Issuu on Google+

CMYK

EDISI MALAM

NO. 352/TAHUN 1 JUMAT 13 JULI 2012

Dira tak Bisa Diselamatkan ■ Angkota Meledak, Sekeluarga Nyaris Terpanggang TARAKAN, TRIBUN - Tragis nasib yang dialami Dira, bocah berusia 5 tahun tewas terpanggang dalam mobil angkutan kota (angkot) yang ditumpangi bersama orangtuanya. Musibah yang sempat menggemparkan warga Kota Tarakan tersebut terjadi, Jumat (13/7) pukul 12.15 Wita. Angkot jurusan Juata Kopri hangus terbakar di Jalan Mulawarman, tepatnya depan pintu masuk Perumnas. Informasi yang dihimpun Tribun, kebakaran terjadi saat angkot bernomor polisi KT 1042 FC yang dikemudikan Syamsuddin (31) melintas dari arah Bais Cafe, Jalan Mulawarman tiba-tiba langsung meledak dan mengeluarkan kobaran api sangat besar. Syamsuddin yang berada di dalam mobil bersama istrinya Fitria (30) dan dua anaknya, Dira (5) dan Cinta (3) berusaha untuk keluar dari mobil yang dilalap api. Mereka nyaris terpanggang. Beruntung, Syamsuddin dan istri serta anaknya Cinta duduk di depan berhasil keluar dari mobil melalui pintu samping, meski badan penuh luka bakar. Sementara, naas bagi Dira yang duduk di belakang. Bocah kecil ini tidak bisa menyelamatkan diri karena kaca mobil angkot tersebut tertutup. Dira sempat berteriak minta tolong untuk diselamatkan, namun orangtua dan warga yang melintas di jalan tidak bisa menyelamatkan, karena kobaran api semakin membesar. Hingga akhirnya empat unit mobil pemadaman kebakaran datang berhasil memadamkan api. Usai api padam, Dira ditemukan sudah meninggal dengan kondisi jasad hangus terbakar. Jenazah langsung dibawa menuju ruang mayat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tarakan. Sedangkan Syamsuddin, Fitria dan Cinta dibawa ke Ruang Tindakan Medik Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD. Ketiga korban diangkut menggunakan mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan yang sedang melintas di lokasi kejadian. Iyan, salah satu keponakan Syamsuddin mengaku baru mengetahui angkot pamannya terbakar saat melintasi di Jl Mulawarman. “Saya mendengar ada angkot terbakar, saya melihat eh ternyata angkot paman saya yang terbakar. Saya tahu angkot paman terbakar karena melihat plat nomornya,” katanya. Menurut Iyan, sebelum peristiwa terjadi sang paman bersama istri dan kedua anaknya selesai berbelanja sembako, dan mampir ke rumah neneknya yang berada di Jl Mulawarman belakang Hotel Surya.

Aku Mau Lihat Adik... ISAK tangis mewarnai kepergian Dira di RSUD Kota Tarakan. Syahruddin, kakak Dira terus menangis meratapi kepergian adik keduanya yang meninggal dengan tragis. Bahkan siswa kelas 6 SDN 003 Kampung Satu ini ingin melihat langsung terakhir kali adik tercintanya. “Aku mau lihat adikku... Aku mau lihat adikku,” teriak Syahruddin kepada kakek dan tantenya. Namun sang tante enggan mengajaknya, karena dikhawatirkan Syahruddin tidak kuat melihat kondisi jenazah adiknya. Tapi Syahruddin terus bersikeras tetap ingin melihat langsung jenazah sang adik. Sampai akhirnya Syahruddin pun diajak kakek dan tantenya melihat jenazah Dira yang dalam kondisi gosong, sehingga sulit dikenali. Usai dari ruang jenazah, bocah laki-laki ini pun menemui adik bungsunya Cinta yang sedang digendong neneknya. Kondisi Cinta pun mengalami luka bakar di lengan kanan dan kiri, kaki kanan kiri, wajah hingga rambut terbakar. Melihat adik bungsunya yang masih dibalut perban, Syahruddin dengan penuh kasih sayang membelai rambut dan punggung sang adik. “Jangan nangis yah adikku,” ucapnya sambil mengelus Cinta yang sedang dibalut perban dan diinfus di lengan kiri. Sementara Syamsuddin, ayahnya yang masih dirawat di UGD terbaring lemah sambil menangis meratapi kondisi istri dan kedua anaknya. Ia tampak menyesali kejadian tersebut dan terus memanggil-manggil nama kedua anaknya. Syamsuddin mengalami luka bakar di lengan sebelah kanan dan kiri. Sedangkan Fitria mengalami luka bakar yang cukup parah di seluruh tubuhnya dan belum sadarkan diri. (jnh)

