__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

1


Mbeling Ojo mung

NYAWANG ayo podo TUMANDANG LAKONI sing dingerteni BAB HASIL PASRAHKE GUSTI

Penanggung Jawab

Kepala Desa Ngumbul Tukijan

Pemimpin Redaksi Frend Mashudi

Redaktur Pelaksana Iis Sugiarto

Koordinator Liputan Kepala Dusun

Litbang Miskun Fotografer Ai Rohimah

Tata Letak dan Desain Grafis

F-design & Griya artwork 085-958-510-455

desaku majalah

Media komunikasi & Informasi Desa Ngumbul

Alamat Redaksi

Jl. Raya Desa Ngumbul Dusun Krajan, Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan., Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Kode Pos : 63571 . Telp. 085958510455 Email: desakungumbul@gmail.com Website: www.ngumbul.desa.id

Wartawan dan tim redaksi majalah DESAKU dilengkapi dengan ID card atau kartu pers setiap melakukan kegiatan jurnalistiknya. Nama wartawan dan tim redaksi DESAKU tertera dalam kolom Susunan Redaksi di atas. Dalam melakukan kegiatan jurnalistik-nya, wartawan dan tim redaksi DESAKU dilarang memungut/meminta biaya apapun dari/kepada narasumber. Majalah DESAKU merupakan media komunikasi dan informasi desa Ngumbul sekaligus sebagai media pertanggungjawaban terhadap keterbukaan informasi publik, seiring dengan pemberlakuan UU Tentang Desa.

2

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016


DAFTAR

ISI

dari Redaksi 2

Mbeling:

"Ojo mung nyawang, yuk podo tumandang" 3 Dari Redaksi: Semangat Kita Untuk Desa JENDELA DESA

4 Yuk Bersama Membangun Desa 5 Infografis Potensi Desa Ngumbul 6 Lomba Desa Menggugah Potensi MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT

POTENSI DESA 12 Menggali sektor Peternakan

14 Generasi Berencana (GenRe), GENERASI EMAS SEBUAH HARAPAN

16 Ngumbul Raih Penghargaan Terbaik Lunas PBB TERUS DORONG MASYARAKAT TAAT PAJAK

17 Menuju Desa Mandiri Data dan Informasi 18 Menggali Sektor USAHA KREATIF BERBASIS LOKAL

20

Linmas Desa Ngumbul Ciptakan Lingkungan Aman, Nyaman dan Tertib

22 Budidaya Tanaman TOGA Di Pekarangan Rumah 24 Benteng terakhir ketahanan dan kemandirian pangan

R

Semangat Kita Untuk Desa

uang kebersamaan membawa keberkahan bagi kita semua. Dari bilik redaksi majalah DESAKU ini terbersit sebuah asa untuk saling mengisi, memberikan masukan dan pandangan positif tentang pelbagai hal. Tentunnya asa untuk menjadikan desa Ngumbul yang kita cintai ini semakin maju, makmur dan tidak tertinggal dengan desa-desa lain. Mampu mengembangkan diri menjadi desa yang mandiri dan terukur. Jangan sampai apa yang telah kita capai saat ini menjadikan kita berbangga hati, namun justru harus menjadi cambuk untuk terus memunculkan daya kreatifitas, memupuk diri dengan menjadikan media ini untuk saling asah dan asuh. Pembaca Budiman, Memasuki edisi ke dua, redaksi berupaya tetap konsisten menyuguhkan berbagai informasi tentang geliat pembangunan di desa Ngumbul. Baik menyangkut pembangunan fisik, budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketertiban dan keamanan. Selainnya itu, terjagannya tradisi gotong royong sebagai bentuk partisipasi warga masyarakatnnya terhadap berjalannya roda pemerintahan desa. Sektor pertanian juga kami hadirkan sebagai potensi unggulan desa. Mengingat mata pencaharian penduduk desa ngumbul sebagaian besar adalah petani. Tak terkecuali edisi kali ini kami juga akan menyuguhkan liputan seputar produk-produk usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Seperti usaha anyaman dan kerajinan, Mebel dan usaha produktif lain berbasis industri seperti pembuatan Tahu, penyulingan minyak daun cengkeh serta [embuatan aneka makanan (Jajanan) khas yang berbasis rumahan. Semoga desa kita tercinta ini mampu menjadi desa IDAMAN bagi kita semua.

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

3


JENDELA

Desa

S

eluas mata memandang, hamparan hijau persawahan, rindangnnya pepohonan menjanjikan kedamaian. Gemericik air yang mengaliri persawahan semakin lengkap dengan kicauan satwa yang mendendangkan nyanyian alam. Betapa amat menyenangkan suasana desa, yang sarat keakraban, kedamaian dan harapan. Kita mempunyai kesan istimewa mengenai desa. Apalagi kita memang sedari kecil berdomisili di desa. Hingga kita tumbuh remaja, dewasa, dan tua kita masih tetap suka di desa. Maka, seluruh tentang sesuatu menyangkut desa memang benar-benar melekat erat dalam ingatan kita. Di desa kita memperoleh pekerjaan, penghasilan, dan kesejahteraan. Meski itu tergolong cukup, tapi kita mensyukurinya. Seraya di desa kita senantiasa bersama keluarga, saudara, serta tetangga penuh keakrapan. Di desa juga anak-anak kita menerima fasilitas pendidikan yang cukup. Sekolah banyak yang berdiri di desa, dengannya anak-anak kita dibina agar cerdas dan memiliki keterampilan sebagai bekal masa depan mereka. Senyampang kita selalu merindukan, penghasilan kita di desa semoga cukup membiayai

4

Yuk Bersama Bangun Desa lanjutan pendidikan mereka nanti di kelas kuliah. Di desa pun sawah luas, kita jadi bisa bertani. Banyak perkebunan yang berisi pohon berbuah, yang boleh kita petik dan santap. Kita memelihara hewan yang bisa dimakan, seperti ayam pedaging atau petelur. Kita berupaya memenuhi kebutuhan atau kecukupan pangan kita. Serta kadang kita bikin usaha rumahan. Pantang luput, kita punya juga semangat untuk mendukung pembangunan. Umpamanya, ketika desa memiliki program pembangunan infrastruktur, kita mau bergotong-

MAJALAH DESAKU EDISI 002 APRIL MEI 2016 2016

royong membantu pembangunan itu. Biasanya hal ini kita selenggarakan di hari Minggu, pas tatkala sedang libur kerja. Dan sungguhlah masih banyak kesan atau pengalaman kita lainnya di desa yang patut diceritakan. Dalam catatan ini kiranya kita menuliskannya separuh saja. Dari segala kesederhanaan yang kita miliki, yuk kita bersama bangun desa. Menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama. (Frend)


JENDELA

DESA

MAJALAH MAJALAHDESAKU DESAKUEDISI EDISI002 002APRIL MEI 2016 2016

5


JENDELA

Desa Sebulan penuh, masyarakat desa Ngumbul, kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan bergotongroyong, kerja bakti menyongsong lomba desa tingkat kabupaten. Segala aspek potensi pun digali. Penuh sukacita, tidak ada rasa mengeluh, atau raut wajah bermuram durja. Bukan juga kemenangan yang ada dalam benak mereka. Namun rasa handarbeni yang dilandasi sikap saling memiliki atas desanya.

