Page 1

Kabar Serasan MEDIA PEMBANGUNAN MUARA ENIM

Masyarakat Penukal Utara Nikmati Air Bersih Siap Minum PTBA Bangun Rumah Baca di Tanjung Enim

Ir. H. Muzakir Sai Sohar:

IQRO EDISI 16 - TAHUN 2 - MARET 2012


DARI MEJA BUPATI: I Q R O ............................................... 4 06

08

OPINI: BBM Oh BBM .................................... 5 SOROTAN: Kenaikan Harga BBM, Pilihan Sulit ... 6 PEMBANGUNAN: Masyarakat Penukal Utara Nikmati Air Bersih Siap Minum ............................... 8

10

12

14

16

18

NASIONAL: Muara Enim Harus Punya Perkampungan Seni ............................. 10 SKPD: Jabatan Baru Rosmina ........................ 12 Gerbang Serasan Pola Baru ................. 13 Lulusan Akbid Muara Enim Harus Memilki Keterampilan Lebih ............... 14 EKBIS: PTBA Bangun Rumah Baca di Tanjung Enim ................................................... 16 SERBA SERBI: SMKN 2 Muara Enim Rakit Notebook, Personal Computer dan LCD Projector..... 18 RESEP NUSANTARA: Semur Daging Kambing, Sambal Goreng Udang Kentang .......... 19

Kabar Serasan Penerbit: YPM MUARA ENIM BANGKIT Pelindung: Ir. Muzakir Sai Sohar

PU/PP/Penanggung Jawab: Firdaus Masrun Pemimpin Redaksi: Khairul Amri Redaktur: M. Lutfi

Staf Redaksi: Muhammad Al Hadi Toto Fotografer: Riana

Design Grafis: A. Raghib Amirullah

Manajer Adm/Keu dan Sirkulasi: Tita Zen Alamat Redaksi : Perumahan Depok Maharaja B3/8 RT 01/15 Pancoran Mas - DepokJawa Barat Telp. (021) 2616 1894 Fax. (021) 7788 5465

Hotline: 0811926736/08176696468 Email: redaksi@kabarserasan.com

Redaksi menerima kiriman tulisan dari pembaca. Bagi yang tulisan yang dimuat akan diberikan uang lelah dan Tulisan maksimal 2 halaman folio (7500 Karakter) dan tidak menyangkut SARA.

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

3


DARI MEJA BUPATI

IQRO Iqro atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad S.A.W. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Ir. H. Muzakir Sai Sohar, Bupati Muara Enim

A

rtinya perintah membaca merupakan perintah yang paling berharga yang dapat diberikan kepada umat manusia. Membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna. Maka, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama untuk membangun peradaban. Semakin luas pembacaan, maka akan semakin tinggi pula peradabannya. Begitu pun sebaliknya. “Buku adalah jendela dunia.� Kalimat ini sering kita baca atau kita dengar. Hal ini bisa kita artikan dengan membaca kita bisa mengetahui sesuatu yang menakjubkan tentang dunia luar. Membaca memiliki segudang manfaat yang tidak ada habisnya. Selain dapat menambah wawasan juga bisa dijadikan alternatif di waktu senggang. Salah satu tempat yang menyediakan segudang bacaan adalah perpustakaan atau Rumah Baca.

Pemkab Muara Enim sangat menyadari betapa pentingnya membudayakan kebiasaan membaca pada para pelajar dan generasi muda kita. Untuk mendukung dan membiasakan membaca, bersama dengan pihakpihak yang konsen terhadap budaya membaca ini Pemkab Muara Enim mendirikan beberapa perpustakaan dan Rumah Baca. Saat ini di Kabupaten Muara Enim telah berdiri beberapa perpustakaan yang cukup representatif yakni di Kecamatan Talang Ubi, Kota Muara Enim, Pulau Panggung Kecamatan Semende Darat Laut, serta Rumah Baca Bukit Asam yang dibangun di Kota Tanjung Enim. Namun bukan berarti dengan dibangunnya perpustakaan atau Rumah Baca itu tugas kita sudah selesai. Tetapi membangun kebiasaan membaca juga harus kita tingkatkan.

Sesuatu yang kita kerjakan hasilnya akan baik, jika diiringi dengan niat

baik dan motivasi yang kuat. Jika kita telah memiliki niat baik, maka akan muncul motivasi dalam diri kita. Kita harus menanamkan dalam pikiran mereka bahwa membaca itu bukan kegiatan yang membosankan. Membaca adalah kegiatan yang berkorelasi keuntungan bagi kita. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak info dan wawasan baru yang diserap. Banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari rajin membaca. Membaca dapat membuat pikiran seseorang menjadi lebih dewasa. Dewasa yang berarti memandang permasalahan sebagai tantangan untuk maju dan menjadi lebih baik ke depannya. Dengan membaca membuat pemikiran semakin matang dan tidak memandang permasalahan dari satu sisi tetapi dari berbagai sudut pandang. Hal inilah menjadikan seseorang arif dan bijaksana dalam menyikapi kehidupan. Selamat membaca dan jadilah masyarakat Indonesia yang cerdas. ]

No Telepon Penting di daerah Muara Enim:

Polres Kodim Pemadam Kebakaran RSUD DR H M Rabain

4

(0734)421-192 (0734)421-059 (0734)421-113 (0734)421-192

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

Gangguan PLN Gangguan Telkom PDAM Tirta Lematang Askes Cab Pemb. ME

(0734)421-601 (0734)421-999 (0734)421-093 (0734)422-678


OPINI

lebih karena mereka ingin suara jeritan mereka tersalurkan, syukur-syukur kalau didengarkan. Hidup memang terasa semakin sulit, dan seperti tak ada tempat untuk mereka yang hidup dalam kesulitan ekonomi.

BBM Oh BBM

B

(Oleh Firdaus Masrun)

eberapa hari terakhir, kita warga masyarakat sering disuguhi tontonan aksi masyarakat berunjuk rasa, mendatangi kantor wakil rakyat (DPR/ DPRD) atau kantor kepala pemerintah, dari istana presiden daerah hingga kantor Bupati/ Walikota. Dan itu akan masih terjadi hingga beberapa hari ke depan, bahkan bukan tak mungkin, aksi menjalar ke bawah, hingga ke Kantor Lurah/Kepala Desa.

Semua gara-gara rencana pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan bakar Minyak) eceran bersubsidi, jenis solar dan premium (bensin). Ya, pemerintah mengaku terpaksa melakukan itu, demi menyelamatkan keuangan negara. Biang keladinya apalagi kalau melonjakkan harga minyak mentah dunia, yang berimbas, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan sulit, menutupi defisit dari membengkaknya biaya subsidi, atau mengurangi subsidi dengan resiko menaikkan harga eceran. Pemerintah mengambil pilihan terakhir, karena

biaya yang dibutuhkan menutup defisit sangatlah besar, jika mengambil pilihan pertama.