TRIBUN KALTIM/JUNISAH

Inilah kondisi Dira yang tewas terpanggang api dan jenazahnya ditutupi sarung

“Waktu bertemu kami biasa saja. Bahkan paman sempat minta saya menyingkirkan motor di depan rumah karena mau parkir angkotnya. Setelah itu saya langsung pergi. Tidak lama kemudian paman saya pergi dan kembali lagi ke rumah. Jadi paman saya datang dua kali ke rumah nenek,” ucapnya. Iyan dan keluarga besarnya sangat

sedih karena Dira, keponakannya tidak bisa terselematkan karena berada di belakang. “Memang Dira itu kalau naik angkot bersama bapaknya suka duduk di belakang daripada di depan bersama orangtuanya,” ujarnya. Menurut Iyan, ia tidak memiliki firasat apapun. Hanya saja Dira sempat tidak mau ikut orangtunya pulang, dengan alasan ia merasa cuaca sedang

Pilkada DKI Berpotensi Satu Putaran ● KPU DKI Pasrahkan Judicial Reviel kepada MK JAKARTA, TRIBUN - Bila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan uji materi terhadap UU 29/2007, maka KPU DKI Jakarta tidak perlu menggelar Pilkada DKI putaran kedua meski hasil rekapitulasi penghitungan suara tidak ada pasangan calon yang perolehan suaranya mencapai 50 persen tambah satu suara. Sebab, UU tersebut mengatur tentang pemerintahan DKI Jakarta. Dalam UU 29/ 2007, hanya pasal 11 yang memuat tentang pemilihan kepala daerah/gubernur. Itupun mengatur tentang penetapan yang menang. Menurut Muhammad Sholeh, kuasa hukum tiga warga DKI Jakarta yang mengajukan uji materi ke MK, Jumat (13/ 7), ada ketidaksesuaian antara pasal 11 ayat 2 UU 29/2007, dengan pasal 107 ayat 2 UU 12/2008, yang menyatakan bila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak terpenuhi, maka pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah, dan pasangan calon yang perolehan suaranya terbesar, dinyatakan sebagai pasangan terpilih. “Secara hukum saya percaya tidak ada putaran kedua. Setelah 30 persen tercapai, itu selesai, “ ujar Sholeh saat ditemui di Gedung MK, Jakarta. Menurut pengacara yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur, ada semacam

persekongkolan jahat yang menghembuskan isu Pilkada DKI akan masuk dua putaran, pasca-pengumuman quick count lembaga survei. Sholeh berharap Mahkamah Konstitusi (MK) secepat mungkin menyidangkan permohonan uji materi (judicial review) UU Pilgub Jakarta yang mereka daftarkan kematrin. Dalam waktu tiga hari, menurutnya, MK bisa memberikan keputusan. Hal tersebut, lanjut Sholeh, berkaca pada putusan MK tahun 2009 saat Pemilu 2009. “Kita punya pengalaman itu beberapa saat yang lalu pada saat pengajuan DPT (Daftar Pemilih Tetap) KTP (Kartu Tanda Penduduk) bisa dijadikan kartu pemilih. MK bisa memutuskan dalam 3 hari,” tegasnya. Menurut Sholeh, MK memiliki dua pilihan dalam menyikapi pengajuan ini, salah satunya adalah menganggap UU no. 29 tahun 2007 tidak sah karena bertentangan dengan UUD. “Pilihan satunya adalah tidak bertentangan tetapi karena di sini ada kubu-kubuan konflik, MK yang kemudian bisa memutuskan tafsirnya bahwa yang seharusnya digunakan adalah UU No. 12 Tahun 2008, karena memang ini yang mengatur tahapan-tahapan pilkada. Masa sejak awal diatur kemudian ditengahtengah diputus. Tidak logis,” ujarnya. (tribunnews)

panas. “Nenek bilang Dira tidak mau pulang, Dira merasa kepanasan, tapi orangtuanya tetap meminta Dira ikut pulang, sampai akhirnya Dira pun mengikuti kata orangtuanya,” ujarnya. Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) anggota Polres Tarakan menemukakan ada tabung 14 kilogram di dalam angkot. Diduga penyebab kebakaran karena tabung

bocor. Syahruddin (12) anak pertama korban yang tidak ikut di dalam angkot menuturkan, ayahnya membawa tabung gas elpiji 14 kilogram di dalam angkot. “Bapak tadi bilang sama tabung gas yang dibawa bapak meledak, jadi terjadilah kebakaran,” ucapnya yang membesuk orangtuanya di ruang UGD RSUD Kota Tarakan. (jnh)

