Page 18

18 Banjar Satelit

Banjarmasin Post RABU 15 DESEMBER 2010

Warga Setop Retribusi Lesehan Bincau „ Tuntut Perbaikan Jalan MARTAPURA, BPOST - Kekesalan warga Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karangintan dan Bincau, Kecamatan Martapura Kota memuncak. Puluhan warga akhirnya menghentikan pungutan retribusi yang selama ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Hingga Selasa (14/12), warga tetap mengambil alih penarikan retribusi masuk menuju lokasi agrowisata Bincau. Alasan untuk memperbaiki jalan juga sudah dilakukan warga dengan melakukan pengerasan jalan disana. Batu terhampar di sepanjang jalan menuju Lesehan Bincau. Syamsul Bahri ketua RT 3 Desa Jingah Habang Ilir mengatakan, mereka ingin membuktikan bahwa dengan dana yang didapat bisa untuk memperbaiki jalan. Karena itu, mereka telah membeli 10 rit batu untuk pengerasan jalan. Dari mana uangnya, Syamsul mengaku menalangi untuk membeli materialnya. “Bisa dilihat batu sudah tersusun disepanjang jalan menuju Lesehan ini. Mudahan, pengunjung merasa nyaman melintas menuju lesehan,” terangnya, Selasa (14/12). Menurutnya, saat ini pihaknya masih menarik retribusi terhadap pengunjung yang datang. Dia juga bingung bagaimana selama ini pemegang kontrak membayar kontrak sebesar Rp 7,5 juta per bulan dengan menggaji empat petugas. Selama tiga hari melakukan pungutan disana, bebernya, pemasukan yang diperoleh sangatlah minim. Hari Senin tadi, mereka hanya mendapatkan Rp 158 ribu. Sedangkan kemarin hanya dapat Rp 80 ribu. “Kami bayar petugas pemungut Rp 10 ribu perorang

“Kita akan koordinasi bagaimana menyelesaikan ini. Karena, Bincau selama ini dikenal sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Banjar” SYAHDA MARIADI Kadisbudpar Banjar

sebanyak empat orang sebesar Rp 40 ribu. Sisanya Rp 40 ribu masuk kas. Hanya hari minggu tadi saja yang lumayan besar Rp 800 ribu dipotong upah petugas pemungut sebesar Rp 400 ribu untuk delapan orang masuk kas Rp 400 ribu,” ungkap Syamsul. Sebelumnya Ketua Kelompok Lesehan Bincau Abdul

Muis mengatakan, semenjak jalan rusak pengunjung yang datang ke lesehan jauh menurun sampai 90 persen. Sehari, mereka hanya kedatangan pengunjung sebuah mobil berpenumpang 3-4 orang serta sebuah sepeda motor. “Bagaimana kami bisa bertahan kalau seperti ini terus. Karena sepi, terpaksa sementara ini kami mengistirahatkan lima dari delapan karyawan. Mereka itu, warga desa setempat,” terang Abdul Muis. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Syahda Mariadi mengakui, persoalan dilesehan Bincau seperti buah simalakama. Disatu sisi, pemerintah memang mendapatkan pendapatan dari pajak lesehan serta retribusi masuk lokasi lesehan. Disisi lain pemerintah juga ingin terus memajukan agrowisata lesehan di sana di antaranya dengan mempermanenkan fasilitas infrastruktur jalan. Akan tetapi, Dinas PU kesulitan melakukannya karena status jalan tersebut merupakan jalan inpeksi yang bila dipermanenkan dikhawatirkana akan berdampak rusaknya konstruksi jembatan. “Kita akan koordinasi bagaimana menyelesaikan ini. Karena, Bincau selama ini dikenal sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Banjar,” katanya. (wid)

BANJARMASIN POST GROUP/HARIWIDODO

MENUNTUT - Sejumlah warga menghentikan penarikan retribusi masuk ke tempat agrowisata lesehan Bincau, Martapura Kota, Minggu (12/ 12). Warga menuntut perbaikan jalan menuju lesehan.

BANJARMASIN POST GROUP/AYA SUGIANTO

BERALIH PROFESI - Suryani, warga Tanggul, Kelurahan Palam, Banjarbaru memasang pemberat pada jalanya untuk menangkap ikan, Selasa (14/12). Sebagian besar lahan persawahan yang terendam menyebabkan banyak petani tidak bisa bercocok tanam dan beralih profesi mencari ikan untuk bertahan hidup.

Tak Langsung Berpuas Diri „ BP2T Banjar Terima Penghargaan Presiden MARTAPURA, BPOST - Setelah pada 2008 lalu mendapat penghargaan sebagai Unit Pelayanan Terbaik I Citra Pelayanan Prima tingkat Provinsi Kalsel, di 2010 ini Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Banjar mendapat penghargaan dari Presiden SBY. Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu berupa penganugerahan Citra Pelayanan Prima 2010. “Rencananya piala akan diserahkan besok (hari ini) di Istana Wakil Presiden. Karena presiden berhalangan maka penyerahan dilakukan Wapres Boediono,” ujar Kepala

BP2T Kabupaten Banjar, HG Abidinsyah, Selasa (14/12). Menurutnya, BP2 Kabupaten Banjar satu-satunya instansi pelayanan perizinan milik pemerintah di Kalimantan Selatan yang menerima penghargaan dari presiden di akhir 2010 ini. “Alhamdulillah kerja keras kita dan dukungan dan komitmen gubernur Kalsel dan bupati Banjar berbuah hasil bagus berupa penghargaan ini,” kata mantan camat Aluhaluh ini. Dikatakannya, Selain kerja keras dari awak BP2T Banjar, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin dan bupati Banjar HG

Khairul Saleh sangat mendukung dan komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkannya, apa yang didapat BP2T Banjar bisa dipertahankan dan bisa memacu semangat seluruh instansi dan satuan kerja perangkat daerah di Kabupaten Banajr pada khususnya dan Kalsel pada umumnya untuk lebih meningkatkan pelayanan dan meraih penghargaan. “Meski demikian, kita tidak langsung berpuas diri, kita masih harus mempertahankan dan terus melakukan inovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada ma-

syarakat,” katanya. Dalam dua tahun terakhir, selain penghargaan, BP2T Banjar juga mampu menunjukkan kemampuannya dalam hal kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD). Untuk 2009, PAD BP2T Banjar ditarget sebesar Rp 2,5 miliar dan berhasil terealisasi sebesar Rp 3,6 miliar. Sementara di 2010 ini targetnya sebesar Rp 2, miliar dan realisasi hingga pertengahan Desember sebesar Rp 4,5 miliar atau 175 persen lebih. “Ini juga menunjukkan makin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengurus perizinan,” jelasnya. (ofy)

1512/B18

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010  
Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010  

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010

Advertisement