Tapi persoalan di depan mata buka itu, tapi dampak kepagian yang kini sudah dirasakan masyarakat. Kenaikan harga BBM baru akan dilakukan 1 April 2012, tapi dampaknya sudah dirasakan masyarakat sejak awal Maret, saat rencana itu diwacanakan ke masyarakat. Harga kebutuhan pokok perlahan mulai naik, pemilik usaha angkutan mulai berhitung menaikkan tarif, begitupun perusahaan yang mesin produksinya berbahan bakar solar dan mempekerjakan banyak karyawan, mulai pula berhitung dengan salah satu pilihan, mengurangi jumlah karyawannya. Maka wajar jika sejumlah komponen masyarakat di banyak daerah mulai gerah dan gelisah, terutama masyarakat kelas ekonomi rendah. Kalaupun mereka ikut berbaur dalam aksi unjuk rasa yang digalang masyarakat kelas atas—sebut saja misalnya mahasiswa,

Memang, pemerintah member kebijakan turunan, dengan menyiapkan paket kompensasi jika kenaikan harga BBM itu benar-benar dilaksanakan, yakni pemberian bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Tapi, sebelum membicarakan angka BLSM yang diprediksi tak seberapa—dibanding nilai inflasi akibat kenaikan harga BBM, ada baiknya melihat bagaimana pusingnya para kepala desa dan atau lurah, membayangkan kerepotan mereka mengkondisikan penerimaan dan penyaluran BLSM itu.

Belajar dari pengalaman masa lalu— saat pemerintah mengeluarkan paket kebijakan BLT (Bantuan langsung Tunai) para kepala desa/lurahlah pihak yang paling direpotkan. Dari mulai pendataan, penyaluran hingga harus menghadapi kecaman bahkan serangan fisik, dari mereka yang merasa tak kebagian paket rejeki dari pemerintah itu. Tak sedikit kepala desa/Lurah yang merasa, karena BLT mereka jadi dimusuhi warganya sendiri.

Maka wajar kalau kini, sebelum BLSM efektif ditetapkan dan disalurkan, pemerintah daerah menyiapkan diri, membuat aturan teknis dan membahas teknik penyalurannya kepada mereka yang berhak menerima. Karena jika tidak, alamat situasi runyam bakal kembali terjadi. Mereka dari kalangan mahasiswa atau kelompok lain yang tak senang dengan kebijakan ini, juga bolehboleh saja turun ke jalan meneriakkan protesnya, tapi jangan sampai merusak, karena situasinya bukan tambah membaik tapi malah bakal memicu konflik yang tak perlu. ] (Penulis adalah Ketua Umum YPM Muara Enim Bangkit)

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

5


SOROTAN

Kenaikan Harga BBM, Pilihan Sulit foto: erikaganie.blogspot.com

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang melampaui asumsi dalam APBN 2012 menjadi faktor utama di balik rencana pemerintah menaikkan harga BBM tersebut. Ironisnya, meski negara kita termasuk salah satu negara penghasil minyak, tapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah itu

B

eberapa hari terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng, sampai cabai mulai merangkak naik. Kenaikan itu dipicu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran bersubsidi, mulai 1 April 2012. BBM bersubsidi itu meliputi solar dan premium. Besaran kenaikan, masih dalam pembahasan.

Meski masyarakat sudah langsung menunjukkan reaksi negatif, agaknya rencana itu tetap akan dilaksanakan. Pemerintah—dengan persetujuan DPR--bahkan telah sepakat menunda dulu menaikkan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan menambah subsidi listrik sebesar Rp.24,52 triliun.

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang melampaui asumsi dalam APBN 2012 menjadi faktor utama di balik rencana pemerintah menaikkan

6

harga BBM tersebut. Sebagaimana diketahui, meski negara kita termasuk salah satu negara penghasil minyak, tapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah itu. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo menjelaskan, adanya kebijakan impor dan ekspor itu karena konsumsi BBM di Indonesia sudah sangat besar. “Sejauh ini konsumsi BBM kita sangat besar, memang kita mengekspor minyak, tapi kita juga mengimpor minyak dengan nilai yang besar. Hitunghitungannya seperti ini, kita mengekspor 500, tapi kita juga mengimpor 750,� ungkap Widjajono.

Meski pada Pasal 7 ayat (6) UU APBN 2012 jelas disebut, pemerintah dan DPR sepakat tak menaikkan harga BBM eceran bersubsidi, tetapi gejolak politik yang terjadi di negaranegara utama penghasil minyak

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

mentah dunia, tidak memberi pilihan lain kepada pemerintah. Pemerintah dalam posisi dilematis, tapi pilihan itulah yang diambil, meski secara politis tidak populis dan memicu reaksi negatif masyarakat, seperti kini terjadi. Solusinya, agar tidak menyalahi konstitusi, revisi terhadap UU APBN 2012 tersebut harus dilakukan. Masih adakah kemungkinan rencana itu batal dilaksanakan? Jawabnya tentu saja ada, meski peluangnya kecil karena taruhannya sangat besar, menyangkut subsidi anggaran yang sangat besar harus dikeluarkan pemerintah. Ada beberapa faktor yang bisa membuat rencana kebijakan itu batal diambil pemerintah, yakni alasan sosiopolitis dan ekonomi. Di DPR suara fraksi terbelah. Di luar Fraksi Partai Demokrat yang pasang badan mendukung rencana pemerintah itu, Fraksi Partai Keadilan


SOROTAN foto: Dok. Kabar Serasan

Sejahtera dan Fraksi PDI Perjuangan tegas meminta pemerintah membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM. Untuk menutupi kekurangan anggaran, pemerintah diminta mencari opsi lain, dengan penghematan atau menaikkan target perolehan pajak. Beberapa fraksi lain, masih belum bersikap. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bahkan pada rapat paripurna mereka 15 Maret 2012 memutuskan tegas menolak rencana kenaikan harga BBM, dengan alasan kondisi dan kesulitan masyarakat akibat kenaikan tersebut.

foto: matanews.com

Situasi di masyarakat juga mulai runyam, dampak rencana kenaikan harga BBM ini. Selain demonstrasi mahasiswa dan buruh mulai marak, aksi spekulan menimbun BBM—sebagaimana diberitakan media massa--mulai banyak terjadi. Harga-harga kebutuhan pokok pun perlahan mulai merangkak naik. Sangat merugikan masyarakat, karena keputusan pemerintah belum dibuat, harga BBM belum naik tapi kebutuhan sehari-hari masyarakat mulai meningkat. Pemerintah memang telah menyiapkan langkah meredam gejolak masyarakat, langkah mana ditujukan membantu masyarakat yang langsung terkena dampak

kenaikan harga BBM ini. Empat jenis kompensasi disiapkan,yakni pemberian bantuan langsung sementara masyarakata (BLSM), penambahan subsidi siswa miskin, penambahan jumlah penyaluran beras miskin dan subsidi pengelola angkutan masyarakat/desa. Ada kabar, besaran BLSM Rp150.000 per bulan per keluarga.

