Page 1

| 1


TIM KORPUS 2014

Vanya Tedhy Koordinator Umum

Anindya Larasati Pimpinan Redaksi

Bagus Radityo

Sekretaris & Bendahara

Felicia Sutandi

Wakil Pimpinan Redaksi

Dhiya Farah K Pimpinan Produksi

Pelindung – Dr. dr. Ratna Sitompul SpM(K), dr. Eka Ginanjar, SpPD Penanggung jawab – Dwi Rendra Hadi, Shafira Andriani Tim Redaksi Redaktur Lobi – Anindya Larasati, Felicia Sutandi; Redaktur Desk Tulisan Utama – Kartika Laksmi Hapsari; Redaktur Desk Humaniora – Hans Christian; Redaktur Desk SerbaSerbi – Catharina Nenobais, Kartika Laksmi Hapsari, Ruby Aurora; Redaktur Desk Profil – Ruby Aurora; Reporter – Anara Manurung, Azizah Fajar Priarti, Apri Haryono Hafid, Denisa Widyaputri, Dianita Susilo Saputri, Ferry Liwang, Hardya Gustada, Kamilah Haniyah, Ni Gusti Made Anggreni Nur Hadi, Prinnisa A Jonardi, Silvi Risdia Lina, Syifa Amalia, Gerardien Elham Afifah, Much Ikbal, Muhammad Sobri Maulana, Nadia Utami Al Hadi, Nindia Latwo Septipa, Stephanus Simbolon

2 |

Tim Produksi Anggota - Maharani Utami, Maya Dorothea, Sheila Rizky Melati, Fatira Ratri Audita, Aisyah Aminy M


SALAM KORPUS K

orpus perdana di semester baru ini terbit diiringi berbagai pengalaman serba baru bagi mahasiswa Kedokteran UI, seperti mulai merasakan manis-pahitnya menjadi mahasiswa kedokteran bagi mahasiswa baru angkatan 2014, diawalinya perkuliahan di kampus Depok, dimulainya kehidupan sebagai koas, masuk stase baru, dan berbahagia dengan perubahan statusnya dari calon dokter menjadi dokter. Pengalaman-pengalaman menyenangkan tersebut mungkin hampir tak terbayang dapat terjadi oleh diri kita lima tahun yang lalu, namun pada akhirnya hal-hal tersebut dapat terwujud setelah kita melangkah menghadapi tantangan yang ada. Seperti ungkapan Einstein, “Nothing happens until something moves.� Kitalah agent of change, maka kobarkanlah semangat untuk maju dan buatlah perubahan untuk menjadi lebih baik dalam segala hal!

Semangat moving forward! Pemimpin Redaksi Korpus

SALAM KORPUS | 3


DAFTAR ISI SALAM KORPUS

3

DAFTTAR ISI

HOT ISSUE

4

TENTANG COVER

KOMANG SHARY K

6

TOREHKAN MAKARA HIJAU DI DEPOK

TAHUKAH KAMU & AGENDA

MAHASISWA MALAM

7

8

SPEAK UP!

CERPEN

HALO PILREK!

14 TIPS & TRIK

16

MENCOBA LUCU

AKADEMIK VS NON

20

22 MED UPDATES

4 |

DAFTAR ISI

INTERNSHIP

24


HIGHTLIGHT

PSAF 2014

26 EVENTS

PSAF 2014

30 BEM TODAY

CADOK GAUL

KADER IN TEACHING

GALERI MUMMY MESIR

34

EVENTS

AUTISM AWARENESS CAMPAIGN

32

PROFIL

36 DUDU

42

40

MATTHEW BILLY

QUIZ

DAFTAR ISI

48

| 5


TENTANG COVER Ilustrasi cover bulan Oktober ini adalah realisasi dari bayangan spontan Komang Shary Karismaputri saat diminta membuat cover, yaitu bayangan tentang mahasiswamahasiswa baru yang sedang berjalan ke kampus. Komang, begitu ia akrab disapa, merupakan seorang mahasiswi FKUI angkatan 2012 yang mulai menggambar sejak usia 3 tahun, dimulai dari meniru gambar tokoh seperti Doraemon, Dragon ball, dan tokoh kartun lainnya sampai mirip, hingga kemudian ia mulai mengarang tokoh buatannya sendiri.

6 |

TENTANG COVER

Menurut seorang teman, gaya gambar Komang bagai perpaduan antara gaya orang barat dan timur, jadi bisa dibilang aliran gambar Komang adalah blasteran! Karyanya sendiri terpengaruh berbagai zaman dalam hidupnya, seperti Naruto saat SD, game Ace Attorney saat SMP dan pianis klasik saat SMA, yang kemudian berkontribusi membentuk style gambar Komang sekarang ini. Banyak juga pelukis yang menginspirasi Komang dan salah satu favoritnya adalah Caspar David Friedrich. Sekarang Komang sedang giat menggambar tokoh buatan sendiri dan cerita yang ia angkat biasanya

bertema fantasy namun sedikit modern. Komang menggunakan media digital dengan alasan minim peralatan dan dapat memilih warna dengan leluasa, sedangkan duo pensilkertas ia jadikan peraduan saat ia telah lelah duduk terlalu lama di depan komputer. Lalu, kenapa Komang tidak menjadikan hobi ini sebagai profesi?  Menurut Komang, seni bagai pemulihan jiwa yang dapat dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat pribadi. Jika dijadikan profesi, maka poin tadi terasa hilang akibat adanya tuntutan yang mengharuskannya mengikuti kemauan orang lain, contohnya klien.  Terakhir, pesan dari Komang, “Meski sudah susah payah belajar di FK, jangan lupa untuk tetap jadi kreatif!”  Blog: http://komangshary.wordpress.com/ Instagram: @dakomz Twitter: @daKOMZ


BEM Gedung Fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan (FRIK) kampus UI Depok sengaja dibangun untuk memfasilitasi interprofessional collaborative teamwork learning, yaitu pembelajaran kolaborasi mahasiswa yang kelak berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Guna menunjang pembelajaran, kampus ini dilengkapi dengan berbagai laboratorium, salah satunya lab yang dikenal sebagai lab paling horor, yaitu lab anatomi. Bicara soal horornya lab anatomi memang tiada habisnya. Semegah dan sebaik apapun gedung dan ruangan lab anatomi, seperti di kampus FRIK, tetap saja mengisahkan cerita horor yang membuat bulu kuduk berdiri. Cerita datang dari jajaran security kampus FRIK. Konon, pada malam sebelum pemindahan sebagian kadaver dari bangsal potong kampus Salemba ke kampus FRIK, sang security yang tengah berpatroli di selasar C belakang melihat sekumpulan orang yang dikiranya mahasiswa. Tentu saja ia memberitahu agar para ‘mahasiswa’ itu segera pulang. Namun, karena tak digubris, sang security pun mendekat. Seketika itu juga, ia dipanggil oleh rekannya dan berpaling sebentar. Konon ketika ia berpaling lagi ke arah kumpulan ‘mahasiswa’ tadi, mereka telah lenyap.

BPM

• Pengawasan Langsung BEM • Evaluasi Akhir BEM • Tahun BEM

ISMKI

• Rakornas • Bulan Bakti

TBM

• 20-21 September 2014: Pengobatan Massal TBM • 27-28 September 2014: Pelatihan BLS dengan AGD 118 • 20-15 Oktober 2014: E-Fast

Kafetaria

• September • FunFriday • Oktober • Pelepasan Anggota 2009 • Ultah Kafe

BFM

• Desember • Filmologic • Pankreas

AGENDA

TAHUKAH KAMU & AGENDA

Keesokan harinya, kadaver dari Salemba pun tiba. Pada malam harinya sang security kembali bertugas, dan dari kejauhan, ia melihat kumpulan itu lagi. Konon, jumlah orang yang ada, lengkap dengan rincian jenis kelaminnya, sama dengan jumlah kadaver yang baru saja masuk ke lab anatomi FRIK. (nita)

• 13-14 September 2014: Rapat Paruh Tahun dan Team BuildingQ • 27 September 2014: Rapat Kompetensi Badan • 27-28 September 2014: Open House FKUI 201418 Oktober 2014: Fundraising FKUI

| 7


TOREHKAN MAKARA Pepatah tua mengatakan “Rezeki rumah

8 | HOT ISSUE

Isu perpindahan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ke lingkungan Depok memang masih hangat diperbincangkan khalayak ramai. Pasalnya, wacana yang telah lama diperbincangkan dengan semua pihak yang terkait tersebut akhirnya terealisasikan pada tahun ajaran 2014/2015 ini. Lantas apa alasan yang mendasari langkah “pindah rumah” tersebut? Dr. Nani Cahyani Sudarsono, SpKO, selaku Koordinator Pendidikan S1 FKUI menjelaskan bahwa sejak dahulu memang telah ada wacana mengadakan fasilitas untuk pendidikan dokter. “Berdasarkan diskusi yang pan-

jang, akhirnya menghasilkan mahasiswa yang berkuliah di Depok adalah tingkat 1 sampai tingkat 3 karena fasilitas yang memungkinkan hanya untuk mereka,” jelas dr. Nani. Sementara itu, kegiatan klinik tetap diadakan di berbagai rumah sakit pendidikan yang selama ini digunakan. Di lain pihak, kontroversi datang dari akan diadakannya pembangunan Medical Education & Research Center (MERC) FKUI yang mengakibatkan pembongkaran bangunan yang dulunya merupakan ruang kuliah. Akan tetapi, bangunan bersejarah tersebut ternyata tidak sepenuhnya dibongkar, masih terdapat ruan-

D


HIJAU DI DEPOK akan banyak jika selalu ada perbaikan”

gan yang dapat digunakan sebagai tempat perkuliahan mahasiswa. Pertanyaan seakan timbul untuk memperjelas alasan mengapa FKUI harus pindah.

