Page 1

CMYK

EDISI MALAM

NO. 424/TAHUN 1 KAMIS 9 AGUSTUS 2012

Siti Fadilah Disebut Ikut Terima ● Rp 1,27 Miliar Uang Hasil Korupsi Proyek Alkes JAKARTA, TRIBUN Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, disebut dalam dakwaan mantan anak buahnya, Rustam Syarifuddin Pakaya ikut menikmati uang Rp 1,27 miliar hasil korupsi proyek alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (sekarang Kementerian Kesehatan) 2007. Surat dakwaan Rustam tersebut dibacakan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (9/ 8/2012). Menurut jaksa, Rustam telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi dari proyek alkes 1 yang nilainya Rp 35 miliar tersebut. “Yaitu memperkaya diri terdakwa, Rp 2,4 miliar, atau orang lain, Siti Fadilah Supari Rp 1,275 miliar, Els Mangundap Rp 850 juta, Amir Syamsuddin Ishak Rp 100 juta, Mediana Hutomo dan Gunadi Soekemi Rp 100 juta, Tan Suhartono Rp 150 juta, Tengku Luckman Rp 25 juta, atau suatu korporasi, yaitu PT Indofarma Global Medika Rp 1,76 miliar, dan PT Graha Ismaya Rp 15,2 miliar,” kata jaksa Agus Salim. Menurut surat dakwaan, uang ke Siti Fadillah itu diberikan Rustam dalam bentuk sejumlah cek perjalanan Bank Mandiri. Sejumlah cek itu merupakan bagian dari 212 lembar cek senilai Rp 4,97 miliar yang diterima Rustam dari PT Graha Ismaya sebagai imbalan atas jasanya menguntungkan perusahaan tersebut.

Selaku Kepala Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan saat itu, Rustam memerintahkan anak buahnya, Ketua Tim Teknik, Yus Rizal untuk menyusun spesifikasi alat kesehatan yang dibutuhkan Depkes sesuai dengan spesifikasi alkes yang disediakan PT Graha Ismaya. Sebelumnya, Rustam melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT Graha Ismaya, Masrizal Achmad Syarief. Saat proses lelang dilakukan, ada lima perusahaan yang ikut serta, yakni PT Indofarma Global Medika, PT Yala Mulya Mandiri, PT Medicon Farmaindo, PT Kimia Farma TD, dan PT Jakarta Sejahtera Medika. Dari lima perusahaan tersebut, PT Indofarma Global Medika keluar sebagai pemenang lelang proyek dengan nilai kontrak Rp 35,2 miliar. Kemudian dalam pelaksanaanya, PT Indofarma Global Medika membeli alat kesehatan dari PT Graha Ismaya seharga Rp 33,5 miliar. Sementara PT Graha Ismaya, hanya mengeluarkan uang Rp 10,8 miliar untuk membeli alat kesehatan yang dimaksud ditambah Rp 2,4 miliar sebagai biaya usaha. “PT Graha Ismaya memeroleh keuntungan dari pengadaan alkes 1 tersebut sebesar Rp 15,2 miliar,” kata jaksa Agus. Atas keuntungan tersebut, Rustam meminta imbalan Rp 3,5 miliar dalam bentuk cek perjalanan kemudian diberi oleh PT Graha Ismaya cek perjalanan senilai Rp 4,9 miliar. Akibat perbuatan Rustam bersama-sama Masrizal, negara dikatakan merugi Rp 22 miliar. (kps)

Terancam 20 Tahun Penjara MANTAN Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifuddin Pakaya, didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp 22 miliar dalam proyek pengadaan alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007. Dari Rp 22 miliar kerugian negara, sebanyak Rp 2,47 miliarnya diduga mengalir ke kantong pribadi Rustam. Surat dakwaan Rustam yang disusun tim jaksa penuntut umum Komis Pemberantasan Korupsi ini dibacakan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (9/8). “Telah melakukan pengaturan dalam proses pengadaan alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis Sekretariat Jenderal Depkes RI Tahun anggaran 2007,” kata jaksa Agus Salim. Rustam pun didakwa dengan pasal Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang disusun secara subsideritas, yakni Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, subsider Pasal 3 undang-undang yang sama. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Menurut jaksa, perbuatan Rustam telah memperkaya diri terdakwa sendiri, orang lain, serta koorporasi. Jaksa KPK ini menjelaskan, perbuatan korupsi dilakukan Rustam dengan mengarahkan penyusunan spesifikasi teknis untuk pengadaan alkes 1 pada merek atau produk tertentu, menyetujui lelang pengadaan alkes 1 yang tidak diumumkan melalui media cetak nasional, serta mengesahkan dan menetapkan harga perkiraaan sendiri (HPS) yang disusun tidak berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak mengendalikan pelaksanaan kontrak sebagaimana mestinya dengan menandatangani berita acara penerimaan barang yang menyatakan telah diterima lengkap, padahal kenyataannya belum lengkap,” kata Jaksa Agus. Dijelaskan jaksa, mulanya Rustam memerintahkan untuk merevisi DIPA 2007 yang sudah disahkan Desember 2006. Saat itu, Rustam mengupayakan agar anggaran untuk pengadaan alat kesehatan medis dan nonmedis untuk sembilan regional direvisi menjadi Rp 141,7 miliar dari Rp 35 miliar yang semula dianggarkan. Setelah disetujui, Rustam kemudian membagi proyek pengadaan itu menjadi dua paket anggaran, yakni alkes 1 dan alkes 2 dengan anggaran masing-masing Rp 40 miliar. (kps)

