Issuu on Google+

SAMBUNGAN Bungo Pos

sabtu, 24 september 2011

Jawa Pos News Network (JPNN)

11

2012, Guru Bersertifikasi Dievaluasi JA K A RTA - - Ke m e n t e r i an Pendi d i k a n Na s i o n a l ( Ke m d i k n a s ) a k a n m u l a i m e l a ku k a n e v a l u a s i terhadap guru-guru bersertifikat pada tahun 2012 mendatang. Tujuannya untuk mengetahui hasil kinerja guru dan juga tingkat kompetensi guru pasca sertifikasi. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) , Syawal Gultom mengatakan, proses evaluasi tersebut direncanakan akan menggunakan dua jenis sistem, yakni secara online dan offline. “Untuk sistem offline, penilaian dilakukan di tingkat sekolah oleh Kepala Seko-

lah dan guru senior atau berprestasi,” ungkap Syawal ketika ditemui di ruangannya di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Jumat (23/9). Dalam penilaian atau evaluasi dengan sistem offline tersebut, setiap guru akan diminta menjawab soal yang ada di dalam modul. Jawaban tersebut langsung dimasukkan dalam program Nomor Unit Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUP TK). “ Tidak hanya guru, kebijakan serupa juga belaku untuk kepala sekolah,” ujarnya. Syawal menyebutkan, berdasarkan data Kemdiknas saat ini jumlah guru hingga November 2010 mencapai 2.791.204 orang. Sementara guru yang sudah tersertifikasi hanya 746.700 orang.

Rinciannya, 623.056 guru S1/S2/S3, belum S1 usia di atas 50 tahun dan masa kerja di atas 20 tahun 840 o ra n g , d a n g u r u b e l u m S1 golongan IVa 113.804 orang. Proses evaluasi kinerja guru bersertifikat ini juga ingin mengetahui kondisi kebutuhan guru. Bahkan, pemerintah juga ingin mengetahui bagaimana kinerja guru bersertifikat yang selama ini mendapatkan tunjangan profesi cukup besar. “Karena penilaian atau dugaan saat ini dikatakan bahwa sertifikasi belum bisa meningkatkan kualitas guru. Belum ada perubahan signifikan dari guru setelah tersertifikasi,” papar Syawal.

Oleh karena itu, dengan penggunaan dua sistem evaluasi ini diharapkan d ap at m e n jawab s e mu a pertanyaan masyarakat dan berbagai pihak. Bahkan, dengan sistem penilaian baru, juga akan diketahui apa saja indikator guru yang lemah. Ia pun meyebutkan, ada 4 kriteria yang d i e va l u a s i . A nt a ra l a i n , kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. “Kami sangat yakin, evaluasi dengan sistem ini dapat mengurangi kec u ra n ga n d a l a m p ro s e s penilaian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi peserta sertifikasi,” imbuhnya. (cha/jpnn)

Warga ---------------------------------------------------------------------------------------------- dari hal 1 hanya menyediakan tambung yang berukuran 12 kg. “Kami sulit mencari tempat isi ulang, karena di tokotoko yang berada di pasar kebanyakan hanya menjual gas Elpiji ukuran yang besar,” ugkapnya. Kondisi yang sama ini juga dirasakan masyarakat di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas yang menggunakan tabung gas Elpiji ukuran 3 Kg. mereka mengaku kesulitan untuk bisa mencari tempat isi ulang tabung gas yang bersubsidi tersebut. Hal itu dikarenakan tidak semua dusun yang ada di kecamatan tersebut mempunyai depot isi ulang gas

itu, apalagi Elpiji 3 Kg masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian masyarakat. Zen, salah seorang warga mengutarakan bahwa pengisian Elpiji tersebut sedikit sulit didapatkan. Sekiranya ada itupun tidak bisa memenuhi permintaan warga. “Warga banyak yang mempertanyakan kemana harus mengisi ulang tabung gas 3 Kg. Sebab tidak semua daerah ada depot isi ulang gas seperti yang terdapat dipusat Kabupaten Bungo,” ujarnya. Kesulitan dalam mengisi ulang tabung gas ukuran 3 Kg ini, beber Zen, sangat

dirasakan masyarakat warga yang tinggal jauh dari pusat kecamatan. Bahkan jikalau warga benar-benar ingin mengisi ulang tabung Elpiji 3 Kg tersebut mereka harus ke kota. “Tabung Elpiji 3 Kg itu sekarang ini hanya bisa dipergunakan satu kali pakai, jika gasnya habis maka sulit untuk digunakan lagi,” tambahnya. Selain itu, Hambali juga mengungkapkan, pengisian Elpiji 3 Kg yang terjadi saat ini membuat warga semakin panik dalam menggunakan tabung gas bersubsidi tersebut. Pasalnya tabung-tabung yang hendak diisi harus ditukarkan.