“Kedua, fasilitas yang telah disiapkan di Depok tidak dapat dilaksanakan secara setengah-setengah, khususnya skill lab,” lanjut dr. Nani. Seluruh fasilitas skill lab, termasuk manekin tidak dapat disediakan untuk di Salemba dan di Depok karena keterbatasan biaya. Kemudian, oleh karena fasilitas skill lab yang ada di Depok jauh lebih bagus diband-

HOT ISSUE | 9

“Sejak tahun lalu, angkatan 2013 telah melakukan perkuliahannya di Depok, sedangkan tingkat 2 dan 3 di Salemba. Akan tetapi, penyelenggaraan pendidikan seperti itu terasa berat,” kesah dr. Nani. Terdapat beberapa argumen yang dilontarkan untuk memperjelas situasi. “Pertama, dosen atau staf pengajar harus mondar-mandir,” ungkap dr. Nani. Tidak dapat dipungkiri, memang benar bahwa jarak UI Salemba menuju ke kampus UI Depok yang

terpaut 35.5 km adalah jauh. Lebih lagi, keramaian lalu lintas menyebabkan mobilitas staf pengajar menjadi sangat kurang. Sehingga tidak jarang mereka biasanya memilih untuk selama sehari berada di Depok atau Salemba, bukan keduanya.


10 | HOT ISSUE

ingkan dengan yang ada di Salemba, maka keputusan akhir adalah skill lab hanya dapat dipergunakan pada satu tempat, yaitu Depok. Di samping itu, fasilitas lain seperti laboratorium, khusunya laboratorium anatomi yang juga tidak dapat dilaksanakan di dua tempat, ruang diskusi, ruang kuliah, dan lain sebagainya, juga menunjang. Dengan demikian, fasilitas yang ada di Depok sebenarnya sangat mendukung agar diselenggarakannya perkuliahan di Depok. Oleh karena terbilang menempati gedung baru, yaitu gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, kritik dan saran menuju perbaikan fasilitas yang ada tetap diharapkan, baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen. Laporan mengenai sarana dan prasarana, meliputi ruang diskusi, ruang kuliah, dan lain sebagainya yang membutuhkan perbaikan akan segera ditanggapi. Ke depannya, mewakili pihak dekanat, banyak harapan terkait “markas” baru FKUI ini. “Fasil-

itas yang diadakan oleh universitas ini telah melalui perjalanan panjang sehingga dapat terwujud. Sehingga yang pertama adalah ini semua patut kita syukuri. Kedua, fasilitas yang telah ada ini harus dipelihara. Tempat ini merupakan tempat yang sangat baik untuk belajar hidup bersama termasuk belajar menggunakan fasilitas yang ada,” jelas dokter spesialis kedokteran olahraga itu. Tentu banyak keuntungan yang didapatkan ketika FKUI masuk ke lingkungan UI Depok. Utamanya adalah mahasiswa kedokteran UI dapat bergabung dengan warga UI secara keseluruhan. Tentunya suatu terobosan berbeda dari yang sebelumnya di mana FKUI seolah terasingkan dari fakultas lainnya. “Karena sebetulnya menjadi mahasiswa Universitas Indonesia adalah harus mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi dengan mahasiswa lain,” ujar dr. Nani.


Pindah lokasi kampus memang terkadang menjadi masalah tersendiri bagi yang mengalaminya. “Pelajari situasi, adaptasi, dan lihat bagaimana hasilnya ke depan. Tentunya untuk mencapai hal tersebut harus bergaul dengan mahasiswa lain sehingga diharapkan semuanya dapat menjadi mahasiswa yang dapat belajar untuk hidup bersama, menggunakan fasilitas bersama, belajar bersama, dan belajar yang lainnya secara bersama-sama,” jelas dr. Nani. Sebab, belajar dari lingkungan, bergaul dengan teman yang lain, dan beradaptasi, niscaya merupakan kunci sukses dalam menggeluti perkuliahan di Depok.

Nani. “Sama halnya dengan jika kalian merasa Depok sebagai tempat baru, maka akan banyak rezeki yang dilimpahkan. Untuk angkatan 2012 memang Depok merupakan suatu hal yang baru, begitu juga dengan angkatan 2014. Tetapi, sudah ada angkatan 2013 yang lebih lama berada di Depok. Oleh karena itu, diharapkan bergurulah dengan “penghuni” yang lebih lama,” tambah beliau. Manfaat positif di Depok harus diambil sebaik-baiknya. Bersepeda santai, lari sore, hidup mandiri bagi yang tinggal di kost, dan manfaatkan fasilitas yang ada, seperti perpustakaan pusat, klub olahraga, dan lain sebagainya. /ferry dan apri

HOT ISSUE | 11

Ringkasnya, penambahan fasilitas dan perpindahan mahasiswa kedokteran untuk ke Depok sebenarnya telah direncanakan dengan baik. Bahkan dalam perencanaannya juga terdapat mahasiswa yang terlibat. “Kita berproses ibarat pepatah tua yang mengatakan rezeki dalam suatu rumah akan banyak jika

terus dilakukan perbaikan/renovasi. Artinya jika rumah kita tidak kunjung usai direnovasi, justru di situ rezeki akan mengalir,” ungkap dr.


KATA MEREKA

SELAMAT TINGGAL SALEMBA..

12 | KATA MEREKA

HALO DEPOK!

Perpindahan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ke Depok menimbulkan pro dan kontra untuk para mahasiswanya.


Dani M. Trianto FKUI 2013

Dani M. Trianto, mahasiswa FKUI 2013, mengatakan bahwa awal mengetahui ia akan berkuliah di depok, ia merasa kecewa karena meninggalkan gedung penuh sejarah dengan fasilitas yang sudah lengkap ke gedung baru yang masih dalam proses penyempurnaan fasilitas. Terlebih lagi awalnya ruangan kemahasiswaan untuk FK belum ada. Akibatnya begitu banyak dinamika tentang perebutan penggunaan selasar di RIK. Namun setelah menjalani kegiatan perkuliahan di depok, ia sangat senang dengan internet yang kencang, fasilitas yang lengkap, dan jumlah steker listrik yang memadai.

Yasmina Z. Syadza FKUI 2012

KATA MEREKA | 13

Berbeda dengan Dani yang akhirnya senang, Yasmina Z. Syadza, mahasiswa FKUI 2012, merasa kepindahannya ke Depok menjadi “bencana� sesaat. Hal ini dikarenakan lokasi rumahnya yang cukup dekat dengan FKUI Salemba dan Salemba yang berada di lokasi strategis, mengingat berbagai pusat perbelanjaan dan toko-toko penjual keperluan mahasiswa kedokteran tersedia disekitarnya. Caca, wanita ini kerap dipanggil, hingga saat ini masih memilih untuk pulang-pergi dengan menggunakan kereta api. Yang ia sayangkan hingga saat ini ialah masih minimnya papan informasi di gedung kuliah sehingga kerap tersasar. Selain itu, ia juga kurang dapat mengenali adik kelasnya karena semua mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan berkumpul disana. Ia berharap agar hubungan tiap angkatan dipererat agar mahasiswa FKUI tetap kompak.


halo pilrek! By Departemen Kajian Strategis Euforia pemilihan pemimpin di Universitas Indonesia tidak berakhir begitu saja setelah usainya pemilu presiden 2014. Masih ada proses pemilihan yang hasilnya akan sangat memengaruhi kondisi mahasiswa UI ke depannya. Ya, kita masih akan dihadapkan dengan pemilihan rektor UI untuk masa bakti 2014-2019. Proses panjang pemilihan rektor ini sudah dimulai sejak tanggal 11 Agustus 2014. Proses pendafataran calon rektor akan berlangsung selama satu bulan hingga tanggal 11 September 2014. Proses pemilihan calon rektor ini terdiri dari pendaftaran, pengumuman calon, uji publik, pengumuman 7 calon rektor terpilih, proses seleksi oleh MWA, dan penetapan calon rektor. Mahasiswa UI akan mengetahui siapa rektor yang terpilih untuk memimpin 5 tahun ke depan pada tanggal 20 November 2014.

14 |

Tantangan untuk rektor baru nanti dirasa sangat besar, mengingat begitu banyak PR yang dimiliki untuk memperbaiki UI yang sempat menjadi sorotan media massa setelah gonjang ganjing UI pada tahun 2012. Belum lagi ditambah dengan turunnya peringkat UI secara bertahap selama tiga tahun belakangan ini. Permasalahan-permasalahan dana hingga riset akan mewarnai perjuangan rektor UI ke depannya untuk membawa perubahan bagi UI kita tercinta ini. Menurut POKJA Pemilihan Rektor 2014 MWA UI UM, rektor terpilih nanti haruslah menjadi pemimpin yang mam-

pu membawa terobosan besar untuk UI. Tidak hanya terkungkung untuk menjalankan statuta UI, rektor nanti harus memiliki visi yang tepat untuk memberikan terobosan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan UI. Selain itu, berdasarkan undang-undang baru mengenai perguruan tinggi yang memberikan otonomi kepada perguruan tinggi, menjadikan pergantian kewenangan yang tadinya terdapat pada menteri menjadi pada rektor sehingga rektor bebas merancang UI dengan hanya butuh persetujuan dari MWA UI. Yang berbeda dari pemilihan rektor tahun ini adalah dengan adanya unsur mahasiswa dalam P3CR (panitia pemilihan calon rektor). Mahasiswa sebagai stakeholder terbesar di Universitas Indonesia memiliki andil yang besar dalam penentuan rektor. Salah satu andil yang dimiliki mahasiswa adalah penyuaraan aspirasi akan kebutuhan mahasiswa seperti sarana pendidikan, beasiswa, keringanan biaya pendidikan, dan hal lain yang dapat menunjang aktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan

studinya.


Q&A Dokter Layanan Primer 1.

Apa itu Dokter Layanan Primer (DLP)? DLP adalah seorang GENERALIS yang pendidikannnya setara dengan program SPESIALIS dalam melayani pelayanan kesehatan primer.

2.

Apa saja kompetensi yang dimiliki DLP? DLP memiliki kompetensi di bidang ilmu kedokteran keluarga, kedokteran komunitas dan ilmu kesehatan masyarakat dibandingkan dengan dokter umum

3.

