Page 1


Salam Pers Bulbs!

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah Swt. Karena telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Buletin Bahasa dan Sastra (Bulbs) yang terdiri dari 24 halaman ini dapat selesai tepat pada waktunya. Rasa terima kasih kami ucapkan kepada Dosen Pengampu mata kuliah Praktik Jurnalistik, Prof. Dr. Harris Effendi Thahar, S.Pd., M.Pd. Buletin Bulbs edisi I, Oktober adalah produk pertama. Setelah semua kru Bulbs berdiskusi mengenai tema berita utama akhirnya tema laporan buletin ini tentang Pedagang Kaki Lima (PKL). Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu perguruan tinggi di Sumatra Barat. Pada tahun 2019, jumlah mahasiswa UNP sekitar 40.000 orang. Dengan jumlah mahasiswa sebanyak itu, memberi peluang untuk PKL berdagang sembarangan di kawasan kampus UNP. Para PKL ini berjualan secara ilegal. Hal tersebut membuat kami memutuskan untuk mengangkat sebuah gagasan bertema “Pedagang Kaki Lima di UNP�. Selain itu, kami menyadari bahwa buletin ini tidak sepenuhnya sempurna, tapi inilah hasil dari kontribusi seluruh anggota kru Bulbs. Untuk segala kekurangan yang ada pada buletin ini, kami mohon maaf. Terlepas dari segala kekurangan yang ada dalam buletin ini, kami berharap agar buletin ini bermanfaat bagi pembaca dan menggunakannya atau menyempurnakannya. Untuk segala kekurangan, kami meminta kritik dan saran dari pembaca agar buletin kami kedepannya menjadi lebih sempurna. Hega Dwi Dian Dola Pemimpin Redaksi Buletin Bulbs

REDAKSI Pelindung : Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Dr. Yeni Hayati, M. Hum.), Penanggung jawab : Dosen Mata Kuliah Praktik Jurnalistik (Prof. Dr. Harris Effendi Thahar, S.Pd., M.Pd.), Pemimpin Umum : Nindy Leona, Pemimpin Redaksi : Hega Dwi Dian Dola, Sekretaris Redaksi : Mei Defrita Ratna Sari, Redaktur Pelaksana : Silva Kastari, Redaktur Berita : Ulvi Yolanda, Elsi Susanti, Redaktur Tulisan : Azimah, Redaktur Sastra : Sisil Yurmita, Latifah, Redaktur Artistik : Dewin Ajuen, Layouter : Nofa Putri, Fotografer : Afriyanto. Oktober 2019

BULBS

2


PORTAL PARKIR UNP Seiring dengan canggihnya kemajuan teknologi di era globalisasi, Universitas Negeri Padang (UNP) membuat kebijakan yaitu menerapkan sistem portal parkir otomatis. Namun, hingga saat ini Oktober 2019 portal tersebut belum resmi diberlakukan. Palang parkir otomatis biasanya dipasang di gedung-gedung besar, seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, dan gedung-gedung besar lainnya. Penggunaan portal parkir ini bertujuan agar keamanan terhadap kendaraan-kendaraan dapat terjaga terhadap pencurian. Adanya penerapan portal parkir di UNP, menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Mahasiswa jurusan Ilmu Sosial Politik TM 2016, Sandi Resti mengatakan bahwa

pemberlakuan portal parkir di UNP merupakan suatu kemajuan dan peningkatan keamanan yang sangat baik dilakukan, Minggu (6/10). “Portal parkir ini sangat bermanfaat diterapkan, karena dapat mencegah terjadinya pencurian kendaraan,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa diberlakukan portal parkir ini lebih cepat lebih baik. Berbeda dengan Sandi, Mahasiswa Jurusan PGPAUD TM 2018, Nipras Aini mengatakan bahwa ditetapkan portal parkir di UNP dapat menimbulkan kemacetan di pintu masuk karena antrean kendaraan, Senin (16/9). “Lagi pula UNP merupakan salah satu universitas bukan pusat pembelanjaan ataupun gedung-gedung besar yang harus memakai portal otamatis” tegasnya. Selain itu, portal tersebut bagi civitas akademika UNP tidak membayar. Sedangkan masyarakat umum harus dikenakan biaya. Sampai saat ini portal parkir otamatis ini belum digunakan. (Ulvi Yolanda)