Empat skema kompensasi ini tetap saja menuai kritik banyak kalangan. BLSM misalnya, selain nilainya terlalu kecil—dibanding angka inflasi saat ini. Pemberian bantuan itu selain dianggap sangat politis—karena menguntungkan partai politik

yang berkuasa-- juga dianggap tidak mendidik mental masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

"Pemerintah mengajukan bantuan tunai itu menurut saya itu tidak tepat, karena bantuan itu amat sangat rawan penyelewengan penyalahgunaan. Itu tendensi politiknya juga amat sangat kuat dan sangat tidak mendidik masyarakat kita," ucap Wakil Ketua MPR Lukman Hakim dalam satu kesempatan kepada wartawan di Kompleks MPR/ DPR, Senayan, Jakarta. Menurut Lukman, pemerintah semestinya menyusun konsep kompensasi yang bersifat jangka panjang. "BLT itu kan kayak sinterklas, bagi hadiah selesai. Mestinya bukan seperti itu. Pemerintah harus memprioritaskan pemberian kompensasi yakni terkait penyediaan infrastruktur pendidikan, kesehatan, transportasi di pedesaan. Jadi infrastruktur ini yang berdampak lebih luas dan berdimensi lebih panjang," ujar Lukman menjelaskan.

Pemerintah tentunya tidak menutup mata atas semua kritik dan masukan ini. Karena kebijakan ini memang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Sebelum keputusan ditetapkan, ada baiknya pemerintah berhitung matang, termasuk menyangkut dampak dan reaksi negatif yang akan muncul di tengah masyarakat kita. ] Firdaus Masrun

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

7


foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

PEMBANGUNAN

Bupati Muara Enim, Ir H Sai Sohar menerima penjelasan dari Kepala Cabang PDAM Teluk Lubuk-Pendopo Sartono SH, disaksikan Direktur PDAM Lematang Enim Mirza Jaya dan Assisten II Pemkab Muara Enim Hasanuddin.

Masyarakat Penukal Utara Nikmati Air Bersih Siap Minum Kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat vital untuk kesehatan. Hal ini sangat disadari oleh masyarakat Kecamatan Penukal Utara. Keinginan masyarakat daerah ini untuk memperoleh air bersih kini terjawab sudah, soalnya PDAM Lematang Enim telah menyelesaikan pembanguan instalasi air bersih, bahkan telah melakukan uji coba penyaluran air bersih ke pelanggannya.

S

etelah puluhan tahun menunggu, akhirnya mereka bisa menikmati air bersih siap minum. Uji coba pengaliran air bersih PDAM Lematang Enim Cabang Teluk LubukPendopo, diresmikan Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Muara Enim, pada awal Maret lalu. Dalam sambutannya Bupati Muara Enim, yang akrab dipanggil Kak Cakok ini mengatakan, pembangunan instalasi air bersih

8

sebagai upaya agar masyarakat bisa menikmati air yang layak konsumsi. Untuk membuktikan air PAM ini memang layak dikonsumsi, Muzakir tak segan-segan langsung meminum air dari kran produksi PDAM Lematang Enim ini.

Tak hanya itu, jika awalnya manajemn PDAM Lematang Enim menetapkan selama uji coba air bersih ini digratiskan selama sebulan, pada kesempatan itu Muzakir meminta agar PAM mengratiskan selama dua bulan.

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

�Uji coba air bersih ini saya gratiskan selama dua bulan. Selama du bulan ke depan masyarakat belum dipungut biaya,� jelas Bupati disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat yang hadir. Muzakir menuturkan pada saat pelaksanaan uji coba yang akan berjalan 1-3 bulan ini, memang belum semua masyarakat dapat menikmati air bersih. Untuk itu Muzakir meminta agar Direksi PDAM sesegera mungkin melaksanakan pengadaan dan pemasangan jaringan


PEMBANGUNAN pipa distribusi. ”Saya selaku Bupati Muara Enim meminta direksi PDAM segera mungkin untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi. Sehingga pada saat selesai uji coba pengaliran, masyarakat dapat segera menikmati air bersih tersebut,” harapnya.

sebesar Rp 5 juta kepada bocah penderita penyakit hydrosiphalus bernama Yoyo dan akan merujuknya untuk berobat ke rumah sakit Palembang. Bupati juga melakukan uji coba meminum air bersih tersebut tanpa terlebih dahulu dimasak.

Pada kesempatan itu bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada elemen masyarakat. Di antaranya bantuan uang tunai

Acara yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut, dihadiri juga para pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim. Seperti Direktur PDAM

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Lebih lanjut dia menjelaskan , instalasi air bersih tersebut memiliki kapasitas reservoir 500 m3 dengan jam operasi selama 8 jam/hari. Diharapkan pelayanan instalasi tersebut nantinya akan semakin baik.

Selain itu bupati juga berjanji akan melakukan perbaikan badan jalan Desa Tempirai menuju Air Itam pada tahun ini. Kemudian rehap Balai Desa Tempirai menggunakan rangka baja akan dilakukan pada dana ABT APBD tahun 2012.

Lematang Enim, Mirja Jaya SE, Kepala Bappeda Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib MM, Kepala Dinas PU Cipta Karyawa dan Tata Ruang, H Ramlan, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, Edi Elizon, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Ir Febriansyah Nang Ali, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sementara Direktur PDAM Lematang Enim Muara Enim, H Mirza Jaya SE, mengatakan, instalasi air bersih untuk Ibu Kota Kecamatan Penukal Utara dibangun di Desa Tempirai dengan pertimbangan air bakunya memanfaatkan Sungai Penukal yang menurut sejarah tidak pernah kering. Instalasi air bersih tersebut berkapasitas 30 liter/detik.

Instalasi tersebut akan melayani Desa Tempirai dengan jumlah penduduk 4.560 jiwa, Desa Tempirai Selatan 4.233 jiwa, Desa Tempirai Utara 2.409 jiwa, Desa Tempirai Timur 1.497 jiwa, Desa Prabumenang 1.204 jiwa, dan Desa Lubuk Tampui berjumlah 1.670 jiwa. “Ke depan rencananya instalasi ini akan melayani masyarakat di 15 desa di Kecamatan Penukal Utara dengan jumlah 3.000 sambungan identik dengan 24 ribu jiwa,” jelasnya. Di sisi lain menurut Mirza, pada prinsipnya air bersih produksi PDAM Lematang Enim sudah layak diminum. Namun, karena distribusi kepelanggan belum 24 jam, air bersih yang disalurkan ke pelanggan dikhawatirkan tingkat higenisnya akan berkurang. Karena itu, Mirza tetap menyarankan air dari PDAM Lematang Enim dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Bupati Muara Enim, Ir H Sai Sohar membuka keran pertama saluran air bersih PDAM Talang Ubi.