Mengapa diperlukan DLP di Indonesia DLP diperlukan sebagai pelayan kesehatan primer dan pengatur (gatekeeper) rujukan pelayanan kesehatan lanjutan sehingga mutu dapat dimaksimalkan dan biaya dapat diminimalkan.

4.

Flash News (15/08/2014) WHO: Penderita ebola tembus angka 2100 orang, korban tewas lampaui 1100 orang (21/08/2014) MK tolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta, Jokowi-JK resmi menjadi presiden terpilih (23/08/2014) Ahok bersiap jadi Gubernur Jakarta, sesuai ketentuan UU No. 12 2008 ayat 3 wakil kepala daerah menggantikan kepala daerah jika meninggal dunia, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama enam bulan (23/08/2014) Mudah, Swiss tempat favorit euthanasia. Terbukti, dalam rentang empat tahun pasien layanan bunuh diri meningkat dua kali lipat (Panji)

Bagaimana sistem pendidikan DLP di Indonesia? Program pendidikan DLP hanya dapat diseleggarakan oleh fakultas kedokteran yang terakreditasi A dan telah memiliki kebijakan program DLP yang ditempatkan setara dengan program PPDS.

5.

Bagaimana pelaksaanaan DLP di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)? Dalam era JKN, tidak semua dokter umum diwajibkan untuk menjadi DLP. Namun, ada kalanya BPJS akan lebih memilih DLP dibandingkan dokter umum.

SPEAK UP! | 15


16 | CERPEN

Ketika Lari Bukan Lagi Solusi


S

uatu malam, pak Toni duduk di kursi goyang kesayangannya sambil sesekali meneguk kopi yang tersedia di sampingnya. Waktu menunjukkan pukul 9 malam dan suasana di kompleks rumahnya sudah cukup sunyi. Cukup lama bersantai, iakemudian beranjak dari kursinya untuk berjalan menuju kamar mandi namun tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu. Ia segera menuju pintu depan rumahnya dan mendapati sesosok pemuda. Ternyata itu Brian, murid terbaiknya, membawa ransel besar dengan wajah sedih dan mata yang sembab. Tanpa berkata-kata, pak Toni mempersilakan Brian untuk masuk ke dalam rumahnya sambil kebingungan memikirkan apa yang terjadi.

wajahnya. Kedua tanganya memegang kepala dan menutup kedua matanya.

Brian tampak duduk termenung di ruang tamu rumah pak Toni. Tak lama, pak Toni datang membawa membawa teh hangat dan ikut duduk di ruang tamu. Selama beberapa lama mereka hanya diam membisu. Brian sesekali meminum teh yang telah tersedia di atas meja.

‘’Bapak tidak melarang kamu tinggal disini, tapi apakah kamu sudah memberi tahu kedua orang tuamu?” tanya pak Toni.

“Saya kabur dari rumah pak,” kata Brian memecahkan kesunyian. ‘’Orang tua saya akan bercerai.’’ ‘’Mereka telah bertengkar selama beberapa bulan, dan semuanya semakin parah dalam beberapa minggu terakhir. Ibu memergoki ayah saya berselingkuh dengan wanita lain,’’ lanjut Brian yang berusaha menahan air matanya. Suaranya bergetar, menahan emosi saat bercerita kepada Pak Toni.

“Orang tua sering kali melakukan kesalahan akibat keegoisan kami. Kedua orang tuamu memang melakukan kesalahan. Tetapi kamu harus bersabar. Bapak tahu kamu anak cerdas dan kuat, kamu pasti bisa melalui semua ini,” ucap Pak Toni, memberi semangat kepada Brian. “Pak, bolehkah saya tinggal disini untuk sementara waktu?” tanya Brian.

“Tidak perlu, buat apa mereka tahu? Toh mereka tak akan peduli!’’ timpal Brian kesal. “Walaupun mereka bertengkar satu sama lain, bukan berarti cinta mereka padamu berkurang. Bagaimanapun juga, mereka adalah orang tuamu. Mereka pasti khawatir jika kamu tidak memberikan kabar,” kata Pak Toni lembut. “Tapi pak, mereka bahkan berencana memisahkan saya dari adik saya Mimi yang sangat saya kasihi. Ibu akan membawanya ke Malaysia, sehingga saya tinggal bersama ayah saya. Betapa teganya mereka,” ujar Brian sambil berurai air mata. Pak Toni pun terdiam beberapa saat. Ia sangat prihatin dengna kondisi Brian. Menurutnya tidak sepantasnya anak semuda Brian menerima hal semacam ini akibat kesalahan kedua orang tuanya.

CERPEN | 17

“Saya benci mereka berdua. Ibu selalu sibuk pergi arisan sedangkan ayah selalu pulang larut malam. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah tidak tahan dengan mereka. Rasanya saya ingin pergi dan tak mau bertemu mereka lagi,’’ ujar Brian sambil menundukkan

Melihat hal ini, pak Toni kemudian berpindah untuk duduk disamping Brian, tangannya memegang pundak Brian dan berusaha memberikan semangat.


“Yasudah kalau begitu, malam ini kau beristirahat dulu di rumah bapak. Besok bapak akan mengantarmu kembali ke rumahmu.” “Tapi pak, saya belum ingin kembali ke mereka.” “Istriku pernah menasihatiku, lari dari masalah bukanlah suatu penyelesaian” kata Pak Toni mengutip perkataan mendiang istrinya, Mariah, yang telah meninggal 5 bulan lalu. “Dulu waktu bapak masih muda, bapak bukanlah orang yang seperti sekarang ini. Bapak sama seperti anak-anak nakal di sekolahan yang sering bolos dan berbuat onar,“ lanjut Pak Toni, mulai bercerita mengenai masa mudanya. “Jadi dulu bapak sama seperti Riki, Doni, dan Joko?” Tanya Brian penuh rasa penasaran. “Bahkan lebih buruk. Tapi semuanya berubah, saat dia menamparku,” Jawab Pak Toni sambil tersenyum hangat. “Dia?”

18 | CERPEN

‘’Ya, dia adalah istri bapak, Mariah. Dulu bapak dan teman-teman membuat keonaran. Kami menghajar beberapa murid di sekolah lain hingga mereka terluka parah. Kami pun dilaporkan oleh teman-teman mereka. Saat itu kami berempat, namun hanya tiga orang dari kami yang tertangkap oleh polisi. Bapak berhasil lolos karena mereka tidak sempat melihat wajah bapak. Teman-teman bapak pun tidak ingin mengkhianati persahabatan kami, sehingga tidak ada yang mau berbicara,” lanjut Pak Toni. “Beritapun menyebar sampai di sekolah, tetapi walau diancam oleh guru bahwa tiga orang tadi akan dikeluarkan jika tidak ada yang mengaku, tetap tidak ada yang berani melaporkan bapak walaupun mereka tahu.”

“Namun, tiba-tiba Mariah datang saat jam istirahat menampar bapak dan mengatakan ‘Lari dari masalah bukanlah suatu penyelesaian, aku tahu kamu bukan seorang pengecut seperti itu’ sambil menahan tangis. Wajar saja jika ia ingin menangis karena salah satu dari ketiga orang tersebut adalah sepupunya. Bapak kemudian tertegun. Semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya diam membisu. Dia kemudian pergi meniggalkan bapak yang hanya diam mematung. Kemudian saat pulang sekolah bapak menyerahkan diri. Kami bereempat pun diskors selama satu bulan,” ucap Pak Toni. ‘’Saya terkejut mendengarnya pak. Lalu bagaimana bapak bisa menikah dengan Ibu Mariah?” tanya Brian penasaran. “Setelah bapak masuk satu bulan kemudian, ia mulai bersikap baik pada bapak dan pada akhirnya kami menjadi dekat. Padahal, ia tidak pernah berbicara dengan bapak sebelumnya. Tamparan dan perkataanya kemudian adalah yang pertama kali ia ucapkan kepada bapak.” “Istri bapak benar. Lari dari masalah bukanlah suatu penyelesaian. Saya tidak akan melakukkan tindakan pengecut itu lagi,” kata Brian yang mulai menemukan semangatnya kembali. ‘’Ya sudah, saatnya kamu beristirahat. Besok bapak akan mengantarmu ke rumah,’’ ujar Pak Toni kemudian mengakhiri percakapan mereka malam itu.


CERPEN | 19


TIPS dan TRIK ACADEMIC VS NON-ACADEMIC

S

elamat datang di perkuliahan kita yang luar biasa. Sudah kangen kan dengan rubrik tips dan trik? Kali ini kita akan membahas bagaimana menyeimbangkan hidup kita di kampus, baik kehidupan akademik maupun non-akademik. Ada beberapa tips dan trik yang bisa jadi pedoman. Pertama, agar dapat bertahan di kehidupan akademis, kita harus melakukan: 1.

Ketahuilah cara belajar kita Setiap orang memiliki metode belajar yang berbeda – beda. Untuk itu,penting untuk kita mencari cara belajar yang tepat. Kita bisa memulai dengan mencoba suatu metode kemudian mengevaluasinya sampai kita menemukan gaya belajar yang paling cocok.

20 | TIPS & TRIK

3.

Kedua, agar dapat tetap bertahan di kehidupan non-akademik, kita dapat melakukan: 1.

Penghargaan kepada diri sendiri Ketika telah berjuang keras dalam menjalani kehidupan akademis, jangan lupa memberikan penghargaan terhadap diri sendiri. Tapi penghargaan ini tentu harus diawali dengan target – target dan harus

Pergaulan di kampus Perbanyak dan perluas relasi serta pergaulan kita, mulai sesama angkatan, senior, junior, staf, mbak – mbak kantin, dan siapa saja yang ada di sekitar kampus kita. Mungkin kita tidak merasakan andil mereka sekarang, tetapi bukan tidak mungkin mereka akan membantu kita ketika suatu saat kita membutuhkan pertolongan.

Perencanaan Perencanaan yang matang sangat penting dalam memulai pekuliahan. Buatlah rencana kuliah pada awal perkuliahan. Selain itu, jangan lupa tentukan prioritas hidup kita. Berpeganglah pada prinsip ini, “Jangan diatur waktu, tapi aturlah waktu sesuai prioritas hidup.”