PERTERNAKAN SAPI AIR RUNDING Setelah beberapa tahun, akhrimya dibuka peternakan sapi kembali di buka oleh pemerintah, kembali, Peternakan Sapi Air Runding yang Kamis (12/9). Tempat tersebut dijadikan terletak di Pasaman Barat, Sumatera Barat. masyarakat sekitar sebagai tempat wisata, sesi Tempat ini, ramai dikunjungi oleh para foto prewedding dan sebagainya.Pengujung, Tia wisatawan. Wisatawan yang datang baik dari (18) mengatakan bahwa ia dan teman-temannya daerah Air Runding maupun dari luar daerah Air hampir setiap sore datang ke peternakan untuk Runding. Selain ingin melihat sapi dari dekat, melepas lelah setelah seharian di sekolah, Kamis mereka juga ingin melihat pemandangan yang (12/9). “Disini kami merasa tenang karena begitu indah dan berfoto di beberapa lokasi di pemandangan yang indah, seperti menyaksikan sunset seperti berada berada di pantai” ujarnya. Peternakan Sapi Air Runding. Tia mengatakan bahwa akses menuju tempat Peternakan sapi di Air Runding ini bukan tempat tersebut sudah bagus. Tia berharap semoga pengembangan sapi, tetapi juga menjadi objek peternakan ini menjadi peternakan terbesar di wisata. Karyawan peternakan sapi Air Runding, Sumatera Barat maupun Indonesia. (Silva Mita (25) mengatakan bahwa beberapa tahun ini Kastari) 3

BULBS

Oktober 2019


BERITA UTAMA

PEDAGANG KAKI LIMA, UNP HARUS BAGAIMANA? Oleh Silva Kastari dan Hega Dwi Dian Dola Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di kota Padang, Sumatera Barat. Pada tahun 2019 UNP memiliki sekitar 40.000 mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa tersebut, memberi peluang Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di area kampus. Jenis makanan yang dijual pun beraneka ragam, diantaranya somay, sandwich, lontong, es oyen dan sebagainya. Selain itu, ada dua jenis pedagang di kampus, yaitu pedagang kantin dan PKL. Pedagang kantin berjualan di lapak resmi dan sudah membayar retribusi ke pihak kampus. Sedangkan PKL berjualan dengan gerobak dan illegal. PKL muncul di area kampus disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya banyaknya mahasiswa. Kepala Unit Petugas Keamanan Dalam (PKD) Satuan Pengamanan UNP, Harianto mengatakan bahwa PKL yang berjualan di sekitaran UNP, mayoritasnya merupakan masyarakat yang tinggal di kawasan kampus, Senin (7/9). “Kenyataan yang ada di lapangan, kami sering kecolongan PKL ini berdagang di kawasan kampus. Modus lainya PKL tersebut mengalasankan izin salat ke masjid UNP,” katanya.

tersebut. Terkait hal itu, mahasiswa jurusan Matematika TM 2018, Ifni Auzura mengatakan bahwa ia lebih suka membeli makanan di PKL karena harganya lebih hemat daripada di kantin, Senin (7/9). “Saya tidak keberatan adanya PKL. Asalkan para PKL menjaga kebersihan lingkungan kampus akibat sampah dari dagangan PKL,” ujarnya. Senada dengan Ifni, Mahasiswa Jurusan Bahasa Asing TM 2019, Laras Amelia mengatakan bahwa ia sering jajan di PKL karena harganya terjangkau dan makanananya lebih banyak variasi, Senin (7/9). “Jarak PKL dari kampus tidak jauh. Jadi, lebih cepat makan dan bisa menghemat waktu juga,” ungkapnya. Keberadaan PKL dilarang pihak kampus karena beberapa faktor, diantaranya PKL berjualan di parkiran, di bahu jalan sehingga mengganggu lalu lintas kampus. Satpam UNP, Anto membenarkan hal tersebut bahwa para PKL sering berjualan di tempat parkir sehingga civitas akademika UNP sulit memarkir kendaraanya. Serta PKL meninggalkan jejak atau sampahnya setelah berjualan.

