Page 9

Sporten 9

Banjarmasin Post

RABU 15 DESEMBER 2010

Jelang Laga Tandang II Barito Putera

Hole in One Berhadiah Rumah EVENT tahunan golf Gubernur Cup kembali digulirkan. Turnamen bernama Open Tournament Gubenur Cup 2010 digelar di Lapangan Golf Swargaloka Banjarbaru, 17, 18 dan 19 Desember 2010. Turnamen yang digelar Pemerintah Provinsi Kalsel didukung penuh Banjarmasin Post Group tersebut, merebutkan hadiah berupa satu unit rumah dari REI Kalsel, Tayota Inova dari Wira Motor, Avanza dari Bank BNI, Honda Jazz dari Bank BRI dan uang sebesar Rp 200 juta dari Bank Mandiri. “Hadiah itu khusus bagi pegolf yang berhasil meraih hole in one di beberapa lokasi yang telah disepakati panitia pelaksana. Misalnya, pada lubang 7, 9, 11

dan 17,” kata ketua umum penyelenggara Gubernur Cup 2010, H Napsiani Samandi, Senin (13/12). Menurut kepala Dinas Pendapatan Provinsi Kalsel itu, selain menyediakan hadiah bagi pegolf yang berhasil melakukan hole in one, panitia juga menyiapkan berbagai hadian menarik kepada juara. Ketua Seksi Pertandingan, Tidarta Bagong, mengatakan, format turnamen yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-60 Provinsi Kalsel dan HUT ke-65 RI tersebut, akan menggunakan strok play 10 hole flight A, B, C, Ladies, Senior dan keterampilan. Istimewanya event tahun ini, panitia akan mendatangkan wasit nasional.

“Tujuannya, untuk membuat turnamen tersebut lebih berkualitas dan mewah,” kata Tidarta. Panitia juga mengundang beberapa pegolf dari Kalteng, Kaltim dan Pulau Jawa, kecuali pegolf profesional nasional. “Kalau amatir boleh saja ikut mendaftar,” katanya. “Jumlah peserta dibatasi hanya 400 orang. Dari luar daerah sudah ada yang mendaftar, seperti dari Berau, Kaltim. Setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu dan mendapatkan tas, kaus dan topi,” ujarnya. Bagi pegolf yang ingin mendaftar masih bisa menghungi Tidarta melalui nomor ponsel 0811511732, atau Sukirman di nomor 081351445454. (buy)

Diskusi Curi Poin MENJELANG laga tandang yang harus dilakoni Barito Putera, pekan ini, skuad Laskar Antasari bertekat bisa membawa pulang poin Divisi Utama Liga ti-Phone Indonesia 20102011. Janji itu disampaikan sang kapten Barito, Jufri Samad, menjelang laga melawan PSBI Blitar di Stadion Glora Supriyadi, Kamis (6/12), dan melawan Persekam Metro FC (Senin, 20/12). Pemain yang berposisi di barisan belakang tersebut tak ingin pulang dengan tangan hampa. “Saya akan bahu membahu dengan pemain lain agar Barito membawa pulang poin,” kata Jufri, Selasa (14/12). Agar bisa meraih poin, Jufri bersama Guntur Ariyadi, Khoirul Anam, Ahmad Zahrul Huda, Maidiansyah, Orah, juga M Sandy Firmansyah dan Denny S sebagai tembok pertahanan Barito,

telah melakukan diskusi kecil di luar arahan pelatih Barito, Salahudin. Pada diskusi dilakukan pemain belakang Barito tersebut, juga melibatkan Nnengue Bienvenue, mantan pemain PSBI Blitar 2009 yang kini membela Barito. Diskusi itu dinilai Jufri sangat penting, karena informasi dari Bienuvenue sangat sulit bagi lawan untuk mencuri poin di kandang PSBI Blitar. “Intinya kita sudah dapat

Diskusi tersebut membahas cara agar Barito tidak kebobolan saat menghadapi PSBI Blitar dan Persekam Metro FC

