Page 18

18 Rendevous

Banjarmasin Post MINGGU 16 OKTOBER 2011

Pilih Jaksa Ketimbang Nyanyi NASIB baik, itulah yang dirasakan pemilik nama lengkap Khair Rizqani Pasha saat memulai karirnya di dunia tarik suara. Baru tampil di ajang prestesius langsung membawa misi mengharumkan Banua.

ISTIMEWA

Khair Rizqani Pasha

Warga Jalan Tanjung Raya No 47 RT 20 blok IV Perumnas Kayu Tangi, Banjarmasin Utara ini, terpilih menjadi wakil Kalsel pada ajang Lomba Pemilihan Bintang Radio tingkat nasional di Menado, 19-25 Oktober ini. Namun, dirinya lebih memilih bakat menyanyi hanya faktor sebagai pendukung. Itu karena, Pasha cenderung dalam segi formal nanti, berkeinginan bekerja sebagai Jaksa. Ini dianggapnya lebih penting dan menjanjikan karirnya untuk masa depan, terutama bila saatnya harus membina rumah tangga. Ada sejumlah kendala yang dialami Pasha, saat persiapan, yaitu lagu daerah yang menurutnya belum dikonfirmasi apakah dilombakan atau tidak. Kendala lainnya, cuma ada gangguan tenggorokan, sering serak. “Tapi sudah tidak apa-apa lagi. Yang kedua, pencarian kostum untuk tanding disana, masih bingung mau makai yang mana. Untuk tugas akhir kuliah, Insya Allah tidak mengganggu, karena saya kuliah dari pagi sampai siang dan untuk latihan nyanyi dari sore sampai malam,” katanya,

Pasha merasa semua peserta hebat dan pastinya orang juga sudah terpilih. Baginya semuanya juga sama bertekad sebagai pemenang. Jadi, ungkapnya, untuk peluang InsyaAllah Pasha akan berusaha, targetnya cuma satu yaitu, tidak malu-maluin nama Kalsel. “Lagu Pop ditentukan. Sedangkan lagu daerah masih belum ada konfirmasi dari pihak RRI pusat, apakah dibawakan atau tidak. Lagu yang siapkan untuk lagu pop adalah lagu Tetap Mengerti dari Kerispatih,” katanya. Ditanya targetnya di ajang tingkat nasional, Pasha mengaku menyerahkan semuanya kepada Sang Pengatur. Dirinya kepengen berjuang kalau Kalsel pun bisa jadi yang terbaik, dan sekali lagi semua itu, ucapnya, dikembalikan kepada-Nya. “Kalau Allah SWT menghendaki saya lolos masuk grandfinal saya lebih memilih bekerja sebagai Jaksa yang bisa bernyanyi, Karena menurut saya menyanyi hanya sebagai hobi saja,” ujarnya. Selain itu, harapnya, adalah restu dari orang tua dan dukungan dari tementeman menambah semangat yang berbeda bagi saya. “Dan yang paling penting berdoa kepada Allah SWT supaya bisa mengharumkan mama Kalsel di tingkat Nasional. Saya cuma berusaha dan saya serahkan KepadaNya,” katanya. (tar)

Biofile Khair Rizqani Pasha Panggilan : Pasha Lahir : Banjarmasin, 02 Desember 1989 Alamat : Jln Tanjung Raya No 47 RT 20 blok IV Perumnas Kayu Tangi Orangtua : Drs Chairul Anwar (ayah), Dra Wida Gerhana SE, MM (ibu) Tinggi : 171 sentimeter Berat : 59 kilogram Hobi : PS 3, billiar, sulap Cita-cita : Jaksa Motto : Ora et labora Prestasi : ❍ Juara II Festival Live Akustik 2011 ❍ Juara 1 Bintang Radio RRI 2011 Makanan : Ikan telang Minuman : Jus alpukat Pendidikan: Mahasiswa Fakultas Hukum Unlam Bacaan : Alquran ISTIMEWA

Bakat dari sang Nenek PRIA kelahiran Banjarmasin, 2 Desember 1989 itu, awalnya punya perasaan minder untuk ikut lomba tersebut. Malu dengan suarany, itulah alasan Pasha. Tapi, karena sobatnya itu tetap memaksa untuk ikut lomba. Awalnya target ikut lomba tidak muluk-muluk, cuma masuk 15 besar saja. Ceritanya, jadi lain setelah tampil bersaing. Pasha tidak menyangka bisa sampai masuk grandfinal dan meraih juara pertama dan mewakili Kalsel di ajang pemilihan Bintang Radio Tingkat Nasional. “Sekali lagi saya tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dan pujian hamdallah kepada Allah SWT atas anugerah ini,” katanya merendah. Soal keturunan bakat bernyanyi,

