Page 13

Mancanegara 13

Banjarmasin Post RABU 25 APRIL 2012

Kemlu Kirim Tim ke Malaysia „ Selidiki Kasus Penjualan Organ TKI JAKARTA, BPOST - Sebuah tim akan bertolak ke Malaysia untuk mengumpulkan fakta terkait tewasnya tiga warga negara Indonesia (WNI). Keputusan tersebut diambil Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Selasa (24/4). “Pagi ini kami telah memutuskan untuk mengirimkan sebuah tim. Tim terdiri atas staf ahli serta pejabat Bagian Perlindungan WNI. Mereka akan berangkat secepatnya ke Malaysia. Tim ini akan bersifat lintas fungsi,” ujar Menlu Marty Natalegawa di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Selasa, (24/4). Marty juga menegaskan pihaknya telah menghubungi rumah sakit di Malaysia yang menjadi mengotopsi ketiga jenazah pekerja tersebut. “Dalam keterangan yang berhasil kami dapatkan, sebelum diberangkatkan ke Tanah Air jenazah telah lebih dulu diotopsi di rumah sakit tersebut. Namun, pertanyaan yang belum terjawab saat ini adalah apakah bekas luka pada ketiga mayat tersebut merupakan bekas dari otopsi atau akibat dari luka tembak,” jelasnya. Selain itu Marty telah meminta kuasa hukum Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk mempelajari secara serius kasus ini. Tiga TKI asal Desa Pancor Kopong, Kecamatan Pringgasela Selatan, dan Desa Penga-

“Pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah bekas luka pada ketiga mayat tersebut bekas dari otopsi atau luka tembak” MARTY NATALEGAWA Menlu RI

dangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka ditembak polisi Malaysia di daerah Port Dickson karena

Negeri Jiran Latih Warga Jadi Pembantu

membawa parang dan menyerang polisi. Mereka adalah Herman dan Abdul Kadir Jaelani asal Desa Pancor Kopong, serta Mad Noon asal Desa Pengadangan. Hirman, kakak Abdul Kadir Jaelani, melihat kondisi korban di rumah sakit Malaysia. Menurut dia, kondisi tubuh para korban sudah penuh jahitan. Yaitu di bagian mata, bagian dada melintang dari dada dekat lengan kanan kiri ke dada dekat lengan kanan, pada bagian tengah perut secara vertikal terjahit dari dada hingga perut bagian bawah pusat, serta di bagian perut dari sebelah kanan perut hingga sebelah kiri juga terjahit secara melintang. Mabes Polri juga berjanji melakukan pengecekan terkait kasus dugaan penjualan organ tubuh TKI. “Pertama kita lihat dulu ketentuan hukum yang berlaku, untuk pidana yang terjadi di luar negeri,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, kemarin. Saud menuturkan Polri harus mengikuti aturan di negara tersebut bila ada WNI yang menjadi korban atau menjadi pelaku kejahatan. “Bila ada kejanggalan, kita akan minta kepolisian Malaysia melaksanakan pemeriksaan ulang atau memberikan laporan yang jelas,” bebernya. (tic/dtc/kps)

“Jangan Berlebihan” MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto meminta semua pihak untuk tidak reaktif menanggapi masalah yang menimpa tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas di Malaysia. Djoko mengatakan segala bentuk upaya akan dilakukan untuk membuktikan kebenaran dugaan adanya perdagangan organ tubuh. “Jangan ngamuk, karena

belum jelas, jangan terlalu over react. Kita yang wajar saja, dan jangan berdasar dugaan. Kan masih dugaan semua, kecuali sudah terbukti,” ujar Djoko di Istana Negara, Selasa (24/4). Dia menegaskan, upaya otopsi harus dilakukan terhadap tiga jenazah TKI itu. “Otopsi harus ada, karena prosedur. Seolah-olah organ tubuh diambil untuk diperdagangkan, itu harus dibuktikan

terlebih dahulu,” tegasnya. Menurut Djoko saat ini pihak Kementerian Luar Negeri tengah menyelidiki penyebab kematian tiga TKI tersebut. Terutama penyelidikan terkait tindakan pihak kepolisian Malaysia kepada para TKI itu. “Kalau ada tindakan kepolisian Malaysia, seberapa jauh dilakukan dan dibenarkan. Saat ini, belum ada laporan lagi dari Kemenlu,” katanya. (vvn/ tribunnews)

AP PHOTO/JENS MEYER

PATUNG BERSEJARAH - Seorang ilmuwan menata patung wajah yang akan dipamerkan di Universitas Friedrich Schiller, Jena, Jerman Tengah, Selasa (24/4). Lebih dari 2.000 patung bersejarah dipajang dalam ruang pamer baru tersebut.

