Page 1

Kabar Serasan MEDIA PEMBANGUNAN MUARA ENIM

Muara Enim akan Bangun 400 Unit Rumah Murah EDISI 17 - TAHUN 2 - APRIL 2012


DARI MEJA BUPATI: Manfaat Program PNPM Mandiri ...... 4 06

OPINI: Pak Wid, Selamat Jalan ....................... 5 SOROTAN: Program Rumah Murah Untuk PNS ... 6

08

10

12

15

16

17

PEMBANGUNAN: Muara Enim akan Bangun 400 Unit Rumah Murah ...................................... 8 NASIONAL: Dana PNPM Kabupaten Muara Enim Naik Signifikan .................................. 10 Prof. Widjajono dan Pembatasan Premium .............................................. 11 SKPD: Muara Enim Laksanakan Diklat Pim Tingkat IV ......................................... 12 Ruko Sarang Burung Walet Akan Ditertibkan ......................................... 13 Tenaga Honorer K1 Segera Diangkat, K2 Didata Ulang CPNS ......................... 14 Longsor Landa Padang Bindu hingga Talang Keli ......................................... 15 Lima Mahasiswi Akbid Dapat Beasiswa dari Bupati ......................................... 16 SERBA SERBI: Muara Enim Miliki Dua sirkuit ............ 17 Septriandi Setia Permana: “Saya Lebih Semangat dan Bekerja Lebih Gesit Lagi” 18 RESEP NUSANTARA: Botok Mlanding, Ayam Bakar Manis Pedas .................. 19

Kabar Serasan Penerbit: YPM MUARA ENIM BANGKIT Pelindung: Ir. Muzakir Sai Sohar

PU/PP/Penanggung Jawab: Firdaus Masrun Pemimpin Redaksi: Khairul Amri Redaktur: M. Lutfi

Staf Redaksi: Muhammad Al Hadi Toto Fotografer: Riana

Design Grafis: A. Raghib Amirullah

Manajer Adm/Keu dan Sirkulasi: Tita Zen Alamat Redaksi : Perumahan Depok Maharaja B3/8 RT 01/15 Pancoran Mas - DepokJawa Barat Telp. (021) 2616 1894 Fax. (021) 7788 5465

Hotline: 0811926736/08176696468 Email: redaksi@kabarserasan.com

Redaksi menerima kiriman tulisan dari pembaca. Bagi yang tulisan yang dimuat akan diberikan uang lelah dan Tulisan maksimal 2 halaman folio (7500 Karakter) dan tidak menyangkut SARA.

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

3


DARI MEJA BUPATI

Manfaat Program PNPM Mandiri Ir. H. Muzakir Sai Sohar, Bupati Muara Enim

D

alam rakernas tersebut ada pesan penting yang disampaikan Wapres bahwa PNPM Mandiri tahun ini tetap memperhatikan dan mempertahankan aspek-aspek yang menjadi kekuatan PNPM, yaitu partisipasi dan akuntabel. Format ini, kata Wapres, jangan diubah, tapi justru harus diperkuat.

Di Kabupaten Muara Enim, jumlah alokasi dana PNPM Mandiri Pedesaan pada 2012 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu. Tahun ini, PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp.17,1 miliar, naik Rp.4,9 miliar dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp.12,2 miliar. Tujuan PNPM adalah mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Program PNPM Mandiri Pedesaan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan. Dalam pelaksanaannya

Dalam Rakernas Sosialisasi PNPM yang diselenggarakan di Jakarta pada 26 Maret lalu, Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyatakan bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri menjadi pokok pembahasan atau pembelajaran bagi negara-negara lain sebagai contoh program penanganan kemiskinan yang berhasil dilakukan pemerintah Indonesia. di Kabupaten Muara Enim PNPM Mandiri Perdesaan ini sudah sesuai seperti yang diharapkan.

Selama program ini berjalan, tidak ada keluhan dari masyarakat, baik dari sisi penggunaan dana maupun programnya sendiri. Ke depan, jika memang dibutuhkan masyarakat, dana program ini akan ditambah melalui APBD. Jadi kita tidak terpaku dengan dana dari pusat saja. Yang penting program ini betulbetul diawasi agar tidak terjadi kebocoran dalam pelaksanaannya. Sehingga tujuan program ini, yaitu untuk percepatan pengentasan kemiskinan, dapat berjalan maksimal. Kita bisa mencontoh daerah lain yang lebih maju, dengan modal di bawah Rp.5 juta, namun bisa berkembang sedemikian rupa. Itu yang harus kita contoh. Mereka bisa, kenapa kita tidak? Dalam kunjungan ke desa-desa atau kelurahan, secara pribadi, saya tidak segan-segan membantu kelompok

masyarakat yang membutuhkan modal kerja. Dari Rp.5 juta, bahkan ada yang mencapai Rp.50 juta. Sayangnya, modal kerja yang diberikan kurang berkembang. Karena apa? Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan dan pengawasan.

Ke depan, pemberian modal kerja ini harus lebih selektif. Artinya yang diberikan bantuan adalah kelompok masyarakat yang memang sudah ada usaha, dan betul-betul berkeinginan maju, namun kurang modal. Kemudian Simpan Pinjam Perempuan(SPP), yang jelasjelas bisa membantu menaikkan perekonomian keluarga. Bahkan SPP ini untuk Kabupaten Muara Enim mengalami surplus. Tentu saja hal ini sangat menggembirakankan. Karena dari sini terlihat ada keinginan kuat dari masyarakat yang ingin menaikkan taraf perekonomiannya. Jika keinginan sudah ada, Pemkab Muara Enim tinggal memfasilitasi. ]

No Telepon Penting di daerah Muara Enim:

Polres Kodim Pemadam Kebakaran RSUD DR H M Rabain

4

(0734)421-192 (0734)421-059 (0734)421-113 (0734)421-192

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

Gangguan PLN Gangguan Telkom PDAM Tirta Lematang Askes Cab Pemb. ME

(0734)421-601 (0734)421-999 (0734)421-093 (0734)422-678


OPINI

Dalam kerangka berfikir seperti itulah, Pak Wid terus mengkampanyekan bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia memaksimalkan pemakaian energi alternatif seperti batubara, gas, panas bumi gas metana batubara atau coal bed methane (CBM) yang kekayaannya melimpah, tapi masih dipandang sebelah mata. Nah, Dalam konteks inilah pemikiran Pak Wid terkait dengan kita, masyarakat dan daerah Kabupaten Muara Enim, sebagai daerah dengan kekayaan potensi energi alternatif yang melimpah tapi belum dipakai—secara—maksimal.

PAK WID, SELAMAT JALAN

S

(Oleh Firdaus Masrun)

abtu, 21 April 2012 lalu masyarakat di Tanah Air dikejutkan kabar meninggalnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Widjajono Partowidagdo, dalam kegiatannya mendaki Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lalu apa hubungannya dengan kita, masyarakat dan daerah Kabupaten Muara Enim?