2.

dicapai pada akhirnya. Dengan begitu kita bisa menghargai pencapaian kita dan menghindari kita dari stres dan jenuh.

2.

Mengikuti organisasi Mengikuti organisasi merupakan wadah yang baik untuk kita mengatur diri sendiri dan orang lain, melatih team work, melatih kepemimpinan, melatih komunikasi, memperluas relasi, serta masih banyak lagi. Dengan cara mengikuti organisasi, kita bisa menilai kinerja diri saat mendapat suatu tanggung jawab dan dalam memimpin. Maka dari itu, mengikuti organisasi sangat penting dalam mengasah soft skill kita yang tidak akan kita pelajari dalam kehidupan akademis.


3.

Salurkan hobi dalam kegiatan seni atau olahraga

Sekian tips dan trik agar dapat bertahan di kehidupan akademik dan non akademik. Mulailah dari sekarang, karena tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang lebih baik, semangat!

TIPS & TRIK | 21

Melalui seni dan olahraga, kita dapat menyalurkan hobi dan melepaskan diri dari kejenuhan dan kekangan akademis yang tinggi. Selain menghilangkan penatdan kejenuhan, kita juga bisa menambah relasi serta menjadi eksis di

kehidupan kampus.


MENCOBA LUCU Warning! Tulisan ini dibuat untuk kepentingan hiburan semata. Segala kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanyalah kebetulan belaka. Selamat menikmati!

Olahraga Rutin Seorang pasien datang ke dokter karena kesehatannya memburuk akibat diabetes yang dideritanya. Dokter pun memberikan beberapa nasihat untuk memperbaiki kondisinya. Dokter

: Bapak, sebaiknya Anda melakukan olahraga rutin supaya kesehatan Anda tetap baik.

Pasien

: Tapi dok, saya selalu bermain sepak bola, basket, dan tenis setiap harinya, Dok.

Dokter

: Benarkah? Berapa lama Anda

22 | MENCOBA LUCU

bermain dalam sehari pak? Pasien

: Sampai baterai di telepon seluler saya habis.

Dokter

: ….

Tawaran Menarik Seorang dokter mencoba membuat sesuatu yang menarik untuk meningkatkan jumlah pasiennya. Setelah berpikir beberapa lama, Ia pun menggantungkan sebuah papan di luar kliniknya yang bertuliskan “BIAYA SELURUH PENGOBATAN HANYA 30 RIBU RUPIAH. JIKA TIDAK SEMBUH, KAMI AKAN BAYAR ANDA 100 RIBU RUPIAH.” Seorang pasien yang membaca pengumuman itu mencoba menipu dokter tersebut untuk mendapatkan uang Rp 100 ribu. Pasien

: Dok, saya tidak bisa merasakan apa pun di lidah saya.

Dokter

: Baik, tunggu sebentar ya pak. Suster, tolong berikan beberapa


tetes obat dari kotak nomor 22. Setelahnya diberi tetesan obat dari kotak nomor 22, sang pasien tersebut berteriak. Pasien

: Lho apa-apaan ini dok, ini kan URIN!

Dokter

: Selamat! Berarti indra pengecap Anda sudah kembali. Tetap sehat ya pak.

Pasien

: Begini dok, saya kehilangan ingatan saya. Bagaimana ya dok?

Dokter

: Baik, sebentar ya pak. Suster, tolong berikan beberapa tetes obat dari kotak nomor 22.

Pasien

: Tunggu dulu! Itu kan obat untuk kehilangan indra pengecap yang isinya URIN!

Dokter

: Wah, selamat pak, berarti ingatan Anda sudah kembali. Tetap sehat ya pak. Terima kasih!

Pasien tersebut pun kehilangan 30 ribu rupiah miliknya. Ingin membalas dendam, Ia pun kembali dua minggu setelahnya untuk mendapatkan uangnya kembali dan uang 100 ribu rupiah yang dijanjikan. Dokter

: Selamat pagi pak, ada keluhan apa?

Rumah Sakit Jiwa Seorang jurnalis sedang mewawancarai seorang dokter di Rumah Sakit Jiwa untuk kepentingan artikel yang sedang ditulisnya. Jurnalis

: Dokter, bagaimana cara Anda menetukan apakah seorang pasien harus dirawat atau tidak?

Dokter

: Pertama-tama, kami akan mengisi penuh sebuah bak mandi serta memberikan calon pasien sebuah sendok teh, gelas, dan ember. Lalu calon pasien tersebut harus mengosongkan bak mandi yang terisi penuh.

Jurnalis

: Tentu saja orang normal akan memilih ember karena itu yang paling besar.

Dokter

(nadia) Sumber: www.olaalaa.com

MENCOBA LUCU | 23

: Tidak, orang normal pastinya akan membuka sumbatan penguras bak. Silahkan Anda naik ke tempat tidur nomor 3‌


Meds Update by Departemen Pendidikan dan Profesi

INTERNSHIP: SEBUAH PEMBELAJARAN DALAM PENGABDIAN

24 | MED UPDATES

Setelah bersuka cita mengangkat sumpah, dokterdokter baru ini tak lantas bisa berpraktik. Mereka harus mengikuti internsip. Lantas, apakah ini sebuah pemaksaan? Atau justru sangat bermanfaat? Selepas menyandang gelar dokter dari institusi pendidikan, kita diharuskan menjalani program internsip. Selama kurun waktu 1 tahun, menjadi dokter di daerah perifer, mengabdi pada masyarakat di bawah dokter pembimbing, dan mendapatkan penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Setelah itu, barulah bisa mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) untuk berpraktik secara bebas. Bagaimana sebenarnya pelaksanaan program internsip ini? Internsip sudah tidak asing lagi bagi dunia kedokteran Indonesia. Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Pelaksana program ini adalah Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI), ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. KIDI memiliki sekretariat di berbagai wilayah pelaksanaan internsip, sehingga proses operasional dapat diawasi hingga tingkat provinsi. Dasar pelaksanaan program ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 299/Menkes/Per/II/2010 serta Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No. 1/KKI/Per/2010 dan Undang-Undang No. 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Menurut undang-undang tersebut, program


internsip merupakan salah satu proses pelatihan keprofesian pra-registrasi untuk mencapai pemahiran dan pemandirian praktik dokter. Hal ini membuat seorang dokter tidak bisa mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) jika belum melaksanakan program internsip. Ini harga mati bagi para sejawat. Di Indonesia, internsip merupakan bagian dari program penempatan wajib sementara selama paling lama satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, peserta internsip akan ditempatkan di rumah sakit tipe C atau D selama 8 bulan dan puskesmas selama 4 bulan. Wilayah pelaksanaannya telah mencapai 32 provinsi di Indonesia. Atas kinerjanya, peserta mendapatkan tunjangan berupa Bantuan Biaya Hidup (BBH) sebesar Rp1.200.000,00 setiap bulan. Selain itu, dengan mempertimbangkan etika praktik kedokteran atas dalil ‘pasien tidak diperkenankan dijadikan objek praktik mahasiswa kedokteran,’ setiap bentuk proses pendidikan dan pelatihan, termasuk internship ini, harus berada di bawah pengawasan dokter pendamping. Menurut Kementerian Kesehatan, program ini melibatkan 1509 dokter pendamping. Bukan jumlah yang sedikit tentunya.

Program ini sekaligus merupakan ajang untuk mengabdi pada Indonesia. Kita akan ditempatkan di daerah perifer dengan kondisi yang berbeda dari tempat kuliah. Kita juga tidak menarik biaya dari pasien karena telah mendapat penghasilan dari pemerintah. Tidak ada beban bagi kita dalam menjalani internsip ini karena semua fasilitas telah disediakan. Maka, jadikanlah internsip sebagai kesempatan mengabdi setulus hati bagi masyarakat. Pada saat internsip kita akan mendapatkan banyak pelajaran dan mengabdi. Masih ragu untuk menjalani internsip? Tentu tidak bagi dokter lulusan FKUI, karena kita dokter terbaik bangsa ini!

Masih penasaran dengan Program Internsip Dokter Indonesia? Datang ke Doctor’s Career Update yang diadakan Pendpro November nanti ya! (Fathia)

Sumber: • BPPSDMK Departemen Kesehatan Indonesia. Program Internsip Dokter Indonesia. 23 Mar 2014 [accessed 21 Aug 2014]. Available from: http://bppsdmk. depkes.go.id/internsip/berita.php?id=7 • Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran.

MED UPDATES | 25

Lalu, apakah tujuan dari program ini? Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dan kualitas dokter lulusan terbaru. Sebagai dokter baru, internsip merupakan kesempatan untuk menangani pasien secara penuh di berbagai tempat pelayanan kesehatan. Disinilah kita bisa mempelajari banyak hal serta menemukan berbagai kasus baru. Kita juga masih dibantu oleh dokter pendamping, walaupun dengan intensitas yang jauh berkurang dibandingkan saat kepaniteraan klinik. Inilah kesempatan terakhir untuk menjadi dokter yang mandiri, mengambil keputusan dengan yakin, dan

mampu untuk membaca situasi dan kondisi. Seusai internsip, kita akan menjadi dokter mandiri, dimana setiap keputusan merupakan tanggung jawab kita.


PSAF 26 | HIGHLIGHT

FKUI 2014 Tradisi, gaya hidup, dan ritme kehidupan yang berbeda merupakan bagian dari paket “menjadi seorang mahasiswa”. Kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan putih abu – abu sehingga membutuhkan persiapan yang matang agar langkah ke depannya untuk bisa survive di kampus Fakultas Kedokteran Universitas dapat dijalankan dengan baik. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) sebagai suatu wadah penanaman nilai, tradisi atau budaya kampus kedokteran, dan tips-tips adaptasi di kehidupan kampus.