Lomba Desa, Menggugah Potensi

Mendorong Partisipasi Masyarakat 6

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016


D

NGUMBUL, DESAKUi bulan April 2016 ini, desa Ngumbul mewakili kecamatan Tulakan mengikuti kegiatan lomba desa tingkat kabupaten Pacitan. Lomba desa ini merupakan upaya mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan Desa. Serta sebagai upaya memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi masyarakat dan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan desa. Menurut Camat Tulakan Erwin Adriatmoko, lomba desa ini merupakan bentuk Evaluasi Keberhasilan dalam memberdayakan masyarakat. "Hakekatnya lomba desa ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan Desa dengan melihat lonjakan perkembangan pembangunan Desa selama 2 (dua) tahun terakhir, yang terwujud dalam segala aspek kehidupan masyarakat, antara lain peningkatan kualitas bidang kehidupan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan masyarakat

serta terpeliharanya lingkungan," tukasnnya. Untuk itu, pihaknnya semaksimal mungkin mendorong dan memberikan arahan-arahan agar segala potensi itu bisa digali dan berdaya. Ada tiga bidang indikator penilaian yang nantinnya akan dilakukan oleh tim penilai yaitu bidang Pemerintahan, bidang Kewilayahan dan bidang Kemasyarakatan. Meliputi: Bidang Pemerintahan mencakup Pemerintahan desa, Kinerja, Inisiatif dan kreatifitas dalam pemberdayaan masyarakat, Desa berbasis teknologi informasi dan Pelestarian adat dan budaya. Bidang Kewilayahan meliputi : Identitas desa dan kelurahan, Batas desa, Inovasi desa, Tanggap dan siaga bencana dan penguatan Investasi. B i d a n g Kemasyarakatan mencakup Partisipasi

"Hakekatnya lomba desa ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usahausaha masyarakat dalam pembangunan Desa" MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

7


JENDELA

Desa Komuditas Padi menjadi salah satu unggulan pertanian di desa Ngumbul. Saat ini masyarakat tengah mengembangkan sistem tanam Jajar Legowo untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian mereka. (foto: Desaku)

masyarakat, Lembaga kemasyarakatan, PKK, Keamanan dan ketertiban, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Penanggulangan kemiskinan dan Peningkatan kapasitas masyarakat. Sementara itu, diakui Kepala Desa Ngumbul, Tukijan, kegiatan lomba desa ini memberikan dampak positif dalam menggugah tingkat partisipasi masyarakat desanya. "Sebulan penuh masyarakat desa bergotong-royong mempersiapkan segala sesuatunya. Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat Ngumbul yang saling bahu membahu menghadapi lomba desa ini, saya ucapkan terimakasih pula kepada pemerintah kecamatan Tulakan dan semua pihak atas dorongan dan bimbingannya," jelas Kades Ngumbul. Menurutnya, menguatnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menghadapi lomba desa ini sebenarnya sudah tertanam secara turun temurun. "Tidak karena hanya akan ada lomba desa saja mereka tergugah untuk bergotongroyong, namun ini merupakan bentuk nyata dari masyarakat desa Ngumbul dalam memegang teguh budaya adiluhung yang diwariskan secara turun temurun," ujarnya. Dirinnyapun mengakui, masih banyak hal yang memerlukan bimbingan

8

dari semua pihak utamanya pemerintah daerah agar kegiatan semacam ini tidak terhenti sebatas seremoni belaka. "Harapan kami, semoga lomba desa ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, terarah dan terukur demi mewujutkan kesejahteraan masyarakat Ngumbul secara berkesinambungan, janganlah kita terpaku pada menang dan kalah, namun bagaimana mengupayakan keselarasan, kesinambungan dan kesejahteraan bersama itu yang paling utama," harap Tukijan.

Menggugah Potensi

Desa Ngumbul merupakan salah satu dari 16 desa di wilayah kecamatan Tulakan, yang terletak 5 KM ke arah timur dari kota kecamatan. Desa Ngumbul mempunyai luas wilayah 987,835 hektar. Secara administratif terbagi dalam 4 dusun yaitu dusun Krajan, Bandarangin, Jeruk dan dusun Ngagik. Terdiri dari 34 RT (Rukun Tetangga) dan 9 RW (Rukun Warga). Adapun batas-batas wilayah desa Ngumbul adalah: Sebelah Utara desa Ketro, Sebelah Selatan desa Bodag Kecamatan Ngadirojo dan desa Kluwih, Sebelah

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

Timur desa Wonosidi dan Sebelah Barat adalah desa Bungur dan desa Losari. Berdasarkan data kependudukan per Desember 2015, penduduk desa Ngumbul sebanyak 5314 jiwa atau 1589 KK. Dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 2752 orang dan perempuan 2590 orang. Desa Ngumbul yang terletak pada dataran tinggi merupakan desa yang cukup lembab. Dengan suhu rata-rata udara 25 derajat celcius sampai dengan 29 derajat celcius. Memiliki potensi alam yang tinggi dibidang pertanian. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian penduduk desa Ngumbul yang sebagian besar sebagai petani dan peternak. Desa Ngumbul memiliki lahan pertanian dengan luas 332,95 ha/ m² dari luas wilayah 987,835 ha/ m². Terbagi dalam 170,00 Ha lahan persawahan dan 162,95 Ha lahan tegalan/ ladang. Dimana pertanian desa Ngumbul dapat dikatakan cukup baik, hal itu terlihat masih banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu di dukung juga oleh keadaan tanah Desa Ngumbul yang cukup subur. Sehingga potensi pertanian di desa Ngumbul sangat prospektif untuk kedepannya. Sebagian besar masyarakat Desa


JENDELA

Desa

Pola tanam Polikultur diterapkan pada budidaya tanaman empon-empon dan umbi-umbian yang dikembangkan dilahan bawah tegakan dengan memanfaatkan tanaman keras seperti sengon laut dan cengkeh sebagai tanaman pelindung (tanaman border) (foto: Desaku)

Ngumbul memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka. Komoditas pertanian yang terdapat di desa Ngumbul antara lain: komoditas padi, Cengkeh, Kopi, Ketela, Pisang, Jahe, cabai, lengkuas, Kunyit dan sayur mayur. Dari sejumlah komuditas tersebut, komoditas utama adalah padi dan Cengkeh. Pola tanam pertanian di desa Ngumbul pun sangat beragam , ada pola tanam secara monokultur ada juga yang pola

tanam secara polikultur. Pola tanam merupakan suatu urutan tanam pada sebidang lahan dalam satu tahun. Pola tanam terbagi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur. Pola tanam monokultur adalah pola tanam dengan menanam tanaman sejenis. Misalnya sawah ditanami padi saja atau Kopi saja.

Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan pola tanam polikultur ialah pola tanam dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik, termasuk didalamnya masa pengolahan tanah.

"Harapan kami, semoga lomba desa ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, terarah dan terukur demi mewujutkan kesejahteraan masyarakat Ngumbul secara berkesinambungan, janganlah kita terpaku pada menang dan kalah, namun bagaimana mengupayakan keselarasan, kesinambungan dan kesejahteraan bersama itu yang paling utama," MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

9


JENDELA

Desa Di Desa Ngumbul sendiri untuk komoditas sayuran pada umumnya menggunakan pola tanam monokultur sedangkan untuk komoditas emponempon, umbi-umbian dan kacangkacangan menggunakan pola tanam polikultur . Komoditas empon-empon, umbi-umbian ditanam bawah tegakan dimana tanaman keras seperti sengon laut, cengkeh atau Durian sebagai tanaman border (tanaman pelindung). Jenis tanaman yang menggunakan pola tanam monokultur lainnya adalah padi, lengkuas, cabai, ketela pohon dan lain lain. Dalam hal penyediaan bibit dan pupuk para petani Desa Ngumbul masih mengandalkan kios pertanian (KUD) yang ada di Kecamatan Tulakan yang umumnya sudah bersertifikat. Untuk mendukung kegiatan dan pengetahuan para petani di Desa Ngumbul , para petani bergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapoktan)

dusun. Peran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai wadah para petani untuk berdikusi mengenai permasalahan pertanian mereka, dan juga sebagai wadah/Jembatan untuk meminta bantuan kepada pemerintahan setempat. Bantuan yang pernah di terima oleh kelompok-kelompok tani berupa pupuk , obat-obatan dan juga bibit, alat pertanian serta alat pengolah Bokasi. Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Ngumbul khususnya petani memanfaatkan sumber mata air pegunungan dan sungai yang mengalir disepanjang garis desa untuk mengairi areal pertanian mereka dengan menggunakan pipa paralon dan Dam irigasi sederhana. Hanya saja, hingga saat ini pengairan masih menjadi kendala utama untuk para petani khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para