Dengan dioperasikannya instalasi air bersih Penukal Utara yang dibangun dari dana APBN melalui Kementerian PU, APBD Provinsi Sumatera Selatan dan APBD Kabupaten Muara Enim ini, maka dari 22 kecamatan di Muara Enim, sudah 16 ibu kota kecamatan yang telah memiliki sarana air bersih. Sedangkan di dua kecamatan, yakni Semendo Darat Ulu (SDU) dan Kecamatan Rambang, instalasi air bersihnya sedang dalam tahap pembangunan. ] Amr

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

9


NASIONAL

D

ewan Kesenian seharusnya bisa berperan sebagai promotor, dinamisator atau fasilitator praktik kreatif seni di wilayahnya. Namun, ia bukanlah leveransir atau legitimator praktik kuasi-seni. Juga, lembaga ini perlu mengembangkan diri sebagai wahana jejaring seni yang tangguh dan punya pengaruh luas. Untuk merealisasikannya memang bukan perkara gampang. Pengurus harus membenahi tujuan strategis, pola kerja, program dan paradigma atau dasar filosofis konstruk kebudayaan kota yang dinamis. Bagaimana dengan DK Muara Enim?

Ketua DK Muara Enim, Febriansyah Nang Ali yang ditemui Kabar Serasan beberapa waktu lalu menjelaskan, sejak terpilih menjadi ketua DK hal pertama yang dilakukannya adalah membenahi struktur organisasi. Dalam kepemimpinan pria yang akrab dipanggil Ferry ini mengkombinasikan tua dan muda sebagai pengurus DK.

Kemudian DK akan menghimpun segala unsur seni yang ada di Kabupaten Muara Enim dan melakukan pembenahan. Karena selama ini belum ada satu payung yang benar-benar memayungi seluruh seni yang ada. Nah di sinilah peran Dewan Keseninan itu, sebagai wadah pembinaan sekaligus melakukan pengawasan. “Harapan saya ke depan, DK ini mampu menjadi roda pembangunan ekonomi masyarakat dan dapat diandalkan khususnya dalam bidang seni dan budaya di Kabupaten Muara Enim,� harap Ferry. Berkurangnya pelaku seni tradisional sekarang ini menurutnya karena beberapa faktor, misalnya tidak

10

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Muara Enim Harus Punya Perkampungan Seni

Ketua Dewan Kesenian Muara Enim, Febriansyah Nang Ali.

Idealnya, Dewan Kesenian (DK) merupakan suatu lembaga strategis yang merancang cetak biru keseniankebudayaan di wilayahnya. DK diharapkan menjadi lembaga ahli sebagai mitra konsultatif pemerintah sekaligus promotor dinamika kesenian-kebudayaan. adanya regenerasi dan pembinaan yang berkesinambungan. “Pembinaan di bidang seni ini kalau tidak ada yang memfasilitasi lambat laun akan berkurang peminatnya, baik itu yang melakukan (artis) maupun pelatih seninya. Saya lihat tari-tari yang ada, seperti Tari Burung Putih, Ngibing dan Antan Dalapan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi peminatnya. Jika dibiarkan , lambat laun tari-tari ini akan hilang dengan sendirinya,� ujarnya. Lebih lanjut Ferry menjelaskan, dari sisi pembinaan pihaknya akan bekerja sama dengan dinasdinas terkait, salah satunya Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata. Bidang seni ini nantinya akan dikembangkan di sekolah-sekolah, mulai SD, SMP, dan SMU, khususnya untuk kesenian tradisional. Karena,

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

kata Ferry, saat ini semakin hari semakin berkurang minat generasi muda terhadap seni dan budaya di Kabupaten Muara Enim. Untuk itu DK bekerja sama dengan Pemkab akan membuat program-program pengembangan. Program ini nantinya diharapkan akan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni, khususnya seni tradisional. Selain itu, pembentukan paguyuban seni itu dimasukkan dalam bagian kerja . DK akan membentuk DK di seluruh kecamatan di Muara Enim, sehingga nantinya mampu menampung aspirasi dari desa-desa untuk mengangkat seninya. Di sisi lain, Ferry juga akan memperhatikan pelaku seni itu sendiri. Dia akan memberikan


NASIONAL semacam reward kepada pelaku seni yang tidak bisa berkarya lagi. Karena tanpa mereka, tidak akan ada seniseni yang sekarang kita kenal, baik itu lagu daerah, tarian, dan seni-seni lainnya. “Inilah yang akan kita coba memberikan suatu rewards kepada mereka. Bentuk rewardnya akan kita sesuaikan. Untuk menentukan siapa saja yang berhak diberikan penghargaan ini, kita akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait,” tutur Ferry.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Menurut Ferry, bentuk perhatian seperti itu, merupakan salah satu penghargaan kepada pelaku seni. Apalagi, bidang seni di Muara Enim, ungkap Ferry, belum bisa menjanjikan pekerjaan. Karena itu, “Saya ingin mewujudkan bidang seni dan budaya ini mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat. Dalam arti, dia akan dapat memberikan konstribusi pendapatan. Ini yang belum dirasakan, sehingga orang tua enggan mengarahkan anaknya ke bidang seni-seni ini,”papar Ferry. Ferry menekankan, inilah yang akan difasilitasi DK. Jangan sampai mereka hanya berlatih dan berlatih tapi tidak bisa mengapresiasikan diri dalam pertunjukan yang sesungguhnya. Melalui dewan itu, para pekerja seni diberi kesempatan untuk mempertunjukkan seni tari yang ditekuninya.

“Nantinya kita akan coba buat panggung-panggung pertunjukan. Misalnya di hotel, kita minta setiap minggunya diadakan pertunjukkan seni dan budaya. Dengan demikian, pendapatan dari sisi seni dan budaya akan jalan terus. Karena ada keterkaitan dan kerja sama antara pekerja seni dengan pengusahapengusaha hotel atau gedung,” jelas Ferry. Tapi Ferry minta komitmen mereka untuk mengutamakan seni tradisional. Sebab, katanya, sekarang ini seni tradisional sudah banyak yang dimodifikasi. Ferry pun meminta dikembalikan lagi ke seni asalnya, baik itu dari sisi musik maupun tariannya. Hal itu, sergah Ferry, bukannya dia anti terhadap modernisasi, tetapi ingin seni itu tetap natural, dalam arti musik dan tarian sesuai aslinya. Karena, klaim Ferry, memang orang lebih menghargai seni itu dalam bentuk aslinya. “Inilah yang menjadi tantangan saya. Sehingga kepercayaan dari masyarakat kepada saya bisa saya emban dan dilaksanakan hingga batas jabatan saya nanti,” terangnya.