PSAF yang selalu diselenggarakan setiap tahunnya menghadapi berbagai tantangan di tahun ini dan pelaksanaannya diketuai oleh saudara Bramantya Wicaksana, mahasiswa FKUI angkatan 2011 yang juga menjabat kepala departemen kaderisasi BEM IKM FKUI. PSAF tahun 2014 ini telah diadakan pada tanggal 19–20 Agustus 2014 dan ternyata perolehan kedua tanggal sebagai waktu pelaksanaan PSAF memiliki kisah perjuangan tersendiri. Berdasarkan penelusuran yang telah kami lakukan, PSAF setiap fakultas yang telah dijadwalkan oleh panitia kegiatan mahasiswa baru Universitas Indonesia 2014 pada tanggal


25-26 Agustus 2014 harus ditentang oleh pihak FKUI. Bramantya Wicaksana yang akrab disapa sebagai Bram ini harus menempuh kegiatan FCP (Foundation for Clinical Practice) pada kedua tanggal yang ditetapkan tersebut dan dari pihak dekanat yang pada pelaksanaan PSAF 2014 ini diketuai oleh dr. Arief Cahyadi, Sp.An tidak mengizinkan PSAF yang berjalan tanpa ketua pelaksananya sehingga mereka pun berjuang bersama untuk memperoleh tanggal 19-20 sebagai tanggal pelaksanaan. Perbedaan utama pada PSAF di tahun ini terjadi pada tempat dan waktu pelaksanaan, dan konten acara yang diusung dalam acara ini. PSAF yang untuk pertama kalinya dilakukan di Depok, tepatnya di Kampus Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) sebagai tempat kuliah yang baru bagi mahasiswa kedokteran bersama mahasiswa 4 fakultas rumpun ilmu kesehatan lainnya, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Kedokteran Gigi, dan Keperawatan. Tempat pelaksanaan PSAF tahun 2014 yang berbeda dari tahun sebelumnya tentu menuai kendala dalam pelaksanaannya baik dari segi eksternal maupun internal. Dari segi eksternal sendiri, permasalahan timbul dari penguasaan lapangan yang masih kurang dari panitia yang sebagian besar berkuliah di Salemba dan juga penggunaan fasilitas yang harus dibagi bersama dengan 4 fakultas lainnya. Birokrasi peminjaman ruangan yang berbeda daripada birokrasi yang selama ini dilakukan di kampus Salemba juga menjadi salah satu tantangan baru yang harus diselesaikan bersama oleh panitia.

Selain itu PSAF di tahun ini dari segi konten lebih menonjolkan strategi penanaman nilai melalui diskusi fasilitator dan seminar interaktif. Waktu diskusi dengan fasilitator yang diinisiasi oleh pembahasan berbagai pemicu, menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan rasa kesejawatan antarmahasiswa baru, sedangkan seminar interaktifnya sendiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk semakin percaya diri dan juga semakin jatuh cinta terhadap profesi seorang dokter. Salah satu kalimat penggugah hati muncul dari dr. Cicilia Gita Parwati, selaku narasumber, yaitu “Ketika kamu memutuskan untuk memilih menjadi dokter, ketika itu pulalah kamu telah memberikan hidupmu sepenuhnya kepada pasien–pasienmu.� Perbedaan dan tantangan PSAF yang harus diselesaikan oleh panitia ternyata berhasil mendapatkan feedback positif dari mahasiswa baru, yakni pemahaman baru bahwa PSAF bukanlah salah satu bentuk dari perpeloncoan yang selama ini selalu menjadi momok bagi mahasiswa baru, melainkan pemahaman tentang arti penting sebuah kesejawatan yang harus selalu dijaga bersama, dan peran penting seorang dokter bagi pasiennya. (Made & Nindi)

HIGHLIGHT | 27

Sedangkan dari segi internalnya sendiri, keadaan panitia yang sebagian besar tidak berdomisili di Depok sempat menjadi kendala tersendiri, dan juga tidak seluruh panitia merasakan dan mengerti urgensi dari pentingnya pelaksanaan PSAF bagi para

mahasiswa baru. Kendala–kendala ini menjadi kerikil dalam langkah penyuksesan kegiatan PSAF tahun 2014 namun menurut saudara Bram semua kendala ini akhirnya dapat diatasi oleh kerja sama yang baik di antara panitia kegiatan PSAF tahun 2014.


28 | HIGHLIGHT HIGHLIGHT


HIGHLIGHT | 29


PSA PSA

30 | EVENTS

P

SAF yang selalu diselenggarakan setiap tahunnya menghadapi berbagai tantangan di tahun ini dan pelaksanaannya diketuai oleh saudara Bramantya Wicaksana, mahasiswa FKUI angkatan 2011 yang juga menjabat kepala departemen kaderisasi BEM IKM FKUI. PSAF tahun 2014 ini telah diadakan pada tanggal 19–20 Agustus 2014 dan ternyata perolehan kedua tanggal sebagai waktu pelaksanaan PSAF memiliki kisah perjuangan tersendiri. Berdasarkan penelusuran yang telah kami lakukan, PSAF setiap fakultas yang telah dijadwalkan oleh panitia kegiatan mahasiswa baru Universitas Indonesia 2014 pada tanggal 25-25 Agustus 2014 harus ditentang oleh pihak FKUI. Bramantya Wicaksana yang akrab disapa sebagai Bram ini harus menempuh kegiatan FCP (Foundation for Clinical Practice) pada kedua tanggal yang ditetapkan tersebut dan dari pihak dekanat yang pada pelaksanaan PSAF 2014 ini diketuai oleh dr. Arief Cahyadi, Sp.An tidak mengizinkan PSAF yang berjalan tanpa ketua pelaksananya se-

hingga mereka pun berjuang bersama untuk memperoleh tanggal 19-20 sebagai tanggal pelaksanaan. Perbedaan utama pada PSAF di tahun ini terjadi pada tempat dan waktu pelaksanaan, dan konten acara yang diusung dalam acara ini. PSAF yang untuk pertama kalinya dilakukan di Depok, tepatnya di Kampus Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) sebagai tempat kuliah yang baru bagi mahasiswa kedokteran bersama mahasiswa 4 fakultas rumpun ilmu kesehatan lainnya, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Kedokteran Gigi, dan Keperawatan. Tempat pelaksanaan PSAF tahun 2014 yang berbeda dari tahun sebelumnya tentu menuai kendala dalam pelaksanaannya baik dari segi eksternal maupun internal. Dari segi eksternal sendiri, permasalahan timbul dari penguasaan lapangan yang masih kurang dari panitia yang sebagian besar berkuliah di Salemba dan juga penggunaan fasilitas yang harus dibagi bersama dengan 4 fakultas lainnya. Birokrasi


AF FKUI AF FKUI 2014 2014 peminjaman ruangan yang berbeda daripada birokrasi yang selama ini dilakukan di kampus Salemba juga menjadi salah satu tantangan baru yang harus diselesaikan bersama oleh panitia. Sedangkan dari segi internalnya sendiri, keadaan panitia yang sebagian besar tidak berdomisili di Depok sempat menjadi kendala tersendiri, dan juga tidak seluruh panitia merasakan dan mengerti urgensi dari pentingnya pelaksanaan PSAF bagi para mahasiswa baru. Kendala–kendala ini menjadi kerikil dalam langkah penyuksesan kegiatan PSAF tahun 2014 namun menurut saudara Bram semua kendala ini akhirnya dapat diatasi oleh kerja sama yang baik di antara panitia kegiatan PSAF tahun 2014.

menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan rasa kesejawatan antarmahasiswa baru, sedangkan seminar interaktifnya sendiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk semakin percaya diri dan juga semakin jatuh cinta terhadap profesi seorang dokter. Salah satu kalimat penggugah hati yang muncul dari dr. Cicilia Gita Parwati adalah “Ketika kamu memutuskan untuk memilih menjadi dokter, ketika itu pulalah kamu telah memberikan hidupmu sepenuhnya kepada pasien–pasien mu.” Perbedaan dan tantangan PSAF yang harus diselesaikan oleh panitia ternyata berhasil mendapatkan feedback positif dari mahasiswa baru, yakni pemahaman baru bahwa PSAF bukanlah salah satu bentuk dari perpeloncoan yang selama ini selalu menjadi momok bagi mahasiswa baru, melainkan pemahaman tentang arti penting sebuah kesejawatan yang harus selalu dijaga bersama, dan peran penting seorang dokter bagi pasiennya.

EVENTS | 31

Selain itu PSAF di tahun ini dari segi konten lebih menonjolkan strategi penanaman nilai melalui diskusi fasilitator dan seminar interaktif. Waktu diskusi dengan fasilitator yang diinisiasi oleh pembahasan berbagai pemicu,

Tradisi, gaya hidup, dan ritme kehidupan yang berbeda merupakan bagian dari paket “menjadi seorang mahasiswa”. Kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan putih abu – abu sehingga membutuhkan persiapan yang matang agar langkah ke depannya untuk bisa survive di kampus Fakultas Kedokteran Universitas dapat dijalankan dengan baik. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) sebagai suatu wadah penanaman nilai, tradisi atau budaya kampus kedokteran, dan tips-tips adaptasi di kehidupan kampus.


