada di waktu yang lain dari sekarang. Luar biasa,” tuturnya. Ada yang berbeda dari Annisa ketika menghadiri pemutaran film di Bandung. Ia terlihat jalan tertatihtatih dengan menggunakan tongkat. Kaki kirinya terlihat bengkak dan dibalut perban. Ketika ditanya apa dirinya mengalami kecelakaan saat produksi film, ia mengaku tidak. (tribunnews)

PRISIA Nasution, aktris terbaik Festival Film Indonesia 2011 itu, merasa dirinya sangat seksi ketika dalam keadaan yang biasabiasa saja. Misalnya, saat ia sedang jalan-jalan di sebuah mal dengan hanya mengenakan kaos oblong, celana jins, dan sandal jepit. “Saat merasa nyaman, aku sudah merasa seksi. Misalnya, saat aku jalanjalan ke mal mengenakan kaos, celana jins, dan sandal jepit,” ucapnya, Selasa, (12/6/2012), dalam acara Workshop Rexona bertajuk “Kenapa Nggak?” Di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat. Prisia kebetulan bukan tipikal wanita yang keranjingan mengikuti busana yang lagi nge-trend. Ia sama sekali tidak

kepikiran mencari gaun malam baru keluaran merek terkenal seperti Gucci, Chanel, dan sebagainya. Bagi wanita kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984 itu, lebih baik menjadi dirinya sendiri dengan menggunakan busana yang nyaman untuk dikenakannya. Saat ia dalam keadaan biasa-biasa saja. Ia nyaman dan merasa seksi mengenakan kaos, celana jins, dan sandal jepit. “Kalau menurut saya, saya tuh sama sekali enggak pernah mengikuti mode yang lagi jadi tren ya. Saya lebih ke arah apa yang bisa saya pakai nyaman. Itu style saya,” terangnya. Prisia memang bukan tipikal wanita yang hobi ke salon. Menurutnya, ke salon melakukan perawatan kecantikan hanya upaya

Prisia Nasution NET

yang membuang-buang waktunya. “Soalnya kalau harus luluran ke salon terusterusan, itu menghabiskan waktu saja sih. Jadi, ya ketika kita nyaman dengan diri sendiri hal kecil seperti itu jadi tidak diperhatikan

sih,” ucapnya. Dia merasa nyaman tampil natural. Ia merasa tidak perlu memoles wajahnya dengan make up. Apalagi harus perawatan khusus yang membuat waktunya habis percuma di salon. Bukan berarti Prisia tidak peduli dengan tubuhnya. Setiap hari, ia mengonsumsi air putih karena memang bagus supaya tetap cantik dan sehat. “Sebenarnya, aku sedang berusaha banyak minum air putih untuk menjaga kesehatan,” ucapnya. Namun, ia terpaksa ke salon jika sedang syuting. Dan, ia tidak akan menolak stylish yang menanganinya untuk mengutak-atik wajahnya tersebut demi kepentingan pekerjaannya sebagai seorang aktris. (tribunnews)

Dara dan Mitha

Ketagihan Main Sinetron

NET

Mitha dan Dara

CMYK

DUA personel The Virgin tak hanya getol mengasah kemampuan bermusiknya. Dara dan Mitha juga ketagihan mendalami seni peran. Buktinya, sudah ada enam judul sinetron FTV yang mereka bintangi. Kalau awalnya grogi, kini bermain Mitha dan Dara sudah menikmati dengan santai bermain di FTV. Makanya, ketika ditawari judul hingga keenam baginya bukan lagi masalah. “Kadang-kadang suka

grogi dan kaku, sekarang sih udah 6 judul yah jadinya udah mulai enjoy, pengennya ingin nyanyi dan syuting juga gitu,” kata Mitha ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/6) siang. Menurut Mitha ia terjun kedunia peran 2 tahun yang lalu, setahun kemudian ada yang nawarin FTV, pas keluar menurutnya alhamdulilah diterima oleh masyarakat. “Insya Allah pas lebaran nambah lagi,” kata Mitha. (tribunnews)


Digital Newspaper Tribunkaltim