BK Nonaktifkan Wa Ode JAKARTA, TRIBUN - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Wa Ode Nurhayati diberhentikan sementara dari keanggotaannya di DPR. Wa Ode dinonaktifkan karena berstatus terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi. Anggota Badan Kehormatan (BK) Ali Maschan Moesa, dalam laporan di paripurna DPR, Jumat (13/7) kemarin, mengatakan keputusan penonaktifan tersebut berdasarkan UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD. Berdasarkan pasal 219 ayat 1 huruf b, anggota dewan yang berstatus terdakwa otomatis diberhentikan sementara. “BK memutuskan pemberhentian sementara anggota DPR karena sudah menjadi terdakwa atas nama Saudara Wa Ode Nurhayati atas tindak pidana khusus untuk mendapatkan penetapan dalam rapat paripurna DPR,” kata Ali Maschan. Sebelumnya, Ketua BK DPR M Prakosa menyatakan, alat kelengkapan DPR yang dipimpinnya akan mengumumkan nama satu anggota DPR yang dikenai sanksi pemberhentian sementara dalam rapat paripurna. Saat itu Prakosa enggan menjelaskan siapa anggota DPR yang dimaksud. Wa Ode kini tengah menghadapi sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ia didakwa menerima suap Rp 6,5 miliar dari tiga pengusaha

CMYK

terkait pengalokasian dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Rinciannya, dari Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq Wa Ode disebut menerima Rp 5,5 miliar, Paulus Nelwan sebesar Rp 350 juta, serta Abram Noach Mambu senilai Rp 400 juta. Politikus Partai Amanat Nasional itu juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang. Pemberian uang tersebut, menurut Jaksa, berkaitan dengan kewenangan Wa Ode selaku anggota Badan Anggaran DPR dalam mengusahakan agar Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Minahasa mendapat alokasi dana DPID 2011. Sementara, Fraksi PAN DPR belum merasa perlu menonaktifkan Wa Ode dari DPR. “Wa Ode itu belum tentu bersalah, kenapa dinonaktifkan,” ujar Wakil Ketua FPAN DPR, Viva Yoga Mauladi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Menurutnya, FPAN menghormati proses di BK DPR. Fraksi berlambang Matahari Biru itu berharap BK DPR memproses kasus tersebut secara objektif. “Itu harus ada hitam di atas putih dulu kalau memang melanggar hukum,” terangnya. Dia berharap BK DPR tidak mendengarkan berbagai fitnah kepada Wa Ode. Apalagi jika tanpa diperkuat bukti akurat. “Fraksi PAN telah meminta klarifikasi kepada yang

Wa Ode Nurhayati TRIBUNNEWS/HER

bersangkutan. Biarkanlah mekanisme di BK itu berjalan dengan baik jangan membuat Wa Ode merasa terpojok,” tandasnya. (tribunnews/kps)


CMYK

2

Tribun Etam

JUMAT 13 JULI 2012

MACET - Kemacetan sering terjadi di kawasan Jalan Pahlawan depan Pasar Segiri, Kota Samarinda, Jumat (13/7)

Jelang Ramadhan Penjualan Busana Muslim Bergairah

Baju Gamis Masih Menjadi Tren

Dishub Tambah 3 Trayek Angkot SAMARINDA, TRIBUN - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda segera menambah 3 trayek angkot sebagai alternatif mengurangi kemacetan menuju jalan aternatif SMAN 1 dan SMPN 1 Samarinda yang baru, di Jl Kadrie Oening. Kendati kepindahan SMAN 1 dari lokasi lama, Jl Bhayangkara ke lokasi baru Jl Kadrie Oening diundur hingga Januari 2013, namun untuk SMPN 1 kepindahan tetap dilakukan sesuai rencana pada 15 Juli mendatang. “Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas menuju SMAN 1 dan SMPN 1 di Jl Kadrie Oening, Dishub akan membuka trayek

angkot khusus bagi siswa. Ini untuk mengantisipasi siswa agar tidak menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah, walaupun pemindahan SMAN 1 dan SMPN 1 diundur hingga Januari 2013 nanti,” kata Suwandi, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Samarinda, Jumat (13/7). Trayek khusus tersebut, selain diharapkan menjadi solusi kemacetan di jalan alternatif, juga diharapkan bisa memecah kemacetan ke arah Jl A W Syahranie dan Jl PM Noer. Dishub juga mengharapkan Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda agar

segera menyelesaikan jalan alternatif tersebut. “Trayek baru itu nanti adalah trayek angkot J, C2, dan trayek A,” kata Suwandi. Untuk jalan akses sementara menunggu jalan tembus dibangun, yaitu dari Jl Kadrie Oening ke lokasi sekolah yang melalui Komplek Perumahan Kehutanan Kaltim, sepanjang kira - kira 300 meter, yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan masih dalam tahap lelang. Pembangunan jalan ini sendiri dianggarkan Rp 1 miliar. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang sendiri meminta agar dalam 1 minggu sejak 9 Juli sudah ada pemenang lelang jalan tersebut.

