Page 1

CMYK

EDISI MALAM

NO. 403/TAHUN 1 RABU 1 AGUSTUS 2012

Triyatno, Anak Petani Andalan Keluarga SELASA (31/7) malam, penonton yang memadati Excel London, khususnya di tempat pertandingan angkat besi terdiam. Di panggung, atlet Indonesia Triyatno sedang berusaha mengangkat beban 188 Kg untuk angkatan snatch and jerk kelas 69 Kg. Atlet asal Kalimantan Timur itu belum pernah melakukannya sebelumnya. Bahkan dalam latihan sekalipun. Ia nyaris gagal, kakinya terseok-seok menahan beban seberat itu, namun ia terus berusaha keras menahan beban itu agar tidak jatuh. Ia berhasil walau hanya sejenak. “Dalam hati saya berkata, saya harus mati-matian menahan, ini kesempatan terakhir saya. Kalau perlu mati di sini tidak apa-apa,” kata Triyatno usai meraih medali perak di Excel London, Selasa malam (Rabu dinihari). Usaha Triyatno tidak sia-sia. Dia berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia. Siapa Triyatno? Dia adalah anak dari keluarga petani pasangan Suparno dan Sukatinah. Dia mengawali olahraga angkat besi di usia 14 tahun. “Waktu itu diajak teman untuk ikut berlatih. Ya sudah saya ikut saja,” kata atlet kelahiran 20 Desember 1987 yang besar di Lampung itu, usai menyabet medali perak Olimpiade London 2012. “Pertama latihan badan sakit semua,” katanya mengenang awal kariernya sepuluh tahun yang lalu. Ucapan pelatihnya waktu itu, Yon Haryono,

Triyatno sukses meraih medali perak di Olimpiade Londong 2012.

“Nanti kalau kamu juara bisa menginap di hotel gratis, pergi ke mana saja gratis” telah menyulut semangatnya untuk berlatih keras. Tidak sia-sia, hasil latihan kerasnya membuahkan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008. Ia juga meraih emas di Kejuaraan Asia 2009, dan perunggu di Kejuaraan Dunia 2009 dan 2010. Medali emas Kejuaraan Asia 2009 di Kazakhstan juga diraih pria yang berencana menikahi kekasihnya, sesama lifter, Riska Anjani, usai PON Riau akhir tahun ini. “Saya berlatih setiap hari kecuali Kamis dan Minggu libur,” kata atlet asuhan pelatih Lukman itu. Buah prestasinya tentu tidak saja medali. Bonus demi bonus mengalir seiring dengan meningkatnya prestasi yang diraihnya. Ia bisa memberangkatkan kedua orangtuanya pergi haji, yang juga diakuinya semuanya berkat hasil dari angkat besi. “Semuanya (yang saya punya) dari angkat besi,” kata Triyatno yang kakak sulungnya menjadi TKI di Malaysia, dan kakak keduanya tinggal di rumah mengurus sawah dan ladang. Sekarang, setelah semua yang ia raih, Triyatno masih menyimpan harapan untuk dapat tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan meningkatkan perolehannya menjadi emas. “Insya Allah saya masih bisa tampil di Rio,” katanya. “Tentu saja harus melalui usaha mati-matian.”

AFP

Primkoppol Dapat Jatah Rp 15 M ● Irjen Djoko Susilo Diduga Terima Rp 2 Miliar Tunai JAKARTA, TRIBUN - Dana proyek pengadaan driving simulator uji klinik pengemudi roda empat dan roda dua di Korps Lalu lintas Polri, ternyata mengalir ke sejumlah pihak. Uang terkait proyek bernilai Rp 197 miliar tersebut juga mengalir Primkoppol Ditlantas Polri hingga Rp 15 miliar. Aliran dana terungkap dari surat menyurat antara pemilik perusahaan pembuat driving simulator, Sukotjo S Bambang dengan Budi Susanto, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), sebagai pemenang tender pengadaan simulator. “Budi Susanto memerintahkan saya mengatarkan uang kepada Bapak Joko Susilo (Irjen Pol Djoko Susilo, saat menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Polri). Saya menyerahkan uang itu melalui Sekpri Ibu Tiwi di ruang kerja sekpri sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah Rp 2 miliar,” ujar Sukotjo S Bambang, dalam berkas kornologis yang dibuatnya pada 21 Agustus 2011 lalu. Djoko Susilo, saat ini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, telah dijaring sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan driving simulator, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik menuding Djoko melakukan mark up (penggelembungan harga) dan memperkaya diri. Pemenang tender, PT CMMA, diperkirakan mendapat keuntungan Rp 117 miliar karena harga barang yang harus dipasok ke Korps Lalu Lintas Polri hanya Rp 80 miliar, sedang nilai proyek Rp 197 miliar. Muncul pertanyaan mengapa Primkoppol mendapat aliran dana terkait proyek tersebut. “Saya sendiri nggak tahu mengapa Primkoppol mendapat uang ini. Siapa yang menerimanya, saya juga tidak tahu. Begitu pula Pak Bambang, dia hanya disuruh transfer saja oleh Pak Budi,” ujar Erick S Paat, penasihat hukum Bambang, kepada Tribun, Rabu (1/8). Menurutnya pemberian uang dilakukan melalui transfer antarrekening. Pengiriman