Waloya Asih yang terdiri dari Kelompok Tani -kelompok tani di masing-masing

petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan

10

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

penurunan produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang mayoritasnya petani. Penanganan hama dan penyakit tanaman di Desa Ngumbul juga masih mengandalkan bahan bahan kimia sintetik, mereka belum mengaplikasikan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran para petani terhadap pengendalian hama dan penyakit yang baik dan ramah lingkungan. Peran pemerintah dalam hal ini sebernarnya sudah dilakukan melalui sosialisasi kepada para petani tetapi mereka masih sulit menerima hal tersebut, karena masih bertumpu pada budaya dan pengetahuan yang turuntemurun. Hasil pertanian di desa Ngumbul banyak di konsumsi sendiri artinya hasil pertanian mereka tidak secara komersil (tidak untuk dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri), khususnya untuk tanaman padi hasil panennya tidak untuk dijual hanya untuk konsumsi pribadi saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi untuk komoditas sayuran diantaranya kacang panjang, cabai, sawi, terung, hasil panennya selain untuk konsumsi pribadi juga untuk dijual kepada pasar tradisional. Sementara untuk komuditi cengkeh dan Kopi masyarakat menjualnya langsung ke pedagang desa untuk kemudian di jual kembali ke pasar kecamatan. Selain komoditas Padi, potensi perkebunan di desa Ngumbul juga sangat menjanjikan. Utamannya komoditas Cengkeh dan Kopi, Kelapa serta budidaya tanaman keras seperti Sengon Laut, Jati, Pinus dan Mahoni. Komuditas perkebunan ini memiliki peran vital dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa Ngumbul. (frend)

Komoditas Cengkeh menjadi salah satu unggulan pertanian di desa Ngumbul. Hampir disetiap kebun warga tanaman cengkeh tumbuh dengan subur dan mampu menopang perekonomian warga. (foto: Desaku)


JENDELA

Desa

Kendati memiliki masa panen jangka panjang, Budidaya tanaman keras seperti halnnya pohon Jati juga berkembang baik. (foto: Desaku)

Beberapa wilayah desa Ngumbul berada pada daerah dataran tinggi dan berbukit-bukit sehingga komuditas Pinus berkembang cukup baik . (foto: Desaku)

Budidaya tanaman keras seperti halnnya Sengon Laut berkembang baik seiring dengan meningkatnnya permintaan komuditas ini untuk bahan baku pabrik Playwood. (foto: Desaku)

Komoditas Kopi dapat dikembangkan dengan baik dilahan pertanian masyarakat dusun Jeruk desa Ngumbul dengan menggunakan pola tanam monokultur. (foto: Desaku)

11

MAJALAH DESAKU EDISI 002 APRIL 2016

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

11


JENDELA

Desa

B

Menggali Sektor Peternakan

idang peternakan juga menjadi salah satu bidang pekerjaan utama bagi warga Desa Ngumbul di samping bidang pertanian. Bidang peternakan mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan secara bersamaan dengan bidang pertanian sebagai jalan dalam melakukan pembangunan ekonomi di Desa Ngumbul. Lebih dari sepertiga dari keseluruhan penduduk Desa Ngumbul mempunyai hewan peliharaan berupa

12

sapi, domba, kambing dan ayam pedaging. Peternakan di Desa Ngumbul menjadi salah satu komponen aktivitas ekonomi masyarakat. Di sini, rata-rata setiap keluarga setidaknya memiliki salah satu jenis ternak yang mereka kembang biakkan, baik itu ayam, domba, kambing maupun sapi. Peternakan menjadi salah satu sumber penghidupan warga desa Ngumbul yang cukup besar menyokong kebutuhan ekonomi warganya selain dari perkebunan cengkeh dan kelapa.

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

Bahkan dalam rutinitas warga Ngumbul sendiri pada pagi hari, selain pergi ke ladang, warga juga pergi untuk memberi pakan ternak-ternak mereka. Hampir semua sapi yang diternakan di Desa Ngumbul berupa sapi jenis pedaging. Setiap hari, setidaknya ada 3-5 ekor sapi yang diangkut untuk dijual ke luar daerah Desa Ngumbul. Teknik peternakan yang digunakan warga Desa Ngumbul pun terbilang masih tradisional. Contohnya dalam hal pemberian pakan, pakan yang


JENDELA

Desa diberikanpun hanya berupa rumput-rumput segar yang dapat warga temukan di sekitar desa tanpa ada tambahan bahan pakan apapun seperti pakan buatan maupun suplemen makanan ternak. Hampir disetiap rumah yang memiliki ternak entah itu sapi atau kambing selalu memiliki lumbung pakan yang dibudidayakan diladang mereka. Tidak hanya sapi, hewan ternak lain seperti domba dan kambing juga menjadi salah satu komoditas peternakan yang cukup banyak diternakan di desa Ngumbul ini. Sapi, domba dan kambing ini dipelihara dengan cara dikandangkan dan jarang sekali digembalakan secara lepas. Tidak hanya memanfaatkan ternak itu sendiri sebagai barang komoditas, kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga

memanfaatkan kotoran-kotoran ternak mereka untuk diolah menjadi bahan pembuatan pupuk kompos. Dengan ini dapat terlihat bahwa hadirnya kelompok tani dapat memberikan manfaat tambahan bagi pemberdayaan hewan ternak sebagai salah satu sumber daya. Selain dengan cara pengelolaannya yang lebih terstruktur, juga memaksimalkan manfaat yang dapat diambil selain dari penjualan ternak itu sendiri. Besarnya potensi yang dimiliki oleh Desa Ngumbul dibidang peternakan inilah yang akan menjadi dasar dalam pengembangan perekonomian. Dasar-dasar peternakan yang sudah ada akan dikembangkan lagi supaya tercipta suatu kemajuan perekonomian yang disebabkan oleh perkembangan bidang peternakan.

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

13


GENERASI

Emas

R

emaja sejatinya adalah harapan semua bangsa, negara-negara yang memiliki remaja yang kuat serta memiliki kecerdasan sprititual, intelektual serta emosional yang kuat menjadikan bangsa tersebut kelak akan kuat pula. Perkembangan dunia yang kian menglobal, menjadikan perubahanperubahan besar terhadap perilaku remaja, namun perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif dibanding positifnya. Masalah remaja yang timbul biasanya berkaitan dengan masalah seksualitas (Hamil di luar nikah, aborsi), AIDS, penyalahgunaan Napza dan sebagainya. Remaja dalam kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya menata masa depan dengan baik lewat meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan remaja itu sendiri. Menjalani kehidupan remaja yang jauh dari perilaku sex bebas, pernikahan dini dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang serta menjauhkan diri dari bahaya AIDS tentulah membutuhkan perhatian kita semua. Remaja tidak bisa berjalan sendirian tanpa pendampingan orang tua, masyarakat lingkungan serta negaranya. Menyadari ini, BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) sebagai wakil pemerintah yang bertanggung jawab menjalankan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) suatu program yang memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana (GenRe). Untuk menjalankan niat mulia tersebut tentulah memerlukan strategi yang jitu, berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak, baik dari institusi pendidikan sebagai tempat berkumpulnya aktifitas remaja dan pemerintah daerah sebagai pendukung dan pemegang kebijakan di suatu daerah. Pentingnya BKKBN memiki Public Relation yang terencana, baik itu menyangkut komunikasi ke dalam serta komunikasi ke luar diharapkan mampu menjadikan program GenRe ini berjalan dengan sukses.

