Issuu on Google+

Pembahasan Hukum kirchoff adalah hukum listrik yang menyatakan perilaku arus listrik dalam rangkaian. Dalam ilmu kelistrikan dikenal dua macam hukum kirchoff yakni hukum kirchoff I yang berbunyi “Jumlah kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar pada titik percabangan”. Sedangkan hukum kirchoff II berbunyi “Jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol”. Pada rangkaian I menurut table, saat tegangan 2 volt kuat arus pada I, I 1, I2 dan I3 dengan nilai resistor 10 Ω berturut turut adalah 0,095 ; 0,18 ; dan 0,2 ampere. Saat dinaikkan tegangannya 2 volt menjadi 4 volt pada kuat arus I, I1, I2, dan I3 berturut – turut adalah 0,075 ; 0,045 dan 0,065 ampere. Pada nilai resistor 33 Ω dengan tegangan berturut –turut 2, 4, 6 volt, kuat arusnya adalah 0,02 ; 0,045 ; 0,065 ampere. Sedangkan pada warna pita coklat, hijau, hitam, emas dengan nilai resistor 15 Ω, kuat arusnya berturut – turut 0,05 ; 0,095 ; dan 0,135 ampere. Ini tidak memenuhi hukum kirchoff. Pada rangkaian II menurut tabel, pada warna pita kuning, ungu, hjitam, emas, dengan nilai 47 Ω kuat arus I, I1, I2, I3 dan I4 berturut –turut adalah 0,02, ; 0,005 ; 0,075 ; ampere serta tegangannya berturut – turut adalah 3 ; 0,05 ; 0,05 ; dan 3,2 volt , pada warna pita coklat, hijau, hitam, emas, dengan nilai resistor 15 Ω , kuat arusnya berturut-turut adalah 0,085 ; 0,005 ; 0,01; 0,14 ampere serta tegangannya berturut – turut adalah 5,4, 0,05, 0,05,5,4 volt Perhitungan arus dan tegangan akan menjadi faktor utama dalam rangkaian listrik yang disusun seri dan paralel. Cara perhitungan arus pada rangkaian seri berbeda dengan cara perhitungan arus pada rangkaian paralel. Dari hasil perhitungan dengan hasil percobaan tidaklah sama atau berbeda karena terdapat kesalahan dalam perhitungan. Faktor kesalahan pada percobaan kali ini adalah pada alat-alat yang digunakan. Seperti alat volmeternya, voltmeter yang digunakan pada percobaan ini kurang baik, terkadang sekala voltmeternya tak tentu. Sehingga hasil yang dihasilkan pda sekala voltmeter berdampak buruk pada percobaan sehingga hasilnya tidak efisisen.


Dari percobaan ini, percobaan Hukum Kirchoff terdapat aplikasi dari kehidupan sehari-hari yang dapat kita temui dan bahkan sebenarnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari yaitu, Hukum Kirchoff

terdapat pada

rangkaian elektronika contohnya adalah radio, remote tv, setrika, kulkas, televisi, hair drayer, mesin cuci, dan barang-barang elektronik lain.

Menurut Halliday dalam bukunya Fundamental of Physics halaman 708 “Penjumlahan antara Gaya Gerak Listrik (GGL) dengan sigma perkalian I dengan R akan selalu nol�. Pada percobaan kami, kami tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan hukum diatas, kami memberikan beberapa analisis yaitu kami berhipotesa bahwa penghantar yang kami gunakan bukanlah penghantar murni sehingga akan menyebabkan arus yang mengalir tidak sesuai dengan harapan kemudian resistor yang digunakan nilainya tidak sesuai dengan nilai pada cincin resistor, hal ini karena resistor tidak memiliki nilai yang tepat, nilainya bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga membuat perhitungan kami tidak mendapatkan nilai nol. Kemudian Berdasarkan hasil diatas kami mendapatkan hasil yang berbeda dalam hal menghitung nilai arus berdasarkan percobaan dan perhitungan, kami menganalisis dan memiliki dua hipotesis. Yang pertama kita ketahui bahwa nilai resistor tidak semuanya tepat dengan cincin yang tertera pada badan resistor, karena setiap resistor memiliki toleransi yang artinya nilai resistor bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang ada pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Pada percobaan sudah pasti yang terukur adalah nilai nyata atau nilai sesungguhnya dari resistor sedangkan pada perhitungan kami menggunakan nilai yang tertera pada cincin resistor sehingga akan terdapat perbedaan hasil. Karena resistor yang kami gunakan bisa bernilai lebih besar atau lebih kecil dari nilai yang tertera pada cincin resistor sesuai batas toleransinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya nilai toleransi dalam resistor yang artinya resistor tidak memiliki nilai yang tepat. Kemudian yang kedua kami menganalisis bahwa penjepit yang kami gunakan untuk menghubungkan resistor dan baterai dapat menjadi penghambat


arus yang melewatinya sehingga arus yang mengalir terhambat oleh penjepit tersebut dan menyebabkan hasil perhitungan dengan hasil percobaan kami berbeda. Selain hal diatas kami juga menganalisis bahwa adanya kemungkinan GGL atau dalam hal ini baterai yang kami gunakan nilai tegangannya sudah tidak sesuai dengan aslinya sehingga arus yang dihasilkan pun tidak sesuai harapan. Hal terakhir yang menjadi analisis kami adalah keterbatasan keterampilan praktikan dalam menggunakan alat ukur juga dapat menyebabkan hasil akhir yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan dan perbedaan ketelitian alat ukur pun dapat menyebabkan hasil yang berbeda pula.


Pembahasan