AUTISM AWARENESS CAMPA

32 | EVENTS

Selama seminggu penuh di Minggu ketiga September 2014, Jessica Halim, mahasiswa FKUI 2013, melakukan serangkaian aksi sosial dalam proses seleksi ketat untuk mejadi Ambassador of Public Health AMSA-Indonesia periode 2014/2015. Acara ini disuguhkan kepada masyarakat luas dan terbagi dalam beberapa rangkaian acara, yaitu volunteer program, health campaign, seminar dan sosialisasi bertajuk AUTISM AWARENESS. Mengapa Autisme? Alasannya, karena autisme merupakan topik yang jarang diperbincang-

kan di masyarakat walaupun tanpa disadari mereka tersebar merata di antara kita. Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah sekelompok syndrome abnormal pada anak yang meliputi keterlambatan perkembangan sosial, komunikasi, dan perilaku. ASD sudah mencapai angka 1 di antara 68 anak di masyarakat dan lebih banyak ditemukan di antara anak laki-laki dibandingkan perempuan di berbagai lapisan masyarakat dari berbagai ras, etnik, dan kelas sosial. Autisme merupakan penyakit yang memiliki keterkaitan dengan genetik dan bisa dipicu oleh faktor risiko lainnya seperti sistem


imun, lingkungan, bahan kimia, dan infeksi pada masa gestasi. Autisme tidak dapat disembuhkan secara total, namun efek dari perilaku autisme yang tidak terkontrol dapat diminimalisir sehingga anak-anak tersebut bisa melakukan halhal seperti orang normal pada umumnya. Dari situlah, tema besar ini diusung. Sebagian orang tua tidak menyadari akan pentingnya mengawasi perkembangan mental, sosial, dan psikomotor anak sejak dini dan mengenali tanda-tanda yang abnormal pada anak. Untuk mengatasinya, masih ada beberapa jalan keluar seperti menjalankan terapi untuk melatih kemampuan anak autisme sejak usia dini. Jessica, yang juga aktif berorganisasi di STUNICA dan AMSA ini memulai aksinya dengan menjadi volunteer di Yayasan Indriya Bogor, sebuah yayasan homeschooling untuk anak autis. Dari kegiatan ini ia menyadari bahwa mereka merupakan sekelompok anak dengan semangat, harapan, dan tekad yang kuat untuk bisa ‘sembuh.’ Ia menyadari bahwa memiliki motivasi itu penting karena bila ada keinginan pastilah ada jalan, apalagi bila mereka mendapat dukungan positif dan suportif dari pihak luar.

AIGN

Untuk mengedukasi masyarakat secara lebih mendetail dan menyeluruh, dr. Giyayanti Hadisukanto SpKJ (K) dan seorang terapis dari Yayasan Indriya turut diundang sebagai pembicara dan tamu kehormatan di acara seminar yang diselanggarakan di TK Pakuan Bogor dengan ibu-ibu muda sebagai sasarannya. Kesuksesan acara ini dapat dilihat dari betapa antusias dan tertariknya para pendengar mengenai isu autisme. Selain mengedukasi masyarakat luas, gadis berambut panjang ini juga tak lupa untuk menyebarkan informasi ini pada komunitas yang lingkupnya lebih sempit, yaitu antar mahasiswa kedokteran, yang juga merupakan calon orang tua bagi penerus-penerus bangsa di masa mendatang. Singkatnya, perempuan asal Bogor ini mengangkat tema Autism Awareness dengan harapan bahwa masyarakat akan semakin waspada dan “Spot the Signs,� dengan mengenali tanda-tanda autisme sejak dini serta menjadi cepat dan tanggap untuk mengambil langkah yang tepat dalam penanganan. Dengan banyaknya sumber informasi seperti internet dan sosial media, selain dari kampanye sosial kali ini, diharapkan semua kalangan dapat saling berbagi informasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

EVENTS | 33

Kampanye sosial yang mengangkat #everysecondcounts sebagai taglinenya ini, dilakukan di area Car Free Day Sudirman dimana Jessica dibantu oleh teman-temannya untuk menyebarkan secara luas segala detail informasi mengenai Autisme.

Melalui kegiatan kampanye menyenangkan seperti #ASDfoodchallenge, Jessica yang akrab disapa Chika, menarik orang-orang untuk ikut berpartisipasi untuk terlibat dalam kampanye. Pada kegiatan ini, peserta mengisi penuh mulutnya dengan makanan dan diminta untuk berbicara. Faktanya, hampir semua tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Tantangan ini bertujuan menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk mencoba mengerti keadaan anak autisme, tatkala bagaimanapun mereka sesungguhnya memiliki akal budi, mereka mengalami kesulitan untuk mengutarakan perasaan dan keinginannya.


Kader In Teaching Tahun ajaran baru, suasana baru, pelajaran baru, dan tentu saja tidak tertinggal, mahasiswa baru. Pengenalan Sistem Akademik Fakultas, atau biasa disingkat PSAF, merupakan salah satu agenda kegiatan mahasiswa baru yang membuat BEM sangat sibuk. Hal ini juga dibenarkan oleh saudara Bramantya Wicaksana, kepala Departemen Kaderisasi BEM FKUI.

34 | BEM TODAY

Kader & Co

siap membantunya mewujudkan visi itu.

Kaderisasi yang dilaksakan bukan hanya ditujukan kepada para mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa-mahasiswa yang sudah lama berada di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal inilah yang dikenal sebagai kaderisasi berkelanjutan, yang memang akan selalui dieevaluasi di setiap tingkat agar dapat dilihat sudah seberapa dalam nilai-nilai seven-stars doctor didalami oleh setiap anggota IKM FKUI.

“Kita tentu memang harus mengevaluasi diri terkait apa saja yang kita lakukan, karena itulah selalu ada evaluasi kaderisasi berkelanjutan pada setiap tingkatnya. Saya berharap, setiap anggota saya dapat melakukannya dengan baik.”

“Jika tidak memiliki integritas sebagai seorang dokter, mungkin memang sebenarnya orang tersebut kurang cocok untuk menjadi seorang dokter,” ujarnya menekankan.

PSAF ini terlihat berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan PSAF tahun 2014 ini adalah PSAF pertama yang melibatkan wilayah kampus Rumpun Ilmu Kesehatan, Depok. Bukan hanya itu, adaptasi dari beberapa panitia yang masih belum mengenal baik wilayah dan fasilitas yang ada di Depok.

Tentu saja saudara Bramantya tidak sendiri dalam mengerjakan pekerjaannya ini. Ia dibantu oleh teman-temannya yang berasal dari departemen yang sama. Ia memiliki personil-personil di dalam departemennya yang

Inovasi dalam

“Inilah salah satu hal baru, yang dapat menghambat, tetapi juga sekaligus mem-


beri penyegaran dalam kegiatan PSAF,” ucap saudara Bramantya Wicaksana, selaku ketua pelaksanaan PSAF tahun 2014 ini. Melalui PSAF ini, ia berharap agar mahasiswa baru menjadi mahasiswa-mahasiswa yang visioner, dan memiliki cita-cita yang tinggi. Sambil tertawa, dirinya juga mengakui, bahwa nilai-nilai yang ia tanamkan itu sebenarnya memang juga berasal dari dirinya sendiri. “Saya mengakui jika saya adalah seoarng yang visioner.” (a yakin, walaupun mahasiswa baru pasti masih memiliki pikiran negatif, mereka masih perlu belajar banyak hal sebelum mulai berkegiatan di FKUI. Mereka sendiri mengerti, begitu banyak konsekuensi yang harus mereka ambil.

“Bukan tidak mungkin kita masing-masing ingin berkarya ke tempat yang jauh, sebut saja daerah pedalaman, atau tempat lainnya. Jadi tradisi yang benar harus memang dibawa.”

Pesan-Pesan “Menjadi dokter yang biasa saja semua juga bisa. Jadilah dokter yang visioner, dan gapailah visi itu hingga tingkat setinggi apapun.” Kata-kata tersebut keluar beberapa kali dalam wawancara ini. Dengan mendukung setiap anggota IKM FKUI dengan nilai-nilai yang tepat, mereka akan siap memasuki dunia organisasi sekaligus perkuliahan dengan baik dan benar. “Jangan mau menjadi dokter biasa.”

“Tentu tidak semua maba (mahasiswa baru) dapat secara penuh berpikir positif akan apa yang akan kita kerjakan pada kegiatan kami, baik di PSAF maupun selama mengikuti Mabim (Masa Bimbingan) nantinya. Tapi, saya percaya bahwa mereka akan menunjukkan kesatuan mereka sebagai angkatan.”

Masa Bimbingan “Sebagai angkatan baru di FKUI, terlebih lagi mereka berasal dari berbagai daerah yang memiliki latar belakang, tradisi, juga agama yang berbeda, mereka harus bisa menjadi satu angkatan yang kokoh untuk bertahan menghadapi dunia akademik maupun non-akademik yang ada di Depok.” Masa bimbingan bersangkutan dengan mempersiapkan anggota IKM yang belum aktif untuk bisa nantinya menjadi anggota IKM yang aktif. Semuanya sudah tertulis dan tentunya menjadi ketentuan untuk semua orang yang menjadi anggota IKM FKUI.

BEM TODAY | 35

Melewati serangkaian kegiatan yang bukan hanya menghabiskan banyak waktu, tetapi juga banyak sumber daya. Kata-kata “esensi” menjadi salah satu kata yang akan sering dan bahkan selalu dikumandangkan di dalam kegiatan ini.


Galeri Mummy Mesir

Yuk, bikin mummy!

Siapa bilang jalan-jalan di galeri museum itu membosankan? Pasti belum pernah mencoba ke museum ini. Di sini, pengunjung disambut oleh “para mantan” penghuni Mesir ribuan tahun lalu, khas dengan balutan heliks kain putih kusam. Ya, galeri mummy Mesir. Terletak di Philadelphia, Amerika Serikat, galeri ini merupakan bagian dari Museum Penn. Tidak hanya berjumpa dengan mummy, pengunjung galeri juga dapat melihat langsung cara Mesir terdahulu membuat mummy.

Mengenal Mummy Di sini, pengunjung ditemukan dengan mummy Mesir. Bagi yang sudah pernah melihat film ”The Mummies” pasti tidak asing dengan bentuknya. Berbalut kain mirip perban alias lignin dari kepala hingga ujung kaki setebal empat balutan. Tidak semua mummy masih berbalut lignin, ada juga yang sengaja dibuka untuk diperlihatkan. Rata-rata mummy yang berusia sekitar 5500-an tahun menambah suasana ke-mistis-an tersendiri.

36 | CADOK GAUL

Mumifikasi Setelah puas berkenalan dengan mummy, pengunjung dapat melihat demonstrasi mumifikasi atau pembuatan “cadaver” ala Mesir. Awalnya, mumifikasi di Mesir Kuno ini muncul karena kepercayaan adanya kehidupan setelah mati. Mereka percaya kelak akan hidup kembali dengan jasad yang sama sehingga timbul keinginan untuk menyimpan jasad hingga mereka “pakai” kembali. Mummy Mesir yang

paling tua termumifikasi secara alami. Mereka yang mati, dikubur dangkal di bawah gurun hingga kering bersama timbunan pasir akibat sinar matahari dan iklim yang kering. Proses pembuatan mummy ini yang didemonstrasikan oleh galeri Mummy adalah proses yang sudah berkembang. Setelah organ dalam (selain jantung) dan otak dikeluarkan, jasad dimasukkan ke dalam natron (mirip garam) hingga mengering. Setelah mengering barulah jasad dimandikan, diberi suatu “racikan”, dan dililit lignin. Terlihat sederhana, tetapi proses ini memakan waktu 70 hari. Jadi, siap ikut bikin mummy?