14

Arah tujuanGenRe (Generasi Berencana) Tujuan dan Sasaran Genre Remaja usia (10-24 tahun) dan belum menikah, mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah, keluarga yang memiliki remaja serta, masyarakat yang peduli terhadap remaja sebagai sasaran utama dari program GenRe harus

itu beraktifitas. Melibatkan anak sebaya sebagai duta GenRe yang telah berjalan selama ini juga dengan pembekalanpembekalan serta modul-modul yang sesuai dengan usianya diharapkan mampu mendekatkan program ini pada sasarannya yaitu remaja Indonesia. PIK-R/M (Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa Pusat Informasi

Generasi Berencana (GenRe),

GENERASI EMAS SEBUAH HARAPAN

masuk dan terlibat langsung dan memahami pentingnya akan tujuan dari program keluarga Berencana (GenRe). Pendekatan BKKBN dengan melibatkan pihak sekolah dan kampus sebagai bagian dari mendekatkan GenRe dengan komunitasnya yaitu remaja sekolah/ mahasiswa yang telah berjalan selama ini tentulah harus mendapatkan dukungan dari semua pihak baik itu dari guru dan kampus dimana remaja dan mahasiswa

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

Konseling-Remaja/mahasiswa (PIK-RM) sebagai sebagai strategi pendekatan terhadap remaja dalam program GenRe juga diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang banyak untuk memberikan informasi serta wadah konsuling bagi remaja sekolah dan mahasiswa. Remaja sebagai peralihan dari usia anak anak seringkali dihadapkan pada persoalan-persoalan yang membuat mereka ingin serba tahu dan


GENERASI

Emas mencoba banyak hal. Perubahan psikis maupun biologis yang dialami remaja seringkali membuat mereka dihadapkan pada persoalan pada siapakah remaja mengadu serta bertanya akan yang menyangkut pubertas serta hal yang berbau sex. Sikap sebagian masyarakat/ orang tua yang tabu membicarakan sex juga membuat remaja seringkali salah langkah dan mencari sendiri jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang ada dalam benaknya. Banyaknya kontenkonten dewasa saat ini seringkali menjadi rujukan atas pertanyaan-pertanyaan remaja yang tentu saja justru seringkali menjerumuskan mereka pada jawabanjawaban yang salah. Langkah BKKBN mengembangkan PIK-R/M ini tentulah sangat tepat untuk menjawab serta menjadikan rujukan bagi pencaharian jawaban-jawaban remaja dengan segala persoalannya. BKR (Bina Keluarga Remaja) Berdirinya kelompok BKR (Bina Keluarga Remaja) sebagai strategi pendekatan terhadap orang tua dari program GenRe yang dilakukan oleh sekelompok keluarga/orangtua untuk meningkatkan bimbingan/pembinaan tumbuh kembang remaja secara baik dan terarah dalam rangka membangun keluarga yang berkualitas juga harus terus mendapat perhatian dari semua pihak terutama orang tua dan tokoh masyarakat. Pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dapat membantu orangtua dalam memahami remaja, permasalahan remaja, dan cara berkomunikasi dengan remaja. Melalui kelompok BKR setiap keluarga yang memiliki remaja dapat saling bertukar informasidan berdiskusi bersama tentang hal-hal yang berkaitan dengan remaja, meliputi Kebijakan Program GenRe yaitu: Delapan Fungsi Keluarga : 1. Penanaman Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga yang meliputi: Fungsi Agama lewat pemberian nilainilai keagamaan yang baik sebagai bekal hidup Fungsi Budaya, keluarga harus mampu menanamkanpenguninya untuk hidup sebagai makhluk sosial yang saling interaksi yang baik antara satu sama lainya. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang yang diberikan orang tua kepada anak/remaja akan menghantarkan mereka untuk belajar bukan saja hanya menyayangi tetapi juga belajar

menghargai orang lain. Fungsi Perlindungan, keluarga hendaknya tempat berlindungnya remaja di mana di dalamnya ditemukan rasa aman serta nyaman. Fungsi Reproduksi, remaja lewat keluarganya diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga serta melindungi dirinya lewat pemahaman fungsi reproduksi secara sehat dan benar lewat pernikahan yang sah, teguh dalam menjaga kesucian reproduksinya hingga menikah kelak. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan diharapkan memberikan pemahaman terhadap remaja akan pentingnya hidup bersosialisasi dengan baik dan benar, karena sejatinya manusia membutuhkan satu dan lainnya. Fungsi Ekonomi, keluarga hendaknya dapat memberikan pemahaman pentingnya memcari sumber pemasukan yang baik serta menggunakannya dengan baik pula lewat tindak hidup hemat dan menabung. Fungsi Lingkungan, keluarga hendaknya dapat mengaktualisasikan dirinya lewat bersikap bersih dan disiplin. 2. Pendewasaan Usia Perkawinan, dengan meningkatkan usia perkawinan pertama dengan minimal usia 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi lakilaki. Merencanakan kerangka masa reproduksi dengan merencanakannya sebaik mungkin lewat tiga masa reproduksi, yaitu menunda perkawinan dan kehamilan, masa menjarangkan kehamilan serta masa mencegah kehamilan. 3. Pemahaman yang benar akan seksualitas serta bahaya NAPZA, HIV dan AIDS, 4. Memiliki Keterampilan Hidup, yang mampu menghantarkan remaja untuk berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan yang memungkinkannya seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya. 5. Ketahanan Keluarga Berwawasan Gender, Keluarga memiliki fungsistrategis untuk menanamkan nilai kesetaraan dalam setiap aktivitas keluarga, karena dalam keluargalah semua struktur, peran, fungsi sebuah sistem berada. Lewat kemajemukan ini semua diharapkan ketahanan keluarga dapat tercipata dengan sebaiknya. 6. Komunikasi Efektif Orangtua terhadap Remaja, komunikasi merupakan

cara menyampaikan pemikiran dan bahasa lewat bahasai, mendengar, gerak tubuh dan ungkapan perasaan. Komunikasi yang baik dan efektif antar orang tua akan menghantarkan remaja menuju gerbang kehidupannya dengan baik. 7. Peran Orangtua Dalam Pembinaan Tumbuh Kembang Remaja, peranan orang tua dalam membimbing remaja dalam masa tumbuh kembangya remaja sangat penting dengan meningkatkan rasa percaya dirinya, memotivasinya serta serta mampu mandiri mengatasi persoalan-persoalan hidup sang remaja. Maka di sini penting orang tua untuk bersikap sebagai pendidik, sebagai panutan, sebagai pendampin, sebagai konselor, sebagai komunikator sekaligus juga sebagai teman dan sahabat. 8. Kebersihan dan Kesehatan Diri Remaja, Keluarga memegang peranan penting untuk mengajarkan pentingnya remaja menjaga kesehatannya mulai dari seluruh anggota tubuhnya hingga termasuk kebutuhan istirahat dan olah raganya. 9. Pemenuhan Gizi Remaja. perubahan anak menuju remaja secara otomatis akan mengalami perubahan pola makan pula, pentingnya memberikan pemahaman kepada remaja untuk mengenal pola makan sehat serta tidak terpengaruh oleh pola hidup yang tidak sehat. Sikap hidup remaja termasuk didalamnya keinginan untuk memiliki tubuh yang ideal harus diarahkan pada pola makan/diet yang sehat. Generasi Berencana (GenRe), menuju generasi emas Indonesia. Langkah BKKBN mempersembahkan program Generasi Berencana (GenRe) sangat diharapkan menjadikan kualitas remaja Indonesia mampu menjadi remaja yang mampu menggantikan generasi berikutnya, sehingga Indonesia kelak semakin maju serta diperhitungkan di mata dunia. Generasi yang dipersiapkan dengan terencana memerlukan uluran dan kerjasama dari semua pihak, agar persoalan remaja serta kendalanya dapat diselesaikan secara bersama-sama. Karena generasi Berencana, bukan tidak mustahil akan melahirkan generasi emas bagi Indonesia. (**)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