TRIBUNNEWS

Tim KPK menggeledah dan memeriksa berkas-berkas dan barang bukti terkait dugaan korupsi alat simulator SIM di Kantor Korlantas Mabes Polri.

dari rekening PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) milik Bambang di Bank BNI kepada rekening Primkoppol di Bank Mandiri, dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, 13 Januari 2011 sebanyak Rp 8 miliar. Transfer kedua dilakukan 14 Januari sebesar Rp 7 miliar. “Atas perintah Budi Susanto, saya melakukan transfer uang ke rekening Primkoppol Ditlantas Mabes Polri melalui Bank Mandiri sejumlah Rp 8 miliar,” kata Sukotjo. Uniknya, dana yang dibagi-bagikan ke sejumlah pihak tersebut berasal dari kredit Bank BNI yang diajukan Budi Susanto. Uang kredit tersebut bukan disimpan di rekening Budi Susanto atau PT CMMA, namun ke rekening PT ITI. Selain Primkoppol, Sukotjo S Bambang juga mentrasfer uang kepada PT CMMA,

Mulyadi, dan Suripto Nitihardjo. Siapa Mulyadi dan Suripto? Erick Paat menduga orang-orang itu karyawan Budi Susanto di PT CMMA. Budi Susanto resmi mendapat proyek pengadaan 700 driving simulator roda dua senilai Rp 54,4 miliar pada 25 Februari 2011. Pada 18 April 2011, ia kembali mendapat proyek pengadaan 556 driving simulator roda empat senilai Rp 142,4 miliar. Dengan begitu Budi sudah memerintahkan pengaliaran dana ke oknum pejabat Polri dan Primkoppol sebelum secara resmi mendapat proyek tersebut. Untuk membiayai proyek tersebut Budi mengajukan kredit Rp 100 miliar kepada BNI, dengan melibatkan Sukotjo sebagai rekanan yang membuat driving simulator. (tribunnews)

CMYK

Bikin Kesalahan Muncul Kata ‘Gagal’ YONO (50) tampak grogi saat duduk di driving simulator roda empat, kantor Satpas SIM (Surat Izin Mengemudi), Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (1/8). Sesekali ia mengusap keringat walau ruangan tersebut tidak terasa panas. Setelah mengikuti uji simulasi kendaraan bermotor roda empat, ternyata Yono dinyatakan gagal. Ia harus kembali dua pekan depan untuk ujian ulang. “Saya grogi, nggak nyaman. Kemudinya sensitif. Saya dulu kenek, belajar menyetir dari sopir,” kata sopir bus antarkota antarprovinsi tersebut. Saat ujian, Yono ditemani seorang petugas uji simulasi yang memberikan arahan. Namun, indikator di layar kaca tertulis kata “Gagal.” Masalah sensitifitas kemudi juga dikatakan Hendra (35) yang mencoba simulator roda dua. Walaupun belum dioperasionalkan, Hendra mencoba alat tersebut. Hendra harus mengulang beberapa kali ujian dalam simulasi tersebut sampai dinyatakan berhasil. “Sensitif banget stang-nya, kita gas dikit juga tiba-tiba ngebut, harus cepat direm biar nggak gagal,” kata Hendra. Uji simulasi mengemudi di kantor Satpas SIM, Cengkareng, Jakarta Barat, terdiri dari dua ruangan yaitu untuk roda empat dan roda dua. Ketika Tribunnews mengunjungi ruang tersebut, peserta uji SIM tampak antre mengikuti ujian. Saat itu, uji simulator yang digunakan hanya 4 unit. Driving simulator itu mirip piranti game di pusat perbelanjaan. Terdapat kursi untuk dua orang, kemudi, serta dua layar datar. Peserta uji SIM yang belum dipanggil ujian lebih memilih berdiri di belakang alat tersebut ketimbang duduk di ruang tunggu. Mereka melihat peserta lain yang sedang diuji agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Alat uji simulator roda dua dan empat memang sedang mencuat. Pasalnya, KPK mencium adanya dugaan korupsi pengadaan alat tersebut dan telah menetapkan Irjen Pol Djoko Susilo, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, sebagai tersangka. Ruang uji simulator kendaraan bermotor roda dua dijaga Inspektur Satu (Iptu) Sugiran. “Ayo mau tanya apa?” kata Sugiran yang mengenakan kemeja putih berdasi itu. Di dalam ruang tersebut terdapat 19 unit alat uji simulasi roda dua. Alat tersebut menggunakan motor asli mirip Honda Tiger. Pada bagian depan terdapat layar datar 21 inci. Masih tampak mulus, bahkan sebagian terbungkus plastik. Sugiran mengatakan Polda Metro Jaya merupakan institusi kepolisian pertama dari seluruh Polda se-Indonesia yang memiliki simulator. Polda Metro Jaya mendapatkan alat simulator roda empat pada 2007. Namun, baru dioperasionalkan pada 2009. Melihat waktu penerimaan alat, kemungkinan besar driving simulator milik Polda Metro Jaya itu buatan Korea Selatan. Sedang pengadaan driving simulator buatan PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Bandung, yang saat ini tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baru dilakukan pertengahan 2011. (tribunnews)


