Page 1

Kabar Serasan MEDIA PEMBANGUNAN MUARA ENIM

Muzakir 5 Adipura KABAR | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 EDISI 30 - TAHUN KESERASAN III - MEI 2013

1


2

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN


DARI MEJA BUPATI: Man Jadda Wa Jadda.......................... 4 06

OPINI: UN Amburadul.................................. 5 SERASAN UTAMA: Muzakir Persembahkan 5 Adipura untuk Muara Enim............................. 6

08

10

PEMBANGUNAN: Muara Enim Siap Sukseskan Program PAMSIMAS II.................................. 8 Vivia Lindia Sari, Wakil Paskibraka Tingkat Nasional Asal Sumsel.................................................. 12 NASIONAL: Kisruh UN, Siapa Salah?.................... 10

12

14

16

17

SKPD: 60 CPNS Katagori K1 Dilantik......... 14 Dinas PU Kaji Kelaikan Jembatan............................................... 15 SLA Muara Enim Lulus 100%......... 16 SERBA SERBI: Polri, TNI dan Pemkab Senam Sehat Bareng............................. 17 Guru dan Siswa Berprestasi Dapat Hadiah................................................. 18 Mahasiswi Akbid Berkebun................. 19

Kabar Serasan Penerbit: YPM MUARA ENIM BANGKIT Pelindung: Ir. Muzakir Sai Sohar

PU/PP/Penanggung Jawab: Firdaus Masrun Pemimpin Redaksi: Khairul Amri Redaktur: M. Lutfi

Staf Redaksi: Muhammad Al Hadi Toto Fotografer: Riana

Design Grafis: A. Raghib Amirullah

Manajer Adm/Keu dan Sirkulasi: Tita Zen Alamat Redaksi : Perumahan Depok Maharaja B3/8 RT 01/15 Pancoran Mas - DepokJawa Barat Telp. (021) 2616 1894 Fax. (021) 7788 5465

Hotline: 0811926736/08176696468 Email: redaksi@kabarserasan.com

Redaksi menerima kiriman tulisan dari pembaca. Bagi yang tulisan yang dimuat akan diberikan uang lelah dan Tulisan maksimal 2 halaman folio (7500 Karakter) dan tidak menyangkut SARA.

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

3


DARI MEJA BUPATI

Man Jadda Wa Jadda yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya.” Jadi sangatlah keliru jika kita beranggapan bahwa nasib tidak bisa diubah.

Ir. H. Muzakir Sai Sohar, Bupati Muara Enim

A

da ungkapan Arab yang terkenal yakni “Man Jadda Wa Jadda”. Terjemahan bebasnya “Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Dalam masyarakat kita ada juga pepatah yang punya arti kurang lebih sama, yakni “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan “. Artinya, tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha. Berusaha melalui kerja keras, kerja cerda, kerja tuntas serta kerja ikhlas. Yang penting ada kemauan dan kesungguhan serta gunakan logika serta ilmu pengetahuan sesuai kapasitas kita masing masing. Setiap kita memilki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Allah sudah berikan modal dasar berupa otak dan akal yang lebih baik dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini. Allah berfirman dalam surat Ar_Ra’d ayat 11, yang berbunyi “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri

Dalam kehidupan kita sudah banyak melihat contoh disekitar kita. Orang-orang yang berkemauan keras dan bersungguh-sungguh untuk menggapai impiannya, akhirnya dapat mewujudkannya. Padahal sebelumnya, hampir tidak orang yang percaya dia mampu mencapainya. Misalnya yang terjadi pada seorang pelajar dari bernama Vevya Lindya Sari. Vevya Lindya Sari, asal SMAN 1 Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim berhasil terpilih dan lolos mewakili provinsi Sumatera Selantan untuk menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) di Istana Negara, Jakarta. Seperti kita ketahui, untuk menjadi anggota paskibraka kecamatan saja, seorang paskibraka harus mempunyai kemampuan lebih. Misalnya punya kemampuan seperti, parade dan kesehatan, PBB serta memilki jasmani yang baik. Belum lagi psikotest, wawancara, kesenian, dan pengetahuan umum. Apalagi untuk lolos menjadi paskibraka tingkat nasional, tentu saja bukan hal yang mudah. Selain seleksi yang sangat ketat juga harus bersaing dengan ratusan peserta lainnya. Namun dengan kesungguhan dan kerja keras, cita-

citanya sejak duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar menjadi kenyataan.

Sebelumnya diawal tahun 2013 ini, seorang warga Muara Enim juga mengukir prestasi yang cukup mencengangkan. Marisa Sartika Maladewi, terpilih menjadi Putri Indonesia Lingkungan. Prestasi ini dibilang fenomenal karena belum ada sebelumnya wakil sumsel bisa menembus dua besar diajang sejenis. Sama seperti Vevya, hampir tak ada yang menyangka dan meragukan dia mampu melakukannya. Tetapi dengan tekad baja dia tetap mengikuti lomba tersebut. Seperti kita ketahui ,akhirnya dia berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citakan. Sekali lagi bukti sahih, jika keberhasilan hanya untuk orangorang yang berkemauan keras dan bersungguh-sungguh untuk menggapai impiannya.

Sebagai bupati, saya secara serius akan memperhatikan warga masyarakat yang berprestasi dalam bidang apapun agar mereka lebih giat lagi untuk mencapai prestasi tingkat nasional dan Internasional. Karena hal ini bisa menjadi pemacu semangat bagi masyarakat, khususnya generasi muda lainnya untuk berlomba-lomba mengukir prestasi. Dan prestasi tidak bisa diraih dengan berpangku tangan dan malas-malasan. Prestasi dapat diraih melalui kerja keras dan kesungguhan. Man Jadda Wa Jadda.

No Telepon Penting di daerah Muara Enim: Polres Kodim Pemadam Kebakaran RSUD DR H M Rabain

4

(0734) 421-192 (0734) 421-059 (0734) 421-113 (0734) 421-192

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

Gangguan PLN Gangguan Telkom PDAM Tirta Lematang Askes Cab Pemb. ME

KABAR SERASAN

(0734) 421-601 (0734) 421-999 (0734) 421-093 (0734) 422-678


OPINI

pemerintah harus melakukan langkah perbaikan agar semua masalah ini tidak kembali terulang. Bahkan kalau perlu pemerintah perlu mengkaji kemungkinan menghapus sistem Ujian Nasional sebagai standar kelulusan siswa.

