Issuu on Google+

VOL 01  May  2012

Is the SOLUTION to fulfill their DREAM

In This Issue

Spektakuler Hari Kartini 2012 di Singapura Minggu

tanggal 22 April yang lalu TKI di Singapura merayakan peringatan hari Kartini yang diselenggarakan di Health Promotion Board. Acara dihadiri sekitar 200 tenaga kerja. Presiden HOME (Humanitarian Organisation for Migration Economics) yaitu Mrs Bridget Tan juga menyanyikan lagu Bengawan Solo bersama paduan suara domestic workers dari Pilipina. Acara peraduan busana kebaya di ramaikan oleh 22 peserta tenaga kerja Indonesia. Sambutan dari tamu kehormatan Ibu Enik Julistiowati yang menyampaikan pesan kepada seluruh TKW agar tidak menyia-nyiakan waktu di hari libur. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan bekal pulang ke kampung halaman nanti. Dengan melanjutkan perjuangan RA Kartini, Ibu Enik Julistiowati dari Batam yang merupakan sosok yang telah banyak membantu para TKW di Singapura untuk dapat kembali memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan menambahkan, peran wanita kini semakin beragam, baik di keluarga, masyarakat dan tempat bekerja tentunya merupakan sebuah tantangan bagi kita untuk semakin membekali diri kita agar siap dan mampu memebrikan yang terbaik untuk bangsa kita. Turut mengisi acara Nunung Hartati. TKW asal Cilacap Jawa Tengah

yang aktif menulis. Penyampaian Anung memotivasi TKW Singapura dalam kegiatan tulis menulis dan menyampaikan kepada masyarakat luar. Mencontoh dari tulisan RA Kartini di masa lalu, tulisan surat–surat Kartini yang mengantarkan perubahan terhadap Indonesia, khususnya bagi kaum wanita. “Meraih kesuksesan bukanlah hal yang mudah dicapai. Jika tidak disertai niat dan doa apalah artinya sebuah impian. TKW Indonesia harus membawa perubahan untuk masa depan,” ungkap Anung D’Lizta membacakan potongan buku 99 Surat Kerinduan untuk Presiden. You have to be a proud being Indonesian woman. Jadilah wanita Indonesia yang maju. Pendidikan tidak ada batas, tapi ingat kita wanita timur tetap membawa jati diri citra wanita Indonesia. Tata krama, kesopanan harus tetap kita bawa di manapun kita berpijak. Raihlah ilmu selagi ada kesempatan. Kecantikan bukan hanya dari luar tapi juga dari dalam hati, demikianlah pesan penting pada peringatan Hari Kartini yang digelar HOME Singapura. (Anung D’Lizta)

    

Spektakuler Hari Kartini 2012 di Singapura Seminar Merry Riana Gebyar Seminar Wanita Indonesia Sekarang dan Masa Depan The Inspiration Join us in newsletter

CAPTAIN’S NOTE Haiiii…. Akhirnya terbit juga newsletter ini, saya harap bisa menjadi media komunikasi, informasi dan media kreatifitas kita. Di edisi perdana Development Newsletter ini masih dalam semarak peringatan hari Kartini, seorang wanita yang memiili citacita mulia. Berbagai kegiatan untuk memperingati hari Kartini di Singapura. Dan tentunya semua memberi inspirasi dan motivasi. Selamat membaca !!!

SAN-SAN


“Saya yakin dengan usaha yang dilakukan pasti bisa berguna supaya nantinya setelah mereka bekerja di Singapore tidak hanya memiliki tabungan tapi juga mendapat ketrampilan yang bisa dibawa pulang dan bisa berkarya untuk keluarga, bangsa dan Negara” ungkap Merry di akhir acara sebagai pesan untuk rekan rekan tenaga kerja Indonesia di Singapura. Dengan adanya program sekolah yang disediakan oleh Development ini semoga bisa memicu semangat teman-teman tenaga kerja wanita di Singapura untuk terus meningkatkan pendidikan. Bisa menggunakan hari libur dengan sebaik mungkin.