CMYK

2

Tribun Etam

RABU 1 AGUSTUS 2012

Lima Jagal Didakwa Hukuman Mati ● Bunuh Anggota Polisi karena Sakit Hati Ditagih Hutang NUNUKAN,TRIBUN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nunukan mendakwa lima terdakwa pembunuh Briptu Didik Santoso, anggota Polsek Nunukan dengan ancaman hukuman maksimal mati. Berkas dakwaan dibacakan secara bergantik oleh jaksa Sutriono SH dan Oki Permana SH. Rahmad bin Mansyur selaku otak pembunuhan, Ferdi Pohomaga Kedungura, Andreas Tago alias Andi anak dari Ande, Sulaiman alias Nunuk Elbero anak dari Elbero dan Gerson Rawaukabeko, pada persidangan di Pengadilan Negeri Nunukan, Rabu (1/8) dikenakan dakwaan berlapis dengan dakwaan primair Pasal 340 jo Pasal 55 KUHP karena dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain dalam hal ini korban Didik Santoso. Terdakwa juga dijerat dengan dakwaan subsidair Pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagai yang melakukan perbuatan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dalam hal ini korban Didik Santoso. Sementara dakwaan lebih subsidair dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-3 KUHP karena dengan sengaja dimuka umum telah melakukan kekerasan terhadap orang yaitu saksi korban Didik Santoso yang mengakibatkan mati. Sidang para terdakwa ini digelar dengan waktu terpisah di tempat yang sama. Sidang dimulai dengan pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Rahmad yang dimulai sekitar pukul 13.00. Disusul sidang dengan terdakwa Sulaiman dan Gerson diakhiri sidang terhadap terdakwa Ferdi dan Andreas. Pada persidangan terungkap,

pembunuhan Didik bermula dari rasa sakit hati Rahmad. Sejak Selasa (8/5) pagi pukul 10.00, terdakwa mendapatkan telepon dari Didik yang menagih hutang Rp125 juta. Uang itu sebelumnya dipergunakan terdakwa dalam hal bisnis sembako. Saat Didik menagih, terdakwa sedang tidak punya uang. Didik terus mendesak sehingga Rahmad merencanakan pembunuhan. Setelah ada rencana membunuh korban, terdakwa menggunakan toyota avansa silver KT 1754 S mencari orang untuk mempermudah pembunuhan dengan cara mencari orang yang tidak dikenal korban. Malamnya terdakwa dibantu empat orang lainnya mengeksekusi mati korbannya di dalam kendaraan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nunukan yang menyidang kasus pembunuhan tersebut diketuai Budi Teguh A Simare Mare dengan anggota Rahmad dan Riduan. Penasehat hukum terdakwa Thamrin Palimbongan setelah meminta persetujuan masing-masing terdakwa, memastikan pihaknya tidak mengajukan eksepsi. “Pada intinya setelah membaca dan mendengarkan dakwaan yang dibacakan, kami menilai sudah cukup jelas. Sidang bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya. Sidang rencanya akan dilanjutkan Senin (6/8) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Persidangan para terdakwa ini menarik perhatian sejumlah anggota Polisi, rekan korban. Sejumlah Polisi berpakaian preman tampak memenuhi kursi-kursi di ruangan sidang selama berlangsungnya persidangan. Kelima terdakwa mendapat pengawalan khusus dengan sel isolasi di Pengadilan Negeri Nunukan, untuk menghindari aksi balas dendam dari rekan korban. (noe)