GUNTUR ARIYADI Pemain Barito Putera

Guntur Ariyadi

gambaran mengenai kekuatan PSBI Blitar. Tinggal nanti kami melakukannya di lapangan,” kata Jufri Samad merahasiakan krakter bermain PSBI Blitar. Maidiansyah pun mengakui, Barito perlu permainan lebih berkualitas agar bisa menang melawan PSBI Blitar. “Skill dan permainan

kita dengan mereka tak jauh beda. Kita harus bermain dengan kualitas agar bisa meraih poin,” kata Maidiansyah. “Diskusi tersebut membahas cara agar Barito tidak kebobolan saat menghadapi PSBI Blitar dan Persekam Metro FC nanti,” tutur Guntur. Guntur sendiri memiliki tips agar dirinya bisa tampil percaya diri di depan pendukung lawan. Salah satunya dengan mengecap rambutnya. “Saya mengecat rambut dengan warna oranye bukan karena ikut-ikutan, tetapi agar bisa tampil garang dan percaya diri tinggi saat melakukan laga di luar kandang melawan PSBI Blitar dan Persekam Metro FC,” katanya. Pelatih Barito Putera, Salahudin, tak mempersoalkan apa yang dibuat anak asuhnya tersebut. “Saya tidak keberatan mereka mencat rambut, punya anting-anting dan tato. Asalkan tidak mengganggu penampilan mereka ketika bertanding,” ujarnya. (buy)

Pindah Kelas, Minimalkan Persaingan CABANG gulat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 tidak akan mempertandingkan kelas 51 kilogram dan 120 kilogram. Kondisi ini membuat atlet gulat yang bisanya berlaga di dua kelas tersebut akan memilih pindah kelas. Bagi pegulat kelas 120 kilogram akan berusaha menurunkan berat badannya agar bisa bertanding di kelas 84 kilogram. Sedang atlet gulat yang biasa berlaga di kelas 51 kilogram, bakal berupaya menambah berat badannya agar bisa bertanfding di kelas 55 kilogram. Kondisi ini membuat Indra Satria Perkasa, pegulat peraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalsel yang selama ini bertarung di kelas 55 kilo-

gram, juga berniat pindah kelas. “Regulasi baru PON XVIII itu, membuat saya ingin naik kelas karena semua pegulat yang berada di kelas 51 kilogram bakal naik ke kelas 55 kilogram. Akibatnya, persaingan makin ketat karena banyaknya pegulat,” kata Putra Pelatih Gulat Kalsel, Indra Safri, itu, Selasa (14/12). Untuk naik kelas itu, menurutnya, bukanlah hal yang sulit seperti turun kelas. “Naik kelas itu gampang, tinggal makan banyak, sudah bisa. Beda kalau turun kelas, harus melakukan diet ketat,” ujarnya.

Seperti pengalamannya ketika pada PON XVII Kaltim, dirinya sempat dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami dehidrasi karena berusaha menurunkan berat badan. “Saat itu saya bertarung di kelas 47 kilogram. Sedangkan, berat badan saya saat mencapai 57 kilogram. Saya coba menurunkannya dalam beberapa hari. Akibatnya harus dilarikan ke rumah sakit,” kenangnya. Namun, bagi pegulat yang menurunkan berat badannya dengan perlahan, tidaklah sulit. “Yang sulit itu, kita menurunkan berat badan beberapa kilogram dalam waktu

singkat,” katanya. Saat ini, dua pegulat Kalsel peraih emas kejurnas Gulat 2010, Jimmy Yan Henry dan Tawar Tri Setiawan, mulai melaksanakan latihan menurunkan berat badannya. Mengingat, kelas yang mereka geluti selama ini, 120 kilogram tidak dipertandingkan di PON XVIII. Agar tetap bisa bertarung, mereka harus turun kelas ke 84 kilogram. (ire)

Indra Satria Perkasa BANJARMASIN PODT GROUP/MUKHTAR WAHID

1512/B09

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010  

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010  

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010

Advertisement