UN Amburadul H

(Oleh Firdaus Masrun)

arapan Indonesia bebas dari korupsi agakanya makin jauh panggang dari api—jika tak tepat disebut. hanya hayalan tidur di siang bolong. Bagaimana negeri ini akan bersih dari korupsi, jika pengadaan Alquran saja dikorupsi, dan kini masyarakat dihebohkan oleh kacaubalaunya pelaksanaan Ujian nasional (UN). Keterlambatan penyediaan soal ujian ke siswa, diduga karena perusahaan pemenang tender percetakan, perusahaan tidak memenuhi standar mutu.

Dijadikannya perusahaan ini sebagai pemenang, mengundang tanya. Sebab nilai penawaran di saat tender, terbilang tinggi. Perusahaan dengan penawaran lebih rendah malah tidak dimenangkan. Dan terbukti, mutunya memang rendah. Benarkah ada praktek korupsi dalam proses tender itu? Saat banyak kalangan melakukan investigasi, Kabalitbang Kemendikbud meletakkan jabatan, mengaku sebagai bentuk pertanggungjawabannya atas masalah ini.

Kisruh UN 2013 berdampak buruk pada psikologis bagi siswa. Kalau begitu siapa yang bertanggung jawab dengan kisruh UN 2013 yang memalukan ini? Mendikbud saat menyampaikan sambutan memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2013 di lapangan kantor Kemdikbud di Jakarta, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas semua masalah yang terjadi pada pelaksanaan UN.

Tiga hal pokok menjadikan pelaksanaan UN brjalan amburadul. Pertama kesalahan dan keterlambatan percetakan, kedua distribusi naskah per wilayah terunda, dan terakhir, kesalahan teknis pembagian soal UN per sekolah. Dampak berbagai kesalahan ini tentu sangat luas. Tidak saja menyangkut citra Kemendikbud yang tercoreng, tapi lebih dari itu, anggaran untuk UN 2013 jadi membengkak karena terjadi penundaan. Motivasi dan konsentrasi siswa peserta UN juga menurun. Terkait dengan ini, ke depan

Sebagai perbandingan, di negara Finlandia, yang sistem pendidikannya sudah diakui baik oleh banyak negara di dunia, sudah tidak ada lagi system UN. Untuk memberdayakan mutu warganya, pemerintah setempat menerapkan budaya membaca sejak kecil. Fasilitas dan kebijakan-kebijakan pendidikan dibuat senyaman mungkin.

Kalaupun sisten UN masih akan tetap dilaksanakan, pemerintah harus menetapkan satu institusi untuk mencetak soal-soal ujian dan lembar jawaban. Cara ini bermanfaat agar tidak banyak kepentingan-kepentingan, misalkan percetakan negara (PusGraFin). Jika dibuat tender-tender apalagi sampai permainan pemenangan tender, tidak dipungkiri pasti terjadi unsur suap yang berujuk tindak korupsi. Ya, Pemerintah harus melakukan intervensi dan pengawasan terhadap pencetakan soal supaya cepat dan tidak mendadak dalam pendistribusiannya. Untuk menghindari penggunaan kertas berkualitas rendah yang bisa merugikan para pelajar, pemerintah harus terus menerus memonitor dan berani tegas menolak jika perusahaan rekanan pemasok kertas, menyediakan kertas dengan kualitas di bawah standar yang ditentukan.

Di pihak lain, para gurupun harus menyiapkan mental para siswanya saat akan menghadapi UN. Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi siswa dikelas. Dengan metode belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan akan tumbuh motivasi semangat belajar siswa.

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

5


SERASAN UTAMA

foto: Dok. Humas dan Protokol

Muzakir Persembahkan 5 Adipura untuk Muara Enim

Bupati Muara Enim Ir. Muzakir Sai Sohar menerima Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya di Jakarta

P

emberian penghargaan Adipura kembali digelar pada tahun ini. Penghargaan Adipura diberikan kepada kabupaten atau kota yang memenuhi kriteria antara lain pengelolaan sampah, PPA dan PPU. Penghargaan Adipura Kencana diberikan pada kota atau kabupaten yang berhasil memenuhi kriteria atau indikator yang sudah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup. Pemberian penghargaan Adipura dilaksanakan sejak 1986. Awalnya program ini dilaksanakan untuk mendorong kotakota di Indonesia menjadi bersih. Program ini sempat terhenti pada 1998 dan baru berlanjut pada 2002. Kriteria untuk Adipura Kencana lebih berat persyaratannya, antara lain konservasi air dan energi, keanekaragaman hayati atau Biodiversity, perubahan iklim, kesehatan lingkungan, sosial dan ekonomi lingkungan. Ada 17 kriteria yang harus dipenuhi calon penerima Adipura, diantaranya adalah penilaian kebersihan dan kelayakan sarana dan prasarana kota seperti pasar, terminal, stasiun, fasilitas umum, fasilitas sosial dan sampah. Penilaian terhadap pengelolaan

6

alam seperti sungai, danau, kebersihan air juga dilakukan.

Untuk penerima Adipura Kencana setidaknya sudah pernah menerima Adipura sebelumnya. Kategori ini juga mensyaratkan calon penerimanya untuk menjalankan konsep beyond compliance yaitu memanfaatkan energi dan sumber daya yang ada dengan baik. Salah satu daerah yang kembali menerima penghargaan adalah Kabupaten Muara Enim. Ini penghargaan untuk ke 8 kalinya bagi kabupaten yang juga dikenal dengan Bumi Serasan Sekundangm ini. Hebatnya, 5 diantaranya di peroleh di era Ir H Muzakir Sai Sohar –H Nurul Aman. Bukan tidak mungkin prestasi itu akan terus raih Muara Enim mengingat Muzakir- Nurul kembali terpilih untuk memimpin Muara Enim periode 2013-2018.

Upaya untuk meraih Adipura ke 8 ini, tak main-main, Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar sering kali memimpin langsung kerja bakti untuk membersihkan berbagai sampah yang ada di pasar kota Muara Enim.

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

Begitu juga dengan para petugas kebersihan kota, mereka terlihat berjibaku memoles wajah kota Muara Enim agar terlihat lebih bersih, indah dan sejuk. Mereka tidak saja mempercantik semua taman yang ada dalam kota Muara Enim, tetapi membersihkan semua sampah yang ada di berbagai tempat fasilitas umum dan selokan dalam kota.