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu.

ANTARA

Hamka Ungkap Ada Dana Terkait Pemenangan Miranda JAKARTA, TRIBUN- Anggota DPR 1999-2004 asal Fraksi Partai Golkar, Hamka Yandhu, mengungkapkan, ada dana yang dijanjikan ke fraksinya terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Hal itu disampaikan Hamka saat bersaksi dalam persidangan kasus suap cek perjalanan dengan terdakwa Miranda di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (9/8). Menurut Hamka, ihwal dana yang dijanjikan ke fraksinya ini terungkap dalam rapat Kelompok Fraksi (Poksi) Partai Golkar yang digelar sebelum uji kelayakan dan kepatutan calon DGS BI 2004. “Pada saat itu, agenda rapat salah satunya adalah pemilihan Miranda jadi DGS BI,” kata Hamka. Dalam rapat tersebut, diakui Hamka, rekan sefraksinya, yakni Paskah Suzetta, menyampaikan kalau anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi IX DPR diminta memilih Miranda sebagai DGS BI 2004. Lalu, katanya, ada anggota rapat lain yang menanyakan apakah ada dana terkait pemenangan Miranda atau tidak. “Kata Paskah, ‘Ya nanti ada pengarahan fraksi’,” ujar Hamka, menirukan Paskah saat itu. Ketika ditanya apa yang dimaksud dengan “pengarahan”, Hamka mengatakan bahwa “pengarahan” yang dimaksud adalah “dana”. “Maksudnya, pengarahan itu dana,” katanya. Hamka juga mengaku pernah mendatangi kantor Nunun di Jalan Riau Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juni 2004, sebelum voting calon DGS BI dimulai. Saat itu, Hamka dan rekan sefraksinya almarhum Azhar Muchlis berniat mengambil titipan dari Nunun. “Warna coklat, paper bag yang setelah disobek, ada lagi amplop putih,” ungkapnya. Tas coklat titipan tersebut berisi sejumlah cek perjalanan Bank Internasional Indonesia (BII) yang dibagi dalam amplop-amplop kecil

TRIBUNNEWS

Hamka saat bersaksi dalam persidangan kasus suap cek perjalanan dengan terdakwa Miranda di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (9/8)

berwarna putih. Dari kantor Nunun, Hamka menuju Gedung DPR untuk membagi-bagikan amplop kepada rekan sefraksinya yang lain. Kemudian, dia menuju Hotel Mulia, Jakarta, untuk menemui Paskah Suzetta. Kepada Paskah, Hamka melaporkan bahwa amplopamplop titipan itu sudah diterimanya. “Saya laporkan tadi ada amplop karena Pak Paskah sebagai ketua komisi,” kata Hamka yang juga terpidana kasus suap cek perjalanan ini. Menanggapi keterangan Hamka, Miranda kembali menegaskan kalau dirinya memiliki

kemampuan sebagai DGS BI tanpa harus menyuap anggota Dewan sekalipun. Dalam kasus ini, Miranda didakwa menyuap anggota DPR 1999-2004 terkait pemilihannya sebagai DGS BI 2004. Miranda bersama Nunun Nurbaeti atau masing-masing bertindak sendiri, memberikan cek perjalanan Bank Internasional Indonesia (BII) senilai Rp 20,8 miliar melalui Ari Malangjudo kepada anggota DPR 1999-2004, antara lain, Hamka Yandhu (Fraksi Partai Golkar), Dudhie Makmun Murod (Fraksi PDI Perjuangan), dan Endin Soefihara (Fraksi PPP). (kps)

SBY: KPK-Polri Andalan Saya JAKARTA, TRIBUN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri untuk berkolaborasi melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Persengketaan kewenangan di antara kedua lembaga diminta diselesaikan secara baik-baik. Hal ini disampaikan Kepala Negara untuk pertama kalinya sejak sengketa kewenangan penyidikan bergulir selama

lebih dari seminggu. “Saya katakan kepada Kapolri dan Ketua KPK, Bapak berdua adalah andalan saya, jago-jago saya dalam perang melawan korupsi,” kata Presiden ketika membuka Rapat Koordinasi Bidang Pertahanan di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (9/8). Presiden menegaskan, KPK memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi. Adapun Polri dan kejaksaan memiliki tugas