Anto berharap adanya koordinasi yang baik Selain itu, keberadaan PKL ini ada yang antara pihak kampus dengan PKL. “Pihak mendukung dan menolaknya. Disatu sisi kampus kampus dapat menyediakan lahan atau tempat melarang PKL berdagang di area kampus. khusus untuk para PKL berjualan” tutupnya. Sedangkan mahasiswa mendukung adanya PKL Oktober 2019

BULBS

4


PKL UNP

5

BULBS

Oktober 2019


Perspektif Mahasiswa

Portal Parkir

Universitas Negeri Padang Annisa Jurusan Bimbingan dan Konseling

Pemberlakuan portal parkir otomatis yang akan diterapkan di Universitas Negeri Padang (UNP), menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa maupun para dosen. Portal parkir otomatis ini ada di setiap gerbang masuk UNP. Setiap kendaraan yang masuk, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat harus memiliki kartu identitas pengenal civitas akademika UNP supaya tidak membayar. Sedangkan masyarakat umum dikenakan biaya. Adanya portal parkir di UNP merupakan suatu kemajuan dan peningkatan keamanan yang sangat baik dilakukan. “Dikhawatirkan berlakunya sistem ini akan menimbulkan masalah baru, seperti macet. Namun, saya setuju adanya portal parkir ini demi keamanan kendaraan dari pencurian,� ujarnya pada Senin (16/9).

Antara Portal Parkir

dan Parkiran UNP? Yoga Muhammad Jurusan Pendidikan Olahraga

Menurut saya, portal parkir otamatis di Universitas Negeri Padang (UNP) kurang efektif, Selasa (17/9). Karena masih sering terjadi kemalingan sepeda motor maupun helm di parkiran UNP. Kejadian tersebut sangat merugikan mahasiswa. Hal tersebut boleh saja disebabkan karena lalainya Satuan Pengamanan UNP dalam memperhatikan kendaraan yang terparkir. Selain itu, area parkir yang sempit membuat mahasiswa maupun dosen kesulitan dalam memarkirkan kendaraannya. Mengingat banyaknya kendala yang dihadapi oleh mahasiswa maupun dosen mengenai parkir UNP, saya berharap agar pihak kampus dapat memberikan solusi mengenai parkir tersebut, sehingga kendaraan dapat terparkir dengan aman dan pengendara pun dapat memarkir dengan nyaman.

Oktober 2019

BULBS

6

WAJAH BARU UNP

Melani Putri Aieny Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Negeri Padang (UNP) saat ini menerapkan kebijakan baru, yaitu portal parkir otomatis, Senin (16/9). Menurut saya sebagai pengendara motor, saya sangat mendukung sekali dengan adanya portal parkir ini. Adanya portal parkit tersebut dapat menetralkan kawasan kampus dari orang yang bukan sivitas akademika UNP, misalnya tukang ojek. Selain itu, keamanan kendaraan juga terjamin dan terjaga dari kasus pencurian maupun kerusakan. saya berharap portal parkir segera digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika UNP.


KOMIK

KERESAHAN SAAT LAPAR Grafis dan Ilustrator

Mei Defrita Ratna Sari

7

BULBS

Oktober 2019


PESONA PADANG DALAM LENSA FOTO: BULBS/AFRIYANTO

Masjid Raya Sumatera Barat

Jembatan Siti Nurbaya

Oktober 2019

BULBS

8


Pantai Padang

Tugu Gempa Padang

Tugu Merpati Perdamaian

9

BULBS

Oktober 2019


INFO

TABUIK PIAMAN

Tabuik Piaman: Kemeriahan festival Tabuik di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (15/9). f/doc Kota Pariaman pada Minggu, 15 September 2019 dibanjiri oleh pendatang untuk menyaksikan festival Hoyak Tabuik. Festival Hoyak Tabuik ini merupakan festival tahunan yang diadakan masyarakat Pariaman setiap 10 Muharram. Festival ini dimulai dari Rumah Tabuik hingga ke bibir pantai Gondariah Pariaman. Namun, festival kali ini akan berbeda dengan festival sebelumnya. Jalur pengarakan Tabuik kali ini akan diubah melalui Simpang Amadin yang biasanya melalui Pasar Pariaman. Dilansir dari Liputan6.com, Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Salmi Tanjung mengatakan bahwa jalur yang digunakan sebelumnya digunakan untuk pembangunan pasar jadi terpaksa jalur pembuangan tabuik dialihkan, Selasa (3/9). Selain itu, sebagian masyarakat Pariaman mengatakan bahwa prosesi Hoyak Tabuik merupakan tradisi haram yang memuja Oktober 2019