Kerja keras yang dilakukan Bupati Muara Enim dan jajarannya dalam mempertahankan keindahan, kebersihan dan keteduhan Kota Muara Enim tidak sia sia . Karena Muara Enim, kembali mendapatkan penghargaan Piala Adipura untuk yang kedelapan kalinya di tahun 2013 ini. Piala Adipura itu diterima Bupati Muara Enim dari Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya di Auditorium Birawa, Hotel Bidakara Jakarta, Senin 10 Juni 2013, bersama beberapa bupati dan walikota penerima penghargaan adipura tahun ini. Turut mendampingi bupati pada penerimaan penghargaan itu antara lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup Muara Enim, Ir H Zulkarnain Bachtiar, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Ramlan Suryadi ST


foto: Dok. Kabar Serasan

foto: Dok. Kabar Serasan

SERASAN UTAMA

foto: Dok. Kabar Serasan

Bupati Muara Enim Ir. Muzakir Sai Sohar dan Kepala BLH Muara Enim Zulkarnain bersama Piala Adipura ke 8

Salah sudut jalan di Kota Muara Enim

Hutan Kota juga berfungsi juga untuk menambah nilai estetika dan keasrian kota sehingga berdampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat Muara Enim. kebersihan, keindahan dan keteduhan kota Muara Enim tetap terjaga.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya

MM dan Staf Ahli Pemkab Muara Enim, Jhoni Erwanto.

Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Muara Enim yang telah berpartisifasi dalam menjaga kebersihan, keindahan dan keteduhan kota Muara Enim, sehingga kembali mendapatkan piala adipura yang kedelapan kalinya. ”Syukur Alhamdulillah, kita berhasil mendapatkan Piala Adipura yang kedelapan kalinya. Selama saya menjabat bupati Muara Enim telah 5 kali mendapatkan Piala Adipura. Ini artinya kesadaran masyarakat Muara Enim sudah semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat. Piala adipura yang kita dapatkan merupakan keberhasilan masyarakat Muara Enim,” jelas Muzakir ketika ditemui usai menerima penghargaan. Muzakir juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada pasukan biru (petugas kebersihan Muara Enim-red) yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga

Menurut bupati, kedepan pihaknya selaku kepala daerah akan lebih meningkatkan lagi penataan kebersihan lingkungan. Penataan taman kota yang hijau, kotak sampah dan pengelolaan sampah serta lingkungan terbuka yang hijau. Setiap lingkungan terbuka yang kosong nantinya akan ditanam pohon penghijauan. “Kedepan, kita akan berupaya untuk meraih Adipura Kencana,”ujarnya.. Meski tidak mudah, kata Muzakir, pihaknya bersama masyarakat akan berusaha keras agar Adipura Kencana bisa diperoleh Muara Enim di masa mendatang.

Untuk itu, kata bupati yang akrab dipanggil Cakuk ini, pemkab bersama anggota dewan akan melakukan studi banding ke daerah yang telah menerima adipura kencana. Hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih detail apa yang harus dilakukan untuk memperoleh penghargaan paling bergengsi di bidang Lingkungan Hidup ini. “Saat ini, Muara Enim sudah membangun kolam retensi yang dimaksudkan untuk menjadi icon sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Adipura Kencana,” terang Muzakir. Tak hanya sampai disitu saja, pemkab Muara Enim juga telah menyiapkan lahan seluas 50 Ha untuk hutan kota. Keseriusan pemkab untuk membangun hutan kota yang akan

diberi nama Hutan Kalamudin Djenab ini tidak main-main. Pemkab saat ini sudah merencanakan anggaran dana dari APBD untuk memulai pembangunan hutan kota ini. “Doa kan saja agar hutan kota ini bisa segera terealisasi,” ucapnya. Muzakir menegaskan, hutan kota ini tidak hanya dibangun semata-mata untuk memperoleh adipura kecana. Tetapi, keberadaan hutan kota seperti kita ketahui , lanjut Muzakir, juga berfungsi sebagai sistem hidroorologi, menciptakan iklim mikro, menjaga keseimbangan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2), mengurangi polutan, dan meredam kebisingan. Selain itu, berfungsi juga untuk menambah nilai estetika dan keasrian kota sehingga berdampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Upaya yang dilakukan pemkab Muara Enim dibawah pimpinan Muzakir ini patut kita berikan apresiasi yang tinggi. Namun, tetap saja dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Sebaik apapun program, bila tanpa dukungan masyarakat tentu tidak akan berjalan dengan baik. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting untung keberhasilan pembangunan. Sehingga visi misi kabupaten Muara Enim yang ingin agar masyarakatnya menjadi Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera (SMAS) segara dapat diwujudkan. (Amri)

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

7


PEMBANGUNAN

Muara Enim Siap Sukseskan Program PAMSIMAS II

foto: Dok. Humas

Penyedian Air Bersih Untuk Masyarakat

Adanya partisipasi dana dari masyarakat dalam program Pamsimas ini dimaksudkan agar masyarakat merasa memiliki program ini. Hal itu tentu membuat mereka akan menjalankan dan menjaganya dengan baik. Program Pamsimas ini, dari awal masyarakat sudah terlibat. Dari opsi, pelaksanaan hingga pemeliharaan masyarakat semua yang melakukan .

P

emerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) sektor air minum dan sanitasi, yaitu menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi dasar pada tahun 2015.

Sejak berlakunya UU No.32/ 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No.33/ 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi.

Air minum dan sanitasi adalah merupakan kebutuhan dasar manusia yang menentukan tingkat kesejahteraan manusia sebagai individu dan masyarakat. Oleh sebab itu, pencapaian air minum dan sanitasi menjadi salah satu tolak ukur atau indikator dalam Indeks Pelayanan Masyarakat (IPM), dimana suatu daerah akan dinilai mempunyai kinerja baik jika mempunyai

8

IPM tinggi.

Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu program Pemerintah Pusat dan Daerah untuk meningkatkan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim sangat mendukung program ini. Kepala Dinas Cipta Karya, Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi ST,MM melalui Kabid Bangunan dan Lingkungan Elly Yuliar, ST menjelaskan, Program Pamsimas tahap I (2008-2012) di kabupaten Muara Enim sudah dilaksanakan 62 Desa. Dengan rincian, Desa Reguler 53 desa (APBN+APBD+Kontribusi Masyarakat), Desa Reflikasi 6 desa (APBD+Kontribusi Masyarakat) dan Desa Hibah Insentif Desa (HID), 3 desa (APBN). Secara umum program tersebut berjalan dengan sangat baik.