CADOK GAUL | 37


DILEMA DOKTER YANG

"SEMPURNA”

38 | CADOK GAUL

Punya ayah seorang konsultan dalam bidang penyakit infeksi yang terkemuka di masanya menjadi suatu motivasi tersendiri bagi Barron H. Lerner untuk meniti karier di bidang kedokteran. Ayahnya yang dikenal ramah dan disayang pasien-pasiennya, bahkan masih dikenang setelah beliau meninggal, menimbulkan decak kagum tersendiri pada diri Barron. Ibaratnya, kata “sempurna”lah yang paling menggambarkan kualitas ayahnya, Philip Lerner, sebagai seorang dokter pada masa itu.

Tapi, apa yang terjadi ketika Lerner menemukan fakta bahwa selama bertahun-tahun ayahnya kerap kali melakukan permainan “playing God”? Dari jurnal-jurnal pribadi ayahnya, Lerner menemukan bahwa ayahnya melakukan banyak tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran yang ia anut selama ini. Dalam suatu bagian jurnalnya, Philip Lerner menceritakan bagaimana ia yang seorang senior konsultan penyakit infeksi menghalangi kolega-koleganya untuk melakukan resusitasi pada pasien sekarat yang tidak memiliki DNR order. Philip Lerner menindih pasien tersebut hingga beberapa waktu sampai kolegakoleganya menyerah melakukan resusitasi dan akhirnya pasien tersebut meninggal dunia. Pada beberapa kesempatan, Philip Lerner tidak menginformasikan bahwa salah satu pasien kankernya berada dalam fase terminal dan mengambil keputusan tanpa melibatkan keluarga pasien.


Membaca jurnal-jurnal pribadi ayahnya dan belajar lebih dalam mengenai bioetik kedokteran, Lerner sampai pada suatu fase tercengang dan mempertanyakan praktik kedokteran yang dijalankan ayahnya selama ini. Seorang dokter panutan yang menyayangi pasiennya, bertalenta, dan sangat luar biasa selama bertahun-tahun ternyata melakukan praktik kedokteran yang bertentangan dengan etik kedokteran yang ada saat ini. “The Good Doctor” bukanlah suatu kisah sejarah biasa. Kisah ini bukanlah sebuah cerita

Barron H. Lerner fiksi atau film yang dibuat oleh sutradara terkenal. Kisah ini adalah cerita nyata pahitnya sejarah kedokteran, bagaimana praktikpraktik dokter didikan tahun 1950-an yang masih sangat terbatas dalam hal bioetik. Pada masa Philip Lerner menempuh pendidikan dokter, antibiotik masih tergolong suatu penemuan yang baru dan bahkan vaksin

polio yang sudah begitu awam bagi kita saat ini, belum ditemukan kala itu. Dokter benarbenar dianggap sebagai dewa. Dokter tahu segalanya dan keputusan dokter adalah suatu hal yang mutlak, yang terbaik bagi pasien, tidak peduli apapun risiko yang akan dialami pasiennya. Pengalaman Philip Lerner tentu saja berbeda dengan yang dialami oleh anaknya, Baron H. Lerner, yang menulis kembali kisah ini. Ia menempuh pendidikan sekitar tahun 1980-an dimana pada masa itu teknologi dalam bidang kedokteran, seperti CT Scan dan MRI mulai ditemukan dan autonomy pasien menjadi fokus dalam pelayanan kesehatan. Kini, dr. Barron H. Lerner bekerja sebagai seorang ahli dalam bidang bioetik, sejarah kedokteran, dan internis di NYU’s School of Medicine, dan telah menulis banyak buku. Tulisan-tulisan Lerner juga sudah banyak dimuat di The New York Times, The Atlantic, dan The Huffington Post. Ketika, kita (sejujurnya) muak dengan kuliah etik kedokteran yang kita dapat selama ini dan (sayangnya) kurang mengerti mengenai pentingnya semua hal itu, sangat saya sarankan untuk membaca buku ini. Dan, pada akhirnya kita kembali merefleksikan diri, sudahkan kita siap menjadi “the good doctor”?

CADOK GAUL | 39

Sudahkah kita siap menjadi “the good doctor”?


DARI U D: Kakak-Kakak di FKUI U: Adik-Adik 2014 DU: Anggota IKM FKUI bertambah 229 orang! Selamat datang! dr. Andreas Koas Racun said, quoting Liverpool, “You’ll never walk alone”. Jadi jangan ragu ya untuk minta bantuan ke kami! :) D: Satu U: 2012 DU: Semangat tingkat 3nya! Semoga sukses Ligmed Baksos dan Risetnya! D: Anon U: Kaum Adam FKUI DU: please be more gentleman-like and chivalrous toward everyone D: dr. Ikhsan U: PLD FKUI DU: Selamat, alhamdulillah sudah selesai UKMPPD nya. Moga semua yang ikut UKMPPD kemarin lulus 100%. Semoga kalian bisa segera internship :) D: Bulet U: Rizky EPY DU: Happy Birthdaaaayy sodara beda setaun seharii :D semoga rajin terus, ambi terus sampe lulus :D

40 40 || DUDU

D: Lady U: Official & Members CIMSA UI DU: I love you <3

D: 2012 U: Kemas DU: 2012 Satu Harmoni!  D: Machanta U: Belinda DU: Cepet sembuh non belin!! D: Kakak KTB U: Calon adik KTB 2014 DU: Holaaaaaa selamat bergabung dan bertumbuh dalam Kristus wuhuuuuu... D: unknown U: IKM FKUI DU: Halo IKM :) siap siap dengan IKM kita yg berpisah jauh ya (salemba-depok) :””) dan jangan lupa siap siap untuk menyambut pemimpin kita yg baru, pemimpin IKM kita bersama, jadi bersiaplah untuk meramaikan suasana pemilihan! D: 2013 U: 2013 DU: ABDI! D: Abdul U: IKM FKUI DU: Indahnya kalau saling mendukung satu sama lain, sinergis atas nama FKUI. Bukan semua harus jadi organisatoris, tapi setiap orang menggunakan kesenangannya utk membangun FKUI... Rasa didukung oleh

Dengan


UNTUK sejawat untuk berprestasi dalam bidangnya menjadi sesuatu yg harus kita pupuk. Buat teman2 yg hobi main bola, silahkan... Silahkan main dengan senang sampai jago dan kami akan dukung, buat teman2 yg senang riset silahkan... Silahkan buat riset2 yg mendobrak ilmu pengetahuan dan kami akan dukung. Silahkan... Silahkan lakukan yg kita senangi, sinergis saling mendukung atas nama FKUI. IKM FKUI, ayo berprestasi kami mendukungmu... D: Aku yang gagal menemanimu U: Seorang anak kader 2013 DU: Semangat kuliahnya, semangat mabimnya :) D: Mahasiswa FKUI U: Tim KORPUS DU: Korpus tahun ini terbitnya lebih banyak dong D: Caca fans club U: Caca DU: Caca, kangen banget deh, sini Caaa... Hidup rasanya tidak berwarna tanpa dirimu D: FKUI 2009 U: Civitas FKUI DU: Terima kasih banyak atas kebersamaan selama 5 tahun di kampus perjuangan ini. Segala situasi dan kondisi yang terciptakan di FKUI membantu dan memudahkan kami

untuk tumbuh dari seorang siswa menjadi mahasiswa hingga akhirnya menjadi dokter. Salam sayang dari kami semua, semoga kesuksesan dan kemuliaan selalu menyertai jalan kita semua. D: Chloride U: Natrium DU: Natrium dan chloride emang bisa dipisahkan. Tapi mungkin suatu saat bisa menyatu kembali~ D: Hamba Allah U: Ami Bestari DU: Hai ami Jangan nyerah ya hidup di BEM Siaplah tahun depan koor PSDM Sama jangan suka PHPin banyak laki2 dong, kasian Albi D: Aldi U: 2012 DU: Semangat! D: Korpus 2014 U: IKM FKUI DU: Semoga makin cinta baca korpus ya dan bisa bermanfaat buat teman-teman semua ;) D: 2012 U: Kakak-Kakak FKUI 2009 DU: Sukses selalu ya kak! We love you J Terimakasih buat bimbingannya!

DUDU || 41 41

UCAPAN


42 | PROFIL

MATTHEW BILLY


Sekilas tak ada yang berbeda pada sosok mahasiswa tinggi, berkulit putih dan berkacamata seperti Matthew Billy. Namun di balik sosoknya yang sederhana, Matthew Billy merupakan seorang mahasiswa dengan segudang prestasi yang juga aktif dalam berorganisasi. Selain menjuarai berbagai kompetisi ilmiah, Billy, panggilan akrab Matthew Billy, juga pernah menjadi ketua NMGBC, yaitu kompetisi yang menguji pengetahuan medis dan biologi para pesertanya. Pada kesempatan kali ini Korpus mewawancarai Matthew Billy yang baru saja mengikuti lomba di Malaysia. Menarik sekali! Halo Billy, selamat pagi! Sekarang sedang sibuk apa saja? Pagi! Dalam organisasi internal di FKUI, saya aktif sebagai anggota LPP dan AMSA. Menjelang masuk, kegiatan organisasi jadi makin sibuk, dan hal ini terjadi di kedua badan (organisasi) saya: AMSA sedang mempersiapkan acara ‘Preparation for International Competition,’ salah satu proker divisi akademik, sedangkan LPP sedang mempersiapkan acara ‘Pelatihan SPSS’ di tanggal yang sama, yaitu 13 September 2014! Yang lebih mengejutkan, pada tanggal tersebut saya mengikuti lomba di Palembang, yaitu SPORA, dan harus mempersiapkan diri sehingga tidak bisa ikut di kedua acara tadi. Selain itu saya adalah salah satu anggota Seksi Pendidikan di Senat angkatan, sehingga harus aktif membantu angkatan saya (2012) untuk survive di akademik agar bisa lulus bareng- bareng. Amin!