BULBS

10

Hasan Husen. Di sisi lain, masyarakat melihat acara tradisi tabuik ini dari segi kemanfaatannya, terutama bagi masyarakat yang berdagang di tepi pantai. Pedagang tetap di bibir pantai Gondariah, Suarti mengatakan bahwa adanya acara festival ini membuat dagangannya laris daripada hari biasanya, Kamis (12/9). “Alhamdulillah dengan adanya acara tabuik ini kami bisa menimba untung yang lebih daripada hari kunjungan para pengunjung hari biasa, walaupun hanya sekali setahun,� ujarnya. Lanjut, Suarti mengatakan bahwa antusias warga untuk menyaksikan acara Tabuik Piaman ini harus diacungi jempol. Sejak 1 Muharram tahapan-tahapan acara masih berjalan dengan lancar. Setiap tahapan pembuatan Tabuik selalu dimeriahkan oleh masyarakat Pariaman, serta diiringi dengan alunan alat-alat musik tradisional. (Ulvi Yolanda)


INFO

Sikap

Seorang Wartawan: Skeptis

PKJTLN SKK GANTO: Penyampaian materi oleh Pemimpin Redaksi Kompas.Com padahari ketiga pkjtln 2019 di Aula penginapan Rabbani, Padang Panjang, Senin (30/9). f/Hega

Penyampaian materi oleh Pemimpin Redaksi Kompas.Com pada hari ketiga Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional 2019 yang diselenggarakan Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang di Aula Penginapan Rabbani, Padang Panjang, Senin (30/ 9). f/Hega Dunia jurnalistik adalah soal kebenaran. Upaya yang dilakukan untuk mencari kebenaran yaitu dengan metode jurnalistik. Jadi, pekerjaan jurnalistik ini untuk kebenaran. Sehingga membuat pekerjaan jurnalistik penting. Berbagai macam jenis kebenaran, diantaranya kebenaran absolut. Kebenaran absolut yaitu kebenaran yang datang dari Tuhan dan tidak dapat dibantah. Selanjutnya kebenaran akademis ditandai dengan adanya riset. Kebenaran hokum yakni adanya aturan hokum yang membenarkannya. Sementara itu, kebenaran jurnalistik yaitu upaya mencari kebenaran.

Pemimpin Redaksi Kompas.Com, Wisnu Nugroho mengatakan bahwa di dunia digital kita sulit membedakan antara informasi asli dan palsu. Sulit melihat berita yang hoax, Senin(30/9). “Tugas wartawan mencari kebenaran. Suatu sikap skeptis sangat penting untuknya. Tidak mudah percaya dengan apa yang dibaca atau dilihat di internet,” ujarnya. Sikap skeptis adalah sikap tidak mudah percaya. Skeptis mengantar kita pada upaya verifikasi untuk mencari kebenaran. Informasi di media saat ini seperti nyata padahal tidak benar dan tidak nyata. Wisnu mengatakan bahwa [ada abad 21 ini membawa pada kebanjiran informasi. Wisnu berharap masyarakat dapat menggunakan secara bijak masing-masing media sosial. “Media sosial tidak bisa dituntut karena dia bukan media. Yang bisa dituntut atau yang bertanggungjawab adalah pemilik akun,” tutupnya. (Hega Dwi Dian Dola)

11

BULBS

Oktober 2019


Oktober 2019

BULBS

12


Grafis

Mei Defrita Ratna Sari

13

BULBS

Oktober 2019


Oktober 2019

BULBS

14


SOSOK INSPIRATIF Organisasi Ya, Prestasi Mantap Oleh Mei Defrita Ratna Sari, Azimah,dkk.