Pantauan Tribun, sebelum terjadi kepindahan saja askes jalan tersebut (dari Perumahan Kehutanan hingga lokasi sekolah) sudah macet parah akibat ratusan kendaraan roda dua dan empat milik orangtua yang mengantar anaknya bersekolah di SDIT dan SMPIT Cordova. Belum lagi hilir mudik kendaraan warga Perumahan Kehutanan dan PWI Kaltim yang pada jam bersamaan mengantarkan anak-anaknya sekolah di tempat lain. Kondisi ini diperparah lagi dengan jalan yang kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan karena terdapat banyak lubang disana -sini. Apalagi nanti jika ditambah kendaraan dari orangtua dan siswa SMAN 1 dan SMPN 1. Sudah bisa dipastikan akan terjadi kemacetan total. (dep)

Dishut Dinilai Tebang Pilih ■ Komisi I dan Walhi Kecam Penutupan Warung Tahu Sumedang SAMARINDA, TRIBUN - Penutupan Warung Tahu Sumedang dan berikutnya nanti para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kilometer 54 Jalan Balikpapan-Samarinda memicu reaksi keras sejumlah kalangan. Ketua Komisi I DPRD Kaltim Sudarno dan Direktur LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim Isal Wardhana mengecam keras penutupan tersebut. Mereka menilai, Dinas Kehutanan (Dishut) tebang pilih dan terkesan mengorbankan rakyat, dengan dalih pelestarian Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. “Jangan dialihkan isu penertiban kawasan Tahura ini. Permasalahan utama kerusakan Tahura itu kan sebenarnya tambang batu bara, yang menggunakan jalan hauling eks HPH untuk aktivitas batu bara mereka. Inilah yang seharusnya ditertibkan. Warung Tahu Sumedang dan PKL di sana itu tidak berpengaruh langsung terhadap kerusakan tahura,” kata Sudarno, Jumat (13/7) dengan tegas. Bahkan menurutnya, hal itu terkesan hanya pengalihan isu yang selama ini telah muncul ke permukaan publik. Sebab sebenarnya yang menjadi sorotan adalah aktivitas 15 perusahaan tambang dengan izin kolaborasinya. “Isu utama kerusakan tahura itu adalah di 15 perusahaan tambang yang memanfaatkan izin kolaborasi. Ini kok tiba-tiba Warung Tahu Sumedang yang ditutup, kemudian PKL-PKL di sana dipaksa pindah,” ujarnya dengan tegas. Mengenai keberadaan warung Tahu Sumedang, PKL di sepanjang rest area, hingga keberadaan masyarakat lainnya di dalam tahura, Sudarno menyatakan hal tersebut memang bertentangan dengan hukum. Tetapi itu bukan persoalan utama atas kerusakan Tahura selama ini. Dia berpendapat, penertiban dapat dilakukan setelah persoalan utama diselesaikan. “Jika tambang sudah ditertibkan dan tidak mempengaruhi lingkungan di Tahura, baru penertiban ke yang lain dapat dilakukan. Harus ada skala prioritas dalam penertiban. Jangan yang kecil ditertibkan, tetapi yang besar tidak diberantas. Ini namanya mengalihkan isu. Jangan tebang pilih seperti itu dong,” ujarnya. Sementara itu, keberadaan Tahu Sumedang,

PKL di sepanjang rest area, hingga masyarakat di dalam tahura, justru dikatakannya, cenderung bersimbiosis saling menguntungkan. “Keberadaan PKL dan Tahu Sumedang itu justru sangat membantu masyarakat yang melintasi jalur Samarinda-Balikpapan. Pejabat mana yang tidak pernah berhenti untuk beristirahat di sana. Tidak ada juga bukti kerusakan Tahura terkait keberadaan mereka kan? Coba mana? Tunjukkan. Kalau tambang, itu siapapun pasti akan mengatakan, mereka lah perusaknya,” terangnya. Senada dengan yang dikemukakan Direktur Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Kaltim Isal Wardhana. Dia memastikan, penutupan warung Tahu Sumedang dan rencana penetiban PKL di sepanjang jalur rest area sudah jelas adalah bentuk pengalihan isu dari keberadaan tambang yang beberapa waktu ini sempat diungkap ke publik. “Ada apa ini? Kenapa harus Tahu Sumedang dan PKL rest area yang ditertibkan. Kenapa bukan perusahaan tambang yang ditutup? Ini lah bentuk pengalihan isu yang selalu dilakukan pemerintah untuk menutupi kasus utama di Tahura. Kalau seperti ini, sampai kapan Tahura bisa bagus seperti yang kita inginkan,” ujarnya. Dikatakannya dengan tegas, dia menolak penertiban yang dilakukan Dishut dan Komisi III DPRD Kaltim terhadap warung Tahu Sumedang dan PKL di rest area, selama persoalan utama, yakni keberadaan tambang di dalam tahura belum tersentuh dan ditutup. “Dishut dan Komisi III harus fokus pada penertiban tambang di dalam Tahura. Selesaikan masalah utama ini sebelum beralih ke masalah lainnya. Ini terlihat pemerintah lebih pro pengusaha dibandingkan masyarakat,” tegasnya. Untuk diketahui, izin kolaborasi di Tahura Bukit Soeharto dimanfaatkan 15 perusahaan tambang. ke-15 perusahaan ini memanfaatkan jalan bekas perusahaan HPH yang ada di dalam tahura sebagai jalan hauling batu bara. Pemanfaatan jalan eks perusahaan HPH ini menyebabkan eksploitasi batu bara di dalam dan sekitar kawasan tahura semakin masif. Hal ini berpengaruh terhadap kawasan Tahura sebagai kawasan konservasi. (aid)