15


BAROMETER

Kita Ngumbul Raih Penghargaan Terbaik Lunas PBB

TERUS DORONG MASYARAKAT TAAT PAJAK

Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut pentingnya pengelolaan pajak tersebut menjadi prioritas bagi pemerintah. Ada berbagai jenis pajak yang dikenakan kepada masyarakat, namun dari beberapa diantaranya Pajak Bumi dan Bangunan merupakan jenis jenis pajak sangat potensil dan strategis sebagai sumber penghasilan Negara dalam rangka membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

masyarakat desa Ngumbul. Kepala Desa Ngumbul, Tukijan mengatakan prestasi ini berkat kerjakeras seluruh perangkat mulai dari RT, RW, Kepala Dusun dan kerjasama yang baik warga masyarakat Ngumbul. “Alhamdulillah, sudah dua tahun ini kami mendapat penghargaan dari pemerintah daerah, karena berhasil melunasi pembayaran PBB, terimakasih kepada masyarakat desa Ngumbul atas segala partisipasinnya dalam menjalankan kewajibannya kepada negara� ungkap Tukijan, dalam sebuah

D

NGUMBUL, DESAKUua tahun berturut-turut 2014-2015 desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan meraih penghargaan terbaik pertama Lunas Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tingkat Kabupaten Pacitan. Prestasi ini tentunnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi

16

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

kesempatan. Apalagi saat ini desa Ngumbul mengemban tugas mewakili kecamatan Tulakan maju dalam lomba desa tingkat Kabupaten, Tukijan berharap, pihaknya bisa mempertahankan predikat juara untuk kategori pembayaran PBB tersebut. "Kita semaksimal mungkin untuk mempertahan predikat itu, jangan sampai malah mundur. Karena membayar pajak sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai warga negara yang baik, " tukasnnya. Dirinya mengakui, sejauh ini pemungutan pajak dilakukan langsung dengan jemput bola. Operator desa yang terdiri dari perangkat desa melakukan kordinasi langsung dengan kepala dusun dan Rukun Tetangga (RT). Sehingga hal itu dinilai sangat memudahkan dalam melakukan kordinasi. "Tidak butuh waktu lama, karena biasannya dalam lingkungan RT sering dilakukan pertemuan-pertemuan dengan masyarakat langsung, baik melalui arisan RT maupun acara-acara lainnnya sehingga bisa langsung bisa getok tular ke warga yang lain," imbuh Tukijan. (frend/lis/ai)


POJOK

Desa Sistem Informasi Desa adalah bagian tak terpisahkan dalam implementasi Undang-Undang Desa. Dalam Bagian Ketiga UU Desa Pasal 86 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan jelas disebutkan bahwa desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota.

P

Ngumbul, Desaku: enguasaan teknologi dan informasi menjadi sesuatu yang mutlak harus dikuasai secara maksimal oleh masyarakat. Terutama aparat pemerintahan, baik dari tingkat daerah sampai ke tingkat Desa. Pengelolaan informasi di pemerintahan desa/kelurahan menjadi ujung tombak Sistem Informasi di Desa, mulai dari halhal bersifat administrasi, data, informasi, hingga pelayanan publik. Banyaknya masyarakat pengguna internet menjadi salah satu dasar perhitungan untuk pengembangan desa berbasis Informasi dan Teknologi (IT). Perkembangan tekonologi yang cukup pesat tersebut mendorong pemerintah desa Ngumbul untuk bertransformasi menjadi desa berbasis IT. Masyarakat luas kini bisa mengakses informasi desa lewat website: http://www.ngumbul. desa.id/. Diharapkan dengan program desa berbasis IT ini, akan memudahkan pengelolaan informasi di pemerintahan desa mulai dari hal-hal bersifat administrasi, data, informasi, hingga pelayanan publik. Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah diawali dengan pembuatan website desa. “Pembuatan website sendiri telah dimulai di salah satu desa di Kecamatan Tulakan, yaitu Desa Ngumbul. Kedepannya, kami berusaha agar semua desa di Kecamatan Tulakan memiliki website dan sosial media,” ujar Camat Kecamatan Tulakan, Erwin Andriatmoko. Website desa Ngumbul sendiri telah ada sekitar hampir tiga bulan

Menuju Desa Mandiri Data dan Informasi yang lalu, yaitu 1 Februari 2016. Pembuatan website ini, dilakukan agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah. Dengan adanya program desa berbasis IT ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. “Semoga dengan adanya program desa berbasis IT ini, pelayanan terhadap masyarakat lebih efektif juga lebih efisien,” ujarnya. Selain itu, kedepan diharapkan akan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur desa dalam menunjang tugas pokok dan fungsinya. Terutama dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, serta mempunyai keterampilan yang nantinya menentukan baik tidaknya manajemen data informasi di tingkat desa. Dampak positif lainnya adalah kemampuan untuk mendorong terciptanya mekanisme pemerintahan yang bersih dan baik. Mengingat dalam website tersebut terlihat rencana strategis desa yang akan dicapai, visi misi Kepala Desa dan capaian yang sudah dilakukan. Hal ini tentu tidak bisa dibuat main-main karena akan diawasi dan dilihat oleh semua pihak. Sifatnyapun permanen dan ada di internet, artinya setiap saat akan bisa diketahui oleh

warga. Sementara itu, menurut salah Ai Rohimah, salah administrator website desa Ngumbul, hadirnya Sistem Informasi desa berbasis teknologi menjadi salah satu pilihan paling pas dan tepat untuk mencapai tertib administrasi desa . “Melalui sistem informasi berbasis komputer, harapannya informasi yang dihasilkan lebih akurat, berkualitas dan tepat waktu, sehingga lebih efektif dan efisien,” jelasnya. Ditambahkannya, dengan adanya website ini, masyarakat luas akan bisa mengakses seluruh data informasi tentang aktifitas yang ada di desa, Website juga terintegrasi dengan aplikasi Sistem Informasi Desa, akun sosial media dan majalah desa sehingga memudahkan pemerintah desa melakukan pelayanan, surat menyurat lebih cepat dan mudah, juga mampu mengakses data kependudukan desa. Selain itu informasi yang ada juga ter update. Melalui ini, kaum perantau yang ingin mengetahui kondisi terkini desa ini bisa melihat dengan mudah. "Dalam waktu singkat, website ini sudah mampu terakses lebih dari ratusan pengunjung, utamannya masyarakat desa Ngumbul yang ada diperantauan, seperti di surabaya, Jakarta, Jogja dan kota-kota di luar Jawa, " tukasnya. (**)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