Untuk 2013 (Pamsimas II), lanjut Elly, pemkab sudah menetapkan 35 desa, terdiri

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

dari 16 Desa Reguler yang pendanaannya berasal dari APBN dan Kontribusi masyarakat, 4 desa regular (APBD dan Kontribusi masyaraka), 4 desa reflikasi baik desa reguler (APBD + Kontribusi Masy), desa hibah insentif desa/HID (APBN) dan 7 desa hibah insentif kabupaten/HIK yang pendanaannya berasal dari APBD dan APBN.

“Dana Pamsimas ini 70 persen berasal dari APBN , 20 persen dari masyarakat dan 10 persen dari dana APBD. Sebesar 16% kontribusi masyarakat dalam bentuk in kind misalnya tenaga dan material. Dan sisanya 4 persen berbentuk in cash,� terang Elly. Lebih lanjut Elly menjelaskan, adanya partisipasi dana dari masyarakat sebesar 20 persen tersebut dimaksudkan agar masyarakat merasa memiliki program ini dan mereka akan menjaganya dengan baik. Program Pamsimas ini memang dari awal masyarakat sudah terlibat. Dari opsi, pelaksanaan hingga pemeliharaan masyarakat semua yang melakukan dengan


PEMBANGUNAN foto: Dok. Kabar Serasan

dibantu fasilitator.

Untuk memperluas cakupan pelayanan Air Minum dan Sanitasi bagi masyarakat, maka program Pamsimas diharapkan dapat di Reflikasi/ diakomodir oleh Pemerintah Daerah maupun Swasta dimana biaya seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah daerah maupun Swasta.

Program Pamsimas bertujuan agar terciptanya masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat melalui peningkatan akses air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat miskin perdesaan dan pinggiran kota dalam rangka pencapaian target MDGs. Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar meresmikan Sarana Air Bersih untuk Masyarkat foto: Dok. Kabar Serasan

Sementara sasaran program Pamsimas ini adalah masyarakat miskin di perdesaan dan pinggiran kota yang memiliki prevalensi penyakit terkait air yang tinggi, dan belum mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi yang layak, serta diharapkan terbangunnya budaya hidup bersih dan sehat. Untuk mencapai tujuan program Pamsimas, strategi dasar yang diterapkan adalah melalui pembangunan pelayanan air minum dan sanitasi dengan mendudukkan masyarakat sebagai pelaku utama mulai dari merencanakan, pembangunan sampai dengan pemeliharaan. Strategi tersebut sebagai berikut:

a. Berbasis masyarakat artinya Program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi, dibentuk LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) untuk mengelola program Pamsimas dan Satuan Pelaksana (Satlak) yang dipilih oleh masyarakat itu sendiri.

b. Partisipatif artinya seluruh masyarakat, miskin-kaya, perempuan-laki-laki menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas. c. Tanggap Kebutuhan artinya program Pamsimas menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan.

d. Kesetaraan Gender artinya program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan seperti halnya laki-laki untuk mengambil keputusan, berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi.

e. Keberpihakan pada masyarakat miskin artinya program Pamsimas menempatkan masyarakat miskin sebagai sasaran utama

Bupati Muara Enim dan Kadis PU CK Ramlan Suryadi

penerima manfaat program.

f. Keberlanjutan artinya sarana terbangun dan perubahan perilaku dapat memberikan pelayanan dan manfaat secara menerus dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, pembiayaan, kelembagaan, kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan.

g. Transparansi dan Akuntabilitas artinya pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan sarana harus jelas dan pelaku terkait berhak untuk mendapatkan informasi secara akurat dan terpercaya.

h. Berbasis Nilai artinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan berlandaskan pada nilai-nilai mulia seperti kejujuran dan dapat dipercaya. i. Dalam pelaksanaan program Pamsimas

didaerah, masyarakat didampingi oleh Tim Fasilitator (CF) dan DMAC yang bertugas mendampingi masyarakat mulai dari Perencanaan, pengambilan Opsi, pembentukan LKM, pembuatan RKM, pelaksanaan dilapangan sampai ke pembuatan laporan-laporan.

Sedangkan pengoperasian dan pemeliharaan adalah tahapan pasca konstruksi dimana masyarakat memanfaatkan, mengelola dan memelihara Sarana Air Minum yang telah dibangun secara mandiri, sehingga memberikan pelayanan yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat. Untuk pengoperasian dan pemeliharaan dibentuk kelembagaannya yaitu Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAM) yang dipilih oleh masyarakat. (Amri/Dinas CK Muara Enim)

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

9


Kisruh UN, Siapa Salah?

Mendikbud M. Nuh

Kisruh UN 2013 menjadi satu dari sekian kisah memalukan bangsa Indonesia dan salah satu contoh nyata begitu buruknya kebijakan dalam dunia pendidikan oleh pemerintah kita. Kekacauan UN 2013 ini bukan kesalahan biasa, tapi lebih dari luar biasa. Niat untuk mencegah terjadinya kecurangan seperti jauh panggang dari api

U

jian Nasional (UN) kembali mencoreng lembaga pendidikan kita—dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Janji Mendikbud Mohammad Nuh untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UN, agar berjalan sesuai harapan masyarakat, tidak terwujud. Ukurannya, pelaksanaan UN tidak terlaksana serentak di seluruh provinsi. Sebabnya, keterlambatan materi UN sampai ke siswa perserta ujian, akibat kacaunya pelaksanaan oleh pemerintah.

Sedikitnya ada 11 provinsi yang harus menunda pelaksanaan UN karena materi soal yang akan diujikan belum dapat didistribusikan, akibat belum tercetak sampai batas waktu yang ditentukan. 11 Provinsi tersebut

10

masing-masing Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulteng, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, NTT, NTB dan Bali.