Tentu saja ada hubungan. Bahkan menurut penulis, sangat berkait erat. Pak Wid (demikian sang Wamen akrab dipanggil) adalah pakar perminyakan dan dikenal tokoh yang terus memperjuangkan pemakaian energi alternatif, atau istilah lainnya energi terbarukan, di luar BBM (Bahan Bakar Minyak). Widjajono adalah tokoh penting di balik kebijakan pemerintah membatasi pemakaian

sekaligus menaikkan harga BBM jenis premium yang selama ini terus disubsidi pemerintah. Maksudnya jelas, agar kita mulai mengurangi pemakaian BBM jenis ini. Bukan saja karena subsidinya terus membebani keuangan negara, tapi juga ketersediannya di seluruh dunia yang makin menipis. Itu sebabnya, Pak Wamen ini terus mengkampanyekan pentingnya mengurangi pemakaian BBM premium. Salah satu caranya, menurut Pak Wamen, harganya dinaikkan dan membatasi pemakaiannya. Untuk menggambarkan dilematisnya persoalan ini, dalam satu kesempatan Widjojono pernah berucap, “Silahkan, Pilih jalan sulit tapi berhasil secara jangka panjang atau pilih yang gampang tetapi tidak ke mana-mana?�

Sayang, tokoh ini telah pergi. Bahkan dianggap banyak pihak, sebagai kepergian yang terlalu cepat. Pemikirannya yang segar dan orisinil masih sangat diperlukan dan relevan bagi masa depan bangsa ini, khususnya bagi kepentingan masa depan Kabupaten Muara Enim. Bayangkan, jika pemikirannya diteruskan, dan pemerintah meresponnya dalam bentuk kebijakan konkrit, betapa menguntungkannya bagi daerah yang kaya akan potensi enegeri alternatif ini. Tak hanya batubara yang melimpah, tapi juga gas metana batubara atau coal bed methane (CBM), gas bumi, apalagi geothermal yang konon potensinya terbesar di dunia.

Terbayang, kejayaan energi alternatif itu berselaras dengan derap pembangunan dan kemajuan daerah ini. Tidak saja pendapatan daerah akan melonjak pesat, tapi juga serapan tenaga kerja akan beriring sejalan dengan kesejahteraan masyarakat yang akan makin meningkat. Tapi tak apalah, meskipun telah pergi, tapi pemikirannya akan terus terpakai. Selamat jalan Pak Wid, semoga sumbangan pemikiranmu menjadi amal ibadah, dan membawa manfaat bagi kami yang kau tinggalkan. ] (Penulis adalah Ketua Umum YPM Muara Enim Bangkit)

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

5


SOROTAN

Program rumah sangat murah Kemenpera ini bukan tanpa masalah. Kritik juga berdatangan dari sejumlah kalangan. Yang paling banyak disorot terkait subsidi pemerintah dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada pengembang yang membangun hunian dengan luas bangunan minimal 36 meter persegi atau tipe 36 ini. Tapi Kemenpera jalan terus hingga sekarang dan mendapat dukungan banyak kalangan.

Program Rumah Murah Untuk PNS Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan beberapa kabupaten dan BUMN, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) rumah sangat murah tipe 36 bernilai Rp.25 juta di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Rabu, 18 April 2012. Rumah murah ini diprioritaskan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum punya rumah. foto: Dok. Kabar Serasan

D

i antara kabupaten dan BUMN yang menandatangani MoU rumah sangat murah tersebut adalah Kabupaten Muara Enim dan PT Tambang Batubara (PTBA) Persero. Tentu saja program Kemenpera ini mendapat sambutan luas, karena banyaknya PNS yang belum memiliki rumah sendiri. Untuk tahun 2012, Kabupaten Muara Enim mendapat alokasi sebanyak 400 unit.

Mengacu dari rencana kerja Kemenpera 2012, pembangunan rumah murah ini—bersama rumah sangat murah—merupakan satu dari lima program pro-rakyat klaster IV Kemenpera, dengan kelompok sasaran masyarakat nelayan dan masyarakat di daerah tertinggal. Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Iskandar Saleh dalam paparan Rencana Kerja Kemenpera 2012 pada akhir Desember 2011 lalu mengatakan, untuk tahun 2012 anggaran program ini sebesar Rp.9,5 triliun. Untuk pembangunan rumah sangat murah sebanyak 16.933 unit. Program rumah sangat murah ditujukan kepada masyarakat dengan pendapatan kurang dari Rp.1,2 juta per bulan seharga Rp.6 juta - Rp.11 juta. Sedangkan untuk rumah-murah ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan berkisar Rp.1,2 juta tetapi kurang dari Rp.2 juta, harga jual rumahnya Rp.25 juta. Masyarakat tidak dikenai uang muka dengan bunga 6,42 persen

6

Kawasan perumahan murah.

dan tenor sampai dengan 15 tahun. Dengan tipe rumah 36 meter persegi, masyarakat dapat mengangsur Rp.220.500 per bulan.

Program rumah sangat murah dan rumah-murah dari Kemenpera ini sebenarnya merupakan tindaklanjuti dari amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dilontarkan di awal 2011. Saat itu Presiden minta Kemenpera membangun rumah murah dengan harga Rp.5 juta-Rp.10 juta per unit. Satu tahun berlalu, Kemenpera

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

pun menggodok amanat itu hingga muncul angka realistis. Menurut mereka, rumah murah itu seharga Rp.25 juta.

Menurut Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, sesuai petunjuk Presiden, rumah murah seharga Rp.25 juta ini merupakan rumah sehat dengan dinding dicor, di tengah-tengahnya diberi besi beton dengan ketebalan 5 sentimeter, dinding dari semen pasir, serta memiliki jendela, pintu, kamar mandi, dan tentunya kamar tidur.


SOROTAN Dalam pelaksanaannya—terutama menyangkut Program Kredit Perumahan Rakyat (KPR)— Kemenpera telah mencapai kesepakatan dengan empat bank BUMN sebagai penyalur KPR. Kesepakatan tersebut tertuang dalam bentuk perjanjian kerjasama operasional (PKO) dengan skema porsi dana 50:50 dengan suku bunga kredit 7,25%.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Ada beberapa perbedaan mendasar antara KPR FLPP tahun 20102011 dan KPR FLPP tahun 2012. Berdasarkan komponen suku bunganya, KPR FLPP tahun 20102011 untuk rumah tapak berjenjang sesuai nilai KPR, dari 8,15% sampai 8,50%. Untuk rumah susun berjenjang sesuai nilai KPR dari 9,25% ke 9,95%. Sementara itu, pada KPR FLPP untuk 2012, baik rumah tapak juga rumah susun, bersuku bunga sebesar 7,25 persen. Untuk penghasilan pokok maksimal, menurut FLPP lama, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan Rp.2,5 juta per bulan untuk rumah tapak, dan Rp.4,5 juta per bulan untuk rumah

susun. FLPP baru diberikan kepada MBR dengan penghasilan Rp.3,5 juta per bulan untuk rumah tapak, dan Rp.5,5 juta per bulan untuk rumah susun.