17


POTENSI

Ukm

18

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016


USAHA KREATIF BERBASIS LOKAL Menggali Sektor

M

NGUMBUL, DESAKUodal terbatas tidak m e n y u r u t k a n sektor usaha kreatif berkembang di desa Ngumbul. Kendati berskala rumahan, usaha kecil ini tetap mampu bertahan ditengah persaingan usaha yang kian kompetitif. Usaha kreatif berbasis rumahan ini diantarannya adalah sentra kerajinan anyaman bambu, pandan dan plastik limbah rumah tangga, Kriya kulit, Sentra pembuat Parut kelapa, Jajanan khas, mebelair, sentra kerajinan tempurung kelapa, sentra pembuat alat pertanian (Pande besi) sentra pembuatan batu bata merah, sentra pembuat sound system dan kerajinan wayang kulit. Untuk sentra anyaman bambu, pandan dan plastik limbah serta kriya kulit dapat kita jumpai di kawasan Gulupayung dusun Jeruk, dan dusun Bandarangin. Sentra kerajinan limbah berbahan tempurung kelapa ada di lingkungan Lungur Tengah dusun Jeruk. sentra pembuat alat pertanian (Pande besi) ada di dusun Jeruk. Sentra Pembuat Parut Kelapa dam kerajinan wayang dapat kita temui di lingkungan Gempong dusun Krajan. Sentra Jajanan Khas, pembuatan Sound system ada di dusun Jeruk. Sedangkan sentra batu bata merah dapat kita jumpai di dusun Bandarangin, Jeruk dan Krajan. Untuk sentra mebelair dapat kita jumpai di dusun Ngagik, Bandarangin dan Krajan.

Melimpah Bahan Baku Terbatas Pada Peralatan

Khusus untuk produk-produk anyaman, mebelair, kerajinan batok kelapa dan batu-bata ketersediaan bahan baku masih sangat melimpah. Sehingga hal itu mengurangi kebutuhan modal untuk membeli bahan. Hanya saja saat ini para pengrajin masih menggunakan peralatan konvensional dalam

pengerjaannya. Sehingga hasil olahan masih sangat sederhana dan kurang memiliki daya saing.

Perlu dukungan Pemberdayaan dan terbentuknya komunitas

Selain dukungan dana yang kuat, kemajuan sebuah desa sangat ditentukan oleh kualitas pemberdayaan masyarakatnya. Karena itu, desa Ngumbul menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu poin kunci dalam mempercepat pembangunan desa. Salah satu konsep yang dijalankan untuk memperkuat akselerasi pemberdayaan masyarakat desa adalah dengan mengembangkan komunitaskomunitas masyarakat desa-pedesaan yang aktif dan kreatif. Komunitas ini akan memiliki daya ungkit lebih kuat dibanding hanya memberi pelatihan kepada aparat desa. Keberadaan komunitas-komunitas masyarakat desa ini sangat penting. Banyak ide dan gagasan kreatif akan

muncul melalui komunitas desa, kemudian pelaksanaan ide itu pun akan memberi pengaruh yang jauh lebih gebyar dibanding menjalankan program sendiri-sendiri. Dalam komunitas desa ada unsur gotong royong dan kebersamaan yang kuat. Bentuk komunitas masyarakat desa-pedesaat itu, bisa bermacammacam sesuai kebutuhan desa. Misalnya membangun komunitas kreatif anyaman bambu, komunitas pengrajin kayu, Olahan jajanan khas, termasuk komunitas kesenian masyarakat yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Dengan adanya komunitas, maka akan banyak ide-ide kreatif bermunculan sehingga desa akan berkembang dan terus berkembang. Pendakatan ini menjadi langkah taktis dalam mempercepat kemandirian desa yang dijalankan. Termasuk melakukan fasilitasi kepada pelaku usaha di tingkat desa dengan pelatihan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. (frend/ foto: Lis/Dani)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

19


LINMAS KITA

Satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.

I

NGUMBUL,DESAKUstilah Linmas yang merupakan singkatan dari Perlindungan Masyarakat telah mengalami distorsi pengertian sehingga terjebak dalam anggapan umum yang hanya mengaitkan dengan sebuah fungsi dalam masyarakat yaitu fungsi linmas atau lebih dikenal dengan Pertahanan Sipil atau Hansip. Lingkungan yang aman, nyaman dan tertib diperlukan dalam kehidupan

20

Linmas Desa Ngumbul

Ciptakan Lingkungan Aman, Nyaman dan Tertib bermasyarakat agar dalam aktivitas sosial kemasyarakatan berjalan dengan tenang, bebas dari segala bentuk tindakan dan intimidasi dalam bersosialisasi serta beraktivitas sesuai haknya tanpa melanggar hak yang satu sama lain. Hal ini juga diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pelaksanaan pembangunan di segala bidang agar berjalan dengan baik dan lancar serta sukses memenuhi target yang telah ditetapkan. Harus diakui bahwa ancaman gangguan Kamtibmas cenderung meningkat seiring dengan reformasi dan globalisasi. Kondisi lingkungan yang aman, nyaman dan tertib semata-mata bukan menjadi tanggung jawab aparat keamanan

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

tetapi juga seluruh masyarakat berikut unsur-unsur didalamnya. Perpaduan kekuatan aparatur dan masyarakat akan menjadi kekuatan yang sangat tangguh dan andal dalam mengatasi masalah kamtibmas. Sadar akan hal itu, bersama Linmas desa Ngumbul bersatu padu dengan rasa penuh tanggung jawab bahu membahu mewujudkan satu kebersamaan yaitu menciptakan suasana yang aman dan tenteram dalam kehidupan sehariharinya disamping juga dengan bergotong royong menjaga keamanan


LINMAS KITA

dan ketertiban melalui Sistem Keamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Di desa Ngumbul masalah keamanan juga cukup bagus karena mayoritas masyarakatnya sudah sadar hukum, hal ini karena sering adanya penyuluhan hukum dari pihak Babinsa dan Babinkamtibmas, serta Pemerintah Daerah melalui bidang hukum yang setiap tahun melakukan kegiatan Kadarkum atas permintaan dari lembaga masyarakat di kelurahan desa Ngumbul. Didukung juga oleh tokoh masyarakat yang berperan aktif sebagai fasilitator jika terdapat sengketa

antar warga di desa ini. Partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di desa Ngumbul juga tercermin dalam pembentukan Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat, Kader Keamanan dan Kader Anti Narkoba. Dengan tingginya tingkat kesadaran dan partisipasi warga, ditunjang oleh 40 Poskamling lengkap dengan sarana/ Prasarana dan Linmas sebanyak 60 orang, serta pelaksanaan ronda malam secara bergilir, membuat suasana aman, tentram, tertib dan damai mewarnai kehidupan masyarakat di desa Ngumbul. Disamping itu, faktor yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas iman, akhlak, dan moral pada diri masing-masing individu serta pendidikan agama sejak dini. Hasil yang memang patut dinikmati atas semua usaha itu, desa Ngumbul berhasil mewujudkan bentuk kehidupan masyarakat yang aman dan tentram. Terbukti dalam beberapa tahun terakhir ini di desa Ngumbul tidak pernah terjadi segala bentuk permasalahan mulai dari konflik SARA, KDRT, perkelahian, pencurian, perampokan, penculikan, pemerkosaan dan

pemaksaan, perjudian, dan pembunuhan serta segala bentuk kejahatan lainnya. Para remaja pun tidak ada yang terlibat pelanggaran atau kejahatan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba serta tidak terdapat kasus kehamilan di luar nikah. Atas capaian keberhasilan tersebut, semua komponen masyarakat di desa Ngumbul tidak lantas terlena. Adapun upaya konkrit yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama lembaga masyarakat yang ada dalam rangka menjaga situasi dan kondisi desa Ngumbul agar tetap kondusif, telah mengambil langkah kebijakan : - Memberdayakan Sistem Keamanan Swakarsa dengan mengoptimalkan fungsi Siskamling. - Memberikan bantuan dana untuk mendukung terlaksananya keamanan dan ketertiban di desa - Memberdayakan fungsi dan peran anggota Linmas. - Mengadakan penyuluhan dan bimbingan mental generasi muda - Membentuk Kader Keamanan dan Kader Anti Narkoba. (frend)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