Tetap Lanjut SEKRETARIS Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Sigit Budi mengatakan, pihaknya tak ingin berpolemik terlalu jauh terkait penutupan Warung Tahu Sumedang dan PKL di Tahura. Yang jelas dikatakannya, pihaknya sudah melaksanakan prosedur aturan yang berlaku dan tanpa adanya asumsi pengalihan isu ataupun tudingan lain yang disampaikan oleh beberapa pihak. “Tetap lanjut. Karena seperti

yang saya pernah katakan, kalau Warung Tahu Sumedang itu kan sudah diberikan peringatan sejak lama, sejak 2008 dan sampai 2011, jadi kalau sekarang ditutup selamalamanya, saya pikir bukan hal yang baru lagi. Tapi hanya prosesnya saja,” kata Sigit, kemarin. Kemudian soal PKL di kilometer 54, menurutnya, itu sudah menjadi kesepakatan bersama Dishut dan PKL untuk mereka pindah ke rest area yang sudah disediakan. Selama ini ketidakbersediaan PKL

dikarenakan permintaan mereka agar Warung Tahu Sumedang juga ditutup dan disediakan tempat yang bagus. “Itu semua sudah melalui kesepakatan, bukan serta merta kami menutup begitu saja. Kami sudah melakukan rapat koordinasi beberapa kali untuk hal itu. Dan waktu rapat pemilik Warung Tahu Sumedang dan perwakilan PKL, mereka setuju saja. Makanya kami akan tetap lanjut sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan,” tandasnya. (aid)

Pemkot Sediakan 16 Titik Pasar Ramadhan BALIKPAPAN, TRIBUN - Menyambut bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan menyediakan sekitar 16 pasar Ramadhan yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan. Hal ini dikemukakan Asisten II Setkot Balikpapan Sri Sutantinah kepada Tribun, Jumat (13/7) siang. Menurut Tantin, demikian ia akrab disapa, jumlah tersebut menunjukkan grafik peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2011, Pemkot hanya menyediakan 9 titik pasar Ramadhan yang tersebar di seluruh kota. “Dari 16 titik pasar Ramadhan yang dijajaki kita masih akan membahas ulang beberapa titik yang rawan kemacetan. Seperti di sekitaran Masjid At-Taqwa, di situ lokasinya sangat sempit dan berpotensi menambah dampak kemacetan. Walaupun pengurus Masjid sudah minta, tapi kami masih akan membahasnya lagi,” ujarnya. Meningkatnya jumlah pasar Ramadhan tahun ini diharapkan menjadi peluang bisnis makanan dan minuman bagi warga sekitar. Belum diketahui kapan Pemkot akan memulai pembangunan pasar Ramadhan tersebut. Namun diperkirakan dalam pekan ini pembangunan 16 pasar Ramadhan tersebut sudah rampung. “Kita usahakan secepatnya, kalau bisa

sebelum puasa semuanya sudah beres. Yang jelas kita akan tunggu hasil peninjauan ulangnya,” tandasnya. Selain pembangunan pasar Ramadhan, Tantin menegaskan pihaknya bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM (Disperindagkop) juga menjamin ketersediaan stok selama 2 bulan ke depan aman. Menurutnya, pasokan stok bahan pokok selama ini sering terhambat akibat cuaca serta tingginya ombak di lautan. Sehingga aktivitas bongkar muat pun mengantre panjang. Namun menyikapi hal itu, pihaknya akan memprioritaskan pasokan sembilan bahan pokok untuk lebih diutamakan selama dua bulan ke depan. “Kita sama-sama tahu selain cuaca aktivitas di pelabuhan kita seperti apa. Makanya untuk dua bulan ke depan kita minta agar pasokan bahan pokok itu didahulukan. Ini juga sudah kita koordinasikan dengan pihak pelabuhan,” katanya. Menanggapi tingginya harga di pasaran, Tantin mengatakan hal tersebut lebih dikarenakan faktor cuaca. Karena itu, ia mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup hemat. “Sayuran dan Ikan saja sekarang sudah naik drastis, karena cuaca di lautan cukup ekstrim. Makanya kita juga harus pandai-pandai berhemat, jangan terlalu konsumtif,” pungkasnya. (ful)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