GEBYAR SEMINAR WANITA INDONESIA “Saya ingin mereka itu mempunyai mimpi untuk do something. Memiliki mimpi yang besar, start small dan act fast “ Martha Tilaar Minggu 25 Maret 2012. Development program berkerjasama dengan Martha Tilaar Group dan Merry Riana Organization untuk mengadakan seminar yang bertajuk inspirational dan motivasi untuk para tenaga kerja wanita Indonesia di Singapura. Seminar Wanita Indonesia ini yang dibawakan oleh Ibu. Dr. Martha Tilaar , Pendiri perusahaan kosmetika terbesar di Indonesia dengan merk dagang Sari Ayu dan Merry Riana, pengusaha dan motivator wanita no. 1 di Asia penulis terlaris “A Gift From A Friend” dihadiri sekitar 250 orang ini sengat memberi inspirasi dan motivasi peserta untuk memiliki mimpi dan semangat juang yang tinggi dalam meraih cita-cita mereka. Acara berlangsung di Hisbicus Room, Grand Hyatt Hotel Singapura dihadiri oleh beberapa rekan kerjasama Development Program, Ibu Hj. Enik Julistyowati, S.Pd, M.S, Kepala SKB UPTD Dinas Pendidikan Kota Batam. Ibu Sisi, Director HOME (HUMAN ORGANITATION OF ECONOMIC) serta Ibu Debby Nasution dari Martha Tilaar Store Singapore. Seminar yang mengangkat tema “KARTINI INDONESIA” baik Ibu Dr. Martha Tilaar dan Merry Riana menceritakan setiap kisah hidup mereka dari nol hingga sampai saat ini, dan peserta boleh semakin menggenal kedua sosok wanita Indonesia ini. Kedua wanita hebat

Untuk info selengkapnya bisa menghubungi Tim Crew yang juga membantu pelaksanaanya seminar berlangsung: San-San/Theresia (Koordinator Development Program), Rut (Koordinator Development Kesetaraan Program), Nathalia, Ibu Ekky W, dan Wandy Susilo. Salam Entrepreneur. (Anung D’Lizta)


Sekarang dan Masa Depan Lebih dari 100 tahun yang lalu, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia, Raden Ajeng Kartini, seorang pahlawan wanita yang berjuang untuk persamaan derajat emansipasi wanita. Dia bukan pahlawan yang mengangkat senjata untuk melawan penjajah. Tapi lewat perjuangannya baik Raden Ajeng Kartini maupun Dewi Sartika, berhasil membuka sekolah untuk kaum wanita.

“ tidak selamanya mereka harus menjadi TKI atau menjadi TKW, mereka bisa menciptakan lapangan kerja bagi mereka sendiri dan bagi orang lain, hanya harus di inspirasikan dan di latih” Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc . Presiden UCEC

“Dengan adanya program ini mudah-mudahan sesuai dengan tujuan yang kita harapkan yaitu meningkatnya pendidikan, ketrampilan, pengetahuan dan juga penghasilan dari para peserta didik” Hj. ENIK JULISTYOWATI, S.Pd, M.Si Kepala UPT SKB Kota Batam

“Saya jadi tau bagaimana cara mengelola bisnis dengan baik, gimana cara mengatur tentang keuangan. Saya menjadi pribadi yang lebih berani, tahan banting atau tidak lemah, menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan yang jelas saya siap untuk menjadi seorang business women.” Susilowati

Sejalan dengan kemerdekaan Indonesia dan sejarah pembangunan Indonesia, maka semakin banyak dibuka sekolah-sekolah untuk anak-anak Indonesia, baik anak laki-laki dan anak perempuan. Semua memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan. Dan mampu menghasilkan tidak sedikit wanita-wanita Indonesia yang hebat dan memiliki peran penting dalam sosial politik dan ekonomi negara Indonesia. Masing masing dari kita pasti memiliki cita-cita . Ada yang ingin jadi guru, dokter, polisi atau bahkan presiden. Dan tidak ada yang bercita-cita menjadi tenaga migran. Tapi tidak semua dari kita memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan untuk tujuan menggapai cita-cita kita. Perbedaan latar belakang ekonomi biasa menjadi penghalang bagi kita untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Teman-teman sekalian, beberapa dari kalian pasti ada yang menyebut ini sebagai 'nasib' sehingga keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama yang memaksa kalian terbang jauh ke negara ini, meninggalkan sanak saudara, dan bekerja demi ekonomi keluarga yang lebih baik. Dalam hidup ini, kita bebas untuk memilih. Kita bebas memilih menurut kesukaan kita, kita bisa memilih makanan kita, selera baju kita. Tapi satu yang kita tidak bisa memilih adalah, kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa memilih kita dilahirkan di keluarga mana. Masa lalu kita menghantarkan kita sampai pada saat ini, tapi apa yang kita lakukan sekarang tidak akan mengubah masa lalu kita. Tetapi apa yang kita kerjakan sekarang, pasti akan menentukan masa depan kita. Pendidikan tidak kenal masa, dan belajar tidak mengenal usia. Mungkin banyak dari saudara yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, banyak dari saudara yang harus putus sekolah. Jangan sesali apa yang terjadi kemarin, tapi marilah kita tata hidup kita sekarang demi masa depan kita yang lebih baik. Banyak program pendidikan dan pelatihan yang kini ditawarkan, pesan saya jangan siasiakan kesempatan yang ada ini, kesuksesan adalah saat dimana ada kesempatan yang bertemu dengan kesiapan. Bekali diri anda dengan ilmu dan ketrampilan, persiapkan diri anda sebagai seorang entrepreneur yang mandiri. Yang bisa menjadi jawaban bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Ada ibu Dr. Martha Tilaar, ada Megawati Soekarno Putri, ada Ibu Ani Yudhoyuno, ada Sri Mulyani, ada Christine Hakim, ada Moetia Hatta dan masih banyak lagi wanita Indonesia di kancah nasional dan internasional. Sekarang boleh mereka menyebut saudara sebagai pahlawan devisa. Tapi kelak, saya yakin, dari kalian akan lahir kartini kartini muda yang memiliki peran bagi keluarga dan bangsa, akan lahir pengusaha pengusaha wanita, dan pemimpin pemimpin wanita. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu takkan hilang. (san)