Ditundanya pelaksanaan UN di sejumlah daerah ini merupakan masalah baru. Sebelumnya ada dua hal yang kerap menjadi persoalan. Pertama soal angka kelulusan yang rendah di daerah-daerah tertentu. Dan kedua masalah kebocoran soal ujian. Masalah kebocoran soal dan kecurangan sudah dapat diatasi, dengan adanya barcode dan soal bervariasidengan 20 paket soal yang berbeda, tak disangka muncul masalah baru, masalah keterlambatan materi UN ini. Mengapa bisa terjadi ? Salah satu penyebabnya karena ada dugaan

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

korupsi pada proses tender, saat Kemendikbud memenangkan PT Graha Printing sebagai pelaksana percetakan soal UN, dengan harga tinggi, yakni dengan penawaran Rp 22,5 milyar. Sementara perusahaan lainnya PT Aneka Ilmu sebasar Rp 17.1 milyar, PT Jasuindo Tigaperkasa menawarkan Rp 21,2 milyar dan PT Dedikasi Prima Rp 21,6 milyar.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) langsung bereaksi atas dugaan ketidaknormalan tender itu. Mereka memanggil panitia tender UN. Demikian pula dengan pihak lain semacam Indonesian Corruption Watch (ICW) hingga Komisi _Pemberantasan Korupsi (KPK), langsung melakukan penyelidikan. Demikian pula di internal Kemendikbud sendiri. Kepala

foto: Istimewa

NASIONAL


NASIONAL foto: antaranews.com

hal ini, Nuh menyoroti kinerja penyelenggara ujian antara lain Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta Bagian Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan.

Ketiga, tim investigasi menemukan adanya kelemahan perusahaan dalam mengelola percetakan sehingga menyebabkan keterlambatan naskah ujian.Lemahnya komitmen dan tanggung jawab dari perusahaan. Dan faktor keempat, dari sisi pengadaan soal ke sekolah itu sendiri.

foto: foto: Dok. Kabar Serasan

soal UN yang terlambat tiba ditempat

Buntut dari kekisruhan pelaksanaan UN ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodiputro mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawabannya

Kisruh UN 2013 menjadi satu dari sekian kisah memalukan bangsa Indonesia dan salah satu contoh nyata begitu buruknya kebijakan dalam dunia pendidikan oleh pemerintah kita. Kekacauan UN 2013 ini bukan kesalahan biasa, tapi lebih dari luar biasa. Niat untuk mencegah terjadinya kecurangan seperti jauh panggang dari api

Suasana Ujian di salah satu sekolah

Pengawas Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud, Haryono Umar, mencium aroma korupsi dalam tender UN dan pihaknya melakukan investigasi aspek tender dan pengawasannya.

Haryono mengakui, sangat aneh pemenang tender perusahaan dengan penawaran harga termahal. yaitu PT Ghalia Indonesia Printing dengan nilai penawarannya sekitar Rp22 miliar. Padahal, menurut Haryono, pada paket 3 ini ada sejumlah perusahaan yang menawarkan harga lebih murah, tetapi tidak lolos. Beberapa hari setelah pelaksanaan

UN, Mendikbud M.Nuh mengaku atas kisruh pelaksanaan UN itu pihaknya—melalui Inspektorat jenderal kementeriannya,telah melakukan investigasi. Hasilnya, dari sisi pelaksanaan, ditemukan empat penyebab keterlambatan UN.

Pertama, karena keterlambatan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Menurut Nuh, proses tender sebenarnya bisa selesai pada 26 Februari 2013. Tetapi karena DIPAnya itu baru selesai 13 Maret, kontrak baru bisa dilakukan tanggal 15 Maret.

Apalagi jika memang benar-ada unsur korupsi, sudah barang tentu harus diproses secara hukum sebab kejadian ini tentu saja sudah merugikan banyak orang, baik secara materil maupun psikologis siswa dan akhirnya berujung pada kualitas Ujian Nasionmal itu sendiri. Jika benar karena adanya korupsi, kisruh UN 2013 merupakan skandal korupsi bodoh dan konyol, karena dilakukan dengan sangat terbuka dimata masyarakat Indonesia. Maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas.

Kedua, kelemahan manajemen di Kementerian Pendidikan. Dalam

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

11


PEMBANGUNAN

Vivia Lindia Sari, Wakil Paskibraka Tingkat Nasional Asal Sumsel

foto: Dok. Kabar Serasan

Rangkaian proses latihan dan seleksi yang dilalui cukup ketat.Dari seleksi tingkat Kabupaten pada 16-17 April 2013, dijalaninya dengan serius tapi santai. Materi yang diberikan seperti, parade dan kesehatan, PBB, jasmani, psikotest, wawancara, kesenian, dan pengetahuan umum dilaluinya dengan baik. Sehingga Vevya_pun terpilih menjadi anggota paskibraka tingkat nasional.

Paskibraka

U

ntuk menjadi anggota paskibraka kecamatan saja, seorang paskibraka harus mempunyai kemampuan lebih. Misalnya punya kemampuan seperti, parade dan kesehatan, PBB serta memilki jasmani yang baik. Belum lagi psikotest, wawancara, kesenian, dan pengetahuan umum. Apalagi untuk lolos menjadi paskibraka tingkat nasional, tentu saja bukan hal yang mudah. Selain seleksi yang sangat ketat juga harus bersaing dengan ratusan peserta lainnya. Meski harus bersaing dengan 88 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sumsel. Namun, Vivia Lindia Sari, asal SMAN 1 Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim berhasil terpilih

12

dan lolos diantara dua wakil Sumsel yang akan dikirim ke tingkat nasional. Sebelumnya, gadis yang biasa disapa Via, sudah lolos pada seleksi tingkat Kabupaten dan Kecamatan yang diikuti ratusan peserta.

Pagi itu, wajah Vivia (16) terlihat ceria. Dengan didampingi ayahnya, Saidul, Via ditemui Kabar Serasan di halaman Kantor Pemkab Muara Enim. Via baru tiba di Kota Muara Enim, setelah menempuh perjalanan dari Kota Palembang, usai mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumsel. Selama perjalanan, Via didampingi Minang SPd, Kasi Pemberdayaan Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim.

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

“Nggak nyangka bisa lolos, karena persaingannya sangat ketat,� kata anak dari pasangan Saidul dan Meidyawati.

Menurut Via, dari Kabupaten Muara Enim, ada 6 wakil yang dikirim untuk ikut seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumsel. Via lalu menceritakan secara singkat soal pengalaman selama ikut seleksi Paskibraka tersebut. Menurutnya, ikut Paskibraka sudah menjadi cita-cita sejak duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Saat itu, dia termotivasi saat menonton acara televisi yang mensiarkan peringatan upacara 17 Agustus. “Mereka (anggota Paskibraka) terlihat gagah membawa bendera pusaka


PEMBANGUNAN foto: antaranews.com

sambil pegang baki,” kata gadis bertinggi badan 168 cm tersebut.

“Kita sebagai orang tua sangat bangga, dia bisa mengharumkan nama Muara Enim, dan bisa mewakili Provinsi Sumsel dalam

Paskibraka

di Istana Negara, Jakarta,” ujar gadis kelahiran Muara Enim, 11 April 1997.