CMYK

melakukan penegakan hukum. Pada kesempatan itu, Presiden mengaku menerima SMS yang memintanya tak hanya menggelar acara buka puasa bersama Polri, tetapi juga KPK. Namun, Presiden menegaskan, kehadirannya pada acara buka bersama di Mabes Polri, Rabu (8/8/2012) malam, adalah atas undangan pihak Polri. Selain Polri, Presiden juga telah menghadiri undangan buka bersama pimpinan DPR,

DPD, MPR, dan lainnya. Pada Kamis ini, Presiden dijadwalkan hadir pada acara buka bersama pimpinan TNI. “Jadi, acara tadi malam bukan atas prakasa Presiden. Marilah kita ibadah dengan baik, tidak menyampaikan isu dan komentar yang tidak sepatutnya,” kata Presiden. Turut hadir pada rapat koordinasi itu antara lain Wakil Presiden Boediono dan Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. (kps)


CMYK

2

Tribun Etam

KAMIS 9 AGUSTUS 2012

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP

Proyek Bandara Samarinda Baru yang sempat ditutup dumptruck milik kontraktor proyek pada karena menuntut pembayaran dari Pemkot Samarinda pada Oktober 2011 lalu.

Antre 7 Jam untuk Beli Premium ● Tim Serahkan Masalah Teknis ke Distamben NUNUKAN, TRIBUN - Bahan bakar minyak (BBM), terutama bensin (premium) menjadi akhir-akhirnya ini menjadi barang yang sangat langka di Nunukan. Untuk membeli premium, sopir angkutan kota di Nunukan harus antre hingga 7 jam. Kondisi ini semakin parah setelah Pemkab Nunukan menutup kios-kios BBM di laut. Akibatnya, kebutuhan nelayan termasuk transportasi di laut harus diperoleh di Agen Penyalur Minyak Solar (APMS). Tak hanya kendaraan roda dua dan roda empat, jeriken para nelayan juga ikut antre di APMS. Mansur, salah seorang sopir angkot mengatakan, untuk mendapatkan bensin

ia mesti antre sejak pukul 09.00 hingga 16.00. Waktu habis buat antre bensin, sehingga tak sempat lagi mencari penumpang. Dengan demikian, ia tidak bisa mengejar setoran. Mansur mengatakan, antrean panjang kendaraan diperparah dengan antrean jeriken di APMS yang panjangnya hampir sama dengan kendaraan. Akibat kondisi seperti ini, pendapatannya sebagai sopir menurun drastis. Dia berharap, pemerintah menerapkan sistem lama untuk menertibkan antrean BBM di APMS yakni dengan mencatat plat kendaraan. Ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan pemberian BBM yang

tak terbatas kepada para nelayan yang membawa jeriken. Pasalnya, seorang nelayan bisa membawa lima jeriken besar dengan kapasitas 40 liter per jeriken, sementara sopir angkot hanya dibatasi sesuai kapasitas tangki mobil. “Kita maunya bagiamana pemerintah mengatasi ini supaya lancar. Yang dulu kan pakai nomor, pakai KTP, dicatat plat kendaraannya, jadi tidak bisa dua kali antre. Sekarang tidak ada, bebas. Dari laut naik juga ke sini,” ujarnya. Ketua Tim Pengawasan BBM di Nunukan Hanafiah mengatakan, selama ini tim yang dipimpin sudah maksimal bekerja melakukan monitoring penyaluran BBM di

THM Bandel Bakal Ditindak THM tersebut. “Kami sudah memberikan peringatan. Beberapa pengelola THM juga sudah dipanggil. Yang jelas, kalau sampai akhir pekan ini masih ada yang bandel beraktifitas, akan kita tindak dan proses hukum di Pengadilan Negeri Sangatta,” katanya. Hasil patroli di Kecamatan Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Ranpul, dan Bengalon, ditemukan banyak pelanggaran aktivitas THM (data di grafis, red). Penertiban pun dilakukan secara berjenjang, “Kami melakukan patroli

mulai pukul 12.00 sampai 24.00 Wita setiap harinya. Patroli dimulai pada siang hari diawali dari warung makan, panti pijat, pasar Ramadhan musiman, arena biliar, hingga THM pada malam harinya. Ternyata masih banyak pelanggaran,” kata Trisno. THM yang bandel tersebut secara teknis sepertinya tutup. “Seperti pintu depan ditutup dan digembok, lampunya juga dimatikan. Tapi ternyata masih melakukan penjualan miras dan menerima tamu,” tuturnya. Untuk menyikapinya, dilakukan pembinaan dan akan