Garuk-garuk Kepala Tanda... SETELAH berhasil mengajak calon korbannya Briptu Didik Santoso masuk mobil Toyota Avansa silver KT 1754 S, Rahmad bin Mansyur lalu mengarahkan mobil yang dikendarainya menuju Mamolok, Tanjung Harapan menuju Sungai Lancang. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Nunukan, Rabu (1/8) terungkap, di daerah sepi tanpa rumah dalam keadaan mobil sedang berjalan Rahmad lalu memberi isyarat kepada Ferdi Pohomaga Kedungura, Andreas Tago Alias Andi anak dari Ande, Sulaiman alias Nunuk Elbero anak dari Elbero dan Gerson Rawaukabeko yang ada di dalam mobil untuk segera mengeksekusi Didik. Rahmad menggaruk-garuk kepalanya sebagai tanda untuk mengeksekusi korban. Sebagai repson terhadap isyarat dimaksud, Gerson lalu memegang kedua lengan korban anggota Polsek Nunukan itu dan menariknya kebelakang. Andreas mengambil pisau yang telah disiapkan yang disimpan dijok, lalu Andreas menggunakan tangan kanannya menusukkan satu bilah pisau ke arah tulang rusuk korban sebanyak dua kali. Saat hendak menusukkan ketiga kalinya, pisau berhasil ditangkap korban dengan tangan kiri dan kanannya. Selanjutnya Ferdi merebut pisau yang berhasil ditangkap Didik. Setelah berhasil mengambil pisau yang ditangkap Didik, Ferdi melangkah

TRIBUN KALTIM/NIKO RURU

Terdakwa Sulaiman (kiri) dan Gerson (kanan) mendengarkan arahan dari penasehat hukumnya Thamrin Palimbongan, Rabu (1/8) pada sidang dakwaan pembunuhan Polisi di Nunukan.

kedepan dengan posisi dipangkuan korban Didik. Lalu Ferdi menikamkan pisau tersebut kebagian perut dibawah pusat korban. Sulaiman lalu maju kedepan dan langsung menikam dengan menggunakan tangan kanan kearah tulang rusuk kanan, lalu menutup mulut korban dengan jaket warna hitam milik terdakwa. Selanjutnya ia memberikan pisau itu kepada Gerson. Setelah mendapatkan pisau dari Sulaiman, Gerson lantas menggorok leher korban sebanyak dua kali. Pertama dibagian dagu dan yang kedua kalinya dileher sampai tidak bergerak. Usai mengeksekusi korban, mobil yang mereka kendarai memutar menuju kota. Di jalan tembus antara Kampung Baru Selisun dan GOR terdakwa berhenti. Rahmad lalu turun

diikuti Sulaiman, Gerson, Ferdi dan Andreas. Rahmad kemudian membuka pintu mobil sebelah kiri, lalu menusuk korban Didik dengan badik yang sudah disiapkan secara berulang-ulang ke sebelah rusuk korban Didik. Hal itu dilakukan Rahmad untuk memastikan jika korbannya telah mati. Ia lalu mengambil handphone korban merk Nokia silver Type E7 dan menarik korban sampai jauh di tanah. Selanjutanya ia memerintahkan kepada empat pelaku lainnya. “Buang jasad Didik Santoso ini ke jurang”. Saat itu Ferdi masih menyempatkan mengambil dompet korban. Setelah itu Rahmad bersama Sulaiman, Gerson, Ferdi dan Andreas mengangkat tubuh korban dan membuang di pinggir jurang. (noe);