Yang harus diingat adalah positive thinking bahwa antara akademis dan organisasi memang harus seimbang. Beberapa orang mengutamakan akademik karena berpendapat organisasi tak ada gunanya dan hanya membuang waktu. Beberapa orang justru terlalu mengutamakan organisasi dengan alasan lebih seru dan terkadang menjadi ‘jalan keluar’ dari akademis yang sulit. Bagi saya pribadi, saya berpikir bahwa kedua hal tersebut bisa saling mengisi. Akademis berguna untuk bekal menjadi dokter nanti yang sebagian besar fungsinya dari otak kiri, sedangkan organisasi bisa melatih softskill dan kreativitas saya, yang mana merupakan fungsi dari otak kanan. Apabila kita dapat menyeimbangkan otak kiri dan kanan, hal tersebut akan berguna bagi profesi dokter, yang bukan hanya science tapi juga ‘art’. Setuju! Memang menjadi dokter itu tidak cukup dengan pintar saja. Nah Billy, apakah pernah merasakan sebuah kegagalan? Pernah! Baru saja saya mengikuti lomba 12th Inter-Medical School Physiology Quiz (IMSPQ) di Malaysia. Saya dan beberapa teman dari FKUI lolos di babak written test, tetapi tidak lolos di babak selanjutnya yaitu oral session. Lalu, bagaimana cara menghadapi kegagalan tersebut dan moving forward?

PROFIL | 43

Oh iya saya juga mengikuti organisasi eksternal FKUI, yaitu JAMSA, Journal of The Asean Medical Student Association. Di JAMSA saya menjabat di bagian editor yang bertugas menyeleksi paper-paper dalam jurnal ini dan JIMKI, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, bagian redaksional.

Wah, kegiatannya padat sekali ya Bily! Lalu, bagaimana cara Billy menyeimbangkan organisasi dan akademis?


Pasti sedih rasanya! Tetapi saya tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan. Harus maju! Moving forward! Lagipula, saya sudah mendapat pengalaman yang banyak di sana baik segi ilmu maupun koneksi dengan mahasiswa kedokteran dari seluruh penjuru dunia. Hasil ini pasti sudah yang terbaik yang Tuhan berikan, tidak usah ada yang dikecewakan. Lagipula tahun depan saya ingin mengikuti lomba ini lagi! Tentu dengan pengalaman dari keikutsertaan tahun ini dan keinginan yang lebih kuat untuk menang. Seharusnya tahun depan bisa menang! Doakan ya! Boleh tidak Billy memberikan quote yang menginspirasi kehidupan sehari-hari? Agar temanteman pembaca Korpus bisa ikut terinspirasi untuk berprestasi seperti Billy.

44 | PROFIL

‘Never feel satisfied until you reach the highest peak’ dan ‘Do your best, and God will do the rest.’ Quote pertama mungkin terdengar ambisius ya? Haha. Tidak apalah karena kalau tidak ada itu, kita tidak bisa memacu diri untuk menjadi lebih baik lagi to be a better doctor.

Menurut saya yang terpenting tidak merugikan orang lain atau MT—makan temen— istilahnya. Setelah itu, setelah kita lakukan yang terbaik,Tuhan akan mengatur hasilnya. So, tidak usah kecewa dengan hasil yang didapat jika tidak sesuai dengan keinginan karena itulah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Terima kasih ya Billy atas waktunya.


Semoga Billy dapat semakin berprestasi dan membanggakan nama FKUI!

First winner in Scientific Paper Competition in Lomba Karya Tulis Ilmiah – ‘World TB day’, Rumah Sakit Paru Jember, Jember at March 24th – 25th 2014

Second winner in Scientific Poster Competiton in Scientific Atmosphere 7, Universitas Udayana, Bali at February 20th23th 2014

First winner in Scientific Paper Competition in Indonesian Medical Student Training and Competition (IMSTC) 2014, Universitas Rinjani at February 27th –

Aamiin aamiin! Sekilas daftar prestasi Matthew Billy: •

First winner in Scientific Paper Competition in Scientific Fair, Universitas Diponegoro

March 2nd 2014 • First winner in Scientific Poster Competition in Atmacordis ADRENALINE, Atmajaya Catholic University at February 5th-15th 2014 First Rank at Academic in batch 2012 Grade 1

Gold Medalist in Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) of Research Project in Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) 2013 Universitas Indonesia at September 30th – October 8th 2013

First winner in ‘Survey Gateway’

PROFIL | 45


proposal competition by Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi (ATKIB) UI at December 3th 2013 •

Fourth winner in Scientific Poster competition in Pre Conference Competition (PCC) Asian Medical Students’ Association (AMSA) Indonesia

Top five in National Research Proposal Competition (NRPC) Asian Medical Students’ Association

(AMSA) Indonesia for AMSC 2014 •

46 | PROFIL

First Winner in Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) of Research in Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) 2013 Faculty of Medicine, Universitas Indonesia at July 27th 2013 Silver Medal in Medical Olympiad of Scientific Project and Olympiad of Sriwijaya (SPORA) 2013 Universitas Sriwijaya at Universitas Sriwijaya, Palembang, September

12-15th 2013 •

Third Winner in Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) of Research in Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) 2013 Faculty of Medicine, Universitas Indonesia at July 27th 2013

Third Winner in Medical Competition of Cardiology and Respiratory Medicine in Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) 2013 Faculty of Medicine, Universitas Indonesia at July 27th 2013

First winner in Review Article Competition Anggota Muda Lembaga Pengkajian dan Penelitian (LPP) BEM IKM FKUI

Participant in Gagasan Tertulis Scientific Fair 2013 by Universitas Diponegoro

Participant in PKM Penelitian by Pendidikan Tinggi (Dikti) Indonesia

Second Place Winner in National Medical and General Biology Competition (NMGBC) 2012 by AMSA, University of Indonesia

Gold Medalist for Biology in 10th Nasional Science Olympiad 2011

First Place Winner in BIOSCOPE - Biotechnology Science Competition and Open House 2011

Second Place Winner in Biology and Dentistry Competition in Open House FKGUI 2011 – Be a Dentist, Be Different

Silver Medalist for Biology in 9th Nasional Science Olympiad 2010


â&#x20AC;˘

Finalist for National Biological Competition in Bogor Agricultural University 2010

(prinnisa)

PROFIL | 47


QUIZ QUIZ

1    

4    

1                    

    2  

                    6                   7           8           9               10      

       

 

2    

 

 

 

 

 

 

         

 

 

 

     

     

     

     

 

 

 

3                       11                  

     

 

 

5                            

               

Mendatar

                 

 

 

 

8                

   

 

 

       

 

         

4      

     

 

12    

6                        

Mendatar

7     3           5          

                 

 

 

Menurun

1. Semua nyeri dada, belum lain, harus 1. lProduk ketogenesis diekskresikan melalui 1. Sbila emua   nyeri  terbukti dada,  bila   belum   terbukti   ain,  harus   didiagnosis  yang sebagai…  

2.  Proteinuria,  hipoalbuminemia,  dan  eurin dema   merupakan   didiagnosis sebagai… dan napas ciri  khas  dari  sindrom…   3.  Badan  siliaris,  dan koroid,   dan  meriris  terletak   ada  lapisan   …     dysuria, kalsifikasi ureter dan 2. Proteinuria, hipoalbuminemia, edema 2.pPasien dengan

4. Obat  anti-­‐artimia  dengan  efek  samping   sindrom  menyerupai  lupus   kandung kemih, serta baru saja pulang dari afrika, 5.  Protein  strukturan  untuk  menstabilkan  myosin     3. Badan siliaris, koroid, dan iris terletak pada dugaan kasus tersebut … 6.  Kelenjar  pada  saluran  pernapasan  merupakan  perkembangan  dari  …     lapisan … 3. Sefalosporin pertama yang tidak dapat 7.  Insufisiensi  katup  jantung  menyebabkan   terjadinya  …generasi .     4. Obat anti-artimia dengan efek samping sindrom menembus sistem saraf pusat 8.  Paru-­‐paru  tidak  kolaps  karena  memiliki  surfaktan  yang  bersifat  …   menyerupai lupus 9.  Nervus  yang  mempersarafi  arkus  aorta   4. Apo CII pada HDL mengaktivasi … 10.  untuk Perubahan   cis-­‐retinal   menjadi  trans-­‐retinal   5. Protein strukturan menstabilkan myosin 5. Jenis abses hati dengan kasus terbanyak 11.  Pengendapan   ritrosit  membentuk  6. formasi   ….   6. Kelenjar pada saluran pernapasanemerupakan Efek meningkatnya kapasitas angkut CO2 karena 12.  Sel  yang  menghasilkan  Lisozim  pada  saluran  pencernaan   perkembangan dari … menurunnya kadar OxyHb   upakan ciri khas dari sindrom…

7. Insufisiensi katup jantung menyebabkan terjad-

7. Obat lini pertama gagal jantung akut

inya ….

8. Imunoglobulin berbentuk pentamer

Menurun

8. Paru-paru tidak kolaps karena memiliki surfaktan yang bersifat … 9. Nervus yang mempersarafi arkus aorta 10. Perubahan cis-retinal menjadi trans-retinal 11. Pengendapan eritrosit membentuk formasi …. 48 |

12. Sel yang menghasilkan Lisozim pada saluran pencernaan

Quiz berhadiah Rp 150.000!!! Kirimkan bukti lembaran jawabanmu (berupa scan/ foto) ke email korankampusfkui@gmail.com dengan subjek: JawabanQuiz-Oktober Apabila foto kurang jelas, lampirkan jawaban yang telah diketik pada email.

Korpus FKUI Ed Okt 2014  

Koran Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Edisi Oktober 2014

Korpus FKUI Ed Okt 2014  

Koran Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Edisi Oktober 2014

Advertisement