Vonis Gepeng Masih Rendah SELAMA Ramadhan 1433 Hijriyah, Satpol PP Kutim telah menindak 12 pelanggaran aturan ketertiban umum yang dilakukan gelandangan dan pengemis (gepeng). Pelanggaran tersebut ditindaklanjuti dengan 4 proses peradilan tindak pidana ringan (tipiring) dan 8 gepeng dibina lebih lanjut. “Bahkan sebelum Ramadhan, sempat digerebek sebuah rumah di kawasan Kampung Tengah, Sangatta Selatan yang ditengarai sebagai hunian sindikat gepeng melalui operasi Pekat Polres Kutim,” kata Kasi Pembinaan Operasional Satpol PP Kutim, Trisno. Namun vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Sangatta dinilai masih rendah. Sayangnya, vonis yang dijatuhkan masih rendah sehingga belum memberikan efek jera. Vonisnya rata-rata denda Rp 25.000. Padahal tindakan mereka melanggar pasal 3 Perda Nomor 3 tahun 2007 tentang ketertiban umum.

“Hakim menjatuhkan vonis ringan umumnya karena beralasan kasihan. Padahal mereka tidak miskin, justru menjadikan meminta-minta sebagai profesi,” kata Trisno. Bahkan pernah dalam salah satu penertiban, seorang gepeng membawa uang hingga Rp 4 juta. Bahkan ada gepeng mencoba menyogok petugas Rp 2 juta. Tentu saja tidak kami terima. Beberapa hari kemudian, dia kembali tertangkap dan membawa uang lebih dari Rp 1 juta. Lagi-lagi petugas mau disogok Rp 500.000,” katanya sambil tertawa. Berdasarkan temuan, rata-rata gepeng mendapatkan uang sekitar Rp 350.000 per hari. “Dari BB yang kami dapat, paling sedikit mereka mengantongi Rp 125.000 per hari. Biasanya yang beraktivitas sendiri menyimpan banyak uang. Tapi yang sindikat biasanya sudah diserahkan ke koordinatornya,” katanya. (khc)

kendala. “Rencananya kita mau rapat, nanti akan kita putuskan. Tidak sepenuhnya kita salahkan Distamben karena pasokan BBM secara umum, premium kan juga sangat-sangat terbatas selain kebutuhan kita memang banyak,” ujarnya. Pemkab Nunukan menempuh langkah menutup kios-kios BBM di laut. Akibatnya, para nelayan termasuk transportasi di laut harus mendapatkan BBM di APMS. Kondisi ini sangat dikeluhkan, karena tanpa antrean jeriken, warga Nunukan sudah sangat disusahkan dengan panjangnya antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM terutama jenis premium. (noe)

Pemkot Harus Bayar Rp 138 M

● Masih Banyak THM Beroperasi di Bulan Ramadhan SANGATTA, TRIBUNPemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur telah menerbitkan surat edaran yang melarang aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) dan sejenisnya selama bulan Ramadhan 1433 Hijriyah. Namun berdasarkan evaluasi, ternyata masih ada belasan THM bandel yang nekat beraktivitas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim Sarwono Hidayat melalui Kasi Pembinaan Operasional Trisno, Kamis (9/8), mengatakan, pihaknya telah memberi peringatan keras pada belasan

Nunukan. Persoalan teknis distribusi BBM yang menyebabkan semakin panjangnya antrean menjadi tugas Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan. “Tim sudah bekerja, tetapi masalah BBM ini kembali tugasnya Dinas Pertambangan. Kami ini kan sebagai tim, mengoordinasikan mana hal-hal yang perlu kita pecahkan bersama, maka kita putuskan dalam rapat. Tetapi dalam persoalan di lapangan, teknisnya kembali ke Dinas Pertambangan,” kata Asisten II Setkab Nunukan ini. Hanafiah mengatakan, hasi rapat tim sudah dilaksanakan namun di lapangan tidak bisa berjalan optimal karena sejumlah

dilanjutkan dengan proses hukum, yaitu tindak pidana ringan. Pihaknya telah memberikan teguran 3 kali dan 1 kali pemanggilan. Kalau masih membandel, langsung kami ajukan ke pengadilan. THM yang nekat beraktivitas itu ditemukan di Kecamatan Sangatta Selatan, Sangatta Utara, dan Bengalon. Sementara, di Rantau Pulung tidak ditemukan masalah. Sedangkan di Teluk Pandan sudah ada informasi yang kuat. Namun ketika dirazia ternyata sudah tutup. Diduga kuat rencana penertiban ini bocor. Demikian pula delapan panti pijat yang masih beraktivitas. Namun pada monitoring terakhir tanggal 8 Agustus sudah tidak dtemukan pelanggaran. “Yang jelas semua sudah dapat teguran. Kalau masih membandel sampai malam minggu nanti, hari Senin kami ajukan ke pengadilan,” katanya. Mengapa THM di Kutim masih bandel? Trisno menganalisa terdapat tiga faktor. Pertama, sebagian THM mengaku belum menerima surat edaran Pemkab Kutim. Kedua, selama ini Satpol PP memang belum melakukan penertiban dan penindakan secara maksimal. Ketiga, adanya sikap pemilik usaha yang menyepelekan akan menggampangkan perihal surat edaran. (khc)