Menyangkut harga rumah, pada FLPP lama, baik rumah tapak maupun rumah susun, maksimalnya tidak dibatasi. Pada FLPP baru, untuk rumah tapak harganya sebesar Rp.70 juta, sedangkan rumah susun sebesar Rp.144 juta. Untuk nilai KPR maksimal yang bisa dipinjam dari bank, pada FLPP lama, untuk rumah tapak sebesar Rp.80 juta, dan untuk rumah susun Rp.135 juta. Selain itu, pada FLPP baru besaran KPR yang bisa dipinjam untuk rumah tapak Rp.63 juta, dan rumah susun sebesar Rp.126 juta. Besaran lantai rumah tapak pada FLPP tahun 2010-2011 bisa mencapai 36 meter persegi. Untuk FLPP tahun 2012, luas lantai rumah tapak minimal 36 meter persegi. Lalu proporsi dana FLPP terhadap dana bank pelaksana untuk FLPP tahun 2010-2011 bervariasi, tergantung nilai KPR, yaitu dana

FLPP 43% sampai 62%, sedangkan dana bank pelaksana 38% - 57%.

Untuk KPR FLPP 2012 proporsi dananya terdiri dari 50% dana FLPP dan dana bank pelaksana 50%. Persyaratan SPT dalam FLPP tahun 2010-2011 hukumnya wajib, sementara FLPP 2012 dapat diganti dengan surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani pemohon dan diketahui oleh pimpinan instasi bagi karyawan atau lurah/kepala desa bagi wiraswasta atau pekerja mandiri. Komponen biaya yang harus dibayarkan nasabah pada saat penandatanganan KPR meliputi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, biaya provisi, dan biaya administrasi, yang dalam KPR FLPP lama dibayar sesuai ketentuan bank pelaksana. Untuk saldo tabungan sebesar dua kali angsuran KPR.

Sementara itu, pada KPR FLPP 2012, asuransi jiwa dan kebakaran sudah termasuk dalam komponen bunga. Biaya provisi maksimal mencapai 0,5%, biaya administrasi sebesar maksimal Rp.250 ribu, dan tidak perlu saldo tabungan. ] Firdaus Masrun

Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah), didampingi oleh Menpera Djan Faridz (kiri) saat acara MoU Program Rumah sangat murah dengan beberapa BUMN.

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

7


foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

PEMBANGUNAN

Penandatanganan Kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama program prorakyat klaster IV bidang penanganan rumah sangat murah.

Muara Enim akan Bangun

400 Unit Rumah Murah

K

einginan pemerintah untuk menyediakan rumah murah bagi masyarakat yang tidak mampu tampaknya akan segera terwujud. Terkait hal itu, bertempat di Kantor Menko Perekonomian pada 18 April 2012, dilaksanakan penandatangaan kesepakatan bersama dan perjanjian antara Kementerian Perumahan Rakyat dengan beberapa kabupaten dan perusahaan BUMN dan swata. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, gerakan tersebut harus terus digalakkan karena banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah yang layak. “Bayangkan, ada 13 juta orang yang tidak punya rumah, lalu ada 4 juta

8

Pada tahun anggaran 2012, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Sosial memberikan bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 50 rumah untuk mendapat perbaikan. Perbaikan rumah bersumber dari dan APBD itu dengan cara memberikan bantuan bahan material bangunan.

yang rumahnya tidak layak. Maka pembangunan klaster IV harus dikerjakan dan dijadikan gerakan dan didukung oleh semua pihak. Karena kalau pemerintah saja tidak cukup,� paparnya.

Pengadaan rumah sangat murah merupakan salah satu Direktif Presiden Program Pro Rakyat Klaster IV yang diantaranya dilaksanakan dalam bentuk program perumahan

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

swadaya melalui peningkatan kualitas rumah masyarakat miskin.

Dalam pelaksanaan program tersebut diwujudkan dalam bentuk sinergi program dan kegiatan antara kementerian/lembaga, perguruan tinggi dan perusahaan pelaku Corporate Social Responsibility (CSR).

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, pemerintah akan


PEMBANGUNAN membebaskan biaya instalasi listrik dan biaya sertifikat tanah dalam pengadaan rumah murah, sehingga target harga satu unit rumah murah sebesar Rp.25 juta tetap bisa tercapai.

Seperti diketahui umumnya setiap pembangunan rumah akan dikenai biaya instalasi listrik dari Kementerian ESDM. Sementara untuk biaya sertifikat tanah berhubungan dengan Badan Pertanahan Nasional. Menurut Djan Farid, pemerintah menargetkan penyelesaian suratsurat bebas listrik dan sertifikat akhir bulan ini sudah keluar. Ia melanjutkan, pembebasan biaya-biaya ini meliputi gambar instalasi, penyambungan listrik, dan penyambungan gas rumah, termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

foto: Dok. BUMN.go.id

Sementara dari sisi perusahaan, kesepakatan juga dilakukan antara menpera dengan Bupati Lahat dan Direktur Utama PT Bukit Asam (persero) Tbk (PTBA), menpera dengan Bupati Muara Enim dan dirut PTBA dan antara menpera dengan presdir PT Freeport Indonesia. Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar yang ditemui Kabar Serasan usai penandatangan mengatakan, pemkab Muara Enim merasa bersyukur dengan adanya penandatangan kesepakatan dan kerjasama ini.

“Dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, Muara Enim menjadi salah daerah yang dipilih untuk menjalankan program ini, tentu saja hal ini harus kita laksanakan sebaikbaiknya,� ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam program rumah murah ini Kabupaten Muara Enim mendapat alokasi sebanyak 400 unit dari kemenpera. Dari 400 unit tersebut dibagi 200 unit dilaksanakan oleh pemkab dan 200 lagi oleh PTBA. Selain itu , kata Muzakir, pemkab juga akan memberikan bantuansebesar Rp.6 juta rupiah bagi masyarakat untuk perbaikan rumah agar rumah mereka layak huni. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah , baik pusat maupun daerah kepada masyarakat dari golongan yang tidak mampu.

Pada tahun anggaran 2012, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Sosial memberikan bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 50 rumah untuk mendapat perbaikan. Perbaikan rumah bersumber dari dan APBD itu dengan cara memberikan bantuan bahan material bangunan. “Tahun ini akan diberikan bantuan untuk perbaikan 50 rumah yang dinilai tidak layak huni di Kabupaten Muara Enim,� kata Muzakir.