Ada hal menarik yang disampaikan Ferry tentang seni. Dia menilai seni itu adalah kehidupan. Hidup akan terasa lebih indah dengan seni. Tanpa seni hidup akan terasa hampa. Seorang pemimpin yang

Tari Gibing, salah satu tarian tradisional Muara Enim yang kini jarang ditampilkan.

memiliki jiwa seni akan dicintai oleh rakyatnya. “Jadi bagi saya, seni itu adalah kehidupan. Lewat seni, hidup akan indah. Anda lihat orang yang tidak memiliki seni, akan kaku. Maka moto ini sangat baik. Kalau orang yang mengerti seni dia akan fleksibel, simple tidak terlalu berbelit-belit. Maka, hidup ini akan enjoy. Inilah yang akan kita tanamkan kepada generasi muda. Pemimpin akan jadi otoriter tanpa seni,” jelasnya panjang lebar. Disinggung soal cara mengurus DK, Ferry menekankan, para pengurusnya harus konsen dan memberikan perhatian lebih. Jadi, harus ada pengorbanan waktu, pikiran, dan yang pasti harus ada kemauan untuk memajukan dewan kesenian tersebut.

Di bawah kepemimpinan Bupati Muara Enim Ir. H. Muzakir Sai Sohar, Ferry yakin, kesenian di daerah ini akan semakin berkembang. Karena dia tahu betul bahwa Muzakir berjiwa seni. “Beliau sangat mendukung kita. Saya akan terus coba memberikan masukan kepada beliau, insya Allah beliau akan mengabulkan apa yang kita inginkan,” ujar Ferry.

Lebih jauh Ferry berharap keberadaan dewan ini nantinya bisa menjadi suatu wadah perkumpulan atau perkampungan seni. Jadi, dewan ini yang akan menampung seluruh aspirasi bidang seni dan budaya. Baik itu pelaku, penikmat, dan pengamat seni, berkumpul menjadi satu. “Yang namanya dewan harus mempunyai wadah perkampungan seni. Ini yang ingin saya wujudkan pada jangka panjang. Jadi ada jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka panjangnya adalah mewujudkan satu infrastruktur perkampungan seni yang ada di Bumi Serasan Sekundang,” Ferry bicara soal program di DK.

Betapa penting kesenian-kebudayaan dalam pembangunan karakter bangsa, maka peran DK sangatlah strategis. Harapannya, lembaga ini jangan beraksi sebagai organisasi seni partisan belaka. ] Amri

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

11


foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

SKPD

W

Jabatan Baru Rosmina

ajah Ibu Rosmina tampak berkaca-kaca saat menyampaikan kata sambutan. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Muara Enim ini merasa sangat haru, dia tak menyangka jika perpisahan dirinya dilaksanakan dalam acara khusus di kediaman Dinas Bupati. Dia sangat tersanjung dengan penghormatan yang telah diberikan kepadanya. Rosmina akan pindah ke Tarutung karena mendapat promosi sebagai Kepala Pengadilan Negeri di sana. Dalam sambutannya Rosmina mengucapkan terima kasih kepada bupati dan semua instansi yang sudah menerima dia selama menjalankan tugasnya di Muara Enim. “Saya menyadari selama ini keberadaan saya tidak begitu ada artinya, tetapi saya menjadi sangat berarti setelah malam ini saya diperlakukan seperti ini,” ujar Rosmina dengan nada haru.

Pada kesempatan itu Rosmina juga memohon maaf jika dalam melaksanakan tugas terselip hal-hal yang kurang berkenan. Sebagai manusia, dia mengakui pasti ada kealpaan atau kekhilafan yang telah dia lakukan.

12

“Saya hanya melakukan apa yang saya pikir baik dan mungkin di dalam tujuan saya yang baik itu terselip hal-hal yang tidak berkenan, dengan segala kerendahan hati pada kesempatan yang baik ini saya memohon maaf yang sedalamdalamnya, karena itu bukan suatu kesengajaan,” ujarnya. Ketua Pengadilan Negeri Muara Enim, Kamaludin SH.MH dalam sambutannya mengatakan, dengan kepergian Rosmina dirinya merasa kehilangan. Namun, karena mengemban tugas yang lebih besar, dirinya harus merelakannya.

Selama lima bulan bekerja sama, Kamaludin mengatakan bahwa Rosmina adalah patner yang baik. Sehingga dalam berkomunikasi maupun bertukar pikiran dalam rangka tugas sehari-hari semua berjalan begitu lancar, hampir tidak ada hambatan.

“Selama saya menjabat sebagai ketua di sini, beliau banyak sekali memberikan masukan, dan saya merasa sangat-sangat terbantu sekali. Baik dalam rangka pembinaan teman-teman hakim maupun staf-

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

staf tugas-tugas yudisial lainnya. Sekarang beliau sudah mau pindah,” ungkap Kamaludin.

Sementara Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar, menyampaikan, dia merasa sedih sekaligus gembira dengan kepergian perempuan berdarah Batak ini. Sedihnya, karena harus berpisah. Di Gembiranya, karena yang bersangkutan diberi dikepercayaan menjadi Ketua Pengadilan Negeri di Kabupaten Tarutung.

“Untuk itu atas nama Pemda Muara Enim kami mengucapkan selamat kepada ibu Ros. Dan apa yang selama ini dua tahun di dalam pergaulan baik kedinasan maupun dalam pergaulan sehari-hari, di sana sini mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan, saya sekali lagi mohon dimaafkan,” ujarnya. Muzakir menambahkan, apa yang telah digali selama ini kiranya jangan dianggap sudah lepas dari Muara Enim. Jika ada kesempatan untuk menjaga silatuurahim hendaknya bisa mampir di Muara Enim. Selamat bertugas di tempat yang baru. Horas. ] Amri


SKPD

Gerbang Serasan Pola Baru

Ir ABDUL NADJIB Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim,

K

epala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muara Enim, Ir Abdul Nadjib, yang ditemui Kabar Serasan di kantornya menuturkan, program Gerbang Serasan di era kepemimpinan Bupati Ir Muzakir Sai Sohar saat ini masih tetap berjalan. Bahkan, kata Nadjib, kelompok UMK yang diberi bantuan semakin banyak. Namun polanya saja yang sedikit berubah. Menurut Nadjib, program Gerbang Serasan pola baru ini sudah dilakukan pada awal 2010. Ketika itu, sistem menyimpan dana APBD yang dilakukan oleh Pemda dalam bentuk giro beku di perbankan. “Nah, giro beku inilah yang digunakan perbankan untuk menyalurkan kredit,” kata Nadjib. Tetapi, dengan adanya PP No 54 di mana Pemda tidak diperbolehkan lagi untuk menjaminkan dana APBD untuk pihak ketiga, Pemda lalu meng-create atau membuat pola baru dengan mengoptimalkan kredit di perbankan yang sudah ada. Pemda hanya memberi subsidi suku bunga, subsidi premi asuransi, dan menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) untuk membantu petani/pelaku UMK.

“Dalam pola baru ini, kami (Pemkab) tidak lagi menyimpan dana APBD dalam bentuk giro beku di bank karena sudah dilarang sesuai dengan PP 54 tersebut. Sekarang kita mengoptimalkan skema-skema kredit yang sudah ada di perbankan terutama Bank Sumsel-Babel dan BRI,” ujar Nadjib.