KUALA LUMPUR, BPOST - Saat pembicaraan dengan Indonesia belum menemukan kesepakatan, Pemerintah Malaysia berencana memberikan pelatihan kepada warganya untuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT). Negeri jiran tersebut rupanya ingin mengurangi ketergantungan terhadap pekerja asing. Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Dr S Subramaniam, seperti dikutip harian The Sun, Selasa (24/4), mengatakan pihaknya tidak ragu-ragu untuk memberikan pelatihan. Namun, masalahnya adalah kesediaan warga lokal untuk mengikuti program itu. Dia menjelaskan, ada dua masalah terkait penyediaan pembantu rumah lokal, yaitu keengganan orang Malaysia untuk menjadi pembantu dan keengganan majikan membayar gaji lebih tinggi. Jika dua masalah ini bisa dipecahkan, lanjut dia, pemerintah menjamin warga Malaysia bisa mendapatkan pembantu rumah tangga. Dia menambahkan pemerintah juga membuka kesempatan bagi institusiinstitusi untuk memberikan pelatihan. Namun, hal ini tidak menjamin para calon pekerja itu akan bekerja sebagai pembantu di Malaysia. “Apa jadinya jika mereka bekerja di luar wilayah? Jika ini terjadi, hanya institusi pelatihan itu yang akan mendapat untung, sementara masalah mendasar tidak terpecahkan, yaitu mengurangi ketergantungan pada pekerja asing,” katanya. Sebelumnya, anggota parlemen Zaitun Mat meminta pemerintah untuk melatih warga lokal menjadi pembantu dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap pekerja asing, terutama dari Indonesia. Pada Maret, Menteri Wanita, Keluarga, dan Pemberdayaan Komunitas Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil mengatakan pihaknya mempelajari kemungkinan mengaktifkan kembali program home manager bagi warga lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pembantu rumah asing. Program tersebut sudah diluncurkan sejak 2009, tetapi tidak mendapat respons, bahkan dari majikan sekalipun. Shahrizat saat itu mengatakan, program pelatihan home manager akan dibuka bulan depan dan terbuka bagi warga lokal yang memenuhi. (ant/kps)

PM Pendukung Islam Mundur DEN HAAG, BPOST - Inilah hebatnya orang asing. Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, bersama kabinetnya mengajukan permohonan diri kepada Ratu Beatrix untuk mengundurkan diri. Itu karena usulannya tentang penghematan anggaran ditolak oleh partai oposisi, Partai Kanan, di parlemen. Informasi dari pemerintahan Belanda Ratu Beatrix menyetujui permintaan Rutte. Rutte pun mulai Selasa (24/4) mulai mempersiapkan pemerintahan sementara. “Pengumuman resmi pemerintah menyebutkan bahwa perdana menteri pergi menemui ratu untuk menyampaikan pengunduran diri bersama jajaran kabinetnya,”

Mark Rutte

jelas koresponden Al Jazeera, Jonah Hull, dari Den Haag. Televisi Belanda, Nos, melaporkan Rutte perlu waktu hampir dua jam di Istana Ratu

di Den Haag, Senin petang waktu setempat untuk menyampaikan pengunduran diri kabinetnya. Menurut dua orang sumber yang tak bersedia disebutkan identitasnya kepada kantor berita Reuters, Rutte akan menulis surat ke parlemen hari ini berisi tentang pengunduran diri kabinetnya menyusul ketidakcocokan dengan partai populis, Partai Kebebasan (PVV), soal anggaran. Langkah tragis pengunduran diri sudah mulai tampak pada akhir pekan ini semenjak Rutte mengakui pemerintahannya tidak seirama dengan Partai Kebebasan yang dibentuk oleh politikus anti-Islam, Geert Wilders. Setelah pengunduran diri Rutte bersama

kabinetnya, kemungkinan pemilu bakal dipercepat meskipun seharusnya pesta demokrasi itu digelar pada 2015. “Menurut aturan, pemilihan umum tak bisa dilaksanakan sebelum September, tetapi perdana menteri akan menunjuk pejabat sementara (karetaker) hingga pemilu digelar sesuai jadwal,” kata koresponden Al Jazeera. “Pemerintahan Rutte hanya berumur 558 hari. Ini merupakan peristiwa ketiga sejak Perang Dunia II,” tulis kantor berita Belanda, ANP. Rutte akan berpidato di parlemen Belanda, Selasa, 24 April 2012 petang waktu setempat yang akan disusul perdebatan soal krisis politik. (kps/bbc)

Iran Tawarkan Pesawat Mata-mata AS TEHERAN, BPOST - Setelah berhasil meniru pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS), Sentinel RQ-170, Iran menawari Cina untuk memproduksinya secara bersama-sama. Itu karena Teheran tahu Cina jago dalam soal tiru-meniru. Sebagai imbalannya, Cina turut membantu Iran mengembangkan energi nuklir. Demikian diberitakan Fox News. Sentinel RQ-170 adalah pesawat siluman tak berawak. Pesawat ini bisa melintas tanpa terdeteksi radar. Kendati demikian Iran berhasil menjatuhkannya saat memata-matai negeri itu. Cina dikabarkan sangat ingin tahu tentang teknologi pesawat ini. Demikian pula terhadap ekor helikopter AS yang jatuh di Pakistan setelah operasi penangkapan Osama bin Laden. Seorang mantan pejabat intelijen AS mengatakan kepada Fox News tidak mungkin Iran menemukan cara untuk menciptakan pesawat tanpa awak. Di lain pihak, Cina tidak memiliki banyak teknlogi untuk membantu memajukan program nuklir Iran. “Tapi Cina bisa menawarkan kepada Iran hak vetonya di Dewan Keamanan PBB,” katanya.

AS dan sekutunya terus berusaha memberikan sanksi kepada Iran melalui Dewan Keamanan. Rusia juga tertarik dengan pesawat tersebut dan bisa menawarkan kepada Iran teknologi balistik yang berguna untuk sistem pengiriman nuklir.

Menteri Pertahanan Leon Panetta dan anggota Senat Joe Lieberman meragukan klaim Iran perihal salinan informasi yang dikumpulkan pesawat mata-mata itu. “Saya kira ada sejarah di sini soal hobi menggertak Iran, khususnya sekarang ketika mereka defensif karena sanksi ekonomi kita

terhadap mereka,” katanya. Penyelidikan 10 minggu atas jatuhnya pesawat tak berawak CIA di Iran dinyatakan selesai pada Februari. Salah satu materi investigasi adalah apakah malfungsi itu telah menyerahkan tidak hanya pesawat kepada Iran, tetapi juga data di dalamnya. (tic/fox)

2504/B13

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012  

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012  

Banjarmasin Post edisi cetak Rabu 25 April 2012

Advertisement