tingkat Nasional dan juara I Lomba Mendongeng di Festival Sastra Mursal Esten di semester 7. Ia juga aktif menikuti acaraacara positif lainya, seperti mengikuti kegiatan menulis, melakukan pelatihanpelatihan Tingkat Nasional. Prestasinya selama ini, tidak luput dari dukungan kedua orang tua dan para guru serta rekan-rekan seperjuangannya.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia TM 2014, Yuni Rizky Falia merupakan salah satu mahasiswa yang aktif berorganisasi, tidak ketinggalan dalam akademik, dan perlombaan. Gadis kelahiran Padang Sidempuan, 24 Juni 1996 ini, mulai meniti prestasinya sejak SMP, lewat organisasi Forum Remaja Jambi. Prestasi lainnya seperti OSIS dan Rohis di SMA. Ia mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama di kegiatan Rohis. “Aku ingin menjadi manusia bermanfaat untuk banyak orang, menghabiskan waktu dan usia di jalan Allah Swt,” katanya. Tahun pertama perkuliahan, ia aktif mengikuti organisasi Forum Kajian Pengembangan Wawasan Islam (FKPWI) Fakultas Bahasa Seni Universitas Negeri Padang (UNP). FKPWI ialah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Lalau, ia juga aktif berorganisasi di BEM dan UKK UNP. Aliya sapaan akrabnya, berhasil meraih juara dari berbagai macam bidang perlombaan. Diantaranya, ia berhasil meraih juara II lomba menulis

Menurut gadis asal Jambi, Aliya mengatakan jika seseorang ingin berprestasi ia harus mempunyai sebuah motivasi. Motivasi terbesar itu adalah yang pertama kebermanfaatan kita sebagai seorang mahasiswa, dan yang paling penting itu adalah bagaimana jati diri kita bisa bermanfaat bagi orang lain. “Jika manusia tanpa ada kebermanfaatannya bagi orang lain maka itu nol besar. Dari organisasi kita benar-benar belajar dewasa, belajar mengasah kemampuan, dan untuk melatih kesabaran,” ujarnya. Dengan predikat mahasiswa berpretasi, Aliya memiliki cara tersendiri dalam membagi waktu antara organisasi, akademik, dan acara perlombaan. “Ketika ada kegiatan maka tulislah jadwal kegiatan tersebut setiap harinya, jadi waktu tidak akan terbuang siasia,” Aliya sangat mementingkan sebuah kedisiplinan karena disiplin itu adalah awal dari kesuksesan. “Tanpa disiplin maka jadwal kegiatan yang telah kita buat itu akan hancur, dan yang kita targetkan tidak akan tercapai,” jelasnya lagi. Aliya yakin bahwa kedisiplinan mempengaruhi semua aspek kehidupan. 15

BULBS

Oktober 2019


SOSOK INSPIRATIF

PUNDAK KANAN SANG AKTIVIS

Anisma Pebrina, seorang mahasiswi bidikmisi yang berkuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) Jurusan Ilmu Sosial Politik, kini berhasil menyandang gelar Wakil 1 Puteri Bahari Sumatera Barat. Pribadi yang ceria, luwes, tangguh, dan bertanggung jawab telah mengantarkannya ke suatu prestasi yang sangat membanggakan. Selain menyandang gelar Wakil 1 Puteri Bahari Sumatera Barat, ia juga merupakan satu dari tiga kader debat perwakilan UNP yang memenangkan lomba debat tingkat nasional di Universitas Sriwijaya, Palembang beberapa bulan yang lalu. Untuk mencapai kedua prestasi gemilang tersebut, sudah banyak rintangan yang ia taklukkan. Jiwa pantang menyerah dan rasa keingintahuan yang tinggi menjadi dasar baginya untuk mencoba hal baru. Walaupun hanya berdasarkan rasa keingintahuan, ia melakukan suatu kegiatan itu dengan sungguh-sungguh. Bagi Anisma, dalam hidupnya, totalitas merupakan hal terpenting. Ia tidak pernah bermain-main meskipun sesuatu yang ia kerjakan itu masih dalam tahap percobaan. Sebagai Wakil 1 Puteri Bahari Sumatera Barat, tentu ada tanggung jawab yang ia emban. Disadari atau tidak, kehadirannya sebagai Wakil 1 Puteri Bahari Sumbar membuat Anisma sudah cukup terkenal. Meskipun begitu, ketenarannya tersebut tidak menjadikannya pribadi yang sombong dan lupa diri. Ia menyadari bahwa ia harus menjaga nama baiknya atas gelar yang ia sandang saat ini. Oktober 2019