21


SERAMBI PKK

T

anaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu USAHA KECIL dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah tidak memerlukan perawatan khusus, baik sebagai bumbu

22

TANAMAN OBAT KELUARGA dapur atau bahan obat. Perlakuan khusus dalam budi daya tanaman obat dilakukan dalam skala usaha, dengan tujuan untuk memperoleh kualitas dan kuantitas hasil yang optimum. Kegiatan pemupukan dan pengandalian hama penyakit tanaman perlu dilakukan. Kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan kimiawi yang terkandung dalam pupuk atau pestisida. Pemakaian bahan kimiawi dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air, dan yang paling

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

berbahaya residu yang dihasilkan akan terakumulasi dalam produk tanaman yang dihasilkan. Untuk itu, perlu diperkenalkan sistem budi daya yang tidak tergantung pada bahan-bahan kimia. Sistem ini dikenal dengan istilah pertanian organik. Dalam budi daya tanaman obat dapat dimanfaatkan pupuk organik untuk menambah unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik yang digunakan di antaranya adalah pupuk kandang, bokhasi, kompos, humus, sampah


SERAMBI PKK

dapur, dan serasah daun. Selain itu, sebagai bahan pengendali hama penyakit tanaman, dapat dimanfaatkan pestisida alami yang terdapat di sekitar rumah, seperti tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana, dan daun tembakau. Tim Penggerak PKK desa Ngumbul kini juga tengah mengembangkan tanaman obat keluarga (Toga) lewat kebun Toga Desa. Kebun ini dikelola oleh anggota dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar kantor desa. Tanaman Toga yang

dibudidayakan diantarannya: Kunyit (Curcuma domestica Val.), Jahe (Zingiberaceae), Kencur, Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb), Lengkuas, Selederi, Daun Dewa, Sirih, Brotawali, Daun Kemangi, Lidah Buaya, Serai, Lempongan, Kumis kucing, Sambiloto, Kangkung, Saga, Bayam duri, Jintan, Murbei, Salam, Jambu biji, Cabe merah, Bangle, Temu giring, Alang-alang, dll. (**)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

23


24

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016


EKONOMI Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Benteng terakhir ketahanan dan kemandirian pangan Benteng terakhir ketahanan dan kemandirian pangan harus dimulai dari rumah tangga, dan dapat diwujudkan dengan membangkitkan kembali budaya menanam di pekarangan, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan suatu kawasan dengan rumah tangga yang telah menerapkan Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan prinsip pemanfaatkan pekarangan yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

P

emanfaatan pekarangan tidak hanya sekedar menanami, tetapi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi, mengembangkan ekonomi produktif dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat. Dalam pelaksanaannya, pekarangan dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemerliharaan ternak dan ikan dilengkapi dengan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi kompos. Setelah kebutuhan rumah tangga terpenuhi, selanjutnya dapat dikembangkan pemasaran dan pengelolaan menjadi aneka produk untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Tanaman yang dipilih tentukan dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta pengembangannya secara komersial berbasis kawasan. Komuditas untuk pekarangan perkotaan dapat dipilih sayuran dataran rendah,

tanaman rempah dan obat, serta buah semusim (papaya belimbing, jambu biji, srikaya, sirsak). Sayuran dapat ditanam menggunakan pot atau polibag atau secara vertikultur atau menggunakan bedengan. Pada lahan yang lebih luas dapat menambahkan salah satu jenis tanaman pangan seeperti ubijalar, ubikayu, garut, ganyong, talas dan kimpul,uwi, gembili, suweg sesuai ketersediaan bibit dilokasi (bahan pangan lokal). Sebagai sumber protein dan lemak, dengan memelihara ikan atau lele pada kolam terpal, dan ayam buras atau unggas yang menghasilkan telur, domba atau kambing dengan model kandang. Penataan tanaman, kandang, kolam , pembuatan pagar hidup dengan memilih tanaman yang bermanfaat dan disusun bertingkat sesuai ketinggiannya merupakan bagian yang penting untuk mendapatkan manfaat optimal dari pekarangan dengan tetap mengindahkan estetika. Pagar bertingkat dapat berupa

kombinasi tanaman katuk dengan Nenas di bawahnya, katuk dengan beluntas, katuk dengan sereh dapur atau lainnya. Penataan satu RPL sesuai dengan luas pekarangan telah diselesaikan, dapat dilanjutkan dengan penataan kawasannya sehingga mewujudkan KRPL. Untuk pemanfaatan lahan kosong disekitar fasilitas umum (sekolah, kantor, tempat ibadah, pos keamanan) diuanjurkan dengan tanaman buah (local atau langka) atau tanaman tahunan lain yang member manfaat seperti pohon salam, melinjo, dan lainnya. Pemanfaatan ruas jalan dapat diisi dengan tanaman buah, atau tanaman pakan ternak seperti glirisidea, dadap, kaliandra yang disusun multi strata dengan nenas , sereh, atau tanaman pendek lainnya. Agar pemanfaatan pekarangan disuatu kawasan terus berlanjut atau lestari sehingga menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari, maka dalam satu dusun/ desa ditumbuhkan kebun bibit desa (untuk sayuran, tanaman pangan) pengolahan limbah menjadi kompos, pengolahan hasil panen yang berlebih dan lembaga pemasaran yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Jika manfaat langsung dirasakan masyarakat, maka pemanfaatan pekarangan dapat menjadi budaya sekaligus memberikan sumbangan pada ketahanan pangan nasional. Sisi lain dari program KRPL adalah berlangsungnya pemanfaatan sumberdaya pangan local, berkembangnya kuliner berbasis pangan local, dan secara tidak langsung ikut serta mengelola dan memelihara sumberdaya genetic/plasma nutfa local (bermacam-macam ubi, suweg, buah langka, sayuran, kacang-kacangan, tanaman obat). (frend)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

25


Hasil kreatifitas anggota dasawisma dusun Bandarangin di unit bank sampah Mawar. Hasil kerajinan plastik ini berupa aneka hiasan bunga, Tas belanja dan bros berbahan baku limbah plastik yang dikumpulkan oleh anggota. (foto: Lis)

Bank Sampah Mawar Dusun Bandarangin

Menabung, Menggali kreatifitas Untuk Kepentingan bersama

D

iawali dengan berdirinya bank sampah Ngumbul Asri sebagai bank induk, kini dalam perkembangannya mulai berdiri bank sampah unit di masing-masing dusun. Seperti yang halnya bank sampah Mawar di unit bank sampah dusun Bandarangin. Bank sampah Mawar yang dikelola oleh kelompok dasa wisma ini kini mulai berkembang seiring dengan

26

semangat masyarakatnya dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Dasa wisma adalah kelompok ibu berasal dari 10 KK (kepala keluarga) rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program. Pengumpulan dana, kuesioner, tertib administrasi,adalah beberapa contoh tanggungjawab ketua dawis, untuk kemudian hasilnya

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

diteruskan ke ketua PKK. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga. Bentuk kegiatannya seperti arisan (PKK), pembuatan jamban, sumur, kembangkan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan kotoran). "Setiap sebulan sekali, kelompok dasa wisma ini mengkoordinir ibu-ibu untuk melakukan pemilahan sampah dan penimbangan untuk kemudian