Proses tersebut membuat sebagian warga merasa bertambah cemas ketika hendak menggunakan tabung gas yang telah diisi yang notabenya bukan miliknya sejak awal. “Setiap orang pasti berbeda dalam menggunakan serta merawat tabung tersebut. Jika setiap pengisian tabung harus digantiganti, maka kemungkinan hal tersebut yang memicu terjadinya ledakan-ledakan dalam pemakaian seharihari,” terangnya. Maka dari itu, Hambali berharap agar pemerintah bisa menyikapi keluhan yang disampaikan warga Tanah Sepenggal Lintas. (***)

Suhaimi -------------------------------------------------------------------------------------------- dari hal 1 Dikatakannya, pasien diare yang datang ke Puskesmas hanya empat orang dalam satu minggu, itu juga masih sangat wajar. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di wilayah Puskesmas tersebut. Sebab katanya, kalau sampai dua puluh orang yang dirawat di RSUD Bungo terserang diare, itu adalah kumpulan dari semua daerah, bahkan ada yang dari luar Bungo. ‘’Kita tidak temukan ada peningkatan yang mencolok, itu masih wajar,’’ ujar Suhaimi.

Adanya pasien yang meninggal dunia, Suhaim i mengatakan itu tidak murni terserang diare, salah satu penderita yang sampai meninggal katanya, juga mengidap penyakit yang lain. Meski demikian, dirinya telah menginstr uksikan kepada semua Puskesmas untuk melaporkan peningkatan setiap penyakit yang menular, itu katanya juga diminta kepada seluruh rumah sakit swasta. Agar katanya tindakan pencegahan s ecepatnya dapat segera dilakukan. “Kita telah kirim surat kepa-

da semua Puskesmas, rumah sakit, untuk melaporkan secepatnya kalau ada peningkatan jumlah penderita penyakit menular,” tandas Suhaimi. Selain itu Suhaimi juga meminta kepada masyarakat untuk terus waspada, agar penyakit menular tersebut dapat dicegah. Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah penderita penyakit menular muntaber RSUD Bungo naik drastic. Sejak akhir puasa lalu, jumlahnya dari hari ke hari terus bertambah. Kurun sejak tanggal 11-21

September 2011 lalu, jumlah penderita muntaber yang masuk ke zaal anak RSUD H. Hanafie Muara Bungo telah tercatat 73 orang. Parahnya lagi sesuai pengakuan salah satu warga yang anaknya masih dirawat, anak tetangganya sempat meninggal dunia, setelah terserang penyakit menular ini. Saking banyak anak-anak yang menderita muntaber yang dirawat di RSUD H Hanafie Muarabungo, sesuai pengakuan kepala ruangan Zaal anak Ardian Nova, Zaal anak sempat oper kapasitas. (acn)

Air --------------------------------------------------------------------------------------------------- dari hal 2 jumlah kilo meter jalan yang belum dibangun m e n c a p a i l e b i h - ku ra n g 30 kilo meter, bagi orang yang mau kesana har us memakai perahu tempek atau ketek melalui jalan air yang bergelombang dan deras dengan tingkat resiko yang sangat tinggi. Apabila kita bandingkan Desa Air Liki dengan Desa-desa lainnya yang ada didalam Propinsi Jambi, desa tersebut merupakan desa yang tergolong tua, bahkan desa Air Liki sudah ada sebelum masuknya pemerintahan kolonial Belanda ke Indonesi, tapi apa yang terjadi sampai sekarang masyarakatnya masih tetap saja mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya, kemudian juga susah untuk memperoleh pelayanan kesehatan, begitu juga dengan tingkat perekonomian dan penyuluhan dibidang lainnya yang masih jauh dari harapan. Setelah kita melihat Sumber Daya Alam (SDA) yang ada disana, seperti lahan untuk berkebun dan bertani, begitu juga dengan lahan persawahan cukup luas, dan tanah yang subur, tidak sewajarnya desa tersebut mengalami keterbelakangan, bahkan yang lebih ironis lagi, dengan potensi dan kekayaan SDA yang banyak dimilikinya itu, tetapi mereka tidak dapat memanfaatkan secara optimal, karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan untuk mengolah Sumber Daya alam, tambah pula dengan