● PT NCR Menang Gugatan di BANI dalam Kasus BSB SAMARINDA, TRIBUN - Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) di Jakarta memenangkan PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) dalam kasus gugatan NCR terhadap Pemkot Samarinda yang dinilai wanprestasi dalam proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) Sei Siring senilai Rp 70 miliar. Dalam kasus itu, NCR melayangkan gugatan Rp 250 miliar, termasuk untuk membayar kerugian keterlambatan pembayaran mereka yang juga telah berutang kepada BPD Kaltim. Hal itu dikemukakan Kuasa Hukum NCR Rudi, kemarin. Menurutnya, setelah melalui proses panjang sidang hingga berbulan-bulan, BANI memutuskan Pemkot Samarinda sebagai penanggunjawab teknis BSB sebagai pihak yang wanprestasi diharuskan membayar Rp 138 miliar. “Kalau tidak salah, keputusan BANI itu tertanggal 3 Agustus 2012. Kami NCR menang dalam gugatan kami itu. Kepada pihak tergugat dalam hal ini Pemkot Samarinda, kami harap untuk menaati keputusan hukum yang telah diputuskan tersebut, sesuai dengan komitmen yang ada,” kata Rudi. Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Zulfakar ketika dikonfirmasi terpisah juga membenarkan, Pemkot kalah dalam sidang gugatan itu. Pemkot sudah menerima salinan putusan dimaksudkan. Hanya saja untuk persoalan pembayaran, pihaknya masih akan membahasnya secara internal. Sebab tidak serta-merta keputusan hakim BANI, kemudian langsung untuk ditindaklanjuti. “Iya benar, kami diwajibkan membayar Rp 138 miliar. Jadi bukan Rp 125 miliar, seperti informasi-informasi yang saya dengar baru-baru ini. Bagaimana dan bagaimananya kami menanggapi putusan itu, nanti kami harus berkoordinasi secara internal dulu ya,” kata Zulfakar. Dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hermanto, alasan BANI mengeluarkan putusannya karena setelah dihitung secara teknis antara selisih pembayaran antara hasil audit BPKP maupun teknis dari Pemprov Kaltim, hasil progres yang ditunjukkan oleh NCR dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan fakta pekerjaan yang ada di lapangan. Karenanya, BANI kemudian memutuskan untuk memenangkan NCR. Sekedar diketahui, kasus sebelum BSB diambil alih kembali pertanggungjawaban teknisnya oleh Pemprov, BSB didera banyak masalah. Yang paling mengemuka adalah, perbedaan hasil audit BPKP dan teknis Pemprov dengan yang hasil NCR sendiri. BPKP dan teknis menemukan hanya 23 persen progresnya, sehingga pembayaran untuk NCR dinyatakan sudah lunas. Sedangkan versi NCR adalah 32 persen, sehingga pemerintah dianggap masih berutang sebesar Rp 70 miliar. Sekian lama hasil audit berbeda itu. Pemerintah dalam hal ini Pemkot Samarinda dan Pemprov tetap ngotot dengan progres hanya 23 persen, dan NCR juga ngotot 32 persennya, akhirnya NCR berinisiatif membawanya ke ranah hukum yakni BANI. Sebelumnya NCR juga sudah melayangkan somasi sebanyak tiga kali ke Pemkot Samarinda, namun tak digubris.(aid)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

KAMIS 9 AGUSTUS 2012

3

2 Gol Ronaldo Madrid Benamkan Milan

Barcelona Taklukkan MU Lewat Adu Penalti GOTHENBURG, TRIBUN Barcelona sukses mengalahkan Manchester United (MU) lewat adu penalti pada laga uji coba di Stadion Ullevi, Gothenburg, Rabu atau Kamis (9/8/ 2012) dini hari WIB. Adu tos-tosan digelar karena kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang 2 x 45 menit. Kedua tim memainkan sebagian pemain terbaiknya sejak awal pertandingan. Di kubu Barcelona, Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Carles Puyol menjadi andalan di lini masing-masing, sementara MU mengandalkan Nemanja

Vidic, Paul Scholes, dan Rooney. Peluang pertama laga tersebut didapat Cristian Tello pada menit ke-12. Sayangnya, sepakan kaki kiri striker belia itu masih menyamping di jala MU yang dikawal David de Gea. “Iblis Merah” gantian memberi perlawanan. Diawali pergerakan Luis Nani di sektor kiri pertahanan Barcelona, pemain Portugal itu lantas melepaskan tendangan kaki kiri yang sayangnya masih melebar dari gawang Victor Valdes. Memasuki menit ke-32, “Blaugrana” mendapatkan peluang emas membuka

keunggulan. Aksi individual Messi diteruskan tembakan mendatar yang hanya meleset beberapa sentimeter dari tiang gawang De Gea. Pada pengujung babak pertama, MU mendapatkan kesempatan emas mencetak gol. Nani dilanggar Tello di dalam kotak penalti. Namun, eksekusi Rooney masih bisa dimentahkan Valdes, dan bola muntah juga gagal dimanfaatkan Wazza, sapaan Rooney. Skor babak pertama pun masih “kacamata” di Ullevi. Publik yang memadati stadion langsung terhibur saat pertandingan babak

kedua dimulai. Selain Barcelona dan MU memasukkan beberapa pemain, awal jeda ini pun langsung diwarnai peluang emas. Kagawa yang baru masuk memberikan ancaman berarti kepada kiper pengganti, Jose Pinto. Beruntung, penjaga gawang berpaspor Spanyol itu cekatan mengamankan tembakan kaki kiri eks pemain Borussia Dortmund itu. Pada pertengahan babak kedua, giliran “El Barca” yang membuat lini pertahanan “The Red Devils” pontang-panting. Dua kesempatan hadir

lewat aksi Alexis Sanchez dan Pedro Rodriguez. Kali ini, peluang-peluang tersebut sukses dimentahkan dengan sempurna oleh De Gea. Hingga pertandingan 2 x 45 menit usai, skor masih imbang tanpa gol. Pertandingan ini pun dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada adu penalti (best of three), Barcelona sukses menang 2-0 setelah Xavi Hernandez dan Gerard Pique sukses menceploskan bola. Sementara itu, dua penendang awal MU, Luis Nani dan Ashley Young, gagal menjaringkan bola. (kps)

NEW YORK, TRIBUN - Real Madrid sukses memecundangi AC Milan, 5-1, di Stadion Yankee, New York, Rabu atau Kamis (9/8) pagi WIB. Dua gol diantaranya disumbangkam pemain bintang Cristiano Ronaldo, Sepanjang babak pertama, “El Real” lebih banyak mengendalikan permainan. Beberapa kali lini belakang Milan dipaksa bekerja keras mengawal kecepatan barisan depan Madrid. Memasuki menit ke-23, Madrid memperoleh gol pembuka dari kaki Di Maria. Berawal dari sepak pojok Mesut Oezil, bola sempat ditinju kiper Milan, Christian Abbiati. Bola muntah tak disia-siakan Di Maria untuk mengirim tendangan keras menghunjam jala “Il Diavolo Rosso”. Beruntung, Milan langsung mendapat gol penyeimbang pada menit ke-33. Kolaborasi Antonio Cassano dan Antonio Nocerino sukses dimanfaatkan Robinho untuk membobol gawang Madrid. Skor 1-1 pun berakhir di paruh pertama pertandingan. Setelah turun minum, kedua tim mengganti beberapa pemainnya. Baru empat menit babak kedua berlangsung, Madrid kembali unggul lewat pemain terbaiknya, Cristiano Ronaldo. Tembakan keras kaki kiri Ronaldo merobek jala Abbiati untuk mengubah skor menjadi 2-1. Ronaldo rupanya kembali menjadi momok menakutkan bagi “I Rossoneri”. Pada menit ke-65, pemain asal Portugal itu mencatatkan nama di papan skor untuk kedua kalinya. Kali ini, umpan Kaka sukses dikonversi Ronaldo menjadi gol. Sepuluh menit sebelum bubaran, Sergio Ramos menambah mimpi buruk untuk Milan. Umpan sepak pojok Kaka disambut Ramos menjadi gol keempat “Los Blancos” pada laga itu. Mimpi buruk Milan belum berakhir. Satu menit jelang pertandingan berakhir, Jose Callejon memaksa gawang Milan bobol untuk kelima kalinya. Umpan silang Kaka sukses diteruskan Callejon yang berdiri bebas di depan mulut gawang Milan. Bagi Kaka, itu menjadi assist-nya yang ketiga untuk Madrid pada pertandingan tersebut. Madrid pun mengakhiri laga dengan kemenangan telak 5-1 atas Milan. (kps)

Mourinho Akui Colok Mata Vilanova MADRID, TRIBUN Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho akhirnya mengaku salah terkait insiden dengan Barcelona,