Sementara Pemda berperan memberi dukungan dalam bentuk subsidi suku bunga, sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil dan menengah. Dan memberikan subsidi premi asuransi sehingga kegagalan meyebabkan kerugian usaha bisa dijamin asuransi. Lebih lanjut Nadjib menjelaskan, sebenarnya program ini dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan tetapi dititik beratkan pada cluster tiga, yakni usaha mikro kecil dan menengah dengan memberikan fasiltas permodalan. Pada 2011, kata Nadjib, Pemda

mampu merealisasikan program ini dengan nilai mencapai Rp 12,650 miliar, sementara total subsidi yang dikeluarkan hanya berkisar Rp 500 juta. Saat ini UMK yang terlibat dalam program ini sebanyak 368 UM dan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja . Untuk ke depan, Pemda menargetkan realisai program ini bisa mencapai Rp 20 miliar. Pemda sendiri telah mengalokasi dana sekitar Rp 1 miliar untuk menanggung subsidi untuk suku bunga dan premi asuransi. Artinya Pemda sendiri berkeinginan untuk terus meningkatkan program Gerbang Serasan pola baru yang menjadi trade mark Kabupaten Muara Enim. Program ini, kata Nadjib, bisa dijadikan contoh daerah lain. Program Gerbang Serasan ini dirintis sejak tahun 2001 di era kepemimpinan (Alm) H Kalamudin. Di era kepemimpinan Muzakir Sai Sohar program ini dilanjutkan dan disesuaikan dengan perundangan yang ada sekarang ini. ] Amri

Industri Kecil binaan Program Gerbang Serasan pola baru.

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

13

foto: Dok. Bappeda Muara Enim

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Ketika Kabupaten Muara Enim dipimpin H. Kalamudin, pada 2001 diluncurkanlah program Gerbang Serasan yang bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat. Program ini dinilai beberapa kalangan cukup berhasil. Bagaimana keberadaan program itu sekarang?


SKPD

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Lulusan Akbid Muara Enim Harus Memilki Keterampilan Lebih

D

irektur Akbid Muara Enim, Rita Kamalia, S.Pd. M. Kes, mengatakan, pihaknya terus berupaya agar 86 SKS (Sistem Kredit Semester) kurikulum inti yang ditetapkan dapat dijalankan dengan maksimal. Kelebihan yang dimililki Akbid Muara Enim, menurut Rita, selain didukung fasilitas pendidikan yang representatif juga memiliki kurikulum tambahan, yang akhirnya menghantarkan Akbid Muara Enim memperoleh Akreditasi A dari Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Dia mencontohkan salah satu kurikulum tambahan yang memilki 16 SKS itu adalah bahasa. Mereka memilki laboratorium Bahasa Inggris sendiri. Kemudian di bidang teknologi informasi, akademi ini dilengkapi pula fasiltas laboratorium. Selain itu, kata Rita, setiap jaringan komputer telah dilengkapi fasilitas hot spot. Sehingga mahasiswa di sini lebih mudah mengakses informasi sebagai penunjang belajar. “Jadi, walau dia tinggal di Muara Enim, mahasiswa kita sudah bisa membuka (informasi) dari seluruh dunia,” ujar Rita.

14

Akademi Kebidanan (Akbid) Muara Enim, sejak April 2010, telah ditetapkan sebagai akademi berpredikat Akreditasi A. Direktur Akbid Muara Enim, Rita Kamalia, S.Pd. M. Kes, berharap, melalui bekal ilmu dan keterampilan yang telah diajarkan kepada para anak didik, dapat menetaskan lulusan yang kreatif dan terampil. Ke depan, Rita mempunyai program yang menarik. Dia sudah mengajukan permohonan kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menambah keterampilan mahasiswa dalam pengobatan tradisional yang dikenal dengan sebutan pengobatan alternatif. “Sekarang sedang trend pengobatan adalah back to nature (kembali ke alam),” jelasnya.

Menurut Rita pengobatan alternatif itu sangat dibutuhkan. Nah, ini sinkron dengan profesi bidan. Karena bidan ini, sesuai keputusan dari Menteri Kesehatan, harus mengisi daerah-daerah tertinggal atau daerah pelosok. Jika kerjasama ini disetujui oleh pemerintah daerah, para mahasiswa akan mendapatkan tambahan keterampilan di bidang pengobatan tradisional. Jadi bukan

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

hanya pengobatan dari medis, tapi dia juga paham dengan pengobatan tradisional. Akbid sendiri, tutur Rita, sudah memiliki tanaman apotik keluarga atau toga yang sudah bagus dan mendapatkan perhatian serius.

Rita lantas mencontohkan tentang keterampilan tradisional seperti pijat, atau istilah kerennya massage. Setelah diadakan penelitian oleh beberapa ahli, katanya, pijatan ini memberi pengaruh sangat baik untuk bayi, balita, serta ibu-ibu pospartus (yang baru saja melahirkan). Contoh lain, disebutkan Rita, sekarang ini ada pengobatan totok vagina, spa vagina, dan lain sebagainya. “Jika mahasiswa-mahasiswa Akbid


SKPD Muara Enim memiliki beberapa keterampilan seperti itu, setelah lulus, maka target utama tidak melulu menjadi PNS, tetapi direktur di kliniknya sendiri,” kata Rita.

Rita memang tak bosan-bosan memberitahu kepada para anak didiknya, selulusnya mereka dari akademi ini, tidak mengerjar PNS sebagai sasaran utama. Karena, jelasnya, saat ini bekerja sebagai PNS persaingannya begitu ketat. Tetapi, jika mahasiswa tersebut memiliki skill atau keterampilan lebih, ia yakin pasien-pasien akan datang sendiri diklinik yang dikelola mereka. Karena itu, Rita berharap programprogram yang telah disusun Akbid Muara Enim bisa diberikan ijin oleh Diknas. Jika izin sudah ada, pihaknya akan mengadakan pelatihan pemijatan bekerjasama dengan terapis-terapis ahli dari Jakarta.

Namun, bagi mahasiswa yang ingin praktek menolong pasien ibu melahirkan, biasanya sulit terpunuhi jika hanya mengandalkan rumah sakit atau puskesmas saja. Karena jumlah pasien yang akan ditolong jauh lebih sedikit dibanding jumlah mahasiswa ingin praktek. Misalnya pasien yang mau melahirkan hanya ada tiga, sementara jumlah mahasiswa yang ingin praktek 15 orang.

Sementara untuk keterampilan medis,

Sementara untuk mata kuliah Patologi Kebidanan, khususnya mata kuliah masalah-masalah ibu dan balita, dikatakan Rita, masih jarang ditemukan di Muara Enim.