Muzakir menambahkan, sasaran untuk bantuan itu baru dilakukan pada 5 kecamatan, yakni Tanah Abang, Penukal, Penukal Utara, Gunung Megang, dan Lawang Kidul. Bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan dan ditambah untuk upah pengerjaan. Pengerjaan rumah, kata dia, dilakukan sendiri oleh masyarakat. Mengenai rumah yang akan diperbaiki, kata dia, atas usulan dari masyarakat, melalui kepala desa. Penilaian dilakukan secara terbuka, dan baru dilakukan survey oleh tim dari Dinsos, apakah rumah yang diusulkan itu memang layak untuk dibantu. Salah satu pertimbangan juga, kalau penghasilan dari keluarga di rumah tersebut memang kondisi sulit. Program bantuan rumah tidak layak huni juga akan menjadi contoh. Jika memang baik, maka tahun berikutnya, akan diupayakan rumah yang dibantu akan lebih banyak. Tahun depan, kata bupati, diusulkan untuk penambahan jumlah rumah yang dibantu sebanyak 100 rumah.

Artinya kedepan Pemkab Muara Enim akan memberikan atensi yang lebih terhadap masyarakat yang tidak mampu dengan mengalokasikan porsi dana lebih besar dalam APBD,sehingga mereka mampu mandiri. ] Amr

Contoh rumah murah.

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

9


NASIONAL

Dana PNPM Kabupaten Muara Enim Naik Signifikan foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

program ini untuk percepatan pengentasan kemiskinan dapat maksimal. “Kita bisa mencontoh daerah lain yang lebih maju, dengan modal di bawah Rp.5 juta namun bisa berkembang sedemikian rupa. Itu yang harus kita contoh. Mereka bisa, kenapa kita tidak,” kata Muzakir.

Bupati Muara Enim, Ir. H Muzakir Sai Sohar bersama Kaban PMPD, Drs. H. Fajeri Erham, MM.

Bupati Kabupaten Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar meningatkan agar program PNPM Mandiri Pedesaan betul-betul diawasi dalam pelaksanaannya. Sehingga, program yang bertujuan untuk percepatan pengentasan kemiskinan ini dapat berjalan maksimal.

J

umlah alokasi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan untuk Kabupaten Muara Enim pada 2012 mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun lalu. Tahun ini PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp.17,1 miliar, naik Rp.4,9 miliar dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp.12,2 miliar. Hal ini disampaikan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar di selasela rapat kerja nasional sosialisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2012.

Menurut Muzakir, tujuan PNPM adalah mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan melalui

10

peningkatan kapasitas masyarakat. Program PNPM Mandiri Pedesaan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan. Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Muara Enim PNPM Mandiri Perdesaan ini sudah sesuai seperti yang diharapkan. Selama program ini berjalan, kata Muzakir, tidak ada keluhan dari masyarakat, baik dari sisi penggunaan dana maupun programnya sendiri. Ke depan, jika memang dibutuhkan masyarakat, dana program ini akan kita tambah melalui APBD. “Jadi Kita tidak terpaku dengan dana dari pusat saja,” ujarnya.

Namun Muzakir mengingatkan, agar program ini betul-betul diawasi agar tidak terjadi kebocoran dalam pelaksanaannya. Sehingga tujuan

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

Dia menuturkan, dalam kunjungan ke desa-desa atau kelurahan, secara pribadi, dia tidak segan-segan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan modal kerja. Ada yang Rp.5 juta, bahkan ada yang mencapai Rp.50 juta. Sayangnya, modal kerja yang diberikan tidak bisa berkembang. Lebih lanjut dia menuturkan hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan dan pengawasan. Ke depan, pemberian modal kerja ini harus lebih selektif. Artinya yang diberikan bantuan adalah kelompok masyarakat yang memang sudah ada usaha dan betul -betul punya keinginan untuk maju, namun kurang modal. Kemudian Simpan Pinjam Perempuan (SPP), yang jelas-jelas bisa membantu menaikkan perekonomian keluarga. Bahkan SPP ini untuk Kab Muara Enim mengalami surplus. “Ini yang prioritas yang harus dibantu,” pungkas Muzakir.

PNPM Mandiri memang suatu program yang mempunyai aspek ganda. Yang sekali kita lakukan, dampaknya bisa berlipat dari segi yang cukup bagus. Dan yang membanggakan, saat ini Indonesia menjadi tempat belajar bagaimana melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, karena PNPM menjadi contoh di dunia. Untuk itu pelaku maupun penggiat serta pembina PNPM Mandiri terus memelihara prestasinya yang dicapainya tersebut. ] Amr


NASIONAL foto: Dok.vivanews.com

Prof. Widjajono dan Pembatasan Premium Pakar perminyakan itu telah pergi. Namun, pemikiran orisinil Profesor Widjajono Partowidagdo di bidang pengembangan energi baru dan terbarukan ini setidaknya menjadi “pekerjaan rumah” pemerintah untuk meneruskannya.

K

etika pemerintah Indonesia sedang bersiap mengambil kebijakan radikal di bidang energi, dengan membatasi pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium, dan beberapa bulan ke depan kemungkinan akan menaikkan harga jualnya di tingkat pengecer, maka kepergian Wakil Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (Wamen ESDM) Profesor Widjajono Partowidagdo untuk selamanya, menjadi sangat menyentak. Seperti diketahui, Widjajono meninggal Sabtu, 21 April 2012, ketika sedang mendaki Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak dipungkiri, pakar perminyakan ini, salah satu tokoh di balik kebijakan dan langkah pemerintah itu. Presiden Susilo bambang Yudhoyono, mengangkat Guru Besar ITB Bandung ini sebagai Wamen ESDM, juga karena tertarik dengan pemikiran orisinilnya. “Saya mengenal almarhum adalah seorang yang memiliki pikiran strategis dan idealisme yang tinggi. Utamanya di bidang pembangunan energi dan pengembangan energi nasional kita,” kata Presiden SBY saat menyampaikan sambutan di rumah duka, Jl. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 22 April 2012, sesaat sebelum melepas kepergian jenasah sang Wamen ke peristirahatan terakhir.

Memang, Pak Wid, demikian ia banyak disapa, sangat gencar mengkampanyekan pentingnya kita masyarakat Indonesia mengurangi pemakaian BBM premium, dan

mulai beralih ke energi baru dan terbarukan, seperti batubara, gas, geothermal, gas metana batubara atau coal bed methane (CBM).