Dirikan Bank Sampah, mewujudkan lingkungan bersih dan sehat

U

Penimbangan sampah plastik di bank sampah Mawar yang dikelola oleh kelompok Dasawisma dusun Bandarangin desa Ngumbul. (foto: Lis)

dibukukan dan dibuatkan buku tabungan," tukas Purwo Widodo, kepala dusun Bandarangin, yang juga salah satu pengurus Bank sampah Ngumbul Asri. Hasil tabungan ini, lanjut Purwo akan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan bersama diantarannya kegiatan posyandu balita dan lansia, serta kegiatan lain yang berkaitan kesehatan masyarakat . "Jadi warga secara sukarela menyumbangkan hasil penjualan sampah tersebut untuk kebutuhan bersama," tambahnya. Selain itu, ibu-ibu yang tergabung

dalam kelompok bank sampah Mawar ini juga mengembangkan usaha kreatif dari hasil daur ulang sampah. Bentuk kegiatannya adalah membuat aneka kerajinan tangan dari bahan plastik bekas yang mereka pilah. "Bentuk kerajinannya beraneka macam, ada tas dari anyaman plastik, aneka bros, bunga plastik, dan lain-lain," ungkap Purwo. Ide kreatif akan selalu muncul ketika kita memiliki rasa peduli terhadap kepentingan bersama. Pun dengan yang dilakukan bank sampah Mawar. (frend)

ntuk menumbuhkan kesadaran memanfaatkan sampah sebaik mungkin, masyarakat Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan mendirikan bank sampah yang diberi nama Bank Sampah Ngumbul Asri, Senin (14/3/2016). Menurut Camat Tulakan Erwin Andriatmoko usai meresmikan bank sampah mengatakan, sebelumnya warga setempat telah diberikan pelatihan soal pengolahan sampah organik dan non organik oleh Kantor Lingkungan Hidup kabupaten Pacitan. Dengan adanya kegiatan bank sampah di setiap desa ini akan menumbuhkan kesadaran warga untuk mau mengolah sampah dengan baik sehingga akhirnya akan mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan bisa menular ke desa lain," ujar Erwin. Untuk itu,pihaknnya akan memberikan suport kepada warga dengan memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah organik dan non organik, sehingga sampah yang sebelumnya tidak berguna bisa bernilai ekonomis dan dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari warga. Sementara itu, Kades Ngumbul Tukijan sangat berharap kepada seluruh warganya untuk ikut mendukung program tingkat desa ini. Salah satunya warga bisa bergabung menjadi nasabah di bank sampah Ngumbul Asri ini. Ia berharap, dengan adanya persoalan sampah didesanya bisa teratasi dan desanya menjadi lebih bersih dan sehat serta bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desanya. "Kita juga akan mempersiapkan unit bank sampah di masing-masing dusun agar secepatnnya bisa terbentuk, yaitu dengan memaksimalkan peran kelompok-kelompok dasawisma, PKK RT/RW, Posyandu dan sekolah-sekolah, " ungkap Tukijan.(frend)

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

27


SAMPUL

Semangat itu terus mengaliri ruangruang kesunyian. Nyanyian alam tentang hijaunnya persawahan, tentang burung-burung yang bebas beterbangan diantara rumpunrumpun padi, tentang gemericik air yang mengaliri jiwa-jiwa teduh mereka. Kendati ruang itu hanya menyisakan keterbatasan, namun masih ada nafas kehidupan yang membuat mereka tetap bersyukur akan karunia yang diberikan oleh sang Pencipta. Itulah sekelumit cerita, nuansa sunyi pengerajin bambu di dusun Jeruk lingkungan Gulupayung, desa Ngumbul.

P

agi belum beranjak, titiktitik embun juga masih rintik membasuh bumi. Pilar-pilar bambu itu juga masih terlihat berserakan, tak beraturan memenuhi bidak halaman mereka. Satu keluarga itu nampak sumringah menatap pagi yang akan menjelang. "Hari ini hari pasaran mas, biasannya kita membawa hasil anyaman ini ke pasar untuk dijual esuk hari, semoga membawa berkah," ungkap Tuharno, pengrajin anyaman bambu khas Gulupayung. Usai berkemas, merekapun berangkat. Langkah-langkah kaki itu begitu kokoh menyusuri pematangpematang sawah yang membentang di sepanjang jalan di lingkungan Gulupayung. Dari rumah ke pasar mereka biasa berjalan kaki, kendati puluan kilo harus mereka tempuh untuk sampai ke pasar."Biasannya kalau kita berangkat jam 2, nanti jam 6 kita sudah

28

Geliat Pengrajin Anyaman Bambu Gulupayung

MENGANYAM DALAM SUNYI

sampai di pasar lorok," timpalnnya. Biasanya, dalam sepekan mengayam, Tuharno dan keluargannya mampu menghasilkan 8-10 hasil anyaman, berupa Brundul (keranjang barang ukuran besar), Tompo (Keranjang barang ukuran kecil), kenting (Tempat nasi), Tampah (tempat membersihkan bulir beras), besek (tempat untuk menaruh bumbu dapur),Kalo (tempat untuk membuat santan kelapa), dll. Dari hasil penjualan itu, rata-rata Tuharno hanya mengantongi untung sekitar 50 ribu, itu pun kalau pas lagi rame pasarannya. "Hasilnnya cukup untuk keperluan sehari-hari mas, dari keuntungan itu masih harus di potong untuk beli bahan dan lain-lain, ya lumayanlah mas, di syukuri aja," celetuknnya. Kerajinan anyaman yang ditekuni Tuharno ini sudah dilakoninya turun temurun. Mulai dari sang kakek hingga bapaknya. "Dilingkungan sini ini kebanyakan bisa mengayam, itulah yang kami jadikan pekerjaan sehari-hari selain beternak dan bercocok tanam," tambah Tuharno. M e m a n g , kerajinan anyaman

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

bambu ini sebenarnnya sudah berkembang sejak nenek moyang. Kebanyakan masyarakat desa ngumbul sebenarnnya memiliki keahlian dalam bidang menganyam. Hanya saja, keahlian itu hanya dimanfaatkan saat mereka butuh untuk memenuhi kebutuhan mereka saja. Misalnya saja, saat musim panen, biasannya masyarakat membuat sendiri tikar dari anyaman bambu untuk menjemur hasil panen mereka. Saat ini, para pengrajin di desa Ngumbul mulai didata untuk dilakukan pemberdayaan oleh Tim penggerak PKK desa. Baik pengrajin anyaman, mebel dan lain-lain. Yang pasti keberadaan para pengrajin ini mampu menumbuhkan sektor perekonomian masyarakat setempat. Bukan sekedar bertahan hidup, namun mereka mensukuri kebisaan mereka untuk saling mengisi dalam upaya membangun desannya. (frend)


LENSA PKK

Senam Lansia Ibu-ibu di dusun Ngagik, desa Ngumbul. Senam ini mendapat pembinaan langsung dari Tim Penggerak PKK Desa. Kegiatan taman posyandu balita dan lansia

Kelompok Dasawisma dusun Bandarangin, desa Ngumbul tengah melakukan kreatifitas pembuatan Bros dari bahan daur ulang plastik,aneka kerajinan dari bambu dan tempurung kelapa serta pembuatan aneka jajanan dan produk lokal. Kegiatan ini dibawah pembinaan dari Tim Penggerak PKK Desa.

Jajaran Pengurus Tim Penggerak PKK Desa Ngumbul.

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

29


30

MAJALAH DESAKU EDISI 002 MEI 2016

Profile for majalah desaku

Desaku edisi 2  

Majalah Informasi dan komunikasi desa ngumbul

Desaku edisi 2  

Majalah Informasi dan komunikasi desa ngumbul

Profile for desaku002
Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded