Page 3

Banjarmasin Bungas 3

Banjarmasin Post RABU 25 APRIL 2012

E-MAIL: BUNGAS@BANJARMASINPOST.CO.ID

Jangan Lupakan Ikon Sabilal Muhtadin

HUMASBANJARMASINPOSTGROUP

PENGURUS Lembaga Pendidikan Islam Sabilal Muhtadin saat menggelar rapat bersama Disdik Banjarmasin dan pengamat pendidikan, Selasa (24/4)

BANJARMASIN, BPOST - Lembaga Pendidikan Islam Sabilal Muhtadin terus berusaha mengembangkan diri. Berbagai masukkan pun diminta dari berbagai pihak. Seperti yang mereka lakukan di Ruang Anjung Surung Lantai II Gedung HJ Djok Mentaya di Jalan AS Musyaffa Banjarmasin, Selasa (24/4), saat menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan pengamat pendidikan. Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Hesly Junianto, Ketua Yayasan LPI Sabilal Muhtadin, H Abdul Khair Amrullah, Wakil Ketua Yayasan LPI, Ilham Masykuri Hamdie, pengamat pendidikan, Ahmad Suriansyah, Kamrani Busri, serta Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group selaku Pembina Yayasan LPI Sabilal Muhtadin, HG Rusdi Effendi AR. Kepada pengelola, Suriansyah, menyarankan

ada antisipasi terkait kepindahan lokasi SMA Islam Sabilal ke Malkontemon. “Lokasinya bukan hal yang prinsip, tapi perlu dipikirkan cara agar lingkungan tidak mengintervansi ke dalam sistem pendidikan. Begitu pula terkait ikon Sabilal Muhtadin,” katanya. Menurutnya, haruslah meyakinkan masyarakat bahwa ikon Sabilal masih melekat walau pindah lokasi nantinya. Sangat penting bagaimana model pembinaan dan sistem pendidikannya jangan sampai berubah. Adapun gagasan untuk mendirikan SMK Islam Sabilal Muhtadin, agar tetap menjaga ikonnya bisa saja tempat praktikum di gedung lama. “Sumber daya manusia tenaga pengajarnya juga perlu menyiapkan tenaga yang produktif. Seperti misalnya membuka geologi tambang. Untuk itulah perlu juga dipikirkan bersama,” ujarnya. Suriansyah mendukung gagasan pembangunan

STIKIP Islam Sabilal Muhtadin. Dia berharap, perguruan tinggi itu mampu menghasilkan guru berkarakter. Mantan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin, Kamrani Busri, menilai tidak mudah begitu saja memindahkan SMA Islam Sabilal ke lokasi lain, namun demikian justru SMA nya lah yang paling gampang memindahkan lokasinya. “Paling gampang memindah SMA karena tidak terlalu berat, karena SMA sudah mandiri dalam nilai dan paling penting cara mengemas keislamannyanya. Bisa pula kelas satu tetap di lokasi lama, kelas dua dan tiga baru di Malkontemon,” sarannya. Menanggapi sara itu, LPI Sabilal Muhtadin pun menyambut positif masukan dari peserta rapat. Dijelaskan, pengembangan LPI Sabilal Muhtadin seiring dengan permintaan masyarakat agar mereka berkembang lebih luas lagi. (has/*)

Pusat Harus Perhatikan Kalimantan BANJARMASIN, BPOST - Rapat Kordinasi Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Wilayah Kalimantan mengeluarkan rekomendasi agar diberi keadilan oleh pemerintah pusat. Rakor yang diikuti perwakilan dewan dari empat provinsi di Kalimantan, yaitu Kalsel, Kalteng, Kalbar dan Kaltim, itu mengeluarkan empat rekomendasi. Mereka berharap agar semua anggota DPR RI dan Anggota DPD RI yang mewakili wilayah Kalimantan agar secara bersama-sama memperjuangkan permintaan dan rekomendasi ini kepada Pemerintah Pusat. “Dimohon dengan hormat kepada Presiden RI agar dapat memberikan jawaban tertulis terhadap rekomendasi hasil Rakor DPRD se Kalimantan ini sebagai perwujudan tanggung jawab bersama terhadap masa depan bangsa dan keutuhan NKRI,” kata Kordinator Wilayah ADPSI Wilayah Kalimantan, Nasib Alamsyah, Selasa (24/4). Menurutnya, DPRD seKalimantan memiliki semangat, kehendak dan cita-cita untuk bersatu menggugat Pemerintah Pusat agar membuat kebijakan nasional yang lebih adil bagi daerah. Empat DPRD di Kaliman-