Kuota Pemain Asing ISL Tetap 5 Orang JAKARTA, TRIBUN - PT Liga Indonesia selaku penyelenggara Indonesia Super League telah memutuskan tetap mempertahankan kuota lima pemain asing selama musim 2012/13. Di ISL 2011/12, PT LI sudah membuat kebijakan lima pemain asing. Sebelumnya, sempat ada wacana kuota pemain asing dikurangi menjadi tiga orang. Itu untuk memberikan kesempatan kepada pemain lokal untuk mendapatkan peluang bermain lebih. Namun, wacana itu tak terlaksana. “Mengenai kuota pemain asing, musim depan PT Liga Indonesia membuat kebijakan untuk tetap mempertahankan lima pemain asing, dengan rincian tiga pemain non-Asia

dan dua dari Asia. Namun, itu tidak menjadi kewajiban bagi setiap klub,” kata CEO PT LI, Joko Driyono. Joko berharap klub dapat bersikap realistis terhadap kebijakan itu. “Jadi, klub harus rasional dalam membeli pemain. Klub harus mengkalkulasi dan menyesuaikan kuota pemain asing dengan komposisi tim,” tuturnya. Sementara itu, Joint Committee sebagai lembaga yang terdiri dari anggota PSSI dan KPSI memiliki tugas menciptakan sebuah liga profesional tertinggi di Indonesia. Tetapi, tampaknya wujud pelaksanaan Liga Profesional seperti yang diamanatkan di dalam nota kesepahaman (MoU) belum

dapat dilaksanakan pada musim depan, setelah PT Liga Indonesia mengumumkan akan menggelar kompetisi Indonesia Super League pada November 2012. “Joint Committee memiliki spirit untuk memastikan di Indonesia hanya ada satu liga dan itu komitmen. Tapi, PT Liga Indonesia (LI) sudah punya analisis dan berpendapat bahwa sulit untuk mengimplementasikan liga profesional pada musim depan. Jadi, jangan sampai mengubah regulasi secara ekstrem, karena menyulitkan orang dalam membuat perencanaan,” tutur CEO PT LI, Joko Driyono, Rabu (8/8/2012) malam.(*)

CMYK

musim lalu. Ketika itu, Mourinho mencolok mata Tito Vilanova, saat itu masih jadi asisten pelatih. Pengakuan itu baru dia ungkapkan sekarang. “Apa yang telah kulakukan tak seharusnya dilakukan. Tapi aku bukan orang bodoh yang tak mengetahui cerita di balik apa yang membuatku lepas kontrol,” terang dia. Beberapa minggu lalu, Tito mengatakan insiden itu akan bertahan dan dikenang selamanya. “Yang terutama memang imej negatifnya, tapi antara dia dan saya sekarang tak ada masalah,” lanjut Mou. “Cerita sudah berakhir dan sekarang, saya akan berusaha tidak melakukan hal serupa lagi. Rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona memang sangat kental.

Pelatih asal Portugal mengaku sedikit emosi dan kehilangan kontrol saat perselisihan terjadi. “Saya seharusnya tidak melakukan itu. Saya seperti tidak sadar telah melakukan itu. Namun, semua hanya kisah masa lalu dimana aku sedang kehilangan kontrol,” tandasnya. Mourinho juga menganggap dirinya bersalah karena gagal untuk mengontrol emosi para pemainnya. “Tragedi itu membuat saya banyak belajar. Para pemain hanya harus fokus pada tiap laga yang mereka mainkan dan harus mengontrol emosi. Beruntung, hubungan saya dan Vilanova baikbaik saja. Mudahmudahan hal tersebut tidak lagi terjadi di kemudian hari,” tambah dia. (tribunnews)


CMYK

4

Life Style

KAMIS 9 AGUSTUS 2012

Raisa

Deg-degan Nyanyi Bersama NOAH PENYANYI Raisa mengaku senang diberi kesempatan menyanyikan lagu ciptaan Ariel berjudul “Tak Ada Yang Abadi” dalam pagelaran Mahakarya RCTI 23. Ia tak bisa menutupi kegembirannya. Jantungnya bahkan sampai berdegup kencang karena membawakan karya fenomenal tersebut. “Senang banget. Pas latihan aja aku sudah degdegan, kayanya salahsalah memulu. Semoga sih bisa diterima yah,” ucapnya, saat ditemui dalam acara Mahakarya RCTI 23, di Hall D2, JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Raisa bukan hanya mendapatkan kesempatan menyanyikan lagu Ariel. Ia juga tampil bersama personel eks Peterpan yang sekarang mengganti namanya menjadi NOAH. Namun, Ariel tidak ikut naik ke atas pentas. Perasaan bergejolak. Wanita berusia 22 tahun itu, grogi karena berada di atas panggung bersama band besar yang mengiringi penampilannya tersebut. “Aku nervous karena aku sepanggung bareng band besar. Lagunya juga sangat fenomenal banget,” ucapnya. Kendati demikian, Raisa berusaha mengendalikan dirinya sendiri supaya bisa tampil maksimal: ia bernyanyi dengan caranya sendiri sehingga tidak merasa beban. Ia sadar betul karena lagu itu sudah luar biasa ketika Ariel menyanyikannya. “Karena versi aslinya memang sudah luar biasa bagus. Jadi, aku enggak mau di-compare dengan vokalis aslinya, karena enggak bisa sebagus itu,” ucapnya. (tribunnews)