Kata dia, rangkaian proses latihan dan seleksi yang dilalui cukup ketat, namun Via mengaku cukup enjoy. Dari seleksi tingkat Kabupaten pada 16-17 April 2013, kata dia, dirasakan tidak terlalu berat. Materi yang diberikan seperti, parade dan kesehatan, PBB, jasmani, psikotest, wawancara, kesenian, dan pengetahuan umum dilaluinya dengan baik.

Tes yang dirasakan cukup berat, kata dia, yakni saat di tingkat Provinsi yang dilaksanakan pada 19-22 Mei 2013, pada ujian lari. Meski sudah biasa jogging, namun lari sejauh 5 keliling dirasakannya banyak menguras tenaga. Namun, semua itu seolah sirna, setelah dia mengetahui terpilih menjadi wakil dari Provinsi Sumsel pada Paskibraka tingkat nasional. Dikatakan Via, rangkaian kegiatan seleksi dan latihan di tingkat Provinsi Sumsel yang dilaksanakan di Asrama Haji cukup padat. Sejak subuh sekitar pukul 04.30 dia sudah diminta bangun pagi. “Kita sudah disuruh bangun, solat, senam pagi bersama, dan lanjut baris berbaris,” kata gadis yang bercita-cita jadi Polwan tersebut.

Sebelum mengetahui lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional, Via bercerita sempat ‘dikerjai’ panitia saat pengumuman Rabu siang (22/5). Saat itu, kata Via, seluruh peserta dikumpulkan dan diberikan amplop dengan isi berbeda. Dalam amplop yang diterimanya, menurut Via, bertuliskan coba lagi.

“Setelah itu panitia nanyo samo aku, ngapo kau pucat, tahu dak, itu artinyo kamu itu

foto: Dok. Kabar Serasan

Gadis kelas I, yang masuk kelas unggulan itu mengatakan, saat ini dia masih menunggu kabar dari Dispora Provinsi Sumsel. Menurut dia, pada 15 Juli 2013 mendatang dia diminta sudah ke Palembang. Saidul sendiri mengaku sangat bangga dengan putrinya.

sering melanggar peraturan, suka nyeleneh dewek. Kamu tu dak lulus, baik kabupaten, provinsi apolagi nasional, balik bae kau ke kecamatan,” kata Via menirukan ucapan seorang panitia. Setelah itu, kata dia, dia disuruh minta maaf ke panitia.

Tak cukup disitu, dia lalu diminta mencari jawaban lain ke dalam kotak, dan dikasih amplop kosong. Terakhir, dia diberi topi salah satu panitia, dan di dalamnya terdapat amplop. Dari dalam amplop yang dibuka di depan peserta lain, baru jelas dia mengetahui, yang isinya selamat anda lulus paskiraka tingkat nasional 2013. Spontan, teman-temannya mengucapkan selamat kepadanya. Namun, sebelum mengetahui pengumuman lolos tingkat nasional, menurut Via, malam sebelumnya dia sempat mendapat perlakuan berbeda. Bila sebagian besar teman-temannya dites baris berbaris. Dia bersama beberapa rekannya, dites senyum dan mengangkat tangan. “Saya disuruh senyum semanis mungkin,

Vivia Lidia Sari

Paskibraka tingkat nasional,” kata pria yang bekerja sebagai jurnalis tersebut.

Apa yang diraih Via tentu saja sangat membanggakan bagi masyarakat Muara Enim. Namun hal ini tentu saja tidak terjadi begitu saja,tapi melalui proses yang panjang. Selain diperlukan displin yang tinggi dari Via sendiri, peran para guru dan pembimbing tentu saja tidak bisa diabaikan. Mereka tentu bekerja keras untuk mendidik anak asuhnya hingga mencapai level tertinggi. Hanya dengan kerja keras, disiplin dan keinginan yang kuatlah prestasi dapat diraih. Selamat Vivia. (Amri/me- 01).

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

13


SKPD

foto: Dok. Humas

60 CPNS Katagori K1 Dilantik

Bupati Muara Enim Serahkan SK pengangkatan PNS

S

etelah menjalani proses yang cukup panjang, akhirnya sebanyak 60 orang tenaga honorer katagori K1 dilingkungan Pemkab Muara Enim dilantik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pelantikan itu dilakukan Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar di halaman Pemkab Muara Enim, Jumat (31/5) sekitar pukul 07.30 WIB.

Acara pelantikan itu dihadiri Sekda Muara Enim, H Taufik Rahman SH, Wakil Ketua Komisi I DPRD Muara Enim, H Darmadi Suhaimi SH, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim lainnya. Pada acara pelantikan itu, turut hadir keluarga CPNS yang dilantik yang duduk di kejauhan dari arena pelantikan. Bupati Muara Enim, pada

14

pelantikan itu mengatakan, pengangkatan tenaga hononer menjadi CPNS berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2007 dan terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 56 tahun 2012 . Menurutnya, pengangkatan CPNS dari tenaga honorer katagori K1 telah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ’Pengangkatan CPNS ini berjumlah 60 orang, tenaga guru sebanyak 2 orang, tenaga kesehatan sebanyak 1 orang dan tenaga teknis lainnya sebanyak 57 orang,” jelas bupati.

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

Kepada CPNS yang dilantik bupati menegaskan agar memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, bukan malah sebaliknya minta dilayani. Karena sebagai seorang CPNS telah mengikat diri pada suatu peraturan dan ketentuan yang berlaku.

’Saya ingin mengingatkan saudara saudara bahwa sebelum diterima sebagai CPNS saudara telah memberikan pernyataan bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia. Untuk itu tidaklah berlebihan bila saya meminta saudara untuk dapat menunaikan tugas dan kewajiban sebagai CPNS dimanapun ditempatkan,” tegas Bupati. (me)


SKPD

Dinas PU Kaji Kelaikan Jembatan foto: Dok. Humas

mengkaji sejumlah jembatan yang ada, bagaimana kelayakan secara teknis.

“Kita akan melakukan kajian mengenai kelayakan secara teknis mengenai sejumlah jembatan yang ada di Muara Enim,� kata Kepala Dinas PU Bina Marga Eddy Eliyzon, kemarin.