kebiasaan masyarakat disana yang bercocok tanam dengan sistem berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lainnya, tidak menggarap lahan secara propesional, kemudian tidak mau pula meningkatkan masa garap lahan sawah dari satu kali dalam setahun menjadi dua kali dalam setahun, bahkan menurut keterangan warga setempat yang namanya petugas penyuluhan jarang sekali turun ke-Desa tersebut. Begitu juga dengan keunikan kawasan yang dimilikinya seperti medannya yang berbukit-bukit dan memiliki kekayaan antara lain: anak sungai yang banyak terdapat disana, dengan diperkaya oleh air terjun yang berbagai tingkat ketinggian, itu dapat dieksploitasi dan dijadikan pembangkitan tenaga listrik, maupun dijadikan lahan untuk membuat kolam air tawar dan kolam air deras. tambah lagi dengan kekayaan alam seperti obkek wisata lokasi Arung jeram, Air terjun, begitu juga dengan wisata sejarah seperti rambut panjang, Lesung batu, Tangga Akar dan kebudayaan lainnya. Itu semua bisa diolah menjadi objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat dari daerah luar bahkan wisatawan dari manca negara, pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kalau kita mau merenungkan dan berbuat untuk kemajuan dan kesejahteraan ma-

Bungo Pos harian pagi

Koran Pertama dan Terbesar di Jambi Wilayah Barat

syarakat yang ada di sana, Dengan membuka akses jalan dari desa terdekat yang sudah dilalui oleh kendaraan roda empat ke desa Airliki yang masih terisolasi, kemudian mengolah kekayaan Sumber Daya alam yang ada, termasuk memberikan pendidikan atau penyuluhan yang cukup terhadap masyarakatnya dengan memberdayakan tenaga dan keahlian dari mereka masing-masing, saya yakin pemerataan pembangunan yang dicita-citakan oleh pemerintah akan segera terwujud. Bayangkan saja sudah enam puluh tahun lebih Negara kita merdeka, didalam dunia yang serba modern dan menguasai banyak tekhnologi, Namun apa yang terjadi dengan masyarakat Air Liki, Justru masih tetap saja terbelakang dan terisolir, terutama akses jalan untuk mencapai desa Air Liki yang tak kunjung ada, dengan pola pertanian yang serabutan membuat mereka tetap saja tertinggal dan miskin. Untuk memperoleh sayur-sayuran seperti cabe, bawang, kentang, gula, kelapa bahkan beras yang merupakan makanan pokok masyarakat setempat juga dibawa dari luar desa Airliki, yang seharusnya dapat mereka tanam dan diciptakan di tempat mereka sendiri. Dari uraian diatas saya melihat dan menyimpulkan, sesungguhnya masyarakat setempat boleh dikatakan belum mencicipi hasil dari kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa Indone-

sia, sebab dari sekian lama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Airliki masih tetap tidak juga dilalui oleh kendaraan roda empat, kalaupun ada kendaraan roda dua itu dibawa dengan memakai perahu tempek setiba didesa Air Liki baru motornya dapat dipergunakan, sedangkan lampu untuk penerangan baru sekarang dibantu dengan listrik tenaga surya, itupun dengan jatah bola lampu dua biji dalam satu rumah, yang disumbangkan oleh salah seorang calon anggota Legislatif untuk DPRD Pusat, daerah pemilihan dapil Kabupaten merangin. Untuk hasil perkebunan, seperti karet tidak begitu banyak, sebagian besar sudah punah sampai sekarang belum begitu banyak peremajaan untuk karet, sementara yang masih banyak adalah kayu manis, namun kayu manis tingkat harga masih rendah belum sesuai dengan ongkos transportasi yang dikeluarkan. Untuk itu masyarakat Air Liki dengan keadaan yang belum begitu mengalami perubahan dari enam puluhan tahun yang lalu. Sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah baik itu perhatian dari pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jambi apalagi pemerintah Kabupaten Merangin yang merupakan Pemerintahan yang paling bertanggung jawab atas ketertinggalan Desa Air Liki. Penulis : Murliadi, SE, MM Pemerhati Kehidupan Masyarakat Pedesaan,