JUMAT 13 JULI 2012

3

Modric Milik Madrid LONDON, TRIBUN - Direktur Umum Real Madrid Jose Angel Sanchez dikabarkan telah selesai bernegosiasi dengan manajemen Tottenham Hotspur. Transfer Luka Modric bernilai 40 juta euro (sekitar Rp 480 triliun) dan gelandang Kroasia itu akan berada di Santiago Bernabeu hingga 2017. Berita itu dilansir media Spanyol, AS. “Spurs” sudah menerima transfer ratusan triliun itu dan negosiasi yang berjalan saat ini hanyalah detail kontrak Modric. Pria berusia 26 tahun itu sedang berlibur di kampung halamannya, Zadar, Kroasia, dan berharap-harap cemas menunggu kepastian kontraknya sedikit lagi. Modric memang berambisi bermain bersama “Los Blancos” musim depan dan ingin negosiasi transfer sebelum akhir pekan ini selesai. Ia ingin tiba sebagai pemain pertama di Valdebebas, pusat pelatihan Madrid, saat klub itu memulai training camp-nya, Senin (16/7). Luka Modric sendiri sudah ngebet bermain bersama Real Madrid. Tak ada yang dapat mengobati rasa penasaran dan ambisi Modric. Bukan pula kontrak baru dari Tottenham Hotspur, melainkan terpenuhinya proses transfer ke Santiago Bernabeu. Hanya itu. Berita tersebut diungkap koran Spanyol, AS.. Tottenham menginginkan 40 juta euro (sekitar Rp 480 miliar). Madrid menyodorkan 35 juta euro plus Ricardo Carvalho. “Spurs”, dikabarkan AS, tergoda. Awalnya, Andre Villas-Boas menginginkan Nuri Sahin. Namun, gelandang serang Turki itu enggan berpindah ke White Hart Lane. Modric sendiri akan kembali berlatih pada 18 Juni, sementara training camp “The Lilywhites” dimulai Senin ini. Dan, pria berusia 26 tahun itu ingin proses transfernya ke Madrid selesai sebelum ia menginjakkan kaki di London pekan depan. (kps)

Mitra Kukar Evaluasi Pemain ● 75 Persen Pemain Lokal Dipertahankan SAMARINDA, TRIBUNManajemen Mitra Kutai Kartanegara akan melakukan evaluasi pelatih dan pemain selama mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/ 2012. Evaluasi akan digelar pekan depan usai laga eksebisi Perang Bintang antara juara ISL Sriwijaya FC melawan Tim All Star ISL, Minggu (15/7). Pasalnya, manajer tim Mitra Kukar, Ronny Fauzan, ditunjuk sebagai manajer tim All Star ISL saat menghadapi Sriwijaya FC sebagai juara ISL musim ini. “Kemungkinan setelah laga eksebisi Perang Bintang, minggu depannya,” kata Nor Alam, Jumat (13/ 7). Manajemen Mitra Kukar

memprediksi, 75 persen pemain lokal berpeluang dipertahankan. “Manajemen sudah memantau pemain-pemain dari setiap pertandingan. Kira-kira sekitar 75 persen pemain di Mitra berpeluang dipertahankan. Tapi itu belum final, masih bisa berubah,” kata Nor Alam. Sejak usai laga terakhir kompetisi ISL kemarin, kata dia, seluruh skuad sudah meninggalkan markasnya di Tenggarong. Ia menjelaskan, manajemen Mitra Kukar masih menunggu hasil laporan kepala pelatih Steffan Hansson. Hasil laporan berupa data-data pemain mulai dari lamanya bermain, assist, drebling,

gol dan lainnya yang akan disampaikan pelatih ke manajemen. “Pelatih Steffan Hansson masih ada di Tenggarong. Dia sedang menyiapkan laporan. Nanti data-data statistik pemain itu akan menjadi bahan evaluasi semua pemain. Hasil evaluasi pelatih akan diputuskan oleh manajemen,” papar Nor Alam. Pelatih asal Swedia itu, lanjut Nor Alam, juga akan memberikan penilaian kepada pemain-pemain Mitra Kukar. “Untuk penilaian pelatih, akan diputuskan oleh manajemen. Kebetulan pelatih kontraknya sampai September tahun ini. Kita belum putuskan,” tambahnya.(bud)

Arbeloa: Orang Indonesia Ramah ● Pepe Ingin Kembali ke Tanah Air

Tim Mitra Kukar

TRIBUN KALTIM/ NEVRIANTO HP

Belanja Pemain Top ASISTEN Manajer Mitra Kukar Nor Alam mengatakan, keinginan menjadi juara di Indonesia Super League (ISL) musim 2012/ 2013, tetap menunggu hasil rekonsiliasi kisruh antara pengurus PSSI dan KPSI. Menurut dia, jika persoalan kisruh itu selesai sebelum bulan September, Mitra Kukar segera mengincar pemain-pemain berkelas. “Memang seperti yang dikatakan Direktur Keuangan (Aji Ari Junaidi), target musim depan mengincar juara ISL. Tapi kita tunggu hasil penyelesaian antara PSSI dan KPSI. Kalau manajemen, sudah siap untuk musim depan,” kata Nor Alam, Jumat (13/ 7).