Menurut Eddy, kajian teknis untuk mengetahui bagaimana kelayakan konstruksi, dengan dilalui beban yang ada. Apalagi sebagian besar jembatan sudah berusia cukup lama. Hanya saja, jembatan yang dikaji secara teknis tersebut bukan merupakan jembatan provinsi atau jembatan negara. Melainkan semua jembatan yang statsunya milik Pemkab Muara Enim. Pengkajian itu sudah dimulai ini.

menurutnya, saat ini masih dalam tahap inventarisasi mengenai berapa banyak jumlah jembatan yang ada. Tak hanya itu, pihaknya juga bakal melakukan kajian mengenai tembok penahan yang ada di sekitar plaza Jembatan Enim I, maupun jembatan Enim 2.

Kadis PU Bina Marga Edy Elizon

S

ejumlah jembatan yang saat ini masih terbentang di wilayah Muara Enim akan dikaji kelaikan

secara teknis. Pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Muara Enim akan menginventarisasi dan

Pihaknya juga memiliki rencana konsep menyatukan daerah Muara Enim sampai Tanjung Enim. Juga ada jalan yang dapat dilalui, seperti di daerah Simpang Kepur, transad, sampai Tanjung Enim dan Desa Darmo. Lalu, juga Muara Enim, Suban Jeriji, Lecah, Lubay. (me)

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

15


foto: Dok. Humas

SKPD

SLA Muara Enim

Lulus 100%

Seluruh siswa SLA di Kabupaten Muara Enim yang mengikuti UN dinyatakan lulus. Peserta UN tersebut terdiri dari siswa SMA negeri dan swasta sebanyak 4.641 orang, siswa SMK negeri dan swasta sebanyak 2.322 orang dan siswa MA negeri dan swasta sebanyak 610.

H

asil ujian nasional tingkat SMA di Muara Enim, menggembirakan. Dari 7.573 orang siswa SMA, SMK dan MA negeri dan swasta yang mengikuti Ujian Nasional (UN) dinyatakan lulus 100 persen. ”Kita patut bersukur karena telah berhasil mencapai target tingkat kelulusan 100 persen pada UN tahun ini,” jelas Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Nasional Muara Enim, Drs Winarto MA usai pengumuman. Menurutnya, sebanyak 7.573 orang siswa yang mengikuti UN tersebut terdiri dari siswa SMA negeri dan swasta sebanyak 4.641 orang, siswa SMK negeri dan swasta sebanyak 2.322 orang dan siswa MA negeri dan swasta sebanyak 610 orang.

16

”Pada UN kali ini kita juga bersyukur karena SMKN2 Muara Enim mendapatkan pringkat pertama terbaik tingkat Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Dijelaskannya, pengumuman siswa tersebut dilakukann oleh masingmasing sekolah. Pengumuman tersebut juga disampaikan pihak sekolah kepada siswa melalui POS ada webside. ”Kita memang menganjurkan agar pengumuman itu disampaikan melalui webside dan via Pos. Tujuannya untuk mengantisipasi aksi corat coret siswa. Karena kita sudah menghimbau tidak dibenarkan melakukan aksi corat coret pakaian seragam. Siswa kita anjurkan agar memberikan pakaiannya kepada adik kelas sehingga bermanfaat,” jelasnya.

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Unggulan Muara Enim, Darmadi mengatakan, siswanya lulus 100 persen. Menurutnya, pengumuman itu disampaikan melalui webside atas dasar pertimbangan karena para siswa siswi sekolah tersebut sudah banyak yang mengikuti bimbingan tes masuk Pergruan Tinggi Negeri (PTN). "Walaupun kita umumkan melalui webside tetapi secara administrasi tetap diumumkan melalui tertulis di sekolah,” jelas Darmadi.

Pada kelulusan UN tahun ini, lanjutnya siswanya yang mendapatkan nilai tertiggi dari jurusan IPA bernama Ratna Riskiana dengan nilai UN 51,80 dan jurusan IPS bernama Friska Febrianti dengan nilai UN 51,25. (Me)


SERBA SERBI

foto: Dok. Kabar Serasan

Polri, TNI dan Pemkab Senam Sehat Bareng

senam

Dengan diadakannya senam sehat bersama, ini membuktikan unsur muspida mendukung program pemerintah Sehat, Mandiri, Agamis dan Sajahtera. Selain itu kegiatan ini juga mempererat silaturrahmi antar aparatur pemerintah

U

ntuk menjalini hubungan silaturrahmi antar Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan seluruh jajaran instansi di lingkungan Pemkab Muara Enim mengikuti senam sehat bersama, di GOR Pancasila Muara Enim, Jumat (3/5) pagi. Seluruh prajurit TNI dari Kesatuan Batalion Yyonif 141 AYJP, Komando Distrik Militer (Kodim) 0404 Muara Enim, anggota personil Polres Muara Enim. Tampak terlihat ikut dalam senam sehat, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dan Wakil Bupati H Nurul Aman SH, Kapolres Muara Enim AKBP M Ari Waka Polres Kompol Rifka, Kabag Ops Ari, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Siswono. Kegiatan senam sehat diikuti sekitar

500 peserta, selama 30 menit mengikuti senam sehat yang dipandu oleh instruktur yang didatangkan langsung dari Palembang.  Untuk memeriahkan kegiatan senam bersama tersebut Bupati dan Polres Muara Enim memberikan hadiah undian doorprize. Kapolres Muara Enim AKBP M Aris dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan senam sehat merupakan bentuk silaturrahmi sesama instansi dalam wilayah Kabupaten Muara Enim. “Semoga kegiatan ini dapat mempererat silaturrahmi diantara kita, Polri, TNI dan Pemkab Muara Enim,” ungkap Aris.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan

dirinya sangat mendukung dengan diadakannya senam sehat bersama. Kegiatan tersebut akan diadakan sebulan sekali secara begiliran.

“ Dengan diadakannya senam sehat bersama, membuktikan unsur muspida mendukung program pemerintah Sehat, Mandiri, Agamis dan Sajahtera,” jelas Muzakir.