“Dimohon dengan hormat kepada Presiden RI agar dapat memberikan jawaban tertulis terhadap rekomendasi hasil Rakor DPRD se Kalimantan ini” NASIB ALAMSYAH Kordinator ADPSI Kalimantan

tan juga menuntut Pemerintah Pusat agar segera mempercepat penyelesaian infrastruktur berupa jalan trans Kalimantan, yang membuka isolasi hubungan empat provinsi serta peningkatan kelas jalan dan jembatan nasional yang ada di provinsi paling lambat pada akhir masa jabatan kepresidenan pada 2014. Tuntutan lainnya, Pemerintah Pusat agar segera memprogramkan dan menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana listrik

Rekomendasi ADPSI Kalimantan ● Penambahan kuota BBM ● Memprioritaskan pengembangan dan pembangunan bandara dan pelabuhan laut, samudera di Kalimantan. ● Memperhatikan wilayah perbatasan. ● Pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.

di wilayah Kalimantan dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat dan kebutuhan industri untuk jangka waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. “Kami juga menuntut Pemerintah Pusat bersama DPR RI agar melakukan revisi terhadap Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah khususnya ketentuan Pasal 14 sampai dengan 21 dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 sebagai penjabarannya terutama persentasi Bagi Hasil dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Ekonomi (SDE) dengan rumus pembagian yang lebih adil bagi daerah,” ujar ketua DPRD Provinsi Kalsel itu. Ketua DPRD Provinsi Kalteng, R Atu Narang menambahkan, Empat DPRD Kalimantan menuntut kepada Pemerintah Pusat agar segera melakukan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai dengan usulan yang sudah disampaikan sebagai panduan bagi percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan Kalimantan. Empat DPRD Provinsi Kalimantan bersepakat akan menyampaikan hasil Rakor ADPSI Wilayah Kalimantan di Banjarmasin itu kepada Presiden RI, Kementrian terkait, DPR RI, DPD pada Musrenbang Nasional pekan depan. (has)

Siap Awasi Penyeludupan BBM di Laut BANJARMASIN, BPOST Jabatan Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin telah berganti dari Letkol Laut (P) Achmad Wibisono ke Letkol Laut (P) Antonius Widyoutomo, Selasa (24/4). Wibisono kini menerima tugas baru sebagai komandan KRI Yos Sudarso Satkor Armatim, sedang Antonius sebelumnya menjabat Komandan KRI Diponegoro Satkor Armatim. Upacara sertijab dipimpin Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI, Brigjen TNI (Mar) M Suwandi Thahir, dan dihadiri Muspida I dan II Kalsel, serta pejabat Lantamal VI. “Mutasi di lingkungan TNI AL merupakan hal yang biasa. Yang berprestasi mendapat promosi, begitu juga sebaliknya,” kata Suwandi saat memberikan sambutan. Suwandi mengaku laut di Kalsel ini sudah aman dari berbagai permasalahan, tapi dia berharap komandan Lanal Banjarmasin terus menjaga kondisi itu. Mendapat tantangan tersebut, Antonius mengaku siap mengemban tugas yang diberikan, termasuk akan menjaga ketertiban dan keamanan kelautan di Kalsel. Terkait pengamanan penyeludupan BBM yang sering terjadi di perairan Kalsel, Antonius

BANJARMASIN POST GROUP/AYA SUGIANTO

KENANGAN BUDAYA - Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group, Yusran Pare, didampingi Wakil Pemimpinan Perusahaan, Fahmi Noor, memberikan foto kenangan budaya Pasar Terapung kepada Letkol Laut (P) Akhmad Wibisono dalam malam pisah sambut Danlanal Banjarmasin, Selasa (24/4) malam.

mengaku itu sudah komitmen dan kebijakan pimpinan TNI untuk ikut mengamankan kebijakan pemerintahan tersebut. “Tentu tindakan itu juga untuk mengantisipasi kebijakan pemerintahan dalam mengantisipasi kelangkaan BBM,” ujarnya. Untuk mengawasi penyeludupan itu, Lanal Banjarmasin akan menurunkan kapal perangnya untuk melakukan

pengawasan. “Termasuk melakukan pengawasan diperairan pedalaman penjualan bahan bakar,” tambah dia. Selain itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi bersama dengan instansi terkait dengan Polair dan pemerintah untuk mengantisipasi penyeludupan BBM melalui jalur laut. Tadi malam digelar acara pisah sambut komandan

Pangkalan TNI AL Banjarmasin di Himalaya Ballroom HBI. Tampak hadir Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group, Yusran Pare, dan Wakil Perusahaan Banjarmasin Post Group, Fachmi Noor. “Tugas pertama saya memimpin KRI Yos Sudaroi adalah membawa misi sebagai satgas di Lebanon,” kata Wibisono. (ful/arl/*)

2504/B03

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012  

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012  

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012

Advertisement