Pasha mengaku bakat itu mengalir dari sang nenek, ayah, dan tantenya. Namun, dalam hal prestasi lomba bernyanyi, baru kali ini diraihnya. Saat itu, pria yang kerap disapa Pasha ini, mendapat motivasi dari dua teman akrabnya di kampus fakultas hukum Unlam Banjarmasin. “Saya ikut lomba pemilihan bintang radio ini adalah karena sahabat saya, yaitu Rizky dan Mely. Mereka berdua membujuk dan memaksa saya ikut bintang radio,” katanya. Ditanya persiapannya, buah hati pasangan Drs Chairul Anwar dan Dra Wida Gerhana SE, MM, ini mengaku sudah melakukan latihan serius dan selalu belajar mengevaluasi apa yang menjadi kekurangannya, terutama masalah tekhnik vocal. (tar)

JELAJAH RASA Go Green ala Milos Restaurant Rattan Inn

Nikmatnya Santapan Serbahijau MARAKNYA imbauan masyarakat dunia untuk mencegah terjadinya global warming ternyata tidak hanya menarik perhatian pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum di Indonesia. Para pelaku usaha dan perusahaan-perusahaan dunia pun kini mulai fokus menjalankan aktivitas penghijauan. Selain penghijauan dalam kampanye go green juga digalakkan imbauan untuk melakukan 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle untuk menyelamatkan lingkungan sekitar dari bencana pemanasan global. Hotel Rattan Inn, Jalan A Yani Km5,5 Banjarmasin, juga turut mendukung kampanye go green tersebut, khususnya di lingkungan usaha, sepertinya halnya Milos Restaurant yang menyajikan aneka menu serbahijau. Public Relation Hotel Rattan Inn, Fitriyadi, memaparkan, hotel ini menjadi Duta Go Green Perwakilan Kalimantan dengan tagline Go Green Rattan Inn. Sebab itu pihaknya menggelar kampanye dengan menghadirkan dekorasi dan ornamen

bernuansa hijau termasuk di Milos Restaurant yang juga dihiasi dengan bermacam tanaman hijau yang asri. “Tak ketinggalan pula menu. Sejumlah menu kami sajikan dalam nuansa hijau, antara lain pangsit ayam hijau, macaroni saus mangga, bawal saus kari nanas, tori no misoyaki, green sweet moment, gurame legian, steak bumbu sambal terasi dan lainnya,” papar Fitriyadi. Tampilan dekorasi dan ornamen hijau serta penataan tanaman hias akan membuat pengunjung Milos terasa segar. Memasuki Milos Restaurant ada berbagai pilihan cake dan roti yang mengundang selera. Kemudian berbagai menu serba hijau. “Khusus Oktober ini kami bekerjasama dengan Agus Sasirangan, Run-

ner Up Master Chef Indonesia, untuk menyajikan menu spesial. Seperti yang sudah disebutkan, pangsit ayam hijau, macaroni saus mangga, bawal saus kari nanas, green sweet moment adalah hasil racikan Agus,” terang Fitriyadi, seraya mengatakan, masih bekerjasama dengan Agus Sasirangan, di Hotel Rattan Inn juga akan digelar Cooking Class bersama ibuibu PKK. Dijelaskan Asisten Chef, Nanang, pangsit ayam hijau adalah pangsit isi daging ayam yang disajikan dengan saus kacang polong. Lezatnya pangsit tersebut akan semakin terasa jika dicolekkan atau dicocol dengan saus berwarna hijau tersebut. Bawal saus kari nanas berupa ikan bawal bakar yang disajikan dengan bumbu kari nanas khas Indonesia. Di atasnya ditaburi kacang mete, bayam atau kangkung. Paduan daging dan sayur hijau yang menyehatkan.

Sedangkan makaroni saus mangga adalah minuman segar berbahan macaroni spiral dengan sensasi buahbuahan, di antaranya. Demikian pula green sweet moment minuman berupa jus daun sawi, dipadu orange, wiping cream dan es cream rasa vanila, daun mint. “Green sweet moment juga dicampur dengan mangga, kelapa muda, buah naga,dan selasih, yang menghadirkan rasa manis segar dan lembut,” seloroh Nanang. Sedangkan menu khas Rattan inn yaitu Tori No Misoyaki yang berbahan daging ayam panggang dibumbui tauco Jepang, disajikan dengan bayam gulung dan rumput laut. Makanan khas Jepang ini rasanya gurih asin.

Adalagi gurame Legian, berupa ikan gurame yang dalam sajiannya daging dipotong dan dicampur

dalam adonan tepung digoreng krispi, dihidangkan dengan sambal mentah atau sambal terasi. Kemudian stik bumbu sambal terasi, yaitu menu daging sapi steak yang disausi sambal terasi dan ada aneka sayuran, kelezatan citarasanya gurih asin. (dea)

BANJARMASIN POST GROUP FOTO-FOTO/EDWARD PAH

Banjarmasin Post edisi Minggu, 16 Oktober 2011  

Banjarmasin Post edisi Minggu, 16 Oktober 2011

Advertisement