Kegiatan seperti ini memang sangat diperlukan. Jika sering dilakukan, selain menjaga silaturrahmi juga akan berdampak pada keakraban sesama aparat pemerintah seperti PNS, Polri dan TNI. Dengan sering bertemu akan tercipta sinergi dalam melaksanakan tugas masing-masing. Hingga pada akhirnya berdampak pada kemajuan pembangunan yang dilaksanakan di daerah ini.(me-01)

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

17


SERBA SERBI

T

Mahasiswi Akbid Berkebun foto: Dok. Humas

erobosan yang cukup unik dan inovatif dilakukan Direktur Akademi Kebidanan Muara Enim, Hj Rita Kamalia M.Kes. Para mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Muara Enim yang dia pimpin tidak saja dididik masalah kesehatan, tetapi mereka juga ajarkan cara berkebun tanaman hortikultura yang baik. Rita berharap, dengan kegiatan ini , ketika mereka selesai mengikuti pendidikan kebidanan di lembaga tersebut, mereka juga memiliki jiwa enterprenership. Kegiatan ini memang tergolong cukup sederhana, tetapi membawa manfaat yang cukup besar bagi sang mahasiswa maupun kepada wali mahasiswa yang telah mempercayakan anaknya untuk menuntut ilmu di lembaga tersebut. Saat ini Akbid Muara Enim merupakan satu-satunya sekolah kebidanan di Sumsel yang mengajarkan anak didiknya untuk berkebun palawija.

Uniknya kebun tersebut dibuat disepanjang jalan areal kampus dalam pollybag dan lahan kosong yang ada di sekitar kampus Akbid tersebut. Sehingga suasana kampus benar-benar indah dipandang karena disisi kiri dan kanan jalannya dihiasi tanaman hortukultura yang subur dan berbuah. Jenis tanaman yang ada dikebun ini antara lain, semangka tanpa biji, melon, cabai parai, pepaya dan ada juga tanaman toga dan sayur sayuran seperti kangkung dan bayam. Kebun ini punya nilai estetika yang tinggi. Karena tanaman itu benarbenar ditata sedemikaian rupa sehingga menjelma seperti taman hortikultura. Rita menjelaskan, inovasi yang

18

Direktur Akbid Hj. Rita Kamalia memperlihat kebun Hortikultura Mahasiswi Akbid

dilakukannya terinspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus tersebut. Karena selama ini, kata Rita, setiap melakukan kegiatan ekstrakurikuler selalu meminta bantuan dana kepada Ikatan Wali Mahasiswa (Iwama).

” Saya berpikir bagaimana anakanak ini diajarkan jiwa enterprener  agar bisa mandiri. Saat ini yang kita lakukan dengan cara membuat kebun hortukultura dengan memanfaatkan areal perkarangan kampus ini,” jelas Rita ketika ditemui di Kampus Akbid pada medio Juni 2013 lalu. Untuk melaksanakan idenya, dia kemudian bekerjasama dengan seorang ketua kelompok tani bernama Suyatmin.

Rita menuturkan penanaman perdana ini sepenuhnya dilakukan Suyatmin bersama 2 orang anak buahnya. Sedangkan mahasiswa baru sebatas melihat, mendengar dan belajar kepadanya. Tanaman yang dirawatnya saat ini berusia  47 hari dan satu bulan lagi diperkirakan sudah panen.

Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013 |

KABAR SERASAN

”Tanaman ini diperkirakan satu bulan lagi panen dan hasil panen kebun ini murni diserahkan kepada mahasiswa,” jelasnya. Kemudian untuk berkebun selanjutnya, kata Rita, sepenuhnya dilakukan mahasiswa dengan pengawasan Ketua Kelompok Tani tersebut. Sedangkan modal dasar untuk membuat kebun tersebut bersumber dari dana Imawa. 

Sementara luas lahan areal kampus yang dipakai berkebun seluas sekitar 7000 m2 tergabung dari lahan terbuka dan lahan dipinggir jalan. Dalam melakukan perawatan tanaman tersebut di gunakan pupuk semi organik. Hal ini dilakukan karena peralatan untuk pembuatan pupuk organik belum tersedia. Namun demikian, kebun ini tidak menggunakan pestisida, tetapi menggunakan pupuk semi organaik. Untuk penaman yang akan datang, kebun ini akan menggunakan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang ada di  asrama mahasiswa Akbid. (Amri/ Me-01)


SERBA SERBI

foto: Dok. Humas

Guru dan Siswa Berprestasi Dapat Hadiah

Bupati ME serahkan hadiah kepada Guru dan Siswa Berprestasi

P

eringatan hari pendidikan nasional di Kabupaten Muara Enim diisi dengan pemberian hadiah kepada sejumlah guru dan siswa berprestasi. Pemberian hadian itu dilakukan Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar, disela sela acara peringatan hari pendidikan nasional yang dipusatkan di halaman Pemkab Muara Enim, Kamis (2/5). Dalam peringatan itu, peserta upacara juga dihibur dengan penampilan marching band dari SD 26 Kecamatan Lawang Kidul.

Juga ada unjuk kemampuan dari gabungan 40 pelajar seleksi yang tergabung dalam polisi cilik Satlantas Polres Muara Enim. berbagai kategori siswa berprestasi itu, mulai juara olimpiade sains dan MIPA siswa tingkat kabupaten, juara lomba kreatifitas, sampai penerima beasiswa. Dalam kesempatan itu, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengucapkan selamat hari pendidikan nasional. Melalui momentum hari tersebut, kata Muzakir, pelajar di Muara Enim diharapkan dapat lebih

meningkatkan prestasinya kedepan. “Persaingan kedepan akan semakin ketat, karenanya kedepan dituntut siswa dan guru kompeten,� kata Muzakir.

Bupati Muara Enim juga berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Muara Enim terus ditingkatkan. Saat ini, kata dia, Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Kualitas pendidikan di daerah Muara Enim, kata dia, jangan sampai kalah dengan daerah lain.

KABAR SERASAN | Edisi 30 | Tahun ke III | Mei 2013

19


Bupati Muara Enim Ir. Muzakir Sai Sohar (tengah) sebelum menerima penghargaan Adipura

foto: Dok. Humas dan Protokol

foto: Dok. Humas dan Protokol

LENSA SERASAN

Pejabat Muara Enim yang ikut mendampingi bupati Menerima Penghargaan Adipura, a.l Ka BLH, Kadis Ck dan Staf Ahli

foto: Dok. Humas dan Protokol

foto: Dok. Humas dan Protokol

Muzakir Menerima Penghargaan Adipura yang Kelima

Pengangkatan PNS di Lingkungan Pemkab Muara Enim

foto: Dok. Humas dan Protokol

foto: Dok. Humas dan Protokol

Penyedian Air Bersih Bagi Masyarakat

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Memberi Ucapan Selamat kepada PNS yang baru diangkat


Kabarserasan Edisi 30 (Mei 2013)  

Kabarserasan Edisi 30 (Mei 2013)

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you