Di Indonesia, salah satu daerah yang memiliki potensi melimpah energi alternatif tersebut adalah Kabupaten Muara Enim. Bahwa daerah ini kaya akan batubara, sudah menjadi rahasia umum. Yang belum banyak diketahui, ternyata Kabupaten Muara Enim, misalnya, kaya akan potensi geothermal. Berdasarkan data di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Indonesia terdapat potensi geothermal sebesar 27.710 Mega Watt (MW) atau setara dengan 19 miliar barel minyak bumi. Dan tahukah Anda, 40 persen dari potensi itu, ada di Kabupaten Muara Enim—tepatnya di tepatnya di desa Penindaian (Lumut Balai) Kecamatan Semendo Darat Laut dan di desa Segamit (Rantau Dedap) Kecamatan Semendo Darat Ulu.

Dalam banyak kesempatan, Widjajono mengatakan bahwa ada persepsi yang salah di masyarakat kita selama ini bahwa Indonesia negara kaya minyak. Karena faktanya, menurut dia, Indonesia justru lebih banyak memiliki energi alternatif seperti batubara, gas dan gas metana batubara atau coal bed methane (CBM), shale gas, panas bumi dan air, serta bahan bakar nabati (BBN) yang selama ini belum dimaksimalkan pemakaiannya. “Indonesia tidak kaya minyak. Persepsi keliru lainnya ialah harga BBM harus murah sekali, tanpa berpikir bahwa hal itu menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk

subsidi BBM selain kebergantungan pada BBM. Sebagai negara net importer minyak dan negara yang tidak memiliki cadangan tidak terbukti, tidak bijaksana jika kita menjual harga BBM lebih murah dibandingkan negara yang cadangan minyaknya melimpah,” kata dia.

Menurut Widjajono, saat ini Indonesia lebih kaya energi terbarukan, seperti batu bara, gas, gas metana batu bara, panas bumi, dan air. Berdasarkan data, disebutkan Widjajono, tahun lalu produksi minyak 902 ribu barel per hari, produksi gas 1,5 juta barel ekuivalen minyak, dan batu bara 3,4 juta barel per hari, sementara BBM 499 ribu, gas 797 ribu, dan batu bara 2,4 juta barel. Cadangan gas tercatat 18,7 miliar atau lima kali lipat, sementara cadangan batu bara 67,8 miliar atau 18 kali lipat. Karena itu, lanjutnya, pemerintah kini mendorong percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan. Menurut dia, jenis energi itu cadangannya sangat potensial. Ia mencontohkan panas bumi dengan harga jual 9,7 sen dollar per kwh. Jika harga BBM dinaikkan, pengembangan panas bumi bisa dimaksimalkan. ] Firdaus Masrun/dari berbagai sumber

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

11


foto: Dok. Kabar Serasan

SKPD

Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar saat acara Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Lingkungan Pemkab Muara Enim.

P

embukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dilaksanakan pada awal April lalu. Diklat dilaksanakan di Mess PGRI. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh BKD Provinsi Sumatera Selatan, Kaban BKD Muara Enim, serta undangan lainnya. Bupati Muara Enim Ir. H. Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya mengatakan bahwa para peserta diklat PIM merupakan para calon pemimpin di masa akan datang. Oleh karena itu harus banyak bersyukur atas jabatan yang sedang diembannya. Karena hal tersebut merupakan amanah dan bukan hal yang mudah untuk didapatkan.

Muzakir menekankan, apabila seorang PNS ingin maju maka harus memperhatikan beberapa hal. “Pertama, perlihatkan prestasi siapapun pimpinan kita, kalau kita berprestasi pasti akan dilihat. Kedua, tunjukkan dedikasi yang tinggi kepada pimpinan. Ketiga, tunjukkan loyalitas, baik kepada pimpinan maupun terhadap pekerjaan, serta taat kepada peraturan yang berlaku. Keempat, tidak tercela baik dalam sikap maupun perilaku. Kelima, berdoa, mohon kepada Allah SWT

12

Muara Enim Laksanakan Diklat Pim Tingkat IV Muzakir Sai Sohar: PNS harus mempunyai kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral, bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya, serta sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. agar kita selalu dibimbing untuk memperoleh hal yang terbaik,� papar Muzakir.

Selain itu Muzakir juga menyebutkan bahwa sosok PNS harus mempunyai kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bemental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya, serta sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Bupati juga berharap melalui pelaksanaan diklat kepemimpinan dapat menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

umum dan pembangunan, mengemban visi dan misi Pemerintah Kabupaten Muara Enim, guna terwujudnya keinginan masyarakat. Selain itu, kepada para peserta diklat bupati berpesan, jika dalam hidup ingin memperoleh keberhasilan, mereka harus mempunyai ilmu, memiliki kemampuan atau skill, serta harus memiliki keinginan yang kuat dan harus memiliki tujuan yang jelas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Tamimi A Mursid, melaporkan sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV ini. ] wulan


SKPD

Ruko Sarang Burung Walet Akan Ditertibkan Penangkaran burung walet yang dilakukan dalam kota saat ini, selain membuat wajah kota menjadi kotor akibat kotoran burung tersebut juga mengganggu masyarakat di sekitarnya. foto: Dok. Kabar Serasan/Seno

burung walet seharusnya dilakukan di luar kota,” Thamrin menjelaskan. Sepengetahuan Thamrin, penangkaran burung walet yang dilakukan dalam kota saat ini, selain membuat wajah kota menjadi kotor akibat kotoran burung tersebut, juga mengganggu masyarakat di sekitarnya. Hal senada disamapikan Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar. “Saya senang melihat kota kita indah, jadi saya sependapat kalau penangkaran burung walet dilakukan di luar kota,” kata Muzakir. Ruko di kota Muara Enim yang banyak berubah fungsi menjadi sarang burung walet.

P

ara pengusaha sarang burung walet di Muara Enim yang memanfaatkan rumah toko (ruko) sebagai tempat usahanya siap-siap ditertibkan. Soalnya penangkaran burung walet tersebut kebanyakan tidak memiliki izin.

“Izin yang mereka ajukan untuk membangun ruko, bukan izin penangkaran burung walet. Namun pada kenyataannya ruko yang dibangun tersebut pada bagian lantai atasnya disalahgunakan menjadi penangkaran burung walet. Ini khan tidak benar,” jelas Ketua DPRD Muara Enim, M Thamrin AZ, ketika memberikan penjelasan kepada wartawan terkait rencana pembahasan Raperda Burung Walet, 10 April 2012. Menurut Thamrin, penangkaran

burung walet yang dilakukan tersebut selain melanggar tata kota, juga melanggar Peraturan Daerah (Perda). “Pendapat saya penangkaran

Untuk itu dia meminta agar Raperda Burung Walet yang dibahas dewan tersebut dilakukan secara komprehensif. Artinya, dalam Raperda itu dicantumkan pasal-pasal mengenai aturan penangkaran burung walet. Sehingga jika melakukan pelanggaran bisa diambil tindakan tegas. ] Amr

Salah satu bangunan sarang burung walet.