DPRD Janji Kawal Kasus Lahan di Damai BALIKPAPAN, TRIBUN - DPRD Kota Balikpapan menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi warga di Kelurahan Damai, yang menempati rumah murah di atas lahan sengketa. Demikian dikemukakan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS), Rabu (1/8) di Hotel Classic, Jakarta. ABS menyatakan, setibanya di Balikpapan nanti pihaknya akan menggelar pertemuan dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi guna membahas hasil pertemuan di Ditjen PUM Kemdagri dan Ditjen Kekayaan Negara Kementrian Keuangan. “Sampai di Balikpapan kita akan gelar rapat dengan Walikota. Semua hasil pertemuan kemarin akan kita evaluasi dan meminta walikota untuk hadir dalam pertemuan berikutnya,” ujarnya. ABS mengaku kesal lantaran pertemuan terakhir dengan Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan berlangsung tanpa hasil memuaskan. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya menuai kekecewaan lantaran petinggi Ditjen Pengelolaan Kekayaan Negara bersikap tidak akomodatif dalam memfasilitasi kasus tersebut. “Pertemuan kemarin kita tidak mendapatkan solusi. Hanya saja ada harapan saat pertemuan dengan Ditjen PUM,” katanya. Seperti diketahui, dalam pertemuan perdana di Ditjen PUM Kemdagri, Senin (30/7) lalu, Pakar Pertanahan dan Guru Besar UI Prof Dr SB Silalahi dan Kasubdit Pertanahan Ditjen PUM Hendri berjanji akan memfasilitasi pertemuan lanjutan yang lebih besar pasca lebaran tahun ini. Dalam pertemuan nanti akan Ditjen PUM akan mengundang instansi terkait seperti Badan Pertahanan Nasional (BPN), Mabes TNI AD, dan Kementerian Pertahanan dan Keamanan RI. Kendati demikian, DPRD dan Pemkot Balikpapan juga diminta melengkapi data mengenai status tanah sengketa di Kelurahan Damai. Selain itu,

TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR

Pertemuan antara DPRD dan Pemkot Balikpapan bersama Ditjen Kementrian Keuangan di Jakarta.

warga Damai juga diminta untuk melengkapi sejumlah risalah terkait keabsahan pernyataan yang pernah dikemukakan sejumlah petinggi TNI dan pejabat BPN. “Insya Allah semuanya akan kita siapkan. Saya juga sudah sampaikan kepada warga untuk tetap

bersatu dan jaga komitmen dalam memperjuangkan masalah ini,” jelas ABS. Tanah sengketa yang luasnya hampir mencapai 20 Hektare (Ha), kata ABS, harus diberikan kepada warga. Mengingat warga sudah menempatinya

selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Sehingga sangat tidak etis jika Pemerintah tidak mengeluarkan Izin Menggunakan Tanah Negara (IMTN) tersebut. ABS optimistis kasus sengketa lahan di Kelurahan Damai akan menemui titik

terang. Bahkan ia tidak segan-segan untuk menyelesaikannya melalui jalur politis. “Nanti kita juga akan minta semua Fraksi menekan kasus ini ke DPR RI. Agar disikapi lebih lanjut oleh Komisi I DPR RI. Kita harapkan semua bisa teratasi dengan baik,” pungkasnya. (ful)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK


CMYK

3

RABU 1 AGUSTUS 2012

TRIBUN KALTIM/ NEVRIANTO HP

8 Pemain Mitra Kukar Dipertahankan ● Menunggu Regulasi Kompetisi dari FIFA dan AFC SAMARINDA, TRIBUN Manajemen Mitra Kutai Kartanegara menyatakan siap melakukan negosiasi kontrak dengan pemain-pemain lokal maupun asing untuk musim depan. Hanya saja, Mitra Kukar masih menunggu regulasi FIFA dan AFC terkait kisrus antara PSSI dan KPSI. Demikian dikemukakan Direktur Operasional Mitra Kukar Suwanto Rabu (1/8/2012). “Pada dasarnya, kami sudah siap untuk melakukan kontrak pemain. Tetapi kami juga harus menunggu regulasi untuk

kompetisi musim depan,” kata Suwanto. Menurut dia, regulasi terkait sistem kompetisi musim depan akan diputuskan dalam Kongres PSSI yang digelar September 2012. Suwanto menambahkan, manajemen Mitra Kukar sudah mempersiapkan diri untuk kompetisi musim 2012/2013. Mitra Kukar sebagai klub yang baru masuk di liga tertinggi ini ingin mencetak sejarah sebagai kampiun di musim depan. “Memang target kita musim depan juara ISL. Makanya kami

kalau dibilang sudah siap, sangat siap untuk merekrut pemainpemain yang kita siapkan musim depan. Tapi regulasinya gimana nanti? Apakah musim depan ada perubahan kuota untuk pemain asing,” papar Suwanto. Bahkan lanjut dia, ia sempat berkomunikasi dengan anggota Executive Comitte Erwin Dwi Budiawan agar menyampaikan aspirasi terkait harga pembelian pemain asing. “Kemarin saya komunikasi via ponsel dengan Mas Erwin. Saya minta supaya ada standarisasi harga pemain asing,” ucap Suwanto.

