Issuu on Google+

SYAIR SHOLAWAT VS SYAIR SYAHWAT

“Shalatulloh salamulloh ala toha rasulillah” “shalatulloh salamulloh ala yasin habibilah” Itulah sepenggal syair sholawat yang paling akrab di dengar di telinga kita umat islam. Tapi hanya itu saja syair shalawat dalam dunia islam,shalawat adalah permohonan akan bertambahnya rahmat ta’zhim keatas junjungan kita nabi Muhammad saw yang mana Alloh swt. Langsung memerintahkan kepada kita orang-orang beriman dalam surah al-ahzab 56 “wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. Dan nabi bersabda :”siapa yang membaca shalawat untukku satu kali allah akan menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali (HR.muslim). Bershalawat termasuk dzikir yang dianjurkan dan merupakan wujud rasa cinta kita kepada rasulullah.lagu bersyair shalawat pernah berjaya di masa haddad Alwi dan sulis namun sekarang lagu shalawat seperti kehilangan eksistensinya dalam dunia musik islam walaupun lagu-lagu religi islam masih berjaya melalui band papan atas ungu yang diikuti oleh band-band dan penyanyi lain namun dari mereka hanya mengusung lagu berbahasa Indonesia bahkan para munsyid shalawat berbahasa arab pun banting stir untuk ikut mencoba peruntungannya di lagu-lagu religi berbahasa Indonesia. Umat islam di Indonesia mungkin hanya sebagian kecil saja yang mengenal kitabkitab kumpulan syair shalawat padahal di sana ratusan syair shalawat membisu menanti pencintanya. kemana musisi islam? kemana penyanyi islam? takutkah kalian melantunkan shalawat nabi? takut ketahuan bahwa kalian tak mampu membaca syair berbahasa arab yang merupakan bahasa agama kita? bahasa kitab kita dan bahasa surga ? ataukah kita merasa malu di katakana kampungan? atau takut tidak memperoleh keuntungan ?


Coba tengok anak-anak kita lebih hapal lagu bersyair syahwat ketimbang lagu shalawat, mereka gandrung dengan lagu-lagu cinta tapi tak kenal pada nabinya .kita marah saat penyanyi dangdut menampilkan gerakan porno aksi namun kita kita sendiri tak mampu membentengi diri . Coba lihat di rumah kita sendiri berapa banyak kaset sholawat nabi? bandingkan dengan yang lain. Coba buka folder di hp kita berapa lagu sholawat yang bertengger disana dengar kan ringtonenya lagu apa yang berbunyi saat telpon memanggil? Lagu apa yang menemani kesibukan kita di depan computer. Atau kita bosen dengan lagu-lagu solawat ituitu saja, ah... paling cuma beda penyayi atau aransement musiknya saja. itu karena munsyid kita lebih senang bernyayi dengan lagu yang bertitle ’’no name”. Musisi kita terlihat enggak mau capek dalam berkarya kejumudanlah yang terjadi dalam seni sholawat inilah tantangan kita untuk lebih kreatif dalam berkarya. cobalah untuk lebih bereksplorasi mencari langkahlangkah baru menancapkan bendera solawat nabi di puncak tertinggi budaya islam. Marilah tunjukan jati diri kita sebagai umat islam dengan kebudayaannya yang tinggi “al islamu ya’luu wa laa yu’laa ‘alaihi” islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya (HR.Baihaqi) tunjukan lah kita bukan bangsa pengekor,yang latah, semoga kita menggapai syafaat dengan sholawat.


syair shalawat vs syair sahwat