Rita memberikan ilustrasi betapa idealnya jika di suatu klinik selain ada ruang bersalin dan ruang perawatan, juga dilengkapi ruang khusus tempat pemijatan, seperti spa, atau yang lainnya. Jadi include dalam satu klinik. Harapannya, begitu keluar dari klinik alumni Akbid ini, si pasien sudah dalam keadaan fresh dan sudah siap melakukan aktivitas rutinnya. foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

pihak manajemen Akbid memberikan beberapa alternatif kepada mahasiswa untuk tempat praktek. Misalnya keterampilan medis KDTK atau kecakapan dasar perawatan khusus yang biasanya dipraktekkan di rumah sakit, maka, untuk mahasiswa tingkat II semester 3 telah mempraktekkan KDTK di rumah sakit umum dan puskesmas yang berada di sekitar Kota Muara Enim. Pertimbanganya, karena keterampilan ini sifatnya masih basik.

“Agar efektif dan efisien, kita arahkan mahasiswa untuk mengisi klinikklinik bidan swasta. Biasanya kita buat MoU dengan mereka. Seperti dengan Bidan Aisyah dan bidanbidan swasta lain yang kerjasama dengan kita,” Rita memberikan solusi.

Direktur Akbid Muara Enim, Rita Kamalia, S.Pd. M. Kes.

Biasanya para mahasiswa yang ingin praktek Patologi Kebidanan oleh Akbid Muara Enim dirujuk ke luar kota untuk dicarikan rumah sakit yang akuntabel secara akreditasi ataupun keamanannya. Rumah sakit yang punya kredibilitas dengan akreditasi A itu, adalah RS. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS. Hasan Sadikin, Bandung. Namun, manajemen Akbid memutuskan memilih RS Hasan Sadikin, dengan alasan lebih simpel dalam persyaratan administrasinya. Sementara untuk ke RS. Cipto terlalu kompleks. Selain administrasi yang lebih rumit, mahasiswa dari akademi lain yang praktek di RS. Cipto itu sudah banyak.

Sebagai Direktur Akbid Muara Enim, Rita mengaku terus berupaya memajukan akademi tersebut dari berbagai bidang. Namun, ia juga tak menafikan sebagai manusia biasa pasti ada saja pihak-pihak yang merasa kurang senang dengan kerja keras yang telah dilakukannya. Seperti masih adanya kritikan yang ditunjukaan kepada dirinya antara lain dari LSM dan media massa. Namun semua itu ditanggapi Rita dengan positif thinking. Baginya, kritikan tersebut merupakan teguran bagi dirinya.

“Bagi saya, jabatan itu adalah sebuah amanah yang harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kalau kata kakak saya, semakin tambah tinggi suatu pohon, maka anginnya semakin kencang. Nah, itu support dari kakak yang saya pegang. Sehingga membuat saya tegar. Seandainya ada masalah, harus saya terima dan harus disekesaikan. Jika kita bisa jawab, kita jawab. Kalau seandainya saya tidak bisa jawab, maka saya akan konfirmasi dengan atasan saya. Sebab saya juga ada atasan, dalam hal ini pemerintah daerah sebagai atasan saya,” jelas Rita panjang lebar. Yang jelas, kata Rita, dalam menjalankan tugas, ia selalu berusaha melaksanakannya sesuai peraturan-peraturan yang ada. Ke depan, Rita berharap Akbid Muara Enim, mampu menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemkab Muara Enim. ] Amri

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

15


foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

EKBIS

PTBA Bangun Rumah Baca

B

di Tanjung Enim

upati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar mengapresiasi PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang ikut mendorong budaya gemar membaca khususnya di Kabupaten Muara Enim.

“Saya selaku pribadi dan atas nama Pemkab Muara Enim menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dibangunnya Rumah Baca oleh PTBA ini,� ujar Muzakir saat memberikan sambutan dalam peresmian Rumah Baca Bukit Asam di Tanjung Enim, 2 Maret 2012.

Menurut Muzakir, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas SDM merupakan suatu sisi yang harus dikedepankan. Karena, bila tingkat kecerdasan masyarakat

16

semakin meningkat, maka partisipasi masyarakat dalam pembangunan semakin baik pula. Salah satu cara untuk meningkatkan SDM tersebut, kata Muzakir, yakni melalui Rumah Baca dan perpustakaan.

Kegemaran membaca merupakan salah satu yang harus dikedepankan, baik yang dilakukan melalui keluarga maupun satuan pendidikan. Dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan dan teknoIogi informasi sekarang ini,

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

masyarakat menuntut adanya tempat untuk mendapatkan bermacam-macam sumber infomasi baik cetak maupun eletronik. Untuk itu Pemkab Muara Enim terus berupaya meningkatkan dan memperluas jangkauan melalui mobil perpustakaan keliling, mobil pintar dan mendirikan Rumah Baca. Muzakir menuturkan, Rumah Baca Bukit Asam yang dibangun di Kota Tanjung Enim oleh PTBA ini merupakan Rumah Baca yang keempat di Kabupaten Muara Enim. Sebelumnya Rumah baca sudah dibangun di Kecamatan Talang Ubi, Kota Muara Enim, dan di Pulau Panggung di Kecamatan Semende Darat Laut.


foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

EKBIS Pada kesempatan itu Bupati meminta agar PTBA juga mendirikan Rumah baca di Kecamatan Tanjung agung yang juga merupakan daerah ring satu PTBA. Kepada pengelola Rumah Baca Bukit Asam ini Muzakir berpesan, agar mampu memberikan pelayanan yang baik dan profesional kepada masyarakat.

Sementara itu, Senior Manager PKBL PTBA Muhammad Hatta dalam laporannya mengatakan, didirikannya Rumah Baca Bukit Asam ini, bertujuan untuk menyediakan sarana dan fasilitas belajar yang berkualitas, memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis. “Rumah Baca Bukit Asam diharapkan dapat mendorong budaya gemar membaca di kalangan pelajar, mahasiswa maupun generasi muda, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul,� ujar Hatta.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Lebih lanjut Hatta menuturkan, Rumah Baca ini terbuka untuk melayani masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, maupun generasi muda.

Sebagai informasi, Rumah Baca Bukit Asam memilki meja baca berkapasitas 40 orang, 4 unit fasilitas untuk internet dengan fasilitas hot spot beradius 100 meter dan ruangan full AC. Rumah baca yang menghabiskan dana Rp 864 juta ini memiliki 1.357 judul buku, meliputi buku pengetahuan populer, pengetahuan sosial, agama, teknik, hukum, keterampilan praktis, serta buku cerita anak-anak.