Meski kompetisi musim 2012/ 2013 belum jelas, namun manajemen Mitra Kukar telah membidik beberapa pemain lokal yang membela tim berjuluk Naga Mekes. Untuk pemain lokal, manajemen memiliki standar tertentu supaya bisa memenuhi target juara musim depan. “Kalau untuk pemain lokal di Mitra Kukar, ada 8 orang kemungkinan bisa lanjut (kontra musim depan). Tapi itu belum final, secara keseluruhan pemain Mitra Kukar yang bisa dipertahankan sekitar 70 sampai 75 persen,” ujar Suwanto.(bud)

Gaji Pemain Setiap Tanggal 10 ASISTEN Manajer Mitra Kukar Nor Alam mengatakan, gaji untuk pemain Mitra Kukar masih tersisa sekitar dua bulan. Manajemen tetap berkewajiban membayar sisa gaji pemain berdasarkan kontrak. Gaji pemain Mitra Kukar akan diberikan setiap tanggal 10. “Pemain kita gajiannya tanggal 10. Jadi setiap tanggal 10, kita transfer gaji pemain. Kami masih bayar gaji-gaji pemain,” ungkap Nor Alam, Rabu (1/8/2012). Menurut Nor Alam, manajemen hingga kini belum memutuskan siapa-siapa saja pemain Mitra Kukar yang bakal dipertahankan untuk musim depan. Sebelum memutuskan siapa pemain yang akan dikontrak musim depan, masih menunggu perselisihan PSSI dan KPSI. (bud)

Timnas Senior Tantang Korea Utara JAKARTA, TRIBUN - Tim nasional Indonesia akan melakoni laga internasional melawan salah satu negara kuat Asia, Korea Utara, pada 10 September 2012. Sehari sebelum itu, timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga persahabatan melawan tim Malaysia U-22. Kedua pertandingan itu merupakan rangkaian acara SCTV Cup 2012. Ini merupakan kali kedua

Liverpool Masih Mainkan Carroll LIVERPOOL, TRIBUN Nama Andy Carroll masih tercantum dalam skuad Liverpool untuk laga kualifikasi Liga Europa. Padahal, masa depan bomber jangkung itu belum dapat dipastikan di Anfield. Kamis (2/7), “The Reds” akan menghadapi klub Belarus, FC Gomel. Nama Carroll masih tercantum dan kemungkinan ia tak dapat lagi membela klub lainnya di kompetisi Eropa musim ini. West Ham United dikabarkan sudah menyepakati dana pinjaman untuk Carroll yang diajukan Liverpool. Namun belakangan, seperti disitir BBC, “The Hammers” diam-

diam mengaku kesepakatan itu nyaris batal. Pasalnya, Carrol enggan berpindah ke klub itu, baik dengan klausul pinjaman apalagi kontrak permanen. Berikutnya, Newcastle United jadi kandidat kuat klub berikutnya bagi Carroll. “The Magpies” adalah tim pria berusia 23 tahun itu sebelum berkostum Liverpool pada Januari 2011. Paruh Juni lalu, pinangan Newcastle sebesar 13 juta pounds (hampir Rp 200 miliar) ditampik “Si Merah”. Pasalnya, Liverpool menginginkan 20 juta pounds sebagai banderol minimal Carroll. Newcastle sendiri lolos

ke babak penyisihan grup Liga Europa. Menurut peraturan UEFA, seorang pemain dapat memperkuat sebuah klub di babak kualifikasi dan kemudian masih dapat berlaga untuk klub lainnya di babak penyisihan grup. Sementara untuk menghadapi Gomel, Pelatih Brendan Rodgers bakal kehilangan Luis Suarez dan Craig Bellamy. Keduanya bertugas membela negaranya di Olimpiade London 2012. Ditambah lagi, bomber baru dari AS Roma, Fabio Borini, baru saja kembali dari liburannya pasca-Euro 2012. Sama seperti Carroll. (kps)

SEKILAS GOMEL VS LIVERPOOL * Gomel adalah kota kedua terbesar di Belarus * Karena problem ketersediaan kamar, skuad Liverpool akan dibagi dalam dua hotel yang berbeda * Pemerinta Belarus menyatakan fans tak dapat mengambil gambar bangunan pemerintah dan petugasnya. * Landasan pacu Bandara Internasional Gomel pendek, hingga Liverpool harus menyewa pesawat lebih kecil. Artinya, sejumlah staf pun tak dapat ikut bepergian ke Gomel.

ajang tersebut digelar. Pada gelaran pertama, ajang itu hanya melibatkan klub-klub domestik. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan, meski bertajuk persahabatan, pertandingan itu merupakan bagian persiapan timnas senior menghadapi Piala AFF 2012 dan timnas U-22 menghadapi SEA Games 2013.