Suka ------------------------------------------------------------------ dari hal 1 Menurut Hamdi, setiap jabatan itu adalah amanah yang harus dipertangungjawabkan, dan bukan jabatan permanen. Sebab selama enam bulan kedepan pihaknya akan mengevaluasi kinerja. ‘’Bagi siapa saja y a n g b e rk i n e r ja ku ra n g baik harap mohon maaf jika

akan dievaluasi,’’ katanya. Pantauan Bungo Pos, sed i k i t nya a d a t iga o ra ng pejabat Eselon II yang direshuffle. diantaranya Kepala Dinas PPKAD Ir. Indones, MTP dimutasi ke Staf Ahli Bupati Tebo Bidang Pemerintahan, H. Izhar, SE Kepala Badan Kepegawaian dan

Diklat dimutasikan menjadi Asisten Adnministrasi dan Umum. Selanjutnya, Drs Asrarudin Asisten III dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Tebo Bidang Kema s ya ra k at an dan SDM. Pejabat yang dimutasi dan dilantik kemarin sebanyak 99 orang.(tni)

SZ ---------------------------------------------------------------------- dari hal 1 ini hanya SZ yang telah menghubungi kami,’’ ungkapnya lagi. Walaupun Muscab Demokrat masih menyisakan 6 hari lagi, namun panitia penyelenggara sudah memsimalkan persiapan-persiapan untuk menggelar agenda tertinggi Partai Demokrat Bungo. Selain itu, panitia juga akan memberikan kebebasan dengan leluasa kepada kader-kader Demokrat Bungo yang berkeinginan mengikuti kompetisi Muscab PD nanti.

‘’Kami akan menampung siapa saja yang berkeinginan jadi Ketua Demokrat Bungo nanti. Namun yang jelas seorang calon ketua harus ada rekomendasi dari 5 Pengurus Anak Cabang,’’ tandasnya. Sementara itu, Dani juga mengharapkan agar DPC Demokrat Bungo bisa menyerahkan SK kepengurusan PAC yang telah diverifikasi DPD Demokrat Jambi. Sebab hingga kini, panitia tidak mengetahui dengan jelas siapa saja yang akan

menjadi peserta dalam Muscab nanti. Maka dari itu, panitia mengharapkan agar DPC bisa bekerjasama dalam mensukseskan Muscab demokrat kali ini dengan segera memberikan SK yang diminta. ‘’Jika sampai H-2 kami tidak juga menerima SK yang sudah diproses DPD Jambi, maka kemungkinan Muscab akan kami batalkan. Karena kami tidak berani menggelar Muscab tanpa adanya kejelasan siapa yang menjadi PAC Demokrat se Kabupaten Bungo ini,’’ tegasnya. (cr2/jenn)

Bandara -------------------------------------------------------------- dari hal 1 membawa berkah untuk Jambi,” katanya lagi. Dijelaskan gubernur, presiden juga malah meminta untuk menambahkan apa-apa lagi yang perlu bagi Jambi, salah satunya bantuan pengembangan Candi Muaro Jambi.

Tentang pembangunan Candi kebanggan Provinsi Jambi ini, disebutkan gubernur bahwa Menteri Pariwisata telah berjanji akan semakin menggulirkan bantuannya dalam membangun dan mengembangkan Candi Mua-

ro Jambi. “Kelihatannya, beliau sangat antusias terhadap posisi, luasan candi dan view atau pemandangannya. Beliau minta perhatian khusus, terutama masalah environment atau lingkungannya,’’ katanya lagi. (eon/jenn)

Konser --------------------------------------------------------------- dari hal 1 nggak sama Rizky, tapi nonton bareng teman-teman. Kita (dia dan Rizky, Red) samasama suka Linkin Park,” katanya lalu tersenyum. Tak sekedar menikmati

musiknya, Sherina belajar banyak dari LP. Beberapa hal menginspirasinya dalam bermusik. ”Yang aku kagumi, mereka kreatif dalam bermusik.