Secara keseluruhan buku yang tersedia sebanyak 2.454 eksemplar dan secara bertahap akan terus ditambah. Saat ini, kata Hatta, Rumah Baca ini memang masih jauh dari sempurna, baik dari sisi kecukupan buku maupun faslitas penunjang. Ke depan, secara bertahap PTBA akan menambah tambah dan perbahurui. ] Amri

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

17


SERBA SERBI

S

foto: Dok. Kabar Serasan

ekolah yang telah ditetapkan Direktur Pembina SMK dan keputusan Bupati Muara Enim berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini, telah dipercaya untuk merakit notebook, personal komputer, dan LCD projector. Yang membanggakan, produk rakitan para siswa SMKN 2 ini diakui mempunyai kualitas yang sangat baik. Ini terbukti dengan sertifikat ISO 9001:2008 yang mereka peroleh. Kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 2 itu membuat Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar, sangat bangga. Dia meminta kepada semua sekolah SMK yang ada di wilayah Muara Enim maupun sekolah lainnya bisa mengikuti langkah yang dilakukan SMKN 2. Guna meningkatkan kualitas kompetensi keahlian siswa, SMKN 2 Muara Enim dan Bupati Muara Enim, telah melakukan kerjasama dengan manajemen PT Pama Persada Nusantara. Kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Understanding) itu dikemas dalam acara khusus di sekolah tersebut pada Kamis, 15 Maret 2012. Acara itu dihadiri Ketua Bappeda Pemkab Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib, tokoh masyarakat, unsur Muspida, manajemen PT Pama Persada Nusantara, para guru, dan seluruh siswa sekolah tersebut.

Kepala SMKN2 Muara Enim, Drs Muzakir MM, mengatakan, berdasarkan penetapan URS qualitiy managemen tanggal 25 Juni 2009, SMKN 2 Muara Enim mendapatkan sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2008. Direktorat Pembina SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui PT Zyrex Mandiri Buana dan PT Berca Cakra Teknologi memberikan kepercayaan kepada SMKN 2 yang dipimpinnya untuk merakit 249 unit notebook, 108 unit personal komputer, dan 357 unit LCD projector. Menurutnya, hasil rakitan siswa tersebut akan diserahkan kepada 21 SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan dari delapan

18

Industri Kecil binaan Program Gerbang Serasan pola baru.

SMKN 2 Muara Enim Rakit Notebook, Personal Computer dan LCD Projector Tekad Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan berkualitas bukanlah hanya slogan belaka. Terbukti siswa SMKN 2 Muara Enim, berhasil memperlihatkan prestasi gemilangnya seperti siswa SMK Solo yang mampu merakit mobil Esemka. kabupaten/kota di Sumsel. Yakni Kabupaten Muara Enim, Lahat, OKU, Mura, OKU Selatan, Empat Lawang, Lubuk Linggau, dan Kota Prabumulih. “Direktorat pembina SMK cuma menetapkan 2 SMK yang dipercaya merakit notebook, personal komputer, dan LCD projector. Selain SMKN 2 Muara Enim juga SMKN 4 Palembang,� jelasnya. Pada kesempatan itu, Muzakir juga berucap doa agar Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, selalu diberikan kesehatan sehingga dapat melanjutkan pembangunan di Bumi Serasan Sekundang.

Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012 |

KABAR SERASAN

Sementara itu Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, di hadapan para guru dan para siswa SMKN, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 2 Muara Enim. Dia meminta kepada sekolah SMK dan sekolah lainnya yang ada di Muara Enim supaya bisa mengikuti langkah SMKN 2 Muara Enim. Di samping itu, kepada sekolah yang menerima perangkat elektronik tersebut, bupati meminta agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kemajuan di bidang pendidikan, khususnya dalam wilayah Muara Enim. ] Amri


RESEP NUSANTARA SEMUR DAGING KAMBING Ada banyak cara dalam mengolah daging, terutama dalam hal ini mengolah daging kambing. Semur adalah salah satu diantaranya. Yuk kita simak cara membuatnya. Bahan: • 500 gr daging lulur kambing, (potong agak melebar dengan ketebalan ½ cm) • 10 sdm kecap manis (125 ml ) • 5 sdm minyak untuk menumis • 2 sdm bawang merah goreng • 1 bungkus penyedap rasa • 2 cm kayu manis • 1 tangkai sereh, memarkan • 2 lembar daun salam Bahan: • 1 sdt lada butir ,sangrai • 4 siung bawang putih • 10 butir bawang merah • ½ ruas jari jahe • ½ butir biji pala • 3 butir cengkeh, sangrai • 1 sdt ketumbar, sangrai • 1 sdt garam

Cara Membuat: • Tumis bumbu halus , sereh, salam hingga harum lalu masukkan daging, tumis hingga berubah warna dan tidak berair (kesat). • Tambahkan air dan sebagian kecap, Royco, masak hingga daging agak lunak dengan api kecil. • Masukkan 1 sdm bawang goreng, aduk rata dan masak hingga air agak mengering dan daging lunak. • Sajikan dengan ditaburi bawang merah goreng.

SAMBAL GORENG UDANG KENTANG Olahan Udang dan Kentang ini sangat khas sekali dengan Masakan Indonesia. Masakan Nusantara yang satu ini sangat kaya akan bumbu rempah, jadi akan sangat terasa khas sekali. Apakah anda ingin mencoba masakan Sambal Goreng Udang Kentang ini? Berikut Resepnya: Bahan: • 100 gram udang, bersihkan • 100 gram kentang, kupas kulitnya, potong dadu kecil, goreng kering • 2 buah cabai merah, iris serong tipis • 1/2 sendok makan kecap manis • 1 lembar daun salam • 1 cm lengkuas, memarkan • 100 ml santan dari 1/2 butir kelapa • 3 sendok makan minyak untuk menumis Cara Membuat: • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkancabai merah, lengkuas, dan daun salam, tumis layu. • Masukkan udang, kentang, dan kecap manis. Adukaduk. Tuangkan santan. Masak hingga matang dan bumbu meresap. Angkat.Angkat dan siap dihidangkan dengan nasi panas.

Bumbu: • 10 buah cabai merah • 5 buah bawang merah • 2 siung bawang putih • 1 buah tomat, iris kasar • 1/2 sendok makan air asam • 1/2 sendok makan gula merah, sisir halus • Garam secukupnya

KABAR SERASAN | Edisi 16 | Tahun II | Maret 2012

19


foto: Dok. Humas dan Protokol Kab ME

Bupati Muara Enim, meresmikan Polindes desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi. foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Bupati Muara Enim, ditemani Kepala Dewan Kesenian, Dirut PTBA, GM PTBA Tanjung Enim, Ngibing bersama para penari.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Bupati Muara Enim memberikan bantuan peralatan Marawis kepada Pon Pes Nurul Huda di Desa Trans Tanding Marga.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Bupati Muara Enim menggendong salah seorang siswa TPA saat kunjungan ke Desa Trans Tanding Marga.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Bupati Muara Enim memeriksa instalasi air PDAM di desa Tempirai.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, secara spontan memberikan bantuan kepada anak penderita Hydrosipalus.

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

foto: Dok. Kabar Serasan/Amri

LENSA SERASAN

Bupati Muara Enim menerima kenang-kenangan dari Letkol Inf M. Arif Suryandaru saat malam lepas sambut Danyonif 141/AYJP.

Ketua PKK Muara Enim, Shinta Paramitha Muzakir saat melakukan kunjungan di salah satu desa di Muara Enim.

Kabarserasan Edisi 16 (Maret 2012)  

Kabarserasan Edisi 16 (Maret 2012)

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you