Wenger Kecam Tiga Raksasa PELATIH Arsenal Arsene Wenger menolak keras cara beberapa klub besar dalam menjalankan roda bisnis. Klub seperti Manchester City, Paris Saint-Germain, dan Chelsea dianggapnya merusak citra sepak bola. Menurut Wenger, jika dijalankan dengan cara membeli dan menggaji pemain dengan harga sangat tinggi, sepak bola sedang mengarah pada kehancuran. “Sebuah klub dapat membeli pemain seperti yang dilakukan PSG atau menggaji pemain seperti City atau Chelsea itu karena mereka memiliki sumber daya tak terbatas. Namun, secara keseluruhan, itu merusak sepak bola,” ujar Wenger. “Sang Profesor”, julukan Wenger, juga melihat sesuatu yang lain dari “The Blues”. “Mereka akan kembali menunjukkan kekuatannya. Gelar juara akan kembali meningkatkan rasa lapar (pemilik Chelsea, Roman) Abramovich. Saya bangga jika ada klub Premier League yang menjuarai Liga Champions,” tuturnya. Bagi mantan pelatih AS Monaco, Premier League adalah liga yang hebat. “Chelsea finis di peringkat lima, itu menunjukkan betapa kompetitifnya Premier League. Peringkat liga lebih penting dari Liga Champions,” ujarnya. (kps)

CMYK

“Kejuaraan ini bagus untuk tolok ukur timnas senior dan junior. Timnas senior sedang dipersiapkan untuk Piala AFF 2012, sedangkan yang junior untuk SEA Games 2013,” jelas Djohar, di Jakarta, Rabu (1/8). Mengenai pertandingan timnas Indonesia U-22 melawan tim Malaysia U22, Djohar menilai itu bukan ajang membalas kekalahan 0-6 yang dialami timnas

Indonesia U-22 dari Malaysia Selection, pada laga persahabatan di Stadion Utama Bung Karno, Jumat (27/7). “Tak ada kata balas dendam dalam sepak bola. Kami hanya ingin timnas U22 melakukan persiapan matang sebelum SEA Games 2013. Setelah ini, pasukan muda kita juga akan kami tempa di Belanda untuk pemusatan latihan,” ujarnya. (kps)


CMYK

4

Life Style

RABU 1 AGUSTUS 2012

Asmirandah Perankan Tokoh Drupadi ARTIS peran Asmirandah mendapatkan kesempatan menjajal kembali dunia seni pertunjukan panggung. Ia didaulat memerankan tokoh Drupadi, istri Yudistira, dalam epik Mahabarata, yang merupakan bagian dari acara menyambut HUT RCTI ke-23, yang disiarkan langsung pada 8 Agustus mendatang. “Di sini aku sebagai Drupadi. Kalau menurut kisah aslinya, Drupadi adalah istri kelima Pandawa. Drupadi di sini istrinya Yudistira. Tokohnya yang aku baca, ya

(Drupadi) istri yang sangat setia kepada suaminya,” terangnya, saat ditemui saat ditemui di Blacksteer Auto Lounge, The Belleza Suites, Permata Hijau, Jakarta Selatan. Bekas kekasih Dude Harlino itu, mendapatkan tantangan dalam menjalankan perannya tersebut. Sebab, dalam pertunjukan panggung tidak ada istilah cut jika seorang aktris melakukan kesalahan. Berbeda dengan sinetron atau film yang sering

dilakoninya. Beruntung, wanita berusia 22 tahun itu, punya pengalaman mengikuti ekskul teater ketika duduk di bangku sekolahan. Beberapa kali pula ia pernah melakukan pementasan. Setidaknya, ia bisa menerapkan pengalaman itu. “Sama sih kaya teater. Enggak boleh sampai salah. Tapi bagaimana caranya yang salah itu sampai enggak kelihatan. Jadi, bagaimana menutupinya saja,” ucapnya. (tribunnews)