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

13


SKPD

Tenaga Honorer K1 Segera Diangkat, K2 Didata Ulang CPNS

foto: Istimewa

Sebanyak 1.060 tenaga honorer kategori 2 (K2) yang bekerja di bawah Januari 2005 didata ulang. Menpan RB akan memproses pengangkatan mereka menjadi CPNS.

Herman Effendi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pendataan itu.

“Sesuai surat edaran dari Menpan RB, perintahnya untuk kategori 2 mengisi formulir yang ada untuk disampaikan ke pusat. Dari hasil pendataan sebelumnya, yaitu sejak 2010, ada sebanyak 1.060 orang lagi yang masuk kategori 2,” kata Herman, 17 April 2012. Menurutnya, dalam perkembangan pendataan, kemungkinan ada perubahan seperti masalah masa kerja. Dari 1.060 orang tersebut, lanjut Herman, yang terbanyak dari kalangan pendidikan alias guru sekolah. Mereka yang masuk dalam kategori dua tercatat sebagai tenaga honor di bawah Januari 2005. Sedangkan yang tercatat sebagai tenaga honorer di atas tahun 2005 tidak dilakukan pendataan.

Sedangkan nama yang lolos dalam verifikasi yang dilakukan BKN dan BPKP, kata Herman, ada sebanyak 61 orang. Dengan sudah masuknya ke61 nama yang lolos verifikasi, untuk honorer K-1 sudah selesai, dan tidak ada lagi tersisa. Mereka yang masuk dalam kategori 1 (K1) lolos verifikasi pemerintah pusat, sudah diumumkan dan dapat dilihat di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muara Enim. “Dari kategori 1 ini tinggal menunggu petunjuk dari pusat, menanti realisasinya. Sejauh ini belum ada perintah untuk melakukan pemberkasan,” ujarnya.

Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil.

S

ebanyak 61 orang tenaga honorer K1 yang dibiayai dana APBD dan APBN di lingkungan Pemkab Muara Enim kini dapat bernafas lega. Soalnya tak lama lagi mereka akan diangkat menjadi CPNS. Hal ini dapat terjadi setelah adanya surat dari Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

14

Begitu juga para tenaga honorer K2—yang dibiayai non APBD dan APBN—berjumlah 1.060 orang. Mereka akan didata kembali dengan mengisi formulir yang disiapkan dari Kemenpan RB untuk segera diproses pengangkatannya menjadi CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muara Enim, Drs H

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

Tentu saja angin segar ini sudah ditunggu oleh para tenaga honorer yang memang sudah lama berkeinginan untuk segera menjadi PNS. Dalam pelaksanaanya, pihak terkait harus betul-betul melaksanakannya sesuai dengan peraturan dan sesuai data yang valid. Sehingga peristiwa yang terjadi di daerah lain, seperti munculnya namanama fiktif tidak terjadi di Kabupaten Muara Enim. Jika perekrutan PNS sesuai dengan mekanisme yang berlaku, kita bisa berharap PNS sebagai pelayan masyarakat dapat bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan kepadanya. ] Amr


foto: Dok. Humas dan Protokol ME

SKPD

Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar saat mengunjungi daerah longsor.

H

ujan deras yang mengguyur Muara Enim sejak pukul 17.00 WIB - 21.00 WIB, pada Rabu, 11 April 2012, mengakibatkan jalan menuju tiga kecamatan di wilayah Semende dan Lubuk Nipis Kecamatan Tanjung Agung longsor. Tanah longsor di ketinggian sekitar 30 meter yang menimbun badan jalan mengakibatkan akses akses lalu lintas menuju tiga kecamatan di Semende mengalami lumpuh total. Beberapa pohon besar juga ikut roboh. Setidaknya ada 15 titik tanah longsor yang menimbun badan jalan tersebut.

Tanah yang longsor terjadi mulai dari Desa Padang Bindu, Kecamatan Tanjung Agung sampai Desa Talang Keli, Kecamatan Semende Darat Laut. Dalam peristiwa itu empat tiang PLN yang baru selesai dipasang ikut roboh akibat terkena tanah longsor. Sebanyak dua unit mobil milik warga yang tengah melintas turut terkepung tanah longsor. Warga di tiga kecamatan yang ada di Semende yakni Semende Darat Laut, Semende Darat Tengah, dan Semende Darat Ulu, terpaksa memutar melalui Kota Agung Lahat dan jalan alternatif dari Desa Talang Barisan menuju Simpang Meo jika hendak ke Muara Enim.

Longsor Landa Padang Bindu hingga Talang Keli

Kondisi Bukit Barisan yang labil, sangat rawan terjadi longsor jika hujan deras. Longsoran tanah tersebut dapat menutupi badan jalan yang berada di kaki Bukit Barisan. Longsor serupa juga menutupi jalan menuju Desa Lubuk Nipis, Kecamatan Tanjung Agung. Setidaknya ada lima titik tanah longsor di sepanjang jalan desa itu. Bahkan di salah satu titik menyebabkan badan jalan desa menjadi putus total. Kondisi ini membuat warga yang tinggal di desa itu menjadi terisolir. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di dua titik Desa Muara Tenang dan Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu dan satu titik terjadi di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah. Kondisi badan jalan desa yang tertimbun tanah longsor berada di kaki Bukit Barisan dan sangat labil, sehingga sangat rawan longsor jika terjadi hujan deras.

Pemkab Muara Enim telah mengerahkan satu unit alat berat untuk mengangkat timbunan tanah

dan pepohonan yang menutup badan jalan tersebut.

�Pembukaan jalan menggunakan alat berat ini sifatnya darurat, kita hanya menyingkirkan timbunan tanah agar kendaraan bisa melintas. Penggusuran tanah longsor itu kita lakukan secepatnya sehingga sore ini akses jalan sudah bisa dilalui," jelas Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Muara Enim, Ir A Yani, di lokasi kejadian, Kamis, 12 Maret 2012. Sedangkan perbaikan secara permanen, lanjut Yani, akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. Karena status jalan tersebut merupakan jalan provinsi.

�Setelah akses jalan menuju Semende berhasil dibuka, lalu alat berat kita alihkan untuk membuka akses jalan Desa Lubuk Nipis yang juga terkena longsor,� jelasnya. ] Wulan

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

15


foto: Dok. Akbid

SKPD

Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar bersama lima Mahasiswi berprestasi didampingi Direktur Akbid, Rita Kamelia.