BULBS

16

Untuk bisa berkecimpung di ajang bergengsi seperti ini, ia tidak menepis kenyataan bahwa itu merupakan dampak dari keaktifannya di dunia organisasi. Menjadi seorang aktivis kampus telah memberinya banyak pengalaman dan bisa mempermudahnya berbaur dengan orangorang yang telah lebih dulu terjun di dunia ajang pencarian bakat seperti ini, sehingga mempermudahnya menyesuaikan diri dengan tahapan penilaian di dunia ajang pencarian bakat ini. “Jangan minta beban yang ringan, berilah bahu yang kuat.� Kalimat ini yang selalu menjadikannya tangguh. Ia yakin bahwa Tuhan tidak menghidupkan kita tanpa tujuan. Tuhan memberi kita bahu yang kuat yang agar kita dapat memikul tanggung jawab sebesar apa pun. Jangan minta beban yang ringan, tetapi tunjukkan bahu yang kuat agar mampu menahan amanah yang berat. (Nindy Leona, dkk)


17

BULBS

Oktober 2019


OPINI PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERABAIKAN Oleh: Nofa Putri

Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh

Berdasarkan data tersebut, mungkin

kualitas sumber daya manusianya, bukan terhadap sebagian masyarakat tidak percaya dengan hal sumber daya alam yang cenderung berubah-ubah. ini, tetapi begitulah adanya. Keprihatinan yang Apabila sumber daya manusianya tidak terkontrol terjadi di lapangan saat ini tentu dapat memberi dengan baik, tentu ini akan berdampak pada dampak buruk pada pemerintahan Sumbar kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Melirik pada sendiri. Disamping Sumbar terkenal dengan generasi muda di Sumatera Barat (Sumbar), masakan rendangnya yang mendunia, terselip tampaknya saat ini sangat memprihatinkan. Hal juga prestasi buruknya dalam hal kualitas sumber ini disebabkan karna permasalahan narkoba, daya manusia yang cukup memprihatinkan. pergaulan bebas, perilaku menyimpang, lesbian, Serta regulasi yang tak kunjung menemukan titik gay, transgender, dan biseksual (LGBT) yang jelasnya membuat masalah ini kian hari kian sudah menyebar keberbagai elemen, serta sangat memburuk, ditambah pandangan masyarakat sulit untuk dibendung pertumbuhannya. Hal ini terhadap pemerintah dalam hal mengeluarkan tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi kebijakan yang tidak menemukan titik intinya. pemerintah dan masyarakat serta menjadi perhatian serius bagi semua pihak, karna dapat mengancam masa depan generasi muda terkhusus

Kasus LGBT sebenarnya lebih mengancam dari pada terorisme. Hal ini dibuktikan dengan dampak dari LGBT yang menyebabkan

di Sumbar.

tingginya penderita HIV/AIDS yang mencapai Dilansir dari Jawa Pos.com, Sumbar 18 ribu orang akibat perilaku menyimpang merupakan provinsi nomor satu terbanyak kasus tersebut. LGBT, diantaranya kasus tersebut terjadi paling

Sebai knya mul ai dari di ri ki ta masi ng-

tinggi di kota Padang dan Bukittinggi. Hal tersebut masi ng untuk menj aga dan mensehati serta tentu tidak mengherankan lagi, kenapa Sumbar m em ber i pem aham an y ang m endal am , bahwasanya agama maupun adat di Sumbar sangat m enent ang per i l ak u m eny i m pang di Indonesia? Karena di Sumbar sendiri pelaku t er sebu t . Jangan sam pai A l l ah Sw t ini mencapai 20.000 orang yang menjadi LGBT m emberi k an azab k epada rak yat Sumbar aki bat peri l akunya yang meni ru K aum Sadum tersebut. pada masa N abi L uth dahul u .