Mata Ariel Berkaca-kaca ARIEL menyaksikan Raisa dan teman-temannya ketika membawakan lagu ciptaannya berjudul “Tak Ada Yang Abadi” dalam pagelaran Mahakarya RCTI 23. Ariel duduk di antara para penonton dan menyaksikan pertunjukan itu dengan seksama. Matanya tampak berkaca-kaca. Reza, personel NOAH itu, menuturkan bahwa sahabatnya, Ariel mungkin merindukan dirinya tampil di panggung seperti dulu. Diketahui Ariel memang belum tampil menyanyi semenjak dibebaskan dari masa hukuman penjara di Rutan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat. “Mungkin dia merindukan, karena sejak dia keluar, dia belum bisa manggung bareng kita,” ucap Reza, saat ditemui di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Raisa yang berkolaborasi dengan personel NOAH malam tadi, berusaha tidak menjadikan hal itu sebagai beban. Tetapi, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaiknya di atas panggung. Dan, ia menyanyikan lagu itu dengan caranya sendiri. Da sadar betul lagu itu sudah sangat bagus ketika Ariel menyanyikannya. Makanya, ia tidak mau menyanyikan dengan cara yang sama. Namun, ia tak memungkiri perasaan groginya di atas panggung. Maklum, ia berkolaborasi dengan band besar yang digawangi oleh Lukman, Reza, Uki, dan David. (tribunnews)

Maudy Ayunda Kurang Pede dengan Aktingnya PEMAIN peran Maudy Ayunda nampaknya kurang percaya diri dengan kemampuan aktingnya. Makanya, sebelum pemutaran film barunya berjudul “Perahu Kertas”, Maudy rupanya paling takut ditanya apakah dirinya puas atau tidak dengan aktingnya tersebut. “Saya paling enggak berani kalau ditanya itu. Takut banget. Saya enggak bisa tidur, enggak tenang,” ucapnya, saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta. Namun, setelah menyaksikan filmnya Maudy bisa bernapas lega. Meskipun diakuinya saat menyaksikan film itu, ia malahan cekikikan karena merasa lucu dengan aktingnya sendiri. “Ya, aku syok gitu pas nonton. Kok bisa gitu yah,” ucapnya senyum. Dalam film besutan Hanung Bramantyo itu, Maudy berperan sebagai Kugy. Karakter yang menurutnya sangat unik. Kugy adalah seorang penulis dongeng yang pintar dan agak aneh. Seolah-olah dia punya kehidupan sendiri. Kugy percaya dia merupakan agen dari planet Neptunus. “Dia selalu menulis buat Neptunus, dia lipat jadi perahu kertas, dia alirkan di sungai supaya sampai ke Neptunus,” terangnya. Maudy menambahkan dengan kelucuan dan keanehan, Kugy merupakan orang yang punya pandangan ideal dalam mimpi dan cintanya. Karena itu, Maudy sangat tertarik memerankannya meskipun tidak mudah. (tribunnews)

Widi Vierra Lebaran tak Harus Baju Baru WIDI vokalis ‘Vierra’ mememaknai Lebaran tahun ini sebagai perubahan wujud dalam dirinya. Perubahan wujud yang dimaksud Widi adalah semakin bertambah usianya ia maka ia dituntut untuk menjadi seorang muslimah yang baik dan sabar. “Ada yang beda diakunya yang semakin gede, dewasa. Perubahannya wujud diriku jadi ya dilatih untuk jadi lebih sabar ya,” ujarnya di RCTI, Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kamis (9/8). Widi mengaku belum ada persiapan khusus menyambut lebaran, seperti belanja baju baru. Menurutnya, seiring bertambahnya usia, baju bukan lagi satu keharusan. Dengan pola pikir dewasa Widi memperhatikan betul apa yang sudah dimilikinya agar tak mubazir atau berlebih-lebihan. Misalkan jika di rumah sudah banyak baju yang masih layak pakai, ya bukan berarti saat lebaran dia wajib beli. “Di rumah, masih banyak juga seperti bajubaju muslim itu masih ada di rumah tinggal pake aja,” katanya. Tradisi di hari kemenangan menurut Widi sama seperti tahun-tahun sebelumnya di mana selesai shalat Ied kemudian ia pergi kerumah saudara untuk saling maaf-memaafkan. “Paling mungkin mudik juga nggak sih, pada di Jakarta dan di luar negeri sih. Paling di Jakarta pada kumpul di keluarga Papa dulu baru Oma,” ujarnya. (tribunnews)

CMYK

Digital_Tribunkaltim_Malam_09082012  

digital,neDigital Newspaper Tribunkaltim