Trio Macan Doakan

Orangtua Naik Haji TRIO Macan meramaikan Ramadhan 1433 Hijriah dengan merilis dua lagu religi dan tidak mengurangi jadwal manggung. Trio yang terdiri dari Iva Novanda, Sherly Chacha, dan Lia Amelia ini mengaku tak menolak tawaran tampil di layar kaca dan di luar televisi. Semua mereka lakoni. Lewat semua penampilan itu, mereka juga akan mempromosikan dua nyanyian mereka dengan lirik bertema religi— ”Ngamen” dan “Nabung Naik Haji”. “Single ada dua, judulnya ‘Ngamen’ dan ‘Nabung Naik Haji’,” kata Chacha. Mereka mengungkapkan, lagulagu tersebut sekaligus mereka jadikan doa semoga bisa memberangkatkan orangtua mereka ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. “Itu doa, yang penting orangtua dulu, kita gampang, bisa

nyusul,” ujar Chacha. Di bulan suci Ramadhan ini, Trio Macam mengubah citra menjadi lebih sopan Mereka untuk meninggalkan penampilan mereka yang terkesan vulgar dan liar. Pedendang lagu “Iwak Peyek” ini mengaku tak takut kehilangan ciri khas mereka jika berpenampilan lebih sopan. “Kami enggak takut kehilangan rezeki atau fans. Tanpa goyangan, penggemar Trio Macan sudah tahu bahwa Trio Macan yang sekarang sudah berubah. Jadi kami enggak pernah takut kehilangan itu semua,” kata Iva. Mereka pun tak menutup kemungkinan bernyanyi di panggung dengan busana sangat tertutup. “Kalau pun nanti berjilbab dan merilis single religi, itu ibadah dan perubahan image yang luar biasa,” ucap Caca. (kps)

Syahrini Minta Doa Segera Nikah PENYANYI cantik Syahrini semakin tua. Tepat Rabu, 1 Agustus 2012, ia berusia 32 tahun. Usia yang cukup matang untuk membina rumahtangga. Apalagi, sekarang ia tengah menjalin asmara bersama pria yang disebutnya Bubu. Lantas adakah rencananya untuk mengakhiri masa lajang tahun ini? “Kan adiknya baru menikah juga. Mungkin penginnya, dia mudah-mudahan (nikah) tahun

2012. Mohon doakan saja,” ucap Aisyahrani, adik Syahrini, Rabu, (1/8), di ujung telepon. Syahrini sempat santer diberitakan akan mengakhiri masa lajangnya di tahun ini. Kabar itu seiiring ramainya pemberitaan mengenai hubungan asmaranya dengan seorang pria yang disebutnya Bubu. Berkali-kali jadwal pernikahannya berubah. Bahkan, ia sempat dikabarkan akan

menikah di akhir tahun ini. Ternyata hal itu dibantah oleh sang adik. “Ah, kata siapa. Dia belum ada rencana menikah tahun ini,” terangnya. Sekarang, bekas pasangan duet Anang Hermansyah itu, sibuk mempromosikan single barunya yang sebetulnya menjadi hadiah pernikahan sang adik, Aisyahrani. Single itu berjudul “Semua Karena Cinta”. (tribunnews)

Olga Relakan Jessica Pergi OLGA Syahputra tak mau lagi dikait-kaitkan dengan Jessica Iskandar. Tak seperti dulu, Olga dan Jessica kerap tampil mesra di muka umum.Apa yang terjadi? “Memang saya sama Jesicca ada apa-apa? Enggak ada apa-apa. Biarlah dia pergi,” ujar Olga, Rabu (1/8). Belakangan Jessica dikabarkan tengah menjalin kasih dengan pria bule bernama Oscar. Sambil berlagak cuek, Olga mengaku tak pernah cemburu dengan kehadiran Oscar. Namun, Olga mengingatkan Jessica untuk tak mudah percaya dengan lelaki. “Aku enggak pernah jealous. Cuma aku ingatkan saja, kenal sama orang baru jangan langsung percaya, apalagi orang luar negeri. Aku enggak tahu (Oscar) dan enggak ingin tahu,” katanya. Melihat perempuan yang sempat dekat dengannya itu sudah memiliki pacar, Olga mengaku tak terpancing dan tak ingin buru-buru punya pendamping. “Aduh, saya enggak mau pacar-pacaran. Mau nikmatin kerja dulu,” tukasnya. (tribunnews)

CMYK

Digital_TribunKaltim_Malam_01082012  

Digital Newspaper Tribunkaltim