di jadikan peringkat dengan kasus LGBT tertinggi

Oktober 2019

BULBS

18


OPINI Pengaruh Gedget terhadap Perilaku Negatif Anak Oleh Azimah

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini,

Selain menghambat interaksi sosial anak,

gadget bukan lagi hal yang asing bagi semua

kecanduan bermain gadget juga menyebabkan

kalangan masyarakat baik kota maupun desa.

anak malas

Setiap individu mulai menyadari tentang

mengerjakan pekerjaan rumah apalagi

pentingnya

bagi

membaca buku-buku pelajaran sekolah.

perkembangan kehidupan. Tidak heran, jika dalam

Kondisi ini tentu berdampak negatif terhadap

sebuah keluarga rata-rata mempunyai masing-

perkembangan akademik anak. Anak lebih

masing gadget secara pribadi, hal ini dianggap

memilih bermain game hingga larut malam

biasa dan menjadi kebanggan untuk keluarga

daripada belajar, sehingga di sekolah anak

tersebut tentunya. Namun, apa jadinya jika seorang

terlihat

anak lebih terbiasa bermain dengan smartphonenya

menyebabkannya tidak fokus terhadap

dibandingkan orang tuanya sendiri? Bagaimana

pelajaran yang disampaikan oleh guru di

jika seorang anak yang seharusnya mendapat

kelas.

penggunaan

gadget

lesu

belajar. Mereka malas

dan

mengantuk

yang

didikan dari orang tua malah dididik oleh gadget? Penggunaan gadget pada anak tanpa pengawasan

Dampak negatif yang paling berbahaya dari

orang tua tentu berdampak buruk terhadap anak,

penggunaan gadget bagi anak ialah rendahnya

sehingga memicu terbentuknya perilaku negatif

moral anak dikarenakan terpengaruh oleh fitur

pada anak.

Online yang selama 24 jam dapat diakses secara leluasa di internet. Banyaknya vidio-

Anak yang diberikan kebebasan oleh orang tua

vidio yang tidak mendidik yang ditonton anak

untuk menggunakan gadget cendrung memiliki

menjadi pemicu utama minimnya moral anak.

kecanduan terhadap game Online. Hal ini disebabkan karena gadget memiliki dampak yang menyebabkan pengguna kecanduan, terutama bila sudah terbiasa bermain gadget. Kebiasaan ini mengakibatkan perkembangan interaksi sosial anak menjadi terhambat, baik dengan orang tua, saudara, maupun dengan temannya.

Dampak negatif penggunaan gadget bagi anak jelaslah sangat luar biasa. Jika orang tua tidak berperan aktif mengontrol anak dalam menggunakan smartphone, maka anak tersebut akan terpengaruh berbagai sifat negatif yang ia dapat dari fitur maupun vidiovidio yang tidak mendidik bahkan merugikan moral anak. 19

BULBS

Oktober 2019


Oktober 2019

BULBS

20


DIMENSI KHAYAL

Cahayaku

Karangan : Mei Defrita Ratna Sari

Seperti langit yang tak selalu cerah, seperti

dia untuk saling menjauh. Namun, sudah

itu juga hidupku. Bukan hidupku saja, tapi juga

saatnya aku maupun dia menanggalkan kata

hidup semua insan yang ada di dunia.

pacaran dalam hubungan kami. Aku tak tahu

Adakalanya mendung menyelimuti hati dan

kenapa, aku selalu bingung seperti orang

adakalanya air hujan turun sebagai pelepas

kebingungan setiap ia mengatakan padaku bahwa

beban yang tak mampu lagi untuk ditahan. Ini

pacaran itu haram, padahal aku menyadari dari

cerita aku dan dia. Dia adalah cahayaku. Cahaya

awal kalau dalam Islam pacaran itu haram. Ini

yang bersinar terang sehabis hujan yang baru

salahku, salahku, dan salahku. Salahku

reda. Cahaya yang memberiku senyuman disaat

mencintainya padahal dia belum pantas untuk aku

hatiku menjerit karena terluka oleh semua

cintai sebelum dia menghalalkanku. Menangis.

problematika hidupku. Iya, dia adalah cahayaku.