Salah satu pemain top yang sedang diincar adalah mantan pemain Arsenal, Fredrik Ljungberg. Kata dia, pemain tersebut masih dalam proses komunikasi. Mantan pemain tim nasional Swedia yang bersinar saat membela klub Arsenal selama beberapa musim, bakal merumput di kompetisi ISL. “Masih kita komunikasikan, belum final. Memang disiapkan untuk musim depan,” ujarnya. Direktur Operasional Mitra Kukar Suwanto juga membenarkan jika Ljungberg masuk daftar belanja Mitra Kukar. “Rencananya, dia (Ljungberg) itu untuk musim depanlah,” tambah Suwanto, Jumat (6/7) pekan lalu.(bud)

JAKARTA, TRIBUN - Bek Timnas Spanyol, Alvaro Arbeloa, merasa senang atas kehadirannya ke Jakarta, Jumat (13/72). Arbeloa terkesan dengan keramahan orang-orang Indonesia sehingga ia merasa seperti berada di rumah. Arbeloa dan Pepe, dua bek Real Madrid tiba di Jakarta, Jumat (13/7). Kedua pemain ini berpartisipasi dalam pertandingan eksibisi melawan tim Garuda Plus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Selain melakukan pertandingan eksibisi, Arbeloa dan Pepe juga memberi coaching clinic kepada sejumlah siswa SSB di SUGBK. Tidak ada kesan lelah meskipun

CMYK

kedua pemain tersebut baru tiba di Jakarta setelah menghabiskan waktu berjam-jam dari Spanyol ke Indonesia. Arbeloa bahkan mengungkapkan perasaan senangnya bisa datang ke Jakarta. Pria 29 tahun itu bahkan merasa seperti berada di rumah. “Terimakasih atas undangannya, saya baru beberapa jam di sini tapi saya merasa seperti di rumah karena keramah tamahan orang Indonesia,” ujar eks Liverpool itu dalam sebuah jumpa pers singkat di SUGBK, Jumat (13/7). Kunjungan Pepe dan Arbeloa merupakan yang pertama bagi mereka berdua. Kunjungan ini pun sangat sebentar. Meskipun

begitu, Alvaro Arbeloa tetap berharap dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada. “Saya berharap dapat menikmati sisa waktu saya di Jakarta,” lanjut juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 itu. Kepler Laveran Lima Ferreira alias Pepe juga senang dapat berkunjung pertama kali ke Jakarta. “Saya sangat senang ada di Jakarta. Namun di kesempatan ini saya tidak bisa berkunjung terlalu lama, karena saya harus segera kembali ke Real Madrid, setelah bermain di Piala Eropa untuk timnas Portugal,” katanya. Di kesempatan bertemu dengan rekan-rekan media, Pepe berjanji suatu waktu akan datang kembali ke

Indonesia untuk waktu yang lebih lama. Sementara dalam pertandingan semalam, Tim Garuda Plus mengalahkan Tim PepeArbeloa and Friends dengan skor 1-0. Gol tunggal di pertandingan itu dicetak oleh Danilo Fernando di menit ke-34. Usai laga, Pepe dan Arbeloa menyapa Madridista Indonesia di tribun penonton. Keduanya berlari ke arah VIP Timur area dalam SUGBK dan menyapa pendukung klub Real Madrid. Selain menyapa, kedua pemain itu juga membagikan dua buah bola kepada Madridista Indonesia.(tribunnews.com/ deo/gle)


CMYK

4

Life Style

JUMAT 13 JULI 2012

Disalami Pasha, Okie Cuek PASHA ‘Ungu’ menyempatkan hadir ke acara resepsi pernikahan mantan istrinya, Okie Agustina dengan pemain sepak bola Gunawan Dwi Cahyo, di Harmony Banquet Yasmin Center, Bogor, Jumat (13/7/2012). Menggunakan Alphard hitamnya, Pasha tiba sekitar pukul 20.00. Pasha datang ditemani istrinya, Adelia Wilhelmina. Usai mengisi buku tamu Pasha pun langsung menghampiri mantan istrinya itu di pelaminan. Okie dan Pasha pun kembali bertemu dalam satu pelaminan dengan status yang berbeda. Tangan Pasha menjabat Okie, ia pun memberikan cium pipi kanan dan pipi kiri Okie yang terlihat menyambut dingin. Okie bahkan sibuk memerhatikan salah satu anaknya di sekitar pelaminan. Tak ada kontak mata yang terjadi antara Pasha dan Okie. Meski begitu, pria bernama lengkap Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini tetap memberikan semangat kepada Okie dan Gunawan. Begitu pula dengan Adel. “Selamat berbahagia, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah,” ujar Adel. Perhatian tamu lainnya seketika beralih kepada Pasha dan Adel. Tak sedikit yang memanfaatkan hal itu dengan foto bersama dengan Pasha yang mengenakan jas hitam dan Adel yang dibalut dengan kebaya modern berwarna cokelat itu. (kps)