Lima Mahasiswi Akbid Dapat Beasiswa dari Bupati

S

etiap pelajar atau mahasiswa yang berprestasi biasanya selalu diikuti dengan penghargaan. Buktinya, sebanyak lima orang mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Muara Enim yang selama ini telah menunjukkan prestasinya mendapat apresiasi dari Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar. Kelima mahasiswi Akbid itu, Ade Ayu Zaini, Nopi Isnaini, Rika Ardila, Meiyana, dan Nopi Yulaika. Mereka secara spontan diberikan beasiswa oleh bupati saat melakukan audensi dengan orang nomor satu di Muara Enim itu, pada 17 April lalu. Saat audensi itu mereka didampingi Direktur Akbid Muara Enim, Hj Rita Kamalia. Dalam pertemuan itu, Rita menjelaskan kepada bupati prestasi kelima anak didiknya

16

Prestasi yang diraih Ade Ayu Zaini telah mengharumkan nama Kabupaten Muara Enim di tingkat provinsi. Ayu meraih juara II sebagai duta mahasiswi se Sumsel yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Sumsel beberapa waktu lalu. Atas prestasinya itu, Ayu bersama empat mahasiswi lainnya mendapat beasiswa dari Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar. dalam perkuliahan. Bahkan prestasi yang diraih Ade Ayu Zaini telah mengharumkan nama Kabupaten Muara Enim di tingkat provinsi. Ayu meraih juara II sebagai duta mahasiswi se Sumsel yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Sumsel. Bupati Muara Enim, dalam pertemuan itu mengatakan akan memberikan beasiswa kepada lima mahasiswi tersebut masing-masing

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

sebesar Rp.900 ribu/bulan yang akan dibayarkan per triwulan. Beasiswa tersebut nantinya dipergunakan untuk membayar uang SPP. Bupati juga berharap agar para mahasiswi tetap giat belajar agar lebih berprestasi lagi. Sehingga selesai mengikuti pendidikan, bisa mambantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya masyarakat di daerah pedesaan. ] Amr


Muara Enim Miliki Dua sirkuit

foto: Humas & Protokol Pemkab ME

Yonkav 5/Serbu Karang Endah menyelenggarakan Grass Track Open dari tanggal 13-14 April 2012. Kejuaran yang diselenggarakan di Sirkuit Dwi Pangga Karang Endah Muara Enim itu dibuka oleh Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar.

SERBA SERBI Sementara Ketua Panitia Pelaksana Nino Adrian SE dari Ninos Management didampingi Dessy Lestari dari Mega Lestari Sport Club mengatakan, even ini selain diikuti peserta dari kabupaten/kota di Sumsel juga diikuti peserta dari Lampung dan Jabar. Menurut Nino, tujuan dari even ini salah satunya adalah dalam rangka menjajal sirkuit yang baru yang dibangun Yonkav 5/Serbu.

"Even Muzakir Cup ini merupakan even perdana kami dan yang perdana juga menjajal sirkuit Dwipangga Yonkav 5/Serbu rancangan Danyonkav 5/Serbu. Even ini juga yang pertama kali digelar di zona V Kabupaten Muaraenim. Zona V ini mencakup Kecamatan Gelumbang. Sebanyak delapan kelas diperlombakan antara lain bebek STD open 2TAK 116cc dan 130cc, bebek modif 2TAK 116cc open, bebek modif 4TAK 130cc open, FFA 2TAK 155cc/4TAK 250cc open, bebek modif 2TAK 116cc/4TAK 130cc lokal (belide) zona 5 Kabupaten Muaraenim, khusus KLX open, FFA khusus TNI, Polri PNS," papar Nino. Hasil dari pertandingan, untuk kelas bebek modifikasi 2T/4T lokal Kabupaten Muara Enim, Juara I Ello dari Karang Endah Jaura II Gita Gilas dari SMC, Juara II Ariadi AS dari BMS. Kelas Modifikasi 2T 4T Zona V I Dopan dari Muara Enim, Juara II Subarno Sam Motor, Angga Lemabak Tril.

Sirkuit Dwi Pangga Karang Endah Muara Enim.

B

upati Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya sirkuit ini diharapkan bisa menampung hobi penggila otomotif, terutama grasstrack yang kali ini diperlombakan. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, dia berharap, selain bisa meningkatkan prestasi pembalap juga sebagai wadah hiburan bagi masyarakat.

“Hari ini saya senang sekali. Ternyata di balik Yonkav 5/Serbu ini terdapat

sirkuit yang sangat bagus dan memadai. Sebenarnya Pemerintah Kabupaten Muara Enim tengah mempersiapakan lahan 50 hektar di Air Lintang untuk dijadikan sirkuit, hingga nantinya di Muara Enim terdapat dua sirkuit yang cukup refresentatif. Maka dari itu, untuk HUT Muara Enim bulan November mendatang akan kita adakan lomba grasstrack tingkat nasional di Sirkuit Dwi Pangga Ceta. Hadiahnya pun tentunya akan lebih besar lagi,� ujar Muzakir.

Selanjutnya untuk kelas Khusus KLX Open Juara I Asep Chikal dari Sungai Lilin, Juara II Kundung BR dari HOT Variasi, Juara III Rizki RRm. Kelas TNI/POLRI/PNS Juara I Kuyung AM dari Sekayu, Juara II Edi S dari Petra, Juara III Sulistyo Yonkav 5/Serbu. Kelas Standar 2T/4T Open Juara I Kuncung BR dari HOT Variasi, Juara II Riki Deva dari HOT Variasi, Juara III Wicak dari BRT. Kelas Modifikasi 2T Open Juara I Ade dari TRT, Juara II Wicak dari BRT, Juara III AA Topan dari BRT. Dan kelas FAA Open Juara I Irfan Tio Trio Motor, Juara III Mada kancil. Kemudian untuk kelas 14 tahun, Juara I diraih M Yudo, Juara II Trio, dan Juara III Cola. ] Wulan

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

17


SERBA SERBI Septriandi Setia Permana:

“Saya Lebih Semangat dan Bekerja Lebih Gesit Lagi”

M

enjabat sebagai Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Muara Enim, menjadi tantangan tersendiri bagi Septriandi Setia Permana. Sejak dilantik oleh Bupati Muara Enim, Ir. H. Muzakir Sai Sohar, 15 April 2012 lalu, mantan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Muara Enim ini langsung berhadapan dengan berbagai agenda kerja pemerintahan yang padat dan tak kunjung berakhir. Namun bagi Andi, begitu ia biasa disapa, tugas yang diembannya itu merupakan amanat yang harus dijalankan dengan sebaikbaiknya, dan justru memacu dirinya untuk bekerja lebih maksimal lagi. Dilahirkan di Muara Enim, 21 September 1985 lalu, pemuda lulusan STPDN Jatinangor ini memulai karirnya sebagai staf di Kelurahan Pasar Tanjung Enim pada 2007-2008. Kemudian menjadi Sekretaris Lurah Pasar 3 Muara Enim pada 2008-2010. Terakhir menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Muara Enim sebelum akhirnya menggantikan Zainal Arifin, SH sebagai Kasubag Humas dan Protokol Pemkab. Muara Enim. Andi mengaku tak pernah menyangka menduduki jabatan ini, bahkan pada detik-detik terakhir pelantikan pun ia belum tahu akan ditugaskan sebagai Kasubag Humas dan Protokol.