Hanya itu yang kubisa, karna dengan menangislah

Aku mengakui bahwa aku sangat bersyukur

aku bisa lega. Tapi, aku sama sekali tak ingin dia

telah menemukannya. Ingin kugenggam erat-

menangis. Ia harus kuat dan tak boleh cengeng.

erat supaya ia tak akan pernah lepas. Namun,

Ia harus berhasil mewujudkan harapannya dan

cahaya tak akan selalu ada. Malam yang kejam

menunjukkan padaku nanti bahwa ia mampu

telah membuatnya sirna. Aku tak ingin

menjadi yang terbaik.

menyalahkan malam yang selalu memberi kegelapan. Tapi, aku menyalahkan diriku sendiri yang terlalu berharap akan cahaya itu selalu menerangi.

Aku mungkin tak sekuat wanita lain yang mampu menahan sakit hati atau rasa kecewa itu. Aku lemah dan merasa harapanku telah terpatahkan. Tak mampu lagi menahan perih, aku

Tanggal 24 merupakan tanggal yang

pun mengambil sebuah kitab yang setiap Magrib

membuatku selalu menunggu-nunggu.

selalu kubaca. Ku mulai menggerakkan bibirku

Menunggu dan terus menunggu hanya untuk

ketika melihat rangkaian huruf hijaiah itu.

mengirim sebuah pesan kepadanya. Mengapa

Kuikuti lantunan suaraku dan akhirnya

harus tanggal 24? Ya, karna pada tanggal itu

membuatku tenang. Untuk cahayaku, aku akan

aku dan dia mulai memasang status pacaran.

menjaga hati dan cintaku.

Sekarang? Tidak lagi. Bukan keinginan aku dan 21

BULBS

Oktober 2019


Oktober 2019

BULBS

22


RUANG KATA PEJUANG KECIL Azimah Menuai rindu dari sudut mata yang jauh Menanam kasih diantara letih dan jenuh Berat terasa bermain dalam peluh Hingga terpercik jua kata mengeluh Kala kulihat anak berbaju lusuh Menjajakan dagangan kian tangguh Tak terlihat sesal di wajahnya Tidak pula ia rapuh Senyum syukur di bibirnya masih jua tersuguh Batinku terenyuh... Usia sekolah yang harusnya kau seduh Ditelan keras hidup yang kian riuh Cita-cita yang mula ingin kau labuh Kau buang jauh, demi sesuap rezki yang harus kau kayuh Emosiku lalu bergemuruh Inginku berontak Ingin pula ku bersimpuh. PERGI UNTUK BAHAGIA Karya: Hega Dwi Dian Dola

INSAN CENDIKIA Karya: Silva Kastari Saat fajar masih malu-malu untuk muncul Kau telah datang untuk menyusul Memberikan kami ilmu di saat kami haus pengetahuan Kau rela berkorban waktu untuk anak didikmu Guru, kaulah insan cendikia Jasamu tak dapat terbalaskan Manusia kau manusiakan Kau bela kami disaat bersimpang jalan Mengajak kembali ke arah yang benar

Ketika aku menjelma menjadi nenek kita Kita Seperjuangan Karya: Elsi Susanti

Kau bahagia Ketika itu aku tidak ingin melihatmu Hal tersebut menyesakkan dadaku

Kita yang seperjuangan

Lalu aku menutup mata

Kita pernah menari diguyuran hujan

Namun, untuk hal yang tidak ingin aku rasakan Aku tak dapat menutup hatiku

Kita pernah berselisih tak saling berkawan

Pada akhirnya aku mencari kebahagiaan lain

Namun rantai tak pernah bosan

Pergi...

Menyatukan makna persahabatan

Aku waras dan kau kecanduan menang Karena waras aku mengalah

Kita yang seperjuangan

Benar-benar aku berdiri sendiri

Beriring tangan dalam duka dan suka

Sampai sekarang kau masih menghajarku tanpa ampun

Merangkai cita-cita bersama

23

BULBS

Oktober 2019


f/Hega Dwi Dian Dola

BERSAMA KITA BISA Ilustrator dan Grafis Mei Defrita Ratna Sari

Profile for Dhea Mei Defrita Ratna Sari

Bulbs (Buletin Bahasa dan Sastra)  

Keberadaan PKL?

Bulbs (Buletin Bahasa dan Sastra)  

Keberadaan PKL?

Advertisement