THE CREW

Rut N.A Yatik Nathalie Ivonne Susilowati Nunung and we welcome you to join with us

DEVELOPMENT NEWSLETTER 400 Orchard Rd #07-01 Orchard Towers Singapore 238875 Phone (65) 64634695 www.mtm.org.sg Facebook http://www.facebook.com/groups/development.program


The Inspiration Apa yang diungkapkan Imelda memang sungguh beralasan. Tanpa pendidikkan dan pengetahuan, seseorang tak akan bisa maju ataupun mengubah orang lain. Maka, sungguh tepat jika kemudian, karena kepeduliaannya pada dunia pendidikan, Imelda terpilih sebagai Duta Pendidikan Indonesia oleh Sampoerna Foundation. Meski tak sedikit kesibukkan Imelda sebagai presenter, mengajar, istri dan ibu bagi Emily, putri semata wayangnya, Imelda masih tertantang untuk mengembangkan dunia anak dan pendidikan. Bahkan, menurutnya, ada sebuah perbedaan antara orang yang suka membaca dan tidak suka membaca. Imelda menceritakan kehidupan pribadinya saat masa kecil. Peristiwa tak mengenakkan yang dialaminya saat kanak-kanak mendatangkan trauma tersendiri. Imelda yang kala itu tinggal di Singapore, akhirnya mengalami minder dan jadi tidak bersemangat untuk belajar. Imelda kecil menjadi seorang anak yang mencari penerimaan diri dari orang luar. “Tapi saya bersyukur sekali, Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk mengenal Dia dan akhirnya saya

“Pengetahuan dan pendidikan itu penting!” Imelda Fransisca, Miss Indonesia 2005.

mengambil keputusan untuk tak menyianyiakan masa kuliah saya,” terang Imel, yang fasih berbahasa Inggris dan Mandarin ini. Keputusan Imelda ini kemudian dibuktikannya. Ia bekerja keras untuk mengejar ilmu hingga ke negeri orang, tak ingin menyia-nyiakan biaya dan upaya yang telah dikeluarkan orangtuanya. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Ohio State University, USA, Imelda ingin mencoba membuktikan apakah dirinya bisa mandiri, dengan mengikuti kegiatan Miss Indonesia 2005. “TernyataTuhan memampukan saya. Saya bisa menang itu semua karena anugerahnya,” terang penulis buku “You Can Be Anything and Make Changes” ini lembut. Bagi Imel, ajang pemilihan Miss Indonesia bukanlah akhir dari tujuan hidupnya. Seperti bagaimana ia memaknai istilah “cantik”. Makna cantik itu relatif, apa yang tampak dari luar dan belum tentu penilaian seseorang itu sama. “Tapi cantik bagi saya adalah, seseorang yang tahu tujuan hidupnya!

Tahu mengapa dan ada sesuatu yang bisa dia kerjakan. Orang yang tahu betapa besar kasih Tuhan,” ucap Imel yang juga pernah menjadi Miss Favourite ASEAN 2005, ini mantap. (Nath)

Join us in this paper We Welcome You !!!! Buat yang suka menulis, mendesign, membaca, mencetak. Atau yang punya kisah inspiratif, info terkini, dan berita, cerita pendek, komik, humor, cerita bersambung, tips, dll. Contact us Rut rut_na@yahoo.com San-San san_8533@yahoo.com


Development Newsletter May 2012