“Pada detik-detik pelantikan itu, saya belum tahu akan ditempatkan di mana. Bagi saya, di manapun saya ditempatkan, insya Allah akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Apalagi ketika tahu ditempatkan di Humas dan Protokol, justru membuat saya bersemangat untuk mengemban amanat ini dan bekerja lebih gesit

18

lagi,” ujar Andi.

Tentunya sebagai Kasubag Humas dan Protokol yang merupakan jembatan antara pemerintah, baik itu pimpinan dan karyawan, masyarakat maupun khalayak (stakeholder) lainnya, termasuk awak media atau pers, Andi beserta Staf Humas dan Protokol Pemkab Muara Enim akan meninjau ulang cara pandang mereka dalam mengelola serta menjalankan fungsi kehumasan dan keprotokolan di Kabupaten Muara Enim. Apalagi tugas Humas dan Protokol telah diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan sehingga memiliki peran dan fungsi yang jelas. “Dalam keprotokolan kita tentunya harus tegas dalam menjalankan fungsi ini. Karena tugas protokol telah memiliki rambu-rambu yang diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, sehingga memiliki prosedur dan ketetapan yang jelas. Tidak boleh sembarangan karena menyangkut kredibilitas dan wibawa pimpinan yang berdampak pada wibawa pemerintahan itu sendiri,” jelas Andi.

Demikian halnya dalam fungsi kehumasan, Andi yakin mampu menjembatani seluruh khalayak yang ada di pemerintahan ini. Humas dan Protokol Pemkab. Muara Enim harus mampu memosisikan dirinya dengan baik karena merupakan garda terdepan dalam pencitraan pemerintahan di Kabupaten Muara Enim. Humas harus cerdas, santun dalam bertindak dan cepat tanggap terhadap informasi. Tak lupa Andi juga membuka diri untuk belajar dan mendapatkan kritik maupun saran dari semua pihak. Ia sadar masih banyak yang harus dipelajari dan tak segan untuk menerima masukkan. ] Zeno

Edisi 17 | Tahun II | April 2012 |

KABAR SERASAN

Biodata: Septriandi Setia Permana, S.STP. M.Si Tempat/tanggal lahir: Muara Enim, 21 September 1985 Riwayat pendidikan: • SD Negeri 9 Muara Enim • SMP Negeri 1 Muara Enim • SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim • D4 Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor • Pasca-sarjana Institut Ilmu Pemerintahan Cilandak, Jakarta Selatan Riwayat pekerjaan: • Staf Kelurahan Pasar Tanjung Enim (2007 sd. 2008) • Sekretaris Lurah Pasar 3 Muara Enim (2008 sd. 2010) • Sepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Muara Enim (2010 sd.2011) • Kepala Sub-Bagian Humas dan Protokol Pemkab. Muara Enim


RESEP NUSANTARA BOTOK MLANDING Bothok (Botok) adalah makanan khas Jawa yang terbuat awalnya dari ampas kelapa yang sudah diambil sarinya (santan). Pada awalnya bothok yang terbuat dari ampas kelapa ini dimasak, agar ampas kelapa yang masih bergizi ini tidak dibuang. Oleh karena itu ampas kelapa ini kemudian dibumbui dengan cabai, garam, merica dan daun salam, dibungkus dalam daun pisang, yang kemudian dikukus dalam uap panas. Bahan-bahan: • 300 gram kelapa parut kasar, dikukus • 15 gram mlanding (petai cina) • 10 gram daun melinjo, diiris kasar • 50 gram teri nasi, dicuci bersih • 1 lembar daun salam, dipotong – potong • 4 lembar daun pisang untuk membungkus Bumbu Halus: • 3 butir bawang merah • 2 siung bawang putih • 5 buah cabai merah keriting • 1/2 sendok teh garam • 1/2 sendok teh gula pasir

Cara Membuat: • Campur kelapa parut, bumbu halus, dan daun salam. Aduk rata. • Tambahkan mlanding, daun melinjo, dan teri nasi. Aduk rata. • Ambil selembar daun pisang. Beri adonan kelapa. Bungkus dan Semat dengan lidi atau direkatkan dengan stapler. • Kukus 40 menit dengan api sedang sampai matang. Disajikan untuk 8 porsi

AYAM BAKAR MANIS PEDAS Ayam Bakar Manis Pedas siapa yang tidak suka!! Yang pasti nikmatnya Ayam Bakar Manis Pedas bikin ketagihan. Disantap bersama lalapan lebih nikmat lagi.

Bahan: • 1 ekor ayam berukuran kecil, potong menjadi 4 bagian • 2 lembar daun salam • 3 sendok makan kecap manis • 3 mata asam jawa, seduk dengan sedikit air panas • 300 ml air Cara Membuat: • Lumuri ayam dengan bumbu yang dihaluskan. Biarkan selama 30 menit. • Campur ayam berbumbu dengan air, daun salam, kecap manis, dan air asam. Masak hingga daging ayam empuk dan kuah kental, angkat. • Bakar ayam berbumbu diatas bara api atau bara arang hingga permukaannya agak kering. • Angkat, sajikan bersama sambal dan lalapan.

Bumbu (haluskan): • 4 butir bawang merah • 3 siung bawang putih • 8 buah cabai merah keriting • 1/2 sendok teh ketumbar • 1 cm kunyit • 2 cm jahe • 2 cm lengkuas • 1 1/2 sendok teh garam • 1 sendok teh gula pasir

KABAR SERASAN | Edisi 17 | Tahun II | April 2012

19


Ketua PKK Muara Enim, Hj Shinta Paramitha Muzakir SH MHum, bersama anak-anak PAUD.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Mahasiswi Akbid, Ade Ayu Zaini yang meraih juara II sebagai duta mahasiswi se Sumsel didampingi Direktur Akbid dan Sekda Muara Enim.. foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Wakil Bupati Muara Enim, menerima penghargaan sebagai salah satu kabupaten penyelenggara e-KTP tepat waktu, dari Mendagri.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Bupati Muara Enim menyerahkan Mobil dan Pembangunan Mushola kepada Rindam II Sriwijaya, diterima oleh Pangdam II Sriwijaya.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim bersama Kapolres, Dandim saat acara penyelenggaraan Grass Track Open 2012 di Karang Endah.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Bupati bersama Dandim Muara Enim saat acara Baksos dan Tabliq Akbar bersama Ust. Solmed.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, saat menghadiri acara Dharmasanti.

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

LENSA SERASAN

Ketua PKK Muara Enim, Hj Shinta Paramitha Muzakir SH MHum, saat kunjungan ke salah satu sekolah PAUD.

Kabarserasan Edisi 17 (April 2012)  

Kabarserasan Edisi 17 (April 2012)

Advertisement