Ayu Dewi

Diingatkan Jangan Terlalu Genit SETELAH menikah Ayu Dewi sekarang benar-benar menjaga diri. Jika bertemu dengan cowok atau selesai bersalaman dengan cowok yang bukan muhrimnya, Ayu Dewi membasuh tangan atau wajahnya dengan air wudhu. Tujuannya menurut Ayu adalah tetap menjaga kesuciannya menjadi istri dari Reggi Datau. “Ada cowok-cowok gitu saya ngambil wudhu gitu, hanya itu aja sih yang dikurangin, harus menghormati. Kalau anak buahnya lihat ‘tuh pak lihat isterinya pak’. Nggak enak kan digituin? “ kata Ayu Dewi di RCTI, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/7). Meskipun suaminya tidak pernah

membatasinya berkarir tetapi untuk urusan penampilan ia rada cerewet. Sang suami menginginkan Ayu lebih sopan dalam hal berpakaian. “Kalau omongan dia nggak masalah harus batasin perilaku ke lawan jenis dan nggak boleh berlebihan soal pakaian gitu aja udah,” katanya. Menurut Ayu sekarang dirinya tidak boleh terlalu genit dengan lawan jenisnya, karena suaminya suka cemburu. “Kalau bercandaan ia ingetin bahwa saya sekarang sudah jadi isteri, jadi nggak boleh genit-genit sama orang lain. Terus nggak boleh nemploknemplok gitu,” ujar Ayu sambil tersenyum. (tribunnews)

Donita

Bisa Lihat Makhluk Halus ARTIS peran Donita, yang tenar lewat sinetron seri Cinta Fitri, mengaku memiliki indera keenam. Ungkapnya, ia bisa melihat makhluk halus berseliweran. Kemampuan itu, katanya, sudah melekat padanya sejak masih kecil. Namun, ia mengaku pula, tak merasakan manfaatnya. “Itu dari kecil. Cuma aku sendiri. Buat aku kurang bermanfaat, karena tidak bisa menggunakannya dengan baik,” ucapnya, Kamis (12/7/2012) di Jakarta. Bahkan, perempuan kelahiran Bandung, 14 Februari 1989 ini merasa terganggu, karena ia penakut. “Pernah shooting di makam, terus aku bilang jangan shooting sampai magrib. Tapi, kru tetap keukeuh. Mendadak gen setnya mati. Apalagi, hari sudah gelap. Kami kaget terus lari-lari, masuk mobil, kaki sudah kotor-kotoran,” kisahnya diseling tawa. Sebetulnya, Donita enggan bercerita tengan kemampuannya itu. Sebab, ia harus mengingat-ingat pengalamannya mengenai makhluk halus yang pernah dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri. “Membahas hal ini agak berat. Kalau dibilang anugerah, bisa juga. Dibilang beban, ya beban juga sih. Soalnya, aku enggak bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya. (kps)

April Jasmine

Suka Masak Cap Cay APRIL Jasmine, istri ustad Solmed itu, tidak akan mengurangi aktivitasnya di bulan suci Ramadan. Malahan, diakuinya kegiatannya semakin banyak. Apalagi, ini merupakan puasa pertamanya bersama suaminya tersebut. Makanya, April bakalan sibuk menyediakan menu masakan sebagai santapan berbuka puasa dan sahur untuk suami dan mertuanya. Menurutnya, memasak merupakan kewajibannya sebagai istri.

CMYK

“Aku sudah belajar masak, biar mertua dan suamiku tinggal makan saja. Pengajian taklim itu kan pelajarannya tentang kewajiban wanita ya. Memasak itu kewajiban seorang istri,” ucapnya, saat ditemui di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat. Tak pelak, semenjak menikah, wanita berjilbab itu, berusaha belajar memasak. Sekarang ia pandai memasak makanan seperti capcay dan sayur lodeh. Bahkan, masakannya itu mendapatkan

pujian dari suaminya tersebut. “Alhamdulillah, suami bilang enak. Dia sebetulnya enggak suka capcay. Terus aku bilang coba dulu. Ternyata dia melahapnya sampai habis. Dia ternyata suka,” terangnya. Di bulan Ramadan, April berusa mencari-cari menu masakan baru. Itu dilakukannya supaya masakannya tidak terasa membosankan. ia mencari menu baru lewat buku dan bertanya kepada teman-temannya. (tribunnews)


Digital_Tribunkaltim_Malam_13072012.pdf