Masing-masing personelnya punya keahlian, dan mereka bisa menggabungkannya menjadi s ebuah karya yang bagus,” tuturnya. (ash/jpnn)

Banyak --------------------------------------------------------------- dari hal 1 belum memiliki izin, begitu juga izin usaha yang telah mati,’’ ungkapnya. Untuk itu, pria yang juga duduk sebagai Anggota DPRD Bungo dari Fraksi Partai Demokrat ini menghimbau kepda pedagang yang belum memiliki izin ini untuk segera menyelesaikan administrasinya sebelum ada tindakan lebih lanjut dari Pemkab Bungo. ‘’Bagi yang

belum melengkapi izin usaha, saya harap mereka segera melakukan pengurusan ke instansi terkait, begitu juga dengan pengusaha yang ingin melakukan perpanjangan, karena hal tersebut merupakan kewajiban bagi dunia usaha yang ada di Bungo guna memberi kontribusi kepada daerah,’’ jelasnya. Dalam pengurusan izin usaha ini, Syaiful Acik Bilal

yang juga tercatat sebagai pelaksana tugas Ketua DPC Partai Demokrat Bungo ini mengaku bahwa P3B siap memfasilitasi para pengusaha untuk mengurus izin ke Pemkab Bungo. ‘’Pengurusan izin juga bisa dilakukan melalui P3B, apabila pemilik toko atau pedagang tidak ada waktu untuk mengurusnya secara sendiri,’’ tandasnya. (dom)

General Manager : Wildan Arif, Pimred: Syahrudin Wapimred/Redpel: Kandi Silalahi Redaktur: Syahrudin, Kandi Silalahi, Dodi Margahayu Staf Redaksi : Supriyanto, Benny Kurniawan, Maya Dwi Effendi, Pramuji Wibowo, Hamdan, Andi Susanto (Kota Jambi) Burhan, Jamhur(Merangin) Abdul Kodir Umar (Sarolangun), A.Budsiantony (Tebo), Agus Ariyanto (Rimbo Bujang), Dodi S (Batanghari) Biro Jujuhan: Azhar. Pracetak: Ade, Tarmuji Pemasaran: Usman Arsyad(Kabag), Firman, Dedi S, Lia Anggraini Keuangan : Sutarmi (Kabag), Iklan : Sutarmi. Desain Iklan : Doni Trio P, Harga Eceran Rp. 3.000, Harga Langganan : Rp. 75.000 - Perbulan (Luar kota tambah ongkos kirim ). Tarif Iklan display/umum Rp 10.000/mm kolom, iklan duka cita/hiburan, pendidikan : Rp . 3000/mm kolom, iklan warna Rp 19.000/mm kolom, Full Colour Rp 21.000/mm kolom, No Rekening : 581.5.000043. Bank Panin cab, Bungo, 8525.00.7789 BCA Cab. Bungo A/n PT. Wahana Semesta Bungo. Alamat kantor : Jln.Rangkayo Hitam No 45, Cadika. Telp : (0747)323439, Fax (0747) 323439, Muara Bungo, Perwakilan Jambi Graha Pena Jambi Ekspres, Jln Patimura km 8, Kenali Besar Jambi, Perwakilan Jakarta : Jln Kebayoran Lama Km no 12 Gedung Graha Pena Lantai VI Telp (021) 3569980 Jakarta, Penerbit PT Wahana Semesta Bungo,  Komisaris : Suparno Wonokromo, Direktur Utama: Sarkawi. Direktur : Mukhtadi Putranusa, Pimpinan Perusahaan: Eka Wahyu Setyaningsih. Percetakan:PT. Bungo Intermedia, Yadi (General Manager), Tomas, Puguh Oktri, Endang Cahyadi, Juliadi (Isi berita diluar tanggung jawab percetakan)

Redaksi menerima tulisan berupa opini, surat pembaca yang dilengkapi identitas diri, wartawan Bungo Pos dilarang menerima apapun dari narasumber.


SAMBUNGAN